Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku lahir di sebuah pulau kecil di Laut Hitam.
Kebanyakan orang di sini hidup dari alam.
Itu cara kami bertahan hidup.
Untuk waktu yang lama, tak banyak perubahan di sini.
Tapi situasi mulai terasa berbeda.
Orang bilang itu tempat berbahaya.
Ada beruang, dan serigala...
Dan sesuatu yang lain...
Sesuatu yang orang takuti jauh lebih buruk.
Selama yang aku tahu, kami melawan mereka.
Aku tak pernah melihatnya secara langsung.
Tapi aku pernah dengar mereka saat malam hari...
Gema suaranya dari pegunungan.
Aku masih tidak tahu cerita lengkapnya.
Tapi sejak aku empat tahun...
Satu hal yang aku tahu dengan yakin...
Jika mereka menghancurkan keluargaku.
Kita berjalan kaki, anak-anak.
Hai, possum.
Apa kita akan melihatnya?
Ulurkan tanganmu.
Kakekmu berikan itu pada ayah saat perburuan pertamaku.
Ini tajam.
Ya, itu mematikan.
Tetap di dataran tinggi!
Boris!
Pepohonan!
Tetap merunduk!
Cepat!
Di sana!
Semalam...
Sangat menakjubkan, anak-anak didikku yang hebat.
Kita melihat setan menari dengan mata goblin!
Tapi apa kita kehilangan seorang pun?
Tidak.
Kita tidak kehilangan.
Apa itu adil untuk menembak makhluk hina dan celaka itu,
Dan membuat isi tubuhnya berserakan?
Ya. Itu adil.
Pavel.
Minggu ini, kuda jantan ayahmu digigit hingga darahnya habis.
Oleg.
Paman Belka-mu, tak mau tetap di bukit bersama gembalanya.
Sekarang dia duduk di rumah dan minum-minum.
Ivan, ayahmu dan kru penebang kayunya meninggalkan kamp.
Ibumu memberi makan anjing dengan kotoran babi.
Gleb, di peternakanmu,
Lima angsa dan tiga kucing masih belum ditemukan.
Kita dikutuk dengan kejahatan!
Orang tuamu menawarkan kau untuk tujuan ini.
Mereka bilang, "Ini, ciptakan sesuatu dari anakku!"
"Lindungi kami! Selamatkan kami!"
Saat Petro 14 tahun,
Dia masih kecil seperti kalian,
Dia yatim piatu yang ditinggalkan dalam perawatanku.
Sekarang lihatlah dia!
Kau mungkin berpikir aku kejam dan jahat.
Tapi ingat, sayang-sayangku,
Aku tahu rasa sakitmu.
Ochi merenggut istriku.
Karena itu aku tak sempat memiliki putraku sendiri.
Tapi jika kau berikan hati kecilmu untuk tujuan ini,
Sepenuhnya selama aku hidup,
Kalian adalah anak-anakku.
Malam Yang Panjang dan Sepi.
Kau dengar itu?
Menakjubkan.
Kau bertingkah seolah itu siksaan.
Seperti kura-kura dengan kepalanya di dalam cangkangnya.
Itu bodoh.
Itu lagu ami.
Lagu ayah dan ibumu.
Di sekolah kami belajar salah satu jenis burung.
Namanya Pine Warbler.
Itu tak biasa, karena pada dasarnya,
Sang ayah yang mengeram telur dan bukan sang induknya.
Tapi saat anaknya cukup besar, dia meninggalkan sarangnya,
Lalu induknya ajarkan dia caranya terbang dan mencari serangga.
Menurutku itu keren.
Ayah berharap kau bisa melihat ibumu, Yuri.
Sungguh.
Ayah bilang aku...
Harus berapa kali ayah bilang padamu?
Dia tinggalkan kita.
Aku akan temui dia.
Dia tidak menginginkanmu.
Kau sudah periksa perangkap?
Aku takkan melukaimu.
Tak apa.
Aku takkan melukaimu.
Siulan itu, panggilan kematian.
Itu.
Lebih baik.
Tidak. Bukan untuk dimakan.
Tidak!
Kau tak seperti yang mereka bilang.
Kau dengar itu?
Aku butuh kantong tidurku!
Yuri, apa ini?
Aku akan baik saja sendirian.
Kau tidak akan bertahan di hutan.
Jangan jadi ratu drama.
Dengar, kau bisa bicara denganku.
Kau hanya baik saat tak ada orang yang melihat.
Aku mengantar dia pulang.
Tolong beri makan ulat buluku.
Di mana dia?
Kapan kau terakhir melihat dia?
Saat makan malam semalam bersamamu.
"Aku mau ayah ambil itu kembali karena itu bodoh."
"Tambahan, aku kuat dan keren."
"Aku tak percaya yang ayah katakan tentang semuanya."
"Dan jangan mencariku, oke? Terima kasih. Sampai jumpa."
Ya Tuhan.
Dia diculik!
Bersiaplah, semuanya!
Ayo pergi!
Harta terbesar seorang ayah adalah putrinya!
Di bawah jembatan!
- Di mana? - Di sana.
Apa kau lapar?
Itu terdengar seperti "Iya."
Berjanjilah untuk tidak berisik.
Kita harus memiliki tulang dan gigi yang kuat.
Rebusan daging cincang, tujuh hari seminggu.
Ayah tak pernah izinkan aku ke sini.
Kami hanya minum dari domba.
Permisi, nona.
Diam. Diam.
Binatang!
- Hei! Hei! - Ini tidak bergerak!
Ini tidak bergerak!
Ini tidak bergerak!
Aku perintahkan kau untuk bergerak!
Ini bukan salahmu.
Tempat kita bukan di sini.
Dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan.
Karena Tuhan telah menghibur umat-Nya.
Apakah rampasan akan diambil dari yang perkasa...
"Namun begitulah firman Tuhan."
"Bahkan tawanan orang-orang perkasa pun akan ditawan..."
Dan mangsa yang mengerikan akan dikirimkan.
Karena aku akan melawan orang yang melawan engkau...
Dan aku akan selamatkan anak-anak engkau.
Hei, Dina! Lihat ini!
Dan mereka akan mabuk dengan darah mereka sendiri,
Bersama manisnya anggur,
Dan semua daging yang aku ketahui akan...
Aku rasa itu tidak berfungsi.
Jorok.
Coba itu.
Coba itu.
Aku tak pernah membuat suara itu.
Aku tak tahu jika aku bisa.
Serangga.
Serangga.
Pohon.
Pohon.
Tanah.
Tanah.
Serangga pedas.
Rambut kepala.
Upil.
Coba itu.
Aku bisa bicara denganmu!
Aku bisa bicara denganmu! Aku bisa bicara denganmu!
Aku bisa bicara denganmu!
Yuri!
Yuri!
Ibu.
Di mana dia?
Kau mungkin tahu,
Ada yang namanya kelelawar cokelat Carpathian.
Ada banyak di dataran tinggi ini.
Bisa menguras domba hingga kering.
Tapi kelelawar ini,
Dia menyukai setiap makhluk berdarah hangat yang dia temukan.
Termasuk Ochi. Ya, ini sangat menyukai Ochi.
Tapi Ochi menggigit balik.
Jadi setelah beberapa ribu tahun,
Kelelawar ini...
...mengembangkan resistensi.
Sebuah kekebalan.
Darahnya adalah satu-satunya obat untukmu.
Ini mungkin menyebabkan sensasi yang kuat.
Aku tidak menginginkan itu.
- Omong kosong. - Gigitan Ochi memberiku kekuatan.
Aku bisa bicara dengan dia.
Kau memang putriku.
Awalnya, kau hanya bayi mungil di punggungku.
Ibu memberimu kata-kata. Sesuatu untuk dikatakan.
Itu bukan karena gigitan.
Ibu mengajarkan itu kepadamu.
Kenapa ibu tinggalkan aku?
Ayahmu menjauhkan ibu darimu.
Di Carpathia,
Hukum menangkap lalat, namun melepaskan tawon.
Jadi ibu menunggu.
Bagaimana seorang anak yang dengan tanpa latihan yang tepat,
Tahu caranya memanjat keluar ketika dia tak pernah melihat dunia?
Bagaimana dara laut Arktik,
Tahu untuk mengikuti petak kecil langit yang sama,
Selama tiga bulan dan 12,000 mil,
Hanya untuk mendarat di sisi belahan dunia lain...
...pada batu kecil yang sama setiap tahunnya?
Itu adalah melodi bawaan.
Aku tahu ini.
Ayah bilang itu lagumu.
Lagu ini berasal dari pepohonan, Yuri.
Lagu Ochi.
Bahasa mereka tak seperti bahasa kita.
Itu lebih musikal, lebih emosional.
Ya. Mereka memiliki panggilan sederhana.
Nama-nama untuk sesuatu.
Kau tahu sebanyak ini. Ibu ajarkan ini kepadamu.
Tapi ini baru permukaan.
Ochi berkomunikasi bukan dengan kata-kata,
Namun dengan sensasi.
Suka cita, kegembiraan, rasa sakit, dan rasa takut.
Saat mereka bernyanyi bersama,
Menjalin perasaan mereka antar sesama...
Semacam keajaiban terjadi.
Itu sangat indah.
Aku menginginkan itu.
Tentu saja. Tapi itu bukan untuk kita.
Ochi hanya bernyanyi antar sesama didalam anggota keluarga.
Jadi sederhananya itu mustahil.
Tapi dia temanku.
Kita tidak bisa berteman dengan mereka.
Mereka tak bisa jadi piaraan kita.
Itu seperti mengubah serigala menjadi anjing yang manis.
Apa itu?
Apa itu rumah dia?
Itu tempat aku membawa dia.
Sayangku, itu akan berujung pada kematian yang tidak menyenangkan.
- Tapi saat aku membawa dia... - Jika kau kembalikan burung...
...ke sarangnya, itu memiliki aroma manusia.
Dan sang induk akan langsung mengusirnya.
Aku tidak akan tinggalkan dia.
Bicara yang keras. Ibu tak bisa mendengarmu.
Ibu merasa teriakan pertama seorang bayi...
...merupakan ungkapan yang paling murni.
Itu berasal jauh dari dalam.
Tidak ada yang mengajarkan, murni insting.
Tapi lalu dia belajar bahwa berteriak membuatmu mendapat sesuatu,
Seperti susu dan permen.
Yuri!
Ini waktunya pulang, Yuri.
Duduk.
Minumlah teh.
Di mana dia?
Aku temukan dia tepat waktu.
Aku sekarang meminum obat.
Ya Tuhan...
Kerajaan-Mu bisa menyembuhkan semua hal.
Aku tak pernah berhenti mencintaimu.
Sebelum kau pergi, dia sangat banyak bicara.
Aku mau bertemu dia.
Yuri?
Kenapa kau tak undang prajurit mainanmu masuk untuk teh?
Kita akan pulang, Yuri!
Dia pergi pagi ini.
Apa?! Kau gila?
Tentu saja kau gila!
Kau sangat paham jika itu tidak baik untuk tubuhku...
...mendengar suaramu dengan volume setinggi itu!
Kau seperti wabah belalang!
Kau ular bersembunyi di bebatuan!
Kau tinggal di mana singgasana Setan berada,
Dan kau hanya memberikan kehancuran bagi hidupku!
- Kau memotong tanganku! - Aku selamatkan nyawamu!
Pak, aku rasa kita temukan sesuatu!
Lihat bagaimana kau membesarkan dia!
Tuli untuk mendengar suaranya sendiri!
Kau yang pergi! Kau yang menyerah!
Dan untuk apa? Untuk goblin bodoh itu!
Di mana putriku, dasar penyihir?!
Pak!
Astaga...
Selama bertahun-tahun aku sudah mencari.
Tapi jawabannya ada di sini, anak-anakku!
Gua!
Mereka sembunyi di kegelapan!
Kau akan dicabik-cabik.
Possum.
Makan.
Kau.
Dari mana?
Tidak dari mana-mana.
Rumah.
Bersama.
Besok pagi.
Rumah adalah Ibu.
Aku rindu ibu.
Aku tidak.
Jika kau kembalikan burung ke sarangnya...
Itu memiliki aroma manusia.
Sang induk akan langsung mengusirnya.
Petro, biar aku beritahu kau sesuatu.
Dan aku mau kau mengingat setiap katanya,
Seolah itu tetesan terakhir dari susu ibumu.
Hanya orang bodoh yang mencari kenyamanan di hati orang lain.
Jika pohon ek tumbuh, bersandar pada pohon birch,
Maka pohon birch itu akan membusuk, dan pohon ek akan roboh.
Jadi tumbuhlah yang kokoh tinggi ke atas.
Jangan bersandar, dan kau tak akan jatuh.
Dan denganmu, anakku,
Aku bersandar.
Terima kasih, pak.
Mereka tidak suka aku.
Ada jalan turun di sini!
Ochi!
Tunggu!
Ayah datang untukmu!
Ayah membaca suratmu!
Yuri, kami keluargamu!
Ayah mendengarkan Hell Throne!
Itu bagus!
Astaga.
Anak-anak!
Jangan melunak denganku!
Dia pergi karenamu.
Apa?
Dia tidak diculik.
- Aku biarkan dia pergi! - Diam!
Kau sudah bersumpah!
Aku tak akan tempatkan kalian dalam bahaya.
Tetap tegar, anak-anak.
Tahan barisan.
Yuri!
Ayo pulang!
Gunakan kapakku.
Dorong! Dorong!
Aku mendorong!
- Lebih keras! - Aku mencobanya!
- Cungkil itu! - Itu terlalu berat!
Dengarkan ayah!
Aku tidak meminta ayah untuk mengerti.
Cukup percaya aku.
Aku minta maaf soal perkataanku tentang pisau Kakek.
Aku tahu apa artinya itu untuk ayah.
Itu tidak bodoh.
Ayah mengarang itu semua.
Ayah beli itu di pom bensin.
Ayah pikir itu terlihat keren.
Ayah ingin itu menjadi sesuatu yang spesial...
Untuk kita.
Ayah...
Itu sangat bodoh.
Ayah bisa jalan?
Tetap dekat di sampingku.
Yuri!
Berhenti! Tunggu!
Tahan tembakan kalian!
Saat mereka bernyanyi bersama,
Menjalin perasaan mereka antar sesama...
Semacam keajaiban terjadi.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.