All language subtitles for EP04__Mr._Bad_[WeTV_Subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Mr. BAD]

[Episode 4]

Apa lagi yang sedang dipikirkan bocah ini?

Untuk apa kita kemari?

Kamu masih belum mengerti sekarang?

Mengerti apa?

Aturan pemanggilan.

Sepertinya aku semakin bingung.

Pertama memanggilmu

adalah saat aku kesulitan.

Panggilan kedua

adalah saat aku mengalami bahaya.

Kamu bilang, aku membutuhkan

pahlawan yang bisa menolongku.

Tapi, aku tidak butuh

diselamatkan dalam kedua panggilan tadi.

Tidak ada hal yang terjadi.

Awalnya aku berpikir seperti itu.

Tapi, aku sudah menyadari sekarang.

Hal yang penting

bukanlah situasimu saat melakukan

pemanggilan.

Tapi, hasil setelah kamu memanggilku.

Hasil?

Aku membantu menyelesaikan kesulitanmu

saat panggilan pertama.

Nyawamu kuselamatkan

dalam panggilan kedua.

Kali ketiga dan keempat,

aku menyeka mulutmu

dan memberimu

bahu untuk bersandar.

Sudah mengerti?

Masih tidak mengerti?

Membantumu

saat kamu canggung.

Melindungimu saat bahaya.

Menjagamu saat kamu lelah.

Yang kamu butuhkan adalah

pacar yang sempurna.

Apa?

Apakah

permohonanku sudah diketahui?

Jangan bercanda.

Siapa yang bercanda?

Kamu mulai menipuku sejak

aku baru tiba di sini.

Kamu juga masih berbohong barusan.

Permohonan apa

yang kamu minta pada Peri itu?

Permohonan apa yang bisa kubuat?

Aku hanya mengatakan

menginginkan

cinta yang tak terlupakan.

Apa?

Menginginkan

cinta yang tak terlupakan.

Apakah aku perlu

menarik lidahmu

supaya jelas?

Aku menginginkan

cinta yang tak terlupakan.

Tapi, aku tidak tahu

mengapa masalahnya

bisa menjadi seperti ini?

Jangan menatapku begini.

Ada kamera pengawas di sini.

Kamu juga tahu ada kamera pengawas.

Lalu, masih berani asal bicara seperti ini?

Aku terprovokasi saat itu,

jadi aku asal mengatakannya.

Apakah kamu tahu

apa akibat

dari ucapanmu yang asal ini?

Perkataanku hanya asal,

aku tidak memikirkan akibatnya.

Bagus.

Apakah orang sepertimu

juga pantas memiliki cinta yang tak terlupakan?

Jangan bermimpi!

Mengapa aku tidak pantas

memiliki cinta yang tak terlupakan?

Terima kasih.

Hati-hati.

Bermimpi juga tidak boleh.

Jika bisa terkabul di dunia nyata,

siapa yang mau bermimpi?

Dan juga,

memangnya ada apa denganku?

Aku tidak bertindak ilegal.

Mencari kerja tanpa dibantu orang tua.

Apakah aku punya kekurangan

selain belum pernah pacaran?

Cinta yang tak terlupakan?

Memangnya aku bisa

jatuh cinta

pada wanita seperti itu?

Berkhayal saja.

Jika dia

masih berani menggangguku,

aku akan membunuhnya.

Membasmi dari akarnya.

[Pedoman Hidup Masa Kini]

Pedoman hidup di masa modern.

Kehidupan modern terlihat efisien,

namun sebenarnya penuh dengan bahaya

bagi orang kuno

yang tidak tahu apa pun sepertimu ini.

Ini adalah stopkontak.

Gas.

Ini adalah lampu lalu lintas.

Harus menaati peraturan.

Jangan terbang sembarangan.

Tidak boleh memukul orang,

membunuh orang

atau merampas barang.

Juga tidak boleh

masuk ke kamar orang lain dengan sembarangan.

Ingat baik-baik.

Jika kamu butuh bantuan,

silakan menelepon nomor darurat.

Terakhir,

ini adalah nomor ponselku.

Tapi, hanya boleh dihubungi

dalam kondisi darurat.

Semangat, Xiao Wudi.

Harus hidup dengan baik.

Hujan.

Aku tidak membawa payung.

Tidak perlu.

Aku tidak membutuhkanmu.

Aku bisa.

Kehujanan ya kehujanan saja.

Kehujanan bukan masalah besar.

♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

Sudah kubilang aku tidak membutuhkanmu. ♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

Apakah kamu kemari ♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

untuk menyindirku lagi? ♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

Aku memang meminta permohonan itu. ♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

Memangnya kenapa? ♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

Aku memang ♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

tidak tahu diri. ♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

Aku memang menginginkan

♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫ Aku memang menginginkan

♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

cinta yang tak terlupakan. ♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

Memangnya kenapa? ♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫

♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

Kamu menginginkan ♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

cinta yang tak terlupakan, ♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫

akan kuberikan. ♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫

♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫

♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫

♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫

Ada apa? ♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫

♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

Bukan. ♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

Aku tidak bisa setuju. ♫ Kamu selalu di sisiku ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

Bukan berarti kamu tidak baik. ♫ Kamu selalu di sisiku ♫

Bukan berarti kamu tidak baik.

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫ Bukan berarti kamu tidak baik.

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

Tentu saja, ♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

kamu memang bukan orang baik. ♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

Maksudku, ♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

kita baru kenal beberapa hari. ♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

kita baru kenal beberapa hari.

♫ Saat aku menatap matamu ♫ kita baru kenal beberapa hari.

♫ Saat aku menatap matamu ♫

Kamu sudah membahas hal sebesar ini. ♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

Aku belum mempertimbangkannya. ♫ Saat aku menatap matamu ♫

Aku belum mempertimbangkannya.

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫ Aku belum mempertimbangkannya.

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

Bagaimana caraku memberi tahu Ibuku? ♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

Bagaimana menjelaskan pada Sisi? ♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

Aku baru menemukan pekerjaan. ♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

Aku baru menemukan pekerjaan.

Baru memulai karier.

♫ Adalah cinta ♫ Baru memulai karier.

♫ Adalah cinta ♫

Kamu bahkan tidak punya pekerjaan. ♫ Adalah cinta ♫

♫ Adalah cinta ♫

Juga tidak punya identitas.

Bagaimana

caramu menikah denganku kelak?

Bagaimana bisa mendaftarkan anak?

Jangan bermimpi.

Siapa yang mau punya anak denganmu?

Kamu tidak ingin anak?

Bukan aku.

Bukankah kamu

ingin cinta yang sulit dilupakan?

Bukan berarti harus aku orangnya.

Aku bisa membantumu

mencari pria lain.

Masuk akal.

Asalkan kamu mencarikan pacar untukku,

maka tugasmu selesai.

Semoga seperti itu.

Tapi, sebelum itu,

apakah berarti aku masih

bisa memanggilmu?

Jadi, kita harus bergegas.

Kesabaranku

ada batasnya.

Jika kesabaranku habis suatu hari nanti...

Kamu...

Kenapa seperti sedang mencari pengganti?

Memang ini maksudnya saat ini.

Kita harus mencari seorang pria secepatnya.

Lalu, melemparkanmu

kepadanya.

Aku juga bukan tidak ada yang mau!

Siapa yang mau?

Nyalimu begitu besar.

Aku tahu kamu

sedang menyindirku.

Para pria di timku itu,

akan meneriakkan namaku jika melihatku.

Kepopuleranku itu...

Tidak ingin kupamerkan padamu.

Baik.

Bawa aku melihatnya besok.

Baik.

Kalau begitu, besok,

kamu bawa uang yang banyak.

Pulang.

Ini masih hujan.

Berikan, ini payungku.

Mengapa pelan sekali?

Bisa cepat sedikit tidak?

Xiao...

Kejutan.

Ibu?

Xiao?

Keren sekali.

Xiong.

Xiong?

Xiong.

Benar.

Ibu, dia adalah sepupu Xiong Sisi.

Xiong Wudi.

Halo, Bibi.

Ternyata sepupu Sisi, ya?

Aku pikir...

Oh iya, kebetulan.

Ini adalah hari pertama Nan Xing bekerja.

Aku sengaja pulang

dan memasak banyak makanan.

Ayo, makan bersama.

Baik.

Mari.

Mari, cepat masuk.

Kamu kembali ke kamar 302 dulu.

Aku akan tanya Ibuku...

Masuklah.

Apa yang kamu lakukan?

Lalu, harus bagaimana aku menjelaskan?

Aku harus memberimu

identitas yang masuk akal.

Apakah mau bilang

kamu adalah orang kuno

yang diutus Peri untukku?

Seorang pria harus bersikap

terus terang.

Kamu tidak pernah dengar?

Aku pernah dengar, aku tahu.

Tapi, sudah kukatakan,

bagaimana mengubahnya?

Diubah menjadi Xiongxiao Wudi?

Xiaoxiong Wudi?

Sepertinya Xiaoxiong Wudi juga lumayan.

Kamu sudah bosan hidup?

Ibu.

Kalian sedang apa?

Dia...

Mari, makan.

Makan saja dulu.

Aku akan memotong buah.

Makanan ini...

Makan.

Kamu tidak merasa

makanannya sedikit...

Ambil sendiri jika ingin makan.

Makanannya enak, 'kan?

Enak, Bibi.

Mari, makan buah untuk cuci mulut.

Ini

adalah jeruk kesukaan Nan Xing.

Harus dimakan.

Aku akan membereskan dulu.

Baik.

Kalian makan dulu.

Tidak mau makan? Pemilih sekali.

Aku tidak makan jeruk.

Rasanya aneh sekali.

Ibu!

Apakah

pisaumu tidak dicuci setelah memotong cabai?

Aku lupa lagi.

Aku tuangkan air untukmu.

Mari, minum airnya.

Terima kasih, Bibi.

Kamu baik-baik saja, Xiong?

Ya, tidak masalah.

Bagaimana? Enak, 'kan?

Makanan ini enak sekali.

Benarkah?

Makan yang banyak.

Baik.

Mari.

Xiong.

Kalian

tinggal di mana?

Aku tinggal di seberang.

Di seberang sini?

Dia baru datang, belum punya tempat tinggal.

Jadi, aku menyewakan kamar 302 untuknya.

Itu peninggalan Ayahnya.

Sudah lama tidak ditempati.

Kami membereskannya

untuk disewakan.

Kamu sudah tinggal di sana?

Benar.

Tindakan yang cepat.

Bukan, Ibu...

Lalu,

apa pekerjaanmu?

Dia...

Tidak tanya padamu.

Pekerjaanku adalah...

Membantu orang lain

mencari cinta.

Aku tahu.

Konsultan perjodohan,

benar, 'kan?

Dalam hal ini,

kamu harus membantu Nan Xing

untuk memperhatikannya.

Jika mengandalkan kemampuannya,

pasti tidak akan berhasil.

Ibu.

Sepertinya masakanmu sudah gosong.

Coba kamu lihat.

Benar, aku lihat dulu.

Jangan makan lagi.

Cepat pergi.

Sedang apa?

Ibu, dia masih ada urusan.

Aku antar dia pulang dulu.

Sudah mau pulang?

Xiong, seringlah makan di sini.

Kamu jangan menganggap serius

ucapan Ibuku.

Itu...

Apakah kamu merasa

pusing?

Ingin muntah?

Sesak napas?

Tidak merasakannya?

Ini aneh sekali.

Jarang ada yang bisa normal seperti ini

setelah makan masakan Ibuku.

Jika kamu sakit

tengah malam nanti,

telepon aku.

Kubawakan obat.

Jangan banyak omong.

Jangan lupa urusan besok.

Besok?

Mencari pengganti.

Kamu sungguh lupa?

Sungguh mau pergi?

Sampai jumpa besok.

Xiong ini sungguh baik.

Orang yang unggul.

Tampak sopan.

Dari mana Anda melihat

bahwa dia sopan?

Aku sendiri tahu

seberapa buruk masakanku.

Selain pemuda tengik itu,

ini pertama kalinya aku melihat

ada yang memakan masakanku

dengan selahap ini.

Apa yang bisa dibuktikan dari itu?

Ini membuktikan dia pandai bersikap.

Mungkin saja

dia tidak punya indra perasa.

Pokoknya, aku merasa dia cukup baik.

Coba kamu pertimbangkan.

Kami berdua tidak mungkin.

Mengapa tidak mungkin?

Kamu akan menyewakan rumah padanya jika tidak mungkin?

Banyak orang yang melihat

rumah itu sebelumnya.

Semuanya kamu tolak.

Kenapa disewakan untuknya?

Aku bisa apa lagi?

Tidak mungkin

membiarkannya berada di kamarku, 'kan?

Ini adalah kesempatan yang sangat baik.

Bertindak saat diperlukan.

Ibu, aku tidak berniat memikirkan

hal itu sekarang.

Hari pertama bekerja,

Bos sangat menyukaimu, 'kan?

Bosku bahkan tidak datang.

Wajar jika Bos tidak datang.

Bos sangat sibuk.

Tidak mungkin pergi ke perusahaan setiap hari.

Lihat aku.

Aku tidak pergi ke klub setiap hari.

Benar, 'kan?

Harus perlahan-lahan saat baru bekerja.

Pelajari dan adaptasi

dengan data-data di perusahaan.

Lingkungan

dan para rekan kerja.

Tapi, aku tidak diberikan tugas.

Kumpulkan semangat.

Jangan lupa

apa yang diajarkan dalam karier olahraga.

Tidak meninggalkan, tidak menyerah.

Sudah, istirahat lebih awal.

Baik.

Ini untukmu, jaga-jaga saja.

[Obat Pencernaan]

Aku menginginkan

cinta yang tak terlupakan.

Aku akan membantunya mencari pacar.

Lalu, aku bisa pulang secepatnya.

[Ini untukmu, untuk jaga-jaga]

Xiao Wudi.

Tidak ada?

Aku sudah memanggilmu.

Aku pergi dulu.

Selamat pagi.

Kamu...

Aku takut suara seseorang

terlalu kecil.

Tidak terdengar dan tidak bisa bangun.

Sebenarnya,

memangnya bisa apa jika pergi ke sana?

Aku mau mendengar

mereka meneriakkan namamu.

Sudah membawa uang?

Ayam goreng dan kudapan.

Terima kasih, Senior.

Senior, ini semua pedas.

Ada yang pedas.

Ini rasa original.

Ini rasa pedas.

Suara teriakan macam apa ini?

Senior

tidak berkunjung akhir-akhir ini.

Aku belum mulai bekerja hari ini.

Kakak.

Maukah makan ayam goreng bersama?

Apa aku boleh makan di sini?

Baik, kamu pasti setuju.

Senior.

Senior, bagaimana pekerjaanmu

akhir-akhir ini?

Jangan gugup.

Jodoh Senior

tidak akan kuambil.

Aku?

Kamu jangan salah paham.

Senior kami sangat tulus biasanya.

Meski dia punya banyak teman laki-laki,

tapi mereka hanya bersahabat.

Tidak ada yang dikategorikan jodoh.

Kenapa?

Karena semuanya menyukai

wanita yang disukai orang biasa.

Orang biasa

menyukai wanita seperti apa?

Bisa bermanja-manja,

feminin, sangat lembut

dan yang bisa berdandan.

Pokoknya, berbeda

dengan Senior kami.

Jika tidak, dia tidak akan

tidak pernah pacaran selama bertahun-tahun.

Tidak pernah pacaran?

Coba pikirkan dari sisi lain.

Mungkin dia

senantiasa menunggumu.

Benar, tidak?

Itu romantis sekali.

Kakak.

Kamu masih punya

teman yang tampan sepertimu?

Lebih buruk sedikit juga boleh.

Aku bisa.

Misalnya, sepupu dari pihak ayah,

sepupu dari pihak ibu,

atau yang lainnya?

Makan yang banyak.

Baik.

Xiong Sisi.

Aku tidak melakukan apa pun.

Aku hanya mengobrol dengannya.

Dia yang seperti ini,

apa aku bisa mencari penggantiku?

Apa aku bisa pulang?

Apa yang kalian bicarakan?

Mendoakan kalian bahagia.

Apa-apaan kamu?

Hubunganku dengannya bukan seperti itu.

Jangan menipuku, Senior.

Dia orang yang meminjam

baju olahraga waktu itu.

Aku sudah mengikutinya.

Dia adalah penyewa rumahku.

Aku membantunya

meminjam baju

karena ada hal tidak terduga.

Jangan berpikir sembarangan.

Sungguh?

Aku akan turun tangan.

Kembali kemari.

Kamu sudah bosan hidup?

Apa-apaan?

Apa yang terjadi?

Dengarkan aku.

Mulai hari ini,

jangan berhubungan dengannya.

Meski bertemu dengannya di jalan,

kamu juga harus menghindar.

Dengar, tidak?

Ini demi kebaikanmu.

Baik.

Aku mengerti.

Dan juga,

jangan pergi ke rumahku akhir-akhir ini.

Sebaiknya jangan bertemu Ibuku.

Kenapa?

Kenapa kamu banyak tanya?

Makan ayam goreng.

Pelatih sudah akan datang.

Coba yang ini.

Coba yang ini, bagaimana?

Ada apa denganmu?

Aku berpikir,

apakah aku masih bisa pulang?

Kamu harus pulang.

Kamu tidak boleh

kehilangan kepercayaan diri.

Apa bagusnya tempat ini?

Polusi udara, pemanasan global.

Tempo hidupnya juga sangat cepat.

Tidak senyaman zaman dulu.

Sudah, aku sudah mengerti.

Kamu pergi kerja saja.

Biar aku sendiri

yang memikirkan caranya.

Baik, aku pergi dulu.

Oh iya.

Ibuku bilang, kamu sudah tinggal di sana,

jadi ingin mengganti perabot baru untukmu.

Baiklah.

Xiao Wudi.

Semangat!

Tidak meninggalkan, tidak menyerah.

Pagi, Kak Jiao.

Nan Xing.

Kamu datang pagi sekali?

Saat aku berlatih

di tim dulu,

lebih pagi dari ini.

Aku sudah terbiasa.

Kamu dapat bunga

dari mana?

Kamu cukup romantis.

Pagi, Kak Jiao.

Pagi.

Pagi.

Aku melihat

bunga di meja kemarin.

Meski bukan milikku,

tapi bisa membuat

suasana hati menjadi baik.

Jadi, aku menyiapkan

untuk kalian hari ini.

Aku harap

bisa bekerja dengan baik.

Kak Jiao, untukmu.

Bagus sekali.

Terima kasih, Nan Xing.

Kak Jiao.

Ada yang perlu kukerjakan hari ini?

Chu.

Bukankah kamu bilang

butuh bantuan Nan Xing kemarin?

Ada beberapa struk

yang harus

ditempel di sini.

Jika saat menempelkan

ada hal

yang tidak dipahami,

boleh tanya padaku.

Baik, tidak masalah.

Tempel dengan baik.

Kak Jiao.

Lihat, apakah ini dokumennya?

Coba kulihat.

Chu, ini untukmu.

Yu Fan, aku letakkan...

Aku alergi bunga.

Untuk Chu saja.

Terima kasih.

Anak ini cukup rajin.

Akan disayangkan

jika dipecat.

Berdasarkan sikap Bos pada asisten,

tidak bisa lebih dari seminggu.

Apa maksudnya?

Satu hari.

Bos akan datang ke perusahaan hari ini.

Pagi, Bos.

Pagi.

Kamu adalah atlet?

Tidak meninggalkan, tidak menyerah.

Jadi, kenapa kamu menyerah

untuk menjadi atlet?

Aku...

Mengapa kamu masih ada di sini?

Bos.

Dia adalah asisten baru untuk Anda,

namanya Nan Xing.

CEO Ye sudah bertemu dengannya.

Gawat.

Aku terdiam lagi.

Bos pasti tidak senang.

Nan Xing, jangan terlalu cemas.

Lagi pula, diperkirakan

tidak akan ada kali kedua.

Apa maksudnya asisten itu?

Bukankah ini sudah disepakati?

Menurutiku.

Dia bahkan tidak bisa bicara.

Bagaimana menjadi asisten?

Aku mencarinya

untuk membantu pekerjaanmu.

Bukan untuk mengobrol denganmu.

Gadis itu juga bernyali dan teliti.

Punya ketahanan.

Dia juga pembaca setiamu.

Sangat memahamimu.

Seharusnya bisa tahan dengan sikapmu.

Kamu jelas-jelas tahu,

kamu butuh bantuan seseorang.

Tapi, tidak boleh selalu ganti asisten.

Berikan dia sedikit waktu.

Satu minggu.

Jika dalam satu minggu,

pendapatku masih sama...

Aku akan memecatnya.

Sarapan ini untukmu.

Aku tidak tahu kamu mau datang.

Tidak menyiapkan

susu yang kamu suka.

Siapa nama pacarmu

waktu itu?

Song Jiaming.

Jadi, kapan

kalian mulai pacaran?

Baru saja.

Bagaimana kalian bisa berkenalan?

Kenal saat main golf.

Kami masih akan ke sana akhir pekan ini.

Mau ikut?

Aku tidak suka golf.

Benar juga.

Kamu sangat membutuhkan pacar, ya?

Bos Lu.

Aku juga manusia.

Aku butuh kehidupan pribadi.

Aku bukan mesin kerja

yang dibeli perusahaan kita.

Aku juga...

Aku juga tidak bermaksud begini.

Kontraknya sudah beres.

Boleh ditandatangani sekarang.

[Ye]

Terima kasih.

Suka tidak?

Ini.

Kalungmu cukup cantik.

Hadiah ulang tahun.

Bos Lu.

Sudah selesai?

Aku mau ganti baju.

Nan Xing.

Pasti sudah meninggalkan

kesan buruk padanya tadi.

Bagaimana caraku memperbaikinya?

Halo, Bos.

Bagaimana ini?

Aku harus berinisiatif

bicara dengannya kali ini.

Harus meninggalkan

kesan baik untuknya.

Jangan gugup.

Seperti biasa saja.

Apa Anda butuh sesuatu?

Nan Xing, apa yang kamu lakukan?

Kamu sudah gila, ya?

Lebih baik diam daripada bicara begini.

Aku akan menulis naskah di rumah minggu ini.

Tidak ada yang bisa ditugaskan untukmu.

Kamu boleh

diam di sini atau pulang.

Tidak boleh, ini tidak meninggalkan kesan...

Untuk apa sungkan?

Aku bisa menemanimu di rumah.

Aku sungguh bisa sendiri saja.

Astaga.

Bunuh saja aku.

Tidak.

Aku sudah kehilangan nyawa.

Aku sudah mempermalukan diri di publik.

Orang biasa

menyukai wanita seperti apa?

Bisa bermanja-manja,

feminin, sangat lembut

dan yang bisa berdandan.

Pokoknya, berbeda

dengan Senior kami.

Jelas dia bukan seperti itu.

Sebaiknya harus bagaimana?

Paket Anda sudah sampai.

Mau diletakkan di mana?

Di sini saja.

Baik.

Ganti televisi

di ruang tamu,

dan ganti tirai

di ruang tamu saja.

Aku?

Harganya berbeda.

Baik, aku bantu memasangnya.

Terima kasih.

Sudah seharusnya.

Kak Jiao.

Ini sudah seharian.

Apa kita perlu bertanya?

Menurutku perlu.

Ayo.

Nan Xing.

Kak Jiao.

Orang baru dalam dunia kerja

tidak terhindar dari kesalahan.

Lagi pula,

kamu hanya memukul Bos.

Bukan masalah besar.

Kalian pernah memukul Bos?

Tidak pernah.

Tidak pernah.

Kalau begitu, habislah aku.

Kita harus optimis saat bertemu masalah.

Bukankah kamu masih di sini,

benar, 'kan?

Benar juga.

Coba kamu pikirkan.

Kamu sudah memukul Bos dua kali,

dan masih bisa ada di sini.

Apa artinya ini?

Artinya kerjamu cukup baik.

Benar.

Silakan bereskan barangmu dan pulang.

Istirahatlah lebih awal.

Bagaimana?

Baik.

Jangan sedih lagi, Nan Xing.

Nan Xing, semangat.

Terima kasih.

Semangat.

Terima kasih.

Sedang apa? Mengagetkanku saja.

Diam.

Sebenarnya mau...

Kamu sedang apa?

Kelihatannya tidak bisa mengandalkanmu sendirian.

Ada foto, tidak?

Untuk apa?

Diletakkan di kasur untuk buang sial.

Tidak ada.

Kamu ingin aku pulang, tidak?

Ingin.

Jika ingin aku pulang,

jangan banyak tanya.

Baik, akan aku kirim untukmu nanti.

Tunggu.

Apakah kamu tidak senang hari ini?

Tidak.

Bagus kalau begitu.

Apa pun yang terjadi,

ingat jangan memanggilku.

Aku tahu.

[Nan Xing: Foto]

[Membasmi kekerasan Pahlawan Pemberani]

[Bersedia Membantu Bermoral Tinggi]

Tidak bisa.

Hanya bisa mengandalkanku.

Ibu, aku pergi dulu.

Nan Xing.

Kamu kunci pintunya.

Aku sudah terlambat.

Semuanya akan membaik.

Harus percaya diri.

Semangat!

Semangat!

Xiao Wudi.

Tidak ada?

Xiao Wudi.

Aku mengantarkan sarapan untukmu.

Sarapan yang dibuat Ibuku pagi ini.

Membeli televisi baru?

Tirai juga sudah diganti?

Aku letakkan di meja ya.

Entah untuk apa dia mengambil

fotoku?

Aku mengantar sarapan untukmu.

Aku tidak mau.

Baik.

Aku pergi kerja dulu.

Aku sudah berhenti.

Ini.

Aku tidak akan

masuk sembarangan kelak.

Maaf.

Terima kasih.

Pagi.

Pagi.

Pagi.

Sungguh hebat.

Nan Xing memukul Bos kemarin,

tapi masih berani masuk kerja hari ini.

Nyalinya cukup besar.

Nan Xing, kamu...

Semangat.

Kak Jiao.

Kak Jiao.

Sepertinya mereka membahas

tentang aku yang memukul Bos kemarin.

Bisakah kalian

jangan bergosip

di belakang?

Bukan, Kak Jiao.

Itu... aku bekerja dulu.

Pagi, Nan Xing.

Pagi.

Kak Jiao.

Apakah ada pekerjaan

untukku hari ini?

Itu... Bos...

Menyuruhku bersiap di sini.

Jika kamu butuh

bantuanku,

katakan saja padaku.

Tidak ada.

Punyaku sudah aku selesaikan.

Tidak ada pekerjaan lagi, Kak Jiao.

Sudah mereka selesaikan.

Tidak ada pekerjaan lagi.

Pekerjaan apa pun boleh.

Pekerjaan berat juga boleh.

Begini saja, Chu.

Kotak

yang harus kamu bawa ke gudang,

biar Nan Xing yang membantu membawanya.

Ada di sini.

Sudah merepotkan.

Tidak merepotkan sedikit pun.

Sedikit berantakan.

[Sesi Tanda Tangan Buku Baru Lu Zichen, Seri Ma Leng Sang Detektif Hebat]

Selesai.

Nan Xing.

Nan Xing.

Nan...

Kak Jiao.

Nan Xing, maaf.

Sungguh maaf.

Aku terlalu sibuk hari ini.

Aku hampir melupakanmu.

Tidak masalah.

Astaga.

Ya ampun, kamu...

Kamu merapikan ini semua sendirian?

Kamu hebat sekali.

Aku hanya sedikit bertenaga.

Tidak bisa hal lain.

Tidak.

Bisa dirapikan menjadi seperti ini,

sungguh sangat hebat.

Begini saja,

jika Bos tidak menginginkanmu,

aku menginginkanmu.

Oh iya.

Ada yang mencarimu di depan.

Siapa?

Sangat tampan.

Menurutku lebih tampan dari Bos.

Katanya tetanggamu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.