All language subtitles for Mr._BAD_episode_23_[iQIYI_subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Mr. BAD]

[Episode 23]

Masuk.

Bos.

Aku membawa asisten baru

untuk bertemu denganmu.

Begitu cepat?

Kalian mengobrollah.

Apa yang sedang kamu lakukan?

Kenapa?

Baru beberapa hari tidak bertemu,

sudah bilang aku mengacau?

Bukankah kusuruh kamu

melakukan hal yang kamu sukai?

Iya.

Makanya aku datang.

Apa kamu tidak mengerti perkataanku?

Maksudku adalah hal yang

benar-benar ingin kamu lakukan.

Jangan dibatasi lagi oleh

perusahaan ini dan impianku.

Aku kira kamu sudah mengerti.

Kamu begitu suka menjadi asistenku?

Lu Zichen.

Kamu jangan melewati batas.

Sudah begini, masih ingin menjadi asisten?

Mana ada asisten

yang berbicara seperti ini pada Bos?

Kamu dipecat sekarang.

Aku tidak akan pergi.

Aku baru saja menandatangani kontrak kerja.

Aku akan memberimu ganti rugi.

Zichen.

Bukannya sebelumnya kamu bilang padaku,

menyuruhku

mengerjakan hal yang kusukai?

Aku sudah memikirkan dengan serius.

Kehidupan di sini

adalah kehidupan yang kusuka.

Dalam duniaku, harus ada kamu.

Kukira

kamu tidak suka padaku.

Dulu aku tetap berada di sampingmu

karena aku menyukaimu.

Lanjutkan.

Kalau begitu...

Kenapa tidak memberitahuku waktu itu?

Waktu itu,

mungkin karena takut akan ditolak,

jadi aku menolak diri sendiri dulu.

Bukankah kamu juga sama?

Waktu itu, kita berdua

sungguh sangat bodoh.

Bisakah kita saling memaafkan,

memberi kesempatan untuk diri sendiri?

Aku tidak tahu bagaimana menjawabmu.

Juga tidak tahu apakah jika aku setuju,

itu tindakan yang benar atau bukan.

Tidak masalah.

Kali ini, aku takkan ke mana-mana.

Kita punya banyak waktu.

Mulai serah-terima.

Kalian berbicara begitu lama.

Membahas apa saja?

Yang penting dia tidak mengusirku.

Xiao Wudi.

Xiao Wudi.

Tidak di rumah?

Aku tidak akan membaginya denganmu.

Ibu.

Tidak di rumah.

Lampu kamarku tidak dimatikan.

Xiao Wudi.

Kenapa kamu berpakaian begini?

Bibi An yang mencarikannya.

Ada punyamu juga.

Kamu mau apa?

Aku ingin menyembuhkanmu

sebelum aku pergi.

Aku tidak apa-apa.

Sudah pingsan, masih tidak apa-apa?

Nan Xing.

Aku tahu,

kamu ingin dirimu kuat,

ingin dirimu berani.

Kamu tidak ingin menunjukkan

sisi menyedihkanmu

di hadapanku.

Tapi pernahkah kamu berpikir?

Melihatmu yang seperti ini,

mana mungkin aku bisa pergi dengan tenang?

Bukankah kita sudah berjanji

tidak memikirkan hal ini dulu?

Lagi pula,

meski kamu mau melakukan

terapi psikologis untukku,

kamu juga tidak perlu berpakaian begini.

Ini terapi situasional.

Percayalah padaku, oke?

Xiao Wudi.

Mao Xiaojun, tunggu aku!

Ada yang ingin kamu katakan padaku?

Aku...

Mao Xiaojun.

Tunggu aku.

Sungguh kebetulan.

Kenapa kamu ada di sini?

Aku memakai earphone,

bukan penutup mata.

Memangnya aku tidak melihat

kamu mengejarku

dari stasiun bus?

Mao Xiaojun.

Bibi An.

Nan Xing.

Aku mencari Mao Xiaojun

ingin bertanya soal matematika.

Xiaojun, jelaskan baik-baik.

Dia pasti akan menjelaskan baik-baik padaku.

Kamu bertanya pelajaran

atau mencari pekerja pengganti?

Setiap hari kepalaku dipukul olehmu

sampai jadi bodoh.

Kumohon, jelaskanlah padaku.

Nanti setelah aku selesai memasak,

kusuruh Xiaojun mengantarkan cemilan malam padamu.

Baik.

Meski sudah makan, aku bisa makan lagi.

Ayahku masih ada di dalam.

Aku pergi menyelamatkan Paman.

Tidak, Mao Xiaojun.

Mao Xiaojun, maaf.

Aku tidak seharusnya

menyukaimu secara sepihak.

Aku...

Jika bukan aku yang bersikeras

menyuruhmu mengantarkan makanan untukku,

kamu tidak akan datang menyelamatkanku.

Kamu juga tidak akan mati.

Andai saja aku tidak menyukaimu.

Andai...

Andai saja orang yang mati

adalah aku maka lebih baik.

Maaf.

Bodoh.

Jika orang yang mati adalah kamu,

dia juga akan sangat sedih.

Karena dia juga menyukaimu.

Bodoh.

Dia menyukaimu sejak kecil.

Sangat suka sejak dulu.

Sekarang juga suka.

Hanya saja saat itu

dia sama sepertimu.

Dia juga masih kecil.

Jadi dia tidak berani menunjukkan

hatinya padamu.

Di dalam mimpi,

dia memberitahuku semua isi hatinya.

Nan Xing.

Kamu harus tahu,

kamu bukan menyukainya

secara sepihak,

dia juga menyukaimu.

Jadi, berkorban demi orang

yang disukainya...

Jangan khawatir.

Tunggu aku.

...adalah pilihannya.

Semua yang kulakukan sekarang

juga adalah pilihanku.

[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]

Sepertinya sudah bisa.

Xiao Wudi,

terima kasih.

Xiao Wudi.

Xiao Wudi.

Sudah selesai.

Maaf.

Menyembuhkan ikatan di hati Nan Xing,

menebus penyesalan masa lalunya,

ini adalah tugasku, kan?

Benar.

Sekarang tugasku sudah selesai.

Benar.

Juga sudah saatnya aku menghilang.

Benar semua.

Seumur hidupku

tidak pernah memohon pada seseorang.

Tapi setelah aku menghilang,

mohon bantu aku satu hal.

Aku harus mendengar

bantuan apa,

baru aku bisa memutuskan membantu atau tidak.

Kali ini, setelah aku pergi,

jika dia masih menderita

seperti sebelumnya,

carilah seseorang lagi.

Cari seseorang yang bisa terus menemaninya

dan menyembuhkannya.

Tapi kali ini, jangan mencari seorang

antagonis sepertiku lagi.

Carikan seorang pahlawan baginya.

Kenapa?

Kamu juga merasa dirimu

adalah antagonis?

Memangnya bukan?

Kutanya padamu.

Dunia tempatmu hidup

apakah sama dengan tempat

yang Nan Xing tulis?

Memang sedikit berbeda.

Tapi...

Penulisnya adalah Nan Xing.

Dia sendiri juga berpikir begitu.

Bagaimana aku bisa menjelaskan lagi?

Masalah ini

harus dibahas mulai dari belasan tahun lalu.

Kamu juga bisa melihat,

diriku ini,

karakterku lumayan aktif.

Beberapa tahun ini,

aku menyebabkan

banyak masalah untuk diriku sendiri.

Sungguh tidak berpendidikan.

Paman.

Bagaimana kamu memasukkannya?

Tapi yang paling merepotkan adalah

bocah itu, Mao Xiaojun.

Begini, bagikan permenmu

padaku,

maka aku akan memberitahumu.

Sebenarnya,

masalah ini sangat sederhana.

Karena Paman adalah orang dewasa.

Setelah kamu besar dan banyak latihan,

kamu pasti bisa memasukkannya.

Penipu.

Kamu tidak hanya suka menipu,

tapi juga mencuri jajan anak kecil.

Bagaimana aku mencuri jajanmu?

Bukankah

kamu yang memberikannya padaku?

Katamu, jika aku memberikan ini padamu,

kamu akan menjawab pertanyaanku.

Tapi jawabanmu adalah bohong.

Bukankah ini sama dengan mencuri?

Kukembalikan.

Kamu sudah memakannya,

bagaimana mengembalikannya?

Beri aku uang.

Baik.

Ini untukmu.

Bagaimana memakainya?

Kuberi tahu kamu.

Nanti kamu

buatlah harapan.

Jika terkabulkan,

dilarang memberi tahu

masalah hari ini pada orang lain,

oke?

Harapan apa pun juga boleh?

Harapan apa yang bisa dibuat anak kecil?

Pistol mainan? Robot?

Aku mau melindungi Adik Berkacamata seumur hidup,

membuatnya bahagia.

Gawat, gawat, gawat.

Dasar bocah.

Kamu bisa membuat harapan tidak?

Ambil.

Buat harapan baru. Cepat.

Tidak bisa.

Hanya ini harapanku.

Seumur hidup? Kamu akan menyesal.

Aku tidak akan menyesal.

Sampai jumpa, Paman.

Siapa Adik Berkacamata?

Seberapa suka dia pada

Adik Berkacamata ini?

Aku sama sekali tidak menyangka

seorang anak kecil

bisa membuat harapan seperti ini.

Ayah, aku pergi ke sekolah!

Mao Xiaojun!

Tunggu aku!

Awalnya aku merasa

seharusnya ini hanya lelucon.

Menurutmu, apa yang bagus

dari Nan Xing?

Aku ingin menunggu Mao Xiaojun

agak dewasa,

dan bertemu banyak wanita,

mungkin dia akan

tidak begitu peduli pada Nan Xing lagi.

Harapan ini

juga akan batal dengan sendirinya.

Tapi siapa sangka,

ada kejadian tidak terduga.

[Lurus, Berbudi, Berharga]

Apa ini?

Aku melihatmu membawanya setiap hari,

bisa...

♫ Mengejar di tengah kerumunan ♫

♫ Terpisah terlalu jauh, tak terdengar ♫

Aku mau melindungi Adik Berkacamata seumur hidup,

membuatnya bahagia.

♫ Bisakah membuka matamu ♫

♫ Berhenti di saat ini ♫

[Lurus, Berbudi, Berharga]

Sampai Mao Xiaojun mati pun,

dia tidak melepaskan harapan ini.

♫ Mencoba untuk mengembalikan kepercayaan ♫

♫ Melampaui batasan mimpi buruk ♫

♫ Bagaimana menafsirkan mimpi ini ♫

♫ Setelah rindu pergi ♫

♫ Ingin melepaskan, tapi malah sangat melekat ♫

♫ Saat terbangun ♫

♫ Aku takut hatiku akan hancur ♫

Aku mau membuat harapan.

♫ Biarkan salju menutupi dunia ♫

♫ Melihat gambaran sempurna di masa depan ♫

Jadi, selama bertahun-tahun,

♫ Tak perlu takut ♫

aku terus memikirkan cara

untuk membuat Nan Xing bahagia.

♫ Saat aku berjalan memasuki kegelapan ♫

Tapi ikatan di hati Nan Xing sudah terlalu dalam.

♫ Mohon tetaplah di sisiku ♫

Aku hanya bisa menunggu pelan-pelan.

♫ Tunggu ombak surut dan membawa pergi kesedihan ♫

Akhirnya,

aku menemukan sebuah kesempatan.

Apa hebatnya berpacaran?

♫ Kita berubah menjadi bunga yang terjatuh ♫

Jika aku bisa pacaran,

aku juga ingin.

♫ Tak peduli siang atau malam ♫

Aku juga ingin punya

sebuah cinta yang tak terlupakan.

♫ Berpelukan erat ♫

Sebuah cinta yang tak terlupakan.

♫ Lampu tidak akan padam ♫

Tapi kenapa

kamu memilihku?

Lihatlah sendiri.

Ini buku Mao Xiaojun.

[Tuan Muda Hehuan, Xiao Wudi]

Jadi, aku dibuat oleh

Mao Xiaojun?

[Keterampilan luar biasa, tak terkalahkan]

[Giok, senjata tak ternilai, senjata, kipas]

Dia yang menulisku?

[Cerdas, bertindak di luar akal sehat]

Mao Xiaojun

sudah suka Adik Berkacamata sejak kecil.

Yaitu Nan Xing.

Jadi, dia membuat

Pendekar Xiao Wudi,

agar dia melindungi Nan Xing.

Bisa dikatakan,

kamu memiliki kemampuan yang diinginkan Mao Xiaojun,

tapi tidak bisa dimiliki olehnya.

Setelah dia mati,

kamu meneruskan

pemikiran dan perasaannya.

Sekarang,

kamu adalah diri Mao Xiaojun

yang ada dalam impiannya.

Sudah.

Xiao Wudi, selamat.

Kamu telah lulus ujian terakhir.

Ujian?

Bukannya tadi kamu bilang

aku akan menghilang?

Benar.

Tuan Muda Hehuan, Xiao Wudi,

sudah menghilang.

Xiao Wudi.

Kamu kembali?

Nan Xing.

Aku kira kamu tidak bisa kembali lagi.

Nan Xing.

Barusan aku bertemu Peri.

Dia bilang,

aku lulus sebuah ujian.

Dia juga bilang Tuan Muda Hehuan

sudah menghilang dari dunia sejak saat ini.

Lihat.

Bukankah ini buku Mao Xiaojun?

Kenapa ada padamu?

Ini diberikan oleh Peri.

Katanya,

inilah dunia tempatku berasal.

Aku sudah ingat.

Aku pernah mengatakan nama Xiao Wudi

pada Mao Xiaojun secara tidak sengaja.

Tidak disangka,

dia diam-diam menulis sebanyak ini.

Jadi kamu adalah...

Jadi aku bukan

tokoh di dalam bukumu.

Aku adalah tokoh

yang diciptakan oleh Mao Xiaojun.

Dia selalu

menyukaimu diam-diam.

Kamu tidak perlu kembali lagi?

Peri itu bilang padaku,

setiap kali aku kembali,

kemungkinan adalah hari terakhir,

jadi kamu harus menghargaiku baik-baik.

Jika tidak, dia...

Chu.

Kontrak hak cipta

sudah kuperbaiki.

Yu Fan.

Tempat acara sudah dikonfirmasi.

Baik.

Kak Jiao.

Jadwal Bos minggu depan.

CEO Ye.

Kamu bekerja di sini,

kami sungguh tidak terbiasa.

Panggil saja aku Ye.

Aku punya sebuah rapat

dengan Kak Hai Tao.

Oh ya,

urusan yang harus dicocokkan dengan Kak Shanshan,

kuserahkan padamu.

Baik, tidak masalah.

Di catatan rapat

membahas soal

masalah hak cipta turunan,

kurasa perlu dipertimbangkan lagi.

Tidak masalah.

Direktur Lu.

Direktur Lu.

Direktur Lu.

Direktur Lu.

[Jalan Penulis]

Masuk.

Direktur Lu.

Terima kasih.

Teh Shengpu?

Benar.

Bos secara khusus

mempersiapkannya untuk Anda.

Kenapa aku tidak tahu

dia begitu berniat?

Jika Anda tidak ada

keperluan lain,

aku keluar dulu.

Tunggu.

Kamu minum teh tidak?

Maukah kuminta orang di luar

mengantarkan segelas juga untukmu?

Tidak perlu, Direktur Lu.

Jika ada yang ingin dikatakan, langsung katakan saja.

Bukankah kamu sudah pergi sebelumnya?

Kenapa mendadak kembali?

Maaf, Direktur Lu.

Ini masalah pribadi antara

aku dan Bos.

Terkait dengan privasi,

tidak leluasa menjawabnya.

Mohon dimaklumi.

Masih ingat

perjanjian kita sebelumnya?

Ingat.

Jika aku dan Zichen

berpacaran,

Anda akan menarik investasi dari perusahaan.

Sudah bertahun-tahun,

kamu masih merasa tidak puas?

Tidak.

Hanya saja,

aku merasa sangat kesal saat itu.

Sangat kesal saat itu?

Lalu sekarang?

Sekarang,

Anda sudah menarik investasi Anda,

tapi kami berdua

tidak bangkrut.

Di mana mereka?

Di kantor Anda.

Apakah menarik?

Direktur Lu.

Bagaimanapun juga,

kamu juga seorang tokoh masyarakat.

Jangan suka

mengancam seorang wanita.

Kalau ada masalah, katakan saja padaku!

Hari ini aku memberitahumu,

aku mau pacaran dengan Ye Qing.

Kamu punya cara apa lagi?

Keluarkan saja.

Aku tidak akan

melepaskan tangannya lagi.

Ini adalah jawabanku.

Sikap macam apa ini?

Bagaimana kamu berbicara dengan Ayahmu?

Kami akan membuat perusahaan ini

semakin baik.

Suatu hari nanti, pasti akan melampauimu.

Tehnya enak.

Terima kasih.

Apa yang kamu lihat?

Ada teh yang begitu baik di kantor,

kenapa tidak memberikannya padaku?

Tidak masuk akal.

Jangan antar ke kantorku.

Antar ke rumah.

Ini...

Apa yang tadi dia katakan padamu?

Sebenarnya

dulu perjanjian itu

bukan untuk menyerangmu.

Ada sebuah pepatah,

tidak ada Ayah tidak mengerti putranya.

Tapi aku tidak tahu,

dengan karakter anakku,

lebih baik

wanita seperti apa yang

seharusnya

ada di sampingnya.

Makanya...

Sebenarnya, aku mengerti Anda.

Anda selalu merasa

Zichen berkarakter lemah.

Mudah dibohongi.

Jadi,

Anda mengajukan syarat itu

untuk menguji kami berdua saat itu.

Tapi menurutku,

Anda tidak terlalu memahami dia.

Dia jauh lebih kuat daripada

yang Anda kira.

Kalau sudah tahu, jangan dikatakan.

Sedikit banyak

harus memberiku sedikit muka.

Apa yang dia katakan, tidak penting.

Apa yang kamu katakan, itu baru penting.

Tadi kamu begitu

bukan karena gegabah, 'kan?

Kalau gegabah,

masih sempat menyesalinya tidak?

Tentu sudah tidak sempat.

Aku sudah selesai membaca novelnya.

Sangat mengharukan.

Ma Leng berkata pada Su Yu,

dia mencintai dunia ini.

Ma Leng ingin

membuat Su Yu berkeliling dunia.

Aku sama dengan Su Yu.

Aku juga mencintai dunia ini.

Tapi dalam duniaku,

tidak bisa tidak ada kamu.

Tadi kamu keren sekali.

Tadi aku keren sekali.

Kejadiannya

seperti itu.

Bibi.

Maaf,

telah merahasiakan dari Anda begitu lama.

Seharusnya aku memberi tahu Anda

sejak awal.

Memang.

Semuanya adalah salahku.

Tak ada hubungannya dengan Nan Xing.

Ibu...

Kamu diam.

Jadi,

Xiong sama seperti kita,

sudah jadi orang modern?

Coba kulihat benar atau tidak.

Ibu, tentu saja benar.

Dia sungguh bisa merasa sakit

dan punya suhu tubuh?

Dia manusia.

Aku manusia, Bibi.

Selain tidak ada seni bela diri,

apa ada

reaksi buruk lainnya?

Apakah kamu akan

dipanggil kembali tiba-tiba?

Kali ini aku tidak akan kembali lagi,

Bibi.

Aku akan...

Aku akan terus

menemani Nan Xing di sini.

Sungguh?

Sungguh.

Bersumpahlah,

tidak akan meninggalkan Nan Xing selamanya.

Aku bersumpah.

Aku tidak akan meninggalkan Nan Xing selamanya.

Aku akan terus di sisinya.

Terus menjaganya dan menemaninya.

Bagus.

Ibu sudah tidak menentang kami lagi?

Sejak awal

aku tidak pernah menentang kalian.

Kalian berdua

misterius sekali,

tidak memberitahuku apa-apa.

Merahasiakannya dariku.

Aku tidak pernah

bertemu hal seaneh ini.

Tapi kulihat

Xiong juga

sungguh ingin mengobati

gangguan kecemasanmu,

sungguh ingin bersamamu.

Aku hanya khawatir.

Sebelumnya, aku terlalu banyak berpikir.

Xiong, kamu jangan keberatan.

Apa yang kamu katakan, Bibi?

Anda tidak salah.

Jika itu aku,

aku juga akan memilih seperti itu.

Aku tahu kamu akan memahamiku.

Ibu, jangan keras-keras.

Kamu masih melindunginya.

Tapi...

Tapi apa?

Kelak jika kalian

menikah dan punya anak,

bagaimana membuat kartu keluarga?

Boleh masuk kartu keluargaku.

Kami sudah

mengurus kartu keluarga.

Sudah diurus?

Bagaimana caranya?

[Kartu penduduk]

Bibi.

Tampan sekali.

Ini adalah kartu penduduk

paling tampan yang pernah kulihat.

Terima kasih, Bibi.

Jika kalian punya anak,

pasti matanya besar, berkelopak mata ganda.

Jika anak perempuan, seperti Xiong.

Lihat, wajahnya kecil

dan putih, benar?

Kulitnya begitu bagus.

Jika anak laki-laki,

seperti Ibu.

Seperti Nan Xing.

Bulu matanya panjang,

alis tebal.

Tampan sekali.

Bagus.

Ayo kita rencanakan langkah selanjutnya.

Langkah selanjutnya apa?

Masalah besar dalam hidup.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.