All language subtitles for Silent Night, Deadly Night 2025

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Halo, gadis kecil.

Kamu mau permen?

Oh...

Gadis yang manis sekali.

Tidak apa-apa, sayang.

Terima kasih.

Ayo, Alice.

Aku harus membawamu kembali ke kamar.

Mengapa dia memanggilku gadis?

Tidak apa-apa. Dia sudah tua.

Mungkin dia bingung.

Tapi aku bukan perempuan.

Aku tahu kamu bukan.

Kamu juga bukan labu, tapi aku tetap memanggilmu begitu.

Kamu berhasil?

Ya.

Semua akan baik-baik saja.

Aku tahu. Aku tahu.

Bolehkah aku melihat Kakek?

Tentu. Tentu, Nak.

Bagaimana jika kamu masuk sekarang?

Sinterklas, ikutlah dengan kami.

Jangan bawa dia sekarang.

Natal sudah dekat.

Diam kamu.

Tapi--

Kami tidak ingin melukaimu, Sinterklas,

jadi ikutlah dengan tenang.

Mengapa?

Mengapa kalian melukai pembantuku?

Itu tidak berbahaya.

Efeknya segera hilang.

Kakek?

Kenapa tidak bilang sejak awal?

Sekarang ikut kami.

Kami butuh kamu di Mars.

Kakek?

Apa ini benar-benar Mars?

Oh...

Belum pernah aku melihat orang semalas ini,

berdiam diri layaknya patung.

Kakek?

Ya?

Penduduk bumi Billy dan Betty.

Billy.

Kemarilah, Nak.

Kamu sudah besar.

Ada orang lain juga.

Apa yang kamu makan?

Batu?

Bukan, roti isi daging.

Apa kamu suka acar di roti isimu?

Aku sangat suka acar di roti isiku.

Acar dan juga kubis asam.

Huek!

Selamat datang, Sinterklas.

Semoga kamu membahagiakan anak-anak di Mars.

Akan aku coba, Nyonya.

Akan aku coba.

Apa kamu sudah jadi anak baik?

Anak--

Anak baik dapat hadiah.

Apa yang terjadi pada anak yang nakal?

Anak nakal akan dihukum.

Sinterklas selalu mengawasi.

Sinterklas bilang aku harus gemuk.

Billy, air.

Kini aku Sinterklas.

Air.

Ho, ho, ho.

Selamat Natal, semuanya.

Maksudku, mana aku tahu

kejadiannya akan seperti itu?

Berapa dosis yang dia minum?

Dua, tiga, aku--

Dua atau tiga?

Aku tidak ingat, paham?

Dia pasti keracunan

akibat obat lain yang dia minum. Sial.

Tapi dia menandatangani semuanya?

Ya.

Apa Kakek akan sembuh?

Tidak, Nak. Kakek sudah wafat.

Geoffrey!

Apa aku harus membohonginya?

Ya, bicara sedikit sopanlah.

Jadi Kakek ada di surga?

Ya, sayang, dia di sana.

Ayo, kita menunggu apa lagi?

Kurang ajar. Dia menabrak kita?

Ya!

Bagus sekali.

Malam ini semakin kacau saja.

Selamat Natal, keluarga Chapman.

Aku akan cari surat asuransi.

Ya, bagus.

Hei, kawan.

Aku tidak tahu apa masalahmu,

tapi kamu menabrakku dengan...

Geoffrey!

Billy, merunduk!

Kembalilah tidur, Billy.

20 DESEMBER

Sinterklas, ikutlah bersama kami.

Jangan bawa dia sekarang.

Natal sudah sangat dekat.

Diam kamu!

Tapi...

Kami tidak ingin melukaimu,

Sinterklas, ikutlah dengan tenang.

Ayo, Nak.

Lakukan tugasmu, lalu mari pergi dari sini.

Ini bukan kamar kita.

♪ Natal yang kelabu ♪

Harold, kamu di dalam?

Aku akan bicara pada manajer

untuk mencari kamar kosong.

Firasatku mulai tidak enak.

Billy, merunduk!

Hei!

RUMAH MAKAN THUNDERBIRD

Aku butuh kopi.

Ya.

Aku juga.

Kamu yakin tidak ingin melihat-lihat?

Tidak. Kota kecil punya banyak rahasia.

Selamat pagi. Kopi?

Ya, tolong.

Di mana kita sekarang?

Thunderbird.

Bukan. Apa nama kotanya?

Hackett.

Hackett?

Aku suka namanya.

Beri aku waktu sebentar.

Mungkin kamu benar.

Aku tidak melihat siapa pun.

Hei, Dana.

Pesanan rutin.

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Dia?

Hmm.

Aku tidak melihatnya.

Ada yang kamu sukai?

Oh.

Saran dariku, berhati-hatilah.

Wajahnya manis namun berhati pahit.

Siapa namanya?

Pamela.

Aku memanggilnya "Pammy".

Dia membencinya.

Benar, kita harus pergi.

Diamlah.

Maaf, bukan untukmu.

Maaf.

Jangan pernah memikirkannya.

Ini bukan keputusanmu.

Ini tidak akan berakhir baik.

Apa maksud ucapanmu itu?

Kamu tahu persis maksudku.

Sialan.

Aku tidak mau mengulanginya.

Bagus.

Aku lakukan sendiri saja.

Mencari sesuatu?

Ya.

Maksudku, tidak.

Aku hanya melihat-lihat.

Kamu pria yang memperhatikanku tadi.

Tidak. Jujur saja, aku melihat tanganmu.

Itu malah lebih aneh.

Aku hanya...

Hanya mencari hadiah.

Untuk siapa?

Untuk ayahku.

Unicorn kristal dan anting.

Hebat sekali.

Maaf.

MAX

Sial.

Berantakan sudah.

Memang sudah seharusnya.

Semuanya gagal.

LOWONGAN KERJA Staf Gudang, Kasir Hubungi Kami

ORANG HILANG CODY RUMINSKI 6 TAHUN

BILLY CHAPMAN

Kamu pendatang baru di sini.

Berencana menetap di Hackett?

Ya, untuk sementara waktu.

Semoga tidak terlalu lama.

Kamu berpengalaman mengurus gudang?

Ya, di dua toko berbeda. Seharusnya begitu.

Oh.

Aku malas mengurus semua ini.

Aku benci urusan administrasi.

Kamu tampak seperti anak baik.

Tanpa tato wajah atau semacamnya.

Dan kamu tampak butuh pekerjaan ini.

Tentu.

Hanya ada aku dan putriku di sini,

saat liburan keadaan jadi kacau.

Maaf atas ucapan kasarku.

Andai saja dia tahu.

Pamela itu putrimu?

Ya.

Kalian sudah bertemu?

Oh, hanya sebentar.

Aku sedang belanja di atas

dan sempat berbincang.

Kalian berbincang?

Iya, kami mengobrol.

Aku ayah yang sangat protektif, Billy.

Kena deh.

Aku hanya bercanda.

Kapan kamu bisa mulai kerja?

Kapan pun kamu butuh.

Dean memujimu,

dia memintaku memberimu kamar terbaik.

Ya, dia orang baik.

Dia baru saja memberiku kerja.

Kami pernah berkencan tahun '82 sebelum dia bertemu Ida.

Begitulah.

Dialah pria yang kusesali.

Sejujurnya, dulu aku nakal,

jadi wajar dia memilihnya.

Intinya, saat kamu temukan sosok yang istimewa,

jangan lepaskan dia.

Ini dia, kamar nomor enam.

Luar biasa.

Kamarnya sangat bagus.

Jika air toilet terus mengalir,

goyangkan tuas penyiramnya.

Jika ada masalah lain,

ketuk pipanya tiga kali.

Aku tinggal tepat di bawahmu.

Aku sulit dihubungi lewat ponsel.

Ini sangat bagus. Terima kasih.

Ada apa dengan kota ini?

Semua orang sangat ramah.

Ini menyenangkan.

Kurasa menetap di sini ide bagus.

Berapa lama?

Aku tidak tahu.

Jangan lupakan siapa dirimu

dan apa pekerjaanmu.

21 DESEMBER

♪ Natal adalah perasaan ♪ ♪ Yang dirasakan semua orang ♪

♪ Mengenang masa kecil ♪

♪ Bermain salju ♪

- Pegawai baru? - Benar.

Aku butuh pohon natal,

hiasan, dan malaikat. Cepat.

Cepat kerjakan.

Ada lagi?

Di mana malaikatnya?

Ya.

Apa?

Kenapa malaikat harus di puncak?

Kenapa tidak di tempat lain? Misalnya...

...di sini?

Menurutmu itu bagus?

Hmm. Sudah kuduga tidak bagus.

Kerjakan saja.

Namaku Billy.

Billy? Baik.

Boleh kupanggil Bill?

Aku merasa bicara dengan anak kecil

saat memanggilmu Billy.

Terserah kamu saja...

...Pammy.

Baiklah, kamu menang.

Tetap panggil Billy.

Ya Tuhan, mulai lagi.

Hm...

Aku hanya bertanya-tanya,

apa kamu mau minum kopi bersamaku?

Aku lebih suka pertanyaan itu.

Kecuali jika kamu pembunuh berantai.

Aku penggila kisah kriminal,

aku akan punya banyak pertanyaan.

Oh.

Ya, aku bukan pembunuh.

Sayang sekali.

Dia agak aneh.

Diamlah.

Sial, pria ini

tidak mau meninggalkanku.

Dasar...

Kamu benar-benar bodoh.

Kurang ajar!

Tidak apa-apa. Aku hanya...

Biar kubantu.

Teruskan saja pekerjaanmu.

Aku akan ambil sapu.

Astaga.

Firasatku mulai tidak enak.

Tetaplah waspada.

Toko ini terlihat indah.

Siap untuk Natal?

George.

Ada yang harus kukatakan.

Jika aku 35 tahun lebih muda, aku akan mengejarmu.

George.

Dia. Malam ini.

Habisi dia malam ini.

Billy.

Billy.

- Kamu baik-baik saja? - Oh, ya.

Maaf.

Kamu tidak apa-apa?

Aku minta maaf.

Aku sungguh malu.

Aku terkadang hilang kendali.

Ayah menyebutnya "EPD," gangguan kepribadian eksplosif.

Siapa pria itu?

Oh, itu George Vilmo.

Dia orang baik. Dia sering membantu di toko.

Aku rasa dia agak kesepian.

Harus kuakui, Dean,

ini momen terbaik liburanku setiap tahun. Sungguh.

Hei, kita harus makan.

MEMBUNUH GEORGE

Nakal.

Tiga hari lagi.

22 DESEMBER

DAFTAR BARANG TERLAMPIR

SELAMAT NATAL KOSTUM SANTA CLAUS

Dia luar biasa, bukan?

Dia sangat berbakat dalam hal seperti ini.

Dia sangat beruntung.

Apa maksudmu?

Meski aku masih tampak sehat, Nak,

aku tidak akan hidup selamanya.

Suatu hari nanti, ini semua akan menjadi miliknya.

Lanjutkan.

Uh, hei, Agnes.

Ini aku, Billy.

Cuma menelepon sebentar.

Stok lilin sumbu kayu kita sepertinya menipis,

yang aroma hutan Natal.

Tolong kirim satu kotak lagi.

Nomor pesanan 313.

Terima kasih.

- Hai. - Hai.

Kakakku harus bekerja,

jadi aku akan mengantar keponakanku latihan hoki.

Kamu mau ikut?

Bagaimana dengan tokonya?

Ayahku akan berjaga di sini.

Baiklah.

- Baiklah. Ya. - Kamu mau pergi? Ya?

Ayo pergi.

Jadi kakakmu tidak pernah bekerja di toko?

Tidak.

Meski memakai nama ibu, dia tidak tertarik.

Ibuku meninggal saat kami masih kecil.

Dia kejang saat menyetir.

Kejadiannya begitu saja.

Aku turut berduka.

Kurasa terlalu menyakitkan baginya untuk berada di sana.

Pam, Billy, lihat ini.

Luar biasa.

Kamu tidak keberatan, kan? Soal toko dan segalanya?

Maksudku, aku ahli warisnya.

Itu keinginan ayahku dan

aku tahu itu akan membuatnya bahagia, jadi...

Bagaimana dengan kamu?

Aku hidup berpindah-pindah,

sejak aku usia delapan tahun.

Ya, aku tidak tahu.

Sepertinya aku sudah siap untuk menetap.

Paham maksudku?

Rumah bagus, istri manis, beberapa anak, mobil keluarga?

Ya, kenapa tidak?

Bowden, fokuslah.

Permainanmu sangat buruk.

Dasar pemalas.

Dia.

Jangan sekarang.

Ya, sekarang. Dia.

Aku sedang tidak berminat.

Aku tidak peduli. Lihat dia.

Mantel merah muda itu.

Dia punya anak.

Ya, kelihatannya kamu

akan membantunya.

Kamu kenal Delphine?

- Hm? - Delphine Anderson?

Wanita bermantel merah muda.

Oh, tidak. Aku tidak kenal.

Tidak.

Sepertinya kamu mau kenal. Akan kuperkenalkan.

Oh, tidak usah.

- Itu... - Delphine!

Hm, ini akan menarik.

Hei, Pam. Hei, Del.

Aku ingin memperkenalkanmu kepada Billy.

Dia karyawan baru di toko.

Begitu rupanya.

Senang bertemu denganmu.

Aku akan segera kembali.

Tidak apa-apa. Aku tahu yang kamu pikirkan.

Hei!

Yo, Tommy.

Tommy, hei, Tommy.

Berhenti, berhenti.

Permisi.

Hentikan.

Liam? Liam, apa yang terjadi?

Mereka bilang tongkatku pink untuk perempuan,

dan hanya banci yang memakai sepatu seluncur ini.

Lalu mereka mendorongku dan bilang si Penculik

akan menangkapku karena si Penculik tampak feminin.

Sialan. Maafkan aku.

Hei, hei! Apa-apaan ini?

Kamu dari mana saja?

Mereka mengeroyoknya dan menghinanya.

Mereka anak-anak. Hanya bercanda.

Hanya bercanda?

Coba bercanda denganku, keparat.

Ayo, maju! Akan kuhabisi kalian!

Bawa wanita gila ini keluar.

Oh, aku wanita gila?

Akan kubakar rumah kalian!

Punya kartu sembilan?

Ambil sendiri.

Apa bibimu selalu begini?

Tidak selalu. Hanya saat dia marah.

Dia memang selalu mudah meledak.

Terkadang seolah ada orang lain

di dalam dirinya.

Siapa si Penculik itu?

Dia menculik anak-anak.

Liam, tidak ada si Penculik.

Itu hanya cerita rakyat di daerah sini.

Meski belakangan terasa terlalu nyata.

Beberapa anak hilang di kabupaten ini.

Syukurlah, Hackett belum tertulis di sana.

Max.

Hei, Pammy.

Apa yang kamu lakukan di sini?

Rekan-rekan di kantor polisi menghubungiku, jadi...

kami tetap berkomunikasi.

Aku datang segera setelah mereka menelepon.

Masih sering melakukan hal seperti ini?

Ya.

Menghajar anak-anak sekarang?

Mereka pantas mendapatkannya.

Baiklah, kamu boleh pergi.

Apa maksudmu?

Kamu boleh pulang.

Jadi kamu sudah beraksi?

Ya, aku sudah mengurus semuanya.

Terima kasih kembali.

Beruntung orang tua mereka tidak menuntutmu.

Mereka bilang anak-anak itu pantas dihajar.

Jika benar seperti katamu.

Syukurlah masih ada orang tua yang bijak, bukan?

Mengerti.

Lihat aku.

Kamu tidak menjawab pesanku—

Kamu memukul wajahku.

Kamu tahu aku tidak sengaja.

Sudah berakhir.

Tidak ada kesempatan kedua.

Lupakan saja, Max.

Aku merindukanmu.

- Perjalanan satu jam. - Oh, wah.

- Ke Whiteshell? - Ya.

- Ya, Whiteshell. - Whiteshell.

Aku suka ke West Hawk.

Oh.

Beri tahu dia tentang...

Ya Tuhan, Sayang.

Apa yang kamu pikirkan?

Aku baik-balik saja, Ayah.

Maafkan aku.

Billy...

Firasatku tidak enak.

Jangan sekarang.

Tetaplah waspada.

Hai.

Billy dan aku main kartu, aku menang.

Wah.

Kamu beruntung.

Tadi ada yang bilang es krim?

Ya. Ayo kita beli es krim.

Es krim!

BUKA

- Aku rasa— - Aku ingin—

- Maaf, silakan duluan. - Tidak, anu...

Terima kasih banyak atas semuanya hari ini.

Terkadang kemarahan itu—

Gangguan kepribadianmu?

Ya. Rasanya seperti pelarian.

Satu-satunya hal yang bisa aku kendalikan.

Mungkin ini terdengar gila.

Tidak.

Apa aku orang jahat?

Tidak.

Tidak, aku bisa tegaskan padamu sekarang

bahwa kamu jelas-jelas bukan orang jahat.

Aku hampir menggigit hidung teman saat kelas tiga.

Lihat? Itulah maksudku.

Aku tahu aku orang jahat.

Melakukan hal buruk itu berbeda

dengan menjadi orang jahat.

Orang baik bisa khilaf.

Maaf mengganggu momen

puitis ini, tapi kita harus segera berangkat.

Baiklah. Giliranmu.

Ceritaku tidak selembut milikmu.

Lembut? Tidak.

Itu tadi tidak lembut.

Orang jahat itu berbeda

- dengan perbuatan buruk. - Tapi agak berlebihan.

Apa itu yang kamu katakan?

Itu terlalu manis.

Tidak.

Aku benci yang manis-manis, katakan saja.

Baiklah, begini ceritanya.

Boleh aku pinjam mobilmu?

Wah. Kamu benar.

Itu tidak manis. Tapi sangat tidak sopan.

Ya, itu konyol. Kamu tidak perlu memberi—

Tidak apa-apa. Pakai saja.

Aku akan cari tahu apa yang terjadi di sana.

Aku akan melakukannya.

Jadi ada apa?

Kamu ada janji kencan dengan Delphine?

Oh, ya. Kamu sama sekali tidak tahu apa-apa.

Seberapa jauh tempatnya?

Ikuti saja jalan ini.

Kita sudah dekat.

Aku sudah menyetir selama satu jam.

Ada apa di sini?

Ya. Mari kita pantau dulu.

Membawa senjata, Santa?

Silakan masuk.

Ini di luar dugaanku.

Mari cari dia dan selesaikan ini segera.

Setuju.

Kita pengelana di tanah terkutuk.

Halo?

Halo, semuanya.

Pertama, terima kasih sudah hadir malam ini.

Ini adalah tahun ketiga

Pesta Natal "Kekuatan Kulit Putih" kita.

Kalian tahu, kan? Heil!

Heil!

Malam ini adalah saatnya

kita menunjukkan jati diri yang sebenarnya,

siapa kita sesungguhnya.

Sesuatu yang dunia suruh kita sembunyikan.

Membuat kita merasa malu.

Kita tidak perlu malu atas apa yang kita yakini,

demi Amerika yang lebih baik untuk anak-anak kita.

Malam ini kita ingatkan diri

bahwa Natal tetaplah hari raya Kristen kulit putih

yang tak bisa diambil oleh siapa pun.

Jadi, ambil minumanmu, bermesraanlah

dan mari bersenang-senang.

Heil!

MEMBUNUH DELPHINE

Oke. Apa rencana kita?

Mengintai? Tunggu dia ke kamar mandi?

Tidak. Habisi mereka semua.

Tunggu dulu.

Mari bicarakan ini.

Tak ada yang perlu dibahas.

Demi Tuhan,

setidaknya gunakan senjata.

Senjata itu untuk pecundang.

MEMBUNUH DELPHINE

MEMBUNUH NAZI

Hei, Santa, biar aku yang periksa—

Sialan apa ini?

Sialan.

Ya Tuhan.

Jangan khawatir, Nak.

Aku tahu dia pergi ke mana.

Hukum.

Sial.

Oh, sial!

Kita hampir mati malam ini.

Ya, tapi nyatanya tidak.

Tindakan itu ceroboh dan bodoh.

Kamu ingin aku lanjut?

Ya, dengan senjata.

Maaf, aku punya prinsip.

Persetan dengan prinsip.

Itu tadi soal kendali.

Kamu hanya ingin pakai caramu sendiri.

Ya, baiklah. Mungkin kamu benar.

Begini...

aku hanya tidak ingin melihatmu terbunuh.

Oh, sial!

Oh, sial.

Semoga beruntung dengan yang itu.

23 DESEMBER

Pilihan bagus. Baiklah.

Selamat Natal dan jaga diri.

Maaf, aku terlambat.

Syukurlah kamu datang. Apa yang terjadi pada wajahmu?

Apa? Wajahmu... Sudahlah.

Itu bukan urusanku. Maafkan aku.

Aku punya sedikit masalah.

Ada apa?

Sinterklas tidak datang.

George seharusnya tiba sejam lalu,

sudah berulang kali kuhubungi.

Bahkan Claire sudah ke rumahnya,

tapi tidak ada jawaban. - Maaf, George ini...

George, pria yang kamu ajak bicara tempo hari? Bukan.

George Vilmo. Dia jadi Sinterklas kami setiap tahun.

Apa ayahmu bisa melakukannya?

Tidak mungkin terjadi.

Sejak insiden memalukan itu.

Insiden memalukan?

Bisakah kamu melakukannya?

Aku akan sangat menghargainya, Nak.

Tidak. Katakan tidak padanya.

Aku tahu ini bukan tugasmu, tapi ini sangat berarti bagiku.

Terutama untukku.

Billy, jika kamu pakai baju itu,

kamu akan kehilangan kendali.

Di mana bajunya?

Terima kasih, Billy.

Ada di ruang belakang.

Apa kamu tahu yang harus dilakukan?

Kutebak kamu belum pernah jadi Sinterklas.

Hm...

Apa yang kamu lakukan?

Aku bisa mengatasinya.

Ini lebih kuat dari dugaanmu.

Percayalah, aku pernah mengalaminya.

Aku bukan kamu.

Siapa yang ingin bertemu Sinterklas?

Tuhan, ini akan berakibat buruk.

Nah, begitu.

Celia, lihat ke sini, Sayang.

Tersenyumlah.

Billy, dengarkan aku.

Kamu tidak akan membunuh gadis kecil ini.

Kamu dengar? Billy tidak akan melakukan itu.

Billy, Billy.

Lupakan jati dirimu saat ini.

Lupakan pekerjaanmu. Ikuti perintahku, mengerti?

Ikuti saja aku, Kawan. Ikuti aku.

Halo, Gadis manis. Siapa namamu?

Jadi, siapa namamu?

Celia.

Nama yang sangat indah.

Katakan, Celia,

apakah kamu anak baik tahun ini?

Kamu anak yang baik

tahun ini, Celia?

Ya, kecuali saat itu.

Aku marah pada Ibu lalu melemparnya dengan pisang,

tapi aku sudah minta maaf.

Senang sekali mendengarnya.

Ada permintaan khusus untuk hadiah Natal?

Papan luncur merah muda.

Wah, kamu pemain papan luncur?

Ya.

Lalu, bagaimana

jika aku beri helm,

agar kepalamu tidak terluka?

Warna merah muda?

Warna merah muda.

Selamat Natal.

Kamu bisa mengatasinya, Nak.

Kamu pasti bisa.

Dia cukup hebat.

Ya, dia...

- Ya, dia orang baik. - Hm.

Sinterklas, apa yang terjadi pada wajahmu?

Rudolph sedikit nakal tadi malam.

Dia sangat ramah.

Dulu aku sering membawamu bertemu Sinterklas.

Nak...

firasat itu datang lagi.

Jangan sekarang, Charlie.

Aku tahu, tapi—

Kubilang jangan sekarang!

Cepat periksa kerumunan itu.

Apa hadiah Natal keinginanmu?

Sepeda.

Terima kasih.

Tentu.

Apa? Ada apa?

Haruskah kuingatkan

apa tugas kita?

Aku sadar.

Akibatnya jika kita lalai?

Katakan.

Aku tidak mau mengucapkannya.

Katakan bersama-sama.

Aku tidak mau.

Biar aku saja.

Orang lain akan mati secara acak.

Bicara soal kendali?

Mana pilihanmu? Seorang Nazi atau gadis sembilan tahun?

Pembunuh atau seorang ibu?

Ya, aku paham maksudmu!

Sepertinya kamu belum paham.

Jangan rusak rekor

sepuluh tahun membunuh kita.

Kamu dengar ucapanku?

Ssst.

Halo?

Halo?

Tunggu, tunggu.

Tunggu dulu. Biarkan tetap menyala.

Aku ingin bersamamu.

Aku ingin pergi bersamamu.

Aku membuatkan sesuatu.

Kamu suka?

Bagaimana kamu...

Aku belajar dari yang terbaik.

Malaikat ini bebas pergi ke mana pun.

Sangat berlebihan.

Aku bekerja keras membuatnya.

Sangat indah.

Ayah! Kami datang.

Bawa ini ke dapur, ya?

Uh.

Ayo, masuk.

Bau bangkai apa ini?

Hei, bantu aku di sini.

Xavier, letakkan benda itu.

ORANG HILANG

Kapan terakhir kali kamu melihatnya?

Beberapa hari yang lalu. Dia ada di sini.

Dia ada di toko.

George ditemukan.

Kami sedang mengobrol...

Putri dan cucunya menemukan—

Mereka menemukan jasadnya. Dia dibunuh.

Bahkan ada yang lebih gila.

Istrinya, Gail, ditemukan tergulung dalam karpet,

disembunyikan di ruang bawah tanah.

Katanya dia membunuh istrinya.

Menikamnya hingga tewas.

Aku sering mengobrol dengannya.

Dia sangat ramah. Kupikir aku mengenalnya.

Siapa itu di sana?

Ini sungguh mencurigakan.

Itu Billy.

Siapa yang bisa menyembunyikan—

- Dia orang baru. - Kejahatan sekeji itu...

Dia anak yang baik. Di depan mata kita sendiri?

Kapan terakhir melihat Pak Vilmo?

Sebentar.

Aku mulai bekerja di sini tanggal 20, jadi...

Ya, tanggal 20.

Kamu bicara dengannya?

Tidak.

Aku tidak berinteraksi dengannya.

Aku hanya melihatnya.

Asalmu dari mana, Billy?

Baraboo, Wisconsin.

Museum Sirkus. Keluargaku ada di Milwaukee.

Baguslah.

Sudah berapa lama di Hackett?

Beberapa hari.

Beberapa?

Tiga? Lima?

Tiga.

Ah.

Dari mana lebam itu?

Apa? Luka lebam itu.

Terkena kotak.

Aku bekerja di gudang stok.

Saat menurunkan kotak, benda itu jatuh dan...

Mengenai wajahku cukup keras.

Kupikir sudah cukup, Bill.

Terima kasih atas waktumu.

Oh, sebentar.

Apa kamu mengenal Delphine Anderson?

Delphine?

Tidak, aku tidak ingat pernah mendengar nama itu.

Hm.

Posisimu makin terdesak.

Mereka akan segera tahu.

Polisi ada di mana-mana,

dan kamu melewatkan satu hari pembunuhan.

Ya. Tapi tidak terjadi apa pun.

Kamu melihat foto anak hilang

yang baru di toko itu?

Tidak ada kaitannya.

Kamu salah,

dan kamu tahu itu.

Maaf mengatakannya, tapi kita harus segera pergi

dan mencari korban malam ini,

atau kamu akan absen lagi

dan orang yang tidak bersalah akan mati.

Orang tak bersalah mati tiap hari, Charlie.

Hm.

Bagaimana jika korbannya adalah orang yang kamu kenal?

Orang yang kamu sayangi? Saat kamu harusnya bisa mencegahnya.

Kota ini sudah rusak, aku tahu itu—

Seluruh dunia sudah rusak, Charlie,

dan aku tidak bisa berbuat apa pun.

Aku tidak menginginkan ini. Aku tidak memilih ini.

Aku merasakan kehidupan yang berbeda,

sesuatu yang baik dan nyata.

Menjadi Sinterklas untuk anak-anak dan bersama Pam.

Itulah yang aku inginkan.

Kamu mengatakan sesuatu?

Tidak.

Episode ini sangat kacau.

Saat surat kabar menyadari

bahwa ada pencekik

yang berkeliaran, kisahnya—

Bagaimana jika dia tahu

apa pekerjaanmu?

Ada entitas yang

melakukan kejahatan ini...

Tahu tidak? Persetan.

Ada orang di sana?

Ya Tuhan!

Astaga. Nak!

Aku akan mengeluarkanmu, jangan khawatir.

Aku akan mengeluarkanmu. Akan kukeluarkanmu.

Tenang saja, Tommy.

Aku akan memanggil bantuan, ya?

Aku akan mengeluarankanmu dan mencari bantuan.

Aku tahu, Nak.

HARI RAYA NATAL

Billy, lihatlah ke atas.

Kuharap Sinterklas itu nyata.

Mengapa?

Agar keinginan Natalku terkabul.

Aku hanya meminta satu hal

bagi pelakunya,

agar dia melihatku menyayat tubuhnya

menjadi potongan kecil.

Apa kamu memercayaiku?

Mengapa?

Ini ide yang buruk.

Jika aku katakan padamu—

Jika kamu mengaku,

kamu akan kehilangan dia.

Bagaimana jika aku bilang—

Bagaimana jika aku bisa mewujudkan keinginanmu?

Bagaimana caranya?

Siapa Penculik itu?

Dia mencuri anak-anak.

Kita menangkapnya?

Aku sudah menangkapnya.

MEMBUNUH PENCULIK

Saat aku berusia delapan tahun,

orang tuaku dibunuh di depanku.

Geoffrey!

Oleh seorang pria

berkostum Sinterklas.

Hei!

Ternyata pria itu perawat

di panti jompo kakekku.

Aku ingat merasa sangat... takut.

Namun juga terpesona.

Seolah-olah dia menarik perhatianku.

Saat itulah aku merasakannya.

Charlie bersamaku sejak hari itu.

Bangunlah, Nak.

Jadi... kamu...

Kamu pembunuh berantai?

Kuharap sesederhana itu.

Tak ada yang mau mengadopsi

anak dengan teman khayalan

yang menyuruhnya membunuh saat masa Natal.

Hanya saat Natal?

Ya, selama masa Adven, 24 hari menjelang Natal.

Aku tidak membunuh siapa pun hingga usia 17 tahun.

Hingga Charlie merasa aku sudah siap.

Dia harus dihukum.

Korban pertamaku

adalah ibu asuh terakhirku.

Dia mencekoki kami obat.

Waktunya sarapan!

Lalu menunggu kami semua

tertidur lelap.

Dia mengunci pintu lalu pergi sepanjang hari.

Itu belum seberapa.

Jika kamu merusak barang di rumah sempurnanya,

hukumannya akan selalu sama.

Tidak apa-apa.

Hal yang paling menakutkan

adalah tidak tahu kapan hukuman itu datang.

Tiga anak mati dalam asuhannya.

Semuanya dianggap kecelakaan.

Padahal dia meraup ribuan dolar dari santunan negara.

Dia harus mati.

MEMBUNUH IBU ANGKAT

Kamu mau melawanku, anak nakal?

Tak perlu dikatakan lagi,

Awalnya aku tidak terlalu mahir,

tapi aku berhasil menyelesaikannya.

Charlie bukan sekadar teman khayalan

atau kepribadian ganda.

Dia bisa melihat...

Dia bisa melihat kejahatan.

Semakin aku mengenalnya,

aku tahu dia dikutuk dengan kemampuan yang sama denganku.

Jadi orang tuamu, mereka—

Mereka—

Mereka membunuh kakekku.

Mereka meracuninya, namun sebelum itu, memaksanya

menyerahkan semua harta warisan kepada ayahku.

Kakek?

Berapa banyak yang sudah kamu bunuh?

Banyak. Tapi mereka semua orang jahat.

Anak nakal.

Aku harus melarikan diri karena alasan yang jelas.

Tapi aku tidak pernah sendirian.

Charlie selalu bersamaku

sepanjang waktu.

Hei Billy, waktunya buang sampah.

Dia mengajariku cara mencari kerja

atau mencari tempat tinggal.

Hanya untuk bertahan hidup.

Jika dia bertanya,

"Kapan kamu bisa mulai?"

selalu jawab, "Kapan pun kau butuhkan."

Kapan kamu bisa mulai?

Kapan pun kau butuhkan.

Dia sudah seperti ayah bagiku.

Kamu tidak apa-apa.

Gunakan saja sedikit tisu toilet

dan tempelkan pada lukanya.

Tapi dia juga seperti—

Dia seperti kompas bagiku.

Dia butuh mataku

untuk mengenali mereka,

lalu dia akan menunjukkan mengapa mereka pantas untuk dihukum.

- Tidak! - Berikan uangnya sekarang!

Anak nakal.

Dan kamu harus berpakaian seperti Sinterklas?

Itu pemicunya.

Membantuku beralih dari Billy menjadi sosok lain.

Apa? Apa maumu, keparat?

Pergi dari sini, Sinterklas!

Apa yang menghalangimu untuk membunuhku, Billy?

Sudah kubilang. Kamu orang baik.

Jadi... kamu sudah gila.

Mulai lagi.

Ya. Kamu tahu sendiri,

setelah mengatakannya dengan lantang,

ya, aku memang sedikit gila.

Namun aku masih di sini.

Hmm.

Kupikir kamu telah menemukan orang yang tepat, Nak.

Charlie bilang dia menyukaimu.

DILARANG MELINTAS

DILARANG MASUK

Dia ada di sini?

Ya, dia di sini.

SEDIA POHON SEGAR

Tetaplah dekat denganku.

Seseorang baru saja di sini.

Billy.

Pam, hati-hati.

Apa-apaan ini?

Ya Tuhan, Billy.

Ada anak di bawah sana!

Pam, tunggu!

Aku datang.

Jangan ke sini. Tetap di sana. Aku akan mengangkatnya.

Hei, hei, hei.

Ya Tuhan. Maafkan aku.

- Sudah pegang? - Naiklah ke tangga itu.

Baiklah.

Ya Tuhan... Astaga.

Ya Tuhan. Ada satu lagi!

Dia masih hidup.

Tommy?

Tidak!

Pam. Pam!

Aku tahu di mana dia, Nak.

Ikuti saja arahanku.

Jalan lurus.

Teruslah berjalan. Terus maju.

Pam ada tiga kaki di sebelah kirimu.

Kamu harus berhati-hati.

Dia menempelkan pisau ke leher Pam dan membekap mulutnya.

Dia di atas Pam, tepat di bawah permukaan.

Sekarang!

Pam, lari! Pam, segera pergi dari sini!

Di mana ponselku?

Sial!

Billy?

Billy?

Billy.

Billy.

Aku bersamamu.

Ya Tuhan.

Luka ini cukup parah.

Ya Tuhan. Astaga.

Mari duduk dahulu.

Kupikir aku telah membunuhnya.

Kamu memenggal kepalanya, Nak.

Duduklah. Ya Tuhan.

Temani anak-anak. Aku akan mengambil mobil.

Aku harus membawa mereka pergi dari sini.

Billy.

Ada apa dengan Sinterklas?

Dia terluka, tapi kita akan menolongnya, ya?

Kamu baik-baik saja? Ya.

Ayo, Billy. Bertahanlah.

Tetaplah bersamaku, kawan.

Ayo, Nak. Belum waktunya kita pergi.

Kita bisa melaluinya.

Ah...

Billy!

Pam, semuanya akan—

Billy! Cepatlah pergi dari sana!

Maafkan aku, Nak.

Seharusnya aku menyadari itu.

Billy. Tidak, jangan.

Apa yang kamu lakukan?

Aku ingin ikut bersamamu.

Aku ingin tetap di sini bersamamu.

Billy.

Charlie.

Aku akan merindukanmu, Nak.

Aku tidak ingin kamu pergi, Charlie. Jangan tinggalkan aku.

Jaga dia baik-baik.

-Kamu dengar? -Charlie...

- Kamu menemukan wanita yang tepat. - Charlie...

Genggam tangannya sekarang, Nak.

Sekarang.

Pam!

Sial?

Tidak, jangan.

Jangan, Pam. Pam.

Pam. Bangunlah.

Aku di sini, ya? Aku bersamamu.

Semuanya akan baik-baik saja.

Semua akan baik-baik saja.

Tolong! Siapa pun, tolong!

Tolong!

MEMBUNUH MAX

Kamu agresif sekali.

Petugas tumbang,

Hei.

Billy?

Tidak apa-apa. Aku ada di sini.

Di mana?

Apa kamu siap untuk ini?

Opensubtitles >> FreePalestina Subdl >> rawe

BERDASAR FILM ASLI "SILENT NIGHT, DEADLY NIGHT" Penulis: MICHAEL HICKEY Cerita oleh : PAUL CAIMI

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.