Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ri, udah jam 09.00 nih. Pulang
yuk. Kita mau sampai kapan kerja target?
Kamu tahu kan, Tik? Kebutuhan aku tuh
banyak banget buat bayar kosan, bayar
kuliah, dan aku juga harus ngirim uang
buat ibu di
kampung. Aku ngerti, Ri. Tapi gimana
kalau kamu sampai drop? Siapa coba yang
mau tanggung targetnya?
Ya
udah. Eh, tuh ada ibu-ibu di depan. Aku
tawarin susu dulu ya. Eh, enggak usah,
enggak usah, Fik. Biar aku aja ya.
Permisi, Bu.
Saya dari produk susicap
hitam. Makasih ya, Bu.
Yaelah, sama zaman sekarang tuh ya
kenapa sih pada aneh-aneh? Belum juga
selesai ngomong, udah main cabut
aja. Tuh, lihat mana standiri belok
kanan
lagi. Udah, udah.
Itu namanya belum
rezeki. Oh iya, Ti. Kayaknya aku besok
pulang kampung
deh. Soalnya ibu aku lagi
sakit. Enggak apa-apa kan kamu gantiin
aku dulu? Ya udah, Ri. Enggak
apa-apa. Semoga cepat sembuh ya buat ibu
kamu. Amin. Makasih
ya. Kenapa sepi banget ya hari ini? Iya
ya.
Eh, duluan
ya. Santai aja, Ri. Gak apa-apa kok aku
bisa naik
ojek. Kamu hati-hati ya. Aku duluan ya.
sekarang gimana?
I'm no crashing up
[Musik]
no Bu Y makan ya Bu.
Bu
ini harus makan ya Bu ya.
Biar buat kayak
aku.
Makasih. Oh iya, Bu. Aku lupa ngi pintu
depan. Iya. Aku ke depan dulu ya. Harus
semangat ya,
Bu. Makasih. Makasih ya, Bu. Dulu ya. I.
Makan dulu, ya, Bu.
Bu, Ibu harus makan banyak biar sehat.
Besok Uri ke sini,
Bu. Katanya kangen sama Ibu.
Ibu sehat
loh, Ibu enggak
sakit.
Alhamdulillah. Besok uri enggak pulang.
Ibu senang.
Ibu juga sudah kanget dengan
dia. Maksud
[Musik]
kamu iya nanti kamu telepon aku
bilang enggak usah repot-repot bawain
apa-apa.
Iya. Iya,
[Musik]
Ibu. Dropping my aim pressing pay to hit
my life. I'm never selling my soul. Get
to the dollar off a dream try when I'm
old. I never fold. I keep it calm. They
want to rise out of me. Keep
Besok kamu jadi pulang
kan? Halo, kok enggak harus sih? Halo,
Uri. Kamu kenapa Uri? Halo, Uri. Uri.
[Musik]
[Musik]
[Musik]
[Musik]
[Musik]
[Musik]
Yasin wal
quranil
inakainal mursalin
[Musik]
Eh
Balim kasihan ya
sama masih gadis tapi kok ninggalnya
kayak gini nih? Iya
ya. Si Wuri ninggalnya kena kecelakaan
tuh dari tadi darahnya banyak banget loh
Bu.
Eh kamu tahu enggak biasanya tuh orang
yang meninggal kayak gini
nih dia balik lagi ke rumah nemuin
saudara-saudaranya sama keluarganya.
Ih, mencadi itu kan
jadi-jadian. Serem.
Heh,
ibu-ibu paham
kan? Dalam Islam kita nih enggak boleh
ngomongin orang yang sudah
meninggal. Ngakunya Islam dekat jenazah
kok gibah.
Eh,
ibu-ibu orang baik. Enggak mungkin kalau
dia kayak gitu kan aja kalau ngomong.
[Musik]
Allahu Akbar.
Hai sayang. Hai
sayang. Aku
udah lama nunggu
baru aja.
Ah, aku hari ini mau ngajak kamu jalan.
Ayo. Hai, Yan. Kita berdua ikut, ya.
Bolehlah sekali-sekali ajakin kita
jalan. Please,
yuk.
Senang kan kalian jajak-jalan? Iyalah
namanya juga jalan-jalan. Oh iya.
Kita mau ke mana sih? Capek banget hari
ini. Enggak tahu ikut aja. Ibu nelpon
bentar ya. Iya.
Halo, Bu.
Iya. Coba deh lihat foto kita yang ini
tadi yang di kampus tadi.
T aku ya. Iya. Foto kita yang
tadiak. Innalillahi wa inna ilaihi
rojiun.
Iya,
Bu. Iya. Iya. Arian pulang.
Iya. Ya udah. E Arian persiapan dulu,
Bu, ya.
Iya. Asalamualaikum.
[Musik]
Kenapa, sayang?
Buri
meninggal. Ini aku harus pulang ke
kampung. Innalillahi wa
inaijiun. Pantesan dia enggak kelihatan
di kampus. Hari ini. Aku ikut ya.
juga ikutan ya temenin aku
yah aku hari ini ada jatulin sore sih
ini gak bisa ikut deh juga gak bisa ikut
kak soalnya udah ada janji sama gak sore
ini gak apa-apa kan kalian ikut
aja kita cabut sekarang oke Eh
[Musik]
[Musik]
Bu, Ibu yang tenang, Bu.
Uri sekarang udah sama Allah, Bu.
[Musik]
Allah sayang sama Ui,
Bu. Ibu udah,
Bu. Ibu yang sabar,
[Musik]
Mbak.
Udah
deh, aku kan udah bilang sama Mbak, anak
perempuan
itu enggak boleh jauh-jauh dari orang
tuanya. Tuh, lihat sendiri kan
akibatnya. Oh, iya, Mbak. Aku sudah
telepon Arian suruh pulang
sini biar sementara
waktu bisa bantu-bantu di sini.
Ah
[Musik]
Ustaz pamit ya.
Iya. Asalamualaikum. Waalaikumsalam.
I
Bu
Mira itu adalah titipan Allah
Bu. Doa kita adalah hadiah terbaik untuk
almarhumah. Ibu yang tabah.
Ikhlas kan
kebergiannya, Deasna.
Abang pamit dulu ya. Kamu temenin Bu
Mira. Iya. Hati-hati ya, Abang. Iya,
mari Bu. Asalamualaikum.
Bu, kita pamit dulu ya, Ibu. Yang sabar
ya, Bu.
Makasih ya, Mbak
ya. Makasih ya, Mbak.
[Musik]
Ust, ustaz,
Ustaz. Apa benar Huri bakal gentayangan
jadi Micadin? Astagfirullahalazim.
Ibu kok ngomongnya begitu? Jenazahnya
baru saja dimakamkan.
Iya benar, Ustaz. Manawur itu masih
gadis meninggalnya enggak wajar. Kami
takut datang ke rumah-rumah ustaz.
Enggak ya? Enggak
gitu. Kita enggak boleh ya. Enggak
enggak. Jangan lupa nanti malam kita
talilan ke rumah Bu Mira. Ajak
Bapak-bapak ya. Iya. Ya. Saya permisi
dulu. Asalamualaikum. Waalaikumsalam.
Sayang, kamu yang sabar ya.
Makasih ya kalian udah mau nemenin
aku. Udah itu
udah aku anggap kakak aku
sendiri. Aku ngerasa kehilangan banget.
Dan
aku dari kecil aku sama
dia. Aku tinggal
serumah. Dia sepupu aku
satu-satunya. Dan aku enggak nyangka
aja dia tuh bakal pergi secepat
ini. Dan aku ngerasa jadi orang yang
bodoh enggak bisa ngejagain dia.
Kamu tuh orang
baik. Ini bukan salah kamu, sayang.
Yan, aku terus berduka cita
ya. Aku sering jahat banget sama Ui.
Emang kamu tuh sering banget jailin Wuri
di kampus. Kamu juga kan, Ron? H. Iya
sih, Yan. Aku juga banyak salah banget
Bu
[Musik]
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah. Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah. Lailahaillallah.
Lailahaillallah. Kita enggak boleh
meratapi orang yang sudah meninggal.
[Musik]
Astagfirullahalazim. Mbak
Mira.
Hah?
Terserahlah. Istri tolong kamu urus Mbak
Mira. Saya mau ke belakang
istirahat. Saya
bebas belum mau makan.
Dan saya bukan tidak mau mendengarkan
omongannya, tetapi saya mau sendiri
dulu ke
kamar istirahat.
[Musik]
[Musik]
H
I'm sorry. The person you were trying to
reach has a voic.
I'm sorry. The person you were trying to
reach has a voicemail box that has not
been set
Pak, jangan tinggalin sama ibu, Pak.
Pak, jangan tinggalin sama ibu, Pak.
Pak, nanti sama ibu gimana pak? Pak,
lepas uri. Bapak
jahat, Bapak
jahat. Baba jahat.
[Tepuk tangan]
Bapak Ah.
[Musik]
[Musik]
Uh
[Musik]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Mulai hari ini saya dan Arian akan
tinggal di
sini di rumah suami
saya. Gara-gara kamu bisa meninggal,
kamu harus mati. Mati. Mati. Mati. Mati
kamu ya. Harus mati kamu.
Mati. Mati.
Mati kamu.
[Musik]
Mati kamu ya.
Heh, kamu tuh
ngapain? Motong kentang aja enggak
pedas. Sini saya biar kamu saya potong.
Ah. Bu, Bu, sakit Bu. Bu jangan Bu.
Ampun Bu. Sakit
Bu. Bu, sakit Bu. Bu, ampun Bu. Sakit
Bu. Jangan Bu. Sakit Bu. Bu, Bu sakit.
Biarin enggak becus. Jadi anak enggak
ada gunanya.
[Musik]
Dari kamu kenapa? Sini aku lihat.
[Musik]
Sini sini jadi
anak sini. Sini yuk. Yuk, yuk. Sini sini
sini sini sini sini. Beresin tuh sampai
bersih. Kalau belum bersih belum boleh
makan ya jadi anak enggak ada.
Bu, jangan kunci wuri. Bu, buuri takut,
Bu. Bu, bukain pintunya, Bu.
Bu, jangan kunci wuri. Bu, Bu, buka
pintunya, Bu. Bu, tolongin Wuri. Bu,
Ibu tolongin Wuri.
Bu,
Ibu jangan kunci wur.
Bu
[Musik]
[Musik]
[Musik]
[Musik]
Yeah. Ah.
[Musik]
Ah.
Bu, Bu. Kenapa, Bu? Kenapa? Kenapa?
Enggak apa-apa. Enggak apa-apa gak
apa-apa gak apaapa gak apaapa gak apaapa
gak apaapa gak
apaapa
nigas. I need my
money yeah they want me to me but
as long as I'm alive we going to keep on
making hits. Why shooting bricks is lit.
Yeah is lit. Me and Dale back to back
and yeah I'm dishing assist. Yeah, they
took a lot of but we really shits.
Lame ass niggas always going to be
reaching for the hit. Smoke a like
a clip they can
never watch the way I'm try me in again.
We let it please
don't search us. We don't got a thing
up walking up like the fireworks I keep
the flameing up the tree. got the
string keep
train
[Musik]
Kalau ngantuk biar aku aja yang nyetir
ya. Uh, hati-hati dong, Yan. Bisa nyetir
enggak sih? Kita kan belum mau mati. Iya
nih. Hati-hati
dong. Tunggu sayang. Aku masih
bisa. Ini kan ada warung. Ah, aku beliin
kamu kopi dulu, ya.
Kalau mau juga enggak kopi?
Enggak.
Bentar kayaknya.
Oh, itu Mas enggak sih? Enggak tahu.
Dari tadi enggak yang nyampai.
Eh, kamu kenapa sih?
Enggak apa-apa, nanti pagi kita sampai.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam. Eh, ada anak cantik.
Bibi bisa aja. Ibu ada, Bi. Ibu ada.
Ada. Ayo masuk, Non. Ayo masuk.
[Musik]
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam, Bu.
Bu,
ini ada buku catatan Wuri,
Bu. Semalam Tika teman kerjanya Wuri
kasih buku ini ke Hasna.
Katanya ibu harus tahu, Bu. Isi buku
ini.
[Musik]
Terima kasih. Iya, aku
[Musik]
sama-sama. Maafin Wuri ya, Bu.
Selama ini aku selalu nutupin semuanya
dari
ibu. Aku enggak mau ibu
sedih. Dari kecil aku enggak tahu mau
cerita sama siapa kalau Bu Purwati itu
jahat. Aku cuma bisa ngelampiasin
semuanya di buku
ini. Cuma ibu yang bikin Buri kuat
sekarang.
Minggu depan udah
kuliah. Aku takut ibu kenapa-kenapa
kalau aku enggak
ada. Aku sayang sama
ibu. Wurih.
[Musik]
[Musik]
Astagfirullahalazim. Bu, Ibu, Ibu.
Astagfirullahalazim. Misri, Misri.
Buah harus dibawa ke rumah
sakit. Beliau mengalami stroke ringan.
Pak Mira enggak perlu di ke rumah
sakit kita enggak ada biaya.
Baiklah kalau itu keluarga
I begitu Saya
pemimpin maafkan saya,
Bu. Ini salah saya.
Seharusnya saya tidak saya kan udah
bilang sama
kamu. Enggak usah ingatin Mbak Mira
dengan anak itu lagi. Lihat sendiri kan.
Astagfirullahalazim.
Ibu, enggak apa-apa, Bu.
Saya enggak
apa-apa. Tolong kamu urus, Mbak Mira.
Ibu, saya mau ke belakang dulu.
Maaf, Bu. Kalau boleh mulai malam ini
saya menginap di sini. Terserah kamu
aja. Asal jangan ngerepotin saya. Malam
ini saya mau ke rumah orang tua saya.
Tapi
Bu ini belum 7 hari meninggalnya Bu.
Saya kan cuma mau lihat keadaan orang
tua saya. Hah?
[Musik]
Asalamualaikum.
[Musik]
Waalaikumsalam. Eh, Den Arian.
Udah 3 tahun loh, Bibi. Enggak
lihat. Pakai telepon aja ya,
Bibi. Gombal mulu.
Oh, ya, Bi. Ibu aku ada enggak,
Ibu? Ada, Den. Ada di
dalam. Ini siapa? Cantik bener kayak
Bimas muda dulu.
Ini calon istri
aku. Nara salam kenal ya, Dik. Iya. Ini
siapa? Ah, ini teman-teman aku. Oh,
ayu-ayunya.
Heeh. Ayo masuk sini, Bib bantuin bawain
koper. Kasih ya, Bi. Iya.
Nah, itu ibumu. Ayo masuk. Ayo sini,
Bibi bawa koper. Heeh. Ayo masuk.
Apa kabar, Nak?
Bu, makin arian,
Bu. Gak bisa jagain ur di sana.
Ini bukan salah kamu, Mbak.
Memang sudah
takdir untuk pergi.
[Musik]
Ini siapa?
E ini ini pacar aku.
Salam kenal Bu. Saya
aku Mbak Aron Bu. banyak
[Musik]
area sebaiknya kalian masuk istirahatlah
dulu sesuai tradisi di
sini selama 7 hari
kematian keluarga
almarhumah harus
di silakan
Sebentar ya, Di. yang piring. Piring,
piring. Sweet
banget. Hm. Nih Bibi sudah siapkan
makanan. Ini Bibi masak
banyak Arian. Makasih, Bi. Makasih ya,
Bi. Kangen banget aku. Udah lama enggak
[Musik]
makan-makan. Oh, ya, Bi. Dari tadi aku
enggak ngelihat ibu. Ibu ke mana ya? Ibu
pergi ke rumahnya aja. Baling besok dia
balik.
Udah. Oke. Kalian makan ya.
Ke belakang dulu ya. Iya. Silakan makan
ya. Makasih ya, Abi.
Tadi kita yang bilang jangan ke
mana-mana. Di mana dia yang pergi? Tahu
tuh, Ra. Air di sini kok kotor banget
ya? Aku tuh gak bisa sama dia pakai air
kotor. Banget.
Alin Baron. Kalian tuh kenapa sih?
Jangan macam-macam dia di sini. Jaga
sikap dong. Ini kan rumah calon mertua
aku. Kamu
makan bentar ya.
Bu, maafin Arian ya,
Bu. Arian enggak bisa jaga
Wuri. Harusnya Arian selalu di sisi
Wuri dan nemenin Wuri, Bu.
[Musik]
Bu, Ibu kenapa,
Bu? Maaf, Mas Arian. Sepertinya Ibu lagi
enggak mau ngobrol dulu, Mas. Sebaiknya
Mas Arin lanjutkan saja dulu makan
malamnya. Silakan,
Mas. Oh, iya. Kenalkan saya
Hasnah, teman kecilnya Wuri.
Saya Nara, calon istrinya Aryan. Ini
Baron. Ini Alin, teman kita juga.
Ya udah kalau gitu, Mas. Mbak, saya
masuk dulu ya. Mau antar ibu dulu ke
kamar. Silakan lanjutin makan malamnya.
Makasih ya, Sna. Makasih ya.
dikit aja aku mau
kenapa sih Lin?
Enggak, enggak apa-apa kok. Aku lagi
ngilap sebukan aja.
[Musik]
[Musik]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Harian tolong Ibu
[Musik]
nak
harian ibu banyak dosa
ibu
ibu
wah huh eh eh
eh wuh
[Musik]
[Musik]
Hi Hi
[Musik]
sayang, kamu kenapa?
[Musik]
Bu Hasna pergi ke Makam Huri dulu ya,
Bu. Mau nemuin Mas Arian sama
teman-temannya ke
sana. Nanti Hasna tolong sama Bi Sri ya
buat jagain ibu sebentar.
Asalamualaikum, Bu.
Ini Mas Ar.
Mbak, saya dan itu teman sejak kecil.
Sedangkan Mas Arya dan Murri
itu saudara Tiri.
Hah? Mereka bukannya sepupu?
Bukan, Mbak. Mas Arian dan Nuri itu sama
bapak tapi beda
ibu. Oh, iya. Kalau Mbak Nara sendiri
kenal sama Uri?
Saya sama Uri satu kampus.
Cuma Guri orangnya gigi
banget. Dia kuliah sambil
kerja. Kita harus pulang
besok. Aku enggak mau mati di sini. Uri
datang. Dia pulang ke
rumah. Dan aku juga enggak mau mati di
sini. Kenapa enggak sekarang aja sih
kita balik? Aku juga enggak kuat ada di
sini ya. Tempat ini bikin api alergi.
Benar kata Baron. Kenapa enggak sekarang
aja sih kita balik? Enggak bisa.
Ya udah terserah jadian.
Tahu.
Eh mana? Tahu.
Kullu nafsin zaqatul maut. Semua yang
bernyawa.
akan
mati. Namun sama hanya dengan roh atau
arwah yang sudah meninggalkan
tubuh. Nanti akan langsung ke alam
barzakh, alam pemisah antara dunia dan
alam
kubur. Kita harus
hati-hati. Setan dan iblis tidak akan
pernah berhenti sampai akhir hayat nanti
untuk menyesatkan umat manusia.
Lihat ibu kamu mana? Dari tadi enggak
ada kok. Mereka akan terus-menerus
menggoyah iman
kita
sampai akan membuat kita menjadi
tersesat sampai
kita
takut. Wallahuam bisawab.
malam ni
[Musik]
Bu, Ibu yang tenang ya, Bu. Ibu
ikhlasi. Gimana, Nan? Keadaan Ibu,
Bi. Coba tolong cari Bu Purwati. Mungkin
dia bisa bantu untuk jelasin ke Bu
Mirah. Baik, Non.
Mbak, saya mau keluar sebentar. Mau beli
obat buat
Ibu. Saya titip ya, Mbak.
[Musik]
Ah
H
[Musik]
Uri, maafin aku, Uri. Aku enggak
bermaksud membunuh kamu.
aku
[Musik]
Arian
Nara Ali
Alin jan Arian Nara Alin jangan
main-main nih. Gua kasih
tahu Hah.
[Musik]
kamu
kenapa? Kamu kenapa, Li?
[Musik]
[Musik]
[Musik]
[Musik]
H
Yang Arian, kamu di mana sih? Ya, angkat
teleponnya,
ya. Arian. Alin mati
ya? Yan. Alin mati ya. Aku enggak mau
mati di sini ya. Alin mati.
Baron kalian kenapa? Baron baron
jawabanku. Halo. Ada
apa? Kenapa diam baron? Halo. Jawab dong
Baron. Alin
kenapa Alin? Enggak apa-apa kan? Ah.
Dingin.
[Musik]
K
Ali kenapa bau darah Si
Lin. Bau
anjir. Bau banget
Lin. Aku takut
Lin.
Alin. Lin.
[Musik]
[Musik]
Hah. ah
ah
wah wah
E
ibu, saya temannya
Wuri. Saya minta maaf ya, Bu kalau saya
dan teman-teman saya punya salah sama
Ibu, sama Wurri.
[Musik]
Mama, tolong
aku. Ada buktinya.
Eh, Sik. Aku duluan ya.
Santai aja, Ri. Enggak apa-apa kok aku
bisa naik
ojek. Kamu hati-hati ya. Aku duluan ya.
[Musik]
Keadaan ibu aku sekarang
gimana,
Yan? Kamu bawa aku ke mana, Yan? Arian.
[Tepuk tangan]
Mama apa-apaan
sih? Kamu nanya di mana keadaan ibu
[Musik]
kamu. Yang harusnya kamu tanya itu di
mana kamu kamu sekarang.
Bukan mukamu
maksud
[Musik]
kamu
tolong sakit.
[Tepuk tangan]
Kamu tahu enggak?
Hm. Aku paling suka melihat kamu
tersiksa kayak gini.
[Musik]
Ibu selalu nyontohin ini ke aku.
Tapi sayangnya aku cuman bisa ngelihat.
Tapi sekarang aku contohinnya. Y
[Tepuk tangan]
y to.
Heh, tolong
Ini gimana ya?
Buang.
Kamu aja yang buang. Buang.
Halo. Uri, kamu kenapa? Uri. Halo. Uri.
Uri.
Halo
[Musik]
[Musik]
[Musik]
Sayang, kamu kenapa?
Kamu kenapa bohongin
aku?
Bohongin. Bohongin
apa? Baron sama Lin
mana? Kenapa
sih? Seperti kamu bohong sama aku
ini apa?
Ini gelang wuri kan?
Gak tahu. Enggak tahu apa itu? Stop sama
aku, Arian.
Aku enggak tahu. Cukup sama aku. Kamu
tuh gila tahu
enggak? Ini gelemburi
kan kamu kan yang bunuh
Uri gila kamu.
Sayang sayang kamu tuh kecapekan. Udah
deh. Lepasin.
Udah stop bercandanya ya. Istirahat.
Lepasin
sayang. Kamu
kecapekan itu ada darah di hidung kamu.
Aku benci sama kamu. Pergi. Enggak. Kamu
kamu kamu
aku benci sama kamu
Aran. Kamu kenapa,
Sayang? Kamu
bilang aku pembunuh.
Harian
kamu bilang aku
ngebunuh. Kamu mau ngapain?
Aku bukan
pembunuh. Aku bukan pembunuh Nara. Aku
bukan pembunuh. Rin. Kamu ngapain,
Narin?
Kamu mau menyusul wuri dan
temanmu?
[Musik]
Aku bukan
pembunuh. Aku aku bukan pembunuh Nara.
Aku bukan
pembunuh
Nara. Nara.
[Musik]
Nara H
[Musik]
Asalamualaikum.
Astagfirullahalazim. Hah? Bu
Mira.
Bu.
Astagfirullahalazim. Bu. Bu Mira. Bu
Mira.
Mbak mana?
[Musik]
Nara
[Musik]
Arah
Nah, nah Ah.
Ha. Ah.
[Musik]
H
Nah,
[Musik]
astagfirullahalazim.
Masan.
Hah. Hah.
Mas ay, Mas,
Mas
Arian.
Astagfirullahalazim. Gua harus panggil
Bang
Amir. Bismillah.
Billahirrahmanirrahim.
Arrahman allamal
quran khalaqal
insana
allamahul
bayan. Asyamsu wal qamaru biusban.
[Musik]
W najnajmu
wasyajaru
yasjudan
wasama
rafa'aha
wa'al
mizan. Sadaqallahuladzim.
Asalamualaikum, Bang Amir.
Waalaikumsalam.
Dek, ada apa, Bang? Abang harus peri
mabuk merah, Bang. Sepertinya Mbak Nara
kerasukan, Bang.
Astagfirullahalazim. Ayo kita ke sana.
Iya, Pak.
Orang munafik sepertimu harus mati.
[Musik]
Astagfirullahalazim.
Astagfirullahalazim.
Bismillahirrahmanirrahimah
و
[Musik]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Ah, sakit. Arian jangan digigit Arian
sakit. Arian Arian sabarian jangan
sakit.
[Musik]
Arian sakit
Arian jangan gigit Arian sakit.
Bu jangan kunci Uri Bu takut Bu. Bu
bukain pintu
Bu jangan kunyuri
Bu buka pintunya Bu. Bu tolong Bu.
Ibu tolongin
ibu
ibu.
[Musik]
Astagfirullahalazim. Astagfirullahalazim
ya Allah.
[Musik]
Bu, ini Mbak
Nara. Dia mau pamit pulang,
[Musik]
Bu.
Ibu, maafin Nara ya, Bu.
Bu, maafin Aryan juga,
Bu. Maafin teman-teman
Bu. Karena kebodohan
kami, ibu jadi kehilangan
uri, Nak.
Ibu sudah memaafkan semuanya.
[Musik]
Ibu sudah
ikhlas. Terima kasih sudah membantumu. R
Allah sudah memberikan takdirnya umuri
melalui kamu.
Terima kasih.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Terima kasih, Bu
[Musik]
[Musik]
Bu Purwati masuk,
Bu. Bi mana Bu? Dia di rumah orang tua
saya.
[Musik]
Halo.
Asalamualaikum. Maaf ini siapa ya?
Waalaikumsalam. Non Hasnah. Mbak Purwati
meninggal. Tadi sore dia ditemui tengah
hutan kampung sebelah.
Saya dirubah orang tuanya di k
sebelah Nur. Halo. Halo
[Musik]
[Musik]
[Musik]
[Musik]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.