Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku benci televisi.
Membuatku pusing.
Kudengar ada banyak gelombang magnetik di udara
karena TV dan telepon,
membuat kita kehilangan sel otak sepuluh kali lebih banyak.
Semua molekul di kepala kita jadi tidak stabil.
Semua perusahaan tahu, tapi mereka tak lakukan apa pun.
Sebuah konspirasi besar.
Silakan pilih salurannya. Aku tak peduli.
Kau tahu berapa banyak gelombang elektromagnetik
melewati kepala kita setiap detik?
Aku ada cerita yang lebih bagus.
Pernah dengar kaset video yang membunuhmu saat kau menontonnya?
- Kaset apa? - Kaset biasa.
Yang biasa disewa orang. Saat mulai diputar,
berubah jadi mimpi buruk.
Lalu tiba-tiba wanita ini muncul,
dan tersenyum padamu.
Melihatmu melalui layar.
Dan saat sudah selesai,
teleponmu berbunyi.
Seseorang tahu kau menontonnya.
Mereka bilang...
"Kau akan mati dalam tujuh hari."
Dan tepat tujuh hari kemudian...
Siapa yang cerita?
- Seseorang dari Revere. Aku tak... - Siapa?
Ada masalah apa?
Aku telah menontonnya.
- Itu hanya cerita, Katie. - Pekan lalu aku dan Josh melihatnya.
Kau tak bersama orang tuamu?
- Aku mau cerita... - Bersama Josh?
Ada temannya punya kabin di gunung.
Mereka ingin merekam pertandingan futbol.
Kurasa sinyalnya buruk...
- Apa maksudmu? - Dengar!
Saat kasetnya diputar, pertandingan itu tak ada. Yang muncul...
Yang muncul apa?
Sesuatu yang lain.
Kami pikir itu lelucon gila.
Lalu telepon berbunyi.
Itu sepekan lalu.
Sepekan lalu malam ini.
Kau hanya ingin menakutiku.
Astaga, Katie! Kau tak apa?
- Katie... - Astaga!
Kau gila!
- Kau tertipu! - Tidak.
Kalian lakukan sesuatu?
Seperti apa?
Kau benar-benar melakukannya! Dasar jalang.
- Ceritakan! - Tidak!
Kaset itu benar-benar ada?
- Ini bodoh. - Jangan diangkat!
Rumah Embry.
Halo.
Hai, Bu.
Ya, itu tadi Becca. Salam dari ibuku. Dia senang kau di sini.
Tanyakan di mana dia simpan Vicodin-nya.
Kami baru mau tidur.
Ya, baiklah.
Ya, baik!
Tidak akan.
Sampai jumpa, Bu.
Becca, jangan menyebalkan. Mana remote-nya?
Becca, hentikan!
Becca, bisa dengar aku?
Jangan suruh aku tulis apa!
Dia ingin menarik perhatianku dan aku takkan memberikannya.
Aku bersikap objektif!
Dengar, Harvey berengsek, kau sentuh kolomku,
akan kucongkel matamu keluar
dengan pensil merah yang kau suka itu!
Harvey?
Sial!
Hei!
Hei.
- Maaf, aku terlambat. - Tak apa.
Aku tunggu di mobil.
- Ada waktu, Nn. Keller? - Tentu.
- Panggil aku Rachel. - Silakan duduk.
Dia mandiri sekali, ya?
Benar.
Tak pernah kusuruh lakukan sesuatu.
Jika itu masalah, kau guru pertama yang mengatakannya.
- Nn. Keller... - Rachel.
Aku tahu Aidan baru kehilangan sepupunya...
Ya, aku sedang cari penitipan anak yang bagus.
Bukan itu maksudku. Santai saja.
Aku tahu Aidan dan sepupunya dekat.
- Dalam sepekan mereka sering bersama. - Apa dia pernah membahas kematiannya?
Seperti katamu, dia tak banyak bicara.
Bukan berarti dia tak ingin mengobrol.
Dia tahu aku ada untuknya.
Tentu saja.
Tapi dia mungkin mengekspresikan dirinya dengan...
cara lain.
Aku mau tunjukkan sesuatu.
Itu sepupunya.
Itu Katie.
Nn. Keller. Aku terganggu oleh gambar-gambar ini.
Kuhargai perhatianmu.
Tapi anakku kehilangan sahabatnya tiga malam lalu.
- Dia sedang mengatasinya. - Aku tahu, tapi gambar ini...
Ini cara Aidan mengatasinya. Mengekspresikan dirinya, seperti katamu.
Dia akan baik-baik saja.
Kau bilang dia wafat tiga malam lalu.
- Benar. - Aidan menggambar ini pekan lalu.
Apa?
Tak apa-apa.
- Kita baca buku? - Aku lelah.
Baik.
Mimpi yang indah.
Waktu kita sedikit.
Ibu memang terlalu banyak bekerja.
Maaf, tapi Ibu janji akan menebusnya.
Bukan itu maksudku.
Maksudku waktu sebelum kita mati.
Kau punya banyak waktu.
- Jadi kau tahu kapan aku akan mati? - Tidak. Tak ada yang tahu.
Tapi kau tak perlu pikirkan itu.
Katie tahu. Dia cerita padaku.
- Katie bilang dia akan mati? - Dia bilang tak punya cukup waktu.
Selamat malam, Rachel.
Sial!
Aidan!
Sialan!
Sayang, lihat gaun hitam Ibu?
Aidan?
Kau lihat gaun...
hitam Ibu?
Agak kusut.
Tidak apa-apa.
Terima kasih.
Anak-anak tidak terkena stroke, kecuali mengonsumsi obat.
Jadi, kenapa petinya ditutup?
Ruthie...
Aku turut berduka.
Kau baik-baik saja, Dave?
Ya, tak apa-apa.
Kau sendiri?
Dia tidur seharian.
Dia tak bergerak.
Ini berat baginya.
Tak masuk akal, Rachel.
Kuhabiskan empat jam di Internet dan tak kutemukan satu kasus pun
jantung gadis 16 tahun berhenti begitu saja.
Aku bicara dengan tiga dokter dan tak satu pun
bisa menjelaskan apa yang terjadi pada putriku.
Dia dekat...
denganmu.
Dan Aidan.
Tapi dia terbuka padamu.
Ya, tapi dia tak pernah cerita apa pun.
Tak ada tentang apa yang terjadi.
Kau bisa cari tahu.
Itu pekerjaanmu, 'kan? Mengajukan pertanyaan?
Rachel, kumohon.
Aku lihat wajahnya.
Aku kenal Becca.
Dia sedikit intens, tapi tidak gila.
Kau tak dikirim ke rumah sakit jiwa
hanya karena ketakutan.
Pasti ada yang membuatnya ketakutan.
Hai.
Siapa yang masuk rumah sakit jiwa?
Becca. Teman Katie.
- Benar. Dia yang... - Ada di sana, saat kejadian.
Menurutmu mereka sedang apa di sana?
Terima kasih.
Aku ingat saat aku seusiamu.
Aku dan temanku sering menyelinap ke kamar untuk mabuk.
- Menurutmu dia sedang... - Bukan itu.
- Ini soal kaset. - Kellen, sudahlah...
- Kaset apa? - Yang akan membunuhmu jika ditonton.
Yang benar saja!
Apa isinya?
Aku belum pernah lihat.
- Tapi Katie bilang dia pernah lihat? - Bukan Katie. Kudengar dari pacar...
Dengar dari siapa?
Dia pacaran dengan Josh, anak SMU Revere.
- Agak dirahasiakan. - Agak?
- Di mana Josh? Ada di sini? - Sudah tewas.
Apa?
- Apa yang terjadi? - Sepertinya bunuh diri.
Pada malam Katie tewas.
Aidan...
Sedang apa di sini?
Ayo. Sebaiknya kita tak di kamarnya.
Bukan kamarnya lagi.
CUCI CETAK FOTO PREMIUM ESOK HARI JADI
REMAJA BACK BAY TEWAS AKIBAT MELOMPAT DARI ATAS GEDUNG
Pukul 22.00.
DUA ORANG TEWAS KECELAKAAN MOBIL
PENYEBAB TAK DIKETAHUI
Pukul 22.00.
Waktu kematian, Wade. Hanya itu.
Katie Embry. Ambil laporannya, baca waktunya.
Tak apa. Akan kutunggu.
"Berengsek yang berhati-hati"?
Purwakanti yang bagus, ya?
- Kau dipecat. - Tidak.
- Ya. - Tidak.
Ceritaku terlalu bagus.
- Apa? - Aku masih di sini.
Pukul berapa dia tewas?
PUKUL 22.00
PENGINAPAN GUNUNG SHELTER
PENGINAPAN GUNUNG SHELTER
- Hai, aku ingin tahu... - Ambil kartunya, yang mana saja.
Ayo.
Taruh lagi. Jangan sampai terlihat olehku.
- Ini kartumu? - Bukan.
Sial.
Aku ingin tahu apa kau ingat seseorang dari pekan lalu.
Ada masalah?
Keponakanku. Dia kabur dari orang tuanya.
Tidak.
Aku punya fotonya. Dia bersama teman-temannya.
- Kurasa mereka menginap di sini. - Ya.
Di Kabin 12. Mereka tidak bayar.
Banyak sekali keluhan mereka. Terutama soal TV.
Sinyal di sini selalu buruk.
Makanya kami beli pemutar video.
Pilihan yang bagus.
Kebanyakan video yang ditinggalkan oleh para tamu lain.
Yang pasti mereka tidak bayar.
Anak-anak seperti itu kadang begitu.
Nona?
Aku agak lelah.
Mau tidur sebentar sebelum menyetir pulang.
Aku ambil Kabin 12.
Hei!
Ini kartumu, 'kan?
Benar.
Tujuh hari.
KAMIS HARI KE-1
Aku berangkat sekolah!
- Bagaimana menurutmu? - Efeknya bagus.
Apa kaitannya dengan kaset itu?
Ambil fotoku.
Setidaknya lihat ke arahku.
- Ini kamera yang sama? - Bukan. Lihat sisanya.
Bagaimana menurutmu?
Katamu ini soal kaset.
Sebaiknya kau jangan menontonnya.
Aku harus tahu lebih banyak dulu.
Bukankah itu alasanku ke sini? Untuk memberi pertimbanganku?
Empat anak tewas, Noah.
Bukan karena menonton kaset video.
Ayo, tunjukkan padaku.
Sudah habis.
Film buatan anak sekolah.
Pasti lebih menakutkan kalau malam hari.
Kau akan angkat itu?
- Kau giat bekerja, ya? - Aku tidak lelah, Noah.
- Baik. - Kasetnya tak membuatmu takut?
- Tidak. Maaf. - Empat orang tewas!
- Ya, tapi bukan karena menonton... - Mereka menontonnya!
- Kita menonton, tapi masih hidup. - Butuh sepekan.
Baiklah. Aku mau ke kota ambil kamera dari seseorang.
- Aku bersiap-siap untuk pekan depan. - Noah!
- Menurutmu aku mudah percaya? - Tidak.
- Mudah khawatir? - Tentu tidak.
Mungkin mudah gugup.
Bukan pesolek.
Siapa yang membuatnya? Dari mana asalnya?
Beri aku salinannya. Kulihat yang bisa kulakukan.
Terima kasih.
Ya.
RUANG RISET AUDIOVISUAL
JUMAT HARI KE-2
- Kau yakin ini salinannya? - Ya, kenapa?
Waktunya kacau.
SALINAN
Kurasa masalah yang sama ikut tersalin.
Tak mungkin.
Angka adalah jalur pengendali.
Disertakan pada setiap rekaman.
Secara teoretis seharusnya tak ada gambar.
Hei, Noah.
Bisa berpura-pura aku bukan pembaca majalah Video Geek?
Saat merekam kaset,
susunan jalurnya seperti tanda khusus
dari perekamnya, seperti kamera perekam, VCR, apa pun.
Jalur pengendali beri tahu dari mana asalnya.
Tapi jika tak ada...
Itu seperti lahir tanpa sidik jari.
Lalu bagaimana ini bisa terekam?
Entahlah.
Tapi akan kucari tahu.
Lihatlah.
Seharusnya kamera bisa terlihat di pantulan ini.
Sudutnya lurus, tapi tak terlihat.
Apa itu?
Dia berjalan menjauh, siapa pun itu.
Maksudku yang di atas itu.
Itu karena jalurnya. Bisa kuperbaiki.
Apa? Maaf.
Mundurkan. Ada sesuatu.
- Kau benar. - Ada gambar lagi.
Tunggu, kurentangkan garisnya.
- Berhasil. Teruskan. - Tak bisa lagi.
Biar aku saja!
- Ayolah! - Tak bisa lagi!
- Awas... Sial! - Aku saja!
Noah, aku sudah ambil kameranya. Masih bagus.
Sudah lihat cetak ulang foto Guatemala?
Hasilnya agak...
terlalu terekspos.
- Kau sedang bekerja? - Ini temanku, Rachel Keller.
Dia penulis untuk PI. Rachel, ini Beth, asistenku.
Aku lebih suka "mitra kejahatan."
Dia mahasiswi jurnalistik di Kirkland.
Aku tak akan mengganggu. Aku bahkan tak di sini.
Rachel menyelidiki sebuah cerita!
Tentang video lelucon. Tampaknya menarik. Kau paham video.
Coba lihat jalurnya.
Aku terlambat. Aku harus pergi.
- Kenapa kau bawa... - Pergi dulu. Senang bertemu kau.
- Kau bawa kasetnya? - Aku tak mau dia lihat.
Begitukah? Bagaimana denganku?
- Kau tak keberatan menunjukkannya. - Aku keberatan.
- Kau marah. - Tidak.
- Jadi kenapa? - Buru-buru.
Maaf, tapi aku tak akan tertarik gosip SMA murahan.
Kau berpikir apa?
Kurasa ini saatnya aku bilang kau payah, tak pernah selesaikan apa pun.
Kau bilang aku wanita obsesif, yang seharusnya santai.
Lalu aku pergi, sangat kesal,
karena berpikir seharusnya kau bisa bersikap...
dewasa.
Kita langsung saja ke bagian itu agar tak sedih.
Baiklah.
Dah.
Awas, Nona! Bisa sial. Jangan sampai begitu.
SABTU HARI KE-3
Becca?
Becca...
Kita hampir sampai.
Kau ingat sesuatu tentang malam itu?
Malam bersama Katie?
Kau ingat...
bagaimana dia tewas?
Becca?
Dia ceritakan video itu, 'kan?
Dia takut, 'kan?
Sesuatu terjadi padanya.
Becca...
Bagaimana dia tewas?
Kumohon.
Aku harus tahu.
Kau akan tahu.
- Dia akan menunjukkannya padamu. - Siapa?
Siapa yang akan tunjukkan?
Bukan sekarang.
Empat hari lagi.
Videomu akan menunjukkan waktu jalur,
tapi tak bisa diperjelas.
Tak ada gunanya, kecuali diperbaiki.
Bagian Arsip terkadang memberikan kaset jelek,
jalurnya rusak, servo tak bisa perjelas gambar.
Tapi VTR ini bandel. Masih analog,
tapi bisa membaca sampai akhir kaset.
Jangan dipaksa, bisa tak berfungsi.
Jalur, monitor, dan printer jika kau butuh.
Kita akan menonton apa? Film rumahan?
Aku ingin menontonnya sendiri.
- Aku serius. - Terserah.
Ayolah.
Ayolah.
Mercusuar.
CETAK
Berengsek!
Halo? Ada orang?
Sial!
Butuh bantuan?
Hei, kau...
MINGGU HARI KE-4
- Sepertinya ini sudah semua. - Terima kasih.
MERCUSUAR AMERIKA
"Pulau Moesko."
PULAU MOESKO
CARI
MERCUSUAR PULAU MOESKO
PEMERHATI SEJARAH MERENOVASI MERCUSUAR
CETAK
"Anna Morgan."
ANNA MORGAN MEMANDU ACARA BERKUDA
KUDA
Astaga.
"Penyakit misterius menyerang Peternakan Kuda Morgan."
"Penyelidik mencari jawaban setelah kuda kedua mati tenggelam."
DIKARANTINA TEKA-TEKI KEMATIAN KUDA
PETERNAKAN MENCARI JAWABAN: BUTUH TES LEBIH LANJUT
KEKACAUAN TERUS MELANDA MORGAN
HASIL TES KUDA NEGATIF
Anna Morgan.
"Kuda-kuda pulih setelah peternaknya bunuh diri."
BERITA KEMATIAN: ANNA MORGAN JUARA PETERNAK KUDA
MORGAN DIDUGA MELOMPAT...
"Dia menderita halusinasi."
"Rumah Sakit Jiwa Eola County."
Apa yang terjadi padamu, Anna?
SENIN HARI KE-5
Rokok satu bungkus.
15,33 dolar.
Kau akan mati.
Sepupuku merokok dua bungkus sehari.
Pakai plester antirokok, tak pernah merokok lagi.
Akan kuingat itu.
- Semoga harimu menyenangkan. - Kau juga.
- Hai! - Maaf aku terlambat.
- Tidak apa. - Semuanya baik?
Ya, dia anak yang baik.
Aku tadi mau menyuruhnya tidur,
dan dia sudah memakai selimut. Lalu dia membacakanku sebuah cerita.
Dia belajar kata "teka-teki."
- Sungguh? - Ya, lalu dia menggambar diriku.
Ini untukmu.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Hei, Ruthie, ini aku.
Maaf menelepon larut malam, tapi aku butuh bantuan.
Aku harus ke utara untuk selidiki ini. tolong jaga Aidan untukku.
Rachel, entahlah. Berapa lama kau pergi?
Hanya dua hari. Aku janji.
Ini bukan saat yang tepat bagiku.
- Rachel? Kau masih di situ? - Sebentar.
Maaf.
Rachel, ini soal Katie?
Ruthie...
Aidan?
Tidak!
- Kenapa, Sayang? Kenapa? - Aku tak bisa tidur.
Siapa dia, Rachel?
Jangan ganggu dia!
Rachel?
- Noah... - Dengarkan aku, Rachel.
Aku perlu bicara denganmu.
Aku percaya padamu.
Kau masih di situ?
Dia menonton kaset itu.
Siapa?
Anak kita.
SELASA HARI KE-6
Kau memotretku.
Aku pernah melihatmu.
Saat aku di halaman sekolah.
Kau ada di sana.
- Ingin aku lebih sering di dekatmu? - Tidak.
Kau ingin?
- Rachel dan aku dulu masih... - Muda.
Ibu sudah cerita soal itu.
Masalahnya adalah...
kukira aku tak bisa jadi ayah yang baik.
Mungkin karena ayahku sendiri...
sangat mengecewakan.
Aku juga tak ingin orang lain melakukannya.
Menjadi ayahmu.
Itu teka-teki.
Benar.
KENAPA INI ADA DI PIKIRANKU?
- Saatnya pergi, Tuan. - Aku belum selesai.
Noah yang memintanya untukmu.
Kau bisa membuat garis kehidupannya.
Di satu sisi wanita bahagia yang menghabiskan hidup
dengan suaminya, berkuda.
Segalanya terlindungi, aman dan nyaman.
Wajahnya bercahaya.
Ada kebanggaan.
Lalu satu hari, sesuatu terjadi.
Dia mengalami hal sulit dan cahaya di wajahnya meredup.
Lalu dia berakhir di RSJ Eola County.
Seorang diri.
Dia kenapa?
Entahlah.
Tapi kurasa ada kaitannya dengan kuda.
- Sebaiknya kita ke pulau itu. - Ini Selasa, Noah.
Waktuku tinggal sehari.
Kau ke rumah sakit dan gali informasi tentang Anna.
Gambar di kaset itu memberi kita petunjuk.
Katie juga melihat semuanya.
Kurasa,
sebelum kau mati, kau lihat cincin itu.
Berengsek!
Rach, tunggu!
PENUNGGANG TERLUKA DI ACARA BERKUDA
ANNA MORGAN MEMELUK PUTRINYA SAAT KEJADIAN...
Putrinya?
Hei.
Tak apa. Aku takkan menyakitimu.
Tenang.
Bagus.
Hei. Aku takkan menyakitimu.
Tenanglah.
Tolong!
Astaga.
Tolong!
Ayah, kudaku!
Dia akan keluar!
Aku perlu lihat arsip pasien bernama Anna Morgan.
Kau keluarganya?
- Bukan. - Maaf, Pak.
Ini rumah sakit jiwa. Arsip kami rahasia.
Dia wafat 24 tahun lalu. Pasti takkan keberatan.
Maaf, tapi tak bisa.
Begini...
aku pernah melihatnya. Aku pernah ke atas.
Usaha yang bagus.
Ruang arsip ada di bawah.
Kau menang.
Menyebalkan.
Kau ada di sini, Anna?
PETERNAKAN KUDA MORGAN
Halo?
Permisi, Tn. Morgan.
Bisa bicara sebentar?
Aku Rachel Keller, penulis di Seattle PI.
Kau mau tahu soal kudanya.
Bukan maksudku... Aku hanya...
tak bisa menemukan nomor teleponmu.
Terkadang penulis datang...
untuk mendengar kejadiannya.
Tapi aku tak tahu apa masih ada yang bisa ditulis.
Kuharap kau ada waktu sebentar.
Pekerjaan di sini tak ada habisnya.
Tapi, kurasa aku ada waktu.
Apa yang sedang kau tulis?
Kuda secara umum atau kuda yang menjadi aneh?
Aku baca banyak yang terpaksa kau binasakan.
Banyak yang mati sendiri, mereka tenggelam.
Bagaimana bisa lepas?
Menerobos pagar lalu lari ke pantai.
- Mereka jadi gila? - Tampaknya begitu.
Atau mereka merasakan sesuatu sebelum kita.
Di mana kuda-kudamu sekarang?
Aku tak beternak lagi.
Kau pasti takkan mau setelah apa yang terjadi.
Pasti saat yang sulit bagi kalian berdua.
Kau dan istrimu.
Maaf, Nona. Siapa namamu tadi?
- Rachel. - Baik, Rachel...
Bisa katakan apa yang ada di benakmu?
Tahukah kau apa ini?
Kurasa ini pesan...
dari istrimu.
Anna ada di kaset ini. Dia ada di ruangan itu.
Kau bisa lihat mercusuarnya, kudanya...
- Dari mana kau dapat itu? - Penginapan Gunung Shelter.
Itu cuma satu-satunya?
Aku buat salinannya.
Hari ini pekerjaanku banyak.
Di luar sangat luas.
Saat kurasa satu pekerjaan selesai...
pekerjaan lain muncul.
Kau tak ingin lihat kaset ini? Tak penasaran?
Penasaran?
Kurasa tidak.
- Tn. Morgan... - Aku tak bisa membantumu.
Di mana putrimu?
- Mungkin dia bisa... - Aku tak punya putri.
- Apa? - Ada apa dengan para reporter?
Kalian manfaatkan tragedi seseorang agar dunia tahu.
Kalian sebar seperti penyakit.
- Tn. Morgan... - Katakan.
Apa yang kau tahu?
Lupakan itu.
"Halusinasi Anna Morgan."
Ada apa denganmu?
"Hamil, 1965. Keguguran, 1966.
Hamil, 1966. Keguguran."
Dia tak mau menyerah.
PROYEK: TERMOGRAFI SUBJEK: SAMARA MORGAN
"Sesi dihentikan. Permintaan lebih lanjut..."
"...lihat Rekaman Video SM0015."
Aidan?
Aidan, dari ibumu!
- Hai, Bu. - Rumah yang kau gambar untuk Ibu...
di mana kau melihatnya?
Kau lihat di pikiranmu? Karena itu kau gambar?
Di pikiranku?
Aidan, kenapa kau gambar rumah itu?
- Karena dia menyuruhku. - Siapa?
Siapa yang menyuruhmu?
Gadis kecil itu.
Dia bicara padamu?
Tidak.
Dia menunjukkan hal-hal.
Dia menunjukkan kuda padamu?
Dia tak suka di kandang.
Kuda membuatnya terjaga saat malam.
Dia masih tinggal di sana?
Tidak.
Sekarang dia di tempat yang gelap.
Kau terlalu tua untuk menangkap kepiting, Cal.
Tubuhmu sudah lewat masanya.
Kau juga bukan tangkapan terbaik hari ini.
Kita lihat apa kau bisa dapat yang lebih baik.
Selamat siang. Aku Dr. Grasnik.
Kurasa dia lebih dulu datang kemari.
Darby selalu di sini.
Benar bukan, Darby?
Dia cucuku.
- Kau kemari naik feri, ya? - Ya.
Sudah lama tinggal di sini?
Sejak lahir. Satu-satunya dokter di pulau ini.
Berarti kau tahu pasangan Morgan dan putrinya.
- Tahu putri mereka? - "Tahu putri mereka?"
Soal apa ini?
Maaf. Entah bagaimana menjelaskan ini, tapi aku melihat hal-hal di...
pikiranku, bayangan. Begitu pula anakku.
Anakku. Makanya aku kemari.
Entah bagaimana, tapi...
itu karena gadis kecil itu.
Sudah lama aku tak mendengar itu.
Dia sangat menginginkan anak. Kasihan Anna.
Mereka berusaha keras bertahun-tahun, tapi kadang itu tak ditakdirkan.
Suatu musim dingin mereka pergi.
Saat kembali, mereka bersama Samara.
Kata mereka, dia diadopsi. Tak pernah bilang dari mana.
Katanya ibunya wafat karena komplikasi.
Mereka punya bayi, kuda,
jadi semua baik-baik saja.
Hingga Anna mulai menemuiku.
Katanya dia melihat bayangan.
Hal-hal mengerikan.
Seolah terbakar di dalam tubuhnya.
Itu terjadi jika di dekat Samara.
Gadis itu yang menimbulkannya.
Kau juga dokternya Samara?
Ada yang salah dengannya?
Maksudmu secara medis?
Apa pun maksudmu.
Saat Darby lahir...
kami tahu ada sesuatu dengannya.
Tapi kami tetap menyayanginya.
Butuh kerja keras. Sebagian orang memiliki batas.
Lalu dia kenapa?
Kurujuk mereka ke RSJ Eola.
Kurasa dia masih di sana.
Kau tidak tahu?
Kenapa sampai tak tahu?
Kami mengalami tahun-tahun yang sulit di sini.
Musim dingin yang keras, tangkapan ikan sedikit.
Itu jauh sebelum masalah kuda-kuda itu.
Jika tinggal di pulau, ada yang flu, semua tertular.
Jangan tersinggung, tapi apa maksudnya itu?
Setelah gadis itu pergi, keadaan jadi lebih baik.
Tahun 1978.
Itu sudah lama sekali.
Resepsionis bilang seharusnya masih ada.
Seharusnya.
Kau ayah dari pasien itu?
Ya. Richard Morgan. Itu aku.
- Apa rahasiamu? - Diet dan latihan.
- Yang benar saja! - Hanya itu.
Aku bukan orang bodoh.
Jika kau coba pergi dengan membawa arsipku,
aku akan memberimu pelajaran, paham?
Tidak! Aku hanya ingin melihatnya.
Aku penanggung jawab semua kaset arsip.
Aku punya sistem.
Aku tak mau orang mengacaukannya.
Aku tak pernah membuat kacau...
Selama kita saling memahami.
Kini aku marah.
Apa ditulis siapa orang terakhir yang menontonnya?
RICHARD MORGAN, DESEMBER 2009
Ya, kau.
Ayolah.
Telepon yang Anda hubungi tidak menjawab
- atau berada di luar jangkauan. - Telepon payah.
Ayo, Rachel.
Halo?
Tn. Morgan?
Tn. Morgan?
AKTA KELAHIRAN
Ini SM0015, Samara Morgan, pukul 14.
Diam, ya?
Apa yang membuatmu terus terjaga?
Ada kalanya kau pasti tidur.
Kau bermimpi sesuatu?
Samara?
Mari kita bicara soal gambarnya.
Bagaimana kau membuatnya?
Samara?
Bagaimana kau membuat gambar-gambar ini?
Aku tidak...
membuatnya.
Aku melihatnya, lalu...
gambar itu...
jadi.
Samara, katakan yang sebenarnya.
Boleh bertemu ibuku?
Tidak, sampai kami tahu apa yang terjadi padamu.
- Aku sayang ibuku. - Itu pasti.
Tapi kau tak ingin menyakitinya lagi, 'kan?
Kau tak mau menyakiti siapa pun.
Tapi aku melakukannya, dan aku menyesal.
Itu takkan berhenti.
Makanya kau ada di sini.
Agar aku bisa bantu menghentikannya.
Dia akan meninggalkanku di sini.
Siapa?
Ayah.
Mereka hanya ingin menolongmu.
Ayah tidak.
Ayahmu sayang padamu.
Ayah sayang kuda.
Dia ingin aku pergi.
Tidak.
Tapi dia tak tahu.
Dia tak tahu apa?
Samara?
Dia takkan pernah berbisik di telingaku lagi!
Kau apakan dia?
Dia putrimu!
Kau bunuh Samara, ya?
- Kau bunuh dia dan saat istrimu... - Istriku seharusnya tak punya anak!
Tn. Morgan!
- Kau mau apa? - Bisikan itu...
kau mendengarnya setiap saat. Malam hari, saat tidur.
Bahkan kuda mendengarnya.
- Tn. Morgan, keluar dari situ. - Dan gambar-gambar itu...
Astaga. Hal-hal yang dia tunjukkan.
- Dia masih menunjukkannya. - Dan dia takkan berhenti.
Kedatanganmu kemari membuktikan itu.
Mana dia? Kumohon.
Aku harus menghentikannya. Jika tidak, anakku mati.
Ya. Dia akan mati.
- Dia tak pernah tidur. - Tunggu!
Jangan!
Tidak!
Tidak!
Rachel, tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Kau baik-baik saja.
Kau baik-baik saja?
Astaga.
Dia tak suka kandang.
Kuda membuatnya terjaga saat malam.
"Dia tak suka kandang."
Apa?
Kuda-kuda itu membuatnya terjaga.
Samara?
Dia menaruh Samara di sini.
Ibunya menjadi gila.
Morgan menyalahkan anak itu.
Jadi dia menaruhnya di sini.
Seorang diri.
Tidak juga.
Rachel...
Ada sesuatu di sini.
Sepertinya terukir di kayu.
Atau terbakar.
Aku pernah lihat pohon ini.
- Ya, ada di kaset. - Bukan.
Aku pernah ke sana.
Penginapan Gunung Shelter.
RABU HARI KE-7
PENGINAPAN GUNUNG SHELTER
Matahari menembus daun hingga membuatnya seolah terbakar.
Tepat saat matahari terbenam.
Tepat saat kutonton kaset itu.
Itu sepekan lalu.
Kita kembali ke awal.
Sesuatu membawa kita kemari. Pohon, gambar di dinding...
Percuma saja.
Kita terlambat.
Kau harus menolongnya.
- Apa maksudmu? - Aidan.
Tinggal kau sekarang. Gunakan waktumu dan cari solusinya.
- Kita cari tahu bersama sekarang juga! - Sudah terlambat, Noah!
Hentikan! Ada sebabnya kita kemari.
- Apa itu? - Entahlah.
Ada sesuatu di kamar ini! Di telepon ini!
Di televisi ini!
Ayolah! Hubungi kami sekarang!
Noah...
Lihat.
Astaga.
- Menurutmu seberapa dalam? - Aku tak bisa lihat apa pun.
Coba jatuhkan sesuatu.
Dia ada di bawah sana?
Rachel!
Rachel!
Rachel!
Aku di sini!
Aku tak apa-apa.
Sepertinya.
Aku akan cari sesuatu untuk mengeluarkanmu!
Cepat!
Noah?
Noah?
Noah!
Tidak!
Berputar-putar
Dunia berputar
Saat berhenti
Itu hanya awal
Di sini indah, 'kan, Samara?
Begitu damai.
Ibu tahu keadaan akan membaik.
Yang Ibu inginkan hanya kau.
Saat itu dia masih hidup.
Semua baik saja sekarang.
Tidak apa-apa.
Rachel!
Rachel, matahari terbenam!
Matahari terbenam sudah berlalu! Dengar aku?
Matahari terbenam sudah berlalu.
Rachel!
Rachel!
Rachel, kau masih di situ?
Aku di sini.
Dia akan dimakamkan pekan depan.
Sudah berakhir.
Kau tak apa?
Dia menginginkan anak itu lebih dari apa pun.
Kenapa dia tega melakukannya?
Dia hanya ingin didengar.
Terkadang anak-anak...
berteriak atau menangis atau menggambar sesuatu.
Aku ingin pulang.
Tak bisa kubayangkan berada di sumur sendirian seperti itu.
Berapa lama kau bisa bertahan?
Tujuh hari.
Kau bisa bertahan selama tujuh hari.
Telepon aku, ya?
Kecuali jika mau sewa film.
Telepon aku besok.
Dan hari berikutnya.
Rachel?
Pukul berapa ini?
Larut malam atau dini hari, tergantung bagaimana kau memandangnya.
Bukankah kau harus bekerja?
Tidak hari ini.
Apa yang terjadi pada gadis itu?
Samara?
Itu namanya?
Dia masih di tempat yang gelap?
Tidak.
Kita telah membebaskannya.
- Kau menolongnya? - Ya.
Kenapa kau lakukan itu?
- Ada apa, Sayang? - Harusnya kau tak menolongnya.
Tidak apa-apa. Dia takkan menyakitimu.
Dia...
Kau tak paham, Rachel?
Dia tak pernah tidur.
PEMBEBASAN BERSYARAT DITUNDA SETELAH...
Angkat teleponnya, Noah.
Ayo angkat.
Ayo, Noah! Angkat teleponnya!
Ayo!
Masuk ke kamarmu!
Sekarang!
Apa maumu?
Kau mau apa dariku?
Kenapa bukan aku?
Apa yang kulakukan yang tak dia lakukan?
Dia hanya ingin didengar.
Dia ingin aku pergi.
Istriku seharusnya tak punya anak!
Yang kuinginkan hanyalah kau.
Kau tak paham, Rachel?
Tapi dia tidak tahu.
Dia tak pernah tidur.
Kalian manfaatkan tragedi orang agar dunia tahu.
Kalian sebarkan seperti penyakit.
Kau tak ingin menyakiti siapa pun.
Tapi aku begitu.
Dan aku minta maaf.
Itu takkan berhenti.
Aku buat salinannya.
Dorong.
Putar.
Dorong.
Dia akan terus membunuh, ya?
Dia takkan berhenti.
Jangan khawatir, Sayang.
Kau akan baik-baik saja.
Bagaimana dengan orang yang kita perlihatkan?
Apa yang terjadi pada mereka?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.