Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Lee Na Young"
"Jung Eun Chae"
"Lee Chung Ah"
"Honour"
"Didukung Kementerian Kebudayaan dan Badan Konten Kreatif Korea"
"Seluruh tokoh, insiden, dan latar belakang"
"Pada drama ini adalah fiktif"
"Pemeran anak-anak dan hewan direkam di bawah pengawasan undang-undang"
"Dari teman lama - Park Ju Hwan"
Lama tidak bertemu.
Aku merindukanmu, Ra Young.
Kenapa ekspresimu seperti itu? Seperti melihat hantu saja.
Aku sudah dengar beritanya. Tentang hari jadi ke-10 kalian.
Jadi, aku mampir untuk mengucapkan selamat meski terlambat.
"Dari teman lama - Park Ju Hwan"
Di mana Shin Jae dan Hyeon Jin? Mereka di dalam?
Mereka sedang tidak ada.
Begitu?
Sayang sekali. Aku ingin bertemu mereka mumpung aku di sini.
Ayo keluar. Kita minum teh.
"Universitas Hankuk - Buletin Fakultas Hukum
Omong-omong,
bagaimana kasus siswa hilang itu?
Apa jasadnya ditemukan?
Maksudmu Ju Hwan?
Ju Hwan tidak tewas.
Dia ditemukan di rumah sakit beberapa hari kemudian.
Seseorang yang lewat menemukannya dan membawanya ke rumah sakit,
tapi sepertinya identitasnya belum terkonfirmasi saat itu.
Kalau begitu, jika dia masih hidup, kenapa pelakunya tidak tertangkap?
Sebab, Ju Hwan kehilangan ingatannya.
Pendarahan otak membuatnya lupa semua kejadian hari kecelakaan.
Kudengar efeknya cukup parah. Dia cuti kuliah untuk pemulihan
dan pergi ke luar negeri. Sejak itu, tak ada kabar darinya.
Park Ju Hwan.
Spyware?
Aplikasi Connect. Mereka meretas ponsel dengan itu.
- Sepertinya kita dipantau langsung. - Sial.
Tunggu, bagaimana mereka bisa tahu itu kita?
Bisa jadi mereka memang mengumpulkan semua data dengan cara ini.
"Pelatih"
Atau mungkin kita terdeteksi oleh filter keamanan mereka.
"Terdeteksi suara yang tidak cocok dengan suara VIP 0911"
Bisa jadi juga keduanya.
Astaga, kenapa yang mereka lakukan selalu di luar dugaan?
Pemantauan instan seperti ini biasanya menggunakan teknologi AI.
Tapi, mereka menggunakan AI dengan "deep learning" canggih ini?
Ini bukan sindikat prostitusi biasa.
Bukan pembuat aplikasi amatir
dan situs web, lalu menjalankannya bak arena judi.
Mereka ini benar-benar profesional.
Pengacara Yoon ke mana?
Dia pergi menemui temannya yang tadi mengirim bunga...
Teman? Siapa?
"Dari teman lama - Park Ju Hwan"
Di mana Pengacara Yoon?
Kapan kamu kembali
- ke Korea? - Itu sudah cerita lama.
Aku sering dipindah tugas di daerah, belum lama ini aku pindah ke Seoul.
Aku mampir sebentar
hanya untuk menyapamu.
"Kantor Polisi Daerah Mujin Seoul, Park Je Yeol"
Kamu mengganti namamu?
Kamu tahu sendiri.
Korban sering ganti nama setelah mengalami kecelakaan.
Karena mereka ingin lepas dari kejadian itu.
Kurasa karena itulah aku menjadi jaksa.
Karena sebelum pelakunya tertangkap, korban takkan bebas dari neraka.
Aku sangat memahaminya.
Korban?
Dengan kepala hancur seperti itu, aku jelas bukan pelakunya, bukan?
Aku turut prihatin atas kejadian itu.
Soal pelakunya yang tak tertangkap, dan juga kamu yang hilang ingatan.
Namun, untuk orang yang prihatin, kamu tega sekali mencampakkanku.
Kamu tak pernah menjengukku lagi di rumah sakit sekalipun.
Di saat seperti itu, kamu malah memutuskanku lewat pesan.
Kamu bayangkan betapa sakit hatiku.
Tapi, aku mengerti.
Komplikasi pendarahan otak...
Aku masih menderita karenanya sampai sekarang.
Kamu terlalu cantik untuk bersama pacar yang sakit-sakitan.
Tentu saja,
sekarang pun kamu masih
tetap memesona.
Lihat siapa yang datang. Ada wajah familier.
Mana mungkin aku mengabaikan teman yang kurindukan?
Tidak sopan namanya.
Panas sekali.
Lama tidak bertemu.
Benar. Sudah sekitar 20 tahun?
Kudengar kamu ke luar negeri, jadi, kukira kita takkan bertemu lagi.
Tapi sepertinya hidup memang penuh kejutan.
Kenapa? Memangnya ada alasan
- kamu tidak mau bertemu lagi? - Sejak dulu dulu membencimu.
Saat Ra Young pacaran denganmu, aku sudah menentangnya sejak awal.
"Park Je Yeol, Seoul Mujin Kantor Kejaksaan Daerah"
Kamu menjadi jaksa, rupanya?
Tapi kamu mengganti namamu.
Apa kamu melakukan kejahatan? Biasanya itu dilakukan mantan napi.
- Namamu masih sama, ya? - Karena di hadapan Tuhan
aku tidak punya alasan untuk merasa malu.
Syukurlah. Aku tak mau temanku jadi tersangka.
Reuni kita cukup sampai di sini.
- Lagi pula kita akan bertemu lagi. - Bertemu lagi?
Aku berencana menyelidiki ulang kasus waktu itu.
Karena kasusnya sudah lama sekali, mungkin aku butuh bantuan kalian.
Sampai bertemu lagi.
Ra Young.
Ra Young.
Ra Young.
Ra Young.
Yoon Ra Young!
Lihat aku.
Tidak apa-apa.
Ayo, bernapas.
Sekali lagi.
Bagus.
Sekali lagi.
Bagus.
Dasar bajingan. Berani-beraninya dia datang kemari?
"Aku menemukan aplikasi Connectin. Hubungi aku sebelum datang."
Apa sakit sekali? Mau suntikan pereda nyeri lagi?
Itu lagu Brahms.
Brahms dan Dvorak
Mahler, Bruckner, Shostakovich.
Untuk lukisan, Barok, Caravaggio Rubens, dan van Dyck.
Aku sudah membaca semua karya Stendhal dan Flaubert.
Aku juga menyukai John Steinbeck, Émile Zola, dan Victor Hugo.
Untuk anggur, Burgundy, dan untuk perayaan, Domaine Leroy.
Untuk wiski, Speyside single malt.
Seleramu bagus juga.
Anda yang mengajariku semua itu.
Semua hal yang kusukai.
Jika aku membuang semua yang kupelajari darimu,
kira-kira apa yang akan tersisa?
Aku menemukan aplikasi Connectin.
Di ponsel-mu.
Anda tidak akan mengelak, bukan?
Entahlah.
Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud.
Aku juga menemukan buktinya. Di ponsel-mu.
Jadi, bukti apa yang kamu maksud?
Coba periksa lagi.
Sepertinya kamu membuat keributan ini karena hal itu,
sayang sekali.
Dan satu hal lagi.
Kalaupun tuduhanmu itu benar,
memangnya kenapa?
Apa?
Bersikaplah dewasa, Shin Jae. Sebelum melangkah tanpa berpikir,
kamu harus memperhitungkannya.
Apa yang akan kamu dapatkan dari langkah ini
dan apa yang akan hilang darimu.
Sulit kupercaya. Apa itu ancaman?
Kamu hanya punya satu pilihan.
Pegang tanganku, atau...
seumur hidupmu terombang-ambing oleh pengaruh ibumu.
Pikirkanlah baik-baik. Jika kamu ingin melindungi L dan J.
Percuma saja kita bicara lebih lanjut.
Pergilah.
Bagaimana bisa Anda melakukan hal ini?
Justru kalian yang keterlaluan.
Apa begitu caraku mendidikmu?
Melanggar privasi orang lain seperti ini?
Ada apa? Kenapa aplikasinya menghilang?
Nanti saja kita bicarakan itu. Kita kedatangan bencana besar.
Park Ju Hwan.
Apa maksudmu? Park Ju Hwan?
Dia datang ke kantor. Bajingan itu ternyata seorang jaksa.
Bagaimana dengan Ra Young?
Aku tidak apa-apa. Aku bukan gadis 20-an lagi.
Aku selalu bilang pada klien kalau semua akan baik-baik saja,
jadi, aku juga harus baik-baik saja.
Aku mau makan makanan pedas. Yang benar-benar pedas.
Hari ini kita membutuhkan itu.
Ayo, cepat siapkan. Aku lapar.
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Kapan katanya dia kembali ke Korea?
Sepertinya sudah cukup lama.
Seharusnya kita mengawasinya lebih ketat.
Sebelum dia muncul di hadapan kita seperti ini.
Siapa sangka dia akan mengganti namanya?
Jadi, bagaimana kelihatannya?
Apa dia terlihat sudah ingat semuanya?
Sulit dikatakan.
Aku ragu dia menjajaki kemungkinan karena menyelidiki ulang,
atau karena dia ingat sesuatu.
Aku lebih suka jika ingatannya belum kembali.
Jika dia bersikap tak tahu malu padahal tahu perbuatannya padaku,
itu akan sangat
menyiksaku.
Aku tidak akan bisa memaafkannya.
Pengacara Yoon?
Min Seo.
Sepertinya aku salah makan.
Aku tidak apa-apa.
Jangan khawatirkan aku dan beristirahatlah.
"Kantor Polisi Mujin"
- Hei, Kepala Tim mencarimu. - Ya.
- Seung Jin. - Ya?
Kamu kenal orang ini?
Hei, wajahnya tampak familier. Siapa, ya?
- Ini Jaksa Park Je Yeol, bukan? - Benar, "kan? Jaksa Park Je Yeol?
Ya, sepertinya begitu.
Sepertinya dia teman sekelas istrimu.
Wajar saja, orang-orang hebat biasanya bergaul dengan sesama.
Kenapa dia ganti nama?
Cepat temui Kepala Tim. Nanti dia marah lagi jika terlambat.
- Baiklah. Aku pergi dulu. - Ya.
- Anda memanggilku, Pak? - Ya.
"Kantor Polisi Seoul Mujin"
Berapa kasus yang sedang kamu tangani saat ini?
Kasus pencurian berantai Samyang-dong...
Bisa kutambah satu berkas lagi, 'kan?
Ini kasus dari 20 tahun lalu, tangani dengan perhatian khusus.
Korban adalah seorang jaksa aktif.
"Laporan pernyataan saksi"
"Percobaan pembunuhan mahasiswa Universitas Hanguk 2005"
Mungkinkah
- korbannya Jaksa Park Je Yeol? - Ya, benar.
Dia yang memintamu menanganinya. Kalian saling kenal?
"Percobaan pembunuhan mahasiswa Universitas Hanguk 2005"
"Park Je Yeol, Kantor Kejaksaan Wilayah Seoul Mujin"
Ada yang aneh, bukan?
Park Ju Hwan adalah jaksa kasus Yoo Jeong?
Bahkan, penugasan kasusnya diubah.
- Dia sengaja ambil kasus Yoo Jeong? - Mungkin saja.
Tapi, kamu tahu apa yang lebih aneh?
Park Ju Hwan juga pernah bertemu Jo Yoo Jeong setahun lalu.
Dia tersangka dalam kasus pencurian berat.
Apa ini kebetulan?
Kita bisa memastikannya. Aku akan menemui kakak Yoo Jeong.
Yoo Jeong tidak benar-benar berniat mencurinya.
Di toko tempatnya bekerja paruh waktu,
dia tak sengaja tumpahkan minuman ke tas pelanggan.
Sepertinya adikku panik.
Dia dan teman kerjanya membawa tas itu untuk dibersihkan.
Tapi perbuatan itu malah dianggap pencurian.
Pelanggan itu tidak mau berdamai, jadi, kami sangat cemas,
tapi untungnya, jaksa memberikan penangguhan penuntutan.
Pencurian dengan pemberatan tanpa ada perdamaian
Diberi penangguhan penuntutan?
Min Seo, apa kamu pernah,
bertemu dengan jaksa bernama Park Je Yeol?
Tidak, aku tidak pernah bertemu.
Min Seo, bagaimana kamu bisa mulai bekerja di Connect?
Kalian kenal Lee Seon Hwa, bukan?
- Itu karena dia. - Lee Seon Hwa?
Dia punya utang atas namaku,
dan katanya sebagian dialihkan ke pihak mereka.
Untuk melunasinya, aku harus bekerja di Connect.
"Laporan kasus"
"Penyalahgunaan narkotika berulang"
- Hei, di mana Lee Seon Hwa? - Seon Hwa sudah kabur.
Kamu tidak tahu ke mana dia pergi?
Astaga, kalau tahu, sudah aku kejar. Uangku juga dibawa lari olehnya.
Perempuan itu benar-benar licik dan serakah.
Ini barang-barang Seon Hwa, kupikir ada sesuatu yang berharga,
tapi ternyata isinya sampah semua.
Surat pemanggilan persidangan.
Mungkin karena itu dia kabur. Dia pernah dapat penangguhan penuntutan.
- Sepertinya dia tertangkap lagi. - Penangguhan penuntutan?
Benar, si perempuan licik itu. Kali ini dia masuk penjara, bukan?
Ini sudah pelanggaran keempatnya.
- Sial, uangku. - Tunggu.
Dia sudah melakukan tiga pelanggaran,
tapi masih diberi penangguhan penuntutan?
Kamu bilang mau bunuh mereka nanti, itu ancaman.
Kamu membawa tongkat berpaku, itu unsur pemberatan.
Selama kamu dipenjara tujuh tahun karena ancaman yang diperparah,
kamu sudah putuskan akan mengirim adikmu ke panti asuhan mana?
Aku melakukannya karena marah sebab mereka menindas adikku.
Pak, tolong beri aku ampunan sekali ini saja.
Memberimu pengampunan?
Kamu mau kuampuni?
Kamu benar-benar mau kuampuni?
Ya. Kumohon.
Baiklah.
Benarkah?
Itu tergantung padamu.
"Jo Yoo Jeong, Jaksa Park Je Yeol, Lee Seon Hwa"
Lihat ini.
Kedua wanita, setelah dituntut Park Ju Hwan...
Bukan.
Melalui Jaksa Park Je Yeol, mereka menerima dakwaan yang ditangguhkan,
dan mereka dieksploitasi di Connect.
Dalam kasus Lee Seon Hwa, Min Seo yang menggantikannya.
Ini sudah jelas, sebagian dari para korban
mungkin disalurkan ke aplikasi itu
melalui Park Je Yeol.
Menyalahgunakan wewenang penuntutannya.
Jadi, Park Je Yeol juga bagian dari Connect?
Maksudmu ini adalah komplotan yang bahkan melibatkan jaksa?
Jika benar begitu, semua teka-tekinya terpecahkan.
Termasuk siapa yang terus menyerang kita menggunakan masa lalu kita.
Tapi, satu-satunya bukti yang kita miliki sekarang
hanyalah bukti tidak langsung.
Seandainya saja aplikasi sialan ini tidak dihancurkan...
Kamu sudah memutuskan?
Apa yang akan kamu lakukan soal Pengacara Kwon?
Keputusan apa lagi yang diperlukan?
Kini aku tahu siapa dalang di balik aplikasi terkutuk ini.
"Jo Yoo Jeong, Jaksa Park Je Yeol, Lee Seon Hwa"
Pencurian berat, penangguhan dakwaan?"
"Penggunaan narkoba, penangguhan dakwaan?"
Ini baru tiba lewat kurir, Pak. Dari Pengacara Kang Shin Jae.
"Hukum Republik Korea tidak menyebut apa yang Anda lakukan sebagai..."
"Pengacara Utama Kang Shin Jae"
Hukum Republik Korea menyebut perbuatan Anda
sebagai privasi, tapi tindakan kriminal.
Jika angin berembus, aku bergoyang. Meski begitu, bunga tetaplah mekar.
Pengacara yang mengundurkan diri menunggu di lokasi pertemuan, Pak.
Bagaimana, Pak?
Jika mereka sudah menyatukan tekad,
kita harus membuka jalannya.
Berangkat.
Selamat datang.
Aku boleh duduk di depanmu, "kan?
- Lama tidak bertemu. - Aku dengar kamu mencariku,
setidaknya kita harus saling menyapa.
Bagaimana kamu tahu aku di sini?
Di lingkungan ini, jika aku mau, tidak ada yang tidak bisa kutemukan.
Kamu terlihat baik-baik saja.
Sangat baik.
Aku merasa lengan kananku terbakar beberapa kali sehari,
dan setiap hari aku minum segenggam pereda nyeri,
tapi aku sangat baik-baik saja.
Jadi,
kamu baru mau membalas dendam sekarang?
Kenapa? Kalian baru takut soal itu sekarang?
- Ingatanmu sudah kembali. - Hanya ingatanku?
Aku juga sudah mendapatkan buktinya.
DNA yang coba kalian selundupkan
cocok dengan DNA tersangka yang tertinggal di TKP waktu itu.
Kalau begitu, kamu juga pasti ingat
perbuatanmu pada Ra Young pada malam itu.
Apa gunanya membahas itu sekarang, Shin Jae?
Kalian tidak akan bisa membuktikannya.
- Apa? - Ra Young dan aku pernah kencan.
Kami hanya saling mencintai, seperti orang lain pada umumnya.
Orang-orang sangat membenci kalian.
Kalian menyebalkan dan melelahkan.
Jika aku melemparkan beberapa kayu bakar ke dalam api itu,
siapa yang akan terbakar habis? Aku, atau kalian?
Apa maumu?
Mundurlah dari Connect.
Bagaimana jika aku tidak mau?
Apa kamu benar-benar siap untuk hancur?
Tentu saja aku siap.
Orang yang akan paling terluka dalam pertarungan ini...
adalah Yoon Ra Young.
Maaf aku terlambat.
Kenapa hanya berdiri di sana?
Mulailah apa yang ingin kamu lakukan.
Kalian hanya menunggu hari untuk menodongkan pisau kepadaku.
Kenapa tidak ada yang bicara?
- Ibu Pimpinan... - Kalau begitu
Biar aku yang mulai.
Aku mengerti niat kalian semua,
dan akan aku proses semuanya saat ini juga.
"Surat Pengunduran Diri"
Terima kasih, Pengacara Kwon.
Aku sudah lama bermaksud memisahkan yang baik dari yang buruk,
dan kamu baru saja memilah semua yang buruk.
Sepertinya kalian semua sedang salah paham.
Bukan kalian yang membuat Haeil menjadi seperti sekarang.
Haeil-lah yang membuat kalian menjadi seperti sekarang.
Orang yang berani menentangku
akan kusingkirkan.
Aku tidak pernah gagal
menyingkirkan pengkhianat dari industri ini.
Mohon maafkan kami, Bu. Kami telah bertindak bodoh.
Kami bersalah.
- Mohon maafkan kami. - Mohon maafkan kami.
Saat kita masih muda dulu,
kita bilang kita muak hanya mendengarkan kuliah hukum,
jadi, kita sering ikutan kuliah di fakultas lain.
Kamu ingat?
Ya.
Waktu itu di fakultas sastra, kita ambil Pengantar Sastra, bukan?
Aku tidak suka King Lear, Hamlet, ataupun Macbeth.
Karena takhta para raja itu direbut dengan bodohnya.
Jung Hyeon.
Kalau anak kecil bertingkah, kamu harus menasihatinya.
Kenapa kamu malah menurutinya?
Aku sungguh malu.
Benar.
Kamu memang seharusnya malu.
Sudah kuduga.
Alasan Park Je Yeol muncul.
Dia mau hentikan kita kejar Connect dengan masalah masa lalu itu.
Bagaimana jika Park Je Yeol benar-benar
membongkar masalah itu?
Hyeon Jin yang akan paling terancam.
Tapi kita tidak bisa menyerah begitu saja.
Apalagi pada bajingan itu.
- Skenario terburuknya, kamu akan... - Ditahan?
Apa para pengacara di sini akan tinggal diam?
Tapi bisa saja kita
akan kehilangan segalanya.
Semua yang telah kita bangun selama ini.
Tapi jika kita bertekad untuk berjuang sampai akhir,
pendapatmu adalah yang terpenting bagiku dan Hyeon Jin.
Apa kamu sanggup menanggung semua yang akan terjadi nanti?
Lalu soal DNA tempo hari, yang diambil oleh Seong Gyu
DNA itu jatuh ke tangan Park Je Yeol.
- Apa maksudmu? - Jadi, kamu tak punya dugaan?
Kamu tahu siapa suamiku?
Dia seorang jaksa aktif.
Ju Hwan.
Park Ju Hwan.
Ju Hwan, aku sudah mencarimu dari tadi.
Sudah kubilang jangan tersenyum pada bajingan lain.
Aku minta maaf. Ayo pergi, yang lain menunggu.
Kamu sama sekali tidak mencintaiku.
Selalu hanya di mulut saja.
Lalu aku harus bagaimana?
Bagaimana caranya agar kamu percaya?
Buktikan.
Kamu gila?
Lepaskan, jangan!
Jangan!
Kenapa kamu murung begitu pada Ayah hanya karena salah beberapa soal?
Aku salah karena kuganti jawabanku.
Menyebalkan sekali.
Kalau kamu terus begitu, kamu akan menyesal.
Ini.
"Konser super!"
Luar biasa. Ayah, bagaimana Ayah bisa dapat ini?
Bagaimana lagi, tentu saja Ayah memesannya.
Ayah bisa jadi ahli perang tiket gara-gara ini.
Ayah, terima kasih.
- Sedang apa, Ayah? Ibu menunggu. - Ya, ayo masuk.
"Kartu Keluarga"
"Hong Yeon Hee, Suami: Park Je Yeol, Anak: Park Sang A"
- Pencernaanmu tidak enak? - Bukan, perut bagian bawahku.
Kamu yakin bukan nyeri haid? Mau kuambilkan pereda nyeri?
Ada apa ini?
Kamu sedang apa?
Itu...
- Ada perintah dari atasan... - Perintah apa?
"Pengacara Utama Kang Shin Jae"
Aku Kwon Jung Hyeon, pimpinan baru LnJ.
Mohon kerja samanya.
"Pengacara Utama Kwon Jung Hyeon"
Apa yang kamu lakukan?
Pesan yang kamu kirim, inilah jawabanku.
Kamu seharusnya malu.
- Kamu harus tanggung akibatnya. - Soal Shin Jae...
Aku akan bertanggung jawab dan mengirimnya ke Haeil.
Aku akan mengundurkan diri dari semua jabatanku.
Tolong kirim aku ke LnJ.
Ujian sekecil ini harus bisa kamu atasi.
Lepaskan semua kasus yang sedang kalian tangani.
Aku akan mengubah arah firma ini. Yang rentan bukan hanya perempuan.
Kamu tidak bisa berbuat seenaknya.
Kami mengorbankan waktu luang kami untuk mengambil
banyak kasus pro bono.
Jika kamu ingin kami melepas semuanya...
Sepertinya ada juga kasus dengan opini publik yang buruk.
Kenapa nama firma harus tercoreng karena kegiatan sukarela kalian?
Memangnya kalian pikir siapa yang menggaji kalian?
Kini, penerimaan dan pembagian kasus tidak akan bisa tanpa persetujuanku.
Saat rapat komite pengarah tahun depan,
aku tidak mau dicap sebagai penanggung jawab tak kompeten.
Seperti dirimu, Shin Jae.
Ini karena Connect, bukan?
Untuk menghentikan kami membongkar Connect.
- Bukan begitu? - Entahlah,
aku tak tahu yang kalian bicarakan, tapi yang aku tahu
kasus Jo Yoo Jeong yang ditangani ditutup karena korban bunuh diri.
Ini bukan taman bermain untuk kalian membuang waktu menulis novel konyol.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi
"Ibu"
"Lee Seon Hwa"
Aku sudah tahu semua perbuatanmu padaku.
Telepon aku.
Akhir-akhir ini, aku sangat khawatir karenamu.
Camkan ini.
Jika kamu terus berulah, Yoon Ra Young yang akan celaka.
Min Seo.
Aku sudah sampai di hotel.
Ibu di mana?
Di proyek percontohan kota pintar yang baru digalakkan pemerintah,
The Prime disebut-sebut sebagai kandidat terkuat.
Sistem pertahanan prediktif tadi
- pada akhirnya akan... - Kamu sudah datang.
Kita harus bicara.
Kita harus bicara soal Pengacara Kwon. Kenapa Ibu tidak mengabariku?
Itu tidak bisa dihindari.
Kamu juga, diam-diam,
merencanakan sesuatu yang menarik.
Kekhawatiran itu awal teknologi kami.
Teknologi harus melindungi manusia, bukan mengawasi mereka.
Sistem kami tidak melacak siapa yang berbahaya...
...melainkan hanya menilai situasi apa yang berbahaya.
Semua data dari proyek kota pintar akan dienkripsi berbasis blockchain.
Informasi untuk identifikasi pribadi tidak akan disimpan...
...dan dirancang agar tak ada admin yang dapat mengakses data aslinya.
Kenapa para reporter memotret kita?
Kami mendefinisikan ulang konsep keamanan,
- Kamu belum lihat beritanya? - Berita apa?
Dan merancang ulang hubungan antara teknologi dengan masyarakat.
Korupsi para penguasa,
dan prasangka manusia tidak bisa mengintervensi,
- Sepertinya kita kena batunya. - Sistem yang transparan.
"CEO The Prime Baek Tae Joo dan pewaris Haeil akan tunangan?"
Hingga orang yang paling lemah dalam masyarakat sekalipun...
Ini ulah Ibu?
Aku sudah terlalu lama membiarkanmu bebas.
- Aku sudah introspeksi. - Teknologi kami akan menjadi alat
Dan orang itu?
Dia tidak masalah dengan artikel ini?
Itulah satu-satunya tujuan yang ingin The Prime capai.
"The Prime: Teknologi, menghadirkan standar baru"
Tutup mulutmu. Banyak mata yang melihat.
Maaf lancang, baru saja ada berita soal rumor tunangan Anda, Presdir.
Apakah isi berita itu benar?
Rumor pertunangan itu...
tidak benar.
Hanya saja, memang benar aku menaruh hati padanya.
"The Prime: Teknologi, menghadirkan standar baru"
Permisi sebentar.
Hanya di sini kita bisa bicara tanpa menarik perhatian.
Apa-apaan ini?
Apanya?
Kenapa kamu ikut permainan ibuku? Sampai mengarang cerita bohong.
Aku tidak mengatakan hal yang salah.
Aku sudah meluruskan rumor pertunangan itu,
dan soal perasaanku padamu, Pengacara Kang,
itu nyata.
Apa kamu sadar kita baru bertemu beberapa kali?
Sejak sebelum kita bertemu?
Aku sudah tertarik sejak awal.
Kesepakatan apa yang kamu buat dengan ibuku?
Atau apa maumu dariku?
Begitukah caramu mendekati orang? Selalu begitu caramu?
Bukan hubungan, melainkan transaksi.
Untung dan rugi, bukan kepercayaan.
Apa masalahnya?
Aku pikir kita bisa menjadi tim yang hebat.
- Bukan sebagai rekan transaksi. - Apa maksudmu?
Coba ubah sudut pandangmu.
Aku bukan musuh di pihak ibumu.
Aku bisa jadi sekutu kuatmu, Pengacara Kang.
Untuk apa? Kenapa memilihku, bukan ibuku?
Sebab, orang yang kuanggap hebat
adalah kamu, Pengacara Kang.
Bukan CEO Seong.
Benar juga.
Aku tak berniat merilis sanggahan untuk artikel pertunangan itu.
Siapa tahu bisa menjadi kenyataan, bukan?
Sampai jumpa lagi.
Minumlah.
Karena sangat lapar aku mencuri susu tetangga.
Saat aku berumur enam tahun.
Aku sudah tidak makan selama tiga hari.
Akibatnya, aku dikurung di beranda selama dua hari.
Hanya dengan pakaian dalam.
Saat itu bulan Januari.
Saat aku sekolah dasar,
aku salah hitung uang kembalian.
Seluruh tubuhku menjadi hitam karena lebam.
Orang tuaku selalu begitu.
Katanya, jika berbuat jahat, kamu akan dihukum.
Apakah karena aku orang jahat,
makanya aku mengalami semua ini?
Min Seo.
Bisakah kamu menusuk orang lain dengan pisau?
Tidak akan bisa, bukan?
Lalu, kenapa kamu melakukannya pada dirimu sendiri?
Aku juga pernah begitu.
Kenapa aku ke tempat seperti itu? Kenapa aku tak sadar dia begitu?
Hal buruk ini menimpaku karena aku begitu bodoh dan naif.
Aku berkata kejam pada diriku, yang takkan kukatakan ke orang lain.
Aku justru kulontarkan ratusan, bahkan ribuan kali.
Menurutmu kenapa begitu?
Karena aku adalah sasaran termudah.
Harusnya aku marah pada orang jahat dan dunia yang salah.
Tapi karena tidak punya keberanian untuk melawan,
Justru yang kutindas
adalah orang yang lemah.
Sasaran yang paling mudah bagiku
yaitu diriku sendiri.
Menyalahkan dirimu sendiri
adalah cara termudah
untuk menjadi seorang pengecut. Itu yang kusadari.
Aku...
Aku harap kamu bisa berpisah dengan hari kemarin.
Dan aku berharap kamu bisa bersikap baik
kepada dirimu sendiri.
Orang dari Connect datang menemuiku.
Jika aku terus bekerja dengan LnJ, mereka akan mencelakaimu.
- Mulai sekarang, jangan... - Saat mengalami hal seperti ini,
rasanya seperti mendapat penegasan
tentang siapa diriku.
"Kamu tidak akan pernah bisa menjadi normal seperti orang lain."
"Kamu tidak akan pernah bisa lepas dari ini selamanya."
Aku tidak ingin memiliki banyak hal. Aku hanya...
ingin menemukan kembali hal-hal yang telah hilang dariku.
Apa semua itu bisa dipulihkan?
Bahkan setelah semuanya menjadi sekacau ini?
Sudah bangun?
Kupikir sarapan nasi akan lebih baik.
Bagaimana? Kamu baik-baik saja?
Ya.
Kamu menyiapkan ini untukku?
Katamu kamu tidak sarapan.
Duduklah.
Dulu, saat aku mengalami masa sulit,
aku tidak bisa makan apa pun untuk sementara waktu.
Sebulir nasi pun benar-benar tidak bisa kutelan.
Selama aku tidak bisa makan, teman-temanku juga tidak mau makan.
Aku memaksakan diri satu-dua suap demi mereka.
Setelah itu, aku mulai bisa bangkit,
berjalan, dan bahkan keluar rumah.
Saat itulah aku sadar.
Hidup ini ternyata tidak serumit itu.
Aku merasa seperti akan mati,
tapi setelah makan, ternyata aku bisa hidup lagi.
Jika ingin hidup, kita harus makan.
Jika ingin menyelamatkan seseorang,
kita harus memberinya makan.
Aku tidak akan berbohong.
Pada akhirnya,
aku tidak bisa sepenuhnya pulih.
Beberapa luka bisa hilang tanpa bekas,
tapi luka yang lain...
akan membekas selamanya.
Hal yang kualami seperti itu.
Tapi mungkin itu
karena aku tidak pernah menerima permintaan maaf
dari orang yang telah melukaiku.
"Aku minta maaf, aku salah." Jika aku menerima permintaan maaf
apakah saat itu aku juga bisa sedikit membaik?
Untuk memastikannya, pertama-tama untuk hari ini
kita harus makan sampai kenyang.
Ini persediaan makananku.
Ini enak, rasanya gurih. Cobalah.
Lalu, di kantor,
Pengacara Kwon Jung Hyeon akan bergabung.
VIP yang itu?
Ya.
Jadi, untuk sementara waktu, sebaiknya kamu tak masuk kerja dulu.
Supaya tidak berpapasan dengannya.
Akhir-akhir ini sibuk?
Wajahmu jarang sekali terlihat.
Ada kasus baru yang masuk.
Kasus apa?
Kasus percobaan pembunuhan mahasiswa Hukum Univ. Hanguk, 20 tahun lalu.
Apa?
Korbannya seorang jaksa.
Kamu juga kenal, 'kan? Dia teman seangkatanmu.
Park Ju Hwan. Bukan, Jaksa Park Je Yeol.
Dia menyuruhmu menyelidiki ulang kasus itu? Oleh siapa?
Jaksa Park Je Yeol sendiri.
Maaf, hari ini aku harus pergi dulu. Tolong bereskan sisanya.
"Jaksa Park Je Yeol"
Ya, dengan Park Je Yeol.
Jadi, begini caramu menekan kami?
Beraninya kamu mengusik suamiku?
Mengusik?
Aku justru mau membantunya menaikkan prestasi.
Tidak, sepertinya akan seru.
Menangkapmu dengan tangan suamimu sendiri.
Kamu
sedang mengajakku bermain kotor, begitu?
Detektif Gu Seon Gyu kelihatannya orang yang tulus dan berdedikasi.
Jika dia tahu istrinya pelaku percobaan pembunuhan,
bagaimana reaksinya nanti? Kamu tidak penasaran?
Kamu tunggu saja di sana.
Ya, silakan masuk.
Aku Gu Seon Gyu dari Tim 2 Jatanras Kepolisian Mujin.
Bagaimana ini? Aku sudah ada janji.
Coba bayangkan baik-baik. Percakapan apa yang akan terjadi.
Silakan duduk. Aku sudah menunggumu.
Sudah kamu pelajari kasusnya?
Ya, tapi
penyelidikan awal gagal, jadi, hampir tak ada lagi petunjuk.
Alasanmu membuka kembali penyelidikan ini,
apakah karena ingatanmu sudah kembali?
Atau mungkin kamu mengingat petunjuk tentang pelakunya.
Sejujurnya, aku gagal memulihkan ingatanku sepenuhnya.
Kepingan-kepingan ingatanku pun
belum tentu bisa dianggap valid di pengadilan.
Lalu?
Entah kenapa,
bisa dibilang aku merasa percaya?
Kalau kamu, Detektif Gu,
bisa menemukan pelakunya,
Apa karena aku suami Hyeon Jin?
Ternyata kamu sudah tahu. Hubunganku dengan Hyeon Jin.
Begitulah.
Karena kamu, Detektif Gu,
pasti bisa mendapatkan pernyataan dengan mudah
dari Yoon Ra Young, Hwang Hyeon Jin, dan Kang Shin Jae.
Ingatan mereka juga pasti masih utuh.
Benarkah
hanya itu alasannya?
Kenapa?
Apa ada alasan untuk curiga kalau bukan hanya itu?
Aku tak tahu apa ini akan membantu,
tapi aku dan Yoon Ra Young pernah berpacaran.
Dan saat itu, mereka bertiga ada di tempat yang sama denganku.
Tapi, alasan ketiganya tak masuk dalam daftar tersangka
karena mereka saling memberikan alibi.
Aku kadang berandai-andai sendiri.
Apa kesaksian itu benar?
Apa yang terjadi pada Ra Young setelah itu?
Kami putus.
Tepatnya, dia yang memutuskan hubungan kami.
Kamu tidak penasaran dengan alasannya?
Aku sesekali merasa penasaran.
Jadi, kamu akan mengulanginya? Sesuai perintah ibumu?
Aku masih pertimbangkan mana yang terbaik.
Aku...
akan berhenti melarikan diri.
Karena terus kusembunyikan, lukanya jadi membusuk.
Saat kupikir sudah sembuh, lukanya kambuh di tempat yang sama.
Jika mengungkapnya adalah harga demi melanjutkan pertarungan ini,
aku akan menanggungnya, Shin Jae.
Kamu yakin akan baik-baik saja?
Untuk sekali ini,
kita seharusnya berjuang untuk diri kita sendiri.
Connect...
Aku akan jalani sampai akhir.
Aku tidak bisa berhenti.
Ada apa?
Tapi, alasan ketiganya tak masuk dalam daftar tersangka
karena mereka saling memberikan alibi.
Aku kadang berandai-andai sendiri.
Apa kesaksian itu benar?
Kamu tahu kapan aku merasakan hal seperti ini?
Komplotan.
Takdir mereka terikat menjadi satu.
Jika salah satunya hancur,
yang lain pun pasti ikut hancur.
Sudah kucoba lagi, hasilnya sama.
Kakak belum tahu. Aku belum memberitahunya.
Saat ini hanya kalian yang tahu.
Untuk Kakak...
lebih baik kuberitahu nanti, ya? Kalau sudah lebih pasti.
- Aku pulang. - Hei.
Sudah pulang?
Ada apa lagi?
Apa?
Kamu menyembunyikan sesuatu dariku.
Sebenarnya apa lagi?
Kamu bicara apa?
Apa yang kamu sembunyikan di belakangmu?
Apa yang kusembunyikan?
Jangan. Situasinya sudah berubah.
Hyeon Jin sudah sangat lama menantikan seorang anak.
Jika masalah kita sampai terungkap,
yang paling terancam adalah Hyeon Jin.
Melindungi Hyeon Jin harus menjadi yang utama.
Ini jelas berlebihan. Terus maju membabi buta seperti ini.
Ini dokumen yang kamu minta.
Terima kasih.
Ini sungguhan?
Aku berniat memberitahumu saat sudah lebih pasti.
Aku takut kamu akan kecewa jika terjadi sesuatu...
Bagaimana kamu bisa berkata begitu?
Kita akan menjadi orang tua?
Benarkah?
- Kenapa menangis? Dasar kamu ini. - Aku tidak menangis.
Karena bahagia.
Mungkin ada caranya.
Park Je Yeol. Kita serang dia lebih dulu.
Agar dia tidak bisa buka mulut soal kita.
Hong Yeon Hee, 42 tahun.
Pasangan, jaksa Divisi Kriminal 3 Kejaksaan Distrik Mujin,
Park Je Yeol.
Kamu.
Apa tujuanmu mendekatiku?
Kamu orangnya, bukan?
Yang mencoba membunuh suamiku 20 tahun lalu.
Itu sebuah kesalahan.
Seharusnya saat itu kubunuh saja dia.
"Honour"
Kasus percobaan pembunuhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hanguk.
Jika terjadi lagi pada Hyeon Jin, aku tidak akan tinggal diam.
Kamu bilang ini laptopnya Jun Hyeok?
Akan kuberikan secara eksklusif, termasuk wawancara.
Pengacara Kwon terlibat. Sebagai pengguna.
Aku bilang akan membantumu. Bukankah itu kesepakatan kita?
Aku sudah membuka semua kartuku. Apa yang kamu inginkan?
- Misi selesai. - Laptop Jun Hyeok hilang.
Yang belum tuntas menebus dosanya,
itu kamu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.