Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Mr. BAD]
[Episode 15]
Dia hanya punya cinta pertama,
dan selalu dikeluhkan.
Dia punya cinta pertama?
Aku mengira dia tidak pernah pacaran.
Cinta pertamanya gagal,
makanya melajang terus.
Lalu, siapa cinta pertamanya?
Siapa lagi?
Nan Xing ceroboh
sejak kecil.
Sangat ramah.
Bocah tengik kami ini,
memang pintar,
tapi suka berlagak keren.
Mereka berdua
sering bertengkar karena ini.
Tidak masalah, Nan Xing.
Nanti,
pura-pura menabraknya secara tidak sengaja.
Lalu, menyapanya
dengan alami.
Kebetulan.
Kebetulan.
Kebetulan.
Mengapa kamu di sini?
Aku memakai penyuara telinga
bukan penutup mata.
Aku bisa lihat
kamu mulai mengejarku
sejak di stasiun bus.
Siapa yang mengejarmu?
Aku hanya sedang
latihan.
Aku katakan lagi padamu.
Jangan berlagak
mengenalku di sekolah kelak.
Jangan bicara denganku juga.
Aku tidak berlagak mengenalmu.
Aku memang mengenalmu.
Jika tidak mengenalku,
untuk apa memberiku tugasmu?
Aku adalah orang yang tahu aturan.
Tidak akan menyalin tugas orang asing.
Ini adalah buku tugasmu.
[Nama: Nan Xing]
Untuk apa mengambil buku tugas orang lain?
Melihatnya juga tidak bilang sejak awal.
Tiga poin, bagus.
Xiaojun, cepat buka pintu.
Mao Xiaojun.
Pintunya tidak dikunci.
Aku akan masuk sendiri.
Bibi An.
Nan Xing.
Aku mencari Mao Xiaojun.
Mau bertanya soal matematika.
Xiaojun, jelaskan dengan baik.
Dia pasti akan mengajariku dengan baik.
Jelaskan.
Kamu mau bertanya soal,
atau mau orang lain mengerjakan tugas?
Kepalaku selalu kamu tepuk
hingga menjadi bodoh.
Jelaskan padaku mulai dari
soal nomor satu.
Baik.
Kamu kumpulkan seperti ini saja besok.
Aku mohon jelaskan padaku.
Boleh dijelaskan.
Tapi,
kamu harus makan malam di sini.
Ibu, ada makanan untuk Nan Xing tidak?
Butuh waktu lama menjelaskannya.
Tentu saja ada.
Aku sengaja
memasak lebih untuk kalian.
Belajar yang baik, waktu makan hampir tiba.
Bibi.
Aku sudah hampir selesai.
Aku akan pulang.
Dia begitu tidak menyukainya?
Benar.
Bibi, apakah putra Anda
mengetahui Nan Xing menyukainya,
jadi ingin dia menyerah?
Kami juga tidak tahu.
Mereka masih muda waktu itu.
Kami merasa cukup menggemaskan.
Juga tidak ingin ikut campur.
Nan Xing tidak mengatakannya.
Xiaojun tidak mengungkitnya juga.
Akhirnya,
kecelakaan terjadi,
semakin tidak tahu jadinya.
Setelah kebakaran itu,
Nan Xing mengalami gangguan panik.
Tidak pernah menyukai siapa pun lagi.
Selama masa remajanya,
dia baru pacaran satu kali,
bahkan gagal.
Dia punya inspirasi apa jika disuruh
menulis cerita romantis?
Dia tidak punya pengalaman soal asmara.
Hanya cinta pertama
dan selalu dikeluhkan.
Tahun ini
adalah hari ulang tahun
ke-50 SMA Sujiang.
Aku percaya, Anda pasti
[Perjamuan Reuni Sekolah]
ingin membagikan banyak hal [Perjamuan Reuni Sekolah]
[Perjamuan Reuni Sekolah]
saat ini. [Perjamuan Reuni Sekolah]
[Perjamuan Reuni Sekolah]
Bolehkah mewakili [Perjamuan Reuni Sekolah]
[Perjamuan Reuni Sekolah]
para alumni [Perjamuan Reuni Sekolah]
[Perjamuan Reuni Sekolah]
untuk memberikan ucapan selamat [Perjamuan Reuni Sekolah]
[Perjamuan Reuni Sekolah]
untuk SMA Sujiang? [Perjamuan Reuni Sekolah]
[Perjamuan Reuni Sekolah]
Baik, dipersilakan. [Perjamuan Reuni Sekolah]
[Perjamuan Reuni Sekolah]
Terima kasih untuk para Guru
dan teman-teman.
Memberiku kesempatan berdiri di sini
untuk mewakili semua alumni terbaik,
memberikan ucapan
selamat ulang tahun bagi sekolah kita.
SMA Sujiang adalah
tempat istimewa bagiku.
Karena tempat ini bukan hanya
mementingkan nilai
di kertas ujian.
Ia memotivasi setiap orang
untuk memiliki impian
dan berjuang demi itu.
Bertahun-tahun lalu,
aku dan rekanku
juga karena memiliki
impian kecil,
sehingga membawa kami
masuk ke universitas,
berjalan menuju dunia.
Oleh sebab itu, untuk selanjutnya,
X-Culture kami
akan terus memeluk rasa syukur
untuk bekerja sama dengan sekolah,
menciptakan kejayaan.
Baik, terakhir,
kita akan mempersilakan
kepala sekolah untuk naik ke panggung.
Dia menjadi cantik sekali.
Putri kembarnya itu
juga menggemaskan.
Aku juga ingin anak kembar.
Sungguh menggemaskan.
Kamu pergi dulu saja.
Aku akan pergi ke ruangan peralatan.
Baik, sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Mao Xiaojun.
Ada yang mau kamu katakan padaku?
Aku su...
Mengapa ceroboh sekali?
Mao Xiaojun, kamu tahu tidak?
Aku sudah menyukai seseorang lagi.
Tapi, aku masih belum berani memberitahunya.
Aku takut diriku kurang baik.
Aku takut dia akan mengeluhkanku.
Bagaimana kamu bisa ada di sini?
Ibumu menyuruhku
mengantarkan barang untukmu.
[Mao Xiaojun]
Bagaimana kamu tahu
aku ada di sini?
Aku tidak pernah mengataimu bodoh.
Apa?
Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya.
Intinya aku tidak pernah mengataimu bodoh.
Tentu saja, bukan tidak pernah.
Tapi, setidaknya sekarang tidak.
Lagi pula, memangnya kenapa
jika kamu bodoh?
Setiap orang
juga tidak harus pintar.
Aku sudah mengantar barangnya.
Kamu
berhati-hatilah.
Aku pergi dulu.
Nan Xing, berani sedikit.
Jangan melewatkan kali ini lagi.
Xiao Wudi.
Pergilah ke acara pena bersamaku.
Novel berikutnya akan diterbitkan.
Zichen juga akan menambah
kegiatan beasiswa.
Ini cukup baik.
Sepertinya perusahaan kalian
akan semakin sibuk tahun ini.
Benar.
Mari, minum.
Aku sendiri saja.
Terima kasih.
Mengapa kamu datang?
Sudah mengingatnya.
Zichen.
Ye Qing, silakan mengobrol.
Aku akan menyapa mereka.
Baik.
Junior, kamu hebat.
- Zichen, sampai jumpa nanti. - Hebat.
Sampai jumpa nanti.
Siapa mereka?
Mereka adalah Senior kita.
Kamu pernah bertemu mereka.
Lalu,
kenapa mereka
memujiku?
Bukankah kamu bilang sudah ingat?
Ye Qing.
Kepala Sekolah.
Zichen juga datang.
Bukankah kamu sedang sibuk bekerja?
Menyisihkan waktu untuk kemari.
Zichen.
Aku harus berterima kasih mewakili sekolah.
Kamu sudah banyak membantu.
Bahas saja
tentang merenovasi perpustakaan tua.
Jika bukan karena bantuan X-Culture,
kami tidak mungkin bisa
mendapatkan biaya secepat ini.
Benar.
Kepala Sekolah Zhao.
Jangan memujinya lagi.
Kepalanya akan membesar jika masih dipuji.
Direktur Lu, tapi ini adalah faktanya.
Meski sekolah kami
mendidik banyak
unggulan di masyarakat,
tapi yang membantu sosial
dan merealisasikan rencana
seperti Zichen ini,
tidak banyak.
Bukan uang
yang dibutuhkan sekolah kami.
Tapi orang yang punya
kemampuan bekerja sepertinya.
Jika Zichen tidak
meminta Ye Qing untuk membantu,
tidak akan berjalan lancar seperti ini.
Jika suka membantu,
boleh pulang dan membantuku.
Aku sudah tua.
Sudah mau pensiun.
Bukankah kamu ikut
berinvestasi di X-Culture?
Jika dikatakan,
semuanya adalah keluarga.
Semoga seperti itu.
Direktur Lu, mari kita minum teh.
- Baik, silakan. - Silakan.
Sudah.
Ini juga bukan pertama kalinya.
Jika dia tidak suka
dengan hal yang kita lakukan,
kenapa saat itu
dia mau berinvestasi?
Ayahmu memang seperti itu.
Biar bagaimanapun,
dia adalah Ayahmu.
Terima kasih.
Sudah berbuat banyak untukku.
Dulu, aku mengira
hanya perlu menyumbang saja.
Ternyata perlu melakukan
banyak hal.
Kita berdua
punya keunggulan masing-masing.
Aku melakukan hal yang aku kuasai,
kamu melakukan hal yang kamu kuasai.
Itu sudah cukup.
Kamu selalu bilang begini.
Sebenarnya aku tahu,
kamu sedang
meringankan bebanku.
Terutama saat menghadapi Ayahku.
Ada apa?
Apakah aku salah bicara?
Tidak.
Hanya saja aku berharap,
pikirkan lagi
saat kamu membuat
keputusan di luar pekerjaan kelak.
Ada beberapa hal
yang tidak bisa aku urus.
Misalnya?
Senior.
Pacarku adalah penggemarmu.
Sangat menyukaimu.
Bolehkah berfoto bersama?
Boleh.
Apakah boleh
berfoto di lokasi acara, Senior?
Baik.
Terima kasih.
Terima kasih.
Pergilah.
Kabarnya sekolah kita
mengadakan pameran sejarah sekolah, ya?
Benar, dibuat dengan sangat baik.
Boleh bawa aku ke sana?
Baik.
Mereka cukup berusaha.
Bukankah aku
sudah memberi kalian jawaban?
Mengapa kamu datang lagi?
Ini proposal
yang aku buat setelah pulang.
Menurutku,
Anda akan berubah pikiran
jika memiliki pemahaman lebih
mengenai industri ini.
Putraku saja tidak bisa meyakinkanku.
Atas dasar apa kamu merasa
aku akan berinvestasi untukmu?
Karena ini?
Novel original Zichen
sudah memiliki
banyak penggemar di awal.
Ini bisa diwujudkan
dengan hak
kekayaan intelektual nantinya.
Aku yakin tiga tahun ke depan,
industri budaya
pasti akan berkembang pesat.
Paman.
Anda cukup jelas akan hal ini.
Apakah kamu merasa aku akan setuju?
Itu karena Paman
tidak memercayai putra Anda.
Waktu itu,
Anda bilang dia terlalu lugu,
aku tidak membantah hal ini.
Tapi menurutku,
keistimewaan ini
merupakan hal paling berharga
bagi seorang pencipta karya.
Aku akan
berjuang bersamanya di kemudian hari.
Aku akan menanggung
semua risiko.
Mohon Anda mempertimbangkannya.
Lalu, kenapa kamu
ingin mencariku untuk berinvestasi?
Tidak pernah mencari
investor lain?
Karena aku ingin
kalian bisa saling memberi kesempatan.
Putraku memberiku kesempatan?
Apakah ini penting?
Bukankah Anda berharap
dia bisa mewarisi perusahaan Anda?
Tapi, jika Anda
melakukan hal ini dengan paksa,
berdasarkan sifatnya,
apakah Anda merasa
dia akan bersedia mengurus
perusahaan ini dengan baik?
Lalu, apa yang kamu dapatkan?
Impian yang dia rencanakan,
juga merupakan impianku.
Baiklah.
Aku akan berinvestasi.
Tapi, kamu jangan senang dulu.
Aku punya satu syarat tambahan.
Kamu dan Lu Zhichen tidak boleh berpacaran.
Jika suatu hari nanti,
aku menyadari
kalian berpacaran,
maka aku akan menarik
semua investasiku.
Boleh?
Aku berjanji.
Aku juga punya satu syarat.
Katakan.
Jangan beri tahu dia bahwa aku datang hari ini.
Baik.
Nan Xing.
Sudah larut, masih belum tidur?
Akan tidur sebentar lagi.
Apa yang kamu lakukan?
Memadankan pakaian.
Ada acara di luar ya?
Acara pena.
Bukankah acara pena itu minggu depan?
Benar.
Apakah aku terlalu buru-buru?
Benar.
Harus memadankan baju untuk acara pena.
Coba kulihat.
Ini tidak bisa.
Rok jeans terlalu terkesan santai.
Kamu adalah penulis sekarang.
Harus memakai baju yang sedikit berbobot.
Ini tidak boleh dipakai.
Ini baju pria.
Terlalu tomboi.
Tidak boleh.
Kalau yang ini?
Lumayan, harus dipadankan dengan rok.
Coba kulihat.
Rambutmu ini juga.
Rambutku kenapa?
Rambut juga bisa memberi kesan.
Sangat penting.
Ini...
Ini juga seperti ini biasanya.
Pasti ada banyak pria
yang ikut ke acara pena.
Xiong juga pergi, bukan?
Coba kita ganti modelnya.
Berbeda dengan biasanya.
Seperti ini?
Apa ini bagus?
Menggemaskan.
Masih ada waktu
sebelum acara pena.
Mari kita beli
pakaian yang bagus.
Tidak boleh kalah, tahu?
Baik, kamu juga istirahatlah lebih awal.
Baik, selamat malam, Ibu.
Selamat malam.
[Kota Tua]
[Kota Tua Kota Air, Ciri Khas Jiangnan, Pengembangan Tim, Pertunjukan Kembang Api, Tempat Suci Menyatakan Cinta]
Ini kota tua yang akan dikunjungi.
Tempat mengungkapkan perasaan.
[Kota Tua Kota Air, Ciri Khas Jiangnan, Pengembangan Tim, Pertunjukan Kembang Api, Tempat Suci Menyatakan Cinta]
Mengungkapkan perasaan.
Nan Xing.
Aku menyukaimu.
Jadilah pacarku.
Harus berkata seperti itu padanya?
Aku akan baik-baik saja asalkan
tidak melihat api saat gugup.
Misalnya jangan meniup lilin
saat ulang tahun.
Jangan melihat kembang api.
Tidak bisa.
Tidak boleh
mengungkapkan perasaan saat acara kembang api.
Bagaimana jika penyakitnya kambuh?
Xiao Wudi.
Aku menyukaimu.
Jadilah pacarku.
Mengungkapkan perasaan seperti ini?
Aku akan merencanakan dengan baik.
Memberimu pernyataan cinta yang sempurna.
Xiao Wudi.
Xiao Wudi.
Mengapa tidak ada di rumah?
Kamu pergi ke mana?
Aku membelikan sarapan untukmu.
Aku gantung di pintu.
Ingat dimakan.
♫ Memutar beberapa belokan ♫
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
♫ Berlari bersamamu ♫
♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
♫ Menemaniku bercanda ♫
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
Apa sudah mau tidur?
[Nan Xing] Apa sudah mau tidur?
♫ Pahlawanku ♫ [Nan Xing] Apa sudah mau tidur?
[Nan Xing] ♫ Pahlawanku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫ [Nan Xing]
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
[Xiao Wudi] ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
Belum, kamu? [Xiao Wudi] ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫ Belum, kamu?
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
♫ Segala kerisauanku ♫
[Nan Xing]
Belum. [Nan Xing]
[Nan Xing]
♫ Setiap sudut ♫
[Nan Xing] ♫ Setiap sudut ♫
Harus bangun pukul enam besok. [Nan Xing] ♫ Setiap sudut ♫
[Nan Xing] Harus bangun pukul enam besok.
[Nan Xing]
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫ [Nan Xing]
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
[Xiao Wudi] ♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
Aku sudah mengatur alarm. [Xiao Wudi] ♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
[Xiao Wudi] Aku sudah mengatur alarm.
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫ [Xiao Wudi] Aku sudah mengatur alarm.
[Xiao Wudi] ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
[Nan Xing] ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
[Nan Xing]
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ [Nan Xing]
Selamat malam, sampai jumpa besok. ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ [Nan Xing]
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ [Nan Xing]
[Xiao Wudi] ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
Sampai jumpa besok. [Xiao Wudi] ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
[Xiao Wudi] ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
[Xiao Wudi]
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
♫ Sekarang berangkat ♫
Xiao Wudi. ♫ Sekarang berangkat ♫
Xiao Wudi.
Kamu
mengenakan rok hari ini?
Kamu
memakai parfum?
Baik, terima kasih.
Lu Ruiqin.
Taruh barang bawaannya, terima kasih.
Chen Qian.
Hadir.
Masukkan barang bawaannya.
Pak Shi.
Gao Yaqin.
Nan Xing.
Kamu memakai rok?
Bagus.
Nan Xing.
Kak Jiao, ada apa?
Ada yang perlu aku bantu?
Aku hanya menyapamu.
Kamu jangan terlalu gugup.
Kamu
adalah penulis
yang menjadi fokus kami hari ini.
Tenang.
Halo, Pria tampan.
Kamu juga datang.
Apa kamu masih ingat aku?
Tentu ingat.
Kak Jiao.
Orang yang mengganggu
makan siangku dengan Nan Xing waktu itu.
Aku belum membuat perhitungan denganmu.
Pria tampan, kamu bukan hanya tampan,
daya ingatmu juga baik.
Daya ingatku biasa saja.
Aku juga pendendam.
Dia tidak terlalu pandai bicara.
Ayo, kita taruh barang bawaannya.
Pria tampan, sampai jumpa nanti.
CEO Ye.
Bagaimana? Semuanya sudah datang?
Sudah.
Baik.
CEO Ye.
Ayo, jalan.
Sudah siap belum?
Mari berangkat.
Kubantu menaruhnya.
Baik.
Halo, kamu juga datang?
CEO Ye?
CEO Ye, kenapa Bos tidak datang?
Dia tidak pernah
ikut kegiatan ini.
Bukankah dia sudah datang?
- Bos. - Bos.
Bos, mengapa kamu datang?
Aku ikut dengan kalian.
Ayo.
Silakan, Bos.
Ayo jalan.
Mengapa kamu tidak
memberi tahu lebih dulu?
Supaya yang lain bisa menyiapkan mental.
Mereka
perlu mempersiapkan mental apa?
Kamu tidak suka
bersosialisasi dengan orang asing, bukan?
Mencari penulis baru
memang penting
bagi kita.
Baiklah.
Silakan bersosialisasi
dengan semuanya dua hari ini.
Selanjutnya, Chu.
Kamu sekamar dengan Pak Shi.
- Baik. - Baik.
Yu Fan.
Kamu satu kamar dengan Qian.
Baik.
Kamu ambil kuncinya dulu.
Nan Xing.
Kamu sekamar denganku.
Baik.
Lalu, Bos...
Sungguh maaf.
Kamar di penginapan ini terbatas.
Jadi, mungkin kamu dan Xiao Wudi harus...
Mungkin kamu harus
sekamar dengan Xiao Wudi.
Aku bisa mencari hotel
di sekitar sini.
Benar, dia bisa.
Baik.
Aku membantumu mencari
hotel di sekitar sini.
Tidak perlu repot.
Kamu harus ingat identitasmu.
Kamu adalah penulis.
Bukan asisten.
Jangan menganggap Direktur Lu
sedangkal itu.
Dia bukan anak usia tiga tahun.
Ada banyak hal
yang bisa dia lakukan sendiri.
Benar tidak?
Aku bisa sendiri.
Tidak masalah, tidak merepotkan.
Aku membantumu mencarinya.
Kamu sekamar dengan Xiao Wudi saja.
Lagi pula, memang harus bekerja sama.
Pengenalan dulu.
Aku boleh saja.
Teman-teman sekalian.
Kamarnya sudah selesai dibagi.
Mari kita meletakkan barang
di kamar.
Kita berkumpul
di gerbang kota tua nanti
untuk makan siang bersama.
Mari menjelajahi kota tua bersama sore ini.
Tepuk tangan.
Baik.
Sudah.
Cepat bubar.
Letakkan barangnya.
Ayo.
Sampai jumpa nanti.
Siapa suruh kamu datang
tanpa pemberitahuan?
Nikmati hasil ini dengan baik.
Ayo, cari kamarnya.
Kita sedang apa?
Kita menunggu Bos.
Bos.
- Bos. - Bos.
Semuanya.
Bos sudah datang.
Mari berangkat
dan berkeliling.
- Baik. - Ayo, berkeliling.
- Ayo jalan. - Ayo.
Kamu yakin tidak mau istirahat di kamar
dan mau ikut dengan mereka?
Aku...
Aku dan kamu...
Aku ikut dengan kalian...
Itu...
Aku tahu sebuah toko cincau yang sudah
ratusan tahun.
Mau mencobanya tidak?
Baik.
Hidangan sebelum makan siang.
Bagaimana?
Lezat sekali.
Sudah kubilang padamu, 'kan?
Bagaimana kamu bisa tahu toko ini?
Ini...
Aku pernah melihatnya
di internet.
Aku mau satu mangkuk lagi.
Kamu masih mau makan?
Kamu tidak makan nasi lagi nanti?
Baiklah.
Pak.
Satu mangkuk lagi.
Baik.
Tambah ini.
Baik.
Mari.
Terima kasih.
Hari ini kamu...
Halo, Nan Xing.
Pria tampan.
Apa yang kalian makan di sini?
Cincau, aku juga mau.
Aku traktir saja.
Bos bermurah hati.
Tambah osmanthus untukku.
Baik.
Pak, buatkan lima mangkuk.
Baik.
Rasa osmanthus.
Nan Xing.
Pak Shi.
Kamu mau rasa apa?
Dua kali lipat.
Ayo makan es krim.
Baik.
Bos.
Halo.
Ini.
Pesan waffle ini.
Pakai es krim butiran cokelat.
Es krimnya mana?
Bos.
Dingin sekali.
Ini menarik.
Ini.
Aku beli satu untukmu.
Masih ada banyak yang menarik di depan.
Permen wijen.
Apa ini?
Lihatlah.
Bisa membuat tembikar di sini.
Mau mencobanya, tidak?
Ternyata dia adalah...
Mau main tidak?
Aku pandai membuatnya.
Aku akan mengajarimu.
Mari, masuk.
Apa yang mau kamu buat?
Aku mau membuat
Menara Eiffel.
Mau membuat yang sesulit itu
dalam percobaan pertama?
Bukan seperti itu.
Bisa patah jika seperti itu.
Biar aku ajari, lihat.
Lihatlah.
Tambah airnya, ini sedikit kering.
Kamu harus memulai dari bawah ke tengah.
Cukup tidak?
Sudah, sudah cukup.
Sudah boleh.
Apakah kamu
menginjak tombolnya?
Pelan sedikit.
Ini menjadi...
Apa yang mau kamu buat?
Aku mau membuat
hadiah yang bisa
mengenang kita
mulai hari ini.
Apa maksudnya?
Kamu akan tahu setelah selesai.
Karena adalah untuk kita,
mari kita buat bersama.
Baik.
Asalkan kamu tidak mengacaukannya.
Apa yang perlu aku bantu?
Kamu buat kerangkanya saja.
Aku bantu menambah airnya.
Baik.
Kedua sisinya jangan terlalu tipis.
Tidak bisa begini.
Bisa retak jika begini.
Dari tengah sedikit.
♫ Memutar beberapa belokan ♫
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
♫ Berlari bersamamu ♫
♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
♫ Menemaniku bercanda ♫
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
♫ Pahlawanku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
Itu terlalu tinggi. ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
Itu terlalu tinggi.
♫ Segala kerisauanku ♫ Itu terlalu tinggi.
♫ Segala kerisauanku ♫
- Sepertinya layak juga... - Tambahkan sedikit air lagi.
♫ Setiap sudut ♫ - Sepertinya layak juga... - Tambahkan sedikit air lagi.
♫ Setiap sudut ♫
sudah datang lebih dulu kemarin. ♫ Setiap sudut ♫
sudah datang lebih dulu kemarin.
[Kue Kering Mu Chui Su]
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫ [Kue Kering Mu Chui Su]
[Kue Kering Mu Chui Su]
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫ [Kue Kering Mu Chui Su]
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
Boleh membawa teman kemari ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
dan membuatnya bersama tidak? ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
dan membuatnya bersama tidak?
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ dan membuatnya bersama tidak?
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
Boleh, bagaimana? ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
Baik. ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
Apa ini sulit dibuat? ♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
Apa ini sulit dibuat?
Tidak sulit.
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
Mau mencobanya tidak? ♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
♫ Sekarang berangkat ♫
CEO Ye.
Ini ayam gorengnya.
Terima kasih.
- Apakah masih mau yang lain? - Terima kasih.
Sudah cukup.
Kita sedang membahas
arah berkarya.
Mari ikut membahasnya.
- Baik, baik. - Baik.
Lanjutkan pembahasan.
Kita sedang membahas
arah karya novel kita
selanjutnya.
Ada misteri, percintaan.
Apa pendapat kalian?
Dan juga melintasi ruang dari masa kuno.
Untuk apa begini?
Kamu benar sekali.
Kamu sedang bicara denganku?
Tokoh utama pria
yang populer dalam novel sekarang kira-kira...
Aku menjadi kasihan padamu.
Persoalan cinta ini
memang terlalu sulit bagimu.
Aku sudah membaca novel kalian.
Aku punya sedikit pendapat.
Apa pendapatmu?
Tokoh utama pria ini
bahkan tidak mampu
untuk membahagiakan tokoh utama wanita.
Dia saja berani mengejar cinta.
Lalu,
untuk apa aku merasa takut?
Tunggu.
Apa maksudnya
tidak mampu membahagiakan
tokoh utama wanita?
Aku...
Ada apa dengan tokoh utama pria ini?
Orang yang unggul.
Penuh bakat.
Ahli bela diri.
Mengapa tidak bisa
membahagiakan tokoh utama wanita?
Berdasarkan alur cerita novel kalian,
jika tokoh utama pria ini
berpacaran dengan tokoh utama wanita,
maka berarti
mewujudkan kisah cinta
yang diidamkan sejak lama.
Lalu, harapan
yang dibuat di depan Peri
akan terkabul.
Tugas si pria selesai.
Dia akan pulang.
Bukankah berarti akan meninggalkan
tokoh utama wanita di dunia ini sendirian?
Ini sama dengan dipisahkan oleh maut.
Tapi, akhir yang menyedihkan
cukup bagus.
Akhir yang menyedihkan?
Bukankah seperti itu?
Apa kamu tidak merasa tindakan
tokoh utama pria kurang pertimbangan?
Dia muncul begitu saja.
Dan mungkin akan hilang kapan saja.
Tapi, dia masih berani mengejar tokoh utama wanita.
Kamu tidak merasa dia sangat egois?
Tapi, dia memang
adalah seorang yang egois.
Poin ini tidak
melenceng dari karakternya.
Kamu jangan terlalu memikirkannya.
Aku memang lebih suka
cinta yang menyedihkan.
Kalian tidak perlu melakukan revisi.
Seperti kataku,
kalian sudah memberiku insprirasi besar.
Aku harus berterima kasih pada kalian.
Lihat, tokoh utama pria seperti ini
bahkan bisa menyatakan cinta.
Apa yang aku takutkan?
Benar, tidak?
- Nan Xing. - Aku beli makanan sebentar.
Mengapa kamu
duduk sendirian di sini?
Ini untukku?
Coba cicipi.
Tidak mau bergabung dengan mereka?
Ayo, ke sana.
Baik.
Mari, semuanya.
Kita sudah cukup saling kenal
setelah kegiatan di kota tua.
Jangan terlalu tegang.
Mari menjalin
komunikasi dalam pembuatan karya selanjutnya.
Sebagai editor, aku bersulang dulu.
Mari.
Baik, terima kasih, Editor.
- Terima kasih, Editor. - Terima kasih, Editor.
Hebat.
Oh iya, teman-teman.
Bagaimana jika kita menyaksikan
kembang api setelah makan malam?
- Baik. - Baik.
Pria tampan.
Mengapa kamu terlihat tidak bersemangat?
Tidak.
Aku hanya sedikit lelah.
Tidak ingin menyaksikan kembang api.
Aku tidak bisa melihat kembang api.
Aku juga tidak ikut.
Karena kalian berdua tidak ikut,
bagaimana
jika berkeliling lagi?
Kak Jiao, makan.
Kita juga ikut
menyaksikan kembang api saja nanti.
Baik, pergi bersama.
Lagi pula, aku sangat menantikan
acara kembang api
malam ini.
Aku juga.
Kita harus saling berfoto nanti.
Baik.
Kamu harus memotretku
hingga hasilnya
terlihat trendi untuk diunggah.
Nan Xing, Pria tampan.
Kalian pergi saja.
Kami akan melihat kembang api.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Ayo, jalan.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Kamu mau ke mana nanti?
Aku sudah merasa lelah.
Ingin kembali dan istirahat.
Aku juga akan kembali dan istirahat.
Baik.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.