Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
LEAD FILM
CENTURY ENTERTAINMENT
0571
Dia biasanya tak berbuat kebaikan.
Seperti membunuh orang dan membakar.
Tiba-tiba dia mendapat pencerahan.
Dia memotong kunci giok.
Menatap gelombang pasang di sungai Qiantong.
Akhirnya dia mengenali dirinya.
BIKSU GILA
terjemahan broth3rmax
instagram @broth3rmax
facebook.com/broth3rmax
DINASTI SONG UTARA
Kawan-kawan. Hari ini
kita menjemput King Yama.
Andai aku tak menaruh racun dalam anggurnya
pasti kita sudah tewas dibunuh olehnya.
King Yama?
Kita sudah mengalahkannya 'kan?
Ya. / Ya, yeah.
Ayo silahkan duduk.
Terima kasih, kakak. / Ayo.
Tuan-tuan prajurit. Maaf saya harus pergi.
Sungguh saya minta maaf.
Jangan buang-buang waktu.
Ambilkan aku anggur enak dan makanan.
Cepat ambilkan beberapa guci anggur panas.
Cepat, cepat!
Kakak, Lu Zhishen belum makan apapun selama 3 hari.
Nanti dia apa bisa mati kelaparan?
Dia sangat kuat dan mirip hewan ternak.
Jika dia tak di kurung
hanya mengandalkan kekuatan kita
kita tak bisa mengalahkan dia.
Ya.
Kalau urusan ini sudah selesai
selain anggur dan makanan enak kita bisa dapatkan.
Tuan-tuan prajurit.
Ayo silahkan. Mari minum.
Ayo, minum, minum! / Isi.
Ayo, tuang! Tuangkan anggur buat kakak.
Ayo kak, minum.
Bersulang!
Minum lagi! / Anggur enak, ya!
Ya.
Rekan-rekan, waktunya berangkat.
Ayo.
Tuan-tuan prajurit. Siapa yang bayar anggurnya?
Tolong bayarlah.
Ambilkan uang buat dia. / Tuan...
Sana, sana. / Tuan...
Pergi sana! / Kau...
Uang apa? Memang kau siapa minta-minta uang?
Uang apa?
Pergi sana!
Dia tak bernapas.
Kubur dia.
Ayo.
Ayo.
Jangan mendekat!
Jangan mendekat!
Jangan...
Bunuh...
Lu Zhishen. Nama lama adalah Lu Da.
Tingginya 8 kaki
Dan mahir dalam kungfu.
Dia jujur dan membenci kejahatan.
Dikarenakan dia telah membunuh penguasa barat dengan pukulannya,
dia kabur ke biara Wenshu di gunung Wutai.
Dan menjadi seorang biksu.
Namun karena dia selalu ingin membunuh orang
dia diutus pergi oleh Tetua-Biara ke kuil Dongjing Bianliang Dazhingguo
untuk belajar Buddha.
Sebelum pergi, Tetua-Biara memberinya satu pesan.
Singkirkan satu nafsu
semua nafsu akan tersingkir.
Kak.
Tang, prajurit lokal propinsi Sanxi telah disiapkan.
Lakukan saja sesuai rencana.
Terima kasih, Tn. Tang. Dan para petugas.
"Yuanzhen, uang pemerintahan Mizhou propinsi Shadong
dan pemerintahan Qingyang propinsi Shaanxi
di hari ke-3 atau ke-4 bulan ini tengah malam
di jalan Yangcheng
telah dipindahkan pada pengawal Yangcheng propinsi Sanxi."
"Dalam batu giok ini
ada peta jalan yang dilalui pengawal menuju Yangcheng."
"Kau cuma perlu pura-pura menjadi prajurit Shanxi.
tunjukkan kartu batu-giok ini,
kemudian kau bisa mendapatkan uangnya tanpa halangan."
"Di saat itu, kita berdua bisa hidup kaya raya."
"Ingatlah, menyamar dengan hati-hati.
Jangan ada kekeliruan."
Kak, kenapa kita mesti kerjasama dengan pemerintah?
Menuruti perintah mereka?
Kita ini bandit dan beranggota banyak serta berkekuatan besar.
Kita bisa rampok apa saja yang kita mau.
Karena kita adalah bandit.
Kita tak bersedia mematuhi perintah siapapun.
Tapi sekarang, sana-sini ada pejabat.
Apa sekarang kau takut?
Kenapa kita jadi bandit?
Untuk membunuh, membakar,
atau untuk harta emas dan perak.
Tang menunjukkan jalan pada kita.
Kita bisa dapat uang banyak dengan sangat gampang.
Kau tak menghargai dia.
Apa yang akan kau lakukan? / Baiklah.
Akan kurampok kembali uang itu untukmu bersama rekan-rekan kita.
Berhenti!
Wei,
kau adalah adikku.
Kau bosan dan aku tak menyalahkanmu.
Tapi menurutmu kau ini siapa? Alasan kita bisa semena-mena di Yangcheng
bukan karena pedang besar ini.
Jika kau
menentang pemerintah
kau akan ditangkap.
Meski akhirnya nanti kau memperoleh uang itu
kau masih tak punya kesempatan membelanjakannya.
Wei
janganlah bersikap gegabah.
Dan juga jangan emosional.
Pada akhirnya, kita masih saja bandit.
Tarik kembali sikap sok pahlawanmu itu.
Kak
kau tak ingin menjadi seorang bandit.
Tapi seorang pejabat pemerintahan.
Kurasa,
bandit tetaplah bandit.
Kau tak ingin jadi pahlawan.
Dan juga tak bisa jadi pejabat.
Yuanba!
Ayah. / Pergilah selesaikan ini.
Baik.
NONTON & DOWNLOAD FILM ZenoMovie.Com
Silahkan dinikmati, tuan.
Pelayan! / Selamat datang tuan.
Seporsi anggur dan daging. / Baik.
Aturan lama.
Bisnismu bagus.
Kau buta ya? / Maaf, maaf...
Minggir sana!
Berdiri! Berdiri!
Kalian makan di luar saja. Sana!
Ayo ayo ayo.
Nona, mau makan apa?
Tidak, aku lupa bawa dompet.
Cepat!
Oper, oper.
Oper ke aku.
Bolaku.
Ayo.
Xiaoye.
Kakak... / Sini, sini.
Kamu tak nakal 'kan? Kangen kakak?
Ya. / Masa?
Ya, ya. / Kamu bocah doyan makan.
Mau makan yang kakak bawa?
Ya mau, mau...
Aku... / Baik, nih bawa.
Jangan bertengkar, kalian dengar?
Dibagi yang rata.
Aku mau. / Baik, makasih kakak.
Sana main lagi.
Ayo, ayo.
Ada apa?
Kakak, kakak... / Ada apa?
Tak apa, jangan takut.
Ayo main bola lagi. Ayo!
Sini, sini. Oper aku, sini, sini.
Oper aku. / Tak bisa ambil.
Aku mau. / Ayo, sini.
Sudah, berhenti. Waktunya tidur.
Main sebentar lagi. / Sudah, sini bolanya.
Sekarang tidur besok main lagi, bagaimana?
Besok kakak kasihkan bolanya.
Ayo, ayo, ayo.
Kakak, aku mau permen labu manis sama beli kincir.
Sama main di jalanan.
Baiklah, sekarang tidur.
Nantik kakak ajak ke jalan untuk main. Setuju?
Baik.
Bagus.
Sekarang pejamkan mata.
Ini kayak gambar peta.
Mungkin ada harta karunnya.
Ayah-angkat, jangan bunuh aku.
Ayah-angkat.
Kau putra angkatku.
Aku tak mesti membunuhmu.
Telah bertahun-tahun kau bersamaku.
Meski kau tak ada gunanya.
Kau tetap pekerja keras.
Namun hari ini kau berbuat kesalahan besar.
Kau akan membuatku gagal
dan membahayakan kita.
Kita semua.
Jika kau tak bisa menemukan perhiasan giok itu hari ini
aku tidak hanya akan membunuhmu
tapi juga mencincangmu
jadi ribuan potong!
Kalian semuanya, pergilah cari batu giok itu sekarang!
Siap!
Siapa para pengemis ini?
Komunitas Pengemis Yangcheng.
Pokoknya, aku tak mau cari kemana-mana.
Aku tak mau jadi anteknya pemerintah.
Ayo pergi.
Sayuranmu tak segar.
Mari minum. / Minum dan bersulang!
Lagi, lagi.
Kamu!
Lihat sini!
Pergi sana!
Katakan dimana? Ayo katakan!
Di sana.
Jangan bicara.
Kau tak tahu apa-apa.
Kau tak tahu.
Jika kau buka mulut
akan kubunuh!
Di kuil rusak ujung jalan Bronze. Pendekar, jangan bunuh aku.
Pengemis tetap saja pengemis.
Tak punya martabat sama sekali.
Cepat ambil.
Ayo.
Ayo, sini.
Lari, lari, lari...
Ayo lari.
Tangkaplah.
Ayo rebut!
Sampai jatuh terduduk.
Jangan!
Xiaoye!
Xiaoye!
Pertanda buruk!
Xiaoye!
Jangan bersedih. Akan kubunuh kau sekarang.
Xiaoye!
broth3rmax
Nona.
Kau sudah menangis semalaman.
Dia sudah tiada dan tak akan kembali.
Janganlah terlalu sedih.
Nona.
Sekarang ini orang-orang jahat berkuasa.
Dimana-mana tidak aman.
Kau hanya seorang gadis lemah
dan sendirian di luar sini.
Sebaiknya kau pulang untuk menghindari bahaya.
Aku pergi dulu.
Tuan budiman.
Ada apa lagi?
Hanya dia keluargaku satu-satunya.
Sampai sekarang aku tak punya rumah.
Kau telah menolongku. Namun aku tak tahu namamu.
Nama belakangku Lu, nama depan Zhishen.
Terima kasih. / Tak perlu begitu.
Selamat tinggal.
Nona, kenapa kau terus mengikutiku?
Karena kau telah menyelamatkanku. / Menyelamatkanmu, lalu kau bergantung padaku?
Kau menyelamatkanku dan aku akan bersamamu selamanya.
Juga
aku tak punya siapa-siapa lagi.
Kau biarkan aku pergi, itu berarti membiarkan aku mati?
Nona, aku harus jelaskan.
Aku pernah membunuh orang. Prajurit kerajaan sedang mencari-cariku.
Jika kau mengikutiku artinya itu bunuh diri.
Pulanglah!
MEN SHI
Berhenti!
Dompetmu tadi dicopet.
Prajurit, tangkap copet itu!
Ada apa itu? / Cepat!
Ada apa? / Dompetku dicopet.
Lao Lu! / Cepat!
Lao Lu.
Kamu biksu jahat!
Tadi aku sudah membantumu.
Tangkap dia! Mereka berkomplot!
Cepat tangkap dia!
Kejar!
Ayo cepat! / Berhenti!
Berhenti! / Cepat!
Berhenti! / Ayo kejar!
Berhenti!
Lao Lu, turunkan aku.
Turunkan aku!
Sakit rasanya pinggangku.
Prajurit itu sudah jauh.
Nona
jangan ikuti aku lagi. Kau sudah lihat tadi?
Aku ini buronan pemerintah yang dicari-cari.
Tahu begini aku tak akan membantumu.
Kau carilah perlindungan sendiri.
Selamat tinggal! / Berhenti!
Kau, biksu tua. Bisanya kau pergi begitu saja?
Kakiku terluka gara-gara dirimu.
Apa kau masih merasa pahlawan?
Jika kau pergi, pasti aku ditangkap prajurit itu.
Apa kau suka aku dipenjara menggantikanmu?
Aku harus bagaimana? / Kalau begitu
setidaknya jangan pergi dulu sebelum kakiku sembuh.
Kau ini... / Cepat periksa di sana!
Cepat pergi!
Kakiku.
Kugendong saja. Cepat!
KEDAI ANGGUR NAGA
Kau makanlah disini.
Lao Lu.
Apa lagi?
Aku butuh bantuanmu.
Katakan.
Kau...
jangan ragu, katakan saja.
Tolong berdirilah. / Jika kau tak berjanji, aku tak akan berdiri.
Baiklah, katakan sekarang.
Bantu aku menuntut balas. Bunuh mereka yang membunuh adikku.
Musuh yang membunuh adikmu, bukankah sudah aku bunuh?
Tapi kaki-tangan yang lainnya belum.
Kali ini aku tak bisa. / Mengapa?
Tak ada alasannya.
Apa kau tak lihat anak-anak itu? Mereka begitu menderita.
Apa salah mereka? Apa kau tak punya belas kasihan?
Mereka bersalah. Tapi bagaimana kau tak bersalah?
Nona
kebencian tak akan hilang dengan membunuh.
Singkirkan kebencian dan kau akan menikmati hidup ini.
Apa nanti kau bantu aku atau tidak?
Membunuh orang
aku tak akan melakukannya.
Kalau kau tak mau aku akan pergi sendiri.
Berhenti!
Kau cuma seorang gadis. Dan kau tak bisa kungfu.
Kau balas dendam sama saja bunuh diri.
Ya, kau bisa ajari aku kungfu.
Lalu aku bisa balas mereka sendirian.
Kau ini...
Kau cuma bocah. Bagaimana bisa berlatih kungfu?
Aku tak punya kemampuan mengajarimu.
Kau tak mau bantu aku menuntut balas, juga tak mau mengajariku kungfu.
Kurasa kau bukan pendekar sejati.
Jika kungfumu bagus
kenapa kau bisa tertangkap prajurit itu? Kalau aku tak membantumu
kini kau pasti sudah ditangkap dan dipenjara.
Aku cuma tak mau membuat masalah.
Jangan sebut-sebut prajurit itu
dikaitkan dengan kungfuku.
Meski prajurit yang datang jumlahnya banyak
mereka tetap saja tak bisa menangkapku.
Kau membual.
Aku membual?
Akan kutunjukkan padamu nanti kungfuku yang sebenarnya.
Kau mau belajar kungfu, itu gampang.
Jika kau
bisa mengangkat tongkat ini
akan kuajari kau kungfu.
Baiklah.
Nona
selama kau tak menyuruhku berbuat jahat untukmu
apapun yang ingin kau lakukan
aku bisa membantumu.
Kak, aku ingin makan permen labu manis
sama beli mainan kincir juga ingin main di jalanan.
Baik, sekarang tidurlah.
Nanti kakak ajak main di jalanan. Bagaimana?
Baik. / Bagus.
Sekarang pejamkan mata.
Ingatlah janjimu.
Bantu aku mewujudkan 3 keinginan. Nanti kau kubiarkan pergi.
Lihat itu!
Bagusnya!
Yang ini, yang ini.
Bagus sekali. / Yang ini bagus.
Ini juga bagus.
Tuan, kami punya anggur. Silahkan cicipi.
Minggir!
Lihat-lihat anggurku. Rasakan. / Berapa harganya?
Jangan minum!
Jangan minum!
Lihat itu!
Lao Lu, kamu memang orang yang rakus.
Kau makan 2 pon daging,
2 kendi anggur, masih saja belum kenyang?
Apa masalahnya?
Aku menemanimu jalan-jalan seharian.
Kenapa aku tak boleh makan banyak?
Ya baiklah. Kalau begitu cepetan.
Setelah makan kau harus temani aku jalan-jalan lagi.
Lagi?
Kakiku terasa mau patah.
Aku tak mau!
Kenapa tak mau?
Kenapa kau ini?
Kau bilang mau mewujudkan keinginanku.
Aku cuma berjanji mewujudkan keinginanmu.
Andai kutahu keinginanmu itu amat susah begitu
lebih baik
membantumu membunuh orang.
Kau janji?
Apa?
Bantu aku balas dendam.
Ide bagus.
Suruh aku yang bunuh orang bukan dirimu.
Dan aku yang menanggung kejahatannya.
Janganlah bergantung
pada pembalasan itu.
Kain motif bunga... obral kain motif bunga.
Nona, silahkan lihat-lihat kainnya. Mana yang kau suka?
Apa ini cocok? Ini yang bagus.
Tidak, motifnya tak karuan. Terima kasih.
Kain motif bunga... obral kain motif bunga.
Mari, lihat! Ayo beli kulit bulu.
Nona, mari lihat. / Berapa harganya?
Yang ini 5 sen.
Mahal sekali. / Tidak juga.
Ini bulu yang terbaik. / Bagaimana kalau 1 sen?
Tidak, belum boleh. Masih kurang nona.
Bagaimana kalau 4 sen? Bagaimana?
Yang ini juga bagus. Lihat, ini kulit terbaik.
Tidaklah, terima kasih.
Nona, mau diramal?
Aku ahlinya meramal.
Sungguh? / Ya.
Baik.
Di Lingling...
Hey, mau kemana? Apa kau tak mau tahu ramalanmu?
Hey, hey...
Payung, payung...
Payung...
Nona mau beli payungnya?
Itu bagus.
Belilah satu.
Payung...
Nona, beli topeng ya?
Satu saja. / Bos, bagusan mana?
Topeng yang itu bagus.
Yang ini? / Ya.
Beli saja kalau mau. Jangan buat mainan kalau tak beli.
Sana, pergi, pergi.
Sana, pergi, pergi. Lagian kau tak beli juga.
Kenapa galak banget?
Tak mau beli sok banget.
Mas mas, ayo main.
Ayolah!
Tidak, tidak.
Ayolah mas masuklah.
Kau sudah lama tak ke sini. Silahkan masuk. / Baiklah.
Ayo main.
Mas, mari sini main!
Masuklah mas.
Ayolah mas.
Rupanya pria suka wanita yang kayak begini.
Lao Lu...
Lao Lu...
bantu aku balas dendam ya...
Percayalah
aku akan membalaskan dendammu.
Lao Lu.
Boleh aku menari untukmu?
Ayo cepat, geledah disini! / Siap!
Tidak, para prajurit datang ke sini.
Cepat lari!
Kayaknya kita hanya bisa bersembunyi disini lebih dulu.
Xiaoye.
Kakak menyesal.
Kebencianmu
entah kapan kakak bisa membalaskannya.
Orang mati di kuil bobrok. Mereka menyuruh kita menanganinya.
Apa kau pernah lihat prajurit menyelidiki para bandit?
Sudahlah.
Bagaimana menurutmu?
Beberapa bandit tewas di Kamp Yuan Feng.
Lalu mereka menyuruh kita menyelidikinya.
Memang kau pernah lihat ada yang menyelidiki bandit ini?
Kudengar
Tn. Tang bersekongkol dengan Kamp Yuan Feng
untuk merampok uang dari bantuan bencana.
Anak-anak itu
malah yang terbunuh.
Gara-gara mencuri token pengenal kerajaan. / Begitukah kejadiannya?
Ya.
Ini kayak gambar peta.
Mungkin ada harta karunnya disini.
Kudengar
Tn. Tang bersekongkol dengan Kamp Yuan Feng
untuk merampok uang dari bantuan bencana.
Anak-anak itu
malah yang terbunuh gara-gara mencuri token pengenal kerajaan.
Begitukah kejadiannya? / Ya.
Biksu, tangkap dia!
Lao Lu,
kau tahu, kakiku agak baikan. Terima kasih telah rela menggendongku.
Kebaikanmu nanti akan aku balas.
Hari ini aku ingin minum bersamamu.
Ini keinginan terakhirku.
Besok pagi, kau boleh pergi.
Nona
sayangnya aku...
tak bisa bantu
semua keinginanmu.
Namun kau membolehkanku pergi.
Aku tak akan menuntut balas.
Aku lupa tanya padamu
mengapa kau diburu oleh para prajurit itu?
Dulu aku pejabat pengawas di Wenzhou
perdana mentri Xiao Zhong.
Dikarenakan algojo lokal
mengganggu keluarga Kim
aku tak bisa menyelidikinya. Dan hanya ingin memberi pelajaran padanya.
Tapi orang itu lebih parah dari babi atau anjing,
sinting sekali. Kubunuh saja dia
dalam 3 pukulan.
Oleh sebab itu
aku kabur sebagai buronan kemana-mana.
Kemudian aku terpaksa pergi
ke Gunung Wutai membotaki kepalaku dan jadi biksu.
Jadi begitu.
Tak heran
kalau kau selalu saja cemberut.
Jadi kau mengalami banyak penderitaan.
Bersulang buat kita yang sama-sama menderita dan saling mengasihani.
Semua itu sudah berlalu. Hari ini kita hanya minum dengan gembira.
Tumben kau senang hari ini.
Sebelumnya aku meremehkanmu.
Sayangnya kau seorang gadis
atau aku akan jadi kakak angkat hari ini.
Ayo kita minum.
Ayo.
Lao Lu
apa kau tahu
aku pergi ke pemakaman Xiaoye hari ini.
Aku melihat ada 2 prajurit lagi jalan,
tapi tak menyangka
kalau tahu...
mereka itu bersekongkol dengan para bandit yang membunuh adikku.
Sepotong giok yang kucuri
adalah sebuah konspirasi besar.
Itu sebabnya mereka membunuh Xiaoye dan anak-anak tak berdosa itu.
Apa aku ingin menuntut balas?
Tapi aku sungguh tak tahu bagaimana caranya bisa menuntut balas?
Lao Lu
aku tak memaksamu membalaskan dendamku.
Atau
aku...
yang cari-cari masalah terhadapmu.
Nona.
Bukannya Zhishen tak mau berbuat baik.
Hanya karena persekongkolan antara pejabat dan para bandit.
Para penjahat kini berkuasa.
Mereka mencelakai orang-orang yang tak punya rumah.
Siapa kau?
Siapa?
Buddha berkatilah Lao Lu agar kelak selalu selamat.
Lao Lu.
Semoga kau nanti tak lagi cemberut megeritkan dahi.
Tak cemas, tak terluka.
Pagi ini uang itu dalam pengawalan dari propinsi Shanding.
Telah aman dan lancar masuk menuju gudang penyimpanan.
Disimpan-simpan toh pada akhirnya uang itu hilang juga.
Ini pertama kalinya kudengar
perampok
merampok perampok lain.
Kalian segerombolan sampah!
Sampah! Sampah!
Beraninya kau tampar kakakku!
Mundur!
Kak
lihatlah tampangmu.
Kau kayak anjing pemerintahan.
Kita dulu
bertahan hidup untuk menjadi bandit.
Tapi sekarang
kita tak lebih dari sekedar bangkai.
Bang Wei, ini tak sesuai aturan.
Kalau aku menuruti aturan
maka kita para bandit tak pernah ada.
Lalu, apa kita harus angkat tangan?
Ayo!
Siapa kau?
Sudah jelas kalau aku mau merampok kalian.
Bukan begitu?
Bagus sekali.
Kenapa repot-repot mikir aturan?
Siapa kau?
Aku akan membebaskan jiwamu
ke neraka malam ini!
Lao Lu!
Lao Lu.
Anak-anak, kakak telah bertemu pria yang baik.
Dan dia telah membalaskan dendam kalian.
Kalian bisa beristirahat dengan tenang.
Tangkap dia! / Siapa kau? Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Tolong!
broth3rmax
"Gadis itu berada di tanganku
jika kau ingin dia tetap hidup
cepat pergilah ke Kamp Yuan Feng!"
Sudah kubilang, kalian cuma sampah!
Jika kau meninggalkanku, kau bukanlah siapa-siapa!
Kau masih ingin berbuat jahat di Yancheng.
Mencelakai orang?
Jangan pernah mikir begitu!
Lihat dirimu sekarang, bukan hanya seorang bandit.
Jika aku kehilangan jabatanku
kalian semua akan mati.
Kau...
Kau tak bisa mempertahankan jabatanmu.
Kau masih saja disini bicara denganku?
Kau...
Wei,
ini salahku.
Harusnya aku mendengarkan ucapanmu.
Sia-sia tetaplah sia-sia.
Aku harus membalas kematianmu!
Aku tanya padamu
kenapa biksu dekil itu membantumu?
Kejahatannya pantas diganjar lebih dari sekedar mati.
Ini gara-gara dirimu!
Bukankah tempatmu sekarang
adalah tempat dia akan muncul?
Lao Lu akan membunuhmu.
Membunuh kalian bajingan!
Sayang sekali kau tak bisa melihatnya.
Saudara-saudaraku
aku ingin membuat biksu ini tahu
apa bandit itu sebenarnya.
Kau...
Ayo!
Cepat!
Cepat!
Mana gadis itu?
Kau ini...
si biksu gila yang membunuh adikku?
Lepaskan dia, maka akan kupercepat kematianmu,
dan meninggalkan mayatmu utuh!
Baik.
Mayat utuh
tak berlaku buatmu.
Tapi aku akan berikan bagian tubuhnya.
Terima ini!
Lao Lu!
broth3rmax, 10 Juli 2019
NO RESYNC/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 10 Juli 2019
follow instagram @broth3rmax
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.