Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 23]
Masuk.
Bos.
Aku membawa asisten baru
untuk bertemu denganmu.
Begitu cepat?
Kalian mengobrollah.
Apa yang sedang kamu lakukan?
Kenapa?
Baru beberapa hari tidak bertemu,
sudah bilang aku mengacau?
Bukankah kusuruh kamu
melakukan hal yang kamu sukai?
Iya.
Makanya aku datang.
Apa kamu tidak mengerti perkataanku?
Maksudku adalah hal yang
benar-benar ingin kamu lakukan.
Jangan dibatasi lagi oleh
perusahaan ini dan impianku.
Aku kira kamu sudah mengerti.
Kamu begitu suka menjadi asistenku?
Lu Zichen.
Kamu jangan melewati batas.
Sudah begini, masih ingin menjadi asisten?
Mana ada asisten
yang berbicara seperti ini pada Bos?
Kamu dipecat sekarang.
Aku tidak akan pergi.
Aku baru saja menandatangani kontrak kerja.
Aku akan memberimu ganti rugi.
Zichen.
Bukannya sebelumnya kamu bilang padaku,
menyuruhku
mengerjakan hal yang kusukai?
Aku sudah memikirkan dengan serius.
Kehidupan di sini
adalah kehidupan yang kusuka.
Dalam duniaku, harus ada kamu.
Kukira
kamu tidak suka padaku.
Dulu aku tetap berada di sampingmu
karena aku menyukaimu.
Lanjutkan.
Kalau begitu...
Kenapa tidak memberitahuku waktu itu?
Waktu itu,
mungkin karena takut akan ditolak,
jadi aku menolak diri sendiri dulu.
Bukankah kamu juga sama?
Waktu itu, kita berdua
sungguh sangat bodoh.
Bisakah kita saling memaafkan,
memberi kesempatan untuk diri sendiri?
Aku tidak tahu bagaimana menjawabmu.
Juga tidak tahu apakah jika aku setuju,
itu tindakan yang benar atau bukan.
Tidak masalah.
Kali ini, aku takkan ke mana-mana.
Kita punya banyak waktu.
Mulai serah-terima.
Kalian berbicara begitu lama.
Membahas apa saja?
Yang penting dia tidak mengusirku.
Xiao Wudi.
Xiao Wudi.
Tidak di rumah?
Aku tidak akan membaginya denganmu.
Ibu.
Tidak di rumah.
Lampu kamarku tidak dimatikan.
Xiao Wudi.
Kenapa kamu berpakaian begini?
Bibi An yang mencarikannya.
Ada punyamu juga.
Kamu mau apa?
Aku ingin menyembuhkanmu
sebelum aku pergi.
Aku tidak apa-apa.
Sudah pingsan, masih tidak apa-apa?
Nan Xing.
Aku tahu,
kamu ingin dirimu kuat,
ingin dirimu berani.
Kamu tidak ingin menunjukkan
sisi menyedihkanmu
di hadapanku.
Tapi pernahkah kamu berpikir?
Melihatmu yang seperti ini,
mana mungkin aku bisa pergi dengan tenang?
Bukankah kita sudah berjanji
tidak memikirkan hal ini dulu?
Lagi pula,
meski kamu mau melakukan
terapi psikologis untukku,
kamu juga tidak perlu berpakaian begini.
Ini terapi situasional.
Percayalah padaku, oke?
Xiao Wudi.
Mao Xiaojun, tunggu aku!
Ada yang ingin kamu katakan padaku?
Aku...
Mao Xiaojun.
Tunggu aku.
Sungguh kebetulan.
Kenapa kamu ada di sini?
Aku memakai earphone,
bukan penutup mata.
Memangnya aku tidak melihat
kamu mengejarku
dari stasiun bus?
Mao Xiaojun.
Bibi An.
Nan Xing.
Aku mencari Mao Xiaojun
ingin bertanya soal matematika.
Xiaojun, jelaskan baik-baik.
Dia pasti akan menjelaskan baik-baik padaku.
Kamu bertanya pelajaran
atau mencari pekerja pengganti?
Setiap hari kepalaku dipukul olehmu
sampai jadi bodoh.
Kumohon, jelaskanlah padaku.
Nanti setelah aku selesai memasak,
kusuruh Xiaojun mengantarkan cemilan malam padamu.
Baik.
Meski sudah makan, aku bisa makan lagi.
Ayahku masih ada di dalam.
Aku pergi menyelamatkan Paman.
Tidak, Mao Xiaojun.
Mao Xiaojun, maaf.
Aku tidak seharusnya
menyukaimu secara sepihak.
Aku...
Jika bukan aku yang bersikeras
menyuruhmu mengantarkan makanan untukku,
kamu tidak akan datang menyelamatkanku.
Kamu juga tidak akan mati.
Andai saja aku tidak menyukaimu.
Andai...
Andai saja orang yang mati
adalah aku maka lebih baik.
Maaf.
Bodoh.
Jika orang yang mati adalah kamu,
dia juga akan sangat sedih.
Karena dia juga menyukaimu.
Bodoh.
Dia menyukaimu sejak kecil.
Sangat suka sejak dulu.
Sekarang juga suka.
Hanya saja saat itu
dia sama sepertimu.
Dia juga masih kecil.
Jadi dia tidak berani menunjukkan
hatinya padamu.
Di dalam mimpi,
dia memberitahuku semua isi hatinya.
Nan Xing.
Kamu harus tahu,
kamu bukan menyukainya
secara sepihak,
dia juga menyukaimu.
Jadi, berkorban demi orang
yang disukainya...
Jangan khawatir.
Tunggu aku.
...adalah pilihannya.
Semua yang kulakukan sekarang
juga adalah pilihanku.
[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]
Sepertinya sudah bisa.
Xiao Wudi,
terima kasih.
Xiao Wudi.
Xiao Wudi.
Sudah selesai.
Maaf.
Menyembuhkan ikatan di hati Nan Xing,
menebus penyesalan masa lalunya,
ini adalah tugasku, kan?
Benar.
Sekarang tugasku sudah selesai.
Benar.
Juga sudah saatnya aku menghilang.
Benar semua.
Seumur hidupku
tidak pernah memohon pada seseorang.
Tapi setelah aku menghilang,
mohon bantu aku satu hal.
Aku harus mendengar
bantuan apa,
baru aku bisa memutuskan membantu atau tidak.
Kali ini, setelah aku pergi,
jika dia masih menderita
seperti sebelumnya,
carilah seseorang lagi.
Cari seseorang yang bisa terus menemaninya
dan menyembuhkannya.
Tapi kali ini, jangan mencari seorang
antagonis sepertiku lagi.
Carikan seorang pahlawan baginya.
Kenapa?
Kamu juga merasa dirimu
adalah antagonis?
Memangnya bukan?
Kutanya padamu.
Dunia tempatmu hidup
apakah sama dengan tempat
yang Nan Xing tulis?
Memang sedikit berbeda.
Tapi...
Penulisnya adalah Nan Xing.
Dia sendiri juga berpikir begitu.
Bagaimana aku bisa menjelaskan lagi?
Masalah ini
harus dibahas mulai dari belasan tahun lalu.
Kamu juga bisa melihat,
diriku ini,
karakterku lumayan aktif.
Beberapa tahun ini,
aku menyebabkan
banyak masalah untuk diriku sendiri.
Sungguh tidak berpendidikan.
Paman.
Bagaimana kamu memasukkannya?
Tapi yang paling merepotkan adalah
bocah itu, Mao Xiaojun.
Begini, bagikan permenmu
padaku,
maka aku akan memberitahumu.
Sebenarnya,
masalah ini sangat sederhana.
Karena Paman adalah orang dewasa.
Setelah kamu besar dan banyak latihan,
kamu pasti bisa memasukkannya.
Penipu.
Kamu tidak hanya suka menipu,
tapi juga mencuri jajan anak kecil.
Bagaimana aku mencuri jajanmu?
Bukankah
kamu yang memberikannya padaku?
Katamu, jika aku memberikan ini padamu,
kamu akan menjawab pertanyaanku.
Tapi jawabanmu adalah bohong.
Bukankah ini sama dengan mencuri?
Kukembalikan.
Kamu sudah memakannya,
bagaimana mengembalikannya?
Beri aku uang.
Baik.
Ini untukmu.
Bagaimana memakainya?
Kuberi tahu kamu.
Nanti kamu
buatlah harapan.
Jika terkabulkan,
dilarang memberi tahu
masalah hari ini pada orang lain,
oke?
Harapan apa pun juga boleh?
Harapan apa yang bisa dibuat anak kecil?
Pistol mainan? Robot?
Aku mau melindungi Adik Berkacamata seumur hidup,
membuatnya bahagia.
Gawat, gawat, gawat.
Dasar bocah.
Kamu bisa membuat harapan tidak?
Ambil.
Buat harapan baru. Cepat.
Tidak bisa.
Hanya ini harapanku.
Seumur hidup? Kamu akan menyesal.
Aku tidak akan menyesal.
Sampai jumpa, Paman.
Siapa Adik Berkacamata?
Seberapa suka dia pada
Adik Berkacamata ini?
Aku sama sekali tidak menyangka
seorang anak kecil
bisa membuat harapan seperti ini.
Ayah, aku pergi ke sekolah!
Mao Xiaojun!
Tunggu aku!
Awalnya aku merasa
seharusnya ini hanya lelucon.
Menurutmu, apa yang bagus
dari Nan Xing?
Aku ingin menunggu Mao Xiaojun
agak dewasa,
dan bertemu banyak wanita,
mungkin dia akan
tidak begitu peduli pada Nan Xing lagi.
Harapan ini
juga akan batal dengan sendirinya.
Tapi siapa sangka,
ada kejadian tidak terduga.
[Lurus, Berbudi, Berharga]
Apa ini?
Aku melihatmu membawanya setiap hari,
bisa...
♫ Mengejar di tengah kerumunan ♫
♫ Terpisah terlalu jauh, tak terdengar ♫
Aku mau melindungi Adik Berkacamata seumur hidup,
membuatnya bahagia.
♫ Bisakah membuka matamu ♫
♫ Berhenti di saat ini ♫
[Lurus, Berbudi, Berharga]
Sampai Mao Xiaojun mati pun,
dia tidak melepaskan harapan ini.
♫ Mencoba untuk mengembalikan kepercayaan ♫
♫ Melampaui batasan mimpi buruk ♫
♫ Bagaimana menafsirkan mimpi ini ♫
♫ Setelah rindu pergi ♫
♫ Ingin melepaskan, tapi malah sangat melekat ♫
♫ Saat terbangun ♫
♫ Aku takut hatiku akan hancur ♫
Aku mau membuat harapan.
♫ Biarkan salju menutupi dunia ♫
♫ Melihat gambaran sempurna di masa depan ♫
Jadi, selama bertahun-tahun,
♫ Tak perlu takut ♫
aku terus memikirkan cara
untuk membuat Nan Xing bahagia.
♫ Saat aku berjalan memasuki kegelapan ♫
Tapi ikatan di hati Nan Xing sudah terlalu dalam.
♫ Mohon tetaplah di sisiku ♫
Aku hanya bisa menunggu pelan-pelan.
♫ Tunggu ombak surut dan membawa pergi kesedihan ♫
Akhirnya,
aku menemukan sebuah kesempatan.
Apa hebatnya berpacaran?
♫ Kita berubah menjadi bunga yang terjatuh ♫
Jika aku bisa pacaran,
aku juga ingin.
♫ Tak peduli siang atau malam ♫
Aku juga ingin punya
sebuah cinta yang tak terlupakan.
♫ Berpelukan erat ♫
Sebuah cinta yang tak terlupakan.
♫ Lampu tidak akan padam ♫
Tapi kenapa
kamu memilihku?
Lihatlah sendiri.
Ini buku Mao Xiaojun.
[Tuan Muda Hehuan, Xiao Wudi]
Jadi, aku dibuat oleh
Mao Xiaojun?
[Keterampilan luar biasa, tak terkalahkan]
[Giok, senjata tak ternilai, senjata, kipas]
Dia yang menulisku?
[Cerdas, bertindak di luar akal sehat]
Mao Xiaojun
sudah suka Adik Berkacamata sejak kecil.
Yaitu Nan Xing.
Jadi, dia membuat
Pendekar Xiao Wudi,
agar dia melindungi Nan Xing.
Bisa dikatakan,
kamu memiliki kemampuan yang diinginkan Mao Xiaojun,
tapi tidak bisa dimiliki olehnya.
Setelah dia mati,
kamu meneruskan
pemikiran dan perasaannya.
Sekarang,
kamu adalah diri Mao Xiaojun
yang ada dalam impiannya.
Sudah.
Xiao Wudi, selamat.
Kamu telah lulus ujian terakhir.
Ujian?
Bukannya tadi kamu bilang
aku akan menghilang?
Benar.
Tuan Muda Hehuan, Xiao Wudi,
sudah menghilang.
Xiao Wudi.
Kamu kembali?
Nan Xing.
Aku kira kamu tidak bisa kembali lagi.
Nan Xing.
Barusan aku bertemu Peri.
Dia bilang,
aku lulus sebuah ujian.
Dia juga bilang Tuan Muda Hehuan
sudah menghilang dari dunia sejak saat ini.
Lihat.
Bukankah ini buku Mao Xiaojun?
Kenapa ada padamu?
Ini diberikan oleh Peri.
Katanya,
inilah dunia tempatku berasal.
Aku sudah ingat.
Aku pernah mengatakan nama Xiao Wudi
pada Mao Xiaojun secara tidak sengaja.
Tidak disangka,
dia diam-diam menulis sebanyak ini.
Jadi kamu adalah...
Jadi aku bukan
tokoh di dalam bukumu.
Aku adalah tokoh
yang diciptakan oleh Mao Xiaojun.
Dia selalu
menyukaimu diam-diam.
Kamu tidak perlu kembali lagi?
Peri itu bilang padaku,
setiap kali aku kembali,
kemungkinan adalah hari terakhir,
jadi kamu harus menghargaiku baik-baik.
Jika tidak, dia...
Chu.
Kontrak hak cipta
sudah kuperbaiki.
Yu Fan.
Tempat acara sudah dikonfirmasi.
Baik.
Kak Jiao.
Jadwal Bos minggu depan.
CEO Ye.
Kamu bekerja di sini,
kami sungguh tidak terbiasa.
Panggil saja aku Ye.
Aku punya sebuah rapat
dengan Kak Hai Tao.
Oh ya,
urusan yang harus dicocokkan dengan Kak Shanshan,
kuserahkan padamu.
Baik, tidak masalah.
Di catatan rapat
membahas soal
masalah hak cipta turunan,
kurasa perlu dipertimbangkan lagi.
Tidak masalah.
Direktur Lu.
Direktur Lu.
Direktur Lu.
Direktur Lu.
[Jalan Penulis]
Masuk.
Direktur Lu.
Terima kasih.
Teh Shengpu?
Benar.
Bos secara khusus
mempersiapkannya untuk Anda.
Kenapa aku tidak tahu
dia begitu berniat?
Jika Anda tidak ada
keperluan lain,
aku keluar dulu.
Tunggu.
Kamu minum teh tidak?
Maukah kuminta orang di luar
mengantarkan segelas juga untukmu?
Tidak perlu, Direktur Lu.
Jika ada yang ingin dikatakan, langsung katakan saja.
Bukankah kamu sudah pergi sebelumnya?
Kenapa mendadak kembali?
Maaf, Direktur Lu.
Ini masalah pribadi antara
aku dan Bos.
Terkait dengan privasi,
tidak leluasa menjawabnya.
Mohon dimaklumi.
Masih ingat
perjanjian kita sebelumnya?
Ingat.
Jika aku dan Zichen
berpacaran,
Anda akan menarik investasi dari perusahaan.
Sudah bertahun-tahun,
kamu masih merasa tidak puas?
Tidak.
Hanya saja,
aku merasa sangat kesal saat itu.
Sangat kesal saat itu?
Lalu sekarang?
Sekarang,
Anda sudah menarik investasi Anda,
tapi kami berdua
tidak bangkrut.
Di mana mereka?
Di kantor Anda.
Apakah menarik?
Direktur Lu.
Bagaimanapun juga,
kamu juga seorang tokoh masyarakat.
Jangan suka
mengancam seorang wanita.
Kalau ada masalah, katakan saja padaku!
Hari ini aku memberitahumu,
aku mau pacaran dengan Ye Qing.
Kamu punya cara apa lagi?
Keluarkan saja.
Aku tidak akan
melepaskan tangannya lagi.
Ini adalah jawabanku.
Sikap macam apa ini?
Bagaimana kamu berbicara dengan Ayahmu?
Kami akan membuat perusahaan ini
semakin baik.
Suatu hari nanti, pasti akan melampauimu.
Tehnya enak.
Terima kasih.
Apa yang kamu lihat?
Ada teh yang begitu baik di kantor,
kenapa tidak memberikannya padaku?
Tidak masuk akal.
Jangan antar ke kantorku.
Antar ke rumah.
Ini...
Apa yang tadi dia katakan padamu?
Sebenarnya
dulu perjanjian itu
bukan untuk menyerangmu.
Ada sebuah pepatah,
tidak ada Ayah tidak mengerti putranya.
Tapi aku tidak tahu,
dengan karakter anakku,
lebih baik
wanita seperti apa yang
seharusnya
ada di sampingnya.
Makanya...
Sebenarnya, aku mengerti Anda.
Anda selalu merasa
Zichen berkarakter lemah.
Mudah dibohongi.
Jadi,
Anda mengajukan syarat itu
untuk menguji kami berdua saat itu.
Tapi menurutku,
Anda tidak terlalu memahami dia.
Dia jauh lebih kuat daripada
yang Anda kira.
Kalau sudah tahu, jangan dikatakan.
Sedikit banyak
harus memberiku sedikit muka.
Apa yang dia katakan, tidak penting.
Apa yang kamu katakan, itu baru penting.
Tadi kamu begitu
bukan karena gegabah, 'kan?
Kalau gegabah,
masih sempat menyesalinya tidak?
Tentu sudah tidak sempat.
Aku sudah selesai membaca novelnya.
Sangat mengharukan.
Ma Leng berkata pada Su Yu,
dia mencintai dunia ini.
Ma Leng ingin
membuat Su Yu berkeliling dunia.
Aku sama dengan Su Yu.
Aku juga mencintai dunia ini.
Tapi dalam duniaku,
tidak bisa tidak ada kamu.
Tadi kamu keren sekali.
Tadi aku keren sekali.
Kejadiannya
seperti itu.
Bibi.
Maaf,
telah merahasiakan dari Anda begitu lama.
Seharusnya aku memberi tahu Anda
sejak awal.
Memang.
Semuanya adalah salahku.
Tak ada hubungannya dengan Nan Xing.
Ibu...
Kamu diam.
Jadi,
Xiong sama seperti kita,
sudah jadi orang modern?
Coba kulihat benar atau tidak.
Ibu, tentu saja benar.
Dia sungguh bisa merasa sakit
dan punya suhu tubuh?
Dia manusia.
Aku manusia, Bibi.
Selain tidak ada seni bela diri,
apa ada
reaksi buruk lainnya?
Apakah kamu akan
dipanggil kembali tiba-tiba?
Kali ini aku tidak akan kembali lagi,
Bibi.
Aku akan...
Aku akan terus
menemani Nan Xing di sini.
Sungguh?
Sungguh.
Bersumpahlah,
tidak akan meninggalkan Nan Xing selamanya.
Aku bersumpah.
Aku tidak akan meninggalkan Nan Xing selamanya.
Aku akan terus di sisinya.
Terus menjaganya dan menemaninya.
Bagus.
Ibu sudah tidak menentang kami lagi?
Sejak awal
aku tidak pernah menentang kalian.
Kalian berdua
misterius sekali,
tidak memberitahuku apa-apa.
Merahasiakannya dariku.
Aku tidak pernah
bertemu hal seaneh ini.
Tapi kulihat
Xiong juga
sungguh ingin mengobati
gangguan kecemasanmu,
sungguh ingin bersamamu.
Aku hanya khawatir.
Sebelumnya, aku terlalu banyak berpikir.
Xiong, kamu jangan keberatan.
Apa yang kamu katakan, Bibi?
Anda tidak salah.
Jika itu aku,
aku juga akan memilih seperti itu.
Aku tahu kamu akan memahamiku.
Ibu, jangan keras-keras.
Kamu masih melindunginya.
Tapi...
Tapi apa?
Kelak jika kalian
menikah dan punya anak,
bagaimana membuat kartu keluarga?
Boleh masuk kartu keluargaku.
Kami sudah
mengurus kartu keluarga.
Sudah diurus?
Bagaimana caranya?
[Kartu penduduk]
Bibi.
Tampan sekali.
Ini adalah kartu penduduk
paling tampan yang pernah kulihat.
Terima kasih, Bibi.
Jika kalian punya anak,
pasti matanya besar, berkelopak mata ganda.
Jika anak perempuan, seperti Xiong.
Lihat, wajahnya kecil
dan putih, benar?
Kulitnya begitu bagus.
Jika anak laki-laki,
seperti Ibu.
Seperti Nan Xing.
Bulu matanya panjang,
alis tebal.
Tampan sekali.
Bagus.
Ayo kita rencanakan langkah selanjutnya.
Langkah selanjutnya apa?
Masalah besar dalam hidup.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.