Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Para hadirin,
kami ingin menyambut kalian ke atas kapal.
Kita akan segera lepas landas.
Tolong matikan semua perangkat elektronik kita.
Kencangkan sabuk pengaman.
Luruskan posisi kursimu, dan kembalikan meja ke posisi awal.
Kapten, kita siap untuk lepas landas.
Hai. Hai. Hai. Selamat pagi.
Halo.
Semuanya, tolong pakai masker oksigennya dan bernafas seperti biasa.
Apa-apaan..
Jangan khawatir.
Semua akan baik-baik saja.
Hanya bercanda, kita akan mati!
- Pesawatnya akan jatuh! - Astaga!
Astaga! Astaga!
Aku tak ingin mati.
Semuanya, bersiap untuk benturan.
[MUSIK]
Sampai jumpa.
- Sampai jumpa besok. - Sampai jumpa.
- Pleng! - Hei!
- Hai. - Hai, Kaya.
Aku lulus dalam wawancara di perusahaanku.
- Aku akan bekerja di mall! - Wow, senang mendengarnya. Selamat.
Itu karenamu.
Terima kasih. Terima kasih, Pleng.
Oke, oke, cukup.
Sebenarnya, aku butuh bantuanmu.
Aku ingin putus dengan pacar Thailanku.
Oke, lalu?
Dia tak bisa bicara bahasa Inggris, dan aku tak bisa bicara bahasa Thailad.
Kalian tidak bisa saling berbincang, dan bagaimana kalian bisa bersama?
kau tahu, S-E-K-S. Itu semua tentang seks.
Karena, seks adalah kehidupanku.
Wow...
Oh, ya.
Oh, ya. Oh, ya. Ah... Ah...
- Oke, oke. Cukup. Aku mengerti. - Terima kasih, Pleng.
- Untuk apa? - Karena setuju membantuku putus dengan dia.
Oh, tidak. Aku tak mengatakan aku mau.
Tapi...
Aku membawakanmu, tas Louis Vuitton untukmu.
Oh, ya. Putus dengan pria sangatlah mudah. Jangan khawatir.
Terima kasih.
Apa...
Ada disini.
Ini warna kesukaanku.
- Oh, tolong kopi mocha asli. - Segera.
Oh, kau tak apa?
Hei.
Kau tak punya mata?
Jaga gerakanmu. Dunia ini sangat sempit.
Apa kau Yim? Pacar Kaya?
Ada sesuatu yang ingin Kaya katakan padamu.
Kita mulai.
Kau tak apa?
- Hai, Yim. - Hai, Yim.
- Maaf aku tak memberitahumu tentang... - Maaf aku tak memberitahumu tentang...
wawancara yang sangat panjang.
- Aku cinta padamu. Tapi kita sebaiknya jadi teman - Aku cinta padamu. Tapi kita sebaiknya jadi teman
- Aku suka hari-hari kita. - Aku suka hari-hari kita.
Budayanya.
Sikapmu.
Agamamu.
Aku hanya beberapa musim disini.
Ini akan menjadi kenangan yang baik. Kenangan yang sangat baik.
Aku tak mengerti.
Bisa kau mengulanginya lagi?
Uh, tak masalah. Aku bisa mengulanginya untukmu.
Kita mulai.
- Yim, maaf aku tidak bilang padamu... - Tak bilang apa?
- Ini omong kosong. - Jangan marah, ini permintaan Kaya.
Kau yakin? Apa itu benar-benar suaranya?
Ya.
Kau pembohong.
Jangan main-main denganku.
Apa yang kalian lihat?
- Jangan lihat kesana. - Orang itu gila.
Apa itu bom?
Hei...
Hei...
Itu bukan bom. Jaga mulutmu.
- Hey, apa itu? - Ini sup ayam.
Sup ayam?
- Ini daging ayamnya. - Sial.
- Dia gila atau apa? - Kau kenal orang itu?
Oh, aku tak kenal dia.
- Brengsek sekali. - Jadi kau kenal dia?
Aku tak kenal dia.
- Dia gila atau apa? - Jadi kau putus dengannya.
Bukan urusanmu.
Oh, Tuhan. Tolong aku.
Tidak...
Hei, apa yang kau inginkan?
Jangan mendekat.
Aku akan memukulmu.
Aku masih punya satu lagi.
Siapa kau?
Kenapa kau campur tangan dalam urusanku dengan Kaya?
Aku akan mengajarimu.
Kau bajingan. Tak heran Kaya ingin putus denganmu.
Hei!
Kau beritahu dia, aku tak ingin putus dengannya.
Aku hanya melakukan apa yang ia minta padaku.
Aku tak peduli. Aku ingin kau mengajari aku bahasa Inggris.
Kau menginginkan uang?
Dengar, aku akan membayarmu jika kau mengajarku bahasa Inggris.
- Ajari aku? - Ya, aku akan mengajarimu.
- Kau yakin? - Ya.
Ini biaya lesku.
Dengar, aku ingin kau membuatku bisa berbicara bahasa Inggris.
Jika tidak...
Kau mungkin tak ingin mendengarnya.
Pembayarannya sangat rendah.
Kau belum tidur?
Pergilah tidur.
Aku benar-benar hancur hari ini. Kalah judi, tidak punya uang, dan mereka menghina aku.
Hei, mereka bahkan mentato aku.
Lihat itu.
Masih ada lagi.
Ini hidup yang keras.
Apa yang kau lihat?
Sora Aoi.
Sora Aoi.
Hei, ayo berkelahi denganku.
Kita akan memperebutkan pacarmu.
- Kau mabuk. Tidurlah. - Aku tidak mabuk.
Kaya, Kaya, Kaya, Kaya, Kaya, Kaya, Kaya...
Kaya, ini sangat sakit.
Ini sangat sakit.
Aku butuh pacar.
Oke, mari mulai.
Sekarang kau akan mengambil pelajaran berbicara.
Jadi, kau harus bicara bahasa Inggris sebanyak mungkin.
Aku perlu perhatian penuh dan partisipasimu.
Jika kau punya pertanyaan, tanyakan saja. Jangan malu. Kau mengerti?
Kau mengerti?
Kau mengerti?
Kenapa kau berdiri?
Maksudmu berdiri?
Hei, apa maksudmu?
Aku akan pegi membeli kopi. Kau mau?
Tidak, terima kasih.
Dia benar-benar bodoh.
[MUSIK]
- E. - E.
- F. - F.
F. Seperti ular.
- Ayo cobalah. F. - F.
F.
Fss...
- G. - G.
- H. - H.
- H.. - F.
Seperti kau akan bersin. Buka multmu.
Hacho...
Kenapa kau sangat bodoh? H. Shuu... Pergi kucing, shu.. shu...
- Shu... Shu... - Bukan seperti itu.
Shu... Shu... Mari coba.
Hacho.
- Salah. - Ini hari pertamaku. Apa yang kau harapkan?
- X. - Telur.
- Y. - Y.
- Z. - Apa itu?
X, Y, Z!
- Hei, kawan. - Ya.
- X, Y, lalu? - Zet.
Nah, dengar?
Apa ini?
Ini gelas plastik.
Dan, apa ini?
- Itu sedotan. - Ini sedotan.
Apa kau bahkan bersekolah?
Apa itu?
Disana.
- Itu wanita. - Salah.
Ah, tali sepatu.
Salah lagi.
- Lalu, apa itu? - Itu mangga.
Mangga? Dimana mangganya?
Oh, mangganya digantung disana.
Kau butuh tumpangan?
Tidak. Aku tak pernah mengendarai motor. Aku takut dengan motor.
Ngomong-ngomong, terima kasih.
Kenapa kau tak lepaskan saja bajumu?
Mesum.
Jangan pernah pikirkan itu.
- Itu untukku? - Mmm.
Kenapa kau tak mencobanya? Mungkin benda itu akan membuatmu lebih cantik.
Aku harap kau berhasil. Tak sabar melihat wajahmu saat kau mengetahui yang sebenarnya.
Bahwa kau hanyalah mainan seks.
Hati-hati. Tempat parkir ini berhantu.
Pidato Satu Menit.
- Boleh aku mengambilnya? - Ya.
Tahi lalat.
Kau akan berbicara tentang tahi lalat.
- Boleh aku membicarakan tentangmu? - Ya, tentu saja.
Baiklah.
Kau mulai.
Uh, tahi lalat.
Tahi lalat adalah takdir dalam aksi
Tahi lalat adalah keajaiban kecil dari takdir.
Karena, tak ada yang dapat memperkirakan dimana dan kapan tahi lalat akan muncul.
Atau bahkan akhirnya berakhir di tubuh mereka.
Tahi lalat muncul secara acak.
Tapi... Tapi jika tahi lalat benar-benar acak, lalu bagaimana dua orang, sepenuhnya roang asing.
Memiliki tahi lalat di tempat yang sama.
Mungkin itu takdir.
Kau lihat, tahi lalat dan takdir tidak berbeda.
Jika kau menunggu untuk bertemu orang yang memiliki tahi lalat di tempat yang sama..
Itu hampir tidak mungkin.
Karena itu...
Kita harus menulis sendiri takdir kita.
Oh, apa yang salah disini?
Hei, sampai kapan kau akan melihat papan itu?
Kaya.
Apa? Itu artinya kelas perbincangan untuk bisnis.
- Aku senang untuk itu. - Apa?
- Aku jatuh cinta. - Itu sangat manis.
Kua jatuh cinta dengan muridmu?
Jangan katakan pada siapapun, atau aku akan membunuhmu.
Hei, sampai jumpa, DeeDee yang manis.
Aneh.
Kau ingin makan apa?
Aku ingin makan Mama.
- Apa itu Mama? - Oh, Mama adalah makanan Thailand.
Tak ada yang akan tahu Mama jika bukan dari Thailand.
Jadi apa yang kau ingin aku katakan?
Jam berapa kau pegi tidur?
- Uh... Yah... - Ayolah, itu pertanyaan yang mudah.
Jam berapa kau pergi tidur? Malam, tengah malam, kau bisa mengatakan sesuatu.
Tengah malam adalah saat pembunuh menusukmu.
Kau sangat lucu.
Apa yang kau lakukan saat senggang?
Uh, aku suka bermain kartu.
Gunakan bahasa Inggris. Aku suka bermain kartu.
Aku suka mendengarkan musik, dan bagaimana denganmu?
Apa yang harus aku katakan?
Jelaskan tentang dirimu.
- Wow. - Wow.
- Biar aku lihat. - Hey, hey, hey.
Wow, itu sangat cantik.
- Wow, itu indah. - Indah.
Ada apa?
- Kau mau kemana? - Wow, sangat seksi.
- Oh. - Kemari.
- Kenapa kau memukul dia? - Dia mengambil fotomu.
- Tidak, aku tidak. Tidak, aku tidak. - Ya, kau mengambilnya.
- Mari lihat apa kau bohong atau tidak. - Oi, apa yang kau lakukan? Oi!
- Katakan yang sebenarnya. - Aku tak melakukan apa-apa.
- Kau tak melakukan apa-apa? - Kau tak melakukan apa-apa.
- Kau yakin? - Ya, aku yakin.
Berikan dia ponselmu.
- Lakukan apa yang aku katakan. - Oi!
- Cepat. - Oi!
Lepaskan aku.
Terkunci.
- Kata sandi. Kata sandi. - Oh...
Oi! 6644.
Kau bilang apa? Kau tak melakukan apa-apa?
- Aku tak akan pernah melakukan itu lagi. Janji. - Kau janji?
Kau sudah menghapusnya?
Ada lagi?
Pergi dari sini!
- Minta maaf padanya. - Maafkan aku. Ampuni aku.
Oke, jika aku melihatmu laig. Aku akan memotong penismu.
- Hei! - Apa-apaan? Apa yang kau lakukan?
Oi! Lepaskan aku!
Kau salah mengucapkannya, itu harusnya ''Passoword'' bukan ''Patword''.
Hei.
Apa-apaan?
Bajingan!
Menjijikan!
Berikan aku tisu.
- Aku tak punya. - Gunakan itu.
- Ini disebut sapu tangan. Bukan tisu. - Hei.
Ini sangatjorok.
Aku masih mencium sesuatu.
Sial!
Oh, sial!
- Ada lagi yang tersisa? - Itu bersih.
Kenapa kau masih disini?
Apa kabar, kawan?
Apa kabar?
Apa itu?
Uh, Lumba-lumba senang.
Ah, Happy apa?
Uh, lumba-lumba senang.
Kau mengejanya, seekor lumba-lumba yang senang.
Sini, letakkan.
Mari lihat buku lain.
Cinderella. Putri tidur.
Aku sudah tahu itu. Aku lebih suka lumba-lumba.
Permisi. Kau berbicara bahasa Inggris? Kau bisa?
Kau bisa?
Oh, sempurna. Hei... Bagus.
Aku mencari restoran ini, kau tahu itu? Kau pernah kesana sebelumnya?
Aku dengar itu sangat bagus.
- Bicara padanya. - Kau yang bicara padanya.
Apa itu jauh, itu tidak masalah. Aku bisa naik taksi. Tidak masalah sama sekali.
Apa yang harus aku katakan padanya?
Oh, beritahu saja untuk menanyakan pada orang lain.
[MENGGUNAKAN BAHASA THAILAND] Tanya saja pada orang lain.
Kai? I don't understand, what ''Kai''?
Beritahu dia dengan menggunakan isyarat.
[MENGGUNAKAN BAHASA THAILAND] Tanyalah pada orang lain saja.
[MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS] Jauh? Seberapa jauh? Seberapa jauh? Seberapa jauh menurut mu?
Hei, bagaimana?
Dia adalah temannya.
Aku rasa tempat itu masih jauh.
Itu tempat yang sulit di temukan, aku ada peta di sini..
- Berilah tanda di peta ini. - Dia memiliki sebuah peta.
Tolong beri tandanya di peta ini.
- Iya, iya, iya. - Beri tanda di peta ini.
Aku tidak tahu.
- Iya? Kau tahu? - Beri saja tanda areanya, tidak masalah.
- Kau tahu tempatnya di mana, bukan? - Aku tidak tahu apa yang kalian katakan.
Iya, ini, yang ini?
- Aku tidak tahu. - Hai, kawan..
Sebaiknya aku pergi saja.
- Hei, tunggu. - Ada apa?
Gym,
Kau harus banyak belajar bahasa Inggris, agar tidak terjadi kejadian seperti itu lagi.
- Apa yang sedang kau lakukan? - Hmm?
Apa yang sedang kau lakukan?
Aku ingin membawa sisanya ke rumah.
Kau sudah selesai memakannya? Aku akan mengambilnya.
Kenapa kau tidak membeli saja?
Aku tidak ingin menyisakan makanan.
- Kau benar benar ingin memakannya? - Aku akan memakannya.
Aku akan memakannya, lalu aku akan tidur.
Lalu bagaimana jika kau masih lapar?
Aku akan tetap tidur.
- Jika lapar, apakah kau bisa tidur? - Jika tidak bisa tidur..
Aku akan memaksakan diri untuk tetap tidur.
Tidak terasa sekarang sudah larut malam.
Benar. Waktu memang tidak terasa jika kita memiliki kegiatan.
Sudah, berhenti.. Berhenti di sini saja.
- Kita sudah sampai. Hmm. - Di sini tempat tinggal mu?
(Apakah kau sudah tidur?)
Apa kau tidak mau turun?
Siapa itu?
- Bukan urusan mu. - Oh..
Kau tidak perlu merasa malu pada ku. Jika dia kekasih mu katakan saja pada ku.
Dia adalah teman ku.
- Apakah benar dia kekasih mu? - Iya.
Hmmm...
Kau tidak harus perlu berbohong jika itu hanya teman mu saja.
Iya, dia memang benar benar kekasih ku. Lagi pula itu tidak ada urusannya dengan mu.
Apakah kau yang lebih dulu merayunya, sehingga dia suka pada mu?
Sampai jumpa lagi.
(Aku sangat rindu pada mu)
Dia tidak membalasnya.
(Apakah kau sudah tidur?)
Masih tidak membalas.
(Aku akan menghubungi mu sekarang)
Oh.. (Di baca)
Tidak.
Oh..
- Halo? - Aku benar benar mengantuk, kita lanjutkan besok saja..
- Tapi kau benar benar rindu pada ku, kan? - Iya.
- Dan kau sebenarnya masih belum tidur, bukan? - Iya.
Tidak apa apa, aku tahu kau sedang merindukan ku.
(Selamat malam)
Oh, dia tampan sekali.
Aku cinta pada mu.
Kau sudah bangun?
Ada apa lagi ini sebenarnya?
Aku tidak mau ikut campur.
Ada kiriman paket untuk mu.
Bukalah sekarang.
Aku akan membawakan mangkok kotor mu ke dapur.
Biarkan dia sendiri yang membawanya!
Jangan pernah membantunya.
Biarkan dia mengurus sendiri urusannya.
Aku tidak meminta bantuannya.
Biarkan dia sendiri.
(Dari Amerika Serikat)
Jika ada seorang wanita yang mengembalikan cincin, itu bearti dia menolaknya.
Kenapa kau di kirimi paket cincin? Ceritakanlah pada kami, apakah kau di tolak seorang wanita?
Itu sudah pasti.
Dia telah di tolak oleh seorang wanita.
Hei, itu sama sekali bukan urusan mu.
Kenapa kau marah pada ku?
Urus saja urusan mu sendiri.
- Tidak masalah. - Jangan perdulikan aku.
Baiklah!
Keluarlah dari dalam baju ku..
Ohh..
Keluarlah. Ayo, keluarlah. Ayo..
Ayolah.. Ayolah..
- Cecak itu masuk perangkap ku. - Cecak itu belum mati.
Hentikan! Kau jangan membunuh cicak itu.
Kali ini dia tidak akan lolos.
Kali ini pasti mati.
Itu sangat menjijikan sekali.
Cecak itu telah masuk perangkap ku.
Cincin ini..
- Pakailah. - Apa?
Ayolah.
Cincin ini.. Adalah ungkapan cinta ku pada mu. Aku ingin kau memakainya selamanya.
Apakah kau melamar ku?
Apakah ini lelucon?
Bukan, bukan seperti itu, itu adalah ungkapan cinta ku pada mu.
Tapi.. Aku..
Aku mencintai mu.
Aku tidak bisa menerima kembali cincin ini.
- Kau ingin mengembalikannya? - Iya.
- Apakah kau yakin? - Hmm.
- Kembalikan saja. - Baiklah.
Ohh..
Aku pulang dulu.
Bagaimana kau berhubungan dengannya?
Kau tahu ada banyak cara, facebook, tweeter dan banyak lagi.
Kenapa kau sepertinya tidak berterus terang pada ku?
Sampai jumpa lagi.
Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku? Bagaimana kau berhubungan dengannya?
- Bukalah dulu pintunnya. - Tidak, aku tidak ingin membukanya.
Tubuhnya seksi sekali.
Sampaikan ini padanya.
Bagaimana aku bisa menyampai kan itu, jangan membuat posisi ku terpojok.
(Aku telah menjadi seorang bajingan pada semua teman wanita ku, tapi aku ingin menjadi orang baik bagi mu)
(Aku telah menjadi seorang bajingan pada semua teman wanita ku, tapi aku ingin menjadi orang baik bagi mu)
- Halo, teman ku Pleng. - Hai, Kaya.
Hari ini aku bersama Gym, dan dia memiliki sebuah pesan untuk mu.
Kau ingin mendengar pesannya?
(Aku telah menjadi seorang bajingan pada semua teman wanita ku, tapi aku ingin menjadi orang baik bagi mu)
Aku kembalikan cincin mu. Walaupun kau ingin putus dengan ku, aku tidak ingin putus dengan mu.
Apa? Apakah dia akan datang ke sini?
Jangan katakan pada ku, dia akan mengikuti wawancara itu untuk bisa datang ke sini.
Iya.
Dan kau akan mengajari dia bahasa Inggris, kan?
Iya.
Tidak, kau tidak harus melakukan itu.
Dia..
Tapi dia telah belajar dengan sangat keras, kau tahu.
Oh.. Lucu sekali.
Apakah bulunya emas atau pirang? Oh, anjing kecil, kemarilah..
Hai. Aku Owen.
- Hai.. Aku Pleng. - Dha.
Aku.. maafkan aku.
Aku mempekerjakan mu untuk putus dengannya, tapi kau membuatnya datang untuk bertemu dengan ku.
Bagaimana kau bisa melakukan itu?
# Aku cinta pada mu dengan segenap hati ku
# Aku tidak akan melepaskan mu dari dekapan ku
# Aku cinta pada mu dengan segenap hati ku
# Aku tidak akan melepaskan mu dari dekapan ku
# Jangan tinggalkan aku..
- Kau telah mengatakan padanya, bukan? - Iya.
Kau sudah mengatakan padanya?
Iya, aku sudah mengatakan padanya.
Apakah kau membawa kertas dan pulpen?
- Kau akan mengajari ku, kan? - Hmm.
Pola bahasa dimulai dari bentuk sekarang, dan pola kalimat bentuk masa depan..
Pola bahasa bentuk waktu ini, susunannya adalah subyek di tambah bentuk kata kerja 1..
Tunggu, tunggu dulu.. Jangan terlalu cepat.
Kau harus menguasai bentuk pola bahasa agar bisa berbicara dengannya.
- Oh, apakah kau benar benar akan mengajari ku? - Tentu saja, aku akan mengajari mu.
Tapi..
Apakah.. Kau yakin akan pergi ke sana?
Tentu saja aku akan pergi ke sana.
Hmm.
Ini.. Aku kembalikan uang mu.
Aku benar benar minta maaf.
Hei, hei, hei.. Tidak, jangan!
(Cinderella)
Pada zaman dahulu kala,
Pada zaman dahulu kala,
Tinggal seorang gadis muda bernama Cinderella.
Aku sudah siap.
Aku ingin kau datang sekarang.
Di mana tempatnya?
Eh.. Di tempat hotel milikku, Hyatt.
- Aku akan sampai 30 menit lagi. - Baiklah.
- Kau sudah di sana? - Iya.
Aku merindukan mu.
Aku juga.
Suatu hari istana mengkhawatirkan tentang pangeran yang ingin memiliki ratunya.
Cinderella turun dari kereta kuda dan menyadari bahwa dia berdiri diantara gadis gadis cantik di dalam istana itu.
Benar benar tempat orang kaya.
ketika acara itu dimulai,
Pangeran itu langsung melihat Cinderella.
Dia mendekatinya dan memintanya untuk berdansa.
Pakailah sapu tangan ku.
Kenapa?
Cinderella berdansa dengan pangeran, lagu demi lagu.
Kau terlihat sangat cantik.
Mereka berdua terlihat senang berbicang bincang.
Ini adalah mobil koleksi ku.
Ini adalah warisan keluarga ku.
Kau tunggu sebentar di sini.
Aku datang.
Dan tepat pada tengah malam,
Sebelum mantra itu hilang,
Cinderella dengan sedih mengucapkan selamat tinggal pada pangeran itu.
Sudah larut malam, aku harus pulang.
Dalam tergesa gesa, dia meninggalkan satu dari sepatunya.
Pangeran benar benarjatuh cinta padanya, dia mengundang semua gadis ke istana untuk mencocokkan ukuran sepatu itu untuk bertemu Cinderella.
Ini milik siapa?
Tunggu dulu.
Tidak dalam waktu lama, pangeran itu akhirnya bersatu dengan Cinderela lagi.
- Kau meninggalkan ponsel mu. - Terima kasih.
Kau begitu pria yang sangat baik hati.
Aku ingin segera berjumpa lagi dengan mu, aku harap kita bisa segera berjumpa kembali.
(Untuk mu) (Kau telah menerima sebuah hadiah)
(Pengajar bahasa Inggris Pleng)
(Apakah kau mau menghabiskan sisa hidup mu dengan ku?)
(Iya)
Dan mereka hidup bahagia selamanya.
Cerita tamat.
(Aku tidak sabar ingin berjumpa dengan mu lagi)
Perhatian
Bagaimana mengucapkannya.
Cau.. cuation. Caution, coation.
Ada apa?
Kenapa dengan dia? Dia terlihat gelisah.
Hei, jangan sampai membuat dia kesal. Suasana hatinya sedang tidak baik.
Aku mengerti.
Apa yang harus kita lakukan?
Dengar, kita harus menghiburnya agar dia merasa senang.
Tapi, bagaimana cara kita membuat agar dia terhibur?
Aku ada sebuah ide
Gym, kau terlihat lelah sekali..
Aku membawakan segelas air untuk mu.
Silahkan.
Maafkan aku, aku tidak tahu bahasa jepang, yang aku tahu cuma kata ''Hai''
Ada apa dengan dia hari ini?
Dia benar benar sedang marah, kita sebaiknya jangan membuatnya kesal.
Biar aku cabut dulu pulpen ini.
Panggilan pada Gym, ada tamu menunggu mu di ruang loby.
Bacakan kalimat ini untuk ku.
Bacakanlah untuk ku.
Hentikan itu.
Aku ingin minta maaf.
- Untuk apa? - Karena telah membuat mu kecewa.
Aku hanya ingin membantu mu.
Jika kau ingin membantu ku, kau harus mengajari ku bahasa Inggris.
Baiklah.
Aku akan mulai mengajari mu bahasa Inggris.
Aku akan berusaha membuat mu agar bisa pergi kesana untuk menemuinya.
Benarkah?
Tentu saja.
Kau pasti bisa.
Mari kita lakukan itu.
Melakukan apa?
Belajar bahasa Inggris.
- Hei, apakah kau ada ide lagi? - Aku takut kita akan gagal lagi.
Aku tidak ingin jadi sasaran kemarahannya.
Kenalkan dia adalah Pleng.
Silahkan berdirilah
Selamat malam, guru.
Bagaimana kabar kalian?
Aku baik baik saja, terima kasih. Dan bagaimana kabar mu?
Aku baik baik saja. Dan aku senang bertemu dengan kalian semua.
Biar aku terjemahkan, aku senang bertemu dengan kalian.
Apakah ini adalah orang orang dari departemen mu?
Apakah ini adalah orang orang dari departemen mu?
Bagus sekali.
Oke, mari kita mulai wawancaranya.
Oke, mari kita mulai wawancaranya.
Hmm, kau memiliki kemajuan.
Kita harus memikirkan kira kira pertanyaan apa yang akan di ajukan.
Itulah sebabnya kita berkumpul untuk mendiskusikannya.
Mulai!
Aku tahu kau ingin lulus dalam wawancara ini agar bisa bertemu dengan wanita itu, iya kan?
Itu sama sekali bukan urusan mu.
Hei, jangan main main lagi.
Kira kira apa yang akan di tanyakan pada wawancara nanti padanya.
Dia akan di tanyakan tentang sesuatu yang mendetail, detail, detail..
Hei, hentikan, itu tidak akan ditanyakan.
Aku rasa hal yang dia maksudkan dengan detail, detail, detail adalah pekerjaan.
- Oke, apakah ada yang lainnya? - Aku tidak tahu, aku mulai akan memikirkannya.
- Apa lagi? - Aku rasa dia akan di tanyakan,
Bagaimana dengan kemampuan bahasa Inggrisnya.
Benar, tapi aku ingin kau menjentikkan kumis mu terlebih dahulu.
Aku bisa menjentikan bulu yang di bawah ini.
Kau juga akan di pertanyaan kemampuan bekerja di sana.
Tidak masalah, aku sudah menguasai semua itu.
Bagus sekali, aku yakin kau pasti akan lulus wawancara itu.
Hei, kenapa kau begitu senang, itu bukan urusan mu.
Waw,
Dia lincah sekali menari.
Hei, kenapa kau tidak berdansa dengan mereka?
Aku tidak bisa menari seperti itu.
Dengar, dia akan memulai mengajari kita.
Benar. Kita akan mulai dari huruf A sampai Z.
Ucapkan itu dengan benar.
Aku rasa, kita akan melakukannya dalam permainan.
Hei, itu benar, dia berkata ide yang bagus.
Aku akan mengambilnya.
Kita akan memulai permainan kata kata.
Jika tidak bisa akan mendapatkan pukulan.
Mulai.
- X - A
- T - M
Kau pikir aku tidak bisa?
J.
Y.
- P. - Itu tidak termasuk.
D!
W.
Ayolah, ayo, kau dapat melakukannya.
A.
- Ayolah... - Q!
- K. - Apa itu? K?
Apa? Apakah itu tidak apa-apa?
Aku tahu! Seperti mulutku, seperti mulutku...
Itu tidak benar, itu curang.
- Apa yang kau katakan? - Kau merusaknya.
Kau kalah...
Tidak, tidak, tidak... X!
- Kau salah! - Apa?
- Aku menang. - Para hadirin...
inilah acara malam ini!
- Aduh, itu sakit... - Apa itu sakit?
Kenapa kau menusuknya begitu dalam?
Apa kau sudah siap?
1, 2, 3...
Hati-hati...
Kenapa tidak meledak?
Sudah dimulai!
- Jangan arahkan kesini! - Apa?
Arahkan kesana, itu berbahaya!
Itu sangat hebat.
Aduh.
- Sial. - Bokongnya terbakar.
Bokong malangku terbakar.
- Bokong yang kau miliki besar sekali. - Itu terbang seperti roket.
Itu begitu mengagumkan!
Oh...
Oh...
Apa? Kenapa kau jongkok disana?
- Aku tidak tahan. - Sangat menyenangkan, bukan?
Hei, kenapa kau menulisnya seperti ini?
Perhatikan matamu, jangan memandangiku.
Apa yang kau lakukan?
- Aku menulisnya disini. - Kau menulis disana?
- Kenapa tidak menulisnya didalam buku? - Ini lebih mudah untuk dibawa denganku.
Aku suka sesuatu yang sederhana.
Yah, kurasa tidak ada lagi yang bisa kuajarkan padamu.
Masih banyak lagi yang harus kupelajari.
Aku ingin belajar paling tata bahasa yang paling sulit.
Masih begitu banyak kata-kata yang tidak bisa kukatakan atau mengerti.
Hei!
- Apa yang kau lakukan? - Aku disini.
- Dasar wanita kurang ajar! - Hei, aku ada disini.
Disini, disini...
Disini...
- Dimana kau? - Aku disini.
Jalanan begitu ramai di malam hari.
Ya.
Ayolah...
- Apa kita akan pulang? - Kukira begitu.
- Apa kau tahu jalan pulang? - Kukira begitu, aku sedang berusaha mengingat.
Berhenti disana.
- Ayo kita pergi. - Mau kau bawa kemana aku?
Kita akan menyeberang jalan.
Hei, tunggu aku!
Oh, sial!
Kenapa kau tertawa?
Lihatlah sendiri.
Sial, mataku seperti mata kucing.
Jangan menggodaku.
''Mulut pipa. ''
''Pada kecepatan stabil ukuran mulut pipa apa yang harus kita gunakan?''
''Kamus Teknik. ''
''Apakah ukuran mulut pipa tergantung pada kecepatan?''
Ini lebih mudah untuk dibawa denganku. Aku suka sesuatu yang sederhana.
''Ini memempermudah segalanya sehingga lebih mudah digunakan. ''
Aku ingin mempelajari tata bahasa yang paling sulit.
''Apa yang membuatnya bekerja, dengan cara yang terbaik. ''
Sudah lama sejak aku berlayar dengan kapal.
Apa kau menyukainya?
Aku membutuhkannya untuk menenangkan pikiranku...
- Aku mengerti. - Aku selalu datang kesini untuk menenangkan pikiranku.
Ini adalah salah satu tempat favoritku.
- Sejak kapan kau belajar untuk berlayar? - Aku belajar dari ayahku.
Apa kau mau belajar?
Apa kau perlu bantuan?
Biarkan aku membantumu...
Sial! Ini sangat menyakitkan.
Aku sangat senang berada disini bersama denganmu.
Kau membuatku malu.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan.
- Ini sesuatu yang sangat penting. - Penting?
''Kisah Cinta Sejati. ''
# Aku tidak pernah merasa seperti ini dalam hidupku...
# Setiap kali aku melihat wajahmu...
# Hatiku berdebar begitu cepat...
# Berdebar begitu cepat...
# Hatiku menangis untuk dirimu...
Aku sangat mencintaimu.
Aku tahu itu.
Tapi apa kau tidak ingin menjalaninya dengan perlahan?
Jangan buang-buang waktu.
Tapi kita baru saja mengenal satu sama lain belum begitu lama.
Aku tidak perduli.
Begitukah?
Jadi, apa kau mengatakan kau ingin berhenti begitu saja?
Perhatikan apa yang kukatakan!
- Oh, perhatikan, aku mengerti. - Ya.
Ini seperti ketika aku mengucapkan sumpah.
- Sumpah? Kau bisa mengucapkannya? - Aku mengatakannya.
- Aku sengaja mengatakan itu. - Sengaja?
- Tapi kau mengatakannya, bukan? - Aku mengatakannya dengan benar.
- Oke, sayang. - Aku sangat bersemangat.
Ah, kemarilah sebentar.
Ini untukmu.
Kukira kau akan memberikannya padaku. Untukku!
Aku sangat kecewa!
Biarkan aku mencobanya satu persatu, oke?
Bagus, selanjutnya...
Cobalah yang satu ini.
Biarkan aku membantumu.
Ini cocok sekali.
Ayo kita lihat.
Kukira cukup sulit untuk menemukan ukuranku.
Aku akan menemukannya, bahkan membuatnya untuk dirimu.
Itu hanya hambatan kecil.
Ya.
Kenapa kau bersikeras agar aku memakai sepatumu?
- Tentu saja, apa itu tidak nyaman pada kakimu? - Ya.
- Apa aku bisa menanyakan sesuatu? - Apa?
Ah, kurasa aku mungkin tidak bisa pergi ke pesta denganmu.
- Kenapa? - Karena aku benar-benar tidak bisa menari dan...
aku takut untuk merusak pesta disana.
Kita harus menulis takdir kita sendiri.
Kau akan datang, bukan?
Aku akan datang.
- Apakah kakimu mati rasa? Biar aku melihatnya. - Ya.
Aku akan memijatnya perlahan-lahan. Kau merasa lebih baik?
Apakah posisi pekerjaanmu?
Aku ah, seorang teknisi pemeliharaan.
Hei, kenapa kau memukulku? Apa aku salah?
Bagaimana perasaanmu bekerja dengan orang asing?
- Ada apa dengan dirimu hari ini? - Diam!
Ayolah!
Tunggu sebentar.
Ayolah!
- Apa kau sudah puas? - Belum.
- Apa yang terjadi? - Itu bukan urusanmu.
Dasar wanita aneh.
Apa yang kau lakukan disini?
Aku mampir untuk minum kopi.
Apa-apaan ini?!
- Apa kau mengenalnya? - Jangan biarkan dia melihatku.
- Apakah dia adalah... - Diamlah.
Apa yang kau sembunyikan?
Sebagai seorang teknisi pemeliharaan, aku percaya semuanya bisa diperbaiki...
dan membuatnya berfungsi lagi.
Tidak perduli betapa sulit untuk memperbaikinya, aku akan selalu menemukan jalan.
- Apa? - Ucapkan kalimat terakhir.
Kau akan menyesal jika kau tidak memilihku.
Itu adalah kalimat terakhir yang meyakinkan.
Menurutku aku menjadi sombong dengan mengatakan itu didepan orang-orang.
Tidak, itu normal. Semua orang mengatakannya ketika mereka mempromosikan diri mereka sendiri.
Yah, ayo kita lanjutkan.
Bila tekanan dalam silinder tersebut sangat tinggi, bagaimana kau akan memperbaikinya?
Itu, ah... Itu, ah...
Ah, bagiku berkerja dibawah tekanan sangat menantang.
Kau harus memperbaikinya.
Pelajaran berikutnya...
Bagaimana untuk memperkenalkan keahlianmu. - Bukankah itu sama saja?
Kau harus mengatakan tekanan dengan tata bahasa yang lebih baikE, sehingga dapat dimengerti.
Lihatlah orang yang ada disana.
- Apakah dia sudah pergi? - Kurasa dia akan masuk.
- Kenapa kau begitu takut untuk bertemu dengannya? - Dia selalu menggangguku untuk berkencan.
Jadi kenapa kau tidak menolaknya saja?
Hai.
Lihat apa yang kubawakan untukmu.
Aku khusus membawa balon ini untukmu.
- Ini mewakili cinta sejatiku kepadamu. - Terima kasih banyak.
Lihat, aku juga membawa banyak makanan. Ayo kita masuk ke dalam.
Tunggu, tunggu... Tunggu sebentar, kenapa kau begitu terburu-buru?
Aku lapar, sudah saatnya makan malam.
- Ah... - Ayo kita makan bersama-sama.
Aku tidak lapar...
Kenapa kau lama sekali?
Siapa dia?
Aku rekan kerjanya.
Apa yang kau lakukan?
Ayolah, ayo masuk ke dalam.
Apa aku mengganggu kalian berdua?
Kami sedang berada dalam sebuah percakapan penting.
- Dia... - Apa yang kalian bicarakan?
Kau dapat memberitahuku nanti.
Oke, ayo kita kembali.
Apa yang kau katakan kepadanya? Bagaimana kalau dia bunuh diri?
- Dia tidak akan berani. - Kuharap tidak.
Aku masih ingin tahu, apa yang kau katakan padanya?
Tidak ada, aku hanya mengatakan padanya kau sedang hamil.
Apa? kau mengatakan kepadanya aku hamil?
Kenapa kau mengatakan itu?!
Apa kau sudah gila? Reputasiku akan hancur.
Sampai jumpa.
- Tui, Tui, bagaimana aku bisa kembali? - Naik saja lift ke lantai dasar.
Sampai jumpa.
- Halo, ada apa? - Dimana kau?
Aku ada di kedai kopi.
- Kenapa kau masih berpakaian seperti itu? - Aku akan ganti pakaian nanti.
Jam berapa sekarang? Apa kau tidak tahu pestanya akan segera dimulai?
Jangan khawatir.
- Kau akan memakai itu? - Ya.
Ada apa? Ini adalah kemeja terbaik yang kumiliki.
Hei, jangan bergerak.
Siapa yang mengajarkanmu cara mengikat dasi? Ini berantakan.
Oh, aku minta maaf. Aku sangat menyesal, apa kau baik-baik saja?
Ah, dia baik-baik saja. Jangan khawatir.
Aku sangat menyesal.
Kenapa kau tidak menjawabnya?
Kau bahkan tidak bisa menjawab sebuah kalimat sederhana.
- Aku hanya terkejut itu saja. - Kau terus saja membuat alasan.
Jika kau ingin menguasai sebuah bahasa, kau harus menggunakannya.
Jika perlu, kau harus menggunakannya setiap hari.
Cobalah untuk berbicara hanya dalam bahasa Inggris selama 3 jam dalam sehari.
Oh, kenapa kau tidak menusukku saja dengan pisau?
Itu patut dicoba.
Ayolah, kau bisa melakukannya.
Apa kabar...
Apa kabar... Apa kabar...
Hei!
Hei!
Kenapa...
Siapa kau... Siapa aku?
- Apa orang ini baik-baik saja? - Menurutmu dia mengidap Alzheimers?
Kau baik-baik saja? Kau baik-baik saja?
- Aku seorang teknisi pemeliharaan. - Oh, teknisi pemeliharaan.
- Itu bagus untukmu. - Selamat.
Ya, selamat. Aku berharap kau adalah yang terbaik.
- Semoga beruntung. - Ah, karena...
- Ya. - maaf.
- Oh, karena maaf?. - Sampai jumpa.
- Oke, sampai jumpa. Ya. - Sampai jumpa.
- Semoga beruntung. - Sampai jumpa.
Benar-benar orang yang sombong.
Dia pikir aku tidak bisa berbicara bahasa thai.
Apa kau tidak tahu aku dilahirkan dan dibesarkan disini?
Dasar bodoh.
- Kau datang sendirian? - Ayah.
Ah, ayah, ibu?
Orang tuaku sedang berdiri disana.
- Berdiri...? - Ibuku adalah wanita yang mengenakan gaun biru.
Ibu, gaun biru...
Yang mana?
Waw!
Kenapa kau berteriak? Apa kau takut?
Hebat.
Siapa yang mengajarkanmu itu?
Tidak.
Hei, lihat orang itu disana.
Sial, apa yang sedang dilakukannya sekarang?
Malam ini, aku ingin mengumumkan kepada kalian semua...
- dimulainya pesta ini oleh Nona Pleng. - Terima kasih.
Terima kasih semuanya untuk kehadiran kalian disini malam ini, silahkan menikmati malam ini.
- Terima kasih banyak. - Sama-sama.
Hei, apa kau bosan?
Aku hanya tidak suka keramaian.
- Apa yang terjadi dengan sepatumu? - Ini rusak lagi.
Tolong pegangi untukku.
Terima kasih.
Kami semua di Thailand sangat tertarik pada budaya kalian,
- kami suka dan ingin tahu lebih banyak tentang gerakan elegan itu. - Oke.
- Bagaimana kau bisa melakukan itu? - Seperti ini...
Aku tidak bisa.
Oh, maaf.
Sepatuku rusak.
Tolong beri sambutan hangat untuk tamu kita.
Sepertinya kau menikmati pesta ini juga.
Aku menikmatinya.
- Selamat malam. - Aku akan mencoba untuk menerjemahkan lagumya.
- Benarkah? - Aku serius.
Malam ini...
Hanya ada kita berdua.
Lupakanlah dunia...
Buka matamu...
Jangan khawatir, kau semakin hebat.
Kau?
- Gaun yang indah? - Tepat.
- Apa yang dia nyanyikan, lihat? - Kau hanya perlu melatih pendengaranmu.
- Dia ingin mengantarnya pulang. - Jangan menggodaku!
Dia ingin tahu bagaimana perasaanmu.
- Sungguhan. - Cobalah.
Dan, aku dari jam sekarang sampai selamanya.
- Kau tahu itu semua. - Aku hanya tak tahu padaku.
Biarkan aku mengantarkanmu pulang.
Aku tak tahu itu semua terjadi.
Sebelum pagi, sebelum matahari terbit.
Pergi?
Sebelum aku kembali dalam realitas.
Dan kau...
Sebelum aku kembali dalam realitas dan kau...
Kembali dalam hidupmu.
Beritahu aku kau merasakan nyanyiannya denganmu..
Beritahu aku kau merasakan nyanyiannya denganmu..
Sepatumu.
Kumohon beritahu aku apa yang kau rasakan.
Karena jauh didalam, kutahu ini nyata.
Dan, aku dari jam sekarang sampai selamanya.
Selamat tinggal, terima kasih.
Sayang, terbukalah kepadaku, biarkan aku mengantarkanmu pulang.
Bahkan jika kau tak pernah mencintaiku. Aku jatuh cinta kepadamu malam ini.
Kenapa kau bersedih sekali, ada apa?
Itu bukan urusanmu.
Apa yang harus kubilang?
- Juni. - Ini sulit sekali. Coba kau dengarkan lagi.
Berbicara pada alat ini seperti kau orang gila.
Kau yang gila! Ini adalah alat untuk belajar.
Dasar otak dungu tak berguna.
Kau kasar sekali.
Halo?
Hm, aku mengerti.
Ya, aku akan lakukan.
Aku mau kau mencoba membuatkan aku CV.
- Apakah itu hampir selesai? - Ya.
Posisi sekarang: Teknisi perbaikan. Informasi fisik: 1200, rabun dekat.
Hei...
Apa?
Duduk didepan sana. Jangan bersuara. Oke?
Halo, kepada teman.
Baik, dan kau?
Aku baik sekali. Hari ini adalah hari wawancaranya. Apa dia akan perg?
- Kurasa begitu. - Itu bagus.
Karena aku membutuhkan bantuan darimu.
Aku tahu kau tak bisa menjawab. Itu akan membantunya melewati tes wawancara.
Jadi dia bisa datang menememui aku. - Apa?
- Katakan itu lagi? - Bilang pada Jim untuk mengingat nama pendiri perusahaan.
Apa keinginan dari perubahan keputusanmu?
Kau sudah menolak untuk berbicara kepada orang ini sepanjang waktu.
Aku hanya berubah pikirkan.
Kenapa kau berbicara hal lucu?
Oh, sekarang, aku sedang ditengah-tengah menerjemahkan dokumen besar.
Semua suku kata pasti tercampur aduk.
- Aku lihat. - Jadi bagaimana dengan tuan Pencari emas?
Dia akan pergi selama 3 bulan.
Kami mempunyai hubungan terbuka.
Jadi aku bisa bertemu siapapun yang kusuka.
Jadi, saat dia kembali, apa yang akan terjadi kepada Jim?
Kenapa kau terdengar khawatir?
Aku hanya penasaran.
- Apa? - Oh, Tuhanku.
Kau mencintai Jim.
Astaga. Astaga! Kalian melakukan seks.
Tentu saja tidak!
Hentikan itu!
Kepada teman, hati-hati, kau akan tersakiti.
bersiaplah jika kau patah hati.
Apa itu sungguhan?
Oh, kurasa ya.
Lupakan itu.
Aku mengerti kata-kata yang dia ucapkan, kau mencintai Jim.
Bagaimana jika itu benar?
Kau tak seharusnya mencintai orang seperti aku.
Benar.
Mungkin itu hanyalah perasaan sesaat saja.
Aku tak mau merusak misimu.
Aku mau senang untuk bekerja lagi.
Aku akan selalu pas untuk itu.
1 menit berpidato.
Mari kita lihat giliran siapa.
Dongeng
Dahulu kala ada seorang gadis bermimpi untuk menjadi tuan putri..
Dan bertemu seorang pangeran tampan yang akan menggondongnya.
Di dunia nyata, seorang pangeran mungkin bukan pangeran tampan.
Tapi berdebu dan pembuat sepatu.
Dan itu bukan salah pangeran tampannya. Dia tahu apa yang lucu.
Diakhirnya siapa yang tahu pembuat sepatu mungkin tak menginginkan putri.
Walapun begitu tidak diperlukan untuk cerita berakhir bahagia.
Itu cerita yang bagus.
- Sungguh menyedihkan. - itu hanyalah cerita. Jadi biasa saja.
Apakah itu seperti ceritamu?
Oh..
Mungkin saja mirip.
Tapi kurasa itu hanya cerita saja.
Bagaimana dengan hatimu sendiri berbicara?
Apakah kau rela?
Aku pasti bisa.
Aku akan selalu berada disini untukmu.
- Terima kasih. - Untukmu, aku akan selalu ada.
Aku sungguh tersanjung sekali.
Kau harus tidak bersedih.
Ya.
HARI WAWANCARA
Nama pendiri.. Nama pendiri dari perusahaanmu adalah Nodak Thoichi.
Nodak Thoichi.
Tuan Willay, silakan duduk.
Kenapa kau mau bekerja di US?
Kenapa US?
Aku mau belajar pengalaman baru dan kembali, mendaftar disini di Thailand.
Apakah kau berpikir kau mempunyai masalah bekerja di negara asing?
Tidak masalah. Aku seorang profesional.
Ini adalah sifat alami dari pekerjaan yang biasanya kami menghadapi situasi tekanan berat.
- Apakah kau pikir kau bisa tangani ini? - Hah, apa itu?
Aku sudah melakukan banyak pekerjaan tekanan tinggi.
Untukku bekerja dibawah tekanan cukup menantang.
Apakah kau mencoba membandingkan dirimu kepada mesin?
Bagaimana tentangmu?
Bagaimana tentangmu?
- Apa yang kau akan pikirkan? - Ya.
Kurasa kau mencoba membayangkan bagaimana kau merasaka itu.
Ah, bekerja dibawah mesin tekanan tinggi berbahaya, tapi kau siap untuk tantangan, kan?
- Aku rasa begitu. - Kurasa begitu.
Kenapa kami harus memilihmu, apa kekuatanmu?
Sebagai teknisi perbaikan, aku percaya segalanya dapat diperbaiki dan berfungsi lagi.
Tak peduli seberapa sulit diperbaiki. Aku akan mencari cara memperbaikinya.
Kau akan menyesal jika tak memilihku.
- Kau akan menyesal jika tak memilihku. - Baiklah, terima kasih atas partisipasinya.
Terima kasih.
- Aku mau bertanya padamu sebuah pertanyaan. - Ya.
Siapa nama dari pendiri perusahaan kita?
Eh?
- Ambil. - Hah?
Oh, salam. Ini milikmu.
Hei, aku mendapatkan fomulir ke US. Ini semua karenamu.
Siapa nama dari pendiri perusahaan kita?
Doraemon.
Aku rasa aku melewatkan hal penting. Namun aku tak menyesalinya.
Untuk apa aku pergi meninggalkan sesuatu yang penting.
Atas semua yang selalu bersama denganku.
Aku tahu aku bodoh.
Dengan demikian aku rasa aku tak pantas.
Aku mempunyai perasaan kepadamu.
Walapun sulit.
Apa kau akan menangis?
Ini akan sungguh membuat malu.
- Ini ramai. - Apakah masih berani berbicara padaku?
Ya.
Ini pertama kali kita bertemu.
Di tempat yang kau mengajari aku juga.
Aku selalu memikirkan ini.
Apakah kau mau menjadi pacarku?
Kau jangan menangis.
Berikan headset itu, berikan kepadaku.
Sebagai teknisi perbaikan, aku percaya, segalanya bisa diperbaiki dan berfungsi lagi.
Tak peduli sesulit apa diperbaiki. Aku akan mencari cara.
Kau akan menyesal jika kau tak memilih aku. Oh.
Aku mau selalu bersamamu.
Kurasa begitu.
Aku akan.
Kemarilah. Kemari.
hadirin, selamat datang ke ruangan kelas.
Ayo nyanyi bersama-sama.
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Yah!
Bagaimana tentangmu?
Kurasa begitu.
- Apa kau siap? - Ya.
Ada apa? Apa lagi?
Ya. Oye.
Wow. Kenapa?
Oke. Apa kau siap?
TAMAT.
- Benar, Ohao, bisakah kau melakukan Ohao? - Oke, jangan khawatir.
- Ah, kita memainkannya? - Aku suka bermain Ohao.
- Kita bermain bicara, kan? - Ya, tentu saja.
Oah-aho-aoo..
Oah-aho-aoo..
- Apakah itu bagus? - Itu sangat bagus.
Oke, itu bagus.
- Oke, mari mulai wawancaranya. - Oke. Mari mulai wawancaranya,
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.