All language subtitles for Maryam Janji dan Jiwa yang Terikat 2025 1080p WEB.x264.AAC.MSM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu Download
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish Download
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[musik mencekam]

[wanita mengejan]

[mengejan berlanjut]

[suara tangisan bayi]

[tangisan bayi berlanjut]

[bayi berdekut]

[bidan] Mari, Bu.

- [Nur] Hati-hati. - Ya.

[bisikan] Maryam.

[musik menyentak]

Nama saya Maryam.

Hari ini saya ingin berbagi cerita.

Kisah hidup saya yang belum pernah saya bagi kepada siapa pun.

Selama ini,

saya berdampingan dengan sosok raja jin

yang katanya mencintai saya.

Raja jin tersebut merupakan kasta jin yang paling tertinggi

yang saya dapatkan informasinya.

Saya tidak berani menyebut namanya.

Karena saya tahu dia pasti ada di belakang saya.

[musik kian mencekam]

[musik memudar]

[bel berdering]

[murid satu] Itu Maryam?

[murid dua] Iya.

Maryam main sendiri.

Maryam temannya setan.

[terkekeh] Aneh, ya?

Kenapa, ya, mereka semua enggak mau main sama saya?

Katanya saya aneh. Suka ngomong sendiri.

Katanya kamu jahat.

Padahal kamu baik.

Suka kasih saya duit buat beli es lilin.

Main, yuk.

- [murid dua] Aneh, ya? - [murid satu] Ya, aneh.

- [tertawa mengejek] - Aneh.

Dasar Maryam teman setan.

[tertawa]

Kok hilang?

[musik menyentak]

Temanku bukan setan! Dia baik!

[semua berteriak]

[musik memudar]

[guru] Rasulullah menyebarkan agama Islam bersama para sahabat.

Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah salah satunya.

Abu Bakar Ash-Shiddiq memiliki nama.

Nama asli Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah…

KUJAGA KAU SELAMANYA

…dan Ash-Shiddiq adalah nama pemberian Nabi Muhammad

yang berarti jujur.

[guru] Maryam.

Coba kamu ceritakan tentang sejarah Nabi Adam dan Hawa.

[jin berbahasa Arab] Jin Ifrit telah ada sejak zaman Nabi Adam.

[bahasa Arab] Ifrit ada sejak Nabi Adam. Di zaman Nabi Sulaiman,

mereka salah satu jin yang bantu memindahkan singgasana Ratu Balqis

kepada Nabi Sulaiman,

sehingga akhirnya Ratu Balqis memeluk Islam.

Jin ini dikenal sangat kuat dan keji.

[Adi] Maryam!

Kamu bisa jawab begitu dari mana?

- Dibisikkan setan, ya? - [murid perempuan] Maryam!

Dasar teman setan.

[murid-murid tertawa, mencemooh]

[suara teredam] Diam!

Teman setan!

[mencemooh]

Dia temanku, bukan setan!

Kalian yang setan!

[deritan]

[tuas rautan berderit]

[rautan mengentak]

Jangan…

[derit rautan]

[suara koyakan]

- [parau, bahasa Arab] Zaman Sulaiman. - [murid-murid bergumam bahasa Arab]

[teriakan guru] Pak! Tolong!

[bergumam bahasa Arab]

[murid berteriak ketakutan]

[hiruk pikuk kelas]

[ceklek pensil]

[jeritan]

- [terengah-engah] - [desingan]

[bergumam]

Adi, jangan!

[napas cepat]

[debuk benturan]

- Adi! - [jeritan]

[jeritan ketakutan]

Maafkan saya!

Tolong!

- Tolong, Pak! - [Maryam] Maafkan saya!

Kamu jahat!

Kamu memang jahat!

Kamu jahat!

Kamu jahat!

Kamu memang jahat!

[bahasa Arab] Kuberlindung pada Allah dari godaan setan terkutuk

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan

dan aku berlindung kepada-Mu agar mereka tidak mendekatiku.

Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, agar mereka tidak mendekatiku.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

[jemaah melafalkan ayat kursi] Allah tiada Tuhan selain Dia.

Yang Maha Hidup, mengurus makhluk-Nya, tak mengantuk dan tak tidur.

Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

[terkekeh]

Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka,

dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya

melainkan apa yang Dia kehendaki.

Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.

Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya,

dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Katakanlah Muhammad, "Dialah Allah YME.

Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

[bahasa Arab] Wahai manusia lemah!

Anak itu milikku!

[terkekeh]

[bahasa Jawa] Siapa kamu?

[bahasa Indonesia] Kamu siapa?

[samar-samar lantunan surat Al-Falaq]

[bahasa Arab] Siapa kamu?

Saya bersama dengannya sejak dia lahir.

Saya mengalir mengikuti segala yang terjadi di bumi ini.

Sebagaimana angin berembus di angkasa,

dan sebagaimana air berbisik kepada ombak.

Apa kabilahmu?

Ifrit.

[musik mencekam]

[lantunan doa berbahasa Arab]

[terkekeh]

[terkekeh]

[terkekeh]

[terkekeh]

[terkekeh]

[bahasa Arab] Dengan nama Allah yang bila disebut,

segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya,

Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dengan nama Allah yang bila disebut,

- segala sesuatu di bumi… - [geraman Maryam]

[musik mencekam berhenti]

[Kiai dan para ustaz] Dengan nama Allah

yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tak akan berbahaya,

Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[doa berlanjut]

[musik mencekam]

[berdeguk]

[erangan para ustaz]

[Kiai melantunkan ayat suci]

[bahasa Arab] Kuberlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Alhamdulillah.

[Kiai Saleh berbahasa Indonesia] Ya, gampangnya,

jin itu bisa berubah menjadi apa saja.

Bisa masuk dalam tubuh manusia dari mana saja.

Bisa dari makanan yang enggak halal,

bisa dari hasil kerja yang kotor,

bisa juga dari tempat-tempat yang enggak baik.

Intinya bisa dari mana saja.

Hanya Allah yang tahu pasti.

Jadi, kita harus apa, Yai?

Apa Maryam harus dirukiah terus?

Sampai kapan?

[Kiai menghela napas]

Jin yang menempel di tubuhnya Maryam itu,

itu raja dari semua golongan jin.

Jin Ifrit.

Wahab ibnu Munabbih dan Abu Saleh menggambarkan

kalau besarnya jin Ifrit ini sama dengan satu bukit.

Ia tergolong jin senior

karena sudah ada sebelum ada Nabi Adam A.S.

Jadi, dia tergolong jin yang paling kuat, kasar, dan bahaya.

Jin Ifrit itu sering ada di ilmu-ilmu hitam seperti santet.

Iya.

Maryam pernah cerita soal itu.

Saya pikir,

itu cuma karangannya saja.

[Kiai Saleh] Saya enggak tahu

bagaimana dan seperti apa Maryam terikat dengan jin Ifrit,

tapi saya janji…

mulai saat ini, saya akan ikut menjaga Maryam.

Kita, manusia,

lebih mulia derajatnya dibanding jin.

Insyaallah, kita bisa menaklukkannya.

Maryam.

Maryam suka sama temannya Maryam?

Iya,

tapi dia menyakiti teman-teman Maryam yang lain.

Maryam enggak suka.

Pak Kiai,

teman Maryam sudah enggak ganggu Maryam lagi, kan?

Insyaallah.

Kalau Maryam terus begini,

nanti teman-teman Maryam enggak suka sama Maryam.

Yang penting, Maryam enggak menyerah.

Terima kasih, Yai.

Saya pamit.

Ya.

[musik lembut, sendu]

- Asalamualaikum. - Alaikum salam warahmatullah.

Farhan, Rizki.

Dia baik-baik saja kan, Yai?

Insyaallah.

Gimana hafalan Al-Qiyamah?

Alhamdulillah, sudah hafal.

- Kamu? - Belum, Yai.

[Kiai terkekeh] Ayo. Yai pengin dengar.

[Farhan bertaawuz]

Bu, benar, kan, teman Maryam sudah enggak ganggu Maryam lagi?

[lantunan surat Al-Qiyamah murid kiai]

[Yeni] Insyaallah, ya, Nak.

[musik sendu]

[musik memudar]

[musik lembut]

Yam.

Sudah ditunggu, tuh, sama yang kasih kalung.

[musik mencekam]

[musik berhenti]

Bagus kalungnya dipakai kamu.

Cantik.

[pria] Ayo.

[deru motor]

Mari, Bu!

[musik lembut]

[musik berubah mencekam]

Astaghfirullahaladzim!

Bentar ya, Mar.

Ayo, Mar.

[musik mencekam]

[musik mencekam memudar]

- Makasih, Mas. - Iya.

Bagas. Sudah dibilang.

Mau nasibnya kayak saya?

Itu gara-gara kamu saja kali, Di, yang ngawur.

Maaf ya, Mar, jadi diomongin.

Saya yang minta maaf, Mas.

Nanti pulangnya saya antar.

Bagas!

Iya, Pak!

Kamu sudah jadian, Mar, sama Mas Bagas?

Diantar-jemput segala.

Kamu kalau misalkan pacaran sama orang,

teman setan kamu itu bakalan marah apa senang?

Nanti Mas Bagas kepalanya bolong sama kayak si Adi.

Hati-hati, Mar, nanti hatinya Mas Bagas bolong.

Sudah bolong hatinya Mas Bagas.

Sudah dijadikan kalung.

Enak ya, Maryam, kalung baru.

Enak tahu, Ki, jadi Maryam.

Dikasih kalung sama setan, dikasih kalung sama manusia.

Mar, memang benar teman setan kamu suka kasih kamu duit?

Kita juga mau, dong.

Disamper kamu sama dia nanti.

Mana?

- Sompral kamu! - [Eka berkesah]

Pak Taufik barusan bilang kita butuh tambahan ikan untuk produksi.

Nanti magrib, kalian ikut saya ke teluk.

- Yakin, ke teluk? - [Bagas] Iya.

Di sana kan tempatnya setan suka nganji.

[Eka] Mana ada setan nganji?

Mar, Kamu ikut gantikan Kiki, ya.

Iya, sudah sana kamu saja, Mar.

Kamu kan ada Mas Bagas-mu yang jaga.

Aman pasti.

[deru motor]

Benaran angker lagi tempatnya.

Benar kata Kiki.

Di sini tempat setan-setan pada nganji.

Tahu gitu saya enggak usah ikut.

[Adi] Enggak usah takut, Ka.

Kita bawa setan yang lebih seram.

Lihat, nih.

Jidat saya saja pernah sampai bolong.

Jaga omongan kamu, Di!

Jangan banyak bicara.

Kita kerja lebih cepat!

Lah, benaran!

Temannya, kan, raja jin.

Setan nganji saja enggak ada apa-apanya buat dia.

Tanya saja si Maryam.

[musik mencekam]

[musik memudar]

Mar, kamu bukannya tadi ikut sama Eka sama Mas Bagas?

Sudah pada berangkat, ya?

[karyawan] Tolong, Pak Taufik!

Tolong, Pak, yang di teluk kesurupan!

[gaduh suara teriakan]

[Kiki berteriak panik]

[gaduh]

[teriak]

[teriakan berlanjut]

Berhenti!

Jangan ganggu teman saya!

Berhenti!

[hening]

[Eka] Pak, benar, Pak!

Tadi Maryam sama saya ke teluk, Pak.

[Kiki] Demi Allah, Pak, orang Maryam ada di sini.

Orang Maryam tadi sama saya!

Cuma dia hilang, tiba-tiba!

Dia enggak jadi berangkat. Ya Allah, saya ketemu dia!

Enggak! Ini gimana?

Kita gimana?

- Tadi dia ada, Pak. - [Taufik, bahasa Jawa] Sudah.

Sudah!

- Pak, tapi benaran… - [bahasa Jawa] Sudah! Bubar!

Bubar!

Bubar semuanya!

[bahasa Indonesia] Kecuali Maryam.

[bahasa Jawa] Bedebah.

Maryam enggak salah, Pak. Dia enggak lakukan apa-apa.

[bahasa Jawa] Orang tadi jelas Kiki sama Eka ngomong,

Maryam ada di dua tempat. Bagaimana, sih?

Terus, katanya semua berhenti kesurupan

pas Maryam muncul.

- Bukan salah saya, Pak. - [mencemooh] "Bukan salah saya…"

[bahasa Jawa] Benar kata orang-orang.

Ada setan dalam diri kamu.

Betul, tidak?

Untuk sementara, kamu enggak usah datang dulu.

Pak, jangan. Saya butuh kerjaan ini, Pak.

- Enggak usah! - Pak, tolong!

Ini tanggung jawab saya, Pak!

Saya yang salah dari awal.

Harusnya kita enggak magrib-magrib ke tempat itu, Pak.

Tolong Bapak kasih saya kesempatan sekali lagi.

Kalau sampai ada kejadian terulang,

Bapak boleh pecat saya.

[musik sendu]

Terserah saja, lah!

Orang sok pahlawan.

Padahal salahnya Maryam.

Pakai dibela segala. Bedebah!

[musik sendu memudar]

Maryam!

Harusnya bukan kamu yang disalahkan, Mar.

Nanti saya coba bicara lagi sama Pak Taufik, ya.

Walaupun tadi saya lihat…

Lihat apa, Mas?

Waktu kesurupan, saya lihat kamu.

Itu dia, ya?

Kamu takut sama saya juga?

Enggak, Mar. Saya enggak akan pernah takut sama kamu.

Saya akan terus melindungi kamu.

Apa pun yang terjadi.

Saya antar kamu pulang, ya?

[musik lembut]

Makasih ya, Mas.

Kok baru pulang?

[musik lembut memudar]

Ada kejadian aneh lagi?

Iya, Bu.

Semua karyawan kesurupan, kecuali Maryam,

tapi sebenarnya Maryam enggak salah kok, Bu.

Cuma, Pak Taufik…

Maaf ya, Nak Bagas,

tapi, mungkin, Nak Bagas sudah tahu selama ini Maryam mengalami apa?

Nak Bagas enggak apa-apa, kan?

Saya enggak apa-apa, Bu.

Saya serius sama Maryam.

Serius gimana maksudnya?

Niat saya ke Maryam bukan untuk pacaran biasa.

Ini…

enggak akan mudah dijalani, Nak.

Saya tahu, Bu. Tahu betul.

Ibu enggak usah khawatir.

Saya sudah janji ke Maryam untuk selalu jaga dia.

Saya permisi dulu, Bu.

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

[Kiai Saleh] Apa Maryam ingin lihat wujud jin Ifrit?

Mungkin kalau Maryam bisa lihat sekali saja,

asal habis itu enggak ganggu siapa-siapa lagi, saya…

mau lihat.

Kalau Maryam sungguh-sungguh pengin lihat jin,

baca surat Al-Jin ayat 11.

Kamu ulang-ulang, tapi ingat,

jin itu akan makin senang kalau kita penasaran.

Kamu harus hati-hati.

[musik mencekam]

[musik berhenti]

[teriakan Maryam]

AKU MELINDUNGIMU

[bahasa Arab] Dan sesungguhnya di antara jin ada yang saleh…

- [suara geraman pelan] - …dan ada pula kebalikannya.

Kami menempuh jalan yang berbeda-beda…

[geraman pelan]

[bergetar] Dan sesungguhnya di antara jin ada yang saleh…

[suara geraman]

dan ada pula kebalikannya.

Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

- [suara teriakan marah] - [musik mencekam]

[geraman]

[musik kian menegang]

Yam.

[musik berhenti]

Kenapa, Yam?

[Maryam terengah-engah]

Yam.

[terbata-bata]

Capek, Bu.

Maryam capek, Bu.

Sabar ya, Nak.

Maryam juga mau hidup normal, Bu.

Yam, tadi Bagas bilang sama Ibu.

Ibu juga cerita sama Kiai Saleh.

Beliau setuju kalau ini kabar baik.

Ya?

[musik lembut]

- [musik berlanjut] - [debur ombak]

Kamu yakin mau nikahi aku, Mas?

Saya takut kamu kenapa-kenapa.

Saya serius sama kamu, Mar.

Kamu enggak usah takut.

Ada saya.

Ya sudah, saya ambil motor dulu, ya.

Makasih, Mas.

Saya pulang dulu ya, Mar.

[mesin motor mogok]

[motor berderu]

[musik menegangkan]

[musik memudar]

[musik mencekam]

[musik mencekam berhenti]

Mas! Mas Bagas!

[derit pintu]

[Bagas terkekeh]

[wanita terengah-engah]

Bagas!

[tawa Bagas]

[musik mencekam]

[geraman, kekehan]

[tertawa tertahan]

Bagas!

Gas! [tercekat]

[riuh rendah warga]

[Ibu Bagas terisak] Bagas…

Bagas!

[jeritan histeris Ibu Bagas]

[Kiai baca Al-Fatihah] Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

Maha Pengasih dan Penyayang, Pemilik hari pembalasan.

Hanya kepada Engkau kami menyembah dan memohon pertolongan.

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

jalan orang yang Engkau beri nikmat kepadanya,

bukan jalan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat.

[teriak] Kenapa kamu ke sini?

Saya cuma mau doakan Mas Bagas, Bu.

Enggak! Pergi kamu! Pergi!

Kamu yang sudah buat Bagas mati!

- Istigfar. - Pergi! Saya enggak mau lihat kamu!

- Istigfar! - Pergi!

[mengerang] Lepaskan!

Pergi!

- [Ibu Bagas meratap] - [musik mencekam]

[bahasa Arab] Kamu masih menantang saya?

Saya bahkan bisa membunuh manusia!

[bahasa Arab] Hidup matinya manusia itu kehendak Allah.

[Maryam terisak]

- Ini salah aku, Bu. [terisak] - Istigfar, ya.

Ini salah Maryam, Bu!

[musik lembut]

[Maryam terisak]

[isakan Maryam berlanjut]

Yam?

Yam!

[Yeni] Maryam!

[musik lembut]

Yam.

Ayo, pulang.

Maryam mati saja, Bu.

Jangan, Yam!

- Maryam mati saja! - Jangan, Yam!

- Maryam mati saja, Bu! - Jangan!

- Buat apa lagi, Bu? - [Kiai Saleh] Maryam!

Maryam!

[Kiai Saleh berdesah]

Kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri.

Sekarang kita bisa apa?

Sekarang sudah ada yang meninggal.

Mas Bagas…

Itu salah saya.

[musik sendu]

[Maryam terisak]

Nak.

Jangan menyerah, ya.

Itu yang dia mau.

[geraman]

[dengingan]

[parau] Manusia…

lebih kuat daripada jin!

[Kiai Saleh] Rizki.

Saya akan salat sampai subuh.

Tolong kasih tahu anak-anak,

jangan ganggu saya.

Iya, Yai.

Nanti kalau Farhan sudah datang,

langsung suruh temui saya.

Iya, Yai.

Allahu Akbar.

Allahu Akbar.

Allahu Akbar.

Allahu Akbar.

Asalamualaikum warahmatullah.

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil alaamiin.

[bahasa Arab] Wahai Yang Mahakuasa,

- saya sudah kalah… - [suara Maryam meniru doa]

[bersamaan] Kalah oleh badan dan nafsuku

hingga tak bisa terus-menerus berzikir

dan mendekat kepada-Mu.

Maka berilah pertolongan,

maka hiburlah hati yang telah hancur ini.

Maka padukanlah kemuliaan

dan kesempurnaan yang telah terselubung.

Sungguh Engkau Yang Maha Pengasih dan Maha Menentukan.

[suara Maryam bergema]

[musik mencekam]

[Maryam, jin bahasa Arab] Dan sesungguhnya ada laki-laki dari kalangan manusia

yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin.

[bahasa Arab] Saya tahu itu kamu.

Kamu mau apa?

Berani sekali menantang.

[musik mencekam menyentak]

- Kamu kira ini cukup… - [Kiai Saleh berzikir]

untuk memisahkan saya dari dia?

[tertawa keji]

[musik, tawa berhenti]

Maryam.

Sudah salat, Nak?

Maryam…

pengin beribadah dengan tenang, kan?

Maryam cuma mau beribadah tenang sama hidup normal, Yai.

Allah sudah berjanji

akan menolong hamba-Nya

yang selalu beribadah

dan terus berusaha.

Maryam yang sabar, ya.

Jangan menyerah.

[musik lembut]

Yai, mau ke mana?

Kiai mau pamit.

Semua sudah takdir Allah.

Tapi, kalau enggak ada Yai Maryam bisa apa?

Saya cuma hamba Allah.

Allah yang menolong Maryam selama ini.

Allah juga yang akan menolong Maryam setelah ini.

[musik sendu]

[lantunan azan]

[lantunan azan berlanjut]

[musik sendu semakin intens]

Ikhlas, ya, Mar.

[musik sendu berlanjut]

[musik memudar]

Apa mau kamu?

[musik menegangkan]

Urusan kamu cuma sama saya!

[musik berlanjut]

Kenapa?

Kenapa mesti ganggu yang lain?

Kenapa ganggu yang lain?

[terengah-engah]

[napas cepat] Mau apa kamu?

Mau aku yang mati?

- Mau aku yang mati? - Istigfar, Yam!

- Kamu mau saya yang mati? - Istigfar!

- Mau saya mati? - Istigfar!

[terengah-engah]

[kelontang]

[musik menegangkan berhenti]

[kelontang]

[debuk, denting cermin pecah]

HIDUPLAH BERSAMAKU

Nak…

[musik mencekam]

Ini semua salah Ibu.

Salah Ibu, Nak.

Jangan, Nak.

Lepas, Bu!

- Biarkan Ibu saja! - Lepas!

Biar Ibu saja yang mati!

[musik menyentak]

[merengek] Ibu…

- Maafkan Ibu. - Ibu, jangan!

[Maryam] Jangan.

[mengaduh]

[musik mencekam semakin intens]

[desingan benda tajam]

[terisak]

[musik sendu]

Semua salah Ibu, Yam.

Dari awal, semua salah Ibu.

Maafkan Ibu, ya.

[musik sendu]

Ibu sayang Maryam.

[musik menyentak]

[dengingan]

[geraman pelan]

[musik mencekam]

[musik berhenti]

[dengingan panjang]

[kecipak riak air]

[suara kecipak teredam]

[suara teredam] Maryam!

Maryam!

[musik muram]

[bahasa Arab] Siapa sekarang yang bisa pisahkan saya dari anak ini?

Saya yang akan menghadapi kamu!

Kamu pengecut kalau membunuh anak ini!

Kamu tidak ada apa-apanya dibanding gurumu dan dia saja sudah kalah!

[Farhan bertaawuz, baca basmalah]

[bahasa Arab] Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan

maka mohonlah perlindungan kepada Allah.

Sungguh Dialah Maha Mendengar, Maha Mengetahui

Aku memohon kepada Allah Yang Mahamulia agar menyembuhkanmu.

Aku memohon kepada Allah Yang Mahamulia agar menyembuhkanmu.

Aku memohon kepada Allah Yang Mahamulia agar menyembuhkanmu.

Dengan nama Allah, Yang Mahabesar.

[teriakan jin]

[musik memudar]

[Yeni] Bangun, Nak.

Nak.

[debur ombak]

Saya Farhan.

Kiai Saleh sudah pernah cerita soal kamu.

Dulu kita pernah bertemu,

tapi mungkin kamu enggak ingat.

Dulu kita masih kecil.

Kiai harusnya enggak meninggal.

Semua salah saya.

Sebelum beliau berpulang,

saya juga belum sempat bertemu beliau lagi,

tapi saya yakin sekali,

beliau pasti enggak mau melihat kamu menyalahkan keadaan ini.

Kita ini sebagai manusia

enggak boleh menyalahkan diri kita atas kematian.

Semua itu sudah Allah yang atur.

[musik muram]

Jangan menyerah lagi, ya, Nak.

Jangan menyerah lagi.

Ibu mohon.

[berbisik] Allahu Akbar.

[melafalkan bacaan salat]

[melafalkan bacaan salat berlanjut]

[musik menyentak]

Astaghfirullahaladzim.

Jangan ganggu saya.

Biarkan saya beribadah dengan tenang.

[bahasa Arab] Kuberlindung pada Allah dari setan terkutuk.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

[melafalkan niat salat]

Allahu Akbar.

[musik sendu]

Yai, Farhan minta maaf.

Belum bisa bertemu Yai.

Insyaallah di sini Farhan akan meneruskan perjuangan Yai.

[bahasa Arab] Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Kepada junjungan Nabi yang terpilih,

Sayyidina Muhammad SAW.

Terkhusus untuk ruh

Almarhum Kiai Haji Rahmat Saleh bin Kiai Haji Abdul Faqih.

Tiada tuhan selain Allah.

Tiada tuhan selain Allah.

- Tiada tuhan selain Allah. - [suara para wanita bertahlil]

[suara para wanita bertahlil]

[bergumam zikir]

[suara tahlil berlanjut]

[bahasa Arab] Asalamualaikum, wahai jin.

[bahasa Arab] Apa pun yang kamu lakukan, saya akan tetap memilikinya.

Kamu cuma akan mati sia-sia.

[suara tahlil berlanjut]

[sunyi]

Astaghfirullahaladzim.

Astaghfirullahaladzim.

[musik menegangkan]

[lolongan anjing]

[musik mencekam]

[musik menyentak]

[geraman]

[jeritan Maryam]

[musik menyentak]

[jeritan kencang]

[terengah-engah]

[hampir berbisik] Ka, katanya kemarin ditemukan di laut.

Sudah mau bunuh diri.

Masa?

Kok enggak jadi?

Ditolong sama ustaz yang baru datang itu.

Kasihan, ya,

tapi salah dia juga, sih.

Ki, kamu enggak takut apa…

dia balik kerja di sini?

Kalau kita senasib sama Mas Bagas gimana?

[berseru pelan] Amit-amit. Jangan sampai.

- [Eka] Aku juga enggak mau. Ngapain? - [Kiki] Enggak mau.

[Eka] Aku juga enggak mau, lah, kalau kita kenapa-kenapa.

- Makanya, jangan aneh-aneh… - Makanya!

[terkesiap, menjerit]

Eka! Ka!

[musik mencekam intens]

[Eka meratap]

[Kiki] Mar, jangan!

- Jangan, Mar! - Ampun.

[bahasa Arab] Kamu bahkan tidak pantas

- senasib Mas Bagas. - Maryam, sudah! Jangan!

[Kiki] Mar!

[Maryam berbahasa Arab] Nasibmu akan jauh lebih mengenaskan!

Mar, kita cuma bercanda kok!

Kamu juga mau?

[Eka mengerang ketakutan]

Eka!

Eka! Mar, jangan!

[Eka menangis]

[terengah-engah]

- [suara letupan didihan air] - [gaduh]

[Kiki] Mar!

Maryam! Astaghfirullahaladzim!

Istigfar, Maryam!

Ingat Allah, Maryam!

Astaghfirullahaladzim.

Kuberlindung pada Allah dengan kalimat-Nya yang sempurna,

yang tidak ada orang baik dan orang durhaka yang melampaui-Nya,

dari keburukan yang turun dari langit

dan keburukan apa pun yang naik ke langit.

Maryam!

[musik mencekam berhenti]

[rintihan Eka]

- [Eka menangis] - Eka!

[tangisan meraung Eka]

Saya beli tasbih ini waktu saya kuliah di Mesir.

Entah kenapa setiap lihat tasbih ini

saya ingat anak perempuan yang biasa datang ke pesantren.

Yang suka main tasbihnya Yai.

Buat kamu.

Jangan menyerah, Maryam.

Saya yakin sekali

Kiai Saleh, temanmu, Bagas,

mereka mau kamu terus hidup.

Kamu enggak sendiri, Maryam.

Ingat, ada Allah.

Saya akan tulis doa buat kamu baca setelah salat.

[musik sendu]

[lantunan Al-Fatihah]

Allahu Akbar.

[lafaz bacaan salat]

[ucapan salam]

[musik mencekam]

SEMOGA ALLAH MERAHMATIMU.

AKULAH API ABADI.

DEMI EMAS, KU BENAR TELAH SUKA MANUSIA, KAMU.

[bahasa Arab] Dan katakanlah,

"Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan setan.

Dan aku berlindung pula kepada-Mu agar mereka tak mendekatiku."

Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu

dari bisikan setan…

Dan aku berlindung pula kepada-Mu agar mereka tidak mendekatiku."

SETIAP TIDUR KU SELALU MENULIS UNTUKMU.

Dan katakanlah,

"Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan.

Dan aku berlindung pula kepada-Mu agar mereka tidak mendekatiku."

[musik kian mencekam]

[bisikan] Maryam.

[bisikan] Maryam.

Maryam!

TAKKAN KURUSAK BAHAGIAMU DEMI SELURUH BAHASA, KUCINTA KAMU

[sambaran api]

[musik mencekam]

[musik kian mencekam]

[musik berhenti]

[letupan api]

[letupan keras api]

[jin berbahasa Arab] Kenapa kamu tidak mendengarkanku, Maryam?

Sebentar lagi semua cahaya di sekelilingmu akan lenyap

- dan hanya aku yang tersisa… - Berhenti!

Berhenti!

- …di akhir hidupmu! - Berhenti!

- [jeritan frustrasi Maryam] - Aku mencintaimu, Maryam.

- Berhenti! - Maryam!

- Maryam! - Berhenti!

- Istigfar, Maryam! - Berhenti!

- Berhenti! - Istigfar!

[Farhan] "Aku melindungimu."

"Hiduplah bersamaku."

"Semoga Allah merahmatimu."

"Akulah api abadi."

"Demi sebongkah emas, aku benar-benar telah menyukai manusia."

"Kamu seorang."

"Setiap tidurmu, aku selalu menulis untukmu."

"Tidak mungkin aku merusak kebahagiaanmu."

"Demi seluruh bahasa di dunia,

wahai Maryam, aku mencintaimu."

Awalnya saya juga enggak percaya Yai bilang dia ini dari bangsa jin Ifrit.

Jin Ifrit itu memang sudah ada sejak zaman Nabi Adam.

Di zaman Nabi Sulaiman,

jin Ifrit ini yang ditugaskan untuk memindahkan singgasana Ratu Balqis.

Diserahkan kepada Nabi Sulaiman.

Sampai Ratu Balqis memeluk Islam.

Memang, jin Ifrit ini terkenal sangat kuat dan keji.

Saya takut dia muncul lagi.

[musik muram]

Kalau dia muncul lagi, saya harus apa?

- [Yeni] Yam. - [Maryam beristigfar]

Maryam!

[Maryam beristigfar]

- Permisi. - Ya.

Saya harus apa, Yai?

[pintu diketuk]

Asalamualaikum!

Maryam!

[pintu diketuk]

Bu Yeni!

[musik menegangkan]

[derak pintu]

Asalamualaikum, Maryam!

Benar, Bu.

Tadi saya lihat ada laki-laki masuk sini.

[Maryam beristigfar]

Ibunya enggak ada lagi.

Bu, di belakang juga enggak ada.

[jin berbahasa Arab] Ini bukan urusan kalian!

[musik mencekam]

[suara tercekat]

[mengerang kesakitan]

[embusan napas]

[rintihan]

[erangan sulit bernapas]

[musik mencekam]

[Kiai Saleh membaca Ar-Rum] Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya

ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu

supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya

dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.

Sesungguhnya pada yang demikian itu

benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

[amukan para warga]

[kelontang, gedebuk]

[pria berteriak marah]

[kegaduhan warga]

[warga satu] Tanggung jawab biaya rumah sakit!

- Tanggung jawab! - [Farhan] Astaghfirullahaladzim!

Astaghfirullahaladzim! Ibu, masuk saja dulu.

Bapak! Istigfar!

Astaghfirullahaladzim.

[teriakan berhenti]

Sampai kapan aku terus-terusan susahkan orang lain?

Tadi di makam Yai,

saya mendengar suara Yai mengaji.

Jelas sekali.

Mungkin karena saya rindu mendengar beliau mengaji.

Namun, ayatnya sangat jelas.

[melantunkan surat Ar-Rum]

[Farhan] Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah

Dia menciptakan untuk kamu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri.

"Pasangan dari jenis-jenismu sendiri"?

Berarti manusia dengan manusia,

jin dengan jin, kan?

[menghela napas]

Kalau kamu bersedia…

Bismillah.

Izinkan saya menikahimu, Maryam.

[musik lembut]

[jin berbahasa Arab] Sudah saya bilang tidak akan ada!

Sudah saya bilang tidak akan ada!

Yang bisa memisahkan saya dari anak ini!

[bahasa Arab] Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Tidak akan ada

yang bisa menikahi perempuan ini!

[bahasa Arab] Saya akan menikahinya!

Kalau kamu berani melakukannya,

aku akan membuatmu mati perlahan dengan sangat menyakitkan.

Kematian itu urusan Allah,

bukan kamu yang menentukan.

Kuberlindung kepada Allah dari setan terkutuk.

Dengan nama Allah, Maha Pengasih dan Penyayang.

Dan Kami turunkan dari Alquran suatu penawar

dan rahmat bagi orang-orang yang beriman

dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang yang zalim selain kerugian.

[menarik napas panjang]

[Farhan berzikir]

[napas tersendat]

Insyaallah.

[bertaawuz]

Maryam sebenarnya takut, Bu.

Takut Mas Farhan kenapa-kenapa.

Nak.

Kematian itu urusan Allah.

Kamu itu kuat.

Buktinya kamu sudah bertahan sampai sekarang.

[Yeni menghela napas panjang]

Kamu pantas dicintai, Nak.

Farhan tahu risikonya,

tapi dia tetap ada di sini.

Kalau Kiai Saleh masih ada,

dia pasti mau jadi wali nikahmu.

[musik lembut]

Kalau Mas Farhan mau menikahi saya karena kasihan,

- lebih baik… - Bukan karena kasihan.

Semua terserah kamu.

Saya enggak akan maksa.

Allah akan selalu kasih jalan meskipun ini bukan pilihanmu.

Saya yakin bisa.

Insyaallah.

Saya akan mencintaimu karena Allah, Maryam.

[jin berbisik] Maryam.

Maryam.

Maryam.

[musik menegangkan]

Maryam.

[bahasa Arab] Lelaki itu hanya ingin menguji kemampuannya.

Dia tidak sepenuhnya tulus mencintaimu.

Tidak ada seseorang yang mencintaimu

yang sama seperti aku mencintaimu dengan hati yang ikhlas sepanjang waktu.

[napas tersengal]

[napas bergetar ketakutan]

[berbisik] Astaghfirullahaladzim.

Astaghfirullahaladzim.

Astagfirullah.

[napas gemetar]

[bisikan jin] Maryam!

Maryam!

[musik menyentak]

Berhenti!

Jangan ganggu hidup saya!

[gemeretak]

[jin berbisik dalam bahasa Arab]

AKU LEBIH MENCINTAIMU

[bisikan berlanjut]

AKU LEBIH MENCINTAIMU

Saya akan menikah dengan dia!

[jin tertawa keji]

[rintihan]

[bahasa Arab] Katakanlah, "Ya Tuhanku, kuberlindung pada-Mu dari bisikan setan.

Dan aku berlindung pada-Mu agar mereka tidak mendekatiku."

[jin berteriak]

Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu.

Kuberlindung pada-Mu agar mereka tak dekati aku."

- [Yeni] Maryam. - [terkesiap]

[sunyi]

[Maryam terengah-engah]

Maryam mau nikah sama Mas Farhan, Bu.

Maryam mau hidup tenang.

Maryam mau hidup tenang, Bu.

[Farhan] Yai pernah bilang, pernikahan itu ibadah terpanjang.

Yai pasti bangga sama kalian kalau masih di sini.

Semua sudah Allah atur.

Kita ini cuma hamba-Nya.

Kita niatkan salat hajat sampai subuh.

Nanti setelah subuh kita lakukan ijab kabul

[listrik mendesis]

[musik muram]

[jin] Maryam.

[terkesiap]

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

- Sudah siap semuanya, Ki? - Sudah.

- Alhamdulillah. - Ayo, bismillah.

[Farhan beristigfar]

Sudah siap?

[Yeni] Nak Farhan!

Maaf.

Maryam hilang.

Astaghfirullahaladzim.

Di tempat wudu enggak ada.

Ibu, maaf.

Apa Ibu merestui kalau saya menikah dengan Maryam sekarang?

Saya merestui,

tapi Maryam enggak di sini.

Dengan izin Allah,

saya bisa menikahi Maryam di mana pun Maryam berada, Bu.

Janji saya di hadapan Allah menembus langit.

Dan ini adalah janji yang tidak bisa dipatahkan.

Saya akan melakukan akad sekarang.

[musik kian mencekam]

[musik memudar]

[geraman pelan]

[geraman, teriakan]

[musik mencekam]

[geraman, teriakan]

[teriakan]

[teriakan]

[musik mistis intens]

[teriakan berlanjut]

[musik berubah muram]

[musik kian mencekam]

[Farhan bahasa Arab] Dengan kalimat-Mu kujadikan dia istriku.

Dan dengan kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya.

Jika kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya,

jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan.

Dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

[musik kembali mengalun]

[terengah-engah]

[Farhan] Bismillahirrahmanirrahim.

[penghulu] Saudara Muhammad Farhan bin Amrudin Almarhum,

saya nikahkan dan saya kawinkan Anda

dengan Siti Maryam binti Farid Zaynun Almarhum

dengan mas kawin tiga gram cincin emas

dan uang Rp. 200.000, tunai.

Saya terima nikah dan kawinnya…

[musik mencekam]

Astaghfirullahaladzim.

[penghulu] Saudara Muhammad Farhan bin Amrudin Almarhum,

saya nikahkan dan saya kawinkan Anda

dengan Siti Maryam binti Farid Zaynun Almarhum

dengan mas kawin tiga gram cincin emas

dan uang Rp. 200.000, tunai.

Saya terima nikah dan kawinnya Siti Maryam binti Farid Zaynun

dengan mas kawin tersebut…

[musik kian mencekam]

[musik menegangkan]

[teriakan]

[musik menyentak]

[desau angin]

Sekarang.

Saudara Muhammad Farhan bin Amrudin Almarhum,

saya nikahkan dan saya kawinkan Anda

dengan Siti Maryam binti Farid Zaynun Almarhum

dengan mas kawin tiga gram cincin emas

dan uang Rp. 200.000, tunai.

Saya terima nikah dan kawinnya Siti Maryam binti Farid Zaynun…

[jemaah tercekat]

Astagfirullah.

[Maryam terengah-engah]

[musik mencekam]

[geraman]

[jemaah tercekat]

[rintihan]

[bahasa Arab] Kenapa kamu tolak saya?

Bukannya dari dulu saya yang selalu ada untuk kamu?

Saya sudah setia padamu lebih dari manusia, Maryam.

- Pergi! - [jin bergumam]

- Pergi dari hidup saya… [tersedu] - Maryam.

Kamu tidak ingat?

Kamu pernah ke sini sebelumnya.

Kamu tidak lebih setia dari orang-orang di hidup saya!

Mereka mencintai saya

dan mereka tetap menerima saya!

Selamanya saya tetap memilih mereka!

Saya terima nikah dan kawinnya Siti Maryam binti Farid Zaynun Almarhum

dengan mas kawin tersebut, tunai.

- Bagaimana, saksi? Sah? - [saksi] Sah.

[penghulu membaca doa] Segala puji bagi Allah.

Semoga Allah memberkahimu, baik suka maupun duka,

dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

[musik mencekam mereda]

[bahasa Arab] Kamu tidak akan pernah lepas dari saya.

[bahasa Arab] Ya Allah, sesungguhnya

Engkau Maha Mentakdirkan, dan bukanlah aku yang mentakdirkan.

Dan Kau Maha Mengetahui apa yang tak kuketahui.

Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.

Maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriku dan Farhan

untuk agama dan akhiratku,

maka takdirkanlah aku bersamanya.

[Farhan, Maryam bahasa Arab] Ya Allah, sesungguhnya

Engkau Maha Mentakdirkan, dan bukanlah aku yang mentakdirkan.

Dan Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak kuketahui.

Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.

Maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriku dan Farhan

- untuk agama dan akhiratku… - [jin mengerang]

maka takdirkanlah aku bersamanya.

[jeritan jin]

[musik berubah lembut]

[terisak]

Maryam!

Maryam!

[musik sendu berlanjut]

[Farhan] Alhamdulillah.

Maryam.

Astagfirullah.

[menarik napas dalam]

Dia selalu mengikuti saya ke mana pun saya pergi.

Dia selalu memerhatikan saya, apa pun yang saya lakukan.

Bahkan…

saya tahu…

dia ada di sini..

[musik lembut]

Allahu Akbar.

Insyaallah.

[musik berubah mencekam]

[musik muram]

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.