Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Jika aku punya kekurangan sebagai calon ketua,
tolong jangan ragu mengkritikku.
Terima kasih sudah mendengarkan.
Baiklah.
Jika bisa begini di acara nanti,
pasti tidak apa-apa.
Ya, harus bisa di acara nanti.
Kau khawatir?
Di rapat umum,
bukankah kau bisa?
Itu karena
aku fokus menghadapi perasaanku sendiri
hingga mengalir dengan lancar.
Penonton besok
pasti lebih ramai daripada sebelumnya, bukan?
Ya.
Besok, seluruh sekolah
akan memenuhi auditorium ini.
Tapi kita melakukan hal yang sama.
Fokus saja mengutarakan pikiranmu.
Kurasa itu tidak akan berhasil.
Saat melihat caramu bicara di rapat umum,
aku langsung mengerti.
Apa yang harus kulakukan
agar aku bisa bicara seperti kau?
Jika kau bertanya bagaimana caranya,
maka pengalaman adalah satu-satunya jawaban.
Biar kuajari rahasia untuk menenangkan sarafmu
sekaligus menarik perhatian penonton.
Rahasia?
Benar.
Metode ini...
Bagaimana? Sederhana, bukan?
Tapi efektif.
Ya.
Akan kucoba.
Kalian berlatih untuk besok?
Tugasmu sudah selesai?
Ya, itu berjalan lancar.
Ada apa, Masachika?
Ekspresimu tampak menakutkan.
Kau berani mengatakan itu?
Apa topeng femininmu lepas?
Astaga.
Lihat?
Inilah sifat aslinya. Jangan tertipu.
Baiklah.
Astaga, Alya.
Kau kecewa denganku?
Tidak.
Aku tidak kecewa.
Saat situasi berubah,
sisi sesungguhnya diri kita akan terungkap.
Lagi pula,
kau sungguh ingin berteman denganku, bukan?
Ya, itu benar.
Berarti tak masalah.
Lagi pula, berkat Yuki,
aku bisa mengevaluasi ulang diriku.
Apa maksudmu?
Saat itu, kau bertanya
kenapa aku ingin menjadi ketua OSIS.
Besok,
akan kutunjukkan jawabannya.
Alya, kau sungguh orang
yang jujur dan baik.
Astaga, syukurlah.
Persahabatanmu dengan Alya masih utuh.
Astaga, saat kau mengatakannya seperti itu,
kenapa kedengarannya persahabatan kita
telah berkembang menjadi keretakan?
Tidak, itu tidak benar.
Aku hanya bertanya-tanya kenapa kau berani melakukan itu.
Kau marah?
Sama sekali tidak.
Bertindak saat lawan lemah
itu taktik biasa.
Astaga.
Perasaan apa ini?
Meski aku tidak mengerti,
tapi jika harus kukatakan,
rasanya seperti digigit anjing.
Aku ingin membelai dan mencintainya,
tapi aku juga ingin mendisiplinkannya agar dia tidak menggigit lagi.
Jika berani menggigit,
sebaiknya berani menggertakkan gigi.
Di sana kalian rupanya.
Halo.
Aku ingin konfirmasi terakhir untuk besok.
Pertama,
bagaimana urutan
untuk pidatonya?
Tahun lalu, ditentukan dengan suit.
Aku tidak keberatan.
Tidak bisa.
Suit hanya soal penglihatan.
Apa?
Kau benar.
Kalau begitu, bagaimana dengan lemparan koin?
Itu akan lebih adil.
Aku mengerti.
Ayano akan melempar koin,
dan Alya akan menyebut kepala atau ekor.
Tidak, orang lain akan melempar koin.
Kau sangat paranoid.
Baiklah.
Biar aku saja!
Masha, jika kau tak keberatan,
terima kasih.
Jika Alya benar,
dia bisa memilih giliran.
Jika dia salah,
Yuki bisa memilih.
Masha, kau sungguh bisa membaliknya?
Kau menganggap kakakmu apa?
Tentu saja bisa.
Lihat aku.
Jika aku giliran pertama dan berlagak menang,
kemenangan telak mungkin terjadi.
Tapi jika giliran kedua,
orang pertama yang membuat standar minimal akan mendapat tepuk tangan.
Jika Alya giliran pertama, akan sulit menang telak.
Pilih giliran pertama, 'kan?
Tidak. Kupilih giliran kedua dan melihat apa yang dilakukan kakakku dahulu.
Tapi tetap saja...
Kenapa dia terang-terangan menakutiku?
Tidak biasanya kakakku yang licik melakukan itu.
Ah.
Tertangkap.
Lihat, aku berhasil, Alya.
Baik, aku mengerti.
Aku pilih kepala.
Hei, pikirkan lagi.
Tidak perlu.
Kalau begitu, kubuka.
Astaga, kau salah.
Kalau begitu, Yuki.
Kau mau giliran pertama atau kedua?
Coba kupikir.
Apa sikap kakakku hanya pura-pura?
Jika begitu, apa tujuannya?
Apa dia ingin berhadapan langsung denganku
untuk mengalihkan perhatianku?
Alya.
Benar.
Meski tanpa sadar aku teralihkan oleh kakakku,
target awalku adalah Alya.
Selain itu, mental Alya lebih rapuh daripada dugaanku.
Dia juga trauma dengan siaran sekolah kemarin.
Sudah kuantisipasi
dan berencana memberi Alya giliran kedua agar lebih banyak tekanan.
Mungkin kakakku mengincar
giliran pertama dengan sedikit tepuk tangan
agar aku dan Alya seri.
Kalau begitu,
aku akan tetap pada rencana awalku dan mengincar kemenangan telak.
Kalau begitu, aku pilih giliran pertama.
Baiklah.
Suou dan Kimishima giliran pertama.
Kujou dan Kuze giliran kedua.
- Ya. - Baiklah.
UPACARA PENUTUPAN
Mengingat kembali semester ini,
aku yakin kalian belajar banyak dari sana.
Di semester kedua,
kita akan meningkatkan kesadaran moral publik.
Berikutnya,
kita akan mendengar pesan dari eksekutif OSIS tahun ini.
Pertama, ada ketua OSIS, Touya Kenzaki.
Teman-teman.
Kerja bagus untuk semester ini.
Sudah dua bulan sejak OSIS baru mengambil alih.
Meski anggotanya lebih sedikit tahun ini,
semua eksekutifnya luar biasa.
Teman-teman.
Meski ini liburan musim panas, jangan malas.
Kerjakan PR dengan giat
dan bentuk otot tiap hari.
Penting untuk berlatih keras tiap hari.
Mungkin aku juga akan berjalan-jalan ke taman tiap hari.
Bicara soal jalan-jalan, tempo hari...
Sekarang, Yuki Suou akan memberikan pidato.
Kalau begitu, ayo pergi, Ayano.
Ya, Nona Yuki.
Aku petugas humas OSIS,
Yuki Suou diperkenalkan sebelumnya oleh pembawa acara.
Aku akan mencalonkan diri
sebagai ketua OSIS tahun depan.
Aku menantikan dukungan kalian.
Kau pasti bisa!
Aku akan mendukungmu!
Terima kasih.
Kalau begitu, mengenai masalah ini,
aku ingin berbagi visiku dahulu.
Tujuanku setelah menjadi ketua OSIS
adalah menjadikan tempat ini
sekolah yang mencerminkan pendapat para murid.
Astaga.
Menurut kalian itu biasa?
Khususnya, kotak saran ini.
Ini sudah ada di sekolah selama beberapa tahun,
tapi tak banyak dari kalian yang pernah menggunakannya.
Sebenarnya,
aku mempromosikannya melalui siaran sekolah.
Tapi hanya beberapa murid yang memakai kotak saran.
Alasan ini terjadi
karena kalian berpikir
itu tak akan terwujud meski menulisnya
dan hanya membuang-buang waktu, bukan?
Benar.
Aku berpikir begitu.
Tapi aku tidak heran kalian berpikir begitu.
Sebagian besar eksekutif
masih baru dalam pekerjaan OSIS,
dan kewalahan dengan tugas mereka.
Pasti sulit bagi mereka
mendengarkan dan memenuhi permintaan.
Namun,
jika terpilih sebagai ketua OSIS,
aku akan memenuhi saran kalian.
Spesifiknya,
aku bisa mengubah acara hari olahraga
atau memperluas konten dan durasi festival sekolah.
Selain itu,
bukankah menyenangkan
memikirkan ide baru untuk Halloween atau Natal?
Aku yakin hanya orang seperti aku yang pernah menjadi
ketua OSIS di SMP
dan saat ini menjadi anggota OSIS
dengan pencapaian dan pengalaman besar, yang bisa menyelesaikan tugas ini.
Terima kasih sudah mendengarkan.
Itu tidak adil.
Dia hanya menggambarkan
tanpa menjelaskan langkah-langkahnya.
Tapi dia hebat.
Apa dia lebih baik dariku?
Alya, kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Jangan mencemaskan aku.
Yang benar saja, pada saat seperti ini?
Siapa dia?
Ada gadis secantik ini di sekolah?
Aku petugas urusan umum, Ayano Kimishima.
Secara pribadi, aku pelayan keluarga Suou.
Saat ini, aku pelayan Nona Yuki.
Apa maksudnya pelayan?
Entahlah.
Selain itu, tahun depan,
aku berencana mengikuti pemilihan dengan Nona Yuki.
Nona Yuki berkarakter baik.
Dia individu luar biasa yang cantik dan berbakat.
Namun, dia tidak pernah puas.
Dia selalu memikirkan orang lain.
- Pidato yang sempurna. - Dia terbaik di kelasnya.
- Mereka sengaja tampil pertama - Bahasa Inggris setingkat warga lokal.
- untuk mencegah kita menang. - Belakangan belajar bahasa Mandarin.
- Kau baik-baik saja? - Dia juga berbakat
- Ya. - dalam piano,
- Bagus. - merangkai bunga, karate, dan lainnya.
- Kau ingat nama acara ini? - Unggul di akademis dan seni bela diri.
Pidato para eksekutif, bukan?
Benar, ini pidato.
Makanya kita akan biarkan semua orang mengenalmu.
Aku yakin
sebagai ketua OSIS,
dia bisa membimbing sekolah dengan baik.
Terima kasih sudah mendengarkan.
Pembicara berikutnya,
bendahara OSIS, Alisa Kujou.
Gadis itu cukup menarik.
Kimishima, bukan?
Pasangan Suou ini sangat menakjubkan.
Dia jelas ketua OSIS berikutnya.
Kau benar.
Maaf.
Aku sangat gugup hingga bicara dalam bahasa Rusia.
Apa itu lelucon?
Kurasa begitu.
Tidak mungkin.
Dengar.
Jika kau giliran kedua,
mulailah dengan bahasa Rusia.
Jika mereka giliran pertama,
pasti akan membuat suasana menguntungkan mereka.
Bicaralah dalam bahasa Rusia
untuk merusak rencana mereka.
Izinkan aku ulangi.
Aku bendahara OSIS, Alisa Kujou.
Aku akan mencalonkan diri
sebagai ketua OSIS tahun depan.
Aku baru pindah ke sekolah ini tahun lalu.
Aku belum punya pencapaian yang bisa kubanggakan.
Aku pun tak bisa memastikan
aku sepenuhnya paham tugas eksekutif
atau tanggung jawab berat menjadi ketua.
Dalam kondisiku saat ini,
perjalananku masih panjang untuk menjadi ketua.
Tapi jika ada satu hal
yang bisa kubanggakan,
itu adalah
aku bisa bekerja lebih keras daripada orang lain.
Aku selalu bekerja keras
untuk mencapai hasil yang kuinginkan.
Aku tak pernah puas dengan mengandalkan bakatku.
Terus meningkatkan diri
adalah hal terpenting sebagai manusia.
Benar.
Terkadang cara pikir ekstrem ini
berseberangan dengan orang lain.
Aku pun pernah gagal total.
Tapi aku belajar dari kegagalan.
Di festival sekolah tahun lalu,
stan kami memenangkan Anugerah Unggulan.
Tentu saja,
aku tidak melakukannya sendirian.
Aku tahu saat ini,
perjalananku masih panjang
sebelum menjadi ketua.
Aku tahu itu.
Kau yang paling tulus,
dan akan memberikan apa pun yang terbaik.
Lihat lurus ke depan, Alya.
Tapi aku bisa bicara di depan semua orang seperti ini
dengan mulutku sendiri,
kata-kataku sendiri.
Mulai sekarang, aku akan terus seperti ini
dan mengatasi kekuranganku satu per satu.
Jika tidak bisa memastikan
apakah aku cocok menjadi ketua OSIS sebelum pemilihan tahun depan,
aku akan mundur secara sukarela.
Jadi, Semuanya,
tolong awasi aku mulai sekarang.
Akan kugunakan bimbingan kalian
sebagai motivasi untuk tumbuh dan menjadi ketua OSIS yang kalian tunggu.
Terima kasih sudah mendengarkan.
Kerja bagus.
Itu bagus sekali.
Benarkah?
Ya, kau sangat keren.
Aku sedikit mengatasi rintangan mentalku.
Berikutnya,
Masachika Kuze akan berpidato.
Berjuanglah.
Serahkan padaku.
Kalau begitu,
aku akan mengunci kemenangan kita.
Halo, Semuanya.
Aku petugas urusan umum, Masachika Kuze.
Selain itu,
Wakil Bayangan yang membantu Ketua Yuki Suou
juga aku.
Aneh?
Hei, itu tak sesuai harapanku.
Baiklah.
Aku yakin banyak dari kalian tahu
aku pernah menjadi wakil ketua.
Saat ini,
kalian pasti bertanya-tanya,
"Apa?
Kenapa kau tak mencalonkan dengan Suou?
Apa ini selingkuh? Ini perselingkuhan, 'kan?"
Aku ingin mengatakan satu hal.
Aku sudah mencampakkan Yuki,
jadi, ini bukan perselingkuhan!
Kau yang terburuk!
Kau terlalu cepat melupakannya.
Lalu kenapa aku mencampakkan Yuki
dan mendukung Alya?
Semuanya,
menurut kalian orang seperti apa yang harus menjadi ketua OSIS?
Orang yang pandai bekerja dan bertanggung jawab?
Atau orang yang kuat mental?
Kurasa bukan keduanya.
Orang yang cocok menjadi ketua haruslah
seseorang yang bisa menarik perhatian orang.
Semuanya,
saat mendengar pidato Alya,
bagaimana menurut kalian?
Menurutku dia sangat ceroboh.
Tapi sekaligus,
aku merasa pidatonya sangat tulus dan jujur.
Alya adalah orang yang jujur.
Saat kusarankan berpidato dalam bahasa Rusia,
dia menerimanya.
Alasan aku tak mendukung Yuki
dan malah mendukung Alya
karena aku tertarik pada sifat ini.
Makanya aku ingin mendukungnya.
Kuharap kalian juga
bisa mendukung Alya.
Meski begitu,
kurasa pendapatku saja
tidak bisa dipercaya, bukan?
Karena itu, ada yang ingin kubagi dengan kalian.
Jika Alya terpilih sebagai ketua OSIS,
Sayaka Taniyama dan Nonoa Miyamae
akan masuk tim kami sebagai eksekutif OSIS.
Apa?
Bisakah kalian memercayainya?
Pesaing kami di rapat umum
bersedia bekerja sama di OSIS baru.
Apa? Tidak mungkin.
Hei, lihat itu.
Sungguh?
Sekian pidatoku.
Demi menciptakan OSIS yang belum pernah ada sebelumnya,
aku dengan tulus meminta dukungan kalian.
Alya.
Kau mendapat tepuk tangan ini dengan kekuatanmu.
Kita impas sekarang.
Ya, terima kasih.
Kau penyelamat.
Hanya kali ini saja aku membantu pemilihanmu.
Aku tahu.
Demi mendapatkan dukunganmu,
aku akan berjuang.
Aku menantikannya.
Kalau begitu, berjuanglah.
Jika Alisha menjadi ketua OSIS,
aku akan datang dan membantu.
Alisha?
Inilah alasanku mencalonkan diri sebagai ketua OSIS.
Mulai kini, aku tidak akan menyerah pada tekadmu.
Mereka mengalahkan kita.
Maafkan aku.
- Andai pidatoku lebih baik. - Antar para murid keluar.
- Bukan salahmu, Ayano. - Mulai dari anak baru.
- Aku terlalu perhitungan. - Ya.
Makanya aku salah menilai.
Omong-omong,
aku akan mengaku kalah kali ini.
Tapi hanya kali ini.
Nona Yuki.
Auramu yang kuat ini luar biasa.
Aku tak bermaksud memancarkan aura itu.
Akan lebih keren
jika aku juga bisa mencapai tujuan ini.
Benar.
NOMOR 33, MASACHIKA KUZE
Hasil yang mengecewakan.
Kurasa orang genius seperti aku
punya batasan.
Kau dengar ucapanmu?
Jadi, kau menyesali hasilnya?
Tidak!
Bagus. Kalau begitu, ayo pulang.
Banyak yang terjadi hari ini.
Aku agak lelah.
Ya, kau benar.
Hei, Alya.
Ya?
Tidak, itu...
Bagaimana taruhannya?
Bukankah aku berutang padamu jika tak mencapainya?
Akan kupikirkan dengan serius.
Tunggu.
Bukankah kau bilang sudah memikirkannya?
Kau bahkan bicara bahasa Rusia.
Itu
hanya komentar biasa.
Apa itu?
Aku yakin kau akan...
Begitu rupanya,
dia tidak pernah berpikir akan menang?
Coba kupikirkan, apa tadi?
Kurasa itu tentang namaku.
Alya.
Itu...
Kita sudah berpidato di depan seluruh sekolah
dan secara resmi diakui sebagai pasangan dalam pemilihan ketua.
Saat ini,
untuk menunjukkan kedekatan kita,
bagaimana kalau saling memanggil dengan nama depan?
Itu ide bagus.
Apa? Begitukah?
Kurasa begitu...
Kalau begitu...
Masachika...
Omong-omong,
rasanya menyenangkan.
Benarkah begitu?
Kalau begitu, mulai kini,
kau kupanggil begitu.
Baiklah.
Benar juga!
Kita harus ganti sepatu.
Kau benar.
Alya.
Begini...
Sebentar lagi liburan musim panas,
tapi kita masih harus bersiap untuk pemilihan, 'kan?
Aku yakin Yuki dan Ayano akan selalu bersama.
Jadi,
selama liburan musim panas,
bagaimana kalau kita juga sering bertemu?
Masachika.
Lihat ke depan.
Dengan senang hati.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.