All language subtitles for Mr._BAD_episode_20_[iQIYI_subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Mr. BAD]

[Episode 20]

Pindah rumah?

Kamu perlu tanda tangan di sini.

Kalian...

Nan Xing.

Bos tidak punya tempat tinggal lagi?

Perusahaan tidak bangkrut, 'kan?

Rumah Bos

sedikit bermasalah saja,

akan tinggal di kantor untuk sementara waktu.

Perusahaan tidak akan bangkrut.

Kamu sudah tahu sejak awal?

Kenapa tidak memberitahuku?

Begitu banyak orang berlalu lalang di perusahaan,

tidak baik jika dilihat orang lain.

Nan Xing,

setumpuk dokumen ini

perlu ditandatangani Bos.

Biarkan aku lewat.

Pergilah.

Kamu...

Dokumenku belum ditandatangani.

Bos,

ini sangat mendesak.

Ini beberapa sumber modal.

Tanda tangani ini semua.

Ada apa begitu mendesak?

Sampai menyuruhku meninggalkan usaha.

Kamu sendirian minum duluan?

Bos sudah

menjual rumahnya.

Sekarang dia tinggal di kantor.

Sebelumnya urusan perusahaan

semua diurus olehmu.

Sekarang semua masalah

bertumpuk di hadapan Bos.

Di meja kantor bertumpuk

berbagai macam kontrak.

Dia tidak bisa

menanganinya seorang diri.

Jangankan masalah menulis,

sambungan cerita 2 minggu lalu

juga sudah dihentikan.

Karena dia tidak bisa menulis apa-apa.

Untuk minggu ini,

hari ini adalah hari pengumpulan naskah.

Dia tetap tidak bisa menulis apa-apa.

Kurasa terpaksa dihentikan lagi.

Aku tidak tahu harus bagaimana lagi.

CEO Ye,

dia hanya mendengarkanmu.

Bisakah kamu berubah pikiran

dan kembali ke perusahaan?

Aku sudah coba bertanya padanya.

Dia tidak ingin aku ikut campur.

Dulu kalian merasa

dia selalu mendengarkanku.

Sebenarnya dia selalu

punya pendapatnya sendiri.

Apa lagi sekarang

hubungan kami seperti ini.

Apa pun perkataanku,

tidak akan didengarnya.

Benar saja.

Aku tidak bisa

membantu Bos menyelesaikan masalah apa pun,

aku malah datang mengganggumu.

Tidak apa-apa.

Mari, lihat.

Aku belikan makanan enak untukmu.

Tadi aku lewat sebuah toko kue

dan melihat

kue beruang yang lucu ini.

Khusus membelikannya untukmu.

Bagaimana?

Suka tidak?

Ada apa, Nan Xing?

Apa yang terjadi?

Kenapa menangis?

Maukah bercerita padaku?

Aku angkat telepon.

Halo, Bos.

Baik, aku segera kembali.

Naskahnya sudah ditulis.

Menyuruhku kembali untuk mengoreksinya.

Maukah kamu ikut aku kembali ke perusahaan?

Cepat pergi.

Baik.

[Tusuk sate barbekyu]

Aku pergi dulu.

Masuk.

Bos.

Kamu akhirnya

bisa menuliskan naskah.

Semua ada di sini.

Bantu aku cek.

Jika tidak ada masalah,

kirim ke Editor.

Dia sudah menunggu.

Baik.

Maaf,

memanggilmu kemari malam-malam.

Kelak aku akan lebih tepat waktu.

[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]

Tidak apa-apa.

Mana ada penulis yang tidak molor?

Jika tidak molor,

seharusnya

dalam kondisi menulis tanpa gangguan.

Sekarang

kamu punya banyak urusan.

Bisa menyerahkan naskah,

sudah sangat bagus.

Dulu saat bisa menulis tanpa gangguan,

aku merasa itu hal yang wajar.

Bos.

Kenapa kamu

tidak tinggal di rumah orang tuamu?

Aku tidak mau.

Maukah

kucarikan hotel untukmu?

Uangku sudah dipakai

untuk membeli kembali saham perusahaan.

Kenapa tidak nyambung?

Apakah kurang 1 halaman?

Aku cari sebentar.

[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]

Bos,

kebakaran.

Aku cari alat pemadam.

To, tolong.

Xiao Wudi, tolong aku.

Xiao Wudi, tolong aku.

Xiao Wudi, tolong aku.

Xiao Wudi.

Xiao, Xiao Wudi.

Nan Xing!

[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]

Xiao Wudi, tolong aku.

Xiao Wudi.

[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]

Jika ingin kembali,

ada syaratnya.

Kamu adalah Peri Zhen?

Bantu aku selesaikan sebuah tugas.

Tugas, waktu dan pengorbanan

tidak penting bagiku.

Aku akan melakukan semuanya.

Aku mau kembali menyelamatkannya sekarang juga.

Kamu mengerti?

Mengerti.

Tapi

jika

cerita cintamu berakhir tragis,

kamu tetap akan melakukannya?

Nantinya, semua penderitaan

harus ditanggung sendiri.

Tidak perlu bertele-tele.

Aku menyanggupimu.

[Keadaan berbahaya, jangan ditiru]

♫ Mengejar di tengah kerumunan ♫

♫ Terpisah terlalu jauh, tak terdengar ♫

♫ Bisakah membuka matamu ♫

♫ Berhenti di saat ini ♫

Xiao Wudi.

♫ Mencoba untuk mengembalikan kepercayaan ♫

♫ Melampaui batasan mimpi buruk ♫

♫ Bagaimana menafsirkan mimpi ini ♫

Aku sangat merindukanmu.

♫ Setelah rindu pergi ♫

Akhirnya kamu datang.

♫ Ingin melepaskan, tapi malah sangat melekat ♫

♫ Saat terbangun ♫

♫ Aku takut hatiku akan hancur ♫

Lepaskan.

♫ Biarkan salju menutupi dunia ♫

♫ Melihat gambaran sempurna di masa depan ♫

Kamu sungguh tidak sopan.

♫ Tak perlu takut ♫

Sesuka hatimu memelukku.

♫ Saat aku berjalan memasuki kegelapan ♫

Katakan dengan jujur,

♫ Mohon tetaplah di sisiku ♫

ini di mana?

Kamu siapa?

♫ Tunggu ombak surut dan membawa pergi kesedihan ♫

Kenapa aku

bisa berada di sini?

Kamu tidak mengenaliku?

♫ Kita berubah menjadi bunga yang terjatuh ♫

Apa aku harus mengenalmu?

♫ Tak peduli siang atau malam ♫

Aku Nan Xing.

♫ Berpelukan erat ♫

Aku pacarmu.

Lepaskan.

♫ Lampu tidak akan padam ♫

♫ Berpelukan erat ♫

♫ Lampu tidak akan padam ♫

Xiao Wudi.

Kamu mau ke mana?

Terserah aku mau ke mana.

Siapa yang berani menghalangiku?

Kenapa kamu tidak ingat padaku?

Aku mengerti.

Kamu terpesona

karena ketampananku.

Baik, aku mengerti.

Setiap orang pasti menyukai keindahan.

Tapi aku harus

berkata keras padamu.

Jika kamu terus mengikutiku,

jangan salahkan aku membunuhmu.

Kamu adalah Xiao Wudi.

Aku tidak hanya tahu kamu adalah Xiao Wudi.

Aku juga tahu kamu adalah Tuan Muda Hehuan.

Iblis nomor 1 di dunia persilatan.

Kamu kira kamu adalah

orang zaman dulu yang

melintasi waktu dari 500 tahun lalu.

Tapi sebenarnya kamu adalah karakter

yang kutulis dalam novelku.

Aku yang meminta pada Tuhan

agar diberi sebuah cinta yang tak terlupakan.

Kamu adalah teman terbaikku.

Selain Ibuku,

kamu orang yang

paling dekat denganku di dunia ini.

Satu-satunya orang yang

kunyatakan cinta dengan penuh keberanian.

Juga orang yang paling kurindukan

selama ini.

Sembarangan bicara!

Kamu jangan mengikuti lagi.

Kuberi tahu,

aku tidak mengerti perkataanmu.

Aku juga tidak ingin mengerti

apa yang kamu katakan.

Ada apa ini?

Kamu bagaimana?

Terluka tidak?

Tidak apa-apa.

Makanlah selagi panas.

Aku bereskan yang di sana.

Tidak perlu.

Besok suruh orang untuk menyapu saja.

Lagi pula,

sekarang aku tinggal di tempat orang tuaku.

Rumahku kosong,

kamu pindah saja ke sana.

Tidak apa-apa.

Aku tinggal di sini

supaya lebih leluasa bekerja.

Bukannya tidak punya tempat tinggal.

Lagi pula, urusan perusahaan belakangan ini

sudah kuurus dengan baik.

Tenanglah.

Cepat makan.

Kamu...

Bagaimana kabarmu?

Aku baik-baik saja.

Tidak ada lagi

telepon yang tak ada habis-habisnya.

Juga tidak ada dokumen yang tak bisa habis dilihat.

Aku sangat senggang,

tapi malah tidak terbiasa.

Baguslah.

Kalau ada waktu, bisa

melakukan hal yang kamu sukai.

Tidak perlu mengkhawatirkan soal perusahaan.

Cepat pulang dan istirahat.

Kamu... jaga dirimu baik-baik.

Jika

cerita cintamu berakhir tragis,

kamu tetap akan setuju?

Nanti, semua penderitaan

harus ditanggung sendiri.

Lepaskan.

Kamu tidak mengenaliku?

Aku Nan Xing.

Aku pacarmu.

Kamu adalah teman terbaikku.

Selain Ibuku,

kamu orang yang

paling dekat denganku di dunia ini.

Satu-satunya orang yang

kunyatakan cinta dengan penuh keberanian.

Juga orang yang paling kurindukan

selama ini.

Sembarangan bicara!

Jika kali ini

aku tidak bersama denganmu,

kamu tidak akan kehilangan

orang yang kamu sukai sekali lagi.

Menurutmu,

ada apa dengannya?

Tidak mungkin.

Dia menggunakan jurus ini padaku?

Aku sudah tahu.

Selamat malam.

Kenapa dia belum pulang?

Apa dia dalam bahaya?

Sudah pulang.

Meskipun aku membuatmu senang,

kamu juga tidak boleh terlalu senang.

Meski kamu sungguh percaya

aku hilang ingatan,

juga tidak boleh tidak peduli.

Bagaimanapun,

aku pernah jadi pacarmu.

Sia-sia aku begitu sedih hari ini.

Tolong, Xiao Wudi,

cepat kembali.

Ada apa?

Kenapa aku berada di sini?

Apa kamu

menggunakan sihir?

Meski kamu tidak ingat,

tapi hubungan kita

memang seperti ini.

Jika aku memanggilmu,

kamu harus muncul di hadapanku.

Mari.

Buka bajumu.

Buka baju apanya?

Kamu berpakaian begitu tebal, tidak panas?

Aroma apa ini? Bau sekali.

Sekalian mandi.

Jangan sentuh aku.

Kamu siapa?

Apa aku mengenalmu?

Sudah kukatakan berapa kali?

Aku adalah pacarmu.

Kamu adalah orang yang kupanggil.

Apa pun yang kusuruh,

harus kamu lakukan.

Kalau tidak,

kamu akan terkena kutukan.

Mengerti?

Tidak.

Xiao Wudi, tolong.

Mandilah.

Xiao Wudi, tolong.

Mandilah.

Xiao Wudi, tolong.

Kamar mandi di sana.

Silakan.

Kamu sungguh tak tahu malu!

Menurut ingatanku,

kamu, Tuan Muda Xiao, juga bukan

seorang yang sangat patuh pada etika.

Xiao Wudi, tolong.

Mandilah.

Jangan keras kepala lagi.

Aku bercanda.

Sana.

Aku sudah menggosok bak mandinya.

Benar-benar gila.

Setelah aku kembali kali ini,

aku tidak bisa

melihat semua ini lagi.

Aku bahkan tidak bisa melihatnya lagi,

untuk apa aku melihat semua ini?

Kamu mau apa lagi?

Membawakan baju ganti untukmu.

Baju ini sudah kotor,

nanti pakai ini.

Kenapa baju ini jelek sekali?

Tidak ada baju lain?

Baju lain

adalah milik pacarku.

Apa kamu pacarku?

Xiao Wudi.

Kamu sungguh tidak ingat aku?

Tidak.

Sudah kubilang.

Mungkin kamu sudah diatur ulang.

Apa maksudnya?

Sama seperti ponsel,

kamu diatur ulang.

Memori dihapus,

jadi kamu lupa padaku.

Jika aku memulihkan datamu,

kamu pasti ingat.

Aku tidak mengerti.

Kemari.

Untuk apa aku ke sana?

To...

[Pemuda Tampan]

Hari ini, kamu tidur di sini.

Tidak boleh.

Kenapa tidak boleh?

Aku anggap kamu bukan pacarku.

Kamu juga

tidak punya tempat tinggal malam ini.

Untuk apa begitu keras kepala?

Nona,

kulihat kamu juga lumayan baik,

kusarankan kamu

segera lupakan pacarmu itu.

Segera mulai kehidupan baru.

Kamu...

Nan Xing.

Bos, kamu datang?

Apa maksudnya?

Dia menyuruhku tinggal di sini beberapa hari.

Bos,

tadi aku mengurus

urusanku,

bukan sengaja meninggalkanmu

sendirian di sini.

Maaf.

Tidak apa-apa, sudah kubereskan.

CEO Ye datang?

Meski aku tidak tahu

apa yang terjadi

di antara kalian,

tapi menurutku dia sangat perhatian padamu.

Bagaimana jika kamu memintanya kembali?

Dengan bantuannya,

bisa meringankan tekananmu.

Aku sudah mengenalnya begitu lama.

Dia yang selalu membantuku

menyelesaikan berbagai masalah.

Tidak mudah dia bisa

punya waktu istirahat,

aku tidak ingin mengganggunya.

Baik.

Aku bantu bereskan

barang-barang di dalam.

Tidak perlu.

Cepat kembali dan istirahat.

Kamu tidur di mana?

Sofa.

Sofa? Ini...

Besok pikirkan cara lain lagi.

Bos,

kubantu kamu memasukkan koper.

Cepat masuk.

Bukankah kamu mau pergi?

Pergilah.

Aku tidak punya tempat tinggal malam ini.

Kenapa aku harus

begitu keras kepala?

Aku tidur di kamar ini.

Tidak boleh.

Tidak jadi pergi?

Bos,

tunggu aku sebentar.

Ada yang hendak kubicarakan dengannya.

Masuk.

Sudah, jangan berpura-pura lagi.

Tidak capek?

Siapa yang pura-pura?

Aku pura-pura apa?

Pura-pura lupa ingatan.

Ini cerita cinta

sejak zaman kapan?

Semuanya sudah bosan.

Aku tidak pura-pura lupa ingatan.

Tidak pura-pura?

Aku tidak pernah melihat orang zaman dulu

yang menunggu lampu merah.

Gayamu sekarang ini

sungguh tidak imut.

Apa yang tidak imut?

Jelas-jelas kamu tahu,

kenapa tidak mengatakannya?

Aku seperti orang bodoh.

Aku ini...

sedang memberimu jalan untuk turun.

Siapa sangka aktingmu semakin menjadi-jadi?

Kamu jadi sedikit lebih pintar.

Tapi tetap lebih baik

dirimu yang bodoh dulu.

Lalu bagaimana?

Mau putus?

Baik, aku sangat menginginkannya.

Apa yang kamu tertawakan?

Aku sudah sesedih ini,

kamu masih tertawa.

Kenapa kamu sedih?

Kamu menggunakan jurus

berpura-pura,

apa yang kamu rencanakan?

Aku baik-baik saja.

Tidak ada lagi

telepon yang tak ada habis-habisnya.

juga tidak ada dokumen yang tak bisa habis dilihat.

Kamu tidak perlu mengkhawatirkan soal perusahaan.

Jadi, jika seperti

perkataan Peri itu,

kali ini waktuku di dunia realita

akan sangat pendek.

Menurutku,

setelah aku menyelesaikan tugas ini,

aku akan segera

kembali ke dunia dalam buku.

Nanti,

kita akan berpisah lagi.

Waktu itu,

kamu mengalami kebakaran itu.

Aku tidak ingin kamu mengalami

penderitaan seperti itu lagi.

Jadi kamu pura-pura lupa ingatan?

Tapi lupa ingatan

juga tidak bisa menyelesaikan masalah apa pun.

Aku tahu.

Tapi...

Saat aku kembali dan melihatmu,

aku tidak tahu bagaimana mengatakannya.

Pikiranku kosong.

Pikiranmu kosong?

Bukannya biasanya kamu lumayan pintar?

Ini namanya kacau karena perhatian.

Aku sial karenamu.

Baik, baik.

Ini salahku.

Kamu bisa memikirkan untukku,

aku sudah sangat berterima kasih.

Tapi ada banyak hal

yang baru bisa dimengerti setelah kehilangan.

Apa yang kamu mengerti?

Bukankah aku pernah bilang?

Jika aku melewatkan saat ini,

apa pun yang terjadi kelak,

aku tetap akan menyesal.

Jadi saat itu,

aku sudah melakukan persiapan.

Bagaimanapun akhirnya,

yang penting kita bersama sekarang.

Tapi waktu itu hanya tebakan.

Sekarang sudah pasti.

Bagaimana kamu bisa yakin?

Aku tidak bisa terima.

Jangan begitu pesimis.

Meski akhirnya

sungguh akan seperti itu,

aku percaya aku tetap bisa menghadapinya.

Ini...

Xiao Wudi,

kamu orang dunia persilatan,

tidak bisa bertindak sesuka hati?

Aku juga ingin bertindak sesuka hati.

Tapi aku tidak bisa

bertindak sesuka hati padamu.

Kamu adalah cinta pertamaku.

Sungguh?

Benar.

Aku...

Aku hanya sembarangan

berbicara untuk menghiburmu.

Sungguh mudah ditipu.

Perasaanmu sudah lebih baik?

Semua karenamu.

Pada dasarnya...

aku sudah sangat baik.

Pada dasarnya?

Pada dasarnya, kamu adalah seorang antagonis.

Kenapa dia belum pergi?

Ada apa, Bos?

Itu... sudah malam.

Lalu?

Aku harus menulis naskah besok.

Lalu?

Sudah saatnya tidur.

Kalau mau tidur, tidurlah di rumah.

Aku tahu.

Aku akan mengurusnya.

Mana ada Bos

yang tidur di rumah bawahannya?

Keadaannya sedikit rumit,

nanti kujelaskan padamu.

Tidak apa-apa, Bos.

Ikut aku.

Kubantu kamu membawa kopernya ke sana.

Bos.

Meskipun ini

bukan sprei baru,

tapi sudah kucuci dan kujemur.

Sangat bersih.

Pakailah dulu.

Besok kubelikan

yang baru untukmu.

Kalian berdua

tinggal dulu di sini.

Xiao Wudi familiar dengan rumah ini.

Jika ada yang tidak tahu,

tanyalah saja dia.

Aku belum berbicara.

Kenapa kamu merasa tidak senang?

Aku tidak terbiasa

ada yang berjalan-jalan

di dalam rumah.

Aku akan sulit tidur

jika mendengar suara langkah kaki.

Ini bukan rumahmu.

Ini rumah Nan Xing.

Lebih baik aku kembali ke kantor.

Tapi kantor kebakaran.

Lebih baik kamu tinggal di sini.

Sekarang dia bahkan tak punya uang

untuk tinggal di hotel.

Mengalah saja padanya.

Aku baru kembali beberapa hari,

dia sudah membuat perusahaan bangkrut?

Bukan,

nanti kujelaskan padamu.

Bos, istirahatlah dulu.

Kami pergi dulu.

Aku tinggal di seberang.

Kalau ada apa-apa,

kirim pesan padaku.

Cepat istirahat.

Tadi aku di luar

mendengar kalian berkata,

Peri, hilang ingatan,

sedang membicarakan plot cerita?

Iya.

Tokoh utama pria ini

sedikit berlebihan, bukan?

Apa katamu?

Kami hanya berdiskusi,

tidak benar-benar mau menulis begitu.

Kami pergi dulu, sampai jumpa.

Istirahat baik-baik.

Selamat malam.

Kenapa kamu belum kembali dan tidur?

Sudah lama tidak bertemu,

tidak boleh melihatmu lebih lama?

Boleh.

Satu kali,

dua kali,

tiga kali,

empat kali,

lima kali.

Melihat seperti ini, cukup tidak?

Tidak cukup.

Tidak cukup?

Lihatlah lagi besok.

Selamat malam.

Kamu tidak takut

jika aku dikirim kembali?

Tugasmu belum selesai,

kamu tidak akan dikirim kembali.

Selamat malam.

Selamat malam.

Kenapa kamu kemari?

Aku masuk dari jendela.

Ini bukan pertama kalinya.

Bukan pertama kalinya?

♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

Kamu pernah kemari berapa kali?

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

Kembali dan tidurlah.

♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

Tidak mau.

Lu Zichen mendengkur.

♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫

Ribut sekali, aku tidak bisa tidur.

Kalian

tidak tidur di kamar yang sama.

Terpisah oleh pintu.

Rumah itu sangat tidak kedap suara.

Terpisah beberapa pintu juga tidak berguna.

♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

Kamu akan masuk angin jika tidur seperti ini.

♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫

Patuh.

♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫

Hanya satu malam.

♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫

Langit belum terang.

Cepat tidur lagi.

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

Lagi pula,

sebelum Bibi An masuk besok,

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

aku pasti akan menghilang.

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Adalah cinta ♫

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Adalah cinta ♫

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.