Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 5]
Nan Xing.
Nan...
Kak Jiao.
Nan Xing, maaf.
Sungguh maaf.
Aku terlalu sibuk hari ini.
Aku hampir melupakanmu.
Tidak masalah.
Astaga.
Ya ampun, kamu...
Kamu merapikan ini semua sendirian?
Kamu hebat sekali.
Aku hanya sedikit bertenaga.
Tidak bisa hal lain.
Tidak.
Bisa dirapikan menjadi seperti ini,
sungguh sangat hebat.
Begini saja,
jika Bos tidak menginginkanmu,
aku menginginkanmu.
Oh iya.
Ada yang mencarimu di depan.
Siapa?
Sangat tampan.
Menurutku lebih tampan dari Bos.
Katanya tetanggamu.
Nan Xing.
Kenapa kamu tidak pernah bilang kalau kamu...
Kak Jiao, aku pamit dulu.
memiliki tetangga yang begitu...
Aku pergi dulu, permisi.
tampan...
Kenapa kamu datang ke perusahaanku?
Ayo, aku bawa kamu pergi makan.
Makan?
Kamu mau membawaku makan apa?
Aku ingin makan sosis bakar.
Cukup makanan dingin dengan sosis bakar.
Kemudian ditambah Pizza Margherita.
Xiao Wudi,
bukankah kita mau pergi makan?
Untuk apa kemari?
Kamu berpakaian seperti ini,
bagaimana bisa makan bersamaku?
Masuk.
Halo, Tuan Xiao.
Orangnya sudah tiba,
kuserahkan pada kalian.
Nona cantik, silakan.
♫ Memutar beberapa belokan ♫
Xiao Wudi,
sebaiknya kita pergi makan saja.
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
Nona cantik,
tenang saja, pokoknya Anda ikuti kami saja.
Sungguh tidak perlu seperti ini.
♫ Berlari bersamamu ♫
Biarkan aku mendandanimu.
♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
Nona cantik, apa sudah selesai ganti baju?
Aku... masih belum.
♫ Menemaniku bercanda ♫
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
Apakah Anda perlu bantuan?
Tidak perlu.
Tidak perlu.
♫ Pahlawanku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
♫ Segala kerisauanku ♫
Kamu kemari sebentar.
♫ Setiap sudut ♫
♫ Menjadi tanah cinta ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
Sudah selesai?
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
Sebenarnya sudah siap.
Bagaimana kalau kita lupakan saja?
Kumohon padamu,
tolong pikirkan harga diriku.
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
Ayo cepat keluar dan lihat.
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
Ini...
♫ Sekarang berangkat ♫
Ganti sepatunya.
Tidak perlu lagi.
Pakai.
Bukankah terlihat bagus?
Dari mana bagusnya?
Rasanya masih kurang sesuatu hal.
Mau apa kamu?
Itu...
Kiri atau kanan?
Masuk.
Halo.
Halo.
Halo.
Halo.
Halo.
Nona cantik.
Jangan lari, nona cantik.
Nona cantik.
Ke mana kamu?
Xiao Wudi, apa sebenarnya maumu?
Aku sedang membantumu kencan buta.
Kencan buta?
Di mana kamu mencari begitu banyak orang?
Aku membantumu register
di setiap akun
aplikasi kencan.
Lihat.
[Nan Xing]
Ini aku?
Tentu saja.
Dengan bentuk tubuh dan penampilan kamu sebenarnya
tentu tidak akan bisa menarik perhatian orang banyak.
Jadi aku menyewa orang
untuk mempercantik fotomu.
Bahkan Ibuku sendiri tidak bisa
mengenali foto yang diedit ini.
Tampangmu setelah diedit
cukup menarik perhatian orang.
[Nan Xing]
[Pria, 29, gaji 4,000yuan/bulan, berharap pasangan merupakan pramugrari dan berpendidikan tinggi]
Kamu lihat,
[Aku akan menyayangimu dan memanjakanmu]
Ke mana kamu?
Pulang.
Baik.
Kalau begitu aku akan membongkar
identitasku yang sebenarnya pada Ibumu.
Kenapa kamu kemari?
Kamu bilang akan lembur setelah rapat,
aku pun datang kemari.
Sudah kuduga kamu belum makan malam.
Makanlah.
Masih belum selesai?
Sebentar lagi.
Seberapa sibuk pun kamu juga harus makan.
Sudah, ayo jalan.
- Tidak akan lama. - Sebentar lagi...
Ayo jalan, makan dulu.
Selagi masih panas.
Aku tahun ini berumur 29 tahun.
Shioku monyet.
Shioku itu, naga.
Ayo panggilan video dengan Ibuku.
Ha... halo, Bibi.
Maaf, aku
alergi pada bunga.
Bagaimana kalau kita makan dulu?
Aku memesan cukup banyak.
Silakan makan.
Sungguh?
Kalau begitu aku makan dulu.
Apakah kamu suka dengan rambut ini?
Lumayan mirip dengan model rambutku
yang dulu.
Aku bisa kungfu,
maukah aku mengajarimu?
Terima kasih.
Kriteriamu ini
tidak begitu baik.
Akan tetapi tidak masalah.
Bertemu dengan pria sehebat diriku,
kamu bisa dibilang beruntung.
Aku tidak suka
wanita yang matre.
Untunglah kita memiliki
tujuan yang sama.
Tujuan apa, Tuan?
Sama sepertimu,
ingin melahirkan 3 anak.
Aku ingin menjadi Ibu yang tidak merasakan sakit.
Kita tidak perlu
membangun hubungan yang baik.
Kamu cukup mendirikan hubungan yang baik
dengan Ayah dan Ibuku di rumah.
Meskipun sekarang aku ini pengangguran,
tetapi aku merasa
potensiku sangatlah besar,
seorang prediksi saham.
Tidak masalah,
hanya selisih 34 tahun.
Kita pasti akan sangat bahagia.
Xiao Wudi, kamu sungguh keterlaluan.
Meskipun aku jomblo sejak dulu,
bukan berarti aku bisa menerima siapa pun.
[Nan Xing]
Tunggu setelah makan nanti,
aku akan mengantarmu pulang dulu.
Aku mau menyelesaikan kontrak sebentar lagi,
besok pagi sudah mau dipakai.
Sebenarnya kamu tidak perlu sengaja datang kemari.
Aku bisa makan seadanya.
Bagaimana boleh seperti itu?
Seberapa lelah pun,
nutrisi tetap harus dijaga.
[Lu Zichen]
[Lu Zichen]
Naskah seri ini sudah selesai,
datang dan ambillah.
Tidak apa-apa, kamu kembali saja dulu.
[Lu Zichen]
[Nan Xing]
[CEO Ye]
Aku pergi mengangkat telepon.
Halo, CEO Ye?
Halo, Nan Xing.
Kamu pergilah ke rumah Direktur Lu
untuk mengambil naskah yang sudah selesai.
Kemudian aku akan
segera mengirimkan alamatnya untukmu.
Mengambil naskah?
Dulu aku yang ke sana,
tapi sekarang sudah seharusnya
menyerahkannya padamu.
Baik, baik.
Aku segera pergi.
Segera pergi.
Bantu aku membuka pintunya.
Terima kasih.
Taksi.
Ke mana kamu?
Aku mau ke rumah Bos untuk mengambil naskah.
Kapan kembali?
Kembali?
Kamu bahkan tidak melihat
orang seperti apa
yang kamu carikan untukku.
Kamu yang terlalu pemilih.
Aku pemilih?
Jika aku tidak pemilih,
siapa yang akan bertanggung jawab
pada kehidupanku selanjutnya?
Kamu yang bertanggung jawab?
Untuk apa aku bertanggung jawab pada kehidupanmu?
Permintaanmu cukup tinggi.
Menyambung.
[Ye Qing]
Jika tidak ada yang membuka pintu,
kata sandinya
8825252.
Bos.
Aku Nan Xing.
Aku datang mengambil naskah.
Apakah kamu di rumah?
Kalau begitu aku masuk.
Bos.
Bos.
Ternyata Bos biasanya
menulis dengan seperti ini.
Serius sekali.
Aku orang pertama di dunia ini
yang melihat
naskah ini.
Jika saja para penggemar
yang di forum itu mengetahuinya,
pasti akan iri denganku.
Tolong, Xiao Wudi, tolong!
Tolong, Xiao Wudi, tolong!
Tolong!
Xiao Wudi.
Kamu lihatlah ke arah sana.
Kamu jangan panik dulu.
Aku akan pergi melihatnya.
Bagaimana?
Sudah mati atau masih hidup?
Sayang sekali.
Sayang apanya? Apakah dia sudah mati?
Sayangnya dia masih hidup.
Apa-apaan ini?
Ternyata garam mandi mawar.
Memangnya tidak bisa menggantinya dengan warna lain?
Seolah seperti bunuh diri saja.
Sudah.
Jadi dia adalah Bosmu?
Dia sungguh hanya pingsan saja?
Jika dilihat dari nadinya,
dia sering sekali kelelahan.
Ditambah dua hari ini kekurangan darah.
Akan tetapi bukanlah masalah serius.
Cukup suntik dua kali saja.
Jika kekurangan darah,
apakah aku harus memasakkan
sup ayam rebus untuknya,
atau mungkin membeli sedikit ginseng,
atau mengantarnya ke rumah sakit?
Siapa kamu?
Siapa dia?
Tidak disangka, bukan? Ini aku.
Kamu?
Kenapa kalian ada di rumahku?
Aku datang mengambil naskah.
Ye Qing yang menyuruhmu kemari?
Tentu saja.
Lihat betapa lemahnya kamu,
hanya mandi saja juga bisa pingsan.
Ada apa denganmu?
Kekurangan darah,
penyakit lama.
Ada makanan di dalam kulkas,
bantu aku membawanya kemari.
Kamu pergi sana.
Kakiku kebas,
tidak bisa bergerak.
Dia ini...
Aku tetangganya.
Tadi aku yang mengantarnya kemari.
Maaf,
membuatmu melihat lelucon.
Jika tidak ada urusan lain,
kami pergi dulu.
Baik.
Barusan.
aku sungguh berinisiatif
bicara seperti itu padanya.
Bagaimana kalau aku
mengundurkan diri saja besok?
Sikapmu padanya
sedikit spesial.
Bukankah itu sangat jelas?
Dia itu atasanku.
Kamu suka padanya?
Benar.
Aku menjadi pembacanya selama bertahun-tahun.
Tentu saja aku menyukainya.
Yang kumaksud bukan suka seperti itu.
Kalau begitu suka yang seperti apa?
Semacam
kamu menginginkan hubungan cinta
yang sulit dilupakan bersamanya,
rasa suka semacam itu.
Apa katamu?
Aku hanya merasa kagum padanya.
Kamu seharusnya memberitahuku lebih awal.
Aku bisa membantumu
mendorong dan mendekatkan kalian berdua.
Dengan begitu masalah ini selesai.
Pola pemikiranmu ini
sungguh terlalu picik.
Jika berpacaran
semudah yang kamu katakan,
aku juga tidak perlu
melajang terus sampai saat ini,
mengerti tidak?
Hal ini pada dasarnya memang mudah.
Kamu sendiri yang tidak berani.
Aku tidak berani?
Jadi maksudmu
jika aku sekarang menggodamu dengan asal,
kamu juga akan jatuh cinta?
♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫
♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫
♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫
♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫
Bagaimana?
Tuan Muda Xiao.
♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫
Apakah hatimu sudah tergerak?
♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫
Memangnya berguna?
Yang benar saja.
♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫
♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
Apa yang terjadi barusan?
Kenapa rasanya
jantung ini berdetak dengan kencang?
♫ Saat aku menatap matamu ♫
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
Ada apa?
Aku mengagetkanmu?
Apakah aku sebegitu menakutkan?
♫ Adalah cinta ♫
Kalau tidak?
Apakah mungkin terbutakan olehmu?
Orang sepertimu?
Apa yang kamu tertawakan?
Bercanda ya bercanda.
Kelak kamu jangan membawaku
pergi kencan buta lagi.
Untuk sekarang juga tidak perlu dulu.
Aku sudah punya
rencana lain untuk persoalan ini.
Apa lagi yang kamu lakukan?
Jangan-jangan kamu hendak membawaku
operasi wajah?
Tiba saatnya nanti aku akan melihat
apakah kamu membutuhkannya atau tidak.
Bosmu itu
seorang penulis?
Benar.
Bawakan beberapa bukunya padaku.
Kamu pasti punya, 'kan?
Ada memang ada.
Bawakan untukku.
Begini,
berjanjilah padaku
untuk tidak membawaku kencan,
operasi wajah semacamnya,
maka akan aku pinjamkan padamu.
Baik.
Masih berani tawar-menawar denganku.
Lalu bagaimana dengan pakaian ini?
Aku pergi mengembalikannya?
Terserah kamu.
Lalu uang pengembaliannya?
Terserah kamu.
Baik sekali.
Baju ini sangat mahal.
Sungguh sangat mahal.
Memakai rok,
lalu pulang bersama?
Apakah mungkin hal yang aku nantikan
akan segera terwujud?
[Xiao Wudi]
Xiao Wudi, kamu!
Sudah selesai mencukur?
Mencukur apa?
Mencukur bulu hidung, memangnya apalagi?
Cepat bawakan bukunya kemari.
Aku tidak punya bulu hidung.
Semuanya ada di sini.
Setiap karyanya dari baru debut
sampai sekarang,
semuanya ada di sini.
Pelan sedikit saat mengambilnya.
Aku takut kamu menumpahkan air di atasnya.
Kamu minum dulu.
Tidak minum jauh lebih baik.
Sudah kubilang pelan sedikit saat membukanya.
Buku ini...
Lihat, sudah ada bekas lipatan.
Ini versi tanda tangan,
sangatlah berharga.
Bagus, 'kan?
Kalau bagus,
masuk ke Douban dan berikan bintang lima.
Kamu masih tidak pergi,
apakah kamu hendak bermalam di sini?
Tidak perlu.
Aku akan pergi sekarang.
Bacalah baik-baik, hati-hati.
Masih bilang tidak suka.
[Undangan Misteri Pelabuhan]
Biarkan aku yang menggantikanmu
memahami sosok ini.
Ibu, kamu mengagetkanku saja.
Apa yang kamu tertawakan?
Begitu senang.
Apakah memenangkan lotre?
Penghargaan spesial.
Aku kira aku tidak akan
memenangkan hadiah semacam ini seumur hidupku.
Berapa banyak uang yang kamu dapatkan?
Uang apa?
Dasar lemah.
Asalkan ada orang yang menikahimu,
aku mengeluarkan uang juga ikhlas.
Sudah kuduga tidak ada hal baik.
Ke mana kamu dan
Xiong hari ini?
Aku dan dia
pulang kerja lalu makan bersama.
Hanya makan saja?
Hanya makan saja,
untuk apa membeli baju baru?
Ibu,
kamu jangan menjodohkanku dengan dirinya lagi.
Aku dan dia selamanya
tidak akan mungkin bisa berjodoh.
Paling hanyalah
sebatas hancur bersama.
Kamu jangan bermulut keras lagi.
Buku yang ditulis idolamu itu,
aku bahkan tak boleh menyentuh
dan juga membacanya.
Sementara Xiong, kamu langsung meminjamkannya begitu saja.
Awalnya aku juga ingin
memberontak sesaat.
Akan tetapi begitu memikirkannya,
pada akhirnya aku harus meminjamkannya.
Untuk apa menyiksa diriku sendiri?
Menyiksa apa?
Apa maksudnya?
Bu, sudah selarut ini
kamu masih belum tidur?
Aku masih belum mengantuk.
Aku sudah mengantuk.
Aku harus bangun pagi besok.
Selamat malam.
Baik, besok kamu tidurlah dengan pulas.
Istirahatlah.
Aku pulang.
Sudah pulang, Bu?
Siang nanti kita makan
salad yang enak dan tidak membuat gemuk.
Aku tidak di rumah siang nanti.
Kamu mau keluar?
Ke mana?
Aku pergi mengembalikan baju.
Betapa cantiknya dirimu memakai baju ini.
Jangan dikembalikan lagi.
Ini tidak cocok denganku.
Pria terkadang memang
tidak cukup hati-hati.
Akan tetapi saat jalan-jalan nanti,
kamu beri tahu saja dia
aku suka ini, ini, ini,
aku tidak suka ini, ini, ini.
Setelah berkali-kali maka dia akan tahu
apa yang kamu sukai.
Siapa yang kamu bicarakan?
Memangnya siapa lagi?
Xiong.
Aku jalan-jalan dengan Sisi,
bukan dengannya.
Bukan Xiong ya?
Benar.
Ada apa?
Sekarang juga kamu kemari.
Sekarang?
Aku mau pergi mengembalikan baju.
Nanti saja perginya,
kemari dulu.
Masih bilang bukan dia.
Aku sungguh bukan pergi dengannya.
Sudah, sudah.
Kamu tidak perlu menjelaskannya padaku.
Cepat pergilah.
Kalau begitu aku pergi dulu.
Sampai jumpa.
[Informasi mengenai Lu Zichen]
[Lu Zichen, Media Wujie Culture]
Ini semua
[Tipe ideal]
kamu yang buat?
Hasil dari semalaman.
Untuk apa kamu membuat semua ini?
[Tipe ideal]
Saling memahami,
maka tujuanmu akan tercapai.
Memahami buruanmu
merupakan langkah pertama untuk bisa menangkapnya.
Kamu ingin menangkap Bos kami?
Bukan aku,
tapi kamu.
Lu Zichen, sosok ini,
masih ada banyak sekali hal
yang bisa digali darinya.
Ayahnya,
Lu Zhenliang,
penguasa dunia bisnis,
[Lokasi acara peresmian sangat ramai, suasana begitu membara]
si jutawan dari keluarga insinyur,
seorang dermawan,
Dewan Direksi dari Grup Perusahaan Lu.
Aku sudah tahu dari awal.
Meskipun keluarganya sangat kaya raya,
akan tetapi Bos kami
memulai usahanya dari nol.
Memulai usaha dari nol?
Lalu kenapa
[Perusahaan Media Wujie Culture]
di daftar nama pemegang saham perusahaan kalian
terdapat nama Lu Zhenliang?
Lu Zhenliang saat itu pasti mendanai
modal awal untuk dia merintis usaha.
Mungkin
Ayahnya memang mendanainya sedikit.
Tapi tulisan Bos berdasarkan bakatnya sendiri.
Berbakat atau tidak, itu tidak penting.
Aku juga tidak memedulikannya.
Yang terpenting adalah
kita bisa menebak seleranya
dari latar belakang keluarganya.
Selera apa?
Seleranya terhadap seorang wanita.
Awalnya saat baru mulai,
aku juga merasa sedikit ragu.
Akan tetapi tadi malam,
setelah membaca semua novelnya,
aku bisa memutuskan
wanita yang disukai Lu Zichen,
merupakan tokoh utama wanitanya
di dalam novel.
[Su Yu]
Su Yu?
Wanita ini
memiliki tingkat IQ yang jauh lebih tinggi darinya.
Latar belakang pendidikan
yang sama baik dengannya.
Tenang, lugas,
berambut sedang, langsing,
tinggi badan di kisaran 170 cm.
Perawakannya
kira-kira seperti ini.
Mengerti?
Mengerti apa?
Wanita ini
tidak ada hubungannya sama sekali
denganmu.
Dari tingkat IQ,
kamu sudah kalah telak.
Meskipun
semua ini
aku bisa membantumu menutupinya,
tapi perawakan dan juga bentuk tubuh,
kamu hanya bisa melalui operasi.
Operasi apa?
Bukankah kita sudah sepakat
tidak akan menjalani operasi?
Demi mengejar Lu Zichen,
kamu tidak perlu berkorban apa pun?
Bukankah kamu menyukainya?
Jika kalian berdua bersatu,
maka aku akan bebas.
Kenapa masalah ini tetap saja
masih kamu persoalkan?
Sudah kubilang, dia ini atasanku,
seorang idola.
Memang harus berpacaran dengan Bos.
Di dalam serial drama idola
bukankah semuanya seperti itu?
Intinya tidak boleh berkata apa pun.
Aku peringatkan kamu,
jika kamu seperti ini lagi,
aku akan musnah dan lenyap bersamamu
agar kamu tidak perlu kembali lagi selamanya.
Tiba saatnya nanti,
bukan kamu lagi yang memutuskan.
Uang kembalian Anda.
Baik, terima kasih.
Bagus sekali.
Coba aku lihat harganya.
Mahal sekali.
Jangan melihatnya lagi.
Kamu juga tidak sanggup membelinya.
Tapi aku menyukainya.
Ayo jalan.
Kak senior,
apakah kamu sungguh dicampakkan olehnya?
Baju yang begitu feminin,
pasti bukan kamu yang membelinya.
Pasti Xiao Wudi yang membelinya.
Kenapa?
Sudah putus,
dia masih meminta uangnya kembali?
Minta uang apa?
Aku ini membantunya mengembalikan baju.
Tidak putus?
Siapa yang putus dengannya?
Bukan,
aku dan dia
sama sekali tidak bersama, oke?
Benarkah?
Apa gunanya aku membohongimu,
Xiong Sisi?
Aku sekarang terus memikirkan
pekerjaanku ini,
mana ada waktu untuk berpacaran.
Aku bilang apa yang perlu
dipikirkan dari pekerjaan itu?
Apa yang kamu khawatirkan?
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Kamu tidak mengerti.
Bos kami itu,
dia sepertinya tidak suka
orang lain menjadi asistennya.
Aku merasa
aku sebentar lagi akan dipecat olehnya.
Mana sikap dominanmu
saat di arena pertandingan?
Kamu keluarkan,
taklukkan dia!
Ini bukan masalah
dominan atau tidak.
Coba kamu pikirkan.
Aku seorang atlet yang pensiun.
Kerjaan tidak cocok dengan keahlianku,
juga tidak ada pengalaman kerja sama sekali.
Bukankah aku harus
patuh ikut belajar dengan baik?
Dominan apalagi?
Meskipun gagal dalam profesi,
tetapi dalam hubungan cinta pasti akan berhasil.
Selain itu aku punya firasat.
Kak Senior, jodoh asmaramu akan segera tiba.
Tidak lama lagi akan muncul.
Sungguh?
Baik, kalau begitu aku traktir kamu.
Makan besar.
Harus makan besar.
Sup mala.
Lagi-lagi sup mala?
Bukankah kamu baru mendapat uang?
Ini uang Xiao Wudi,
apa hubungannya denganku?
Masalahnya adalah...
Aku ingin makan sup mala.
Harus dari mana kita memulainya?
Xiong, apakah kamu di rumah?
Bibi, tunggu sebentar.
Xiong.
Halo, Bibi.
Itu, kamu masih belum makan, 'kan?
Aku membuat lebih
dan membawakannya untukmu,
jadi kamu tidak perlu pesan makan lagi.
Enak.
Xiong.
Sebelumnya kamu bilang
kamu ini konsultan kencan buta, bukan?
Benar, Bibi.
Akhir-akhir ini, aku sedang melakukan pekerjaan itu.
Lalu menurutmu,
bagaimana Nan Xing?
Bibi, kamu tenang saja.
Akhir-akhir ini aku terus membantunya mencari.
Pasti bisa menemukan satu
yang cocok dan membuatmu puas.
Mereka berdua sungguh tidak ada apa-apa.
Ini terlalu sulit dijepit.
Akan lebih mudah jika mengambilnya dengan sendok.
Dulu putraku juga seperti ini
membantuku mengambil telur puyuh.
Kamu dengan Xiaojun kami
sungguh sangat mirip.
Tidak peduli seberapa
tidak enaknya masakanku ini,
mereka tetap makan dengan lahap.
Bibi,
putra yang Anda maksud
berarti Nan Xing masih punya kakak laki-laki?
Nan Xing tidak menceritakan padamu
soal keluarga kami?
Dia pernah cerita
sebelumnya terjadi sesuatu.
Kemudian dia kehilangan
orang yang sangat penting.
Saat aku masih SMP,
terjadi kebakaran.
Sejak saat itulah
menyisakan sedikit trauma untukku.
Akan tetapi orang yang bisa membuka masalah di hatiku,
mereka sudah tiada.
Sebenarnya,
aku bukan Ibu kandungnya.
Saat itu,
kami berdua
merupakan tetangga selama puluhan tahun.
Aku sendiri menghidupi putraku,
tinggal di seberang sana.
Nan Xing dengan Ayahnya
tinggal di rumah ini.
Hubungan kedua keluarga kami sangat baik.
Kemudian,
aku dan Ayah Nan Xing...
Akan tetapi, kami masih belum menetapkan hubungan kami,
mereka bertiga sudah mengalami
kecelakaan dalam kebakaran itu.
Sejak saat itu,
aku menjadi Ibunya.
Bisa dibilang
sebuah keberuntungan dalam bencana.
Tuhan menyisakan
seorang putri untukku.
Juga sejak saat itu,
rumah ini kosong terus.
Nan Xing tidak membiarkan siapa pun
tinggal di sini.
Orang yang bisa tinggal di rumah ini,
pasti orang yang sangat penting baginya.
Lihatlah,
aku membuat suasana di sini terasa berat.
Ini sudah kejadian bertahun-tahun yang lalu.
Kita tidak perlu membicarakannya lagi.
Oh ya.
Aku juga memotong buah untukmu.
Aku ingat sebelumnya kamu bilang
tidak makan jeruk, bukan?
Bibi, kamu bahkan masih ingat?
Terima kasih.
Enak.
Nan Xing tidak membiarkan siapa pun
tinggal di sini.
Jadi,
orang yang bisa tinggal di rumah ini,
pasti orang yang sangat penting baginya.
Bagaimana?
Tuan Xiao.
Apakah hatimu sudah tergerak?
Kenapa wanita ini merepotkan sekali?
Aku sudah mengembalikan gaunnya.
Ini uang pengembalian gaun sejumlah 2000 yuan.
Untuk apa aku merasa takut seperti ini?
Bukankah aku cukup bersikap wajar saja?
Aku sudah mengembalikan gaunnya.
Ini uang pengembalian gaun sejumlah 2000 yuan.
Ambillah.
Bukankah aku harus sedikit sopan?
Aku sudah mengembalikan gaunnya.
Ini uang pengembalian gaun
sejumlah 2000 yuan.
Terima kasih.
Untuk apa aku berterima kasih padanya?
Aku seharusnya melempar uang ini ke wajahnya.
Ambillah uang busukmu ini,
kembalilah ke zaman kuno,
aku baru...
Aku...
Cepat sekali mengembalikannya?
Latihan begitu lama.
Apakah aku
orang yang penting baginya?
Apakah dia masih berpikir
agar aku pergi mengejar atasanku?
Bagaimana agar dia bisa menyerah?
Jangan-jangan kamu masih
memikirkan soal aku dan atasanku?
Meskipun kamu memukulku,
aku tidak akan pernah mengejar atasanku.
Kenapa?
Jangan-jangan
kamu sudah menyukai orang lain?
Sepertinya ini ide bagus.
Memang sudah ada.
Ada seseorang yang aku sukai.
Siapa?
Kamu...
Bagaimana bisa aku berterus terang
mengatakannya padamu?
Intinya,
kelak kamu jangan
memasangkan aku lagi.
Ternyata dia sungguh menyukaiku.
Kalau begitu, aku harus memikirkannya dengan baik.
Nan Xing.
Apa kamu mau minum kopi?
Siapa yang minum kopi tengah malam?
Aku.
Kenapa minum apa pun aku selalu bisa tertidur?
Kamu...
Aku pergi membuka pintu.
Aku datang.
Siapa?
Siapa?
Kemari, ikut aku.
Ibu, aku keluar sebentar.
Apa lagi yang kamu lakukan?
Aku setuju.
Setuju apa?
Bukankah kamu menyukaiku?
Aku setuju berpacaran denganmu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.