Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Halo. - Mau sedikit bersenang-senang?
- Siapa ini? - Sebut namamu, akan kusebut namaku.
Kurasa tidak.
- Suara apa itu? - Aku kentut.
Kupikir kau tak dengar.
Bukan, suara meletup itu.
Aku membuat berondong. Bersiap menonton video.
- Video apa? - Hanya film seram.
Kau suka film seram?
- Apa favoritmu? - Aku tak tahu.
Pikirkanlah.
Aku tahu. Kazaam,film di mana Shaq berperan sebagai jin.
Itu bukan film horor.
Kau belum melihat akting Shaq.
- Hei, suaramu bagus. - Terima kasih.
Kau belum mengatakan namamu.
Kenapa kau ingin tahu namaku?
Karena aku ingin tahu siapa yang kulihat.
Apa katamu?
WAKTU BERMAIN
Payudara yang bagus.
Dengar, apa maumu?
Aku ingin melihat isi tubuhmu.
Kalau begitu, buka halaman 54.
Hei, bagus.
Dengar, cukup bersenang-senangnya, sebaiknya kau berhenti atau...
Atau apa?
Atau pacarku akan datang, dia berkulit hitam dan akan menghajarmu.
- Benarkah? - Ya.
Maksudmu yang memakai riasan dan pakaian wanita?
- Bagaimana kau tahu? - Nyalakan lampu teras.
Tolong!
Itu bukan pacarku.
Kami hanya tidur beberapa kali, itu saja.
Akan kutelepon polisi.
Silakan. Telepon polisi.
Tapi periksalah pintu belakang dulu.
Kau lupa menguncinya.
Rasakan ini, Orang Gila!
Kakiku mati rasa.
Rasanya lenganku patah.
- Maaf. - Panggilkan ibuku.
Halo, Drew.
Astaga.
Astaga.
KESELAMATAN - KEMATIAN
Tidak!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah, tidak! Tidak!
- Kau mendengar sesuatu? - Tidak, tak dengar.
Bobby, apa yang kau lakukan? Ayahku di sebelah.
Aku baru sadar tak pernah memanjat jendelamu.
Sekarang kau sudah, kau harus pergi, Bobby.
Kenapa?
Ayo.
Ada apa di sana?
Kepala Ayah tersangkut. Tolong lepaskan.
Ayah tak bisa mengetuk?
Apa? Ayah dengar teriakan di sini.
Tidak. Tidak, Ayah.
Mungkin karena mengisap ganja tadi.
- Ya. - Ya, begitulah.
Ayah harus keluar kota beberapa hari.
Bukan apa-apa. Hanya bisnis baru dengan orang-orang Kolombia itu.
- Maksud Ayah Paman Escobar. - Ya. Benar.
Ada masalah. Sejumlah uang hilang.
Sepertinya akan ada yang patah kaki.
Lebih baik jika Ayah tak mencolok untuk beberapa hari.
- Jika polisi menggerebek... - Aku tak mengenal Ayah.
- Lalu jangan lupa... - Membuang simpanan Ayah.
Kau gadis kecilku. Ayah sangat menyayangimu...
dan Ayah sisakan untukmu di kaleng kopi.
Ayah.
Tapi ingatlah untuk mencampurkannya sebelum menjualnya.
- Dengan apa kau mencampurnya? - Bubuk...
Soda kue. Bukan bubuk pengembang.
Jika pakai itu, akan tumbuh muffin di hidung orang-orang.
- Ayah. - Kau suka lelucon itu, ya?
Kau suka lelucon itu sejak umurmu dua tahun.
- Baiklah... - Aku menyayangimu.
- Ayah menyayangimu. - Nikmati perjalananmu.
- Dah. - Dah.
Sudah aman?
Cindy, gaun tidur itu.
Nyaris saja. Astaga!
Aku sedang menonton The Exorcist dan terpikir dirimu.
Jika itu saat aku muntah lendir hijau dan masturbasi dengan salib,
itu pesta bir pertamaku, Bobby.
Bukan. Itu diedit untuk TV. Adegan bagusnya sudah dipotong.
Jadi, kau pikir akan memanjat jendelaku dan kita akan bermain Bump-Bump?
Aku berharap testisku dijilat,
tapi aku tak mau melanggar aturan pakaian dalammu.
Jadi, mungkin kegiatan dengan pakaian?
- Baik. Tapi sebentar saja. - Ya? Baiklah.
Apa-apaan?
Salah lokasi.
Bobby!
Jangan, Bobby.
DILARANG MELINTAS
Ya, ayahku.
Baik, kau harus pergi sekarang.
Soal seks tadi? Aku tak begitu serius.
Aku tak mau buru-buru.
Hei, apa kau akan puas dengan 13 tahun ke bawah?
Apa itu?
Selamat malam, Bobby.
Shorty, kau berisik.
Pastikan kau masuk kelas hari ini.
- Aku akan masuk kelas. - Makan siang bukan kelas.
Ya, jika kau dapat kudapan.
Itu sebabnya kau bodoh sekali.
Ibumu.
Kau saudaraku. Dia juga ibumu, Dungu.
Benar. Kalau begitu, ayahmu bodoh.
Lalu kenapa? Aku tak kenal dia.
Ya, aku juga tidak.
- Hei, kau siap? - Ya, sebentar lagi.
- Ayo, kita akan terlambat. - Tunggu. Ada Buffy.
Entah kenapa kau bergaul dengannya.
- Dia itu jalang. - Kenapa kau mengatakan itu?
- Aku pernah lihat. - Terima kasih, Ayah.
Sean mengadakan pesta kolam.
- Sean? - Kau tahu, Puff Daddy?
Semua orang minum sampanye Cristal.
Keadaan mulai liar, orang menjadi gila di kolam.
Aku menoleh dan dia menjadi liar di Jacuzzi.
- Lalu? - Dengan penari cadangan.
Itu menjijikkan.
Itu lebih rendah dari petugas keamanan.
Setidaknya mereka bisa membawamu ke belakang panggung.
- Dia tak mencintai dirinya. - Dah, Ayah.
Entahlah. Menurutku Buffy manis, Brenda.
Dia palsu seperti kuku tempelan.
- Hei, Sayang! - Hai!
- Hai. - Hai.
Apa kabar?
- Dah, Tn. Gilmore. - Dah!
- Sudah pergi? - Ya.
Hei, Cindy!
- Aku suka warna ini. - Biar kulihat.
- Jangan gunakan merek ini. - Kenapa?
Mereka menguji produknya pada hewan.
Lalu?
Kalian lihat yang mereka lakukan terhadap hewan malang itu?
HENTIKAN PENGUJIAN PADA HEWAN
Aku lebih peduli dengan manusia.
Aku ingin memberi makan anak-anak kelaparan di dunia.
- Aku lebih suka membantu sesama. - Punya satu dolar?
Pergi kau, Gelandangan!
Buffy! Kau tak lihat dia lapar?
Ini, Pak. Roti lapis yang enak untukmu.
- Lihat? - Kubilang satu dolar, Jalang!
Astaga. Lihatlah tempat ini.
Seperti sirkus.
Halo. Aku Gail Hailstorm, penulis buku Kau Mati, Aku Kaya.
Kota perguruan tinggi kecil terkejut setelah hal tak terduga terjadi.
Pembunuhan brutal yang menewaskan seorang remaja...
Cukup. Dua remaja tewas,
lalu kota kecil ini terguncang.
- Di saat-saat seperti ini... - Polisi menyisir petunjuk di area ini.
Sepertinya tak ada saksi saat ini.
Tak ada tersangka ditahan.
Polisi meminta keterangan.
Langsung dari Black TV.
Orang kulit putih mati dan kami pergi dari sini! Ayo!
Ayo, kemasi barangmu dan cepat pergi!
Cepat!
SALURAN BERITA DAN HIBURAN KULIT HITAM
Hei, apa menurut kalian pers akan mau bicara dengan kita?
Tidak.
Pers hanya ingin mewawancarai orang paling bebal.
Aku masuk TV! Astaga! Tadi polisi, sekarang ini!
Aku akan menjadi bintang!
Ceritakan soal Drew.
Bokongnya sangat besar.
Keren sekali!
Sedekat apa kau dengan korban?
Sangat dekat. Sampai pengaruh obatnya hilang.
Lalu dia bangun dan akan menuntut.
Jadi, kukeluarkan lidahku dan pergi.
Apa kata-kata terakhirmu untuk Drew?
Lari, Jalang! Lari!
Hei, Bung.
Kaus ini membuatku tampak homoseksual?
Tidak.
Kalau sekarang?
- Tidak. - Bagus?
Ya.
Ambillah. Jangan lupa, pemilihan hari Selasa.
"Jangan lupa, pemilihan hari Selasa."
Sialan! Berengsek!
Ada apa, Sayang?
Kartu laporanku.
SMA B.A. CORPSE BODOH
Setidaknya ada satu A.
- Ya. Benar, ya? - Ya.
Kau sangat cerdas.
- Hei, ada yang melihat Bobby? - Tidak.
Anak itu selalu terlambat.
Aku tak paham. Rumahnya dekat.
Sampai jumpa, Hairy Mama, Bubba, Jim,
Big Jim, Little Jim, Slim Jim, Semuanya.
Sampai nanti. Dah, Ding. Baiklah.
Astaga.
Aku ingin memakai celanamu ini.
Sungguh?
Ya. Berapa ukurannya?
Hei, Teman-teman.
- Hei, Bobby. - Hei, Sayang.
- Apa kabar? - Baik.
- Lihat wartawan di luar? - Ya.
Katanya Drew Decker terbunuh tadi malam.
Aku tahu.
- Sepertinya aku kenal. - Benarkah?
- Ya. Dia punya adik bernama Steve? - Ya.
Rambut panjang, bibir kecil, bokong sempurna?
Itu dia.
Bukan, yang kumaksud Steve.
Bagaimana kabar Steve?
Tidakkah kalian pikir aneh dia terbunuh...
tepat satu tahun setelah kita membunuh pria itu?
Hei, Cindy, itu kecelakaan.
Benarkah, Greg?
Ya!
Ya.
Kau lihat yang mereka lakukan?
Kapan kita akan melakukan itu?
Suatu hari.
- Kau suka itu, Sayang? - Ya, itu berbeda.
- Kau suka itu? - Aku suka itu.
Aku suka saat kau memainkan bokongku.
Aku tak memainkan bokongmu.
- Ray! - Maaf.
Ayolah! Hei, Bobby, nyalakan musik.
Tunggu. Ini. Pasang ini.
Ya, itu baru musik!
Ini hujan laki-laki
Sayang. Berhenti.
Kenapa? Ini klasik.
Pasang radio, Kawan.
Ya!
- Apa? Hari ini aku mencuci. - Apa-apaan ini?
Ya!
Ya!
- Hei. Kemarilah. - Apa?
Mendekat saja kepadaku.
Ingin katakan sesuatu?
Apa yang kau lakukan?
Aku ingin kau menyentuhnya. Ayo, sentuh.
Sedikit saja. Ayolah.
Ya, itulah maksudku.
Astaga!
Astaga, Cindy, aku...
Sial!
Astaga. Apa itu tadi?
Kurasa kita menabrak sesuatu.
Astaga!
Bobby, lihat mobilku! Ayahku akan marah besar!
Aku tak melihatnya. Itu muncul tiba-tiba.
- Astaga, kita menabrak sepatu bot. - Di mana kakinya?
Aku tak tahu.
Di mana...
Ada mayat!
- Apa dia masih hidup? - Aku tak tahu.
- Periksalah. - Aku tak bisa.
- Sial! - Astaga!
Kita harus telepon polisi.
- Aku tak mau dipenjara. - Itu harus!
Cindy. Kau tahu perlakuan mereka terhadap remaja di penjara?
Lalu semua narapidana haus seks yang menunggu anak baru.
Kau benar. Mungkin kita harus telepon polisi.
Ya, itu ide yang bagus.
Bagaimana dengan Brenda? Dia mau masuk penjara?
Ini pembunuhan. Kita semua akan dihukum.
Mungkin 10 hingga 15 tahun.
Diam, Bobby! Ada alkohol...
- Aku baik-baik saja. - Kita dalam masalah besar.
- Aku tak apa. - Jangan salahkan aku, Ray.
Kita akan singkirkan mayatnya.
- Tidak perlu. - Pikirkanlah.
- Kita buang ke laut. - Bukan laut, dermaga.
- Aku akan pergi. - Ide bagus.
- Alkoholnya bagaimana? - Akan kita buang.
Ayolah. Ini tak apa-apa.
- Lekas. Ayo. - Taruh di bagasi.
- Aku tak terlibat! - Diam!
Cindy, ayolah. Kita akan anggap ini tak pernah terjadi.
Seperti saat kita mabuk dan bercinta.
- Kupegang lengannya. - Aku juga.
Aku angkat bokongnya.
Kita bawa dia ke Williamson Cove dan buang di sana.
Hiu akan memakan buktinya.
Gawat, ada yang datang.
- Sial. Itu Shorty. - Brenda, urus dia.
Shorty, aku tahu kau takkan mengemudi tanpa surat-surat.
Aku punya kertas, rokok ganja, bong,
semua bahan untuk membuat kita teler.
- Hei, ada yang bisa kubantu? - Ada apa, Ray?
Kalian butuh kabel jumper?
Tidak perlu.
Bagus, jepitanku tertinggal di rumah.
- Pulanglah, Shorty. - Ya, sampai jumpa.
Damai, Ray.
- Tutup bagasinya. - Tak mau menutup.
Biar aku saja.
PENGALENGAN STEVESTON
Tunggu. Turunkan dia. Dia berat. Astaga.
Baiklah. Hitungan ketiga, kita buang dia melewati langkan.
Tunggu. Apa sebaiknya kita periksa dompetnya?
Untuk apa?
Sial, dia mungkin punya uang.
Kita sudah membunuhnya.
- Kita rampok saja. - Aku ambil kartu kreditnya.
- Aku mau perhiasannya. - Aku ambil celana dalamnya.
Lepaskan! Hei, minggir! Celananya milikku! Hei!
- Aku dapat cincin emas. - Kartu kredit.
Baik, ayo buang ke laut.
Kurasa aku tidak bisa.
- Belum terlambat. - Diam.
Sudah. Akan kulakukan.
- Ayolah. - Lempar saja.
Baik. Satu, dua, tiga!
Kita buat perjanjian. Rahasiakan ini sampai mati.
- Sepakat? - Sepakat.
- Sepakat? - Sepakat.
Katakan, Cindy. Katakan!
Rahasiakan sampai mati. Katakan!
Rahasiakan sampai mati. Katakan!
Greg, tenang. Kau menyakitinya.
Rahasiakan sampai mati.
Kita takkan pernah menyinggung ini lagi.
- Menyinggung apa? - Orang yang baru saja kita bunuh.
Kau baru saja menyebutkannya, Greg.
Mulai sekarang!
Dasar bodoh.
Astaga. Aku benci dia.
Ini akan baik-baik saja, Sayang. Aku berjanji.
Sentuh saja lagi. Ayolah. Kumohon.
Kau harus lupakan, Cindy. Itu masa lalu.
- Ya. Itu kebetulan. - Greg benar, Cindy.
Menurutmu kita ada di mana, film horor?
Ya, kalian benar.
Jika memang begitu,
pasti aku diperankan oleh gadis bodoh seperti Jennifer Love-Payudara-Besar.
Atau kita akan diperankan orang berusia akhir 20-an, awal 30-an.
"KAU MATI, AKU KAYA"
Kenny, siapkan kamera. Ini. Pegang permen karetku.
Hai, Sheriff. Boleh minta pernyataan?
Tak ada komentar.
Sial. Siapa yang harus kutiduri untuk mendapatkan berita bodoh?
Hei, jangan berlari.
Pecundang.
- Pelan-pelan! - Masa bodoh!
Baiklah!
Hai. Gail Hailstorm. Reporter lapangan, Hard Story.
Petugas Khusus Doofy.
Hai, Doofy. Dengar, apakah ada masalah di kampus?
- Tak ada komentar. - Baik.
Kau terlihat sangat muda sebagai petugas polisi.
Umurku 25 tahun dan enam bulan.
- Ya, sebanyak ini. - Besar sekali.
Ya. Itu besar.
- Kau tampak berusia 12 tahun. - Ya.
Kecuali kepala besar dan tatapan datar di matamu.
Apa itu air liur?
Ya. Aku lupa menelan.
Jangan cemas, aku tak pernah lupa.
- Ingatkan aku untuk tak mengulanginya. - Maaf.
Mengingat tragedi terkini, Sheriff dan aku, kepala sekolah kalian,
akan menanyai semua siswa sepanjang hari.
Sepertinya ada pembunuh berantai.
Ya, aku tidak boleh bilang. Ini urusan resmi kepolisian.
Hei, Doofy, bagaimana jika kita masuk ke van milikku di sana,
dan saling mengenal lebih baik?
Apa kau mau?
- Van itu? - Ya, van di sana itu.
- Ya, baiklah, ayo. - Baik.
Tragedi yang mengerikan dan kehilangan yang tak tertahankan.
Saat seperti inilah kita membutuhkan doa di sekolah.
Itu mulai mengurai tatanan moral masyarakat kita.
Ini, Sayang.
Ikut dengan ayahmu.
Kutunggu kau seusai kelas.
- Bagus! - Baiklah!
Baik, siapa yang mau memberikan presentasi oral mereka terlebih dahulu?
Apa ada?
- Ya! - Yang lain?
- Baik, Heather. - Ya!
- Baik. Boleh aku mulai? - Ya.
Baik, presentasiku adalah tentang Amandemen Pertama.
Itu dimulai pada 25 Mei 1787, di Philadelphia oleh George Washington.
Itu menyatakan, dan kukutip,
"Ketika bapak pendiri kita
mendebatkan bagian konstitusi kita yang mulia..."
AKU TAHU PERBUATANMU PADA HALLOWEEN LALU!
BUKAN, JALANG! MAKSUDKU ORANG YANG KAU BUNUH!
Amandemen Pertama memberi kita hak untuk bebas berpendapat.
- Jadi, jika dipikirkan... - Tutup mulutmu!
Jadi, siapa selanjutnya?
KEPALA SEKOLAH
Cindy Campbell.
Bukankah dia putri dari, kau tahu...
- Ya, Nyonya... - Nyonya...
- Ya. Ya, satu-satunya... - Satu-satunya.
- Halo, Cindy. - Hai, Kepala sekolah Squiggman.
Terima kasih, Doofy.
Petugas Khusus Doofy hari ini, Cind.
Cindy, sheriff punya beberapa pertanyaan hari ini.
- Bau menjijikkan apa ini? - Aku tak tahu.
Aku buang air besar.
Apa kau baru saja bilang kau buang air besar?
Ya. Itu nikmat.
- Keluarkan dia dari sini. - Ya.
- Terima kasih, Doofy. - Baik.
Kau harus kembali ke Pendidikan Khusus.
Baik. Hormat.
Mungkin ganti pakaian dalammu.
- Dah, Doofy. - Dah, Cind.
- Apa kabar, Cindy? - Baik. Bagaimana kabarmu, Sheriff?
Kembung, sembelit.
Ada bisul di bokongku sebesar kenari. Seperti biasa.
Aku ingin bertanya tentang Drew Decker.
- Aku tak begitu kenal. - Ayolah. Kau pasti kenal.
- Tidak. Tidak begitu. - Ayolah.
Aku berpengalaman. Jangan tipu seorang penipu.
Ceritakan soal Drew.
Seperti apa dia di ranjang, Cindy?
Berusaha menjebakmu.
Itu trik polisi lama. Kau tak terjebak.
- Bagus, Nak. - Itu lucu.
Naik!
Oper!
Baiklah, mandi!
Ya!
- Dugan, permainan bagus. - Ya, Bung.
Johnson, pertahanan bagus.
- Woodward. Bokongmu bagus. - Hei.
Sial.
Greg, bagaimana? Kau akan mandi?
Tidak. Kupikir aku akan berolahraga. Menghajar samsak.
Terserah kau. Baiklah.
Yang terakhir mandi adalah telur busuk!
Ayo, Semuanya! Kutangkap kalian!
Jangan sampai ditangkap Paman Ray!
AKU TAHU!
Siapa yang melakukan ini? Di mana kau?
Ini tidak lucu, mengerti?
Penis kecil itu seperti disabilitas, Bung!
Apa kau mau mengolok-olok orang berkursi roda? Apa kau mau?
Keluar kau, Sinting!
Kuhajar kau sekarang juga!
Dengar?
Bukan masalah ukuran palunya, tapi paku yang kau lemparkan!
Sayang sekali dia meninggal.
Dia gadis yang baik.
Ya, dia biasa mengasuh adikku, Doofy.
Dia naksir berat kepadanya.
Ray, matilah kau.
- Hei... - Berkelahi!
Kau mau telanjang dan bergulat?
- Ayo! - Ayo, Ray!
- Pegang antingku. Mana Vaseline? - Tenang.
- Tenang. Apa masalahnya? - Kuberi tahu kau.
Itu kau?
Mereka mematikan air panas di kamar mandi.
Ya. Tertawalah. Tawa yang besar.
Persetan kalian semua!
Greg, kau bukan satu-satunya.
Maksudmu punya Bobby juga kecil?
Tidak, maksudku pesan itu.
Aku juga dapat.
- Seseorang tahu. - Itu omong kosong, Cindy.
Ada yang main-main dengan kita.
Kita harus hubungi polisi.
Akan kubunuh kau jika menghubungi polisi.
Kau menyakitinya.
Itu berlaku untuk kalian semua.
Si psikopat itu menginginkanku, ayo.
Tapi aku takkan masuk penjara. Mengerti?
Sial.
Kalian bicara apa?
Lupakan, Shorty. kau tahu terlalu banyak.
KONTES KECANTIKAN REMAJA
Mereka cantik, 'kan?
- Buffy! - Kontestan nomor satu!
RATU KEHARMONISAN
Bagus sekali. Lalu kontestan nomor dua.
RATU SESUATU
Bagus sekali. Lalu kontestan nomor tiga.
- Buffy! - Itu baru gadisku!
Itu pacarku!
Ya, itu juga pacarku!
- Hei, cium bokongku! - Ya, aku juga tidur dengannya!
- Bagus, Buffy! - Tutup mulutmu, Bung!
Vagina terbaik yang pernah kurasakan!
Apa, kau mau kuhajar?
Sekarang bagian bakat dari kompetisi.
Aku akan turun agar lebih dekat.
- Sampai nanti. - Ya.
Nomor tiga, Buffy Gilmore.
Hei, aku mau ke toilet. Mau kubawakan sesuatu?
Tidak. Tapi cepat kembali. Dia akan tampil.
Tenang. Aku akan kembali.
Selamat malam, Buffy.
Apa bakatmu untuk malam ini?
Akting.
Aku akan melakukan pembacaan dramatis.
Ya!
Buffy Gilmore melakukan pembacaan dramatis.
Lakukan adegan Baywatch itu!
Dia berlari di pantai!
RATU ORAL SEKS
Awas, Greg! Lihat di belakangmu!
Itu dia! Itu pembunuhnya!
Astaga! Seseorang lakukan sesuatu!
Seseorang lakukan sesuatu!
Dia membunuhnya!
- Dia membunuhnya! - Pasti karya asli.
Dia membunuhnya!
- Dia bagus. - Dia bagus.
- Kenapa kalian ini? - Itu fantastis.
Dasar berengsek! Kenapa tak ada yang menolong?
- Luar biasa. - Dia Pamela Lee berikutnya.
Astaga! Tidak!
Greg, bertahanlah!
Tepuk tangan untuk Buffy Gilmore! Hebat!
Sungguh fantastis.
Sepertinya kita punya pemenang, Hadirin.
Nona Buffy Gilmore!
Buffy, tunggu. Kau harus kembali ke atas panggung.
Tidak, aku harus menemui Greg.
Tapi kau menang! Namamu dipanggil.
Ada pembunuh...
- Aku menang? - Itu namamu. Ayo.
Buffy, ada apa? Greg kenapa?
Persetan Greg. Aku menang.
- Selamat! - Minggir, Pecundang!
Nona Buffy Gilmore!
Inilah dia
Ratu Remaja, dia sangat cantik
Payudara yang indah
Berikan mahkotaku.
Juga bokong yang bagus
Inilah dia, gaya anjing kapan saja
Lalu aku akan melakukannya dari belakang Belakang dan belakang
Inilah dia
Dia suka sekali gaya 69
Dia tak terlihat di mana pun.
- Dia mungkin mengambil mayatnya. - Tak mungkin, Cindy.
Tak ada darah. Lihat sekeliling.
Aku yakin Greg memainkan lelucon konyolnya.
Dia akan muncul. Aku yakin itu.
Dia mungkin di rumahku menunggu kita.
Baiklah. Tapi aku akan memeriksa lagi, jadi...
- Kau bisa pulang dengan Buffy? - Ya.
- Baiklah. - Hubungi aku nanti.
- Halo. - Halo, Cindy.
- Siapa ini? - Ini aku, Bobby.
Kau tahu, pacarmu.
Ya, maaf. Kurasa aku sedikit gelisah akhir-akhir ini.
- Hei, ada tanda-tanda Greg? - Tidak.
- Apa kau ingin aku datang? - Tidak.
Aku hanya akan mandi dan kemudian pergi tidur.
Baik. Aku sungguh ingin melihatmu, tapi... Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Sudah kubilang...
Aku masih tahu perbuatanmu pada Halloween lalu.
Siapa ini?
- Halo. - Aku akan membunuhmu.
- Aku akan memotongmu. - Siapa ini?
- Kupotong kau seperti hati. - Apa maumu?
Aku di dalam rumah.
Kau tahu di mana aku?
Aku bisa berada di mana saja. Aku seperti angin, Sayang.
Ya. Di mana aku?
Kau di belakang sofa.
Apa? Bagaimana kau tahu?
Aku bisa melihat kakimu.
Baik, berbaliklah. Tutup matamu. Jangan mengintip.
Ya. Tidak.
Jangan mengintip. Berbalik.
Bagus.
Baik, sekarang lihat.
Sekarang, kau tahu di mana aku? Tidak.
Tidak, Tn. Pembunuh. Aku tak tahu di mana kau.
Kuberi petunjuk besar.
Aku harus berhenti minum.
- Nenek! - Sayang!
Pinggulku!
STEVESTON COUNTY ADA KEADAAN DARURAT?
WANITA KULIT PUTIH DALAM MASALAH!
Wanita kulit putih dalam masalah dari 744...
Kau baik-baik saja?
Aku dengar teriakan. Ada apa?
Bobby, dia ada di sini.
- Pembunuhnya ada di sini, Bobby. - Tidak apa-apa.
- Aku bisa menjelaskannya. - Astaga.
Itu dari temanku. Cindy.
Cindy!
Cindy!
Ini aku, Cind.
Cindy, kau kenal aku. Cindy.
Ini malam yang berat, jadi, aku takkan menahanmu.
Lihat foto-foto ini. Katakan pendapatmu.
- Tidak? - Tidak.
- Maaf, Sheriff. - Kau yakin?
Baik, kau boleh pergi.
Apa ada yang menjemputmu?
- Ya. - Tunggu...
Lihat yang itu lagi.
- Tidak. - Tidak? Baiklah, layak dicoba.
Baik, terima kasih.
Tebak kuapakan pelacur tadi.
- Tidak mungkin. - Sampai ke dalam, Bung! Ya.
- Lihat ini. Doofy! - Ya.
DICARI - HUBUNGI
- Ayolah. - Baik.
Petugas Khusus Doofy melapor.
Hei, Doofy, cium jari-jariku.
Apa itu?
Itu saat kau tahu kau jadi pria dewasa!
Hei, Terry, cium jariku.
- Bau apa itu? - Bokongku.
Pergi dari sini, Doofy.
Doofy. Ibu bilang pulang sekarang.
Katakan aku ada urusan resmi kepolisian.
Cindy, kau baik-baik saja?
Hei. Dilarang berbicara dengan saksi.
Masuk ke mobil, Doofy. Dia ikut dengan kita.
- Apa Ibu tahu? - Ya, Bodoh.
Saat aku pakai lencana ini,
kau seharusnya memperlakukanku seperti petugas hukum.
Ibu juga bilang berhenti memasukkan penismu di penyedot debu.
KANTOR SHERIFF STEVESTON BERDIRI 2017
Baik, tiga, dua...
- Tidak. Sial. - Apa lagi?
- Angka desimal... - Tak bisa menghitung?
- Aku bisa, tapi... - Akan kupermudah.
Chumpzilla, dengarkan. Babi kecil ini pergi ke pasar.
- Baik. - Babi kecil ini tinggal di rumah.
Jika babi kecil ini tidak merekam,
- akan kutendang... - Kita mulai, Gail.
Gail Hailstorm, di depan kantor polisi
tempat aku akan melihat sekilas Cindy Campbell,
gadis muda yang diserang tadi malam.
Kau menginjak kakiku, Gendut!
- Maaf... - Kau lupa?
- "Jangan menginjak sepatu Gail." - Kenapa?
Karena Gail memakai Prada.
- Dasar bodoh. - Aku jahat.
Cindy!
Ada yang mau kau katakan?
Buffy Gilmore, Ratu Remaja. Dia tidak berbicara.
Benarkah polisi menahan seseorang?
- Ayo, Cindy. - Cindy! Bokongmu terlihat gemuk!
Berengsek!
- Pukulan bagus. - Ayolah.
- Baik, siapa yang meraba? - Gail, itu aku.
- Astaga. - Itu tak sengaja, Gail.
Aku hanya menyentuh bagian atas payudara.
- Itu sangat lembut... - Diam!
- Ya. - Halo, Shorty. Sedang apa?
Tidak ada. Duduk di sini menonton pertandingan.
Merokok ganja.
Apa kau sendirian?
- Apa kabar? - Apa kabar?
Apa-apaan... Siapa itu?
Angkat teleponnya.
- Apa kabar? - Apa kabar?
Dookie, angkat telepon!
- Ya. - Apa kabar?
Sedang apa kau?
Tidak ada. Hanya santai, membunuh.
Benar.
Kau pikir Bobby pelakunya?
Entahlah. Tapi dia ada di sana, Buffy.
Aku tahu pasti ada sesuatu.
Dia terlalu sempurna.
Tampan, pintar, hebat di ranjang.
Apa katamu?
Hei, Cind. Ini kantong es untuk tanganmu.
Maaf.
Kuambilkan lagi untuk kepalamu.
Tidak perlu, Doofy.
Hei, kami akan menangkap orang yang kau buang ke air.
Ya.
Aku di sebelah jika dibutuhkan.
Malam, Cind.
Buffy, kau memberitahunya?
Si bodoh itu mendengar percakapanku dan Greg.
Bagaimana jika dia mengatakan sesuatu?
Siapa yang akan percaya dia?
Jangan khawatir.
Cindy, telepon.
Terima kasih.
- Halo. - Halo, Cindy.
- Coba tebak. - Tidak!
- Kau salah orang. - Tidak!
- Doofy! - Ya. Itu bukan Bobby.
Siapa ini?
- Doofy! - Astaga.
Halo?
Halo?
Kubilang jangan ganggu saat aku membersihkan kamar!
Kudengar Bobby bebas pagi ini.
Aku belum melihatnya. Apa dia marah?
Maksudmu karena kau mengira dia Candy Man?
Tidak. Hatinya hancur.
Sepertinya aku pernah melihat ini.
Ada pembunuh di sekolahmu dulu?
Tidak, itu ada di film Scream.
Dialog yang sama dan segalanya. Ini gila.
- Bagaimana akhirnya? - Entahlah.
Ada yang menembak di bioskop, jadi, kami keluar.
Tentu saja.
Baik, kita semua harus tetap bersama.
Malam ini semua berkumpul di rumahku. Ajak teman.
Tapi jangan bilang semuanya, ya? Coba untuk tetap diam.
Baik.
Hei! Pesta di rumah Cindy!
Perempuan kulit putih mabuk untuk semua orang!
Ya!
Ray, jika kau melihat Bobby, beri tahu dia aku mencintainya.
Baik, jika aku melihat Bobby, akan kuberi tahu aku mencintainya.
- Astaga! - Tak apa.
Hanya aku, Sayang.
- Kau tak mengira itu aku, 'kan? - Tidak.
Ada yang memang ingin membunuhku.
Lalu polisi berkata aku membuatnya takut.
Aku tahu. Dia meneleponku tadi malam.
Jadi, itu bukan aku. Aku di penjara tadi malam. Ingat?
Kau yang terbaik.
- Maaf. Tolong mengertilah. - Mengerti apa?
Pacarku lebih suka menyebutku pembunuh?
- Tidak, Bobby. - Lalu apa?
Apa? Dia pergi dan takkan kembali.
Sudah lebih dari setahun, Cindy.
Tapi Ginger adalah bagian penting dari Spice Girls.
Kau harus melupakannya, Sayang.
Maaf jika hidupku yang rumit adalah ketidaknyamanan
bagi keberadaanmu yang sempurna.
Cindy. Cind.
Baik, Semuanya, dengar.
Biar aku katakan...
Pembunuhan para remaja ini sangat tragis, tapi...
Kesialan terjadi.
- Sheriff! - Sheriff!
Ya, Nn. Thunderstorm.
Apa ayah Cindy Campbell sudah ditemukan?
- Belum. - Bukankah dia tersangka?
Itu informasi rahasia. Dari mana kau tahu?
Maaf, tapi sumberku sangat rahasia, Sheriff.
Hei, Gail.
Gail menelan.
Lihat ini.
Halo. Siapa ini?
Apa? Kau ingin membunuhku?
Astaga. Tunggu.
Cindy, ini untukmu.
Baiklah, hentikan, Buffy.
Kalian tahu, ada pembunuh di kota ini
dan polisi meminta kami untuk memberikan tip keamanan berikut.
Tetap di area yang terang.
Jangan bepergian sendirian jika memungkinkan.
Bersihkan dari depan ke belakang.
Lalu ingat, jangan pernah percaya seseorang
ketika mereka bilang bahwa mencukur rambut kemaluan
akan menghilangkan kutu.
Aku mengerti ini sulit bagi kalian para remaja putri.
Jadi, jika ada yang mau bicara,
aku ada untuk kalian.
- Omong kosong. - Tidak, Buffy!
Dia nyata!
Yang benar saja.
Bu Mann?
Masuklah. Silakan duduk.
Lepas bra jika mau.
Tidak perlu.
Apa yang bisa kubantu?
Aku perlu bicara.
Aku punya masalah dan entah siapa yang bisa diajak bicara.
Tidak terasa segar?
Bau feminin dan gatal mengganggumu?
Tidak, bukan itu.
Lalu apa?
Aku punya rahasia mengerikan.
Cindy, kita semua punya rahasia kecil.
Kadang kita melakukan hal tak baik.
Demi uang...
atau demi mendapatkan keunggulan atletik di kompetisi.
Kadang itu kembali menghantui kita.
Kau paham?
Ya, Bu Mann. Terima kasih untuk buah...
Maksudku, semua bantuanmu. Aku harus pergi ke kelas.
Kapan saja, Sayang.
Buffy, kau ikut?
Aku akan menyusul sebentar lagi.
Rum merah.
Halo?
Ada orang di sana?
Halo!
Lucu sekali.
Siapa yang menyuruhmu melakukan ini, Cindy?
Lepas jubahnya. Itu terlalu 90-an.
Jadi, dari film apa, Die, Cheerleader, Die?
Ingin memerankan pembunuh gila?
Boleh aku menjadi pemandu sorak tak berdaya?
Jadi, di sinilah aku seharusnya memohon untuk hidupku?
Tolong, Tn. Pembunuh, jangan bunuh aku.
Di sinilah seharusnya aku berdarah?
Lihat, aku berdarah!
Ya, aku seharusnya lari, 'kan?
Baik. Aku sedang berlari! Tolong!
Sekarang aku akan jatuh dan patah kaki, lalu tak berdaya.
Ini dia, Tn. Pembunuh Menyeramkan. Aku panik sekarang.
Astaga! Seseorang tolong bantu aku!
Astaga, tidak!
Tidak!
Sekarang apa?
Kurasa ini puncaknya.
Semoga kau tak keberatan aku berpura-pura.
Lihat aku. Aku mati.
Aku kepala putus menjijikkan dan menakutkan.
Ayolah. Apa kau tahu siapa aku?
Aku Ratu Remaja.
Kau membuatku pusing.
Kau membuat sweter Gucci-ku berlumuran darah.
Kuharap kau akan menebusnya.
Aku takkan diabaikan...
BARANG HILANG
- Aku akan melompat! - Phil, kembali ke sana.
- Tidak! - Sedang apa kau di sana?
Sadarlah.
Aku tak tahan dengan pekerjaan ini!
Atau para remaja dungu berminyak itu lagi!
Aku akan mengakhiri semuanya!
Tunggu! Tahan! Kami mencari bantuan untukmu!
Kini kita tahu itu bukan Bobby.
- Jadi, siapa? - Aku tak tahu.
Jika pembunuhnya di rumahmu tadi malam,
kenapa dia tidak membunuhmu?
Karena dia hanya main-main dengan kita. Apa kalian tak sadar?
Dia membuat kita bingung.
Kita tidak bisa lapor polisi.
Dia di sana mengawasi dan menunggu kita.
Kau tunggu apa lagi?
Kau tunggu apa lagi?
Kau tunggu apa lagi?
- Tunggu apa lagi? - Kau tunggu apa lagi?
- Tunggu apa lagi? - Kau tunggu apa lagi?
Persetan kau!
Astaga.
Ray, kurasa pesta ini bukan ide yang bagus.
Aku takkan biarkan kau dalam bahaya.
Aku hanya merasa tidak benar. Kenapa tidak melakukan hal lain saja?
Baik. Bagaimana kalau ke bioskop?
- Kau suka? Menonton film? - Ya. Baik.
- Hei! Itu laguku! - Hei!
Kau tahu mereka menyebutku di album?
- Apa? - Ya.
Ke mana pun aku pergi Aku melihat gadis yang sama
Brenda.
Aku pernah bilang kau seksi memakai bajuku?
- Benarkah, Ray? - Ya.
Aku suka itu. Hei, bangun. Pergi ke sana. Coba kulihat.
Ya, aku suka itu.
- Kau suka itu? - Ya. Hei!
Hei, pakai ini.
Ray, kau sangat nakal.
Itu benar. Kau tahu aku nakal.
Ayo. Tarik itu. Tarik ke atas.
Ya. Ini. Pakai ini.
Ayo.
- Kau yakin? - Ayo. Pakai itu.
- Baik. - Lanjutkan.
Aku suka itu.
Aku nakal.
Ya. Ini. Pakai ini.
Ayo. Pakailah.
Ya. Pakailah. Ayo. Masukkan saja. Lakukan.
Ya. Sangat seksi.
Kemarilah. Bawa bokong seksi kecilmu ke sini. Ayo!
Kecepatan penuh. Maju!
Ya! Ayo! Berbalik!
Ya, Brendan! Terima ini, Brendan!
- Siapa? - Brenda.
Ayo, pakai helm. Tidak, ayo bermain peran.
Ayolah. Tangkap aku.
Ayolah!
Aku di Tebing Pasangan.
Gelap, di antah-berantah,
dan di sinilah remaja yang penuh hormon suka datang dan bermain-main.
Jadi, sangat mungkin kita akan melihat seseorang terbunuh.
Baik, tentu saja, ada seorang gadis di mobil itu.
Blus terbuka, sendirian.
Mari lihat apa dia mau bicara dengan kita.
Hai. Gail Hailstorm, penulis buku baru Kau Berikutnya.
- Ya. - Bisa beri tahu namamu?
Namaku Heather.
Heather, bisa jelaskan sedang apa kau di sini sendirian?
Ya, tentu. Aku dan pacarku sedang bermesraan,
lalu kami mendengar suara, dia pergi memeriksanya, tapi...
- Itu 10 menit yang lalu. - Ya.
Heather, apa menurutmu pacarmu mungkin terbunuh
dan kau akan dibantai selanjutnya?
- Benarkah? Tidak mungkin! - Mungkin. Heather, semoga sukses.
- Terima kasih. Kau yang terbaik. - Aku tahu.
Baik. Seperti tebakanku. Pembunuhan terjadi saat ini.
Aku akan menerobos pertumpahan darah.
Kau merekam ini?
Permisi. Heather, bisakah kau ceritakan apa yang kau rasakan, Sayang?
Banyak rasa sakit.
Gail, tolong aku. Tolong, Gail!
Aku ingin membantumu, tapi ini seru.
Tuan! Bisa aku bicara denganmu?
- Tuan... - Beraninya kau kemari.
Aku hanya bekerja.
- Singkirkan kamera itu! - Tidak, teruskan!
Mati kau.
Aku akan memotong kepalamu.
Singkirkan kamera itu dariku!
Astaga, Kenny! Kenny, lari!
Kenny! Astaga, dia di belakangmu!
Pria ini mengejar Nona Gail.
Aku sangat takut sekarang.
Aku hanya mau bilang...
Untuk keluarga juru kameraku, Kenny...
Aku sangat menyesal.
Ini wawancaraku...
Ceritaku.
Ini semua salahku.
SELAMAT DATANG DI BIOSKOP
Kau mau berondong?
Aku membawa camilan sendiri.
- Kau mau ayam? - Tidak.
HARAP TENANG
Kalian yang cerewet, waktunya diam.
Kau juga.
Kenapa mereka sudah berakting? Ini hanya cuplikan.
CUPLIKAN BAGI PEMIRSA YANG BELUM DEWASA
Kapal terbesar yang pernah ada di dunia.
Ada 400 penumpang dan awak dalam pelayaran perdananya
ke dunia baru yang berani.
Perjalanan yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Aku adalah raja dunia!
- Amistad II. - Turun kau!
Aku akan ke kamar mandi.
Jangan pergi, filmnya akan tayang.
Aku harus ke kamar mandi. Ini. Saus pedasmu.
Cepatlah. Jangan lama-lama.
Mundur! Biarkan dia lewat!
Kau bisa mundur sedikit. Bukan kau yang punya bioskop.
KAU AYAH - MATI RASA SANGAT SENSITIF - UNTUK KEPUASANNYA
Mereka mulai! Nomor tiga memimpin.
Nomor dua mengejar.
Nomor tiga pemenangnya!
PEMENANG
Nomor dua telah ditempatkan, dan nomor empat untuk ditampilkan.
Piala tripel minggu depan dimulai pukul 14.30.
Datanglah lebih awal.
Hei, siapa itu?
Lanjutkan. Lakukan lagi.
Anon.
Jangan ke sana!
Astaga, aku bisa terkena serangan jantung! Ini menyeramkan!
Aku takut!
Permisi.
Kurasa aku juga membayar seperti semua orang di sini.
- Karena kebaikannya... - Itu bukan laki-laki!
- Kau bisa lihat rambut aslinya! - Bisa diam?
Aku tahu kau lebih baik minggir!
Minggir!
Ini semua untukku. Terima saja.
- Tutup mulutmu! - Ya!
Film ini bagus.
Hei, Sayang. Kau kembali tepat waktu.
Dia mulai bermesraan dengan Shakespeare.
- Dia tahu itu gadis... - Diam.
Ya, aku tahu. Aku merekammu.
Kau masuk Candid Camera sekarang.
Kau tak tahu itu.
Halo. Hei. Aku sedang di bioskop.
Shakespeare in Love.
Kau bohong.
Demi Tuhan, tutup mulutmu!
- Diam! - Tunggu.
Aku tak tahu kenapa kalian bertingkah seperti ini.
Temanku sudah menonton.
Katanya mereka akhirnya berpisah.
Berikan itu kepadaku.
Bagus.
Bisakah kau duduk?
Diam.
Kau menyebalkan.
- Ini untuk Thelma! - Juga Louise!
Ini karena berbicara selama The Fugitive!
- Kau merusak Schindler's List. - Semua film Jackie Chan.
- Boogie Nights! - Lalu Big Momma's House!
Aku tidak bisa menikahi putri Sir Robert de Lesseps.
Teman-teman, ada terlalu banyak orang.
Sayang, tolong jangan muntah. Tidak. Hei, berhenti.
Hei, tolong! Itu milik ayahku!
- Tidak, jangan sentuh... Tidak! - Birnya masih ada?
Birnya masih ada?
Ya. Periksa di garasi.
Tidak! Jangan!
Kucing, kau membuatku takut.
Kuda. Kau juga membuatku takut.
Halo? Siapa di sana?
Astaga! Tolong, jangan!
Tolong! Aku hanya pemain sehari!
Astaga!
Minum!
Minum!
Ya!
Bobby. Aku mengkhawatirkanmu.
Kupikir si pembunuh mendapatkanmu sebelum aku.
Kau apa?
Aku mau naik. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan.
- Ya. - Ya.
- Hei, terus berpesta! - Ya!
- Jadi... - Jadi...
Kita di sini lagi.
Ya.
Kau tahu, jika kau belum siap, aku akan mengerti.
Bobby.
Aku siap.
- Benarkah? - Ya.
Aku tidak bisa terus melawan dorongan ini.
Aku harus menyerah...
dan membiarkannya mengalir.
Benar.
Bobby? Aku sangat egois.
Ini seperti adegan film atau semacamnya.
Tapi ini bukan film, Bobby.
Ini kehidupan nyata.
Ini semua film, Sayang.
Ada kru suara. Ada supervisor naskah.
- Apa kabar, Sayang? - Bobby?
Apa?
Maksudku adalah, dalam kehidupan nyata...
kau harus menikmati setiap momen.
Bobby!
Bisa kuberi tahu sebuah rahasia?
Tentu.
Aku melihat orang mati.
Bung, ini luar biasa!
Kita harus melinting beberapa lagi!
- Sial! - Kita tak punya kertas lagi, Bung.
Kita tak punya kertas lagi.
Astaga! Apa yang bisa kita gunakan untuk membuat bong?
Isap!
Ya!
Sial.
Isap!
Ini barang bagus.
Bobby! Aku tak pernah melakukan ini.
Tidak apa-apa. Itu seperti...
Ini seperti mengisap Tootsie Roll Pop.
- Tootsie Pop? - Ya, rasa ceri.
Dengan fudge di tengahnya.
Baiklah.
Seperti itu.
Persis seperti itu, Sayang.
Astaga!
Aku tak sabar sampai ke bagian yang kenyal.
- Sudah, biar aku saja. - Baik.
Astaga.
Kurasa sudah lama.
Kau sangat tahun 70-an.
Ya. Bobby!
Kemarilah, Bobby! Aku mau sekarang!
Astaga, aku benar-benar teler!
Ya, aku juga.
Hei, kalian dengar itu?
- Halo? - Halo.
- Halo? - Apa film seram favoritmu?
Biar aku bicara dengannya.
Aku akan memotongmu seperti babi!
Ya! Siapa namaku, Bobby?
Apa?
Siapa namaku, Jalang?
Astaga! Cindy!
Milik siapa, Bobby? Milik siapa?
Itu milikmu.
Astaga!
Sial!
Jangan melawan Karena aku akan melucutimu
Seperti penari porno Menunggu jawaban di pintu depan
Hei, aku muak dengan MC buatan Seperti payudara silikon
Hei, dengar, persetan barang murahan
Aku ingin mengisap Cheech dan Chong
Lalu jika aku ingin bercinta lama Penisku kuberi bong
Lalu kemudian lagu Selalu berikan lintingan ke kiri
Karena ke kanan itu salah
Aku punya satu. Ini dia. Siap?
Aku akan mengiris dan memotong Membuat lubang di bokong
Kutumpahkan darah di dinding Main tenis dengan testis
Jika telepon berdering Jangan dijawab
Kugorok lehermu Membantaimu seperti kambing
Aku akan mengulitimu Lalu membuat mantel
Damai!
Ya!
Itu rima tergila yang pernah aku dengar!
Bobby? Ke mana kau malam ini?
- Apa? - Aku penasaran.
Kenapa kau lama sampai di sini?
Kenapa begitu penasaran?
Aku tak tahu.
Kupikir itu akan cocok dengan klise horor tahun 90-an...
jika kau ternyata pembunuhnya.
Lalu kenapa? Kau pikir aku membunuh Buffy dan Greg?
Buffy dan Greg sudah mati?
- Kupikir kau tahu. - Astaga!
Bobby, berbaliklah! Itu pembunuhnya!
Cindy!
- Astaga. Bobby! - Cindy. Tolong aku.
- Bobby, tidak apa-apa. - Berikan pistolnya. Berikan...
Ini akan baik-baik saja.
Hei, tunggu aku! Ada pembunuh di rumah ini.
Ada bokong, darah, dan usus di mana-mana!
Seseorang sudah gila!
Kita semua terkadang menjadi sedikit gila.
Bobby, tidak!
Sial!
Astaga.
Cindy, dia menembak paru-paruku.
Kau mau merasakannya?
Saus tomat.
Sama seperti yang dipakai ibuku di spageti, Sayang.
Astaga! Ray, bantu aku! Bobby sudah gila!
Kejutan!
Kejutan, Cindy.
Kenapa kau melakukan ini, Bobby?
Kenapa?
Kau dengar itu, Ray? Sepertinya dia ingin motif.
- Apa Scream punya plot? - Tidak.
Apa I Know What You Did Last Summer masuk akal?
Aku rasa tidak!
Lalu sekuelnya? Bocah Jamaika berkulit putih dan gemuk?
- Ingin kubunuh dia. - Aku juga.
Itu pemilihan peran yang buruk, Bobby.
Bagaimana motif ini? Kurang seks!
Itu dapat menyebabkan perilaku menyimpang yang serius.
Kupikir kau mencintaiku.
Memang, Sayang.
Tapi pantangan membuatmu sadar hal-hal baru tentang dirimu.
Itu benar, Cindy. Aku homoseksual.
Lalu jika kau belum menyadarinya, Ray juga.
- Apa? Aku bukan homoseksual. - Apa yang kau bicarakan?
- Kau mengajakku ke kelab itu. - Musiknya bagus di sana.
Lalu perjalanan ke San Francisco?
Aku ingin berbelanja.
Tapi kau bercinta denganku.
- Tidak. Kau yang mengisap... - Terserah!
Baik. Tak perlu dibahas. Intinya, aku adalah manusia baru,
aku siap meninggalkan semua ini dan memulai kehidupan baru.
Jadi, kau membunuh semua temanmu?
Tidak. Hanya kau.
Shorty juga, tapi itu tidak direncanakan.
Tapi ini bagian geniusnya.
Kami meniru pembunuh berantai yang sudah ada.
- Ini kejahatan sempurna. - Tapi tunggu! Masih ada lagi!
Berpeganganlah, Sayang, karena yang ini membuatmu menjerit!
Aku akan kembali.
Jalan. Ayo.
Ayah!
Apa yang akan kau lakukan, menjebaknya?
Tidak. Kami hanya bersenang-senang dengan ayahmu.
Polisi akan menemukanmu dan ayahmu mati
lalu hanya aku dan Ray yang selamat dari balas dendam seorang maniak.
- Kau siap? - Kau siap?
- Aku siap. Ayo lakukan. - Aku siap.
- Ayo. Baiklah. - Baiklah.
- Ayolah! - Berikan kepadaku.
Tidak! Tunggu.
- Siap? Baiklah. Ayo lakukan. - Siap.
- Siap. - Ayolah.
Berikan kepadaku!
Tidak! Tunggu! Ingat apa yang kita bicarakan?
- Ya. - Di samping.
Berapa kali kita akan membahas ini? Aku tahu. Berhenti. Baiklah.
Percaya kepadaku. Aku bisa. Siap? Ayo.
- Tunggu! - Aku akan memotong tenggorokanmu!
Berhentilah bertingkah pengecut. Ayolah!
- Kau benar. - Ayolah. Kau siap?
Ya, ayolah!
Tidak! Kalian psikopat!
Kalian terlalu banyak menonton TV!
Tidak! Menonton televisi tidak menciptakan pembunuh gila!
Justru karena menghentikan acara TV!
The Wayans Bros.adalah acara yang bagus!
Itu acara yang bagus, dan kami bahkan tidak dapat episode terakhir!
Tenanglah! Aku merasa sedikit pusing!
Sekarang giliranku. Berikan pisaunya.
Yang benar saja. Tidak ada yang menikamku.
Kejutan, Cindy.
Baiklah. Tunggu sebentar.
Beri aku waktu sebentar. Satu...
Ya. Itu dia. Baik.
Ayah.
Ayah tak apa?
Ayah bilang jangan berpesta kecuali aku di sini.
Tapi Ayah di sini. Ayah di lemari.
Ya, itu benar.
Apa kau mendapatkan nomor temanmu untuk Ayah?
Ayah, mereka sudah mati.
Ayah tak pernah dapat kesempatan.
Apa itu? Apa itu polisi?
Baik, dengarkan, Sayang. Bantu Ayah berdiri.
Jika polisi datang, bilang Ayah tukang leding.
Ada keran bocor, kau menelepon, dan mereka mengirimku.
Kita tidak saling kenal.
Tidak!
Ayah, turunkan tanganmu.
- Apa yang terjadi? - Ada pertumpahan darah.
Dia di sini! Aku bersumpah!
- Siapa? - Pembunuhnya!
Yang membunuh semua temanku!
Juga bajingan gila yang menyimpan narkoba di rumah ini.
- Di seluruh tempat. - Ayah. Hentikan.
Baik, Cindy. Aku harus membawamu ke kantor.
Aku tidak, 'kan?
- Aku baik-baik saja? - Ayo, Cindy.
Cindy. Telepon Ayah.
Ayah akan mengeluarkanmu.
Baik. Mari kita bahas ini lagi.
Katamu itu kecelakaan.
Ya. Dia di jalan.
Kau pikir dia datang membalas dendam?
Itu pasti dia, Sheriff.
Ini, Sheriff. Mereka suruh aku memberi ini.
Itu saja, Doofy.
- Baik. Aku akan pergi. - Baiklah.
Baiklah.
Dah, Cind.
Maaf, Cindy. Itu bukan pria yang kalian bunuh.
Namanya David Keegan.
Mayatnya ditemukan beberapa minggu kemudian.
Dia dimakamkan di Lakewood.
Itu tidak mungkin.
Maka aku tak tahu siapa itu.
Pasti seseorang yang terhubung dengan semua korban.
Seseorang yang tahu kecelakaan itu.
Seseorang yang bisa bergerak tanpa ketahuan.
Astaga.
Dia biasa mengasuh adikku, Doofy. Dia naksir berat kepadanya.
Ini aku, Cind.
Malam, Cind.
PORSELEN DOOFUS
- Doofy! - Si bodoh?
- Kau melihat Doofy? - Tidak.
- Kau melihat Doofy? - Tidak.
- Adakah yang melihat Doofy? - Tidak.
Ya. Dia baru keluar dari belakang.
Doofy!
Tidak!
Sial. Apa masalahnya?
Jika kalian menonton rekaman ini,
artinya aku tak selamat.
Entah aku seorang tahanan, atau lebih buruk, mati.
Bagaimanapun itu,
akan kuberi tahu aturan untuk selamat dari situasi ini.
Aturan nomor satu: Kau harus cepat.
Aturan nomor dua: Jangan jatuh.
Lalu aturan nomor tiga:
Apa pun yang kau lakukan, jangan melihat ke belakang.
Doakan aku beruntung.
Jarah dan lari, Semuanya!
Kembali, Berengsek! Dasar keparat!
Ini tidak mudah bagiku.
Aku tahu kita sudah lama bersama...
tapi aku menemukan orang lain.
Mengerti? Aku jatuh cinta.
Jangan tatap aku begitu!
Kita masih bisa berteman.
Kau bisa ke kamarku kapan pun kau mau.
Kita cuma tak bisa... Tidak.
Tidak!
Baik, satu kali saja.
Ya. Itu dia!
Terjemahan subtitel oleh Asa Vania Rahayu
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.