All language subtitles for Anyone.But.You.2023.720p.10bit.BluRay.6CH.x265.HEVC-PSA_ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Permisi.

Maaf.

Permisi!

Maaf.

Hai! Di mana toiletnya?

Khusus untuk pelanggan.

Baik. Aku akan beli sesuatu.

Bayar di sana.

Boleh ke toilet dahulu? Aku harus pipis.

Kapucino besar untuk Skyler?

Terima kasih.

Aku juga...

Aku tahu

tempat usaha yang menyajikan makanan atau minuman harus terbuka untuk umum

baik dia pembeli atau bukan.

Maaf. Itu kebijakan kami.

Kebijakan toko tak bisa menggantikan hukum negara.

Kumohon, ini darurat.

Latte karamel untuk Miranda?

Sayang?

Aku mau pesan. Mau yang biasa?

Istriku pesan double espresso...

Namun, belakangan kau sulit tidur, bukan?

Mungkin kurangi saja jadi single.

Kau biarkan lampu menyala sampai tengah malam.

Begitu, ya?

Kalau begitu, aku pesan teh pepermin dengan dua gula?

Terima kasih, Suami.

Oh, dan roti. Ini malam keju panggang.

Dia bagian dari pembeli, jadi boleh pinjam kunci toilet?

Terima kasih.

Terima kasih.

-Kau baik sekali. -Dengan senang hati.

Kau tahu banyak tentang hukum toilet.

Babnya singkat.

Terima kasih.

Tehmu akan menunggu.

Aku tak bisa meninggalkan istriku.

Baik.

Itu bagus.

Aku akan...

menjumpaimu nanti setelah...

Halle. Aku bertemu seorang pria.

Entahlah, ada sesuatu.

Aku tahu sudah lama, tapi aku yakin.

Dia traktir aku teh.

Mungkin dia mau mencuri mantelku, tapi aku harus bagaimana?

Aku tidak tahu!

Ini saatnya aku bertemu orang dan melakukan...

Halle, nanti kutelepon lagi.

Sial.

Kau baik-baik saja?

Sangat! Aku sangat baik-baik saja.

Sudah enam jam aku mau pipis

dan aku baru mulai magang

dan aku tidak mau tanya di mana toiletnya

karena aku tak mau dianggap payah dan bukan pemecah masalah.

Aku bicara apa?

Baik.

Menanyakan letak toilet tidak bisa disebut payah.

Semua manusia melakukannya. Itu sangat normal.

Ya.

Baik.

Teh pepermin. Dua gula.

Terima kasih.

Terima kasih untuk tidak mencuri mantelku.

Dah.

Terima kasih.

Hei.

-Aku... Kau... -Kau mau mengajakku berkencan?

Ya.

Ya, benar.

Aku Ben.

Aku Bea.

Jadi, kalau diserang laba-laba raksasa, kau tak bisa melindungi kita.

Tidak. Kau akan mati.

Kau akan membiarkanku mati?

Aku tak akan membiarkanmu mati. Tapi aku akan bertahan hidup.

Maaf. Kau benar.

-Dahulu aku pesenam. -Pesenam?

Ya, selama lima tahun.

Aku juara enam untuk balok keseimbangan.

-Juara enam. -Ya.

-Dapat pita. -Aku kagum.

Semua dapat pita.

Tunggu sampai dingin...

-Kau lihat aku baru mengangkatnya. -Panas. Astaga.

Jika ingin jadi pengacara, kau harus paham kelalaian dan pelanggaran,

McDonald melawan wanita itu... habeas corpus.

Kau salah menggunakan istilah-istilah itu.

Tahu dari mana? Kau belum jadi pengacara. Belum terlambat untuk memilih

-profesi yang lebih mulia. -Sepertimu?

Kau benar. Teruskan saja. Kelak aku akan butuh pengacara.

Entah apa aku ingin jadi pengacara.

Aku tak percaya aku mengatakan itu.

Maaf. Hidupku sedang kacau saat ini.

Mungkin akan membaik.

Kau baru bertemu aku.

Mungkin aku akan berakhir dalam koper.

Lihat tempat ini.

Bagai tempat reka ulang pembunuhan film dokumenter.

Untuk apa kunci pas besar?

Mungkin bukan koper. Mungkin tas jinjing karena kau pendek.

Itu pemberian ibuku.

Katanya seberapa pun rusaknya sesuatu, selalu ada cara untuk memperbaikinya.

Maaf, entah kenapa aku membahas ibuku denganmu.

Baik. Kalau begitu, ceritakan tentang itu.

Kisahnya panjang.

Semuanya selamat.

Bagus.

Ya ampun, Halle. Entah. Pria ini luar biasa.

Ayo, Benny. Kita bisa terlambat.

Apa kabar, Pete?

Tak mungkin. Kau memasak?

Gadis yang membuatmu tidak jadi menemuiku?

Dia mengajakku kencan, aku juga mengajaknya kencan

lalu kami jalan-jalan dan ketiduran saat mengobrol.

Entah. Aku pergi sebelum dia bangun.

Entah kenapa.

Kenapa aku pergi?

Apa yang kulakukan?

Aku menyayangimu. Dah. Maaf aku membangunkanmu.

Semua ini baru bagiku.

Dah.

Ada keju dan roti. Tak ada bahan yang terlewat.

Untuk apa itu?

Kenapa kau pegang kunci pas besar?

Kau cerita tentang ibumu?

Kau tak cerita tentang ibumu kepada siapa pun.

Ya ampun. Kau jatuh cinta.

Akhirnya. Setelah banyak wanita.

Temanku jatuh cinta!

Enak saja. Aku tidak cukup cepat membuatnya pergi.

Gadis itu bencana.

Dia tidak berarti.

CINTA TERNYATA LEBIH SULIT DARI YANG TERLIHAT.

ENAM BULAN KEMUDIAN

Pete! Hei!

-Claudia! -Halle!

Ini dia.

Benny.

Apa kabar, Ratu?

Ben, ini Halle, pacar baruku.

Itukah kita sekarang?

Ya. Boleh?

Ya. Aku tak suka label, tapi aku sangat menyukaimu.

Aku menyukai temanmu, dan jika dia ingin memberiku label,

dia boleh menjahitnya di mana saja.

Itu terdengar aneh. Maksudku bukan sadomasokisme.

Kecuali kau tak masalah dengan itu. Terserah saja.

Dia juga menyukaimu.

Dan itu sangat langka.

Lihat siapa yang bicara.

Bagaimana pengunjung malam ini?

Di sana.

-Oh, Bea! -Kalian suka pangsit?

-Kami makan pangsit paling enak. -Pete, perkenalkan saudaraku.

-Ini Pete. Saudara Claudia. -Senang berkenalan.

Dan Ben. Ben!

Ini Ben. Kami besar bersama.

Kalian saling kenal?

Ya. Kami sudah berkenalan.

Sebentar.

Kebetulan sekali.

Aku mau ambil minuman.

Pintunya di sana kalau mau menyelinap.

Itu kebiasaanmu.

Aku memang sebuah bencana.

Ayo...

Pergi dari sini. Ya.

Sudah jadi pengacara?

Kenapa? Butuh pengacara pembela?

Hanya ingin tahu caramu lulus kelas etika dan tak meninggalkan orang.

Kurasa itu pria yang Bea temui ketika dia putus dengan Jonathan.

Tak mungkin.

Jadi, Bea gadis kopi yang menghilang begitu saja?

Pantas rasanya kenal, tapi aku tak perhatikan wajah. Hanya jiwa.

Dia membuat Bea sadar bahwa Jonathan adalah jodohnya.

-Aku sudah tunangan. -Baguslah.

Biasa belanja di mana? Nanti kubelikan sapu.

Nanti kukirimkan undangan. Masih di Jalan Perayu nomor 28?

Kau ingat. Lihat? Peristiwa itu berarti bagimu.

Kau hal terburuk di hidupku. Malamku bersama jalang.

Dia menyebutnya jalang?

-Mereka mau berkelahi fisik? -Atau bercinta?

Bedanya tipis.

Kita temani saja mereka malam ini.

Dia saudaramu. Aku yakin hubungannya tak lama.

Dia temanmu. Aku bingung kenapa mereka bisa bersama.

Aku mau ambil minuman dan berharap tidak melihatmu lagi.

Aku bersulang untuk itu, Bung.

Sebelum kuresmikan sebagai pengantin baru,

jika ada yang keberatan dua orang ini bersatu dalam pernikahan suci,

bicara sekarang atau jangan ada keberatan nanti.

-Aku keberatan. -Leo.

-Jangan. -Harus, Innie, karena ini tak benar.

Aku tak akan merestui mereka...

tanpa teman dan keluarga mereka datang merayakan...

Di Australia!

Kami menikah di Sydney!

KAU DIUNDANG 22 DESEMBER

(DI SANA AKAN MUSIM PANAS)

Selamat datang. 2K, di depan.

Terima kasih, Charlotte.

51E.

-Berapa lama penerbangannya? -Enam belas jam.

51F.

Terima kasih.

73F, di belakang.

Terima kasih.

Hei.

Mau ke pernikahan?

Pernikahan saudaraku? Ya.

Kebetulan sekali kita satu pesawat.

Kurasa tak banyak penerbangan ke Sydney.

Sebenarnya ada banyak.

Qantas, American, Qantas lewat Dubai, beberapa gabungan.

Kebetulan yang baik.

Arti kata itu tidak seperti yang kau pikir.

Di mana tunanganmu? Ini?

Aku Ben. Aku menemaninya saat kalian putus.

Apa?

Astaga, aku lupa.

Claud bilang kau mencampakkannya.

Kau kabur pada hari pernikahanmu?

Kau memang anak kecil.

Penerbangannya lama. Mau pesan sesuatu?

Kue hangat? Masker mata? Piama? Sepuluh tahun terakhir hidupmu?

Tidak, terima kasih.

Aku tak butuh kreatin dan pria minder karena kemaluannya kecil.

Punyaku tidak kecil.

Apa-apaan?

-Nikmati penerbangannya. -Maaf.

Sampai jumpa di sana.

Kenapa banyak dari kita merasa terjebak?

Kenapa orang yang sangat sukses

sering merasa ada sesuatu yang hilang dari hidup mereka?

Kenapa banyak orang menghabiskan waktu

menyesali pilihan yang tidak mereka ambil?

Satu jawaban untuk masalah itu:

Banyak dari kita menjalani hidup yang tidak selaras

dengan nilai dan kecenderungan kita yang terdalam.

Toilet Sedang Digunakan

Terima kasih sudah mengikuti Hidden Brain:

"Apa Yang Psikologi Bisa Ajarkan Tentang Menjalani Hidup Paling Otentik."

Apa-apaan?

Hei, Benny!

Ben Bodoh!

-Pete! -Ben, kau terlihat sehat.

-Terima kasih sudah jemput. -Bukan hanya kau.

-A, Bea, C! -Pete!

Saudara kita akan menikah. Seru, bukan?

-Ya, aku senang sekali. -Ayo berangkat.

Terima kasih.

Semoga liburan kalian menyenangkan.

Selamat menikmati Festival Musim Gugur.

Siap untuk Australia?

Aku tak sabar kalian melihat tempat kita menginap. Keren sekali.

Kita menginap di tempat yang sama?

Ya. Rumah ayah tiriku.

Mereka ingin keluarga pasangan berkumpul.

Kau bisa memberitahuku itu lebih awal.

Mereka pikir kalian saling benci, jadi mereka tak mau ada masalah.

Kita sudah sampai!

Ayo!

Lumayan, bukan?

-Kau tak bisa main tenis. -Aku tahu, tapi aku masih bergaya.

Hai!

Perkenalkan Klonopin.

Hei, perkenalkan Klonopin.

Berguling. Berputar.

Satu-satunya anggota keluarga yang terlatih.

Sampai jumpa nanti.

Kau benar. Tempat ini indah.

Ya.

Mari kita ke pantai.

Kalian sudah berbaikan?

-Aman. -Asalkan dia menjauh dariku.

Tak perlu undangan untuk itu.

Perlu. Kau tak bisa jauh dariku.

Sama seperti aku melambat saat ada kecelakaan mobil.

Jadi, kalian sudah saling memaafkan, melupakan yang lalu,

dua orang dewasa bersikap dewasa.

Namun, kita ada persoalan mendadak.

Kalian harus satu kamar.

Hanya ada satu ranjang, tapi kami sudah gantung tirai di tengahnya...

Dia bercanda.

-Sungguh, Halle? -Kau lucu.

Aku tak sabar lagi.

Tunggu!

Halle suka bercanda.

Cocok untukmu. Kau perlu spontanitas seperti itu.

Hei. Akhir pekan ini akan sempurna.

Semoga.

Aku sudah pikirkan semuanya,

dan jujur, aku hanya ingin pernikahan yang indah

karena aku sangat mencintainya dan aku ingin menikahi jalang itu.

-Paham? -Kau sangat romantis.

Jangan marah, tapi Margaret di sini.

Untuk apa aku marah?

Dia tinggal di sini. Aku 100% yakin akan melihatnya.

Margaret! Lihat siapa ini!

Itu dia.

100%.

Hadapi rasa takutmu.

-Ben! -Apa kabar?

Aku berharap kau datang.

Aku ingin kirim pesan, tapi aku tak tahu perasaanmu nanti.

Kau bercanda?

Aku tidak akan pergi.

Tidak akan pergi!

Bagaimana Ayah dan Ibu?

Mereka baik. Kini Ibu berpikir dia orang Australia,

dan Ayah terus mengeluhkan setiap hal kecil yang berbeda di sini.

Mereka juga agak khawatir akan reaksimu mengenai ini.

Apa maksudmu?

Semua mengira kau yang akan pertama menikah.

Kau selalu membahas pernikahanmu.

Kau pakai tisu toilet untuk gaun pernikahan

sementara kugunakan untuk kostum mumi.

Hentikan. Aku tidak begitu lagi.

Aku bebas sekarang. Aku sudah berubah.

Tapi bukan berarti aku tak mendukungmu bahwa belahan jiwa memang ada.

Kau baik sekali. Itu pidatomu nanti?

Kau dan Claudia adalah pengecualian. Aku turut bahagia untukmu. Sungguh.

Baik.

Ada apa di sana?

Itu sepupu Claudia. Dia mengunjungi Amerika beberapa tahun lalu.

Mereka berkencan, biasa saja.

Dia minta putus, Ben patah hati.

Tak mungkin. Lelaki itu tak punya hati.

Sepertinya sudah lama. Dahulu kita masih kecil.

Aku senang kau di sini. Kita bisa mengobrol sebagai...

mungkin bukan anak kecil.

Aku mau.

Beau!

Perkenalkan temanku.

-Ben, ini pasanganku, Beau. -Hei, Kawan.

Seperti... pasangan main tenis?

Terkadang setelahnya.

Bagaimana kalian saling kenal?

Kami pernah punya hubungan.

Benarkah? Baguslah.

Kami akan berpesta akhir pekan ini. Kita minum-minum, ya?

Pasti seru.

Tentu.

-Dia menyenangkan. -Ya.

Edit profil

Siswa di Universitas Hukum Boston

Sekolah Hukum Universitas Boston

KONFIRMASI PENGUNDURAN DIRI

Sayang!

-Hei! Beatrice. -Ayah!

Kau sudah sampai. Hai, Sayang.

-Hei, Sayang. Astaga! -Hai, Ibu.

Bagaimana kabar calon pengacara?

-Baik. -Baik.

Bagaimana perjalanannya?

Hebat. Orang-orang Australia luar biasa.

Maaf, tapi prianya tampan-tampan.

Tapi kenapa steker mereka aneh?

Tempat ini mirip Amerika.

Mereka berbahasa Inggris. Makanannya juga biasa.

Mereka punya hubungan yang rumit dengan masa lalu.

Apa kabar, Sayang?

Kau baik-baik saja?

Baik. Kakakku akan menikah.

Bisa saja kau.

Kau masih bisa menikah. Kelak.

Ada kabar dari Jonathan? Dia telepon atau apa?

Langsung tentang dia.

Kami sedih dia bukan anggota keluarga kita lagi.

Dia di rumah kita setiap malam sejak usia 11 tahun.

Lucu sekali.

Dia sudah seperti keluarga dan hampir jadi anggota keluarga.

Jika aku tak akan minta apa-apa lagi, bisa biarkan aku akhir pekan ini?

Kami hanya ingin kedua putri kami bahagia.

Aku bahagia. Tapi tidak saat kalian begini.

Menuntunmu ke arah yang benar?

Dia pria yang baik.

Pikirkanlah. Mengerti?

Bea! Makan malam pukul 19.30.

Ya.

Ya.

Ben, makan malam sudah siap.

Aku datang.

Hei!

-Ben datang. -Akhirnya kalian datang.

Baik, Sayang. Harap tenang!

-Ayah, pidato. -Baik.

Aku akan singkat karena perjalanan kalian tadi panjang

Carol dan aku sangat menghargainya.

Yang kami rindukan sejak kembali dari Amerika adalah melihat anak kami.

Dan kalian, keluarga besar kami.

Jadi, kami senang sekali rumah ini ramai

sebelum pernikahan hari Minggu.

Kita akan merayakan Halle dan Claudia,

memulai sesuatu yang gila disebut kehidupan.

Tentunya, Innie dan Leo, keluarga baru kita.

Kami berterima kasih, bukan hanya untuk kebaikanmu,

tapi untuk membawa putrimu yang cantik ke dunia.

Seperti kata orang di negara kami:

Abbondanza!

-Bersulang! -Bersulang!

Sekarang, Sayang.

Kau menyukai kelas apa?

Sudah pertimbangkan hukum perdata?

Karena gugatan kelompok sedang diminati.

Apa kata Jonathan? Dia mengenalmu. Menurut dia bagaimana?

-Ibu. -Baik.

Aku lupa kenapa kami menaruhmu di bagasi mobil.

Kita tak menaruhnya di bagasi. Dia sembunyi di situ.

Aku ingin ikut menonton Cinderella.

-Kami mau ke Coachella. -Kini aku tahu. Saat itu aku 9 tahun!

Baik, Semuanya.

Sage berguna untuk mengusir energi negatif.

Mari kita ambil waktu untuk menenangkan diri.

Aku tidak menunjuk ke seseorang.

Tapi aku sedang memandangmu, Bea.

Dan kau, Ben.

Cakra mahkota.

Kita bersihkan panggulmu.

Bersihkan.

-Bersihkan kemaluannya. -Baik.

-Mulai! -Kau. Cepat.

-"Sign of the Times." -Aku tahu!

Baik. Empat kata.

Kata pertama. Sang. Sebuah. Dari? Jika.

Sebal. Benci. Pembohong.

-Lima kata. -Tidak. Diamlah.

Alkitab!

Wanita yang menggunakan seksualitas untuk memanfaatkan orang.

Ibu? Fokus. Di sini.

Ini permainan kulit putih. Kalian senang saling menipu.

Kalian punya banyak waktu. Ucapkan saja!

Midsummer Night's Dream.

Grumpy Old Men.

-Hai. -Hai.

Baik.

-Kau? -Perayu.

Catwoman tua.

Egomu.

Much Ado About Nothing.

Last Samurai.

-Apa ini? -Tak boleh pakai alat bantu.

-Tak ada yang lihat. -Curang. Tak aneh.

-Kata wanita yang selingkuhi tunangannya. -Kami sedang putus.

Entah kau putus permanen atau kau selingkuh.

Tetap saja ada yang berbohong.

Aku pasti membuatmu kesal.

-Roger, ini apa? -Bertengkar. Berkelahi.

Benda apa yang kupegang?

-Kembang api! -"Kembang Api." Oleh Katy Perry.

-Tidak adil. -Kau yang tidak adil.

-Berikan. -Kau kenapa? Hentikan.

Kau mau apa? Hentikan!

Astaga.

-Astaga! -Sial! Apa yang...

Halle!

Mundur!

-Ayah! -Roger!

Biar aku saja.

Ini baru menarik.

Maaf!

Mereka akan merusak pernikahan kami.

Yang penting kita bersama-sama.

Benar.

Dengar, Sayang, aku sangat mencintaimu,

tapi dua orang bodoh itu akan merusak akhir pekan kita.

Dan kenangan kita, yang akan kita miliki untuk waktu lama,

menuju kehancuran.

Semua akan baik-baik saja.

Kita hanya perlu menyatakan cinta di altar.

Tampaknya kebencian mereka muncul setelah bermalam bersama.

-Apa aku benar? -Biasanya memang begitu.

Kita menyembunyikan perasaan kita yang sebenarnya

agar bisa bersenang-senang.

Maka, solusinya sederhana.

Kembalikan mereka ke malam mereka jatuh cinta.

Menipu mereka agar saling jatuh cinta?

Kita tidak membahas cinta.

Kita hanya perlu membuat mereka bercinta.

BUAT UMPAN YANG BAIK IKAN AKAN MENGGIGITNYA

Ya! Ayo!

Itu bagus, bukan? Itu pukulan yang bagus.

Tidak, kau saja.

-Kau saja. -Kau saja.

Jelas dia suka Ben.

Siapa, Ayah?

Saudara Halle yang perawan tua. Berdada besar dan bermata sedih.

Jangan katakan itu. Ya ampun!

Ya. Itu tidak sopan.

Aku minta maaf jika ada yang dengar.

Yaitu hanya kau, Pete. Karena hanya kau yang mendengarkan.

-Maaf. -Kuterima dan kulupakan.

Kau tahu Bea mencintai Ben sejak malam pertama mereka bertemu?

Kenapa Bea tidak bilang?

Ketika aku masih muda dan suka seorang gadis,

aku akan diam-diam ke belakangnya dan memotong rambutnya

lalu kupukul bokongnya!

-Apa-apaan? -Ini bukan keahlianku. Maaf.

Bea takut mengatakannya.

Tapi katanya dia menyesal pergi pagi itu.

-Ceritakan lagi, Nak. -Kenapa aku?

Karena kau mahir. Kau bisa.

Untuk apa topi ini? Tak ada yang lihat. Hanya suara saja.

Bea ingin Ben tahu dia mencintainya agar Ben mau menerimanya.

Ada cupid yang menggunakan panah, ada yang dengan perangkap.

-Itu bagus. Aku suka. -Aku baru mengarangnya.

Dia perlu menemui Bea, buka celananya, dan bilang "Kemarilah".

Kau sedang apa?

Aku dari generasi yang berbeda.

Generasimu payah. Kalian merusak dunia kami.

Dan aku merasa malu.

Tapi intinya:

Bea menyukai Ben.

Tapi Ben merasa bersalah menyebutnya bencana.

Dia bilang karena egonya yang rapuh.

Lalu kenapa bertengkar dengannya?

Karena dia menyukainya. Aku tahu Bea suka Ben.

Dia menyangkalnya

karena merasa tak akan jatuh cinta lagi.

Maksudku bukan cinta. Aku bicara soal seks.

Itu Ben!

Hai...

kau.

-Astaga. Mereka juga mempermainkanmu. -Apa?

Kau mendengar Halle dan Claudia bilang betapa aku menyukaimu?

-Tidak. -Benarkah?

Pete dan Roger yang bicara.

Hebat. Mereka bekerja sama. Mereka ingin kita jadian.

-Tak mungkin. -Kemari.

Mereka tidak mau kita merusak

peristiwa terpenting dalam hidup mereka.

"Kita"? Bukan "kita" yang mengacau.

Kau yang merusak ruang keluarga.

Bisa bantu aku?

Aku sungkan memintanya, tapi aku akan menghargainya.

-Tentu. -Ya.

Roger meninggalkan kacamata hitamnya di perahu layar.

Andai kepalanya tidak dibaut, sudah kami gunakan untuk bola boling.

Bisa berenang ke sana dan mengambilnya?

Perahu yang di kanan.

-Kami berdua? -Harus dua orang?

Sepertinya tidak.

Kalian berdua.

Ya.

Semua terlibat dalam upaya ini.

Aku tahu.

Aku merasa bersalah.

Aku juga.

Aku tak mau mengecewakan Halle dan Claudia.

Tentu tidak.

-Kau tak bisa berenang? -Aku mahir berenang.

Kenapa kehabisan napas?

Aku baik-baik saja. Berapa jauh lagi?

-Matamu tertutup? -Semuanya gelap.

Kenapa kau lemah sekali? Kau begitu berotot.

Aku tidak lemah! Aku angkat barbel 133 kg. Sekali 136 kg.

Hanya tidak kardio.

Ototmu hanya untuk memikat wanita.

Bukan untuk memikat wanita!

Baik. Maaf.

Sampai bertemu di perahu.

Tunggu.

Tunggu!

Aku bisa melakukan ini sendiri, tapi terserah. Terima kasih.

Tak mungkin.

Sayang! Lihat siapa yang datang!

-Aku tak percaya mereka begitu. -Siapa itu?

Mantanku, Jonathan.

-Halo, Bea! -Kenapa dia di sini?

Orang tuaku berusaha

menyatukan kami kembali selama empat bulan ini.

Mereka membawanya jauh-jauh ke pernikahan saudaramu?

Itu upaya yang besar. Mereka sungguh berusaha.

Itulah orang tuaku. Mereka pikir aku menyia-nyiakan hidupku.

Kami akan mengajaknya ke rumah agar dia bisa beres-beres.

Sampai jumpa nanti!

Mungkin kita harus lakukan. Beri tahu mereka kita jadian.

-Apa? -Itu akan menyelesaikan masalahku.

Dan masalahmu.

Aku tak punya masalah.

Kau menginginkan Margaret.

-Tidak. -Ya.

Kulihat caramu memandangnya semalam.

Aku tahu dia mematahkan hatimu.

Jika tahu kita pacaran, dia akan berusaha mendapatkanmu.

Lalu, selamat tinggal, Crocodile Jack.

Dia cepat sekali.

Membuatnya cemburu tak akan berhasil. Kami bukan remaja.

Percayalah. Kita semua remaja dalam hal seperti ini.

Mereka sudah berusaha

menipu kita untuk jatuh cinta.

Mari kita ikuti saja.

Kita tak akan bisa meyakinkan mereka bahwa kita saling suka.

-Ya, kau benar. -Memang.

Aku masih memikirkan malam kita bersama.

Diam.

Aku serius.

Mungkin ini bisa menyenangkan.

Kita di pernikahan, jauh dari rumah.

Entah apa yang bisa terjadi jika kita berpura-pura.

Malam itu di tempatmu...

tak penting bagaimana akhirnya.

Tetap luar biasa.

Cukup meyakinkan?

Baiklah. Ayo kita lakukan.

Kau bisa tunggu?

Tunggu!

Bea! Tunggu!

ADU MULUT

Bagi yang mau ikut mendaki, kita harus pergi sekarang.

Kita sudah terlambat.

Kami ikut.

Gunung itu tak akan ke mana-mana.

Kita bisa menunggu beberapa menit.

Aku tahu kau berusaha menenangkanku,

dan aku mencintaimu. Terima kasih.

Tapi mereka sulit untuk diatur

dan kau tidak membantuku.

Gelisah.

Ingat pernikahan kita?

Aku hanya ingat kau pengantin tercantik

di dunia ini.

Jawaban tepat.

Kami ikut!

Sama, kau utang Coke!

Hentikan.

-Ada sesuatu di gigimu. -Bisa ambilkan?

Biar kucungkil. Berhasil.

-Di situ. Biar kuambil. -Di mana? Cepat ambil.

Sepotong lada.

-Sayang. -Ambil.

Ini dia.

Hei.

-Jonathan. -Senang bertemu denganmu.

Aku tak tahu kau datang.

Orang tuamu tidak beri tahu.

Pertanyaan pertamaku ketika mereka mengundangku adalah

"Bea tahu? Karena jika tidak, ini akan terasa janggal."

Sekarang terasa janggal.

-Sama sekali tidak. -Tidak.

Kau sudah seperti keluarga. Akan janggal jika kau tidak datang.

-Senang kau datang. -Aku turut bahagia untuk kalian.

-Selamat. -Terima kasih.

Benar?

-Senang melihatmu. -Sama-sama.

Kami mau pergi mendaki,

jadi bagi yang mau ikut, kita harus berangkat.

Ayo berangkat!

Ben? Perkenalkan Jonathan.

Halo. Aku Ben.

Halo. Teman Pete dan Claudia?

Ya.

Juga teman Bea.

Di antara hal lainnya.

Ya. Senang bertemu denganmu.

Banyak waktu di mobil untuk melakukan apa pun ini.

Ayo!

Baik.

-Kita perlu susun rencana. -Ya, kau tidak mahir.

Apa?

Ayo kita lakukan!

Sayang. Maaf.

Aku tahu kami harus tanya dahulu, tapi kami ingin mengundangnya.

Tidak apa-apa. Aku senang dia di sini. Aku dan Halle sayang dia.

-Benarkah? -Ya.

Bagus.

Kita luangkan waktu bersama jauh dari dunia nyata

dan lihat apakah hubunganmu bisa pulih kembali.

Tidak, Ibu. Tidak.

Aku lupa bilang, tapi Ben pacarku.

Dia?

Ben mirip dengan Ken.

Kau mau ikut?

Aku di sini saja dan mengomeli orang tuamu.

Bersenang-senanglah.

Kita pura-pura baru jadian

atau sudah lama jadian?

Aku tahu. Bagaimana kalau kita berpapasan di Chipotle

dan berbagi burrito?

Apa? Tidak.

Pasti tidak sulit.

Ini lebih sulit dari dugaanmu. Orang tuaku belum percaya.

Kau baru bilang lima detik lalu.

Mereka tahu aku tak akan mengencani pria sepertimu.

Kau baru punya satu pacar.

Jonathan jauh lebih baik darimu.

Lalu kenapa kau meninggalkannya?

Sepertinya dia memenuhi persyaratanmu.

Kau tak tahu persyaratanku dan tak akan tahu.

Tolong pikirkan.

Baik.

Kita berciuman saja di depan mereka.

Mereka akan pikir rencananya berhasil.

Itu berlebihan. Kita perlu melakukan sesuatu yang lebih tersembunyi

agar terasa lebih nyata dan bukan perayu di pernikahan.

Kau terus menyebutku perayu seolah itu hina. Aku bangga disebut begitu.

Mari kita bersikap mesra. Aku tahu itu konsep yang asing untukmu.

Aku bisa bersikap mesra.

Aku akan bermesraan denganmu.

Aku tak percaya orang tuamu mengundang Jonathan.

Aku harus cari kursi untuk dia.

-Bea bagaimana? -Tidak.

Dia duduk di meja kita.

Tidak, maksudku dia sudah cukup depresi karena putus hubungan.

Entah apa yang terjadi di kampus. Dia tak pernah membahasnya lagi.

Dia bisa duduk dengan sepupu.

Claudia!

Astaga.

Coba lihat.

Bagus!

-Ya! -Indah.

-Lihat? Sudah kubilang bagus. -Astaga, indah.

-Indah sekali. -Ini dia.

Rasakan tenteramnya.

Luar biasa, bukan?

Menakjubkan.

Baik. Waktunya pertunjukan.

Ini romantis sekali.

Baik. Cium leherku.

-Baik. -Mendekatlah.

Kau pendek.

Kau tidak cukup tinggi untuk mengatakan itu.

-Kau mudah geli? -Tidak, aku berakting.

Seperti balita?

Kau boleh berhenti.

Mohon aku agar berhenti, Jalang.

Hentikan!

Biar aku saja.

Minta izin untuk menaruh tangan kiriku di bokong kananmu.

Izin diberikan.

-Terlalu keras. -Maaf. Harus meyakinkan.

Jangan digosok-gosok.

Itu bukan lampu ajaib.

Itu bukan mainan remas.

-Aku tak pernah pura-pura gosok bokong. -Jelas. Biar kucoba.

Tidak pakai celana dalam?

Ini baju renang. Aku sedang berlibur.

Baik. Awas celahnya.

-Bagaimana? -Bagus.

Tapi tak perlu pura-pura.

Masuk ke sumur.

-Maaf. -Keluarkan.

Giliranmu.

Menaruh jari di bokongku? Apa itu akan meyakinkan...

Oh, di bokongmu.

Ya ampun, celanamu ketat sekali. Bagaimana kau bisa memakainya?

Itu ketat. Lihat? Seperti memegang anak burung.

Sial.

Dari setadi mereka tidak perhatikan?

-Ada tahi lalat di bokongmu? -Tidak.

-Aku merasakan sesuatu. -Tak ada tahi lalat.

Apa-apaan?

Apa-apaan?

Apa-apaan?

Apa-apaan?

Apa-apaan?

-Masih ada lagi? Masih ada? -Aku tidak tahu!

Periksa! Laba-laba berburu secara berpasangan!

Jangan difoto.

Turunkan kameranya.

Kita tak boleh ambil rohnya.

-Ada lagi? Di mana mereka? -Aku tidak tahu!

Aku merasakannya!

-Aku melihat sesuatu. -Apa yang kau lihat?

Bukan. Itu anggota tubuhmu. Kau aman.

Jika ada laba-laba di tubuhku,

mungkin ada di tubuhmu.

Tidak ada.

-Itu cara memeriksa yang lebih baik. -Ya.

Sial.

Baiklah. Teruskan perjalananmu.

Kami tidak mewarisi bumi.

Kami hanya meminjamnya dari para makhluk.

Hei. Apa yang kami lewatkan?

Astaga.

Wah.

Kenapa aku tidak bisa?

Karena kau harus belajar menyelam saat usia enam.

Kau pasti bisa.

Sudah coba berfokus pada jari kaki?

Ibuku mengajari trik ini.

Jika pura-pura ada tali dari hidung ke jari kaki,

kau bisa pertahankan posisinya.

Bisa lakukan lagi?

Kali ini, kuberikan pertanyaan sederhana. Ini akan menjernihkan pikiranmu.

Pastikan pertanyaannya tentang pesawat

atau pembunuhan Adipati Agung Franz Ferdinand.

Perusahaan yang menciptakan Concorde?

...kolaborasi antara British Airways dan pemerintah Prancis.

Bagaimana?

Lebih baik.

Mungkin ibumu bisa mengajarinya cara menyelam.

Dia sudah wafat.

Maaf.

Ya. Maaf.

Aku akan coba lagi, tapi kali ini beri pertanyaan dengan jawaban singkat.

Aku punya ide lebih baik.

Biar kulakukan semuanya. Aku akan memandumu.

Jangan berpikir.

Hati-hati bahunya.

Patah ketika aku lompat dari kereta bergerak di Paris.

Dia tidak membiarkanku lihat Menara Eiffel sendirian.

Aku harus katakan aku mencintainya.

Ketika kau tahu dia orangnya, yang lain tidak penting.

Itu luar biasa. Terima kasih!

Ini.

Apa aku berhasil?

Ya.

Bagus, Sayang.

Ayahmu berbakat.

Aku senang kalian bisa meluangkan waktu dengan Ben.

Kalian berdua sungguh...

Saling mengenal dengan cara yang terhormat,

yang cocok untuk wanita baik dan cerdas seperti putrimu.

-Ya, kami masih tahap awal. -Tidak terlalu awal.

Tapi juga belum serius.

Hanya momen ajaib ketika dua orang bertemu

dalam perjalanan kehidupan.

Karena itu aku khawatir ketika Jonathan muncul.

Aku tak mau menyakiti perasaannya.

Aku usul untuk menyembunyikannya agar dia tak sakit hati...

Tapi cinta kami terlalu kuat.

Aku tahu isi pikiran kalian.

Bahwa dia lebih tua.

Mereka tidak berpikir begitu.

Mungkin berpikir aku 27, awal 28?

Ya, kami sangat bahagia.

Teramat bahagia.

Dahulu tubuhmu seperti itu.

Tidak. Dia terbuat dari batu.

-Mereka berpegangan tangan. -Kita berhasil.

Aku tak percaya mereka mudah ditipu.

Kisah tentang ibumu hanya omong kosong?

-Apa? -Kisah tentang kunci pas besar.

Kupikir itu untuk merayu para wanita.

Kau juga mendengar itu.

Aku tidak bermaksud...

Maafkan aku.

Dan itu bukan untuk rayuan.

Terima kasih sudah bersikap baik kepada ayahku.

Bilas dirimu. Tabir suryanya pasti menempel di tubuhmu.

-Halo, Kawan. Aku mandi sebentar. -Baik.

Nah, Australia... Bagaimana pendapatmu?

Bagus.

Mags banyak cerita tentang dirimu. Dia menyebutmu cowok hebat.

"Mags" adalah Margaret? "Cowok hebat" adalah...

Teman baik.

Kau berselancar dengan baik jika ada pasir di bokongmu.

Sampai ke kalkun.

"Kalkun" adalah...

Kau tahu. Kulit pisang.

Kau tahu, sosismu?

Ayolah. Kau tahu, tenggiling.

Pokoknya, senang kau di sini.

Sampai jumpa!

Halo, Sayang!

Hai, Kawan!

Mau bermain?

Kau akan kalah.

Apa kabar?

Baik. Kau?

Baik.

Bagaimana kuliah? Sudah putuskan mau praktik hukum apa?

Kau mengenalku. Aku tak suka praktik.

-Masih ragu? -Sangat ragu.

Aku tahu keberadaanku di sini terasa aneh.

Tapi percayalah, ini bukan kemauanku.

Orang tuamu menipuku, memberiku tiket gratis.

Baik sekali. Kau anggota keluarga.

Kalau boleh jujur, sebenarnya aku memikirkanmu.

Ya, aku juga.

Berapa kau dan Ben sudah...

Masih baru.

Bukan baru-baru ini, tapi masih tahap awal.

Kupikir dia orang yang baik.

Kau tak berpikir begitu.

Memang tidak.

Terima kasih sudah bersikap santai dengan semua ini.

Bukan hanya ini, tapi ini juga.

Aku senang melihatmu, Bea.

Aku senang kau di sini.

Ayo kita bermain.

Ayo.

Kawan.

Itu aku.

Mau kopi?

Ini yang terbaik di dunia.

Kalian sungguh berbangga dengan kopi kalian.

Ini yang terbaik di dunia.

-Baik. -Nikmatilah.

Memang enak.

Aku mau pergi lari nanti.

Mau ikut?

Aku mau bersepeda dengan Bea, jadi tidak bisa.

-Dia sungguh menyukaimu. -Kau perhatikan itu?

Sudah berapa lama kau dan Beau berpacaran?

Kami biasa saja.

Dia baik, tapi aku mencari orang yang tidak biasa.

Lebih romantis.

Kenapa kita putus?

Aku tak ingat, tapi kurasa kau mengatakan bahwa

aku pria bodoh yang tidak dewasa disemprotkan Axe.

Dari aromanya kau bukan pria itu lagi. Bea beruntung.

Bea. Buka pintunya.

Bea.

Ada apa?

-Margaret pikir kita pacaran. -Itu bagus.

Tidak. Margaret harus berpikir kita pacar yang tepat.

Bukan pacaran serius, tapi karena situasi.

Jika dia pikir kita serius, dia tak akan melanggar aturan wanita.

Jadi kita harus atur hubungan kita agar kita berpacaran,

tapi ada peluang

agar dia bisa masuk dan kami bisa jadian.

-Kau teler? -Tidak, karena kopi. Bagai narkoba.

Aku menebak.

Tidak. Aku bekerja di Goldman. Pernikahan teman. Terpaksa.

Kau siapa?

Aku pria yang mencari jalan keluar.

Lihat kamarmu. Lebih besar... Kau punya lukisan?

Merah sekali.

Kita harus tingkatkan. Buat hubungan kita terlihat intim.

Apa rencanamu? Menciumku di lorong?

Itu bukan intim!

Sebenarnya, itu bisa disebut intim.

Malam ini gladi bersih, kita lakukan sesuatu

yang membuatmu terlihat tertarik denganku padahal tidak

dan aku tertarik denganmu, tapi kau tahu itu tidak akan...

Kendalikan dirimu, Bung.

Kau sering memukulku.

Klonopin, anggap ini rubah asli yang merusak taman kita.

Serang dia!

-Ya. Serang dia. -Serang dia.

-Kau lihat? -Dia berhasil!

Mereka datang! Baik. Ayo berangkat.

Cepatlah.

Terima kasih.

Hai!

Terima kasih.

Kau lihat ukuran kapal itu?

Sentuhan yang bagus.

Gaun yang bagus.

Mereka serasi, bukan?

MENERUSKAN PERAN DALAM PENYAMARAN

-Aku suka gaunnya. -Terima kasih.

Mau minum apa?

Biasanya apa untuk gladi resik?

Tiga Scotch murni dan sampanye untuk nona ini.

-Bagus sekali. -Baiklah.

Kau ingat.

Kau tak kuat minuman keras? Ya.

Baunya masih tercium di mobilku.

Kau tahu aku sungguh menyesal.

Itu malam yang asyik.

Itu musim panas yang asyik.

Mags!

Mags, kapten bilang kita bisa mengemudi kapalnya.

Baik. Aku datang.

-Ayo! -Tunggu. Aku pakai sepatu bertumit.

Lihat betapa beruntungnya kita.

Di kapal, berlayar keliling tanpa tujuan jelas.

-Baik. -Bocoran.

Lihat dirimu, Polly Pocket. Kau yang tercantik di sini.

Lihat. Itu Tasmania?

Bukan, itu...

Ya. Itu Tasmania.

-Halle, Tasmania, bodoh. -Ya, itu dia!

-Tidak kentara. -Benarkah?

-Aku jadi ingat pesta dansa. -Pertama atau kedua?

Jonathan adalah pria yang sempurna.

Dia sudah kami anggap anak.

Mungkin itu masalahmu.

Bea tak mau bercinta dengan saudaranya.

-Itu lagu favoritnya. -Ya. "Kiss Me."

Bagaimana? Orang tua sedikit melonggar?

Bagaimana denganmu?

Aku datang.

-Ayo. -Kau bisa berdansa?

Biar aku yang memimpin.

Astaga.

Margaret memperhatikan?

Aku tidak lihat karena dihalangi Si Hemsworth.

Semua ke geladak atas. Kita akan bersulang sampanye!

Ikut aku.

Kita mau ke mana?

Menyelesaikan ini.

-Titanic aku. -Apa?

-Silakan ambil sampanye. -Terima kasih.

Ambil minuman!

Titanic aku.

Tidak. Itu bodoh.

Tepat. Orang yang mau melakukan ini

tahu betapa bodohnya ini,

tapi dalam tahap awal saling suka,

mereka sama-sama nyaman melakukan aksi bodoh ini.

Percayalah.

-Astaga. -Ayo.

Ini jijik sekali.

Begitu juga mengatakan "jijik," Pak Tua.

Bersulang!

Bersulang!

Angkat tanganku.

-Aku sudah tonton filmnya. -Benarkah?

-Baik. -Baik.

Ini tak akan berhasil.

Itu pemandangan termanis yang pernah kulihat.

Mereka melakukan Titanic?

Itu indah.

Mereka memperhatikan?

Ya.

-Mereka percaya? -Menurutku tidak akan.

Ini sungguhan. Kita berhasil.

Kita hebat. Kita benar-benar hebat.

Jonathan, sudah lihat Tasmania?

Innie, aku baik-baik saja.

Tidak apa-apa.

Kau akan ucapkan dialognya?

"Raja dunia." Kau adalah raja dunia.

Jack, aku terbang.

Baik, cukup sampai situ.

Mereka pergi. Pertunjukkan sudah berakhir.

Astaga!

Tidak! Tolong! Tunggu!

Bea!

Bea!

Kau baik-baik saja?

Ya.

Kenapa kau lompat?

Untuk menolongmu.

Kau tak mahir berenang.

Aku mahir berenang. Hanya untuk jarak pendek.

-Kita akan mati. -Tidak akan.

-Kita akan hipotermia. -Suhu airnya 32 derajat.

Kita akan dimakan hiu.

Celaka, kita akan dimakan hiu!

Kita akan baik-baik saja.

Aku pernah mengapung 10 jam di lepas pantai Kepulauan Cayman.

-Goldman? -Ya, itu acara bar mitzvah anak rekanku.

Sedikit kokaina.

-Astaga! -Roger! Astaga.

Mereka benar-benar meniru Titanic.

Aku suka komitmen kalian!

Hentikan kapalnya!

-Sam, hentikan kapalnya! -Biar aku saja.

-Tetap tenang! -Dia tidak pandai berenang.

Bea!

Ben!

Di sana!

Kau yakin?

Ya. Ayo.

Kenapa kita tidak berputar?

Airnya terlalu dangkal. Kita bisa kandas.

-Harbour Rescue sudah dikabari. -Oh, Sayang.

Kau baik-baik saja?

Baik.

Ayo.

Astaga.

-Majulah. -Ayo ke tengah.

Mungkin itu hal paling...

Jika Margaret tidak percaya...

Tak ada yang lebih romantis dari melompat untuk menolongku.

Pastinya Jonathan tidak melompat.

Orang tuamu pasti melihat itu.

Kau tak memberinya kesempatan.

Kenapa kau terus membelanya?

Kenapa putus dengan dia?

-Itu rumit. -Tidak pernah rumit.

Dia selingkuh? Masalah narkoba?

Kau mendapatinya mengukur kemaluan dengan aplikasi penggaris?

Kami tak pernah bertengkar.

Bukankah itu bagus?

Itu terlalu nyaman.

Dia luar biasa, berarti tak ada yang lain karena aku punya yang terbaik.

Aku tak bisa beri tahu dia aku berhenti kuliah hukum.

Aku tak tahu mau apa dengan hidupku.

Kita akan dimakan hiu, aku harus beri tahu seseorang.

Tak ada yang tahu?

Kurasa akhir pekan ini bukan waktunya untuk berita buruk.

-Akhirnya kau lakukan. -Apa?

Malam itu katamu kau tak ingin jadi pengacara, maka...

Kau ingat itu?

Itu malam yang mengesankan.

Sampai kau menyelinap pergi.

Kenapa kau pergi?

Karena kau membuatku takut.

Itu kali pertama aku merasakan asmara dan aku harus padamkan.

Aku mengerti itu.

Aku sungguh terluka saat kau pergi.

Maka aku bicara buruk tentang dirimu kepada Pete.

Bukan itu perasaanku sebenarnya.

Lihat kita.

Dua orang bermasalah mengapung di tengah pelabuhan.

Berjanjilah jika selamat, kita akan melihat itu di daratan.

Pemandangannya indah dari sini.

Ini bodoh, tapi aku ingin melihat orang-orangnya.

Landmark seperti itu penuh orang-orang kasmaran.

Lamaran pernikahan, bulan madu,

lompat dari kereta bergerak demi melihat gedungnya bersama orang yang kau cintai.

Seperti ayahmu dan Menara Eiffel?

Dia menceritakannya?

Dalam hal cinta, yang lain tidak penting.

Aku butuh itu saat ini.

Itu tidak bodoh.

Kau, aku dan Gedung Opera. Kita berkencan.

Aku janji.

Ini Harbour Rescue. Tetaplah di tempatmu.

Menjauh dari pelampung.

Ada apa?

Aku takut terbang!

Bukankah kau sering terbang untuk pekerjaanmu?

Aku punya rutinitas khusus.

Penutup mata, headphone, menutup diri.

Aku belum tertulis

Tak bisa baca pikiranku

Aku belum ditentukan

Itu lagu tenangku.

-Tahu dari mana lagu tenangku? -Jangan dipikirkan.

Menatap halaman kosong di hadapanmu

Membuka jendela yang kotor

Biarkan matahari menerangi

Kata-kata yang tak bisa kau temukan

Meraih sesuatu di kejauhan

Begitu dekat kau bisa merasakannya

Lepaskan penghalangmu

Rasakan hujan di kulitmu

Tak ada yang bisa merasakannya untukmu

Hanya kau yang bisa izinkan masuk

Tidak ada yang bisa

Mengucapkan kata-kata di bibirmu

Memenuhimu dengan kata-kata yang tak terucapkan

Jalani hidupmu dengan tangan terbuka

Hari inilah bukumu dimulai

Sisanya belum ditulis

Kau baik-baik saja?

Diamlah.

Baik.

-Sekali lagi terima kasih. -Jauhi air.

Mau kopi?

Jangan buatan sini. Nanti aku tak bisa tidur.

Ya.

Terima kasih sudah berusaha menolongku.

Itu menyenangkan.

Bodoh, tapi menyenangkan.

Itu jenis yang terbaik.

Jangan, panas!

Astaga.

Kapan kau akan belajar?

Mau kutiup?

Masih panas?

Kita makin pintar berpura-pura.

Aku tak tahu lagi mana yang nyata.

Semua yang kulakukan terasa salah.

Ben? Bea? Kalian baik-baik saja?

Ben, Bea, kalian di sini?

Periksa dapur.

Bea?

Beatrice!

Beatrice!

Sayang, apa itu? Bekas tangan?

Entahlah.

Pria Adalah Penipu

Cepat, Tampan!

Kita ada urusan. Ayo!

Sudah siap? Kita tugas pengiring pengantin.

Tunggu sebentar.

Mandi yang bersih. Entah apa isi air pelabuhan itu.

-Aku sudah mandi semalam. -Dua kali mandi dalam delapan jam?

Hebat, Bung! Kau bersih!

Selamat hari pernikahan! Kau semangat?

Ya, aku semangat menikahi Claudia.

Aku juga tuan rumah untuk pesta seperti dalam sandiwara,

dan aku tak suka keramaian,

-rasanya ingin kawin lari. -Kemarilah.

Yang penting kau dan Claudia akan hidup bersama.

Aku sayang kau.

Aku juga menyayangimu.

Bea?

Kau tetap bisa ambil kuenya, bukan?

Tentu.

Bagus. Kuminta Margaret menemani, untuk berjaga-jaga.

Margaret.

Baik. Katakanlah.

Pilih siapa? Margaret atau Bea?

Ayolah. Jangan begitu. Kita hanya dua perempuan bicara.

Aku paham. Ini sulit.

Magpie adalah gadis impianmu.

Dia percaya diri, cantik, dan tahu cara memadamkan api dengan pakaiannya.

Sementara di lain sisi, Beeswax...

Dia cantik, lucu, cepat, dan punya bokong yang indah.

Pete.

Apa? Aku tidak merendahkan Margaret. Itu tak pantas. Dia sepupuku.

-Juga tidak pantas untuk Bea. -Ini lebih dalam dari dugaanku.

Hei, Sydney! Temanku jatuh cinta!

-Hentikan! Tolong hentikan. -Apa?

Aku tahu apa rencanamu. Aku tahu rencana kalian.

Kau menjebak kami, dan kami ikuti. Tapi hanya pura-pura.

Pasti karena ayah tiriku. Dia tak bisa berakting.

-Kau juga payah. -Kau kejam, Kawan.

Pasti Bea.

Entahlah. Dia tak tahu yang dia inginkan.

Dia lajang untuk pertama kalinya dalam hidup.

Dia berhenti kuliah hukum. Tunangannya di sini.

Bung, hentikan drama kulit putihmu...

Hei, serius.

Setiap kali hubunganmu jadi serius, kau kabur,

menyebut dirimu perayu, beralasan, dan kau cari wanita lain.

Pasti Bea.

Kau melompat dari kapal untuk dia.

Oh, itu sempurna.

Mereka pasti suka. Terima kasih.

-Biar kutaruh dalam kotak. -Terima kasih.

Aku tak paham pernak-pernik pernikahan.

Jika suka seseorang, cium dia, tak usah diumbar.

Aku memakai gaun pernikahan untuk Halloween lima tahun berurutan.

-Hentikan. -Aku tahu, itu menyedihkan.

Tapi aku setuju denganmu. Aku juga tak suka acara pernikahan.

Kau dan Ben tidak serius?

Apa?

Tidak, hanya...

Kami berkencan karena keadaan.

Saat melihatmu semalam di pelabuhan, kupikir lebih dari itu.

Hanya...

karena keadaan.

-Itu umum di Amerika? -Entahlah.

Jadi kau tak keberatan jika aku mendekatinya?

Kurasa aku salah telah mencampakkannya.

Jika kau keberatan, katakan saja. Sungguh.

Aku tahu dia menyukaimu.

Bagaimana aku harus mendekati Ben?

Tunggu sampai usai pernikahan?

-Entah. -Kalian sudah bercinta?

-Beatrice. -Kau berhenti kuliah?

Kau akan membuang semua jerih payahmu?

Masih bisa daftar ulang?

Begitu kau putus dengan Jonathan, semua jadi kacau.

Kau pakai narkoba? Jika benar, maka aku mengerti.

Kata siapa aku berhenti kuliah hukum? Apakah Ben?

-Kau berhenti kuliah? -Apa?

-Kapan kau mau bilang? -Itu untuk membalas kami?

Maaf kami memaksamu untuk berhasil.

Kita orang tua yang buruk.

-Bukan karena Ibu. -Ya, karena Ibu.

Karena kami tak izinkan kau merusak hidupmu

karena kau mengalami kesulitan.

Semua orang pasti mengalami kesulitan. Itu disebut "hidup".

Hei.

Aku tak percaya. Kau beri tahu aku berhenti kuliah?

-Tidak. -Dia beri tahu Pete. Pete beri tahu kami.

-Sial. -Beri tahu apa?

Kuberi tahu Pete, tapi bukan itu tujuannya.

-Beri tahu apa? -Cepat atau lambat, mereka akan tahu.

-Tapi kau tak berhak memutuskan. -Maaf. Aku tak bermaksud.

-Tak penting bagaimana kami tahu. -Tahu apa?

Dia berhenti kuliah hukum.

Ya, aku sudah tahu.

-Kau kurang ajar. -Aku salah. Maafkan aku.

Pantas kau sendirian. Kau tak bisa dipercaya.

-Lalu, apa alasanmu? -Lelaki sepertimu.

Terserah kau saja.

Enyahlah.

Jangan lakukan di sini, jangan sekarang.

Aku mengacaukannya. Ini salahku.

Mau berenang? Menyejukkan diri sebelum pernikahan?

Ide bagus. Mungkin minum-minum?

Maaf, tapi rencana kalian gagal.

Kami tidak jadian. Selama ini kami berpura-pura.

-Kau tahu? -Apa maksud mereka?

Kami menyusun rencana agar mereka jadian

agar keadaan menjadi tenang.

Kau membohongi kami? Belakangan ini kau jujur tentang apa?

Kau membohongiku? Kalian tidak jadian?

Aku tak akan bersama orang seperti dia.

-Karena aku yang bermasalah. -Memang.

-Aku bermasalah? -Benar.

-Aku bermasalah? -Kau...

-Tidak! -Klonopin!

Klonopin, anjing nakal.

Maksudku, anjing pintar, tapi lain waktu lihat dahulu situasinya.

Maaf.

Hei...

Bea.

Kuenya akan baik-baik saja.

-Bagus? -Sempurna.

Tenang saja. Kau terlalu khawatir.

Tidak. Semuanya berantakan.

Kita hanya minta mereka datang dan merayakan kita, dan mereka kacaukan.

Aku stres sepanjang akhir pekan,

dan kau lebih mencemaskan Bea ketimbang bersama aku.

Kau hanya memikirkan rencanamu. Kau mau menikahiku atau rencanamu?

Jika begitu perasaanmu, untuk apa kita menikah?

Aku tidak tahu.

Mungkin kau tahu.

Ada satu hal terakhir yang perlu kita palsukan.

-Hari yang indah. -Benar.

Aku turut bahagia untuk dia.

Indah sekali. Aku juga menyayangimu.

Terima kasih.

Claudia. Halle.

Sikap kami menyebalkan. Kami sungguh menyesal.

Aku saudara yang buruk, dan dia teman yang buruk.

Ini hari penting kalian.

Kami tak akan merusaknya. Kami berjanji.

Tapi asal tahu saja, jika kalian buat ulah hari ini,

aku akan meminjam pisau.

Pisau baru yang berkilau.

Cinta itu memabukkan.

Menyelimutimu, menggelitikmu,

dan membuatmu merasa melayang.

Seperti angin ini.

Ada di tulangmu. Di napasmu. Ada di setiap detak jantungmu.

Kau tak bisa melihatnya, menggambarkannya.

Dan tak bisa lari darinya.

Halle.

Aku sangat mencintaimu.

Aku tidak bosan mengatakannya.

Kau adalah yin dan aku adalah yang.

Selai kacang untuk jeliku.

Aku akan mencintaimu selamanya.

Claudia.

Seluruh hatiku begitu mencintaimu sehingga aku tak kuasa menahan diri.

Itu bagus.

Aku baru mengarangnya.

Klonopin.

Kunyatakan kalian telah menikah!

Lihat. Itu dia.

Halo, Orang Tua.

Itu Tasmania?

Bagaimana keadaanmu?

Maaf aku berbohong tentang kuliah.

Aku tak ingin mengecewakan lagi.

Andai kau beri tahu, mungkin kami...

Berusaha membujukku?

Tidak. Mungkin kami bisa mendukungmu.

Aku tahu ini menakutkan bagi kalian.

Tapi aku juga takut dan aku harus menghadapinya sendiri.

Aku tahu terkadang kami agak suka...

-Mengatur? -Bukan.

-Berlebihan? -Bukan.

-Gila? -Ya. Itu dia.

Tapi karena kami sangat menyayangimu.

Aku menyayangimu.

Bersulang!

-Untuk kita! -Untuk kita!

-Kita harus gunakan itu sekarang. -Aku tahu.

Halo, Bibi. Boleh aku mencurinya?

Tentu. Silakan.

-Boleh? -Selamat bersenang-senang.

Halo.

Hai.

Di mana Beau?

Dia pergi.

Katanya dia melihat ombak dan merasa wajib untuk berselancar.

Maaf.

Hubungan kami tak serius.

Kau dan Bea.

Katanya kau hanya "karena keadaan".

Itu katanya?

Ya.

Kau baik-baik saja?

Ya. Kami tahu ini akhir pekan yang sulit untukmu.

Aku tidak tahu.

Beberapa hari ini membuatku sadar betapa aku merindukanmu.

Pergilah jalan-jalan. Jernihkan pikiran.

-Kami akan temani. -Tidak.

Aku menyayangimu, tapi ini pernikahan kami, jadi...

-Kau yakin? -Ya.

Aku mau pergi perhatikan orang.

Tapi bukan...

orang-orang ini.

Terima kasih.

Dah.

Wah.

Ben.

Sudah lama aku menginginkan ini.

Tapi kurasa aku hanya terpaku pada kenangan.

Aku juga...

Maafkan aku.

Aku minta maaf.

-Aku tak pernah lihat Bea seperti ini. -Benarkah?

Kau yang bilang cinta dan benci hanya beda tipis.

Bukan aku yang pertama mengatakan itu, tapi ya.

Aku tahu kedengarannya gila,

tapi meski mereka bertengkar, belum pernah kulihat Bea sebahagia itu.

Sama seperti Ben.

Halo, Ayah Tiri. Boleh bicara?

Ya, tapi cepatlah, Nak. Aku mau dansa dengan seorang wanita.

Tapi jangan bilang ibumu.

Ha-Ha-Ha. Kau pintar sekali.

Tahu siapa lagi yang pintar? Ben.

Tahu siapa yang cocok untuk Ben?

Gadis bergumam yang kelihatannya punya rahasia.

-Kau tahu namanya Bea. -Itu lelucon.

Bisa hentikan?

Hentikan.

Apa kabar, Bung? Apa kabar, Ben?

-Kalian juga. -Apa?

Cukup bicara keras-kerasnya agar terdengar olehku. Hentikan.

-Kami tak tahu kau di situ. -Benar. Kami tak tahu kau dengar.

Kami tahu. Kami berpura-pura khusus untukmu.

-Penampilan kami bagus. -Apa masalah kalian?

Sepanjang akhir pekan ini aku dibohongi, dimanipulasi, dipermainkan.

Aku tidak tahu mana yang nyata dan bukan.

Aku tahu kau agak bingung, tapi aku serius dengan kata-kataku tentang cinta

Terlalu berharga untuk disia-siakan.

-Aku tak melihatnya. Dia... -Dia pergi berjalan-jalan.

Setelah melihatmu mencium Margaret.

Apa?

Aku tak mencium Margaret. Dia menciumku.

Aku mundur. Aku tak mau bersama Margaret.

Hentikan.

Kau tampan tapi bodoh.

Lari. Jangan menunggu cinta. Berjuanglah mendapatkannya!

Jangan pikirkan soal perbedaan usia.

Aku 29 tahun.

Tak mungkin kau 29 tahun.

Kau tahu dia di mana?

Katanya dia mau jalan-jalan, memperhatikan orang.

Itu katanya? Memperhatikan orang.

Mungkin ungkapan untuk menangis sendirian.

Bukan.

Kurasa aku tahu dia di mana.

Kalau begitu, pergi temui dia.

Jelajahi kota, blok demi blok. Periksa setiap pelosok.

-Pertama utara-selatan, lalu timur-barat. -Leo. Aku tahu dia di mana.

Itu jadi lebih mudah.

Aku hanya perlu menemukan kereta bergerakku.

Ada apa?

-Itu kopi? -Ya.

Baiklah.

Hubungi Harbour Rescue!

Ben! Astaga!

Hidung ke jari kaki.

-Astaga. -Kau gila?

Aku ingin minta tolong.

Aku belum tertulis

Kenapa kau tidak menggunakan perahu saja?

Temui saja gadis itu.

Terima kasih.

Permisi!

Permisi!

Margaret menciumku, bukan aku.

Kedengarannya bohong, tapi itu yang sebenarnya.

Aku tak menemukan kereta bergerak.

Maaf, ini terbaik yang bisa kulakukan.

Kau sudah gila?

Ya. Karena kita bertemu dua tahun lalu dan aku masih belum bersamamu.

Itu tanda-tanda orang gila.

Aku membencimu. Aku tak memberimu pilihan.

Aku tidak membencimu.

Walau kau menyebutku bodoh.

Kataku sikapmu yang bodoh.

Tidak, aku memang bodoh.

Caraku menangani segalanya. Caraku menangani malam pertama.

Caraku menangani semalam.

Itu tidak menyenangkan.

Kenapa kau pergi?

Kupikir kau akan menyesalinya.

Aku tak ingin lagi kehilangan orang yang aku...

...benar-benar cintai.

Semalam adalah hal pertama yang tidak kusesali sejak lama.

Aku suka cara kita bertengkar.

Aku suka betapa pintarnya dirimu.

Aku suka caramu memasukkan tangan ke celanaku.

Aku suka kau tahu yang kau tidak mau.

Jika bukan aku,

jika aku tak memenuhi persyaratanmu, jika aku bukan orangnya...

aku mengerti.

Tapi aku akan sangat sedih.

Kau akan menciumku sekarang?

Ya. Benar.

Kau berlari jauh untuk orang yang tidak kardio.

Ya, aku sekarat. Aku butuh udara.

Aku belum tertulis

Tak bisa baca pikiranku

Aku belum ditentukan

Aku hanyalah awal

Pena ada di tanganku

Akhir belum direncanakan

Menatap halaman kosong di hadapanmu

Membuka jendela yang kotor

Biarkan matahari menerangi Kata-kata yang tak bisa kau temukan

Dari mana kau tahu lagu tenangku? Dari mana mereka tahu?

Begitu dekat sehingga kau bisa merasakannya

Lepaskan penghalangmu

Rasakan hujan di kulitmu

Tak ada yang bisa merasakannya untukmu

Hanya kau yang bisa izinkan masuk

Tidak ada yang bisa

Mengucapkan kata-kata di bibirmu

Memenuhimu dengan kata-kata yang tak terucapkan

Jalani hidupmu dengan tangan terbuka

Hari inilah bukumu dimulai

Sisanya belum ditulis

Aku melanggar tradisi

Terkadang upayaku

Di luar batas Ya

Kita dikondisikan

Untuk tidak buat kesalahan

Tapi aku tak bisa hidup demikian

Menatap halaman kosong di hadapanmu

Membuka jendela yang kotor

Biarkan matahari menerangi Kata-kata yang tak bisa kau temukan

Meraih sesuatu di kejauhan

Begitu dekat sehingga kau bisa merasakannya

Tolong jangan ganggu aku

Rasakan hujan di kulitmu

Tak ada yang bisa merasakannya untukmu

Tidak ada yang bisa

Mengucapkan kata-kata di bibirmu

Memenuhimu dengan kata-kata yang tak terucapkan

Jalani hidupmu dengan tangan terbuka

Hari inilah bukumu dimulai

Sisanya belum ditulis

Aku menyesal pernikahanmu hampir batal karena ulah kami.

-Apa? -Apa?

-Aku melihatmu bertengkar di serambi. -Tidak.

Kami pura-pura agar kalian merasa bersalah dan berbaikan.

Kau mau menikahiku atau rencanamu?

Jika begitu perasaanmu, entah kenapa kita harus menikah.

Terima kasih.

Boneka.

Kita hanya boneka.

Ya.

Menatap halaman kosong di hadapanmu

Membuka jendela yang kotor

Biarkan matahari menerangi Kata-kata yang tak bisa kau temukan

Meraih sesuatu di kejauhan

Begitu dekat sehingga kau bisa merasakannya

Lepaskan...

Rasakan hujan di kulitmu

Tak ada yang bisa merasakannya untukmu

Hanya kau yang bisa izinkan masuk

Tidak ada yang bisa

Mengucapkan kata-kata di bibirmu

Memenuhimu dengan kata-kata yang tak terucapkan

Jalani hidupmu dengan tangan terbuka

Hari inilah bukumu dimulai

Sisanya belum ditulis

Diterjemahkan oleh: Nazaret Setiabudi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.