Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 21]
Mengapa aku tergulung menjadi seperti ini lagi?
[Wajahmu bisa miring jika menendang selimut saat tidur]
Wajahmu bisa miring jika menendang selimut saat tidur.
Mengapa aku menjadi seperti ini?
Ternyata saat itu adalah ulahnya juga.
Xiao Wudi.
Pintunya tidak dikunci.
Masuk saja.
Kalian berdua...
Presiden Direktur Lu
mengatakan dia pusing pagi tadi.
Apa yang bisa kulakukan?
Bantalnya terlalu rendah.
Kemarin malam insomnia.
Gula darahku
menjadi rendah jika insomnia.
Lalu, kebetulan terlihat olehku.
Sungguh sial.
Kamu yang memasak ini semua?
Kamu pantas mendapatkannya.
Aku ingin naik gunung
untuk mengunjungi Ayah akhir pekan ini.
Kamu mau ikut tidak?
Berziarah?
Baik.
Pergi bersama.
Pergi bersama.
Kalian berdua
selalu seperti ini?
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Masih ada penulis
yang bersedia mendalami peran
sekarang ini.
Cukup baik.
Dia tidak pernah tahu
tentang hubungan kita?
Apa yang kalian katakan?
Kami...
Nan Xing, pacarku.
Benar.
Bos, cepat makan.
Kita harus ke perusahaan sebentar lagi.
Mari.
Semua informasi buku
tentang
Proyek Bintang Baru
sudah selesai disusun.
Wawancara penulis
akan diumumkan saat penjualan online
dilaksanakan.
Mereka adalah pendatang baru.
Tidak begitu berpengaruh bagi pasaran.
Jadi, harus lebih serius
saat melakukan promosi.
Promosi dari berbagai jalur
sudah kami susun.
Juga
sudah mengirim penggalan cerita
untuk akun publik.
Supaya mereka bisa membacanya dulu.
Responnya cukup baik saat ini.
Saat kita mempublikasi nanti,
nama baik akan perlahan-lahan dibentuk.
Bos.
Sebenarnya ada beberapa platform
yang sudah mencari kita.
Mereka ingin mendapatkan
perlindungan hak cipta
novel kita.
Tidak perlu buru-buru untuk itu.
Setelah dipublikasi
dan memiliki popularitas baru dibahas.
Baik.
- Baik, mengerti. - Baik.
Kami pergi dulu.
Seperti ini saja.
Baik.
Aku akan menulis lagi nanti.
Jangan menggangguku
jika tidak ada hal lain.
Aku tidak akan mengganggumu.
Tapi, kamu harus membaca
dua kontrak ini.
Ingat
beri tahu aku setelah membacanya.
Siapa yang memegang
proyek ini sebelumnya?
Mengapa rumit sekali?
CEO Ye.
Akan kuselesaikan malam ini.
Kuberikan padamu besok.
Kamu tidak punya waktu malam ini.
Kamu harus menemui produser malam ini.
Ini adalah jadwal CEO Ye sebelumnya.
Sekarang menjadi tugasmu.
Apakah CEO Ye
bisa menyelesaikan
proyek ini tepat waktu dulu?
Dia selalu menyelesaikannya lebih awal.
Semuanya sudah selesai disiapkan
setiap kali
dia datang.
Juga akan menyusun
pertemuan selanjutnya.
Selesaikan dua dokumen ini dulu.
Sisanya dibaca besok.
Aku...
Sungguh sangat kekanak-kanakan, benar, 'kan?
Benar.
Halo, ada waktu sore ini?
Aku akan menemuimu.
Halo, Paman, Bibi.
Lu sudah datang.
Mencari Qing, ya?
Qing.
Tunggu aku sebentar.
Sudah, berikan padaku.
Ayah, Ibu.
Aku keluar sebentar.
Baik, pergilah.
Terima kasih.
Maaf.
Selalu berjanji main skating denganmu
setiap kamu berulang tahun sebelumnya.
Malah tertunda sampai sekarang.
Sekarang pergi juga masih sempat.
Bukankah kamu harus bertemu
seorang produser malam ini?
Masih belum berangkat, apakah akan sempat?
Ingatanmu sungguh baik.
Berapa lama kamu menyelesaikan
anotasi kontrak sebelumnya?
Satu malam.
Satu malam?
Sungguh hebat.
Ada apa?
Kamu kemari
untuk memujiku hari ini?
Kurang lebih seperti itu.
Bukankah
bertanya soal Ayahku sebelumnya?
Sebenarnya sudah kupikirkan dengan baik.
Menurutku, sudah saatnya
bagiku untuk mandiri.
Aku sedang kesal padamu saat itu.
Maaf.
Kamu tinggal di mana sekarang?
Di sebelah rumah Nan Xing.
Bersama dengan Xiao Wudi.
Bagaimana boleh begitu?
Aku bantu mencari...
Tidak perlu.
Aku kemari hari ini
bukan untuk meminta bantuan.
Sebenarnya, banyak yang kupikirkan beberapa hari ini.
Menurutku, ucapanmu benar.
Ada banyak hal yang tidak pernah aku pikirkan.
Kerja kerasmu selama bertahun-tahun dulu,
juga selalu tidak kuperhatikan.
Setelah aku mengambil alih
pekerjaanmu,
aku baru menyadari,
ternyata setiap keegoisanku dulu
akan merumitkan masalah.
Awalnya aku mengira,
asalkan mengungkapkan niatku,
maka kita bisa
menjadi lebih dekat.
Tapi tidak disangka,
semakin aku bertindak egois,
malah akan semakin membebanimu.
Jadi, aku kemari hari ini
untuk memberitahumu,
aku tidak akan melaporkan
masalah perusahaan padamu kelak.
Kamu juga tidak perlu
merasa bertanggung jawab padaku.
Aku tidak pernah
menyalahkanmu.
Kamu seharusnya menyalahkanku.
Kamu seharusnya menyediakan
waktu untuk diri sendiri.
Melakukan hal
yang benar-benar kamu sukai.
Masih ada waktu tidak?
Meluncur dua putaran lagi.
Bisa tidak?
Bisa.
Boleh sedikit berjongkok.
Baik.
Benar.
Baik-baik saja, 'kan?
Tidak masalah.
Tidak masalah.
Akan kulepas tanganku.
Baik.
Perbesar langkahmu.
Seperti ini?
Benar.
Sepertinya sudah lebih lancar.
Sudah lebih lancar.
Sudah sampai.
Xiong, jangan serius seperti ini.
Lihat, pakaianmu
formal sekali hari ini.
Bukankah
berziarah adalah hal yang serius?
Sudah berlalu bertahun-tahun.
Jika aku dan Nan Xing masih
serius sepertimu,
kedua mendiang ini
akan bangkit dari kuburnya.
Ayah.
Mao Xiaojun.
Kami datang mengunjungi kalian.
Aku membawakan
kudapan kesukaan kalian.
Ayah.
Mao Xiaojun.
Mari aku perkenalkan pada kalian.
Ini adalah pacarku.
Ternyata acara bertemu dengan orang tua.
Kenapa dikatakan di hadapan Ibumu?
Memangnya kamu kira
untuk apa aku mengajakmu hari ini?
Halo, Paman.
Ayah.
Mao Xiaojun.
Ada satu hal yang mau kuberi tahu pada kalian.
Novel yang aku tulis
sudah masuk dalam Proyek
Bintang Baru perusahaan kami.
Aku menulisnya bersama pacarku.
Aku hebat, bukan?
Hebat sekali.
Xiaojun.
Kamu juga sering
menulis dan menggambar dulu.
Tapi tidak ada hasil karya yang muncul.
Nan Xing jauh lebih hebat darimu.
Ini, Bibi.
Bagaimana?
Sudah kukatakan, bukan?
Ada yang seleranya lebih baik darimu.
Sudah kuduga ada sesuatu di antara kalian.
Tidak memberitahuku.
Aku ingin memberitahunya
di depan kalian semua.
[Makam Mao Xiaojun]
Kudengar, kamu juga tidak suka makan jeruk.
Mari berteman.
[Makam Mao Xiaojun]
Biar aku saja, Bibi.
Tidak masalah.
Xiong.
Apa rencana kalian
untuk ke depannya?
Aku belum memikirkannya.
Belum dipikirkan?
Ibu.
Mengapa pergi lama sekali?
Toiletnya agak jauh.
Ayo jalan.
Mangkuknya ada di sini, Ibu.
Baik, letakkan di sini saja.
Ada apa denganmu?
Kamu dan Xiong
sudah mengumumkan hubungan hari ini, bukan?
Xiong punya moral yang baik.
Dia juga pintar.
Yang terpenting adalah kamu menyukainya.
Aku seharusnya
merasa senang
untuk hal ini.
Seharusnya?
Kamu tidak senang sekarang?
Tidak termasuk tidak senang.
Aku tanya padanya hari ini.
Apa rencanamu
untuk kalian berdua ke depannya?
Dia bilang tidak tahu.
Belum memikirkannya.
Kamu sungguh bertanya begitu?
Ada apa? Aku tidak boleh bertanya?
Jangan tanya
hal seperti ini lain kali.
Mengapa aku tidak boleh bertanya?
Aku ingin tanya padamu.
Apa rencanamu
untuk masa depan kalian?
Ada beberapa hal
yang sulit kukatakan padamu.
Pokoknya,
seperti apa pun aku dan dia kelak,
aku berharap bisa bersama dengannya
sekarang ini.
Kamu menyembunyikan
sesuatu dariku?
Hal apa yang tidak bisa dikatakan padaku?
Jangan ditanya lagi.
Kamu tidak akan percaya
meski aku beri tahu.
Jika tidak dikatakan,
bagaimana kamu bisa tahu aku tidak akan percaya?
Baik.
Ya sudah jika tidak mengatakannya.
Lagi pula, aku bukan Ibu kandungmu.
Bukan Ibu kandungku bagaimana?
Kamu adalah Ibu kandungku.
Lalu, kamu tidak memberitahuku?
Aku mencemasakanmu.
Ini pertama kalinya kamu pacaran.
Aku tanya pada Xiong,
katanya belum dipikirkan.
Bertanya padamu, kamu juga tidak memberitahuku.
Tidak bisa berkata-kata.
Aku tidak ingin kalian
menjalin hubungan yang tidak jelas.
Kamu juga jangan terpaksa.
Lupakan saja jika tidak bilang.
Nan Xing sudah datang.
Bibi An.
Aku mencari Xiaojun untuk menulis tugas.
Dia ada di sana.
Xiaojun.
Nan Xing ingin kamu membantu tugasnya.
Cepat, pergi.
Aku akan langsung masuk.
Mao Xiaojun.
Mao Xiaojun.
Kenapa mengganggu lagi?
Aku tidak mengganggu.
Pinjamkan aku tugas matematikamu.
Kerjakan sendiri.
Aku tidak bisa mengerjakannya.
Aku belum menulisnya sama sekali.
Bagaimana jika kamu mengajariku?
Bukan.
Kamu tidak bisa memikirkannya sendiri?
Sudah kupikirkan.
Aku tidak bisa.
Kamu keluar saja.
Bawa buku tugas matematikamu,
pakai otakmu,
bagaimana?
Pikirkan baik-baik.
Pasti bisa kamu kerjakan.
- Pergilah, semangat. - Dulu bisa mengajariku.
Mengapa aku memimpikan Mao Xiaojun?
Dia menyukai Nan Xing?
Apa arti dari mimpi ini?
Ingin aku memberi tahu Nan Xing?
Kamu sedang apa?
Aku sedang memikirkan alur cerita.
Aku tanya sesuatu padamu.
Aku sungguh sedang memikirkan alur cerita.
Aku akan membantumu memikirkannya nanti.
Bantu aku menjawab ini dulu.
Katakan.
Kamu masih menyukai Ye Qing, tidak?
Aku sudah tahu.
Mari kita buat permisalan.
Kamu masih menyukai Ye Qing.
Kalian sudah berpacaran
saat ini.
Kamu tiba-ti...
Kenapa kita bisa berpacaran?
Apakah ini penting?
Tentu saja.
Kamu bilang permisalan.
Itu butuh logika.
Kamu bayangkan saja sendiri.
Kalian berdua sudah pacaran.
Tunggu.
Apa lagi?
Sudah dibayangkan.
Kamu menyukai Ye Qing.
Lalu, kalian sudah
berpacaran saat ini.
Mendadak kamu menyadari,
orang yang disukai Ye Qing saat kecil
juga menyukainya diam-diam.
Apakah kamu akan memberitahunya?
Tentu saja.
Jika kamu akan musnah
dari dunia ini setelah
memberitahunya,
kamu masih akan memberitahunya?
Ya.
Kenapa?
Karena jika akhirnya dia menyadari
aku tidak memberitahunya,
dia tetap akan membuatku musnah.
Sudah kuduga kamu tidak bisa membantuku.
Tunggu sebentar.
Bukankah
kamu akan membahas alur cerita denganku?
Alur cerita apa?
Kasus pembunuhan ruang tertutup.
Senjatanya adalah pisau.
Harus pisau?
Harus pisau.
Aku tidak tahu jika seperti itu.
Aku tidak pernah memakai pisau.
Aku hanya bisa memakai racun.
Tidak bisa membantumu.
Kamu pikirkan sendiri.
Racun?
Sepertinya bagus juga.
Terima kasih.
Apakah ini adalah tugasku?
Bukankah aku akan menghilang lagi
setelah memberi tahu Nan Xing?
Ini hanya sebuah mimpi.
Jangan terlalu banyak berpikir.
Nan Xing, sudah selesai merapikan diri belum?
Sudah mau berangkat.
Aku masih mengganti pakaian.
Ibu pergi saja dulu.
Baik.
Masalah yang aku bahas denganmu kemarin malam,
kamu pikirkanlah dengan baik.
Selamat pagi, Bibi.
Selamat pagi.
Apakah lupa membawa kunci?
Sarapan.
Apa rencanamu hari ini?
Aku belum memikirkannya.
Nan Xing.
Bibi
bertanya padaku saat di makam kemarin.
Dia bertanya,
apa rencanaku
untuk masa depan kita.
Aku tidak menjawabnya.
Sepertinya dia
sedikit kecewa padaku.
Bukankah aku mencemaskanmu?
Ini pertama kalinya kamu pacaran.
Aku tanya pada Xiong,
katanya belum dipikirkan.
Bertanya padamu, kamu juga tidak memberitahuku.
Tidak bisa berkata-kata.
Aku tidak ingin kalian
menjalin hubungan yang tidak jelas.
Bisa bagaimana lagi?
Jika dia tahu
fakta yang sebenarnya,
dia akan memahaminya.
Memang benar seperti itu.
Jika awalnya aku adalah manusia
yang berasal dari dunia ini,
maka akan sangat baik.
Jika itu benar, kamu bisa apa?
Maka aku
akan menjadi cinta pertamamu.
Kekanak-kanakan.
Memang kekanak-kanakan, kenapa?
Meski
aku bukan cinta pertamamu,
tapi termasuk ciuman pertamamu.
Apa hebatnya ciuman pertama?
Bukan hanya ciuman pertama,
aku juga ingin...
Ingin apa?
Aku peringatkan padamu.
Jangan berpikiran mesum.
Pernikahan pertama termasuk mesum?
Pernikahan pertama?
Menikah untuk pertama kalinya.
Kamu ingin menikah denganku?
Tidak bisa menjadi cinta pertama,
tapi pernikahan pertama
bisa menjadi bagianku, bukan?
Makan.
Xing.
Siapa yang ulang tahun hari ini?
Ada hal yang sangat penting hari ini.
Patut dirayakan.
Bukankah publikasi Proyek Bintang Baru?
Bukan hanya ini.
Respon pembaca terhadapmu sangat baik.
Bisa dikatakan
kamu memiliki pembaca terbanyak
dalam Proyek Bintang Baru ini.
Benarkah?
Guru Nan.
Kamu mungkin akan populer.
Guru Nan.
Mengapa ini
terdengar aneh?
Kak Jiao, jangan bergurau lagi.
Ayo.
Panggil semuanya,
potong kue bersama.
Ayo.
Nan Xing.
Selamat.
Semangat.
Nan Xing sungguh hebat.
Hebat.
Selamat, Nan Xing.
Terima kasih semuanya.
Aku akan mentraktir kalian minum teh susu.
Jangan teh susu.
Anggur saja, aku traktir.
Terima kasih, Bos.
Buka Champagne.
Potong kuenya.
Mari, satu orang satu potong.
Aku juga mau.
Aku mau yang buah naga itu.
Aku juga mau.
Mari.
Terima kasih.
Aku mau makan yang buah naga.
Nan Xing, kamu hebat sekali.
Nan Xing sungguh hebat.
Aku juga mau.
Biar Lin yang memotret.
Mari, aku bantu memotret.
Aku bantu memotret.
Mari.
Tiga, dua...
Bos.
Bos.
Bos.
Ayo, Bos ikut juga.
Mari.
Sekali lagi, tiga, dua, satu.
Senyum.
[Foto]
CEO Ye.
Novelku sudah dipublikasi.
Responnya sangat baik.
Semuanya sedang merayakan untukku.
Akan bagus jika kamu ada di sini.
Meski kamu tidak mempercayai diri sendiri,
tapi kamu harus percaya
alasanku memilihmu.
Terima kasih sudah memberitahuku,
[Nan Xing]
meski aku tidak memercayai diri sendiri,
tapi aku harus percaya
alasan kamu memilihku.
[Lu Zichen]
[Senang kamu...]
[Tokoh utama imut sekali, tapi kekuatan bela dirinya eksplosif. Hahaha. Apakah ini yang disebut imut yang berlawanan?]
[Tulisan penulis ini manis sekali. Ah aku tidak tahan lagi.]
[X-Culture hebat, menemukan orang hebat lainnya lagi]
[Ye Qing]
Aku senang kamu masih terus maju
di jalan yang kamu pilih
kala itu.
Cepat sedikit.
Lu Zichen yang terbaik.
Lu Zichen yang terhebat.
Lu Zichen yang paling berbakat.
Lu Zichen.
Kamu pasti akan menjadi
penulis yang paling hebat.
Aku senang sekali.
Kamu tahu tidak?
Kamu mendapatkan Penghargaan Emas.
Orang-orang di kantor penerbitan
selalu mempersulit kontrakmu.
Setelah ada ini, jangan
membiarkan mereka
terlalu banyak ikut campur.
Tetapi, mereka
tidak mau mengontrakmu.
Tidak masalah.
Meski aku juga suka berkhayal,
juga suka menulis.
Aku merasa sangat senang
ketika menulis.
Tapi,
aku tidak berbakat sepertimu.
Aku tidak harus menjadi penulis.
Aku bisa mencari pekerjaan
dan menemanimu menulis.
Terus menjadi pembaca pertamamu.
Hal yang terpenting adalah
hasil karya Lu Zichen kita
harus dilihat oleh seluruh dunia.
Hebat sekali.
Aku merasa
penuh energi sekarang.
Mesin pencapit boneka.
Ayo, capit boneka.
Lihat, kingkong ini
imut sekali.
Ekspresinya mirip kamu.
Aku suka ini.
Ye Qing.
Jika ada sebuah pekerjaan
yang bergaji kecil
tapi sangat menantang,
kamu bersedia menerimanya tidak?
Pekerjaan apa
yang tidak punya daya tarik seperti itu?
Pekerjaan apa
yang tidak punya daya tarik seperti itu?
Lebih baik kita bertaruh.
Jika aku berhasil mencapit
boneka ini dalam tiga kali percobaan,
kamu harus menyetujui pekerjaan ini.
Ini sangat sulit.
Bagaimana mungkin?
Oleh sebab itu, aku bilang bertaruh.
Aku anggap kamu sudah setuju.
Ke sini sedikit.
Ke kanan sedikit.
Ke kanan sedikit.
Masih harus ke kanan.
Ke kiri.
Sudah bisa.
Baik.
Baik, capit.
Capit.
Lihat, sudah kubilang sangat sulit.
Masih ada satu kesempatan.
Ke depan sedikit.
Ke depan sedikit.
Baik, sudah bisa.
Baik.
Ada peluang.
Aku akan bilang empat kali jika tahu begini.
Coba katakan, pekerjaan apa itu?
Bekerja bersamaku.
Aku tidak berencana kembali ke rumah.
Aku ingin membuka perusahaan sendiri.
Lalu, melakukan penerbitan.
Membuat platform sastra.
Melakukan karya sendiri dengan baik.
Lalu, menggali
lebih banyak penulis muda sepertiku.
Tapi, seperti katamu,
pekerjaan ini
gajinya tidak besar,
juga sangat sulit dan menantang.
Memang tidak memiliki daya tarik.
Harus bisa menerima kekalahan dalam bertaruh, ayo.
Lanjutkan.
Ini adalah jalan yang kita pilih.
[Pacar Antagonisku]
Boleh juga.
Sudah hampir mengimbangi
[Jumlah pembaca: 14352 Jumlah Bintang: 2562]
pembaca novel Lu Zichen minggu ini.
Mau makan malam bersama?
[Nan Xing]
Penulis pandai sekali.
Sangat penuh kasih sayang.
Tokoh utama pria sangat tampan.
Tokoh utama wanita juga imut.
Sangat penuh kasih sayang, tokoh utama pria sangat tampan.
Kenapa banyak yang memujinya?
Menurutku plot ini
sangat tidak kreatif.
Apakah aku yang ketinggalan?
Tidak kreatif bagaimana?
Menurutku, kamu yang tidak punya otak.
Siapa ini?
Aku juga mau buat satu akun.
Makanan sudah dihidangkan, terima kasih.
Jangan sungkan.
Mengapa Xiao Wudi belum datang?
Pacar antagonis, Xiao Wudi.
Penjualan novelnya di peringkat satu.
Jika ditanya siapa penulisnya,
[Nan Xiaoxing Pengubah hal buruk, Pemutar balik cinta, Panggilan sesuka hati, Mengandalkan]
dia adalah Nan Xiaoxing yang satu-satunya di dunia.
Nan Xiaoxing.
Nan Xiaoxing.
Nan Xiaoxing.
Nan Xiaoxing.
Nan Xiaoxing.
Xiao Wudi, jika masih begini,
aku akan putus denganmu.
Nan Xiaoxing.
Berhenti.
Ada apa?
Kamu mengatakan apa tadi?
Cepat, duduk.
Apa yang kamu lakukan?
Kamu tidak suka, ya?
Aku...
Jangan melakukan ini lagi lain kali.
Bukankah ini demi merayakan
popularitas novel yang baik?
Aku akan mengganti cara lain kelak.
Ayo makan, aku sudah lapar.
Cepat, makanlah.
Kamu sudah melihat komentar warganet
terhadap novelmu?
Tokoh utama pria manis sekali.
Kharismanya seperti mau meledak.
Peri,
berikan aku
pacar antagonis seperti ini juga.
Menurutmu, mengapa
komentar warganet ini
begitu bertalenta?
Seleranya sangat baik.
Menurutku,
seleraku lebih baik.
Makan yang banyak hari ini.
Mari.
Udang ini juga enak.
Xiao Wudi.
Terima kasih.
Jika bukan karenamu,
aku tidak akan
mengalami kisah ini.
Aku juga tidak bisa
menulis novel ini sendirian.
Kamu sedang apa?
Untuk apa mendadak melankolis begini?
Aku sungguh merasa
sangat beruntung.
Aku merasa
aku lebih beruntung.
Aku ke toilet sebentar.
Silakan dinikmati.
Nona.
Kamu baik-baik saja?
Xiao...
Kamu baik-baik saja?
Xiao Wudi.
Ada apa denganmu?
Apakah baik-baik saja?
Sudah membaik belum?
Maaf.
Sudah mengagetkanmu lagi.
Kamu bodoh, ya?
Apakah ini waktunya minta maaf?
Sebelumnya juga tidak separah ini.
Mengapa menjadi seperti ini hari ini?
Dokter mengatakan,
penyakitku ini
mungkin bisa
bertambah parah.
Tapi, aku baik-baik saja biasanya.
Kamu jangan mencemaskanku.
Apakah karena kamu memikirkan
aku yang akan pergi,
jadi...
Bukan.
Kamu jangan memikirkan itu.
Ini karena
CEO Ye mendadak meninggalkan perusahaan.
Lalu, semua pekerjaannya
menjadi tugasku.
Aku tidak bisa mengatasinya sendirian.
Ditambah dengan Ibuku.
Dia suka mengomeliku.
Aku merasa sangat pusing.
Ibumu mengomelimu?
Mengomelimu apa?
Dia bertanya
tentang rencana kita berdua di masa depan.
Aku tidak bisa menjelaskan
identitasmu padanya.
Jadi, aku tidak bisa berkata-kata.
Dia mengira ada masalah
yang terjadi di antara kita.
Kamu jangan cemas.
Bibi An,
dia sangat menyayangimu.
Wajar jika dia memedulikan
masa depan kita berdua.
Aku akan mencari waktu yang sesuai
untuk menjelaskan semuanya padanya.
Tidak masalah.
Kamu jangan terlalu banyak berpikir.
Aku tahu.
Nan Xing.
Jangan khawatir.
Aku akan mencari cara
untuk mengobati penyakitmu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.