Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MEMPERSEMBAHKAN
♪ Sakura ♪
♪ Sakura ♪
FILM YANG AKAN ANDA SAKSIKAN BERDASARKAN KISAH NYATA
♪ Di seberang langit musim semi ♪
♪ Sejauh mata memandang ♪
♪ Apakah itu kabut atau awan? ♪
♪ Harum tercium di udara ♪
♪ Mari, datanglah sekarang ♪
♪ Mari, datanglah sekarang ♪
Ibu, aku takut.
Jangan takut.
Ayah sudah tak bersama kita, Bu.
Tidak.
Dia akan datang dan membunuh orang jahat itu.
Hiroshima dan Nagasaki
sudah hancur menjadi debu.
Bukan berarti Jepang telah kalah.
Siapa pun yang tunduk kepada Sekutu adalah pengkhianat.
Dan mereka harus mati!
Kalian semua akan mati.
Aya.
Aya.
Ini adalah jimat untuk melindungi keluarga kita.
Nenekmu memberikannya kepada Ibu.
Kini Ibu akan memberikannya kepadamu.
Jika kau merindukan Ibu,
bunyikan loncengnya.
Jangan lupa…
Bahwa Ibu selalu menyayangimu.
Bu, jangan bicara seperti itu.
Suamimu telah memerintahkan anak buahnya untuk tunduk kepada musuh.
Kalian semua pengkhianat!
Kau boleh membunuhku,
tapi kau tak boleh menyentuh putriku!
Kalian semua akan mati!
Aya, semuanya akan baik-baik saja.
Jimat ini
kini tak bisa lagi menyelamatkanmu!
Kau tak perlu menyimpannya.
♪ Sakura ♪
♪ Sakura ♪
Tidak ada satu agama pun yang tidak menuliskan
tentang keberadaan makhluk halus.
Apa pun agamanya, kepercayaannya, ritualnya,
semuanya menunjukkan pemahaman yang sama
tentang keberadaan makhluk halus tersebut.
Kita lihat di sini ya.
Yang pertama, ada dari Nasrani.
Kemudian, ada Islam.
Selanjutnya, ada Buddha dan Hindu.
Jadi, terbukti bahwa semuanya menulis.
Begitu pun juga orang-orang ateis, Bu.
Sebagian besar dari mereka percaya dengan keberadaan makhluk halus.
Ya. Contohnya Jepang.
Sebagian besar penduduknya tingkat religiusnya rendah.
Tapi kepercayaan mereka
pada keberadaan makhluk halus cukup tinggi.
Jadi, menurut Ibu, makhluk halus itu ada atau tidak?
Di sini aku bicara soal fenomena makhluk halus dari sisi akademis,
bukan untuk membuktikan mereka ada atau tidak.
Mereka ada.
Berarti Aldo termasuk orang yang percaya pada keberadaan makhluk halus.
Pelajaran ini selesai. Terima kasih untuk semuanya.
Kerjakan tugas kalian dan sampai jumpa besok.
Selamat siang.
Nid, setelah dari rumah Ayah, aku mampir ke kafe ya.
Ya, menumpang bekerja.
Oke. Dah.
Sudah, jangan cemas.
Zaman sekarang banyak orang-orang yang takut dianggap tidak modern
kalau mereka percaya sama makhluk halus.
Pak, Mbak Sarah sudah datang.
Sarah, sudah lama?
Baru kok, Pak.
Sarah, sudahlah.
Ini sudah terlalu lama.
Berhentilah menyalahkan dirimu terus. Ya?
Lagi bikin telop apa hari ini?
Drama percintaan.
Bagus, drama percintaan. Jangan horor terus.
Tidak bagus untuk kesehatan.
Lihat itu.
Ada pria yang melihatmu terus dari tadi.
Mungkin dia naksir.
Ya sudah, aku lanjut kerja ya. Nanti dimarahi sama Mbak Selfi.
Jangan lupa, pulang bareng.
Kau mengikutiku ya?
Aku tahu kita berdua percaya pada hal yang sama.
Apa-apaan?
Pernah dengar soal Yomi-no-kuni?
Kepercayaannya orang Jepang.
Maksudmu, pintu Yomi-no-kuni?
Pintu gerbang ke dunia orang mati?
Sudah kuduga, kau pasti tahu.
Aku menemukan suatu tempat yang seperti itu.
Ada orang yang memberi tahu, dan aku langsung ke sana.
Aku bertemu dengan adikku di sana.
Kami berbincang.
Aku tahu kau pernah kehilangan seseorang.
Maksudmu?
Orang yang pernah kehilangan terlihat dari sorot matanya.
Ada apa?
Seperti orang kesambet.
Tidak apa-apa.
Ayo pulang. Nanti kesambet sungguhan.
Ya sudah, ayo.
Pintu Yomi-no-kuni?
Kalian harus tahu. Liburan ini, aku akan pergi ke Paris!
- Paris? Keren banget! - Ya.
Ayahku baru saja membelikan handphone terbaru!
- Wah, bagus banget! - Warnanya pink pula! Favoritku!
- Bagus! - Gila! Keren!
Tunggu dulu.
Kalian juga harus tahu.
Kata orang tuaku, kalau nilaiku bagus,
aku akan dibelikan jam tangan!
- Jadinya pergi ke mana? - Ke mal yuk.
- Ke mal? - Jalan-jalan.
Sarah, kita pergi ke mal yuk.
- Sudah. - Ya? Ikut saja.
- Tidak perlu banyak berpikir. - Ayo, kita ke mal dan seru-seruan.
Enaknya nanti apa ya?
Karaoke.
- Bagaimana kalau ke salon? - Boleh juga.
Kita harus ke salon. Sudah lama aku tak ke salon.
Ya, rambutnya ini.
Dulu agak keriting.
Aku jarang ke salon. Kemarin baru ujian, 'kan?
- Kepalaku pusing. - Ya…
Aku sibuk.
Pokoknya, kita lakukan semuanya.
Kita harus seru-seruan dan bersenang-senang.
Ya, kita harus bersenang-senang.
Ingat cowok yang kemarin melihatku?
Ingat. Dia berbuat apa?
Dia teman sekampusku.
Dia bilang dia ketemu arwah adiknya di sana.
Masih juga?
Sar, kita sudah ke tempat-tempat mistis agar bisa bertemu ibumu.
Tapi tidak ada yang beres.
Kita ke Toraja, ikut pemakaman, tidak ada apa-apa.
Ritual Babukung di Dayak?
Kita digigit nyamuk.
Ke Gunung Salak?
Kau hampir mati karena kena hipotermia.
Siapa tahu aku bisa bertemu dengan ibuku di sini.
Sar,
mungkin
ibumu sudah bahagia di Surga.
Dia tak mau diganggu.
Sudah.
Biarkan ibumu tenang di sana.
Ya sudah, oke. Aku temani.
Aku temani kau ke sana,
tapi ini yang terakhir.
Setelah itu, aku tak mau lagi.
Hotel kok seperti ini? Memangnya ada yang mau menginap?
Ada.
Kau dan aku.
Wah…
Sebaiknya kau berdoa agar hotel ini ada tempat karaokenya.
Jika tidak, aku bisa mati berdiri.
Memangnya ada tempat karaoke di Gunung Salak?
Permisi.
Aku tidak yakin ada tempat karaokenya.
Lihat saja tempatnya.
Apa kau yakin ini hotel,
bukan kuburan?
Kenapa?
Sepertinya aku melihat perempuan di sana.
Mana?
Mungkin tamu.
PENERIMAAN TAMU
Halo.
Di mana mereka?
Kita duduk saja di sana sampai ada orang.
Selamat malam.
Perasaan tadi tidak ada orang.
Bapak muncul dari mana?
Namaku Indarto.
Selamat datang di Hotel Sakura.
Jadi, berapa lama rencana menginap di sini?
Tiga malam, Pak.
Tidak semalam saja?
Tiga malam saja, Pak, untuk dua orang.
Bisa pinjam KTP?
Aku ada.
Ini harga untuk tiga malam.
Kok kamar nomor delapan tidak ada, Pak?
Dari tujuh, langsung sembilan.
Kenapa?
Pak?
Tanda tangan di sini.
Mas.
Ada tamu di lobi. Tolong, Mas.
Hotelnya lagi sepi ya, Pak?
Memang kebetulan malam ini hanya kalian berdua.
Tapi aku lihat perempuan di sana.
Selamat malam.
Kenapa pada muncul mendadak?
Mas Fikar.
Tolong antar mereka ke kamar nomor lima.
Sudah, sini. Lama.
Ayo.
- Pak. - Ya?
Memangnya benar kalau yang menginap hanya kami?
Soalnya, tadi aku lihat ada orang.
Mungkin Nona salah lihat.
Ayo.
Aku juga yakin Nona pasti salah lihat.
Ayo masuk.
Besar juga kamarnya.
Kalau tidak ada karaoke, pasti ada TV kabel, 'kan, Pak?
Ini.
Permisi, Nona.
Kalau yang kau cari itu arwah,
orang-orang tadi itu arwah semua.
Takut banget.
Kok ada sapu lidi di lemari?
Kalau menurut mitologi Jawa,
sapu lidi dipakai untuk…
Menolak setan.
Setan takut sama sapu lidi?
Tolak setan?
Kukira hanya angin saja yang ditolak.
Setan juga. Namanya "tolak setan".
Kepercayaannya begitu.
Artinya…
Hotel ini berhantu?
Buktinya, kita sudah disediakan sapu untuk mengusir setan sendiri.
Aneh banget.
Yang pasti, sapu lidi dipakai untuk membersihkan kasur.
Kita saja yang kejauhan.
"Kita"? Kau kali.
Sarah.
Kenapa?
Selamat ulang tahun!
Ini.
Buat harapan.
Semoga
aku bisa bertemu ibuku.
Amin.
Semoga apa yang kau mau terkabul.
Amin. Tiup lilinnya sekarang.
Senang tidak?
Tunggu dulu, aku punya satu lagi.
Sebentar.
Apa lagi, Nid?
Sudah, tutup mata.
Sekarang buka.
Bagaimana? Suka tidak?
Selamat ulang tahun ya.
Bu, aku mau bertemu Ibu.
Semoga tempat ini bisa mempertemukan kita.
Sarah.
Ibu?
Nasi gorengnya lumayan.
Kok gelangnya tidak dipakai? Tidak suka ya?
Nanti dipakai kok.
Jangan manyun.
Selamat pagi, Nona Sarah.
Nona Nida.
Bagaimana tidurnya semalam?
Nyenyak?
Nyenyak, Pak.
Tapi kamarnya agak bau apak. Lembap begitu.
Apa kau menciumnya?
Pak…
Kudengar…
Hotel ini ada penunggu lain ya?
Seperti yang sudah kukatakan,
tamu hotel kami hanya kalian.
Tapi kalau maksudmu adalah hantu atau setan,
selama 40 tahun aku bekerja di sini,
aku tak pernah lihat apa-apa.
Sama sekali.
Tidak pernah.
Silakan nikmati sarapannya.
Aku tak percaya dengannya.
Kau ini ya.
Kau tak percaya manusia,
tapi malah percaya setan.
Sepertinya kau salah lagi.
Hotel ini biasa-biasa saja.
Buktinya, kita tidur nyenyak semalam.
Tapi Aldo bicara seserius itu.
Untuk apa dia bohong soal arwah adiknya?
Tapi ini baru satu malam.
Masih ada dua malam, 'kan?
Dua malam di hotel saja?
Pak.
Permisi, Nona.
Permisi keluar dulu.
Kau lihat itu? Dia hampir saja mengambil gelang pemberianku.
Perasaanku benar.
Jangan-jangan ada yang diambil.
Apa yang mau Nona tahu dariku?
Ada yang bilang kepadaku
bahwa hotel ini
bukan hotel biasa.
Ada penghuni lain di sini.
Oh…
Jadi, karena itu Nona datang kemari?
Ya.
Hotel ini hotel yang damai
sampai datang orang-orang seperti Nona.
Berarti benar, 'kan?
Sebaiknya Nona kembali ke kamar.
Aku harus kembali bekerja.
Temanku, Aldo, pernah datang kemari.
Bapak ingat?
Dia kurus,
pakai kacamata,
dan agak aneh.
Tak banyak orang yang datang ke hotel ini. Aku ingat.
Teman Nona tidak banyak bicara.
Apa yang dia lakukan di sini?
Dia tidur di kamar berapa?
Pak.
Nomor
delapan.
Bukankah kamar nomor delapan tidak ada?
Bolehkah kulihat?
Tolong, Pak.
Ini penting bagiku.
Aku tak akan bilang siapa-siapa.
Aduh.
Mama.
- Ke mana saja kau? - Sut…
Ikuti aku saja. Ayo.
Ayo.
Ayo, masuk.
Siapa mereka?
Itu Kapten Kaeda Yatsuichi
bersama istrinya, Setsuko, dan putri mereka, Ayano.
Dulu, di hotel ini,
para perwira Jepang tinggal di sini.
Jadi, di sini Aldo tidur?
- Bolehkah aku pindah ke kamar ini? - Tidak.
Nah, bagus, Pak.
Ini bukan kamar temanmu.
Temanmu tidur di tempat lain.
Tapi entah kenapa dia bisa punya duplikat kunci kamar ini.
Itu sebabnya aku mengusirnya.
Kenapa tidak disewakan saja?
Tidak bisa.
Kamar ini bersejarah.
Waktu Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Sekutu,
semua prajurit Jepang disuruh menyerang oleh kaisarnya.
Ada para prajurit yang menolak untuk menyerah
dan bahkan membunuh temannya sendiri
kalau mereka menyerah karena dianggap pengkhianat.
Hiroshima dan Nagasaki
sudah hancur menjadi debu.
Bukan berarti Jepang telah kalah.
Siapa pun yang tunduk kepada Sekutu adalah pengkhianat.
Dan mereka harus mati!
Anak-anak buah Kapten Kaeda,
termasuk istri dan putrinya,
dibunuh secara kejam.
Setsuko dan Ayano
dibantai
di kamar ini.
Sedang apa kalian di sini?
- Keluar! - Ayo keluar.
Kau serius mau tidur di kamar itu?
Katanya kau tak percaya setan.
Ya, tapi tak begitu…
Sar, mati lampu ya?
Ya, mati lampu.
Nid.
Apa? Sebentar, tanggung.
Nid, tidak lucu.
Mama.
Mama.
Sar, ini aku.
Maaf.
Tadi listriknya sempat mati karena sekringnya turun.
Maklum, gedung ini sudah tua.
Mendingan kita pulang saja.
Jangan.
Aldo benar.
Ini adalah pintu Yomi-no-kuni.
Pintu menuju dunia orang yang sudah mati.
Kalau begitu, kita tak boleh takut.
Memang itu yang kau tuju, 'kan?
Silakan.
Selamat makan, Nona.
Terima kasih.
Demi kebaikan Nona, sebaiknya jangan pakai gelang itu.
Demi kebaikan Nona. Ya?
Maksud Bapak?
- Nona harus cepat pergi… - Mas Fikar.
Ya.
…dari sini.
- Bantu aku. - Ya.
Kenapa, Sar?
Tidak apa-apa.
Sar.
Aku mau tidur di kamar nomor delapan.
Tadi kau dengar sendiri. Itu bukan kamar untuk umum.
Tapi Aldo bilang, dia bertemu arwah adiknya di kamar itu.
Siapa tahu aku bisa bertemu ibuku di sana.
Aya…
Aya…
Cepat, Sar, sebelum mati lampu lagi.
Senternya kutaruh di kamar.
♪ Sakura ♪
♪ Sakura ♪
Ayano…
Ayano…
Ayano…
♪ Apakah itu kabut ♪
♪ Atau awan? ♪
Sar.
Sar.
Kita pergi ke mal yuk.
Sar.
Sar.
Sudah, ikut saja.
Sar.
Kau liburan ke mana?
Sar.
Sar?
Mama.
Ibu…
Ibu.
Ibu.
Aya…
Aya…
Nida!
- Ayano… - Nida!
Ayano…
- Nida! - Aya…
Ayano…
Ayano…
Ayano…
Nida!
Mama.
Ayano…
Ayano…
Kau tak apa?
Kita pulang sekarang.
Aku mau…
Kita melupakan semua kejadian tadi.
Jangan diingat lagi.
Sarah.
Sudah ya. Ini yang terakhir.
Pak?
Sar.
Kita pergi ke mal yuk.
Ayo ikut.
Sudah, ikut saja.
Kita pergi ke mal yuk. Seru lo.
Sarah, ikut saja yuk ke mal.
Ayolah. Ikut saja yuk.
Sarah, mau ke mana?
Ikut saja yuk.
Mau ke mana, Sarah?
Sarah…
Ikut saja yuk.
Seharusnya kita tak pernah pergi ke sana.
Aku tidak tahu lagi, Nid…
Membedakan mana yang nyata
dan yang mimpi.
Menurutku, keduanya menyeramkan.
Kau sudah ke dokter?
Aku tidak butuh ke dokter.
Aku tak butuh itu.
Aku akan langsung ke kosanmu setelah pulang bekerja.
Ayano…
Ayano…
Ayano…
Nida, kalau ketemu Sarah, kabari Om ya.
Om menghubunginya berkali-kali,
tapi ponselnya mati.
Ya, Om.
Nanti kalau sudah bertemu Sarah, pasti langsung kukabari.
Terima kasih ya.
Sarah.
Dari mana saja kau?
"Dari mana saja"?
Aku di sini saja.
Kau menghilang tiga hari, Sarah.
Aku…
Setelah pulang kerja waktu itu, aku kemari, tapi kau tak ada.
Besoknya lagi kemari, kau tak ada.
Besoknya pun juga sama.
Ponselmu juga mati.
Aku sampai mencarimu ke kampus, menelepon ayahmu.
Tiga hari tanpa kabar.
Aku tidak pergi ke mana-mana.
Aku menunggumu di sini
selama tiga hari.
Tiga hari, Sarah.
Tiga hari kau tak ada kabar.
Aku tidak mengerti.
Aku tidak mengerti.
Aku yang gila atau kau yang gila?
Aku bermimpi buruk berulang-ulang.
Di mimpiku, aku kembali ke hotel itu.
Aku lelah.
Aku takut, Nid.
Ibu?
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Bu.
Sarah, bangun!
Sarah.
Kau di kamar bersamaku.
Kau mimpi lagi.
Aku harus kembali ke hotel itu.
Mau apa lagi kau di sana?
Ada urusanku yang belum selesai.
Aku harus pergi ke sana.
Tapi, Sarah…
Kumohon, Nid.
Temani aku.
Tunggu mesinnya dingin dulu ya, Sar.
Lima belas menit lagi, baru kita berangkat.
Kenapa orang-orang sering bilang…
Kuburan tempat yang paling menyeramkan?
Padahal, kuburan tempat yang paling damai…
Dan tenang.
Begini, Sar,
dengan masalah yang kita hadapi, jangan bicarakan soal kuburan.
Bicarakan hal-hal menyenangkan saja.
Oke?
Aku mau
setelah semua ini lewat,
aku ingin kau bisa dapatkan kedamaianmu sendiri.
Kau yakin?
Apa-apaan ini?
Pak Indarto?
Pak Fikar?
Nid.
Aku ke sana dulu ya.
Kau tunggu Pak Indarto di sini.
Halo.
Pak?
Sarah.
Ibu.
Sar?
Sarah.
Ibu.
Sar.
Sar.
Ibu.
Hei.
Untuk apa Nona kemari?
Maaf.
Tadi Sarah dan aku menunggu lama di depan,
tapi tidak ada orang.
- Ada. - Ya.
Sarah?
Aku sedang mencarinya.
Ya, tapi kau dan temanmu itu dilarang masuk kemari. Ayo keluar!
Keluar!
Keluar!
- Ya. - Dia…
Dia pernah muncul di kamarku.
Ya.
Ini sebenarnya ada apa, Pak?
Bapak menyembunyikan sesuatu?
Ya?
Pak.
Pak.
Pak, jawab.
Aku sudah memperingatkan
teman Nona agar tidak memakai gelang atau perhiasan.
Demi kebaikan Nona, sebaiknya jangan pakai gelang itu.
Demi kebaikan Nona. Ya?
Tapi teman Nona tak mau dengar.
Pak, tolong jawab aku.
Di hotel ini memang banyak penghuninya,
tapi tidak ada yang jahat.
Kecuali…
Setsuko.
Setsuko?
Yang ada di kamar nomor delapan?
Banyak perempuan yang meninggal di hotel ini.
Semua karena memakai gelang dan perhiasan yang bunyinya sama.
Karena bunyinya yang sama itulah, Setsuko muncul.
Bangun.
Bu.
Sarah…
Sarah pasti kembali ke kamar itu. Tolong antar aku ke sana.
Tolong, Pak.
- Pak, tolong. Aku harus menemukannya. - Hei!
Ada apa di sini?
Kau, Nona.
Untuk apa ada di sini lagi?
Diperkirakan korban meninggal satu minggu yang lalu.
Memang pada malam itu, saat mereka berdua mau menginap,
semuanya baik-baik saja.
Tidak ada masalah.
Sampai pada malam ketiga, aku melihat Nona Nida pergi keluar hotel sendirian.
Lalu, Sarah ke mana?
Aku tidak tahu.
Saat masuk ke kamar hotel itu, kamarnya kosong.
Bagaimana bisa?
Mereka melihat kok aku bersama Sarah.
Sarah masih hidup saat bersamaku.
Tapi dari hasil forensik,
kematiannya sudah hampir seminggu.
Tidak mungkin kau bersama dia, padahal dia sudah mati.
Tiga hari setelah Mbak Sarah pergi dengan Mbak Nida,
Mbak Nida kembali ke kos.
Tapi sendirian, tanpa Mbak Sarah.
Mbak, Mbak Sarah sudah pulang?
Tadi aku yang mengantarnya ke kamar.
Padahal aku lihat Mbak Nida datang sendiri.
Lalu, setelah itu?
Aku tidak melihat lagi keberadaan Mbak Sarah di kos.
Hingga suatu malam, aku mengintip kamar Mbak Sarah.
Kulihat Mbak Nida tidur sendirian di kasur Mbak Sarah.
Aku merasakan ada yang aneh dengan sikapnya.
Aku justru tahu Sarah hilang dari Nida.
"Nida menghubungiku, " Di mana Sarah?
Sudah tiga hari dia menghilang."
Nida pernah bilang bahwa Sarah menghilang.
Tiba-tiba Nida datang.
Lalu, dia bilang dia datang bersama Non Sarah.
Tapi, lalu, Non Sarah menghilang.
Lalu, dia minta diantar ke kamar nomor delapan.
Kenapa dia minta diantar ke sana?
Aku tidak tahu.
Tak ada yang mendukung ceritamu.
Tak ada yang melihat
kau bersama Sarah saat kabur dari hotel itu.
Orang-orang aneh itu…
Pasti bohong sama Bapak.
Atau mungkin kau yang tidak jujur.
Kau berusaha menciptakan alibimu sendiri, mengarang cerita Sarah menghilang,
dan berusaha mencarinya.
Untuk apa?
Untuk menghindari tuduhan.
Tuduhan apa?
Membunuh Sarah.
Bercanda.
Mereka semua gila.
Bapak ikutan gila.
Mereka semua bohong.
Mereka semua bohong.
Sarah masih hidup saat bersamaku.
Mereka semua
tidak pernah cerita soal Setsuko, 'kan?
Ya, 'kan?
Setsuko?
Setsuko pembunuhnya.
Sarah dibunuh dia.
Ya.
Pasti Setsuko pembunuhnya, Pak.
Aku yakin.
Dia pasti yang membunuh Sarah.
Siapa lagi? Ya, 'kan?
Setsuko pembunuhnya.
Pasti Setsuko yang membunuh.
Tidak ada yang percaya?
Tidak ada yang percaya?
Jangan sedih, Nid.
Kau masih hidup?
Kau tahu?
Mereka bilang aku gila.
Mereka tidak percaya kau masih hidup.
Mereka tak percaya dengan ucapanku.
Mereka berpikir aku yang membunuhmu.
Tidak mungkin. Tidak mungkin aku membunuhmu.
Mereka semua jahat kepadaku.
Mereka semua jahat.
Mereka semua jahat.
Jahat.
Tapi kita tidak jahat kok.
Mama.
Mama.
Ayano…
Selamat jalan, Sarah.
Akhirnya, kau bisa bertemu dengan ibumu.
Yang damai ya di sana.
INI ADALAH CERITA FIKSI.
SEGALA BENTUK KEMIRIPAN ADALAH KEBETULAN SEMATA.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.