Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 18]
Maaf.
Seharusnya aku memberitahumu lebih awal.
Kamu tidak perlu minta maaf padaku.
Kamu tidak melakukan kesalahan.
Masalah ini
memang di luar dugaanmu.
Kamu tidak marah lagi?
Aku tidak pernah
marah padamu.
Apakah kamu sudah bisa merasa senang?
Sebenarnya aku tahu
apa yang ada di pikiranmu.
Awalnya kamu mengira
dirimu hanya
orang kuno biasa.
Tapi tidak disangka malah bukan manusia.
Aku bukan sedang memakimu.
Maksudku adalah
kamu tahu
kamu adalah tokoh yang muncul dari dalam buku.
Hal ini memang
di luar perkiraanmu.
Pukulannya memang sangat besar.
Terutama,
buku ini adalah hasil karyaku.
Aku adalah penciptamu.
Dengan kata lain,
aku adalah Ibumu.
Sangat wajar jika kamu tidak ingin
berpacaran dengan Ibumu.
Sebelum kamu membahas ini,
aku sungguh tidak berpikiran ke sana.
Lalu, bagaimana sekarang?
Aku merasa sedikit kurang nyaman sekarang.
Sebenarnya apa yang aku katakan?
Tidak masalah.
Sebenarnya ini semua tidak penting.
Lalu, hal apa yang penting?
Aku akan membantumu mewujudkan
hal yang menurutmu penting.
Kamu tidak bisa membantuku dalam hal ini.
Kamu belum mengatakannya,
bagaimana bisa tahu aku tidak bisa membantu?
Katakanlah.
Hal apa yang menurutmu
paling penting?
Aku...
Sebenarnya aku meras
kehidupanku sekarang
tidak ada artinya sama sekali.
Ketika aku baru datang kemari,
setidaknya aku tahu
siapa diriku.
Meski aku merasa bingung juga kala itu,
tapi aku tahu
dari mana asalku.
Aku, Xiao Wudi, adalah orang
yang paling pintar dan kuat di dunia.
Tapi sekarang aku menyadari,
semua ini adalah palsu.
Aku sama sekali bukan
orang yang aku bayangkan.
Aku bukanlah
Xiao Wudi itu sama sekali.
Sebenarnya
untuk tujuan apa aku hidup?
Hidup masih butuh tujuan?
Kamu tidak perlu berpikir terlalu banyak.
Ini adalah masalahku sendiri.
Kamu tidak perlu ikut
memikirkan hal rumit ini bersamaku.
Tidak boleh.
Aku harus bertanggung jawab padamu.
Kamu jangan menganggapku sebagai anak.
Aku tahu.
Biarkan aku
memikirkannya sendiri
selama dua hari ini.
Mungkin aku akan bisa mengerti setelah dipikirkan.
Bagaimana jika tidak bisa mengerti?
Semoga bisa mengerti.
Berjanjilah padaku.
Harus bisa mengerti.
Apakah ini bisa dikendalikan olehku?
Kamu berjanji saja.
Baik.
Aku berjanji padamu.
Apa lagi?
Harus segera memberitahuku jika sudah mengerti.
Nan Xing.
Jangan kunci pintunya.
Aku akan segera keluar.
Baik.
[Apakah kamu sudah mengerti hari ini?]
[Telepon aku jika sudah mengerti, jika belum maka beli es krim.]
Sampai jumpa.
Pagi, CEO Ye.
Pagi.
- Pagi, CEO Ye. - Pagi, CEO Ye.
Pagi.
Pagi, CEO Ye.
Pagi.
CEO Ye.
Siapa yang membocorkan informasi?
Aku tidak memberi tahu kalian
karena tidak mau seperti ini.
Kak Qing.
Jiaojiao, kamu realistis sekali.
Perasaan memudar jika seseorang pergi.
Aku belum pergi,
panggilan CEO Ye sudah berubah menjadi 'Kak Qing'.
Coba kulihat.
Jangan menangis.
Akan jelek jika menangis.
Para gadis jangan menangis.
Aku akan sedih jika kalian menangis.
Dua pria dewasa,
kenapa menangis seperti ini?
Aku tidak pernah melihat
kalian seperti ini.
Aku ingin merekam kalian.
Akan aku rekam jika menangis.
Sudah.
Anggap saja aku pergi berlibur.
Lagi pula, aku belum pernah
isitirahat selama bertahun-tahun.
Mulai sekarang,
aku bisa
bangun tidur pukul berapa pun
sesuka hati.
Bisa makan apa pun sesuka hati.
Tidak perlu melakukan pertemuan.
Jika begini,
kalian akan iri padaku, bukan?
CEO Ye, karena Anda pergi berlibur,
maka istirahatlah dengan baik.
Para saudara
akan terus berusaha
di perusahaan.
CEO Ye, semangat!
CEO Ye, bolehkah kita
berfoto bersama?
Kita boleh berfoto bersama.
Mari berfoto bersama CEO Ye.
Mari.
Aku ingin melihat senyum kalian.
Tiga, dua, satu.
Sungguh mau mengundurkan diri?
Duduklah.
Editor memberitahuku
kamu menyerahkan pekerjaan padanya.
Benar.
Operasional perusahaan
sudah aku susun dengan baik.
Semua hal
sudah ada penanggung jawabnya.
Kamu sedang kesal denganku, ya?
Karena aku tidak
memberimu cuti hari itu?
Aku akan memberimu cuti sekarang.
Aku tidak sedang kesal denganmu.
Aku hanya merasa kita berdua
tidak cocok bekerja bersama sekarang.
Tidak cocok bagaimana?
Menurutku cukup cocok.
Semua bisnis perusahaan
sudah berada pada jalurnya.
Setiap posisi
memiliki penanggung jawab.
Kamu tenang saja.
Tidak akan ada masalah besar.
Aku sudah memberi tahu
pihak HRD.
Kamu hanya perlu tanda tangan.
Aku tidak mau.
Tidak kuizinkan kamu mengundurkan diri.
Kamu setuju atau tidak,
aku tetap tidak akan berubah.
Kamu seharusnya memahamiku selama ini.
Selama bertahun-tahun,
apakah kamu tidak pernah suka padaku?
Masa lalu jangan diungkit lagi.
CEO Ye, kamu sudah membereskan barang?
Mari, duduk.
Ini hadiah untukmu.
[Buku Pedoman Asisten]
Buku Pedoman Asisten.
Kamu terlalu...
Bodoh, bukan?
Terlalu menggemaskan.
Ini adalah pokok pekerjaan yang aku susun
[Buku Pedoman Asisten]
sejak menjadi asisten hingga sekarang.
Kamu akan segera membutuhkannya.
CEO Ye.
Aku tidak merelakanmu pergi.
Nan Xing, kamu tahu tidak?
Aku senantiasa percaya pada kemampuanmu.
Sejak masuk kerja hingga sekarang,
kamu lebih berusaha dan serius dibandingkan semuanya.
Belajar lebih cepat dibandingkan semuanya.
Kamu sudah bisa menjadi
seorang asisten dengan baik.
Tapi aku berharap,
kamu bisa tahu jelas akan satu hal.
Yakni apa jalan yang sebenarnya
kamu inginkan?
Saat semua orang mengantarmu hari ini,
aku melihat dirimu
yang dikelilingi orang-orang.
Kamu begitu tegar,
penuh keyakinan,
cantik.
Aku berpikir di dalam hati,
aku juga ingin
menjadi orang sepertimu.
Kamu tahu tidak?
Sebenarnya,
aku bisa melihat bakatmu
dari hasil karyamu.
Menurutku, kamu bisa
menjadi penulis
yang sukses dan unggul seperti Bos.
Penulis seperti Bos?
Tidak mungkin.
Tidak mungkin bagaimana?
Nan Xing.
Apa kamu tahu
kekuranganmu sekarang?
Semangat tidak gentar
seperti Bos saat masih muda.
Meski kamu tidak memercayai diri sendiri,
tapi kamu harus
percaya alasanku memilihmu.
♫ Mengejar di tengah kerumunan ♫
♫ Terpisah terlalu jauh, tak terdengar ♫
♫ Bisakah membuka matamu ♫
♫ Berhenti di saat ini ♫
♫ Mencoba untuk mengembalikan kepercayaan ♫
♫ Melampaui batasan mimpi buruk ♫
♫ Bagaimana menafsirkan mimpi ini ♫
♫ Setelah rindu pergi ♫
♫ Ingin melepaskan, tapi malah sangat melekat ♫
♫ Saat terbangun ♫
♫ Aku takut hatiku akan hancur ♫
♫ Biarkan salju menutupi dunia ♫
♫ Melihat gambaran sempurna di masa depan ♫
Selama bertahun-tahun,
apakah kamu tidak pernah suka padaku?
♫ Tak perlu takut ♫
♫ Saat aku berjalan memasuki kegelapan ♫
♫ Mohon tetaplah di sisiku ♫
Masa lalu jangan diungkit lagi.
♫ Tunggu ombak surut dan membawa pergi kesedihan ♫
♫ Kita berubah menjadi bunga yang terjatuh ♫
♫ Tak peduli siang atau malam ♫
♫ Berpelukan erat ♫
♫ Lampu tidak akan padam ♫
[Wonton Ye Ji]
Sudah ada tempat di dalam.
Masuklah ke dalam.
Tambah satu rasa sayuran.
Kami mau bawa pulang.
Bawa pulang, ya?
Baik, tunggu sebentar.
Bos, pesan antarku.
Ini punyamu.
Baik, terima kasih.
Mengapa kamu pulang?
Hari ini sangat ramai,
tidak ada waktu melayanimu.
Aku sudah mengundurkan diri.
Aku lapar, ada makanan tidak?
Tentu saja ada.
Mari, pangsitnya.
Tambah satu lagi.
Mari, aku tambah satu.
Baik.
Bos.
Punyaku kapan selesai?
Ibu.
Apa aku boleh tidur denganmu hari ini?
Mari.
Tidurlah.
Aku masih harus bangun pagi besok.
Ibu.
Menurutmu,
apa tujuan
manusia dilahirkan?
Ada apa denganmu?
Kamu baik-baik saja?
Tidak ada masalah.
Aku hanya tidak bisa tidur.
Jadi asal berpikir.
Kamu tidak akan memikirkan ini biasanya.
Pasti ada masalah.
Katakan, ada apa?
Maksudku
seandainya aku sudah menciptakan seseorang
dan tidak sengaja
membiarkannya datang ke dunia ini,
lalu...
Tunggu.
Kamu hamil?
Tidak.
Bagaimana mungkin aku hamil?
Membawa apa ke dunia ini?
Seseorang?
Kamu sudah hamil.
Sudah berapa bulan?
Siapa Ayahnya?
Aku hanya membuat perumpamaan.
Kamu mengagetkanku saja.
Aku katakan seperti ini saja padamu.
Aku punya seorang teman.
Dia tidak tahu
apa arti hidupnya sendiri.
Aku ingin menasihatinya.
Tapi aku menyadari,
sepertinya aku juga
tidak tahu apa artinya kehidupan.
Mari.
Arti kehidupan, ya?
Kehidupan
dijalani oleh diri sendiri.
Tidak ada yang akan tahu dirinya
akan menjadi seperti apa
dan akan
melakukan hal apa sejak lahir,
dan akan memberi
jasa seperti apa pada dunia.
Benar, 'kan?
Benar.
Tetapi,
temanku itu
merasa hidup yang dijalaninya
semuanya sudah diatur.
Sangat tidak bebas.
Tidak ada satu orang pun
yang memiliki kebebasan murni.
Sedikit atau banyak,
kita harus menerima pengaturan.
Contoh paling sederhana,
kita tidak bisa memilih
orang tua sendiri, benar?
Oleh sebab itu,
kita harus menjalani hari
dengan baik.
Lakukan hal yang kita sukai dengan baik.
Dan satu lagi,
menikmati kehidupan kita sekarang.
Ini adalah arti kehidupan manusia.
Sekarang, tugas kita adalah
segera tidur.
Sudah mengerti?
Tidurlah sendiri jika sudah mengerti.
Selamat malam.
Selamat malam.
Selamat malam.
Selamat malam.
[Apakah kamu sudah mengerti hari ini? Telepon aku jika sudah mengerti, jika belum maka beli es krim.]
Sudah selarut ini, mengapa belum tidur?
Xiao Wudi.
Ibuku sudah bilang,
kehidupan harus dijalani diri sendiri.
Setiap orang setidaknya
pasti pernah diatur.
Tapi, asalkan berusaha
melakukan hal yang disukai,
maka bisa menemukan arti kehidupan.
Aku minta Ibu yang mengatakannya padamu saja.
Dia pandai memberi nasihat.
Jangan berulah.
Apakah kamu menjadi kurus?
Tidak.
Meski pikiranmu sedang kacau,
juga harus menjaga diri dengan baik.
Harus makan.
Harus tidur.
Jika tidak,
saat sudah mengerti arti kehidupan nanti,
kamu sudah akan kelaparan.
Apa gunanya itu?
Aku punya keahlian yang melindungiku.
Aku tidak akan mati.
Tidak boleh seperti itu.
Aku meminta
seorang pacar yang tampan.
Jika wajahmu jelek karena kelaparan,
aku akan mengembalikanmu pada Peri.
Kamu sudah keterlaluan.
Apakah kamu sungguh merasa aku tampan?
Apa gunanya tampan?
Kamu sudah rusak.
Apa maksudnya aku sudah rusak?
Lihat saja dirimu.
Lebih tampan dari orang biasa.
Lebih pintar dari orang biasa.
Kamu juga bisa bela diri.
Juga sangat berwawasan.
Tidak ada
yang tidak bisa kamu lakukan.
Jika orang sepertimu saja
tidak bisa menemukan arti hidup,
apakah orang biasa
seperti kami masih bisa hidup?
Apa gunanya hal itu?
Aku ini hanya manusia palsu.
Apa bedanya kamu dengan kami?
Badanmu ini asli.
Apa kamu masih ingat
tampangmu saat kecil?
Ingat.
Aku tidak pernah
memikirkan hal ini sebelumnya.
Tapi, aku berusaha
untuk mengingatnya selama dua hari ini.
Aku menyadari, aku sama sekali
tidak memiliki memori pada masa itu.
Sudah paham, 'kan?
Masalahku ini
hanya bisa diselesaikan olehku.
Kamu tidak perlu banyak berpikir
dan jangan menambah beban diri.
Tenang saja, jangan mencemaskanku.
Cepat, tidurlah.
Selamat malam.
Xiao Wudi.
Aku akan bertanggung jawab padamu.
Baik.
Kamu tidak boleh menipuku.
Untuk apa aku menipumu?
Kamu tunggu saja.
Selamat malam.
Selamat malam.
Kamu berangkat kerja
seperti ini setiap hari?
Bukankah hanya masalah Ye Qing yang berhenti kerja?
Bukan kejadian langit runtuh.
Akan kusuruh
orang mengurus perusahaanmu.
Tenang saja, tidak akan ada masalah.
Tapi jika dibahas kembali,
kamu adalah Bos.
Bagaimana caramu menghadapi karyawan
jika tampak lusuh seperti ini?
Bagaimana bisa membuat pemegang saham
bisa yakin padamu?
Mari.
Jika kalian
tidak yakin padaku,
lalu kenapa mendukungku tahun itu?
Jujur kukatakan padamu.
Aku tidak berniat
mendukungmu tahun itu.
Rencanamu
yang tidak masuk akal itu,
siapa sangka
rencana itu akan berhasil?
Jika bukan Ye Qing
yang membawa proposal dan mencariku,
bagaimana mungkin aku akan
memberimu uang secepat itu?
Jadi,
aku yakin pada Ye Qing,
bukan kamu.
Proposal apa?
Dia pernah mencarimu secara pribadi?
Awalnya aku mengira
dia hanya seorang
bocah kecil yang ingin
mendapatkan jabatan.
Jadi, aku mengajukan
syarat padanya.
Ingin menggertaknya mundur.
Tidak disangka dia setuju.
Juga berhasil melakukan pekerjaan.
Dia menyetujui apa?
Berjanji tidak akan berpacaran denganmu.
Jika tidak, aku akan menarik
semua investasi.
Kamu sungguh berkata begitu?
Sungguh.
Sungguh berkata begitu?
Sungguh.
Aku hanya ingin menggertaknya.
Tidak disangka sikapnya cukup keras.
Lebih keras darimu yang sekarang.
Cepatlah pulang.
Pelajari
bisnis dan lingkungan perusahaan.
Aku sudah bilang,
aku mau pensiun.
Aku akan
mengembalikan uangmu dengan utuh.
Jangan berniat mengatur perusahaanku lagi.
Jangan mengatur kehidupanku juga.
Sungguh bisa melakukannya?
Jika kamu cukup bernyali,
maka jangan menyentuh arus kas perusahaan.
Jika ingin mengganti
saham dengan uang kas,
juga butuh biaya besar.
Aku tidak percaya
ada yang berani
menerima urusan ini di kota ini.
Kita sepakat.
Pemuda tengik.
Ibu, lihat ini.
Belum melupakan ilmu saat kecil, 'kan?
Lumayan.
Cukup cepat.
[Lu Zichen]
Kenapa tidak dijawab?
Hanya iklan, abaikan saja.
Isi pangsit
dan kulit pangsit
sudah mau habis.
Ada di sana.
Ye Qing, kamu pergi ke mana?
Tidak menjawab telepon.
Kamu juga tidak ada di rumah.
Halo, paket untuk Anda.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Aku ingin membuat
hadiah yang bisa
mengenang tentang kita
mulai hari ini.
Xiao Wudi.
Tolong, cepat kemari.
Apa yang terjadi?
[Nama: Xiao Wudi, Hari ulang tahun: Hari ini]
Xiao Wudi.
Selamat datang di dunia ini.
Mulai hari ini,
kamu menjadi bagian
dari keluarga kami.
Aku berharap
kamu bisa tumbuh
dengan sehat dan bahagia.
Apa ini?
Bukankah
kamu tidak punya memori saat kecil?
Aku akan memberikannya.
Ayo, ke tempat berikutnya.
Duduk di sana.
Duduklah.
Buka halaman 34.
"Mengenang Saudara Pada Festival Chongyang".
Xiao Wudi.
Apa yang kamu lihat?
Keluarkan.
Tidak serius saat belajar
dan malah membaca komik.
Kamu dihukum berdiri.
Selamat hari kelulusan.
[Sertifikat Kelulusan]
♫ Selamat ulang tahun ♫
♫ Selamat ulang tahun ♫
♫ Selamat ulang tahun ♫
♫ Selamat ulang tahun ♫
Xiao Wudi.
Maaf.
Aku tahu semua yang kulakukan ini
tidak bisa
mengganti kekurangan dalam hidupmu.
Tapi,
anggap hari ini sebagai ulang tahunmu.
Aku berharap
aku bisa menemanimu merayakan
setiap ulang tahunmu di masa depan.
Aku akan memberimu hak khusus hari ini.
Kamu boleh meniup lilin dan membuat permohonan.
Aku akan menutup mata.
Baik.
Nyalakan lilinnya.
Sudah selesai?
Sudah.
Buat permohonan.
Aku berharap
bisa tetap tinggal di dunia ini selamanya.
Bisa melindungi Nan Xing seumur hidup.
Sudah selesai?
Sudah.
Tiup lilinnya.
Kita tiup bersama, bagaimana?
Baik.
Xiao Wudi.
Selamat ulang tahun.
Nan Xing.
Terima kasih.
Aku sangat senang.
♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫
♫ Kamu adalah masa kini dan masa lalu ♫
♫ Nasib yang tidak berubah dalam hidup ini ♫
♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫
♫ Berbalik satu kali dan memenuhi hatiku ♫
♫ Tidak rela berpisah ♫
Xiao Wudi.
Xiao Wudi, jangan berulah.
Xiao Wudi, jangan bercanda denganku.
Xiao... Xiao Wudi!
[Panduan Bertahan Hidup Zaman Modern]
Sudah tidak ada.
Semua benda dari masa lalu
sudah tidak ada.
[Panduan Bertahan Hidup Zaman Modern]
Benda yang dibawanya dari masa lalu
sudah tidak ada.
Xiao Wudi, tolong aku.
Aku membutuhkanmu sekarang.
Xiao Wudi.
Tolong aku.
Aku belum menemanimu
merayakan ulang tahun.
Xiao Wudi, keluarlah.
Tolong, tolong aku.
Tolonglah aku.
[Aula Hehuan]
Istana Hehuan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.