Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Satu, dua, tiga, empat,
Lima, enam, tujuh.
Delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh delapan, sembilan, sepuluh.
Maxx? Maxx?
Halo, Maxx?
Maxx, halo?
Apa kau disana?
Ya.
Apa itu terdengar jelas?
Lumayan.
Oke.
Jadi...
Apa tadi kau bilang?
Aku tidak bilang apa-apa.
Kau hanya akan berikan aku semacam alasan sampah...
...tentang kenapa kau tidak di sini.
Halo?
- Apa kau mendengarkan? - Ya, T, maaf.
Aku mencoba melinting ini sebelum memulai sifku.
Melinting apa?
Kupikir kau bilang berhenti merokok.
Itu tidak benar.
Aku mengatakan itu? Itu tak terdengar seperti aku.
Ya, kau mengatakan itu.
Kau bilang itu memberimu kecemasan.
Tidak, tidak, tidak. Itu Adderall.
Itu sebabnya aku butuh ganja. Itu menenangkan aku.
Oke, Maxx. Terserahlah.
Jadi...
Siapa saja yang datang?
Semua orang.
Callie?
Ya.
Oren?
- Julius? - Ya, Maxx.
Semuanya datang kecuali kau.
Apa masalahmu?
Apa ini lucu untukmu sekarang?
Dengar, Tia, aku tahu aku harusnya datang,
Tapi aku sudah bilang padamu aku harus kerja musim panas ini.
Ya, itu benar.
Tapi kau tidak bilang kau akan bekerja...
...di kota kecil dan tempat terpencil,
Dan jika kau takkan membalas semua SMS atau teleponku,
Aku mencoba untuk hubungi aku kembali.
Aku tidak bisa, T. Di sini hampir tak ada sinyal.
Aku sudah katakan itu padamu...
Astaga, Maxx! Itu omong kosong.
Permintaan maaf dan alasan? Itu tidak mengubah apa-apa.
Kenapa kau tidak bicara denganku?
- Aku bicara denganmu. - Apa salahku?
Maxx, aku bahkan tidak memintamu macam-macam.
Kau hanya perlu datang.
Aku hanya mau kau tepati janjimu sekali saja,
Tapi kau bahkan tak peduli, bukan?
Ini ulang tahunku.
Semua temanku datang tapi tidak denganmu.
Dengar, T....
Aku minta maaf, oke?
Aku...
Aku tahu. Aku harusnya mencatat tanggalnya.
Aku tak bermaksud untuk ini terjadi. Aku hanya...
Aku tidak suka dengan tempatku berada sekarang.
Dan...
Entahlah. Aku rasa aku tak pandai berhubungan dengan seseorang.
Musim panas ini juga berat untukku, T. Kau tahu?
Dan aku tidak tahu kenapa atau bagaimana aku terus lakukan ini padamu,
Tapi aku... Aku minta maaf.
Oke?
Aku minta maaf.
Tia, kau tak apa?
- Hei, ya. - Kau akan kembali?
Ya. Aku segera ke sana.
Apa itu dia?
T, aku...
Oke, aku tahu aku mengacau dan aku...
Aku hanya...
T, kau tahu aku mencintaimu.
Jangan, Maxx.
Pokoknya jangan.
Kita tahu itu tidak benar.
โ Situs Bonus Melimpah โ โ Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya
Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Malam.
Bagaimana kabarmu malam ini?
Malam meriah lainnya di Sunset Inn, ya?
- Ada yang bisa aku bantu, pak? - Aku harap begitu.
Apa kau punya kamar kosong?
Biar aku lihat apa yang bisa aku lakukan.
Jadi, siapa yang kau buat marah hingga harus bekerja sif malam?
Tidak ada. Aku memang memintanya.
Sungguh?
Kau masih sekolah?
Tidak. Hanya...
Ya, maksudku, sesuatu seperti itu.
Ini biasanya lebih hening.
Setidaknya di kebanyakan malam.
Dan jika kau bisa berbaik hati,
Aku ingin meminta kamar enam jika itu kosong.
- Kamar enam? - Jika itu kosong?
Ini tidak terlihat begitu ramai saat aku datang,
Tapi aku tahu bagaimana hotel besar sepertimu selalu penuh pesanan.
- Jadi, berapa orang... - Apa Deb ada malam ini?
- Permisi? - Deb.
Wanita tua pemilik tempat ini?
Apa dia ada?
Ayolah. Kau tahu sekarang jam berapa?
Deb pergi dari beberapa jam lalu.
Ya, aku rasa itu masuk akal.
Kapak perang tua itu pasti sudah hampir 90 tahun sekarang, bukan?
Ya. Sesuatu seperti itu.
Percaya atau tidak,
Aku habiskan lebih dari beberapa malam di sini,
Duduk di balik meja ini,
Dengan wanita tua itu terus mengawasiku.
Dia dulu mengawasiku seperti elang.
Sungguh?
Jangan bilang padaku itu masih satu handuk per tamu?
Ya. Aku takutkan begitu.
Sangat barbar.
Jika bisa, wanita tua itu akan sewakan seprainya secara terpisah.
"Akan ada tagihan ekstra untuk itu."
Bagaimana keadaan suaminya?
Tidak baik?
Tidak baik. Ya.
Sampaikan salamku pada Deb.
- Berapa banyak tamunya? - Hanya aku dan...
"Bicara soal setan, maka dia akan muncul."
Itu adikku.
Kau pasti melihat kemiripan keluarga kami.
Tunggu sebentar, oke?
Jalan.
Maaf soal itu. Saudara, benar?
Jadi, apa semua sudah beres? Bisa aku minta kuncinya?
- Tunai atau kredit? - Tunai, tolong.
Dan KTP.
Ya, jadi...
Aku tidak membawanya, tapi aku janji padamu,
Jika kau beritahu Deb kau sewakan kamar pada Red,
Dia takkan keberatan.
Ka bilang kau pernah bekerja di sini sebelumnya.
Ya.
Ya? Kau tahu peraturannya.
Kau tak bisa memesan kamar tanpa KTP, jadi...
Aku rasa kau bisa usahakan itu.
Dengar. Aku tahu peraturannya.
Aku pernah kerja di sini sebelumnya.
Dan aku kenal Deb.
Aku dan adikku sedikit jauh dari rumah.
Kami butuh tempat untuk istirahat, dan juga tempat untuk makan,
Dan aku janji, kami akan sudah pergi besok.
Aku mohon.
Aku mengemudi semalaman.
Aku akan membunuh seseorang. Aku bersumpah demi Tuhan, oke?
Jangan buat aku bangunkan wanita tua yang sakit...
...di jam selarut ini,
- Hanya untuk kamar motel yang buruk. - Oke, oke, oke!
- Oke, oke. - Oke.
Maaf.
Jadi...
Ya. Kamar enam?
Aku mohon.
Tarif utuh dan dibayar dimuka,
Lalu aku hubungi Deb besok pagi.
Setuju.
Apa...
Apa Melman's di ujung jalan masih buka selarut ini?
Seharusnya masih. Ya.
Bagus. Dan...
Ini.
Terima kasih.
Ini kuncinya.
Terima kasih untuk kebaikanmu.
Nikmati masa menginapmu.
Kau bahkan takkan tahu kami di sini.
Apa yang aku bilang...
- ...sebelum aku keluar dari mobil? - Red, aku bersumpah...
Apa yang aku bilang sebelum aku keluar dari mobil?
Kau memintaku tidak beranjak.
Dan apa kubilang padamu sebelum kita tinggalkan Drink?
Kau minta aku mendengarkanmu.
Ya. Dan apa kau bilang?
- Aku bilang akan mendengarkanmu. - Ya.
Ka bilang akan dengarkan aku, karena jika tidak...?
Karena jika tidak, itu buruk.
Jadi kenapa kau keluar dari mobil?
Karena aku takut.
Ya.
Ya, itu...
Malam ini belum berakhir.
Red.
Hei, hei, hei. Lihat aku.
Lihat aku. Aku butuh kau di sini...
Dengarkan aku!
Berhenti bermain dengan tanganmu, dan dengarkan aku.
Ini kuncinya.
Buka kamarnya, ganjal pintunya,
Kau datang ke sisi sini, lalu bantu aku dengan kakinya.
Oke? Oke?
Oke? Kita harus perhitungkan ini dengan benar.
Sekarang.
Danny, kamar, pintu, kuncinya, sekarang!
Bajingan.
Cepat, cepat, cepat!
Danny, jangan sentuh aku.
Cepat, bawa kakinya. Bawa kaki dia.
Bawa kaki dia.
Oke.
Demi Tuhan! Tutup pintu mobil, Danny.
Cepat tutup pintu mobil!
Tak apa. Sial.
Buka pintu kamar mandi.
Sial. Sial.
Bawa seprai dan bantal.
Buat itu nyaman! Cepatlah, sekarang!
Atur napas. Atur napas.
- Atur napasmu. - Bajingan!
- Sudah? - Belum. Sebentar.
Hei, tak apa. Kau baik saja?
Oke, oke.
Danny! Apa yang kau lakukan?
Cepat tutup gordennya.
Kau merapikan kasurnya? Tutup gordennya!
Danny, ambilkan air minum dan berhenti merapikan kasur.
Cepat!
Danny, kenapa sangat lama?
Berikan aku air minum.
Kau membuatku gugup. Keluarlah dari sini.
โ Situs Bonus Melimpah โ โ Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya
Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Bajingan!
Oke. Hei, tidak, tidak, tidak!
Hei, lihat aku. Lihat aku.
Hei, hei, hei, hei... Lihat aku.
Aku mau kau fokus sebelum aku keluar dari pintu itu, oke?
Aku tahu kau takut. Ini menakutkan, oke?
Tapi kita tak boleh membuat kesalahan sekarang, oke?
- Oke. - Bilang kau mengerti.
- Aku mengerti. - Oke. Bagus, bagus.
Sekarang, pergilah ke tempat yang aku katakan.
Kau tunggu di tempat seperti yang aku katakan.
- Kita jangan menyimpang dari rencana. - Oke.
- Kau mengerti? Bagus. - Aku mengerti.
Saat aku pergi membeli persediaan, kau akan di mana?
Kau akan di sini, Danny!
Tetap di sini! Katakan.
- Aku akan di sini. - Bagus.
Dan jangan keluar dari pintu itu.
Tak apa, tak apa.
Hei, hei, hei, hei. Aku tahu, aku tahu.
Hei. Ayo. Berdiri.
Sebentar!
Aku butuh kau di sini, oke?
Mata.
Aku datang!
Hei. Ekspresi biasa.
Oke. Bagus.
Hei!
Kau sudah rindu aku?
Aku bawakan handuk ekstra.
Aku rasa Deb takkan keberatan untuk teman lama.
Benar. Tentu saja. Kau sangat murah hati.
Kami hargai layanan bintang limanya,
Tapi aku rasa kau akan temukan jika kami...
- ...sangat minim permintaan. - Sempurna.
Apa ada lagi yang bisa aku bantu sebelum aku kembali?
Tempat untuk makan dan istirahat harusnya cukup untuk kami.
Semoga kau tak harus melihat raut wajah ini lagi hingga pagi.
Tapi jika aku butuh sesuatu, aku akan menemuimu.
Aku dan adikku sedikit jauh dari rumah.
Kami butuh tempat untuk istirahat, dan juga tempat untuk makan,
Jika kau minta aku lanjut berjalan, aku akan membunuh seseorang.
Sumpah demi Tuhan.
Aku akan menemuimu.
Kau takkan tahu kami di sini.
Jangan biarkan dia masuk ke kamar ini.
Kau mengerti?
Danny? Danny!
Itu dia atau kita, Danny!
Bajingan.
Maaf. Orang yang Anda coba hubungi tidak...
Ayo, T. Angkat teleponnya.
Maaf. Orang yang Anda coba hubungi tidak tersedia.
Setelah tanda, silakan tinggalkan pesan.
Hai, T. Bisa kau tolong angkat teleponnya sebentar?
Aku harus bicara denganmu.
Tia, hai, terjadi sesuatu,
Dan aku sangat ingin bicara denganmu sebentar.
Bisa kau angkat... Hai, Tia. Ya, ini aku.
Hai, Tia. Ini Maxx.
Bisa kau angkat teleponnya sebentar?
Sebentar saja? Bisa kau...
Halo? Tia, Tia, Tia, Tia, Tia!
Kau tak mungkin sesibuk itu sekarang.
Bisa kau angkat teleponnya? Bisa kau bertingkah...
Halo?
Bisa kau berhenti bertingkah seperti jalang sekarang,
Dan angkat teleponnya?
Maaf. Orang yang Anda coba hubungi tidak tersedia.
Setelah tanda, silakan tinggalkan pesan.
Hei, maaf aku memanggilmu "Jalang."
Terjadi sesuatu di motel...
...dan aku tak tahu harus apa. Aku sangat panik, oke?
Ada kakak-beradik ini, dan...
Mereka menyeramkan, dan aku tahu aku bekerja di tempat busuk ini,
Dan mereka tidak melakukan kesalahan,
Tapi ada yang janggal dengan mereka, oke?
Aku bisa merasakannya.
Dan salah satu dari mereka memiliki tatapan ini...
Dia seperti ketakutan?
Dan aku tak tahu mengapa, tapi itu buat aku memikirkan ibuku.
Dan...
Aku tahu aku tak pernah beritahu banyak padamu,
Memang tak banyak yang bisa dikatakan.
Tapi saat aku kecil,
Ibuku sering mengajakku pergi ke taman, kau tahu?
Dan ada meja piknik,
Di atas bukit.
Aku tahu situasi sedang sulit untuk ibuku saat itu.
Dia banyak bekerja dan...
Tapi kami tetap pergi ke sana setiap waktu, kau tahu?
Dan...
Saat itu hanya kami berdua di sana bersama-sama,
Aku bahagia.
Kau tahu? Aku sangat bahagia.
Lalu suatu hari...
Suatu hari dia membawaku ke taman, dan...
Dia memintaku menutup mataku dan hitung hingga sepuluh.
Dia bilang "Hitung perlahan-lahan."
Aku menutup mataku,
Lalu aku berhitung...
Dan...
Saat aku selesai berhitung dan membuka mata, dia tak ada.
Dia sudah pergi dan aku tidak melihat dia sejak itu. Jadi...
Maksudku, itu cukup lucu jika dipikirkan lagi.
Dia benar-benar berhasil kelabui aku, kau tahu?
Aku hanya duduk di sana berjam-jam,
Dan aku bahkan tak menangis sedikit pun selama itu.
Aku hanya duduk di sana.
Sendiri dan ketakutan.
Dan kosong.
Pria ini terlihat seperti itu, kau tahu? Dia hanya...
Dia terlihat kosong,
Dan aku tidak tahu. Ada yang tidak beres, kau tahu?
Aku tidak tahu itu apa, tapi aku hanya...
Kau mungkin hanya akan abaikan ini.
Aku mungkin hanya mantan gilamu yang mengoceh dan meracau lewat telepon,
Dan kau mungkin tak mau mendengarkan semua ini.
Tapi aku merindukanmu,
Dan aku sangat berharap kau di sini.
Maaf jika aku membuatnya terlihat seolah aku tak mau kau di dekatku,
Tapi aku rasa aku takut...
...jika kau juga tidak menginginkan aku. Jadi aku...
Kotak pesan penuh dan tak bisa menerima pesan saat ini.
Oke, oke, oke.
Itu bagus. Itu...
Oke, oke, oke, oke.
Jangan biarkan dia masuk.
Jangan biarkan dia masuk ke kamar ini.
Halo?
Red?
Aku benar-benar minta maaf.
Tolong, Red...
Oke, kita akan carikan kau pertolongan. Aku janji.
Ya Tuhan.
Oke, oke, oke.
Ayo!
Tersambunglah!
Ayolah! Aku mohon...
Kau tak seharusnya di sini.
- 911. Apa situasi daruratmu? - Sial.
Tunggu! Tidak!
Apa-apaan, Danny? Tangkap dia!
Dua unit sudah diminta.
Siaga untuk 10-33.
Penelepon darurat tidak merespon.
- Maaf. - Ya, kau meminta maaf?
Kau tahu apa yang terjadi sekarang?
Mereka akan datang ke sini!
Tugasmu hanya satu!
Itu saja!
Untuk menunggu di kamar ini!
- Aku sangat... - Hei!
Lihat aku...
Aku mau kau di sini.
- Oke. - Jangan tinggalkan kamar ini.
Oke.
Aku minat maaf. Aku hanya...
Ada apa denganmu?!
Bajingan.
Malam, petugas.
Ada yang bisa aku bantu?
Ada panggilan masuk.
Gangguan.
Apa mereka bilang dari siapa?
Tanpa nama.
Napas yang terengah.
Operator berpikir mereka mungkin mendengar teriakan wanita muda.
Aku hanya punya satu tamu.
Aku rasa dia sudah tidur sekarang.
Sungguh?
Ya, pak.
Lampu di kamar itu masih menyala.
Benarkah?
Jujur, aku tidak begitu memerhatikan dia...
...sejak dia mendaftar masuk.
Menarik.
Dan di mana Deb?
Semoga sudah tidur. Tapi siapa yang tahu dengan dia?
Bagaimana keadaan dia?
Tidak baik.
Kau pernah tugas militer?
Bukan, pak. Tak ada pengalaman militer.
Tapi aku bertugas sebagai Lou untuk FD900 di Toledo...
...beberapa tahun lalu, tapi...
Dan sekarang?
Sekarang hanya di sini, pak.
Merawat istriku.
Dia sedang sakit parah.
Aku turut prihatin.
Tepat waktu, Tn. Asher.
Kau tak kebetulan menghubungi 911, 'kan?
Tidak. Aku tidak menghubungimu.
Aku tidak menelepon. Aku hanya...
Aku rasa bukan dia.
Petugas kepolisian ini menanggapi panggilan darurat.
Tn. Asher?
Kau tak terlihat baik.
Aku...
Kau kemari soal handuk yang kau minta tadi?
Aku minta maaf soal itu. Aku pikir kau sudah tidur.
Handuk?
Ya.
Aku akan bawakan itu ke kamarmu.
Beri aku waktu sebentar untuk membantu petugas ini.
Ya. Kapanpun kau bisa.
Untuk handuk itu. Hanya...
Terima kasih atas pengertiannya, Tn. Asher.
Selamat malam, petugas.
Terima kasih untuk handuknya.
โ Situs Bonus Melimpah โ โ Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya
Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Terima kasih, Petugas! Selamat malam.
Baiklah. Aku hargai itu.
Beritahu Deb aku akan kembali pekan ini.
Tentu. Jaga dirimu di luar sana.
Kau bilang padaku akan dengarkan aku.
Aku tahu.
Kau menatap mataku,
Dan bilang kau akan dengarkan aku!
Aku hanya ingin menemukanmu.
- Apa yang kau ambil di mobil? - Apa?
Apa yang begitu penting hingga kau membobol mobilku...
...dengan polisi yang hanya berjarak 15 meter?
Apa yang kau bicarakan?
Apa?
Kau serius?!
Maaf.
- Kau bercanda? - Tidak.
Aku di luar sana membereskan kekacauan yang kau buat,
Sementara kau...!
Kau menyedihkan.
Red.
Aku yakin kau menikmati pertunjukannya.
Hei.
Dengar, aku minta maaf soal ini.
Sungguh. Aku sangat menyesal kita berada di situasi ini sekarang.
Aku tak mau melukaimu.
Kau mengerti?
Sekarang, tak ada orang di luar sana.
Tak ada siapapun di sekitar di sini yang akan masuk dan selamatkan kau.
Takkan ada yang mendengar jika kau teriak.
Jadi jika kau izinkan aku,
Aku akan melepas isolasi itu dari mulutmu,
Lalu kita sedikit berbincang.
Tapi jika kau memaksaku,
Aku akan lakukan apapun yang dibutuhkan untuk membungkammu.
Apa itu jelas?
Bagus.
Aku yakin kau sudah lihat ada satu dari kami yang terluka di sana,
Dan kondisinya sangat tidak baik.
Dan apa yang tidak kau lihat adalah,
Bagaimana semua ini menjadi seperti ini,
Dan itu tak seperti kelihatannya, oke?
Itu kecelakaan,
Dan kami mencoba mengatasinya dengan cara sebaik mungkin, oke?
Dia harus dibawa ke rumah sakit. Dia sekarat!
Tidak ada rumah sakit!
Tidak ada rumah...
Kami tidak bisa.
Kami tak bisa bawa dia ke sana, oke?
Tak ada rumah sakit.
Aku sudah meminta orang datang. Dia dalam perjalanan.
Dia dokter. Dia akan obati dia agar kembali membaik.
Ini harusnya hanya persinggahan sementara...
...hingga kau kacaukan semuanya.
Dia kehilangan banyak darah! Dia...
Aku tahu itu, oke?
Aku tahu.
Tapi dia tangguh.
Dia berjuang di sana.
Itu sebabnya aku mau kau melupakan apa yang kau lihat.
Kau apa?
Kau akan lupakan jika kami pernah di sini,
Karena kami tidak ke sini.
Kami akan perban luka dia, kami akan bawa dia pergi dari sini,
Dan saat kami siap untuk pergi, aku akan memotong ikatanmu.
Dan hanya itu saja?
Lalu kau akan pergi menuju matahari terbit?
Menuju matahari terbit, menjauh dari matahari terbenam.
Apapun kau ingin menyebutnya. Kami pergi.
Kau takkan mendengar dari kami lagi.
Kami bawa dia pergi dari sini.
Aku memotong ikatanmu.
Dan apa yang membuatmu berpikir,
Aku takkan ke polisi setelah kau pergi?
Aku yakin kau akan tanyakan Deb harus bagaimana.
Dan aku yakin Deb akan memintamu untuk menutup mulutmu!
Danny. Kemari.
Jadi, apa yang kau katakan ke petugas polisi tadi?
Permisi?
Apa kau membuat kesepakatan dengan dia?
Apa yang dia bicarakan, Red?
Mereka bicara di luar cukup lama, bukan!
- Apa yang dia bicarakan, Red? - Dia hanya permainkan kita!
- Agar salah satu saudara menyerah... - Hei!
Aku tantang kau bicara lagi! Cobalah!
- Danny, mundur! - Oke!
Hei! Aku mengalami malam yang melelahkan,
Jadi anggap ini peringatan terakhirmu!
- Kemari. - Apa yang dia bicarakan?
Bukan apa-apa, Danny. Itu hanya omong kosong.
Apa yang kau taruh di laci bawah,
Sebelum saudaramu kembali?
Apa?
Apa yang dia bicarakan?
Danny, apa yang dia bicarakan?
Kau menaruh sesuatu di laci bawah.
Bukan di laci atas bersama pil di dalamnya.
- Kau masukkan sesuatu ke laci bawah. - Diam!
Diam! Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan!
Oke, oke! Cukup bermain-mainnya!
Tutup mulutmu!
Dia pembohong. Kau pembohong!
- Apa yang dia bicarakan, Danny?! - Dia pembohong!
Aku tidak tahu! Aku hanya merasa seperti...
Danny! Apa yang dia bicarakan?!
Aku mengalami episode, jadi aku harus minum pil. Itu saja.
Aku tidak tanya tentang episodemu!
Aku tak peduli dengan episodemu!
Aku mau tahu apa yang kau masukkan ke laci itu!
Jangan di...
Aku tahu kau memang bodoh, Danny,
Tapi aku tak percaya kau sebodoh itu!
Maaf, Red. Jangan.
Mary? Hei...
Hei, Mary. Mary, tidak, tidak, tidak.
Red.
Hei. Hei.
Kau tak apa. Kau tak apa.
- Tarik napas, oke? - Red.
Tidak, tidak, tidak, tidak...
Hei, hei, hei, lihat aku. Lihat aku, lihat aku.
Kau tak apa.
Kau tak apa.
Tidak.
Bagaimana keadaan dia, Red?
Apa menurutmu dia akan selamat?
Oke.
Oke, tak apa.
Kenapa kau harus kembali, Danny?
Kenapa?!
Aku baik, aku sangat baik! Aku memiliki dia. Kami bahagia!
Kami bahagia!
Lalu kau datang!
Delapan tahun!
Aku jalani delapan tahun tanpa kau mengusikku!
Mencabik sisiku tanpa sedikit pun rasa kepantasan,
Atau kesadaran, atau pengertian!
Delapan tahun!
Dan kau ke mana saja, Danny?
Meninggalkanku terbawa arus angin!
Aku minta maaf. Aku minta maaf.
Aku minta maaf.
Tidak! Bajingan, maaf!
Hentikan! Berhenti meminta maaf padaku!
- Maaf! - Itu tak ada artinya berasal darimu!
Kau datang hanya untuk memanfaatkan aku,
Dan untuk apa? Untuk mengatasi sakaumu?!
Delapan tahun, da apa artinya aku untukmu?
Siapa kau? Lihatlah dirimu sendiri!
Tolong lepaskan aku!
Kau siapa?
Tidak.
โ Situs Bonus Melimpah โ โ Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya
Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Delapan tahun.
Delapan tahun.
Mary...
Dia ada...
...disana.
Mary ada disana.
Dia satu-satunya.
Dia satu-satunya, dan dia milikku.
Dia milikku.
Dia...
Kami...
Ini tak seharusnya terjadi.
Ini tak seharusnya terjadi.
Kita...
Kita tak seharusnya di sini.
Aku tak seharusnya membuka pintu.
Karena aku tahu...
Aku tahu sesaat kau kembali, kau akan kacaukan semuanya.
Sebenarnya, Danny...
Saat kau kembali...
Saat kau mengetuk pintu kami...
Aku takut.
Oke.
Baiklah. Oke. Dengar.
Ini berakhir. Ini sudah selesai.
Kita selesai.
Jika kau izinkan aku, aku mau untuk...
Aku mau kita pergi dari sini. Oke?
Aku...
Maaf kami melibatkanmu ke dalam ini.
Aku tak bermaksud untuk semua ini terjadi.
Aku hanya...
Aku hanya...
Aku minta maaf.
Aku sudah bilang.
- Jangan sentuh... - Apa yang kau...?!
Tolong!
Jangan...
Jangan.
Jangan sentuh aku.
Tolong, tolong!
Tolong, tolong, tolong!
Ayo! Ayo!
Ya Tuhan!
Biarkan aku pergi!
Danny!
Danny!
Tolong!
Tolong!
Ya. Aku tidak...
Aku rasa kau takkan beranjak dari sana.
Ayolah!
Mereka mati karenamu.
Red bilang...
Dia bilang kami bisa selesaikan ini.
Kami pasti selamat.
Kenapa kau harus membuka pintu?!
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh delapan, sembilan, sepuluh.
Sekarang jam berapa, Danny?
Empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Sekarang jam berapa?
Sekarang jam berapa, Danny?
Jam berapa? Apa...
Kenapa kau peduli dengan jam sekarang?
Kau mungkin hanya akan permainkan aku.
Dokter itu akan datang sebentar lagi, benar?
Ini semua salahmu.
- Sekarang jam berapa, Danny? - Aku berpikir.
Apa yang akan kau lakukan saat dia datang?
- Diamlah! - Waktu mulai menipis, Danny.
Kau benar-benar berpikir dokter ini akan berpihak denganmu?
Atau tidakkah menurutmu dia mungkin kesal...
- ...kau membunuh temannya? - Apa yang aku katakan?
Ambil kunci mobilnya Red...
- Jangan sebutkan nama dia! - Kau hanya perlu ambil kunci dia!
- Aku takkan bicara! Aku janji! - Tutup mulutmu!
- Aku tak bisa konsentrasi! - Kalau begitu lepaskan aku!
Lepaskan aku! Apa yang kau inginkan dariku?
Kenapa kau butuh aku di sini?
Jadi hanya itu? Itu rencanamu?
Kau memang menyedihkan seperti yang Red katakan!
Aku sudah bilang jangan sebut nama dia!
Nama siapa? Nama siapa?
Saudaramu yang tewas. Saudaramu yang kau bunuh?
Lihat dia, Danny! Kau membunuh dia!
Kau membunuh dia!
Aku tidak menginginkan itu.
Aku hanya...
Aku kehilangan kendali.
Aku kehilangan semuanya.
Aku tidak tahu apa aku sebenarnya.
Kenapa kita di sini, Danny?
Kenapa?
Aku tidak tahu.
Aku kelupaan waktu.
Ada lubang di sepanjang hidupku.
Setiap menit, jam, dan hari terasa...
Itu kosong.
Hilang.
Dan saat aku kembali...
Saat kau kembali...?
Ada begitu banyak kebisingan.
Desakan di kepalaku.
Itu butuh semua yang aku bisa untuk...
Hanya untuk membungkamnya.
Mereka mengatakan sesuatu kepadaku.
Mereka katakan aku sesuatu.
Berkata aku melukai orang, berkata jika...
Berkata itu salahku.
Aku tidak bermaksud begitu.
Tidak. Aku tak bermaksud begitu.
Tapi Danny...
Kau melukai orang.
Kau pikir aku tidak tahu?
Itu selalu begitu sejak kami kecil.
Itu selalu begitu.
Apa yang selalu begitu?
Red melindungimu?
Red membereskan kekacauanmu?
- Red yang mengakui kesalahan? - Diam.
- Melakukan semuanya untukmu? - Hentikan. Berhenti.
Kau membunuh mereka. Kau bunuh mereka berdua!
- Red. Mary. - Kau memang bodoh!
- Aku peringatkan kau! - Kau peringatkan aku atau apa?
Kekerasan dan darah lainnya di tanganmu?
- Itu yang kau inginkan? - Kau tidak dengarkan aku.
Kau yang tidak dengarkan aku, Danny.
- Aku berusaha, sialan! Aku berusaha! - Bagaimana?
Tidak ada yang berhasil! Aku berusaha! Itu bukan salahku!
Bagaimana, Danny?
Bagaimana kau berusaha?
Yang aku lihat kau lakukan, Danny, yaitu lari dan sembunyi,
Dan terus memakai narkoba,
Selagi kau menyerahkan rasa sakitmu ke hal lainnya.
Maksudku, meminta maaf, alasan, dan...
Tak ada yang pernah berubah!
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.
Aku mengenalmu.
Kau tak bisa membohongi aku.
Seandainya kau memang berusaha,
Red tidak akan tergeletak di sana seperti itu.
Mary takkan berada di kamar mandi seperti itu!
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh delapan, sembilan, sepuluh.
Aku mengerti.
Kau terluka, kau teperdaya, dan kau hancur.
Kau tidak sakit lagi, Danny.
Kau adalah penyakitnya.
Kau adalah itu.
Itu kau.
Kau adalah itu!
Berapa banyak orang yang kau lukai, Danny?
Berapa kali kau melukai Red?
- Berapa kali lagi kau melukai dirimu? - Hentikan.
- Berapa banyak? - Jangan lakukan itu.
- Aku peringatkan kau! - Berapa banyak orang?
Berapa banyak yang bersedia menerima itu?
Tolong jangan paksa aku melakukan ini!
Apa yang kau lakukan?
Danny?
Danny?
Bukan apa-apa, Red.
Aku hanya merasa mengalami episode lainnya.
Aku tidak merasa baik.
Hei.
Hei, Red?
Kau tahu aku menyesal tentang semuanya, 'kan?
Aku tidak bermaksud begitu.
Aku hanya sangat takut.
Danny?
Danny? Apa kau...
Aku minta maaf.
Aku hanya sangat takut.
Danny?
Danny, apa kau...
Danny?
Danny, apa kau...
Danny, bangun.
Satu, dua, tiga, empat,
Lima, enam, tujuh.
Delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh...
โ Situs Bonus Melimpah โ โ Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya
Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.