All language subtitles for Mr._BAD_episode_19_[iQIYI_subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Mr. BAD]

[Episode 19]

[Aula Hehuan]

Istana Hehuan?

Di mana Nan Xing?

[Istana Hehuan]

Dari mana datangnya orang ini?

Benar, dari mana datangnya?

Apakah kamu mengenalnya?

Karena aku sosok antagonis dalam buku,

dengan membuat sedikit keributan,

pasti akan ada orang yang melapor pada Pendekar Lu.

Jika sudah bertemu dengan Pendekar Lu,

maka Nan Xing tidak jauh lagi.

Kamu

tahu tidak

di mana Pendekar Lu dan Nan Xiaoxing berada?

Pendekar Xiao?

Sungguh Pendekar Xiao.

Pendekar Xiao.

Pendekar Xiao.

Akhirnya kami

bisa bertemu dengan Anda.

Benar, benar.

Kenapa mereka senang sekali?

Bahkan memanggilku pendekar?

Tidak disangka hari ini bisa bertemu.

Bisa bertemu.

Putriku, cepat gantung papannya.

Pahlawan besar.

[Merampok orang kaya membantu orang miskin]

Apa maksudnya ini?

Karena kamu merupakan pendekar

di kota peri kami.

Benar.

Pendekar Xiao,

jika bukan Anda

yang membantu kota

menangkap penjahat dan bandit,

bukan Anda yang menyelamatkan putri kami,

kami tentu tidak bisa

melewati hari yang tenang seperti sekarang.

Terima kasih Pendekar Xiao.

Pendekar Xiao,

kami juga tidak punya barang lain yang berharga.

Akan tetapi yang kami berikan

pada Anda merupakan niat tulus kami.

Silakan Tuan menerimanya.

Silakan menerimanya.

Tunggu sebentar.

Kalian bangun dulu.

Bangun.

Aku bertanya pada kalian.

Selain aku,

apakah ada pendekar lain?

Ini...

Tidak ada.

Kota peri kami selama beberapa tahun ini,

dari tua sampai muda,

semuanya bergantung pada perlindunganmu.

Ada dirimu,

siapa lagi yang berani menyebut dirinya pendekar?

Bukankah aku ini antagonis?

Kenapa berbeda dengan

yang ditulis Nan Xing?

Ada apa dengan Pendekar Xiao?

Tidak tahu.

Kalau begitu, apakah di kota peri ini

terdapat seorang Peri?

Peri?

Dia juga memiliki air mancur peri.

Air mancur peri?

Aku belum pernah mendengar soal Peri.

Jika air mancur peri pernah sekali.

Ia sepertinya ada di kota peri arah...

Di sana.

Di mana?

Benar, di sana.

Di sana, di sana.

Jaraknya dari sini

sekitar 30 mil lebih.

Benar.

Baik.

Ambillah.

Pendekar Xiao!

Jangan pergi, Pendekar Xiao!

Jangan pergi, Pendekar Xiao!

Peri, Peri.

Meskipun kita tidak pernah berjumpa,

namun Nan Xing masih menungguku.

Aku meminta belas kasihanmu,

tolong bantu aku kali ini.

Antarkan aku kembali.

Antarkan aku kembali.

Antarkan aku kembali.

Antarkan aku kembali.

Antarkan aku kembali.

Antarkan aku kembali.

Uang.

Antarkan aku kembali.

Antarkan aku kembali.

Ini kenapa masih belum bisa?

Antarkan aku kembali.

Antarkan aku kembali.

Antarkan aku kembali.

Sebenarnya mau bagaimana

baru bisa mengantarku kembali?

Apakah kamu sedang mempermainkanku?

Di mana kamu menyelamatkanku?

Air ini begitu dangkal,

bagaimana mungkin aku tenggelam?

Xiao Xiong.

Dia sudah pulang, bukan?

Apa yang dia janjikan?

Dia berjanji tidak berpacaran denganmu.

Kalau tidak, aku akan menarik

semua dana investasiku.

Hanya saja aku berharap

kelak saat mengambil keputusan

di luar dari pekerjaan,

pertimbangkanlah baik-baik.

Ada beberapa hal

yang tidak bisa aku selesaikan.

Seporsi wonton daging segar, lalu?

Tumis kentang, paprika dan terong.

Tumis kentang, paprika dan terong.

Ini saja?

Benar.

Baik, totalnya 20 yuan.

Silakan scan barcode ini.

Ayah, aku pergi dulu.

Hati-hati.

Qingqing,

pergi mengantar makanan?

Bisa tidak?

Kenapa tidak bisa?

Sejak SMP aku sudah

membantumu mengantar makanan.

Jangan membual lagi, oke?

Sudah kejadian berapa tahun lalu.

Aku katakan padamu, hati-hati saat berkendara.

Jangan sampai menumpahkan wontonnya.

Ternyata kamu ini memedulikan wontonnya.

Kamu pikir?

[Wonton]

Xiao Lu.

Bibi.

Aku tahu kenapa kamu kemari.

Meskipun aku tidak tahu

detail dari masalah yang terjadi,

tapi aku juga bisa menebak

gambaran persoalannya.

Qingqing kami ini

sudah mandiri sejak kecil.

Dia memiliki pemikirannya sendiri.

Aku dan Ayahnya

terus sibuk dengan kedai ini.

Sejak kecil juga tidak begitu menjaganya.

Akan tetapi bagaimanapun juga,

kehidupannya, belajarnya,

semuanya diatur dengan sangat baik.

Saat itu

hendak membuka perusahaan untukmu,

ayahnya menentangnya.

Dia bilang seorang wanita

tidak perlu begitu bersusah payah.

Namun setiap kali,

dia masih saja begitu senangnya kembali dan berkata

kalian sesaat kepikiran soal ini,

sesaat kepikiran soal itu.

Lalu sekarang,

apa yang sudah kalian lakukan?

Meskipun kami

tidak ingin dia begitu susah payah

berusaha sebegitu keras,

tapi melihat dia begitu teguh,

begitu senang,

menurutmu aku dan ayahnya

bisa menentang apa lagi?

Xiao Lu.

Jika kamu memang sungguh

menyukai Qingqing,

maka dewasalah.

Aku sebagai seorang Ibu

tidak ingin putriku sendiri

menjaga seorang anak

yang tidak dewasa seumur hidupnya.

Masih belum makan, 'kan?

Makanlah semangkuk wonton.

Terima kasih.

Makan dulu baru pergi.

Kami masih sibuk di sana.

♫ Mengejar di tengah kerumunan ♫

Xiao Wudi.

♫ Terpisah terlalu jauh, tak terdengar ♫

Aku mengingat kita

dimulai dari hari ini.

♫ Bisakah membuka matamu ♫

♫ Berhenti di saat ini ♫

Aku tahu

♫ Mencoba untuk mengembalikan kepercayaan ♫

kamu pasti sedang memikirkan cara untuk kembali.

♫ Melampaui batasan mimpi buruk ♫

Aku akan menunggumu dengan kuat di sini.

♫ Bagaimana menafsirkan mimpi ini ♫

♫ Setelah rindu pergi ♫

♫ Ingin melepaskan, tapi malah sangat melekat ♫

♫ Saat terbangun ♫

♫ Aku takut hatiku akan hancur ♫

♫ Biarkan salju menutupi dunia ♫

♫ Melihat gambaran sempurna di masa depan ♫

Pagi, Nan Xing.

Pagi.

Pagi.

Pagi.

♫ Tak perlu takut ♫

♫ Saat aku berjalan memasuki kegelapan ♫

Pagi semuanya.

Pagi, Kak Jiao.

♫ Mohon tetaplah di sisiku ♫

♫ Tunggu ombak surut dan membawa pergi kesedihan ♫

♫ Kita berubah menjadi bunga yang terjatuh ♫

♫ Tak peduli siang atau malam ♫

♫ Berpelukan erat ♫

♫ Lampu tidak akan padam ♫

♫ Setelah rindu pergi ♫

♫ Ingin melepaskan, tapi malah sangat melekat ♫

Bos.

Aku sekarang akan menelepon

agar supir membawa mobilnya kemari.

♫ Saat terbangun ♫

♫ Aku takut hatiku akan hancur ♫

♫ Biarkan salju menutupi dunia ♫

♫ Melihat gambaran sempurna di masa depan ♫

♫ Tak perlu takut ♫

Sedang bertengkar.

Dia sedang kesal denganku.

♫ Saat aku berjalan memasuki kegelapan ♫

Tutup mulutmu!

♫ Mohon tetaplah di sisiku ♫

♫ Tunggu ombak surut dan membawa pergi kesedihan ♫

♫ Kita berubah menjadi bunga yang terjatuh ♫

♫ Tak peduli siang atau malam ♫

♫ Berpelukan erat ♫

♫ Lampu tidak akan padam ♫

♫ Saat aku berjalan memasuki kegelapan ♫

♫ Mohon tetaplah di sisiku ♫

♫ Tunggu ombak surut dan membawa pergi kesedihan ♫

♫ Kita berubah menjadi bunga yang terjatuh ♫

♫ Tak peduli siang atau malam ♫

♫ Berpelukan erat ♫

♫ Lampu tidak akan padam ♫

♫ Berpelukan erat ♫

♫ Lampu tidak akan padam ♫

Ibu, aku pulang.

Nan Xing, istirahat sebentar.

Minum segelas susu.

Baik. Terima kasih, Bu.

Hati-hati.

Hati-hati panas.

Baik.

Kenapa belakangan ini larut sekali?

Belakangan ini saat siang hari,

aku harus menemani Bos bertemu dengan investor.

Tidak ada waktu untuk memikirkan alurnya.

Kemudian asal menulis saat pulang,

alhasil sudah begitu larut.

Sudah kubilang Bos kalian ini

suka padamu, 'kan?

Bertemu klien hal yang begitu penting,

juga harus membawamu.

Aku pergi

hanya untuk memberi dukungan.

Sepertinya Bos kami

juga merasa sedikit bersalah.

Sebelumnya masalah seperti ini

selalu CEO Ye yang mengaturnya.

Sekarang, dia sudah mengundurkan diri.

Kenapa dia mengundurkan diri?

Mereka berdua bertengkar?

Aku tahu.

Karena kamu terlalu hebat.

Benar.

Lihat, tebakanku benar, 'kan?

Kamu cepat pergi tidur.

Aku akan tidur setelah selesai menulis.

Baiklah.

Kalau begitu kamu jangan terlalu malam.

Baik.

Oh ya,

kenapa akhir-akhir ini tidak melihat Xiong?

Dia sudah pulang ke kampung halamannya.

Pulang kampung halaman juga tidak pamit dulu.

Baiklah, aku tidak mengganggumu lagi.

Baik.

Istirahat lebih awal.

Selamat malam.

Selamat malam.

Direktur Lu.

Aku katakan padamu.

Soal investasi dana seperti ini,

dulu

aku selalu membicarakannya dengan Ye Qing.

Aku tahu

seberapa banyak dia berkontribusi

untuk X-Culture ini.

Jadi aku juga

tidak berencana membohongimu.

Aku tahu kamu saat ini

berupaya bertemu dengan pihak investor dari segala penjuru.

Tapi aku bisa

dengan jelas memberitahumu.

Usaha dan kerja kerasmu,

tidak akan membuahkan hasil.

Sebaiknya langsung berhenti dan menyerah saja.

Kenapa?

Pertama,

kami mengakui idemu.

Impianmu sangatlah bagus.

Tujuanmu juga sangat bermakna.

Namun kamu tahu,

yang dunia ini butuhkan bukanlah ide.

Melainkan orang

yang bisa mewujudkannya.

Bagi X-Culture,

orang ini adalah Ye Qing,

bukan kamu.

Kedua.

Kamu tidak seharusnya

menendang ayahmu keluar.

Meskipun jumlah uang ini tidak besar,

tetapi selama dia ada,

semua orang akan tahu bahwa

terdapat nilai bisnis yang sangat tinggi

di balik perusahaan ini

yang sedang mendukung.

Sekarang Ye Qing sudah pergi,

juga tidak ada dukungan dari ayahmu lagi.

Sebagai pihak investor,

aku menyadari performamu sekarang

sangat tidak rasional.

Aku mengerti.

Tampaknya kita

tidak perlu lanjut membicarakannya lagi.

Terima kasih atas kejujuran Anda.

Pak.

Kami menunggumu

di pintu sebelah utara.

Kami menunggumu di pintu keluar.

Baik, terima kasih, sampai jumpa.

Bos.

Kendaraannya sebentar lagi tiba.

Batalkan janji-janji

berikutnya.

Kamu tidak pergi menemui mereka lagi?

Ucapannya masuk akal.

Jumlah uang ini juga tidak begitu besar.

Aku bisa menyelesaikannya sendiri.

Kamu sudah menyadarinya?

Kamu pergi cari agen,

bantu gadaikan rumahku.

Bagaimana kalau dipikirkan lagi?

Demi hal ini

kamu menjual rumahmu,

sungguh tidak layak.

Jangan dibicarakan lagi.

Hati-hati aku akan meliburkanmu jika kamu mengatakannya lagi.

Ayo jalan.

[Properti berkualitas, menjual dengan sepenuh hati]

Baiklah.

Kamu langsung pasang saja.

Harga bisa kita bicarakan nanti.

Semakin cepat semakin baik.

Aku pesan

set tumis kentang porsi besar,

tidak mau peterseli.

Halo, Nan Xing ada apa?

Bu, aku saja.

CEO Ye, apakah kamu sibuk hari ini?

Sibuk, kenapa?

Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.

Apakah aku boleh

datang mencarimu saat kamu senggang nanti?

Begini saja.

Pulang nanti

kemarilah dan bantu aku, oke?

Baik.

Sampai jumpa.

Baik, sekian dulu.

[Properti berkualitas, menjual dengan sepenuh hati]

[Wonton Ye Ji]

Wonton daging segar.

Duduk di sebelah.

Qingqing.

Kamu bersihkan dulu bagian ini.

Baik.

Wonton Anda.

Baik, baik.

Silakan duduk di sana.

Halo, duduk di sini saja.

Duduk di sebelah saja.

Jamur.

Daging jamur.

Aku paket lengkap.

Benar, benar.

Paket lengkap, 'kan?

Paket lengkap, 18 yuan.

Baik.

Sudah, kamu mau pesan apa?

Aku ingin isi udang.

Isi udang, porsi besar atau kecil?

Sudah datang?

Porsi kecil, isi udang.

CEO Ye.

Jangan berdiri di sana, ayo cepat bantu.

Daging jamur porsi besar.

Porsi besar, ya?

Ini ayah dan ibuku.

Nan Xing.

Halo, Bibi.

Halo, Paman.

Halo.

Halo, halo.

Hari ini terlalu banyak orang.

Terima kasih sudah datang membantu.

Tidak apa-apa.

Nan Xing.

Antarkan dua mangkuk wonton ini

ke sisi tangan kananmu

yang paling dalam, meja nomor 2.

Pergilah.

Bagaimana mau bekerja jika membawa tas seperti itu?

Tumis kentang, porsi besar atau kecil?

Porsi kecil.

Porsi kecil, harganya 12 yuan.

Baik.

Lalu?

Mari.

Hari ini kita beradu kemampuan minum.

Kenapa hari ini ada waktu kemari?

Tidak perlu menjaga toko?

Aku hanya ingin makan

barbekyu di kedai kalian.

Baiklah.

Oh ya,

bantu aku bakar satu terong juga.

Baik, tunggu sebentar.

Cobalah.

CEO Ye.

Dibandingkan dengan saat kamu di perusahaan,

kamu sungguh berbeda sekarang.

Cobalah selagi masih panas.

Lihat enak atau tidak.

Bagaimana?

Enak sekali.

Tadi saat membantu

menuangkan wonton di kedai,

aku sudah merasa enak sekali.

Ayo makan satu.

Aku sudah makan setiap hari.

Cepat makanlah.

Kemudian,

aku sekarang merupakan

rakyat yang pengangguran.

Jadi jangan selalu memanggilku CEO Ye.

Tidak bisa.

Kamu tetap CEO Ye.

Kamu dari pagi sampai malam

di kedai wonton,

apakah sangat melelahkan?

Sebaliknya aku merasa baik-baik saja.

Karena semuanya pekerjaan fisik.

Dibandingkan dengan dulu mengatur perusahaan,

sekarang aku jauh lebih lega.

Aku tidak perlu memakai sepatu hak tinggi lagi.

Aku juga sangat tidak terbiasa.

Jika tidak terbiasa,

maka lepaskan saja.

Sekarang?

Memangnya kenapa?

Tidak bisa?

Aku temani kamu.

Baik, lepas ya lepas.

Bukankah jauh lebih nyaman?

Masih seperti biasa,

menambahkan sedikit cabai.

Baik, terima kasih.

Katakanlah, ada urusan apa hari ini mencariku?

Bos

ingin mengeluarkan ayahnya.

Apa maksudnya?

Bos ingin membeli

seluruh saham di tangan ayahnya.

Selain itu, tidak boleh menyentuh

uang kas dari perusahaan.

Sekarang dalam kondisi seperti ini,

tidak akan ada orang yang mau mengambil alih, 'kan?

Dia mana punya uang sebanyak itu?

Jadi dia menggadaikan rumahnya.

Agen mengatakan

rumahnya itu merupakan rumah mewah,

akan sangat mudah dijual.

Sepertinya tidak lama lagi

akan terjual.

Meskipun Bos tidak berkata apa pun,

tapi aku merasa

hal ini ada hubungannya denganmu

yang mengundurkan diri.

Aku berpikir,

bisakah kamu kembali menasihatinya?

Mungkin saja ada solusi

untuk menyelesaikan masalah ini.

Baiklah.

Kamu sekarang sudah dewasa.

Benarkah?

Namun, aku bukan lagi

karyawan X-Culture sekarang.

Aku tidak punya kuasa

untuk menanyakan soal ini.

Baiklah.

Anggap saja aku hari ini

datang bekerja seharian

untuk mantan atasanku.

Datanglah bekerja ke sini

kapan pun itu.

Makan dan minum gratis,

tapi tidak dibayar.

Memberi arak gratis bisa, 'kan?

Ini tidak masalah.

Mari, ayo coba juga ini.

Sangat enak.

[Lu Zichen]

Bos ingin membeli

seluruh saham di tangan ayahnya.

Selain itu, tidak boleh menyentuh

uang kas dari perusahaan.

Jadi, dia menggadaikan rumahnya.

[Kabarnya]

Apa artinya ini?

[Ye Qing]

Aku dengar

kamu ingin mengeluarkan ayahmu?

Kenapa tiba-tiba sekali?

[Dia memberitahuku kamu saat itu]

[Lu Zichen]

Orang yang sudah tidak bekerja sebaiknya istirahat dengan baik.

Proyek Pengembangan Bersama Kekayaan Intelektual,

bagaimana aku harus membalasnya?

Untung ada buku rahasia yang diberikan CEO Ye.

CEO Ye kapan bisa kembali?

Meskipun dia memberikan buku rahasia,

aku juga tidak bisa mengurus

persoalan sebanyak ini sendirian.

Bintang kecilku.

Pak Shi.

Proposal Proyek Bintang Baru

hanya tersisa kalian berdua saja.

Apakah kamu lupa?

Sebelum dirilis, aku harus sudah menyelesaikannya.

Jika sudah membuat janji dengan Xiao Wudi,

beri tahu aku lagi.

Halo?

Halo, Nyonya.

Aku agen properti yang bertanggung jawab

atas penjualan rumah kalian.

Aku ingin memberi tahu kalian,

rumah Direktur Lu kalian

sudah ada yang mau membelinya.

Cepat sekali?

Ini baru dipasang beberapa hari saja.

Sekarang pasar properti sangat ramai.

Terutama seperti rumah mewah

miliki Direktur Lu kalian,

sangat diburu.

Harga yang disepakati sangat memuaskan.

Mohon Anda

memberi tahu Direktur Lu kalian.

Baik, aku mengerti.

Terima kasih.

Sama-sama.

Bos.

Barusan agen properti menelepon.

Katanya, rumahnya sudah terjual.

Aku sedang menunggunya.

Direktur Lu.

Direktur Lu kecil dia...

Ada apa dengannya?

Dia menelepon dan berkata

uang untuk membeli sahamnya

sudah dia siapkan.

Aku pergi mencari tahu,

dia sepertinya mengeluarkan

seluruh uangnya.

Selain itu, menjual rumahnya juga.

Anda lihat

perlukah aku menasihatinya?

Jangan.

Untuk apa menasihatinya?

Jarang sekali dia bisa begitu bersikukuh.

Ikuti saja apa maunya.

Baiklah.

Menjual rumah?

Hebat juga kamu.

Bos.

Ini surat kontrak yang kamu inginkan.

Kemudian data informasi.

Bos.

Aku merasa kamu ini sedikit terlalu...

Kekanak-kanakan?

Bukan, bukan.

Aku hanya ingin bilang kamu terlalu gegabah.

Aku bukannya tidak memikirkan akibatnya.

Berdiri sendiri

mungkin bukanlah hal baik

bagi perusahaan kita.

Orang-orang itu semua karena ayahku

sehingga tidak mau bekerja sama lagi.

Itu berarti

kita tidak memiliki tujuan yang sama.

Rumah yang dijual masih bisa dibeli.

Lagi pula, bukannya tidak ada tempat tinggal lagi.

Beberapa hari ini sudah menyusahkanmu.

Hari ini pulanglah lebih awal.

Besok istirahat.

Baik.

Masalah yang terjadi belakangan ini,

jangan katakan pada orang-orang di perusahaan.

Baik, aku mengerti.

Aku sudah mengatakan pada Bos.

Waktu detailnya

Anda saja yang atur.

Baik.

Jika ada masalah hubungi aku saja.

Sudah merepotkan.

Pak Shi,

cover yang kamu kirimkan padaku

sudah kulihat.

Ada dua bagian yang perlu diubah.

Aku akan kirimkan untukmu.

Baik.

Nan Xing.

Bu.

Minum sedikit air.

Istirahat sebentar.

Kamu terus menelepon semalaman.

Membicarakan soal pekerjaan.

Sungguh menyusahkan.

Akhir-akhir ini ada banyak masalah.

Aku menyadari

sejak CEO Ye mengundurkan diri,

kamu tidak sama lagi.

Mana ada?

Apanya yang tidak?

Aku ini pengamat dari samping.

Sekarang aku merasa kamu seperti

wanita yang kuat dan tangguh semacam itu.

Kamu ini terlalu berlebihan.

Masih ada banyak hal yang masih asing bagiku.

Aku harus mengandalkan buku rahasia

menjadi asisten yang diberikan CEO Ye padaku.

Kamu jangan terlalu membebani dirimu sendiri.

Segala hal harus pelan-pelan,

mengerti?

Harus bisa menyeimbangkan kerja dan istirahat.

Mengerti.

Akhir pekan nanti,

aku bawa kamu pergi bermain dua hari.

Bagaimana?

Kita ganti suasana hati.

Akhir pekan? Aku harus lembur.

Baiklah.

Kalau begitu kamu pergilah bersenang-senang dengan saudaramu.

Hanya bisa seperti itu.

Aku beri tahu kamu,

kesehatan merupakan nyawamu.

Jangan sampai kelelahan.

Lonceng angin ini

sama seperti foto profil di WeChatmu.

Baru beli, ya?

Baiklah, lanjutkan kesibukanmu.

Xiao Wudi.

Apakah kamu baik-baik saja di sana?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.