All language subtitles for EP01__Mr._Bad_[WeTV_Subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Mr. BAD]

[Episode 1]

Novel pertamaku

ditulis pada musim panas saat berusia 22.

Awal dari kisah itu,

tokoh utama wanita, Nan Xing, sama denganku,

baru lulus kuliah.

Cahaya matahari yang cerah menyinari jalan.

Semuanya indah dan tidak diketahui.

Apakah dia sedang menatapku?

Teman.

Kamu juga akan pergi ke sesi tanda tangan Lu Zichen?

Aku juga.

Aku tunjukkan padamu.

[Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat]

Aku menyukai bukunya. [Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat]

[Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat]

Aku juga suka.

Karena

kita sama-sama penggemar,

bagaimana jika pergi bersama?

Baik.

Apakah ini yang dimaksud dengan pendekatan?

Kamu mahasiswi di sekitar sini?

Aku dari Universitas Soochow.

Aku adalah atlet.

Pantas saja perangaimu bagus.

Kamu jurusan senam irama, ya?

Kabarnya,

ada jurusan menari di Universitas Olahraga.

Apa kamu mempelajari itu?

Aku tidak bisa menebak

bagian apa yang kamu pelajari.

Sebenarnya aku belajar...

Kamu baik-baik saja?

Tidak apa-apa.

Berhenti kamu!

Tangkap perampoknya.

Sesi tanda tangan sudah mau dimulai.

Aku pamit dulu.

Bukankah mau pergi bersama?

Aku lupa mengunci pintu asrama.

Aku pamit dulu.

Sampai jumpa.

Sakit sekali.

Jadi, Kakak Senior,

kamu mengantarnya

ke rumah sakit setelahnya?

Benar.

Aku mengantarnya ke rumah sakit dahulu,

lalu ke kantor polisi

untuk melapor.

Tidak jadi pergi ke sesi tanda tangan.

Tidak jadi pergi ke sesi tanda tangan?

Kakak Senior.

Kamu akan dapat penghargaan lagi?

Ruangan pelatih sudah hampir penuh.

[Pemberani Penegak Keadilan]

[Membasmi Kekerasan Pahlawan Pemberani]

Lalu, apa rencanamu

setelah lulus?

Pelatih ingin

kamu melatih tim.

Aku sudah punya rencana.

Besok,

aku akan wawancara kerja

di perusahaan Lu Dada.

Lu Zichen?

X-Culture?

Kamu mau melamar menjadi penulis?

Dia tertarik pada novelmu?

Apa-apaan? Karya jelekku itu

tidak mungkin ditunjukkan padanya.

Aku melamar menjadi asisten presdir.

Asisten presdir?

Astaga.

Kalau begitu,

tidak menyangka

penggemar gila

sepertimu bisa sambil bekerja

sambil mengejar idola sendiri.

Kamu yang penggemar gila.

Tapi, bekerja untuk idola sendiri

memang menyenangkan.

Tunggu, Senior.

Kamu baru lulus kuliah,

tidak punya pengalaman kerja,

bagaimana bisa lulus wawancara?

Guo Zihao!

Aku tidak punya pengalaman,

tapi bisa belajar.

Ada peluang di depanku,

aku harus mencobanya, bukan?

Lagi pula,

bisa bekerja bersama

idola sendiri,

bekerja akan sangat menyenangkan.

Benar.

Kamu tidak paham.

Harus wawancara dengan baik besok.

Pelan sedikit larinya.

Kalian pelan sedikit, jangan terjatuh.

Kecepatanku tidak terlalu cepat.

Pagi.

Ibu, aku pulang.

Belum pulang?

Ayah.

Aku membelikan

jeruk kesukaanmu.

Sangat manis.

Lihat apa?

Kamu tidak suka makan jeruk.

Baik, aku membelikan apel untukmu.

Makan yang banyak.

[Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat]

[Lu Zichen]

Namanya adalah Lu Zichen.

[Pelopor Era, Dunia Tulisan Seorang Penulis, Era Lu Zichen] Namanya adalah Lu Zichen.

[Pelopor Era, Dunia Tulisan Seorang Penulis, Era Lu Zichen]

Merupakan murid paling unggul [Pelopor Era, Dunia Tulisan Seorang Penulis, Era Lu Zichen]

[Pelopor Era, Dunia Tulisan Seorang Penulis, Era Lu Zichen]

dalam sejarah SMA kami. [Pelopor Era, Dunia Tulisan Seorang Penulis, Era Lu Zichen]

dalam sejarah SMA kami.

[Ingin menulis cerita misteri yang terasa nyata] dalam sejarah SMA kami.

[Ingin menulis cerita misteri yang terasa nyata]

Akhirnya, dia menjadi penulis [Ingin menulis cerita misteri yang terasa nyata]

[Ingin menulis cerita misteri yang terasa nyata]

paling unggul di era ini. [Ingin menulis cerita misteri yang terasa nyata]

paling unggul di era ini.

Dia juga merupakan idola terbesarku.

Senior Lu, sampai jumpa besok.

[Membaca Buku Baru]

[Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat]

Ada komentar baru.

[Membaca Pratinjau Hari Ini]

[Komentar]

Tidak disangka

ada penulis yang memakai nama pena sendiri

sebagai nama tokoh utama wanita.

Penulis ini sungguh jujur.

Memangnya kenapa?

Memang ditulis untuk kesenangan saja.

Lu Zichen

adalah tokoh utama karya ini.

Ini adalah novel pendekar

berlatar Dinasti Ming.

Lu Zichen dalam buku

adalah pemimpin bela diri

yang berbakat,

masa depannya cerah.

Setelah bertemu

tokoh utama, Nan Xiaoxing,

dia pun tergila-gila padanya.

Penulis, kamu ingin sekali

berpacaran dengan Lu Dada kami, ya?

Memangnya kenapa kalau pacaran?

Novel pendekar tidak boleh pacaran?

Lagi pula, novel tidak bisa disamakan

dengan orang yang asli.

Aku mengidolakan Lu Zichen,

oke?

Mengidolakan.

Setuju dengan pendapat sebelumnya.

Bahkan tidak ada tokoh antagonis

dalam cerita.

Cerita di awal langsung membahas

asmara tokoh utama wanita dan Lu Dada.

Apakah tokoh utama wanita serius?

Atas dasar apa dia merasa...

Setuju.

Hubungan antar tokohnya buruk.

Apakah penulisnya

adalah wanita

yang tidak suka kebersihan?

Ini masalahnya sendiri.

Jika sungguuh mengidolakan,

mengapa tidak memberikan

lawan yang sepadan untuk Lu Dada?

Sudah!

Kalian bilang tokoh antagonisku lemah,

benar, 'kan?

Baik.

Kalian bersiap saja

untuk menyambut raja iblis

yang tiada tandingannya.

Jika dikatakan,

Lu Zichen adalah pendekar

yang membawa cahaya dan harapan

untuk dunia persilatan,

maka orang ini

merupakan ular berbisa yang mengamati

dan bersembunyi di jurang yang dalam.

Dia adalah iblis jahat

yang mempermainkan hidup manusia.

Merupakan duri liar yang menusuk hati manusia.

Juga merupakan ketakutan kalian yang selalu ada.

Ilmu bela dirinya yang hebat.

Hanya dengan tenaga sendiri,

sudah bisa menyerang banyak sekte.

Bisa merampas pedang berharga

dari sekte tanpa membunuh orang.

Membuat para sekte yang bertahan ratusan tahun

merasa malu di dunia persilatan.

Pedang pusaka Longya ini

tidak akan aku...

Awalnya aku tidak menggunakan pedang.

Tapi pelayanku mengatakan,

dia butuh alat untuk memasak

di dapur.

Kabarnya pedang pusaka ciptaan

sekte kalian ini tahan terhadap api dan air.

Maka aku pinjam dulu sebentar.

Ada yang pernah mengatakan,

jika orang ini berhati baik,

maka dia akan membawa keberuntungan untuk warga.

Namun sebaliknya, dia merupakan

penjahat yang paling sadis.

Tujuannya turun gunung kali ini,

adalah untuk merusak

pernikahan Nan Xiaoxing dengan Pendekar Lu.

Ayo.

Tunjukkan senyummu untukku.

Dia adalah Tuan Muda Hehuan.

Xiao Wudi.

Keren sekali.

Ibu, kapan kamu pulang?

Aku pulang setelah selesai kerja.

Xiao Wudi yang kamu tulis ini

lebih berkharisma

dibandingkan Lu Zichen itu.

Kenapa?

Lihat, pertama,

keren.

Ilmu bela dirinya bagus.

Juga sangat cerdas.

Lebih menarik

daripada Lu Zichen, si pendekar kebenaran.

Juga pandai menggoda.

Tapi, Xiao Wudi adalah penjahat.

Tapi, dia keren.

Tidak bisa.

Hatinya terlalu kejam.

Semakin besar kemampuan orang ini,

maka akan semakin berbahaya.

Kamu bisa mendidiknya.

Yang bisa membentuk pria,

pertama adalah ibunya,

kedua adalah istrinya.

Semuanya wanita.

Untuk apa aku

memperdebatkan ini denganmu?

Aku sudah mau berkarya.

Mempelajari menu masakanku.

Istirahatkan mata sebentar dan bantu aku.

Tidak bisa.

Aku ingin keluar

sebentar lagi.

Jika mengambil koin

seharga ini

saat aku masih kecil,

mungkin masih bisa beli sesuatu.

Koin ini sudah tidak berharga sekarang.

Hidup penipu cukup sulit juga saat ini.

Aku...

Berkati agar wawancaraku lancar besok.

Bisa menjadi asisten Senior Lu.

Membuat permohonan?

Membuat permohonan seperti ini?

Kamu harus menunjukkan ketulusanmu.

Akhirnya akan jatuh ke tanganmu.

Aku sudah sering mengatakannya,

aku tidak mau uang.

Itu sangat manjur.

Kamu akan tahu

setelah melemparnya.

Aku juga sering mengatakannya.

Jangan mencoba mengambilnya.

Baik.

Kalian berdua.

Jika aku tidak salah lihat,

kalian adalah pasangan, bukan?

Benar.

Ini adalah air mancur hebat di sini.

Air Mancur Peri.

Nona Peri

paling suka memberkati

pasangan yang punya

hubungan erat.

Kami tidak memerlukannya.

Orang lajang yang harus memohon.

Dasar.

Apa hebatnya pacaran?

Aku juga ingin pacaran

jika aku bisa.

Aku juga menginginkan

cinta yang tak terlupakan.

Cinta yang tak terlupakan?

Di mana ini?

Mengapa aku bisa ada di sini?

Apakah aku sedang bermimpi?

Siapa orang ini?

Kenapa muncul di sini juga?

Ternyata sedang bermimpi.

Mengapa kamu?

Aku masih sedang bermimpi.

Siapa kamu?

Mengapa kamu ada di sini?

Dia hidup.

Kamu baik-baik saja?

Apakah kamu baik-baik saja?

Itu...

Aku bukan sengaja.

Aku...

Ponselku.

Antar ke rumah sakit saja dulu.

Situasi macam apa ini?

Bukankah

alur cerita ini hanya ada dalam novel?

Pria tampan berkostum kuno.

Tokoh utama wanita menolongnya.

Tokoh utama pria jatuh cinta pada pandangan pertama.

Akhirnya menikah.

Menikah

terlalu berlebihan, bukan?

Tidak boleh, lebih baik dimulai

- Di mana ini? - dari pertemanan.

Mengapa aku bisa ada di sini?

Kenapa aku masih

berkhayal saat ini?

Rumah sakit.

Antar ke rumah sakit dulu.

Kapan

kamu bangun?

Menikah?

Kenapa

tidak bersuara kalau sudah bangun?

Membuatku menggendongmu sampai sejauh ini.

Mendengar ucapan orang lain

sangat menarik, ya?

Membosankan.

Sampai jumpa.

Tidak menungguku menikahimu?

Sedang apa?

Aku beri tahu.

Aku adalah pahlawan

yang ternama di area ini.

Jangan mencoba menggangguku.

Pahlawan?

Kamu pahlawan dari sekte mana?

Universitas Olahraga Sujiang.

Coba kamu cari informasinya.

Kepala sekolah hingga sekuriti,

semuanya mengenalku, Nan Xing.

Nan Xing?

Nama ini tidak pernah terdengar

di dunia persilatan.

Wanita ini berpakaian aneh.

Bicaranya juga tidak sopan.

Lebih baik berhati-hati dalam menghadapinya.

Para polisi

menyebutku penegak kejahatan.

Aku mempelajari lempar cakram.

Aku tidak membawa cakram hari ini.

Kalau tidak, aku sudah akan melemparmu...

Ini salah.

Untuk apa aku takut?

Aku sudah menolongmu.

Kamu bilang kamu sudah menolongku?

Kamu menolongku di mana?

Air ini sangat dangkal.

Bagaimana aku bisa tenggelam?

Anggap saja aku tenggelam di sini.

Lalu, kenapa rambut dan bajuku kering

saat keluar dari sini?

Itu sebabnya aku mengatakan sedang bermimpi.

Omong kosong apa ini?

Aku tidak bicara omong kosong.

Awalnya aku

ingin memungut koinku...

Koinku.

Jelas-jelas ada di bawah sini.

Kenapa bisa menghilang?

Kamu sedang mencari ini?

Kembalikan padaku.

Mengapa kamu mengambil koinku?

Ini milikku.

Ucapan tidak bisa jadi bukti.

Bagaimana kamu membuktikannya?

Mengapa sikapmu seperti ini?

Air susu dibalas air tuba.

Aku berniat baik membawamu ke rumah sakit,

kamu malah mengambil koinku sekarang...

Boleh jika ingin aku mengembalikannya.

Jawab beberapa pertanyaanku.

Kamu menyuruhku menjawab, maka harus kujawab?

Atas dasar apa?

Kamu ini.

Berpakaian kuno

di taman saat larut malam begini,

misterius sekali.

Mau menakuti siapa?

Kenapa dia mengatakan

aku berpakaian kuno?

Memangnya tidak baik berpakaian kuno?

Lalu, pakaian macam apa yang kamu pakai ini?

Aku berkeliling di luar,

jadi berpakaian santai.

Harus memakai baju formal?

Lagi pula, ini sudah abad ke-21.

Setiap orang punya kebebasan berpakaian.

Oke?

Terserah padaku mau memakai apa.

Bukan urusanmu.

Abad ke-21?

Ini penamaan untuk tahun?

Apakah aku tiba

di dinasti yang lain?

Sebenarnya bagaimana

kamu bisa muncul mendadak?

Kembalikan koinku.

Tampaknya dia sungguh tidak tahu.

Jika masih berurusan dengannya,

mungkin akan ketahuan

dan membuat masalah.

Ambil sana.

Bukankah selesai jika dikembalikan sejak awal?

Sudah boleh bicara baik-baik sekarang.

Kita belum bicara dengan jelas.

Kenapa kamu mengambil koinku?

Kenapa...

Jangan mengikutiku.

Tapi, tetap harus diperjelas, bukan?

Apakah kamu

ingin terus mengikuti dan menggangguku?

Siapa yang mau mengikuti dan mengganggumu?

Tidak bisa mendapatkan hatiku,

namun setidaknya mendapatkan ragaku,

benar, 'kan?

Kamu asal bicara.

Aku asal bicara?

Bukankah ini

adalah hasil pemikiranmu sendiri

saat aku tertidur tadi?

Aku...

Sungguh tidak mau?

Anggap saja

balasan dariku karena sudah menolongku.

Tidak boleh!

Aku hanya membayangkan

alur cerita dalam novel.

Aku tidak pernah berpikir...

Terlalu mudah tertipu.

mau melakukan sesuatu padamu.

Sungguh.

Kamu jangan menganggapnya serius.

Di mana dia?

Sebenarnya di mana ini?

Sudah berkeliling,

tapi berbeda dengan tempat

di mana aku berasal.

Jika bisa mendapatkan buku sejarah tempat ini,

aku bisa tahu

aku sedang ada di dinasti apa.

Kakak.

Lampu merah harus berhenti.

Lampu merah.

Lampu merah? Apa lagi ini?

Sudah boleh jalan?

Sudah boleh jalan.

Jangan senang terlalu awal.

Kamu masih akan bertemu dengannya.

Karena kalian memang

ditakdirkan untuk bersama.

Kelihatannya,

sudah berhasil

tiba di dunia ini.

Ini adalah Perpustakaan Sujiang.

Buku sejarah yang kamu cari,

semuanya ada di dalam.

Tapi sudah tutup di malam hari.

Kamu bisa datang besok.

Tidak masalah, terima kasih.

Kakak.

Apakah kamu adalah pendekar di dunia gaya kuno?

Dunia gaya kuno?

Pakaian yang kamu pakai ini

sangat bagus.

Bolehkah aku berfoto denganmu tidak?

Bolehkah?

Apa lagi ini?

Sudahlah, setujui saja dulu.

Boleh.

Cepat.

Lihat kemari.

Ternyata ini namanya berfoto?

Ajaib sekali.

Seperti ini.

Ya.

Sudah, terima kasih.

Kami pamit dulu.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Untung saja tidak ketahuan.

Biarkan saja.

Lakukan urusan penting dulu.

Sudah pulang?

Ada apa?

Dengan siapa lagi ini?

Jangan dibahas.

Seorang berandalan tengik.

Akan aku pukul jika bertemu lagi.

Aku bisa lega sekarang.

Berandalan biasa

sungguh bukan lawanmu.

Ibu, kamu memasak apa lagi?

Menu besar.

Menu baru yang dimasak sesuai resep.

Setara dengan Restoran Michelin bintang tiga.

Acara

peluncuran buku barunya hari ini

juga menarik minat banyak penggemar

untuk datang ke lokasi.

Mari kita saksikan

gambar hasil laporan.

Halo, aku adalah Lu Zichen.

Bukankah ini pria pujaanmu?

Lu Dada.

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"] Lu Dada.

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

Bisakah memberi bocoran [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

kasus [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

dalam buku baru kepada kami? [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

dalam buku baru kepada kami?

Aku hanya bisa mengatakan,

ini adalah tantangan tersulit

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"] ini adalah tantangan tersulit

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

yang akan ditemui Ma Leng dan Su Yu. [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

Kamu sudah

mendapat prestasi sebaik ini,

apakah kamu ingin

berterima kasih pada seseorang?

Tentu saja

kepada rekan yang bekerja sama paling lama denganku,

CEO perusahaan kami,

Ye Qing, CEO Ye.

Aku melihat CEO Ye

- Tampan sekali. - berdiri di samping panggung.

Apakah kamu akan wawancara dengan

pria pujaanmu besok?

Bagaimana?

Bukan dia yang akan mewawancaraiku, 'kan?

Jika dia yang mewawancarai,

aku pasti akan sangat gugup.

Pertama,

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"] Pertama,

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

terima kasih pada para pimpinan [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

atas dukungannya [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

terhadap X-Culture dan Zichen. [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

Hari ini, [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

aku juga berterima kasih [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

pada para penggemar yang hadir di sini. [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku "Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat"]

pada para penggemar yang hadir di sini.

Wanita ini

seharusnya adalah pacarnya, 'kan?

Maksudmu Senior Ye Qing?

Tidak mungkin.

Mereka adalah teman sekolah.

Hanya membuka perusahaan bersama.

Kelihatannya bukan hubungan

rekan kerja biasa.

Pasti ada perasaan

di antara mereka berdua.

...untuk berkomunikasi

dan berinteraksi dengan Lu Dada.

Bagaimana?

Baik!

Dinasti Tang.

[Buku Sejarah] Dinasti Tang.

[Buku Sejarah]

Dinasti Song. [Buku Sejarah]

[Buku Sejarah]

Dinasti Yuan. [Buku Sejarah]

[Buku Sejarah]

Dinasti Ming. [Buku Sejarah]

[Buku Sejarah]

Ternyata benar.

Dinasti Ming

sudah menjadi sejarah.

[Sejarah Tiongkok Modern]

[Pemberontakan Li Zicheng]

[Prajurit Dinasti Qing Menerobos Perbatasan]

[Era Pelayaran Revolusi Industri]

[Memusnahkan Opium di Humen Perang Opium]

[Pemberontakan Taiping]

[Revolusi Tahun 1911 Aksi 4 Mei, Pemberontakan Nanchang]

Saat ini sudah terpaut 500 tahun [Revolusi Tahun 1911 Aksi 4 Mei, Pemberontakan Nanchang]

[Insiden Jembatan Marco Polo Kemenangan Perang Anti-Jepang] Saat ini sudah terpaut 500 tahun

[Pendirian Republik Rakyat Tiongkok] Saat ini sudah terpaut 500 tahun

[Pendirian Republik Rakyat Tiongkok]

dari zamanku. [Pendirian Republik Rakyat Tiongkok]

dari zamanku.

Lima ratus tahun?

Kenapa aku bisa datang ke 500 tahun di masa depan?

Bagaimana bisa

dunia ini berubah

menjadi seperti ini?

Aku harus memperjelasnya.

Kamu harus menata diri

dan berdandan.

Memakai riasan wajah.

Lalu, memakai rok.

Setidaknya, harus menarik perhatiannya.

Benar tidak?

Kenapa rasanya semua biasa saja?

Ada apa?

Tidak menemukan

pakaian untuk besok?

Ibu, kamu bisa membaca pikiran, ya?

Bolehkah

meminjamkan bajumu untukku?

Tidak boleh.

Pelit sekali.

Ayo, lihat di lemariku.

Ayo.

Halo.

Namaku Nan Xing.

Aku kemari untuk wawancara.

[X- Culture]

Semangat.

Kamu bisa.

Nan Xing?

Lulusan jurusan olahraga.

Belum pernah mempelajari

pelajaran tentang penerbitan?

Belum pernah.

Apakah punya pengalaman kerja?

Aku pernah bekerja paruh waktu saat kuliah.

Ingin melamar sebagai asisten presdir.

Bisakah menceritakan

apa alasanmu melamar

di posisi ini?

Aku adalah pembaca setia

karya Guru Lu.

Aku sangat menyukai bukunya.

Jadi, aku berharap

bisa berada di sisinya

untuk bekerja dan belajar.

Jangan gugup.

Duduklah.

Menurutmu,

apa keunggulanmu?

Menurutku,

kualifikasi terpenting untuk menjadi

asisten presdir adalah

harus berani dan teliti.

Aku bernyali besar.

Sejak kecil, nyaliku

lebih besar

dari pria biasanya.

Banyak pria...

Presdir.

Silakan dilanjutkan.

Anggap aku tidak ada.

Senior Lu.

Mengapa dia bisa ada di sini?

Selain bernyali besar dan teliti,

apakah kamu memiliki

keunggulan lainnya?

Aku berlatar belakang atlet.

Hidup sebagai atlet mengajariku

untuk tidak menyerah sebelum menang.

Tidak meninggalkan dan tidak menyerah.

Kamu adalah atlet?

Tidak meninggalkan dan tidak menyerah.

Jadi, kenapa kamu

menyerah dengan karier atletmu?

Aku...

Bicaralah, Nan Xing.

Kenapa gugup seperti ini?

Bicaralah.

Aku...

CEO Ye, mengapa Anda juga datang?

Aku mencarinya.

Mengapa kamu kemari?

Aku hanya melihat-lihat.

Silakan dilanjutkan.

Nan Xing.

Sebenarnya aku juga ingin tahu,

kenapa kamu menyerah dengan

kariermu untuk menjadi atlet?

Hanya wawancara asisten saja.

Sebagai Presdir,

kamu turun tangan

dan mempersulit gadis kecil.

Naskahmu sudah selesai ditulis?

Senggang sekali.

Begitu tidak

menginginkan asisten baru?

Kamu tahu.

Aku tidak suka ada orang asing

yang berlalu-lalang di depanku.

Lalu, bagaimana?

Ingin aku kembali untuk mengawasimu?

Menjadi pengasuhmu selama 24 jam?

Bukankah seperti dulu cukup baik?

Sudah berbeda sekarang.

Aku sudah terbiasa

menerima gaji sebagai CEO.

Sudah.

Jangan bahas hal ini lagi.

Dengarkan aku.

Mau ke mana?

Menulis naskah sesuai perintahmu.

Tanda tangan dulu.

Setiap departemen sedang menunggu.

Bukankah sudah kita bahas?

Kamu saja yang memastikan.

Lagi pula, kamu tidak akan salah.

Berdasarkan ucapanmu,

apakah seharusnya

aku yang menjadi Presdir?

Bagus jika kamu ingin menjadi Presdir.

Aku akan sangat santai.

Aku hanya perlu

menulis naskah di rumah kelak.

Ingat hadir di rapat besok.

Chu.

Waktu rapat di hari Jumat,

diganti menjadi pukul dua sore.

Kak Jiao.

Apakah perlu

mengatur ulang waktu ini?

Tentu harus diatur ulang.

Halo, Bos.

Bos, kebetulan aku...

Kirimkan padaku nanti.

Sudah ditandatangani.

Baik.

Coba dilihat.

Sudah ditandatangani.

Terima kasih, CEO Ye.

Oh iya, CEO Ye.

Kondisi penjualan di beberapa area ini

melebihi ekspektasi.

Distributor utama

dan kedua

mendesak

penambahan stok.

Baik, amati dulu.

Pergilah.

Baik.

Ini sudah ditandatangani.

Baik.

Lalu, berikan ini

kepada Pemimpin Liu.

Baik, tidak masalah.

Baik, pergilah.

Sampai jumpa.

Kenapa menjadi tidak bisa berkata-kata?

Bodoh, ya?

[Studi Jurnalisme Tiongkok]

Lihat dia, tampan sekali.

Sungguh tampan.

[Eksplorasi Astronomi]

Semua kumpulan

pengetahuan manusia

selama 500 tahun ini,

tidak mampu menjelaskan

mengapa aku bisa muncul di sini.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Karena aku ingin lebih banyak mencoba.

Menambah peluang dalam hidup.

Bukankah

aku menjawabnya dengan cukup baik?

Apakah Anda mau ikut ini?

[Menyukaimu, Toko Teh Susu Bunga Mawar 1 yuan, beli satu gratis satu, Pilihan Tepat untuk Kencan] Apakah Anda mau ikut ini?

[Menyukaimu, Toko Teh Susu Bunga Mawar 1 yuan, beli satu gratis satu, Pilihan Tepat untuk Kencan]

Benar. [Menyukaimu, Toko Teh Susu Bunga Mawar 1 yuan, beli satu gratis satu, Pilihan Tepat untuk Kencan]

[Menyukaimu, Toko Teh Susu Bunga Mawar 1 yuan, beli satu gratis satu, Pilihan Tepat untuk Kencan]

Coba dicium.

Halo, aku mau pesan segelas teh susu.

Kami sedang

mengadakan kegiatan.

Gratis satu gelas

jika menambah satu yuan.

Maukah membelinya untuk pacar?

Masih mau memberiku pukulan berat?

Nona, mau membeli satu lagi?

Baik.

Baik.

Lagi pula, aku sanggup meminumnya.

Terima kasih.

Sedotannya.

Tidak masalah.

Nasib akan menjadi baik setelah hal buruk.

Nasibku tidak mungkin

lebih buruk lagi hari ini.

Akan segera bernasib baik.

Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.

Bisakah membantuku?

Sebenarnya apa yang terjadi?

Siapa yang bisa memberiku jawaban?

Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.

Bisakah membantuku?

Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.

Bisakah membantuku?

Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.

Bisakah membantuku?

Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.

Bisakah membantuku?

Tuan.

Mawar gratis, silakan diambil.

Kenapa

aku bisa muncul di sini?

Apakah dia...

Mengapa kamu...

Siapa namamu?

Margaku Nan, Nan Xing.

Nan Xing?

Apakah kamu adalah jawaban yang aku cari?

[Pemuda Tampan]

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.