All language subtitles for EP02__Mr._Bad_[WeTV_Subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Mr. BAD]

[Episode 2]

Mengapa kamu...

Siapa namamu?

Aku bermarga Nan, Nan Xing.

Nan Xing.

Apakah kamu adalah jawaban yang aku cari?

Jawaban apa?

Apa maksudnya?

Tidak bisa mendapatkan hatiku,

namun setidaknya mendapatkan ragaku,

benar, 'kan?

Aku...

Sungguh tidak mau?

Anggap saja

balasan dariku karena sudah menolongku.

Tidak boleh!

Orang ini

pasti bicara sembarangan lagi.

Dia kira aku akan takut, ya?

Kalau iya, memangnya kenapa?

Ternyata.

Akan tetapi dengan IQ-nya ini,

bagaimana bisa terlaksana?

Siapa yang kamu bicarakan?

Ada apa dengan IQ-ku?

Sudah lama tersangkut di sini?

Tidak.

Perlu bantuan?

Tidak perlu.

Aku bisa sendiri.

Sungguh tidak perlu?

Kamu cukup jauhi diriku.

Baik.

Aku akan berdiri dan menunggumu di sini.

Paman.

Bisakah Anda membantuku?

Ada apa dengan kalian?

Bertengkar?

Sedang kesal denganku.

Tutup mulutmu!

Tidak.

Aku tidak mengenalnya.

Paman,

jangan pergi!

Wanita cantik,

bisakah kamu membantuku?

Halo, bisakah kamu...

Aku...

Meminta bantuanku dari awal bukankah bagus?

Kamu...

Apakah aku berutang uang padamu?

Bisakah kamu jangan mengikutiku?

Bisakah kamu mengatakannya sekarang?

Mengatakan apa?

Katakan bagaimana kamu

memanggilku ke dunia ini.

Memanggil?

Dunia?

Kabur dari rumah sakit jiwa mana

kamu ini?

Pantas saja berpakaian seperti ini.

Waktu sekarang

adalah abad ke-21.

Sementara waktuku adalah

masa Zhengde Dinasti Ming.

Jarak waktunya dengan masa kini sekitar 500 tahun.

Di zamanku,

semua orang berpakaian seperti ini.

Memang dengan IQ-mu,

tidak akan bisa memahami semua ini.

Jadi saat aku bertanya padamu barusan,

kamu sembarangan menjawabnya?

Kamu...

Kamu bilang kamu orang zaman dulu?

Aku tahu

bagi orang zaman sekarang,

perjalanan waktu

tidak akan mungkin bisa terjadi.

Tetapi aku ini sungguh

merupakan orang zaman dulu.

Jika ucapanmu ini memang benar,

aku bilang jika,

lalu apa urusannya denganku?

Karena orang yang memanggilku

kemungkinan besar adalah kamu.

Kenapa?

Apakah kamu masih ingat yang kamu bilang tadi malam?

Di dalam mimpi, kamu melihatku ada di dalam air.

Begitu bangun,

kamu menemukan diriku sedang berbaring dalam pelukanmu.

Siapa kamu?

Benar.

Aku sampai sekarang

masih merasa tidak masuk di akal.

Itu merupakan panggilan pertama.

Pertama?

Memangnya masih ada kedua kalinya?

Barusan

aku tiba-tiba muncul di belakangmu,

memangnya kamu tidak merasa curiga?

Aku kira kamu ini penguntit.

Detik sebelumnya

aku masih di dalam perpustakaan,

detik selanjutnya aku sudah di pinggir jalan.

Ini semua karena memenuhi panggilanmu.

Bagaimana mungkin?

Ini sungguh tidak masuk akal.

Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.

Bisakah membantuku?

Bukan kamu yang mengatakannya?

Kenapa kamu bisa mendengar apa yang aku katakan?

Sebenarnya siapa kamu?

Jangan mendekat!

Katakan dulu, siapa kamu sebenarnya?

Orang-orang

menyebutku Tuan Muda Hehuan.

Namaku

Xiao

Wu

Di.

Dia itu penguasa iblis yang bisa

mempermainkan nyawa manusia di tangannya,

namanya Tuan Muda Huanhe.

Mari,

tunjukkan senyumanmu padaku.

Xiao Wudi.

Bagaimana bisa ini semua terjadi?

Karena membuat permintaan?

Tetapi, ini juga bisa dianggap membuat permintaan?

Permintaan apa yang dibuat?

Kenapa kamu ikut kemari?

Aku kira

aku sudah meninggalkanmu.

Aku seorang Tuan Muda Huanhe.

Semua orang takut dengan namaku.

Kamu bisa meninggalkanku?

Kenapa kamu harus menggangguku terus?

Jika kamu sungguh orang zaman dulu,

kamu seharusnya merasa senang.

Di sini, makanan,

pakaian,

kemudian peralatan medis,

kamu bisa

menikmati semua

kehidupan orang masa kini.

Aku tidak ingin berada di sini.

Aku ingin pulang.

Kalau begitu pulanglah.

Kamu yang memanggilku kemari.

Menurutmu, bagaimana caraku pulang?

Aku mana punya keahlian seperti itu.

Aku juga tahu kamu tidak punya keahlian semacam itu.

Jadi, sudah pasti kamu

tidak sengaja menyentuh sesuatu.

Sekarang pikirkan baik-baik,

tadi malam,

apa yang sebenarnya terjadi?

Tadi malam,

aku kemari membuat permintaan.

Membuat permintaan?

Jangan-jangan kamu

berdoa agar Tuhan menghadiahkanmu

seorang pria tampan sedunia?

Apakah kamu sendiri tidak merasa malu

mengatakan hal semacam ini?

Kamu berdoa seperti itu, tidakkah kamu merasa malu?

Aku tidak berdoa meminta hal seperti itu.

Doaku adalah aku berharap

wawancaraku bisa berjalan lancar hari ini.

Kemudian, aku bertemu dengan

sepasang pasangan kekasih

dan aku terpancing oleh mereka.

Kemudian aku

berkata...

Apa hebatnya pacaran?

Aku juga ingin pacaran

jika aku bisa.

Aku juga menginginkan

cinta yang tak terlupakan.

Apa katamu?

Mengatakan sesuatu dengan asal.

Apa itu?

Aku sudah lupa.

Ini tidak penting.

Yang terpenting,

koinku jatuh ke dalam.

Kemudian aku bermimpi

saat hendak mengambil koin.

Di dalam mimpi, aku melihat kamu ada di dalam air.

Saat terbangun,

kamu muncul lagi di sampingku.

Sejak aku bangun, koin ini

ada di dalam genggaman tanganku.

Kamu bilang kamu melihatku di dalam mimpi?

Benar.

Bagaimana bisa kamu melakukannya?

Kamu ini pakar hipnotis?

AI?

Pesulap?

- Atau... - Hentikan omong kosongmu.

Mari.

Apa?

Aku...

Ini punyaku...

Lakukan semuanya sekali lagi,

antarkan aku pulang.

Anggap saja percobaan terakhir,

temani dia memerankannya sekali lagi.

Peri oh Peri,

jika memang

Anda yang memanggil Xiao Wudi kemari,

maka silakan Anda pulangkan kembali.

Hadiah ini,

aku sungguh tak sanggup menerimanya.

Kumohon, kumohon.

Lalu?

Lempar ke dalam.

Ini berharga sekali, aku tidak bisa...

Lihat!

Tidak terjadi apa pun.

Sudah kubilang tak ada hubungannya denganku.

Sekarang waktunya bermimpi.

Bagaimana bisa semudah itu bermimpi?

Begitu tertidur, tentu bisa bermimpi.

Kita seperti ini tidak baik, bukan?

Kita berdua berbaring di sini,

jika dilihat oleh orang lain,

mereka akan mengira kita hendak mati bersama.

Kamu masih ingin aku pulang tidak?

Ya.

Akan tetapi, mana bisa tertidur dengan mudahnya.

Jika kamu tidak bisa tidur,

bukankah juga tidak ada cara?

Teknik kura-kura bernapas,

dalam tiga hembusan napas,

aku pasti bisa tertidur.

Kamu tidak perlu mencemaskanku.

Kamu cepat tidur dahulu.

Di mana ini?

Apakah ini Taman Air Mancur Peri?

Kenapa aku ada di sini?

Lingkungan di sini cukup bagus, bukan?

Paman.

Kenapa kamu ada di sini?

Kenapa aku tidak boleh ada di sini?

Ini kawasanku,

tentu saja aku ada di sini.

Perkenalkan diriku secara resmi,

namaku Peri Zhen.

Apa yang kamu lakukan padaku?

Kenapa aku bisa

dibawa kemari olehmu?

Bukankah kamu yang menginginkan

cinta yang tak terlupakan?

Aku pun mengeluarkan

Xiao Wudi untukmu.

Xiao Wudi?

Cinta yang tak terlupakan?

Tampan, 'kan?

Kuhajar kamu!

Kamu!

Kamu!

Kamu ini!

Air susu dibalas air tuba, ya?

Sudah dibantu langsung lupa segalanya ya?

Membuatku emosi saja.

Intinya aku tidak mau berpacaran

dengan Xiao Wudi.

Xiao Wudi.

Kenapa dengannya?

Dia itu seorang Tuan Muda Huanhe,

terhormat dan bermartabat,

berpendidikan dan jago silat,

IQ-nya di atas orang lain.

Bagian mananya yang tidak pantas denganmu

gadis datar yang lajang sejak dalam kandungan sepertimu.

Dia itu peran antagonis!

Antagonis yang aku tulis sendiri.

Mungkinkah aku tidak tahu orang seperti apa dia?

Licik, tak bisa senyum, jahat,

penuh dengan akal licik.

Kuberikan padamu, apa kamu mau?

Namanya manusia,

pasti ada kekurangannya,

benar, 'kan?

Maklumi saja.

Intinya aku tidak mau.

Aku tidak mau!

Kamu tariklah kembali.

Tidak bisa.

Kekuatanku juga terbatas.

Nasi sudah menjadi bubur,

kamu terima saja apa adanya.

Kenapa?

Masa mudaku yang begitu berharga.

Kenapa bisa-bisanya aku

mengalami hal semacam ini?

Kelak aku harus bagaimana?

Sebenarnya, ada satu kabar baik.

Manusia itu sangat lemah,

hidup ini juga tidak lama.

Usia seorang manusia itu sangat singkat.

Begini saja,

kehidupan ini kamu tahan saja,

aku doakan di kehidupan selanjutnya

kamu berkaki panjang,

bagaimana?

Berkaki panjang, ya?

Tunggu sebentar.

Kamu...

Kamu...

Apakah berguna jika kamu begini?

Aku ini Peri di kawasan ini.

Aku beri tahu saja padamu,

Xiao Wudi

adalah orang yang

paling cocok denganmu di seluruh dunia.

Berinteraksilah baik-baik dengannya.

Hargai waktu bersama dengannya.

Kemudian,

tempatku ini,

kamu juga tidak boleh berlama-lama.

Ambillah ini dan kembalilah.

Mimpi tadi itu sungguhan.

Aku tidak mau!

Aku tidak mau!

Aku tidak mau!

Sudah pulang?

Nan Xing.

Ada apa denganmu?

Kamu baik-baik saja, 'kan?

Tidak demam, 'kan?

Tidak.

Lumayan, tidak panas.

Aku kira kamu flu.

Tidak.

Mungkin aku kelelahan

dalam wawancara hari ini.

Apakah ada yang ingin kamu makan?

Aku pergi buatkan untukmu.

Tidak perlu.

Aku ingin tidur sebentar.

Bisa jadi

wawancara hari ini tidak lancar, 'kan?

Besok aku dan tim menari

akan tampil di luar kota.

Apakah kamu mau ikut?

Pergi bersantai.

Tidak mau.

Akhir-akhir ini aku tidak ingin keluar rumah.

Baiklah.

Kalau begitu kamu istirahatlah.

Istirahat dengan baik.

Oke.

Panggil aku jika butuh sesuatu.

Benar.

Hanya dengan menghapus novelnya,

maka tokoh ini takkan ada lagi.

Benar, cukup menghapusnya saja.

Dengan menghapusnya, masalah akan hilang.

[Nan Xiaoxing]

[Yakin hendak menghapus postingan Anda sendiri? Yakin]

[Postinganku]

Oke.

Sudah terhapus.

Kali ini dia seharusnya sudah hilang.

Bagaimana kalau aku pergi memeriksanya?

Tidak bisa.

Bagaimana kalau dia tidak hilang?

Bagaimana kalau dia masih bisa menemukanku?

Tidak.

Aku sekarang ada di rumah.

Bagaimanapun juga,

dia tidak akan mungkin bisa ke rumah mencariku.

Benar tidak?

Selama aku di rumah,

maka aku selamat.

Aku tidak akan keluar lagi.

Tidak keluar lagi.

Tidak akan keluar lagi.

Apa maksudnya dengan takdir?

Takdir semacam ini,

aku tidak akan pernah menerimanya.

Pergilah.

Kenapa aku jadi tidur di lantai?

Kenapa dia masih ada?

Dari mana dia masuk?

Apakah mungkin

dia terus mengikutiku dari kemarin?

Mau kabur lagi?

Bagaimana bisa kamu...

Apakah kamu ingin menyeret lebih banyak orang lagi?

Kalau begitu tenanglah.

Itu...

Kemarin maaf,

aku panik dan buru-buru

langsung pulang ke rumah.

Alhasil aku melupakanmu di sana.

Lihat daya ingatku ini.

Tidak apa-apa.

Lagi pula, aku terus mengikutimu kemarin.

Bukankah juga tidak tersesat?

Terus mengikutiku?

Orang ini terus berpura-pura tidur dari kemarin?

Kenapa aku harus menulis

antagonis yang begitu sulit dihadapi?

Semalam tidur begitu nyenyak,

seharusnya sudah bermimpi, 'kan?

Tidak.

Tidak?

Sungguh tidak.

Tidak mungkin aku bicara jujur, 'kan?

Apakah mengatakan bahwa Tuhan

menghadiahkanku

cinta yang tak terlupakan?

Kalau begitu, tidak ada cara lain lagi.

Hanya bisa terus menunggu.

Sebelum kamu mengantarku kembali,

setiap malam, aku hanya bisa

tidur bersamamu.

Tidak bisa.

Kamu ini orang zaman dulu.

Bukannya orang zaman dulu

paling mementingkan apa itu,

pria dan wanita tahu batasan?

Kamu lihat aku seperti ini,

apakah mirip dengan orang

zaman dulu yang mementingkan moralitas?

Memang tidak terlalu mirip.

Menurutku, kamu ini sudah termasuk penculikan.

Menculikmu,

atau menculik yang ada di luar,

kamu pilih sendiri.

Kamu sudah bertemu Ibuku?

Tadi malam sudah melihatnya.

Tapi dia tidak melihatku.

Aku sekarang bisa keluar

dan menyapanya sebentar.

Jangan, jangan!

Ini tidak ada hubungannya dengannya.

Kalau begitu, bersikaplah yang baik.

Jangan menggunakan trik aneh lagi.

Bagaimanapun juga,

kamu yang membawaku ke dunia ini.

Seandainya aku tidak sengaja melukai seseorang,

bukankah itu semua menjadi salahmu?

Nan Xing.

Apakah sudah bangun?

Sarapan sudah siap,

cepat keluar dan makan.

Ibumu sedang memanggilmu,

aku pergi menyapanya.

Kamu jangan pergi.

Aku akan menyetujui semua yang kamu katakan,

bisa, 'kan?

Aku sudah lapar.

Nan Xing.

Oke.

Sedang apa kamu?

Apakah kamu mendengar ucapanku?

Waktunya makan.

Ibu.

Kenapa rasanya

aku mendengar ada orang yang bicara?

Tidak.

Aku sedang menonton video dari ponsel.

Bagaimana?

Bagaimana suasana hatimu?

Kelihatannya sudah jauh lebih semangat.

Sudah jauh lebih semangat.

Kalau begitu aku merasa tenang.

Tadi malam aku awalnya

ingin menghiburmu beberapa patah kata.

Aku takut suasana hatimu sedang tidak baik, jadi tidak mengatakannya.

Kebetulan masih ada beberapa menit.

Aku akan mengobrol denganmu.

Bu, bukankah kamu sudah mau pergi?

Benar, 'kan?

Mobilnya sudah menunggumu di bawah.

Aku memang sudah mau pergi.

Cepat pergilah.

Tetapi malam ini aku tidak akan pulang.

Kata-kataku ini,

harus kukatakan semuanya padamu.

Hanya soal mencari pekerjaan saja, bukan?

Benar.

Ini bukanlah masalah.

Waktu muda Ibumu

juga tidak menemukan pekerjaan.

Aku sudah tahu, Bu.

Kamu sudah mengatakannya ratusan kali.

Pergilah.

Apakah aku pernah mengatakannya?

Sudah, sudah berulang kali.

Kalau begitu, kamu harus ingat

apa yang kukatakan padamu.

Kunci jendela,

kunci pintunya dengan baik.

Ingat itu.

Ya, aku tahu, cepat pergilah.

Apalagi?

Lalu, sarapan.

Makan dengan baik.

Sampai jumpa.

Hati-hati di jalan.

Aku ingin sarapan.

Berikut merupakan hasil

dari acara tanda tangan kali ini.

Hasil ini masih ada sedikit jarak

dengan tujuan kita.

Jadi untuk acara tanda tangan selanjutnya,

dari pilihan lokasi,

juga dari segi koordinasi lapangan,

kami pasti akan mencari cara lagi.

Oh ya, masih ada satu masalah.

Karena Bos kita terlalu lugas,

sehingga menyinggung

penggemar yang muda dan belia.

Tuan Lu,

[Langsung dari konferensi pers "Hari ke-7 Setelah Menghabisi Malaikat"] Tuan Lu,

[Langsung dari konferensi pers "Hari ke-7 Setelah Menghabisi Malaikat"]

kami tahu hasil karya Anda [Langsung dari konferensi pers "Hari ke-7 Setelah Menghabisi Malaikat"]

[Langsung dari konferensi pers "Hari ke-7 Setelah Menghabisi Malaikat"]

sudah masuk sampai tahap [Langsung dari konferensi pers "Hari ke-7 Setelah Menghabisi Malaikat"]

[Langsung dari konferensi pers "Hari ke-7 Setelah Menghabisi Malaikat"]

diadaptasi menjadi film dan serial. [Langsung dari konferensi pers "Hari ke-7 Setelah Menghabisi Malaikat"]

diadaptasi menjadi film dan serial.

Lalu aku dengar

ada beberapa artis muda yang saat ini sedang terkenal,

sudah masuk ke dalam

daftar nama pemeran kami.

Apakah ini benar adanya?

Benar.

Tapi aku merasa mereka takkan bisa memerankannya.

Sekarang opini publik di luar sana

masih sangat serius.

Aku dan Jiao Jiao

juga membuat sebuah perencanaan,

hendak mendiskusikannya dengan kalian

bagaimana menghadapi masalah ini.

Tidak perlu dihadapi.

Bos.

Kita sungguh bukan takut dimarahi.

Hanya saja induk perusahaan mereka

memiliki hubungan yang erat

dengan salah satu pihak investor film kita ini.

Mereka sekarang

sedikit tidak senang

dengan ucapan Anda.

Divisi hubungan bisnis sudah menegaskan

setiap saat ada risiko

ditariknya saham dan dana.

Tidak apa-apa.

Pada dasarnya mereka sendiri

yang menyebarkan rumor itu.

Beberapa nama pilihan ini,

terdapat perbedaan yang

sangat jauh dengan figur Ma Leng.

Atas dasar melindungi karya,

melindungi pemerannya,

jawaban Bos tidak bermasalah.

Terlebih lagi, semuanya masih belum jelas,

mereka langsung memanfaatkan perilisan buku kita

untuk menciptakan isu panas.

Pihak investor semacam ini,

kita juga perlu mempertimbangkan

apakah perlu melanjutkan kerja samanya lagi.

Target perusahaan kita tahun ini

masih dengan pemilihan penulis baru.

Visi dan misi aku

dan Ye Qing mendirikan X-Culture

bukan untuk menjual hak cipta dan menerbitkannya menjadi film.

Melainkan bisa memberi

lebih banyak kesempatan

kepada penulis muda sepertiku dulu,

agar mereka bisa menulis karya yang bagus,

melewati kehidupan yang lebih baik.

Kalian lanjutkan.

Kalau begitu sekian untuk hari ini.

Bubar.

Jiaojiao.

Bagaimana rekrutmen yang diselenggarakan CEO kali ini?

Lumayan.

HR baru saja memberiku beberapa data.

Semuanya merupakan lulusan universitas ternama.

Segala aspek semuanya oke.

Apakah di dalam daftar nama manajer CEO

ada yang bernama Nan Xing?

Nan Xing,

sepertinya tidak ada.

Coba aku cari.

Seingatku tidak ada.

Semuanya ada di sini.

Benar, tidak ada.

Daftar nama wawancara pertama

seharusnya ada namanya.

Antarkan dan serahkan datanya padaku.

[Pesanan makanan]

[Pengeluaran hari ini 1070 yuan]

Bangkrut, bangkrut sudah.

Masih belum dapat pekerjaan,

sudah bangkrut duluan.

Aku tidak tahu apakah ada jalinan cinta atau tidak.

Akan tetapi hal ini

sudah cukup sulit dilupakan.

Tuan Xiao,

kamu hanya makan begitu sedikit?

Bagaimana kalau makan lebih banyak lagi?

Bangun pagi-pagi,

bagaimana mungkin ada selera?

Lalu, untuk apa kamu menyuruhku memesan begitu banyak?

Sarapan kurang dari 10 jenis lauk,

apakah masih bisa disebut hari yang dilewati manusia?

Tahu dari awal, aku akan menuliskanmu menjadi

pengekor para pengemis,

pergi meminta makanan sendiri.

Aku lihat kamu lumayan paham dengan aturan.

Aku sudah selesai makan.

Sisa makanan itu,

kamu sudah boleh memakannya.

Kamu sekarang sedang

memperlakukanku sebagai pelayanmu, ya?

Aku tidak menganggapmu sebagai pelayan.

Kamu tidak pantas

menjadi pelayanku.

Kamu hanyalah sanderaku.

Kamu mengerti apa artinya sandera?

Mengerti.

Tidak perlu makan lagi.

Berbenahlah kemudian datang mencariku.

Mencarimu?

Ke mana kamu?

Ke mana kamu?

Mandi, ganti baju.

Jangan sembarangan

menggunakan kamar mandi orang lain.

Kamu tidak pandai menggunakan

peralatan mandi orang masa kini.

Apa yang sulit dari ini?

Sebaiknya kamu keluar.

Kamu jangan pakai cara ini untuk menakutiku.

Memangnya aku sedang menakutimu?

Dasar tidak waras!

Berhenti!

Memangnya aku sudah menyuruhmu pergi?

Aku menyadari barang-barang di sini,

toilet siram,

mesin uap,

bak mandi,

sungguh sangat lengkap.

Zaman kalian sekarang ini

sungguh jauh lebih nikmat hidupnya

daripada Kaisar Dinasti Ming.

Kenapa kamu tahu semuanya?

Aku ini adalah pria yang pernah

pergi ke perpustakaan.

Kamu pernah ke perpustakaan,

kemudian paham akan segalanya?

Tidak semuanya paham juga.

Misalnya sekarang,

ada suatu hal yang tidak kupahami.

Apa?

Kenapa kamu memakai penutup mata?

Apakah karena aku jelek,

atau karena kamu tidak berani melihat?

Hal apa yang tidak berani kulihat?

Aku seorang wanita dewasa masa kini,

hal apa yang tidak berani kulihat?

Aku akan melihatnya sekarang untukmu.

Ternyata kamu pandai bermain kata juga.

Kamu juga sudah berpakaian,

cepat keluar sana.

Terima kasih.

Tidak apa-apa.

Xiao Wudi!

Jadi ini televisi?

Ini kamu juga langsung bisa?

Aku orang zaman dahulu,

bukan orang bodoh.

Hal sekecil ini,

cukup diteliti saja.

Benar, akulah yang orang bodoh sekarang.

Bisa.

Kemari.

Apanya yang bisa?

Untuk apa ke sana?

Ibumu sepertinya akan berpikir

untuk mengobrol denganku.

Bawa gunting kemari.

Tunggu saat aku masuk nanti,

sekalian carikan beberapa

pakaian pria kemari.

Mau kamu apakan guntingnya?

Melihat kondisi saat ini,

aku harus menetap beberapa hari di sini.

Tidak mungkin aku setiap hari

menunjukkan aku ini sosok orang zaman dahulu, 'kan?

Kami tidak punya pakaian pria.

Bukankah di sana ada dua pria?

Mereka berdua

sudah tiada.

Kalau begitu pikirkan cara lain.

Mau ke mana aku mencari cara lain?

Jika tidak kepikiran cara lain,

maka akibatnya tanggung sendiri.

Aku...

Ke mana aku harus mencari cara lain?

Aku ada ide baru.

Setelah kasus pembunuhan terjadi,

demi menyelidiki kasus tersebut,

Su Yu menyelami dasar lautan di Gua Biru Besar.

Tiba saatnya nanti,

dia menemukan petunjuk penting di dasar lautan,

tetapi sesuatu terjadi,

dia pun tenggelam di dasar lautan.

Lalu, apakah Ma Leng akan menyelamatkannya?

Tentu saja.

Cara penyelamatannya,

aku sudah pikirkan secara garis besar.

Akan tetapi, masih ada permasalahan utama.

Menurutku masih perlu

didiskusikan sebentar.

Jadi malam ini aku ingin...

Masuk.

CEO Ye.

Bos.

Berkas yang Anda minta.

Malam ini kamu senggang tidak?

Kita makan malam bersama

dan mengobrol.

Bisakah besok saja?

Aku sudah ada janji malam ini.

Baiklah kalau begitu.

Tunggu sebentar.

CEO Ye.

Hari ini ulang tahunmu, 'kan?

Benar.

CEO Ye, selamat ulang tahun.

Terima kasih.

Bisa dibilang Bos cukup keterlaluan.

[Nan Xing melamar posisi asisten presdir] Bisa dibilang Bos cukup keterlaluan.

[Nan Xing melamar posisi asisten presdir]

Siapa yang mencari orang yang sedang [Nan Xing melamar posisi asisten presdir]

[Nan Xing melamar posisi asisten presdir]

berulang tahun untuk makan malam dan membahas soal pekerjaan? [Nan Xing melamar posisi asisten presdir]

berulang tahun untuk makan malam dan membahas soal pekerjaan?

Kenapa?

Kamu juga ingin mentraktirku makan?

Tidak, tidak, tidak.

Bukan itu maksudku.

CEO Ye, lanjutkan kesibukanmu.

Aku pergi bekerja dulu.

Sampai jumpa.

Aku datang, aku datang.

Mari, ini.

Sisi.

Begitu menerima teleponmu,

aku segera melepaskannya dari

tubuh Xiao Hao.

Bagaimana, bisa tidak?

Bisa, bisa.

Sedang apa kamu?

Aku ingin ke toilet.

Aku sudah tidak tahan.

Pergi ke McD saja.

McD?

Kak Senior, aku ini mau ke toilet.

Kamu menyuruhku ke McD?

Toilet rumah kami rusak.

Kak Senior,

ada banyak makanan.

Itu sisa kudapan

yang aku makan semalam.

Aku lupa membereskannya.

Aku sudah selesai.

Mana bajunya?

Pergi ke McD saja.

Apakah aku mencium

aroma cinta?

Kak Senior,

ada sesuatu.

Sudah belum?

Baju apa

yang kamu carikan untukku ini?

Jika kamu ingin memakai baju bermerek internasional,

pergi sandera tante kaya raya sana,

bagaimana?

Lepaskan aku, bisa tidak?

Cepat keluar.

[Pemuda Tampan]

Mirip anak SD.

Memangnya lucu?

Potongan rambutmu ini lumayan bagus juga.

Tampak sangat alami.

Ayo.

Ke mana?

Pergi beli baju yang normal.

Memangnya kamu punya uang?

Aku tidak ada, tapi kamu punya.

Aku tidak punya uang.

Kamu bunuh saja aku.

Oke, mari.

Bunuh saja aku.

Mau kamu bunuh, sayat, terserah,

aku tidak ingin hidup lagi.

Bunuh saja sanderamu, ayo.

Bunuh sanderamu!

Kak, aku bercanda.

Kamu jangan menganggapnya serius.

Telepon,

aku angkat telepon dulu.

Halo?

Paman, ada apa?

Nan Xing, kamu senggang tidak?

Aku perlu kamu datang ke kantor polisi

mengidentifikasi terduga.

Baik, sebentar lagi aku ke sana.

Aku

keluar sebentar.

Ke mana?

Kantor polisi.

Yamen, (Sebutan zaman dulu)

"enam pintu". (Sebutan zaman dulu)

Aku mengerti,

tidak perlu kamu jelaskan.

Sungguh semuanya mengerti.

Memang pria yang pernah

membaca buku di perpustakaan.

Hebat sekali, otaknya berfungsi dengan baik.

Seandainya aku tidak sengaja melukai seseorang,

bukankah itu semua menjadi salahmu?

Itu...

Bisakah kamu berjanji padaku

untuk berdiam di rumah dan

tidak keluar sembarangan?

Tentu saja.

Jika aku membuat keributan,

bukankah itu semua menjadi salahmu?

Baguslah kalau kamu tahu.

Diam baik-baik di rumah.

Seharusnya cukup.

Ternyata memang ada sesuatu.

Bagaimana mereka berdua bisa kenal?

Siapa pria itu?

Coba kamu pikirkan sekali lagi.

Apakah masih ada ciri khas tertentu

dari tubuh orang itu?

Sudah pasti bukan dia.

Tato di tangannya

berbeda dengan penjahat itu.

Baik.

Begini,

kamu ikutlah aku ke kantor

untuk membuat catatan lagi.

Begini,

kali ini kita

berhasil memecahkan sekelompok pencuri.

Sementara sekelompok pencuri ini,

ia...

Nan Xing?

Paman.

Lukanya sudah sembuh?

Sudah.

Utamakan keselamatan.

Kenyataannya, kelompok pencuri ini

ada kaitannya dengan kasus di mana kamu berani maju menghadapi

perampokan kereta berkecepatan tinggi saat itu.

Nan Xing.

Sudah mendapat pekerjaan belum?

Masih belum.

Cari aku jika kamu butuh bantuan.

Aku pergi dulu.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Singkatnya,

kita tidak boleh membiarkan

orang-orang jahat ini bebas begitu saja.

Mengerti.

Kemudian,

kenapa aku merasa

banyak sekali anggota kami

yang mengenalmu?

Kamu baru saja ditugaskan kemari,

masih belum memahami situasi.

Nan Xing, dia sungguh hebat.

Dia membantu kita menangkap banyak sekali penjahat,

merupakan rintangan berat para pelaku kriminal kita di sini.

Jangan, jangan, aku tak sanggup menerimanya.

Terutama sekarang.

Tidak kelihatan sama sekali.

Mari, silakan.

[Pemuda Tampan]

Tuan, [Pemuda Tampan]

[Pemuda Tampan]

apakah Anda membutuhkan sesuatu?

Nona ini pegawai, bukan?

Setelan ini.

Tuan,

apakah Anda sudah memilih setelan yang mana?

Semua.

Apakah dia sanggup membelinya?

Butuh berapa,

coba kamu hitung sendiri.

Tuan,

Anda tunggu sebentar.

Cepat, tuangkan segelas kopi untuk tuan ini.

Ada uang segala hal bisa dilakukan.

Sudah 500 tahun,

hati manusia tidak pernah berubah.

Juga tidak tahu apakah Xiao Wudi

membuat masalah tidak di rumah.

Sejak kedatangannya,

aku tidak pernah mengalami hal baik satu pun.

Cepat atau lambat suatu hari nanti,

aku pasti akan dicelakainya.

Peri oh Peri,

kamu mengutusnya datang

untuk menghukumku, 'kan?

Halo?

Dengan siapa?

Apakah ini Nan Xing?

Benar.

Halo,

aku HR dari X-Culture.

Anda datang ke perusahaan kami

melamar posisi asisten presdir kemarin,

benar?

Benar.

Aku hendak memberitahumu,

selamat kamu telah diterima.

Maaf,

aku terlalu senang.

Aku kira aku sudah tereliminasi.

Anda memang sudah diterima.

Informasi detailnya

sudah ada di dalam email.

Sudah saya kirimkan

ke alamat email Anda.

Baik.

Baiklah.

Aku akan melihatnya.

Sungguh, aku sudah menerimanya.

Jika tidak ada masalah lagi,

aku tunggu kedatangan Anda

ke perusahaan kami besok.

Baik, terima kasih.

Serius...

X-Culture.

Kakak Lu,

apakah mungkin dia

sudah mengenaliku?

Apakah mungkin dia

melihatku di acara tanda tangan?

Tidak bisa, aku tidak boleh seperti ini.

Orang lain akan merasa

aku diterima dari jalur belakang.

Berhenti!

Berhenti!

Kalian jangan mendekat!

Kalian jangan mendekat!

Aku sudah lapor polisi.

Api...

Tolong...

Tolong...

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.