All language subtitles for Good News (2025) IDCP

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA

NAMUN, SEMUA TOKOH DAN SITUASI ADALAH FIKTIF

LANTAS APA FAKTANYA?

"Terkadang fakta ada di balik rembulan.

Namun, tak berarti sisi depan berdusta."

Kata Truman Shady.

Kau tak tahu itu?

Tentu saja aku tahu.

Apa pun fakta yang terjadi di belakang,

orang percaya yang mereka lihat dan itulah faktanya.

- Seperti berita itu. - Ini purnama, jangan melolong.

Bulan sama saja dari kedua sisi.

Justru kau yang melolong.

Maksudmu, aku anjing?

Dia sudah datang.

Ya ampun. Terima kasih sudah repot-repot datang larut malam.

Wah, kau lebih cantik aslinya.

Ada dua macam berita di sini.

Berita pertama.

Pemirsa pasti masih ingat

pembajakan maskapai domestik di udara

ke Korea Utara 66 hari yang lalu yang menyeret 51 warga Korea Selatan.

Akhirnya, hari ini, 66 hari setelah kejadian,

sejumlah 39 penumpang kembali menghirup udara bebas.

Namun, 12 orang lainnya masih ditahan rezim Korea Utara

dan belum dapat kembali.

Benar.

Kami dipisahkan satu per satu

dan disetrum secara brutal.

Namun, seorang pria menjadi kalap…

Dan berita kedua.

15 MARET 1970 TOKYO, JEPANG

Hari ini, ketua kelompok radikal antipemerintah, Yamamoto Tadashi,

dibekuk di Komagome, Toshima, Tokyo.

Saat Perlawanan Universitas Tokyo, Faksi Pasukan Merah

merupakan kelompok paling radikal di antara aliansi komunis antipemerintah

dan berkembang menjadi organisasi teroris

yang dilengkapi berbagai senjata, bom rakitan, dan sebagainya.

Revolusi!

Kedua berita ini tak hanya berbeda negara,

tetapi juga tak berkaitan.

Hingga baru-baru ini.

Korelasi bisa terbentuk dan terhapus dengan mudah.

Hanya butuh kreativitas

dan kesudian untuk percaya.

GOOD NEWS

Ini jelas-jelas ada

di antara barangmu.

Apa artinya?

Aku tak mengerti bahasa Inggris.

Apa tulisannya?

Nah, di sinilah berita ketiga dimulai.

31 MARET 1970 BANDARA HANEDA, JEPANG

Jangan gugup.

Kita adalah Ashita no Joe.

Kami adalah Ashita no Joe.

Saat itu, belum ada pendeteksi logam atau pemeriksaan sinar-X.

Lalu sejak saat itu, keduanya menjadi wajib.

Kesembilan orang gila ini

membantu mengembangkan sistem keamanan bandara Jepang.

Penumpang yang terhormat, ini maskapai Japanese Ride 351

menuju Bandara Itazuke.

Sesaat lagi kita akan berangkat.

Harap kencangkan sabuk pengaman.

Buka bagian atas dan kencangkan sabuk pengamanmu.

Suatu kehormatan bisa terbang bersamamu, Kapten.

Kenapa? Tersenyumlah pada hari seperti ini.

Apa?

Sebentar lagi, jam terbangmu 10.000 jam.

Bagaimana perasaanmu?

- Sakit. - Apa?

Terjebak di kursi sempit ini selama 10.000 jam

memperparah wasirku.

- Wasirmu parah? - Ganas.

Jika ini kanker, sudah stadium akhir.

Sayang sekali.

Sulit menunjukkannya karena tersembunyi.

Untuk apa kupamerkan wasirku?

Itu semacam bintang jasa, bukan wasir biasa.

Wasirmu pasti ingin dipamerkan kepada dunia juga.

"Akulah hasil penerbangan 10.000 jam!"

- Daftar periksa prapenerbangan. - Daftar periksa prapenerbangan.

Nona, pasti tak nyaman. Boleh kami bantu menyimpan barangmu?

Hei.

Jika tersenyum palsu,

apa kau digaji lebih?

Mohon maaf.

Aku ingat.

HJ adalah…

Bajak!

BAB 1 PEMBAJAKAN

Menunduk!

Diam!

Para penumpang, ada masalah kecil dalam penerbangan.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan kalian.

Kami akan memperkenalkan diri.

Kami Faksi Pasukan Merah, sekutu komunis.

Kenalkan, aku Ishida Shinichi, wakil menteri transportasi.

Saat ini Jepang

telah mencapai kapitalisme lanjut yang dikatakan Karl Marx.

Expo '70

menunjukkan keajaiban ekonomi Jepang yang diketahui dunia…

Aku umumkan!

Untuk menghancurkan kekuasaan borjuis kapitalis yang masif,

diperlukan revolusi bersenjata!

Itulah keputusan kami.

Itu keputusan yang sangat sulit.

Jadi, kau akan ikut dalam upacara pembukaan?

Tentu saja. Selain itu…

- Pak Ishida? - Aku harus hadir.

Kementerian Transportasi juga…

Inilah daya tarik berita siaran langsung, bukan?

- Mohon maaf… - Keparat!

Dasar bajingan!

- Pemirsa… - Tujuannya ke mana?

Pyongyang?

Pyongyang, katamu?

Apa kami terlihat akan berlibur ke Hawaii?

Kami

tidak pergi untuk menari hula.

Kami akan buat markas militer.

Kau tahu tempat apa Korea Utara?

Tentu saja.

Kalian tetap ingin membawa mereka ke Korea Utara?

Kalian tahu risikonya di sana?

Sayangnya,

dalam revolusi pasti ada pengorbanan.

Kami sudah siap mati.

Oleh karena itu,

jika ada yang menghalangi kami…

Kami siap membunuh mereka.

Selama kami bisa ke Pyongyang.

Kami

siap melakukan apa pun.

Sedikit ke kiri.

Aku tak tahu caranya ke Pyongyang.

Penerbangan sipil Jepang tak pernah memasuki wilayah udara Korea Utara.

Maeda. Kau pernah ke sana, bukan?

Apa?

Aku sudah naturalisasi lebih dari sepuluh tahun.

Orang tuaku dari Korea Selatan, bukan Korea Utara.

Maka, tak ada pilihan lain.

Bukankah bisa pakai radar?

Kendali ancang bumi mengarahkan tujuan kami.

Kau tahu frekuensi kendali Pyongyang?

Kalian tidak tahu?

Mustahil tahu karena negara tak berhubungan diplomatik.

Jika membajak pesawat lagi,

pastikan kalian sudah belajar.

Hentikan! Kendalikan dirimu.

Kenapa memukul pilot jika mau ke Pyongyang?

Mohon maaf.

Mari saling berhati-hati sampai tiba di tujuan.

Kita jaga kedamaian.

Ini penerbangan domestik.

Avturnya kurang ke Pyongyang.

Kita ke Itazuke sesuai rencana lalu isi avtur…

Tua Bangka! Kau mau menipu kami?

Dipikir-pikir,

bukankah cukup satu pilot?

Namun, avturnya kurang.

Aku tahu saat menonton berita

bahwa sebenarnya avturnya cukup. Namun…

Mau bagaimana?

Para pembajak itu tak paham meteran avtur.

Para pilot pemberani memanfaatkan itu dengan baik.

METERAN AVTUR

(MASIH PENUH)

Di sini Japanese Ride 351.

Izin mendarat di Bandara Itazuke untuk mengisi avtur.

Mereka tiba 20 menit lagi. Polisi sudah meluncur?

Berikut tuntutan pembajak.

Pasukan Bela Diri atau polisi

dilarang mendekat saat mengisi avtur.

Kami lekas ke Pyongyang setelah mengisi avtur.

Mohon peta dan kompas.

Para pembajak punya bom cair.

Jika tidak dipenuhi,

bom akan diledakkan.

Sialan! Sudah kuduga!

Ada polisi! Semua bersiap untuk baku tembak!

Bawa sandera!

Tolong aku!

Diam!

Kami bunuh mereka jika kalian mendekat!

Kami balas jika mereka menembak!

Kami tak takut kepada para babi kapitalis!

Begini strateginya.

Pertama, Tim A melubangi roda.

Lalu turunkan tangga belakang…

Ini belakang, bukan depan?

Apakah ini depan?

Oh, ternyata ini depan!

Ini mirip sosis bersayap, bukan pesawat.

Siapa yang menggambarnya?

Siapa yang menggambarnya?

- Maju! - Sudahlah!

Berapa perkiraan korbannya?

Kira-kira lima

sampai seratus orang. Sekitar itu.

- Rentangnya terlalu besar! - Semuanya.

Kenapa ada polisi bersenjata di landasan pacu?

Tak boleh ada satu pun korban jiwa di maskapaiku.

Pak Ketua.

Aku salut pada jiwa pebisnismu yang mengutamakan nyawa.

Namun, perlu sedikit pengorbanan demi menumpas si merah antipemerintah.

"Sedikit pengorbanan"?

- Hei! - Ya, Pak.

Apa slogan maskapai kita?

"Di langit seaman rumah sendiri."

Terkadang,

ada orang yang meninggal di rumah.

Bedebah!

Lalu kenapa harga rumah tidak turun?

Jika omzet menurun, Pasukan Bela Diri akan bertanggung jawab?

Atau pemerintah Jepang yang akan bertanggung jawab?

Tarik mundur Pasukan Bela Diri dan lekas isi avtur.

Jika tidak, akan kubom seluruh penumpang.

Bandara ini di bawah yurisdiksi militer Amerika Serikat.

Perlu waktu mengisi avtur.

Jika kau lepaskan penumpang, akan kubujuk militer Amerika Serikat.

Kuberi waktu sejam. Kami, Faksi Pasukan Merah,

tidak takut berkorban demi revolusi!

Kami

adalah Ashita no Joe.

Ashita no Joe?

Apa itu?

Bukankah itu komik?

Benar. Diterbitkan pada tahun 1968.

Karya Takamori Asao dan Chiba Tetsuya.

Tokoh utamanya seorang petinju, Yabuki Joe.

Dialog terkenalnya,

"Meski sesaat, aku akan membara hingga menyilaukan."

Lalu pada akhirnya,

"hanya abu putih yang akan tersisa."

Berapa usia para si merah itu?

Pertama-tama, aku minta maaf.

Jika bom ini meledak,

itu bukan keinginan kami.

Itu akan dicatat sebagai pembantaian oleh kapitalis Jepang.

Mohon maaf.

Apa?

Jetnya menuju ke sini, bukan?

Mereka mau apa?

Pemerintah yang melakukannya.

Pasti mereka punya rencana.

Apa itu?

Kenapa tiba-tiba jet tempur mendekat?

Hubungkan radionya!

Ulah siapa ini?

Bukan aku.

- Aku yang menyuruh. - Apa?

Sebagai Pasukan Bela Diri, aku tak bisa tinggal diam.

Bagaimana jika ada korban jiwa?

Tidak akan, Pak.

Ada apa?

Dia mau melakukan apa?

Sepertinya dia turun dari jet.

Apakah dia

parkir ganda lalu kabur?

Kau tahu betapa sebalnya

saat banyak urusan, tapi ada yang parkir menghalangi mobilmu?

Singkirkan jet tempur bodoh itu

atau kutembak mereka per sepuluh menit!

Tak perlu kasihan.

Kami juga sama waktu itu.

BADAN INTELIJEN PUSAT KOREA (KCIA)

Tidak. Kecuali ada perintah dari Paduka Yang Mulia,

Angkatan Udara akan mengikuti protokol.

Kasau Choi!

Kenapa dia tiba-tiba menjadi kaku?

Katanya, mereka sekubu Pak Kim, kepala staf kepresidenan.

Tampaknya itu benar.

Ya ampun.

Sebesar apa masalah negara

sampai kalian semua berkumpul?

Dia siapa?

Aku bukan siapa-siapa. Panggil aku Awanama.

Oh, Awanama.

- Wah, apa kabarmu? - Baik. Terima kasih.

Kalian sudah dengar sekilas, 'kan?

Apa pendapat kalian?

Jepun menculik sesamanya demi ke Korea Utara? "Sayonara."

"Jepun"? Berani sekali bicara begitu.

Maafkan kelancanganku.

Saat penjajahan Jepang, kakek dari pihak ibuku

bertetangga dengan aktivis kemerdekaan.

Bukankah kakek dari ibumu itu mengadu domba dengan polisi Jepang?

Aduh, itu sejarah keluarga yang menyakitkan.

Baik itu Jepang atau Korea Utara,

apa urusannya dengan kita?

Masalah nyawa tak pandang kewarganegaraan.

Ini masalah HAM.

Wah, membahas HAM di KCIA? Itu inovatif.

Omong-omong, ini keputusan dari atas?

Paduka Yang Mulia sedang ada tugas penting.

Nanti aku akan melapor kepadanya seperti kejutan.

Ada spionase dari CIA Amerika Serikat.

Situasi di sini buruk.

Jika Jepang gagal,

ada kemungkinan pesawat akan melintasi Korea Selatan.

Harap segera melapor ke negara terkait.

Aku paham posisi Amerika Serikat.

Sebaiknya mereka akur dengan kita dan Jepang untuk mengawasi Uni Soviet.

Omong-omong, Jepang sedang apa?

Baru saja jet tempur yang menghalangi Haru dipindahkan.

Jet tempur tak bisa bergerak mundur.

Jadi, sedang didorong menggunakan mobil derek.

Jadi, kita selesaikan ini

untuk sok jadi dewa penolong Jepun

dan menjilat Yankee. Begitu?

Siapa sebenarnya dia?

Ya, silakan bicara.

Sudah berapa kali kubilang

para pria itu pasti si merah?

Apa? Bukti?

Beri aku waktu dua minggu lagi.

Baik.

Sial.

Aku juga heran.

Jika pesawat dan penumpangnya ke Korea Utara,

mereka akan dimanfaatkan sebagai alat transaksi dengan Jepang.

Namun,

bagaimana jika mereka menginginkan bantuan ekonomi?

Jika seperti itu, PDB si merah Korea Utara

akan sedikit mengungguli kita.

Kau membuat gula darahku turun.

Namun,

apa yang akan terjadi jika kita selesaikan masalah ini

secara mengesankan?

Jika seperti itu,

Jepang akan berutang besar kepada kita.

Kita bisa mengibarkan bendera negara kita di kancah internasional.

Paduka Yang Mulia pasti akan senang.

Pak Kim di Istana Negara akan iri.

Baiklah. Aku akan menyimpulkannya.

Anggaplah Jepang gagal sesuai prediksi.

Orang gila bersenjatakan bom yang menyandera 130 orang

segera menuju Korea Utara.

Kita harus meyakinkan secara damai

orang-orang gila yang akan jatuh dari langit.

Bagaimana caranya?

Dengan membujuk mereka?

Terima kasih ide briliannya.

Namun, itu hal yang mustahil, Pak.

Kami akan bicara empat mata.

Bung.

Apa benar-benar tak ada solusi?

Tugasmu adalah membekukan air jika aku ingin berjalan di atasnya, Bung.

Bukan begitu.

Aku bukan pesulap.

Kau lakukan sulapnya

agar kukabulkan permintaanmu yang bahkan tak bisa dipenuhi ayahku.

Cobalah

keluarkan merpati dari topimu.

Kurasa

kau akan marah.

Apa? Bung!

Aku bukan orang yang pemarah.

Katakan saja.

Bajingan!

Apa kau ingin aku mati?

- Astaga! - Jangan itu!

Itu tak boleh! Jangan bermimpi!

- Berisik! - Turunkan pistolmu!

Bayiku jadi makin menangis!

Tuan, kau baik-baik saja?

- Diam! - Ada apa? Berisik!

- Pramugari, tolong kemari! - Ada apa?

Aku menderita penyakit jantung.

Harusnya kau bilang sebelum kami menyanderamu!

Apa?

Tolong lepaskan ikatan tangannya!

Apakah di sini ada dokter?

- Apa ada dokter? - Ada dokter?

Aku! Aku seorang dokter!

Ada pasien di antara penumpang.

Tolong segera isi avturnya.

Kami masih diskusi dengan militer Amerika Serikat.

Mohon tunggu sebentar.

Lekaslah.

Jika penumpangnya mati,

itu semua salah pemerintah!

Hei.

- Bajingan! - Hei!

Hei!

Katakan pasien dan lansia akan dilepaskan untuk mengisi avtur.

Kalian tak mau ada korban jiwa, 'kan?

Tak ada negosiasi dengan babi kapitalisme.

Jika terjadi sesuatu kepada satu penumpang,

para babi kapitalisme itu

punya alasan untuk menyerbu pesawat ini.

Aku setuju.

Menurutku, tawanannya cukup tanpa pasien dan lansia.

Lima banding tiga.

- Lekas bebaskan tawanan… - Aku tak setuju!

Kompromi takkan ada ujungnya.

Empat sama.

Aku jadi berubah pikiran.

- Hei! - Jangan lemah sebelum tiba di Pyongyang!

- Lima lawan tiga. Tak ada yang turun! - Tidak.

Ideologi komunisme

adalah keputusan kolektif yang bulat.

Kita tak ikut prinsip mayoritas.

Ketua, lalu untuk apa pemungutan suara?

Diam! Ketua yang membuat keputusan.

Benar, 'kan?

Tentu saja.

Kediktatoran itu absolut dalam komunisme.

Penerbangan Japanese Ride 351

mengisi avtur setelah konfrontasi empat jam.

Berkat upaya dan negosiasi alot pemerintah,

sebanyak 23 penumpang dilepaskan, termasuk lansia, wanita, anak-anak,

dan pasien penyakit jantung.

Putraku masih di pesawat!

Pasukan Bela Diri

memprioritaskan nyawa dan keselamatan para penumpang.

Kami terus berupaya untuk mengevakuasi penumpang dengan aman

sesuai protokol.

Cepat tutup pintunya!

Namun, 106 penumpang lainnya

tampaknya segera meninggalkan Bandara Itazuke.

Apa kau serius?

Peta ini untuk ke Pyongyang?

Apa ada masalah?

Peta penerbangan harus ada jalur penerbangan dan bandara.

Ini jelas peta dari buku pelajaran SMP.

Baiklah, semoga beruntung.

Sebentar. Tunggu dulu!

Hei, berhenti!

Hei!

Apakah menurutmu, pemerintah tetap punya rencana?

Kenapa?

Mereka tak bisa melepas ataupun menahan kita ke Korea Utara.

Mereka serahkan keputusan kepada kita.

Terlepas dari segalanya,

kita telah berusaha maksimal.

"Maksimal"?

Memang kita melakukan apa?

Kita cuma parkir ganda dan mengompori mereka!

Kita hanya menonton seperti orang bodoh!

Kenapa tak ada yang geram?

Permisi!

BAB 2 PEMBAJAKAN GANDA

Empat jet tempur Amerika Serikat ditembak di Korea Utara sejak gencatan senjata.

Korban jiwanya belasan orang.

Namun, tahun lalu ada tim penyintas serangan MiG Korea Utara.

Pilot Amerika Serikat yang menuntaskan misi diberi penghargaan.

Omong-omong,

kenapa hanya pilot yang diberi penghargaan?

Tanyakan kepada yang memberikannya.

Bajingan.

Kau ketus sekali.

Katanya, hanya kau orang Korea Selatan di misi itu?

Kau asisten pengendalinya.

Aturannya, pengendali utama RAPCON adalah militer Amerika Serikat.

Omong-omong,

katanya hanya segelintir orang Korea Selatan

yang lulus ujian kualifikasi RAPCON?

Benarkah?

Akulah urutan pertamanya.

Keren.

Tetapi, apa itu RAPCON?

RAPCON adalah kendali sua radar.

Sistem kendali radar mutakhir militer Amerika Serikat sejak 1968.

Dipegang batalion 5 AU Amerika Serikat, bisa melacak ketinggian 30.000 kaki…

Cukup.

Membosankan.

Tetap saja kau hanya asisten, 'kan?

Omong-omong, sebenarnya kau siapa?

Aku bukan siapa-siapa.

Panggil saja aku Awanama.

Apa aku tak salah mengerti?

Faksi Pasukan Merah membajak pesawat.

Jadi, kita akan membajak komunikasi pesawat?

Bukankah itu genius? Ya, 'kan?

Aku juga setuju.

Tampaknya kau tak paham sistemnya.

Pengendali lalu lintas udara tak bisa menghubungi pilot duluan.

Bisa tidak bisa harus bisa.

Kau sangat paham sistemnya.

Anggaplah komunikasinya terhubung.

Lalu cara meyakinkannya?

Dengan membujuk mereka?

- Kau sangat genius. - Jangan terlalu sinis.

Aku juga tak sempat bersiap-siap.

"Gagal mempersiapkan

berarti mempersiapkan kegagalan."

Benjamin Franklin?

Ternyata kau juga menyukai kata-kata bijak.

Karena ucapan orang yang mencetak sejarah itu berguna.

BANDARA INTERNASIONAL KIMPO

Kau bisa berbahasa Jepang, 'kan?

Kukabulkan permintaanmu jika ini sukses.

Apa kau dukun?

Memangnya apa keinginanku?

Kesuksesan.

Bukankah kau terlalu menganggapku materialistis?

Namamu Go-myung yang berarti "nama yang luhur"?

Namamu sangat spesifik.

Itu pemberian ayahku.

Ayahmu…

Veteran Perang Korea, bukan?

Duar!

Granat meledak di Baengmagoji.

Pernah lihat anggota tubuh tentara boneka terbang?

Saat Ayah termenung melihatnya,

ternyata kaki Ayah juga ikut terbang.

Namun,

letkol Ayah yang melempar granat waktu itu

mendapat Bintang Militer Taegeuk.

Sedangkan Ayah…

Sebagai ganti kedua kaki ini…

Ayah dapat jam tangan dari Presiden.

Lihatlah. Keren, bukan?

Jika kali ini sukses,

aku akan dianugerahi bintang militer?

Sudah pasti!

Namamu akan benar-benar menjadi luhur.

Lettu Seo. Siapa mereka?

Tunggu. Akan kujelaskan prosedurnya kepada mereka.

RAPCON di yurisdiksi militer AS. Menteri pun harus izin masuk.

Berikan KTP-mu lalu akan kuproses prosedurnya.

Bilang saja aku kebelet ke toilet.

Kau kira ini kedai di dekat rumahmu?

Terjemahkan saja!

Dia kebelet buang air kecil dan harus ke toilet.

Apa-apaan itu?

Itu kodenya?

Aku tahu kau bekerja untuk negara.

Namun, apa tugasmu?

- Aku bukan siapa-siapa. - Apa itu masuk akal?

Kasus ini mungkin muncul di berita.

Pekerjaanku sering muncul di berita, tapi aku tak pernah ditampilkan.

Jadi, kau tak perlu tahu.

Kita tak ada waktu. Cepat keluar.

- Hormat! - Hormat!

Baiklah, panggung sudah siap. Kita mulai!

Kau tidak serius, 'kan?

Kau mau aku menjadi pengendali utama?

- Kita hanya bisa… - Oke!

Apa rasanya mengendalikan komunikasi penerbangan Korea Selatan?

Apakah barusan militer AS menyerahkan hak kendali kepada kita?

- Apa itu logis? - Dengar.

Dia yang merekomendasikanmu.

Ini hak istimewa yang tidak logis.

Promosi dan bintang militer bukan bualan.

Ini kesempatan emas untuk pamer ke dunia.

Namun, kenapa? Kenapa aku…

Berisik! Berhenti berpikir dan cepat duduk!

Semua orang saat ini sedang sibuk.

Mereka ke utara di Laut Timur setelah lepas landas 35 menit lalu.

Wah, sebentar lagi mereka melintasi Korea Selatan.

Nyali mereka sangat besar.

Coba saja lewati Garis Demarkasi.

Pesawat Amerika Serikat Boeing 727 akan sukarela datang ke sini.

Kita juga punya 100 nyawa untuk negosiasi.

Kamerad Uni Soviet pasti akan sangat kagum pada kita.

Persiapkan pengendali lalu lintas udara terbaik kita.

- Dia eksekutor strateginya. - Oh, begitu.

Radius maksimal RAPCON adalah 64 kilometer.

Minimal Kyonggi harus menghubungi kita agar terlacak.

Sulit melacak komunikasi ke Pyongyang.

Hei!

Serius, 64 kilometer?

Ini RAPCON.

- Silakan, RAPCON. - Izin ubah radius kendali.

Nomor lisensi kendalinya…

Lisensiku?

Kau sudah gila.

Kendali melebihi 64 km melanggar hukum aviasi internasional.

Kau mau aku jadi kriminal internasional?

RAPCON, sebutkan nomor lisensi kendali.

Bajingan.

Pantas aku disuruh duduk di sini.

Mayor Hall.

Amerika Serikat

sebagai pelindung demokrasi kebebasan seluruh dunia

melarang pemindahan masyarakat sipil

yang tak bersalah ke kediktatoran komunis.

Aku setuju.

Kita pimpin operasi ini?

Mayor Hall.

Amerika Serikat sebagai pelindung konstitusionalisme dunia

melarang pelanggaran hukum penerbangan internasional.

Apa?

Aku tak bisa. Tidak, aku tidak mau!

Duduk.

Nomor lisensinya

delapan, dua, sembilan, nol, tujuh,

satu, empat.

Baik. Radius kendali diizinkan diubah menjadi 321 km.

Hei, jadi lebih banyak. Namun, bagaimana menemukannya?

Apa yang kalian lakukan?

Kalian lihat, 'kan?

Dia yang bicara, bukan aku!

Lettu Go-myung.

- Tak mau bintang militer? - Dibuatkan patung pun enggan. Batalkan!

Saat ini, lebih dari 100 penumpang diculik ke Korea Utara.

Sebagai tentara dan pengendali, kau tak mau menolong mereka?

Persetan.

- Duduk, Bajingan. - Tembak!

Aku tentara Korea Selatan dan belum mendapat perintah resmi.

Bukankah kalian juga tentara sepertiku?

Tentara Korea Selatan ditodong pistol!

Kau sudah makan?

Aku belum makan karena bekerja.

Aku lapar setengah mati. Baik.

Tidak, aku sudah menyuruhnya duduk di kendali.

Aku pusing karena hukum aviasi sangat rumit. Baik.

Ya.

Hei, bicaralah.

Sial.

- Itu siapa? - Halo.

Aku kepala KCIA, Park Sang-hyeon.

Kau siapa?

Halo, Pak.

Komunikasi aman!

Aku Lettu Pasukan Keamanan 9, Seo Go-myung.

Silakan bicara.

Badan Intelijen Pusat Korea. Dua hal yang kupikirkan saat mendengarnya.

Jika menolak…

Si Pincang!

…aku akan hidup cacat dan dituduh si merah.

Pergilah, Bocah-Bocah!

Atau masuk berita sebagai tentara tewas kecelakaan.

Aku tak paham tentang hukum aviasi.

Lakukan apa pun

untuk mendaratkan pesawat itu dengan mulus.

Kau bilang, "Lakukan apa pun"?

Ya.

Lakukan segala cara.

Jadi…

Boleh…

Kubilang ini Korea Utara?

Bajingan!

Kau adalah tentara Korea Selatan!

Kau bisa langsung dieksekusi mati atas ucapanmu barusan!

Aku ingin bicara dengan Awanama.

Makanya, sudah kubilang hanya ini caranya.

Baik.

Ya, baik.

Baik.

Kalau begitu, KCIA yang mengizinkan?

Kenapa kau berdiri sangat tegak seolah anusmu ditusuk galah?

Kau tak bekerja?

Kau yakin

ini ide yang bagus, 'kan?

Apa urusanmu?

Jika salah, tarik kembali saja kata-kata kita.

Bapak-Bapak Tentara, kenapa diam?

Ikut aku.

- Tunggu apa lagi? Tak ada waktu! - Baik!

Bajingan.

Kalian di mana?

Terima kasih atas kerja kerasnya.

Kita akan segera tiba di Pyongyang.

Begitu tiba di Pyongyang,

kami akan minta Korea Utara untuk memulangkan kalian dengan selamat.

Silakan ke toilet sekarang bagi yang perlu.

Kami akan ambil rokok para perokok setelah makan.

Rokok akan dibagikan secara merata seiring berjalannya waktu.

Sebentar.

Punyaku tiga bungkus Marlboro, tapi rokok dia tak sebungkus penuh.

Itu tidak adil, 'kan?

Kami hendak melakukan revolusi karena orang sepertimu.

Selalu saja revolusi.

Boleh kutahu tujuan revolusi itu?

HIDUP LENINSIME

Kapitalis yang hanya mengejar kesuksesan

jadi kesadaran kelas yang melahirkan diskriminasi dan kepatuhan.

Konsep semacam ini harus diruntuhkan

dan membawa perdamaian dunia.

Kau dipanggil ketua.

Bukankah itu kesadaran kelas?

Apa?

Selain itu,

kalian membajak pesawat dan mengatur tentara demi perdamaian?

Proses perdamaian tidak harus damai.

Wah.

Logika yang hebat.

Aku hampir percaya.

Friendly 511, 095.

Ketemu!

- Bagaimana jalur sebelumnya? - Friendly 510, 168…

- 173 km… - Oke.

Ini jalur sebelumnya dan saat ini.

Hanya jet tempur yang secepat ini.

Unknown 472 di depannya

adalah pesawat yang kita cari.

Oh, begitu… Apa?

- Apa? - Apa?

Pesawat tak dikenal memasuki wilayah penerbangan kita.

Jadi, jet tempur kita terbang darurat.

Secara prosedur, itu hal yang dilarang.

Operasi ini

tanpa sepengetahuan AU kita?

Pak Kim!

Selama Paduka Yang Mulia tak menugaskan…

AU akan luncurkan dua Rhino sesuai prosedur.

Mungkin sekarang sudah hampir menyusul.

Bagus! Kau sangat hebat.

Kau pintar.

Kasau Korea Selatan sangat bisa aku andalkan.

Aku serasa dapat ribuan pasukan berkuda.

Selama bisa membantu, pasti aku…

Terbelah!

Sialan.

Ada apa, Pak?

- Apa aku melakukan kesalahan? - Tidak.

Bagaimanapun,

buatlah para kuda militer itu ketakutan.

Paksa pendaratan di landasan pacu terdekat.

Bagaimana jika mereka menolak?

Mau bagaimana lagi?

Turunkan!

"Turunkan"?

Maksudmu, ditembak jatuh?

Apa itu?

Apa itu?

Jet tempur Korea Selatan.

- Korea Selatan? - Kita pasti salah jalan.

Atur frekuensi darurat.

Kami Angkatan Udara Korea Selatan. Kalian menyusup ke wilayah udara kami.

Sebutkan tanda panggil bandara tujuan.

Japanese Ride 351.

Kami pesawat sipil Jepang yang tidak bersenjata.

Di sini bukan tujuan kami.

Kami menuju Bandara Pyongyang.

Kami mencegat kalian. Turunkan ketinggian ke 9.000 kaki.

Dia bilang apa?

Ikuti aku.

Aku ulangi.

Angkatan Udara Korea Selatan mencegat kalian.

Kami melarang kalian ke Pyongyang.

Aku ulangi.

Kami melarang kalian ke Pyongyang.

- Ikuti… - Apa yang kau lakukan?

Kita bisa ditembak jatuh!

Jika tak bisa ke Pyongyang,

lebih baik mati di langit.

Mereka mundur!

Namun,

itu posisi perang.

- Hubungi Lanud Osan! - Baik!

Tidak. Hei, Ceroboh!

- Aku? - Duduk.

- Namun, itu… - Apa-apaan kau?

Ini operasi rahasia KCIA.

Persetan! Bagaimana jika ada korban jiwa?

Ini bukan operasi penyelamatan?

Semuanya, duduk dan pakai sabuk pengaman!

Bersiap untuk Rencana B!

Astaga.

Kalian sedang apa?

Apa itu yang barusan?

Tampaknya sekawanan angsa.

Lettu Go-myung.

Jangan berlebihan.

Menyerang pesawat sipil Jepang adalah deklarasi perang.

Gila jika berbuat begitu.

Apa katamu? Tak ada respon?

Para si merah itu tak beretika apa pun kewarganegaraan mereka.

Jika mereka menolak mendarat sebelum Garis Demarkasi,

kembali saja.

Menyeberang!

Bagus!

Mereka mundur!

Tunggu.

Jika jet tempur Korea Selatan mundur…

Mereka baru melewati Garis Demarkasi dan memasuki wilayah kita.

Baik, para Kamerad.

Para pejuang revolusi internasionalis menuju pelukan Korea Utara.

Frekuensi darurat.

Lalu apa?

Katamu, kita tak bisa bicara lebih dulu kepada pesawat?

Itu alasannya Lettu Seo membuka frekuensi darurat.

Jika radio masuk ke frekuensi, kita sadap komunikasinya.

Omong-omong…

Andaikata mereka sudah berkomunikasi dengan Pyongyang?

Arah mereka sudah benar.

Mereka takkan tahu saluran Pyongyang.

Tahu dari mana, Bajingan?

Jika dapat kendali Pyongyang,

mereka takkan berani melintasi Korea Selatan.

Mereka pasti akan pakai frekuensi darurat.

Dilemanya frekuensi darurat 121.5 MHz

bersifat universal sehingga bisa didengar siapa pun.

Termasuk Pyongyang.

Jadi, panggilannya ke frekuensi darurat, bukan langsung ke kita?

Artinya, militer Korea Selatan juga tahu?

Mulutmu diikat kawat berduri? Kenapa diam?

Kalian berisik. Aku jadi tak bisa berpikir.

Harap diam.

Kurang ajar.

Tanpa arahan dari menara, kita bisa tersapu atau menabrak gunung.

Katamu, frekuensinya terbuka.

Bagaimana jika didengar pihak lain?

Kau mau kita luntang-lantung di udara?

Pertaruhan harga diri pengendali elite Korea Selatan dan Korea Utara…

Ternyata lebih sederhana.

Tidak.

Kau salah.

Duel ini memerlukan konsentrasi dan ketangkasan tingkat tinggi.

Pemenangnya adalah yang lebih cepat

menekan tombol merah 0,0000000001 detik

ketika menangkap sinyal yang masuk

ke frekuensi darurat.

Jadi, kesimpulannya,

yang jarinya lebih cepat adalah pemenangnya.

Seperti…

Clint Eastwood dalam The Good, The Bad and The Ugly.

Sudah terhubung?

Aku mendengarkan. Bicaralah.

Selesai memadamkan kebakaran hutan.

Kami kembali ke markas.

Helikopter pemadam kebakaran,

jangan pakai frekuensi darurat.

Pak, biasanya pun seperti ini.

Biarkan kami pakai.

Frekuensi darurat hanya untuk darurat.

Memadamkan kebakaran hutan

memang tugas kalian. Itu bukan hal darurat, Bajingan!

Anak bodoh.

Saat ini,

pengendali Korea Selatan bertengkar dengan pilot helikopter pemadam kebakaran.

Itulah kelakuan antek imperialisme Amerika Serikat.

Omong-omong, sama sekali tak ada kabar, ya?

Stasiun mana pun. Kami Japanese Ride 351.

Kami Japanese Ride 351.

Kami mencari RAPCON Pyongyang.

Japanese Ride 351.

Japanese Ride 351.

- RAPCON Pyongyang. - RAPCON…

Korea Selatan mungkin menyimak.

- Sinyal frekuensi darurat kalian buruk. - Ubah frekuensinya…

Ke 134.1 MHz.

…ke 129.7 MHz.

Ikuti arahanku.

Ini Japanese Ride 351.

Frekuensi

diubah ke 134.1 MHz.

Apa?

Frekuensi 134.1 MHz.

Ganti.

Japanese Ride 351

dalam frekuensi 134.1 MHz.

Japanese Ride 351. Terhubung.

Ke arah 290 derajat dan pertahankan ketinggian 9.000 kaki.

Tembak rudal darat ke udara dan tarik mereka kembali.

Pastikan itu hanya tembakan sinyal.

Tembak!

Itu…

Apa lagi?

Ada suara ledakan dan cahaya di rute kami.

Itu untuk kalian, para Kamerad.

Selamat datang di Korea Utara.

Oh, begitu.

Inikah tembakan penyambutan?

Ketua.

Bukankah

penyambutan Korea Utara juga revolusioner?

Benar.

Selamat, Kapten.

Kau telah terbang 10.000 jam.

Kurasa wasirku makin keluar.

Lettu Seo, kau pembajak terbaik dunia.

Pembajakan ganda tanpa berada di pesawat! Itu luar biasa.

- Kau menyelamatkan para penumpang. - Ya, terima kasih.

Kau bisa menikmati hamburger keju seharga nyawa mereka.

- Baiklah. - Kapten, bersiap.

Hei, bisakah kau ulur waktu selama mungkin hingga ke Kimpo?

Operasinya sukses.

Kau harus memujiku.

Tak tahu pepatah, "Kesuksesan bukanlah akhir"?

Winston Churchill.

Benar.

Selamat bekerja.

Kau mau ke mana?

Apa urusanmu?

Jika tak terlihat, artinya aku bekerja.

BAB 3 ISTANA PASIR

- Lalu pesawat Amerika di landasan pacu? - Mustahil menerbangkan semuanya.

Jadi, sebisa mungkin disembuyikan.

Apa bisa disembunyikan? Astaga.

Lihat itu. Kapan selesainya jika lambat begitu?

Ini tak semudah memindahkan parkir mobil!

Hei, Pak!

Kusut jika bendera negara diturunkan sembarangan!

Benar ada bendera Korea Utara?

Dapat dari mana bendera itu?

Hei, Bajingan!

Cut!

Hei! Kalian mau berakting seperti itu?

Sama sekali tidak meyakinkan! Tahu?

- "Bajingan!" - Sutradara.

Ada yang ingin bertemu.

Siapa yang berani menyuruhku di lokasi syuting?

Hei!

Benar!

Ini baru meyakinkan!

Ya, 'kan?

Tetapi, bukankah besok syuting tentara Korea Selatan?

Mereka asli,

makanya meyakinkan, bukan?

Ya ampun, Sutradara. Terima kasih sudah datang.

- Kau perencananya? - Ya.

Sebagai seorang seniman,

aku merasa terhormat diberi kesempatan bekerja untuk negara.

- Dia dilempar ke udara? - Hidup Korea Selatan!

Hidup Park Sang-hyeon!

Hidup Korea Selatan!

Hidup Park Sang-hyeon!

Hidup Korea Selatan!

- Aduh, pinggangku. - Siapa ini?

Para prajurit kalah telah datang.

Kerja bagus, Sang-hyeon.

Paduka Yang Mulia pasti senang.

Namun, benarkah tak masalah

menyebut di sini Korea Utara?

Bukankah menyelamatkan nyawa orang-orang lebih penting

daripada ideologi, Bung?

Seo Go-myung.

Wah, namamu keren.

Sudah lama tak melihat pemuda berwibawa.

Aku senang bukan kepalang!

Aku dengar,

ayahmu veteran Perang Korea, ya?

Ya, benar.

Kedua kakinya putus

karena granat si merah, bukan?

Bukan. Itu granat milik negara kita.

Itu tragedi medan di perang.

- Selalu ada pengorbanan. - Namun, ayahku bangga!

Tentu saja! Dia akan makin bangga.

Putranya akan mendapatkan bintang militer.

- Selamat bekerja. - Baik, Pak!

Pak Menteri.

Bagaimana jika taruh dia di depan?

Itu sempurna, 'kan?

Keturunan pahlawan negara!

Baiklah!

Ganti seragam dalam 30 detik lalu berkumpul di luar!

Para gadis ini terlalu cantik.

Tidak! Justru lebih meyakinkan.

"Pria tampan di Korea Selatan, wanita cantik di Korea Utara."

- Begitukah? - Ya.

Kenapa kau juga pakai seragam tentara boneka?

Dulu aku seorang aktor.

Jika momen bersejarah ini tak bisa diabadikan,

aku ingin ikut berakting.

Ini bisa dibilang realistis jika orang-orang percaya.

Apa mereka akan percaya kau tentara?

Apakah

karena aku gemuk?

- Asisten Sutradara. - Ya.

Ini diskriminasi dan prasangka, 'kan?

Astaga. Zaman sekarang, itu masalah besar.

Tidak, maksudku,

kau seorang tentara.

Tidak jadi. Silakan.

Apa karena perutku buncit sampai tak bisa melihat penisku?

Aku tidak bilang. Lanjutkan saja.

Karakterku

adalah perwira dari keluarga kaya yang doyan makan.

Bukankah Kim Il-sung dari Korea Utara juga gemuk?

Ya, baiklah.

Aku punya delapan film antikomunisme.

- Ya, silakan. - Delapan!

Sialan.

Bukan urusanku.

Japanese Ride 351.

Kalian 128 km dari bandara tujuan.

Tetap di 4.000 kaki dan pertahankan arah.

Kami Japanese Ride 351. Tetap di 4.000 kaki dan mendekat bandara.

Japanese Ride 351 dikonfirmasi.

Turun ke 2.500 kaki.

Diizinkan masuk landasan pacu ke-14. Komunikasi frekuensi 129.1 MHz.

Masuk landasan pacu 14. Menara, bersiap.

Sempurna!

Hei, apa kau bisa mengurus

hingga para tawanan turun pesawat?

Apa?

Pak Park, RAPCON di yurisdiksi AS

dan pendaratan dikendalikan oleh kita.

Pengendali pendaratan sudah siap.

- Benarkah aku harus urus ini? - Hei, apa maksudmu?

Lettu Seo, kau harus tuntaskan

sampai tawanan menginjakkan kaki di Kimpo

agar kisah heroik ini sempurna.

Kita berfoto dengan para penumpang di sini,

wawancara mereka, lalu kau terima bintang militer.

Ini kesempatan emas.

Lettu Seo Go-myung, pahlawan Korea Selatan,

memasuki Seoul dengan disambut oleh jutaan masyarakat.

Kau menjadi pahlawan yang menyelamatkan 106 penumpang.

Bagaimana perasaanmu?

Aku tak pantas disebut pahlawan.

Aku

hanya melakukan kewajiban kecilku sebagai tentara

sekaligus pengendali lalu lintas udara Korea Selatan.

Perutku mulas.

Sial.

Lettu Seo Go-myung, pahlawan Korea Selatan.

Kenapa cuci tangan sebelum buang air besar?

Pak Park ingin bicara.

Halo, Pak Park yang tercinta.

- Kami sudah siap. - Oke.

Kerja bagus.

Sekarang keluarlah dan sambut tamunya.

Aku? Kenapa perencana turun ke lapangan?

Kaulah yang paling tahu tentang Korea Utara.

Sial.

Bajingan. Tampaknya rumor itu benar.

Rumor apa?

Kau tahu NIK dia tak terlacak, 'kan?

Rumornya dia tentara boneka Korea Utara saat Perang Korea.

Ayah Pak Park adalah jenderal waktu itu.

Di antara tentara boneka yang ditawan saat Perang Korea,

ada satu orang yang menonjol karena genius.

- Dialah Awanama? - Benar.

Makanya, identitasnya dihilangkan

dan dipekerjakan untuk dua generasi.

Hei, itu tidak mungkin.

Maksudmu, kita menangkap si merah bersama si merah?

Jika sekongkol, kenapa Pak Park tak memberinya identitas?

Jika begitu, Pak Park tak bisa mengikatnya.

Lihatlah.

Nyaman sekali bisa bekerja tanpa harus kotor.

Pergi!

Sudah kuduga.

Kau juga memutuskan menyaksikan sejarah.

Aku deg-degan karena terlalu bersemangat.

Akan lancar, 'kan?

Istana pasirnya lumayan berbentuk.

Semoga tidak runtuh.

Hingga pagi ini,

aku tak mengira akan ke Pyongyang.

Kalian akan segera kembali ke Jepang.

Untunglah Rencana B tak perlu dijalankan.

Rencana B?

Baiklah! Pesawatnya datang.

Tim Penyambut, ayunkan penuh semangat. Lebih bersemangat lagi!

Kamera stasiun televisi, tolong rekam.

Tentara boneka sesuaikan barisan.

Baik. Siap!

Action!

Japanese Ride 351.

Selamat datang di Pyongyang. Silakan buka pintu dan turun.

Kenapa tak keluar?

Berisik!

Kamerad Revolusi, senang bertemu kalian!

Silakan bersiap untuk wawancara penyambutan

di bandara…

Japanese Ride 351, apa ada masalah?

Benarkah ini Pyongyang?

Di mana lagi jika bukan Pyongyang?

Kameradku melihat pesawat Amerika Serikat di landasan pacu.

Aku yakin di bagian ekornya tertulis "Northwest".

Kenapa di tanah revolusi

ada pesawat kapitalis Amerika Serikat?

Itu pesawat operasi kamuflase.

Kami akan kirim tentara revolusi seperti kalian ke Amerika Serikat.

Menyerang langsung

ke Amerika Serikat?

Korea Utara luar biasa.

Benar.

Ketua.

Coba lihat ini.

Apa?

Orang kulit hitam

melihat kita

sambil makan hamburger.

- Tunggu. - Ya ampun!

Dia tentara Uni Soviet di Pyongyang.

Apa di Uni Soviet

ada orang kulit hitam?

Aku tak pernah dengar ada orang kulit hitam di Uni Soviet.

Juga tak pernah dengar tidak ada.

Mungkin ada? Negaranya sangat luas.

Begitukah?

Coba lihat ke luar. Jelas ini Pyongyang.

Hei.

Kuberi tahu ini demi kebaikanmu.

Jangan percaya yang kau lihat.

Aku dulu berpikir hubungan orang tuaku harmonis!

Coba ke kabin dan cari penumpang yang punya radio.

Alexander Pushkin juga seorang kulit hitam.

- Siapa dia? - Pelopor sastra Rusia modern.

Penganut paham Uni Soviet seharusnya tahu, 'kan?

Hal dasar, ya?

Semuanya, aku akan bertanya hal dasar.

Setahuku di sini merencanakan

pembangunan ekonomi nasional lima tahun.

Sekarang sudah tahun keberapa?

Tampaknya kau salah paham.

Rencana pembangunan lima tahun

yang melesat bagaikan kuda sembrani,

berakhir sepuluh tahun lalu.

Kalau begitu,

kapan ulang tahun pemimpin tertinggi Korea Utara?

- Kamerad Kim Il-sung yang tersayang… - Tidak!

Jangan kau.

Kau yang di sana.

Benar, kau, Gendut.

Jangan celingukan. Hanya kau yang gendut di sini!

Kau yang jawab.

Kapan ulang tahun pemimpinmu?

Aku

tak bisa

berbahasa Jepang.

Apa di sini…

Di sini Pyongyang?

Ya atau bukan?

Ya.

Di sini Pyongyang?

Ya atau bukan?

- Ketua! Radionya… - Di sini Pyongyang?

Ya atau bukan?

Tidak. Aku tak mau!

Ya atau bukan?

Telah kehilangan hak…

Ya atau bukan?

Ya atau tidak?

Di sini Pyongyang?

Ya atau bukan?

- Ya. - Ya atau bukan?

- Ya. - Ya.

- Ya atau bukan? - Ya!

Louis Amstrong.

Ini lagu kapitalis Amerika Serikat!

Ya atau bukan?

Apa yang mereka katakan?

Gunting, batu, kertas?

Ya atau bukan?

Ya

Atau bukan?

Bukan.

BAB 4 KABAR BURUK

Pesawat Jepang

yang dibajak ke Korea Utara, mendarat darurat di Bandara Kimpo.

Negara kita menderita karena Korea Utara.

Kenapa para si merah Jepang juga ke sini?

Cepat usir mereka ke negaranya!

Orang Korea Selatan tak ada yang jadi tawanan.

Aku hanya khawatir tentara kita akan dikorbankan.

Sudah kuduga akan begini!

Siapa suruh melakukan hal konyol ini?

Presiden telah menerima

laporan pelaksanaan tugas negara penting.

Presiden sudah tahu kegentingan situasi saat ini

dan beberapa kali menekankan

jangan sampai ada korban jiwa di Korea Selatan.

Kau tak paham maksud Paduka Yang Mulia?

Mereka bukan warga kita.

Maksudnya, biarkan mereka ke Korea Utara.

- Ya, 'kan? - Astaga! Ayolah, Bung!

Kau mau membuat Paduka Yang Mulia menjadi manusia berdarah dingin?

Paduka Yang Mulia jelas ingin negosiasi dan membebaskan tawanan!

Tampaknya kita kalah.

Ucapan siapakah yang benar?

Kalian kerjakan saja sendiri karena aku pusing.

Kalau begitu,

kita tentukan maksud Paduka Yang Mulia

secara demokrasi

melalui suara terbanyak.

Memangnya boleh ditentukan dari suara terbanyak?

…diam seribu bahasa.

Pemerintah Jepang menugaskan Menteri Transportasi Sugimoto

serta wakilnya, Ishida, dan meminta kerja sama pemerintah Korea Selatan.

Perdana ke Korea Selatan?

Bandara ini milik kita 25 tahun lalu.

Makanya, birokrat Korea Selatan bisa berbahasa Jepang.

Tak perlu penerjemah.

Bagaimana pesawatnya bisa ke sini?

"Operasinya tidak sukses."

Jika ada korban jiwa,

"kalian akan tanggung jawab?"

Paduka Yang Mulia

pasti berpikir seperti ini.

Ya, Paduka Yang Mulia akan menyoalkan prosesnya.

Pejabat Jepang segera tiba. Jika mereka tahu

Korea Selatan menyamar jadi si merah,

Paduka Yang Mulia pasti malu kepada bendera negara.

Wah, Lettu Seo Go-myung.

Apa?

Kenapa kau membuat Korea Selatan

yang hebat menjadi negara si merah?

Bukan begitu. Tadi…

- Pak Park… - Hei.

Membuat-buat alasan

adalah kebiasaan orang-orang gagal.

Tahu?

Semuanya!

Jika terjatuh, apakah boleh menyalahkan batu

yang membuatmu tersandung?

Turunkan dulu tangan kalian.

Memangnya kalian anak kecil?

Suara mayoritas?

Mayoritas itu bagus.

Namun, menghormati suara minoritas

adalah demokrasi, bukan?

Kata Paduka Yang Mulia,

Amerika Serikat itu kakak. Korea Selatan dan Jepang itu saudara.

Namun, mereka selalu menganggap kita anak bungsu.

Bukan begitu, Bung?

Namun, bagaimana jika kita yang bereskan masalah ini?

Mereka akan membungkuk dan berkata,

"Arigato."

Kita akan jadi kakak kedua di kancah internasional.

Berpikirlah!

Benar!

- Benar! - Benar sekali!

Apakah hati kalian tidak tergugah?

Kita tak boleh melupakan sejarah.

Jika teringat sejarah itu, aku masih geram dan naik darah.

Saat Perang Imjin, saat masa penjajahan Jepang,

mereka menyerbu kita…

Mereka pasti juga menderita.

- Pak Kim. - Pak Sugimoto.

Lama tak bertemu.

Silakan duduk, Pak.

Pemerintah kami tidak tahu

pesawat sipil kami mendarat di sini.

Ini operasi resmi Korea Selatan?

Pasti akan kami beri tahu jika ini operasi resmi.

Apa? Kalau begitu…

Aku malu sekali.

Seseorang di sini berbuat semena-mena

berbohong bahwa di sini Pyongyang.

Semena-mena?

Siapa dia?

Aku…

Yang melakukannya.

Terima kasih.

Ini operasi yang hebat dan memukau!

Lettu Go-myung?

Ya, aku

hanya mengikuti perintah Pak Park.

Ternyata begitu.

Aku mewakili pemerintah Jepang amat berterima kasih kepadamu.

Kita saudara, tak perlu berterima kasih.

Lettu Seo, kau yang terbaik.

Bagaimana kondisi saat ini?

Mesin pesawat mati, jadi mereka akan segera menghubungi kita.

Rencana B?

Kau seorang dokter, 'kan?

Apa rencana mereka, ya?

Entahlah.

Hei, dengar.

Minta menyalakan mesin sebagai ganti pembebasan sandera…

Aku ingin bicara dengan pengendalinya.

Aku mendengarkan.

Suaramu berbeda.

Aku penanggung jawabnya.

Kalau begitu,

kau yang membodohi kami?

Operasi ini demi menyelamatkan jiwa.

Pertama-tama,

lepaskan dulu para penumpang

lalu kita diskusikan…

Ayo bertemu langsung.

Jika kau yang mendaratkan kami di sini,

kau yang harus menemui kami.

Di dalam pesawat?

Kau harus datang sendiri tanpa senjata.

Datanglah dalam 30 menit

atau kupenggal tawanan per sepuluh menit dan kubuang ke luar.

Sekian.

Kau yakin bisa sendirian?

Sayang sekali.

Dia ingin bicara dengan petugas

yang mendaratkan mereka.

Mereka sangat cerdik.

Tak kusangka dia ingat suaranya.

Perintah dari Istana Negara akan turun besok.

Kau harus ulur waktu.

Bajingan. Kenapa aku ikut kena getah dan repot seperti ini?

Tugasku mendaratkan mereka dengan selamat di Kimpo.

Tugasku berhasil!

Baiklah. Akulah yang gagal. Puas?

Jangan sentuh aku.

Kegagalan itu menular.

Aduh!

Kata-katamu sangat menusuk.

Sakit!

Hati-hati! Catnya licin karena hujan!

Masuk.

Kau si anak gembala yang menipu kami, ya?

Tolong singkirkan sentermu.

Mesin kami mati karena kau mendaratkan kami di sini.

Sedang mereka hubungkan agar mesinnya segera menyala.

Aku tahu mereka akan menyuruhmu datang.

Begitulah birokrasi kesadaran kelas.

Kau tahu orang sepertiku tak berkuasa.

Kenapa kau memanggilku ke sini?

Aku

ingin tunjukkan mereka kepadamu.

Lihatlah mereka satu per satu, Anak Gembala.

Aku tak mau

menjadi pembunuh mereka

akibat kebohonganmu.

Cepat antar seluruh penumpang ke Pyongyang.

Saat ini…

Cuaca sangat buruk dan gelap…

Bodoh!

Kau telah mengelabui kami sekali.

Tanyakan saja kepada pilot!

Selain itu,

bagaimana kalian mengatasi

meriam antipesawat milik Korea Utara di Zona Demiliterisasi?

Jika ditembak jatuh,

jasad kalian takkan ditemukan.

Sudah saatnya mundur.

Seperti kata Pak Kim,

lepas saja ke Korea Utara.

Asal kau tahu.

Aku bahkan tak mundur

saat mengemudi. Kira-kira kenapa?

Karena aku jadi merasa salah jalan dan itu membuatku kesal!

Jika aku menempuh jalan itu, itulah jalan yang benar.

Harus terus seperti itu.

Itu

tugasmu juga, Bung.

Jika bom meledak,

aku takut

kau yang disalahkan, Pak.

Dengan satu perintah dariku,

itu akan langsung dia ledakkan.

Tapi itu takkan terjadi.

Karena kau takkan dapat apa pun.

Ini adalah Rencana B kami.

Mati sebagai pahlawan.

Seluruh dunia akan tahu tekad revolusi kami.

Maka, akan lahir

Ashita no Joe kedua dan ketiga.

Ashita no Joe?

Maksudnya, komik itu?

Kau tahu Ashita no Joe?

Tentu saja.

- Itu komik populer. - Benar.

- Terutama bagian akhir. - Benar.

Menurutku,

Joe tidak mati di akhir cerita.

- Apa? - Tidak.

Dia mati.

Mengakhiri hidup bukanlah hal mudah.

Mereka tak akan meledakkannya.

Namun, ini harus jelas. Bukan salahku jika bomnya meledak.

Aku berharap sepenuh hati agar bomnya tak meledak.

Nyawaku

adalah tenggat waktu kalian.

Jika tak bisa ke Pyongyang…

Aku tetap akan mati.

Bagaimana kondisinya?

Sesuai arahanku,

kau menghindari organ saat menusuknya.

Jika perdarahan berhenti,

dia mungkin bisa bertahan sehari.

Ketua, kau dengar? Aku menusukmu dengan baik.

Astaga.

Mereka orang gila.

Besok siang

jika lewat sedetik saja,

pesawat ini akan meledak.

Itu berlaku juga jika Ketua meninggal.

Aku mohon

kirim kami ke Pyongyang sekarang.

Setidaknya, kami tetap bisa hidup.

Kalian, para kapitalis,

tak tahu betapa berartinya manusia.

Kalian hanya melabeli mereka harga.

Aku penasaran.

Kau pasang harga berapa untuk nyawa para penumpang?

Pak, sudah kubilang, di sana licin karena cat.

Bajingan!

Harusnya kalian taburkan pasir, Bajingan!

Lettu Seo, kerja bagus.

Kita punya cukup waktu hingga besok siang.

Mereka menolak negosiasi sebelum itu.

- Lalu… - Lihat.

- Kita harus segera terbangkan mereka. - Ayolah.

Korea Utara janji akan menyambut mereka. Apa masalahnya?

Ini tuna yang banyak lemak?

Apakah Korea Utara sudah membuat pernyataan?

Itu yang lemaknya sedikit.

- Ini ekstra lemak. - Ini? Wah, enak.

Bagaimana situasi di dalam pesawat?

Siapa para pembajaknya?

Apakah terlihat sangat mengancam?

Tidak.

Mereka hanya anak-anak sembrono.

Hei!

Kau mau tanggung jawab jika terjadi hal buruk?

Dia melihatnya langsung.

Ini beres jika kita berjanji

atas nama Paduka Yang Mulia

akan mengirim mereka ke Korea Utara

jika membebaskan para sandera.

Mari hubungi Presiden secepatnya.

Sekarang

adalah jam tidurnya.

- Apa? - Namun…

Presiden bangun sangat pagi.

Maaf?

- Jadi, menunggu saja? - Itu kebiasaan baik.

- Di sini? - Ayo merokok.

- Tunggu… - Tenang saja.

Jika terjadi hal buruk,

para Josenjing bodoh ini yang akan disalahkan.

Jangan ribut.

Sebaliknya jika ini lancar,

Korea Selatan yang membereskan kegagalan kita.

Mungkin mereka akan minta imbalan besar.

Kubilang, jika tak terlihat, artinya aku bekerja.

Betulan ada penumpang Korea Selatan?

Sungguh? Aku tak mendengarnya.

Aku menebak dari namanya. Asumsi saja.

Aku sudah menandainya.

"Yuuno Baku"?

Ini nama orang Jepang.

Marga di belakang karena ditulis dalam bahasa Inggris.

Baku Yuuno.

Park Yun-ho.

Yang benar saja! Itu tidak masuk akal!

Berikan kepadaku!

Sialan! Pergi sana!

Persetan! Berita itu bukan main-main!

Kau berani main-main dengan berita di zaman sekarang?

Aku ini jurnalis!

- Pak Direktur! - Apa?

Kau tahu keahlianku, 'kan?

- Mengidentifikasi si merah. - Bukan.

Membuat orang biasa

menjadi si merah.

Kau kenapa lagi? Kau menakutiku.

Aku tahu bahwa pers tidak boleh berbohong.

Ini hanya asumsi.

Asumsi!

Di daftar penumpang pesawat sipil Jepang yang mendarat darurat di Kimpo,

ditemukan nama Park Yun-ho yang diduga orang Korea-Jepang.

Selain itu, tambahkan berita tiga bulan yang lalu.

Kejadian ini mengingatkan kita akan pembajakan

oleh tentara boneka Korea Utara terhadap pesawat YS-11 tiga bulan lalu.

Kami dipisahkan satu per satu

dan disetrum secara brutal.

Bagaimana?

Apakah hatimu tergugah?

Jadi,

penumpang Korea Selatan itu bohong?

Apa urusanmu?

Wah, bulannya sangat cantik.

Mungkin sisi belakang bulannya tak cantik.

Kau tahu kita takkan pernah lihat sisi belakangnya?

Karena periode orbit dan rotasi bulan itu sama.

Kau menjawab pertanyaan filosofis secara ilmiah?

"Terkadang fakta ada di balik rembulan. Namun, tak berarti sisi depan berdusta."

Kata Truman Shady.

- Kau tak tahu? - Tentu saja aku tahu.

Apa pun fakta yang terjadi di belakang,

orang percaya yang mereka lihat dan itulah faktanya.

- Seperti berita itu! - Ini purnama, jangan melolong.

Bulan sama saja dari kedua sisi.

Justru kau yang melolong.

Maksudmu, aku anjing?

Dia sudah datang.

Ya ampun. Terima kasih sudah repot-repot datang larut malam.

Wah, kau lebih cantik aslinya.

Apa yang harus kulakukan?

Kau hanya perlu jujur.

- Yang lain? - Di perjalanan.

Aku perlu pria yang tersetrum.

Kita sedang berusaha menyelamatkan orang, 'kan?

Tolong antar ke ruangan.

- Ayo. - Silakan.

Semua beres jika Presiden memberi perintah.

Jika tak ada perintah?

Apa yang akan terjadi?

Kau bilang mereka anak-anak sembrono?

Kau juga menolak melepas mereka, 'kan?

BANDARA INTERNASIONAL KIMPO

Selama 66 hari di Korea Utara,

kami tidak hidup manusiawi.

Terkadang fakta juga berdusta.

Aku berpikir

lebih baik mati saja.

Selain itu, dusta juga mengatakan fakta.

Stasiun penyiaran kami memastikan

terdapat 13 orang

bernama Park Yun-ho yang berdomisili di Jepang.

Aku disetrum

oleh tentara boneka.

Bahkan saat ini,

aku masih terapi ke rumah sakit jiwa.

Mungkin

Tuan Park Yun-ho

juga akan bernasib sama.

Fakta yang terjadi,

sedikit kreativitas, dan kesudian untuk percaya.

Jika ketiga hal ini digabung…

Dasar tentara boneka Korea Utara bajingan!

Benar!

Unjuk rasa antikomunis terjadi di depan Bandara Kimpo.

Pengunjuk rasa yang menyerukan perdamaian dan kebebasan,

menuntut penyelamatan Tuan Park Yun-ho dan penumpang lain yang disandera.

Pemandangan luar biasa.

Masyarakat kita sangat penyayang dan bersemangat.

Istana Negara sudah berangkat ke sini.

Paduka Yang Mulia pasti mencemaskan pemilihan presiden tahun depan.

Bukankah ini termasuk kehebatan demokrasi?

Dia yang datang?

Bukan.

Paduka Yang Mulia tidak bisa datang karena sesuatu.

Jadi, Ibu Negara mewakilinya.

Tolong foto aku dari sebelah kiri.

Aku lebih cantik dari kiri.

Paduka Yang Mulia

sedang kurang sehat.

- Apa? - Ya ampun.

Paduka Yang Mulia sakit?

Tak perlu terlalu khawatir.

Jangan membuat kami sedih.

Tergantung kondisinya, ini sama seperti bencana nasional.

Paduka Yang Mulia

sedang pengar berat.

Apa?

Paduka Yang Mulia terlalu banyak minum.

Kami akan suruh seseorang mengirim kismis oriental Gunung Taebaek.

Paduka Yang Mulia…

Iebih mengkhawatirkan

situasi ini ketimbang pengarnya.

Toleransi alkoholnya

lebih tinggi dari pria dewasa biasanya.

Kau pengendalinya, ya?

Korea Selatan tak akan melupakan jerih payahmu.

Terima kasih.

Kasihan sekali mereka.

Para penumpang itu

pasti sangat ketakutan di sana.

Katanya di sini ada orang

yang ingin kirim mereka ke Korea Utara?

Paduka Yang Mulia tak akan membiarkan korban jiwa…

Di utara sana!

Kalian tahu betapa kejamnya di sana?

Itu timur, bukan utara.

Namun, semua bungkam.

Bagi yang menyarankan mereka ke Korea Utara, harap keluar dari sini.

Kalian tak pantas di sini.

Nyonya, maksud kami…

Sekarang juga!

Sialan. Dasar wanita gila!

Kusumpahi bomnya meledak!

- Sial. - Meledak saja!

Bu.

Korea Utara telah menjamin keselamatan warga negara kita.

Pak Ishida percaya ucapan komunis?

Kalau kalian?

Tidak!

Dua puluh tahun yang lalu.

Pada pagi hari Minggu, 25 Juni 1950 yang damai,

tentara boneka komunis menyerbu dari utara

membuat tanah ini bersimbah darah

dan merenggut banyak nyawa.

Aku belum lupa itu.

Kita tak boleh lagi

percaya kepada para komunis bengis!

Masihkah kalian ingat

isi wasiat

dari bocah Lee Seung-bok sebelum tewas di tangan tentara komunis?

- "Aku benci Partai Komunis!" - "Aku benci Partai Komunis!"

Kuperintahkan atas nama Presiden Korea Selatan!

Begitu para penumpang dilepaskan,

usir mereka ke utara!

Sekian.

Hidup Korea Selatan!

- Hidup Korea Selatan! - Hidup!

- Roda yang berhenti… - Akhirnya kembali berputar.

Kabar baik.

Ini adalah dokumen resmi

dari Pemerintah Korea Selatan

yang akan mengirim kalian ke Korea Utara

jika para penumpang dibebaskan dengan selamat.

Bodoh! Kau bercanda?

Tentara akan menyerang jika tawanan turun dan kalian mau kami percaya kertas?

Aku serius.

Turunkan para penumpang

dan kalian boleh pergi.

Ada sebuah fakta yang terlewat.

Penduduk desa sudah tak memercayai si anak gembala.

Kami bebaskan mereka setelah tiba di Korea Utara

atau kami ledakkan pesawat pukul 12.00. Sekian.

Bajingan.

Tidak, Ketua!

Jika kau mati sebelum pukul 12.00, aku akan membunuhmu!

Aku berbohong.

Para bajingan itu memang gila.

Jika bomnya meledak,

akulah yang membunuh mereka semua.

Bukankah kau terlalu berlebihan menilai dirimu?

Kita berdua cuma menjalankan perintah.

Jika berpikir seperti itu,

apa kau merasa lebih lega?

Pembenaran adalah naluri bertahan manusia.

Sulit bertahan hidup tanpa itu.

Melihat situasi seperti ini,

kita harus coba sesuatu.

Saat ini

aku sedang berdoa.

Berdoa?

Ayo kita rapat.

Ayo rapat!

Rapat?

Dilarang menentang perintah Paduka Yang Mulia.

- Apa ini saatnya berdoa? - Berdoa?

Doa menyelesaikannya? Situasinya akan membaik?

Presiden akan senang jika kau berdoa?

Kau mau apa?

Kita harus minta mereka dikirim ke Korea Utara.

Sadarlah. Kau hanya pengendali biasa.

Setidaknya aku punya nama.

Jika dilarang bicara, sama saja dengan negara diktator.

Apa? Kau bilang, negara diktator?

Negara diktator?

Setidaknya kami tak melayani raja, seperti kalian!

Jangan terjemahkan ini.

Pak Park!

Kau melanggar etika diplomatik.

Apa-apaan ini? Kau memukulku?

Wah, kalian lihat?

Jelas sekali! Astaga.

Dia menggunakan kekerasan.

Tak ada yang lihat?

Apa tak ada yang lihat?

Aku!

Aku lihat dengan kedua mata kepalaku!

- Kau melihatnya? - Ya!

Ini adalah provokasi militer, bukan sekadar pelanggaran etika.

Pakai bahasa Korea mulai sekarang!

Di sini Korea Selatan!

- Pak Park. - Lettu Seo.

Kau tahu juga, 'kan?

Ini adalah konflik sengit.

Mereka takkan mengebom. Jangan hubungi duluan.

Kau tak menjawabku?

Bajingan, kau tak menjawabku?

Berdoa? Berdoa tak mengubah keadaan!

Dasar bodoh!

Bodoh! Pakai otak kalian, Bodoh!

Meledak atau tidak,

keputusan sudah bulat.

Kau pergi dulu dari sini.

Menurutmu, mereka benar-benar akan meledakkan bom?

- Tidak, 'kan? - Tidak.

Namun, ini pengandaian.

Jika terjadi sesuatu,

pemimpin lapangan yang disalahkan.

Benar juga. Pemimpin lapangan!

Bajingan ini akan bertanggung…

Tunggu dulu.

Bukankah itu aku?

Tentu bukan.

Kau menunjuk pemimpin lapangan.

Urusan negara bukan cuma ini. Aku sudah terlalu lama pergi.

Ayo kembali ke tugas masing-masing

dan mengabdi kepada negara!

Semangat!

Dasar bodoh!

Apa gunanya berdoa?

Agama…

Adalah bisnis yang tak akan bangkrut, 'kan?

Manusia yang putus asa pasti mencari Dewa.

Kalian tak pantas menertawakan kami!

Kalian tak punya solusi!

Di negaramu

berbeda, Pak?

Aku sangat marah.

Tak ada yang bisa kuperbuat…

Selain menyaksikan dari sini.

Rasa tidak berdaya ini…

Ada yang ingin kau sampaikan kepada para korban?

Lettu Seo Go-myung, jangan diam saja. Bicaralah!

Terdakwa Seo Go-myung dijatuhi hukuman mati

atas konspirasi pembunuhan terhadap 106 warga sipil.

Kenapa kau merusak barang?

- Kau tak mau hubungi mereka? - Bedebah itu…

Kau lupa? Pak Park melarang menghubungi duluan.

Pak Park tidak ada.

Kenapa?

Astaga, Bajingan!

Aduh. Apa-apaan ini? Kenapa dilimpahkan kepadaku?

Aku harus apa sendirian?

Kenapa jadi aku pemimpin lapangannya?

Ulahmu, 'kan? Kau mau melimpahkan kekacauan ini kepadaku?

Pak Menteri.

Situasi ini memang kacau.

Namun, masalahnya, siapa yang menyebabkannya?

Kenapa ini salah pemimpin lapangan?

Ini salah petugas yang membuat kekacauan karena mengabaikan perintah atasan.

Orangnya di sana.

- Apa-apaan kau? - Benar, Bajingan!

Apa solusimu?

Japanese Ride 351.

Japanese Ride 351. Kami Menara Kendali Kimpo.

Militer ditarik mundur.

Ini pilihan kalian?

Aku takkan bohong lagi.

Ketentuannya masih sama.

Seperti yang kubilang,

turunkan para sandera dan kalian bisa hidup.

Jangan mengulur-ulur waktu.

Nyawa Ketua…

Sudah di ujung tanduk.

Kau akan menyerah semudah itu?

Ashita no Joe berjuang sampai akhir.

Benar, Anak Gembala.

Ashita no Joe

terbakar hingga menjadi abu.

Setelah kematian itu,

tak ada yang tersisa.

Kecuali abu putih.

Meskipun kami tak bisa menang…

Ini sudah berarti bagi kami.

Ashita no Joe tidak mati!

Penulisnya tidak mewarnai komiknya.

Jadi, terlihat seperti mati menjadi abu!

Aku mohon!

Tolong. Ayo kita bicara langsung.

Aku akan ke sana lagi.

Bajingan!

Kita semua

sudah berusaha semampunya.

Pada akhirnya,

ada hal yang harus menjadi korban.

EMPAT MENIT SEBELUM MELEDAK

Ingin meyelamatkan

atau tak ingin membunuh.

Aku juga tak tahu jawabannya.

Tiba-tiba aku terseret

dan merencanakan hal absurd.

Boleh kubilang ini Korea Utara?

Aku membajak komunikasi

dan mengubah Kimpo menjadi Pyongyang.

Tak apa gagal menjadi pahlawan,

asalkan tidak menjadi pembunuh.

Jangan!

EMPAT MENIT YANG LALU

Pada akhirnya,

ada hal yang harus menjadi korban.

Korban, katamu?

Dengan kata lain,

tanggung jawab.

Seperti

pria yang berlari barusan.

Alih-alih berdoa…

Dia bertindak.

Apa kau mendengarku?

Aku Ishida Shinichi, Wakil Menteri Transportasi.

Aku ingin pertukaran sandera.

Aku akan ke Pyongyang bersama kalian.

Wakil Menteri Transportasi Jepang akan jadi tiket kalian ke Pyongyang.

Tidak!

Tidak!

Jangan!

Pasti sakit.

Kau bekerja keras,

Anak Gembala.

Para komunis yang ingin meruntuhkan kesadaran kelas dan kapitalisme

akhirnya menyamakan

harga nyawa ratusan sipil dengan seorang wakil menteri Jepang.

Berkat jerih payah pemerintah Korea Selatan,

sebanyak 50 penumpang Jepang yang selamat dari pembajak sembrono

keluar dari perangkap dengan kondisi sehat.

Anggap saja kau pergi berpelesir.

Ke Korea Utara?

Ini tak akan menyenangkan.

Sebagai gantinya, Wakil Menteri Transportasi Jepang Ishida Shinichi,

dibawa sebagai sandera tentara boneka Korea Utara.

Ketika ia naik ke pesawat,

lima puluh penumpang lainnya

bisa kembali ke pelukan keluarga.

Paduka Yang Mulia! Pengarmu sudah membaik?

BAB 5 KABAR BAIK

Kami menyadap komunikasi.

Jika mereka membajak pesawat yang terlihat oleh mata,

kami membajak frekuensi yang tak terlihat.

Lettu Seo, siapa saja yang dimaksud dengan "kami"?

Dalam tugas besar semacam ini…

Selalu ada upaya-upaya yang tersembunyi dan tak terlihat.

Itu saja jawabanku.

Jadi, pesawat tujuan Korea Utara bukan salah mendarat,

melainkan kesengajaan pemerintah kita.

Apakah Korea Utara tidak memprovokasi?

Korea Selatan

tak terprovokasi Korea Utara

berlandaskan aliansi kuat dengan Amerika Serikat.

Kau menjadi pahlawan bagi 106 nyawa.

Apa rencanamu ke depannya?

Pertama, akan kuselesaikan tugas hari ini dengan baik.

Lalu kembali ke unit

dan menonton berita pagi yang menayangkanku.

Sial.

- Hari ini aku betulan kebelet. - Berani pakai toilet utama.

Tunggu aku.

Kau pakai aku sebagai umpan Wakil Menteri Jepang, 'kan?

Aku juga tidak yakin itu berhasil.

Namun, kalian berdua terlihat paling tulus.

Kau pasti punya toilet di rumah.

Kabar baik dan kabar buruk.

Mau dengar apa dulu?

Astaga, kau menakutiku.

Lebih baik dihajar dulu.

Kalau begitu, kabar buruk dulu.

Mereka tiba dengan selamat di Pyongyang kemarin.

Wakil Menteri Jepang dan para pilot juga dipulangkan dengan selamat.

Itu kabar baik.

Kenapa itu kabar buruk?

Kata mata-mata kita di Korea Utara,

pistol dan bom yang disita dari mereka

semuanya palsu.

Apa?

Apa itu masuk akal?

Kami tidak pernah berencana

membunuh para penumpang.

Jika tak bisa ke Pyongyang,

kami bertekad

untuk harakiri.

Itulah Rencana B kami.

Kalau begitu,

kita menyelamatkan nyawa mereka.

Apa kabar baiknya?

Ini tentang pengar Presiden.

Dia minum-minum dengan dubes Amerika Serikat.

Dari obrolan itu,

Amerika akan bicara dengan Uni Soviet.

Baguslah. Dengan begitu,

bisa unifikasi dengan Korea Utara.

Itu kabar baik, 'kan?

Amerika Serikat risih jika kita dan Korea Utara bersitegang?

- Itu maksudmu? - Kau memang cerdas.

Pemerintah kita tak terlibat dalam hal ini.

Jangan bercanda.

Korea Utara takkan percaya setelah kekacauan ini.

Mereka harus kooperatif karena Uni Soviet pun mau itu.

Kalau begitu…

Bagaimana promosi

dan bintang militerku?

Itu juga tidak jadi?

Termasuk wawancaramu hari ini.

Bajingan.

Sialan.

Bajingan!

Apanya yang kabar baik?

Misinya selesai

tanpa korban jiwa.

Termasuk kau.

Kau mengancamku untuk tutup mulut?

Jika aku menolak?

Kau tahu sendiri.

Apa selalu begini rasanya?

Aku sudah bilang.

Bulan sama saja.

Nama tak harus dipanggil

untuk dikenal.

Tak harus diakui

agar menjadi bermakna.

Tindakanmu…

Sudah cukup

bermakna.

Saat ini

para pahlawan penyelamat ratusan penumpang telah pulang.

Wakil Menteri Transportasi Ishida Shinichi

menukar dirinya dengan sandera di Kimpo, Korea Selatan

dan menyelamatkan 106 nyawa.

Kapten Kubo Takahiro dan Kopilot Maeda Seigo

mendarat darurat di Itazuke

dan menyelamatkan 23 penumpang.

Tidak, aku tak pantas disebut pahlawan.

Ini tugasku sebagai wakil menteri transportasi Jepang.

Aku bertahan 10.000 jam terbang,

sampai menderita wasir.

Namun, sekarang

aku bangga dengan wasirku.

Suatu kehormatan bisa menemani wasirmu, Kapten.

"Terkadang fakta ada di balik rembulan.

Namun, tak berarti sisi depan berdusta."

Kata Truman Shady.

Benar.

- Bulan sama saja. - Jika boleh mengaku…

Sebenarnya aku tak tahu kata-kata bijak Truman Shady.

- Pasti. - Bulan sama saja.

Dia tak pernah mengatakannya.

Kejutan.

Omong-omong, Bung.

Kenapa namamu harus itu?

KARTU TANDA PENDUDUK CHOI GO-MYUNG

Begitulah.

Jadi, siapa Truman Shady?

Apa urusanmu?

Dia

bukan siapa-siapa.

FILM INI FIKSI YANG TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA

KESAMAAN HANYALAH KEBETULAN

Terjemahan subtitle oleh Siti Muthia Hasna

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.