All language subtitles for Mr._BAD_episode_11_[iQIYI_subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Mr. BAD]

[Episode 11]

Kamu bertahanlah.

Kita akan segera sampai.

Aku baik-baik saja.

Baik-baik saja.

Aku tidak merasakan apa pun

selain sakit hati,

sakit kepala dan gemetaran.

Kamu sudah tidak sehat

sejak kemarin.

Kenapa tidak bilang lebih awal?

Kenapa memaksakan diri?

Aku takut mengganggu kerjamu.

Orang lebih penting dari pekerjaan.

Akan kuberi tahu padamu lain kali.

Di mana kuncinya?

Turunkan dulu.

Sudah waktunya.

Perlihatkan padaku.

Empat puluh dua derajat?

Harus segera dibawa ke rumah sakit.

Memakai energi berlebihan.

Mungkin aku tidak mengapitnya dengan baik.

Aku coba lagi.

Kenapa panasnya separah ini?

Bagaimana jika kita pergi

ke rumah sakit?

Sudah.

Coba kamu lihat lagi.

37 derajat.

Termometer ini...

Apakah termometer ini sudah rusak?

Aku baik-baik saja, tidak perlu ke rumah sakit.

Sepertinya memang tidak panas.

Mungkin hanya masuk angin.

Aku membawa bubur.

Makanlah.

Lalu, istirahat

malam ini.

Akan sembuh besok.

Aku masih ada pekerjaan,

harus pergi dulu.

Pegang ini.

Aku pergi dulu, makanlah dengan baik.

Kamu...

Tunggu.

Tanganmu tidak terkena panas, 'kan?

Tidak terluka, 'kan?

Aku baik-baik saja.

Hanya sedikit pusing.

Tanganku lemas.

Kenapa sangat tidak hati-hati?

Tidak masalah, biar aku lakukan sendiri.

Akan aku ambilkan lagi untukmu.

Baik.

Aku akan menyuapimu saja.

♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

Sudah habis.

♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫

Sudah.

Cepat tidurlah.

Kamu mau...

Sudah mau pergi secepat ini?

♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

Aku sungguh masih ada pekerjaan.

Tidur lebih awal.

♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫

♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫

Xiao wudi.

Kamu mimisan.

♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫

Kamu...

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

Xiao wudi.

Xiao wudi.

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Adalah cinta ♫

Sudah bangun?

Bagaimana bisa seperti ini?

Benar.

Mengapa kamu bisa mimisan?

Aku juga tidak tahu.

Apakah badanmu

masih merasa

tidak nyaman sekarang?

♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

Bisakah kamu

♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫

pergi setelah aku tertidur?

Baik.

♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫

Cepat berbaring dan tidurlah.

♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Adalah cinta ♫

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Adalah cinta ♫

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Adalah cinta ♫

Mau ke mana?

Aku keluar sebentar.

Ada sesuatu bicarakan nanti saja.

Misterius sekali.

Wangi sekali.

Memasak bubur pagi-pagi begini.

Apa maksudnya?

Ingin bersaing keterampilan denganku?

Masih kurang sedikit dariku.

Xiao wudi.

Aku memasak bubur untukmu.

Aku tuangkan di sini sedikit.

Bisa dimakan setelah dingin.

Sisanya

dimakan saat kamu lapar nanti.

Terima kasih.

Sudah tidak panas lagi.

Bagaimana perasaanmu?

Masih tidak nyaman?

Bagaimana ini?

Aku tidak bisa membawamu ke rumah sakit.

Sebenarnya,

aku punya masalah ini sejak kecil.

Apakah aku menuliskan kesehatannya buruk?

Penyakitku ini datangnya cepat,

tapi sembuhnya lama.

Kecuali...

Kecuali apa?

Sudah, lebih baik jangan dibahas.

Katakan, kecuali apa?

Jangan berkata setengah saja.

Kecepatan sembuh

penyakitku ini berdasarkan suasana hati.

Jika ada seseorang

yang bisa menjagaku terus-menerus,

bisa menemaniku mengobrol,

suasana hatiku akan membaik.

Mungkin penyakit ini akan cepat sembuh.

Bukan tidak bisa.

Tunggu aku sebentar.

Xiong.

Kenapa kamu sakit?

Ayo, pakai selimutnya.

Mengapa Bibi kemari?

Katakan padaku

jika kamu butuh sesuatu hari ini.

Jangan sungkan pada Bibi.

Ibuku tidak perlu bekerja hari ini.

Dia akan menemanimu.

Ini tidak baik, Bibi.

Mengapa tidak bekerja hari ini?

Klub menariku tidak punya banyak pertunjukan.

Hanya perlu masuk beberapa kali dalam seminggu.

Ibu, kamu temani dia ya.

Aku pergi kerja dahulu.

Baik.

Kamu tenang saja.

Baik.

Jaga dirimu.

Makan buburnya.

Mari makan buburnya sedikit lagi.

Tidak perlu, Bibi.

Aku makan sendiri saja.

Sakitmu sangat parah,

tidak boleh makan sendiri.

Aku saja.

Tidak masalah.

Aku sendiri saja.

Kamu...

Aku lakukan sendiri.

Apa kamu bisa?

Bisa.

Jangan makan secepat itu.

Sudah kamu habiskan?

Aku ambilkan sedikit lagi.

Tidak perlu, Bibi.

Aku sedikit pusing.

Tidak masalah, 'kan?

Aku ingin tidur sebentar.

Berbaringlah.

Mari.

Pakai selimutnya.

Tidurlah.

Pagi, Kak Hai Tao.

Pagi, Nan Xing.

Selamat pagi.

Bos.

Mengapa kamu ada di sini?

Aku sedang menunggumu.

Menungguku?

Apakah kamu ingin...

Bos, apakah temanmu

ada masalah lagi?

Bukankah kamu bilang,

merencanakan pertemuan tidak sengaja waktu itu?

Temanku sudah melakukannya.

Bahkan mengajaknya mengunjungi

pameran lukisan.

Juga memberitahunya

bahwa mengajaknya ke pameran

karena dia menyukainya.

Tapi, sepertinya CEO Ye

masih kurang mengerti maksudnya.

Apakah temanku ini

masih harus terus mengajaknya keluar?

Tunggu, Bos.

Pertanyaanmu terlalu banyak.

Aku tidak tahu

harus menjawab yang mana dulu.

Kamu katakan saja pendapatmu.

Pendapatku?

Menurutku aneh sekali.

Pria dan wanita dewasa

mendadak keluar berdua

dan sering bertemu kebetulan.

Orang pada umumnya akan berpikir jauh.

Mengapa CEO Ye tidak berpikir begitu?

Bukan mendadak.

Mereka sering keluar berdua dulu.

Apa maksudnya?

Sebelum CEO Ye

menjadi seorang CEO,

mereka sering keluar berdua.

Bisa dikatakan hampir setiap hari.

Apakah kalian...

Mereka melakukannya untuk urusan pekerjaan?

Benar, apakah ada masalah?

Itu...

Kamu seharusnya...

Temanmu itu

seharusnya memikirkan masalah

dari sudut pandang CEO Ye.

Memikirkan apa?

Berdasarkan ucapanmu,

CEO Ye adalah orang yang senantiasa

berada

dalam posisi bekerja setiap harinya.

Dia pasti akan menganggap sesuatu

sebagai pekerjaan.

Tapi,

pasti ada waktunya dia tidak bekerja, bukan?

Masuk akal.

Masuk akal.

Masuk akal.

Entah demam Xiao Wudi

sudah turun atau belum.

[Tuan Muda Xiao]

Apa kamu sudah membaik?

Bibi.

Pakai selimut.

Aku sudah sehat.

Tidak boleh.

Selimutmu terlalu tipis sebelumnya.

Aku tidak merasa dingin sekarang.

Bibi bilang dingin, berarti dingin.

Selimuti dengan baik.

Aku masak air panas untukmu.

Terima kasih, Bibi.

[Tuan Muda Xiao]

Mengapa Xiao Wudi tidak membalas pesan?

[Nyonya An]

Mengapa Ibuku juga tidak mengangkat telepon?

Apakah sakitnya semakin parah?

Nan Xing.

Apakah materi rapat sudah disiapkan?

Sedang disiapkan.

Xiong.

Kamu sudah di dalam setengah jam.

Apa baik-baik saja?

Bibi, aku baik-baik saja.

Kamu...

Lalu, apakah kamu masih perlu waktu yang lama?

Mungkin aku

masih butuh waktu cukup lama.

Aku mengerti.

Xiong.

Ada apa, Bibi?

Aku akan memberimu sesuatu.

Ini bisa membantu.

Jadwal sesi tanda tangan

selama tiga bulan ini

kira-kira seperti ini.

Yu Fan.

Tugasmu

adalah membahas detail

dengan rekan kerja sama

mengenai lokasi dan lainnya.

Baik.

Nan Xing.

Apakah kamu bisa mengurus

hotel dan tiket pesawat Bos kali ini?

Baik.

Baik, seperti ini saja.

Rapat selesai, boleh pulang.

Ada apa dengan anak ini?

Sudah pulang?

Ibu, mengapa kamu di sini?

Aku bisa di mana jika tidak di sini?

Kenapa kamu tidak menjaga Xiong?

Dia sudah sembuh.

Sembuh secepat itu?

Dia sudah sembuh siang tadi.

Sehebat itu?

Kamu sedang masak apa?

Aku memasak bubur untuk Xiong.

Kebetulan.

Aku juga berpikir untuk

membuatkan sesuatu untuknya.

Tidak ada bahan yang aneh

di dalam bubur ini, bukan?

Aku tidak membuat inovasi hari ini.

Dia sakit.

Kita tidak perlu berkarya.

Baguslah.

Boleh memasukkan sayur

dan daging di dalamnya.

Aku akan mencuci sayurnya.

Baik.

Jika masih belum sembuh, maka tidak bisa tertolong lagi.

Sungguh sudah sembuh?

Sudah.

Berarti Ibuku cukup hebat.

Dia memasak bubur untukmu.

Lalu, aku menambah

telur mata sapi untukmu.

Terima kasih.

Aku datang untuk menjengukmu.

Aku bisa lega kalau kamu sudah sembuh.

Aku pergi dulu.

Kelihatannya harus ganti cara lain.

Sungguh tidak tahu harus bagaimana menulisnya.

Atau mungkin

aku memang tidak cocok menulis karya original?

Mati listrik?

Tidak tahu.

Apakah ada listrik di kamarmu?

Tidak ada.

Apa yang terjadi?

Entahlah.

Aku akan memeriksa meteran listriknya.

Apa yang terjadi?

Tidak tahu.

Tidak ada korsleting listrik.

Kita juga tidak menunggak.

Listrik di rumah lain

semuanya menyala.

Biar kuperiksa

nomor telepon perusahaan listrik.

Biar aku tanya.

Baik.

Mengagetkanku saja.

Kamu sedang apa?

Mengapa kamu mengendap-endap di sini?

- Kenapa? - Aku mengendap...

Nan Xing, kamu baik-baik saja?

Siapa kamu?

Bibi.

Xiong ya.

Kamu ini...

Aku baru pulang dari membeli barang.

Rumah kalian mati lampu?

Benar.

Entah kenapa.

Ada listrik di rumahmu tidak?

Coba kulihat.

Juga tidak ada.

Aneh.

Kenapa hanya rumah kami saja?

Mungkin ada gangguan kabel listrik.

Masalah seperti ini

tidak bisa selesai dengan cepat.

Ini juga sudah larut malam,

seharusnya tidak ada yang memperbaikinya lagi.

Bagaimana jika kalian

tinggal satu malam di sini?

- Baik. - Ini tidak bisa, 'kan?

Tidak ada cara lain.

Sudah larut malam.

Kita bahkan tidak bisa mandi tanpa listrik.

Menurutku, tinggal saja

di tempat Xiong

malam ini.

Aku akan

membawa sedikit keperluan dari rumah.

Beruang ini...

Imut, 'kan?

Garis rambutnya tinggi sekali.

Jarak matanya juga lebar.

Perutnya besar.

Apa yang imut?

Tidak setampan Xiong.

Tidak imut.

Ini menggemaskan.

Seleramu ini

sungguh berbeda denganku.

Jelas terlihat bukan anak kandungku.

Mengapa kamu mengataiku seperti ini?

Jangan menangis.

Aku tarik kembali.

Bukan anak kandung tapi lebih baik dari anak kandung.

Sudah cukup, Ibu.

Berhenti.

Bibi.

Kamarnya sudah disiapkan untuk Anda.

Kalian tinggal saja

di sana satu malam.

Xiong, sungguh maaf.

Kamu baru sembuh,

sudah harus mengurus kami.

Sudah merepotkanmu.

Tidak masalah.

Ini sudah seharusnya.

Pepatah memang benar.

Tetangga lebih baik daripada kerabat jauh.

Lagi pula,

ini adalah rumah Anda.

Tinggal saja selama yang kalian mau.

Jika kamu royal,

bayar uang sewanya juga.

Uang sewa apa?

Uang sewa setengah tahun ke depan.

Untuk apa buru-buru?

Lagi pula ini kosong.

Biarkan Xiong tinggal di sini.

Xiong.

Jika dia masih mendesakmu uang sewa,

carilah aku.

Aku akan membantumu.

Terima kasih, Bibi.

Oh iya.

Aku baru menyiapkan air panasnya.

Bibi mau pergi

bersih-bersih dulu tidak?

Aku tidak lelah.

Aku tidak lelah.

Ini baru pukul berapa, aku juga tidak mengantuk.

Tidak lelah?

Bagaimana caraku berduaan

dengan Nan Xing?

Satu, dua, tiga.

Akhirnya, tiga orang sudah terkumpul.

Ayo main kartu.

Boleh.

Aku tidak punya kartu poker.

Aku punya.

Pikirkan baik-baik.

Aku akan jadi tuan rumah.

Aku akan memanggil.

Tuan rumah.

Kartumu sebagus itu?

Wah, kartu ini...

Menyesal, bukan?

Kartuku bagus sekali.

Mau tidak?

Kamu tidak sanggup.

Karena joker ada padaku.

Sombong.

Apa ini?

Pasangan Ace.

Sepasang King.

Apa kartumu? Coba kulihat.

Tempel kertasnya.

Mari.

Sudah.

Satu untuk Ibuku.

Aku juga ditempel?

Kamu kalah juga.

Kalian berdua sama.

Tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan.

Bom.

Masih ada kartu empat.

Sudah menang.

Aku...

Aku tersisa tiga kartu.

Sembilan.

Keluar.

Mau tidak?

Joker bomb.

Menang lagi.

Tidak boleh jatuh.

Jatuh satu, tambah sepuluh.

Joker bomb.

Menang lagi.

Menang lagi.

Aku acak kartunya.

Mari, mengacak kartu.

Ini seru sekali.

Acak kartunya.

Kita main setiap hari kelak.

Tidak masalah.

Selanjutnya akan tinggal di sini.

Ini berarti

ada banyak waktu untuk berinteraksi.

Menyuruhnya

untuk melakukan ini dan itu untukku,

akan menjadi hal mudah nantinya.

Sudah bangun, Bibi?

Xiong.

Ini semua masakanmu?

Duduklah, Bibi.

Hebat sekali.

Nan Xing!

Cepat kemari, Nan Xing.

Lihat.

Ini masakanmu?

Tentu saja... Bukan.

Xiong yang membuatnya.

Xiong, tidak disangka

kamu pandai memasak.

Ini bukan apa-apa

jika dibandingkan masakan Bibi.

Ucapanmu ini terlalu berlebihan.

Berlebihan bagaimana?

Aku bangun pagi setiap hari,

membuatkan makanan untukmu...

Baik.

Aku sudah tahu, Ibu.

Aku akan mengambilkan bubur untukmu.

Ini masih lumayan.

Xiong.

Kita tidak perlu bangun pagi besok.

Kamu susah payah dan lelah

seperti ini,

bahkan tidak ada ucapan terima kasih.

Memang tidak membutuhkannya besok.

Kita akan pindah kembali besok.

Sore ini,

aku akan meminta mereka

datang untuk memperbaiki listrik.

Buru-buru sekali?

Jika tidak?

Tidak bisa terus tinggal di sini, 'kan?

Mengapa tidak bisa?

Bukankah cukup seru?

Aku tidak keberatan, boleh saja.

Nan Xing.

Coba periksa

ada film apa yang tayang akhir-akhir ini?

Ada sebuah

film romantis yang bagus.

Kamu mau menontonnya?

Boleh.

Lihat apakah

ada yang sesuai akhir pekan ini?

Baik.

Sudah selesai memeriksa di sini.

Tidak menemukan masalah.

Aku akan memeriksa di luar.

Baik.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Masalahnya tidak ditemukan.

Lalu, apa alasan terjadinya

gangguan?

Aku juga tidak tahu.

Hal ini tidak pernah kutemui sebelumnya.

Jika masih tidak bisa,

maka harus membongkar kabelnya.

Membongkar kabel?

Berarti harus membongkar dindingnya?

Ini merepotkan sekali.

Tidak ada cara lain.

Jika aku membuatmu tidak punya cara lain,

maka kamu pasti tidak bisa apa-apa.

Sudah larut malam, aku pulang dulu.

Besok datang lagi.

Baik.

Terima kasih.

Bagaimana, Bibi?

Xiong.

Masih tidak ditemukan.

Bapak itu mengatakan,

jika masih tidak bisa,

maka harus membongkar dinding,

mengganti ulang kabelnya.

Merepotkan sekali.

Ibu.

Sudah pulang?

Dindingnya mau dibongkar?

Masalahnya tidak ditemukan.

Bagaimana jika

aku menelepon

perusahaan listrik lagi besok.

Meminta

teknisi lain untuk kemari.

Butuh waktu berapa lama

jika mau membongkar dinding?

Mencari siapa pun tidak berguna.

Masalah ini tidak bisa cepat selesai.

Aku tahu.

Lagi pula,

bukankah kalian

tinggal dengan baik di tempatku?

Jangan terlalu banyak berpikir.

Anggap saja rumah sendiri.

Itu memang adalah rumahku.

Benar.

Tinggal di mana pun, sama saja.

Ayo, makan.

Ibu.

Kamu mau menonton film pukul berapa?

Aku beli tiketnya.

Aku sudah menontonnya.

Jangan dipesan lagi.

Xiong yang membeli tiketnya.

Mari, Bibi.

Baik.

Kamu harus menontonnya.

Kamu pasti akan suka film ini.

Baik.

Aku periksa lagi.

Masih ada satu sayuran.

Kamu membeli tiket untuk Ibuku?

Aku

mencoba pembayaran elektronik hari ini.

Jadi, mencoba membeli tiket untuk Bibi.

Kamu punya rekening dari mana?

Aku pakai punyamu.

Pantas saja

ada potongan biaya hari ini.

Aku cari Sisi saja.

Dia sudah menontonnya.

Bagaimana jika aku saja yang menemanimu?

Lagi pula, aku belum pernah

menonton film sejak kemari.

Apakah kamu

sedang merencanakan sesuatu lagi?

Merencanakan apa?

Keuntungan apa yang bisa aku dapat

jika menemanimu menonton film?

Awalnya,

aku juga ingin mengajakmu menonton bersama.

Tapi menurutku,

kamu pasti tidak suka film jenis ini.

Belum pernah dicoba, bagaimana bisa tahu?

Mari menonton bersama kalau begitu.

Kalian butuh apa?

Sebungkus popcorn.

Terima kasih.

Sebungkus popcorn.

♫ Mendadak teringat ♫

Ayo, jalan.

♫ Di dalam laci saat sekolah ♫

Ayo.

♫ Diari yang terkunci ♫

Mengapa kamu hanya beli satu minuman?

Mengapa kamu seperti ini?

♫ Tulisan warna-warni ♫

♫ Menuliskan plot yang paling diinginkan ♫

Pelayan itu mengatakan,

paket ini lebih murah.

♫ Yaitu berjumpa denganmu ♫

Meski punya uang,

tapi tetap harus berhemat.

♫ Lemparkan koin ke kolam pengharapan ♫

Tunggu sebentar.

♫ Memanggil takdirku ♫

Ganti sedotannya.

Kamu pakai yang kuning,

supaya tidak tercampur.

♫ Di ruang waktu yang jauh ♫

♫ Kamu yang mendengar perintah ♫

♫ Ditakdirkan untuk bersamaku ♫

Makan popcorn bersama.

♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫

Minum cola bersama.

Ini sangat romantis.

♫ Kamu adalah masa kini dan masa lalu ♫

Ayo.

♫ Nasib yang tidak berubah dalam hidup ini ♫

♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫

Senang sekali bisa bertemu Jiang Yucheng.

Kamu tidak berusaha

sekeras itu saat meyakinkanku.

♫ Berbalik satu kali dan memenuhi hatiku ♫

Apakah kamu cemas

aku akan memihaknya

♫ Tidak rela berpisah ♫

jika berhasil mendapat

kontrak kerja dengannya?

♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫

Kamu tenang saja.

Kalian berdua

berharga bagiku.

♫ Aku sedang menanti ♫

♫ Juga sedih saat terpuruk ♫

♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫

♫ Saling menjaga hingga akhir hayat, saling berbagi dua baris perkataan cinta ♫

Tampan sekali.

♫ Di sisiku ♫

♫ Dekati aku, peluk aku ♫

Kamu sedang apa?

♫ Dekati aku, cintai aku ♫

Menatapmu 30 detik.

Memastikan apakah kamu berbohong.

♫ Di sisiku ♫

Aku tidak berbohong.

♫ Tidak peduli bagaimana ceritanya berakhir ♫

♫ Semuanya tidak masalah ♫

♫ Ada kamu yang menemaniku mengalaminya ♫

Tampan sekali.

Tampan mananya?

♫ Di sisiku ♫

Ini tidak termasuk tampan?

♫ Menemaniku selamanya ♫

♫ Aku sedang menanti ♫

Apakah dia tampan?

Sshh.

♫ Juga sedih saat terpuruk ♫

♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫

♫ Saling menjaga hingga akhir hayat, saling berbagi dua baris perkataan cinta ♫

♫ Hidup ini panjang ♫

♫ Dekati aku, peluk aku ♫

♫ Dekati aku, cintai aku ♫

Terima kasih.

♫ Selamanya ♫

Ganti posenya.

Bagaimana?

Coba dilihat.

Tampan sekali.

Foto sekali lagi.

Aku fotokan.

Ini tampan sekali.

Tampan?

Apakah bisa dibandingkan denganku?

Coba kamu lihat.

Bagaimana?

Foto satu kali lagi untukku.

Sungguh tampan.

Ayo.

Mengapa lambat sekali?

Film ini sangat tidak menarik.

Jika kamu tidak suka,

untuk apa ikut kemari denganku?

Ayo, pulang.

Tunggu.

Aku mau menonton satu film lagi.

Menonton dua film dalam sehari,

kamu tidak lelah?

Tidak.

Kalau begitu, menonton ini saja.

Kehidupan sekolah remaja, adik semua orang.

Menggemaskan.

Kamu suka?

Lumayan.

[Manusia Hidup Sehari, Berapa Nilainya?]

Ini juga bagus.

Komedi.

Pemerannya adalah aktor handal.

Ini juga sangat bagus.

Sangat bermakna.

Aku sungguh sudah mau pulang.

Aku mau menonton yang ini.

Ini?

[Tim Rusa yang Tak Terkalahkan]

Dingin sekali.

Matahari.

Mataharinya sudah keluar.

Kamu tidak bisa tergila-gila lagi.

Hanya bisa fokus menemaniku.

Semuanya sudah kembali normal.

Energinya sudah kembali.

Aku merasa penuh dengan tenaga.

Aku juga.

Aku juga sama.

Butuh bala bantuan di sini.

Gawat.

Kacamata hitam itu hampir

menabrak gedung Bos Tie.

♫ Perlahan mengetuk kita ♫

♫ Proses pengenalan kita ♫

♫ Setiap kalimat dibuat dengan hati-hati ♫

♫ Bagaimana bab pertemuan menggambarkanku ♫

♫ Kapan kamu akan menyukaiku ♫

♫ Aku yang sedikit biasa ini ♫

♫ Berjalan di antara kata-kata ♫

♫ Meninggalkan jejak yang manis ♫

♫ Tebak siapa yang lebih menyukai siapa ♫

♫ Jika tidak menulis novel ♫

♫ Bagaimana jika ingatanku salah ♫

♫ Bagaimana menemukan yang telah hilang ♫

♫ Hanya cinta yang bisa menyimpulkannya ♫

♫ Mungkin sedikit monoton ♫

♫ Serahkan saja pada waktu ♫

♫ Pertimbangan setiap kata ♫

♫ Jemari kita tertaut ♫

♫ Elaborasi paragraf yang akan datang ♫

♫ Didedikasikan untuk luasnya cinta ♫

Filmnya sudah selesai.

Untuk apa kalian masih duduk di sini?

Pergilah.

Sudah selesai?

Mengapa kamu tidak memanggilku?

Aku sudah memanggilmu barusan.

Kamu tidak bangun.

Film hari ini

sungguh cukup seru.

Kisah para pemeran utamanya

sangat romantis.

Sampai akhirnya,

aku malah menangis.

Aku juga tidak menyangka.

Film yang kamu pilih itu bagus tidak?

Jika bagus, apakah kamu akan tertidur?

Maaf.

Aku sedang memikirkan

suatu hal beberapa hari ini.

Jadi, tidak bisa

tidur dengan baik.

Kamu memikirkan apa?

Urusanku sendiri.

Kamu tidak paham meski kukatakan.

Bukankah akhirnya masalahmu

selalu diselesaikan dengan memanggilku?

Lebih baik

langsung memberitahuku.

Apa masalahnya?

Perusahaan kami

punya rencana

proyek perekrutan penulis baru belakangan ini.

CEO Ye menyuruhku ikut serta.

Sebenarnya, aku sendiri cukup tertarik untuk ikut.

Tapi, aku

masih tidak punya ide sampai sekarang.

Aku hanya menulis fanfiction sebelumnya.

Sekarang mendadak disuruh

menulis karya original.

Aku tidak tahu harus menulis apa.

Tunggu sebentar.

Kamu bisa menulis novel?

Kenapa tidak kamu perlihatkan padaku?

Bagaimana bisa aku memperlihatkannya padamu?

Bagaimana jika ketahuan?

Aku menulis novel romantis.

Kamu tidak suka melihatnya.

Jenisnya sama

dengan film pertama

yang kita tonton hari ini.

Kondisinya agak rumit

sekarang ini.

Aku perlu memikirkannya sendiri.

Menulis novel?

Jika aku membantu masalahnya ini...

Nan Xing.

Apakah kamu

merasa otakmu kurang encer?

Kenapa bicara begini?

Aku ganti dengan kata lain.

Apakah kamu

merasa kamu tidak baik dalam berpikir?

Kamu memikirkan

banyak hal sejak kecil.

Apakah ada yang terwujud?

Karena berpikir bukan keahlianmu,

maka jangan berpikir lagi.

Langsung dilakukan saja.

Ucapanmu masuk akal.

Bagus atau tidak,

baru bisa diketahui setelah ditulis.

Benar.

Aku mendukungmu.

Tapi, aku masih tidak tahu

harus menulis tentang apa.

Kamu memang tidak mahir

dalam berpikir.

Bukankah ada tema

yang terpampang nyata?

Tema apa?

Apakah cerita antara kita berdua

tidak layak ditulis?

Aku juga menginginkan

cinta yang tak terlupakan.

Situasi macam apa ini?

Bukankah

alur cerita ini hanya ada dalam novel?

Tidak bisa mendapatkan hatiku,

mendapatkan diriku juga boleh, benar?

Tidak boleh.

Sebelum kamu mengirimku pulang,

aku hanya bisa tidur

bersamamu setiap malam.

Aku...

Bukankah sudah kukatakan

jangan menggangguku?

Turunkan aku.

Benar.

Bisa menulis cerita ini.

Benar.

Cerita di antara kita

bahkan lebih dramatis dari novel.

Baik, aku akan menulis ini.

Xiao Wudi, kamu hebat sekali.

Hebat sekali.

Aku akan menulisnya sekarang.

Cara seperti membuat kerusakan listrik,

tidak bisa bertahan lama.

Kali ini, meski kita

tidak tinggal bersama,

kamu juga harus sering menemuiku.

Xiao Wudi, ayo jalan.

Baik.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.