Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 4]
Apa lagi yang sedang dipikirkan bocah ini?
Untuk apa kita kemari?
Kamu masih belum mengerti sekarang?
Mengerti apa?
Aturan pemanggilan.
Sepertinya aku semakin bingung.
Pertama memanggilmu
adalah saat aku kesulitan.
Panggilan kedua
adalah saat aku mengalami bahaya.
Kamu bilang, aku membutuhkan
pahlawan yang bisa menolongku.
Tapi, aku tidak butuh
diselamatkan dalam kedua panggilan tadi.
Tidak ada hal yang terjadi.
Awalnya aku berpikir seperti itu.
Tapi, aku sudah menyadari sekarang.
Hal yang penting
bukanlah situasimu saat melakukan
pemanggilan.
Tapi, hasil setelah kamu memanggilku.
Hasil?
Aku membantu menyelesaikan kesulitanmu
saat panggilan pertama.
Nyawamu kuselamatkan
dalam panggilan kedua.
Kali ketiga dan keempat,
aku menyeka mulutmu
dan memberimu
bahu untuk bersandar.
Sudah mengerti?
Masih tidak mengerti?
Membantumu
saat kamu canggung.
Melindungimu saat bahaya.
Menjagamu saat kamu lelah.
Yang kamu butuhkan adalah
pacar yang sempurna.
Apa?
Apakah
permohonanku sudah diketahui?
Jangan bercanda.
Siapa yang bercanda?
Kamu mulai menipuku sejak
aku baru tiba di sini.
Kamu juga masih berbohong barusan.
Permohonan apa
yang kamu minta pada Peri itu?
Permohonan apa yang bisa kubuat?
Aku hanya mengatakan
menginginkan
cinta yang tak terlupakan.
Apa?
Menginginkan
cinta yang tak terlupakan.
Apakah aku perlu
menarik lidahmu
supaya jelas?
Aku menginginkan
cinta yang tak terlupakan.
Tapi, aku tidak tahu
mengapa masalahnya
bisa menjadi seperti ini?
Jangan menatapku begini.
Ada kamera pengawas di sini.
Kamu juga tahu ada kamera pengawas.
Lalu, masih berani asal bicara seperti ini?
Aku terprovokasi saat itu,
jadi aku asal mengatakannya.
Apakah kamu tahu
apa akibat
dari ucapanmu yang asal ini?
Perkataanku hanya asal,
aku tidak memikirkan akibatnya.
Bagus.
Apakah orang sepertimu
juga pantas memiliki cinta yang tak terlupakan?
Jangan bermimpi!
Mengapa aku tidak pantas
memiliki cinta yang tak terlupakan?
Terima kasih.
Hati-hati.
Bermimpi juga tidak boleh.
Jika bisa terkabul di dunia nyata,
siapa yang mau bermimpi?
Dan juga,
memangnya ada apa denganku?
Aku tidak bertindak ilegal.
Mencari kerja tanpa dibantu orang tua.
Apakah aku punya kekurangan
selain belum pernah pacaran?
Cinta yang tak terlupakan?
Memangnya aku bisa
jatuh cinta
pada wanita seperti itu?
Berkhayal saja.
Jika dia
masih berani menggangguku,
aku akan membunuhnya.
Membasmi dari akarnya.
[Pedoman Hidup Masa Kini]
Pedoman hidup di masa modern.
Kehidupan modern terlihat efisien,
namun sebenarnya penuh dengan bahaya
bagi orang kuno
yang tidak tahu apa pun sepertimu ini.
Ini adalah stopkontak.
Gas.
Ini adalah lampu lalu lintas.
Harus menaati peraturan.
Jangan terbang sembarangan.
Tidak boleh memukul orang,
membunuh orang
atau merampas barang.
Juga tidak boleh
masuk ke kamar orang lain dengan sembarangan.
Ingat baik-baik.
Jika kamu butuh bantuan,
silakan menelepon nomor darurat.
Terakhir,
ini adalah nomor ponselku.
Tapi, hanya boleh dihubungi
dalam kondisi darurat.
Semangat, Xiao Wudi.
Harus hidup dengan baik.
Hujan.
Aku tidak membawa payung.
Tidak perlu.
Aku tidak membutuhkanmu.
Aku bisa.
Kehujanan ya kehujanan saja.
Kehujanan bukan masalah besar.
♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫
Sudah kubilang aku tidak membutuhkanmu.
Apakah kamu kemari
untuk menyindirku lagi?
♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫
Aku memang meminta permohonan itu.
Memangnya kenapa?
Aku memang
tidak tahu diri.
Aku memang menginginkan
♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫
cinta yang tak terlupakan.
Memangnya kenapa?
♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫
♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫
Kamu menginginkan
cinta yang tak terlupakan,
♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫
akan kuberikan.
♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫
♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫
Ada apa?
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
Bukan.
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
Aku tidak bisa setuju.
Bukan berarti kamu tidak baik.
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
Tentu saja,
kamu memang bukan orang baik.
Maksudku,
kita baru kenal beberapa hari.
♫ Saat aku menatap matamu ♫
Kamu sudah membahas hal sebesar ini.
Aku belum mempertimbangkannya.
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
Bagaimana caraku memberi tahu Ibuku?
Bagaimana menjelaskan pada Sisi?
Aku baru menemukan pekerjaan.
Baru memulai karier.
♫ Adalah cinta ♫
Kamu bahkan tidak punya pekerjaan.
Juga tidak punya identitas.
Bagaimana
caramu menikah denganku kelak?
Bagaimana bisa mendaftarkan anak?
Jangan bermimpi.
Siapa yang mau punya anak denganmu?
Kamu tidak ingin anak?
Bukan aku.
Bukankah kamu
ingin cinta yang sulit dilupakan?
Bukan berarti harus aku orangnya.
Aku bisa membantumu
mencari pria lain.
Masuk akal.
Asalkan kamu mencarikan pacar untukku,
maka tugasmu selesai.
Semoga seperti itu.
Tapi, sebelum itu,
apakah berarti aku masih
bisa memanggilmu?
Jadi, kita harus bergegas.
Kesabaranku
ada batasnya.
Jika kesabaranku habis suatu hari nanti...
Kamu...
Kenapa seperti sedang mencari pengganti?
Memang ini maksudnya saat ini.
Kita harus mencari seorang pria secepatnya.
Lalu, melemparkanmu
kepadanya.
Aku juga bukan tidak ada yang mau!
Siapa yang mau?
Nyalimu begitu besar.
Aku tahu kamu
sedang menyindirku.
Para pria di timku itu,
akan meneriakkan namaku jika melihatku.
Kepopuleranku itu...
Tidak ingin kupamerkan padamu.
Baik.
Bawa aku melihatnya besok.
Baik.
Kalau begitu, besok,
kamu bawa uang yang banyak.
Pulang.
Ini masih hujan.
Berikan, ini payungku.
Mengapa pelan sekali?
Bisa cepat sedikit tidak?
Xiao...
Kejutan.
Ibu?
Xiao?
Keren sekali.
Xiong.
Xiong?
Xiong.
Benar.
Ibu, dia adalah sepupu Xiong Sisi.
Xiong Wudi.
Halo, Bibi.
Ternyata sepupu Sisi, ya?
Aku pikir...
Oh iya, kebetulan.
Ini adalah hari pertama Nan Xing bekerja.
Aku sengaja pulang
dan memasak banyak makanan.
Ayo, makan bersama.
Baik.
Mari.
Mari, cepat masuk.
Kamu kembali ke kamar 302 dulu.
Aku akan tanya Ibuku...
Masuklah.
Apa yang kamu lakukan?
Lalu, harus bagaimana aku menjelaskan?
Aku harus memberimu
identitas yang masuk akal.
Apakah mau bilang
kamu adalah orang kuno
yang diutus Peri untukku?
Seorang pria harus bersikap
terus terang.
Kamu tidak pernah dengar?
Aku pernah dengar, aku tahu.
Tapi, sudah kukatakan,
bagaimana mengubahnya?
Diubah menjadi Xiongxiao Wudi?
Xiaoxiong Wudi?
Sepertinya Xiaoxiong Wudi juga lumayan.
Kamu sudah bosan hidup?
Ibu.
Kalian sedang apa?
Dia...
Mari, makan.
Makan saja dulu.
Aku akan memotong buah.
Makanan ini...
Makan.
Kamu tidak merasa
makanannya sedikit...
Ambil sendiri jika ingin makan.
Makanannya enak, 'kan?
Enak, Bibi.
Mari, makan buah untuk cuci mulut.
Ini
adalah jeruk kesukaan Nan Xing.
Harus dimakan.
Aku akan membereskan dulu.
Baik.
Kalian makan dulu.
Tidak mau makan? Pemilih sekali.
Aku tidak makan jeruk.
Rasanya aneh sekali.
Ibu!
Apakah
pisaumu tidak dicuci setelah memotong cabai?
Aku lupa lagi.
Aku tuangkan air untukmu.
Mari, minum airnya.
Terima kasih, Bibi.
Kamu baik-baik saja, Xiong?
Ya, tidak masalah.
Bagaimana? Enak, 'kan?
Makanan ini enak sekali.
Benarkah?
Makan yang banyak.
Baik.
Mari.
Xiong.
Kalian
tinggal di mana?
Aku tinggal di seberang.
Di seberang sini?
Dia baru datang, belum punya tempat tinggal.
Jadi, aku menyewakan kamar 302 untuknya.
Itu peninggalan Ayahnya.
Sudah lama tidak ditempati.
Kami membereskannya
untuk disewakan.
Kamu sudah tinggal di sana?
Benar.
Tindakan yang cepat.
Bukan, Ibu...
Lalu,
apa pekerjaanmu?
Dia...
Tidak tanya padamu.
Pekerjaanku adalah...
Membantu orang lain
mencari cinta.
Aku tahu.
Konsultan perjodohan,
benar, 'kan?
Dalam hal ini,
kamu harus membantu Nan Xing
untuk memperhatikannya.
Jika mengandalkan kemampuannya,
pasti tidak akan berhasil.
Ibu.
Sepertinya masakanmu sudah gosong.
Coba kamu lihat.
Benar, aku lihat dulu.
Jangan makan lagi.
Cepat pergi.
Sedang apa?
Ibu, dia masih ada urusan.
Aku antar dia pulang dulu.
Sudah mau pulang?
Xiong, seringlah makan di sini.
Kamu jangan menganggap serius
ucapan Ibuku.
Itu...
Apakah kamu merasa
pusing?
Ingin muntah?
Sesak napas?
Tidak merasakannya?
Ini aneh sekali.
Jarang ada yang bisa normal seperti ini
setelah makan masakan Ibuku.
Jika kamu sakit
tengah malam nanti,
telepon aku.
Kubawakan obat.
Jangan banyak omong.
Jangan lupa urusan besok.
Besok?
Mencari pengganti.
Kamu sungguh lupa?
Sungguh mau pergi?
Sampai jumpa besok.
Xiong ini sungguh baik.
Orang yang unggul.
Tampak sopan.
Dari mana Anda melihat
bahwa dia sopan?
Aku sendiri tahu
seberapa buruk masakanku.
Selain pemuda tengik itu,
ini pertama kalinya aku melihat
ada yang memakan masakanku
dengan selahap ini.
Apa yang bisa dibuktikan dari itu?
Ini membuktikan dia pandai bersikap.
Mungkin saja
dia tidak punya indra perasa.
Pokoknya, aku merasa dia cukup baik.
Coba kamu pertimbangkan.
Kami berdua tidak mungkin.
Mengapa tidak mungkin?
Kamu akan menyewakan rumah padanya jika tidak mungkin?
Banyak orang yang melihat
rumah itu sebelumnya.
Semuanya kamu tolak.
Kenapa disewakan untuknya?
Aku bisa apa lagi?
Tidak mungkin
membiarkannya berada di kamarku, 'kan?
Ini adalah kesempatan yang sangat baik.
Bertindak saat diperlukan.
Ibu, aku tidak berniat memikirkan
hal itu sekarang.
Hari pertama bekerja,
Bos sangat menyukaimu, 'kan?
Bosku bahkan tidak datang.
Wajar jika Bos tidak datang.
Bos sangat sibuk.
Tidak mungkin pergi ke perusahaan setiap hari.
Lihat aku.
Aku tidak pergi ke klub setiap hari.
Benar, 'kan?
Harus perlahan-lahan saat baru bekerja.
Pelajari dan adaptasi
dengan data-data di perusahaan.
Lingkungan
dan para rekan kerja.
Tapi, aku tidak diberikan tugas.
Kumpulkan semangat.
Jangan lupa
apa yang diajarkan dalam karier olahraga.
Tidak meninggalkan, tidak menyerah.
Sudah, istirahat lebih awal.
Baik.
Ini untukmu, jaga-jaga saja.
[Obat Pencernaan]
Aku menginginkan
cinta yang tak terlupakan.
Aku akan membantunya mencari pacar.
Lalu, aku bisa pulang secepatnya.
[Ini untukmu, untuk jaga-jaga]
Xiao Wudi.
Tidak ada?
Aku sudah memanggilmu.
Aku pergi dulu.
Selamat pagi.
Kamu...
Aku takut suara seseorang
terlalu kecil.
Tidak terdengar dan tidak bisa bangun.
Sebenarnya,
memangnya bisa apa jika pergi ke sana?
Aku mau mendengar
mereka meneriakkan namamu.
Sudah membawa uang?
Ayam goreng dan kudapan.
Terima kasih, Senior.
Senior, ini semua pedas.
Ada yang pedas.
Ini rasa original.
Ini rasa pedas.
Suara teriakan macam apa ini?
Senior
tidak berkunjung akhir-akhir ini.
Aku belum mulai bekerja hari ini.
Kakak.
Maukah makan ayam goreng bersama?
Apa aku boleh makan di sini?
Baik, kamu pasti setuju.
Senior.
Senior, bagaimana pekerjaanmu
akhir-akhir ini?
Jangan gugup.
Jodoh Senior
tidak akan kuambil.
Aku?
Kamu jangan salah paham.
Senior kami sangat tulus biasanya.
Meski dia punya banyak teman laki-laki,
tapi mereka hanya bersahabat.
Tidak ada yang dikategorikan jodoh.
Kenapa?
Karena semuanya menyukai
wanita yang disukai orang biasa.
Orang biasa
menyukai wanita seperti apa?
Bisa bermanja-manja,
feminin, sangat lembut
dan yang bisa berdandan.
Pokoknya, berbeda
dengan Senior kami.
Jika tidak, dia tidak akan
tidak pernah pacaran selama bertahun-tahun.
Tidak pernah pacaran?
Coba pikirkan dari sisi lain.
Mungkin dia
senantiasa menunggumu.
Benar, tidak?
Itu romantis sekali.
Kakak.
Kamu masih punya
teman yang tampan sepertimu?
Lebih buruk sedikit juga boleh.
Aku bisa.
Misalnya, sepupu dari pihak ayah,
sepupu dari pihak ibu,
atau yang lainnya?
Makan yang banyak.
Baik.
Xiong Sisi.
Aku tidak melakukan apa pun.
Aku hanya mengobrol dengannya.
Dia yang seperti ini,
apa aku bisa mencari penggantiku?
Apa aku bisa pulang?
Apa yang kalian bicarakan?
Mendoakan kalian bahagia.
Apa-apaan kamu?
Hubunganku dengannya bukan seperti itu.
Jangan menipuku, Senior.
Dia orang yang meminjam
baju olahraga waktu itu.
Aku sudah mengikutinya.
Dia adalah penyewa rumahku.
Aku membantunya
meminjam baju
karena ada hal tidak terduga.
Jangan berpikir sembarangan.
Sungguh?
Aku akan turun tangan.
Kembali kemari.
Kamu sudah bosan hidup?
Apa-apaan?
Apa yang terjadi?
Dengarkan aku.
Mulai hari ini,
jangan berhubungan dengannya.
Meski bertemu dengannya di jalan,
kamu juga harus menghindar.
Dengar, tidak?
Ini demi kebaikanmu.
Baik.
Aku mengerti.
Dan juga,
jangan pergi ke rumahku akhir-akhir ini.
Sebaiknya jangan bertemu Ibuku.
Kenapa?
Kenapa kamu banyak tanya?
Makan ayam goreng.
Pelatih sudah akan datang.
Coba yang ini.
Coba yang ini, bagaimana?
Ada apa denganmu?
Aku berpikir,
apakah aku masih bisa pulang?
Kamu harus pulang.
Kamu tidak boleh
kehilangan kepercayaan diri.
Apa bagusnya tempat ini?
Polusi udara, pemanasan global.
Tempo hidupnya juga sangat cepat.
Tidak senyaman zaman dulu.
Sudah, aku sudah mengerti.
Kamu pergi kerja saja.
Biar aku sendiri
yang memikirkan caranya.
Baik, aku pergi dulu.
Oh iya.
Ibuku bilang, kamu sudah tinggal di sana,
jadi ingin mengganti perabot baru untukmu.
Baiklah.
Xiao Wudi.
Semangat!
Tidak meninggalkan, tidak menyerah.
Pagi, Kak Jiao.
Nan Xing.
Kamu datang pagi sekali?
Saat aku berlatih
di tim dulu,
lebih pagi dari ini.
Aku sudah terbiasa.
Kamu dapat bunga
dari mana?
Kamu cukup romantis.
Pagi, Kak Jiao.
Pagi.
Pagi.
Aku melihat
bunga di meja kemarin.
Meski bukan milikku,
tapi bisa membuat
suasana hati menjadi baik.
Jadi, aku menyiapkan
untuk kalian hari ini.
Aku harap
bisa bekerja dengan baik.
Kak Jiao, untukmu.
Bagus sekali.
Terima kasih, Nan Xing.
Kak Jiao.
Ada yang perlu kukerjakan hari ini?
Chu.
Bukankah kamu bilang
butuh bantuan Nan Xing kemarin?
Ada beberapa struk
yang harus
ditempel di sini.
Jika saat menempelkan
ada hal
yang tidak dipahami,
boleh tanya padaku.
Baik, tidak masalah.
Tempel dengan baik.
Kak Jiao.
Lihat, apakah ini dokumennya?
Coba kulihat.
Chu, ini untukmu.
Yu Fan, aku letakkan...
Aku alergi bunga.
Untuk Chu saja.
Terima kasih.
Anak ini cukup rajin.
Akan disayangkan
jika dipecat.
Berdasarkan sikap Bos pada asisten,
tidak bisa lebih dari seminggu.
Apa maksudnya?
Satu hari.
Bos akan datang ke perusahaan hari ini.
Pagi, Bos.
Pagi.
Kamu adalah atlet?
Tidak meninggalkan, tidak menyerah.
Jadi, kenapa kamu menyerah
untuk menjadi atlet?
Aku...
Mengapa kamu masih ada di sini?
Bos.
Dia adalah asisten baru untuk Anda,
namanya Nan Xing.
CEO Ye sudah bertemu dengannya.
Gawat.
Aku terdiam lagi.
Bos pasti tidak senang.
Nan Xing, jangan terlalu cemas.
Lagi pula, diperkirakan
tidak akan ada kali kedua.
Apa maksudnya asisten itu?
Bukankah ini sudah disepakati?
Menurutiku.
Dia bahkan tidak bisa bicara.
Bagaimana menjadi asisten?
Aku mencarinya
untuk membantu pekerjaanmu.
Bukan untuk mengobrol denganmu.
Gadis itu juga bernyali dan teliti.
Punya ketahanan.
Dia juga pembaca setiamu.
Sangat memahamimu.
Seharusnya bisa tahan dengan sikapmu.
Kamu jelas-jelas tahu,
kamu butuh bantuan seseorang.
Tapi, tidak boleh selalu ganti asisten.
Berikan dia sedikit waktu.
Satu minggu.
Jika dalam satu minggu,
pendapatku masih sama...
Aku akan memecatnya.
Sarapan ini untukmu.
Aku tidak tahu kamu mau datang.
Tidak menyiapkan
susu yang kamu suka.
Siapa nama pacarmu
waktu itu?
Song Jiaming.
Jadi, kapan
kalian mulai pacaran?
Baru saja.
Bagaimana kalian bisa berkenalan?
Kenal saat main golf.
Kami masih akan ke sana akhir pekan ini.
Mau ikut?
Aku tidak suka golf.
Benar juga.
Kamu sangat membutuhkan pacar, ya?
Bos Lu.
Aku juga manusia.
Aku butuh kehidupan pribadi.
Aku bukan mesin kerja
yang dibeli perusahaan kita.
Aku juga...
Aku juga tidak bermaksud begini.
Kontraknya sudah beres.
Boleh ditandatangani sekarang.
[Ye]
Terima kasih.
Suka tidak?
Ini.
Kalungmu cukup cantik.
Hadiah ulang tahun.
Bos Lu.
Sudah selesai?
Aku mau ganti baju.
Nan Xing.
Pasti sudah meninggalkan
kesan buruk padanya tadi.
Bagaimana caraku memperbaikinya?
Halo, Bos.
Bagaimana ini?
Aku harus berinisiatif
bicara dengannya kali ini.
Harus meninggalkan
kesan baik untuknya.
Jangan gugup.
Seperti biasa saja.
Apa Anda butuh sesuatu?
Nan Xing, apa yang kamu lakukan?
Kamu sudah gila, ya?
Lebih baik diam daripada bicara begini.
Aku akan menulis naskah di rumah minggu ini.
Tidak ada yang bisa ditugaskan untukmu.
Kamu boleh
diam di sini atau pulang.
Tidak boleh, ini tidak meninggalkan kesan...
Untuk apa sungkan?
Aku bisa menemanimu di rumah.
Aku sungguh bisa sendiri saja.
Astaga.
Bunuh saja aku.
Tidak.
Aku sudah kehilangan nyawa.
Aku sudah mempermalukan diri di publik.
Orang biasa
menyukai wanita seperti apa?
Bisa bermanja-manja,
feminin, sangat lembut
dan yang bisa berdandan.
Pokoknya, berbeda
dengan Senior kami.
Jelas dia bukan seperti itu.
Sebaiknya harus bagaimana?
Paket Anda sudah sampai.
Mau diletakkan di mana?
Di sini saja.
Baik.
Ganti televisi
di ruang tamu,
dan ganti tirai
di ruang tamu saja.
Aku?
Harganya berbeda.
Baik, aku bantu memasangnya.
Terima kasih.
Sudah seharusnya.
Kak Jiao.
Ini sudah seharian.
Apa kita perlu bertanya?
Menurutku perlu.
Ayo.
Nan Xing.
Kak Jiao.
Orang baru dalam dunia kerja
tidak terhindar dari kesalahan.
Lagi pula,
kamu hanya memukul Bos.
Bukan masalah besar.
Kalian pernah memukul Bos?
Tidak pernah.
Tidak pernah.
Kalau begitu, habislah aku.
Kita harus optimis saat bertemu masalah.
Bukankah kamu masih di sini,
benar, 'kan?
Benar juga.
Coba kamu pikirkan.
Kamu sudah memukul Bos dua kali,
dan masih bisa ada di sini.
Apa artinya ini?
Artinya kerjamu cukup baik.
Benar.
Silakan bereskan barangmu dan pulang.
Istirahatlah lebih awal.
Bagaimana?
Baik.
Jangan sedih lagi, Nan Xing.
Nan Xing, semangat.
Terima kasih.
Semangat.
Terima kasih.
Sedang apa? Mengagetkanku saja.
Diam.
Sebenarnya mau...
Kamu sedang apa?
Kelihatannya tidak bisa mengandalkanmu sendirian.
Ada foto, tidak?
Untuk apa?
Diletakkan di kasur untuk buang sial.
Tidak ada.
Kamu ingin aku pulang, tidak?
Ingin.
Jika ingin aku pulang,
jangan banyak tanya.
Baik, akan aku kirim untukmu nanti.
Tunggu.
Apakah kamu tidak senang hari ini?
Tidak.
Bagus kalau begitu.
Apa pun yang terjadi,
ingat jangan memanggilku.
Aku tahu.
[Nan Xing: Foto]
[Membasmi kekerasan Pahlawan Pemberani]
[Bersedia Membantu Bermoral Tinggi]
Tidak bisa.
Hanya bisa mengandalkanku.
Ibu, aku pergi dulu.
Nan Xing.
Kamu kunci pintunya.
Aku sudah terlambat.
Semuanya akan membaik.
Harus percaya diri.
Semangat!
Semangat!
Xiao Wudi.
Tidak ada?
Xiao Wudi.
Aku mengantarkan sarapan untukmu.
Sarapan yang dibuat Ibuku pagi ini.
Membeli televisi baru?
Tirai juga sudah diganti?
Aku letakkan di meja ya.
Entah untuk apa dia mengambil
fotoku?
Aku mengantar sarapan untukmu.
Aku tidak mau.
Baik.
Aku pergi kerja dulu.
Aku sudah berhenti.
Ini.
Aku tidak akan
masuk sembarangan kelak.
Maaf.
Terima kasih.
Pagi.
Pagi.
Pagi.
Sungguh hebat.
Nan Xing memukul Bos kemarin,
tapi masih berani masuk kerja hari ini.
Nyalinya cukup besar.
Nan Xing, kamu...
Semangat.
Kak Jiao.
Kak Jiao.
Sepertinya mereka membahas
tentang aku yang memukul Bos kemarin.
Bisakah kalian
jangan bergosip
di belakang?
Bukan, Kak Jiao.
Itu... aku bekerja dulu.
Pagi, Nan Xing.
Pagi.
Kak Jiao.
Apakah ada pekerjaan
untukku hari ini?
Itu... Bos...
Menyuruhku bersiap di sini.
Jika kamu butuh
bantuanku,
katakan saja padaku.
Tidak ada.
Punyaku sudah aku selesaikan.
Tidak ada pekerjaan lagi, Kak Jiao.
Sudah mereka selesaikan.
Tidak ada pekerjaan lagi.
Pekerjaan apa pun boleh.
Pekerjaan berat juga boleh.
Begini saja, Chu.
Kotak
yang harus kamu bawa ke gudang,
biar Nan Xing yang membantu membawanya.
Ada di sini.
Sudah merepotkan.
Tidak merepotkan sedikit pun.
Sedikit berantakan.
[Sesi Tanda Tangan Buku Baru Lu Zichen, Seri Ma Leng Sang Detektif Hebat]
Selesai.
Nan Xing.
Nan Xing.
Nan...
Kak Jiao.
Nan Xing, maaf.
Sungguh maaf.
Aku terlalu sibuk hari ini.
Aku hampir melupakanmu.
Tidak masalah.
Astaga.
Ya ampun, kamu...
Kamu merapikan ini semua sendirian?
Kamu hebat sekali.
Aku hanya sedikit bertenaga.
Tidak bisa hal lain.
Tidak.
Bisa dirapikan menjadi seperti ini,
sungguh sangat hebat.
Begini saja,
jika Bos tidak menginginkanmu,
aku menginginkanmu.
Oh iya.
Ada yang mencarimu di depan.
Siapa?
Sangat tampan.
Menurutku lebih tampan dari Bos.
Katanya tetanggamu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.