All language subtitles for EP06__Mr._Bad_[WeTV_Subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Mr. BAD]

[Episode 6]

Apa lagi yang kamu lakukan?

Aku setuju.

Setuju apa?

Bukankah kamu menyukaiku?

Aku setuju berpacaran denganmu.

Katakan saja lebih awal

maka sudah selesai.

Aku tidak perlu memikirkan

tentang Lu Zichen lagi.

Aku sudah memutuskan,

kita

akan berpacaran secara resmi,

lalu aku akan menelantarkanmu

secara tak berperasaan.

Dengan begitu,

kamu akan punya sebuah

cinta yang tak terlupakan.

Lalu, kamu juga akan bebas?

Tapi aku tidak suka padamu.

Mana mungkin?

Aku tidak suka.

Mana mungkin kamu tidak suka padaku?

Aku sungguh tidak suka padamu.

Kalau begitu, kamu...

Tunggu.

Kamu sedang menyatakan perasaan padaku?

Tidak.

Mana mungkin aku

menyatakan perasaan padamu?

Tadi kamu menyatakan perasaan padaku.

Tunggu.

Ulangi lagi.

Aku rekam dulu.

Seumur hidupku,

tidak pernah ada yang

menyatakan cinta padaku.

Aku juga tidak pernah

menolak orang lain.

Katakan sekali lagi.

Keluar.

Kamu mengatakan apa tadi?

Katakan sekali lagi.

Mana mungkin tidak suka padaku?

Tidak mungkin.

Sungguh bukan aku?

Mana mungkin?

Tidak mungkin.

Aku harus memastikan sekali lagi.

Xiao Wudi.

Xiao Wudi.

Bahkan bermimpi tentangku

juga sebahagia ini.

Kamu masih berpura-pura denganku.

Lihat bagaimana aku mengeksposmu besok.

Xiao Wudi.

Xiao Wudi.

Ambillah uangmu

dan kembali ke zaman dulu.

Seperti apa sikap seniorku

saat suka seseorang?

Kalau melihat pria tampan,

matanya akan berbinar

dan mulutnya terbuka.

Tapi kenyataannya,

dia tidak melakukan aksi apa pun.

Kadang,

bahkan tidak berani bicara.

Bahkan terkadang ada

kecenderungan kekerasaan.

Tapi jika kamu tanya dia

apakah ingin berpacarannya dengannya,

dia tidak akan setuju.

Jadi menurutku,

beberapa tahun ini,

dia tidak pernah menyukai siapa pun.

Pokoknya, aku tidak pernah melihatnya langsung.

Perkataanmu ini

tidak membantu sama sekali.

Aku belum selesai...

Aku belum selesai bicara.

Meski aku tidak pernah melihatnya langsung,

tapi dia pernah memberitahuku

sikapnya saat suka seseorang.

Bagaimana?

Memahami orang itu sepenuhnya.

Memahami?

Benar-benar memahami

perasaan orang itu.

Jika pria itu bahagia, dia akan bahagia.

Jika pria itu sedih,

dia akan lebih sedih daripada pria itu.

Jika pria itu menangis di depannya,

dia akan menangis jauh lebih menyedihkan daripada pria itu.

Memahami?

Jangan sembarangan berpikir.

Dengar-dengar,

dia menyukai

pria itu beberapa tahun,

tapi

mereka tidak pernah bersama.

Jangan sampai perkataanku

memengaruhi perkembangan kalian.

Tenanglah.

Aku sudah punya cara.

Terima kasih.

Ini...

Dia akan pergi menyatakan cinta?

Aku harus memberitahu Senior lebih dulu.

Kesempatan sebagus ini,

aku harus merekamnya

sebagai bukti.

Sudahlah.

Kalau memberitahunya, dia pasti gugup.

Ibu.

Sudah pulang?

Masih berolahraga?

Kamu sudah selesai?

Sudah.

Aku belum memasak.

Kamu makan apa?

[Lu Zichen, kembalikan dewiku, Su Yu] Kamu makan apa?

[Lu Zichen, kembalikan dewiku, Su Yu]

Bukan. [Lu Zichen, kembalikan dewiku, Su Yu]

[Lu Zichen, kembalikan dewiku, Su Yu]

Ini Bosku. [Lu Zichen, kembalikan dewiku, Su Yu]

[Lu Zichen, kembalikan dewiku, Su Yu]

Ada apa dengan Bos kalian? [Lu Zichen, kembalikan dewiku, Su Yu]

Ada apa dengan Bos kalian?

Dia membunuh Su Yu.

Dia ditangkap?

Bukan.

Su Yu adalah tokoh utama wanita yang ditulisnya.

Dia membuatnya mati.

Sekarang

fans marah-marah di Weibo.

Masuk topik terhangat ke-12.

Coba kulihat.

Lu Zichen,

aku sudah tidak fans denganmu lagi.

Lu Zichen, kembalikan Su Yu-ku.

Lu Zichen, aku benci padamu.

Lu Zichen, mati saja.

Kejam sekali.

Halo Jiaming,

maaf,

aku mendadak

ada urusan pekerjaan.

Hari ini mungkin

tidak bisa menemanimu main bola.

Tidak apa-apa.

Bagaimana kalau aku ke sana menemanimu?

Tidak perlu.

Kamu datang, juga akan memengaruhi pekerjaanku.

Aku juga tidak bisa menemanimu.

Begini saja,

kita telepon lagi nanti malam,

bagaimana?

Baik, bekerjalah baik-baik.

Baik.

Sampai jumpa.

Aku sudah memikirkan

banyak cara untuk menyelamatkannya.

Tapi ada sebuah hal penting

yang perlu

didiskusikan lagi.

Jadi, kupikir malam ini...

Aku sudah punya janji malam ini.

Halo, Nan Xing.

Pergilah ke rumah Direktur Lu

untuk mengambil naskah akhirnya.

Dulu aku yang ke sana,

tapi sekarang saatnya

kuserahkan padamu.

Apakah dia

marah karena hal ini?

CEO Ye.

Kami sudah mencari ke mana-mana,

tapi tidak menemukannya.

Dia tidak mengangkat telepon, tidak membalas pesan.

Sudah menekan bel, juga tidak ada yang membuka pintu.

Ada lagi,

rekan bagian koreksi dan penerbitan

memberitahuku,

Bos secara khusus berpesan pada mereka,

sebelum naskah ini diterbitkan,

tidak boleh ditunjukkan pada siapa pun.

Siapa lagi?

Orangnya pasti aku.

Bekerjalah.

Maaf.

Aku tetap ingin datang melihatmu.

Kopi.

Terima kasih.

Tapi,

aku tidak ada waktu untuk menemanimu sekarang.

Tidak apa-apa.

Halo, iya, bagaimana?

Baik.

Kak Jiao.

Halo, Nan Xing.

Bagaimana keadaan di sana?

Apa aku perlu datang untuk membantu?

Tidak perlu.

Masalah seperti ini

juga tidak bisa diselesaikan olehmu.

Benar juga.

Aku ke sana juga hanya akan membuat repot.

Nan Xing, aku bekerja dulu.

Baik, sampai jumpa besok.

Sampai jumpa.

Kenapa kamu menulis

Su Yu mati?

Bukannya itu tipe yang kamu sukai?

Jika menyukai seseorang,

apa kamu berharap dia mati?

Tak bisa mendapatkannya, kamu langsung memusnahkannya?

[Xiao Wudi]

Kemari sekarang. [Xiao Wudi]

[Xiao Wudi]

Temani aku minum. [Xiao Wudi]

Temani aku minum.

Ada apa dengannya?

Masuk.

Pintunya tidak dikunci.

Ada apa denganmu?

Baru siang hari sudah minum arak.

Apa yang terjadi?

Tidak apa-apa.

Kalau tidak apa-apa, kenapa memanggilku kemari?

Sungguh tidak apa-apa.

Katakanlah.

Aku mendadak

tidak ingin sendirian lagi.

Kenapa?

Mungkin karena

aku menonton televisi,

lalu

mendadak terpikir tentang Istana Hehuan.

Rumahku, Istana Hehuan.

Aku tahu,

aku yang menulisnya.

Dulu kamu tinggal di dalam istana kerajaan?

Kamu adalah Kaisar atau kasim?

Itu bukan istana kerajaan.

Istana Hehuan adalah

sebuah aliran bela diri

yang sangat terkenal.

Karena aku...

tidak punya orang tua sejak kecil,

jadi Masterku

mengadopsiku waktu itu.

Aku ikut dia

tinggal di Istana Hehuan

sejak kecil.

Dia punya seorang Master?

Kenapa aku tidak tahu?

Tapi kemudian,

Masterku

juga pergi.

Dia termasuk

keluargaku satu-satunya.

Saat dia pergi,

dia menyuruhku

menunggu seseorang

di dalam istana.

Menunggu

seseorang yang harus kulindungi seumur hidup.

Setelah mendengarnya,

aku terus menunggu di dalam istana,

sehari demi sehari,

setahun demi setahun.

Tapi akhirnya

aku tidak menanti

hingga orang itu muncul.

Masterku

tidak ada kabar sama sekali.

Tapi menurutku ini juga cukup bagus.

Sungguh.

Setidaknya saat itu

bisa dikatakan aku memiliki sebuah rumah.

Lalu kemudian?

Kemudian...

Aku datang kemari,

tidak punya apa-apa lagi.

Kamu percaya, 'kan?

Kamu sedih, 'kan?

Sudah memahamiku, 'kan?

Saatnya mengaku bahwa kamu menyukaiku, 'kan?

Aku tidak apa-apa.

Maaf.

Aku mendadak rindu rumah.

Tidak apa-apa.

Hari ini kebetulan sekali.

Aku juga sedang sedih.

Aku menemanimu minum.

Tunggu sebentar.

Kalau begitu, kamu...

Katakanlah dulu

kenapa kamu sedih?

Kamu sedih karena aku, 'kan?

Sebenarnya aku tidak...

Semua karena Bos kami.

Dia menuliskan bahwa Su Yu mati.

Itu adalah Su Yu.

Su Yu yang kusukai selama 10 tahun,

dia menulisnya mati sesuka hati.

Su Yu?

Bukan.

Tadi aku berbicara begitu banyak,

kamu sedih karena Su Yu?

Kamu tidak tahu

betapa pentingnya Su Yu bagiku.

Seluruh masa mudaku

tumbuh bersama

dengan Su Yu.

SMP, SMA, kuliah,

aku hampir tidak punya teman.

Setiap kali aku merasa sedih,

hanya Su Yu yang menemaniku.

Semuanya tenanglah.

Semuanya tenanglah, oke?

Semuanya tenanglah, oke?

Permisi.

Maaf.

Permisi.

Mundur, mundur, mundur.

Cepat mundur.

Nan Xing.

Mundur.

Nan Xing, sini.

Semuanya tenanglah.

Ini paket untuk Bos.

Bawalah ke ruangannya.

Baik.

Kami sedang mengurusnya.

Kami akan mengumumkan

di platform resmi.

Kembalikan wanita pujaanku!

Kalian...

Kalian pulang dan tunggu, sama saja.

Bagaimana?

Bos.

Sungguh serasi.

Kamu menulis tokoh utama wanita mati begitu saja,

bagaimana menenangkan emosi pembaca?

Lihatlah di luar

sudah kacau sekali.

Ini memang adalah

hal yang menyedihkan.

Mereka merasa sedih,

bukankah sangat wajar?

Hal yang begitu besar,

kamu tidak bisa memberitahuku dulu

agar aku membuat persiapan?

Harus membuatku membacanya

di Weibo baru aku tahu.

Karya

adalah hal yang sangat pribadi.

Apakah aku perlu

memberitahumu dahulu?

Sebelum kamu pacaran,

kenapa tidak memberitahuku?

Kamu marah karena hal ini?

Dalam kontrak kerjaku apa ada tertulis

dilarang pacaran?

Itu...

Setidaknya memengaruhi pekerjaanmu, 'kan?

Pikirkanlah.

Jika kamu yang datang

mengambil naskah ini,

kita bisa membicarakannya langsung.

Ini dua hal yang berbeda.

Hal-hal ini

memang seharusnya dikerjakan oleh Nan Xing.

Aku tidak menjadi asistenmu lagi

bukan karena aku pacaran.

Sudahlah.

Lagi pula naskahnya

sudah terbit sekarang.

Orang-orang juga sudah protes.

Dengarkan suara di luar.

Pikirkan harus bagaimana.

Bisa menulis dia mati, apa tidak bisa menulis dia hidup?

Pena ada di tanganku.

Apa maksudmu?

Tunggu.

Kenapa kamu ada di sini?

Aku...

Paketmu.

Pergilah.

Baik.

Ada apa, Bos?

Merpati...

[Adegan ini dibuat untuk alat peraga] Merpati...

[Adegan ini dibuat untuk alat peraga]

Dengan yang kamu tulis di buku...

Bawa keluar dan buang.

Jangan beri tahu siapa pun.

Tapi...

Bawa keluar.

Cepat!

Nan Xing, pagi.

Tidak apa-apa.

Urus pekerjaanmu sendiri.

Bos.

Bos.

Menurutku perbuatanmu salah.

Kamu tidak seharusnya

membereskan masalah ini diam-diam.

Kamu seharusnya segera lapor polisi.

Kamu tahu,

sebagai seorang penulis misteri,

berapa banyak ancaman

yang kuterima setiap hari?

Coba cari namaku

di Weibo sekarang,

di sana ada puluhan ribu orang

yang menyumpahiku.

Menurutmu,

polisi bisa menangkap mereka?

Tapi,

dia berbeda dengan

para netizen.

Dia jelas-jelas meniru

plot pembunuhan di bukumu.

Dia juga

mencari sampai ke perusahaan.

Mungkin saja

dia sedang membuntutimu.

Kamu tahu perusahaan kita

menerima berapa banyak

tekanan di internet sekarang?

Jika masalah ini

dibawa sampai ke kantor polisi,

lalu tidak ada hasil apa pun,

bagaimana?

Sudah kubilang,

tidak ada yang terjadi.

Juga tidak akan pernah terjadi apa-apa.

Lalu, kita tidak mengurusnya?

Bagaimana mengurusnya?

Mereka hanya perlu

melampiaskan emosi.

Mereka tidak akan

melakukan hal lain.

Tapi bagaimana...

Bagaimana jika sungguh

terjadi sesuatu?

Tidak bisa.

Menurutku, kita harus lapor polisi.

Sudah kubilang, tidak perlu lapor polisi.

Mereka tidak akan

melakukan apa-apa.

Aku tidak bisa melihatmu

berada dalam bahaya,

tapi aku tidak memedulikanmu.

Tidak bisa, aku harus menangkapnya.

Bagaimana caranya?

Kamu bisa menangkapnya?

Apa kamu sengaja menunjukkan dirimu di depanku

supaya bisa

menjadi karyawan tetap?

Aku bukan demi menjadi karyawan tetap,

tapi demi keselamatanmu.

Tidak ada masalah dengan keselamatanku.

Tidak bisa, aku harus menangkapnya.

Kamu sungguh menyebalkan.

Kamu yang...

Bos.

Apa kamu kira

aku melakukannya supaya menjadi karyawan tetap?

Kamu tidak bersedia,

jadi melarangku menangkapnya?

Aku tidak bersedia?

Baik, jika kamu bisa menangkapnya,

aku akan membuatmu menjadi karyawan tetap.

Baik, sepakat.

Apa yang sedang kulakukan?

Nan Xing.

Ada apa denganmu?

Apa kamu tidak enak badan?

Kamu demam?

Kenapa wajahmu begitu merah?

Tidak apa-apa.

Kak Jiao.

Aku...

Apakah aku boleh

ke toilet?

Untuk apa meminta izin?

Pergi saja langsung.

Terima kasih.

Terima kasih?

Gawat.

Beraninya aku menentang Bos.

Aku harus bagaimana?

Kenapa aku melakukan hal seperti ini?

Tidak bisa.

Hal yang terpenting sekarang

adalah menangkap pelakunya.

Benar, tangkap pelakunya.

Pembunuhan merpati putih.

Menurut plot dalam buku,

pelaku akan datang lagi malam ini.

Dia juga akan menempelkan bulu berdarah

pada pintu korban.

Pada hari ketiga,

korban akan ditemukan.

Tidak bisa.

Aku harus mencegah hal ini.

Bagaimana ini?

Sebenarnya yang ingin kukatakan

adalah kamu tidak sendirian,

aku bersama denganmu.

Aku adalah pelindungmu.

Halo.

Halo, Tuan Muda Xiao.

Kenapa?

Bisakah kamu

ke perusahaan kami sebentar?

Aku ingin meminta tolong sesuatu.

Aku sibuk.

Kamu...

Xiao Wudi,

aku membutuhkanmu sekarang.

Tolong, cepat bantu aku.

Tolong, cepat bantu aku.

Kamu benar-benar datang?

Tolong pilih lokasi yang tepat.

Aku tidak menyangka begitu manjur.

Nan Xing.

Nan Xing.

Nan Xing, apa kamu di dalam?

Nan Xing, apa kamu di dalam?

Kak Jiao, ada apa?

Tidak apa-apa.

Aku melihat kamu ke toilet begitu lama

dan tidak kembali,

aku khawatir

kamu tidak enak badan.

Kamu tidak apa-apa, 'kan?

Aku diare.

Kamu diare?

Parah tidak?

Tidak masalah, Kak Jiao.

Aku segera selesai.

Baik.

Aku kembali dulu.

Jika ada apa-apa, kirim pesan padaku.

Baik.

Turunkan aku.

Kakiku kesemutan.

Aku mencarimu sungguh ada urusan.

Bisa dikatakan setelah keluar?

Jadi,

aku yakin malam ini dia

pasti akan muncul lagi.

Jika kita bersembunyi baik-baik,

pasti bisa menangkapnya.

Sudah, sudah.

Aku tahu apa yang mau kamu katakan.

Kamu pasti akan bilang,

ketahuilah posisimu,

kamu adalah sandera, aku penculiknya.

Percaya tidak sekarang aku...

Boleh.

Aku akan membantumu.

Kamu setuju?

Aku akan mencari suatu tempat

untuk menunggumu pulang kerja.

Aku traktir makan malam.

Mentraktirku?

Kamu punya uang?

Aku bantu carikan restoran yang bagus,

kamu yang traktir.

Jangan duduk di sini, berdiri.

Jongkok.

Kepala.

Tolong lembut sedikit.

Kecilkan suaramu.

Bagaimana jika dia muncul

sekarang?

Menurutmu seorang penjahat,

setelah melakukan hal jahat,

dia akan ke sini setiap hari

menunggu ditangkap olehmu?

Tidak memiliki logika.

Fans maniak mana mungkin memakai logika?

Menurut plot dalam buku,

kali ini dia akan datang

membawa bulu yang berdarah.

Jadi dia pasti akan muncul.

Kenapa kamu...

Sudah kubilang, jangan berdiri.

Sungguh kacau.

Halo, Ibu.

Nan Xing, kamu di mana?

Aku lupa bilang

hari ini aku lembur.

Tidurlah dulu, jangan menungguku.

Apa kamu sedang

bersama Xiong?

Aku tidak sedang bersama dengan Xiong.

Aku tahu.

Jangan terlalu malam.

Baik, aku tahu, sampai jumpa.

Kamu begitu ingin bekerja di sini?

Tidak bisa ganti tempat?

Sudah kubilang,

aku bukan demi menjadi karyawan tetap.

Kenapa kamu juga merasa seperti itu?

Baik.

Meskipun bukan demi menjadi karyawan tetap,

ini juga hanya sebuah pekerjaan,

apa perlu sampai begini?

Karena pekerjaan ini

sangat penting bagiku.

Apakah kamu

masih ingat

aku pernah memberitahumu,

saat aku SMP,

ada sebuah

kecelakaan besar di rumah?

Sebenarnya beberapa waktu itu

aku sangat depresi.

Aku merasa diriku

tidak bisa bertahan lagi.

Buku Bos kami

yang menyelamatkanku.

Bukankah dia menulis fiksi spekulatif?

Bisa menyelamatkanmu?

Karena karangannya sangat bagus.

Jadi aku membacanya

buku demi buku.

Tidak berpikir sembarangan.

Perlahan,

hari-hari yang sulit dilewati itu

akhirnya berlalu.

Jadi aku sungguh berterima kasih padanya.

Dia tidak hanya pandai menulis buku.

Dia juga seseorang

yang punya impian mulia.

Tidak hanya diri sendiri yang sukses,

dia juga ingin membantu

lebih banyak penulis yang punya impian.

Dia melakukan banyak

hal yang seharusnya dia lakukan,

tapi tidak terlalu menghasilkan uang.

Jadi waktu itu aku berpikir,

meski kelak aku pensiun

atau ganti profesi,

aku harus menjadi

orang seperti dia.

Meski hanya bekerja untuknya.

Bisa bekerja untuknya,

mati pun aku merasa rela.

Pekerjaan apa yang sampai harus rela mati?

Lihatlah kejadian hari ini,

bukankah sangat membahayakan?

Pikirkanlah,

jika orang itu membawa senjata,

bagaimana?

Kalau tidak, aku juga tidak akan menyuruhmu datang.

Membawa senjata atau tidak,

tanyakan saja padanya.

Jangan lari!

Xiao Wudi!

Xiao Wudi!

Xiao Wudi.

Ada apa denganmu?

Xiao Wudi.

Xiao Wudi, ini...

Dia membawa belati.

Jangan berbicara.

Aku akan memanggil ambulans.

Tidak perlu, Nan Xing.

Tidak sempat lagi.

Sempat, sempat.

Sempat.

Teknologi medis kami

sangat maju.

Lalu aku...

Aku akan memberikan

seluruh darahku padamu.

Asalkan kamu jangan tidur.

Nan Xing.

Kelak aku tidak bisa menemanimu lagi.

Xiao Wudi, kamu...

Bangunlah, Xiao Wudi.

Aku minta maaf.

Aku minta maaf. Aku...

Xiao Wudi.

Kamu tidak apa-apa?

Aku hanya bercanda.

Kenapa kamu menangis sampai begitu?

Kamu gila ya?

Kamu membuat lelucon seperti ini?

Kamu gila ya?

Menjauh dariku!

Jangan menangis lagi.

Lihat.

Bukankah aku tidak mati?

Kamu marah karena aku tidak mati?

Iya, memang benar.

Aku memang pantas mati.

Jika aku mati,

tidak ada yang

menindasmu lagi setiap hari.

Benar, 'kan?

Kalau memukulku bisa meredakan amarahmu,

pukullah aku lagi.

Kamu seharusnya merasa senang.

Pikirkanlah,

penjahat itu sudah ditangkap olehmu.

Kamu sudah bisa menjadi karyawan tetap.

Sekarang seharusnya kamu berpikir

bagaimana berterima kasih padaku.

Aku

bisa memaksakan diri menerima rasa terima kasihmu.

Kalau tidak, aku yang berterima kasih padamu.

Terima kasih.

Jangan marah lagi.

Aku

hanya bercanda saja.

Kenapa kamu membuat lelucon seperti itu?

Bagaimana dengan orang yang mengkhawatirkanmu?

Kelak aku

tidak akan membuat lelucon seperti itu lagi.

Kapan terjadi hal seperti ini?

Kenapa tidak lapor polisi

juga tidak memberitahuku?

Kalian sungguh konyol.

Kalian sudah bukan anak kecil lagi,

kenapa tidak bisa

membedakan mana yang penting dan tidak?

Jika sungguh terjadi sesuatu,

bagaimana bertanggung jawab pada keluarganya?

Aku hanya asal bicara,

siapa sangka dia menganggapnya serius?

Kamu adalah Bosnya.

Mana mungkin dia tidak menganggap serius perkataanmu?

Kamu juga.

Kamu menganggap serius semua perkataannya?

Aku tidak berpikir banyak saat itu.

Aku hanya berpikir

bagaimana menyelesaikan

masalah ini.

Tenang saja.

Jika terjadi sesuatu,

tidak akan melibatkan perusahaan,

melibatkan kalian.

Nan Xing.

Kamu datang untuk bekerja.

Kamu dibayar untuk bekerja.

Jika tidak ingin bekerja lagi,

bisa berhenti kapan saja.

Aku berharap kamu bekerja dengan giat,

tapi kamu harus ingat,

kamu bukan datang untuk mengorbankan jiwa.

Apalagi kamu membawa tetanggamu.

Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?

Xiao Wudi.

Xiao Wudi, bangunlah.

Xiao Wudi.

Xiao Wudi, bangunlah.

CEO Ye, maaf.

Aku sudah tahu salah.

Tidak perlu minta maaf padaku.

Nanti kamu

minta maaf padanya saja.

CEO Ye, Bos,

bisa bekerja selama ini di perusahaan,

aku sudah merasa sangat puas.

Terima kasih, sungguh.

Kamu mau ke mana?

Aku akan membereskan barangku.

Nanti jika ada kesempatan,

aku akan datang berpamitan secara resmi.

Berpamitan apa?

Sudah menjadi karyawan tetap,

untuk apa berpamitan?

Menjadi karyawan tetap?

Iya.

Bukankah dia sudah bilang,

setelah menangkap penjahat, kamu akan terus bekerja.

Aku mewakilinya menepati janji.

Bukan, CEO Ye,

aku sungguh bukan demi menjadi karyawan tetap.

Bos juga hanya asal bicara.

Aku hanya asal bicara.

Belum tiba giliranmu.

Masalah ini dengarkan aku.

Keluarlah.

Nan Xing.

Keluar.

Kenapa merahasiakannya dariku?

Ancaman kematian bukan masalah kecil.

Aku berpikir,

ini hanya sebuah

masalah keamanan yang kecil,

tidak perlu kamu urus.

Lagi pula, kamu sangat sibuk,

masih harus

berpacaran.

Lu Zichen,

jangan begitu keras kepala.

Kamu menulis Su Yu mati, tidak memberitahuku.

Menerima ancaman kematian,

juga tidak memberitahuku.

Aku tahu kamu hanya suka menulis.

Menulis hal yang kamu sukai,

melakukan hal yang kamu sukai.

Kamu bilang tidak suka mengurus perusahaan.

Baik, aku mengerahkan seluruh tenaga

untuk mengurus perusahaan ini.

Kita membangun

perusahaan ini bersama.

Aku mendukung impian menulismu.

Aku ingin membawa

karyamu ke panggung yang lebih besar,

ini juga adalah impianku.

Tolong

mengerti aku sedikit.

Tolong jangan

selalu keras kepala seperti ini.

Tuan Xiao ya?

Sudah merepotkanmu.

Tidak apa-apa.

Panggil taksi untuk membawa Tuan Xiao

pulang dan istirahat.

Ayo pergi.

Kenapa kamu menerobos masuk kemari?

Aku hanya ingin melampiaskan emosi,

membuat sebuah lelucon.

Aku hanya ingin dia

menghidupkan kembali Su Yu.

Aku tidak pernah berpikir

untuk menyakitinya.

Jika kamu sungguh

menyukai Su Yu,

kamu seharusnya menghormati dan percaya

orang yang menciptakannya.

Tanpa dia, bagaimana bisa ada

Su Yu yang kita sukai?

Aku sudah lapor polisi.

Tolong mengerti diriku.

Suka tidak bisa menjadi

alasan kamu melakukan hal ini.

Xiao Wudi.

Itu...

Tidak perlu berterima kasih.

Hari ini kamu menangkap haters itu

berdasarkan keputusanmu sendiri.

Jadi, tidak perlu berterima kasih padaku.

Siapa yang mau berterima kasih?

Tapi,

aku mau minta maaf padamu.

Meski kamu membohongiku,

aku sangat marah,

tapi benar kata CEO Ye,

aku tidak seharusnya membuatmu mengambil risiko ini.

Aku salah, maaf.

Tidak apa-apa.

Aku juga membohongimu.

Kita sudah impas.

Sekarang yang terpenting

kamu sudah menjadi karyawan tetap.

Jangan berpikir terlalu banyak.

CEO Ye yang bersikeras

mau menjadikanku karyawan tetap.

Bos kami

sepertinya tidak terlalu senang.

Ye Qing ini... CEO Ye,

dan Lu Zichen,

sepertinya punya hubungan yang tidak biasa.

Kamu berpikir terlalu banyak.

CEO Ye punya pacar.

Bagaimana kamu bisa tahu?

Aku mendengarnya.

Mendengarnya?

Aku bukan sengaja mendengarnya.

Hanya kebetulan.

Bos kami

sepertinya tidak senang

karena CEO Ye berpacaran.

Sebenarnya aku tidak yakin dengan masalah

menjadi karyawan tetap ini.

Aku tidak tahu

apa rekan kerjaku akan berpikir

aku menggunakan cara yang tidak pantas?

Yang penting kamu bisa tetap bekerja.

Jangan pedulikan pemikiran orang lain.

Yang penting

besok saat melihat mereka,

gunakan cara yang berbeda untuk menghadapi mereka.

Kamu jangan menyia-nyiakan

aku yang sudah menemanimu

semalaman.

Baik, aku tahu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.