Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Terima kasih telah menonton
Siapa yang mau dibacain dongeng? Don, Don mau.
Don mau?
Sini, sini, sini.
Ayah, dongengnya apa malam ini?
Malam ini dongengnya special.
Don mau dengar. Ayo mulai. Iya, iya. Kita mulai ya. Iya, iya. Sabar, sabar.
Pada suatu masa, hidup seorang kelatri yang kecil bersama
kedua orang tuanya.
Mereka tinggal di sebuah pulau yang sangat luar
biasa.
Iya, pulau -nya ada di atas awan, dilindungi
sebuah gelombang murah tanah.
Banyak sekali makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh,
makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh, makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh,
makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh, makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh,
makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh,
makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh, makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh,
makhluk -makhluk yang lucu -lucu.
Oh, makhluk -makhluk yang lucu -lucu. Oh, makhluk -makhluk yang lucu
-lucu. Oh, makhluk -makhluk yang lucu -lucu.
di kecanduan.
Kenapa banyak?
Awan itu yang merekan kilat -kilat.
Takut.
Ibu dan saya harus pergi, sayang.
Kami harus menenangkan kekilat di atas awan -awan.
Tapi jangan takut.
Kamu tidak perlu lihat.
Ada teman -teman yang menjaga kamu.
Sang ibu bahkan mengisah bantuan dari Ombak untuk terus melindungi ksatria
kecil.
Ombak, teman di anak kami ya.
Tapi kamu tidak takut kan, sahabatnya?
Belom ceritanya.
Belum, ayah.
Ayah ibunya pulang lagi, kan?
Ayah ibu kesatria itu percaya.
Kesatria kecil bisa melewati hari -hari di Pulau Gelup.
Karena dia anak hebat.
Terima kasih.
Ayah ibu pesatria itu Akan pulang
Jangan lupa like, share, dan subscribe
ya
Terima kasih.
Sipet pula aja
Bila dikit terus, memang benar kalau menjama aku kalau terus.
Aku ngedongin di depan anak -anak aja. Aku udah ledek. Gak yakin aku. Coba
Ada yang kurang sumpah aja nih.
Bentar ya, Bang.
Nah, Dek.
Bahkan baru pulang. Iya, Bang. Itu obeng yang kuning. Tolong sini dong.
Oh, yang ini, Bang?
Iya, iya. Yang itu, yang itu.
Nah, sini.
Tolong pegang ini.
Cil, itu kaki lo.
Apa nggak mau dibawa ke dokter aja?
Takut mahal, Bang.
Ntar disuruh operasi atau apa.
Ya, tapi masa nggak diobatin, Cil?
Dibantuk, Bang. Sama Pak Kades. Saya dikasih uang buat beli obat -obatan sama
perban. Ini, tongkat juga dari Pak Kades.
Sedap. Baik banget emangnya Pak Kades, ya? Iya.
Gokil.
Sorry, sorry.
Ngapain, Cil? Oh.
Bikinan adik saya tuh, Bang. Ada lampu -lampu sisa sama speaker bekas. Ya, utak
-atik ya. Gak tahu jadi begini tuh.
Radionya mau digituin gak, Bang? Emang bisa?
Ya, bisa dong.
Saya gratisin deh buat Abang.
Sedap.
Ini deh, bikinin yang kayak gitu ya.
Bang lanjut sama si Ata ya. Oke, oke.
Terima kasih, Bang.
Coba gue liat -liat pinter di kejahatil ya.
Kamu itu, daftar pentas festival kampung seruling.
Pentas apaan, Bang?
Ya itu, ada pentas -pentas buat untuk bakat. Gue liat udah dibuka
pendaftarannya.
Anak lain di kampung ini, gak ada yang gue lagi bisa bikin beginian.
Lu rombain!
Hadiahnya duit!
Jadi lu bisa bantuin Abang lu ngobatin kakinya.
Setiap kek!
Don, kesapa?
Don tidak mau tampil ngedongeng.
Iya, kenapa?
Iya, kalau gak mau baca dongeng, aku ubah aja sama kambing -kambing aku.
Ini tulisan ibumu.
Ibu bikinin aku lagu?
Ini, ini dia.
Aku bisa pentasin dongeng ini pakai lagu ibuku.
Jaman, baik, bantuin ya.
Dan hasilnya di markas.
Bikin kostumnya dan main musiknya.
Lalu lagu ini dipentasin. Wah, pasti banyak yang nonton.
Kalau kita menang, aku bakal diletekin tubuhnya.
Temenku jadi banyak deh.
Please, ya, please.
Oke, tutupin kata sama anak -anak.
selamat menikmati
Tapi tadi udah pas 10 peserta yang daftar. Jadi pendaftarannya udah
Ya, Kak.
Satu lagi bisa nggak? Ini susah loh bikinnya.
Maaf ya, De.
Lampung -lampungnya disimpen aja. Buat pentas tahun.
Pendaftarannya sudah tutup.
sedih terus dong
Terima kasih telah menonton
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih telah menonton.
Gimana kalau aku bantu kamu juga?
Tadi kamu bilang kamu mau ambil buku kan?
Makanya kamu bisa apa?
Tapi janji, bantuin aku.
Kalau kamu berhasil ambil buku itu,
Jadi aku gak bisa ikutan.
Ya udah gak apa -apa.
Hanya uang.
Bisa buat bantu.
Bikin kaki habang.
Adik marahnya jangan sama orang lain ya.
Jangan jahatin teman -teman adik.
Cerita aja sama abang.
Cerita semuanya.
Abang pasti dengerin.
Mungkin kita dikasih hidup begini tuh.
Karena kita kuat.
Ya. Adik.
Adik.
Abisin telurnya. Eh, enak tuh pakai kecap.
Dek, besok kamu ke rumahnya Ibu Titin. Gak apa -apa ya.
Tadi telpon.
Minta tolong tanamannya dipotongin, ya?
Iya, bang.
Makasih, adek.
Jadi?
Dia kan gak bisa datang.
Nanti kalau mau bersih ya, tak? Iya, Bu.
Ini nanti aku potongin semua.
Terus sampah -sampah daunnya nanti aku bersihin. Makasih ya. Iya, Bu.
Tak suka nolongin orang ya?
Pasti mau disengin.
Itu tasnya.
Bukan aku.
Bukan aku.
Bukan aku. Bukan aku.
Bukan aku. Bukan aku.
Bukan aku.
Bukan aku.
Emang bunga matahari
Bentasku jadi keren.
Ayolah. Please.
Kan janjinya, kalau kamu dapat bukunya, kamu bantu aku cari Pak Mamiku.
Iya. Tapi bantuin sekali lagi ya.
Sampai bentasnya selesai aja kok.
Bener ya, Don?
Oh, terakhir.
Iya, iya. Janji? Iya, janji.
Yaudah.
Mary, bantuin pentas kita!
Iyan, orang gak pada curiga. Mary bajunya harus kayak kita juga.
Dulu ayah ibu bikin buku ini berhari -hari.
Sampai larut malam.
Ya, ya, ya. Ke gedung, ke gedung.
Oke, oke.
Satria kecil.
Satria kecil. Kita bikin dia tinggal.
Di? Dunia kelembung.
Dunia kelembung.
Don kan seneng main buta sabun kalau lagi mandi.
Gimana?
Mirip.
Besok -besok kalau keluar kota ketemu penerbit.
Don sedih gak ya?
Ditinggal.
Gimana kalau si Ksatria di cerita ini ditinggal pergi sama orang tuanya?
Wah, menarik. Kalau gitu, kita kasih dia teman, ya?
Biar dia gak kesepian. Gimana?
Cantik ombaknya.
Cantik, kayak kamu.
Coba aja bacain kejuhnya malam ini.
Dia pasti senang.
Memang sudah tidak bersama kita lagi.
Tapi buku ini akan selalu nemenin Don
sampai kapanpun.
Jadi Don tidak usah khawatir. Ada Oma.
Ada buku ini.
Don tidak akan pernah kekurangan teman.
Amin.
Terima kasih.
Ambil koin yang lanjut pakai mulut. Jangan pakai tangan.
Nah, jadi yang menang.
Nurman, Rp. 11 .000.
stasiun hampir ketinggalan kereta kata omah
pagi itu hujan gede jalanan licin
nih
Mereka juga kasih aku ini.
Tapi, kalau ini lain semua, aku gak bisa pulang bersama
mereka.
Terus?
Terima kasih telah menonton!
Pulau Gelombungnya sebesar apa?
Sebesar jumbo.
kesatria kecil bersama kedua orang tuanya.
Mereka tinggal di sebuah pulau yang sangat besar.
Setiap hari di pulau itu si kesatria kecil bersukaria dan
bermain bersama orang tuanya.
Tapi suatu hari terlihat kawan -kawan hitam.
Awan itu menyambarkan gila -gila.
Ayah dan ibu harus pergi.
Kami harus menenangkan awan -awan itu.
Dalam kesendiriannya, kesatria kecil menghibur dirinya dengan
sebuah lagu.
Terima kasih.
Aku tetap janji.
Terima kasih.
Selama ada Pak Ades, gak ada itu hantu yang berani ganggu warga, ya tau?
Maaf ya, Pak. Adesnya emang gitu, Pak. Suka ngayal. Ya, namanya juga.
Oh, iya, Cil.
Berlupa, saya itu sebenarnya kesini mau nawarin kamu kerjaan.
Pasti -pasti bisa, Pak. Bisa diatur. Wah, baguslah kalau begitu.
Ajak aja adikmu dia, Cil.
Biar dia ikut jalan -jalan naik mobil sama saya.
Iya, Pak.
Udah dong.
Oke.
Kurang, Mary.
Kalau aku jadi dia, aku juga kesel sih.
Mary kan udah nolongin kita, Don.
Masa kita gak nolongin dia?
Tapi kan kita ada pentas lagi, May.
Yang nonton lebih banyak.
Iya sih.
Tapi, kalau Mary masih...
Mbak, emang kita bisa berhentas?
Iya.
Don, kamu harus minta maaf.
Iya, Don.
keluar kamu hantu kecil hantu kecil
Terima kasih telah menonton!
Tapi kalau sendiri...
bikin sedih banyak orang.
Kamu tahu tidak, Oma ngapain kalau sedih?
Gak tahu.
Dengerin cerita kamu.
Kayak misalnya, bekalnya enak, Oma.
Danau pentas, Oma.
Semuanya. Bikin Oma senang dengarnya.
Tiap ada peran yang bersedih.
Ada peran yang menghibur.
Kamu menghibur Oma.
Dan setiap ada peran yang bercerita.
Harus ada juga peran yang mendengarkan.
Gimana cara benerin cerita, Donoma?
Kalau Don mau jadi pencerita yang baik, harus jadi
pendengar yang baik.
Cerita tidak akan jadi cerita.
tidak ada yang mendengar ya kan
Buku itu bikinan orang tua kamu ya.
Maaf ya.
Aku iri sama kamu.
Punya teman yang perhatian, pintas bagus, pengen juga deh punya gigi itu.
Yang aku punya, abangku aja.
Maaf ya, Don.
Aku udah bilang kakakmu jahat.
Aku mau bangku pulang.
Mau bangku sembuh.
Setiap cerita pasti ada banyak peran.
Cerita ini butuh peran kamu.
Bantuin aku melalui Mary dan abang kamu. Ya?
Jadi kesatria abang.
Mau?
Ya!
Kalau kamu udah tau Mary dimana, pergi aja sendiri.
Ngapain aku sama Maya ikut?
Nurman, Maya, aku minta maaf.
Aku belum jadi teman yang baik.
Kemarin -kemarin, aku mikirinnya, pintas terus.
Aku lupa, ada teman -teman yang dari dulu.
Udah baik banget sama aku.
Nurman. Maik.
Kita harus nolongin Mary.
Tapi dari dulu.
Kan aku gak bisa sendirian.
Aku cuma bisa. Kalau dibantuin Nurman.
Sama Maik.
Maaf ya Maik.
Maaf ya Maik.
Jadi sekarang kita semua temenan?
Iya dong.
Kayaknya aku tahu kemana Abang sama Meri dibawa.
Terima kasih telah menonton.
Sampai jumpa.
Kalau masih nyanyi, hantu ini saya bikin hilang selamanya.
Oke.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih ya teman -teman.
Sudah menemani aku.
Terima kasih Mary.
Karena kamu.
Kita jadi bisa melihat yang gak kelihatan.
Sama.
Belajar buat dengerin.
Mary.
Selamat jalan.
Pulang dengan tenang ya.
Ayo Mary.
Kita pulang.
Kau mencari.
Kambing ajaib.
Kambing ajaib.
Namanya juga cerita buatan.
Lalu, Don jadi apa?
Don gak ikutan main.
Don cuma bantuin -bantuin aja.
Oma senang. Kali ini, Don mengambil peran membantu teman -teman.
Waktu oma kecil,
Oma dan teman Oma juga suka saling bantu.
Waktu Oma kecil, Oma dulu juga punya teman baik.
Ini, lihat.
Namanya Maria.
biasa panggil dia Mary
Ini semua berkat doa kamu.
Jangan janji.
Aku akan lebih rajin doain ayah ibu.
Janji.
Maafin. Jangan.
Kalau waktu itu.
Jangan temanin teman -teman.
Radio ini mungkin gak rusak.
Ibu sekarang bisa kelihatan.
Maaf. Gak apa -apa, Nan.
Kan salah.
Ayah dan ibu bangga.
Don sudah jadi anak yang hebat.
Dongin buatan ayah ibu, kamu bikin jadi jauh lebih bagus.
Ya, baik -baik ya.
Sama teman -teman juga ya, Don.
Don sayang saya.
Ayo.
Nah, ibu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.