All language subtitles for EP03__Mr._Bad_[WeTV_Subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Mr. BAD]

[Episode 3]

Api...

Tolong...

Tolong...

Tolong.

Tolong, tolong.

Tolong.

Tolong, tolong.

Kenapa...

Kenapa... mana dia?

Sudah tidak apa-apa.

[Polisi]

Ayo, sini.

Bawa pergi semua.

Baik.

Berdiri.

Ayo.

Jangan macam-macam.

Ayo.

Kamu tidak apa-apa?

Cepat pergi.

Ayo, kupapah kamu berdiri.

Ayo.

Pelan-pelan.

Hati-hati.

[Ye]

Cobalah roti ini.

Aku sangat menyukainya.

Baik.

Bagaimana?

Lumayan.

Tuan Lu.

Enak.

Tempat yang Anda pesan di sana.

Direktur Lu.

Apakah dua orang?

Zichen, kenapa kamu datang?

Direktur Lu.

Sebelumnya

hanya melihatmu di TV,

hari ini akhirnya bisa bertemu langsung.

Song Jiaming.

Halo.

Dari perusahaan mana?

Dia pacarku.

Halo, aku Song Jiaming.

Direktur Lu mau makan bersama?

Aku sudah memesan tempat,

kalian makan saja.

Baik, kamu makanlah pelan-pelan.

Sepertinya Direktur Lu agak pemalu.

Dia pemalu?

Kamu belum melihat

saat dia emosi.

Galak sekali.

Sungguh?

Tuan Lu.

Apakah Anda sendirian?

Saya bereskan alat makannya.

[Sudah direservasi]

Ye Qing.

Selamat ulang tahun.

Bagaimana kamu tahu

aku berulang tahun hari ini?

Aku pakaikan, oke?

Baik.

Maaf,

aku mungkin harus pergi sekarang.

Bagus tidak?

Bagus.

Terima kasih.

Bagaimana? Apakah sudah baikan?

Apa perlu

kutambahkan teh panas lagi?

Tidak perlu, aku sudah baikan.

Jika dipikirkan, sungguh berbahaya.

Kaki depanmu baru melangkah dari tempatku,

kaki belakangmu sudah bertemu mereka.

Iya.

Tadi katamu,

orang yang menyelamatkanmu

berbadan tinggi,

sekitar 180 cm?

Benar.

Apa kamu bisa mendeskripsikan

proses kejadiannya?

Saat itu, aku sangat ketakutan.

Tangan dan kakiku lemas, aku berjongkok di tanah.

Tidak bisa berdiri.

Kukira saat itu

aku akan celaka.

Lalu dia tiba-tiba muncul

dan menyelamatkanku.

Dia sangat terampil.

Dalam sekejap, dia menaklukkan

beberapa orang itu.

Katamu, dia sangat terampil?

Baik, lihatlah

catatan ini,

ada masalah tidak?

Jika tidak ada tambahan,

tolong kamu tanda tangan.

Baik.

Kutanya lagi.

Kamu sungguh tidak melihat jelas

bagaimana wajah orang itu?

Tidak.

Tenang saja.

Kami para polisi

pasti akan menemukannya untukmu.

Menemukannya untukku...

Tidak perlu.

Mungkin dia hanya ingin

berbuat baik secara anonim?

Aku lebih harus menemukannya lagi.

Karakter sebaik itu,

sangat pantas dicontoh oleh

masyarakat.

Kumohon,

jangan sampai ditemukan.

Aku sudah tanda tangan.

Baik.

Baik.

Sekarang aku akan

mengaturkan seorang polisi untuk mengantarmu pulang.

Tidak apa-apa,

aku bisa pulang sendiri.

Jangan sungkan.

Sungguh tidak apa-apa.

Rumahku sangat dekat.

Terima kasih.

Hati-hati di jalan.

Baik.

Kenapa dia mendadak muncul lagi?

Dia ke mana sekarang?

Mana kunciku?

Kenapa kamu lambat sekali?

Kenapa kamu sudah kembali?

Kamu mengambil kunciku lagi?

Kalau tidak, aku harus menunggumu

di depan pintu rumahmu?

Kamu tidak terluka, 'kan?

Mereka hanya orang kecil,

mana mungkin aku terluka?

Baguslah.

Lalu kamu ke mana?

Aku kembali ke mal mengambil barang.

Kuperingatkan kamu.

Lain kali jika memanggilku,

pilihlah waktu yang tepat.

Jika barang-barang ini hilang,

kamu bisa menggantinya?

Kamu merampok uang?

Kamu sungguh hanya menggadaikan giok

dan tidak merampok?

Meski aku tidak peduli

dengan polisi di tempat kalian,

tapi dengan kondisi sekarang ini,

jika bukan karena terpaksa,

aku juga tidak akan menarik perhatian mereka.

Bagaimanapun,

aku belum punya

identitas resmi di sini.

Baguslah, mengagetkanku saja.

Kalau begitu...

Kamu ingin tanya,

bagaimana aku bisa muncul

dan menyelamatkanmu sekali lagi?

Kukatakan dengan jelas,

aku bukan sedang menyelamatkanmu,

tapi mengawasi sanderaku.

Lagi pula,

dalam dunia persilatan,

hanya ada aku yang mengalahkan orang lain,

tidak ada yang pantas mengalahkanku.

Jadi, aku

yang memanggilmu lagi?

Aku ingat aku pernah memberitahumu.

Sebelum aku dipanggil olehmu,

aku mendengar suaramu.

Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.

Bisakah membantuku?

Tolong, tolong.

Kali ini, aku mendengarnya lagi.

Tapi, apa hubungan kedua hal ini?

Meskipun

perkataanmu tidak berhubungan,

tapi keadaan keduanya

sangat mirip.

Yaitu saat

kamu perlu diselamatkan

oleh seorang pahlawan.

Seorang pahlawan?

Kalau tidak?

Mengandalkan dirimu sendiri?

Dalam kedua keadaan ini,

apa kamu bisa menyelamatkan diri?

Dia benar-benar

diutus Peri untuk menyelamatkanku.

Aku kelak

bisa bertindak sesuka hatiku.

Hanya perlu memanggilnya

di saat kritis.

Kuperingatkan kamu,

kamu dilarang bertemu

masalah apa pun lagi kelak.

Aku bisa bertemu masalah apa?

Dengan otakmu ini,

mungkin saja

bertemu masalah apa pun.

Yang penting kukatakan dulu,

jika kamu memanggilku lagi,

apa pun yang terjadi,

aku tidak akan menolongmu lagi.

Dan jika kamu terus

bertemu masalah,

aku terpaksa

membereskanmu, si pembuat masalah ini.

Tidur.

Tunggu.

Ada apa lagi?

Cepat katakan.

Aku pasti akan menyesal.

Ikut aku.

Ayo.

Masuklah.

Ini rumah siapa?

Tentu saja punyaku.

Kuberi tahu dulu,

tempat ini

adalah tempat tinggalmu sementara.

Aku tidak meminta uang sewa.

Tapi kamu harus berjanji

suatu hal padaku.

Berjanji soal apa?

Kamu tidak boleh

mencariku sesuka hatimu.

Terutama

setelah Ibuku kembali.

Jika terlihat olehnya,

bagaimana aku menjelaskannya?

Maksudmu,

aku harus memperhatikan perasaanmu,

jangan merepotkanmu?

Benar.

Tapi kenapa aku

harus memperhatikan perasaanmu?

Kamu...

Perhatikan identitasmu.

Sekarang kamu seorang sandera.

Akulah yang mengancammu.

Boleh saja jika ingin aku menghindari Ibumu,

tapi kamu harus memberiku sedikit keuntungan.

Kamu ini,

benar-benar jahat sampai ke tulangnya.

Kalau tidak,

aku juga boleh pindah kembali.

Kasurmu juga lumayan nyaman.

Tunggu.

Katakanlah,

apa syaratmu?

Aku butuh sebuah

ponsel pintar.

Kamu tahu ponsel pintar?

Ponsel pintar

seperti sebuah komputer manusia.

Punya ruang pengoperasian yang independen,

punya program yang independen,

pengguna bisa menginstal sendiri

software, game, penunjuk arah,

program lainnya yang disediakan

penyedia layanan pihak ketiga.

Ponsel yang bisa

mengakses internet

dari mana saja.

Kamu...

Jangan terkejut.

Aku tidak mudah lupa.

Aku punya sebuah

ponsel pintar cadangan.

Aku perlu

meneliti tentang

cara kembali ke zaman dulu.

Informasi di internet

jauh lebih banyak dari buku.

Pembaruan informasinya juga lebih cepat.

Jadi dalam kurun waktu ini,

jangan ganggu aku.

Menurut teori,

seharusnya makananku 3 kali sehari

dan semua kegiatanku

adalah tanggung jawabmu.

Tapi melihatmu

yang ceroboh,

kamu hanya perlu memesankan makananku

untuk 3 kali sehari dengan tepat waktu.

Aku mana punya uang sebanyak itu?

Jika sudah habis, beri tahu aku.

Banyak sekali.

Malam ini,

letakkan barangku

di ruang tamu.

Jangan ganggu tidurku.

Kalau begitu, kamu...

Aku mau tidur.

Kamu mau tidur bersama?

Tidak perlu.

Tunggu.

Kenapa kamu takut api?

Saat SMP,

aku pernah mengalami kebakaran.

Sejak saat itu,

aku mengalami trauma.

Begitu gugup,

aku akan kehilangan kendali saat melihat api.

Kata dokter,

itu sebuah gangguan mental.

Sudah bertahun-tahun,

terkadang tetap akan kambuh.

Dokter zaman ini juga tidak bisa mengobatinya?

Kata dokter,

masalahnya hanya bisa diselesaikan oleh orang yang terkait.

Tapi orang yang bisa melepas belenggu hatiku

sudah tiada.

Tapi,

asalkan aku tidak melihat api

saat gugup, maka tidak ada masalah.

Misalnya saat ulang tahun

jangan meniup lilin,

jangan melihat kembang api,

jangan gunakan gas di rumah,

dan lainnya.

Asal bisa menghindari hal itu,

maka tidak ada masalah.

Aku tahu satu kelemahanmu lagi.

Sudah kubilang kamu akan direkrut.

Kapan kamu bilang begitu?

Bukankah aku selalu

berkata begitu?

Nan Xing paling hebat.

Benar, 'kan?

Kalau saja aku ada di sana,

kita pasti akan keluar merayakannya.

Sepertinya pertunjukanku baru bisa berakhir

besok lusa.

Bagaimana jika aku kembali dulu sendirian?

Tidak perlu.

Maksudku,

uruslah pekerjaanmu dulu.

Aku sendirian di rumah, tidak masalah.

Kalau saja

ada ayahmu dan lainnya bagus sekali.

Kita berempat sekeluarga

keluar makan besar.

Kita berdua

juga bisa keluar makan besar,

benar?

Benar, tunggu aku pulang.

Kita pergi makan

Restoran Michelin Bintang 3 yang sesungguhnya,

bagaimana?

Baik.

Yang penting selama tidak makan di rumah,

makan apa pun di luar semuanya enak.

Bukankah kamu bilang

masakanku paling enak?

Kamu keceplosan ya.

Apa ini?

Ayah.

Aku sudah menemukan pekerjaan.

Ini bukan pekerjaan biasa.

Aku akan menjadi asisten

idolaku.

Setelah pulang nanti malam,

aku ceritakan lagi

kondisi pekerjaan hari ini.

Mao Xiaojun,

beri aku semangat.

Baik.

Aku pergi dulu.

Sampai jumpa.

Hampir melupakan

Xiao Wudi, si pembuat masalah ini.

Lebih baik memeriksanya sebentar.

Xiao Wudi.

Xiao Wudi.

Apa kamu sudah bangun?

Apa dia kabur?

Astaga, tolong.

Kenapa kamu...

Bukankah sudah kubilang?

Jangan ganggu aku.

Turunkan aku.

Aku...

Keluar.

Tapi aku...

Itu...

Kenapa sarapanku masih belum datang?

Aku datang untuk memberitahumu,

makananmu

sudah kupesan.

Drivernya akan meneleponmu.

Apa sudah bisa memakai ponselmu?

Dia tidak meneleponku.

Cepat sekali sudah bisa pakai.

Baiklah,

hubungi aku dengan telepon.

Aku pergi.

Sampai jumpa.

Sudah bisa bicara bahasa Inggris.

Apa selanjutnya dia akan

menyatukan dunia?

Halo.

[Lu Zichen] Aku datang melapor hari ini,

[Lu Zichen]

namaku Nan Xing. [Lu Zichen]

[Lu Zichen]

Kamu departemen mana? [Lu Zichen]

[Lu Zichen]

Kantor Presdir.

Kantor Presdir ya?

Duduk dulu di sana.

[Wujie Culture] Duduk dulu di sana.

[Wujie Culture]

Dari Kantor Presdir [Wujie Culture]

[Wujie Culture]

tidak ada yang angkat telepon. [Wujie Culture]

[Wujie Culture]

Aku mencari mereka dulu. [Wujie Culture]

Aku mencari mereka dulu.

Baik, terima kasih.

Tolong bantu aku.

Baik.

Aku saja.

Baik.

Terima kasih.

Tolong bantu kami

memindahkan ini.

Baik.

Terima kasih.

Nan Xing.

Nan Xing ya?

Ini adalah area kerja

Kantor Presdir.

Kuperkenalkan,

aku adalah Pengurus Kantor Presdir.

Namaku Hu Jiaojiao,

panggil saja Kak Jiao.

Ini adalah Chu,

ini adalah Yu Fan.

Halo Kak Jiao,

halo Kak Yu Fan,

halo Kak Chu.

Namaku Yu Fan.

Dan juga, jangan panggil aku Kak.

Aku adalah Chu,

panggil saja Chu.

Kuperkenalkan sedikit

masalah pekerjaan padamu.

Cakupan pekerjaan Kantor Presdir

sangat luas.

Misalnya, merencanakan konferensi pers,

sesi tanda tangan,

berhubungan dengan media,

kita akan terlibat dalam semua ini.

Tapi,

yang kita layani

hanya satu.

Yaitu Presdir kita.

Lu Zichen,

Tuan Lu.

Kamu akan

familiar dengan hal ini nantinya.

Aku bawa kamu melihat

ke departemen lain.

Ikut aku.

Sini.

Departemen perusahaan kita

lumayan banyak.

Ini adalah Departemen Distribusi.

Sebentar.

Kak Hai Tao.

Kuperkenalkan sebentar.

Dia adalah

Kepala Departemen Distribusi,

Kak Hai Tao.

Dia adalah anggota Kantor Presdir,

asisten baru Presdir, Nan Xing.

Halo, Kak Hai Tao.

Bagus.

Semangat.

Semangat.

Itu, ayo.

Ini adalah

Departemen Promosi.

Bertanggung jawab

promosi di berbagai media

setelah buku baru diterbitkan,

dan lainnya.

Kak Shan.

Kuperkenalkan,

ini adalah Kepala Departemen Promosi,

Kak Shan.

Halo.

Ini adalah asisten baru

Kantor Presdir, Nan Xing.

Halo, Kak Shan.

Kerja baik-baik.

Halo, halo.

Aku Lin.

Tadi pagi, terima kasih padamu.

Kelak panggil saja aku Tong.

Kak Jiao,

dia sangat kuat,

kelak saat memindahkan buku,

bisakah meminjamkan dia pada kami?

Kirimkan padanya, lihat balasan mereka.

CEO Ye.

Nan Xing.

Ini adalah Ye Qing,

CEO kita.

Ini adalah...

Panggil saja aku Pak Shi.

Penanggung jawab Departemen Editorial.

Terapkanlah.

Baik.

Aku bekerja dulu.

Nan Xing ya?

Ikut aku.

Mari.

Aku tidak akan memakanmu.

Pergilah.

[Ye]

Masuk.

Duduk.

Kamu bukan tamatan bidang ini,

juga tidak punya pengalaman kerja, benar?

Tapi kamu adalah pembaca Lu Zichen.

Aku sudah melihat CV-mu

dan catatan wawancaramu.

Sebenarnya kamu tidak cocok

dengan kriteriaku

terhadap posisi asisten presdir.

Tapi aku tetap menyuruh mereka

merekrutmu,

kamu tahu kenapa?

Karena kamu pernah bilang,

tidak pernah menyerah.

Aku adalah seorang atlet.

Kehidupan atlet mengajarkanku

jangan menyerah sebelum menang.

Tidak pernah menyerah.

Jika kamu bisa

melakukan hal ini,

aku yakin

kamu bisa menjabat posisi ini.

Apa kamu bisa?

Kamu bisa berbicara. 'kan?

Bisa.

Hanya saja aku terlalu gugup.

Kamu menghadapiku saja

sudah begitu gugup,

bagaimana kamu menghadapi Lu Zichen?

Bagaimana bisa menjadi asistennya?

Asisten Bos

adalah posisi paling bagus untuk belajar.

Jika kamu berusaha,

akan ada pertumbuhan besar.

Dulu aku adalah asistennya.

Aku tahu.

Aku pernah melihatnya di internet.

Semua rumor itu,

selain tentang

aku punya hubungan dengannya,

sebagian besar rumor itu benar.

Dia juga membaca rumor?

Tentu saja,

dia adalah aset terbesar perusahaan.

Jadi, memperhatikan opini publik tentangnya

juga termasuk dalam pekerjaanku.

Aku sudah menjadi asistennya selama 10 tahun.

Hari ini aku ingin melemparkan

beban ini padamu.

Bisa?

Seharusnya bisa.

Asisten presdir adalah posisi dengan tingkat

eliminasi tertinggi di perusahaan.

Meskipun gagal,

itu adalah hal yang biasa.

Kamu juga sudah bergabung dengan perusahaan.

Bisa dibilang, berhasil mengejar idolamu.

Hasilnya tidak penting,

nikmati saja prosesnya.

Bekerjalah.

[Ye]

Tahun ini tetap sama,

kubawa kamu belajar ice skating.

Selamat ulang tahun.

Kak Jiao.

Aku pergi dulu.

Aku segera ke sana.

Kak Jiao.

Bunga itu pemberian

rekan-rekan kerja, ya?

Bunga itu?

Seharusnya asisten sebelum kamu

lupa membawanya saat meninggalkan tempat ini.

Masih segar, ya?

Asisten presdir adalah posisi dengan tingkat

eliminasi tertinggi di perusahaan.

Kak Jiao.

Apakah Bos kita sangat galak?

CEO Ye yang memberitahumu?

Jangan khawatir,

Bos kita sangat sopan.

Dia tidak pernah memarahi orang.

Benar.

Saat bertemu dengannya

di Sesi Tanda Tangan,

aku juga merasa begitu.

Jika dia tidak puas pada seseorang,

akan langsung dipecat,

tidak akan marah padamu.

Kamu juga jangan terlalu gugup.

Bos

tidak sering muncul di perusahaan.

Dia kebanyakan ada di rumah,

menulis naskah.

Kadang dia datang untuk

rapat atau semacamnya.

Dengan kata lain,

dia jarang muncul di perusahaan,

tapi juga mungkin

muncul di perusahaan kapan saja.

Aku harus melakukan persiapan apa?

Tidak perlu menyiapkan apa-apa,

- hanya perlu menyiapkan mental. - Kak Jiao.

Semuanya sudah tiba.

Segera.

Aku rapat dulu.

Kamu bekerjalah.

Yu Fan.

Aku lupa membawa gelas hari ini.

Perusahaan kita

adakah gelas lebih

yang bisa aku pinjam dulu?

Kamu tidak mungkin belum minum

dari pagi sampai sekarang?

Tidak minum seharian,

apa kamu tidak haus?

Ikut aku.

Ada apa?

Ini adalah

gelas cadangan perusahaan.

Ambillah, lalu minum.

Selesai minum, cuci,

letakkan kembali.

Baik, terima kasih.

Menurut kalian,

Penyambutan karyawan baru malam nanti,

perlu membawa Nan Xing tidak?

Kamu lupa

dengan asisten-asisten sebelumnya?

Baru saja penyambutan, langsung dipecat.

Canggung sekali.

Kurasa, kata-kata Yu Fan masuk akal.

Ayo, jangan lihat lagi.

Semuanya, pulanglah.

Aku pergi dulu.

Nan Xing, sampai jumpa. Pulang lebih awal.

Kak Jiao.

Itu...

Besok aku perlu

mempersiapkan apa?

Besok?

Itu, Chu.

Besok

kamu punya dokumen yang mau dicetak...

Baik, baik.

Aku pulang ya.

Sampai jumpa.

Baik, sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa, Nan Xing.

Sampai jumpa.

Yu Fan, sampai jumpa.

Nan Xing.

Ada apa denganmu?

Hari pertama bekerja, tidak senang ya?

Tidak.

Jangan berpikir banyak, Nan Xing.

Hari pertama terjun di masyarakat,

seharusnya mencari teman untuk merayakannya.

Benar.

Jangan sedih lagi.

Oh ya,

besok ada setumpuk buku yang mau dipindahkan,

kamu bisa membantu kami?

Tentu bisa, tidak masalah.

Sungguh?

Terima kasih.

Kami pergi dulu, Nan Xing.

Baik.

Jangan sedih lagi.

Baik.

Semangat.

Sampai jumpa.

Mencari orang untuk merayakannya?

Baik.

Mencari siapa ya?

Nyonya An tidak ada di rumah, kalau begitu...

Xiong Sisi.

Halo, Sisi.

Halo, Xing.

Bagaimana perasaanmu

di hari pertama bekerja?

Bagaimana rasanya bertemu idola?

Sangat mendebarkan, 'kan?

Aku tidak bertemu dengannya.

Hari ini Bos tidak ada.

Dengar-dengar, dia tidak datang setiap hari.

Kamu tidak tahu,

aku sangat gugup hari ini.

Aku tidak tahu

apa yang harus kulakukan.

Oh ya,

ini hari pertamaku bekerja,

maukah keluar makan

untuk merayakannya?

Malam ini tidak bisa.

Gara-gara Hao,

malam ini

dia berjanji kepada pelatih

untuk melakukan latihan khusus.

Maaf, Xing.

Tidak bisa menemanimu.

Bagaimana jika besok?

Baik.

Tidak apa-apa, kamu latihan saja.

Begitu saja.

Aku tutup ya, Xing.

Aku bahagia untukmu.

Semangat.

Baik, aku tahu.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Letakkan baik-baik airnya.

Sisi juga tidak bisa.

Mencari siapa lagi?

Xiao Wudi?

Tidak bisa.

Xiao Wudi tidak bisa.

Lebih baik aku rayakan sendiri.

Hawking juga berpikir bahwa perjalanan waktu

tidak mungkin bisa terealisasi.

Bagaimana aku bisa kembali?

Mana mungkin aku terus di sini

menjadi penjaga si bodoh itu?

Kenapa makan malamku masih belum tiba?

Si bodoh ini

tidak lupa pesan, 'kan?

Mau satu pangsit goreng,

satu ikan sup asam,

satu kacang arcis tumis sosis.

Berapa orang?

Aku sendiri.

Bisa habis tidak?

Bisa.

Satu telur kukus,

sup tahu ikan,

lalu satu acar mentimun.

Itu saja.

Yakin bisa habis?

Jika tidak habis, aku akan membawanya pulang,

Bos.

Tunggu.

Halo.

Mari.

Mari, minumlah.

Terima kasih.

Ini sayur andalan kami.

Makan ikan dan minum sup ikan

sangat membahagiakan.

Silakan menikmati.

Terima kasih.

Lumayan enak.

Coba satu lagi.

Baik.

Baik.

Sekarang aku sudah

menjadi asisten selama sehari.

Aku juga sudah

mewujudkan impianku.

Aku sudah melakukannya dengan baik.

Jangan berpikir terlalu banyak.

Mulai besok,

aku akan lebih proaktif.

Tidak memesan untukku, aku keluar makan sendiri.

Jika aku besok masih saja begitu gugup,

bagaimana?

Sudut bibirmu juga ada.

Tolong.

Kamu juga ada.

Kapan aku juga punya

orang yang mengelap bibirku?

Bagaimana rasanya?

Tolong.

Kapan aku juga punya

orang yang mengelap bibirku?

Bagaimana rasanya?

Aku memanggilmu lagi?

Kapan aku juga punya

orang yang mengelap bibirku?

Bagaimana rasanya?

Kamu mendengarnya lagi?

Masalah apa ini?

Bukankah hanya tidak ada yang membantumu mengelap bibir?

Kecilkan suaramu.

Waktu itu sudah kubilang,

lain kali,

apa pun alasanmu

memanggilku lagi,

aku tidak akan membantumu.

Apalagi soal mengelap bibir.

Ada apa dengan mengelap bibir?

Hanya mengelap bibir, aku bukan...

Kapan aku juga punya

- orang yang bisa mengelap bibirku? - Aku sendiri saja.

Bagaimana rasanya?

Xiao Wudi.

Lihat, ada apa dengannya?

Kamu tidak apa-apa, 'kan?

Ada apa?

Begitu banyak orang,

lepaskan.

Aku... cepat, cepat.

Tidak perlu lap.

Tidak perlu kamu lap.

Sudah bisa, 'kan?

Jodoh yang buruk.

Xiao Wudi, kamu...

Kamu gila ya?

Tidak tahu berterima kasih.

Tiba-tiba berbalik

dan memegang mulutku,

lalu mengelap sembarangan.

Aku masih harus minta maaf padanya.

Sungguh memalukan.

Pertama kali dipanggil,

dia tersangkut di jalan.

Kedua kali, dia dalam bahaya.

Ketiga kali, dia hanya sedang makan.

Tapi jika tidak membantunya,

aku seakan dikutuk,

membuat kepalaku sakit.

Ini semua sangat aneh.

Pasti ada sebuah aturan

yang tidak kuperhatikan.

Atau,

dia tidak berbicara jujur padaku?

Utusan Peri apanya?

Dia adalah iblis besar.

Aku menyediakan makan dan tempat tinggal.

Aku masih harus menerima dimarahi olehnya.

Bagaimana aku bisa hidup?

Sakit sekali.

Kenapa aku

bahkan tidak punya

bahu yang bisa disandari?

Tolong, aku sungguh tragis.

Kamu...

Mendengar perkataanku lagi?

Kamu jangan main fisik.

Bicaralah baik-baik.

Jangan bunuh aku.

Aku tidak akan berpikir apa pun.

Aku tidak akan memikirkannya lagi.

Kumohon.

Aku akan baik-baik...

Aku...

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.