All language subtitles for F1 The Movie 2025 English ORG 2.0 1080p WEB-DL x264 2CH ESub

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew Download
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hei, Sonny. Lima menit lagi.

24 JAM DAYTONA

PUKUL 23.56

Sonny! Hei, pembalap BMW di sana mengomel soal masalah rem.

Terima kasih, Molly. Kau hebat.

Sampai jumpa di lintasan.

PUTARAN 338

Padahal aku cuma absen sebentar.

Semua jadi kacau, Sonny.

Pat harus pelan-pelan.

Peringkat kita turun ke tujuh.

Jika kau bisa jaga posisi malam ini, semoga besok pagi kita bisa mujur.

Sonny, awasi keseimbangan kecepatan tinggi.

Bagaimana transmisinya?

Masih aman, tetapi pelan-pelan.

Mungkin penonton pulang, tetapi balapan berlanjut.

Sonny Hayes kembali ke Porsche untuk Peak Geico Chip Hart Racing.

Giliran balap tengah malam.

Kita tahu Hayes

suka menonjolkan diri malam hari,

tetapi dengan adanya BMW yang memimpin di depan, tantangan besar menantinya.

Tepat dari awal, Hayes menyelinap hingga tikungan tiga,

maju ke posisi keempat.

Sonny, bagaimana jika menyalip di jalur lurus?

Biarkan aku menyetir, ya?

Awas. Mesin mobil nomor 12 bermasalah.

Itu memajukan Hayes ke posisi berikutnya.

Astaga. Ada sepuluh jam lagi.

Biarkan Sonny lakukan keahliannya.

Jika beberapa putaran pertama ini jadi indikasi,

tampaknya Sonny Hayes mungkin meninggalkan remnya di rumah.

Hayes mengincar BMW.

Dia menyerang.

Hayes datang dari sisi luar.

Ayo, Sonny.

BMW terlambat mengerem. Dia masuk ke rumput.

Apa Hayes bisa bertahan?

Dia bertahan.

Astaga!

Lihat itu? Begitulah cara berbalapan.

Jika kembali ke mobil itu, kalian perlu melakukan hal yang sama.

Sonny Hayes masuk ke pit setelah giliran ketiga yang apik

yang melontarkan Chip Hart Racing ke posisi depan.

Kini, giliran Cale Kelso untuk mempertahankan posisi terdepan.

Terima kasih atas awal yang unggul.

Hei. Jika kau kalah, kubunuh kau.

Hayes!

Hei, Bajingan!

- Mau mendepakku dari lintasan, Hayes? - Sudahlah.

Kau kira aku tak bisa menemukanmu?

- Sudahlah. - Persetan denganmu!

Lepaskan aku!

Hei. Bagus, Sonny.

Terima kasih. Jangan bangunkan aku jika kalah.

Sonny Hayes, kurasa kau melupakan sesuatu.

Tasku sudah penuh, Chip.

Serius?

Kemenangan pertamamu di Daytona. Kau tak mau menyentuhnya?

- Ayolah. - Bawa sial.

- Sentuh saja. - Tidak. Hei.

Namun, aku mau terima cek bonus itu.

Sonny! Dengarkan aku.

Aku ingin merekrutmu.

Kini kau termasuk keluarga CHR.

Di sini, tahun depan, ayo kita ulangi.

Kita menang. Kita sudah sepakat.

Aku tahu apa kesepakatannya.

Jadi, selesai sudah? Satu kali saja?

Terima kasih atas posisinya, Chip. Serius.

Itu cara berbalap apa?

Seumur hidupmu kau cuma selalu mulai lagi.

Jaga dirimu.

Sampai jumpa di jalan.

Hei! Kau tak mau arlojinya?

Aku sudah punya!

- Rock paling terkenal sedunia… - Dari pantai paling terkenal sedunia.

- Kami… - Stasiun rock Daytona.

Sembilan lima tujuh, Hog.

DICARI PEMBALAP BAJA 1000

ENSENADA, BAJA CALIFORNIA, MEKSIKO

CUCI BAJU KOIN

Maaf, boleh pinjam ponselmu sebentar?

Ponselku tak berfungsi.

Tidak.

Kau mengingatkanku akan teman lamaku.

Teman yang mana?

Yang berbusana lebih baik.

Ini jas Gucci.

Ini juga.

Apa pekerjaan temanmu?

Pembalap mobil.

- Apa dia cepat? - Tak lambat.

- Apa dia menang? - Ya.

Kemarilah, Berengsek.

Astaga.

Kau memikirkan Baja?

Ya. Hari baru, tantangan baru.

Itu ucapanku kepada diriku saat kubeli Apex GP.

Berapa banyak utangmu?

Akan kuberi tahu, tetapi berjanjilah jangan tertawa.

Katakanlah.

Tiga ratus lima puluh

juta.

Jangan tertawa.

Luar biasa.

Itu mengasyikkan?

Ya. Tentu.

Jadi, apa masalahnya?

Masalahnya adalah dua setengah musim, tanpa poin.

Pembalap terbaikku pergi ke tim lain.

Katanya mobilnya rongsokan.

Timku ada di posisi terakhir.

Pembalap nomor duaku pemula.

Tinggal separuh musim.

- Ada berapa lomba lagi? - Sembilan.

Jika kami tak ubah situasi, timku lenyap.

Apa?

Kau pemilik timnya.

Jika tak menang lomba pada tiga musim pertama, dewan bisa memaksa penjualan.

Sepertinya kau perlu dewan baru.

Aku perlu pembalap baru.

Kau pernah ikut F2 dan F3.

Ada sederet pembalap muda yang dibesarkan di simulator.

Aku tak punya waktu mengajari anak muda agar mencapai posisi kesepuluh.

Pembalap andal tak bisa terjadi begitu saja.

Ya, bisa jika sudah pernah melakukannya. Itulah intinya.

Usia Louis Chiron 57 tahun saat menang Grand Prix Monako.

- Louis siapa? - Philippe Étancelin, 56 tahun.

Kau tahu nama itu dari Google?

Beberapa orang melihat Sonny Hayes, mereka melihat pria yang tinggal di van,

pencandu judi yang tak berhasil.

Wah, Ruben, kau sungguh meyakinkanku.

Namun, kulihat pria yang membuat tim lebih baik.

Aku melihat pengalaman. Keahlian.

Kau meracau.

Pembalap pemulaku sangat berbakat. Luar biasa, tetapi masih muda.

Tahu kekurangannya? Kematangan.

Kau tambah dia?

Aku dapat tim.

Katakan saja aku calon Louis…

KHUSUS PEMBALAP

- Chiron. - Dia.

Masalahnya bukan cuma pembalap, tetapi mobilnya.

Aku mengikuti musimmu, Ruben.

"Rongsokan" itu kata halus.

Sudah kukira kau menonton.

Jika kukatakan kami akan dapat paket yang ditingkatkan?

- Enam bulan dalam pengembangan… - Ruben…

Tidak. Tunggu.

Aku cuma perlu salah satu mobilku menang berbalapan. Satu.

Aku menyayangimu. Aku tak mau kembali.

Baiklah.

BINTANG NAIK DAUN F1 SONNY HAYES DAN RUBEN CERVANTES

Dia mau kau melakukan apa?

Ikut grup vokal pria?

Serius. Ayolah.

Serius, aku akan tanya kenapa dia tersenyum.

Ayolah.

Dia tersenyum kepada peluang.

Kita tahu bagaimana akhirnya.

Ya.

Baiklah.

- Ini tiket kelas satu ke London. - Astaga.

Kelas satu.

Kutawarkan tempat di Formula 1.

Satu-satunya tempat yang bisa kaukatakan untuk satu hari,

jika menang, kau pembalap terbaik di dunia.

Hei, Ruben.

- Pernah lihat keajaiban? - Belum.

Aku juga belum.

Senang melihatmu, Kawan.

- Baik, Sayang, ini untukmu. - Terima kasih.

Aku mau bertanya.

Sahabatmu memberimu tawaran yang sungguh

terlalu indah untuk nyata.

Apa tindakanmu?

Berapa jumlah uangnya?

Bukan soal uang.

Jadi, soal apa?

DARI ORLANDO KE LONDON HEATHROW - KELAS SATU

Suhu ban tampak bagus. Tiga puluh ban depan, 24 ban belakang.

- Kau boleh mengebut. - Baiklah.

Aki penuh. Kau bisa ke strat dua.

Kulakukan putaran.

PEARCE - SEKTOR 1

Sektor satu ungu. Rekor terbaikmu.

Mobilnya terasa mulus.

SEKTOR 2

Sial!

Terhambat. Ban kempis, kiri depan.

WAKTU PUTARAN

Suruh dia menepi.

Pindahkan ke strat satu.

Masuk ke pit.

Ayo cari para gremlin itu.

Maaf, Joshua.

Jodie, coba jangan bunuh pembalap kita.

Apa kesimpulanmu?

Aku tak tahu ada apa. Rasanya mulus. Aku mulai melaju.

Kemudi berkurang di tikungan lambat, berlebih di tikungan cepat.

Apa? Saat masuk atau keluar?

Tak satu pun. Keduanya.

Bagus. Ya.

Ada 10.000 sensor di mobil ini dan kau tak tahu sebabnya.

Bukan aku yang menyetir, ya?

Jadi, aku perlu bantuanmu soal ini. Tolong.

Arena bermain seharga 150 juta dolar.

Manis sekali.

Dia harus dibiarkan menyetir. Tak bisa lebih buruk.

Joshua.

- Hai. - Lisbeth. Humas?

- Oh, ya. - Tak penting.

Untuk konferensi pers, kami ingin alihkan masalah teknologi

dan berfokus pada keakrabanmu dengan rekan tim barumu, Luca Cortez.

Luca?

Yang baru kukenal sepekan.

Saat jadi pembalap cadangan di Red Bull

dia berkata menurutnya Joshua Pearce tidak sehebat itu.

Luca Cortez yang itu?

Ya.

- Tak sabar. Ya. - Bagus. Terima kasih.

- Hei. - Ya.

Kau setuju? Ya?

Ada apa?

Kau benar.

Ruben bermasalah besar. Mungkin dia perlu menjual tim.

Sudah kuduga.

Apa artinya untukku?

Pembeli baru, mungkin akan ganti kru.

Begini.

Kau harus tunjukkan mereka siapa pembalap nomor satu yang sejati.

Sekarang.

Atau kau kehilangan kerja.

Ya. Renungkan itu.

Hei.

Pergilah.

Kau baik-baik saja?

Baiklah, mari buang paruh pertama musim ini

dan hapus dari ingatan kita.

Ada yang berkata, "Kaspar, ada apa tahun ini?"

Aku bersumpah atas nama anakku, aku tak tahu.

Hanya ada mobil ini.

Juga, hanya ada masa depan kita.

Ya. Masa depan kita.

Siapa bajingan itu?

Dia temanku.

Aku dikira kru pemeliharaan. Disuruh ke gerbang belakang.

Kawan, kau tak pernah mengecewakanku.

Masih ada waktu.

Apex GP!

Sonny Hayes. Dahulu dia berbalapan denganku.

- Melawanmu, maksudmu. - Ya.

- Kate McKenna, direktur teknis kami. - Hai.

- Dodge Dauda, ketua montir kami. - Hai.

Kaspar Smolinski, pemimpin tim.

Mungkin kau tahu reputasinya.

Lima kali juara Konstruktor dengan Ferrari.

Sebagai kru dongkrak.

Ayahku juga. Diperlukan agar menang.

- Pembalap pemula kami, Joshua. - Kenapa dia bawa helm?

Untuk keamanan?

Joshua, posisimu aman. Ya?

Sonny datang untuk audisi.

Kapan terakhir menang balap?

Hari Minggu. Daytona.

Maaf. Maksudku Formula 1.

Maaf. Berarti sama denganmu.

Wah.

Tak pernah kukira kukatakan ini, ada yang lihat Luca Cortez?

Bicara sebentar, Ruben.

Saat aku mewawancaraimu, banyak pembalap veteran…

Ya, semua menolakmu.

- Berapa? - Tujuh.

- Itu banyak. - Aku nomor tujuh?

Kau nomor delapan.

Ini malapetaka.

Aku merasa seperti sembilan.

Ada satu yang belum kudapat kabarnya.

Jadi, aku nomor sembilan?

Kau tahu cara kerja nomor, bukan?

Dalam bisnis, ide paling mengilhami datang terlambat.

Hal terbaik dalam hidup biasanya yang kesembilan.

Dengan hormat, Ruben, aku tak bisa terima kita luangkan hari uji coba

dengan memberi audisi rekan tim lamamu.

Kaspar, kau salah paham.

Kita tak mengaudisinya. Dia yang mengaudisi kita.

Itu pembalap barumu.

Semoga berhasil.

Sayap baru, bodi samping baru.

Ada perubahan pada lantainya?

Tak ada yang tak diketahui delapan pembalap lain.

Julukanku Kemujuran Nomor Sembilan.

Sudah lama kau tak berbalapan di sini. Ya?

Keseimbangan sulit, hati-hati di tikungan satu dan sembilan.

Jangan sampai kau cedera.

Jika kita tentukan target?

Beri aku pengaturan sepertinya. Jika putaranku melampaui sedetik dari JP,

aku akan langsung angkat kaki

dan silakan cari kemujuran nomor 10.

- Sepuluh? - Sepuluh.

Sepuluh.

Siapa JP?

Putaran silang di Brooklands, pelan-pelan di Luffield.

Naik ke Woodcote, kencang di Copse

dan hati-hati di tikungan.

Mode standar, pengaturan satu, ke dua, kembali ke tiga.

Diferensial satu hingga empat.

DRS.

Baik. Mari lihat kemampuanmu.

Jika dia berbalapan dengan Ruben, berarti berbalapan dengan Schumacher dan Senna.

Baik, tampilkan waktu sektor Joshua.

SEKTOR 1 - PEARCE

SEKTOR 2 - PEARCE

SEKTOR 3 - PEARCE

WAKTU PUTARAN

Taruhan 20 paun dia gagal.

Jadikan seratus, aku sepakat.

Sial.

Maaf, ini Hugh Nickleby, teknisi balapmu.

Selamat pagi, Hugh. Bagaimana suhu banku?

Ya, hampir hangat. Pada akhir putaran, kau bisa mengebut.

Baiklah.

- Hugh? - Ya, Pak?

Seharusnya terima taruhannya.

Baiklah.

Aku melakukan putaran.

Tidak.

Sial.

Dia gagal.

Ayolah, Sayang. Jangan begitu.

Gagal total.

SEKTOR 1 PEARCE - HAYES

SEKTOR 2

Tunggu.

Tunggu.

Sekarang.

Mobilnya di sana, ayolah.

Dia menyusul.

Sial.

Kau baik-baik saja?

Ya. Semua lancar.

Ayo.

Ya, mobilnya kencang.

Ya, maksudmu tadinya kencang.

Namun, jelas tajam di tikungan kecepatan tinggi.

Tak stabil saat melambat.

Bermasalah dengan ban belakang, tikungan 14, 16…

Juga tikungan terakhir?

Tidak, itu salahku.

Waktu putarannya?

Dia lulus seluruh uji cobanya sendiri dengan selisih lima perseratus detik.

Nah…

itu awalnya.

Kita harus melakukan sembilan lomba untuk menarik perhatian tim lain.

Sebagai manajermu, kusarankan

kita perlu mulai menghadiri acara sosial dan sponsor.

Perlu lebih terlibat, pengikut.

- Baiklah. - Bagus. Itu cuma pendapatku.

Sudah makan? Aku lapar.

Belum.

Aku harus menemui seseorang.

Sungguh? Berfotolah, pasang di Internet.

Kirim kepadaku, akan kupasang.

Aku akan bertemu ibuku.

Jangan berani-berani memasangnya.

Sudah kukira kau akan katakan itu.

PEARCE BERMASALAH?

Kau baik-baik saja, Sayang?

Ya. Cuma lelah.

Ban atau mesin buruk?

Sudahlah. Ibu tak tahu soal mobil.

Kau sok.

Mungkin aku tak tahu banyak soal mobil, tetapi aku sangat mengenalmu.

Jelaskan.

Mungkin aku didepak jika tim tak menang balap.

Balap mana pun.

Apa ada tim lain?

Ya, ada 20 tempat, semua penuh.

Juga, ada pembalap baru, dan…

dia sudah tua.

Setua apa?

Tua sekali. Mungkin 80 tahun.

Dia berengsek, Bu.

Namun, dia cepat.

Jangan digubris.

Berfokuslah padamu.

Seumur hidupmu kau bisa mencemaskan orang lain,

tetapi waktumu sekarang.

Kau masih menyukainya?

Tentu saja.

Maka, ingatlah ucapan ayahmu.

"Tundukkan kepalamu dan menyetir."

Ya, Bu.

Ayo, maju. Semua baik-baik saja. Ayolah.

Ayo maju.

- Lewat sini. - Yang benar saja.

Jangan berhenti di sana. Itu cuma mobil. Tenanglah.

Ayo maju, ya? Ayo.

Kukira tugasmu membuat mobil tercepat di Bumi ini.

Tugasku adalah angin.

Jadi, merasakannya sendiri membantu.

Tindakan misterius di Apex GP,

yang akhirnya mengumumkan pembalap yang akan mengisi tempat kedua.

Dalam kejutan aneh, itu pembalap Amerika Sonny Hayes

yang sudah lebih dari 30 tahun tak berbalapan di Formula 1.

Putra seorang montir IndyCar,

Hayes dianggap sebagai fenomena muda yang ceroboh,

pembalap terbaik yang belum berjaya.

Kariernya sebelumnya berhenti mendadak

akibat kecelakaan tragis di Grand Prix Spanyol.

Dia muncul kembali sedasawarsa kemudian dalam berbagai kejuaraan balap

seperti Le Mans, NASCAR, Reli Dakar,

dan bahkan sempat menjadi sopir taksi di New York.

Astaga.

Kini dia kembali berbalapan untuk tim yang telah,

dalam seluruh sejarah Formula 1-nya, belum pernah mencapai 10 besar.

Ini tak akan meredam spekulasi

bahwa pemegang saham mayoritas, Cervantes Capital,

berniat menjual tim.

Jika begitu, mungkin juga akan mengakhiri

karier pembalap pemula F1 Joshua Pearce.

Kami bisa pergi?

Katanya, "Masa kritis membutuhkan tindakan kritis,"

tetapi aku tak ingat ada perekrutan pembalap

- sekritis ini. - Ayo pergi.

Lihatlah putraku.

Hei.

Itu dia.

Itu pembalap satu lagi?

Ya. Itu dia dan wajah bodohnya.

Tunggu, katamu dia sudah tua. Dia tak setua itu.

Hei, Josh.

Mau dapat peluang di mana pun?

Sembilan balap berarti sembilan kali harus kalahkan Chuck Norris.

Saat ini, mulailah dengan memenangkan hati pers.

Ya? Kau siap?

Bagus. Ayo.

Itu pria tampan.

Joshua. Hei. Awal musimmu jelas berantakan.

Tak menang, bermasalah dengan mobil, kini kau punya rekan tim baru.

Bagaimana menurutmu?

Awal yang berantakan bukan berarti tak bisa berakhir dengan baik.

Kru teknisi di Apex itu hebat, jadi, aku yakin kami akan kembali berjaya.

Tentang rekan tim yang baru,

kurasa bagus bahwa Apex memberi peluang kedua untuk manula.

Ya. Pertanyaan berikutnya. Terima kasih. Ya, Don. Ya.

Tn. Hayes. Hai. Don Cavendish. Selamat datang kembali di Inggris.

Sudah lama, ya?

Terakhir berbalapan di Silverstone,

Bill Clinton presidenmu, dan kita menari Macarena.

Jadi, pasti luar biasa rasanya untuk kembali.

Ya.

Selama sepuluh tahun itu, kau berhenti berbalapan,

dan menjadi penjudi profesional?

Sebelum menyatakan dirimu bangkrut?

Ya.

Satu perkawinanmu dibatalkan dan dua kali bercerai?

Ya.

Ada hal yang ingin dilakukan berbeda?

Ya.

Tak ada pertanyaan lagi. Terima kasih. Ya.

SEKTOR DAN TIKUNGAN SILVERSTONE

KONFERENSI PERS

Ya, Dodge.

Pukul berapa dia datang?

Sebelum aku.

Juga sebelum kau.

Baik, dia datang. Ayo minta maaf.

Minta maaf? Tak bisa.

- Apa maksudmu? Kenapa? - Sebab itu tanda kelemahan.

Itu tanda kekuatan.

Tanda kelemahan.

Kau bandel, lakukanlah.

Aku tak bisa, Bu.

Kau bisa. Kau akan lakukan.

Hei.

Ketika di konferensi pers, ucapanku tak baik.

Ayo minta maaf.

Jadi, aku ingin mengatakan… aku minta maaf.

Tak apa. Kau cuma cemas aku lebih cepat darimu. Hai, aku Sonny.

Bernadette Pearce. Senang berkenalan.

Sama-sama. Tak apa. Sampai jumpa di lintasan.

Apa kabarmu?

- Baik sekali. - Bagus.

- Kau? - Baik.

Bagus.

Tak ada tekanan.

Sama sekali.

- Bagus. - Bagus.

Bagus.

Selamat datang di Silverstone…

GRAND PRIX INGGRIS SILVERSTONE

…sirkuit tempat Kejuaraan Dunia Formula 1 tanggal 13 Mei 1950 dimulai.

Hari ini, sembilan lomba terakhir dimulai dari musim kejuaraan yang seru

di Grand Prix Inggris ke-77 ini.

Seperti biasa, 11 tim akan berlomba,

mengutus dua pembalap tiap tim.

Urutan balap ditentukan dari waktu kualifikasi yang ditetapkan kemarin.

Red Bull akan mulai di posisi pertama

diikuti dua McLaren dan dua Ferrari.

Para pembalap, dua menit untuk lagu kebangsaan.

Sonny!

Ruben. Aku tak mau bicara ke investor.

Ayo, beri aku waktu. Tersenyumlah dan bersalaman.

Dia anggota dewan penting.

Sonny, ini Peter Banning,

- salah satu investorku. - Hai.

Hai.

Dia tak tahu apa-apa soal balap mobil…

- Ya. - …tetapi dia informanku di dewan.

Kau upaya terakhir Ruben.

Itu istilah sepak bola Amerika, ya?

Upaya terakhir, lemparan jauh.

Kurasa awalnya istilah agama.

Benar.

Aku mendoakan mereka semua.

Aku satu orang di dewan yang tak ingin tim bubar.

Yang lain menyebutnya Neraka Ruben.

Aku sangat berminat.

Kutonton semua episode Drive to Survive.

Jujur saja, aku tak menduga tahu begitu banyak soal ban mobil.

Aku akan bekerja.

- Jaga dirimu. - Ya.

Kami mengandalkanmu. Semoga berhasil.

Kenapa kau ada di sini, Sonny?

FORMULA 1 ARAMCO GRAND PRIX INGGRIS 2023

Saat jam berdetak menuju awal jam,

kini saatnya memulai lomba balap di Silverstone.

Putaran formasi dahulu.

Satu putaran di lintasan dan peluang bagi pembalap untuk memanaskan ban dan rem.

Astaga. Apex bermasalah.

Itu Hayes di P22. Mobilnya tak bergerak.

Tunggu. Ada masalah daya.

Itu mode start, Sonny.

Mode start aktif.

Ya, itu pelajaran untuk semua orang di rumah.

Mobil baru? Baca panduannya.

Sudah lama dia tak berbalapan lagi. Jika terus begini…

- Dios mío. Ay. - …dia bahkan tak akan berbalapan.

Aku bisa.

Semua beres.

Akhirnya dia mulai. Syukurlah.

Jika dia tertinggal jauh di putaran formasi…

- Minum? - …dia berisiko…

- Tidak. - …memulai dari jalur pit.

Di mana Sonny? Dia menunda kita.

Ya. Cuma memeriksa, Joshua.

- Ada apa dengan mobilnya? - Tak apa-apa.

Dengan lintasan kosong di depan,

Hayes bisa lebih kencang di putaran formasi ini.

PUTARAN FORMASI

Dia akan muncul di belakang barisan dengan ban hangat, siap melaju.

Bajingan sok. Itu sengaja.

Sedang apa dia?

Ini berubah menjadi keuntungan untuk Sonny Hayes.

Dia datang tepat waktu. Perhatikan cara mulainya.

Lima lampu di depan pembalap. Lampu padam dan balap dimulai!

Sonny Hayes datang, Pemirsa.

Menggunakan ban hangat untuk meniti jalannya di belakang lintasan.

Jika perlu memercayai mobil,

tempatnya di Silverstone.

Hayes cepat menyusul dengan mudah.

Dia maju tujuh posisi sejak mulai.

- Apex GP kesulitan dengan mobil ini… - Ya!

… tetapi mereka memberi paket yang ditingkatkan.

Mari lihat apa itu membuat perbedaan saat Hayes menyerang Perez di Red Bull.

Mobilnya tak stabil. Aku tak bisa dapat posisi untuk menyerang.

Hayes mengeluhkan mobilnya di radio.

Bukan itu yang ingin didengar tim.

Baiklah. Jarakmu 0,9 ke Perez. Kau termasuk rentang DRS.

Kau bisa menyalip di jalur lurus.

Kini Hayes menggunakan sistem pengurang hambatan untuk menyalip.

Ya!

Aku tak bisa menahannya. Tak ada cengkeraman.

- Kini Apex GP bermasalah. - Yang benar saja.

Kini ban Red Bull hangat

dan Hayes tak dapat keuntungan ban dari garis awal lagi.

Kita sudah lihat serangannya. Kini intinya tentang pertahanan.

Perez mulai menyerang di Vale.

Hayes bermasalah. Mungkin posisinya bisa berbalik.

Dan benar.

Sial.

Bagian belakang longgar. Katakan jika perlu dibetulkan.

Suruh dia bertahan saat masuk agar bisa keluar lebih cepat.

Dia pikir itu pengaturannya. Padahal bukan.

PUTARAN 20

Sudah dua puluh putaran,

Verstappen unggul, tetapi Joshua Pearce kesulitan saat ini.

Ganti ban lunak ini. Aku akan mundur.

Baiklah. Putaran 20. Masuk pit.

Taruhannya tinggi bagi pembalap pemula Joshua Pearce.

Bukan ini tempat yang diinginkan, di posisi terakhir.

Alatku macet. Mundur!

PENGUKUR WAKTU PIT - WAKTU DIAM

Melindas sesuatu. Apa itu?

Berhenti di pit tujuh detik.

Apex GP tak akan senang.

Itu dua kali waktu yang semestinya.

Bagian belakang lepas. Masuk pit.

Baiklah. Rencana B. Masuk pit.

Sonny Hayes masuk untuk mengganti seperangkat ban.

Dia berharap ini akan membantunya mempertahankan posisinya di P15.

Dongkrak depan!

Dongkrak depan tak berfungsi.

- Yang benar saja. - Ini menyebabkan kekacauan total

di jalur pit Apex GP.

Apa pun yang bisa kacau, terjadi untuk tim ini.

Keluar dari pit, Hayes di depan rekan timnya,

saat Pearce dan Hayes berduel di Silverstone ini.

Aku mengejarmu, Manula.

Aku melaju. Biarkan aku lewat.

Ya. Baik. Tahan posisimu. Tunggu. Kate.

Josh lebih cepat. Ban Sonny dingin.

Sonny, jangan melawan. Biarkan dia.

Sonny, jangan melawan.

Siapa melawan? Aku berbalapan.

Pearce di dalam, Hayes di luar.

Hayes coba menabrakkannya

ke tembok pit.

Joshua, kau harus berjuang untuk posisi itu.

Kau melawan Sonny.

Baiklah.

Mereka tak memberi ampun.

Tak ada keuntungan untuk rekan tim.

Mereka mengebut seolah-olah memenangkan Grand Prix.

Namun, ini duel untuk posisi terakhir, ingat?

Pertarungan itu hebat.

Ayo, Nak. Tunjukkan kemampuanmu.

Sedang apa dia? Biarkan aku lewat.

Menuju tikungan terakhir.

Itu dekat!

Mereka bersentuhan.

Kedua mobil Apex GP masuk ke kerikil, dan Pearce menabrak pembatas.

- Astaga! - Tidak!

Ini gila.

Dosa besar dalam balap mobil.

Dua-duanya tak selesai lomba.

Tepat ketika situasi tim hitam dan emas sudah sangat buruk.

Itu sulit.

Kami tak bisa menikung.

Kami terpental-pental seperti ada di MRT,

dan kini tak apa tinggalkan kunci ban di kotak pit.

Ulah siapa itu?

- Itu aku. - Tentu.

Manula.

Apa kau tuli? Ada apa tadi?

Mau lakukan di sini?

Ya, aku mau lakukan di sini di depan tim.

Yang tampaknya juga timmu.

Baik. Kau berbuat kesalahan. Bisa terjadi.

Aku berbuat kesalahan. Aku suka dia.

- Tenang saja, Jodie. - Kau mendengarkanku?

- Tidak juga. - Tidak!

Hentikan.

Joshua benar.

Perintah tetap perintah.

Boleh kuingatkan, kau melapor kepadaku?

Baiklah.

Jangan minta aku menyerahkan posisi.

Maaf, Teman-Teman.

Tunggu.

Kau berlenggang sok seperti angsa.

- "Angsa"? - Sebut kami jelek…

- Apa "angsa"? - …lalu menyetir begitu?

Katamu aku "angsa". Apa artinya?

Kau. Kau bajingan. Kau datang seperti bajingan. Kau angsa.

Jadi, angsa itu bajingan?

Kau salah mengira aku cuma anak yang bersyukur

yang akan takluk kepada pembalap tua.

Aku bersusah payah untuk mencapai posisi ini.

Formula 1.

Di tempatku disebut piala partisipasi.

Joshua! Josh!

Ya.

Kenapa kau tersenyum?

Apa kau menang sesuatu?

Ada 20 pembalap lain yang masih di lintasan itu

dan kau berpose di sini untuk bualan itu.

Kau pikir mereka menghormati kita?

Mereka perlu tahu, tak ada yang bisa lewat tanpa berjuang.

Tak seorang pun.

Kau tak suka caraku menyetir? Kalahkan aku, Angsa.

Balapannya seru, ya?

Maaf, aku tak melihatmu.

Kau masih menyalahkan dirimu?

Ya.

Ya, aku tahu rasanya.

Terima kasih atas ucapanmu tadi.

Jangan diulang, ya?

Seolah-olah aku perlu bantuan.

Kau benar. Baiklah.

Asal tahu saja, jangan kejam dengan dirimu.

Banyak orang yang mau melakukannya untukmu.

Ya.

"Maaf, Ruben, karena merusak bukan satu tetapi dua mobil indahmu.

Karena kembali ke hidupmu hanya untuk merusaknya."

Kau balas dendam untuk Monako?

Ya, aku menunggu 30 tahun

dan jauh-jauh ke sini untuk mempermalukan diriku di televisi.

Lucu. Kau kira aku merekrutmu agar pembalapku yang lain berhenti?

Dia congkak. Dia sombong. Dia perlu banyak belajar.

Kau congkak, kau sombong dan perlu banyak belajar.

Aku tak mau mengajari siapa pun. Aku mau berbalapan.

Tidak, Sonny. Kau di sini agar aku kena serangan jantung.

Dewan mengkritikku,

harus kuputuskan apa harus melanjutkan kekacauan ini

atau menghentikannya sekarang.

Waktumu hingga akhir musim.

Pada saat itu nilai Apex akan lebih murah dari sepatuku!

Sonny! Astaga…

Ceritakan tentang Kate.

Aku mau membicarakan soal mobilnya.

Dia direktur teknik wanita pertama di dunia dalam tim F1.

Itu perlu keberanian.

Itukah kalimat rayuanmu?

Dia akan paham.

Bukan rayuan.

- Maaf. - Apa dia sudah menikah?

Tetaplah di bak mandi itu hingga lomba di Budapest.

Jangan ke mana-mana.

Hei, Ruben…

Mustahil menang dengan mobil ini.

LASER AKTIF

Hei.

Ya, maaf. Hai.

Kau mengerjakan apa?

Aku mengerjakan konsep sayap depan baru. Agar lebih cepat sepersepuluh detik.

Bagus. Bisa tiru tikungan? Aliran udara lateral?

Tidak, cuma hambatan garis lurus.

Maksudku, kami bisa hitung dari sana.

Bagaimana dengan gejolak udara dari mobil yang kami ekori?

Tidak juga, tetapi…

Kondisi lintasan, mutu permukaan, cuaca, suhu kondisi?

Maaf, kau mau membahas sesuatu?

Kate, kau paham pikiranku.

Bagaimana orang bisa menjadi direktur teknik wanita pertama tim F1?

Pasti perlu…

dedikasi dan banyak kerja keras.

Itu pertanyaan daruratmu?

Banyak orang berpikir tempatku tak di sini dan aku senang menambahkanmu

jika kau menyiratkan seperti perkiraanku.

Aku tak menyiratkan apa pun.

Kau suka bicara terus terang?

Sangat terus terang. Tanpa basa-basi.

Semua mengira Ruben sudah gila.

Dia mengandalkan apa pun.

Katanya mungkin dia kalah taruhan. Melindas anjingmu.

Katanya Sonny Hayes bukan sudah redup.

Dia belum pernah berjaya.

Ya, saat kataku suka terus terang, maksudku itu aku.

Dari orang lain, aku lebih suka pujian, sanjungan, dianggap pahlawan,

terkadang, bualan langsung.

Apa itu guna Ruben?

Ruben. Aku suka dia. Paling tangguh, stabil…

Kau bertanya apa aku sudah menikah.

Tak jujur, jahat, licik, getir, pria tak berguna.

Ya. Dia juga menceritakan soal sejumlah mantan istri dan pacar.

Dia menyuruhku menghindarimu.

Baiklah, biar kujelaskan.

Saat melaju 320 km per jam di Eau Rouge,

bagus untuk tahu siapa yang mendukung kita.

Asal tahu saja, dalam karierku berbalapan,

aku tak pernah merayu direktur teknik tim.

Aku merasa sangat lega.

Jadi, apa pertanyaan daruratnya?

Baiklah.

Red Bull, Ferrari, Mercedes, Aston, kini McLaren.

Semua kalahkan kita di jalur lurus.

Peluang kita berjuang di tikungan.

Aku perlu cara mengejar melalui udara kotor.

Kau mau kurancang ulang agar kau bisa mengekor lebih dekat?

Kita perlu mobil yang siap tempur.

Bagaimana bisa kubuat agar aman?

Siapa yang katakan soal aman?

Itu pertanyaanmu?

Ya.

Ini ucapan terus terangnya.

Ini darurat.

Pasti saat kau becermin,

kau melihat koboi kasar, kuno, tanpa basa-basi.

Tak mau terima perintah. Bertindak semaunya.

Penyendiri.

Aku punya kabar untukmu.

Formula 1 itu olahraga tim. Selalu begitu.

Mungkin itu sebabnya kau gagal.

Pertanyaannya hanya, kenapa Sonny Hayes kembali ke F1?

Pertanyaan itulah yang sangat darurat.

Aku akan mulai mendengarkanmu saat kau menyelesaikan balapan.

REAKSI

KELENTURAN LEHER

PUTAR ULANG F1 JOSHUA PEARCE - APXGP

Di Grand Prix Spanyol pembalap pemula Amerika Sonny Hayes…

TINJAUAN 1993: GRAND PRIX SPANYOL

…baru menandatangani kontrak baru, dan masa depannya tampak cemerlang.

Dia mendapat reputasi berkat gaya balapnya yang agresif.

Ada yang menganggapnya ceroboh, namun sangat berguna baginya…

SIRKUIT JEREZ, SPANYOL

…saat dia memanjat posisinya sepanjang musim,

gigih mengejar kemenangan F1 pertamanya.

Hayes berbalap dengan baik pada putaran pembuka,

mengejar pembalap terdepan Ayrton Senna.

Namun, saat Hayes melakukan aksi berisiko

dan menyerang Senna dari luar di tikungan kanan berkecepatan tinggi,

adegan menakutkan terjadi secepat kilat.

Astaga! Aku baru lihat dia terpental ke kanan.

Terlihat puing di sebelah kanan.

Apa yang terjadi di sana, entahlah.

Ya, ini memang parah.

Harus kuakui tampaknya dia… dia perlu bantuan.

Saat ini tak ada yang mendatanginya.

Balapan dihentikan. Bendara merah dikibarkan.

Ini agak seperti…

GRAND PRIX HUNGARIA HUNGARORING

Model kita meramalkan semua tim menargetkan lomba satu perhentian pit.

Rencana A, mengganti ban sedang ke keras antara putaran 27 dan 33.

Rencana B, sedang-keras-sedang, celah pertama 16 ke 21, kedua, 45 ke 51.

Rencana C, ban lunak tak masuk akal.

Dengan suhu saat ini, ban akan cepat aus.

Ada lagi?

- Ya. - Ya, Joshua?

Jadi, kita hanya harus berbalapan, bukan?

Jangan sok jadi pahlawan.

Lewati saja tikungan pertama dengan baik.

Tak bisa menang putaran pertama, mulai dari belakang,

jadi, berharap saja ada peluang mujur nantinya, ya?

- Ya. - Ya.

Buatlah peluang sendiri.

Halo, hai? Itu baru kukatakan.

Harapan bukan strategi.

Ada lagi, Pak Dosen?

Mengebut?

Lampu padam dan lomba dimulai.

Awal yang bagus dari Hamilton, Verstappen menandingi.

Piastri, Zhou, dan Leclerc… inilah dua pembalap Apex GP.

Namun, Gasly menutup peluang, hingga mereka tak bisa ke mana-mana.

Memasuki tikungan pertama, ada tiga mobil keluar lintasan.

Gasly, Ocon, dan AlphaTauri, Tsunoda.

Kena puing. Periksa banku.

Ya, ban kanan belakang bocor. Masuk pit di putaran ini.

Tikungan pertama. Balapannya kacau.

Sial.

Dia masuk! Ayo.

Ayo lakukan rencana C.

Tidak, rencana C untuk ban lunak. Tak bertahan 10 putaran dengan suhu ini.

Tak bisa, Sonny. Rencana A.

Rencana A disebut begitu jika semua lancar.

Apa ada yang lancar?

Rencana C. Ban lunak.

Bukan dia yang putuskan. Katakan pakai rencana A, seperti "anjing".

Baik, ayo! Pasang! Ban keras.

Lunak, sialan.

- Kenapa mobilnya? - Dia tak mau maju.

Kau gila? Kita perlu ban keras. Semua akan berhenti satu kali di pit.

Jika bertindak seperti yang lain, kita kalah.

- Jadikan dia maju! - Bagaimana?

Kau kira aku tak tahu banku? Aku montir.

Lima gelar kejuaraan dengan tanganku!

Berikan dia bannya.

- Baik, ayo. - Cepat, ganti!

Ayo! Cepat ganti, sekarang!

Bersiaplah.

Siap untuk apa?

PUTARAN 10

- Di mana posisi JP? - Saat ini P14.

Baik, kita mulai.

Hayes beraksi! Mengejar Kevin Magnussen,

- sergapan terlambat! - Sayap depannya rusak.

Pembalap mana pun tahu Magnussen akan menutup celah aksi ceroboh begitu.

Sial.

Rencana C untuk "celaka".

Itu akan memunculkan mobil keselamatan, yang selalu mengguncang lomba.

Memperlambat para pembalap terdepan, barisan pembalap menjadi rapat,

dan memberi tim peluang untuk cepat berhenti di pit,

yang hanya perlu separuh waktu dari biasanya.

Mobil keselamatan. Masuk pit?

Tunggu. Kate,

kita perlu manfaatkan saat ada mobil keselamatan?

Masih dini. Bisa menang posisi jika tetap di lintasan.

Tetap di lintasan. Kami mau kau ada di lintasan. Kebut, Joshua.

Jadi, posisi tengah lintasan maju saat ini,

juga Joshua Pearce ke P12.

Sebaiknya dia tak merusak balapanku.

Di mana JP sekarang?

Saat ini posisi P12.

Baik. Rencana C. Bersiaplah.

Dia akan ulangi.

PUTARAN 14

Pembalap terakhir Hayes kini tertinggal satu putaran.

Dia harus biarkan Bottas lewat atau mendapat penalti lima detik.

Hayes sangat menyulitkan Bottas.

Sesuai aturan, dia harus biarkan lewat

sebelum lewati tiga bendera biru, atau mendapat penalti.

Ini cuma pendapatku, tetapi mungkin kau harus berbalapan.

Sonny, kau dapat bendera biru. Biarkan Bottas lewat.

Ayolah. Lebih dekat.

Sonny, kau dengar?

Aku dengar. Kubiarkan dia lewat.

Aduh, salahku.

Itu sayap depannya lagi!

Itu akan mengeluarkan mobil keselamatan lagi.

Mengingat tiap sayap harganya lebih dari £200.000,

kurasa tim ingin Sonny mulai ikut beri urunan.

Perhentian bebas lagi. Katakan kami masuk pit.

Kami memeriksa.

- Tetap di lintasan. - Kau tetap di lintasan.

Lebih banyak pembalap masuk mengganti ban,

tetapi Joshua Pearce tetap di lintasan. Dia maju ke P11.

Lihat siapa yang kembali.

Aku tahu. Bersiaplah.

Sedang apa dia?

Kurasa dia mau mencari poin.

Suruh JP menghemat bannya.

Joshua, urus banmu, ya?

Banmu harus awet.

Awet? Tentu. Baiklah.

PUTARAN 66

Dengan sisa empat putaran di balapan yang penuh insiden ini,

berkat Sonny Hayes,

yang paling terbantu adalah rekan timnya, posisi kesepuluh

dengan 12 detik lebih awal dari Stroll.

Suruh JP menjaga jeda itu.

Terus mengebut.

Banku aus. Kau tunggu apa lagi?

Baiklah. Kita harus memutuskan.

Dia melambat sedetik tiap putaran.

Siaga.

Masuk tikungan dua. Hayes melawan Williams dan mendorongnya ke samping.

Serius, kita tunggu apa lagi?

Sonny keluar jalur.

Dia terlalu jauh menyimpang.

Itu akan menyebabkan kerusakan.

Rencana C.

Aduh. Maaf.

Itu mobil keselamatan ketiga akibat pembalap Apex GP,

hingga Grand Prix Hungaria sangat tersendat.

Berhenti di pit tiga detik, dia tetap di P10.

Masuk pit, Joshua.

Baiklah. Aku masuk.

Apa katamu?

Akhirnya Joshua Pearce masuk pit.

Dengan berhenti cepat di sini, dia bisa tetap dalam sepuluh besar.

Ini kritis.

Pearce harus kalahkan Stroll di garis keluar agar tetap di posisi 10.

Dia berhasil!

Dengan adanya bendera kuning, semua mobil terpaksa menjaga posisi,

- berarti berkat Sonny Hayes… - Ayo!

- …lomba usai dengan mobil keselamatan. - Ya!

- Vegas! - Apa?

Ya. Persetan denganmu.

Ya!

Ya.

Kau gila.

Cuma posisi kesepuluh. Kenapa kau tersenyum?

Di balik posisi podium,

Hamilton dan Piastri melengkapi lima besar,

- dan Joshua Pearce kesepuluh… - Wah.

- …memberi Expensify Apex GP… - Ya, Sayang!

…poin pertama mereka!

Kau melihatku? Gila, bukan?

- Hormati kesepakatan. Balapku rampung. - Ya, posisi terakhir.

Sepertinya hebat saat kau mengatakannya.

Aku tahu kau harus menemui pengawas lomba nanti,

menurutmu apa pendapat mereka?

Harus kuakui, kalian benar soal ini.

- Terima kasih. - Bagus. Ya.

Aku belum terbiasa dan masih menyesuaikan dengan mobil ini,

tetapi aku yakin kami bisa.

Taktik pura-pura menyerah di Silverstone, penghancuran dua mobil tim di Hungaria…

Kau dilarang masuk kasino.

Apa kau mau dilarang juga di F1? Sambil membawa timmu?

Begini, Don, ayo kita bertaruh, ya?

Uangmu £10 lawan 10 ribuku.

Kami menang di Monza, aku menang 10. Jika kalah, kau menang uangku.

Ayo lakukan. Taruh uangmu di mulutmu.

Masa bodoh. Kuterima.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Hei. Jangan ada pers lagi.

Tidak, Sonny, jangan musuhi media.

Kau akan didenda.

Potong dari gajiku.

Gajimu tak cukup.

Harus kuakui.

Aku agak menyukainya.

Sangat berciri semacam punk rock untuk merek ini.

Ayo ulangi.

Berapa lama dia di sana?

Seharian. Bereksperimen dengan tekanan ban, ketinggian mobil.

Berapa waktunya?

Dia cepat setengah detik.

Beri aku pengaturan sama.

Pasti sudah larut. Aku lihat ada dua.

Kita sudah sepakat. Kubuat dia untuk bertarung.

Di Grand Prix Belanda,

kau akan masuk Pojok Tarzan pada 322 kilometer per jam.

Ya. Terlambat untuk ubah pikiranku?

Ya.

Untuk menjawab pertanyaanmu,

aku bekerja di kedirgantaraan di Lockheed saat Ruben datang dan…

Dia suka hasil kerjaku, sikapku,

dia meyakinkanku dengan serunya bertarung sampai mati untuk sepersepuluh detik.

Berkeliling dunia, raungan khalayak…

Jadi, kusampaikan idenya kepada suamiku.

Yang dengan cepat menjadi mantan suamiku.

Selamat malam.

Selamat malam.

Kau tahu ini pukul berapa?

Baiklah.

Ceritakan tentang anak itu.

GRAND PRIX ITALIA MONZA

Ini satu ucapan lagi dari ayahku.

"Lambat itu mulus, mulus itu cepat."

Asal tahu saja. Satu putaran lagi?

Satu saja? Ayolah. Itu saja?

Aku tak akan bisa memaafkan diriku jika tak bisa menandingimu, Tn. 1990-an.

Ayo!

Bersama kami hari ini, adalah Kaspar Smolinski,

Zak Brown, dan Fred Vasseur.

Kaspar, kami mulai denganmu, setelah hasil luar biasa

- bagi tim di Hungaria, balap terakhir… - Terima kasih.

…tetapi Sonny membuatmu nyaris mendapat penalti dan pelanggaran.

Apa ini satu-satunya strategimu,

dan apa masih ada suku cadang di pabrik?

Kami berlomba seperti yang lain.

Strategi balap berubah.

Kami perlu beradaptasi.

Zak, kami boleh tahu pendapatmu?

Karena kau pernah menghadapi Hayes, kau tahu tindakannya yang meragukan.

Tentu. Pertama, dia makin meragukan dan menua.

Juga, kami tetap mengawasinya, di belakang kami.

Fred, ada kecemasan dari Ferrari?

Bagaimana pemikiran Ferrari tentang Apex?

Kami tak pikirkan.

Sonny! Kau yang terbaik!

Kualifikasi yang lebih baik menempatkan kita di antara yang terbaik.

P10, P15.

Jadi, kita berhenti dua kali di pit.

Sedang-keras-sedang, itu rencana A. Periode terakhir, rencana B, pakai keras.

Jadi, tentang ini, apa ada masalah lintasan?

Jangan melihatku. Lihat dia.

Itu bagus untuk JP.

Kumulai dengan ban keras.

Tidak, lintasannya mendingin. Tak akan ada cengkeraman.

Benar.

Selama tiga pekan, semua membicarakan kecerobohanku.

Semua penasaran apa aku akan mengeluarkan mereka,

berarti tak akan ada yang memperhatikannya.

Hari ini, kau menangkan balapan ini.

PUTARAN 20

Sudah dua puluh putaran di Monza, dan para pembalap terpencar.

Para pembalap terdepan menjauh, dipimpin oleh Max Verstappen,

dengan Joshua Pearce di P10.

Sementara itu, Sonny Hayes memperlambat sisa kawanan mobil,

di belakangnya, dalam barisan DRS.

Tampaknya Pearce berposisi bagus untuk berakhir dalam sepuluh besar,

dan bahkan mungkin naik podium.

Namun, balapan ini masih lama,

dan dengan ramalan ada hujan, apa pun bisa terjadi.

Ban aus. Aku masuk.

Ya, baiklah. Masuk pit.

Apex GP menyiapkan seperangkat ban baru untuk Hayes.

Itu akan membuat tim lain masuk pit demi menghindari menyalip dari pit.

Aku ubah pikiran.

Tidak! Dia tetap di lintasan, sementara mobil di belakangnya bergegas

mengganti ban baru yang tampaknya tak dia perlukan lagi.

Apa kita harus melakukan sebaliknya dari ucapannya?

Tetap siaga hingga banku aus.

- Kukira bannya sudah aus. - Maksudnya sungguh aus.

Ban bocor, kiri belakang. Aku masuk.

Ban Hayes rusak.

Itu kacau sekali, ada kerikil di lintasan.

Itu akan mengeluarkan mobil keselamatan virtual untuk menyapu cepat.

Balapan jadi makin lambat.

Semua melambat 40% dari laju mereka,

dan semua strategi balap akan dimulai lagi.

Itu sebabnya ini saat sempurna untuk masuk pit.

Selagi ada di jalur pit,

lawan kita terpaksa berbalapan jauh lebih lambat

dan kita tak akan kehilangan banyak posisi saat masuk lagi.

- Berarti aku tetap di lintasan, ya? - Benar. Joshua, tetap di lintasan.

- Kau harus tingkatkan posisi. - Baiklah.

Yang di atas turun, yang di bawah naik.

Sonny Hayes ragu sebelum keluar dari kotak pitnya,

dan dia keluar di depan Max Verstappen.

Itu nakal.

Hayes agak melambat di jalur pit,

yang akan merugikan waktu berharga bagi Red Bull dan dua Ferrari.

Kebut, Joshua.

Kini posisimu P4.

Siapa yang muncul dari belakang? Itu dia, Joshua Pearce.

- Mari lihat! Ayo! - Ya!

- Semua ini menguntungkannya… - Wah.

…pada saat ini. Mungkin siang yang indah.

Apa Hayes bisa lebih lama menghambat Verstappen?

Verstappen mencoba di tikungan satu, tak berhasil.

Bisa keluar lebih baik. Kini melewati Curva Grande.

- Astaga, dia andal. - Verstappen coba menyusul.

Sonny Hayes melihat spionnya.

Dia harus membiarkan Max Verstappen lewat.

Ya, aku layak itu.

Max tampak tak senang,

dan aku tak menyalahkannya, saat mereka menuju chicane kedua.

Joshua Pearce melaju menjadi P4,

kini makin dekat ke barisan depan.

PUTARAN 46

Tujuh putaran lagi, dan hujan turun.

Mari lihat siapa yang pilih aman dengan menggantinya ke ban sedang,

dan siapa yang berisiko dengan tetap pakai ban botak.

Makin sulit di sini. Apa rencananya?

Posisimu P4. Kami pikir P2 dan P3 ganti ban sedang agar aman,

dan tampaknya P1 tetap berbalapan.

- Kau mau bagaimana? - Sonny bagaimana?

Coba tebak.

- Aku tetap di lintasan. - Baiklah.

Dua Ferrari masuk pit untuk ganti ban sedang.

Mari lihat siapa lagi yang mau cari aman.

Saat George Russell masuk pit, Joshua Pearce beranjak ke P2.

Sonny, Joshua tetap pakai ban botak. Jika dia bisa bertahan, ada jalur kering,

dia jadi juara kedua.

Juara kedua tak cukup.

Sial.

Baik, aku masuk, ganti ban sedang.

- Ban sedang. - Cepat! Dia masuk pit!

- Sejauh mana mereka di belakangku? - 30 detik.

Astaga. Dia akan menyusul Verstappen.

Beri tahu jika mereka ke jalur lurus.

Jangan beri tahu! Kedua mobil akan dapat penalti. Mereka akan kalah.

Percayalah, ya?

Aku mengebut tetapi tak bisa mengejarnya.

Saat pemimpin balap mendekati jalur utama,

Sonny Hayes menentang strategi tim lagi.

- Sekarang. - Tidak!

Akhirnya, Hayes kembali ke lintasan,

dan tepat di depan Verstappen.

Akan ada bendera biru di sini agar Verstappen bisa lewat,

tetapi sebelum itu, pembalap Belanda terjebak di belakang Hayes.

Dengan tiap tikungan, dia bertahan,

dia memperlambat Verstappen dalam sepersekian detik,

memberi Joshua Pearce satu peluang terakhir untuk menyusul.

Dia kulihat. Aku datang.

Suruh JP mengikutiku.

- Baik. Joshua, Sonny mendukungmu. - Aku di belakangnya.

Verstappen menjauh.

Kini, di sayap belakang mobil rekan timnya

muncul Joshua Pearce.

Pearce mengambil alih slipstream dari Hayes,

mendapat waktu, tetapi kurang bisa melihat karena hujan.

Ayo. Tetap denganku.

Lewat. Lewat.

- Salip dia. Salip. - Baiklah.

Dia melaju, dan bum! Joshua Pearce melesat melewati Sonny Hayes,

kini dia hampir mendekati P1.

Suruh JP menunggu jalur lurus memasuki tikungan satu.

Bersabarlah.

- Lurus pada tikungan satu. - Baiklah.

Joshua, Sonny berkata tunggu jalur lurus. Jalur lurus memasuki tikungan satu.

Aku di sana.

Kulihat dia.

Pearce menempel ketat di belakang Verstappen,

di jalur lurus, melaju lebih dari 321 km per jam.

Aku lihat celah. Aku akan coba.

Pembalap pemula menyerang pada 11.

Tidak!

- Pearce menyusul di samping Red Bull… - Ayo!

…dia unggul, untuk pertama kalinya… Apex GP… Astaga!

Ya ampun.

Bernadette, bagaimana kondisinya?

Dia stabil.

Kini dia beristirahat.

Aku senang mendengarnya.

Aku prihatin atas kejadian itu. Jelas…

Sonny, kemarilah.

Aku cuma ingin katakan aku…

Kata Joshua kau bajingan.

Ya, itu benar.

Menurutku kau bajingan berbahaya.

- Nn. Pearce… - Tim kalian sama, ya?

Saling menjaga.

Namun, kau menyuruhnya melakukan tindakan berbahaya

hingga hampir menewaskannya.

- Baik, dengar… - Tidak, kau yang dengarkan.

Dia putraku.

Jika terjadi apa pun padanya, aku menyerangmu.

Berdoalah agar aku tak membuatmu dirawat dekat Joshua

dalam waktu yang lama.

Jelas?

Tentu.

Sonny.

Apa Joshua menyalahkanmu atas kejadian di Monza?

Sonny, ayolah.

Jelas kau yang mengendalikan balapan ini.

Kau menyuruhnya tetap pakai ban botak, dalam kondisi berbahaya,

walau kau menyuruhnya jangan lewat, bukankah kejadian itu tak terelakkan?

Jika aku boleh bicara.

Joshua sudah pulang, dalam pemulihan.

Dia akan kembali beberapa pekan lagi.

Hingga saat itu, pembalap cadangan kami, Luca Cortez, akan berbalapan dan…

- Tampil berikutnya. - Jawab pertanyaannya!

Pekan yang kacau untuk Expensify Apex GP,

dan lagi-lagi, Sonny Hayes terlibat.

Banyak yang menyalahkannya karena kecelakaan buruk rekan timnya di Monza.

Gaya balapnya yang penuh risiko membuat penonton tegang,

dan selagi kontroversi berlanjut tentang siapa yang perlu disalahkan,

dokter berkata Pearce akan absen dari tiga lomba berikutnya,

karena luka bakar di tangannya, dan akan mulai menjalani pemulihan.

GRAND PRIX BELANDA ZANDVOORT

Hari ini, kita gunakan peningkatan tempur.

Bentuk yang sudah ditinjau akan tingkatkan medan aliran di bawah mobil,

hingga bisa meluncur di udara kotor tanpa terlalu kekurangan kinerja.

Berarti kita harus tetap dekat dengan mobil lain,

dan untuk rencana C pekan ini…

Kita ditempatkan di posisi terakhir, karena mereka tak suka gaya balap kita.

Baiklah. Masa bodoh.

Jika kita bisa mendapat sepersepuluh detik darimu,

dan darimu, darimu, dan aku…

Jika semua di ruangan ini bisa memberi kontribusi penting,

itu satu detik tiap putaran.

Setelah 72 putaran, itu perbedaannya antara yang pertama dan terakhir.

Rencana C…

Rencana C untuk bertarung.

Bertarung.

Bertarung.

Hayes pakai Apex yang ditingkatkan.

Kini tim dihukum ke posisi terakhir setelah Monza,

tetapi inilah dia, datang dari belakang, melewati rekan tim barunya, Luca Cortez.

Dari pinggir, Hayes menyalip Ocon.

Drama putaran terakhir yang hebat. Akhir yang mengagumkan.

JUMLAH: £98.987,53

GRAND PRIX JEPANG SUZUKA

Serangan berani lagi dari Hayes.

Di sinilah Apex GP mendapat kekuatan.

Lebih cepat tiga persepuluh tiap putaran, hanya di tikungan.

Berjuang pada putaran terakhir,

Sonny Hayes masuk jalur dalam, tetapi tak bisa lewat.

George Russell akan tetap di sini untuk posisi keenam,

tetapi ini hasil akhir terbaik untuk Apex GP.

- Itu posisi ketujuh yang berani. - Bertarung, aku suka!

Tiap lomba yang terlewat, penggemar melupakanmu.

Tampaknya Sonny selalu lebih maju.

Kau tak pernah tahu.

Mungkin Sonny penyabot, Josh.

Mungkin dia penyabot.

GRAND PRIX KOTA MEKSIKO AUTODROMO

…dan mereka berdampingan, Verstappen dan Leclerc.

Verstappen menyerobot dari dalam. Hayes menyalip dari luar.

Perez bersentuhan dengan Charles Leclerc.

Sonny Hayes menggiring mobil Apex GP ke tengah lintasan.

Berangkat terlambat tak jadi soal.

Hayes menyempil ke dalam, dan kini melaju ke jalur utama,

untuk posisi terbaik mereka, P5.

Beri bonus untuk tim rancangan,

karena peningkatannya sungguh mengubah mobil itu.

Jika Joshua Pearce menonton,

pasti dia berandai-andai.

Dia menjadikanmu pion, Josh.

Jadilah kesatria!

Siapa yang percaya ini berpekan lalu?

Expensify Apex GP menarik perhatian dunia balap.

Apex! Apex!

Hubungi 1990-an.

Sonny Hayes, jika kau merindukannya, dia sudah kembali.

GRAND PRIX BELGIA SPA-FRANCORCHAMPS

Yang terakhir traktir sarapan.

Lihat siapa yang kembali.

Halo.

Aku senang kau kembali, JP. Kami rindu.

Apex! Apex!

Lampu padam dan lomba dimulai!

Awalnya bagus,

dan semua tetap lancar memasuki La Source.

Ferrari di depan Red Bull,

tetapi dua mobil Apex GP akan bekerja sama sebagai tim.

Ini penyambutan kembali ke lintasan untuk Joshua Pearce,

dan Sonny Hayes senang melihatnya,

saat mereka meluncur ke posisi empat dan lima.

Kini memasuki jalur lurus Kemmel.

Kini mendekati kecepatan puncak, Sonny Hayes unggul dari Joshua Pearce.

Dia tak menunjukkan efek buruk dari pemulihannya setelah kecelakaan.

Mobil berfungsi dengan amat baik. Mereka bekerja sama.

Tunggu, Pearce tepat di belakangnya, memanfaatkan slipstream.

Apa dia akan coba menyalip?

Kini memasuki chicane dan roda mereka bersentuhan!

Ini malapetaka untuk Apex

saat Sonny Hayes keluar ke jalur kerikil!

Bajingan!

Apa yang terjadi dengan tim ini?

Lomba pertama mereka bersama, dan mereka bertumbukan.

- Bagus, Joshua. - Bagus.

Jika kau lakukan itu lagi, kutinju mukamu.

Tak ada yang melewati kita tanpa berjuang.

Ini lucu? Kau kira dapat posisi tahun depan?

Kau baru memotong peluangmu separuh.

- Sebodoh itulah kau. - Kau gagal!

- Kenapa aku harus menurutimu? - Hei.

Begini. Aku tak peduli denganmu.

Jika mau menyabot kariermu, silakan.

Ada ratusan pembalap dengan bakatmu datang dan pergi.

Tak ada yang peduli!

Kau menyabot Ruben, yang mendukungmu? Kau menyabot timnya?

Aku tak akan biarkan itu.

Terima kasih, Pelatih.

Kendalikan dirimu!

Bodoh sekali! Astaga…

Apa kesimpulanmu atas balapanmu?

Itu bagus.

Mobilny terasa bagus. Kurasa hasil kerja tim hebat.

Sayang sekali soal bersentuhan dengan Sonny.

Aku tak suka itu terjadi.

KOTA LAS VEGAS BERTERIMA KASIH KEPADA ANDA

GRAND PRIX LAS VEGAS THE STRIP

MAKAN MALAM TIM PUKUL 21.00 THE SUPPER CLUB

- Hei, apa kabar? - Hai, apa kabarmu?

Baik. Hebat.

Di mana timnya?

Lewat sini, Tuan-Tuan.

Bagus, kalian datang. Ayo. Duduklah.

Sonny, kau kenal Joshua.

Joshua, Sonny.

Jadi, pasti kalian sudah dengar gosipnya.

Kita akan kehilangan kerja jika kalian tak berhasil,

dan itu dimulai dengan tetap di lintasan.

Kinerja kita bagus saat JP tak berlomba.

Karena aku menurutimu.

- Tak terlalu. - Jangan panggil aku JP.

Itu julukan. Kau tak bisa memilih.

Namamu pun tak masuk akal. Sonny, atau Hayesie?

Kita tak tahu, bukan, Kate?

Teman-Teman.

Bukankah sudah kuberi mobil?

Agar kalian bisa lakukan satu hal untukku.

Kartu.

Ayolah. Aku tahu kau membawanya.

Ini rapat tim, kita akan ikuti caraku.

- Kita bermain poker. - Yang benar saja.

Ya. Pemenangnya bisa menjadi pembalap nomor satu besok,

dan jika aku menang, aku yang pilih.

- Bukankah mata pencariannya berjudi? - Ya.

Kini dia tinggal di van.

Texas Hold'em?

Jadi, Sonny suka bicara terus terang.

Benar, Sonny?

- Ya, itu yang kudengar. - Jadi, ayo bicara.

Siapa yang mau mulai?

- Aku. - Aku.

Tidak, aku saja.

Apa beda Joshua Pearce dan Sonny Hayes?

Puluhan tahun.

- Pengalaman yang sulit didapat. - Dari tinggal di van?

Kebebasan penuh.

Kegagalan penuh.

Kata pria yang tinggal dengan ibunya.

Kata pria dengan two pair.

- Kata pria dengan trips. - Kata pria dengan full house.

Gadis.

Aku bahkan tak tinggal dengan ibuku.

Baiklah.

Dia cuma memasakkan untukku.

Jika kalian punya kritik membangun untuk satu sama lain, apa itu?

- Jangan jadi bajingan. - Jangan bodoh.

Itu membangun.

Korteks frontalmu cacat.

- Apa? - Kau tak bisa menganalisis risiko.

Bukan salahmu, seusiamu, kau belum sepenuhnya terbentuk.

Namun, kelak kau belajar kesabaran,

- dan tak jadi kekanakan lagi… - Kesabaran.

- Kesabaran itu bagus. - Kesabaran.

Joshua.

Dia tak peduli dengan ucapan orang lain.

Dia cuma memaksakan kehendaknya pada kita tanpa dibahas.

Dia tak mau mendengarkan. Aku berusaha, tetapi dia tak mau.

- Sonny? - Apa?

Wah.

Siapa yang mengajarimu bermain?

Ayahku suka berjudi.

- Taruhannya juga banyak? - Bertaruh banyak padaku.

Berapa usiamu saat ayahmu wafat?

Maaf.

- Tiga belas. - Tiga belas.

Kenapa kau berbalapan?

Uang, ketenaran, dan baju gratis.

Astaga, dengan ponsel. Taruh itu, ya?

Kau peduli apa ucapan mereka?

Mudah bagimu, mereka menyukaimu.

Itu cuma kebisingan.

Kendarai mobilnya.

Kau pandai melakukannya.

Mungkin kau bisa hebat.

Ya.

Lihatlah itu, ya? Pembalap nomor satu besok.

Menjadi akrab?

Ini menyenangkan.

Kita harus pergi. Pesta sponsor di OMNIA.

Kau harus kucuri.

Paman Sonny, silakan ikut dengan…

Tak usah. Aku berbalapan besok.

- Baik. Kate? - Tidak, terima kasih.

- Ayolah. - Terima kasih untuk ini, Kate.

Ayolah.

Nona-Nona, mungkin…

Kami akan menari. Mau menari?

Ayo! Mari kita pergi!

Begini,

ayo kita perjelas soal ini, ya?

Aku tak merayu selama musim balap,

dan tak pernah dengan anggota timku,

dan aku tertarik dengan kemenangan.

Kau kalah dengan sepasang kartu lima.

Hei.

Kau pembalap, bukan?

- Ya. - Tim mana?

Apex GP.

Bisa mengenalkanku kepada Carlos Sainz?

Akan kupanggil dia.

Hei.

Kenapa katanya tempat ini aneh?

- Aku suka ini. - Aku senang kau bersenang-senang.

Jaga dirimu. Aku akan pergi.

Kataku aku pergi.

- Tunggu, tidak. Kau baru datang! - Aku tak suka di sini.

Apa maksudmu? Kau baru datang. Josh!

Hei.

Seharusnya aku tak minum tequila.

Semalam itu ide Ruben?

Ya, bagian pertama.

- Nah… - Bukan yang kedua!

Ayolah.

Kenapa kau ada di sini, Sonny?

Bukan kisah penting.

Baiklah.

Aku ingin membuktikan semua orang salah.

Mantanku, bos lamaku,

dosen fisika tahun pertamaku…

- Bajingan itu. - Ya.

Sebelum kita menang, belum kubuktikan.

Jadi, sayangnya, kini aku mengandalkanmu.

Aku akan menjadi juara dunia.

Yang terbaik yang pernah ada.

Saat itu aku masih muda, di lintasan dengan idolaku,

Senna, Mansell, Prost.

Aku cepat.

Aku berani.

Aku yang berikutnya.

Lalu…

semua direnggut.

Kecelakaan itu, ya?

Jadi, aku kehilangan posisiku, uangku, kewarasanku…

diriku.

Menjadi bajingan pemarah yang penuh dendam.

Bukan seseorang yang kubanggakan.

Hingga suatu hari, aku menyadari hal yang hilang,

dan itu bukan gelar, atau piala, atau rekor,

itu cintaku untuk balap.

Jadi, aku mulai berbalapan.

Tak peduli mobilnya, sirkuitnya, tak perlu ditonton orang.

Hanya selama aku menyetir, aku senang.

Kadang…

Apa?

Ayolah.

Jarang, tetapi kadang, ada saat di dalam mobil

ketika semuanya menjadi hening,

detak jantungku melambat,

itu tenang,

dan aku bisa melihat segalanya, dan tak seorang pun…

tak seorang pun bisa menyentuhku.

Aku memburu saat itu tiap kali aku masuk mobil.

Entah kapan bisa kutemukan lagi, tetapi aku ingin itu.

Aku ingin itu.

Karena pada saat itu, aku terbang.

Kate.

- Ruben. - Di mana dia?

Di mana siapa?

Apa maksudmu?

Ruben, serius?

Satu, beraninya kau?

Dua, aku menghormati batas profesional.

Tiga…

Tiga, ya, dia ada di balkon.

- Kau bangun awal. - Berpakaianlah.

- Ya, ada apa? - Mereka menyerang mobil kita.

Tugasku memberi tahu bahwa kami menerima informasi anonim,

lantai mobilmu yang ditingkatkan melanggar aturan.

Dari siapa?

Aku tak bisa katakan.

Pak, sudah lama kami mengajukan gambarnya.

Benar?

Kalian menyetujuinya.

Ini tentang suku cadang untuk berbalapan yang mungkin dibangun di luar gedungmu.

Apa? Itu gila.

Berdasarkan laporan yang kami terima, ada kekhawatiran.

Tunggu, kau dapat ini dari mana? Ini dokumen internal.

Tim ini tak melanggar aturan, Pak. Tidak.

- Aku tak terlalu percaya. - Seseorang bisa memalsukan dokumen.

Mobilmu akan ditinjau.

- Kau tahu prosedurnya. - Apa?

Kau tak bisa berbalapan kecuali mengganti komponen yang sebelumnya disetujui.

- Tidak! - Maksudmu rancangan lama kami?

Mobil rongsokan!

No me lo puerdo creer.

Kau di mana dua tahun terakhir? Kenapa sekarang?

Karena mungkin kami menang balap? Begitukah?

Ini bukan balap mobil, Pak, ini seperti spionase perusahaan!

Maaf. Kembalilah.

Aku bicara kepadamu! Pak!

Tanpa peningkatan, kita bermasalah.

Sonny, sudahlah. Berfokus pada awal yang bersih.

Kita tak akan menang secara bersih.

Apa bisa tak melanggar aturan?

Ya, padahal aturan selalu menentang kita, bukan?

Amankan mereka pada putaran pertama.

Sonny, kita cuma perlu mobilnya tetap utuh. Ya?

Sonny?

- Hei, apa-apaan? - Aku tak tahu!

Ada apa dengan Sonny?

Joshua, ya. Tetap berfokus. Kau masih aman.

Sedang apa dia?

Dia berbalapan sambil marah.

Ini tak bagus.

Sonny, ban itu harus awet.

Pelan-pelan.

Tidak, mobilnya dijadikan mode kualifikasi.

Akinya akan habis. Suruh dia kembalikan mode itu.

Sonny, kau pakai mode kualifikasi. Ada apa?

Sonny, ada apa?

… meluncur di Las Vegas Boulevard, 338 kilometer per jam.

Kini mengerem mendadak, dan masuk chicane.

Sergio Perez, di depan Sonny Hayes, tetapi Hayes keluar dengan hebat.

Dia harus mengejar Sergio Perez, dan dia mendekat.

Meter demi meter. Inci demi inci.

Apa ini tempat untuk bertaruh? Hayes menyerang dari luar.

Tidak!

Kenapa kita melakukan ini?

Ada apa dengan tenis?

Atau golf.

Benar?

Astaga.

Kita sungguh gila.

"Fraktur leher C5.

Kontusio spina.

Tulang dada tertekan.

Trauma akibat benturan benda tumpul, bisa mengakibatkan hilang penglihatan,

lumpuh, kematian."

Mereka memberi kabar bagus, bukan?

Ini laporan dari 30 tahun yang lalu.

Kenapa kau tak beri tahu aku?

Seharusnya kau tak berbalapan lagi, Sonny.

Kau pikir bagaimana perasaanku jika kau tewas di lintasan?

Balas dendam untuk Monako.

Ini bukan lelucon!

Aku yang bertanggung jawab, Sonny.

Jangan mengira ada jalan keluar agar kau bisa lolos dari hal ini.

- Tidak. - Ruben, kita pembalap.

Kita bukan pembalap lagi. Maaf. Tidak begitu.

Kita pecundang.

Kita sepasang pecundang bodoh,

sentimental,

dan miskin.

Baik. Kau keluar dari tim.

Vanmu ada di bengkel dengan semua barangmu, dan…

Seharusnya aku tak melibatkanmu, Sonny.

Maafkan aku.

Ruben, tunggu!

Aku perlu ini.

Tak ada yang berbalapan selamanya, Sonny. Bahkan kau pun tidak.

Pippa, pasang Monza. Seperti yang terjadi. Saat hujan.

Joshua, Sonny berkata tunggu jalur lurus, jalur lurus memasuki tikungan satu.

Ulangi lagi.

…tunggu jalur lurus, jalur lurus memasuki tikungan satu.

Ulangi lagi.

Jalur lurus memasuki tikungan satu.

Sonny.

Sonny.

Hei. Kau bukan di Abu Dhabi?

Aku pergi malam ini. Aku…

Ya, aku ingin menemuimu.

Jadi, begini.

Kita tahu dewan ingin membubarkan Apex sejak awalnya,

tetapi, ya, lalu kau datang,

meningkatkan profil kami, dan kini aku…

Ya, aku banyak dapat pembeli.

- Ya. - Jujur saja,

kukira kau akan menjadi penyebab mutlak kegagalan kami.

Kini aku lihat permainannya.

Aku ingin kau termasuk paketnya.

Paket apa?

Aku sudah mengatur penjualan ketika aku menjalankan tim,

dan mempekerjakanmu untuk strategi,

mungkin bahkan pemimpin tim.

Dengan uang dari kesepakatan itu, aku bisa menjadikanmu kaya raya.

Begini.

Dengan adanya aturan yang berubah,

unit daya baru Mercedes, aerodinamika Kate, dua pembalap baru…

kita berpeluang masuk kejuaraan tahun depan.

Ruben bagaimana?

Tenang saja.

Kau tahu.

Kami tak mempermalukannya.

Kami akan tetap memberinya gelar, atau duta merek…

Sesuatu.

Aku boleh memutuskan?

Jangan ubah apa pun.

Lakukan sesukamu.

Itulah ironinya di sini.

Awalnya dewan setuju kau direkrut

sebab kami kira kau membantu kalah.

- Maaf aku menyulitkanmu. - Hei.

Ini nomorku.

Bicara kepada pengacaramu.

Namun, setelah lomba, aku ingin kau rampungkan kesepakatan, ya?

- Jadi, sebelum hari Minggu? - Baiklah.

Hal ini bisa jadi warisanmu.

Juara F1.

Yang selalu kauinginkan, bukan?

Kaulah yang memalsukan dokumen itu, bukan?

- Kau pembunuh, ya? - Hei. Aku pemenang.

Bukankah kau pemenang?

Baiklah.

Hei. Bagaimana kondisi punggungmu?

Lebih baik.

Aku punya dokter hebat. Akan kuhubungkan.

Upaya terakhir.

GRAND PRIX LAS VEGAS FORMULA 1 SAMPAI JUMPA TAHUN DEPAN

GRAND PRIX ABU DHABI YAS MARINA

BALAPAN TERAKHIR

Kau baik-baik saja?

Begini, Bu, aku harus ceritakan sesuatu.

Di Monza, sebelum kecelakaan, aku yang memutuskan untuk bertindak.

Sonny menyuruhku untuk menunggu.

Keluarga.

Aku bertelepon dengan IndyCar,

dan kau bisa dapat peluang uji coba.

- Halo, Bibi. - Hai.

Mereka mencoba menarik segmen peminat baru.

Para wanita suka senyuman itu.

Kita bisa tambahkan insentif, seperti tiket pesawat dan mobil.

Cash, kau boleh pergi. Aku tak memerlukanmu.

Tidak. Setelah ini ada media.

Aku tak peduli. Mereka bisa mendendaku.

Lagi pula,

bukan itu tujuanku melakukannya.

Mulai besok, kita tak "melakukannya" di mana pun.

Semua cuma kebisingan.

Media, interaksi, pengikut.

Aku harus berfokus pada balapan.

Bibi, tolong.

Kau dengar dia.

- Baiklah. - Baiklah.

- Hei. - Hei.

- Hai. - Hei.

FORMULA 1 - ETIHAD AIRWAYS GRAND PRIX ABU DHABI

Teman-Teman, ada apa?

Parc fermé. Menunggu FIA memotong segel.

Bagus.

- Berarti kita ada waktu. - Untuk apa?

Untuk…

Tidak.

Selamat datang di Paddock Club, untuk tamu kami yang terpenting.

Silakan ambil minum, anggap saja rumah sendiri,

dan nikmati pemandangan terbaik dari Formula 1.

Kau baik-baik saja? Baiklah.

Hei, jangan berhenti! Lanjutkan!

Yang benar saja.

Jesús , seperti kamar mayat di sini.

Bagaimana kau bisa ke sini?

Kelas ekonomi premium.

Apa? Apa ini?

Ini jalan keluarku.

Tidak, lupakan saja. Aku tak mau membacanya.

Itu dokumen hukum asli dari pengacara Tijuana asli,

menyerahkan semua tanggung jawab kepadamu

dan perusahaanmu tentang balapan ini, aku sendiri, dan aku.

Juga…

karena kau belum membayar gajiku, secara teknis aku masih di tim ini.

Kate, di mana mobil rongsokannya?

FIA memastikan dokumen itu dipalsukan,

dan itu dikirim oleh seseorang dari Apex.

Aku tak peduli tentang jalan keluarmu. Serius.

Itu mobilku. Kau tak boleh berbalapan dengan itu.

- Ruben. - Tidak, Sonny.

Dengar,

aku tak bisa izinkan kau melakukannya.

Aku tak bisa.

Paham?

Jika tindakan terakhirku berbalapan dengan mobil itu, kujalani hidup itu.

Seribu kali.

Kita tak bisa menang.

Tak bisa jika kita tak mencoba.

Kenapa kau tak melihat kartunya?

Kartu apa?

Selamat datang di posisi paling belakang.

Kita mulai dari yang terakhir hingga pertama. Kabar terkini di P22,

karena kami dengar tim Apex GP…

- Hei, Peter. - Ya?

Itu pembalapmu. Bukan?

…diganti oleh Sonny Hayes, yang bahkan tak berangkat ke Abu Dhabi…

Aku boleh permisi sebentar? Maafkan aku soal ini.

Aturan mewajibkan bahwa dia harus mulai dari belakang.

Permisi. Apa-apaan?

Apa?

Kau masih bawa ponselku?

- Semoga berhasil. - Kau juga, James.

Permisi. Hei, Sonny!

Hei, aku tahu kita berselisih,

- tetapi ini balap F1 terakhirmu. - Chaz! Pria ini.

Ada pendapat…

Apa ini?

Ya ampun.

Ya ampun!

Agresif?

Agresif.

Semua siap untuk akhir musim di Abu Dhabi saat lampu padam.

Balap dimulai.

Awal yang bagus untuk Joshua Pearce.

Pembalap berebut posisi selagi mengebut kencang di jalur lurus utama

dan memasuki tikungan satu.

Tikungan pertama yang sulit, dan Aston Martin dan AlphaTauri melebar

saat Pierce naik dua posisi.

Ya, Pearce menunjukkan kematangan.

Dia melihat situasi buruk sebelum terjadi, dan dia memulai dengan hebat.

Jangan coba-coba.

Alpine datang dari dalam. Bersentuhan!

Tiga hari setelah keluar dari rumah sakit, Hayes akan merasakannya.

Posisi didapat. Kita bertahan.

Semoga dia tak merusak mobilnya,

tetapi walau begitu, tetap putaran pertama yang hebat.

Benar! Hayes di P16.

Pearce, rekan timnya, naik ke P9.

PUTARAN 11

Red Bull, Mercedes, dan Ferrari masih memimpin.

Apex di tengah lintasan. Mari lihat apa mereka bisa mengguncang balapan ini.

Jarak ke nomor satu?

Lima belas detik.

JP harus tetap lebih dari 20 detik. Lebih dari 20.

- Panjang jalur pit. - Kau tahu sebabnya.

Balap ini menyibukkan Sonny Hayes,

kini datanglah Kevin Magnussen mencari celah.

Ini bisa memberi masalah.

Ada riwayat di antara mereka.

Seringnya, kekuatan tak tertahankan bertemu benda tak bergerak.

Magnussen, melihat ke dalam,

- terhambat, dan menabrak Hayes. - Masuk pit.

Baik, masuk untuk ban keras.

Sial.

Perlahan itu mulus. Mulus itu cepat. Ayo mulai.

Hayes keluar pit.

Dia terpaksa masuk karena kerusakan bannya.

Bagaimana Joshua Pearce? Apa rencana Apex GP dengannya?

Apa aku masuk pit? Apa rencananya?

Rencana C. Tetap di lintasan.

- Celaka. - Baiklah.

Joshua memperlambat pembalap terdepan untuk Sonny. Sonny bertindak sama.

Pearce tetap di lintasan.

Ini strategi yang digunakan Apex sebelum musim ini.

Ini membantu meningkatkan posisi mereka, tetapi ban mereka harus awet.

Cuma begini kita bisa dekat.

Lalu perlu kemujuran.

Sudah kusiapkan.

PUTARAN 25

Putaran 25, dan tiap pembalap sejauh ini masuk pit, kecuali satu.

Dia memimpin balap.

Joshua Pearce mengendalikan laju di depan.

Itu memberikan rekan timnya, Hayes,

peluang untuk menjaga posisinya di tengah lintasan

walau bersentuhan, ban bocor, dan berhenti di pit.

Mereka bekerja sama dengan baik.

Bagaimana situasi JP?

Dia tetap menghambat pembalap utama. DRS aktif di jalur lurus, Sonny.

Baiklah.

Memasuki jalur lurus, dia menikmati peningkatan barunya,

dan dia dapat DRS, juga menyalip Pierre Gasly.

Sonny Hayes naik ke P15.

Sonny, kau dapat lajunya. Lanjutkan.

Pearce bekerja dengan baik di depan

walau bannya aus, tetapi saat itu hampir berakhir.

Verstappen menyusul dari dalam dan dia lewat.

Balap paruh pertama yang hebat dari Joshua Pearce.

Max lewat, dan masalahnya tak berakhir di sana.

Datanglah Charles Leclerc.

Disalip lagi. Pearce kehilangan posisi utama dan turun ke P3.

Maaf. Ban belakangku pecah.

Baiklah. Masuk pit, JP.

Pearce mempertahankan ban itu hingga batas akhir.

Penderitaan jangka pendek untuk keuntungan jangka panjang.

Dia keluar dari pit. Akan dapat ban baru.

Kini dia bisa menyerang pada paruh kedua balapan.

Sonny, tiga pembalap utama pakai ban keras.

Mereka perlu berhenti. Ini celah waktu pit.

Salah satu pembalap akan menyusul. Aku harus di sana saat begitu.

P3 Ferrari. Pippa, apa dia bisa jadi posisi pertama?

Tergantung perhentiannya.

Apa menyalip dari dalam pit akan berhasil?

Lima koma delapan. Dia harus dapatkan setengah detik.

Sonny, kau perlu setengah detik. Cepat.

Sonny Hayes menyerang.

Di bawah jalur datanglah Ferrari.

Melalui tikungan pertama ada Sonny Hayes.

Berdampingan. Sangat ketat.

Sonny Hayes di depan Carlos Sainz.

- Ya! Ayo! - Berhasil sejauh ini untuk Apex GP.

Namun, masalah mereka belum usai.

Di dalam, ada peluang untuk Carlos Sainz, dan dia merebutnya.

Namun, dia terhenti.

Ferrari menyimpang dan Sonny Hayes berkata,

"Terima kasih banyak."

Bagaimana mereka tetap menempel pembalap utama?

Mereka bekerja sama.

Dua mobil Apex pada posisi 10 besar, tetapi itu masih jauh.

PUTARAN 38

Tinggal 20 putaran lagi, dan Apex berupaya meniti peringkat mereka.

Kini celah terakhir untuk berhenti di pit.

Ini peluang kita untuk P1. Pastikan JP menang.

Hamilton dan Leclerc masuk pit, tetapi Pearce tetap di lintasan.

- Katakanlah. Aku bisa kejar mereka? - Ya. Mereka baru keluar.

Kebut sekarang. Kebut.

Baiklah. Aku mengebut.

Ini akan rapat.

Joshua Pearce mendekat. Tetap di depan.

Untuk kedua kalinya dalam balapan ini, dia unggul.

- Ayo! - Ya!

Kau P1, Joshua.

Namun, Pearce akan kesulitan menahan mereka

karena Hamilton dan Leclerc punya ban baru.

PUTARAN 54

Empat putaran lagi. Sonny Hayes di P4.

Dia lima detik di belakang rekan timnya,

tetapi keduanya pakai ban aus.

Peluangnya kecil untuk bisa meningkatkan posisi.

Hamilton datang menyerang Pearce di tikungan lima.

Dia lewat.

Tak ada yang harus masuk pit lagi dan ban kita lebih aus sembilan putaran.

Leclerc menyerang dan lewat.

Ban Pearce sudah tamat. Dia tak bisa apa-apa lagi soal itu.

Maaf. Aku tak bisa apa-apa lagi.

Kisah Apex GP memang begini sepanjang tahun.

Banyak risiko.

Kisah tim yang tak diunggulkan,

kita tahu, Martin, hanya bakat yang jadikan juara.

Hilang cengkeraman. Ban aus.

Ya. Sayangnya, mereka tak mujur

dan kini tak bisa apa-apa lagi.

Ini belum usai, bukan?

Tidak, tetapi tak ada yang bisa diubah. Perasaan terburuk di dunia.

George Russell menyerang.

Hayes mencari cara bertahan melalui tikungan kiri…

Bersentuhan!

Hayes melintir menabrak pembatas.

Itu parah.

- Ya. - Astaga.

Ya, tidak.

Ada puing di seluruh lintasan balap

dan kerusakan besar pada pembatas.

Pengawas lomba tak ada pilihan selain memberi bendera merah bagi balap ini.

Keajaiban.

Omong-omong soal kerusakan, Martin,

Hayes hanya boleh melanjutkan balap ini

jika dia bisa membawa mobilnya jauh-jauh memutari sirkuit

dan kembali ke jalur pit.

Sonny, kau bisa kembalikan mobilnya?

Akan kukukembalikan, walau harus kudorong kembali.

Ayo, Sonny. Pelan-pelan.

Dia masih melanjutkan.

JP, bendera merah.

Bendera merah. Masuk.

Kita masih bertahan, Hermano.

Bendera merah!

Namun, Sonny Hayes mengembalikan mobilnya ke jalur pit.

- Itu keajaiban. - Aku tahu!

Ini pertama kalinya ada.

Masalah beres. Bagus. Ayo.

Ban lunak baru, kedua mobil.

Tingkatkan tekanan ban untuk tiga putaran cepat.

Tim, saatnya membangun mobil.

Bendera merah berlaku.

Tim boleh membuat perubahan. Boleh memperbaiki mobil mereka.

Namun, hanya di jalur pit itu.

Dengan hanya sepuluh menit perbaikan, Apex GP perlu bekerja keras.

Semua mobil bisa mendapat ban baru

untuk yang menjadi balap cepat tiga putaran.

- Dodge! Apa kita akan bisa? - Entahlah.

Itu bersih. Itu bukan aku. Kali ini tidak.

"Kali ini tidak?" Katakan itu kepada pengawas lomba.

Periksa rekamannya.

Aku saja. Angkat sudut itu.

Tak usah.

Pengawas lomba akan melihat apakah Hayes menyimpang sepenuhnya

atau tetap menjaga setidaknya satu ban di lintasan saat bersentuh dengan Russell.

- Hai, kau baik-baik saja? - Ya.

Kau tetap di lintasan.

Ya, itu sudutmu. P3 dan P4. Ayo!

Melihat reputasi Hayes, mereka akan sangat meneliti hal ini.

Aku tak mengharapkan keputusan cepat.

Ayolah, itu jelas penalti.

Bukannya kita inginkan itu,

tetapi secara objektif, begitulah situasinya.

- Tak bisa berakhir seperti ini. - Ini cuma istirahat.

Seperti 30 tahun terakhir. Kini diputuskan oleh dewa balapan.

Harus percaya.

Banyak yang terjadi di pit.

Lihat. Ada sayap baru. Ini tugas besar.

Ya, tetapi apa mobilnya akan bertahan selama tiga putaran terakhir?

Kini pembatas itu tampak bagus.

Marshal menyapu sisa puing terakhir dari lintasan,

dan jam terus berdetak.

Ya, tinggal dua menit sebelum balapan ini dilanjutkan.

BALAPAN F1 BENDERA MERAH

JP!

Tiga putaran.

Tiga putaran itu lama.

Menangkan balap ini.

Hei, Sonny. Ada waktu sebentar?

Mobilmu beres.

Kau hebat. Terima kasih.

Karena Apex GP tak masuk 10 besar dalam kualifikasi,

mereka menyediakan ban lunak baru,

yang akan memberi kecepatan tambahan dari mobil di depan mereka

yang memakai ban lunak aus.

Bendera merah ini peluang besar.

Kita penasaran apakah Sonny tak sengaja melakukannya.

Tunggu, cuma mobil kita yang memakai ban baru

karena tak masuk kualifikasi kemarin?

Tak pernah berpeluang menggunakannya.

Kadang saat kalah, kita menang.

- Itu tak masuk akal. - Itu kalimat Sonny.

Lampu di ujung jalur pit itu hijau.

Mulailah putaran formasi kedua malam ini,

dan saat balapan dilanjutkan, akan ada adu kencang yang hebat.

Hamilton, Leclerc, Pierce, Hayes. Itu empat besar.

Sonny, kami dapat kabar dari pengawas lomba.

Sial. Sekarang?

Kami berdebat apa harus beri tahu.

Kata Kaspar, "Ya", tetapi kata Kate, "Jangan."

Dia berkata kau cepat jika sedang marah.

Katakan kepadanya, "Bagus."

Inilah kabarnya. Pengawas lomba telah membuat keputusan.

Tabrakan Putaran 55 antara Hayes dan Russell dianggap insiden balap.

Tak ada penyelidikan lebih lanjut.

Sonny.

Itu peluang utamamu, Sonny. Selesaikan balapanmu.

Joshua, kita masih punya dua mobil di sini.

Berarti kita punya tim.

Setelah lampu merah itu padam,

ini akan jadi adu kencang pamungkas hingga garis akhir.

Keuntungan posisi bagi Mercedes dan Ferrari.

Keuntungan ban bagi Apex GP.

Suruh JP ikuti aku.

Joshua, ikuti Sonny.

Ikuti? Dia di belakangku.

- Bajingan sok. - Cukup. Tetap denganku.

Dia beri tempat mengekor. Ambil.

Baiklah.

Ayo. Salip. Ayo!

Hayes menjadi umpan,

dan Pearce melesat melewati Leclerc dan naik ke posisi kedua.

Leclerc ditempel oleh Sonny Hayes.

- Memutar dari luar, dia naik ke P3. - Ayolah.

Kerja sama yang sempurna.

Hayes dan Pearce bekerja sama, seperti balet balapan.

Indah dilihat,

tetapi kini mereka mengincar pembalap terunggul, Lewis Hamilton.

Ya! Ingat aku?

Ayo. Lakukan!

Kenapa mereka tak menyalip?

Lewis akan melawan mobil yang menyerang.

- Mereka tak bisa menunggu. - Ada yang harus berkorban.

Dua lawan satu,

dan semua tekanannya pada Lewis Hamilton

saat Apex bekerja sama.

Menangkan, Nak.

Hayes beraksi lebih dahulu.

- Hamilton melawan. Pearce menyerang. - Ya!

Pearce mendapat P1.

- Ya! - Ya!

Sangat dekat, berdampingan,

balapan ini hebat untuk mengakhiri musim.

Sonny Hayes dan Lewis Hamilton belum usai.

Hamilton, mengincar Sonny Hayes.

Bersentuhan!

Hamilton terlontar.

- Ya! - Ayo!

Ya!

Teman-Teman, katakan. Di mana Sonny? Dia bisa selesaikan?

Satu putaran lagi, JP. Hamilton tak pernah menyerah.

Apa Sonny bisa selesaikan balapan?

Ya, dia di lintasan. Awasi Lewis saat dia melawan.

Kau P1. Jangan ambil risiko.

Tidak akan.

Pembalap pemula mempertahankan jalurnya. Dia tak mau menyerah.

Dia hadir untuk melawan juara dunia tujuh kali.

Itu bersentuhan.

Posisi satu dan Lewis Hamilton keluar dari balapan.

Walau bendera kuning berkibar di tikungan satu, balapan akan berlanjut.

Sonny, kebut, kebut. Kau P1!

Apex GP tinggal satu putaran lagi.

Pertanyaannya, apa mobil mereka bisa?

SONNY HAYES PEMIMPIN BALAPAN

Pembalap kami bisa.

Ya! Lanjutkan, Sonny!

Apa yang terjadi?

Dia terbang.

Sonny, kau berhasil! Kita menang!

Ya!

Ya!

- Kita menang! - Ya!

Ya!

- Astaga. - Kita berhasil!

Terima kasih.

- Ayo! Ya! - Ya!

Berarti tiga tahun lagi untuk Ruben, ya?

Ya.

Kurasa kita periksa lagi kesepakatan itu.

Jika dianggap kau masih ada di dewan.

Menakjubkan! Memukau! Luar biasa!

Grand Prix Abu Dhabi ini hebat sekali!

Kemenangannya juga hebat!

Tentu. Balapan ini akan lama dikenang. Sungguh seru.

- Pria ini menang Grand Prix pertamanya. - Bagus.

- Penantian selama 30 tahun. - Bagus!

Tim bekerja dengan hebat dari tembok pit.

- Pearce tak bisa dilupakan… - Hei! Kenapa tersenyum?

Kau.

Aku akan menang sejuta kali. Setidaknya kau dapat satu.

Kita berhasil.

Ya, kita berhasil.

Wuh!

Tidak. Berikan kepadanya.

Tidak. Berikan kepadanya.

Astaga. Terima kasih.

Keren!

Aku menyayangimu.

Ya!

Hari ini kita bisa mengatakan…

- "Kita terbaik di dunia!" - "Kita terbaik di dunia!"

Joshua.

Jika kau mau berbalapan di tempat lain,

kau tahu di mana mencariku.

Terima kasih, Toto, tetapi aku senang bersama timku.

Selamat.

Ya! Biarkan mereka menunggu!

Biarkan mereka menunggu!

Pialanya!

Kate, kau membangun mobil hebat.

Ada balapan lain yang tak kuketahui?

Di suatu tempat.

Lebih baik dari ini?

Ya.

Aku ingin mengatakan, "Sampai jumpa di jalan,"

tetapi dengan cara yang lebih puitis.

Jadi…

Apa aku bisa melihatmu di jalan?

Ya.

Simpan itu hingga saatnya tiba.

Baiklah.

Juga mengebut.

Memang kau mau ke mana?

Jangan cemaskan aku. Rayakanlah.

Kau mau pergi ke mana?

Ada beberapa naga lagi yang harus dibantai.

Ini timmu sekarang.

Ini selalu timku.

Aku akan mengawasi.

Sampai jumpa, Angsa.

DICARI PEMBALAP BAJA 1000

Halo!

Buenas.

Katanya kau mencari pembalap.

Siapa namamu?

Sonny Hayes.

Kau pernah menyetir Baja?

Belum.

Kami tak bisa mengupah banyak.

Bukan soal uangnya.

Jadi, soal apa?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.