Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 1]
Novel pertamaku
ditulis pada musim panas saat berusia 22.
Awal dari kisah itu,
tokoh utama wanita, Nan Xing, sama denganku,
baru lulus kuliah.
Cahaya matahari yang cerah menyinari jalan.
Semuanya indah dan tidak diketahui.
Apakah dia sedang menatapku?
Teman.
Kamu juga akan pergi ke sesi tanda tangan Lu Zichen?
Aku juga.
Aku tunjukkan padamu.
[Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat]
Aku menyukai bukunya.
Aku juga suka.
Karena
kita sama-sama penggemar,
bagaimana jika pergi bersama?
Baik.
Apakah ini yang dimaksud dengan pendekatan?
Kamu mahasiswi di sekitar sini?
Aku dari Universitas Soochow.
Aku adalah atlet.
Pantas saja perangaimu bagus.
Kamu jurusan senam irama, ya?
Kabarnya,
ada jurusan menari di Universitas Olahraga.
Apa kamu mempelajari itu?
Aku tidak bisa menebak
bagian apa yang kamu pelajari.
Sebenarnya aku belajar...
Kamu baik-baik saja?
Tidak apa-apa.
Berhenti kamu!
Tangkap perampoknya.
Sesi tanda tangan sudah mau dimulai.
Aku pamit dulu.
Bukankah mau pergi bersama?
Aku lupa mengunci pintu asrama.
Aku pamit dulu.
Sampai jumpa.
Sakit sekali.
Jadi, Kakak Senior,
kamu mengantarnya
ke rumah sakit setelahnya?
Benar.
Aku mengantarnya ke rumah sakit dahulu,
lalu ke kantor polisi
untuk melapor.
Tidak jadi pergi ke sesi tanda tangan.
Tidak jadi pergi ke sesi tanda tangan?
Kakak Senior.
Kamu akan dapat penghargaan lagi?
Ruangan pelatih sudah hampir penuh.
[Pemberani Penegak Keadilan]
[Membasmi Kekerasan Pahlawan Pemberani]
Lalu, apa rencanamu
setelah lulus?
Pelatih ingin
kamu melatih tim.
Aku sudah punya rencana.
Besok,
aku akan wawancara kerja
di perusahaan Lu Dada.
Lu Zichen?
X-Culture?
Kamu mau melamar menjadi penulis?
Dia tertarik pada novelmu?
Apa-apaan? Karya jelekku itu
tidak mungkin ditunjukkan padanya.
Aku melamar menjadi asisten presdir.
Asisten presdir?
Astaga.
Kalau begitu,
tidak menyangka
penggemar gila
sepertimu bisa sambil bekerja
sambil mengejar idola sendiri.
Kamu yang penggemar gila.
Tapi, bekerja untuk idola sendiri
memang menyenangkan.
Tunggu, Senior.
Kamu baru lulus kuliah,
tidak punya pengalaman kerja,
bagaimana bisa lulus wawancara?
Guo Zihao!
Aku tidak punya pengalaman,
tapi bisa belajar.
Ada peluang di depanku,
aku harus mencobanya, bukan?
Lagi pula,
bisa bekerja bersama
idola sendiri,
bekerja akan sangat menyenangkan.
Benar.
Kamu tidak paham.
Harus wawancara dengan baik besok.
Pelan sedikit larinya.
Kalian pelan sedikit, jangan terjatuh.
Kecepatanku tidak terlalu cepat.
Pagi.
Ibu, aku pulang.
Belum pulang?
Ayah.
Aku membelikan
jeruk kesukaanmu.
Sangat manis.
Lihat apa?
Kamu tidak suka makan jeruk.
Baik, aku membelikan apel untukmu.
Makan yang banyak.
[Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat]
[Lu Zichen]
Namanya adalah Lu Zichen.
[Pelopor Era, Dunia Tulisan Seorang Penulis, Era Lu Zichen]
Merupakan murid paling unggul
dalam sejarah SMA kami.
[Ingin menulis cerita misteri yang terasa nyata]
Akhirnya, dia menjadi penulis
paling unggul di era ini.
Dia juga merupakan idola terbesarku.
Senior Lu, sampai jumpa besok.
[Membaca Buku Baru]
[Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat]
Ada komentar baru.
[Membaca Pratinjau Hari Ini]
[Komentar]
Tidak disangka
ada penulis yang memakai nama pena sendiri
sebagai nama tokoh utama wanita.
Penulis ini sungguh jujur.
Memangnya kenapa?
Memang ditulis untuk kesenangan saja.
Lu Zichen
adalah tokoh utama karya ini.
Ini adalah novel pendekar
berlatar Dinasti Ming.
Lu Zichen dalam buku
adalah pemimpin bela diri
yang berbakat,
masa depannya cerah.
Setelah bertemu
tokoh utama, Nan Xiaoxing,
dia pun tergila-gila padanya.
Penulis, kamu ingin sekali
berpacaran dengan Lu Dada kami, ya?
Memangnya kenapa kalau pacaran?
Novel pendekar tidak boleh pacaran?
Lagi pula, novel tidak bisa disamakan
dengan orang yang asli.
Aku mengidolakan Lu Zichen,
oke?
Mengidolakan.
Setuju dengan pendapat sebelumnya.
Bahkan tidak ada tokoh antagonis
dalam cerita.
Cerita di awal langsung membahas
asmara tokoh utama wanita dan Lu Dada.
Apakah tokoh utama wanita serius?
Atas dasar apa dia merasa...
Setuju.
Hubungan antar tokohnya buruk.
Apakah penulisnya
adalah wanita
yang tidak suka kebersihan?
Ini masalahnya sendiri.
Jika sungguuh mengidolakan,
mengapa tidak memberikan
lawan yang sepadan untuk Lu Dada?
Sudah!
Kalian bilang tokoh antagonisku lemah,
benar, 'kan?
Baik.
Kalian bersiap saja
untuk menyambut raja iblis
yang tiada tandingannya.
Jika dikatakan,
Lu Zichen adalah pendekar
yang membawa cahaya dan harapan
untuk dunia persilatan,
maka orang ini
merupakan ular berbisa yang mengamati
dan bersembunyi di jurang yang dalam.
Dia adalah iblis jahat
yang mempermainkan hidup manusia.
Merupakan duri liar yang menusuk hati manusia.
Juga merupakan ketakutan kalian yang selalu ada.
Ilmu bela dirinya yang hebat.
Hanya dengan tenaga sendiri,
sudah bisa menyerang banyak sekte.
Bisa merampas pedang berharga
dari sekte tanpa membunuh orang.
Membuat para sekte yang bertahan ratusan tahun
merasa malu di dunia persilatan.
Pedang pusaka Longya ini
tidak akan aku...
Awalnya aku tidak menggunakan pedang.
Tapi pelayanku mengatakan,
dia butuh alat untuk memasak
di dapur.
Kabarnya pedang pusaka ciptaan
sekte kalian ini tahan terhadap api dan air.
Maka aku pinjam dulu sebentar.
Ada yang pernah mengatakan,
jika orang ini berhati baik,
maka dia akan membawa keberuntungan untuk warga.
Namun sebaliknya, dia merupakan
penjahat yang paling sadis.
Tujuannya turun gunung kali ini,
adalah untuk merusak
pernikahan Nan Xiaoxing dengan Pendekar Lu.
Ayo.
Tunjukkan senyummu untukku.
Dia adalah Tuan Muda Hehuan.
Xiao Wudi.
Keren sekali.
Ibu, kapan kamu pulang?
Aku pulang setelah selesai kerja.
Xiao Wudi yang kamu tulis ini
lebih berkharisma
dibandingkan Lu Zichen itu.
Kenapa?
Lihat, pertama,
keren.
Ilmu bela dirinya bagus.
Juga sangat cerdas.
Lebih menarik
daripada Lu Zichen, si pendekar kebenaran.
Juga pandai menggoda.
Tapi, Xiao Wudi adalah penjahat.
Tapi, dia keren.
Tidak bisa.
Hatinya terlalu kejam.
Semakin besar kemampuan orang ini,
maka akan semakin berbahaya.
Kamu bisa mendidiknya.
Yang bisa membentuk pria,
pertama adalah ibunya,
kedua adalah istrinya.
Semuanya wanita.
Untuk apa aku
memperdebatkan ini denganmu?
Aku sudah mau berkarya.
Mempelajari menu masakanku.
Istirahatkan mata sebentar dan bantu aku.
Tidak bisa.
Aku ingin keluar
sebentar lagi.
Jika mengambil koin
seharga ini
saat aku masih kecil,
mungkin masih bisa beli sesuatu.
Koin ini sudah tidak berharga sekarang.
Hidup penipu cukup sulit juga saat ini.
Aku...
Berkati agar wawancaraku lancar besok.
Bisa menjadi asisten Senior Lu.
Membuat permohonan?
Membuat permohonan seperti ini?
Kamu harus menunjukkan ketulusanmu.
Akhirnya akan jatuh ke tanganmu.
Aku sudah sering mengatakannya,
aku tidak mau uang.
Itu sangat manjur.
Kamu akan tahu
setelah melemparnya.
Aku juga sering mengatakannya.
Jangan mencoba mengambilnya.
Baik.
Kalian berdua.
Jika aku tidak salah lihat,
kalian adalah pasangan, bukan?
Benar.
Ini adalah air mancur hebat di sini.
Air Mancur Peri.
Nona Peri
paling suka memberkati
pasangan yang punya
hubungan erat.
Kami tidak memerlukannya.
Orang lajang yang harus memohon.
Dasar.
Apa hebatnya pacaran?
Aku juga ingin pacaran
jika aku bisa.
Aku juga menginginkan
cinta yang tak terlupakan.
Cinta yang tak terlupakan?
Di mana ini?
Mengapa aku bisa ada di sini?
Apakah aku sedang bermimpi?
Siapa orang ini?
Kenapa muncul di sini juga?
Ternyata sedang bermimpi.
Mengapa kamu?
Aku masih sedang bermimpi.
Siapa kamu?
Mengapa kamu ada di sini?
Dia hidup.
Kamu baik-baik saja?
Apakah kamu baik-baik saja?
Itu...
Aku bukan sengaja.
Aku...
Ponselku.
Antar ke rumah sakit saja dulu.
Situasi macam apa ini?
Bukankah
alur cerita ini hanya ada dalam novel?
Pria tampan berkostum kuno.
Tokoh utama wanita menolongnya.
Tokoh utama pria jatuh cinta pada pandangan pertama.
Akhirnya menikah.
Menikah
terlalu berlebihan, bukan?
Tidak boleh, lebih baik dimulai
- Di mana ini? - dari pertemanan.
Mengapa aku bisa ada di sini?
Kenapa aku masih
berkhayal saat ini?
Rumah sakit.
Antar ke rumah sakit dulu.
Kapan
kamu bangun?
Menikah?
Kenapa
tidak bersuara kalau sudah bangun?
Membuatku menggendongmu sampai sejauh ini.
Mendengar ucapan orang lain
sangat menarik, ya?
Membosankan.
Sampai jumpa.
Tidak menungguku menikahimu?
Sedang apa?
Aku beri tahu.
Aku adalah pahlawan
yang ternama di area ini.
Jangan mencoba menggangguku.
Pahlawan?
Kamu pahlawan dari sekte mana?
Universitas Olahraga Sujiang.
Coba kamu cari informasinya.
Kepala sekolah hingga sekuriti,
semuanya mengenalku, Nan Xing.
Nan Xing?
Nama ini tidak pernah terdengar
di dunia persilatan.
Wanita ini berpakaian aneh.
Bicaranya juga tidak sopan.
Lebih baik berhati-hati dalam menghadapinya.
Para polisi
menyebutku penegak kejahatan.
Aku mempelajari lempar cakram.
Aku tidak membawa cakram hari ini.
Kalau tidak, aku sudah akan melemparmu...
Ini salah.
Untuk apa aku takut?
Aku sudah menolongmu.
Kamu bilang kamu sudah menolongku?
Kamu menolongku di mana?
Air ini sangat dangkal.
Bagaimana aku bisa tenggelam?
Anggap saja aku tenggelam di sini.
Lalu, kenapa rambut dan bajuku kering
saat keluar dari sini?
Itu sebabnya aku mengatakan sedang bermimpi.
Omong kosong apa ini?
Aku tidak bicara omong kosong.
Awalnya aku
ingin memungut koinku...
Koinku.
Jelas-jelas ada di bawah sini.
Kenapa bisa menghilang?
Kamu sedang mencari ini?
Kembalikan padaku.
Mengapa kamu mengambil koinku?
Ini milikku.
Ucapan tidak bisa jadi bukti.
Bagaimana kamu membuktikannya?
Mengapa sikapmu seperti ini?
Air susu dibalas air tuba.
Aku berniat baik membawamu ke rumah sakit,
kamu malah mengambil koinku sekarang...
Boleh jika ingin aku mengembalikannya.
Jawab beberapa pertanyaanku.
Kamu menyuruhku menjawab, maka harus kujawab?
Atas dasar apa?
Kamu ini.
Berpakaian kuno
di taman saat larut malam begini,
misterius sekali.
Mau menakuti siapa?
Kenapa dia mengatakan
aku berpakaian kuno?
Memangnya tidak baik berpakaian kuno?
Lalu, pakaian macam apa yang kamu pakai ini?
Aku berkeliling di luar,
jadi berpakaian santai.
Harus memakai baju formal?
Lagi pula, ini sudah abad ke-21.
Setiap orang punya kebebasan berpakaian.
Oke?
Terserah padaku mau memakai apa.
Bukan urusanmu.
Abad ke-21?
Ini penamaan untuk tahun?
Apakah aku tiba
di dinasti yang lain?
Sebenarnya bagaimana
kamu bisa muncul mendadak?
Kembalikan koinku.
Tampaknya dia sungguh tidak tahu.
Jika masih berurusan dengannya,
mungkin akan ketahuan
dan membuat masalah.
Ambil sana.
Bukankah selesai jika dikembalikan sejak awal?
Sudah boleh bicara baik-baik sekarang.
Kita belum bicara dengan jelas.
Kenapa kamu mengambil koinku?
Kenapa...
Jangan mengikutiku.
Tapi, tetap harus diperjelas, bukan?
Apakah kamu
ingin terus mengikuti dan menggangguku?
Siapa yang mau mengikuti dan mengganggumu?
Tidak bisa mendapatkan hatiku,
namun setidaknya mendapatkan ragaku,
benar, 'kan?
Kamu asal bicara.
Aku asal bicara?
Bukankah ini
adalah hasil pemikiranmu sendiri
saat aku tertidur tadi?
Aku...
Sungguh tidak mau?
Anggap saja
balasan dariku karena sudah menolongku.
Tidak boleh!
Aku hanya membayangkan
alur cerita dalam novel.
Aku tidak pernah berpikir...
Terlalu mudah tertipu.
mau melakukan sesuatu padamu.
Sungguh.
Kamu jangan menganggapnya serius.
Di mana dia?
Sebenarnya di mana ini?
Sudah berkeliling,
tapi berbeda dengan tempat
di mana aku berasal.
Jika bisa mendapatkan buku sejarah tempat ini,
aku bisa tahu
aku sedang ada di dinasti apa.
Kakak.
Lampu merah harus berhenti.
Lampu merah.
Lampu merah? Apa lagi ini?
Sudah boleh jalan?
Sudah boleh jalan.
Jangan senang terlalu awal.
Kamu masih akan bertemu dengannya.
Karena kalian memang
ditakdirkan untuk bersama.
Kelihatannya,
sudah berhasil
tiba di dunia ini.
Ini adalah Perpustakaan Sujiang.
Buku sejarah yang kamu cari,
semuanya ada di dalam.
Tapi sudah tutup di malam hari.
Kamu bisa datang besok.
Tidak masalah, terima kasih.
Kakak.
Apakah kamu adalah pendekar di dunia gaya kuno?
Dunia gaya kuno?
Pakaian yang kamu pakai ini
sangat bagus.
Bolehkah aku berfoto denganmu tidak?
Bolehkah?
Apa lagi ini?
Sudahlah, setujui saja dulu.
Boleh.
Cepat.
Lihat kemari.
Ternyata ini namanya berfoto?
Ajaib sekali.
Seperti ini.
Ya.
Sudah, terima kasih.
Kami pamit dulu.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Untung saja tidak ketahuan.
Biarkan saja.
Lakukan urusan penting dulu.
Sudah pulang?
Ada apa?
Dengan siapa lagi ini?
Jangan dibahas.
Seorang berandalan tengik.
Akan aku pukul jika bertemu lagi.
Aku bisa lega sekarang.
Berandalan biasa
sungguh bukan lawanmu.
Ibu, kamu memasak apa lagi?
Menu besar.
Menu baru yang dimasak sesuai resep.
Setara dengan Restoran Michelin bintang tiga.
Acara
peluncuran buku barunya hari ini
juga menarik minat banyak penggemar
untuk datang ke lokasi.
Mari kita saksikan
gambar hasil laporan.
Halo, aku adalah Lu Zichen.
Bukankah ini pria pujaanmu?
Lu Dada.
[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]
Bisakah memberi bocoran
kasus
dalam buku baru kepada kami?
Aku hanya bisa mengatakan,
ini adalah tantangan tersulit
[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]
yang akan ditemui Ma Leng dan Su Yu.
Kamu sudah
mendapat prestasi sebaik ini,
apakah kamu ingin
berterima kasih pada seseorang?
Tentu saja
kepada rekan yang bekerja sama paling lama denganku,
CEO perusahaan kami,
Ye Qing, CEO Ye.
Aku melihat CEO Ye
- Tampan sekali. - berdiri di samping panggung.
Apakah kamu akan wawancara dengan
pria pujaanmu besok?
Bagaimana?
Bukan dia yang akan mewawancaraiku, 'kan?
Jika dia yang mewawancarai,
aku pasti akan sangat gugup.
Pertama,
[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]
terima kasih pada para pimpinan
atas dukungannya
terhadap X-Culture dan Zichen.
Hari ini,
aku juga berterima kasih
pada para penggemar yang hadir di sini.
Wanita ini
seharusnya adalah pacarnya, 'kan?
Maksudmu Senior Ye Qing?
Tidak mungkin.
Mereka adalah teman sekolah.
Hanya membuka perusahaan bersama.
Kelihatannya bukan hubungan
rekan kerja biasa.
Pasti ada perasaan
di antara mereka berdua.
...untuk berkomunikasi
dan berinteraksi dengan Lu Dada.
Bagaimana?
Baik!
Dinasti Tang.
[Buku Sejarah]
Dinasti Song.
Dinasti Yuan.
Dinasti Ming.
Ternyata benar.
Dinasti Ming
sudah menjadi sejarah.
[Sejarah Tiongkok Modern]
[Pemberontakan Li Zicheng]
[Prajurit Dinasti Qing Menerobos Perbatasan]
[Era Pelayaran Revolusi Industri]
[Memusnahkan Opium di Humen Perang Opium]
[Pemberontakan Taiping]
[Revolusi Tahun 1911 Aksi 4 Mei, Pemberontakan Nanchang]
Saat ini sudah terpaut 500 tahun
[Insiden Jembatan Marco Polo Kemenangan Perang Anti-Jepang]
[Pendirian Republik Rakyat Tiongkok]
dari zamanku.
Lima ratus tahun?
Kenapa aku bisa datang ke 500 tahun di masa depan?
Bagaimana bisa
dunia ini berubah
menjadi seperti ini?
Aku harus memperjelasnya.
Kamu harus menata diri
dan berdandan.
Memakai riasan wajah.
Lalu, memakai rok.
Setidaknya, harus menarik perhatiannya.
Benar tidak?
Kenapa rasanya semua biasa saja?
Ada apa?
Tidak menemukan
pakaian untuk besok?
Ibu, kamu bisa membaca pikiran, ya?
Bolehkah
meminjamkan bajumu untukku?
Tidak boleh.
Pelit sekali.
Ayo, lihat di lemariku.
Ayo.
Halo.
Namaku Nan Xing.
Aku kemari untuk wawancara.
[X- Culture]
Semangat.
Kamu bisa.
Nan Xing?
Lulusan jurusan olahraga.
Belum pernah mempelajari
pelajaran tentang penerbitan?
Belum pernah.
Apakah punya pengalaman kerja?
Aku pernah bekerja paruh waktu saat kuliah.
Ingin melamar sebagai asisten presdir.
Bisakah menceritakan
apa alasanmu melamar
di posisi ini?
Aku adalah pembaca setia
karya Guru Lu.
Aku sangat menyukai bukunya.
Jadi, aku berharap
bisa berada di sisinya
untuk bekerja dan belajar.
Jangan gugup.
Duduklah.
Menurutmu,
apa keunggulanmu?
Menurutku,
kualifikasi terpenting untuk menjadi
asisten presdir adalah
harus berani dan teliti.
Aku bernyali besar.
Sejak kecil, nyaliku
lebih besar
dari pria biasanya.
Banyak pria...
Presdir.
Silakan dilanjutkan.
Anggap aku tidak ada.
Senior Lu.
Mengapa dia bisa ada di sini?
Selain bernyali besar dan teliti,
apakah kamu memiliki
keunggulan lainnya?
Aku berlatar belakang atlet.
Hidup sebagai atlet mengajariku
untuk tidak menyerah sebelum menang.
Tidak meninggalkan dan tidak menyerah.
Kamu adalah atlet?
Tidak meninggalkan dan tidak menyerah.
Jadi, kenapa kamu
menyerah dengan karier atletmu?
Aku...
Bicaralah, Nan Xing.
Kenapa gugup seperti ini?
Bicaralah.
Aku...
CEO Ye, mengapa Anda juga datang?
Aku mencarinya.
Mengapa kamu kemari?
Aku hanya melihat-lihat.
Silakan dilanjutkan.
Nan Xing.
Sebenarnya aku juga ingin tahu,
kenapa kamu menyerah dengan
kariermu untuk menjadi atlet?
Hanya wawancara asisten saja.
Sebagai Presdir,
kamu turun tangan
dan mempersulit gadis kecil.
Naskahmu sudah selesai ditulis?
Senggang sekali.
Begitu tidak
menginginkan asisten baru?
Kamu tahu.
Aku tidak suka ada orang asing
yang berlalu-lalang di depanku.
Lalu, bagaimana?
Ingin aku kembali untuk mengawasimu?
Menjadi pengasuhmu selama 24 jam?
Bukankah seperti dulu cukup baik?
Sudah berbeda sekarang.
Aku sudah terbiasa
menerima gaji sebagai CEO.
Sudah.
Jangan bahas hal ini lagi.
Dengarkan aku.
Mau ke mana?
Menulis naskah sesuai perintahmu.
Tanda tangan dulu.
Setiap departemen sedang menunggu.
Bukankah sudah kita bahas?
Kamu saja yang memastikan.
Lagi pula, kamu tidak akan salah.
Berdasarkan ucapanmu,
apakah seharusnya
aku yang menjadi Presdir?
Bagus jika kamu ingin menjadi Presdir.
Aku akan sangat santai.
Aku hanya perlu
menulis naskah di rumah kelak.
Ingat hadir di rapat besok.
Chu.
Waktu rapat di hari Jumat,
diganti menjadi pukul dua sore.
Kak Jiao.
Apakah perlu
mengatur ulang waktu ini?
Tentu harus diatur ulang.
Halo, Bos.
Bos, kebetulan aku...
Kirimkan padaku nanti.
Sudah ditandatangani.
Baik.
Coba dilihat.
Sudah ditandatangani.
Terima kasih, CEO Ye.
Oh iya, CEO Ye.
Kondisi penjualan di beberapa area ini
melebihi ekspektasi.
Distributor utama
dan kedua
mendesak
penambahan stok.
Baik, amati dulu.
Pergilah.
Baik.
Ini sudah ditandatangani.
Baik.
Lalu, berikan ini
kepada Pemimpin Liu.
Baik, tidak masalah.
Baik, pergilah.
Sampai jumpa.
Kenapa menjadi tidak bisa berkata-kata?
Bodoh, ya?
[Studi Jurnalisme Tiongkok]
Lihat dia, tampan sekali.
Sungguh tampan.
[Eksplorasi Astronomi]
Semua kumpulan
pengetahuan manusia
selama 500 tahun ini,
tidak mampu menjelaskan
mengapa aku bisa muncul di sini.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Karena aku ingin lebih banyak mencoba.
Menambah peluang dalam hidup.
Bukankah
aku menjawabnya dengan cukup baik?
Apakah Anda mau ikut ini?
[Menyukaimu, Toko Teh Susu Bunga Mawar 1 yuan, beli satu gratis satu, Pilihan Tepat untuk Kencan]
Benar.
Coba dicium.
Halo, aku mau pesan segelas teh susu.
Kami sedang
mengadakan kegiatan.
Gratis satu gelas
jika menambah satu yuan.
Maukah membelinya untuk pacar?
Masih mau memberiku pukulan berat?
Nona, mau membeli satu lagi?
Baik.
Baik.
Lagi pula, aku sanggup meminumnya.
Terima kasih.
Sedotannya.
Tidak masalah.
Nasib akan menjadi baik setelah hal buruk.
Nasibku tidak mungkin
lebih buruk lagi hari ini.
Akan segera bernasib baik.
Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.
Bisakah membantuku?
Sebenarnya apa yang terjadi?
Siapa yang bisa memberiku jawaban?
Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.
Bisakah membantuku?
Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.
Bisakah membantuku?
Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.
Bisakah membantuku?
Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.
Bisakah membantuku?
Tuan.
Mawar gratis, silakan diambil.
Kenapa
aku bisa muncul di sini?
Apakah dia...
Mengapa kamu...
Siapa namamu?
Margaku Nan, Nan Xing.
Nan Xing?
Apakah kamu adalah jawaban yang aku cari?
[Pemuda Tampan]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.