Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 8]
Kamu pelan sedikit.
Berdiri yang baik.
Aku akan memesankan
taksi untukmu.
Tidak perlu.
Tidak ada sinyal.
Bos, Bos.
Kamu mau...
Apa yang terjadi?
Kenapa liftnya berhenti?
Tenang, tenang.
Jika aku memanggil Xiao Wudi
di tempat seperti ini,
maka akan sulit
menjelaskannya lagi.
Nan Xing.
Kamu tahu harus bagaimana mengatasinya.
Tidak apa-apa.
Di dalam serial drama idola,
selalu ada alur semacam ini.
Biasanya tidak akan terjadi sesuatu.
Coba aku periksa.
Halo, ada orang tidak?
Bisakah kalian datang menyelamatkan kami?
Kami terkurung di dalam.
Bisakah kalian datang menyelamatkan kami?
[Selasa]
Di sini ada dua orang
yang terkurung di dalam lift.
Halo!
Halo, apakah ada orang
yang bisa menyelamatkan kami?
Halo, apakah di sana ada orang?
- Berdiamlah di sana. - Bisakah datang menolong kami?
Pintu liftnya tak bisa dibuka.
- Di saat seseorang dalam bahaya, - Selain itu, juga mati lampu.
- jantungnya akan berdetak kencang. - Bisakah datang menolong kami?
Di saat seperti ini jika ada
seseorang di sampingnya,
bisa menganggap perasaan ini sebagai
pihak lain yang membuat hatimu tergerak.
Terlebih lagi aku sudah mendandaninya
seperti tipe yang kamu sukai.
Adakah orang
yang bisa mendengarku bicara?
Halo?
Bos.
Kita hanya bisa menunggu
di sini sebentar.
Apakah kamu punya air?
Aku tidak punya air.
Ini anggur,
kamu tidak boleh meminumnya.
Sama saja.
Tidak sama.
Bos, kamu sudah minum terlalu banyak hari ini.
Kamu sudah minum terlalu banyak.
Bos, jangan minum lagi.
Kamu sungguh minum terlalu banyak.
Boleh juga.
Lebih cepat dari yang aku bayangkan.
Tidak boleh minum lagi, Bos.
Aku tahu apa yang ingin kamu katakan.
Apa?
Menurutmu aku suka pada CEO Ye,
benar, 'kan?
Kenapa mengatakan hal seperti itu padaku?
Haus sekali, aku juga minum sedikit.
Aku sama sekali tidak menyukainya.
Bagus sekali jika kamu tidak menyukainya.
Maksudku,
kita berdua juga tidak begitu akrab, benar, 'kan?
Kamu tidak perlu mengobrol soal ini denganku.
Temanku yang menyukainya.
Trik mana lagi ini? Memakai alasan teman.
Sangat menyukainya.
Ekspresinya ini,
jangan-jangan dia hendak meneruskannya?
Temanku ini
sudah bertahun-tahun menyukainya,
tapi dia tidak berani menyatakan perasaannya.
Dia berpikir jika setiap hari
terus bersama dengannya
juga tidak buruk.
Meskipun selamanya hanya seperti itu, juga tidak masalah.
Akan tetapi akhir-akhir ini, dia menjalin hubungan.
Pasangannya sudah melamarnya.
Masalahnya temanku ini
tidak disangka malah membantunya.
Menurutmu, bukankah dia sangat bodoh?
Apa yang harus kukatakan?
Rahasia yang begitu besar,
patutkah membicarakannya
pada seseorang yang tak penting sepertiku?
Sebaiknya aku pura-pura tidur saja.
Jangan sentuh aku.
Aku sudah tidur.
Ada apa denganmu?
Kamu baik-baik saja, 'kan?
Aku sudah tertidur.
Ada apa denganmu?
Jangan tanya lagi, aku sudah tidur.
Kenapa tidak ada suara lagi?
Bangun.
Xiao Wudi?
Tunggu sebentar.
Tunggu sebentar!
Aku harus mengantar Bosku
pulang ke rumah.
Bos.
Aku bisa pulang sendiri.
Ayo jalan.
Tunggu sebentar.
Jadi kamu yang mengatur semua ini,
benar tidak?
Lembur, anggur merah,
kemudian lift.
Sebenarnya apa maumu?
Xiao Wudi, kamu... Jangan!
Kenapa kamu lari?
Sebenarnya apa maksudmu?
Apa maksudmu?
Jika bukan aku yang menyelamatkanmu tadi,
Lu Zichen pasti sudah melakukannya.
Sudah kubilang, kamu ini salah paham.
Dia tidak suka padaku,
ada seseorang yang dia sukai.
Baguslah kalau begitu.
Kamu juga tidak boleh menyukainya.
Aku suka siapa,
apakah perlu meminta persetujuanmu dulu?
Dia sama sekali tidak pantas untukmu.
Apa maksudmu tidak pantas denganku?
Tidak pantas ya tidak pantas.
Mana ada begitu banyak alasan.
Lihatlah dirimu berbicara omong kosong.
Dia begitu tampan,
begitu kaya dan terkenal.
Bagaimana bisa tidak pantas
dengan aku yang tidak ada apa-apanya sama sekali.
Kenapa kamu tidak ada apa-apanya?
Meskipun dia lebih terkenal,
lebih kaya daripadamu,
itu juga tidak berarti dia
lebih layak disukai daripada dirimu.
Kamu sangat bagus.
Kamu tidak pernah lebih buruk darinya.
Katakan saja penampilanmu.
Wajahmu ini
kenapa tidak pantas untuknya?
Apa kamu
merasa aku sangat cantik?
Aku tidak merasa kamu cantik.
Akan tetapi, barusan kamu...
Aku ini Tuan Muda Hehuan.
Kamu tidak tahu berapa banyak wanita yang sudah aku jumpai.
Tipe sepertimu ini masih sangat jauh.
Jika kamu datang ke Istana Hehuan,
bahkan tidak pantas untuk membantuku mandi.
Jelas-jelas mengatakan aku cantik.
Itu juga karena maksudku
Lu Zichen akan suka yang seperti itu.
Karena aku mendandanimu menjadi
tipe yang dia sukai.
Jadi dia baru termakan triknya.
Kamu kira ini semua berkat usahamu sendiri?
Cantik sekali.
Begitu intelektual dan berkarisma.
Kamu berikan usahamu yang terbaik di hadapannya.
Kemudian percaya pada diri sendiri, percaya padaku.
Xiao Wudi!
Bodohnya diriku mengira
kamu tulus hendak membantuku.
Ternyata kamu demi tujuanmu
agar bisa pulang ke duniamu sendiri!
Selain itu, aku sudah mengatakan
berkali-kali padamu.
Aku tidak menyimpan perasaan apa pun padanya!
Kamu bilang tidak akan membohongiku.
Apa yang kukatakan?
Xiao Wudi!
Aku tidak akan percaya
dengan omonganmu lagi!
Kenapa masih belum pulang?
Dia pulang atau tidak,
apa urusannya denganku?
Ada apa denganku hari ini?
Nan Xing, sudah pulang?
Ibu, aku membuatmu bangun?
Kenapa hari ini pulang larut sekali?
Lapar tidak? Aku buatkan sedikit makanan untukmu.
Tidak apa-apa, aku tidak lapar.
Sepatu hak tinggi dan bajumu ini...
Tidak begitu cocok denganku, bukan?
Rasanya ada sesuatu yang aneh.
Kamu sendiri juga tidak terbiasa, 'kan?
Ibu.
Menurutmu aku cantik tidak?
Masih perlu bertanya?
Tentu saja cantik.
Putriku merupakan
orang tercantik nomor dua di dunia.
Nomor satu di dunia
adalah Ibumu ini.
Aku juga merasa
diriku cukup cantik.
Akan tetapi kenapa
tidak ada satu pun pria
yang berkata seperti itu padaku?
Sama sekali tidak pernah?
Tidak mungkin.
Satu pun tidak ada?
Soal penampilan saja,
wajahmu ini
kenapa tidak pantas untuknya?
Apa kamu
merasa aku sangat cantik?
Ada satu,
tapi dia seorang penipu.
Tidak peduli apakah dia penipu atau bukan.
Ada satu lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
Sudah,
cepat pergi mandi dan tidur.
Aku sudah mau tidur nyenyak dan pulas.
Selamat malam, Bu.
Selamat malam.
Dasar penipu.
Rasanya seperti...
[Selasa]
Xiao Wudi.
Bangun.
Xiao Wudi.
Bagaimana bisa kamu bercanda seperti itu?
Bagaimana dengan orang yang mengkhawatirkanmu?
Aku tidak mungkin benar-benar menyukainya, 'kan?
Tidak mungkin.
Tidak mungkin.
Tidak mungkin.
Tidak mungkin.
Tidak mungkin.
Tunggu,
untuk apa aku memikirkan
hal tak berguna seperti ini sendirian?
Suka atau tidak,
harus dibuktikan sendiri baru bisa tahu.
Melihat wajahnya itu,
seharusnya aku sudah punya jawabannya.
♫ Memutar beberapa belokan ♫
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
♫ Berlari bersamamu ♫
♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
♫ Menemaniku bercanda ♫
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
♫ Pahlawanku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
♫ Segala kerisauanku ♫
♫ Setiap sudut ♫
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
Tidak apa-apa.
Tidak ada perasaan.
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
Sungguh tidak ada perasaan.
Xiao Wudi.
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
Kamu sudah hidup, hidup kembali!
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
Aku seorang Tuan Muda Hehuan, Xiao Wudi,
♫ Sekarang berangkat ♫
bagaimana mungkin dipengaruhi
♫ Setiap sudut ♫
oleh seorang wanita?
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
Dasar si bodoh ini.
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
♫ Sekarang berangkat ♫
Bagaimana bisa aku tidur seperti ini?
Sudah bangun?
Selamat pagi, Nyonya An.
Mari, makan sarapannya.
Kenapa kamu ganti
ke gaya awalmu kembali?
Berpakaian seperti ini
membuatku merasa jauh lebih bebas.
Selain itu, aku sudah mengerti.
Tidak penting berpakaian seperti apa.
Jika ingin menyelesaikan pekerjaan dengan baik,
maka yang terpenting adalah mengatur suasana hati,
meningkatkan kualifikasiku.
Benar sekali ucapan kamu ini.
Sudah kubilang dari awal,
kepercayaan diri
tidak bisa diberikan oleh pakaian apa pun.
Seorang wanita ingin percaya diri,
maka dia harus meyakinkan dirinya sendiri terlebih dahulu.
Lihat aku.
Kapan kamu mengatakannya?
Aku setiap hari mengatakannya,
kamu tidak mendengar dengan baik.
Aku sudah mendengarnya.
Akan tetapi, aku lihat akhir-akhir ini kamu sepertinya
tidak begitu sama seperti dulu lagi.
Apanya yang tidak sama?
Matamu sepertinya jauh lebih bersinar.
Apakah sebegitu berlebihan?
Jangan terlalu menyanjung.
Masih sedikit jauh
dibandingkan Ibumu.
Nan Xing sungguh sudah dewasa.
Pagi.
Masalah kemarin,
kita lupakan saja.
Soal mencari pasangan untukmu,
aku sudah punya rencana baru.
Kali ini...
Aku masih belum selesai bicara.
Ke mana kamu pergi?
Aku belajar darimu.
Bukankah kamu kemarin juga
pergi begitu saja seperti ini?
Masalah kemarin,
biarkan berlalu kemarin.
Manusia harus belajar melihat ke depan.
Kali ini, aku pasti...
Aku sudah memutuskan.
Memutuskan apa?
Aku memutuskan
tidak akan memercayai ucapanmu lagi.
Aku kemarin berbuat seperti itu
juga demi kebaikanmu.
Demi kebaikanku?
Kamu!
Mari,
apa yang kamu kesalkan? Cepat lampiaskan.
Begitu dilampiaskan, semuanya akan baik-baik saja.
Aku awalnya mengira
kamu sebenarnya orang baik.
Tidak disangka aku sungguh salah menilai.
Lupakan, tidak mau memikirkannya lagi.
Bagaimanapun dia ini tokoh antagonis.
Salahkan diriku yang bodoh,
tidak lebih awal mengetahuinya.
Bos, pagi.
Pagi.
Silakan duluan.
Masuklah.
Halo?
Sebaiknya kamu duluan.
Aku segera sampai.
Maaf, permisi.
Oke, sampai jumpa.
Apakah kalian mau naik?
Ya, naik.
Kamu lantai berapa?
Lantai 24, terima kasih.
Kamu?
Lantai 24.
Bagaimana ini?
Apakah dia masih ingat
kejadian kemarin?
Seharusnya tidak begitu jelas, 'kan?
[Lu Zichen]
Apakah dia masih ingat
tidak terjadi apa-apa.
Jangan beri tahu siapa pun.
[Nan Xing]
Baik.
Terutama CEO Ye.
[Lu Zichen]
[Nan Xing]
Baik, Bos.
Ingat, jaga rahasia.
[Lu Zichen]
Kalian baru berapa lama bersama,
sudah lamaran?
Setelah berinteraksi dengan Ye Qing belakangan ini,
aku merasa dia
adalah orang yang aku inginkan.
Aku ingin segera melamarnya.
Song Jiaming,
kamu seharusnya tidak akan buka suara.
Ye Qing.
Aku memiliki satu pemikiran.
Kamu tahu
perusahaanku fokus pada
penulisan novel genre misteri.
Jika menambahkan sedikit sci-fi
dalam novel Zichen...
Kamu tadi hendak...
hendak mengatakan sesuatu padaku?
Tidak apa-apa, lanjutkan saja.
Atau kamu sudah buka suara?
Kamu tadi
hendak mengatakan sesuatu padaku?
Ye Qing.
Menikahlah denganku.
Biarkan aku menjagamu.
Maaf,
aku masih belum memikirkannya.
Atau dia menerimanya?
Menikahlah denganku.
Biarkan aku menjagamu.
Jadi sebenarnya kamu buka suara atau tidak?
Biarkan esensi rumput laut
melembabkan kulit Anda.
Aku awalnya mengira
kamu sebenarnya orang baik.
Tidak disangka aku salah menilaimu.
Aku, Xiao Wudi
seperti apa diriku,
apakah aku sendiri tidak jelas?
Perlukah kamu mengatakannya lagi?
Kenapa aku bukan orang baik?
Apa lihat-lihat?
Ada masalah?
Aku beri tahu kamu,
aku ini demi kebaikannya.
Kenapa jadi aku yang membohonginya?
Meskipun aku membohonginya,
memangnya kenapa?
Apakah perlu aku, Tuan Muda Hehuan,
meminta maaf padanya?
Tidak mungkin.
Jaga rahasia.
Jika aku tidak menjaga rahasianya,
apakah mungkin aku akan dihabisi?
Bagaimana kalau seandainya aku tidak sengaja
membocorkannya?
Lebih baik kelak
aku tidak perlu bicara lagi di perusahaan.
Pria sungguh merepotkan.
Ada apa
dengan pria?
Apakah pria sungguh merepotkan?
Ada apa? Ada apa?
Ada apa?
Ada apa?
Ada apa ini?
Kalian semua tidak sibuk hari ini?
Tidak, tidak.
Aku sudah stress menyelesaikan kerjaanku akhir-akhir ini.
Pria mana yang sudah merepotkanmu,
Nan Xing.
Ceritalah.
Biarkan Kak Jiao merasa terhibur.
Tidak.
Aku hanya asal bicara.
Kamu sudah berpacaran?
Siapa? Bagaimana mengenalnya?
Ayo ceritalah, ceritakan semuanya.
Tidak mungkin.
Nan Xing akhir-akhir ini bekerja begitu keras,
mana ada waktu baginya unuk berpacaran?
Benar juga.
Kemarin Bos lembur,
Nan Xing juga lembur bersamanya.
Apakah Bos?
Jangan-jangan kamu dengan Bos
terjadi sesuatu hal yang merepotkan?
Bukan.
- Benar. - Mungkinkah?
Yu Fan, jangan bicara sembarangan,
hati-hati terdengar oleh CEO Ye,
dia akan memecatmu.
Nan Xing, apakah sungguh Bos?
Bos?
Astaga, ini gosip terpanas.
Astaga.
Aku pergi mengangkat telepon.
Halo?
Keluarlah.
Aku ada di resepsionis perusahaan kalian.
Keluar sebentar? Apa maksudnya kamu ini...
Keluar ya?
Baik, tunggu aku.
Aku keluar sebentar.
Nan Xing, apa yang terjadi?
Aku bertaruh 100 yuan, pasti Bos.
Untuk apa kamu kemari?
Kebetulan lewat sekitar,
ayo kita makan bersama.
Siapa yang mau makan bersamamu?
Aku sudah mengatakan,
aku tidak akan percaya lagi
dengan ucapanmu.
Hanya makan saja.
Aku tidak mungkin menjualmu, 'kan?
Siapa tahu?
Bagaimana kalau kamu menjualku?
Aku masih harus menghitung uang untukmu.
Jangan berpikir begitu banyak.
Ayo ikut aku.
Tidak mau.
Tunggu!
Lalu, bagaimana dengan barang ini?
Apa itu?
Rekaman CCTV
antara kamu dan Lu Zichen kemarin malam.
Bos semalam lembur,
Nan Xing juga lembur bersamanya.
Apakah Bos?
Jangan-jangan kamu dengan Bos
terjadi sesuatu hal yang merepotkan?
Bukan.
Benar, mungkinkah?
Ayo.
Halo.
Silakan dilihat dulu ingin memesan apa.
Terima kasih.
Terima kasih.
Silakan memanggilku jika ada sesuatu.
Lihatlah, apa ada yang ingin kamu makan?
Sudah.
Ini, aku kembalikan padamu.
Lagi pula, aku juga tidak memerlukannya.
Kamu pasti menyimpan salinannya.
Hanya satu file saja.
Tidak mungkin.
Aku tidak akan termakan oleh jebakanmu lagi.
Apa lagi yang ingin dilakukan orang ini?
Aku, Xiao Wudi, bersumpah pada Tuhan,
jika aku berbohong lagi padamu hari ini,
aku tidak akan bisa kembali ke Istana Hehuan.
Apakah ini bisa dibilang permintaan maaf?
Pria zaman dulu cukup merepotkan juga.
Sungguh tidak menyisakan salinan?
Aku, Xiao Wudi, bersumpah pada Tuhan,
jika meninggalkan salinan...
Sudah, sudah.
Aku akan percaya padamu untuk terakhir kalinya.
Cepat duduklah.
Meskipun kali ini aku tidak membohongimu,
tetapi sumpah semacam ini kamu juga bisa memercayainya.
Memang kamu ini sungguh bodoh.
Lapar sekali.
Mari, cepat dilihat.
Bebas memesan apa pun yang kamu inginkan.
Pizza.
Bukan,
harganya ini sungguh tidak masuk akal.
Pelayan.
Halo, apa pesanan Anda?
Aku pesan satu loyang Margherita Pizza.
Baik.
Kemudian, sepiring sosis.
Baik.
Nasi goreng jamur dan keju.
Baik.
Tambah sepiring salad ayam caesar.
Baik.
Bagaimana kalau pesan sedikit dessert?
Boleh.
Bagaimana dengan es krim?
Aku belum pernah makan es krim.
Kamu tidak pernah makan es krim?
Kasihan sekali kamu.
Es krim enak sekali.
Sesudah kemari,
masih banyak hal yang belum pernah kucoba.
Es krim ini,
kemudian juga apa namanya yang baru keluar itu...
Ruang perlarian.
Itu sepertinya juga menarik.
Kalau begitu berikan padaku, biarkan aku yang pesan.
Ini mahal sekali.
Aku akan membawamu makan di minimarket.
Yang di minimarket enak juga murah.
Tunggu sebentar.
Halo, Sisi?
Kak Senior, gawat.
Apakah kamu sibuk malam ini?
Malam ini?
Tidak, ada apa memangnya?
Bagaimana kalau kita makan bersama?
Ada orang yang traktir.
Kak Xiao Hao baru pulang dari luar negeri,
dia mengajakku makan bersama.
Aku bilang hendak membawamu juga.
Dia hendak mentraktirmu,
untuk apa aku menjadi nyamuk di sana?
Jangan sembarangan bicara.
Tapi kakaknya sungguh sangat tampan.
Sangat tampan?
Seberapa tampan? Kamu jamin?
Baik, kalau begitu aku akan pergi malam ini.
Baiklah.
Ke toko barbekyu yang
sering kita kunjungi itu.
jam 7 malam.
Baik, sampai jumpa nanti malam.
Siapa? Siapa yang sangat tampan?
Kakak Xiao Hao.
Jadi kalian akan pergi
berkencan, 'kan?
Bagaimana bisa disebut berkencan?
Hanya pergi mengenal teman baru.
Dua pria, dua wanita,
bukankah itu kencan?
Mau apa lagi kamu?
Jika kamu akan berkencan,
maka aku doakan kencanmu berhasil.
Jika kamu sudah berkencan,
maka aku bisa pulang lebih awal.
Baguslah kalau begitu.
Jam kerjaku sudah hampir tiba.
Itu, aku pamit dulu.
Aku peringatkan kamu,
jangan cari masalah
untukku lagi.
Yang paling penting,
jangan melibatkan Bosku.
Kita makan es krim lain kali.
Sampai jumpa.
Kencan...
[Lu Dada]
Nan Xing, kemari sebentar.
Bos...
Masuk.
Bos.
Ada urusan apa Anda menyuruhku kemari?
Kamu pergi
bantu aku menyelidiki satu hal.
Baik.
Hal apa, katakanlah.
Bantu aku selidiki
apakah CEO Ye sudah dilamar.
Apakah dia menerimanya.
Ini juga termasuk pekerjaanku?
Kamu ini asisten pribadiku,
menyelesaikan masalahku
merupakan pekerjaanmu.
Baik, aku akan menyelidikinya.
Tetapi Bos,
aku merasa ini
bukan sumber masalahnya.
Jika kamu ingin tahu,
kamu boleh langsung mengirim pesan dan bertanya dari Wechat,
maka sudah selesai.
Untuk apa kamu
berputar-putar seperti ini?
Meskipun aku belum pernah berpacaran,
tapi aku juga tahu,
menyukai seseorang,
maka kamu harus dengan berani
menghadapi isi hatimu sendiri.
Jika kamu bahkan tidak punya sedikit keberanian ini,
sebaiknya kamu lupakan saja perasaan ini.
Bukan kamu yang aku maksud,
aku membicarakan temanmu itu.
Aku mengerti.
Lalu biasanya apa yang kalian suka lakukan?
Kak Senior.
Itu, setelah latihan besok selesai,
ayo kita pergi menonton film.
Kakakmu sungguh berusia 25 tahun?
Kebetulan.
Film itu film tentang asmara.
Kemudian aku dengar dari mereka film ini lumayan bagus.
Aku langsung membeli tiketnya.
Apakah kakakmu akan keluar negeri lagi?
Berapa lama dia akan menetap kali ini?
Dia akan menetap, ada apa?
Kak Senior, setelah menonton film,
kebetulan kita bisa pergi makan pizza.
Bukankah sebelumnya kamu bilang
kamu suka makan pizza?
Aku mencari satu toko,
aku sudah pernah makan juga.
Memang bagus,
rasanya lumayan enak.
Kalau begitu panggil kakakmu juga.
Biarkan dia makan bersama kita.
Kita bersama.
Kakakku sibuk, tidak ada waktu.
Untuk apa kamu menaruhnya kembali?
Aku paling suka makan ini.
Kenapa kamu selalu menaruhnya kembali?
Kak Senior, ini,
kandungan lemaknya terlalu tinggi.
Kamu tidak boleh makan,
tidak baik untukmu.
Aku suka memakannya.
Jika kamu terus menaruhnya kembali,
lalu apa yang kumakan?
Ini saja.
Pelatih akan...
Ini saja.
Pergi bakar mereka.
Ayo cepat pergi.
Baiklah.
Hari ini pertama kalinya bertemu dengan kakak,
bagaimana kalau kita minum sedikit?
Baik, kalau begitu ayo minum sedikit.
Aku pergi ambil.
Nan Xing.
Aku dengar dari Xiao Hao
kalau kamu kerja di pers terbitan?
Lalu apa posisi dan jabatanmu?
Aku sebagai asisten presdir.
Asisten presdir?
Kalau begitu kamu biasanya
sering ikut jamuan?
Tidak juga.
Pesananmu sudah siap.
- Terima kasih. - Terima kasih, Bos.
Silakan dinikmati.
Kalau begitu, Bos kalian pasti lumayan terkenal.
Apa sering menemaninya diwawancara?
Tidak juga.
Ada urusan apa?
Tidak juga?
Apakah biasanya
sering mengikuti kegiatan bersama?
Tidak juga.
Kalau begitu, apa tugas utamamu?
Bertanya sedetail ini,
masih bilang bukan kencan?
Bos.
Aku bantu Anda membakarnya.
Terima kasih.
Hari ini jangan sungkan.
Kamu sungguh mau minum, Kak?
Tamatlah riwayatmu.
Dia ini raja minum di tim kami.
Sungguh?
Jangan dengar omong kosongnya.
Mari, kalau begitu sudah wajib
menemanimu minum sedikit.
Ayo bersulang.
Terima kasih, Kak Senior.
Bersulang.
Jika ini bukan kencan, lalu apa?
Bahkan minum bir.
Kalau begitu apa pekerjaan Anda?
Dulunya aku juga belajar bidang olahraga.
Akan tetapi,
sekarang aku menekuni fotografi.
Hebat sekali.
Hebat apanya?
Aku akan membiarkanmu lihat kehebatanku.
Hasil jepretannya sungguh sangat bagus.
Bos, makanan mereka sudah siap.
Baik.
Bos, punya kita sudah siap belum?
Sebentar lagi.
Baik.
Ini bukan?
Baik, terima kasih.
Mari, mari, jangan lihat lagi.
Cepat makanlah.
Apa ini? Kulit babi?
Ada apa?
Xiao Hao.
Kak, Senior,
di sana ada biliard,
bagaimana kalau kita main biliard?
Biliard!
Boleh, aku paling handal main biliard.
- Ayo. - Ayo.
Tapi, aku tidak begitu pandai.
Aku ajari kamu.
Baik.
Biliard sangat mudah, sungguh.
Asalkan ada tangan saja sudah bisa.
Bagaimana kita memainkannya?
Bagaimana kalau membagi grup dan bertanding?
Kalau begitu aku dan Sisi satu grup.
Kalau begitu aku dan Kak Sheng Hao satu grup.
Oke.
Kak Sheng Hao, kamu ini teman baru.
Kita biarkan kamu yang memulainya dulu.
Tetapi aku tidak terlalu pandai.
Aku ajari kamu.
Baik.
Pertama,
tangan kirimu seperti ini.
Buat gerakan dan pose tangan seperti ini.
Ini letakkan di sini.
Pelan sedikit.
Lumayan bagus.
Hebat sekali.
Kalau begitu aku lanjutkan.
Lanjutkan.
Tidak apa-apa.
Kita mengalah satu bola pada mereka.
Mari.
Jika menyukai seseorang,
maka kamu harus dengan berani
menghadapi isi hatimu sendiri.
Jika kamu bahkan tidak punya sedikit keberanian ini,
sebaiknya kamu lupakan saja perasaan itu.
Kenapa kamu masih belum pulang?
Apakah kamu sudah makan?
Belum.
Ayo makan bersama.
Kemari.
Ada masalah?
Benar.
Masalah apa?
Aku ingin bertanya.
Bertanya apa?
Bertanya
di mana kalungmu?
Sudah kukembalikan.
Kembalikan?
Kenapa?
Sudah putus, bukankah harus dikembalikan?
Sudah putus?
Kamu dan Song Jiaming sudah putus?
Benar.
Dia cukup baik,
tetapi tidak begitu cocok.
Kalau begitu sayang sekali.
Halo?
Baik, tidak masalah.
Apa yang ingin kamu bilang tadi?
Tidak ada.
Makanlah.
Aku tidak jadi.
Coklat?
Mengejutkanku saja.
Yang akan datang tetap tidak bisa sembunyi darinya.
Mati ya mati saja,
paling
mencari pekerjaan lain saja.
Halo, Bos.
Mereka sudah putus.
Apa katamu?
Siapa yang putus?
CEO Ye dan pacarnya sudah putus.
Terima kasih.
Untuk apa berterima kasih padaku?
Temanku ini,
dia tidak pernah berpacaran.
Jadi, dia tidak begitu
memahami seorang wanita.
Selain itu ada banyak sekali hal yang tidak dia mengerti.
Ucapanmu yang sudah menyemangatinya.
Jadi terima kasih.
Kelak mohon bantuanmu untuk masalah ini.
Bos.
Aku juga tidak mengerti semuanya.
Kamu tidak boleh...
Pekerjaan macam apa ini?
Bos kita ini
sama sekali tidak mirip dengan bukunya.
Sedikit pun tidak keren.
Suka dengan seseorang, tapi tidak berani menyatakannya.
Orang sudah putus, dia malah senang.
Biarkan saja jika dia senang,
tapi untuk apa mengatakannya padaku?
Kak,
aku ini asistenmu
bukan sahabat baikmu.
Sudah jam berapa masih belum pulang?
Sudah jam berapa masih belum pulang?
Sebenarnya masih mau pulang atau tidak?
Xiao Wudi.
Xiao Wudi.
Xiao Wudi.
Kamu menyuruhku membuka pintu,
jadi aku harus membuka pintunya?
Xiao Wudi.
Xiao Wudi.
Xiao Wudi.
Sudah.
Mari aku lihat
apalagi yang mau kamu lakukan.
Ada apa?
Bukankah kamu
berkencan dengan gembira?
Untuk apa lagi mencariku?
Aku membelikanmu es krim.
Aku katakan padamu,
membelikanmu es krim
bukan berarti aku memaafkanmu.
Aku ini
karena kasihan masih ada orang
yang belum pernah makan es krim.
Selain itu, aku juga berjanji padamu
akan membantumu
membeli es krim di minimarket.
Ditambah lagi,
restoran tempat kita makan hari ini
sungguh terlalu mahal.
Meskipun kamu punya uang,
tapi tidak boleh difoya-foyakan.
Tidak boleh
menghabiskan uang tanpa batasan seperti itu,
mengerti?
Aku bukakan untukmu.
Makanlah.
Es krimmu ini
sudah mencair seperti ini,
bagaimana makannya?
Meskipun sudah mencair, tetap masih bisa dimakan.
Ya, ya, ya.
Aku makan sendiri.
Enak tidak?
♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫
Enak.
Jika enak, kenapa tidak makan dengan lahap?
♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫
Jika kamu tidak makan juga, es krimnya sudah mau mencair.
Lihat.
Kalau begitu aku membantumu makan saja.
♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫
Aku baru saja memakannya tadi.
♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫
Tapi aku juga sangat ingin memakannya.
♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫
♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫
♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫
♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.