All language subtitles for Eden.2024.Blu-Ray.Id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan Oleh: Zain Jakarta, 18 Juli 2025 Support di : https://trakteer.id/ZainSubs

Setelah Perang Dunia Pertama, ekonomi global runtuh.

Fasisme menyebar.

Masyarakat sangat membutuhkan solusi.

Dr. Friedrich Ritter dan Dora Straus meninggalkan Jerman dan menjelajahi dunia.

Mereka menetap di pulau Floreana yang terpencil di Kepulauan Galápagos.

Dunia mengenal kisahnya melalui surat-surat Ritter, yang terkadang dikirimkan ke kapal-kapal yang lewat.

Mereka belajar tentang kehidupannya yang terasing.

"Kotak Pos"

Misi Ritter:

Menulis sebuah filosofi yang baru

untuk menyelamatkan umat manusia dari dirinya sendiri.

Apa tujuan hidup yang sebenarnya?

Rasa sakit.

Kita belajar kebenaran melalui rasa sakit.

Dan melalui kebenaran...

kita akan mencapai keselamatan.

"Diadaptasi dari kisah para penyintas"

Ibu tersayang, saat surat ini sampai padamu, kami sudah menjual semua harta benda kami.

Kami akan melakukan perjalanan sekali jalan ke Kepulauan Galápagos.

Kesehatan Harry memburuk dari hari ke hari.

Tapi kami tidak mampu membayar biaya panti rawat selama dua tahun yang disarankan dokter.

Namun, pencarian Friedrich Ritter akan kehidupan yang lebih baik menjadi inspirasi bagi Heinz.

Ini Floreana?

Memangnya kau mengharapkan apa?

Surga?

Maaf kami pergi tanpa pamit.

Tapi aku tidak tahan mendengar omelan lagi.

Karena menikahi pria yang hancur oleh perang.

Akhirnya!

Aku hanya melakukan apa yang selalu kau ajarkan, yaitu mendukung suamiku.

Ini bukan kehidupan yang kubayangkan untuk diriku, 'kan?

Tapi aku tak pernah membayangkan harus memilih antara membayar sewa atau membeli makanan.

Belum.

Harry, ingat.

Dr. Ritter tidak punya gigi, jadi jangan tatap mulutnya. - Baiklah.

Ayo kita ganti baju.

Di artikel tertulis kita harus berjalan menanjak selama 45 menit.

Aku tahu kau mungkin berpikir aku gila, mungkin memang begitu.

Atau mungkin dunia sudah menjadi gila dan satu-satunya hal logis adalah melarikan diri.

Waktu yang akan menjawabnya.

Aku mencintaimu, Margret.

- Mereka sedang berdoa. Sebaiknya kita pergi. - Jangan konyol. Mereka ateis.

Permisi...

Senyum yang lebar, Harry, kau juga.

Permisi, saya Heinz Wittmer.

Ini istri saya Margret dan putra saya Harry.

Anda pasti Dr. Ritter.

- Apakah Anda juga istrinya, Dora Straus? - Bukan.

- Anda bukan Dora? - Saya Dora, tapi bukan istrinya.

Pernikahan itu menjijikkan.

- Apa yang kalian lakukan di Floreana? - Kami datang karena Anda.

Kisah Anda mengilhami kami untuk meninggalkan semua harta kami dan memulai dari awal.

Apa kalian membawa pakaian pendaki dan penangkap kupu-kupu ini untuk kisah kita?

Maaf, surat kabar menulis bahwa Anda mengenakan pakaian seperti ini.

- Surat kabar mana? - Yang mencetak surat-surat Anda.

Semua orang di Jerman membicarakan Anda selama lebih dari setahun ini.

Bukankah di surat tertulis bahwa aku datang ke sini untuk menyendiri?

Mereka menggambarku seperti orang bungkuk.

- Masih ada koran lagi? - Ya, banyak.

Silakan...

Masuklah!

Biar kutunjukkan kebunku.

Terima kasih.

Karena kami vegetarian total, inilah sumber makanan utama kami.

Pagarnya untuk menghalau babi.

- Babi? - Babi liar, anjing, sapi.

Ada banyak sekali hama di sini.

Banyak sekali.

- Kau menikah di usia muda, ya? - Maaf?

Aku hanya melihatmu, dan putramu, lalu aku berhitung.

Harry bukan putraku. Ibunya sudah tiada. Aku istri kedua Heinz.

Kau mau menghampiri dan menyapanya?

Ya Tuhan, ini semua gambar yang dangkal!

Mereka memang mendramatisirnya, tapi mereka menggambarkan kehidupan magismu dengan sangat baik.

Kehidupan yang kami jalani di sini sama sekali tidak magis. Kau tahu berapa lama aku mencabuti rumput liar di sini?

Haruskah aku membuat kebun setelah ini? Setelah dua belas bulan.

- Sekarang biar kuberitahu masalah air. - Masalah apa?

Kami tidak punya air.

Tidak ada danau, tidak ada sungai, tidak ada apa-apa.

Hanya ada dua mata air kecil tempat air hujan terkumpul.

Tuan Wittmer, jangan biarkan keberhasilan kami menipumu.

Tak ada orang lain yang bisa bertahan di sini karena kehidupan di sini mengerikan dan menyedihkan.

Cepat atau lambat, semua orang gagal.

Kau bawa makanan di dalam tas itu?

Jangan, jangan, jangan. Jangan menakutinya. Itu kelabang penggerutu.

Gigitannya mematikan. Semua di pulau ini mematikan.

Yah, kami juga tidak datang ke sini untuk bersantai.

Sebenarnya untuk apa kalian datang?

Anakku menderita tuberkulosis.

Dokter menyarankannya ke sanatorium, tapi dengan situasi buruk di Jerman...

...meskipun aku pegawai negeri, aku tidak sanggup membayarnya.

- Friedrich benci jika aku sering menyentuhnya. - Kenapa?

Dia bilang, menunjukkan cinta pada hewan berarti menyerah pada hasrat konyol manusia akan kasih sayang terus-menerus.

- Seberapa buruk situasi di Jerman? - Menjijikkan.

- Tidak, cepat atau lambat akan seperti ini. - Entahlah.

Semua orang suka berjuang demi kebebasan. Lalu kita terjerat dalam kemalasan.

Demokrasi mengarah ke fasisme, dan fasisme mengarah ke perang. Demokrasi, fasisme, perang.

Terus berulang.

Kami juga punya ayam.

- Apa benar Nyonya Straus sembuh dari sklerosis multipel? - Dia akan sembuh.

Luar biasa! Boleh aku bertanya bagaimana caranya?

Begitu aku menyelesaikan bukuku,

kau dan seluruh dunia akan memahaminya.

Dora!

Pinjamkan keledaimu pada keluarga Wittmer!

Kita sudah sampai.

Kalian bisa tidur di gua-gua itu. Dibangun oleh bajak laut beberapa tahun lalu.

Setidaknya kalian tidak akan kehujanan... dan untuk air,

mata airnya ada di sana.

Bawa kembali keledainya malam ini atau Dora akan membunuhmu.

Ini sumber air kita?

Aku tidak suka mereka.

Istrinya hanya ibu rumah tangga biasa, suaminya pegawai pemerintah, belum lagi putra mereka.

Kita harus membantu mereka semua.

Kita datang ke sini untuk menyendiri, dan sekarang keluarga ini mengganggu kita.

Ini tidak adil bagi umat manusia yang sedang kutulis bab terakhirnya.

Apa kata Nietzsche?

- "...kekacauan di dalam... saranku adalah berbaik hatilah pada tetanggamu?" - Bukan, salah.

- Bukan, "Hindari tetanggamu."

- Aku tunjukkan mereka ke gua. - Ya Tuhan.

- Mustahil bercocok tanam di sana. - Kau memang jenius.

Mereka akan pergi sebelum musim hujan berakhir.

Aku benci tempat ini!

Tarik napas dalam-dalam.

Tarik napas.

Cepat!

Mimpi yang sama lagi?

Heinz, aku telat datang bulan.

Ini sudah ketiga kalinya aku telat.

Kau yakin?

Selamat, Sayangku.

Keluar!

Pergi sana!

Semua akan baik-baik saja.

Sejak awal waktu, manusia menipu diri mereka sendiri

dengan percaya adanya dunia yang lebih baik di luar jangkauan kita.

Umat Kristen menamakannya Surga, Hindu menyebutnya Nirwana, dan Muslim menamakannya Firdaus.

Aku menganggap itu semua kebohongan.

Tuhan sudah mati.

- Yang tersisa hanya manusia. - Halo.

Halo, Dr. Ritter!

...untuk mencapai dunia yang lebih baik, kita harus...

Maaf mengganggu, tapi aku ingin tahu apa aku bisa meminjam 'Buru'.

Kami harus membawa sisa perbekalan kami. Makanan kami dimakan anjing.

'Buru' sedang dipakai.

Daripada menunggu dunia abadi... kita harus memperbaiki dunia fana ini.

- Bagaimana kabar bukumu, Dr. Ritter? - Aku yakin tulisanku berkembang dengan baik.

Senang mendengarnya.

Jelas sekali mereka sedang kesulitan.

Kita bercinta?

- Kakimu sakit? - Tidak, bukan apa-apa.

Kendalikan napasmu. Fokus.

- Jangan, Dora. Pejamkan matamu. - Aku tahu.

- Kosongkan pikiranmu. - Aku akan mengosongkan pikiranku.

- Semuanya. - Semuanya.

- ...Menyerah. - Aku menyerah padamu.

Permisi.

Berhenti.

- Dora. - Tidak.

- Ada apa? - Gigiku.

- Kenapa? - Gigiku infeksi.

- Dora. - Bukan apa-apa.

- Lihat aku! Lihat aku. - Aku melihatmu.

Tarik napas dalam-dalam.

Tarik napas.

Bodoh.

Nyonya...

Perahunya sudah siap dan semua sudah di pantai sesuai keinginan Anda.

Aku datang.

Akulah perwujudan kesempurnaan.

Tuan-tuan...

Inilah 'Hacienda Paraiso'.

Kita mulai membangun di sini.

Luar biasa, Sayang.

Aku tidak percaya aku benar-benar berhasil.

Kita berhasil! Kita sudah sampai!

Kita sudah jadi bajak laut.

Kita bajak laut!

Ayo!

Hacienda Paraiso!

Kita tiba! Kita berhasil!

Luar biasa...

Baiklah, mereka datang.

Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Baroness Eloise von Wagner-Bosquet.

Dora Straus.

Baroness...

Terima kasih, Sayang.

Jadi, di mana dokter terkenal itu?

Aku, Ritter.

Koran-koran tidak menyebutkan yang itu.

Aku sudah menunggu begitu lama untuk akhirnya melihat seorang pria menaklukkan alam liar

dan membangun kerajaannya sendiri.

- Ini rumah yang sederhana. - Bukan.

Bagi pengikut setiamu, ini lebih dari sekadar rumah.

Ke mana pun aku pergi, dari Wina, London, hingga Paris,

presiden, perdana menteri, filsuf di bar...

membahas seorang jenius yang mencabut giginya sendiri

untuk mencegah infeksi.

Dan juga seorang wanita dengan kemauan baja.

Friedrich dan Dora.

Matahari dan Bulan.

Bersatu untuk membentuk masa depan peradaban.

Ini contoh cinta yang nyata. Semua orang suka kisah cinta yang indah.

Apa mereka mencibirku di bar?

Tentu saja!

Apa mereka bicara soal bagaimana peradaban hari ini di ambang kehancuran?

- Kau percaya itu? - Tentu saja.

Dan dari kehancuran inilah, demokrasi sejati terlahir.

Demokrasi yang tak lagi ditentukan oleh uang, tapi oleh kekuatan pikiran.

Kekuatan pikiran.

Tapi kau tidak bisa mengadakan pesta makan malam yang meriah hanya dengan kekuatan pikiran.

Di mana kau tinggal?

- Tentu saja di pantai. - Tidak, tidak. Tidak ada air minum di pantai.

Aku akan tunjukkan mata air terdekat.

Permisi.

Tolong...

- Mundur! - Aku tinggal di sini bersama keluargaku.

Kalian berenang di satu-satunya sumber air minum kami.

- Apa yang terjadi di sini? - Ruddy, tidak apa-apa.

Bukan masalah.

Saya mohon maaf. Seluruh tubuhku penuh dengan garam, dan aku harus membilasnya.

Baroness Eloise von Wagner-Bosquet.

Kami keluarga Wittmer. Heinz dan Margret.

Suatu kehormatan...

- ...bisa bertemu dengan Anda. - Aku tetangga barumu. Terima kasih, Sayang.

Tentu saja, aku tidak akan tinggal di sini.

Jauh sekali!

Tidak, aku membangun istanaku di pantai.

Tapi arsitekku, Ruddy... Ruddy, sapa mereka.

Dia bilang butuh waktu lama untuk menggali sumur.

Pengawalku, Robert, juga setuju.

Sampai saat itu, kami harus menggunakan sumber air kalian. Tidak apa-apa, kan?

Aku membawakan surat-suratmu.

Aku yakin sebagian untukmu, sisanya untuk Dr. Ritter.

Bisakah kau mengantarkannya?

Luar biasa.

Sampai jumpa!

- Heinz. - Ada apa?

Surat-surat ini terbuka. Dora, surat kita dibuka.

Aku tidak membukanya.

- Wanita itu yang memberimu suratnya? - Kau melihatnya?

- Saat dia tiba kemarin, dia langsung ke sini. - Lalu kenapa tidak dia berikan sendiri padamu?

Karena dia ingin kita berpikir kaulah yang melanggar privasi kami.

Kau meremehkannya.

Tapi kau menyambutnya. Kau memberinya air. Kita ramah padanya.

Kau pernah ikut perang, kan?

Di Verdun.

Di parit-parit.

Infanteri.

- Aku sudah melihat banyak hal. - Aku sudah melihat sisi terburuk manusia.

Aku sudah melihat sifat asli manusia.

Tidak, Ruddy.

Untuk menarik investor, kita butuh 14 kamar, bukan 12.

Semua menghadap laut, tidak ada yang membelakangi.

Aku mau dermaga pribadi, tempat tidur gantung, dan pendingin sampanye.

Tapi untuk pendingin, kita butuh lemari es.

Tapi semua mungkin, Sayangku.

Baroness?

- Tuan Wittmer, kejutan yang menyenangkan. - Bisakah kita bicara?

Berdua saja.

Tentu saja.

Marquis, duduk.

Duduk!

- Anak pintar. - Itu anjing liar?

Dulu iya, tapi sekarang dia sudah jinak.

Sini, makan siangku.

Aku menamainya Marquis de Sade... Marquis.

Heinz.

Ada yang bisa kubantu, Tuan Wittmer?

Aku datang untuk memprotes usahamu mengadu domba aku dan tetanggaku.

Kau membuka surat Dr. Ritter agar dia mengira akulah pelakunya. Kenapa?

Menurutmu kenapa Dr. Ritter membawaku ke mata airmu, bukan mata airnya?

Ya, dia mencoba memusuhi kita agar kita semua meninggalkan pulau ini.

Yakinlah, salah satu dari kita akan pergi tahun depan.

Dan kuharap itu bukan kau.

Heinz.

Biar kutunjukkan sesuatu.

Rencanaku menjadi berita utama di koran Ekuador.

- Kau mau membangun hotel di sini? - "Baroness Membangun Hotel di Galápagos"

Bukan hotel biasa, tapi hotel termahal di dunia.

Hanya untuk para miliuner.

- Di sini? - Aku akan menamainya "Hacienda Paraiso".

Akan ada suite bulan madu.

- Di sini? - Ya, tepat di sini.

Kenapa kau terus menanyakan pertanyaan yang sama?

Aku tidak tahan lagi dengan pria yang meragukan ambisiku.

Selamat pagi, Dokter!

- Babi. - Apa katamu?

Aku bilang, "Selamat pagi, Dokter," lalu aku bilang, "Babi."

Beraninya kau? Ucapkan lagi di depanku.

Ucapkan! Ayo! Berhadapan langsung!

- Aku di sini! Ucapkan lagi! - Babi, babi, babi, babi!

Babi! Ya Tuhan! Dora, babinya!

- Tidak! Keluar! - Tidak apa-apa!

Sayurannya!

Keluar, keluar!

Margret!

Singkirkan selangnya!

Singkirkan!

Menjauh!

Keluar, babi kurang ajar! Babi kurang ajar!

Sekarang kita punya susu.

Sialan.

Kalian lihat tadi? Dr. Ritter tidak membawa senjata.

"Musim Semi"

Ambilkan!

Heinz!

Apa ini?

Lihat...

Sayuran pertama kita.

Kejutan!

Sekarang kita tetangga sungguhan!

Aku pergi dulu.

- Udaranya lebih sejuk di sini. - Ya.

Beritahu suamimu, dia tidak perlu khawatir. Kami akan tetap di sini sampai istanaku selesai dibangun.

Arsitekku, Ruddy, kesulitan menemukan sumur yang cocok.

- Kesabaranku juga menipis. Iya, kan, Ruddy? - Benar.

Kenapa kau menikahinya?

Kau masih muda dan...

polos.

Dia...

seperti lobak layu.

Hanya ada dua alasan menikahi pria yang lebih tua.

Kalau tidak kaya, atau...

berbakat.

Berbakat. Bagus sekali!

- Aku tidak bilang begitu. - Kau tidak perlu mengatakannya.

Tolong! Ucapanmu sangat tidak sopan.

Ini cuma obrolan perempuan... Mau belajar dari keahlian Robert?

Aku menikahinya karena dia melamarku.

Kasihan sekali kau.

- Aku tidak mau simpatimu. Aku mencari ketenangan. - Sini peluk aku.

Aku hamil.

Kau hamil? Di sini?

Ya.

Itu artinya aku butuh istirahat.

Dan ketenangan.

Dan sebuah komunitas.

Untungnya, keramahan adalah keahlian kami.

Kita akan punya bayi.

Selamat!

- Kita akan punya bayi! - Aku suka bayi!

- Tidak lagi! Jangan! - Sini kau!

- Gedung ini akan jadi hotel termegah di dunia! - Ratu Floreana!

- Di mana kutaruh? - Jatuh lagi ke tanah.

Dora!

Babinya kembali lagi!

Membangun kembali masyarakat setelah kehancuran, kita akan menghadapi rintangan.

Jangan menyerah!

Karena manusia yang putus asa adalah manusia yang menyedihkan.

Orang yang putus asa adalah orang yang tidak mampu berpikir logis.

Tidak mampu...

Sialan.

Ya Tuhan. Mereka berhasil.

Selamat siang, keluarga Wittmer.

Kerja bagus!

Kejutan yang menyenangkan!

Maafkan aku. Pemandangan ini pasti mengganggumu.

Bisakah kau berikan kepala sapinya?

Sebagai gantinya, akan kuberikan ayam-ayam ini.

Jadi?

Dokter?

Maaf mengganggu, tapi aku ingin bertanya apa kau bisa memberiku kehormatan untuk membantu persalinanku?

- Sayangnya, itu tidak mungkin. - Tolonglah.

- Sudah kubilang tidak. Jadi, mau bertukar? - Bisakah Anda mempertimbangkannya?

- Apa tujuan hidup? - Maaf?

- Kau mengandung seorang anak, pasti ada alasannya. - Ya.

- Karena kami ingin anak. - Kenapa?

Karena keluarga lebih penting bagi kami daripada apa pun.

Kenapa?

- Karena memang begitulah adanya. - Karena kau sendiri yang mengatakannya.

- Tidak, karena seluruh dunia mengatakannya. - Dunia.

Berarti kau masih bagian dari kawanan.

Seekor domba yang tidak peduli pada dunia dan...

...semua nilai-nilai dunia hanyalah omong kosong.

Aku bukan lagi bagian dari dunia ini, dan aku bukan lagi seorang dokter.

Ambillah.

Banyak anak lahir setiap hari.

Kemungkinan besar tidak akan terjadi apa-apa padamu.

Bukankah kita sudah jadi vegetarian?

Dora, untuk menjadi vegetarian, kau harus menanam tanaman untuk dimakan.

- Kau selalu sibuk dengan kerajinan tanganmu. - Kita punya cukup telur dan buah-buahan dari pohon.

- Apa kau menyerah pada "Kehendak untuk Hidup"? - Itu kan filosofi Schopenhauer.

"Kehendak untuk Hidup."

- Tentu saja aku mau hidup. - Bukan.

- Aku mau mengisi perutku! - Bukan, itu...

Seharusnya kau lihat kebun mereka.

Pencapaian mereka luar biasa... Tentu saja tidak mengherankan.

Margret itu sehat.

Aku akan berusaha mencukupi kebutuhan kita.

- Bukan, kau mengukir kayu. Untuk membuat tongkat. - Ya.

Kau harus bermeditasi. Sklerosis multipel tidak sembuh dengan sendirinya.

Kau harus fokus pada tulisanmu. Dunia tidak berubah hanya menjadi tempat penuh bunga dan burung.

Apa kau lupa kenapa kita datang ke sini?

Robert.

- Harry, bisa kumpulkan kayu bakar? - Kayu bakar kita sebanyak ini.

Jangan membantah.

Lakukan apa kata ibumu.

Baiklah.

Ya!

Ruddy, tolong panaskan sekaleng kornet untukku.

Jadi anak baik sekarang. Ayo.

Sudah tidak ada yang tersisa.

- Sudah tidak ada kornet lagi? - Dulu kita punya semua kaleng itu.

Begitu juga dengan sari tebunya.

Lalu apa gunamu?

- Kau tahu aku tidak makan makanan pulau. - Tidak ada makanan!

Kita tidak punya makanan, tidak punya kebun, tidak punya hotel, tidak punya harapan.

Kau bukan hanya membuat kami miskin, tapi juga menipu kami!

Hormat untuk pemimpin kita yang pemberani!

Kau baik-baik saja?

Ya, aku baik.

Kesal?

Bukankah kita semua begitu?

Tapi kau seorang baroness, jadi...

Kekuatan tak ada artinya tanpa...

...rasa hormat.

Begitulah caraku sampai di sini.

Jika kau tidak menghormati dirimu sendiri, tak akan ada yang menghormatimu.

Bagaimana denganmu?

Kau menghormati dirimu sendiri?

Aku inginnya begitu.

- Ikuti aku. - Kau mau ke mana?

Aku tidak bisa lari.

Jelas-jelas kau bisa.

Garis antara ketakutan dan keberanian adalah sebuah keputusan tegas.

Ucapkan: Akulah perwujudan kesempurnaan.

- Akulah perwujudan kesempurnaan. - Ulangi lagi dan lari!

Lari!

Akulah perwujudan kesempurnaan.

Aku akan baik-baik saja!

Kau tidak perlu jadi lebih baik! Kau sudah baik-baik saja apa adanya.

Aku baik-baik saja.

Teruskan!

Tinggal sedikit lagi!

Lagi!

Aku bisa bernapas!

- Napasku tidak habis! - Lihat, kan, apa kataku?

Bolehkah aku bekerja di hotelmu?

Sayangku, jadilah pelayanku.

Aku tidak mengerti, tapi baiklah.

Bolehkah aku mengadakan tur mengamati burung?

Kau suka burung?

Ya!

Kalian tidak makan burung di pulau ini?

Tentu saja tidak!

Kami punya ayam.

Jadi begitu.

Bagaimana dengan makanan kaleng?

Mau ke mana?

Berburu dengan Ayah.

- Apa ayahmu tahu kau akan menemuinya? - Tidak akan terjadi apa-apa, aku janji.

Bawa anjingnya bersamamu.

Ayo!

Ayo, ayo!

Cepat!

Ayo!

Sabar ya, Nak.

Tinggal beberapa minggu lagi.

- Tidak ada? - Tidak ada.

Harry!

Heinz!

Baroness!

Bisa dengar aku?

Apa tidak ada orang?

Baroness?

Apa isinya?

Apa tidak ada orang?

Manuel?

Ruddy?

Pelan-pelan...

- Dia datang, dia datang! - Lepaskan aku!

Heinz?

Heinz!

Heinz, bayinya akan lahir!

Harry!

Tolong!

Heinz!

Tidak!

Hanya ini?

Ini hanya untuk beberapa minggu.

Nyonya Wittmer sedang melahirkan.

Dia sendirian.

Dia butuh bantuan!

- Pergi bantu dia! Bantu dia! - Manuel.

- Ayo pergi. - Berhenti.

- Dia bisa mati. - Kubilang berhenti.

Kau datang ke sini karena aku!

Bukan dia!

Kau membantuku!

Mengerti?

Pergi dari sini!

Tidak!

Ya Tuhan!

Serang mereka, Lump.

Menjauh!

Ya Tuhan!

Margret!

- Ya Tuhan. - Heinz?

Bangun!

Ayo!

Heinz...

Buka matamu.

Bangun!

Aku minta maaf.

Bangun!

Lari, ambil gunting, perban, dan benang!

Margret.

Bangun.

Dokter Ritter!

Dokter Ritter!

Istriku sudah melahirkan, tapi dia sakit.

Aku turut prihatin.

Tapi sudah kubilang, Floreana bukan tempat untuk melahirkan anak.

Bayinya baik-baik saja. Aku datang untuk Margret.

Kumohon.

Kumohon!

Friedrich.

Kapan dia melahirkan?

Entahlah, sekitar enam jam yang lalu.

- Kau tidak membawa apa-apa? - Tidak. Aku datang ke sini bukan untuk jadi dokter.

Margret.

Friedrich.

Kau kesakitan, 'kan?

Masih merasakan kontraksi?

Bagus sekali.

Bagus sekali.

Plasentanya tertinggal di rahim. Harus segera dikeluarkan.

Aku butuh air panas dan sendok.

Baik... Ayo.

Baik.

- Apa yang terjadi? - Ada masalah dengannya. Dr. Ritter datang menolongnya.

Kenapa tidak kau hentikan? Kau akan menyusahkannya.

Sayangku? Aku datang padamu untuk membangun hotel.

Dasar bodoh.

Sekarang mereka bertengkar karenamu.

Sungguh, dasar penyihir.

Kau dipecat.

Akan kucari dia!

Baiklah, Margret, tenang.

Tepat seperti itu.

Pegang dia. Margret, lemaskan.

Aku mencoba melepaskannya. Sekarang...

...aku akan memasukkan tanganku,

aku akan menarik plasentanya. Jangan biarkan dia bergerak, Heinz!

Baik.

Sudah selesai, Margret.

Sekarang aku harus... membersihkannya.

Akan kukerok dengan sendok.

Ibu tersayang, aku tidak tahu kapan surat ini akan sampai padamu.

Karena sudah berbulan-bulan tidak ada kapal yang singgah.

Tapi aku punya kabar gembira untukmu.

Kesehatan Harry membaik.

Udara segar Floreana telah memberikan keajaiban dan membuatku dan Heinz lega.

Dengan gembira kukabarkan kelahiran cucumu, Rolf.

Sepertinya kami akhirnya menemukan hal-hal baik di Galápagos.

Jangan ragu untuk membagikan kabar gembira ini kepada keluarga yang lain.

Putri tercintamu, Margret.

Langkah pertama yang bahagia untuk bayi kita yang baru lahir. Kami juga membawakan hadiah yang indah.

Luar biasa...

hadiahnya.

Tetangga zaman sekarang.

Dan juga, untuk kesalahpahaman antara manajemen hotel

dan para penghuni, saya minta maaf.

Kami menyelidiki dan menemukan pelakunya. Karyawan dari Ekuador itu seorang pencuri.

Pokoknya, kami sudah mengusirnya dari pulau. Sayang sekali!

Dia di pantai menunggu perahu nelayan.

Kau tahu giliran siapa selanjutnya untuk diasingkan?

Kau.

Manis sekali.

Kau lihat lenganku?

Kau tahu kau bayi paling beruntung di dunia?

Bayi pertama Floreana!

Jangan lupakan itu!

Aku ingin merayakan keajaiban ini dengan makan siang ulang tahun.

Datanglah bersama keluargamu. Aku akan mengundang keluarga Ritter juga.

Kau akan datang?

Tidak.

- Tetangga kita. - Aku tidak peduli dia Ratu Wilhelmina sekalipun.

Saat kau melahirkan sendirian, dia datang dan mencuri makanan kita!

Lalu dia membawakan havermut kita sendiri dan memberikannya sebagai hadiah?

Pikirkan konsekuensi jika menolak.

Mereka bisa melakukan apa saja, Heinz.

Satu makan siang lagi, untuk terakhir kalinya.

Halo.

Halo, teman-teman.

Terima kasih telah hadir di perayaan yang luar biasa ini.

Kalian telah berbagi di lokasi masa depan "Hacienda Paraiso".

Bersulang...

...untuk Rolf,

untuk istanaku,

untuk awal yang baru!

- Bersulang! - Bersulang!

Selamat makan.

Ini...

...makanan yang melimpah.

Aku sangat bangga dengan makananku.

Ritter, gigi yang indah sekali.

- Kau tidak makan? - Tidak.

Diterjemahkan Oleh: Zain Jakarta, 18 Juli 2025 Support di : https://trakteer.id/ZainSubs

Margret, ceritakan tentang persalinanmu! Menyenangkan, bukan?

- Menyenangkan? - Ya.

Tidak juga.

- Sudah sampai mana tulisanmu, Dr. Ritter? - Kau sedang menulis buku?

Aku suka sekali buku!

Robert, Sayangku, ambilkan buku favoritku.

Kukira Rudolf yang jadi kesayanganmu.

'The Picture of Dorian Gray' karya Oscar Wilde.

Tidak bisa jauh-jauh darinya. Aku sangat menyukainya.

Coba pikirkan, bagaimana jika kita bisa tetap muda selamanya?

Kurasa bukan itu pesan penulisnya.

- Sudah sampai mana bukumu, Dokter? - Ini bukan buku.

- Ini gagasan yang sama sekali berbeda. - Tidak.

Dengan menggabungkan filosofi Timur dan Barat, karyaku akan menyelamatkan manusia dari dirinya sendiri.

- Jadi, ini buku yang lain. - Apa kau menganggap Alkitab itu sebuah buku?

Ya.

Bukan, bukan.

Bisa tolong oper daging curian itu?

Margret, kenapa kau menikahi si miskin ini?

Oh, aku ingat. Dia melamarmu.

- Aku sangat tidak sabar membaca bukumu, Dokter. - Aku juga tidak sabar menyelesaikannya.

Tentu saja, jika para turis menyebalkan ini berhenti mengganggu kita.

Belum ada turis, Sayang, tapi mereka akan datang.

Mungkin akan tiba saatnya aku butuh staf.

Mungkin aku bisa mempekerjakanmu sebagai dokter jaga.

Apa aku tidak sengaja menyinggungmu?

Kau pikir kau lebih baik dariku.

Aku datang dengan niat buruk dan kau datang dengan niat baik.

Tapi kau dan aku...

...kita berdua sama saja.

Kita ini tidak lebih dari pelacur.

Pada hari kau tiba di sini, Dokter, kau memberikan surat-suratmu kepada kapten.

Untuk keluargamu?

Atau teman-temanmu? Bukan, tapi untuk penerbit Times,

Herald,

dan Berliner Zeitung.

Kenapa kau melakukan itu?

Mereka, sama sepertiku, mencari ketenaran.

Aku hanya ingin membangun hotel termahal di dunia.

Sekeras apa pun usahanya.

Apa kabarmu, Dora?

Secara pribadi?

Lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih.

Bagaimana kabar "Buru"?

Dia seperti bayimu, bukan?

Karena kau tidak punya anak, jadi aku mengerti.

Aku sama sekali tidak suka anak-anak.

Tidak, mereka kotor.

Kecuali Harry dan Rolf, tentu saja.

- Dora, kau tidak mau punya anak? - Kami tidak tertarik.

Tuan, kau yang tidak tertarik, tapi Dora...

- Ayo pergi. - Ada apa?

Kau belum mencoba?

- Aku sudah mencoba. Ritter mandul. - Cukup!

- Sekarang aku mengerti. - Cukup!

- Rahimnya sudah diangkat. - Apa?

- Dokternya itu penipu. - Kenapa kau bilang begitu?

- Apa bedanya? - Jangan bicara seperti itu.

- Memangnya penting? - Tentu saja.

Apa artinya semua ini? Semuanya konyol dari awal sampai akhir.

Mulai dari makan siang, hotel, dan semuanya. Aku pergi.

- Dora! Duduk! - Dasar penipu.

Marquis! Ayo.

Apa yang kau lakukan? Apa?

- Berhenti, diam. - Aku yang melatihnya.

Ayo!

Anak baik.

Anjing tidak main-main dengan manusia. Pertama, kau harus menyakiti mereka,

lalu menyembuhkan mereka.

Dan, voilà!

Mereka akan mencintaimu selamanya.

Keluar dari pulauku!

Jika kau tidak pergi dengan kemauanmu sendiri,

akan kuikat tangan dan kakimu dan kulempar kau keluar!

- Diam! - Baroness.

Meskipun aku tidak keberatan jika kau mengikat tangan dan kakiku,

tapi kumohon, ini bukan pulaumu.

Pulauku.

- Siapa bilang ini pulaumu? - Gubernur Galápagos.

Pria yang baik sekali.

- Palsu. - Bacakan yang keras.

Tidak.

"Dengan ini, kepada Baroness Eloise von Wagner-Bosquet...

- ...empat ratus hektar tanah..." - Palsu.

"...saya memberikan hak untuk membangun istana di titik mana pun pilihannya di Pulau Floreana."

Tidak mungkin.

- Dia hanya memberiku enam hektar. - Karena kau tidak punya visi.

Setiap jengkal pulau ini, dari pantai sampai kandang burungmu, adalah milikku.

Ayo pergi.

Kau mau bilang sesuatu?

Terima kasih atas makan siangnya yang lezat.

Aku butuh senapan.

Sebagai gantinya, kuberikan 5 kilo beras.

Kau bukan pemburu.

Sepuluh kilogram.

Apa kau benar-benar menikahiku hanya karena aku melamarmu?

- Jangan biarkan ucapannya memengaruhimu. - Jawab aku.

- Kenapa kau membahas ini? - Ini penting bagiku.

Aku berumur 23 tahun, Heinz.

Aku tinggal dengan kakek-nenekku.

Bersama...

adik perempuanku yang sudah bertunangan.

Di samping ibuku yang setiap menit memperhatikan tingkah anehku.

Aku ini aneh.

Aku sangat pemalu, rasanya mustahil ada yang mau menikahiku.

Kau orang pertama yang menciumku.

Jadi ya, aku menikahimu karena kau melamarku.

Iblis.

Friedrich...

Letakkan senapannya.

Friedrich, ini bukan solusinya.

Jangan lari dari rasa sakit;

rangkulah.

Rasa sakit memberi kita misi.

Rasa sakit memberi kita makna.

Rasa sakit adalah kesaksian hidup kita.

"Musim Panas"

Jangan tertipu oleh orang-orang munafik di antara kita.

Mereka adalah panutan palsu yang ingin mengendalikan kita dengan moralitas mereka.

Jangan biarkan mereka!

Jangan tertipu oleh para pesolek dan gerombolan liar!

Yang satu-satunya tujuan hidup adalah untuk mengalihkan perhatian kita,

untuk mengubah kita kembali menjadi hewan tak berakal.

Tidak!

Korupsi inilah yang membawa kita ke jurang ketiadaan, dan karena itu kita harus bergerak lebih cepat.

Karena tujuan kita jauh lebih tinggi.

Tidak.

Karena tujuan kita adalah menaklukkan ego. Bukan, itu kata-kata Nietzsche.

Tujuan kita adalah meruntuhkan sistem ini.

Penderitaan tanpa henti adalah tujuan keberadaan kita.

Sialan, omong kosong yang konyol sekali.

Tujuan kita adalah...

...tujuan kita adalah...

...tujuan kita adalah...

Aku baru menemukan ini.

Permisi.

Aku tidak bermaksud mengganggu...

Bisakah kau memberiku sesuatu untuk dimakan? Sudah beberapa hari aku tidak makan.

Aku belajar semuanya dari film.

Gelar Baroness, aksen Eropanya, sikapnya, dan ceritanya, semua bohong.

Dia bilang ibunya seorang pelacur yang meninggalkannya saat dia berumur tujuh tahun.

Semua bohong.

Orang tuanya mengusirnya karena dia seperti lubang hitam yang menelan segalanya.

Dia membolak-balikkan seluruh Eropa dan memanfaatkan semua orang dengan kecantikannya.

Pada akhirnya, dia tidak meninggalkan apa pun selain kehancuran.

Dia berakhir di Paris.

Dipaksa menari di klub malam selama berhari-hari.

Di sanalah aku bertemu dengannya.

- Di mana Philippson dalam cerita ini? - Dia bekerja di tokoku.

Setelah menghabiskan uangku dan tidak menyisakan apa-apa,

dia mendengar kisah Dr. Ritter dan meyakinkan kami bahwa inilah takdir kami.

- Kau juga percaya padanya? - Ya.

Aku tahu.

Aku tahu kami telah ditipu.

Tapi saat...

...Eloise mencintaimu,

akal dan kecerdasanmu akan lenyap.

Kau akan lihat sendiri...

Kau akan merasa hidupmu punya misi suci.

- Di mana rokokku? - Sudah kau isap semua.

- Aku mengumpulkan puntung rokokmu sampai sekarang. - Apa yang kau lakukan di sana?

- Apa yang kau katakan pada mereka? Kebohongan apa yang kau ucapkan? - Muka macam apa itu.

Kau pergi mengemis makanan!

- Mereka ingin memecah belah kita. - Aku tidak peduli! Aku lapar!

Hujan itu di luar kendaliku, Ruddy. Aku bukan Tuhan.

Itulah masalahnya, kau bukan siapa-siapa!

Ketenangan yang tak terlihat.

Tuan-tuan,

selamat datang di surga.

Ya Tuhan.

- Cepat bersihkan semuanya! - Baik.

- Tamu kita akhirnya tiba. - Ya, kau benar.

Ruddy!

Bantu kami bersih-bersih.

- Kenapa? - Karena kita kedatangan tamu.

Mungkin ini satu-satunya jalan keluar kita dari pulau ini.

Senang bertemu lagi, Dr. Ritter! Sudah dua tahun sejak perjalanan terakhirku ke Galápagos.

Sudah merekam?

- Ya, Pak. - Bagus.

Sekarang ambil gambar dari Kotak Pos, lalu kita ke tempat Friedo.

Aku dengar ada kekeringan parah, jadi selain air, biji-bijian, dan minyak,

aku membawa benih dan daging kalengan.

Allan Hancock.

Senang bertemu denganmu.

Pemilik kapal besar ini punya nama yang unik.

Yah, kurasa di Amerika juga sama saja.

Memang begitu.

Sebenarnya apa bisnismu di Amerika, Allan Hancock?

Bisa dibilang, aku punya banyak keahlian. Minat utamaku adalah penelitian dan eksplorasi.

Tentu saja, aku juga di bidang perminyakan, membeli dan membangun tanah, dan juga menyutradarai.

Kau tinggal di Hollywood?

Saya memiliki Hollywood, Nyonya!

Kau punya rumah di Hollywood?

Bukan, dari Rancho La Brea sampai Laurel Canyon itu milikku.

Luasnya sekitar 2.500 hektar.

Bukankah itu keluarga Wittmer?

- Luar biasa. - Kerja bagus!

- Hebat! - Terima kasih!

- Sungguh menakjubkan. - Hadirin sekalian.

Suatu kehormatan besar bisa bersama kelompok yang unik ini.

Di samping para ahli biologi, botani, dan kelautan terbaik,

juga orang-orang paling berani yang pernah kutemui.

Dokter Ritter, Anda adalah seorang pelopor sejati.

Kami semua menantikan karyamu dengan antusias.

Tuan dan Nyonya Wittmer,

kalian telah membuat yang mustahil menjadi mungkin. Melahirkan anak pertama di Pulau Floreana.

Anda adalah perwujudan sejati dari 'survival of the fittest'.

Dan terakhir,

Baroness.

Mungkin Dr. Ritter adalah alasan orang lain tertarik pada pulau ini.

Tapi Anda... Anda membuat semua orang terpikat pada Anda.

Bersulang untuk semua yang berani bermimpi!

- Bagus sekali. - Bersulang.

Lihat!

Ya Tuhan!

Gunungnya akan meletus lagi.

Kita butuh makanan sebanyak mungkin malam ini. Ayo.

Ambil semua yang bisa kau dapatkan dan aku akan mengambil sisanya saat fajar.

Friedrich, berhenti!

Berhenti!

- Apa? - Berhenti.

Aku tahu kita lapar, tapi ini bukan sifat kita.

Apa? Kau lebih rela mereka yang memakannya? Dan kita mati kelaparan?

Tidak, aku lebih memilih hidup sesuai prinsip yang kupelajari darimu.

Ada apa denganmu?

Aku mau makan.

Aku belum pernah melihatmu sepanik ini.

Allan, Sayang, aku ingin menunjukkan desainku.

Tidak adakah cara agar kau bisa tinggal lebih lama?

Sayangnya, kami akan melakukan ekspedisi laut besok.

Allan!

Permisi?

Harus kuakui, awalnya aku ragu padamu.

- Benarkah? - Dalam pengalamanku,

para pemula biasanya sangat dangkal.

Tapi kau adalah seorang pria sejati.

Baroness, kurasa ini bukan ide yang bagus.

Permisi.

Tidak.

Ya Tuhan.

- Kau baik-baik saja? - Dadaku...

- Kau baik-baik saja? - Dadaku sesak.

Kau merasakannya?

Tidak, aku...

- Aku akan panggilkan dokter kami. - Dia tidak bisa menolong.

Rasa sakit ini dari hatiku, Sayang. Hidup di sini begitu sepi.

Hanya ada satu solusi.

Permisi...

Apa kau benar-benar mendapatkan hasil dari trik ini?

- Trik? - Dengar, duniaku dan duniamu itu berbeda.

Tidak!

Kita sama-sama terpelajar dan sangat kaya.

Eloise.

Kami semua sangat menyukai sang Baroness. Tapi ini semua hanya sandiwara.

Kau hampir membongkar kedokku, Allan Hancock.

Dasar nakal.

Baiklah.

Ayo, cium aku!

Selamat tinggal, Eloise. Kapalku sudah menunggu.

Kau akan menyesal!

Aku yakin tidak akan.

Kau sudah tanya? Apa dia akan membawaku?

Dia berinvestasi di hotelku, dan dia sangat terkesan.

Sekarang bawa peti-peti ini.

Tidak, aku mau bicara dengannya sekarang!

- Siapa yang mencuri makananku? - Aku mau pergi. Aku takkan tahan seminggu lagi.

Diam saja!

Tidak ada yang tidur sampai semuanya ada di dalam tendaku.

Baiklah.

Akulah perwujudan kesempurnaan.

Akulah perwujudan kesempurnaan.

Akulah perwujudan kesempurnaan.

Akulah perwujudan kesempurnaan.

"Kotak Pos"

Ayo, ayo!

Waktunya memilih pihak.

Ada yang bisa kubantu, Dr. Ritter?

Suruh temanmu ini menyingkir.

Dia melindungi makanannya.

- Makananku! - Makanan kita!

Heinz, apa kau benar-benar mengira dia akan membaginya?

Ya Tuhan! Bukan, dia ingin mencurinya.

- Jangan dengarkan omong kosongnya. - Kita akan mati kelaparan di pulau ini.

Hanya aku yang peduli dengan kesejahteraan kita.

- Kami mau hak kami lalu kami pergi.

- Turunkan. - Kau yang turunkan senjatamu.

- Jangan todongkan senjatamu padanya! - Aku mau makananku!

- Ayah! - Harry!

Hentikan!

- Apa yang kalian lakukan di sini? - Hentikan semuanya!

Kumohon!

Di mana saja kau?

Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan kami.

Aku mau pergi berburu.

Kau tidak menyisakan apa pun untuk ayam-ayamku?

Beri mereka ini.

- Tidak, ini acar. - Acar.

Aku tidak akan memberikannya, mereka akan baik-baik saja.

Aku tidak akan menyia-nyiakan daging bagus untuk sisa ayam ini.

Makan!

Ruddy?

Ruddy.

Keluarlah sebentar.

- Ini jebakan. - Aku hanya ingin bicara.

Jangan bodoh.

Sudah terlambat.

Aku tidak akan pernah melupakan perasaan saat pertama kali kita bertemu.

Karenamu, aku percaya.

Aku percaya bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk dunia ini.

Ambil ini.

Apa ini?

Pakaian dan makanan.

Jika kau mau pergi, pergilah.

Aku tidak akan menghalangimu, Ruddy.

Ada lagi yang kau butuhkan sebelum aku pergi?

Ada apa?

Hei, tenang.

- Ada sesuatu di kebun. - Babi?

Air kita.

Tidak.

Friedrich.

Friedrich, kemari dan lihat.

Bukankah sudah kubilang jangan beri mereka daging busuk?!

Kemari!

Buru.

Buru?

Buru?

Di mana Buru?

Buru.

Margret.

Kau tidak melihat Buru?

Apa dia di tempatmu?

Tidak... kenapa?

Seseorang telah mencurinya.

Jika aku tahu siapa pelakunya, akan kubunuh dengan tanganku sendiri!

Harry, pergi bantu dia.

- Seseorang membunuhnya. Dia sudah mati. - Ritter!

- Aku yakin dia sudah mati. - Aku jatuh ke tanah.

Demi Tuhan.

Dora!

Duduk.

Aku yang membunuhnya.

- Bodoh! - Waktu itu gelap.

- Aku tidak lihat... - Hentikan.

Kau benar.

Waktunya telah tiba untuk memilih pihak.

Eloise.

Dora hancur. Heinz membawanya pulang.

- Apa Ritter mencurigai Heinz? - Mereka saling menghancurkan.

Kau berhasil!

Aku tidak tahu bagaimana, tapi kau berhasil.

Kau berhasil!

Sialan, kau berhasil!

Tolong, tolong, jangan sakiti aku.

Dia memaksaku.

Dia memaksaku... Dia bilang aku bisa pulang.

Aku sangat menyesal.

Tolong, aku hanya ingin pulang!

Kita harus memikirkan atap sebelum hujan turun.

Pergi ke lembah dan kumpulkan rumput.

Sekarang?

Ya, kalian berdua.

Petualangan besar pertama Rolf! Ayo, Lump!

Ayo!

- Ini rencana bicaramu? - Kita akan bicara.

Baroness!

Kita bicara sebentar!

Pergi dan kembali lagi nanti!

Aku tidak bisa.

Sekarang!

Baroness?

Ya Tuhan!

Lega sekali rasanya.

Aku sudah mencoba kabur darinya selama berbulan-bulan.

Dia itu kasar.

Pikirannya tidak waras. Dia mau semuanya untuk dirinya sendiri.

Dia perwujudan semua hal yang kucoba hindari di Paris.

Hadirin sekalian, aku ingin memberikan sebuah usulan.

Aku ingin meminta kalian...

Aku akan menawarkan bagian yang sama dari Hacienda Paraiso.

Masing-masing seperempat.

Kalian semua punya nilai, bakat, dan kemampuan untuk bertahan hidup.

Kalian sudah membuktikannya berkali-kali.

Mari kita resmikan. Aku akan ambil pulpen.

Aku tidak akan memberitahu Dora apa pun.

Kau juga jangan beritahu Margret.

Pada akhirnya, kita harus mengatakan sesuatu.

Mereka pergi!

Mereka pergi!

- Mereka sudah pergi. - Siapa yang pergi?

Eloise bilang kemarin dia dan Philippson akan naik perahu ke Tahiti.

Tentu saja aku tidak percaya, tapi saat aku bangun pagi ini, mereka sudah tidak ada.

Siapa yang menulis surat ini untukku?

Jadi?

Ditandatangani oleh Robert.

Baroness meninggalkan pulau ini?

Ya, dengan perahu.

- Aku tidak melihat perahu. - Aku juga tidak.

Aku juga.

Baiklah, mereka sudah pergi.

Akan kujual barang-barangnya.

Dia tidak membawa pakaiannya, hanya perhiasannya yang berharga.

Untuk orang yang begitu terikat pada hartanya, dia tidak membawa banyak barang.

Aku akan ambil makananku, sendok, garpu, dan dua karpet.

Meja makannya akan kubeli darimu.

Seratus.

500.

125.

400.

150.

300.

200.

Kau tidak mau aku pergi? Aku tak bisa pergi tanpa uang.

Tawaran terakhir 250. - Kukasih 225.

Apa yang kau lakukan? Jangan curang.

Dia akan menjebakmu.

Siapa?

Dr. Ritter.

Kenapa?

Atas kasus pembunuhan.

Kita bahkan tidak tahu mereka mati atau tidak.

Kita mulai dari awal lagi?

Aku mendengar suara tembakan.

Kemarin.

Aku melihat senjatamu sebelum aku tidur.

Masih terisi penuh.

Aku sudah memeriksa pelurunya. Tidak ada yang hilang.

Berarti bukan kau yang menembak.

Siapa lagi yang punya senjata? Rudi Lorenz? Bukan.

Dr. Ritter?

Aku tidak mau terlibat dengannya. Ini semua salah Philippson.

Dr. Ritter... - Hentikan.

Dia akan menulis surat pada Gubernur. Lalu Gubernur akan datang ke sini. Terus kenapa?

Kau harus meninggalkanku.

Dan pergi ke mana?

Kita membangun segalanya di pulau ini.

Meskipun mereka selalu menghalangi jalan kita.

Mereka akan gagal.

Dan mereka tidak akan berhasil.

Karena kita adalah keluarga.

Suratku sudah kumasukkan ke kotak pos.

Sebentar lagi akan ada kapal datang dan semuanya akan berakhir.

Aku akan meninggalkanmu sendiri.

Aku tidak bercanda.

Aku tahu, kau kan tidak punya selera humor.

Itulah yang membuatnya sangat lucu.

Kita datang ke sini untuk tujuan yang mulia.

Tapi kau malah menghabiskan harimu dengan menipu tetanggamu.

Mereka menghancurkan hidupku.

Bukan, Friedrich.

Kau sendiri yang menghancurkan hidupmu.

Kau telah mengkhianati prinsip-prinsip kita.

Apa itu sakit?

Jangan sentuh! - Sakit, kan?

Jangan sentuh! - Kita datang ke sini untuk menghadapi rasa sakit!

Mulai sekarang, jika ada masalah, kita akan menyelesaikannya.

Kita akan hadapi.

Ini rasa sakitku! Aku harus melaluinya. Aku harus menahannya.

"Dari semua yang tertulis..." Bagaimana kutipannya?

"Dari semua yang tertulis, hanya yang..." - Jangan ulangi kata-katanya.

"...seseorang tulis dengan darahnya yang kusuka."

Kata-kata siapa itu? - Jangan mengutipnya.

Kau membuatnya malu. - Siapa yang mengatakan itu?

Kau pengkhianat.

Kau pengkhianat rendahan!

Kau mau mencabut gigiku?

Dora.

Jadi kau di sini.

Heinz bilang ayammu sakit. Obat ini akan membantu.

Tidak, Friedrich bilang kami masih bisa memakannya kalau direbus.

Kalau begitu, ambillah ini untuk telurnya.

Tidak, tidak.

Apa yang Dr. Ritter katakan padamu tentang sang Baroness?

Bahwa Heinz membunuhnya?

Jaga bicaramu.

Dia membohongimu.

Dia orang yang berbahaya, Dora.

Friedrich Ritter telah mendedikasikan seluruh hidupnya

untuk perdamaian.

Lalu kenapa dia menukar kita dengan senjata?

Karena kita berada dalam situasi di mana kita punya alasan yang bisa diterima.

Ada apa dengan gigimu?

Gigiku rusak. - Aku punya antiseptik untuk gusimu. Kumohon.

Apa kau berencana berteman denganku?

Kau bukan temanku. - Aku juga bukan musuhmu.

Dr. Ritter sangat cerdas dan aku yakin dia punya rencana hebat untuk membawa kita keluar dari pulau ini.

Tapi setelah itu apa?

Hanya akan ada kau.

Dan dia.

Dan ketenangan pikiran yang telah kalian renggut dari kami.

Itu adalah kesalahan umum

bahwa merebus daging busuk bisa membunuh bakteri.

Ya, bakterinya memang mati.

Tapi racun yang dilepaskan ke dalam daging tidak akan hilang.

Tolong!

Tolong!

Akan kuberi kau 50 untuk membawaku ke Pulau Isabela!

Arusnya deras ke sana. - Tidak, kumohon.

100.

Bahan bakarku tidak cukup. - 200.

Baiklah.

Ya.

Aku bisa merasakannya...

Kata-kata itu mulai berdatangan.

Mereka selalu mengunggulkan manusia di atas hewan. Dari Nietzsche hingga Kekristenan...

Tapi naluri hewani kitalah kebenaran sejati kita.

Kita berburu, bertarung, berhubungan seks.

Kita membunuh. Itulah tujuan hidup. - Ya.

Kita berada di usia sepuluh ribu tahun.

Jika 10.000 tahun yang lalu kita lari dari diri kita sendiri... - Ya.

Cukup.

Bagaimana kalau kita rayakan dengan ayam? - Ide yang bagus sekali.

Aku kelaparan.

Aku merasa seperti ruang yang begitu luas telah terbuka di benakku,

penuh dengan ide-ide baru.

Aku merasa telah dewasa, seperti terlahir kembali.

Kau tidak makan? - Tidak.

Gusiku masih berdarah.

Kalau begitu, lebih banyak untukku.

Dedikasi bertahun-tahun telah membawa kita ke titik ini.

Dora? - Friedrich.

Dia sakit parah.

Kau harus datang.

Bisakah kau datang?

Harry? Pergi cari ayahmu.

Apa yang terjadi?

Keracunan makanan.

Tidak ada yang bisa disalahkan.

Cepat, Harry, ayo pergi.

Dora?

Kurasa sebaiknya kau datang.

Friedrich.

Sekarang...

sekarang kau abadi.

Kau lihat?

Aku...

...mengutukmu.

Dengan napas terakhirku...

Aku mengutukmu.

Selamanya.

"MUSIM GUGUR"

Perhatian! Beri hormat pada Gubernur!

Masuk ke dalam!

Sendirian!

Jangan buang waktuku! Baca ini!

Saya tidak menandatanganinya. - Tuan Wittmer, saya tahu apa yang Anda lakukan.

Istrinya!

Istrinya!

Suamimu membunuh sang Baroness.

Benarkah?

Lalu siapa yang memberitahumu? - Dr. Ritter.

"Pembunuhan di Floreana" oleh Dr. Friedrich Ritter.

Dia menulis surat, seorang nelayan mengantarkannya minggu lalu.

"Apa Anda percaya omong kosong ini?" Dora Strauss membenarkan.

Dan tidak ada yang bertanya padamu mengapa Dr. Ritter meninggal?

Keracunan makanan.

Seorang pria yang sudah di sini selama 4 tahun,

tiba-tiba jadi sebodoh itu dan makan ayam busuk?

Apa Dora memberitahumu kalau aku memberinya ayam segar sehari sebelumnya?

Hadapilah kenyataan, Gubernur. Dr. Ritter sudah meninggal.

Rudi Lorenz menjual properti milik Baroness.

Suasana hati Dora juga sedang tidak baik.

Tapi kami, keluarga Wittmer, yang tidak bermusuhan dengan siapa pun,

kami tidak melarikan diri,

tidak melakukan hal mencurigakan, malah menjadi tersangka utama?

Permisi, Tuan-tuan.

Hanya kalian yang tersisa.

Kalian yakin tidak mau ikut?

Ini adalah rumah kami.

Ayo berangkat!

Jasad Baroness dan Philippson tidak pernah ditemukan.

Dora Strauss kembali ke Jerman dan wafat pada 1943 akibat penyakit sklerosis multipel.

Sebelum wafat, Dora menerbitkan versinya mengenai kejadian di pulau tersebut.

Margret Wittmer menanggapinya dengan merilis bukunya sendiri, yang bertentangan dengan cerita Dora.

Rudi tidak pernah berhasil mencapai Pulau Isabela.

Ia dan sang kapten ditemukan 50 mil dari Pulau Floreana.

Mereka kehabisan bahan bakar dan tersesat.

Margret tinggal di pulau itu hingga wafat pada tahun 2000, di usia 96 tahun.

Keturunan mereka masih tinggal di sana hingga hari ini,

mengelola sebuah hotel wisata kecil.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.