All language subtitles for The.Ring.Two.2005.720p.BluRay.x264.950MB-Pahe.in

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Penerjemah: xtalplanet

www.xtalplanet.blogspot.com

Pernah melihat meteor?

Tentu, kau?

Kau tahu harus apa, kan?

Maksudmu, buat permintaan?

Jika kau lihat meteor sekarang, apa permintaanmu?

Yeah, rahasia.

Kalau kau?

Mengetahui kenapa kau lama sekali.

Di kelas Biologi, kita duduk bersebelahan, kau bahkan tak ingat.

Aku ingat.

Baik?

Tahun berikutnya kita ada dua kelas, kau ingat yang mana?

Tak tahu. / Hei, itu tak benar.

Jadi, kita akan lulus dan sekarang kau memintaku keluar.

Kau mau memulai sesuatu? / Hei, maaf.

Oke? Kau harus memaafkan aku.

Terkadang, kau tak melihat apa yang ada di depanmu.

Ya, kau tak melihatnya.

Jadi, kau mau pergi?

Dengar, aku tak bisa ubah masa lalu, Emily.

Yang kutahu hanya malam ini.

Dan malam ini kaulah permintaanku.

Jadi...

Kau jangan...

...kau tahu.

Tempatnya bagus. / Terimakasih.

Wah. Sudah selarut ini?

Kukira orang tuamu sudah pergi. / Memang.

Aku lupa waktu. Mau kuambilkan minuman?

Tentu. / Yakah? Baiklah.

Aku akan kembali, ya? / Baiklah.

Hei.

Hei.

Aku mau menunjukkan sesuatu.

Apa?

Terimakasih. / Kembali.

Sangat rahasia.

Rahasia? / Dan harus berbagi.

Kau pernah lihat sesuatu yang mengerikan...

yang harus kau perlihatkan pada seseorang?

Maksudku, seperti film atau apalah.

Baik, aku punya film menakutkan yang pernah kau lihat.

Temanku menunjukkannya padaku.

Dia memberikan rekamannya.

Jadi... aku merekamnya untukmu.

Kau mengajakku kemari untuk melihat video?

Yeah, cuma dua menit, ok?

Dua menit saja, setelah itu selesai. Itu cuma film amatiran.

Kukira kita akan melakukan... / Kita akan melakukannya.

Tapi lihat ini dulu. Ini...

Bagaimana kalau setelah kita... / Tidak, kau harus lihat sekarang.

Ya?

Masukkan ke VCR,

tekan Play dan semuanya selesai, aku akan kembali lagi.

Kau pergi? / Ya, aku kan sudah menontonnya.

Lebih menakutkan jika nonton sendirian.

Dengar, temanku yang membuatnya, ya?

Ini sangat berarti bagiku.

Kau tahu, seperti... seperti kita berdua.

Seperti apa menakutkannya?

Llihatlah sendiri.

Mainkan saja.

Ayolah, cuma dua menit. Aku mohon.

Emily, mainkan kaset sialan itu!

Halo? / Tik tok, waktunya habis.

Bagaimana, bung? Sudah dapat orang untuk menontonnya?

Ya, cewek bodoh dari sekolahku.

Baguslah, takutnya kau tak percaya padaku.

Jika kau tak memperlihatkan pada orang lain dalam 1 minggu, kau akan mati.

Ini barang menakutkan, bung.

Sepupuku memberikan pada temannya, teman itu tak percaya padanya,

dia mati seminggu kemudian.

Jake?

Kau di sana?

Jangan mempermainkan aku.

Emily?

Emily!

Emily!

Emily, apa yang kau lakukan? / Aku memainkannya, tapi tak menonton.

Ayo, Aidan, kita pulang.

Itu pilihan bagus. Jangan membantah.

Aidan, makan malam sudah siap.

Sial.

Aidan!

Baik, sebelum berkomentar, aku memasaknya dari resep.

Hanya karena resepnya bukan dari majalah,

bukan berarti rasanya tak enak.

Rasanya enak, sayang. Membuat selera.

Dia akan bangga padamu.

Terimakasih, Rachel.

Dengar, kau tak akan mati jika memanggilku "ibu".

"Ma", "Mama".

Apapun selain "Rachel".

Ya, aku suka "Rachel".

Yeah, "Mom" kedengarannya halus juga, tahu.

Tapi "Rachel" itu lebih mengena kepribadianmu. / Benarkah?

Yeah, Rachel mengartikan waktu makan malam.

Itu sangat berhasil, menurutmu begitu?

Semua di angkasa dan udara ini.

Kita mempunyai halaman. Itu sangat hebat.

Dengar, sayang...

...kita tak berbuat kesalahan.

Kita melakukan apa yang dilakukan orang.

Kita yang memulainya.

Ya.

Hei. / Hei.

Kau tahu bagaimana cara bekerja di kantor berita?

Kau satu-satunya yang menutup pintu.

Kebiasaan.

Aku ingin bicara mengenai editorialku. / Itu berubah, oke?

Yeah, kuminta kau mengkopinya, mengedit dan menulis kembali.

Hanya di bagian ukurannya. / Itu keseluruhan bagian.

Yeah, jembatan yang menghasilkan uang, bukan sungainya.

Yeah...

Sudah semacam tradisi di sini kalau aku yang menulis editorial utama.

Itu koranku. / Tentu saja.

Aku yang punya dan aku mempekerjakanmu. / Benar.

Aku hanya tak ingin kita mencetak opini yang...

Kalimat apa itu?

Salah?

Kau tahu, ini berita besar di Astoria

itu pertemuan dewan sekolah, sebuah mobil ringsek dan kucing di pohon.

Itu berita besar.

Sekarang, kau yakin ini pekerjaan yang kau cari?

Yeah, aku akan punya banyak waktu bersama anakku.

Di kediamanku. / Alasan yang bagus.

Aku senang melihatmu menetap. Aku suka...

Hei, Max, selagi kau di sini,

kau sudah memberi masukan hal itu untuk besok?

Kau tahu apa? Jangan kuatir.

Maaf.

Ini 442 Ridgecrest.

Ulangi, apa tadi?

Ridgecrest. Ridgecrest!

Aku sudah menghubungi petugas medis. Mereka sedang kemari.

Skuadron 19 merespon.

Skuadron 19, bisakah kanal ini bersih?

Polisi menemukan mayat. / Kemungkinan pembunuhan.

Kukira kita begitu beruntung. / Mereka bilang apa?

"Pria SMU, 17 tahun. Alamat 442 Ridgecrest.

Ditemukan di rumah berlumuran darah, pacarnya sembunyi di ruang bawah tanah."

Pelaku atau saksi, mereka tak tahu. / Lelaki itu mati di depan TV.

Mereka berkomentar masalah wajahnya.

Wajahnya kenapa?

Detektif.

Detektif, kau punya waktu Itu pembunuhan atau apa?

Kau tahu bagaimana ia mati, kan?

Aku baru punya beberapa pertanyaan. Jika boleh akan kulakukan lagi.

Mengerikan sekali. Masih muda.

Tolong, jangan kemari.

Aku menemukanmu.

Kita hanya membuat satu salinan.

Oh, Tuhan.

Permisi, pak? / Sebentar. Ya?

Aku Rachel Keller dari Daily Astorian.

Kami akan buat pernyataan. / Aku ingin tahu mengenai gadis itu.

Kami akan buat pernyataan. / Dia tak mengatakan sesuatu?

Kau harus menunggu. Permisi.

Hati-hati. Duduk di sini, ok?

Duduk. Aku ingin kau tenang untukku.

Kau tak bisa menahan dia di sini.

Fokus pada dinding dan tenang. / Dia ketakutan. Kami ingin mengambilnya.

Dia akan bicara pada kami. / Aku mengerti perhatianmu.

Aku hanya akan bertanya sedikit. Aku mohon.

Kembali lagi, Emily. / Terimakasih.

Baiklah. Berikan nomornya. Ya.

Baik.

Emily.

Emily, dengar aku. Aku tahu apa yang terjadi.

Aku tahu.

Sekarang kau harus bilang padaku. Kasetnya.

Kau sudah menontonnya?

Kau tahu siapa saja yang sudah menontonnya?

Ada orang lain yang menonton itu?

Lalu dimana itu? / Hei, kau. Menjauh darinya.

Ray. / Emily, bicara padaku.

Aku mau dia keluar. Sekarang.

Kau bisa bilang padaku, Emily.

Tidak di sini, Samara. Tidak di sini.

Rachel?

Rachel?

Rachel?

Rachel!

Rachel!

Rachel!

Sayang, apa itu?

Ada apa? Hah? Ada apa?

Lihat aku.

Oke? Apa itu? / Aku bermimpi buruk.

Tak apa-apa, kita semua mengalaminya.

Oh, Tuhan, kau basah kuyup. Kau kedinginan.

Ayo keluar dari sini.

Aidan?

Kau mimpi buruk apa?

Aku terbangun dan kau tak ada di sini.

Aku di sini sekarang, sayang. Ya?

Dengar.

Kau cuma perlu panggil namaku dan aku akan mendengar suaramu.

Ya?

Walaupun aku juga bakal ikut bermimpi buruk bersamamu.

Katakanlah apa yang terjadi.

Aku tak ingat.

Kau tak ingat?

Aku tak ingat.

Aidan.

Aidan.

Aidan.

Sayang, kau mendengarku?

Aku sudah panggil namamu.

Maaf.

Kau siap? / Ya.

Baiklah.

Kita masuk dan melihat apa yang mereka punya, ok?

Kau bisa mengawasi dari belakang. Bagaimana?

Lihat semua benda ini. Siapa yang menurutmu membeli ini?

Rachel. Hi.

Hai. / Kalian, kemarilah.

Ini tetangga baru yang kubilang itu.

Dia bekerja di Daily Astoria. Meg Lowry dan Audrey Flint.

Halo. / Halo.

Mau membeli barang-barang untuk rumah barunya?

Kau harus lihat apa yang dikerjakannya, seperti...

loteng, kan?

Apa mereka sudah mengganti linoleum orange di bak mandi sebelum kau pindah?

Kau tak beruntung.

Harusnya kau kemari pagi-pagi, karena siangnya barang bagus sudah habis.

Maaf, sebentar.

Apapun yang kubilang, terus saja jalan, ya?

Maaf, aku lupa namamu. / Oh, Meg dan Audrey.

Aidan, tetap bersamaku, sayang.

Aidan, tetap bersamaku, sayang.

Nak.

Yeah, ada alasan kenapa Tuhan membuatnya begitu imut.

Agar kami tak membunuhnya.

Aku sebenarnya... / Oh, kami tahu.

Pergilah, kami mengawasi. Kami akan mengejarmu.

Senang bertemu denganmu. / Sama-sama.

Semoga berhasil.

Hati-hati. / Sampai jumpa.

Aidan?

Terimakasih, untung ada kau. / Kau tak mau berteman?

Mereka bukan teman, sayang. Mereka polisi rahasia.

Kau masih demam?

Kenapa, sayang? Kau tak apa-apa?

Aku akan melihat-lihat. / Baiklah.

Jangan jauh-jauh.

Halo, anak muda. Kau sudah menerima marbel gratismu hari ini?

Aku tak mau beli jika jadi kau.

Kudengar mereka tak membuat pemutarnya lagi.

Bagiku tak apa-apa.

Kukira itu membuktikan tak banyak yang bisa diharapkan di sini.

Tak terlalu.

Walau begitu, tiga bulan lalu kami punya beberapa even menarik.

Beberapa? Ada kejadian sebelum pembunuhan?

Yeah, kau datang ke sini. Itu menarik.

Itu jalur telepon, Max?

Lebih dari itu, kenapa kau memilih tinggal di sini?

Tak ada yang mau tinggal di tempat seperti ini.

Ini... sepi.

Yeah, kukira terlalu sepi.

Aku tak bisa tidur, aku rindu keributan. Aku rindu suara truk.

Aku 10 tahun tinggal di New York.

Empat tahun di Kolombia, lalu Daily News, bagiku...

...tempat dirumahku.

Kukira kau lahir di sini. / Ya, memang.

Aku pindah kemari lagi.

Tidak se tragis itu. / Aku hanya terkejut, itu saja.

Orangtuaku tidak begitu sehat, jadi aku kembali untuk membantunya beberapa lama.

Aku masih di sini. / Apakah mereka...

Tidak. Aku punya rumah, aku punya koran.

Aku kerja selama 20 tahun di kota, aku sumpah tak akan kembali lagi.

Penyakit rumah. / Ya.

Kasus terminal. / Aku mengenali istilah itu.

Hei, Max, apa kabar. / Baik, Dale.

Siapa si imut kecil ini?

Editor baru. Co-worker, kolega.

Terserah kau menyebutnya.

Tempat ini akan membesarkanmu, Rachel.

Kau siap? Kalian sudah siap?

Ikuti aba-aba, bersiap,

ayo!

Senang bertemu dengannya. Kau mesti menjumpainya kapan-kapan.

Yah. / Hanya koran yang dimilki keluargaku.

Walaupun aku mencoba lain. / Aku bisa memahami.

Kapanpun kau ingin mengatakannya padaku, katakan saja.

Mengatakan apa? / Alasan kau kemari.

Seperti kubilang, di sini sepi.

Baik.

Kau tak punya anak, benar Max?

Apapun yang kulakukan itu demi anakku.

Apapun.

Aku harusnya... / Tentu.

Aku akan menjumpainya. Untuk melihat apakah ada yang sepertimu.

Bung, itu jenius sekali.

Aidan?

Aidan?

Aidan?

Aidan?

Ingat, kau harus menunggu peluit.

Aidan?

Aidan? Aidan?

Kau di sana?

Aidan?

Kenapa tak menjawab, sayang? Apa yang kau...

Tuhan.

Tuhan, kau kedinginan, sayang. Apa yang terjadi? Kau sakit?

Bicara padaku, sayang.

Bicara padaku. Apa yang terjadi?

Apa itu? / Aku demam.

Tak apa-apa.

Sayang, sejak kapan kau sakit?

Kemarin malam,

atau pagi tadi?

Aku tak ingat.

Aku tahu kau tak suka ditanya-tanya, tapi ini penting.

Kau mimpi buruk apa?

Aku benar-benar lupa, Rachel. / Coba ingat lagi.

Kau sakit, kan? Dan aku harus tahu sejak kapan.

Apa dia yang ada di mimpi burukmu?

Rachel!

Jangan berhenti.

Jangan berhenti.

Ayo! Setir! / Ada apa, sayang?

Jangan hentikan mobilnya!

Jangan hentikan mobilnya!

Turun!

Mengapa kau mengatakan... / Rachel!

"Jangan berhenti".

Katamu, "Jangan berhenti".

Tuhanku.

Jangan berhenti.

Baik, mari lihat.

Tak mungkin.

Rachel...

...apa yang terjadi?

Ya, hai.

Anakku sakit keras

dan aku ingin bicara pada seseorang yang...

Benar...

Yeah, suhu tubuhnya lima derajat lebih rendah.

Hangatkan dia.

Jaga agar tetap hangat.

Aidan?

Sayang?

Sayang, ini jangan dibuka.

Aidan, ayo. Bangun dari ranjang.

Aidan, apa yang kau lakukan di sana?

Kembali ke ranjang sekarang.

Aku melihat sesuatu.

Aidan...

Awas! Menjauh. Menjauh dari sana.

Sayang, ayo pergi.

Aku melihatnya.

Aku melihatnya dalam kepalaku. / Ayo pergi.

Ms. Keller...

Masalah ceritaku. Aku... / Jangan sekarang.

Sekarang dengar, sayang. Malam kemarin aku menemukan kaset itu.

Itu miliknya.

Dan aku melakukannya agar kita tak melihatnya lagi.

Tapi jika dia tahu apa yang kulakukan,

mungkin bisa membuatnya ingin menyakiti kita.

Apa aku benar? Kau tahu sesuatu, sayang?

Dengar, jika kau tahu kenapa dia di sini, kau harus beritahu aku.

Aidan...

...dia kemari untuk menyakiti kau?

sayang.

Dia bisa mendengar kita.

Dia mendengar apapun.

Kecuali jika kita tidur.

Dia tak bisa mendengar kita saat kita tidur?

Apa artinya?

Kita harus tidur.

Rachel, boleh aku masuk?

Yeah.

Kenapa dengan mobilmu?

Mobilmu. Sepertinya ringsek.

Kalian tak apa-apa? / Ya, kami tabrakan.

Ada yang cidera?

Tak apa-apa.

Benar, Aidan? Hai, aku Max.

Dia tak apa-apa? / Dia sakit.

Sakit apa?

Max, aku butuh bantuanmu.

Ini.

Aku akan ambil beberapa blanket lagi.

Anggap ini rumah sendiri, ambil saja yang kau perlukan.

Baik, terimakasih.

Ini. / Terimakasih.

Dia tak dibawa ke rumah sakit? / Dia tak apa-apa.

Kamar mandinya? / Ada di bawah. Aku akan menyalakannya.

Sayang.

Aku akan pulang dan mengambil beberapa barang.

Lalu kita tinggal di sini dan tak kembali, ok?

Mari hangatkan dirimu. / Itu bukan air bertekanan,

tapi bisa digunakan./ Terimakasih.

Aku tak tahu kenapa lampunya mati.

Aku punya lilin untuk jaga-jaga.

Ayo masuk, hangatkan tubuhmu.

Max, aku harus kembali ke rumahku untuk ambil obat.

Kau keberatan jika aku saja...?

Aku akan mengawasinya, tentu saja. / Baik, terimakasih,

Sayang, ayo masuklah. Ayo.

Kita akan hangatkan tubuhmu, masuklah.

Aidan, kenapa? Itu hanya air.

Kita harus hangatkan tubuhmu. / Aku tak mau, Rachel.

Kau ingin aku juga masuk?

Ayo kalau begitu. Aidan, ayo.

Itu saja.

Ayo, sayang. Ayo.

Itu saja.

Lebih baik, kan?

Lihat? Hangat dan nyaman.

Tak apa-apa, tenang saja.

Halo?

Opsir Ray. Apa kabar?

Yeah, baik. Baiklah, apa yang kau bawa untukku?

Benar. Ya.

Yeah, kedengarannya di halaman 26.

Kau tak punya headline apapun?

Tidak.

Yeah, bisnis adalah bisnis.

Yeah, tidak. Aku baik. Sangat baik.

Bisa minta bantuanmu?

Bisa kau lihat laporan kecelakaanmu

periksa apakah ada kecalakaan seorang wanita bersama anaknya?

"K", Keller.

Tidak, aku hanya ingin meluruskan sesuatu.

Ray?

Ray, kuhubungi lagi nanti. Ok.

Tak apa-apa di sana?

Aidan, bisa buka pintunya, kumohon?

Aidan, bisa dengar aku?

Aidan, buka pintunya!

Aidan, buka pintu!

Dia ada di bak. Tadi itu terbuka.

Aidan, buka pintu!

Aku akan mendobraknya. / Buka pintu. Aku di sini.

Sayang, kau dengar aku?

Kau harus buka pintunya.

Oh, Tuhan.

Kumohon, sayang, buka...

Oh, Tuhan.

Lihat aku, Aidan, lihat aku.

Mama!

Rachel, tidak!

Sayang.

Oh, Tuhan. Sayang, aku minta maaf.

Itu bukan dia.

Aku hanya ingin menolong.

Baik, Rachel, ayo bawa keluar.

Kenapa dia melakukan ini padaku?

Aku di sini, sayang.

Kenapa dia melakukan padaku? / Tak apa, Aidan.

Kami akan mengurusmu. Kami akan membawamu ke rumah sakit.

Mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Kau minta bantuanku, karena itu aku membantumu.

Dia harus di bawa ke rumah sakit, Rachel.

Kami kembali bersama tema outdoor kami.

Kuharap kau menikmati pertunjukannya.

Musim panas akan tiba

dan memorial akan datang, secara resmi mengusir kejenuhan musim panas.

Satu hal yang kami suka di musim panas

adalah menghabiskan waktu di luar bersama teman dan keluarga.

Kami menawarkan apa yang kupikirkan

satu set yang paling murah...

...itu sangat cantik. Maaf, aku berkeringat sedikit.

Di Florida sudah mulai panas.

Aku tak tahu akan berapa lama. Apa yang dilakukan orang di sana?

Jika kau ingin minum yang memerlukan payung

kau bisa membuatnya dalam jumlah besar, jika mau.

Masukkan dalam teko dan pergilah.

Karena itulah ini set yang bagus

karena kau mendapatkan dengan potongan,

beratnya hanya 30 ons, jadi...

Itu suhu dalamnya.

Suhunya 90 derajat saat masuk.

Dia tak keluar malam? / Tidak, dia bersamaku di rumah.

Tubuh menghasilkan panas jika sedang mengusir ancaman.

Apapun penyebabnya, dia sedang mengatasinya. Menstabilkan diri misalnya.

Ia sudah tidur sekarang? / Benar.

Dan sedang bermimpi.

Cerita apa, Rachel?

Mereka menstabilkan suhunya.

Maksudku cerita tentang kau dan Aidan.

Kelihatannya kau kesulitan terhadapnya.

Dengar, aku paham ini saat terberatmu.

Pindah rumah. Itu mengubah seluruh hidup.

Mungkin jika kau cerita padaku...

Dan aku sudah mencoba segala cara demi dia,

malah semakin membuatnya bertambah buruk.

Kalau begitu ada yang salah, bukan?

Apa yang kau lihat?

Yeah, itu Aidan.

Yang di sana itu gadis? / Mengapa dia ada di gambar?

Mengapa? Bagaimana aku tahu? / Kenapa dia selalu muncul?

Namanya Samara.

Dia dibunuh oleh ibunya. Meninggalkannya di kedalaman.

Tunggu, siapa dia? / Dia belum mati.

Paling tidak, bukan hantunya. / Aku tetap membuatnya hidup untuk Aidan.

Aku mengeluarkannya, itu menyebar dan kami lari.

Kau bicara apa? / Aku tahu kedengarannya gila,

tapi dia di sini sekarang.

Dia menemukan kami.

Dan kurasa ia tak hanya menyakiti Aidan, tapi lebih dari itu

Dia menginginkan Aidan.

Dan dia ingin hidup di dunia nyata.

Katakan, siapa yang bisa membantuku?

Siapa?

Aku yakin ada yang masuk akal...

Ambil gambarnya dan bilang kenapa dia ada di dalamnya.

Rachel. / Ambil gambarnya.

Itu buktinya, kan? Ada arwah di dalam tubuhnya?

Tidak, bukti itu adalah yang akan terjadi.

Aidan, katamu Samara tak bisa mendengar kita saat kita tidur.

Karena itu tidurlah.

Katakan cara menghentikannya, sayang.

Katakan bagaimana menolongmu.

Katakan padaku, aku akan lakukan apapun, sumpah.

Ms. Keller?

Halo, aku Dr. Emma Temple.

Aku konsultan psikiologi di County Child Services.

Kuharap aku bisa bicara dengan Aidan saat sudah bangun.

Semuanya baik-baik saja di sini?

Ya. Tak apa. Terimakasih.

Aku ingin bicara denganmu. Kau Rachel, bukan?

Ya, tentang situasinya.

Maaf, kau dokter apa tadi?

Aku psikiatris.

Yeah, aku sudah bicara dengan Dr...

...Koji di Seattle. Dokternya Aidan.

Dengar, mungkin kita bisa bicara nanti.

Benar. Dr. Koji menyebutkan kau berurusan dengan PPD

saat Aidan lahir.

Postpartum Depression.

Cuma bulan pertama. Itu saja.

Aku mengerti. Itu sangat umum.

Maksudku. banyak wanita punya masalah beradaptasi dengan lingkungan.

Apa yang harus dilakukan dengan keadaan anakku sekarang?

Kau mengalami stress belakangan ini?

Apa kau pernah menemukan kau dalam keadaan...

...tak dapat menyanyangi Aidan?

Apa? / Apakah kau menyakitinya tanpa sengaja?

Kau pernah meninggalkannya sendiri? Menelantarkannya?

Aku ingin bersama anakku, kumohon, jika kau tak keberatan.

Yeah, tentu saja.

Maaf, Rachel.

Hingga kita bisa bicara lagi, aku tak bisa membiarkan kalian berdua.

Aku ibunya.

Ada luka di tubuhnya.

Itu hipotermik dan sangat mendekati kematian.

Itu bukan karena aku.

Dia akan baik-baik saja, Rachel.

Tapi kau harus pergi.

Sekarang, kumohon.

Kau tak bisa memilikinya, Samara.

Kau harus kembali ke asalmu.

Kita akan bicara di sini.

Itu akan sangat membantu.

Membagi masalah tak akan menyakiti siapapun.

Kau minum kopi? / Hitam.

Ya, aku membayangkan demikian.

Dr. Forrest, 118.

Dr. Forrest, silakan tekan 118.

Panggil dokter di Seattle.

Aku ingin tahu seberapa parah postpartumnya.

Ya. / Terimakasih.

Ibunya hilang.

Aku ingin ruangan ini diawasi.

Dia bisa kembali, ia dilarang masuk.

Baik, Dr. Temple.

Yang ingin kutahu adalah kisahnya sebelum Morgans.

Maaf, tapi hukum privasi masih diterapkan.

Yeah, apakah dia benar diadopsi? Paling tidak beritahu aku.

Apakah ceritanya benar?

Samara Morgan memang diadopsi. / Tapi kau tak bilang dari mana?

Aku bisa dipecat kalau kubilang. / Dengar, nyonya.

Anakku sedang dirawat, dokternya tak mengerti keadaan sebenarnya.

Gadis kecil ini punya kondisi yang sama.

Jika aku tahu penyebabnya, kukira aku bisa menyelamatkan Aidan.

Yang bisa kubilang kau hanya perlu bicara pada keluarga Morgan.

Mereka sudah mati. Mereka berdua bunuh diri.

Whoa! Lihatlah. Tamu kepagian.

Marty Savide, Stevens Northwest Realty.

Hai. / Masuklah.

Kukira waktu buka jam 12:30 di iklan.

Bagaimana kau melewati gerbang? / Yeah, aku hanya...

Siapa peduli? Ayo.

Buat senyaman mungkin dan anggap milikmu.

Baik, kalau begitu jangan hiraukan aku.

Percobaanku pertama dengan ini, terbang.

Begini.

Bagaimana?

Sedikit warna bisa menyemarakkan suasana.

Itu cerita yang luar biasa.

Bekerja di peternakan kuda. Bagaimana?

Dan ada tiga rumah pohon lucu ke atas gudang.

Apakah tempat itu menjual perabotan atau...?

Pemilik awal tak meninggalkan sesuatu?

Yeah, ada beberapa barang yang ketinggalan, setelah mereka...

...pindah.

Kami menyimpannya di bawah tanah. / Ada ruang bawah tanah?

Yeah, kau beruntung. Tak ada tambahan biaya.

Lewat sini.

Jika tak keberatan, aku tak punya kendaraan.

Buka gerbangnya untuk orang lain.

Jadi anggap saja rumah sendiri.

Kau tahu apa yang terjadi pada pemilik sebelumnya?

Aku percaya mereka menyewa pemondokan di Phoenik.

Sungguh?

Ibunya.

Oh.

Kau sudah bangun.

Aku akan mengambilnya dari sini.

Halo, Aidan, aku Dr. Temple.

Bagaimana perasaanmu?

Kau tahu, aku sangat ingin membantumu.

Bisa katakan bagaimana perasaanmu?

Mana ibuku?

Dia sebentar lagi ke sini. Dia sedang di jalan.

Aku mau ibuku.

Yeah, aku tahu. Ibumu juga menginginkanmu.

Jadi dimana dia?

Dia pulang.

Dia tak mengira kau akan bangun secepat ini.

Aku juga mau pulang.

Yeah, kau akan pulang.

Kami hanya... Kami harus membawamu...

Kau kedinginan.

Aku mau pulang menemui ibu.

Yeah, kita harus bicara mengenai dia.

Kau bisa cerita sedikit tentang ibumu?

Dia mencintai aku.

Aku tahu dia mencintaimu.

Dia akan mencariku. Dia mencoba menemukan aku.

Artinya dia mencintai aku.

Aku tak mengerti.

Aku boleh pulang sekarang?

Belum, sayang. Kau belum pulih benar.

Aku boleh pulang?

Tidak.

Maaf.

Kalau begitu aku harus menunjukkan sesuatu.

Itu tak bisa berhenti.

Hai, aku suster Diane. Apa yang bisa kami bantu?

Aku ingin tahu tentang anak yang lahir di sini.

Adakah orang yang bekerja di sini lebih dari 30 tahun?

Masuklah. / Terimakasih.

Aku ingat ini, ya.

Gadis 16 tahun yang membuatnya.

Dia pemalu, pendiam...

...cantik. / Dia tinggal di sini?

Ya. / Apa dia punya bayi di sini?

Ya. / Kau melayani untuk adopsinya?

Benar. / Siapa dia?

Dia ditangkap saat berkeliaran di jalan dan dibawa kemari.

Dia dari kota kecil di atas gunung.

Katanya dia dititipkan pada saudaranya yang tinggal di kota.

Tapi tak ada saudara yang pernah ditemukan.

Namanya Evelyn.

Dia datang ke kami saat kehamilan delapan bulan.

Ayahnya? / Tak ada ayah.

Separuh wanita yang datang ke kami mengatakan demikian.

Jadi, apa yang membuatnya hamil?

Dia tak begitu sehat, dia punya masalah saat kehamilan.

Halusinasi, penampakan.

Dia yakin ada sesuatu yang datang kepada bayinya

dari perairan dunia di luar yang satu ini.

Maaf, kau bilang air?

Yeah, kita membayangkan akhirat dengan berbeda-beda.

Bagi Evelyn, akhirat adalah apa yang dia percayai.

Seperti bayanganmu, dia terkena depresi postpartum.

Dia melemparkan kesalahan pada bayinya.

Dia mencoba membunuhnya.

Semua bayi adalah tantangan.

Tapi Samara tak pernah menangis.

Tak pernah.

Kecuali saat ibunya mencoba memandikannya.

Ia menangis dan terdengar seolah-olah dunia akan kiamat.

Tangisan yang membangunkan kami.

Evelyn, jangan!

Evelyn!

Evelyn, hentikan!

Ia mencoba menenggelamkan bayinya.

Bayinya diambil darinya. Dan Evelyn dilembagakan.

Semua gambar yang dikumpulkan, semuanya menarik perhatian.

Dia bilang kenapa ia melakukannya?

Katanya dia mencoba menyelamatkan bayinya.

Aku ingin menjumpai pasien bernama Evelyn.

Aku tak tahu nama lengkapnya. / Evelyn?

Benar.

Evelyn menunggumu.

Setiap tahun, orang sepertimu datang menemui Evelyn.

Dia seperti malaikat pelindung atau apa.

Kau punya masalah dengan anakmu, kan?

Ada yang salah?

Lagu itu, aku mengenalnya.

Mereka juga tahu lagu itu.

Hei, Evelyn.

Hari ini kau punya tamu.

Kuharap dia bisa membantu masalahmu.

Sepuluh menit.

Namaku Rachel.

Tapi kau tahu itu.

Terkadang aku mempunyai semacam perasaan.

Perasaan?

Ini mengenai anakmu.

Ini...

Ini tentangmu.

Samara.

Mereka tidak bermimpi, kau tahu.

Orang mati tidak bermimpi.

Dengar, sesuatu terjadi pada anakku.

Kau harus tidur untuk bermimpi. / Itu yang dilakukan anakmu.

Dan kematian tak pernah tidur.

Mereka menunggu...

...dan mencari jalan pulang.

Tapi mereka tak pernah tidur.

Karena itulah bermimpi paling aman. / Maaf, aku hanya...

Waktuku tak banyak. Kumohon, aku butuh bantuanmu.

Aku harus tahu. Bisa katakan padaku?

Kenapa kau mencoba membunuh bayimu?

Mengapa?

Karena bayiku yang menyuruhnya.

Sama seperti anakmu yang akan menyuruhmu.

Dan kau harus melakukannya.

Kau harus mengembalikannya. / Apa?

Mereka menghentikan aku.

Jangan biarkan mereka menghentikanmu. / Apa?

Dengar suaranya.

Kau bicara apa? / Karena itu salahmu. Kesalahan kita.

Kesalahan kita.

Itu kesalahanmu!

Apa kesalahanku?

Evelyn, sudah cukup.

Aku mencintai anakku.

Ayolah, tak apa-apa.

Maaf, nyonya. Hari ini sudah cukup.

Ayo.

Apa kesalahanku?

Kau biarkan kematian memasukinya.

Ayo.

Apa yang harus kulakukan?

Jadilah ibu yang baik.

Dengarkan anakmu.

Dengarkan anakmu.

Dengarkan anakmu.

Dengarkan anakmu.

Dengarkan anakmu.

Aidan?

Hei.

Bukankah kau... harusnya di rumah sakit?

Tidak, aku menunggu mama di sini.

Baik.

Kau tak bisa pergi sampai rumah sakit mengizinkanmu.

Kau sakit parah.

Kau tak apa-apa sekarang?

TV kabel dipasang di rumahku, ubah siaran ke kanal tiga.

Dia mencintai aku. Dia tidak mencintai aku.

Terimakasih, Max.

Tentu

Dia mencintai aku!

Dengar, Mandy!

Kukira aku akan muntah.

Kenapa kau tak melakukan hal produktif dalam hidupmu?

Katakan, Billy, kalau kau begitu menyukai ikan...

Ibumu mencintaimu, tahu.

Sangat mencitaimu.

Kau mengatakan pada orang kalau kau tak yakin tentang itu, kan?

Seperti, suatu hari ia akan menyakitimu.

Apa ia pernah memperlakukanmu seperti orang lain?

Aku bukan orang lain, Aidan. / Tidak, aku tahu.

Aku tahu. / Kami tak butuh orang lain.

Itu benar.

Kami tak butuh kau, dokter itu atau yang lainnya.

Ya?

Ya.

Apa yang kau lakukan?

Aku akan mengambil gambarmu.

Tidak.

Ini untuk ibumu. / Tidak.

Mengapa? Ada yang salah dengan mengambil gambarmu?

Aku akan bilang jika kau janji tak akan mengambil fotoku.

Itu kalau kau berjanji.

Baiklah, aku berjanji.

Jadi, Aidan, bagaimana ceritanya?

Max?

Kau di sini?

Kau pulang! / Oh, Tuhan.

Apa yang kau lakukan di sini? Kukira kau masih di rumah sakit.

Tidak, aku di sini, mama.

Apa katamu? / Kubilang aku di sini.

Max ada di sini?

Tidak.

Tapi jaketnya...

Dia sudah pergi. Kau mau nonton TV denganku?

Aku ambil sesuatu dulu di mobil, ya?

Aku cinta kau, mama.

Max.

Ikan emas butuh air demi kelangsungan hidupnya.

Tapi ikan emas benci kucing.

Sementara itu, kucing benci air.

Rachel.

Apa kau tidur, Rachel?

Ya. Dia membuatku tidur sepanjang waktu sekarang.

Aidan. / Teruslah tidur, Rachel.

Jadi ia tak mendengar kita. Itu satu-satunya cara.

Kau harus menunjukkan padanya, Rachel.

Tunjukkan bahwa dia tak bisa tinggal.

Di dirimu.

Bagaimana caranya?

Bawa aku ke tempat yang dibencinya.

Kau tahu apa yang dibencinya.

Bawa aku ke sana...

...dan bunuh aku. / Aidan, tidak.

Rachel, tidur terus.

Dia tak tinggal diam jika ia tahu kau akan membunuhku.

Hanya itu caranya.

Aku tak bisa melakukan itu.

Kalau begitu ia akan tinggal.

Dia mendengar kita.

Sayang?

Kukira kau tidur, mama.

Ya, tapi terbangun karena mimpi buruk.

Kau pasti bermimpi yang mengerikan.

Tak apa-apa, kita semua mengalaminya.

Kau mau bersamaku sekarang?

Bersama? / Bersama selamanya.

Ya. Ya.

Baiklah, ayo nonton TV bersama.

Ini sudah larut, sayang.

Kau tak mau tidur?

Aku tak pernah tidur.

Kalau begitu biar mama buatkan sesuatu.

Ada yang salah? Kau tampak sedih.

Tidak, sayang. Aku tidak sedih.

Aku cuma lelah, itu saja.

Sekarang aku akan melindungimu.

Bawa aku ke tempat yang dibencinya.

Kau tahu apa yang dibencinya.

Kau harus tunjukkan padanya, Rachel.

Tunjukan kalau dia tak boleh tinggal.

Dengar suaranya. Kau harus dengar suara.

Jadi ibu yang baik.

Dengarkan anakmu.

Maaf.

Maaf.

Tapi kau tak boleh tinggal.

Apa yang kau lakukan? Rachel!

Apa yang kau lakukan?

Ini aku.

Itu bukan dia, Rachel. / Aku tahu, sayang.

Ini aku.

Aku cinta kau. Mama, aku cinta kau.

Aku tahu, sayang.

Aku juga mencintaimu.

Tapi kau bukan anakku.

Mama.

Sayang.

Bernafas. Bernafas.

Kumohon, aku tahu itu kau, sayang.

Aidan, kumohon.

Rachel.

Yeah.

Aku di sini.

Kau tak apa-apa.

Semuanya baik-baik saja, sayang.

Kau tidur.

Kau baru tidur.

Tidak.

Dia menginginkan aku lagi.

Tidak.

Rachel, apa yang kau lakukan?

Dia hanya menginginkan ibu. Hanya itu yang dia inginkan.

Dan ia akan tetap datang sampai menemukannya.

Ayolah! Kembali!

Menjauh darinya! Rachel!

Menjauh darinya!

Kau tak bisa miliki anakku.

Ambil aku saja.

Rachel! Tidak!

Samara!

Aku di sini, Samara.

Seperti yang kau inginkan.

Tapi tinggalkan dia sendiri.

Kau dengar aku?

Tolong aku.

Itu selalu terbuka.

Jalan keluar satu-satunya telah terbuka.

Mama.

Mama!

Mama.

Mama! / Aku bukan mama mu.

Rachel.

Kau dengar aku? / Aku bisa mendengarmu.

Aku di sini.

Kau di sini.

Kau di sini, Rachel. / Tentu, aku di sini.

Aku mengikuti suaramu.

Apa yang terjadi?

Sudah selesai, sayang.

Dia tak akan kembali.

Darimana kau tahu, Rachel?

Aku tahu.

Aku janji.

Janji.

Aku cinta kau, Mama.

Mau berjanji sesuatu?

Ya, apapun itu, mama.

Panggil saja aku Rachel.

Paling tidak untuk beberapa lama.

Penerjemah: xtalplanet

www.xtalplanet.blogspot.com

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.