Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 20]
Pindah rumah?
Kamu perlu tanda tangan di sini.
Kalian...
Nan Xing.
Bos tidak punya tempat tinggal lagi?
Perusahaan tidak bangkrut, 'kan?
Rumah Bos
sedikit bermasalah saja,
akan tinggal di kantor untuk sementara waktu.
Perusahaan tidak akan bangkrut.
Kamu sudah tahu sejak awal?
Kenapa tidak memberitahuku?
Begitu banyak orang berlalu lalang di perusahaan,
tidak baik jika dilihat orang lain.
Nan Xing,
setumpuk dokumen ini
perlu ditandatangani Bos.
Biarkan aku lewat.
Pergilah.
Kamu...
Dokumenku belum ditandatangani.
Bos,
ini sangat mendesak.
Ini beberapa sumber modal.
Tanda tangani ini semua.
Ada apa begitu mendesak?
Sampai menyuruhku meninggalkan usaha.
Kamu sendirian minum duluan?
Bos sudah
menjual rumahnya.
Sekarang dia tinggal di kantor.
Sebelumnya urusan perusahaan
semua diurus olehmu.
Sekarang semua masalah
bertumpuk di hadapan Bos.
Di meja kantor bertumpuk
berbagai macam kontrak.
Dia tidak bisa
menanganinya seorang diri.
Jangankan masalah menulis,
sambungan cerita 2 minggu lalu
juga sudah dihentikan.
Karena dia tidak bisa menulis apa-apa.
Untuk minggu ini,
hari ini adalah hari pengumpulan naskah.
Dia tetap tidak bisa menulis apa-apa.
Kurasa terpaksa dihentikan lagi.
Aku tidak tahu harus bagaimana lagi.
CEO Ye,
dia hanya mendengarkanmu.
Bisakah kamu berubah pikiran
dan kembali ke perusahaan?
Aku sudah coba bertanya padanya.
Dia tidak ingin aku ikut campur.
Dulu kalian merasa
dia selalu mendengarkanku.
Sebenarnya dia selalu
punya pendapatnya sendiri.
Apa lagi sekarang
hubungan kami seperti ini.
Apa pun perkataanku,
tidak akan didengarnya.
Benar saja.
Aku tidak bisa
membantu Bos menyelesaikan masalah apa pun,
aku malah datang mengganggumu.
Tidak apa-apa.
Mari, lihat.
Aku belikan makanan enak untukmu.
Tadi aku lewat sebuah toko kue
dan melihat
kue beruang yang lucu ini.
Khusus membelikannya untukmu.
Bagaimana?
Suka tidak?
Ada apa, Nan Xing?
Apa yang terjadi?
Kenapa menangis?
Maukah bercerita padaku?
Aku angkat telepon.
Halo, Bos.
Baik, aku segera kembali.
Naskahnya sudah ditulis.
Menyuruhku kembali untuk mengoreksinya.
Maukah kamu ikut aku kembali ke perusahaan?
Cepat pergi.
Baik.
[Tusuk sate barbekyu]
Aku pergi dulu.
Masuk.
Bos.
Kamu akhirnya
bisa menuliskan naskah.
Semua ada di sini.
Bantu aku cek.
Jika tidak ada masalah,
kirim ke Editor.
Dia sudah menunggu.
Baik.
Maaf,
memanggilmu kemari malam-malam.
Kelak aku akan lebih tepat waktu.
[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]
Tidak apa-apa.
Mana ada penulis yang tidak molor?
Jika tidak molor,
seharusnya
dalam kondisi menulis tanpa gangguan.
Sekarang
kamu punya banyak urusan.
Bisa menyerahkan naskah,
sudah sangat bagus.
Dulu saat bisa menulis tanpa gangguan,
aku merasa itu hal yang wajar.
Bos.
Kenapa kamu
tidak tinggal di rumah orang tuamu?
Aku tidak mau.
Maukah
kucarikan hotel untukmu?
Uangku sudah dipakai
untuk membeli kembali saham perusahaan.
Kenapa tidak nyambung?
Apakah kurang 1 halaman?
Aku cari sebentar.
[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]
Bos,
kebakaran.
Aku cari alat pemadam.
To, tolong.
Xiao Wudi, tolong aku.
Xiao Wudi, tolong aku.
Xiao Wudi, tolong aku.
Xiao Wudi.
Xiao, Xiao Wudi.
Nan Xing!
[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]
Xiao Wudi, tolong aku.
Xiao Wudi.
[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]
Jika ingin kembali,
ada syaratnya.
Kamu adalah Peri Zhen?
Bantu aku selesaikan sebuah tugas.
Tugas, waktu dan pengorbanan
tidak penting bagiku.
Aku akan melakukan semuanya.
Aku mau kembali menyelamatkannya sekarang juga.
Kamu mengerti?
Mengerti.
Tapi
jika
cerita cintamu berakhir tragis,
kamu tetap akan melakukannya?
Nantinya, semua penderitaan
harus ditanggung sendiri.
Tidak perlu bertele-tele.
Aku menyanggupimu.
[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]
♫ Mengejar di tengah kerumunan ♫
♫ Terpisah terlalu jauh, tak terdengar ♫
♫ Bisakah membuka matamu ♫
♫ Berhenti di saat ini ♫
Xiao Wudi.
♫ Mencoba untuk mengembalikan kepercayaan ♫
♫ Melampaui batasan mimpi buruk ♫
♫ Bagaimana menafsirkan mimpi ini ♫
Aku sangat merindukanmu.
♫ Setelah rindu pergi ♫
Akhirnya kamu datang.
♫ Ingin melepaskan, tapi malah sangat melekat ♫
♫ Saat terbangun ♫
♫ Aku takut hatiku akan hancur ♫
Lepaskan.
♫ Biarkan salju menutupi dunia ♫
♫ Melihat gambaran sempurna di masa depan ♫
Kamu sungguh tidak sopan.
♫ Tak perlu takut ♫
Sesuka hatimu memelukku.
♫ Saat aku berjalan memasuki kegelapan ♫
Katakan dengan jujur,
♫ Mohon tetaplah di sisiku ♫
ini di mana?
Kamu siapa?
♫ Tunggu ombak surut dan membawa pergi kesedihan ♫
Kenapa aku
bisa berada di sini?
Kamu tidak mengenaliku?
♫ Kita berubah menjadi bunga yang terjatuh ♫
Apa aku harus mengenalmu?
♫ Tak peduli siang atau malam ♫
Aku Nan Xing.
♫ Berpelukan erat ♫
Aku pacarmu.
Lepaskan.
♫ Lampu tidak akan padam ♫
♫ Berpelukan erat ♫
♫ Lampu tidak akan padam ♫
Xiao Wudi.
Kamu mau ke mana?
Terserah aku mau ke mana.
Siapa yang berani menghalangiku?
Kenapa kamu tidak ingat padaku?
Aku mengerti.
Kamu terpesona
karena ketampananku.
Baik, aku mengerti.
Setiap orang pasti menyukai keindahan.
Tapi aku harus
berkata keras padamu.
Jika kamu terus mengikutiku,
jangan salahkan aku membunuhmu.
Kamu adalah Xiao Wudi.
Aku tidak hanya tahu kamu adalah Xiao Wudi.
Aku juga tahu kamu adalah Tuan Muda Hehuan.
Iblis nomor 1 di dunia persilatan.
Kamu kira kamu adalah
orang zaman dulu yang
melintasi waktu dari 500 tahun lalu.
Tapi sebenarnya kamu adalah karakter
yang kutulis dalam novelku.
Aku yang meminta pada Tuhan
agar diberi sebuah cinta yang tak terlupakan.
Kamu adalah teman terbaikku.
Selain Ibuku,
kamu orang yang
paling dekat denganku di dunia ini.
Satu-satunya orang yang
kunyatakan cinta dengan penuh keberanian.
Juga orang yang paling kurindukan
selama ini.
Sembarangan bicara!
Kamu jangan mengikuti lagi.
Kuberi tahu,
aku tidak mengerti perkataanmu.
Aku juga tidak ingin mengerti
apa yang kamu katakan.
Ada apa ini?
Kamu bagaimana?
Terluka tidak?
Tidak apa-apa.
Makanlah selagi panas.
Aku bereskan yang di sana.
Tidak perlu.
Besok suruh orang untuk menyapu saja.
Lagi pula,
sekarang aku tinggal di tempat orang tuaku.
Rumahku kosong,
kamu pindah saja ke sana.
Tidak apa-apa.
Aku tinggal di sini
supaya lebih leluasa bekerja.
Bukannya tidak punya tempat tinggal.
Lagi pula, urusan perusahaan belakangan ini
sudah kuurus dengan baik.
Tenanglah.
Cepat makan.
Kamu...
Bagaimana kabarmu?
Aku baik-baik saja.
Tidak ada lagi
telepon yang tak ada habis-habisnya.
Juga tidak ada dokumen yang tak bisa habis dilihat.
Aku sangat senggang,
tapi malah tidak terbiasa.
Baguslah.
Kalau ada waktu, bisa
melakukan hal yang kamu sukai.
Tidak perlu mengkhawatirkan soal perusahaan.
Cepat pulang dan istirahat.
Kamu... jaga dirimu baik-baik.
Jika
cerita cintamu berakhir tragis,
kamu tetap akan setuju?
Nanti, semua penderitaan
harus ditanggung sendiri.
Lepaskan.
Kamu tidak mengenaliku?
Aku Nan Xing.
Aku pacarmu.
Kamu adalah teman terbaikku.
Selain Ibuku,
kamu orang yang
paling dekat denganku di dunia ini.
Satu-satunya orang yang
kunyatakan cinta dengan penuh keberanian.
Juga orang yang paling kurindukan
selama ini.
Sembarangan bicara!
Jika kali ini
aku tidak bersama denganmu,
kamu tidak akan kehilangan
orang yang kamu sukai sekali lagi.
Menurutmu,
ada apa dengannya?
Tidak mungkin.
Dia menggunakan jurus ini padaku?
Aku sudah tahu.
Selamat malam.
Kenapa dia belum pulang?
Apa dia dalam bahaya?
Sudah pulang.
Meskipun aku membuatmu senang,
kamu juga tidak boleh terlalu senang.
Meski kamu sungguh percaya
aku hilang ingatan,
juga tidak boleh tidak peduli.
Bagaimanapun,
aku pernah jadi pacarmu.
Sia-sia aku begitu sedih hari ini.
Tolong, Xiao Wudi,
cepat kembali.
Ada apa?
Kenapa aku berada di sini?
Apa kamu
menggunakan sihir?
Meski kamu tidak ingat,
tapi hubungan kita
memang seperti ini.
Jika aku memanggilmu,
kamu harus muncul di hadapanku.
Mari.
Buka bajumu.
Buka baju apanya?
Kamu berpakaian begitu tebal, tidak panas?
Aroma apa ini? Bau sekali.
Sekalian mandi.
Jangan sentuh aku.
Kamu siapa?
Apa aku mengenalmu?
Sudah kukatakan berapa kali?
Aku adalah pacarmu.
Kamu adalah orang yang kupanggil.
Apa pun yang kusuruh,
harus kamu lakukan.
Kalau tidak,
kamu akan terkena kutukan.
Mengerti?
Tidak.
Xiao Wudi, tolong.
Mandilah.
Xiao Wudi, tolong.
Mandilah.
Xiao Wudi, tolong.
Kamar mandi di sana.
Silakan.
Kamu sungguh tak tahu malu!
Menurut ingatanku,
kamu, Tuan Muda Xiao, juga bukan
seorang yang sangat patuh pada etika.
Xiao Wudi, tolong.
Mandilah.
Jangan keras kepala lagi.
Aku bercanda.
Sana.
Aku sudah menggosok bak mandinya.
Benar-benar gila.
Setelah aku kembali kali ini,
aku tidak bisa
melihat semua ini lagi.
Aku bahkan tidak bisa melihatnya lagi,
untuk apa aku melihat semua ini?
Kamu mau apa lagi?
Membawakan baju ganti untukmu.
Baju ini sudah kotor,
nanti pakai ini.
Kenapa baju ini jelek sekali?
Tidak ada baju lain?
Baju lain
adalah milik pacarku.
Apa kamu pacarku?
Xiao Wudi.
Kamu sungguh tidak ingat aku?
Tidak.
Sudah kubilang.
Mungkin kamu sudah diatur ulang.
Apa maksudnya?
Sama seperti ponsel,
kamu diatur ulang.
Memori dihapus,
jadi kamu lupa padaku.
Jika aku memulihkan datamu,
kamu pasti ingat.
Aku tidak mengerti.
Kemari.
Untuk apa aku ke sana?
To...
[Pemuda Tampan]
Hari ini, kamu tidur di sini.
Tidak boleh.
Kenapa tidak boleh?
Aku anggap kamu bukan pacarku.
Kamu juga
tidak punya tempat tinggal malam ini.
Untuk apa begitu keras kepala?
Nona,
kulihat kamu juga lumayan baik,
kusarankan kamu
segera lupakan pacarmu itu.
Segera mulai kehidupan baru.
Kamu...
Nan Xing.
Bos, kamu datang?
Apa maksudnya?
Dia menyuruhku tinggal di sini beberapa hari.
Bos,
tadi aku mengurus
urusanku,
bukan sengaja meninggalkanmu
sendirian di sini.
Maaf.
Tidak apa-apa, sudah kubereskan.
CEO Ye datang?
Meski aku tidak tahu
apa yang terjadi
di antara kalian,
tapi menurutku dia sangat perhatian padamu.
Bagaimana jika kamu memintanya kembali?
Dengan bantuannya,
bisa meringankan tekananmu.
Aku sudah mengenalnya begitu lama.
Dia yang selalu membantuku
menyelesaikan berbagai masalah.
Tidak mudah dia bisa
punya waktu istirahat,
aku tidak ingin mengganggunya.
Baik.
Aku bantu bereskan
barang-barang di dalam.
Tidak perlu.
Cepat kembali dan istirahat.
Kamu tidur di mana?
Sofa.
Sofa? Ini...
Besok pikirkan cara lain lagi.
Bos,
kubantu kamu memasukkan koper.
Cepat masuk.
Bukankah kamu mau pergi?
Pergilah.
Aku tidak punya tempat tinggal malam ini.
Kenapa aku harus
begitu keras kepala?
Aku tidur di kamar ini.
Tidak boleh.
Tidak jadi pergi?
Bos,
tunggu aku sebentar.
Ada yang hendak kubicarakan dengannya.
Masuk.
Sudah, jangan berpura-pura lagi.
Tidak capek?
Siapa yang pura-pura?
Aku pura-pura apa?
Pura-pura lupa ingatan.
Ini cerita cinta
sejak zaman kapan?
Semuanya sudah bosan.
Aku tidak pura-pura lupa ingatan.
Tidak pura-pura?
Aku tidak pernah melihat orang zaman dulu
yang menunggu lampu merah.
Gayamu sekarang ini
sungguh tidak imut.
Apa yang tidak imut?
Jelas-jelas kamu tahu,
kenapa tidak mengatakannya?
Aku seperti orang bodoh.
Aku ini...
sedang memberimu jalan untuk turun.
Siapa sangka aktingmu semakin menjadi-jadi?
Kamu jadi sedikit lebih pintar.
Tapi tetap lebih baik
dirimu yang bodoh dulu.
Lalu bagaimana?
Mau putus?
Baik, aku sangat menginginkannya.
Apa yang kamu tertawakan?
Aku sudah sesedih ini,
kamu masih tertawa.
Kenapa kamu sedih?
Kamu menggunakan jurus
berpura-pura,
apa yang kamu rencanakan?
Aku baik-baik saja.
Tidak ada lagi
telepon yang tak ada habis-habisnya.
juga tidak ada dokumen yang tak bisa habis dilihat.
Kamu tidak perlu mengkhawatirkan soal perusahaan.
Jadi, jika seperti
perkataan Peri itu,
kali ini waktuku di dunia realita
akan sangat pendek.
Menurutku,
setelah aku menyelesaikan tugas ini,
aku akan segera
kembali ke dunia dalam buku.
Nanti,
kita akan berpisah lagi.
Waktu itu,
kamu mengalami kebakaran itu.
Aku tidak ingin kamu mengalami
penderitaan seperti itu lagi.
Jadi kamu pura-pura lupa ingatan?
Tapi lupa ingatan
juga tidak bisa menyelesaikan masalah apa pun.
Aku tahu.
Tapi...
Saat aku kembali dan melihatmu,
aku tidak tahu bagaimana mengatakannya.
Pikiranku kosong.
Pikiranmu kosong?
Bukannya biasanya kamu lumayan pintar?
Ini namanya kacau karena perhatian.
Aku sial karenamu.
Baik, baik.
Ini salahku.
Kamu bisa memikirkan untukku,
aku sudah sangat berterima kasih.
Tapi ada banyak hal
yang baru bisa dimengerti setelah kehilangan.
Apa yang kamu mengerti?
Bukankah aku pernah bilang?
Jika aku melewatkan saat ini,
apa pun yang terjadi kelak,
aku tetap akan menyesal.
Jadi saat itu,
aku sudah melakukan persiapan.
Bagaimanapun akhirnya,
yang penting kita bersama sekarang.
Tapi waktu itu hanya tebakan.
Sekarang sudah pasti.
Bagaimana kamu bisa yakin?
Aku tidak bisa terima.
Jangan begitu pesimis.
Meski akhirnya
sungguh akan seperti itu,
aku percaya aku tetap bisa menghadapinya.
Ini...
Xiao Wudi,
kamu orang dunia persilatan,
tidak bisa bertindak sesuka hati?
Aku juga ingin bertindak sesuka hati.
Tapi aku tidak bisa
bertindak sesuka hati padamu.
Kamu adalah cinta pertamaku.
Sungguh?
Benar.
Aku...
Aku hanya sembarangan
berbicara untuk menghiburmu.
Sungguh mudah ditipu.
Perasaanmu sudah lebih baik?
Semua karenamu.
Pada dasarnya...
aku sudah sangat baik.
Pada dasarnya?
Pada dasarnya, kamu adalah seorang antagonis.
Kenapa dia belum pergi?
Ada apa, Bos?
Itu... sudah malam.
Lalu?
Aku harus menulis naskah besok.
Lalu?
Sudah saatnya tidur.
Kalau mau tidur, tidurlah di rumah.
Aku tahu.
Aku akan mengurusnya.
Mana ada Bos
yang tidur di rumah bawahannya?
Keadaannya sedikit rumit,
nanti kujelaskan padamu.
Tidak apa-apa, Bos.
Ikut aku.
Kubantu kamu membawa kopernya ke sana.
Bos.
Meskipun ini
bukan sprei baru,
tapi sudah kucuci dan kujemur.
Sangat bersih.
Pakailah dulu.
Besok kubelikan
yang baru untukmu.
Kalian berdua
tinggal dulu di sini.
Xiao Wudi familiar dengan rumah ini.
Jika ada yang tidak tahu,
tanyalah saja dia.
Aku belum berbicara.
Kenapa kamu merasa tidak senang?
Aku tidak terbiasa
ada yang berjalan-jalan
di dalam rumah.
Aku akan sulit tidur
jika mendengar suara langkah kaki.
Ini bukan rumahmu.
Ini rumah Nan Xing.
Lebih baik aku kembali ke kantor.
Tapi kantor kebakaran.
Lebih baik kamu tinggal di sini.
Sekarang dia bahkan tak punya uang
untuk tinggal di hotel.
Mengalah saja padanya.
Aku baru kembali beberapa hari,
dia sudah membuat perusahaan bangkrut?
Bukan,
nanti kujelaskan padamu.
Bos, istirahatlah dulu.
Kami pergi dulu.
Aku tinggal di seberang.
Kalau ada apa-apa,
kirim pesan padaku.
Cepat istirahat.
Tadi aku di luar
mendengar kalian berkata,
Peri, hilang ingatan,
sedang membicarakan plot cerita?
Iya.
Tokoh utama pria ini
sedikit berlebihan, bukan?
Apa katamu?
Kami hanya berdiskusi,
tidak benar-benar mau menulis begitu.
Kami pergi dulu, sampai jumpa.
Istirahat baik-baik.
Selamat malam.
Kenapa kamu belum kembali dan tidur?
Sudah lama tidak bertemu,
tidak boleh melihatmu lebih lama?
Boleh.
Satu kali,
dua kali,
tiga kali,
empat kali,
lima kali.
Melihat seperti ini, cukup tidak?
Tidak cukup.
Tidak cukup?
Lihatlah lagi besok.
Selamat malam.
Kamu tidak takut
jika aku dikirim kembali?
Tugasmu belum selesai,
kamu tidak akan dikirim kembali.
Selamat malam.
Selamat malam.
Kenapa kamu kemari?
Aku masuk dari jendela.
Ini bukan pertama kalinya.
Bukan pertama kalinya?
♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫
Kamu pernah kemari berapa kali?
♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫
Kembali dan tidurlah.
♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫
Tidak mau.
Lu Zichen mendengkur.
♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫
Ribut sekali, aku tidak bisa tidur.
Kalian
tidak tidur di kamar yang sama.
Terpisah oleh pintu.
Rumah itu sangat tidak kedap suara.
Terpisah beberapa pintu juga tidak berguna.
♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫
Kamu akan masuk angin jika tidur seperti ini.
♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫
Patuh.
♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫
Hanya satu malam.
♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫
Langit belum terang.
Cepat tidur lagi.
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
Lagi pula,
sebelum Bibi An masuk besok,
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
aku pasti akan menghilang.
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
♫ Saat aku menatap matamu ♫
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
♫ Adalah cinta ♫
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
♫ Saat aku menatap matamu ♫
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
♫ Adalah cinta ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.