All language subtitles for (downloadrooz.in) Rear Window (1954)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-Translated by Js- -@msyauqijames-

Bung, apa kau di atas 40?

Ketika kau bangun di pagi hari, apa kau merasa lelah dan letih?

Apa kau punya rasa lesu itu?

Jefferies.

Selamat, Jeff.

Untuk apa?

Karena telah terbebas dari perban itu.

Siapa bilang aku sudah bebas?

Sekarang hari Rabu.

Sudah tujuh minggu sejak kakimu patah. Ya atau tidak?

Gunnison, bagaimana bisa kau jadi editor besar dengan daya ingat yang payah?

Perkembangan, industri dan kerja keras.

Serta menarik penerbit dengan sekretarisnya.

Aku aku salah hari?

Tidak.

Tidak, salah minggu.

Rabu depan aku bisa bebas dari kepompong plester ini.

Sayang sekali, Jeff.

Kupikir aku tidak selalu beruntung tiap hari.

Aku lupa sudah menelpon

Ya, aku benar-benar merasa kasihan padamu, Gunnison.

Pasti berat bagimu memikirkanku memakai perban ini selama seminggu penuh lainnya

Aku akan kehilangan fotografer terbaikku selama seminggu itu

dan kau punya tugas besar.

Dimana?

Tidak ada artinya membahas itu.

Oh, ayolah, ayolah. Dimana?

Kashmir.

Aku dapat kode rahasia dari kepala biro pagi ini.

Tempat itu akan terbakar habis.

Kubilang juga apa? Bukankah sudah kubilang itu tempat selanjutnya untuk kau amati?

Sudah.

Oke. Kapan aku harus pergi? Dalam setengah jam? Sejam?

Dengan dibalut perban? Jangan.

Oh, jangan munafik.

Aku bisa mengambil gambar dari jip atau naik kerbau, jika perlu.

Kau terlalu penting bagi majalah. Karena itu kita tidak bisa bermain-main.

Akan kusuruh Morgan atau Lambert.

Morgan atau Lambert. Baiklah.

Aku hampir mati karenamu,

dan kau membalasnya dengan mencuri pekerjaanku.

Aku tidak memintamu berdiri di tengah-tengah trek balap mobil itu.

Kau meminta hal yang lebih dramatis.

Begitu juga denganmu. Sampai nanti, Jeff.

Tunggu sebentar, Gunnison. Kau harus mengeluarkanku dari sini.

Enam minggu duduk di apartemen dua kamar

tanpa bisa apa-apa kecuali melihat luar jendela ke tetangga.

Sampai nanti, Jeff.

Tunggu, Gunnison, aku...

Jika kau tidak menarikku keluar dari tempat yang membosankan ini

Aku akan melakukan tindakan tegas.

Seperti apa?

"Seperti apa"? Aku akan menikah.

Kemudian aku tidak akan pernah bisa pergi kemanapun.

Sudah waktunya kau menikah,

sebelum kau berubah menjadi pria tua yang mengalami kesepian pahit.

Ya, tidak bisakah kau hanya mengertikanku saja?

Bergegas pulang ke apartemen panas

hanya untuk mendengarkan mesin cuci otomatis dan pencuci piring elektrik

serta suara dari pembuangan sampah dan istri yang terus ngomel.

Jeff, istri tidak mengomel lagi, mereka sekarang berdiskusi.

Begitukah? Begitukah?

Mungkin di distrik dengan biaya sewa tinggi mereka berdiskusi.

Di lingkunganku, mereka masih mengomel.

Ya? Kau tahu yang terbaik. Aku akan menelponmu nanti, Jeff.

Ya, bawa kabar baik lain kali, hah?

Selamat pagi. Kubilang, "Selamat pagi"!

Oh, selamat pagi.

Hey, jika aku jadi kau, aku tidak akan menggalinya terlalu dalam.

Kau memberinya terlalu banyak air.

Kenapa kau tidak diam saja?

Baiklah!

Aku memakluminya.

Hukuman di Negara Bagian New York untuk tukang ngintip adalah enam bulan di rumah sosial.

Oh, halo, Stella.

Dan rumah sosial tidak ada jendelanya.

Kau tahu, dulu hukumannya, mereka mencongkel matamu dengan korek api panas berpijar.

Adakah wanita menarik berbikini yang memang layak untuk kau intip?

Oh, dear. Kita telah menjadi ras tukang intip.

Yang seharusnya orang-orang lakukan adalah keluar dari rumah mereka sendiri dan mencari perubahan.

Ya, pak.

Bagaimana kedengarannya filosofi sederhana itu?

Reader's Digest, April, 1939.

- Aku hanya mengutip yang terbaik. - Ya.

Kau tidak harus mengecek suhu-ku pagi ini.

Diamlah. Kita lihat apa kau bisa melewati 100

Kau tahu, aku harusnya menjadi seorang peramal jipsi

bukannya seorang perawat dari perusahaan asuransi.

Aku bisa mencium datangnya masalah. Aku bisa menciumnya dari jarak 10 mil jauhnya.

Kau tentu pernah dengar tentang jatuhnya pasar pada '29? Aku memprediksinya.

Bagaimana persisnya kau bisa melakukannya, Stella?

Oh, sederhana saja,

Aku dulu merawat seorang direktur General Motors.

"Penyakit ginjal," kata mereka. "Gangguan saraf," kataku.

Lalu kutanya diriku sendiri, "Apa yang harus diresahkan oleh General Motors?"

"Produksi berlebihan", kubilang. "Bangkrut".

Ketika direktur General Motors harus pergi ke kamar mandi 10 kali sehari,

seluruh negeri ini sudah siap untuk merelakannya.

Kau tahu, Stella, dalam ekonomi,

sebuah penyakit ginjal tidak ada hubungannya dengan bursa saham.

Tidak ada sama sekali.

Perusahaannya bangkrut, kan?

Aku bisa mencium masalah di apartemen ini.

Pertama, kakimu remuk kemudian kau bisa mellihat keluar jendela,

melihat hal yang tidak harus kau lihat. Masalah.

Aku bisa membayangkanmu di pengadilan sekarang,

dikelilingi oleh sekelompok pengacara berbusana jas berkancing dua.

Kau membela. Kau bilang, "Hakim, itu hanya sedikit kesenangan yang tidak merugikan."

"Aku cinta tetanggaku. Seperti cinta kepada seorang Ayah."

Lalu hakimnya berkata, "Baiklah, selamat."

"Kau baru saja mendapatkan hukuman tiga tahun penjara di Dannemora."

Kau tahu, aku menyambut masalah sekarang.

Kau kekurangan hormon.

Bagaimana bisa kau mengukurnya dengan termometer?

Wanita-wanita cantik sedang mandi yang selalu kau intip

belum menaikan suhumu satu derajat pun dalam sebulan.

Ayo mulai.

Satu minggu lagi.

Aku pikir kau benar. Kupikir akan ada masalah di sekitar sini.

Aku tahu.

Aw!

Kau tidak pernah menghangatkan dulu benda itu ya?

Supaya bisa memberimu sirkulasi agar kau bisa bertahan.

Oh, aku mengerti.

Masalah macam apa?

Lisa Fremont.

Kau bercanda?

Dia seorang wanita muda cantik dan kau seorang pria muda yang agak waras.

Dia berharap aku menikahinya,

Itu normal.

Aku tidak mau.

Itu abnormal.

Aku hanya... aku belum siap untuk pernikahan.

Setiap pria siap untuk menikah ketika wanita yang tepat datang.

Dan Lisa Fremont adalah wanita tepat untuk pria manapun yang setengah waras

dan dia bisa membuatnya sadar.

Bukan dia.

- Lalu seperti apa maumu, KDRT? - Bukan.

Ayah yang galak?

Apa?

Yang benar saja, Stella.

Itu pernah terjadi sebelumnya, kau tahu.

Beberapa dari pernikahan paling bahagia di dunia

dimulai dengan "di bawah tekanan".

Tidak, dia hanya bukan wanita yang tepat untukku.

Ya, dia memang sempurna.

Dia terlalu sempurna. Dia terlalu berbakat. Dia terlalu cantik. Dia terlalu cakap.

Dia memang sempurna dalam segala hal, kecuali hal yang aku inginkan.

Itukah hal yang ingin kau bisa diskusikan?

Apa? Ini sangatlah sederhana, Stella.

Dia bagian dari atmosfir eksklusif Park Avenue, kau tahu.

Restoran mahal dan pesta cocktail formal.

Orang-orang berkharisma yang diterima dimanapun mereka berada.

Bisakah kau bayangkan dia bepergian keliling dunia dengan seorang kameramen cacat

yang tidak pernah punya uang berjumlah lebih dari gaji untuk seminggu di bank?

Kalau saja dia hanya seorang wanita biasa.

Kau tidak akan pernah mau menikah?

Aku mungkin akan menikah kapan-kapan.

tapi ketika aku menikah, akan kunikahi seseorang yang memikirkan kehidupan

bukan hanya pakaian baru dan lobster untuk makan malam

atau skandal terbaru.

Aku butuh seorang wanita yang bersedia... Tahan dulu.

Wanita bersedia pergi kemanapun dan melakukan apapun serta menyukainya.

Jadi jujur saja aku harus menghentikan semua pemikiran itu.

Biarkan dia menemukan orang lain.

Ya, aku bisa mendengarmu sekarang.

"Pergi dari hidupku, wanita sempurna nan mengagumkan."

"Kau terlalu sempurna untukku."

Dengar, Tn. Jefferies, aku bukan seorang perempuan berpendidikan,

tapi aku bisa memberitahumu satu hal.

Ketika seorang pria dan wanita saling bertatapan dan saling menyukai,

mereka seharusnya bersatu, "wham", seperti sepasang taksi di Broadway,

bukan hanya duduk saja, saling menganalisa seperti dua spesimen di dalam botol.

Ada cara cerdas untuk mendekati pernikahan.

Cerdas.

Kecerdasan hanya menimbulkan masalah besar bagi umat manusia.

Pernikahan modern.

Tidak, kita telah berkembang secara emosional

Omong kosong.

Dulu "Bertemu, bergembira, menikah."

Sekarang, "Membaca banyak buku, menghindari pertanyaan dengan hanya menjawab empat suku kata",

"Saling menganalisa jiwa"

"sampai kau tidak bisa membedakan"

"sebuah pesta kerajinan-tangan dengan ujian pelayanan sipil."

Orang punya tingkat emosional berbeda...

Ketika aku menikahi Myles, kami berdua adalah sepasang orang aneh dan canggung.

Kami masih aneh dan canggung tapi kami mencintainya setiap waktu.

Itu bagus, Stella.

Sekarang, maukah kau membuatkanku sandwich?

Ya, baiklah.

Dan akan ku oleskan sedikit akal sehat pada rotinya.

Lisa dimabuk cinta olehmu.

Aku punya dua kata nasehat untukmu. Nikahi dia.

Dia membayar lebih padamu?

Oh!

Silahkan.

- Ini kuncinya. - Terima kasih.

Jika butuh sesuatu, panggil saja.

Sayang. Ayo.

Aku harus menggendongmu dari awal.

Window shopper.(Orang yang hanya melihat-lihat barang yang dipamerkan di jendela toko tanpa membelinya)

Bagaimana kakimu?

Sedikit sakit.

Dan perutmu?

Kosong seperti bola sepak.

Lalu percintaanmu?

Tidak terlalu aktif.

Ada lagi yang mengganggumu?

Mmm-hmm.

Siapa kau?

Aku bacakan dari awal sampai akhir, Lisa

Carol

Fremont.

Apakah anda Lisa Fremont yang tidak pernah memakai dress yang sama dua kali?

Karena dia memang begitu.

Ini langsung dari penerbangan Paris. Berapa kau pikir ini akan terjual?

Itu tergantung penawaran harganya, kau tahu. Kita hitung saja.

Ada biaya tiket pesawat dan bea masuk, pajak lain-lain, tambahan laba...

Taruh saja $1100.

1100?

Mereka seharusnya mendaftarkan dress itu di bursa saham.

Kami menjual satu lusin sehari pada kisaran harga segitu.

Siapa yang membelinya, pemungut pajak?

Bisa berguna bahkan jika aku harus membelinya. Bisa kupakai untuk acara tertentu.

Apa ada peristiwa besar yang sedang berlangsung di suatu tempat?

Itu berlangsung disini. Ini malam besar.

Ini hanya hari Rabu biasa. Kalendarnya penuh dengan hari-hari seperti ini.

Ini malam pembukaan dari minggu suram terakhir bagi L.B. Jefferies yang dibalut perban.

Aku belum menerima semacam permintaan tiket dalam jumlah besar

Itu karena aku sudah membeli semuanya.

Kau tahu, kotak rokok ini semakin hari semakin terlihat lebih bagus saja.

Aku mendapatkannya di Shanghai, yang juga semakin terlihat bagus.

Ini sudah retak dan kau tidak pernah menggunakannya. Ini terlalu banyak hiasan.

Aku akan membelikanmu kotak perak polos datar dengan hanya berukirkan inisialmu.

Itu bukan cara yang tepat untuk menghabiskan uang hasil kerja kerasmu.

Itu keinginanku.

Oh!

Bagaimana kalau kita mulai dengan makan malam pada di "21"? (21 nama restoran, maybe)

Barangkali kau bawa ambulan di bawah?

Bukan, lebih bagus. "21".

Terima kasih sudah menunggu, Carl. Dapurnya tepat di sebelah kiri sana.

Oh, akan kubawa anggurnya.

- Selamat malam, Tn. Jefferies. - Carl.

Taruh semuanya ke dalam oven, Carl. Jangan terlalu panas.

- Ya, nyonya. - Mari kita buka anggurnya sekarang.

Baiklah.

Ini Montrachet.

Akan kuminum segelas besar penuh. Pembuka botolnya tepat di sebelah sana.

Biar aku saja.

Cukup besar?

Ya, cukup.

Aku tidak bisa memikirkan hal yang lebih bosan atau melelahkan selain apa yang telah kau lalui,

- dan minggu kemarin pasti yang tersulit. - Biar aku saja, tuan.

Baiklah.

Ya, aku ingin melepaskan benda ini dan bisa gerak.

Akan kubuat minggu ini menjadi minggu yang tidak akan pernah kau lupakan.

Oke, terima kasih.

Sebentar, Carl.

Ini sekaligus untuk ongkos taksinya.

Terima kasih, Nona Fermont.

Semoga makan malamnya menyenangkan, Tn. Jefferies.

Oke. Selamat malam.

Selamat malam.

Hari yang luar biasa.

Apa kau lelah?

Lumayan.

Sepanjang pagi aku rapat penjualan,

kemudian aku harus segera ke Waldorf untuk minum sebentar dengan Madame Dufresne,

yang baru saja kembali dari Paris dengan hasil pengintaian.

Lalu aku harus pergi ke '21' dan makan siang dengan orang orang Harper's Bazaar.

Dan saat itulah aku memesan makan malam.

Kemudian aku punya dua pameran busana musim gugur 20 blok dari sini.

Lalu aku harus minum cocktail dengan Leland dan Slim Hayward.

Kami sedang mencoba untuk mendapatkan pameran busana dia.

Lalu aku harus segera pulang dan ganti baju.

Sekarang, katakan. Katakan padaku apa yang dipakai Nyonya Hayward?

- Oh, dia terlihat sangat keren. - Memang.

Dia memakai busana buatan tangan Italia yang paling indah.

- mousseline de soie... - Oh, buatan Italia?

- Oh, kau. - Bayangkan saja, buatan Italia.

Anggap saja aku menempatkan tiga item bagus pada ruangan bertemakan tentangmu hari ini.

Benarkah?

Kau tidak bisa membeli perhatian publik.

Aku tahu.

Suatu hari mungkin kau ingin membuka studiomu sendiri disini.

Bagaimana aku bisa menjalankannya dari, contohnya saja, Pakistan?

Jeff...

Bukankah sudah waktunya kau pulang? Kau bisa mengambil pekerjaanmu.

Kuharap aku punya pekerjaan yang kuinginkan.

Buat saja sendiri.

- Maksudmu meninggalkan majalahnya? - Ya.

Untuk apa?

Demi dirimu dan aku.

Aku bisa dapatkan selusin pekerjaan untukmu besok.

Jangan tertawa. Aku bisa melakukannya.

Itulah yang kukhawatirkan.

Bisakah kau bayangkan aku berkendara ke pameran busana dengan jip,

memakai sepatu bot tentara dengan jenggot yang tidak dicukur selama tiga hari?

Keren bukan?

Aku bisa bayangkan kau tampak sangat tampan dan gemilang memakai setelan flannel.

Bisakah kita berhenti beromong kosong?

Hmm?

Kurasa sebaiknya aku menyiapkan makan malam.

Nona Kesepian.

Setidaknya itu hal yang tidak akan pernah kau khawatirkan.

Oh?

Memangnya kau bisa melihat apartemenku dari sini? Sepanjang jalan dari no. 63?

Tidak, tidak juga, kita hanya punya apartemen kecil disini.

mungkin hampir sekecil popularitasmu.

Kau tentu ingat Nona Torso, penari balet itu?

Dia seperti ratu lebah dengan lebah jantan pilihannya sendiri.

Kukira dia melakukan pekerjaan tersulit bagi wanita. Menipu buaya darat.

Terima kasih.

Dia baru saja memilih yang terlihat paling kaya.

Dia tidak jatuh cinta padanya ataupun salah satu dari mereka.

Oh, bagaimana kau bisa tahu dari sini?

Kau bilang itu mirip apartemenku, bukan?

Kuharap ini sudah matang.

Dari mana asalnya musik yang mengagumkan itu?

Seorang penulis lagu di studio apartemen sebelah sana.

Waw!

Dia tinggal sendiri. Mungkin pernikahannya tidak bahagia.

Oh, itu mempesona.

Hampir seolah-olah lagunya ditulis khusus untuk kita.

Hmm.

Tidak heran dia sangat kesulitan menulisnya.

Setidaknya jangan kau katakan makan malamnya tidak bagus.

Lisa, ini sempurna.

Seperti biasanya.

Tidak terlalu banyak perbedaan diantara orang-orang dan cara mereka hidup.

Kita semua makan, bicara, minum tertawa, berpakaian.

Sekarang dengar...

Kalau kau mengatakan semua itu hanya karena kau tidak ingin jujur,

dan karena kau menyembunyikan sesuatu dariku, kalau begitu mungkin aku bisa mengerti.

Aku tidak menyembunyikan apapun. Itu hanya...

Tidak masuk akal.

Apa yang begitu berbeda dari tempat ini dengan tempat sana atau tempat mana pun,

yang orang tidak bisa hidup di kedua tempat dengan mudah begitu saja?

Ada orang yang bisa. Sekarang, jika kau berkenan...

Apa bagusnya bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya hanya untuk mengambil gambar?

Itu layaknya menjadi seorang turis dengan liburan yang tiada akhirnya.

Oke. Itu hanya pendapatmu.

Kau berhak mengatakannya. Sekarang perkenankan aku menjelaskannya dari sudut pandangku.

Menggelikan kalo sampai mengatakan bahwa itu hanya bisa dilakukan

oleh kelompok kecil pribadi khusus orang-orang terpilih.

Aku mengeluarkan pernyataan sederhana, pernyataan yang sebenarnya,

tapi aku bisa menariknya kembali kalau saja kau bisa diam sebentar.

Jika pendapatmu sekasar sikapmu, kurasa aku tidak sudi mendengarnya.

Oh, ayolah. Tenang dulu.

Aku tidak cocok disini. Kau tidak cocok disana.

Maksudku, menurutmu, orang harus terlahir, hidup dan mati di tempat yang sama!

Diam!

Apa kau pernah makan kepala ikan dan nasi?

Tentu saja tidak.

Kau mungkin harus memakannya jika ikut denganku.

Apa kau pernah berusaha menghangatkan diri di dalam pesawat C-54 di ketinggan 15,000 kaki, dengan suhu 20 derajat di bawah nol?

Oh, setiap waktu. Setiap kali kupunya beberapa menit setelah makan siang.

Apa kau pernah tertembak? Apa kau pernah terlindas?

Apa kau pernah dipaksa bangun di malam hari

karena seseorang mendapatkan publisitas yang tidak menyenangkan dari kameramu?

Apa kau pernah... sepatu hak tinggi itu, akan terlihat bagus di hutan rimba.

Lalu stocking nilon dan pakaian dalam seberat 6 ons itu.

- Tiga. - Baiklah, tiga.

Itu semua akan sangat berguna di Finlandia, tepat untuk membuatmu membeku sampai mati.

Setidaknya aku tahu cara berpakaian yang tepat.

Ya, ya.

Kalau begitu, coba dan temukanlah jas hujan di Brazil, meskipun sedang tidak hujan.

Lisa, dalam pekerjaan ini kau membawa-bawa koper kemanapun.

Jarang ada transportasi yang tersedia.

Jarang tidur. Jarang mandi.

Dan kadang-kadang makanan yang kau makan

terbuat dari makhluk yang bahkan kau tidak mau melihatnya ketika itu hidup.

Jeff, kau tidak perlu sengaja membuatku jijik untuk membuatku merasa bersalah.

Sengaja membuatmu jijik? Aku hanya mencoba membuatnya terdengar bagus.

Kau harus menghadapinya, Lisa, kau tidak ditakdirkan untuk kehidupan semacam itu.

Hanya beberapa orang yang ditakdirkan.

Kau terlalu keras kepala untuk diajak berdebat.

Aku tidak keras kepala. Aku hanya jujur.

Aku tahu, sedikit orang akan bilang padaku itu sebuah liburan panjang,

dan aku akan terbangun dari kekecewaan hebat.

Oh, sebentar. Sebentar.

Kau kau ingin gusar terhadap hal ini, aku akan sangat senang menampungnya.

Tidak, aku tidak terlalu menginginkannya

Jadi itu saja?

Kau tidak akan tinggal di sini, dan aku tidak bisa ikut denganmu.

Itu akan jadi kesalahan.

Kau tidak berpikir salah satu dari kita akan pernah berubah?

Untuk sekarang tampaknya tidak begitu.

Aku jatuh cinta padamu. Aku tidak peduli apapun pekerjaanmu.

Entah kenapa aku hanya ingin menjadi bagian dari itu.

Melelahkan mencari tahu satu-satunya cara agar aku jadi bagian dari itu

ternyata adalah dengan berlangganan majalahmu.

Kurasa aku bukan wanita yang seperti aku pikirkan.

Tidak ada yang salah denganmu, Lisa.

Kau bisa melakukan apapun di kota ini.

Tampaknya tidak begitu.

Selamat tinggal, Jeff.

Maksudmu selamat malam..

Aku bersungguh-sungguh mengatakannya.

Lisa, tidak bisakah kita hanya...

Uh...

Tidak bisakah kita mempertahankan keadaannya tetap seperti ini saja?

Tanpa adanya masa depan?

Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?

Tidak untuk waktu yang lama.

Setidaknya

tidak sampai besok malam.

Jangan!

Hey! Hujan.

Ambil. Sisa bagian selimutnya. Tunggu, aku akan mengambil jamnya.

Oh, tidak!

Masukkan ke dalam, sekarang.

Tarik selimutnya.

Biar aku saja.

Masuk ke dalam.

Tidak, kau tidak bisa masuk. Sudah jauh terlambat.

Tidak, tidak, jangan sekarang. Singkirkan kakimu. Tidak, kubilang selamat malam.

Apa itu, bu?

Ini disebut "Hunger".

Kau pasti berpikir hujan akan menyejukkan kondisinya.

Ternyata hanya membuat cuacanya lembab saja.

Cukup. Cukup.

Itu bagian yang pegal, di situ. Tepat di situ.

Kau tahu, perusahaan asuransi akan jauh lebih senang

kalau kau tidur di kasur pada malam hari, bukannya di kursi roda itu.

Bagaimana kau bisa tahu?

Matamu merah-merah.

Pasti karena menonton ke luar jendela itu selama berjam-jam.

Ya, benar.

Apa yang akan kau lakukan jika salah satu dari mereka melihatmu?

Itu tergantung siapa orangnya.

Contohnya saja Nn. Torso...

Jauhkan pikiranmu darinya.

Dia memang wanita yang "Makan, minum dan bergembira" saja.

Ya, dia akan jadi gemuk, pecandu alkohol dan menyedihkan.

Ya.

Ngomong-ngomong soal kepedihan,

kasihan Nona Kesepian itu. Dia minum sampai tertidur lagi, sendirian.

Jiwa yang malang. Oh, ya.

Mungkin suatu hari dia akan temukan kebahagiannya.

Ya, dan akan ada pria yang kehilangan kebahagiannya.

Bukankah ada seseorang di lingkungan ini yang mungkin melirik ke arahnya?

Aku tidak tahu.

Mungkin saja si salesman itu akan segera single.

Oh, dia dan istrinya bercerai?

Aku tidak tahu tepatnya.

Dia keluar beberapa kali di tengah hujan, membawa koper sample-nya.

Yaah, dia seorang salesman, kan?

Apa yang akan dia jual pada pukul 3 dini hari?

Lampu senter.

Cakram jam bercahaya untuk arloji. Nomor rumah yang menyala.

Kupikir bukan. Kupikir bukan.

Aku pikir dia mengambil sesuatu dari apartemen.

Ahah.

Barang-barang pribadinya.

Dia akan meninggalkannya. Dasar pengecut.

Ya.

Terkadang lebih buruk untuk tetap tinggal daripada lari.

Dibutuhkan khususnya jenis pria rendahan untuk melakukan hal seperti itu.

Bagaimana pagi ini? Ada perkembangan lebih lanjut?

Semua tirainya ditarik di apartemennya.

- Di cuaca panas ini? - Ya.

Mereka sudah bangun sekarang.

Mundur! Mundur!

Kau ingin aku mundur kemana?

Ayo, jangan sampai terlihat. Jangan sampai terlihat.

Ada apa? Kenapa sih?

Si salesman itu melihat keluar jendelanya, kau lihat?

Mundur! Dia bisa melihatmu.

Aku tidak malu. Aku sudah pernah dipandang sebelumnya.

Itu bukan pandangan biasa.

Itu semacam pandangan dari seorang pria

ketika dia khawatir seseorang mungkin saja mengawasinya.

Menjauh dari situ. Menjauh dari situ. Dia bisa saja mengejarmu.

Cepat, masuk ke rumah. Ke dalam rumah.

Sampai nanti, Tn. Jefferies. Sampai bertemu besok.

Ahah.

Dan jangan tidur di kursi itu lagi.

Ahah.

"Ahah. Ahah."

Pembicara yang hebat.

Stella.

Maukah kau keluarkan binocular dari tas itu dan bawa kemari?

Masalah. Aku bisa menciumnya.

Aku akan senang jika kau bebas dari perban itu, lalu aku bisa lolos dari sini.

Ahah..

Sejauh mana seorang gadis harus pergi sebelum kau memperhatikannya?

Kalau dia cukup cantik, dia tidak harus pergi kemanapun.

Dia harus cantik saja.

Bukankah aku cantik?

Hiraukan aku.

Aku tidak berada di ruangan lain.

Pikiranmu...

Ketika aku bertemu seorang pria, aku ingin semua tentangnya.

Tidakkah kau pernah punya masalah?

Aku punya satu masalah sekarang.

Begitu juga denganku.

Katakan padaku.

Kenapa...

Kenapa seorang pria harus meninggalkan apartemennya tiga kali di tengah hujan dengan membawa koper

dan kembali tiga kali juga?

Dia menyukai cara istrinya menyambut dia pulang.

Bukan, bukan. Bukan, bukan.

Bukan, bukan. Istri salesman ini tak seperti itu.

Dan kenapa dia tidak pergi kerja hari ini?

Pekerjaan rumah. Itu lebih menarik.

Apanya yang menarik dari pisau daging

dan sebuah gergaji kecil

dibungkus dengan koran? Hmm?

Tidak ada.

Kenapa dia belum berada di kamar tidur istrinya sepanjang hari?

Aku tidak berani menjawabnya.

Dengar. Akan kujawab, Lisa. Ada sesuatu yang sangat tidak beres.

Dan aku khawatir itu terjadi padaku.

Apa yang kau pikirkan?

Terlalu mengerikan untuk diucapkan.

Dia keluar beberapa menit yang lalu, memakai kaos, belum kembali sampai sekarang.

Itu akan jadi pekerjaan yang mengerikan.

Bagaimana kau mulai memotong tubuh manusia?

Jeff, jujur saja. Kau mulai sedikit menakutiku.

Jeff, kau dengar apa yang kubilang? Kau mulai menakuti...

Sstt! Ssstt!

Dia kembali!

Jeff, kau tidak punya rasa malu ya!

Kenapa sih?

Duduk melihat keluar jendela untuk menghabiskan waktu itu sudah biasa,

tapi melakukannya dengan cara seperti yang kau lakukan, menggunakan binocular dan opini liar

tentang semua yang kau lihat, itu tidak waras!

Apa, kau pikir aku anggap ini rekreasi?

Aku tidak tahu kau menganggapnya bagaimana,

tapi kalau kau tidak berhenti, aku akan keluar dari sini.

Apa yang...

Apa yang sedang kau cari?

Aku hanya ingin mencari tahu bagaimana istri si salesman itu toh.

Apa itu membuatku terdengar seperti orang gila?

Kenapa kau bisa berpikir ada sesuatu yang terjadi padanya?

Banyak. Dia orang sakit. Dia memerlukan perawatan tetap.

Namun tidak ada seorang pun termasuk suaminya ataupun orang lain yang melihatnya sepanjang hari. Kenapa?

Mungkin dia sudah meninggal.

Dokternya dimana? Dimana pengurus pemakamannya?

Dia bisa saja tertidur, di bawah pengaruh obat penenang.

Dia di dalam sana sekarang. Tidak ada yang bisa dilihat.

Ada sesuatu... aku telah melihatnya melalui jendela itu.

Aku sudah melihat perselisihan dan pertengkaran keluarga

dan perjalanan misterius di tengah malam serta pisau, gergaji dan tali.

Dan sekarang, sejak tadi malam, tidak ada tanda-tanda dari istrinya.

Baiklah. Sekarang katakan dimana dia.

- Aku tidak tahu. - Apa yang dia lakukan? Dimana dia?

Mungkin dia meninggalkan istrinya. Aku tidak tahu. Aku tidak peduli!

Banyak orang yang punya pisau, gergaji dan tali di rumahnya.

Dan banyak pria yang tidak berbicara pada istrinya sepanjang hari.

Banyak istri yang cerewet dan pria membencinya, lalu masalah dimulai

tapi, hanya sedikit yang berakhir dengan pembunuhan, jika itu yang kau pikirkan.

Cukup sulit bagimu untuk menjauhkan pikiran seperti itu, bukan?

- Bisakah kau melihat semua yang dia lakukan? - Tentu saja...

Kau bisa melihatnya karena tirainya dinaikkan

dan dia berjalan sepanjang koridor, jalan dan halaman belakang.

Aku pernah melihatnya di halaman belakang, memperbaiki bunganya...

Oh, Jeff, kau pikir seorang pembunuh akan sengaja membiarkanmu melihat semuanya?

Bahwasannya dia tidak mau menurunkan tirainya dan bersembunyi diballiknya?

Hanya ingin tahu letak kecerdasannya. Dia terlihat masa bodoh.

Dan disitulah letak ketidak cerdasanmu.

Seorang pembunuh tidak akan memamerkan kejahatannya di depan jendela terbuka.

Kenapa tidak?

Kau pasti tahu sebabnya,

mungkin ada hal yang lebih menyeramkan sedang terjadi dibalik jendela itu.

Dimana?

Oh!

No komen.

Kita mulai dari awal lagi, Jeff.

Katakan semua yang telah kau lihat

dan apa artinya menurut pemikiranmu.

Ya?

Nama pada kotak surat

di lantai dua dibaca, "Mr. And Mrs. Lars."

Dieja L-A-R-S.

Lars Thorwald.

Berapa nomor apartemennya?

Nomor 125 West 9th Street

Terima kasih, sayang.

Oke, pak kepala. Apa tugasku berikutnya?

Pulang saja.

Baiklah, tapi apa yang dia lakukan sekarang?

Dia hanya duduk dalam gelap di ruang tamu.

Belum dekat-dekat dengan kamar tidur.

Sekarang kau pulang dan tidur.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Baiklah. Ada kejadian apa sebenarnya, Jeff?

Dengar, Doyle, ini hal yang tidak bisa kukatakan lewat telepon saja.

Kau harus kemari dan menyaksikan semuanya.

Penting, hah?

Ini mungkin sama sekali bukan hal yang penting.

Ini hanya pembunuhan di lingkungan sekitar, itu saja.

Apa kau bilang "pembunuhan", Jeff?

Ya, faktanya aku memang bilang "pembunuhan".

Oh, yang benar saja.

Ideku hanya menyerahkan sedikit urusannya padamu, hanya itu.

Aku tahu detektif hebat akan terjun ke dalam hal yang bisa diselidiki.

- Aku sedang tidak bertugas. - Apa?

Seharusnya ini hari liburku.

Aku biasanya mengambil gambar terbaikku di hari liburku.

Aku akan mampir.

Oke, Doyle. Baiklah. Secepat yang kau bisa.

Terima kasih, Stella. Wah mantap nih.

Aku tidak tahu sambutan apa ini.

Pantas saja suamimu masih mencintaimu.

- Polisinya. - Apa?

Kau memanggil polisi.

Tidak juga.

Bukan panggilan resmi. Hanya teman lamaku.

Teman lamaku yang bengal.

Dimana tepatnya kau mengira dia memotong-motong istrinya?

Tentu saja. Bak mandi.

Itu satu-satunya tempat dimana dia bisa membasuh darahnya.

Sebaiknya dia segera menjauhkan koper itu sebelum mulai bocor.

Harry?

Lihat, lihat, Tn. Jefferies.

Kupikir Doyle akan datang kemari saat kopernya dibawa pergi,

atau aku harus panggil polisi. Kita akan kehilangan kopernya sekarang.

- Tahan dulu. - Jangan bertindak nekat.

Aku akan menghafal nama truk kargonya.

Aku akan mengawasi gangnya.

Jarak jauh.

Kau tidak melihat pembunuhannya. Bagaimana kau bisa tahu kalau ada pembunuhan?

Karena semua yang dilakukan orang ini mencurigakan.

Bolak-balik malam hari di tengah hujan, pisau dan gergaji serta koper yang diikat tali.

dan sekarang istrinya tidak ada di sana lagi.

Aku akui itu semua terdengar misterius. Bisa saja itu isinya bermacam-macam barang.

Pembunuhan lah yang paling tidak masuk akal.

Doyle, jangan bilang dia pesulap nganggur,

jangan bilang dia menghibur tetangga dengan sulap.

Itu cara yang terlalu jelas dan bodoh untuk melakukan pembunuhan.

Apalagi dengan tampilan penuh dari 50 jendela?

Kemudian duduk dan merokok di sana,

menunggu polisi datang dan menjemputnya?

Baiklah, opsir, lakukan tugasmu. Pergi ke sana dan jemput dia.

Jeff, kau harus banyak belajar tentang kasus pembunuhan.

Orang bodoh telah melakukan pembunuhan dengan cerdas,

dibutuhkan ratusan polisi terlatih untuk menangkapnya.

Salesman itu tidak akan begitu saja membunuh istrinya setelah makan malam

dan melemparkannya ke dalam koper serta menyimpannya di tempat penyimpanan.

Aku bertaruh dia sudah melakukannya.

Hampir semua hal diselesaikan dalam keadaan panik.

Kemungkinannya satu banding seribu.

Dia masih duduk-duduk di apartemennya. Orang itu tidak panik.

Kau pikir aku mengada-ngada?

Aku pikir kau berhalusinasi.

Mungkin ada penjelasan yang sangat sederhana untuk itu.

Contohnya?

Istrinya sedang bepergian.

Istrinya sakit di tempat tidur.

Ya, begitu ya.

Baiklah, Jeff, aku harus pergi.

Aku tidak akan melaporkannya ke divisi. Biar kuselidiki sendiri.

Banyak sekali ceritamu yang tidak masuk akal.

Terima kasih.

Kita tahu istrinya hilang, akan kuusahakan untuk mencarinya.

Lakukan saja.

Kau sakit kepala akhir-akhir ini?

Tidak sampai kau muncul.

Itu akan hilang bersamaan dengan halusinasimu.

Sampai jumpa.

Berbaurlah.

Dia punya kontrak sewa selama enam bulan.

Sudah terpakai sedikit lebih dari lima bulan setengah.

Dia tenang, minum-minum, tapi tidak ada tanda-tanda mabuk.

Bayar tagihan tepat waktu dengan uang yang diperoleh sebagai salesman perhiasan.

Borongan.

Dia simpan uangnya sendiri. Tidak ada tetangganya yang akrab dengan dia atau istrinya.

Ya, aku pikir mereka melewatkan kesempatan untuk akrab dengan istrinya.

Dia tidak pernah meninggalkan apartemennya...

- Dimana dia? Di lemari es? - ...sampai kemarin pagi.

- Pukul berapa? - 6:00 pagi.

6:00 pagi.

Aku pikir itu pada saat aku tertidur.

Sayang sekali.

Keluarga Thorwald sedang meninggalkan apartemennya tepat pada saat itu.

Sudah merasa agak nekat?

Tidak, belum.

Bagaimana istrimu?

Oh, dia baik-baik saja.

Lalu siapa yang bilang mereka pergi?

Siapa yang pergi?

Keluarga Thorwald, pada pukul 6 pagi.

Oh, pengelola apartemen dan dua penghuni.

Laporan datar, tanpa keragu-raguan. Sesuai kejadian.

Thorwalds sedang dalam perjalan menuju ke stasiun kereta api.

Baiklah, sekarang, Tom, bagaimana mungkin ada orang yang bisa menduganya?

Apa mereka punya tanda di kopernya yang berbunyi "Grand Central or bust"?

Pengelola apartemen bertemu Thorwald ketika dia kembali.

Thorwald memberitahunya bahwa dia mengantarkan istrinya ke kereta tujuan luar kota.

Begitu. Kukatakan saja, pengelola apartemen ini orangnya cukup ramah.

Kau sudah mengecek laporan banknya belakangan ini?

Hah?

Apa gunanya informasi darinya?

Itu versi kedua dari cerita yang tidak terdukung

oleh cerita pembunuhnya sendiri, Thorwald.

Apakah ada orang yang benar-benar melihat istrinya naik kereta?

Aku benci mengingatkanmu,

ini semua dimulai karena kau bilang istrinya dibunuh.

Apakah ada orang, termasuk kau, yang benar-benar menyaksikan istrinya dibunuh?

Sebenarnya apa yang kau lakukan?

Apa kau tertarik untuk menyelesaikan kasus ini atau membuatku terlihat bodoh?

Keduanya jika mungkin.

Kalau begitu, lakukan tugasmu dengan baik.

Pergi ke sana dan geledah apartemennya Thorwald.

Pasti ada bukti yang terlibat.

Aku tidak bisa melakukannya.

Bukan, maksudku jangan sekarang, tapi ketika dia keluar untuk pergi minum,

membeli koran, atau apapun, seperti sesuatu yang dia tidak tahu tidak akan melukainya.

Aku tidak bisa melakukannya meskipun dia tidak akan kesana.

Apa dia... Apa dia punya semacam surat kelakuan baik dari departemen kepolisian?

Jangan marah.

Bahkan detektif pun tidak bisa masuk sembarangan ke apartemen dan menggeledahnya.

Jika aku tertangkap, mereka akan merebut lencanaku dalam waktu 10 menit.

Baiklah. Pastikan kau tidak tertangkap, itu saja.

Apa? Jika kau temukan sesuatu kau temukan seorang pembunuh

dan mereka sama sekali tidak peduli soal beberapa aturan rumah.

Jika kau tidak menemukan apapun, orang itu bersih.

Mungkin terdengar membosankan, tapi aku ingin ingatkan kau soal undang-undang

dan ungkapan, "Surat perintah penggeledahan diterbitkan oleh hakim"

"yang mengetahui Bill of Rights secara harfiah." (10 amandemen pertama konstitusi US)

Dia pasti meminta bukti.

Beri dia buktinya.

Ya, aku sendiri bisa mendengarnya.

"Yang Mulia, saya punya seorang teman yang merupakan seorang detektif amatir."

"Pada malam setelah mengalami makan malam yang berat, dia."

Dia melemparkan Hukum Pidana Negara Bagian New York tepat di wajahku.

Dan ada enam jilid.

Kau tahu, besok pagi mungkin tidak akan ada lagi bukti yang tertinggal

di apartemen itu. Kau tahu itu.

Itu mimpi buruk bagi detektif

Apa yang kau butuhkan sebelum bisa menggeledah?

Katakan padaku. Apa yang kau butuhkan?

Jejak kaki berdarah mengarah ke pintu?

Satu hal yang tidak kubutuhkan yaitu ejekan. Kau memanggilku dan meminta bantuan.

Sekarang kau berperilaku seperti pembayar pajak.

Bagaimana bisa kita pernah saling akur satu sama lain di pesawat itu

selama tiga tahun semasa perang?

Kukira aku akan meninjau stasiun kereta api dan dan memeriksa cerita Thorwald.

Oh, lupakan saja ceritanya.

Cari kopernya. Nn. Thorwald ada didalamnya.

Oh, aku hampir lupa.

Ada sebuah kartu pos di kotak surat milik Thorwald.

Itu diposkan kemarin pukul 3:30 sore dari Merritsville.

Itu 80 mil sebelah utara dari sini.

Pesannya berbunyi, "Tiba dengan selamat. Sudah merasa baikan."

"Love, Anna."

Oh...

Itukah...

Anna... dia kah orang yang kupikirkan?

Nn. Thorwald.

Oh, perlu apa lagi, Jeff?

Kau boleh mengutus detektif pandai padaku.

- Halo? - Halo, Nn. Doyle?

Ya?

Ini Jeff lagi. Apa Tom sudah datang?

Belum, Jeff.

Maksudmu kau bahkan belum dengar kabar darinya?

Tak sepatah kata pun. Sangat penting kah, Jeff?

Ya, takutnya begitu, Tess.

Akan kusuruh dia menelpon saat aku dengar kabar darinya.

Jangan, jangan, tidak usah repot-repot.

Suruh dia kemari sesegera mungkin.

Tampaknya Thorwald berangkat malam ini.

Siapa Thorwald?

Dia pasti tahu, dia pasti tahu.

Dan Thorwald seorang pria, Tess, jangan khawatir.

- Selamat malam, bodoh. - Selamat malam.

Jarak jauh lagi.

Ada orang di pintu.

- Hai. - Halo.

Halo.

Kau apakan rambutmu?

- Oh, yah, semacam... - Lihat Thorwald.

Dia bersiap untuk segera berangkat. Lihat dia.

Dia tidak tampak terburu-buru.

Dia meletakkan semua barang miliknya di salah satu tempat tidur.

Kemeja, jas, mantel, kaus kaki.

Bahkan milik istrinya... Tas alligator itu

- yang berada di tiang ranjang. - Memangnya kenapa?

Dia menyembunyikannya di lemari rias. Setidaknya tadi di situ.

Dia mengeluarkannya, pergi ke telepon dan melakukan panggilan jarak jauh.

Dia punya perhiasan istrinya di dalam tas itu.

Sepertinya dia khawatir.

Meminta nasihat seseorang lewat telepon.

Seseorang, tapi bukan istrinya.

Aku tidak pernah melihat dia meminta nasihat pada istrinya.

Dia banyak menyampaikan nasihat atas keinginannya sendiri, tapi aku tidak pernah melihatnya meminta satu nasihat pun.

Aku ingin tahu kemana dia akan pergi.

Aku tidak tahu.

Kiranya dia tidak akan kembali lagi?

Dia akan kembali. Barang-barang miliknya masih di sana.

Kurasa sudah aman untuk menyalakan lampu sekarang.

Jangan dulu!

Oke, kau boleh menyalakannya sekarang. Dia pasti telah pergi ke suatu tempat.

Sepanjang hari, aku mencoba untuk tetap fokus pada pekerjaanku.

Memikirkan Thorwald?

Dan kau serta temanmu, Doyle.

Kau sudah dengar kabar darinya lagi, semenjak dia pergi?

Tak sepatah kata pun.

Dia bilang dia akan mengecek stasiun kereta api dan kopernya.

Dia pasti masih melakukannya.

Ada yang mengganggumu?

Itu tidak masuk akal bagiku.

Apanya?

Perempuan tidak serumit itu.

Mmm.

Aku tidak bisa menebak apa yang kau pikirkan.

Seorang perempuan punya tas favorit

dan selalu tergantung di tiang ranjangnya, dimana dia bisa mengambilnya dengan mudah.

Kemudia dia tiba-tiba bepergian dan meninggalkannya, kenapa?

Karena dia tidak tahu dia akan bepergian.

Dan kemana dia pergi, dia tidak memerlukan tasnya.

Ya, tapi hanya suaminya yang tahu.

Dan perhiasan itu.

Perempuan tidak menyimpan perhiasan di tas

nanti bisa bengkok, tergores dan berantakan.

Lalu, apa mereka menyembunyikannya dalam pakaian suaminya?

Tidak.

Dan mereka juga tidak meninggalkannya.

Kenapa perempuan yang hanya pergi ke rumah sakit

selalu membawa alat rias, parfum dan perhiasan.

Taruh di situ. Itu barang yang harus ditaruh di dalam.

Itu peralatan penting.

Lalu dia tidak meninggalkannya di lemari suaminya,

dalam tas favoritnya.

Aku setuju, manis. Aku setuju denganmu.

Meskipun Tom Doyle punya jawaban pastinya.

Yaitu Nn. Thorwald pergi pada pukul 6 pagi.

Kemarin bersama suaminya?

Menurut para saksi itu.

Aku punya sanggahan tepat seperti Tn. Doyle.

Bisa saja bukan Nn. Thorwald, atau wanita yang tidak kukenal.

Bagaimana dengan saksinya?

Kita setuju mereka memang melihat seorang wanita,

tapi bukan Nn. Thorwald.

Masih belum.

Begitukah?

Kemari.

Aku tak suka wajah temanmu ketika kita memberitahunya.

Dia tidak terdengar seperti detektif.

Oh, jangan terlalu kejam padanya. Dia pekerja yang konsisten.

Aku sangat berharap dia muncul.

Jangan terburu-buru. Kita punya waktu semalaman.

- Kita punya apa? - Malam.

Aku akan menginap denganmu.

Kau harus meminta izin pada bapak pemilik apartemen.

Aku libur seminggu penuh.

Bagus sekali, tapi aku hanya punya satu tempat tidur.

Kalau kau bilang apa-apa lagi, aku juga akan menginap besok.

Aku tidak akan bisa memberimu piyama.

Kau bilang aku harus hidup dengan satu koper.

Kuyakin punyamu tidak sekecil ini.

Ini koper ya?

Toh ini koper untuk semalam Mark Cross.

Padat, namun cukup luas.

Tampaknya kau berkemas terburu-buru.

Lihat ini. Menakjubkan bukan?

Akan kutukarkan padamu...

Intuisi wanitaku untuk menginap semalam.

Aku setuju.

Lagu itu lagi.

Darimana seorang pria dapat inspirasi untuk menulis lagu seperti itu?

Dia dapat dari ibu pemilik apartemen sebulan sekali.

Itu sangat indah.

Kuharap aku bisa kreatif.

Oh, kau kreatif, manis.

Kau punya talenta hebat untuk menciptakan situasi sulit.

- Iya kah? - Tentu

Seperti tinggal di sini sepanjang malam tanpa diundang.

Kejutan adalah elemen paling penting dari penyerangan.

Dan lagi, kau tidak pada pandangan literatur pribadimu.

Ketika mereka dalam masalah selalu saja tangan kanan majikan mereka

yang mengeluarkan mereka dari masalahnya.

Dia kah wanita yang menyelamatkan mereka dari cengkraman

pramuria yang menggairahkan

dan putri orang kaya yang mempunyai gairah berlebih?

Sama. Itu orangnya ya?

Lucu. Ia tidak pernah jadi menikahinya, bukan?

Ganjil.

Aneh.

Kenapa aku tidak menyelinap ke hal yang lebih nyaman saja?

Tentu saja.

Maksudku, ke dapur dan buat kopi.

Oh, dan brandi juga ya.

Harry.

- Jeff. - Hai.

Apa lagi yang kau dapat tentang si Thorwald ini?

Cukup menakutiku, kau tidak muncul pada waktunya dan kita akan kehilangan dia.

Pikirmu dia pergi dari sini?

Dengar, dia mengambil semua yang dia punya

ditata di kamar tidur sana, menunggu untuk dikemas.

Aku baru saja menghangatkan brandi. Tn. Doyle, ya?

Tom, ini Nona Lisa Fremont.

Bagaimana kabarmu?

Kami pikir Thorwald bersalah.

Hati-hati, Tom.

- Halo. - Letnan Doyle.

Ya, dia disini. Untukmu.

- Halo. - Letnan Doyle?

Iya.

Ya.

Baiklah.

Begitu. Terima kasih. Sampai nanti.

Kopi akan segera siap.

Jeff, kau tidak akan memberitahukan soal perhiasan padanya?

Perhiasan?

Dia menyembunyikan perhiasan istrinya dalam pakaiannya di tempat tidur sana.

Kau yakin itu punya istrinya?

Tadinya itu di dalam tas favorit istrinya.

Tn. Doyle, itu hanya mengarah pada satu kesimpulan.

Yakni?

Bahwa bukan Nn. Thorwald yang pergi dengannya kemarin pagi.

Kau memecahkannya, ya?

Wanita sama sekali tidak meninggalkan perhiasannya

ketika mereka bepergian.

Ayolah, ayolah, Tom.

Sekarang kau tidak terlalu butuh informasi ini, bukan?

Sebenarnya tidak.

Lars Thorwald bukanlah seorang pembunuh.

Maksudmu kau bisa menjelaskan semua yang sudah dan masih

terjadi di sana?

Tidak, kau juga tidak bisa.

Itu kehidupan pribadi rahasia yang kau lihat di sebelah sana.

Orang banyak melakukan hal sendirian yang tak mungkin mereka jelaskan di muka umum.

Seperti pembuangan istrinya?

Keluarkan ide itu dari pikiranmu. Itu hanya akan menuntun pada arah yang salah.

Bagaimana dengan pisau dan gergajinya?

Pernahkah kau punya gergaji?

Aku punya di garasi rumah.

Berapa orang yang kau sayat dengan itu?

Atau dengan beberapa ratus pisau yang mungkin kau punyai dalam seumur hidupmu?

Logikamu terbalik.

Kau tidak boleh mengabaikan istrinya yang menghilang dan koper serta perhiasannya.

Aku sudah mengecek stasiun kereta api. Dia membeli tiket.

Sepuluh menit kemudian, dia tempatkan istrinya di kereta api.

Tujuan Merritsville. Saksinya seteliti itu.

Mungkin memang wanita, tapi bukan Mrs. Thorwald.

- Perhiasannya... - Dengar, Nona Fremont.

Intuisi wanita itu menjual majalah.

Tapi dalam kehidupan nyata, itu tetap dongeng.

Aku tidak tahu berapa tahun terbuang yang telah kuhabiskan

mencari-cari petunjuk berdasarkan intuisi wanita.

Baiklah. Kuanggap kau tidak menemukan kopernya

dan semua ini dari pidato lama dulu kau buat di Pesta Dansa Polisi.

Aku temukan kopernya setengah jam setelah aku pergi dari sini.

Apakah normal bagi seorang pria untuk mengikat koper dengan tali tebal?

Ya kalau kuncinya rusak.

Lalu apa yang kau temukan di dalam kopernya? Catatan kasar padaku?

Pakaian Nn. Thorwald.

Bersih, dikemas dengan baik. Tidak stylish, namun rapi.

Apa kau membawanya ke lab kriminal?

Aku mengirimkannya dengan cara yang sah.

Kenapa ketika seorang perempuan melakukan perjalanan singkat sederhana,

membawa semua yang dia miliki?

Mari biarkan divisi psikologi wanita saja yang menanganinya.

Akan kukatakan itu tampak seperti dia tidak akan kembali.

Itulah yang diketahui sebagai masalah keluarga.

Dan kalau dia tidak kembali, kenapa dia tidak memberi tahu pemilik apartemennya?

Akan kuberitahu kau kenapa dia tidak memberitahu pemiliknya. Itu karena dia menyembunyikan sesuatu.

Apa kau memberitahu semuanya pada pemilik apartemenmu?

Sudah kubilang kau untuk berhati-hati, Tom.

Dengar, kalau saja aku hati-hati mengemudikan pesawat pengintai itu selama perang,

kau tidak akan punya kesempatan untuk mengambil gambar-gambar itu

yang memenangkanmu medal, dan pekerjaan bagus, serta ketenaran dan uang.

Bagaimana kalau kita semua duduk dan minum-minum dengan ramah? Hmm?

Lupakan semua ini.

Kita bisa berbohong tentang hari-hari yang lebih menyenangkan selama perang.

Maksudmu kau sudah selesai dengan kasusnya?

Tidak ada kasus untuk diselesaikan, Nona Fremont.

Bagaimana minumnya?

Ya, kukira kau benar.

Kupikir lebih baik aku pulang dan tidur.

Bersulang.

Tidak lebih dari seteguk minuman keras.

Oh, Jeff, jika kau butuh bantuan lagi...

Periksa Yellow Pages di buku alamat teleponmu.

Oh, aku suka dialog akhir yang lucu.

Dialamatkan pada siapa koper itu?

Nn. Anna Thorwald.

Kita tunggu dan cari tahu siapa yang mengambilnya.

Oh, panggilan telepon itu. Aku beri mereka nomormu.

Kuharap kau tidak keberatan.

Tergantung siapa mereka.

Polisi di Merritsville.

Mereka melaporkan kopernya baru saja diambil

oleh Nn. Anna Thorwald.

Jangan begadang.

- Lihat. - Apa?

Ya, dia agak muda, bukan?

Apa yang kau lakukan?

Kau tahu, sebanyak aku benci harus beri terlalu banyak kepercayaan pada Thomas J. Doyle.

Barangkali dia menyimpan sesuatu ketika dia bilang

bahwa itu hal yang cukup pribadi yang terjadi di sana.

Aku ingin tahu etiskah untuk mengawasi seorang pria dengan binocular dan lensa fokus panjang.

Apa kau... Apa kau mengira itu etis,

bahkan jika kau membuktikan dia tidak melakukan kejahatan?

Aku tidak terlalu mengerti etika "jendela belakang".

Tentu, mereka bisa melakukan hal yang sama padaku.

Jika mereka mau menontonku seperti serangga dalam gelas.

Jeff, kau tahu, jika seseorang masuk kemari, mereka tidak akan mempercayai apa yang mereka lihat.

Apa?

Kau dan aku yang bermuka masam.

Terjun ke dalam keputusasaan karena kita mengetahui seorang pria tidak membunuh istrinya.

Kita adalah dua dari setan kubur paling menakutkan yang pernah kutahu.

Lebih baik kau berpikir bahwa wanita yang malang itu sehat-sehat saja.

Apa yang terjadi pada pepatah lama "Sayangi tetanggamu"?

Kau tahu, kupikir aku akan mulai menghidupkannya kembali besok.

Ya, akan kumulai dengan Nn. Torso.

Tidak jika aku harus pindah ke apartemen seberang jalan

dan melakukan Tarian Tujuh Cadar setiap jam.

Pertunjukkannya selesai untuk malam ini.

Pratinjau atraksi yang akan datang.

Apakah Tn. Doyle berpikir aku mencuri koper ini?

Tidak, Lisa, kupikir tidak.

Bagaimana menurutmu?

Yaah...

Akan kuulangi pertanyaannya.

Terima kasih.

Kau menyukainya?

Ya, aku menyukainya.

Baiklah...

Ada apa?

- Ada orang terluka? - Anjingnya.

Anjingnya yang kenapa-napa.

Ada masalah apa? Ada orang jatuh dari jendela?

Lihat, di bawah sana ada anjing.

Anjingnya mati.

Tercekik. Lehernya patah.

Siapa dari kalian yang melakukannya?

Siapa dari kalian yang membunuh anjingku?

Kau tidak tahu arti dari kata "Tetangga"

Tetangga saling menyukai, saling berbicara,

peduli jika orang hidup atau mati.

Tapi tidak dengan kalian!

Aku tidak bisa bayangkan masing-masing dari kalian begitu rendah

sampai-sampai kalian membunuh anjing kecil ramah yang tak berdaya.

Satu-satunya di seluruh lingkungan ini yang menyukai semua orang.

Apa kau membunuhnya karena dia menyukaimu?

Hanya karena dia menyukaimu?

Ayo ke dalam.

Ayolah. Kembali ke dalam. Itu cuman seekor anjing.

Kau tahu, sekilas, Tom Doyle itu hampir membuatku yakin bahwa aku salah.

- Tapi kau tidak salah kan? - Lihat.

Di seluruh halaman, hanya satu orang yang tidak mendekati jendela.

Lihat.

Kenapa Thorwald hendak membunuh seekor anjing kecil?

Apa karena anjingnya terlalu tahu banyak?

Kau pikir ini layak ditunggu sepanjang hari tuk dilihat?

Apa dia membersihkan rumah?

Dia membasuh dinding kamar mandi.

Hmm.

Pasti banyak berceceran.

Kenapa tidak? Itulah yang kita semua pikirkan.

Dia membunuhnya di sana, dia harus membersihkan nodanya sebelum dia pergi.

Oh, Stella, pilihlah kata-katamu.

Belum ada orang yang pernah menemukan kata-kata halus untuk pembunuhan.

Lisa? Lisa, di belakang sana, di rak itu, ada kotak kuning kecil. Kau melihatnya?

- Yang paling atas? - Ya, tepat paling atas.

Bawa. Dan bawakan penampilnya padaku.

Aku baru saja...

Ini baru dua minggu.

Kuharap aku mengambil sesuatu selain cari maki. Sekarang, yang mana...

- Apa yang kau cari? - Ini.

Ada sesuatu, dan jika aku benar, kupikir aku telah memecahkan pembunuhannya.

- Nn. Thorwald? - Bukan.

Bukan, anjingnya.

Ahah.

Kupikir aku tahu kenapa Thorwald membunuh anjing itu.

Ini, sekarang kau lihat. Katakan yang kau lihat padaku.

Sekarang turunkan.

Lihat lagi. Turunkan. Kau melihatnya?

Tapi itu kan cuma gambar halaman belakang.

Satu perubahan penting. Satu perubahan penting.

Bunga-bunga di kebun bunga kesayangan Thorwald.

Maksudmu tempat anjingnya mengendus-ngendus?

Tempat anjingnya menggali. Sekarang kau lihat bunganya.

Benar kan? Dua zinnia kuning di ujung sini

tak setinggi sebelumnya.

Sekarang, sejak kapan bunga tumbuh lebih pendek dalam dua minggu?

Ada sesuatu yang terkubur disana.

Nn. Thorwald.

Kau belum menghabiskan banyak waktu di sekitar pekuburan, bukan?

Tn. Thorwald hampir bisa menaruh tubuh istrinya

dalam sebidang tanah sekitar satu kaki persegi.

Kecuali, tentu saja, dia menaruhnya berdiri terus-menerus

lalu dia tidak akan butuh pisau dan gergaji.

Bukan, menurutku dia tercecer di seluruh kota

- Kaki di East River... - Oh, kumohon, Stella!

Tidak, tidak, tidak. Ada sesuatu di dalam sana.

Bunga-bunga itu telah dikeluarkan dan dimasukkan kembali.

Mungkin itu pisau dan gergajinya. Ya.

Panggil Letnan Doyle.

Jangan, tunggu saja.

Ayo tunggu sampai hari agak gelap, dan aku akan pergi dan menggalinya.

Kau akan pergi? Kau takkan bisa menggali apapun dan lehermu akan patah.

Tidak, tidak. Kita telah...

Kita tidak akan memanggil Doyle sampai aku bisa dapatkan tubuh Nn. Thorwald.

Yang harus kita lakukan adalah mencari tahu jalan untuk masuk ke apartemen itu.

Dia sedang berkemas.

Oh.

Ini, bawakan aku pensil.

Stella, bawakan aku kertas tulis. Di suatu tempat di atas sini.

Ini dia.

Kau sudah melakukannya, Thorwald.

Awas, Lisa. Dia datang.

Seharusnya kau jangan pernah biarkan dia melakukannya. Jika ia sampai...

Lihat. Lihat. Lihat.

Syukurlah sudah berakhir.

Tidak apa-apa jika aku minum?

Tentu, silahkan.

Tidak diragukan lagi. Dia pergi. Hanya masalah waktu.

Keberatan kalau ku gunakan lubang kunci portabel itu?

Silahkan, selama kau memberitahu apa yang kau lihat padaku.

Aku penasaran...

Penasaran apa?

Nona Kesepian baru saja mengeluarkan sesuatu

yang terlihat seperti kapsul rhodium tri-eckonal.

Kau bisa tahu dari sini?

Aku sudah menggunakan jumlah yang cukup dari pil merah itu untuk membuat orang-orang di Hackensack

tidur untuk musim dingin.

Apa dia punya cukup untuk...

Tidak. Itu akan membuat sisanya mudah untuk...

Hampir saja bukan?

Apa reaksinya. Maksudku, ketika dia melihat catatannya?

Bukan jenis ekspresi yang akan membuat dia mengambil pinjaman cepat di bank.

Jeff, tasnya!

Barangkali cincin pernikahan Nn. Thorwald

ada diantara perhiasan yang dia bawa di tasnya?

Adapun, selama percakapan telepon dia memegang tiga cincin.

Satu berlian, satu cincin dari semacam batu besar

kemudian sekedar pita emas polos.

Dan hal terakhir yang dia tinggalkan adalah cincin pernikahan.

Stella, apa kau pernah meninggalkan punyamu di rumah?

Satu-satunya jalan seseorang bisa dapat cincinnya adalah memenggal jariku.

Ayo ke bawah dan mencari tahu apa yang terkubur di kebunnya.

Kenapa tidak? Aku selalu ingin bertemu Nn. Thorwald.

- Apa yang kalian berdua bicarakan? - Kau punya cangkul?

Cangkul? Tentu saja aku tidak punya.

Mungkin ada satu di basement.

Jeff, kalau kau gampang mual, jangan lihat saja.

Gampang mual? Aku tidak gampang mual.

Aku hanya tidak ingin kalian berdua berakhir seperti anjing itu. Itu saja.

Oh, kau tahu, Nona Fremont, mungkin dia punya sesuatu di sana.

Pegang saja. Ini, ambil.

Jangan ambil kesempatan yang tidak masuk akal.

Ini, berikan aku buku telepon.

Untuk apa?

Mungkin aku bisa mengeluarkan dia dari apartemennya.

Kita hanya butuh beberapa menit.

Akan kuusahakan sekitar 15 menit.

Bagaimana?

Thorwald.

Thorwald... Thorwald...

Chelsea 27099.

27099.

Kita pernah menakutinya, mungkin kita bisa menakutinya lagi.

Kurasa aku agak bebas menggunakan kata "kita".

Maksudku, kau yang melakukan semuanya.

Haruskan kita ikut sertakan dia, Stella?

Tentu.

27099. Awas.

Chelsea.

Ayo, angkat, Thorwald.

Ayo, kau pasti penasaran.

Kau penasaran jika itu pacarmu yang menelpon, orang yang kau bunuh.

Ayo. Angkat teleponnya.

Halo?

Kau dapat catatanku?

Apa kau mendapatkannya, Thorwald?

Siapa kau?

Akan kuberikan kesempatan untuk mencari tahunya.

Temui aku di bar Albert Hotel.

Lakukan sekarang juga.

Haruskah?

Sedikit pertemuan bisnis...

Untuk menyelesaikan perkara harta milik mendiang istrimu.

Aku tak tahu apa maksudmu.

Ayolah. Berhenti berdalih, Thorwald, atau akan kututup dan kupanggil polisi.

Aku hanya punya kurang lebih $100.

Itu permulaan.

Aku ada di Albert sekarang. Akan kutunggu kau.

Ayo, Stella, ayo pergi.

Satu orang awasi jendela ini.

Jika kulihat dia kembali, akan kuberi isyarat dengan lampu blitz.

Ini kediaman Doyle.

Halo, saya L.B. Jefferies. Saya teman Tn. Doyle.

Siapa ini?

Saya pengasuh.

Oh. Uh...

Kira-kira kapan mereka akan kembali?

Aku dipekerjakan sampai pukul 01.00. Mereka pergi makan malam dan mungkin klub malam.

Begitu.

Jika dia menelpon, maukah kau suruh dia segera menghubungi L.B. Jefferies?

Mungkin aku punya cukup kejutan untuknya.

Nomormu, Tn. Jefferies?

Dia mempunyainya. Selamat malam.

Selamat malam.

Stella salah mengenai Nona Kesepian.

Lisa, apa yang kau... Jangan...

Lisa, apa yang kau lakukan? Jangan pergi...

Ayolah, ayolah! Keluar dari situ!

Dia bilang hubungi telepon Thorwald segera ketika kau melihat dia kembali.

Akan kuhubungi sekarang juga!

Oh, tidak. Sebentar lagi saja.

Baiklah, kawan-kawan, mari coba mulai lagi dari awal.

Nona Kesepian.

Oh, panggil polisi!

Operator.

Sambungkan ke kepolisian, distrik keenam.

Ya, pak.

Tn. Jefferies, musik itu mencegahnya.

Apa... Lisa!

Lisa!

Distrik 6, Sersan Allgood.

Halo. Halo. Dengar, seorang pria menganiaya seorang wanita di 125 West 9th Street.

Lantai dua, di bagian belakang. Cepat!

Namamu?

L.B. Jefferies.

Nomor telepon?

Chelsea 25598.

Pintunya terbuka.

Sudah kubilang... Oh, tidak!

Lepaskan aku! Jeff!

Oh, tidak!

Jeff! Jeff!

Jeff!

Lisa!

Stella, bagaimana ini?

Jeff!

- Jeff! - Mereka datang.

Apa yang coba dia lakukan? Kenapa dia tidak menyerahkan pria itu?

Dia gadis pintar.

"Gadis pintar"? Dia akan ditangkap.

Dia pasti bisa keluar dari sana, bukan?

Lihat, cincin pernikahannya!

Matikan lampunya! Dia telah melihat kita!

Berapa lama kau pikir dia akan tetap di sana?

Kecuali kalau dia lebih bodoh dari yang kupikirkan dia tidak akan menunggu sewanya selesai.

Keluarkan dompetku dari laci di meja sana.

Kau perlu uang untuk apa?

Akan kujamin Lisa keluar dari penjara.

Kau tahu, kau bisa membiarkan dia di sana sampai Selasa depan

kemudia kau bisa menyelinap dengan aman seperti yang sudah direncanakan.

Ya, kita lihat. $127.

Berapa banyak yang kau butuh?

Ini pelanggaran pertama pencurian, sekitar $250.

- Tas Lisa. - Ya.

Berapa banyak yang dia punya?

Lima puluh sen.

Ini, ambil.

Lihat, kudapat sekitar $20 di dompetku.

Bagaimana sisanya? Bagaimana sisanya?

Ketika para polisi itu melihat Lisa, mereka pun akan menyumbang.

Cepat.

Sebentar saja. Cepat!

Jefferies.

Baiklah. Apa lagi sekarang?

Doyle, aku punya perkara yang sangat besar untukmu.

Kenapa aku harus membalas panggilanmu?

Dengar, Jeff! Jangan hancurkan malamku dengan pembunuh gila lainnya...

Dengarkan aku! Dengarkan aku! Lisa di penjara. Dia ditangkap.

- Lisa-mu? - Lisa-ku.

Kau harusnya melihat dia. Dia mask ke apartemen Thorwald.

Tapi kemudian dia kembali, dan satu-satunya jalan kubisa mengeluarkannya adalah memanggil polisi.

- Sudah kubilang padamu... - Aku tahu kau sudah bilang padaku!

Dia masuk untuk mengambil barang bukti dan dia keluar dengan barang bukti.

- Seperti apa? - Seperti apa?

Seperti cincin pernikahan Nn. Thorwald. Seperti itu.

Jika wanita itu hidup, dia pasti memakai cincinnya, bukan?

- Kemungkinan. - Kemungkinan? Ini fakta!

Dia bunuh seekor anjing tadi malam karena anjingnya menggaruk-garuk kebunnya.

Kau tahu kenapa? Karena dia punya sesuatu yang terkubur di kebun yang diendus anjing itu.

Seperti tulang ham lama?

Dengar, aku tidak nahu nama hewan peliharaan yang Thorwald punya untuk istrinya,

tapi akan kuberitahu,

semua perjalanan malam dengan koper logam itu,

dia tidak membawa keluar barang-barang miliknya,

karena barang-barang miliknya masih di apartemen.

Mungkin itu "tulang ham" lama.

Ya, dalam potongan.

Dan akan kuberitahu hal lain lagi.

Semua panggilan telepon yang dia buat adalah panggilan jarak jauh, benar kan?

Sekarang, jika dia menelpon istrinya dari jarak jauh pada hari istrinya pergi,

setelah istrinya tiba di Merritsville,

kenapa istrinya menulis kartu ucapan padanya yang mengatakan dia telah tiba Merritsville?

Kenapa dia melakukannya?

Kemana mereka membawa Lisa?

Distrik 6.

Aku sudah suruh orang dengan membawa uang jaminan.

Mungkin kau tidak memerlukannya.

Aku akan mengejarnya, Jeff.

Baiklah. Baiklah. Bisa cepat kan?

Pria ini tahu dia sedang diawasi.

Dia tidak akan selamanya menunggu. Cepatlah.

Jika cincinnya ada, kita akan menggiring pria itu.

- Sampai nanti, Jeff. - Sampai nanti.

Halo. Halo. Tom, kupikir Thorwald sudah pergi. Aku tidak melihat...

Halo...

Apa yang kau inginkan dariku?

Temanmu, yang wanita, bisa saja menyerahkanku.

Kenapa dia tidak menyerahkanku?

Apa yang kau inginkan? Uang banyak? Aku tidak punya uang.

Katakan.

Katakan! Katakan padaku apa maumu!

Bisakah kau mengembalikan cincin itu?

Tidak.

Bilang padanya untuk membawa cincinnya kembali!

Tidak bisa. Sekarang sudah di tangan polisi.

Lisa! Doyle!

Sebelah sini!

Lihat! Lihat, di dalam apartemen itu!

Doyle!

Creele! Berikan pistolmu!

Maaf, Jeff. Aku datang secepat yang kubisa.

Oh, Tn. Jefferies! Jangan ada yang menyentuhnya.

Ambilkan tas medisku dari lantai atas.

Oh, Lisa, manis, jika sesuatu terjadi padamu...

Oh, diamlah. Aku baik saja.

Wah, aku bangga padamu!

Sudah cukup untuk surat izin penggeledahan sekarang?

Oh, ya, tentu.

- Letnan Doyle! - Ya?

Dia baik-baik saja?

Dia hidup.

Thorwald siap untuk membawa kita tur di East River.

Dia bilang tidak apa yang terkubur di dalam kebun bunga?

Ya. Dia bilang anjingnya jadi terlalu penasaran, jadi dia menggalinya.

Itu di dalam kotak topi di apartemennya.

- Mau lihat? - Tidak, terima kasih.

Aku tidak mau bagian tubuh manapun dari tubuh istrinya.

Kuharap ini akan sukses. Ini rilisan pertama.

Dengan senang hati aku akan mendengarnya.

Kau tidak tahu begitu berartinya musik ini bagiku.

Kita coba lagi, puppy.

Diam. Diam ya.

- Stanley! - Hai, baby!

Oh, lihat akibat kau masuk militer!

Militer membuatku lapar. Ada yang bisa kumakan di lemari es?

Senang rasanya bisa di rumah.

Aku tak peduli kau membantuku atau tidak,

tapi kalau kau bilang padaku kau keluar dari pekerjaanmu, kita mungkin tidak akan pernah menikah.

Oh, sayang, ayolah...

Bandung, 21 September 2015

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.