Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kabe kudubaya.
Terima kasih telah
menonton
Terima kasih telah menonton
Moga -moga.
Dini ku, besok nih wes gede.
Nengen diwai awak mulu ngok.
Ojo lali bali nengok mah yondo.
Ngeh, bu.
Dian, 5 hari lagi ulang tahun aku, nanti kamu datang ya.
Aku kirimin undangannya.
Oke.
Dian, nanti kamu datang ulang tahun aku ya, bisa gak?
Bisa.
Dian.
Terima kasih.
Tadi aja di sekolah dia... Ibu tenang ya. Sia -sia teh, sia -sia.
Ibu sama Almarhum Bapak tuh cuma pengen Arum tuh hidup normal.
Tadi aja di sekolah dia hampir berurusan sama polisi.
Mungkin ini udah saatnya buat kita mikirin solusi akhirnya, Bu.
Menurut Lia, solusi akhir terbaik untuk Arum,
memasukkan Arum
ke rumah sakit Cibabu.
bukan saudara kandung teh.
Tapi Arum tuh adik kamu.
Eh, bu.
Tapi maksud Lia bukan seperti itu, bu. Ibu.
Ibu.
Tadi Talia ngomong apa, Bu?
Tak ada pasti salah.
Kamu cuma butuh beberapa terapi aja. Dan itu wajar.
Tapi gimana kalau Teh Lia benar, Bu?
Gimana kalau Kakak emang gila?
Enggak.
Enggak. Enggak. Enggak. Arum anak Ibu, ya?
Anak Ibu masih sehat.
Ya?
Kalaupun Teh Lia benar, Ibu gak peduli. Ibu tetap sayang sama Arum. Ibu tetap
sayang. Ibu akan usaha kemanapun, Kak.
Kemanapun Ibu akan coba sembuhin kamu, ya.
Ibu akan usaha sampai Harum sembuh.
Harum pasti sembuh.
Percaya sama Ibu.
Kakaknya jangan diganggu dulu.
Bapak?
Bapak?
Wih, Bapak?
Kenapa, Nek?
Jadi main ke nih?
Kakak ganti baju dulu ya. Oke.
Arum, kalau udah gak mau makan kuenya, istirahat.
Kan besok masih ada pesta ulang tahun sama teman -teman SMPM.
Harum.
Semua sudah aku tulis di agenda.
Aku tahu kamu tak akan percaya apa yang aku tuliskan ini.
Entah bagaimana, anak kita itu dihinggapi kutukan.
Kutukannya akan selalu datang di hari ulang tahun Arun yang jatuh di tahun
kabisan.
Dalam agenda ini, aku sudah mencatat semua orang yang mungkin bisa
Arun dari kutukan itu.
Maka sembuhkan Arun sebelum hari ulang tahunnya, agar tidak ada lagi korban.
Kakak puterin.
Habis ini kamu ikut ibu ya. Kita berobatan. Siap -siap kamu.
Ibu.
Mas, telah empat tahun kematianmu. Aku tak menjalankan wasiatmu.
Sekarang aku percaya kutukan pada Arum itu benar adanya.
Aku akan berusaha menyembuhkan Arum.
Maafin kakak ya.
Kau udah minta maaf.
Nanti ya jangan gitu lagi.
Maafin tapi ya.
Iya.
Eh, Lia.
Aku tahu ibu bakal bawa kakak ke dukun lagi.
Lia mau bicara.
Lia mau minta maaf soal kejadian tadi.
Lia gak maksud, Bu.
Gue tuh sayang sama kamu, Teh.
Sama seperti sayang sama aku.
Tapi, Lia gak mau Ibu bawa Arum ke orang pintar, Ibu. Bukan itu yang...
Ibu gak punya pilihan lain, teh.
Kejadian tadi di sekolah, ingetin Ibu sama kejadian yang minta bapak kamu.
Dan Ibu gak mau nyawa kita semua terancam, teh.
Gue gak mau.
Kalau gitu, Ria ikut.
Ria mau nemenin ibu.
Nanti kita cari sekolah baru ya, Kak.
Biar kakak tetap bisa masuk kampus impian kakak.
Dek.
Jangan dimainin, nanti hilang.
Ini kunci apa, Bu?
Rumah kakek di kampung.
Yuk, masukin.
Jangan dimainin -mainin lagi ya, dek. Iya.
Eh, Tania.
Masih ingat gak lagu yang dibikin sama ibu waktu itu?
Lagu yang mana?
Yang gini.
Koko -koko komodo. Dia lucu sekali.
Ya, terus.
Koko -koko komodo.
Terima kasih.
Kenapa, Kak?
Kak?
Enggak, enggak apa -apa, Bu.
Pak!
Pak! Pak!
Pak! Pak! Pak!
Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak! Pak!
Pak!
Tenang, tenang.
Tarik nafas, Kak. Kita langsung jalan ya. Ibu jalan.
Jauh ya perjalanan ya.
Jadi siapa yang mau berobat?
Ini anak sulung saya.
Dari kecil dia serupan.
Serupan dia.
Dia mau pipis.
Nanti aja deh.
Dia mau pipis.
Neng. Neng.
Adik, toiletnya di belakang ya, dekat kebun. Jadi gitu, semacam ayah sukman
yang masuk ke tubuh nak.
Semacam benalu.
Dek, tungguin kakak, dek.
Jangan cepat -cepat.
Adik.
Adik, pelan -pelan. Adik, jangan lari -lari di kebun orang, adik.
Adik.
Adik, maaf.
Kunci, nak.
Percaya sama saya, ya.
Percaya, diikutin aja saya ngomong apa nantinya.
Sukma di tubuh Arumpet sangat kuat, sehingga Arumpet sendiri tidak bisa
mengendalikannya.
Tapi ibu tidak usah khawatir, saya bisa menanganinya.
Tapi teh dengan biaya dan uang yang cukup buat modal saya kawin lagi, semua
bisa saya sembuhkan.
Dia menumpahkan alapan.
Saya siapkan ritualnya dulu.
Nanti kalau sudah siap, saya panggil. Ya? Mohon.
Sok mana?
Iya. Dileet.
Oke lah, ya.
Buku ini kayaknya gak beres.
Dicoba dulu.
Jalonggong sang ratu purmasak sama ting
tunduk etaman enak.
Ting tunduk etaman enak.
Neng?
Juri, kehalosnya, eh.
Kudel seki, right?
Terima kasih telah menonton
Permisi. Iya.
Saya cari Ibu Ruhana.
Ayo ikut saya.
Itu Ibu Rohana.
Terima kasih.
Saya sudah tahu apa yang terjadi pada anakmu.
Tapi jangan digangguin.
Iya, Bu.
Sekarang, tutup mata.
Atur nafas.
Panggil ingatan yang terdalam, yang kamu tahu.
Panggil. Panggil, Lastini.
Panggil lebih dalam.
Lebih dalam lagi.
yang pernah kau lupakan.
Saya melihat ada sosok.
Saya juga melihat ada kedua orang tua saya.
Saya melihat sosok yang membuat orang
tua saya.
Itulah sosok yang menguasai anakmu. Yang ada di dalam arum.
Penuh dendam.
Dendam yang akan terus membarah.
Dia adalah kutukan dari masa lalu dan akan terus membunuh.
Saya sendiri tidak bisa mengobatinya.
Harus ibunya.
Ayo mbak ibu.
Masuk.
Bantu mbak ibu.
Kamu kan adik yang baik.
Adik yang sayang sama mbak iunya.
Rama, cepetan, dek.
Iya, kak. Bentar.
Ayo, dek. Bisa. Ayo, cepetan, dek.
Bentar, kak.
Bisa.
Kakak tahu, dek. Bisa.
Ya, kak.
Ini titipan dari Ibu Ruhanna.
Pakai ini.
Pakai, Kak.
Untuk sementara, kalung ini akan menjagamu. Karena sosok itu masih belum
sampai hari ulang tahunmu.
Kami sudah bantu sebisa kami.
Ancaman sudah kian besar.
Saya akan lanjutkan.
Ketempat orang pintar dalam daftar yang dibuat oleh suami saya.
Selataikan. Terima kasih, Ibu.
Saya paham, Ibu.
Hati -hati, ya.
Eh, Kak. Ayo kita jalan. Ayo, Dek.
Kalung ini juga akan mengembalikan ingatan -ingatanmu yang hilang.
Ayah? Ayah?
Harum.
Ibu, kalau yang ini tetap gagal, udah ya, Bu?
Ibu akan cari cara buat sembuhin Arum.
Di jalan pulang nanti, semuanya akan baik -baik aja.
Tahan ya, Kak.
Benar tempatnya ini, Bu.
Permisi.
Permisi.
Tidak apa -apa, Bu.
Bantuin kakaknya.
Permisi, saya cari Mbak Derajat.
Dengan Ibu Lastini?
Iya, betul.
Ibu sudah ditunggu sama Mbah.
Yang lainnya boleh tunggu di sini.
Silakan. Mari, Bu.
Sebentar. Jagain. Jagain kakaknya.
Aku sudah menunggumu selama bertahun -tahun.
Kenapa baru datang sekarang?
Maaf, Mbak.
Mulanya saya gak percaya mistis.
Silahkan duduk dulu.
Aku
sudah
punya janji dengan suaminya.
Dan semua sudah aku persiapkan.
Ini di paketnya.
Ruang gantinya di sebelah sana.
Do, ikut Simbo. Mari.
Silakan.
Ritual ini sudah dipersiapkan dari bertahun -tahun yang lalu.
Tapi karena kamu tidak pernah datang, karena ketidakpercayaanmu pada mistik,
semua hampir terlambat.
Kalau Arum mencapai hari kelahirannya di tahun kabisat, tubuhnya akan
dikuasai secara penuh.
Dan aku tidak bisa berbuat apa -apa lagi.
Dan kalau ini gagal, aku tidak punya cara lain.
Selain membunuh Inang dari setan itu sendiri.
Saya tidak mau anak saya mati, Mbak. Aku tidak akan membiarkan anakmu matilah di
sini. Aku dan suamimu sudah mempunyai rencana untuk menyelamatkan Arum.
Mungkin kamu tidak menyadarinya.
Tapi setan ini sudah menemani kamu.
Bahkan dari kamu kecil.
Terima kasih telah menonton
Namun saya umbah, ritual sudah siap.
Kamu kenapa pake baju kayak Arum?
Katanya gak tau, Bu.
Tadi tata cuma dikasih.
Disuruh pake.
Mungkin... Mungkin cara kuat ritualnya, Bu.
Gak apa -apa, Bu.
Yang penting ritualnya lancar.
Aku harap ngawet pepetungan.
Tumuh ikit.
Mokso.
Pindah nang awal yani.
Tinggal noh.
Putcah suciki.
Ya Tuhan
Terima kasih telah menonton.
Dengar, gak ada siapa -siapa yang akan digumbalin ya, Pat.
Bu... Bu...
Ketika papa...
Demi harum... Keterilah, Bu.
Keterilah.
Ketika papa...
Nggak ada yang akan ditumbalin, teh.
Ya? Dengar, Ibu.
Nggak ada satu pun anak Ibu yang akan Ibu tumbalin.
Terima kasih.
Terima kasih.
Diserah dulu semuanya ya.
Bantu aku.
Ya.
Kama, bantu kakak.
Bu, Ibu Ina niku cintanya Roma, Bu.
Ibu Ina kui, Bu Jopi sana nih bapakmu.
Ojo ke akehan cidak karo wong -wong kui.
Utama nih karo ida, yondok.
Ina puto, Bu.
Ida kui loro -loro nang.
Bu Ina mangku ni ono sing cidak kandang, toh.
Nggak mampu gue minggu.
Bu, aku mau minta sesuatu.
Kakak kan bentar lagi mau ulang tahun.
Kakak minta tolong ya, Bu.
Kakak gak mau kejadian Bapak keulang lagi.
Kamu di sini dulu.
Ibu kunci dari luar.
Ibu, harung diikat aja, Bu.
Ikatnya yang kencang, Bu.
Gak apa -apa.
Rama, kita jagain kakak Arum ya di luar aja ya.
Sebentar lagi kelar.
Sebentar lagi selesai.
Ya, kakak akan sembuh.
Bu. Bu.
Bu. Bu. Bu. Bu. Bu. Bu.
pabrik Bapak berjalan lancar.
Syukurlah, Kang Mas.
Neng, orang neng wajah terlalu sibuk, ya.
Soalnya, tau ngarep, ini udah mabu sekolah, loh, Kang Mas.
Oh, iya. Ini mabu sekolah, iya.
Apun ten, tidak dahar ten
reiki membuat ten rumah.
Buah penangguri wae, nang eme
kurkanku wong -wong sing sehat.
Ini adalah keputusanku.
Agar mereka orang ganggu lagi kebahagiaan keluarga kita.
Plastini. Iya, Bu.
Ini adalah hadiah dari Ibu Ina.
Boneka Raju.
Selamat ulang tahun, Ibu.
Oh, terima kasih, Ibu Ina.
Iya, Ibu.
Plastini. Rumah!
Uang -uang ikung gewa penyakit.
Ben kamu ora ketularan. Paham?
Ini, konodolan kalau ida. Bayumu ya.
Arsina, lu mau suku gini?
Ues, tak tumpah.
Kau gue mau mending gini.
Mungkin lewat sedikit pocah -pocah perlakuan ini kau bisa berubah.
Masina, aku ispamit, siap.
Dianakulah sini!
Sini?
Apapun yang terjadi, jangan pernah buka.
Punten, ini sih.
Rumah Pak Subajir. Di mana?
Ngandap meniku, Mbak.
Pak D.
Apa hubungan Pak D dengan Bu Ina?
Pastinya.
Ibu sama Bapak meninggal karena Pak D.
Aku lihat Pak D di sana.
Karena aku ingin menyelamatkan kamu. Ya, tapi kenapa Pak D ada di sana?
Sekarang jawab pertanyaanku.
Apa hubungan Pak D?
Dengan Marsina.
Aku mencintai Marsina.
Tapi dia tidak.
Semua berawal dari bapakmu yang menikahi kembang desa yang aku cintai. Marsina.
Terima kasih atas pernikahan Anda.
Dia menyalahkan Marsina ke tempat desa.
Setelah itu, bapakmu menikahi Ranti, adik sepupunya sendiri, dan
lahirlah kamu.
Sejak
kelahiranmu
yang lebih sehat dari anak Marsina, Marsina dan Ida anaknya semakin
Kelainan pada Ida membuat ia tidak bisa bertumbuh seperti anak -anak lain pada
umumnya.
Tapi bukannya bersyukur.
Jak Miko malah mengempakkan mereka.
Ingin dirinya malu.
Marsinah dan anaknya ia larang pergi dari rumahnya. Tapi si anak ia biarkan
sakit sampai mati.
Marsinah lebih memilih untuk diri.
Dia harus membayar semuanya.
Karena rasa cintaku pada Marsinah, aku ingin membantunya.
Aku ingin dia menuntaskan dendamnya pada keluargamu, Tuan Cak Wiko, dan anak
keturunannya, Sak Cimilabangi.
Jauh, ibu.
Jauh,
ibu.
Kembalikan anakku seperti semula.
Tolong aku, Pak D.
Anakku gak ada apa -apa.
Biar aku yang menanggung semua dosa bapak ibuku, Pak D.
Biar aku yang dikutuk sama Marsina.
Aku cuma mau anakku.
Kembali seperti semula.
Terima kasih telah menonton
Terima kasih.
Aku sayang kau, Salawasi.
Wira saya kibes orang -orang, masih habis hilang salah wasiat.
Terima kasih.
Bu, Arom kangen, Bu.
Rama juga kangen sama Ibu.
Kami semua kangen sama Ibu.
Arom keterima di kampus favoritnya Arom, Bu.
Ibu yang tenang ya di sana.
Ibu gak perlu khawatir.
Ada Lia.
Lia akan selalu jagain adik -adik.
Terima kasih.
Terima kasih.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.