Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
TERIMA KASIH: Lk21.de, gendhutz, Seseorang, Leo Ciwijaya, Western Songs only, Khusus Game, Mawan, Ibnu triawan, Leo.c, ojo dumeh atas SUPPORTNYA di: trakteer.id/broth3rmaxSUB
Dengan serangan udara,
penembakan dan tank,
tentara Jepang menyerang pertahanan Cina dengan sengit,
berniat untuk menduduki Nanjing.
Pertempuran sengitpun terjadi di lima gerbang ibu kota,
diantaranya
pertempuran di luar Gerbang Zhonghua yang paling sengit.
Pasukan kami bertahan dengan kuat di posisi artileri di atas Bukit Yahuatai,
meningkatkan perlawanan sengit.
Musuh menyerang ibu kota dari berbagai rute selama berhari-hari.
Pada tanggal 12 serangannya semakin gencar.
Pesawat musuh melakukan pengeboman berskala besar pada tembok-tembok kota,
yang melindungi dari serangan ganas pasukan darat musuh,
bermaksud untuk menerobos dan menyerang.
Pertempuran di luar Gerbang Guanghua sangat sengit.
Dari pagi hari, lebih dari 4.000 pasukan musuh
meluncurkan lebih dari 10 serangan gencar ke kota.
Pasukan kami di posisi bertahan dan menghalau serangan.
Angkatan Udara kami juga melakukan pengeboman udara pada posisi musuh.
Paman.
Artileri kami menambahkan pemboman.
Saat bagian belakang mereka diserang,
musuh mundur dengan panik.
Kami manfaatkan kesempatan itu untuk mengejar mereka ke luar kota.
Korban dari musuh sangat banyak. Kami juga banyak jatuh korban secara heroik.
Semua orang sepakat untuk bertempur sampai mati,
melawan dengan gagah berani.
terjemahan broth3rmax
Lepaskan!
Cepat!
Lepas! Copot!
Lepas sekarang!
Ya ampun!
Bawa anak ini.
Bawa dia.
Tolong bawa anak ini.
Ulurkan tanganmu.
Ayah!
Nak! / Ayah!
Ayah!
Kau akan hidup bila keluar kota ini.
DEAD TO RIGHTS
Lemparkan semua tas suratnya!
Ganti baju sebelum naik truk.
Ganti bajumu.
Ganti baju dan naik.
Lepas bajumu.
Ayo, A-chang! Cepat, cepat!
Ganti bajumu dan naik.
Lebih kayak tentara pakai seragam begitu.
A-chang! Cepat, cepat!
Kemana? / Ada kapal uap pos menunggu kita di Dermaga Xiaguan.
A-chang! A-chang!
A-chang! Apa ada surat dari putriku?
Tak ada waktu lagi! / Dari Lu'an.
Lu'an!
Ayo! Cepat!
A-chang! / Ikut aku.
Ayo.
Cepat!
Distrik 2? / Ya, ya, Distrik 2.
Jalan Laidao.
Siapa namanya? / Sujun.
Ketemu? / Benar.
Ini tulisan tangan putriku.
Ya.
A-chang. terima kasih. / Terima kasih, A-chang.
Sujun baik-baik saja.
Dia aman di sana.
Kepala Kantor Pos! Tunggu...
Kepala Kantor Pos!
Tunggu aku! / A-chang!
Tak ada waktu lagi! Kita ketemu di dermaga!
Tunggu aku!
Kepala Kantor Pos!
Kepala Kantor Pos!
◊ SITUS BONUS MELIMPAH ◊ ♦ AMAN ♦ NYAMAN ♦ PASTI BAYAR ♦ kunjungi►► https://super.winjos.today
Para perwira dan tentara Cina.
Komandan Garnisun Nanjing, Tang Shengzhi
telah kabur meninggalkan kalian.
Semua posisi di Nanjing
[13 Desember 1937 Nanjing, Gerbang Zhonghua]
telah diduduki Tentara Kekaisaran Jepang.
Letakkan senjata kalian.
Segera menyerahlah.
Tentara Kekaisaran akan mematuhi Konvensi Jenewa
dan memperlakukan tawanan perang dengan baik.
Ambil ini!
Maju!
Bro! Ambil ini!
Ambil ini!
Ambil ini! Ambil ini!
Serang!
Siap tembak! Tembak!
Serang!
Iblis Jepang keparat!
--ꝏ MAIN DI WINJOS ꝏ-- PASTI WIN & JOS WeDe NYA kunjungi►► https://super.winjos.today
Halo, kawan.
Aku warga yang baik.
Hidup persahabatan Cina-Jepang.
Yuxin, ayo pergi.
Kau pergilah dulu, tak usah pikirkan aku.
Jepang datang! / Aku tak pergi.
Ayo pergi!
Jepang datang dan kau masih saja tak lihat kematian mendekat!
Ayo, lekas pergi!
Ayo pergi, mbak! / Cepat, cepat!
Kuroshima. / Ya, pak.
Apa fotografernya belum tiba? / Sebentar lagi dia ke sini.
Matahari mulai terbenam.
Lamban!
Maaf, pak.
Maaf kalian telah menunggu.
Resimen Infanteri-13,
fotografer Letnan Ito Hideo
melapor untuk bertugas.
Bentuk barisan!
Hidup Kekaisaran Jepang!
Banzai!
KOTA NANJING
Kembali!
Kembali ke kota! Tak ada yang boleh lewat!
Kami mundur atas perintah Jenderal Tang.
Biarkan kami lewat sekarang!
Siapapun yang berani maju akan ditembak!
Aku seorang kolonel.
Kau cuma letnan kolonal mau membantahku?
Cunli!
Kasih jalan aku!
Lancangnya kau nembak ke tentaramu sendiri!
Maju!
Serang!
Cunli!
Cunli!
Maju selangkah lagi maka mati!
Tembak!
Cunli! Cunli!
Komandan divisi memerintahkan untuk mencegah pasukan pertahanan
kabur dari sini!
Mereka pembangkang.
Paksa para pembangkang kembali ke kota untuk melawan Jepang!
Ini perintah!
Tembak!
Berlutut!
Berlutut!
Rekrutan baru, dengarkan.
Ayo eksekusi mereka.
Mayor, membunuh tawanan melanggar hukum perang.
Diam!
Ambil senjata kalian! / Siap.
Siap...
Cina itu babi.
Jangan anggap mereka itu manusia.
Angkat senjata! Tembak!
Angkat senjata! Tembak!
Dasar sampah tak guna.
Biar kutunjukkan.
Fotografer. Kemarilah. / Ya, pak.
Sini.
Kuingin kau memotret momen saat peluru
menembus para babi Cina ini. / Peluru itu terlalu cepat.
Kamera ini tak sempat memotretnya.
Aku ganti film dulu.
Aku belum memotret. / Tolol!
Kalian semua, angkat senjata.
Siap tembak!
Lapor.
Cahayanya kurang cukup.
Sensifitas film terlalu rendah.
Kau goblok!
Kau tahu siapa dia?
Apa boleh orang udik sepertimu mengasari dia?
Maafkan aku.
Akan segera kuminta film sensitiftas tinggi
dan menjamin efek yang dibutuhkan Mayor Kuroshima nanti tertangkap kamera.
Ito.
Kapan foto-foto pengepungan di publikasikan?
Perlengkapan cuci-cetak foto habis.
Perlengkapan baru masih dalam perjalanan.
Bagaimana kalau negatifnya dikirim ke Shanghai?
Layanan pos militer saat ini sedang kacau.
Fim negatif ini sangat berharga, kalau sampai hilang,
foto-foto tak bisa lagi dicetak.
Selesaikan masalah ini di Nanjing secepatnya.
Upacara penyambutan beberapa hari lagi.
Jenderal Matsui akan menghadiri langsung.
Akan kusiapkan kau untuk memotret dia.
Aku mengerti.
Terima kasih banyak.
Paman.
Bibi.
Dia memakai puttees.
Tentara Cina!
Jangan lari!
Siapapun yang bunuh dia duluan mendapatkan sake.
Ayah. Ayah.
Sempurna.
Lumayanlah.
"Sempurna."
"Sempurna."
Beginilah penampilan seorang ksatria.
Anggun dan tegas.
Kau takut?
Kau tak apa-apa? / Sekedar tampil di pertunjukan.
Kayak membuat film.
Jangan nangis.
Nih.
Terima kasih.
Tn. Inoue,
bisakah kau atur untuk istri dan anakku pergi sekarang?
Terima kasih.
Kemarilah.
Membungkuk. / Terima kasih.
Tunggu.
Akan ada upacara penyambutan beberapa hari lagi.
Kami harus berpakaian rapi.
Apa istrimu
sudah bawakan beberapa wanita
untuk tinggal buat nyuci baju?
Demi persahabatan Cina-Jepang, pasti akan kami laksanakan.
Terima kasih.
Kau carilah saudari-saudarimu untuk urus ini.
Pak?
Boleh aku mengajukan satu tiket ijin perjalanan lagi?
Keluargamu sudah 3 orang.
3 tiket.
Siapa lagi yang butuh 1 tiket?
Aku...
punya seorang sepupu.
Mundur!
Jangan lari! Berhenti!
Siapa kau?
Apa yang kau lakukan?
Hey!
Ini wilayah yurisdiksi kami.
Kalian kembalilah dan tunggu perintah.
Ya, pak.
Rambutnya panjang.
Sepertinya dia bukan tentara.
Kalau kau cuma tekan shutter kamera
tapi tak pernah narik pelatuk,
kau tak berhak menyebut dirimu tentara.
[Studio Foto Jixiang/Lucky]
Apa dia kerja di studio foto ini?
Petugas tanya
apakah kau kerja di studio foto ini.
Apa kau bisa cuci-cetak foto?
Petugas tanya
apakah kau bisa cuci-cetak foto.
Pria ini bisa cuci-cetak foto.
Dialah yang aku butuhkan saat ini. / Berikan pistolnya!
Hentikan!
Letnan Ito perlu cuci-cetak foto dan mengirimkannya ke markas pusat.
Ini menyangkut kehormatan unit kita.
Suruh dia antar aku ke studio foto itu.
Cepat!
◊ SITUS BONUS MELIMPAH ◊ ♦ AMAN ♦ NYAMAN ♦ PASTI BAYAR ♦ kunjungi►► https://super.winjos.today
Berhenti!
Berhenti! Kau mau kemana?
Guanghai, tolong aku!
Guanghai,
tolong aku! Tolong!
Guanghai, tolong aku!
Guanghai...
Kenapa kau berdiri saja?
Ambilkan air minum buat petugas.
Apa kau anak magang?
Ya. / Mana bosnya?
Bosnya kabur.
Apa nama marganya?
Wu.
[Catatan Kehadiran Staf]
Kenapa kau tak kabur?
Sudah kucoba tapi gagal.
Kong Xiandong.
Chen Fulu.
Liu Asi.
Chen Yongtai.
Itu namaku.
Panggil saja aku A-tai.
Antar aku ke kamar-gelap. (ruang cuci-foto)
Dimana kamar-gelapnya? Petugas mau lihat peralatannya.
Lewat sini.
Buatan Jerman.
Pertama kali kulihat ini.
Suruh dia tunjukkan caranya padaku.
Pak,
foto pertemuan para perwira yang diatur oleh Kolonel Inoue
hari ini 'kan?
Tanyakan ke dia berapa lama cuci-cetak roll fim ini.
Petugas tanya butuh berapa lama cuci-cetak fotonya.
Aku tak bisa pastikan.
Katanya butuh 2 hari.
1 hari.
Aku akan kembali besok sore.
Selesaikan cuci-cetaknya besok siang.
Kalau tidak, caramu keluar dari tumpukan mayat
sama dengan caramu masuk.
(Jangan bunuh orang ini)
Namaku Ito Hideo.
Kalau tentara Jepang datang,
tunjukkan ini ke mereka.
Yang dia tulis itu jaminan keselamatanmu.
Kau tak berterima kasih padanya? Membungkuk.
90 derajat.
(Dalam waktu dua hari)
Cepat cuci-cetak fotonya.
Mereka sudah pergi.
Kau...
Sini!
Orang Jepang tadi ke sini.
Siapa dia?
Dia...
kasih makan bayinya dulu.
Para pria, angkat tangan kalian.
Wanita dan anak-anak bentuk satu baris.
Hey, kamu...
Kamu, ikut aku!
Keluar!
Ayo jalan!
Berdiri disini. / Aku seorang biksu.
Amitabha Buddha. Aku seorang biksu.
Tanganmu kapalan begini.
Tangan ini pasti biasa menembakkan senjata.
Bahumu ada bekasnya.
Kau pernah bawa senapan.
Dan bekas di kening ini
pas sama topi ini.
Kau jelas seorang tentara.
Tunjuk yang lain dan kau tak harus mati. / Sungguh aku seorang biksu.
Siapa dari kalian yang tentara? Lekas maju dan kalian tak harus mati.
Tentara, maju ke depan!
Berhenti!
Mereka yang lari itu tetara. Tangkap mereka!
Jangan sampai mereka kabur.
Lepaskan aku!
Keluar sekarang!
Diam disini!
Mari berfoto. / Foto?
Ya.
Agak ke kiri. Ya, bagus.
Seperti ini? / Siap...
Kena foto? / Sudah.
Ayo ambil foto lagi.
Satu lagi.
Yang ini.
--ꝏ MAIN DI WINJOS ꝏ-- PASTI WIN & JOS WeDe NYA kunjungi►► https://super.winjos.today
Suaranya merdu. Nyanyi lebih keras.
Hey, nona, ayo nyanyi sambil lepas baju.
Harus nyanyi sambil telanjang, bagaimana?
Ada apa ini?
Apa yang terjadi?
Aku pihak kalian, pihak kalian.
Siapa kau?
Mau lapor, pak.
Aku ke sini untuk mengantarkan rol film berita untuk Tentara Kekaisaran.
Ini suruhannya Ito Hideo.
Ayo putar di layar sekarang. / Ya, pak.
Masih tak ada suara.
Bersiap untuk lagu infanteri.
Siap...
Kau tak apa-apa?
Bagaimana menurutmu? Kau kira aku tak apa-apa?
Nyaris saja aku mati ketakutan, ngerti?
Mereka suka mendengar kau nyanyi opera.
Nyanyikan saja opera dengan baik maka tak akan ada masalah.
Bagaimana dengan Fenghua? Apa dia tak kena masalah?
Itu karena wanita bodoh itu maksa kabur.
Kau tetaplah di dalam teater dan menyanyi opera dengan baik.
Jepang bakal memperlakukanmu kayak artis. / Tidak.
Kalau kau kabur akan jadi wanita biasa,
mereka bakal memperlakukanmu kayak babi dan anjing.
Tetap disini? Aku mau mati kelaparan, paham?
Ayo.
Mana tiket ijin perjalananku? Berikan sekarang.
Tunggulah beberapa hari.
Akan kubujuk dulu si petugasnya.
Para tentara sudah kabur atau menyerah.
Begitu Jepang berkuasa di Nanjing,
hari baik kita akan tiba.
Kau bisa nyanyi opera. Aku bisa bahasa Jepang.
Bakalan banyak kesempatan di masa depan. / Ketika Jepang berkuasa,
apa mereka bakal memperlakukan orang Cina seperti manusia?
Pasti.
Selama ini mereka selalu ramah padaku. Bahkan mereka ngasih aku kue.
Jadi...
mereka ramah sama istri dan anakmu juga, begitu?
Kalau kau mau makan, makanlah, ya?
Jangan duduk di situ. Itu film yang ada aku berakting di situ, paham?
Cuma figuran, sekedar... / Apa figuran bukan aktor juga?
Apa kau sangat ketakutan sekarang?
Itu cuma tikus. Kenapa panik?
Kita ada 10 penerjemah dan separuhnya terbunuh misterius.
Kau kira aku takut sama Jepang?
Aku takut sama orang Cina.
Ini kamu.
Aku memanggilmu siapa?
Su Liuchang. Tukang Pos No. 1213, Grup 2, Distrik 1.
Bagaimana kalau kita ketahuan?
Masih ada jalur air untuk meninggalkan Xiaquan.
Kau juga harus kabur.
Anak-anak masih terlalu kecil. Bagaimana bisa kabur sama seluruh keluarga?
Banyak keluarga yang bersama anak-anak.
Ayam jantan di Kuil Kokok tidak berkokok.
Dan Danau Tanpa Kesedihan bahkan banyak kesedihan.
Kemana kita bisa lari?
Bukankah sembunyi disini peluang terbaik untuk bertahan hidup?
Anak muda.
Anak muda, kuingin bahas sesuatu denganmu.
Jika kau bisa membuat seluruh keluarga kami aman,
akan kusuruh suamiku mengajarimu
semua ketrampilan memotret dan cuci-cetak foto, dan nanti separoh bisnis studio foto ini milikmu.
Jepang telah menguasai seluruh Nanjing.
Buat apa aku mendapatkan bisnis ini? / Bukankah Jepang memotret foto?
Siapa yang tak memotret foto?
Dari saat kamera ditemukan sampai sekarang,
bisnis ini tak pernah berhenti.
Tidak bersyukur.
Jangan nangis, jangan nangis. / Bawa masuk.
Kau jangan pergi.
Kalau kau pergi dan Jepang besok kembali,
bagaimana dengan kami? / Jepang menginginkan foto-foto itu.
Kau saja yang cuci-cetak buat mereka.
Ngawur saja!
Dia tak pernah melihatku. / Bilang jujur saja padanya.
Kau adalah pemilik studio ini.
Kalau kau pergi, serahkan catatan itu. / Ini untukku!
Siap...
Tembak!
Di sana!
Pak.
Pak.
Pak.
Tak ada jalan buat kabur. Kedua kalan keluar di blokade.
Ketrampilan ini tidaklah sesulit itu.
Akan kuajari.
Kita tak punya banyak waktu, jadi ingat-ingat saja.
Nama margaku adalah Jin.
Panggil aku Lao Jin.
Mereka ini dari Periode Musim Semi dan Musim Gugur di Cina...
Boya dan Zhong Ziqi.
Boya terampil memainkan, Ziqi dalam menghargai.
Sebuah lagu tentang gunung tinggi dan air mengalir
menjadikan mereka contoh legenda sepanjang masa.
Tak sangka kau begitu tertarik pada budaya Cina.
Kakekku dulu veteran Perang Cina-Jepang Pertama.
Penyesalannya adalah tak berhasil masuk ke ibukota Cina.
Tapi kita bisa mencapainya sekarang.
Mana foto-fotonya? Apa sudah dicuci-cetak?
Petugas ingin melihatnya. / Ini belum sehari.
Bagus sekali.
Kalau begitu...
cuci-cetak satu ini di depanku.
Di depan petugas,
cuci-cetak satu lagi.
Cuci-cetak foto ada 3 tahap:
larutan developer, stop bath, dan fixer.
Pada dasarnya merubah gambar tak terlihat menjadi negatif film permanen
gambarnya kelihatan. Tapi seluruh proses harus dikerjakan di ruang gelap.
Begitu terkena cahaya, negatif film akan rusak.
Apa itu gambar tak terlihat? / Tak perlu pikirkan itu.
Ingatlah saja.
Menyiapkan rasio kimia yang tepat adalah yang penting.
Pertama masukkan negatif film
ke dalam ini.
Gagang yang di depan...
putar 20 kali.
Ini developer-nya. Keluarkan dan bilas hingga bersih.
Lalu pakai stop bath dan fixer.
Sudah kucampur bahan kimia untuk bubuk. Satu sampai enam di musim panas
Satu sampai delapan di musim dingin.
Fixer mengandung asam.
Jika terkena kulitmu, bakal melepuh.
Kau harus hati-hati.
Setelah tiap tahap, jangan lupa bilas sampai bersih.
Jika ada kimia nempel di kertas foto,
foto bisa rusak.
Kaca pembesar.
Ini dinamakan lensa. Sangat mahal.
Sisi kertas foto yang mengkilap di depan,
yang tak mengkilap di belakang.
Ini frame kontak. Masukkan negatif yang sudah develop ke sini,
lalu jepit di kertas fotonya.
Untuk cetakan ukuran sama, gunakan metode cetak kontak.
Letakkan negatif yang cekung berlawanan dengan kertas foto,
yang cembung berlawanan dengan kaca. Lalu tutup.
Kemudian, gunakan teknik yang sama seperti develop film,
develop selama 2 menit lebih dulu.
Setelah dibilas bersih, lalu fix-kan.
2 menit...
bagaimana cara ngukur waktunya?
♪ Gerbang kota, gerbang kota, berapa meter tingginya? ♪
♪ 33 meter menjulang ke langit. ♪
♪ Kuda dengan bunga, ♪
♪ pedang terangkat tinggi, ♪
♪ di pintumu aku lewat, ♪
♪ bertanya padamu, ♪ ♪ mau jeruk atau pisang? ♪
Nyanyikan itu 6 kali.
♪ Kuda dengan bunga... ♪
Apa yang kau lakukan?
Tutup pintunya. Cahaya bisa merusak semuanya.
Tak apa.
Foto-foto orang Cina ini tidak penting.
"Kita...
berteman."
"Semangat, temanku."
Semua berkat dia.
Berdiri!
Bersulang!
Ito.
Ayo!
Ayo!
Ini kesempatan bagus.
Mari berfoto bersama.
Jenderal Matsui, mari berfoto bersama.
Baik.
[Tani Hisamoto, LetJend AD Jepang]
[Matsui Iwane, Jenderal AD Jepang]
Silahkan ke sini.
Pembunuhan, pembakaran, pemerkosaan...
apakah disiplin militer telah merosot sampai sejauh ini?
Bagaimana dengan reputasi
Jepang di internasional?
Jangan kuatir.
Akan kutangani masalah ini dengan benar.
Cina itu begitu luas.
Kemenangan saja tidak cukup.
Kita harus hancurkan Cina untuk menguasai Cina.
Jangan hentikan para tentara.
Tapi dia menyebutkan reputasi internasional Jepang...
yang harus ditangani dengan benar.
Makanan Jepang ini dingin.
Kata Ito kita ini makan makanan para perwira.
Tentara biasa tak mendapat beragam begini.
Urutanmu dalam fixer dan stop bath terbalik.
Ingat,
fixer ada bau asamnya. Menyengat di hidung.
Minggir, minggir!
Untung saja ini sisa-sisa latihan.
Bagaimana kalau ini foto-fotonya Jepang? Kau bisa berbuat apa?
Perhatikan.
Kau bukan cuma cuci-cetak foto sekarang.
Kau cuci-cetak (menjamin) 5 nyawa kita berlima.
Kau mengerti?
--ꝏ MAIN DI WINJOS ꝏ-- PASTI WIN & JOS WeDe NYA kunjungi►► https://super.winjos.today
Kuil Konfusius.
Tak ada yang istimewa.
Potret saja satu gambar dari jarak jauh.
Semuanya, mari kita berfoto disini.
Bagus. Ya begitu.
PAGODA LINGGU
OBSERVATORIUM GUNUNG UNGU
Bukankah ini si fotografer?
Kemarilah!
Letnan Mukai.
Letnan Noda.
Fotografer dari Resiman-13, Divisi-6...
Ito...
Ito Hideo.
Aku sering dengar tentang kalian berdua.
Biar kufoto kalian.
Bukankah memegang kepala yang terpenggal bakal lebih mengesankan?
Si pecundang itu banyak tanya.
Kontesnya belum selesai.
Foto sekali lagi. / Mari tingkatkan target kita...
siapa yang bisa membunuh 150 lebih dulu.
[Letnan Dua Toshiaki Mukai]
[Letnan Noda]
Persahabatan Cina-Jepang.
Bagus sekali.
Alam suci Yang Mulia.
Bau apa ini?
Lao Jin. / Diamlah.
Mereka mau turun.
Ayo!
Sembunyi.
Tak ada toilet di dalam studio ini.
Dan aku takut kalau keluar.
Jadi harus buang air di ruang bawah tanah.
Orang Cina itu jorok,
buang air di rumah.
Mari kita pergi sekarang.
Entah bagaimana kau bisa tidur di sini.
Bantu aku selesaikan kerjaanku di Nanjing,
dan akan kuberi kau tiket ijin meninggalkan Nanjing.
A-tai.
Apa tak ada yang mau kau sampaikan pada petugas?
Katakan saja padaku.
Mengatakan apa? / Kau bukan anak magang disini,
dan namamu bukan A-tai, betul 'kan?
Namaku memang A-tai. / Baik, sudahlah.
Pak,
dia bilang sebenarnya butuh 2 tiket ijin.
Dua? / Ya.
Dia juga punya istri...
dia seorang aktris
yang terjebak di Teater Da'an.
Jin Chengzong.
Bukankah kau bilang pemiliknya adalah Wu?
Chen Yongtai, 18 tahun,
dari Nantong, Jiangsu.
Kau punya logat utara.
Kau bukan A-tai.
Saat dia keluar, bawa langsung dia ke studio
dan katakan kalau dia istrimu.
2 tiket ijin untuk pergi bareng dari Nanjing.
Kau sudah mengkhianati negara ini dan tak bisa mendapatkan 2 tiket lagi?
Pertama, aku ini penerjemah,
bukan pengkhianat. Kedua,
menyuruhnya tinggal bersama istriku
lebih menakutkan ketimbang perang ini.
Bantu istrimu bawakan barangnya.
Bukankah kau janji mengirimku ke Shanghai? / Sabarlah.
Siapa dia?
"Suami"mu.
Selama beberapa hari ini, berpakaian yang rapi.
Berat sekali... kenapa bawa ini? / Kau tahu apa?
Rol film ini adalah hidupku.
Aku setuju...
aku cuma tinggal disini 3 hari.
Tenang saja, tiket ijinnya sebentar lagi akan siap.
Kau berperan jadi suamiku?
Ya. / Teman-temanmu bersama Jepang?
Tidak. / Omong kosong.
Kita semua berteman dengan Jepang. Ingat itu.
Berteman.
Pak, istrinya A-tai sudah ke sini.
Disini bau.
Kayak kandang anjing atau babi.
Pak.
Terima kasih.
Terima kasih telah menjaga A-tai.
Pertama kali... / Diamlah.
Istrinya tak bisa bahasa Jepang.
Apa yang kalian bicarakan?
Dia bilang
dia akan mengabdi pada Tentara Kekaisaran untuk membalas kebaikanmu.
Studio tempat yang aman untuk saat ini.
Tak ada yang menginspeksi kecuali aku.
Semua rol film ini harus dicuci-cetak segera.
Terutama rol yang ini penting...
ukurannya harus diperbesar.
Apa isinya ini?
Film... film teater (bioskop).
Istrinya A-tai berakting di dalam film itu.
Pak, film itu dimaksudkan untuk di tonton di dalam teater.
Kau tak bisa lihat apa-apa dengan cara begitu.
Setelah perang usai,
aku juga ingin membuat film.
Ada orang lain di rumah ini 'kan?
Tidak.
Tidak ada?
Ada 6 tempat sumpit di lemari
tapi sumpit dan mangkoknya tidak ada.
Tak ada yang mau membawa semua ini saat kabur.
Dimana yang lainnya? Dimana mereka sembunyi?
Tak ada orang lain. Cuma aku saja.
Kau tak perlu takut padaku.
Aku beda dengan dia.
Selain itu,
aku bahkan menyelamatkan seorang tentara.
Jepang lagi menggeledah dimana-mana mencari tentara.
Membawa dia ke sini membuat kita semua dalam masalah.
Bisa tenang tidak? Jangan berisik.
Jika kau mengusirku lalu aku tertangkap
maka kalian tak ada yang bisa lolos.
Tak ada alamat yang dicatat buatmu. Tak ada yang tahu kau kabur dari mana.
Dia cuma kehilangan 1 telinga.
Lidahnya masih ada.
Jangan takut.
Dia ini tentara KMT. (Kuomintang)
Bertempur melawan Jepang.
Berapa tentara Jepang yang kau bunuh? / Banyak.
Medan tempur begitu kacau.
Aku tak tahu apa-apa selain menembaki mereka.
Tembak lari, tembak lari.
Tak bisa menghitung semuanya.
Siapapun yang berani menembak Jepang
itu hebat.
Ini, bang. Makan ini.
Ini.
Makanlah.
Putriku bilang kau terluka.
Makan banyak biar lekas sembuh.
Aku tahu
kau meremehkan latar belakangku.
Tak apa.
Kau jadi saudariku mulai sekarang.
Mbak.
Ambil ini.
Ini tak banyak.
Sini ibu gendong.
Tunggu.
Aku bisa memberimu makanan,
tapi ranjang di atas sana...
jangan dipakai tidur.
Terima kasih.
Terima kasih.
Nyamannya.
Dia berdesak-desakan di bawah tanah seharian
dan masih mau suruh-suruh aku?
Ada yang tak beres sama otaknya.
Menurutku barusan itu sikapmu jahat.
Aku ini aktris, paham?
Apa tak boleh berakting?
A-tai.
Kau suka film? / Tutup pintunya.
Film tak boleh kena cahaya.
Bawel.
Aku sudah syuting film berkali-kali.
Aku lebih tahu darimu.
Bintang mana yang kau sukai?
Ruan Lingyu?
Zhou Xuan?
Zhao Dan?
Hu Die? / Aku tahu Hu Die...
yang di film "Takdir Dalam Air Mata dan Tawa."
Masa?
Aku berakting bersama Hu Die.
Sungguh.
Lihat.
Lihat?
Ini aku dan Hu Die.
Kemarilah.
Ini Hu Die.
Dan ini aku.
Lihat? / Aku lihat.
Cuma peran kecil.
Bisa tolong cuci-cetak foto ini?
Dan diperbesar.
17 DESEMBER 1937: PASUKAN JEPANG MEMASUKI KOTA DI GERBANG ZHONGSHAN DI NANJING.
PEMERINTAH REPUBLIK CINA
Saat menyangkut cuci-cetak foto, di seluruh Nanjing,
jika kubilang aku orang kedua, tak ada yang berani mengaku yang pertama.
Setiap 1 hari tambahan mengerjakan ini
berarti 1 hari selamat.
Kalau menyangkut mengulur waktu, di seluruh Nanjing, kalau kubilang aku orang kedua,
juga tak ada yang berani mengaku yang pertama.
Ada banyak sekali alasan. Tak ada kertas foto,
tak ada kimia,
temperatur terlalu rendah, air kurang hangat.
Kenapa?
Kena TBC? / Bilang padanya aku sakit.
[DILARANG]
Ayahku bilang
di Pertempuran Shanghai ada Tentara Pusat,
Tentara Utara, Tentara Barat-laut, tentara dari Hunan, Hubei, Sichuan, Guizhou, dan Guangdong,
dan masih banyak lagi.
Kau dari tentara mana?
Aku bukan dari tentara manapun.
Dulu aku polisi.
Polisi?
Aku dulu polisi patroli di Distrik 2.
Pasukan kekurangan orang, jadi mereka merekrutku dan adikku untuk isi posisi.
Kami bercampur dengan pasukan Shanghai lainnya.
Kau tetap saja pemberani.
NEGARA KEKAISARAN JEPANG
Ibu.
Ibu.
Hey semuanya, sini lihat!
Resimen-13 kita
berhasil masuk di koran Asahi Shimbun!
Luar biasa!
Berkat Letnan Ito.
Terima kasih.
Berkat Letnan Ito.
Letnan Ito.
Banzai!
1, 2, 3!
Turunkan aku!
Kami tentara Jepang
bersedia memperlakukan Cina sebagai teman.
Tapi mereka tak menghargainya.
Mereka tak mau berteman dengan kami.
Jadi kami tak punya pilihan lagi.
Tapi
kita adalah teman,
betul 'kan, A-tai? / Jawab "haik" (ya).
"Haik."
Sudah kuberi kau keamanan
dan membantumu mengajukan tiket ijin.
Kuperlakukan kau dengan baik.
Tapi bagaimana kau memperlakukanku?
Foto-fotonya semuanya buram
dan pengerjaannya makin lamban.
Kenapa kau cuci-cetaknya makin lamban
dan kenapa fotonya buram? Itu semua foto pejabat tinggi.
Kertas fotonya sudah kadaluarsa.
Bahan kimia cuci-cetak tak cukup... keseringan ditambahkan air.
Lensa pembesar
retak karena pengeboman.
Dia bilang kertas fotonya semua kadaluarsa,
dan cairan kimia hampir habis.
Cepat siapkan.
A-tai, kuharap kau mengerti...
aku membantumu sebagai teman.
◊ SITUS BONUS MELIMPAH ◊ ♦ AMAN ♦ NYAMAN ♦ PASTI BAYAR ♦ kunjungi►► https://super.winjos.today
"Aku kerja untuk fotografer militer Jepang."
Aku kerja untuk fotografer militer Jepang.
"Aku kerja untuk fotografer militer Jepang
Ito Hideo."
Toko ini sudah dijarah. Cari sesuatu buat dimakan atau dipakai.
Ketemu.
Kertas foto...
dikirim ke Studio Foto Qinhuai.
Hey!
Hey! Maling Cina! Pencuri dihukum mati!
Pencuri! Tangkap dia!
Sini kau! Jangan bergerak! Diam!
"Aku kerja untuk fotografer militer Jepang...
"Aku kerja untuk fotografer militer Jepang...
Pencuri pantas mati!
Ito...
Ito... Ito Hodeo..."
Ito...
Berhenti!
Dia bukan tentara... dia orang sipil!
Kau tak boleh melukai warga sipil.
Ini melanggar hukum internasional!
Aku orang Amerika! / Diam!
Dia sudah siuman.
Ini rumah sakit zona aman.
Kau sudah lepas dari bahaya.
Menyingkir! Mundur!
Jangan masuk! Jangan masuk!
Turunkan aku! Turunkan aku!
Ini rumah sakit.
Geledah!
Tentara.
Mundur! Ke belakang!
Cepat! Jangan melawan!
Minggir!
Hentikan! Hentikan! Ini rumah sakit, kalian tak boleh masuk sini!
Semua orang disini militer 'kan?
Tidak, tidak.
Kalian bajingan!
Aku diperintahkan untuk membawa 50 orang.
Membawa mereka ke mana?
Kami membuka
rumah sakit sementara
yang kondisinya lebih baik dari disini.
Banyak dokter, perawat, obat,
dan vaksin.
Terlihat familiar.
Apa kau suruhannya Ito?
Kau ikut aku.
Tidak, tidak, tidak!
Itu milik pribadiku.
Berikan sini! Berikan sini! / Kameraku...
Tidak!
Diam!
Sialan kau!
Mulai sekarang, jangan meninggalkan
studio.
Kau ngerti?
Oh kumohon! Demi Tuhan!
Bukankah ini Ito?
Ini film sensifitas tinggi buatan Jerman.
Kau tak boleh begini. Aku cuma guru, bukan jurnalis.
Kau mengerti?
Ini dilindungi oleh Konvensi Jenewa!
Dengan ini, semua yang ingin kau foto bisa bisa terwujud.
Dia yang akan cuci-cetak.
Apa cuma dia studio foto di seluruh Nanjing?
Ada beberapa studio foto,
tapi mereka sudah diminta oleh fotografer lain.
Dia eksklusif cuma kerja untukku.
Aku butuh dia.
Ini
Nona Li dari kantor telegraf.
Penjaga toko dari Jalan Willow No. 8.
Ini
Tn. Jung dari Jalan Guang'an 37.
Selama di dalam studio ini,
di luar sudah jadi kayak begini.
Jepang memperkosa dimana-mana...
mereka bahkan tak mengampuni anak-anak.
Kita jangan cuci-cetak foto-foto ini lagi.
Kalau tidak dicuci-cetak,
kita akan bernasib seperti orang-orang
di foto ini.
Kalau kita cuci-cetak, maka kita pengkhianat.
Kita jangan meninggalkan nama buruk selamanya.
Ada satu cara.
Kontestan Barat.
Ozeki Ryu.
Maju ke depan!
Dilarang.
Dilarang.
Dilarang.
Semuanya dilarang.
Kontestan siap.
Ito, duduklah.
Mulai!
Semua foto ini yang diinginkan Kolonel untuk dipotret.
Aku yang memotret semuanya.
Kenapa sekarang tiba-tiba dilarang?
Untuk mengikis perlawanan rakyat Cina dan pendapat internasional.
Apa ini tidak meningkatkan moral Tentara Kekaisaran
dan mengintimidasi musuh?
Jika
Cina tak menerima niat baik kita dan terus melawan,
maka foto-foto ini akan sangat membantu.
Peran propaganda penting dalam perang.
Pemenang sudah diputuskan.
Aku mengerti.
Masuk.
Aku ke sini mau merebus air.
Kau tak boleh memegangnya.... kembalikan.
Ini adikku.
Ini adikku.
Ini adikku.
Apa yang kau lakukan?
Ini adikku satu-satunya.
Ini adikku satu-satunya.
Ini adikku satu-satunya.
Kau pengkhianat!
Mencetak foto buat Jepang! / Aku bukan pengkhianat!
Ini adikku.
Jangan begini!
Hentikan! Hentikan!
Hentikan!
Apa ada orang? / Ayo, pergi, pergi.
Ayo turun.
Ada orang?
Guanghai menyuruhku memberikan ini padamu.
Pokoknya dia bilang besok pagi jam 8,
gantilah baju yang lebih pantas,
dan membawa istri yang berdandan cantik.
Ada truk yang akan menjemput nanti.
Terima kasih.
Berhenti!
Bawa mereka!
Taruh mereka disini, taruh mereka disini!
Jalan maju.
Jalan maju.
Mengesankan.
Mengantri dengan benar.
Mengantri yang tertib... seperti apa ini?
Cepat!
Saat menghadap kamera, kalian semua harus senyum, ngerti?
Berdiri tegak.
Bersikap biasa saja.
Tenangkan bayinya bentar, ya?
Kalau tak ada susu, kasih air.
Ayah.
Buat apa kau keluar? Kembalilah dan berfoto.
Berdiri di tengah, berdiri di tengah.
Gandengan tangan.
Ekspresi...
Senyum, ya?
Kamu seorang aktris, ajari dia. Senyum.
Suruh dia berhenti nangis!
Jangan nangis.
Berisik menjengkelkan.
Berikan padaku. Berikan!
Jangan sentuh bayiku! / Kubilang berikan... jangan ngomel!
Jangan sentuh bayiku!
Huahua...
Bayiku!
Huahua...
Huahua...
Hey!
Bagaimana kubisa memotret kalau begini?
Huahua...
Bukankah kau yang suruh
yang suruh mendiamkan bayinya?
Ada apa ini?
Ayo berdiri.
Semuanya berdiri.
Senyum saat disuruh, ngerti? Semuanya berdiri, berdiri.
Semuanya berdiri untuk difoto. / Apa-apaan ini?
Tetap senyum, kalian dengar?
Tolong urus ini. / Maaf, pak.
Bayinya cuma pingsan... disaat yang pas.
Mari berfoto selagi kita bisa... foto dulu.
A-tai, suruh istrimu menggendong bayinya.
Ayo.
Gendong.
Gendong.
Ada noda darah sedikit... bersihkan.
Tutupi ini dan berfoto.
Senyum.
Bayi yang cantik begitu
dibunuh oleh tentara Jepang.
Pingsan. / Pingsan?
Tidak bernafas.
Dia digendonganku... siapa yang lebih tahu dariku?
Tak bergerak sama sekali.
Dia mati.
Seperti inilah Nanjing sekarang.
Berapa hari lagi kita bisa bertahan?
Istrinya penerjemah itu
mencucikan bajunya tentara Jepang.
Semua terkena noda darahnya rakyat Cina.
Begitu bajunya bersih, mungkin tak ada yang tahu.
Tapi kita, jika kita cuci-cetak foto-foto ini,
semuanya akan dipublikasikan
dan dilestarikan.
Perbuatan kita tak mungkin bisa dibersihkan.
Jika kita tak mengerjakannya, pasti kita segera mati.
Siapa yang tak takut mati?
Benar,
aku juga takut mati.
Aku cuma bertahan hidup dengan pura-pura mati.
Kulihat orang-orang asing itu
semua berusaha membawa keluar foto-foto ini.
Kita orang Cina
juga harus nyari cara.
Pertanyaannya adalah
siapa diantara kita yang bisa keluar hidup-hidup?
Hmm.
Yang ini juga lumayan.
Seluruh dunia bakal melihat kegemilangan Nanjing,
melihat hubungan baik antara Tentara Kekaisaran dan warga sipil,
dan mengakui legitimasinya kampanye ini.
Ya.
Terutama foto ibu dan bayinya ini
mengingatkanku pada istri dan putriku waktu di Tokyo.
Kenapa kita mengandalkan orang Cina?
Kenapa tak kita cuci-cetak sendiri saja?
Kolonel,
sebenarnya,
aku tak tahu cara cuci-cetak foto.
Saat aku kecil, kami punya satu kamera di rumah.
Aku selalu memakainya sebagai mainan.
Para pelayan yang akan mengeluarkan filmnya untuk dicuci-cetak.
Setelah perang dimulai,
ayah memintaku mendaftar untuk melanjutkan kehormatan keluarga.
Ibu khawatir.
Makanya dia menyuruhku menjadi fotografer perang.
Aku malu mengatakannya.
Namun,
berkat bantuan dia, foto-fotoku dipublikasikan lebih dulu.
Dan kemudian, Ito?
Apa kau berteman dengan dia?
Jadi foto-foto yang dilarang ini
juga di cuci-cetak oleh dia?
Sepertinya lautan darah, begitu berwarna.
Andai saja kupunya film berwarna,
bakalan menakjubkan fotonya.
Pelan-pelan.
Ini peralatan cuci-cetak yang penting.
Lapor, pak.
Aku kesini untuk mengawalmu.
--ꝏ MAIN DI WINJOS ꝏ-- PASTI WIN & JOS WeDe NYA kunjungi►► https://super.winjos.today
Selamat datang.
Selamat datang.
Selamat datang.
Fenghua. / Selamat datang.
Lapor, pak.
Ini Letnan Ito.
Lapor, pak.
Namaku Ikeda Nagatomo. Aku sudah bawa semua mesin cetak.
Semuanya barang terbaik. Aku juga yang terbaik.
Bisa membantu Letnan Ito kehormatan bagiku.
Ayah.
Letnan Ito,
pernah dengar Menara Hakko Ichiu?
Tidak.
Apa itu?
Markas Pusat sedang mengumpulkan berbagai batu bata dari wilayah yang diduduki,
untuk membangun menara peringatan yang memamerkan sejarah gemilang Tentara Kekaisaran.
Marmer putih dari Kota Terlarang Beijing,
batu bata dari Tembok Besar di Badaling,
batu tanggul dari Sungai Suzhou Shanghai...
semuanya sudah dikirim ke Jepang.
Aku juga diperintahkan untuk membawa bata tembok dari Nanjing kali ini.
Ini tempatnya. / Ya.
Pak, perakitan peralatan sudah selesai.
Mulai.
Ya.
Bagus sekali.
Tolong lanjutkan. / Ya.
A-tai,
Markas Pusat meminta kehadiran istrimu.
Seorang Jepang yang tahu cara cuci-cetak foto telah datang
untuk menggantikanku.
Orang ahli.
Ini orang yang ahli.
Orang ahli.
Semua peralatan Jepang ini... kalau rusak gantinya adalah nyawamu.
Kalau dia menggantikanmu, kita sama-sama kehilangan nyawa.
Lao Jin! / Buat apa kau ke sini? Turunlah!
Sersan Song menghilang.
Jadi fotonya Ito
diambilnya disini.
Pak,
boleh kami ke toilet dan juga cari makan?
Pergilah.
Ini cukup berat.
Hey!
Oh tidak!
Ayo.
Terima kasih semuanya karena menyelamatkanku.
Adikku Cunli mati di tangan tentara Jepang.
Aku tak punya ikatan lagi.
Oleh karena itu, telah kuputuskan untuk mengorbankan diriku
dan melawan musuh sampai mati,
berharap bisa membawa kedamaian di tempat ini.
Jika kau tak berhasil,
aku pasti mati dengan terhormat.
Mati seperti itu akan sangat berarti.
Ambil pistolnya.
Ambilkan aku pistolnya.
Kita akan memenangkan perang ini.
Hidup Cina!
Song Cunyi.
Sersan Song cerita padaku pasukan serangan balik
akan mendarat di Dermaga Xiaguan
dan bertempur sampai ke Gerbang Gongyuan,
mengusir semua iblis Jepang.
Aku penasaran kapan mereka bisa melawan balik.
Bangsat!
Kenapa kau tak melindungi Letnan Ikedo?
Kenapa tak kau ambil pistolnya?
Aku cuma penerjemah.
Seorang pengecut yang takut senjata
dan lebih takut untuk membunuh.
Selama ini mereka ramah padaku bahkan memberiku kue.
Kau habis pergi ke mana?
Menyanyi opera untuk tentara Jepang.
Sersan Song sudah tiada.
Begitu ya.
Lepas baju dan menyanyi.
Lebih bagus kalau telanjang, betul?
Lepas!
Kenapa ini?
Aku di pihak kalian.
◊ SITUS BONUS MELIMPAH ◊ ♦ AMAN ♦ NYAMAN ♦ PASTI BAYAR ♦ kunjungi►► https://super.winjos.today
Perayaan Penangkapan Nanjing:
Bendera matahari terbit yang cemerlang berkibar di atas Kota Nanjing.
Pemandangan selatan Yongtze makin lebih tenang.
Sejuta prajurt pemberani dengan panji-panji nan khidmat...
Maju ke depan!
Lihatlah semoga kekaisaran makin memperjelas seluruh penjuru dunia.
Matsui Iwane.
Guanghai! / Ayah!
Guanghai!
Ayah! Ayah!
Maju ke depan!
Persahabatan Cina-Jepang.
Lapor, pak.
Siap.
Jalan!
Cepat.
Semuanya, menghadap ke Tokyo
dan beri hormat!
Semoga rekan-rekan yang gugur istirahat dengan tenang.
Tembak!
Hanya kumpulkan barang pribadi milik Ikeda.
Jangan sentuh peralatan cuci-cetak.
Apa kau sudah tak waras? / Aku kerja keras untuk Jepang demi mendapatkan tiket ijinmu
dan kau menyembunyikan seorang tentara di belakangku?
Aku tidak sembunyikan! / Terus saja berakting!
Kau bersedia mempertaruhkan nyawa hanya untuk bertindak sok benar.
Tentara itu bodoh. Kau juga?
Pahlawan macam apa yang mati sia-sia?
Apa kau tahu berapa banyak orang yang mati tiap hari?
Pria di luar itu masih hidup sekarang hanya karena aku menyelamatkannya.
Aku yang pahlawan disini!
Kukasih paham...
perang ini sebentar lagi usai.
Jepang akan berkuasa, dan semua orang akan puas.
Kau cuma perlu melakukan satu hal...
tetap hidup.
Sudah kupelajari.
Itu tak terlalu sulit.
Ganti semua foto disini.
Ganti semua foto-foto didinding.
Aku ada sesuatu untukmu.
Ini
foto-foto pemandangan Nanjing yang kau ambil.
Aku mencetak satu set untukmu.
Terima kasih.
Inilah yang kurencanakan
memberi ke ayahku sebagai hadiah Tahun Baru.
Bisa kau jelaskan
tempat-tempat ini?
Bantu aku memastikannya. Kuingin menandai fotonya.
Terima kasih.
Ucapan seorang pria sejati itu mengikat.
Aku menjanjikanmu ini.
Kau bisa keluar dari Kota Nanjing pakai ini 'kan?
Bagaimana kalau kau bertemu dengan tentara Jepang?
Ini ada segel pejabat tinggi.
Tentara Jepang tak akan berani macam-macam denganmu.
Foto ini tak menempel dengan benar... bisa diganti foto siapapun.
Lalu pakai tinta untuk menyempurnakan segelnya.
Siapapun yang punya ini, artinya ini miliknya.
Kau harus berangkat pagi-pagi.
Kalau aku pergi,
bagaimana dengan kalian?
Kami akan tetap sembunyi seperti ini.
Bukankah sebelumnya tetap sama? Hanya saja anggap seolah kalian berdua tak pernah ke sini.
Katakan,
apa bisa kami buat lagi kayak begini?
Kalau kita membuatnya,
maka kita semua bisa pergi, betul? / Tak usah berkhayal.
Ini semua ada nomor serinya.
Kalau tentara Jepang tahu, bakal menembakmu di tempat.
Lao Jin,
tanpa bantuanmu, kami tak akan bertahan hidup sampai hari ini.
Dan Yuxiu...
tanpa dia, tak akan ada tiket ijin kedua.
Tak usah bahas ini.
Kalau kau tak ke sini, kami tak ada yang dimakan atau diminum.
Baiklah.
Yuxiu akan pergi.
Tiket ijinku...
bisa untuk satu orang keluarmu.
Oh, tidak.
Kami tak sanggup lakukan ini.
Baiklah.
Kita semua telah melalui masalah bersama,
berbagi kesusahan.
Kita undi saja untuk memutuskan.
Nak?
Apa yang kau lakukan?
Ayo.
A-chang.
Pergilah.
Kau bawalah putri kita dan pergilah dulu.
Bagaimana denganmu dan putramu?
Itu tak penting.
Anak kedua kita cukup dekat denganku.
Kalian para wanita pergilah lebih dulu.
Kami berdua akan nyari kesempatan lain untuk menemui kalian.
Kau saja... kau yang bawa putrimu pergi. / Sudah diputuskan!
Cukup.
Ikuti saja peta ini.
Mana tiket ijinnya? Kau bawa 'kan?
Menurutmu mana yang bagus?
Apa kubisa bawa semuanya?
Jangan bawa qipao.
Setelah perang, kau akan pakai kimono.
Aku tak mau.
Ini dulu dibuat oleh penjahit terbaik Hong Bang di Shanghai.
Semua barang sepele ini
tak akan membantumu! Sudah kubilang ini tak ada artinya!
Berapa kali harus kubilang?
Wang Guanghai,
apa kita punya masa depan?
Sudah kubilang berkali-kali.
Paham? Aku banyak berkontribusi,
dan Jepang suka mendengar kau nyanyi. Kita banyak kesempatan di masa depan.
Bukan itu yang kumaksud.
Yang aku tanya
apakah kita
punya masa depan bersama.
Saat ini
masa yang sulit.
Bahkan aku tak bisa cerai.
Setelah perang berakhir...
Setelah perang berakhir...
apa masa depan kita pasti bagus?
Lin Yuxiu,
sebenarnya apa maksudmu?
Bagaimana kalau Jepang kalah?
Bagaimana mungkin Jepang kalah?
Mereka menang di perang terakhir di tahun 1894
dan menduduki Taiwan.
Di tahun 1900, Aliansi Delapan Negara berkonvoy memasuki Kota Terlarang.
Kita masih membayar ganti rugi dari itu.
6 tahun lalu mereka mengambil alih Timur-laut.
Tahun ini Peiping dan Shanghai keduanya jatuh.
Lihatlah Nanjing...
bertahan berhari-hari tetap saja jatuh.
Apa kita bisa menghentikan mereka? Tak bisa.
Rakyat Cina bagai debu beterbangan...
tak pernah bersatu. Tentara dengan berbagai dialek
tak bisa saling memahami... bagaimana bisa berjuang bersama?
Bagaimana mungkin Jepang bisa kalah?
Tapi bagaimana kalau kalah?
Aku mengatakan,
bagaimana kalau Jepang benar-benar kalah?
Jika Jepang kalah,
maka kau akan disebut seorang pengkhianat.
Dan aku akan jadi istri pengkhianat.
Aku sudah belajar opera sejak kecil.
Aku memerankan pahlawan wanita seperti
Mu Guiying,
dan Liang Hongyu.
Aku...
aku mengerti.
Jika aku menjadi istrinya Qin Hui sang pengkhianat,
aku akan mati lebih mengenaskan ketimbang sekarang, bukan begitu?
Bisa tidak jangan hidup dalam khayalan?
Buka pintu dan lihatlah di luar.
Sana lihatlah!
Semua orang mati, siapa yang tersisa untuk melawan Jepang?
Bagaimana mungkin Jepang bisa kalah?
Menyebut diriku pengkhianat? Siapapun yang bertahan itu yang berkuasa.
Siapapun yang menang akan berkuasa.
Jepang itu binatang.
Meskipun mereka menang,
apa mereka akan memperlakukan kita sebagai manusia?
Dan bagaimana dengan kita?
Apa kita termasuk manusia?
Lin Yuxiu,
kau mulai menggila.
Tidurlah.
Potonglah.
Punyaku yang ini
tak begitu bagus, tapi ini giok asli.
Setelah aku pergi, tolong jagalah
putraku dan Lao Jin.
Kalau begitu kuterima kebaikanmu.
Ikutlah aku.
Ulurkan tanganmu.
Banyak sekali makanan... kenapa tak kau keluarkan sejak awal?
Saat kudengar akan ada perang,
aku terus membuat roti pipih.
Saat kau kabur, kau tak bisa membawa tepung,
tapi roti pipih ini bisa tahan lama.
Jadi saat aku kelaparan,
aku tak tega untuk memakannya.
Meski Jepang berhenti membawa makanan,
kau tak akan kelaparan.
Terima kasih, mbak.
Tidak, aku yang mestinya berterima kasih.
Ayah, andai kita dulu kabur,
kita tak akan berpisah 'kan?
Ayah,
kapan ayah akan mencariku dan ibu?
Setelah Tahun Baru.
Bulan apa?
Januari.
Januari tanggal berapa? / Siapa yang tahu tanggal berapa?
Ayah bilang setelah Tahun Baru.
Itu berarti Januari.
Itu berarti Januari.
Lao Jin,
jaga dirimu dan putramu.
Carilah aku dan putrimu segera, kau dengar?
Jangan nangis.
Segeralah cari kami, kau dengar? / Aku tahu.
Tak banyak orang di luar sekarang.
Bagaimana kalau
kita berfoto bersama?
Baiklah.
Jika saja kau potong rambutmu sejak awal.
Mau memotret.
Senyum.
Jangan gerak.
Cahaya kurang cukup. Shutter lambat butuh 20 detik.
Siap...
Bagus.
♪ Gerbang kota, gerbang kota, berapa meter tingginya? ♪
♪ 33 meter menjulang ke langit. ♪
♪ Kuda dengan bunga, ♪
♪ pedang terangkat tinggi, ♪
♪ di pintumu aku lewat, ♪
♪ bertanya padamu, ♪ ♪ mau jeruk atau pisang? ♪
Bu,
aku pernah ke Hangzhou.
Adik tak pernah kemana-mana.
Setelah kita mengusir Jepang,
kemanapun kamu dan adikmu ingin pergi,
ibu dan ayah akan mengajakmu ke sana,
bagaimana?
Ya sudah. Ayah tak bisa berbuat banyak lagi,
tapi hari ini ayah akan
mengajakmu bepergian ribuan kilometer dalam sehari.
Kota Terlarang Peiping.
Pasar Quanye Tianjing.
Lambaian Daun Willow dan Lagu Oriole di Danau Barat.
Kuil Kota Dewa Shanghai.
Menara Bangau Kuning Wuhan.
Tembok Besar.
Ayah mengajarimu...
kita sebut apa semua tempat ini?
Tanah air kita yang indah.
Tak kurang seincipun.
Tak kurang seincipun.
Pegang ini.
Angkat lebih tinggi.
Lewat sini. / Kemana?
Pak, kami bawa tiket ijin!
Jalan!
Kubilang jalan! / Kami bawa tiket ijin!
Kita dibawa kemana?
Melindungi nyawa manusia...
itu adalah
perbuatan baik.
Ibu! Ibu!
Menggantung tanda perlindungan
di studio foto...
itu perbuatan baik.
Menyediakan makanan dan oabt buat mereka...
itu perbuatan baik.
Dia cuma anak-anak!
Memanfaatkan orang lain membunuh untukmu...
itu kebijaksanaan.
Jika orang-orang dengan nomor seri ini muncul,
bunuh mereka langsung. / Siap, pak.
Menepati janjimu
dan memberi mereka tiket ijin...
itu sifat dapat dipercaya.
Pemahamanku
benar 'kan?
Ya,
jelas benar.
Lepaskan putriku!
Lepaskan...
Lepaskan...
Lepaskan...
Mengapa kalian belum pergi?
Lekas pergi. Kemasi barang dulu.
Ayo.
Kau butuh gaun qipao?
Bawa semuanya.
Potong bagian film yang ada kamunya. Lainnya tinggalkan saja.
Perang ini...
menang atau kalah, pada akhirnya nanti aku pasti akan menikahimu.
Meskipun Jepang kalah, aku sudah tahu jalan keluarku.
Aku akan serahkan semua info intel mereka
demi menyelamatkanku.
Bawa tiket ijinnya dan pergilah.
Sudah kuberikan tiket ijinnya ke orang lain.
Apa maksudmu?
Sudah kuberikan tiket ijinnya ke orang lan.
Siapa mereka?
Keluar!
Siapa wanita yang bawa 2 tiket ijin ini?
Siapa wanita yang bawa 2 tiket ijin ini?
Siapa dia?
Tuan-tuan di Divisi-6,
di tahun Showa 13 mendatang,
untuk Yang Mulia, kita harus perluas wilayah sejauh ribuan kelimeter,
dan semoga Kekaisaran Jepang Agung kita
bisa dirasakan ke segala arah!
Kuperlakukan kau
sebagai teman.
Aku mempercayaimu.
Aku mempercayaimu.
Ikat dia.
Bukan ini.
Bukan ini.
Film negatif-ku.
Dimana film negatif-ku?
Dimana film negatif-ku?
Dimana film negatif-ku?
Dimana film negatif-ku?
Mayor Kuroshima, lakukan sesukamu terhadap wanita ini.
Ito,
akhirnya kau belajar menjadi fleksibel.
Tolong jangan lakukan ini. / Enyah kau.
Wang Guanghai!
Wang Guanghai!
Wang Guanghai!
Guanghai! / Ikut aku.
Pak.
Jangan, pak. Kumohon jangan. Bukankah kita teman?
Teman. Teman.
Teman. / Teman?
Kau anjing!
Ini akibatnya kalau anjing menggigit tuannya.
Bagus sekali.
Sebagai seorang tentara, memang harus bertindak begitu.
Ikut aku.
Ayo.
Dia sudah mati.
Lekas, berdiri.
Jangan coba macam-macam. Ayo!
Jangan bergerak!
Ada orang di situ?
Inoue, Selamat Tahun Baru.
Selamat Tahun Baru.
Aku bersedia selalu mengikutimu.
Dimana itu?
Dimana negatif filmnya?
Dimana?
Negatifnya...
dimana?
Di sini!
Ito...
Dimana Ito?
Terus saja membahas soal memanfaatkan peluang berfoto.
Dimana dia saat penting begini?
Istri dia dan anak-anak.
Ganti fotonya, cepat.
Jika kita pakai milik mereka, bagaimana dengan dia dan putranya?
Seluruh keluarga ini sudah kerja untuk Jepang.
Dia sudah meminta seseorang, untuk menjaga mereka.
Mereka tak akan kenapa-napa, ngerti?
Lao Jin, cari foto dirimu.
Berkat kalian berdua, istri dan putriku bisa kabur.
Bisakah
kau bawa putraku juga?
Jika tentara Jepang melihatku seperti ini,
aku tak akan berhasil keluar.
Kau dan Yuxiu bawa anak itu dan pergilah dulu.
Aku akan sembunyi dan bertahan dengan makan roti pipih buatan istrimu selama beberapa hari.
Apa kita tak bisa pergi bersama?
Kau bilang akan menyerahkan studio ini padaku.
Sekarang kau tak sanggup untuk meninggalkannya?
Tuan.
Pergilah.
Campurkan sedikit aspirin ke dalam susu bubuk untuk si kecil.
Akan membantu dia tidur nyenyak.
Lekas pergilah!
Si orang Jepang itu...
apa dia benar-benar mati?
Akan kubunuh kau!
Kau pembohong!
Akan kubunuh kau!
Mati kau!
Akan kubunuh kau!
Ito!
Negatif filmnya ada disini!
Hentikan!
Hentikan!
Hentikan!
A-chang!
A-chang! / Pergilah!
Lekas pergilah! / Bagaimana denganmu?
Bawa anak itu dan lekas pergi!
Bisa terlambat kalau tak pergi! / Ayo pergi sama-sama.
Pergi! / Bersama-sama!
Ayo pergi bersama!
Pergi! / A-chang!
A-chang! / Pergi!
Pergilah!
A-chang!
Apa itu?
Kebakaran! Kebakaran!
Kebakaran!
Pemeriksaan selesai. Tak ada yang mencurigakan.
Hey!
Jangan berhenti. Terus jalan. Terus.
Tunggu!
Berhenti!
Ini untuk putraku.
Apa yang kau lakukan?
Lao Jin! / Bayiku!
Ikutlah aku, Lao Jin!
Lao Jin!
Kita pergi bersama, Lao Jin! / Pergilah!
Berhenti!
Katakan pada putraku
ayahnya adalah seorang fotografer.
Aku seorang fotografer!
Aku seorang fotografer!
Lihat.
Ini Tahun Baru.
Biarkan kalian kufoto. / Angkat tangan!
Jangan bergerak!
Kalian bajingan!
Kalian merubah Nanjing menjadi neraka!
Bukankah kalian suka difoto?
Senyum!
Bukankah kalian suka difoto? Jangan todong aku pakai ini!
Bukankah kalian suka senyum? Ayo, biar kufoto kalian.
Kalian segerombolan bajingan!
Di sana!
Ayo!
Awas. Pelan-pelan.
Apa kau mencari seseorang? Aku bisa bantu.
Siapa namanya? / Aku mencari
seorang anak dan ibunya.
Belum pernah lihat mereka.
Bisa bantu aku menghubungi jurnalis asing?
Ikut aku.
KOTA CHONGQING
Berita bonus!
Berita bonus!
Berita bonus!
Kekejaman Jepang di Nanjing!
Puluhan ribu tentara dan rakyat sipil dibantai!
Semuanya sini lihat!
KANTOR KABEL TELEGRAF WESTERN UNION
Senator,
lihat yang terjadi di Cina.
Berita baru! Berita baru!
Foto-foto dari berbagai sumber
mengungkap kekejaman Jepang di Nanjing.
Pembantaian tidak manusiawi berlangsung berminggu-minggu.
Korban termasuk para tawanan perang dan sejumlah besar rakyat sipil tak bersalah.
Tembakan senjata, pmbakaran, pemerkosaan dan tindakan kejam lain yang diluar nalar.
Selamatkan Cina! Usir Jepang!
Ini tak mungkin!
Ini tak mungkin!
Negatif filmnya ada padaku.
Semua sisanya terbakar.
Dalam masalah ini,
kau telah membawa malu terhadap keluargamu dan seluruh Divisi-6.
Sekarang
semua orang akan tahu neraka ini.
Terima kasih.
Apa ini sudah semua negatifnya?
Apa ada yang hilang?
Ini Hu Die.
Dan ini aku.
Bisa tolong cuci-cetakkan foto ini?
Dan diperbesar.
Mengapa?
Mustahil.
Bagaimana mungkin?
Mustahil!
Mengapa?
Mustahil!
Mengapa?
Aku ada ide.
Ini semua film negatifnya, sudah aku develop permanen
sebelum Nanjing jatuh.
Banyak diantaranya tanpa pemilik sekarang.
Bawa semua ini dan tukar dengan film negatif-nya Jepang.
Masing-masing kita jahitkan film-negatifnya Jepang ke baju kita.
Siapapun yang mendapatkan tiket ijin itu
maka bisa membawa keluar negatifnya.
Harus mengeluarkannya.
Biar aku saja.
Kau bisa menjahit? / Pada hari pertamaku kerja,
yang kupelajari adalah menjahit tas surat.
Kenapa kau menjahit tas surat?
Namaku bukan A-tai.
Nama margaku Su. Su Liachang.
Tukang Pos Grup 2, Distrik 1 Kantor Pos Nanjing.
Nomor 1213.
Meski Jalan Gongyuan itu cuma gang pendek,
Senyum, letakkan tanganmu di pundak mbaknya....
musim semi, panas, gugur dan musim dingin warga Nanjing,
kegembiraan, kemarahan, kesedihan, dan kebahagiaan mereka, semuanya diabadikan di dalam ini.
Selamat ulang tahun tuan...
Mereka membeli baju,
beli gincu,
beli permen pernikahan, mengadakan jamuan makan.
Semoga kelahiran bayi laki-lakimu membuat keluargamu sejahtera!
Jangan takut, sayang. Lihat ke kamera.
Sungguh gagah dan pemberani, mengabdi pada negara kita.
Bagus!
Apakah itu melahirkan anak,
menikah, lulus sekolah,
dapat pekerjaan...
Keluarga harmonis bersama putra dan putrinya...
Itu berarti sempurna.
...lahir, pensiun, sakit, mati,
semuanya datang melewati Studio Foto Lucky ini.
Kau sudah lulus.
Belajar tekun nanti kuliah
di luar negeri,
tapi kembalilah untuk mengabdi di negara kita.
Semua orang ingin
meninggalkan kenangan disini.
Mustahil!
Mengapa?
♪ Kuda dengan bunga, ♪
♪ pedang terangkat tinggi, ♪
♪ di pintumu aku lewat, ♪
♪ bertanya padamu, ♪ ♪ mau jeruk atau pisang? ♪
Saat kau dewasa, ingin kerja apa?
Perawat? Perawat itu bagus.
Menyembuhkan yang terluka dan menyelamatkan nyawa.
Dua saudari yang cantik.
Keindahannya menghentikan ikan dan mengejutkan burung,
mempermalukan bunga dan meredupkan bulan.
Busungkan dada, tegakkan kepala.
Persatuan persaudaraan
punya kekuatan besar.
Tak apa.
Foto-foto orang Cina itu tidak penting.
Ini ulahmu!
Sialan!
Kau bajingan!
Merekalah pemilik sejati kota ini.
Sini, ayo!
Padamkan!
Jangan bergerak!
Padamkan apinya!
Berhenti!
Semuanya mundur!
Negatif-ku!
Kau ingin tahu tempat-tempat di foto-foto ini?
Jalan Willow,
Jalan Guang'an,
Yang Gong Well, Jalan pingshi,
Bengkel Pande Besi, Teluk Tujuh Keluarga,
Pasar Keledai, Kamp Jiaofu!
Ito,
ambil pedangnya.
Lakukan!
Kuil Kokok,
Danau Mochou,
Gunung Ungu,
Yuhuatai,
Gerbang Yijiang,
Gerbang Guanghua,
Gerbang Zhongshan, Gerbang Zhonghua!
Lakukan!
Jangan sentuh aku!
Akan kubunuh kau.
Bukan kau yang berhak melarang!
Akan kubunuh kau!
Selama Cina belum binasa,
kami rakyat Cina tak akan membiarkan kalian menghancurkannya seperti ini!
"Kita
bukan teman."
"Bukan."
Kirim pulang abunya.
Katakan ke mereka
Ito gugur demi kehormatan Divisi-6
dalam pertempuran Nanjing
dengan heroik.
Aku sangat memahami situasi dunia dan kondisi Kekaisaran saat ini,
[Penyerahan Jepang tanpa syarat pada tanggal 15 Agustus 1945]
dan memerintahkan Pemerintah Kekaisaran
untuk memberitahu Amerika, Inggris, Cina, dan Uni Soviet
bahwa kita menerima atas deklarasi bersama mereka.
PENGADILAN MILITER NANJING, 1947
Inoue Yuji,
apakah Divisi-6 Jepang
melakukan pembantaian berskaa besar di Nanjing?
Jelas tidak.
Dalam perang, korban tak sengaja itu tak bisa dihindari.
Andai
tentara Cina menyerah sejak awal,
korban rakyat sipil tak akan terjadi.
Kau tak bisa buktikan
bila kami adalah pelaku atas korban rakyat sipil.
Harap hadirkan buktinya.
Ada seorang pria bernama Jin
yang mengelola studio foto di Nanjing.
Penjajah Jepang
membawa foto-foto mereka ke studionya untuk di cuci-cetak.
Jin, takut akan kebrutalan mereka, tak bisa menolak,
tapi diam-diam menukar satu set foto-negatif.
Foto-foto ini berisi
bukti kejahatan militer Jepang...
mereka bersenang-senang dalam membantai rakyat kami.
Bahkan sekarangpun, melihat mereka
masih membawa kengerian. Kami menghadirkan bukti ini,
untuk kalian periksa, terlampir sebagai bagian bahan bukti
untuk sidang pengadilan.
Setelah diselidiki, foto-foto ini
memang diambil oleh penjajah Jepang selama kekejaman mereka
dan berfungsi sebagai bukti kuat kejahatan perang.
Para pimpinan militer Jepang yang menyerbu Nanjing
bersama-sama mengizinkan pasukan mereka secara sistematis melaksanakan
penusukan perut,
pemenggalan kepala, pemerkosaan,
membakar hidup-hidup, serta tindakan kejam lainnya
terhadap
rakyat sipil tak bersenjata
serta wanita dan anak-anak tak bersalah,
total lebih dari 300.000 orang.
Bukti sudah final
dan tak bisa dibantah.
Hutang darah ini sangatlah besar,
dan kejahatan sangat keji!
Pengadilan ini memberikan...
hukuman mati.
Jalan!
Cepat!
Keluar!
Tembak!
Bu, apa ini bisa difoto seperti ibu bilang?
Ya.
Ayo!
Ayo!
Tembak!
MULAI 26 APRIL 1947, PARA PENJAHAT PERANG, TERMASUK HISAO TANI, DIEKSEKUSI SECARA BERTURUT-TURUT.
KENANG SEJARAH DAN PERKUAT DIRI KITA.
DIDEDIKASIKAN UNTUK PERINGATAN 80 TAHUN KEMENANGAN DALAM PERANG PERLAWANAN RAKYAT CiNA
MELAWAN AGRESI JEPANG DAN PERANG ANTI-FASIS DUNIA.
broth3rmax, 2 Oktober 2025
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 2 Oktober 2025
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 087814427939 (NEW)
BERIKAN SUPPORT DI trakteer.id/broth3rmaxSUB
◊ SITUS BONUS MELIMPAH ◊ ♦ AMAN ♦ NYAMAN ♦ PASTI BAYAR ♦
--ꝏ MAIN DI WINJOS ꝏ-- PASTI WIN & JOS WeDe NYA
kunjungi►► https://super.winjos.today
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.