Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERSEMBAHAN NETFLIX
Ya, dia akan suka itu, aku yakin.
Bisa kaubayangkan?
Putri yang begitu baik!
Maksudku, dia telah merawatnya selama bertahun-tahun.
Dia sudah banyak berkorban.
Setidaknya kini dia akan bebas kembali.
Bisakah dia tampil lagi? Sudah satu dekade.
Apa lagi yang akan dia lakukan?
Entahlah. Kurasa dia juga tak tahu.
1. MISI
Anton,
Paloma,
ini Charlotte Willmore.
Anton... Paloma...
Anton...
Paloma, ini Charlotte Willmore.
Ya, ini aku. Hai.
Anton, Paloma. Hai.
Ini Charlotte... Willmore.
Aku tak tahu kalian di mana.
Mencari pemain selo muda di tempat eksotis, aku yakin.
Omong-omong, aku tahu itu sudah lama, tapi ibuku akhirnya meninggal
dan aku tak perlu di sini lagi.
Jadi...
kalau boleh,
aku ingin datang dan bergabung dengan kalian.
Charlotte.
Paloma dan aku sangat menyesal tentang ibumu.
Setelah pencarian selama lima bulan di tiga benua,
kami senang untuk membawa finalis
luar biasa kami bersama di Shanghai untuk konser terakhir.
Akademi Bachoff di Boston
didirikan oleh kakekku, Emil pada tahun 1927
sejujurnya merupakan fasilitas musik
swasta premier pertama bagi pemain selo muda di dunia.
Setiap tahun, kami mengajar ratusan siswa di Massachusetts,
tapi hanya segelintir yang diberi kesempatan
hak istimewa, sungguh,
untuk tinggal dan belajar di akademi
karena itu, aku sangat senang pemenangnya malam ini akan menerima
beasiswa empat tahun untuk masuk Bachoff.
Sekarang, faktanya
siswaku yang paling berharga,
Elizabeth Wells, salah satu pemain selo muda terbaik di planet ini,
akan menilai konser terakhir malam ini adalah bukti...
betapa berbakatnya ketiga gadis muda ini.
Mendengarkan Lizzie bermain musik sangat... murni, sangat sempurna
sedekat mungkin dengan Tuhan.
Dekat dengan Tuhan seperti yang ingin kudapatkan untuk saat ini.
Tapi Lizzie bukan satu-satunya kejutan kita malam ini.
Selama empat tahun,
aku melatih Charlotte Wilmore di Bachoff.
Charlotte langka dan luar biasa berbakat
yang siap untuk kejayaan
dicapai dengan sangat sedikit, tapi lalu seperti yang kalian semua tahu,
ibunda tercinta Charlotte, Ruth
menderita sakit.
Charlotte menunda kariernya dan kembali ke rumah untuk merawat ibunya.
Ini adalah jiwa Charlotte.
Aku senang Charlotte menghubungi Paloma dan aku…
senang bahwa setelah hampir satu dekade,
dia kembali dalam hidup kita.
Hadirin sekalian, juri kedua kita untuk malam ini,
Charlotte Willmore.
Ini Baijiu. Vodka Tiongkok.
Dua seloki akan membuatmu lancar berbahasa Mandarin.
Charlotte!
Bagus, aku mencarimu tadi.
Kau pasti ingat dua pemberi tugas yang melelahkan ini dari akademi?
Astaga, senang bertemu denganmu.
Theis and Geoffrey.
Meski setelah bertahun-tahun.
Charlotte, kau di sana!
Kami permisi dulu.
Aku ingin memperkenalkanmu sebelum kita harus naik dan mulai.
Dia tak sabar bertemu denganmu!
Dan ini dia, Charlotte,
bintangku.
- Elizabeth... - Elizabeth Wells.
Tentu saja.
Lizzie, senang melihatmu.
Hei.
Musikmu, Lizzie, lebih dari sekadar indah.
Maksudku, maaf. Apa aku pria paling beruntung di dunia?
Aku bahkan tak minum dan merasa mabuk.
Dua siswaku yang paling sempurna bersama.
Astaga, kita harus memulai ini.
Aku penggemar beratmu.
Aku tahu kedengarannya konyol, tapi sudah kuunduh semua musikmu
dan profil majalah New York Times
bulan lalu, foto-fotomu luar biasa, dan cara...
Usiaku sembilan tahun saat pertama kali melihatmu tampil.
Kau 14 tahun dan semua
yang kuinginkan. Idolaku.
Jangan gugup di dekatku, Charlotte
Aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu.
Mau tahu rahasia?
Gadis di sebelah kiri akan menang.
Dia brilian. Lebih mahir daripada dua pemain lainnya.
Aku setuju,
tapi itu tak membuat situasinya dramatis lagi, bukan?
Kau menginginkan drama?
Perhatikan ibu gadis lain dengan gaun biru.
Dan pria dengan celana panjang abu-abu.
Dia ayah dari gadis di tengah.
Ada sesuatu di antara mereka.
Begitulah mereka.
Tepat di depan pasangan mereka.
Lihat saja.
Aku pertama kali memperhatikan selama semifinal.
Ini agak lucu.
Juga... agak panas.
Lihat saja.
Tangannya...
Aku tahu seharusnya aku tidak memata-matai, tapi...
itu...
Itu membuatku terangsang.
Kita sebenarnya pernah bertemu sekali sebelumnya.
Kita pernah bertemu?
Itu hari saat kau meninggalkan Bachoff.
Ibumu baru saja terserang stroke dan
kau mengemas semua tasmu,
Aku baru masuk, gugup,
bersemangat, dan...
aku melihatmu.
Pahlawanku...
Itu sudah lama sekali.
Apa kau pernah bermain lagi?
Butuh waktu lama setelah aku meninggalkan Bachoff.
Bertahun-tahun sejujurnya, tapi sekarang aku...
menyukainya.
- Karena bermain untuk diri sendiri? - Benar.
Sepanjang waktu dengan Anton,
latihan,
pertunjukan, tekanan menjadi sempurna...
- Itu... - Aku tahu.
Apa kau pernah berpikir untuk pergi?
Bachoff?
Ini keluargaku. Aku tak pernah bisa...
Tak pernah?
Tidak, tidak pernah.
Lagi pula itu... pekerjaan...
Pekerjaan spesial ini.
Itu yang diharapkan dari kita.
Aku tak rindu mendengar itu.
Kau akan senang mengetahui aku memberi diriku sedikit liburan.
Yang pertama selamanya.
Mulai besok.
- Luar biasa. - Aku tahu.
Aku tahu aku sebenarnya bisa
tidur.
Tidak bermimpi tentang not atau skala, mengistirahatkan tanganku.
Membuat sedikit masalah.
Minum lebih dari satu gelas di malam hari.
Baijiu-nya enak.
Itu yang aku dengar.
Sebaiknya aku mencobanya.
Astaga!
Apa itu sesuatu yang dia makan?
Astaga, semoga ini tak terkait dengan peristiwa di selatan.
Apa yang terjadi di selatan?
Semacam demam berdarah dekat perbatasan Hunan.
Melewati udara. Hal-hal penularan yang nyata.
Kita baru saja mencari di Hunan.
Ah, tak mungkin itu.
Kuharap tidak.
Kau tahu bagaimana Anton suka menemukan siswanya di tempat terpencil.
- Hunan, Kamboja... - Minnesota.
Tampa.
Kau mau menari denganku nanti?
Ya.
Bagus.
Lizzie, kau di sana. Anton mencarimu.
Ayo.
Elizabeth.
Elizabeth. Aku hanya memberi tahu Geoffrey dan Theis
bahwa aku berharap kami bisa meyakinkanmu untuk memainkan satu lagu pendek, tolong.
Hanya jika kau bisa meyakinkan Charlotte untuk main selo kedua denganku.
- Astaga. Ya, tolong. - Tidak.
- Tidak. - Tidak. Kita harus.
Tidak. Lizzie, Lizzie. Aku tak bisa.
Sempurna. Kumohon.
Kumohon! Ya, wujudkanlah.
- Astaga. - Duet selo nomor tiga?
Oh, ya. Sempurna.
- Kau masih tahu itu. - Mimpi jadi nyata.
Lizzie…
Lizzie, aku seorang amatir sekarang.
Kau telah dan akan selalu menjadi orang yang membuat jantungku
berhenti berdetak saat kau bermain.
Hadirin sekalian,
kita akan menyaksikan
sesuatu yang luar biasa.
Kau pernah tidur dengan wanita sebelumnya?
Aku belum pernah dengan siapa pun sebelumnya.
Belum pernah? Dengan seorang pun?
Ibuku sakit,
aku pulang.
Semua hal lainnya
ditunda.
Jadi... aku yang pertama?
Pertama dan terbaik.
Aku bepergian ke barat besok.
Ikutlah denganku.
Sungguh?
Ya.
Aku bebas dan tanpa aturan.
Bus kecil, kota aneh. Sejauh mungkin dari kelas satu yang bisa kudapatkan.
Menjauh dari segalanya dan semua orang.
Aku berharap kita bisa bersama.
Kurasa kau juga.
Aku belum pernah bertemu orang sepertimu.
Maksudku...
kita sangat berbeda.
Namun...
kita lebih mirip daripada kelihatannya.
2. JALAN BERPUTAR
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Apa kau mabuk sepertiku?
Ya, begitulah.
Aku sudah lama tak minum banyak alkohol.
Vodka Tiongkok itu brutal.
Kau mau Ibuprofen?
Kumohon, ya.
Kepalaku sakit.
Aku butuh 50 butir.
Apotek buka.
Apa itu? Penawar mabuk?
Ini obat terbaik.
Kita sedang berlibur, 'kan?
Kau benar-benar tak bisa bahasa Mandarin?
Seperti, bahkan ni hao?
Aku bisa katakan ni hao, tapi baru saja yang kaulakukan,
membeli tiket bus,
maksudku, aku akan butuh waktu tiga jam
dan banyak gerakan tangan manik lalu menangis putus asa
dan mungkin kita akan berakhir di Korea Selatan.
Atau kau bisa saja menggunakan bus dan emoji tiket. Itu sama saja.
Itu poin yang sangat bagus.
Yakin kau tak apa-apa?
Kau terlihat seperti sedang berjuang.
Jujur, aku merasa sangat buruk.
Baiklah. Yakin kau mau melakukan ini?
Kita bisa kembali ke hotel untuk hari ini
dan memesan bayar-per-tayang lalu kau bisa jernihkan pikiranmu...
Tidak, aku hanya punya dua minggu. Aku tak mau menyia-nyiakannya.
Bermain menahan rasa sakit.
Bermain menahan rasa sakit.
Kau tak mau membeli makanan sebelum pergi?
Mungkin bisa membantu.
Baiklah.
Ide terburuk dalam sejarah?
Aku hanya perlu muntah di bus itu.
Haruskah kita minta bon dan anggap ini tak pernah terjadi?
Ini momenmu.
Kau bisa mundur dengan anggun dan aku tak akan menyalahkanmu.
Pergi ke bandara seperti tak pernah bertemu?
Tepat.
Lizzie. Lizzie siapa?
Aku tak tahu siapa yang kaubicarakan.
Jangan membuatku tertawa.
Kau yakin ingin melakukan ini?
Aku baik-baik saja. Aku hanya perlu duduk.
- Astaga. - Apa?
- Tak ada. - Apa?
- Ada serangga. - Astaga.
Ya, bus ini belum pernah dibersihkan sama sekali.
Aku sudah bilang itu akan...
Bebas dan tanpa aturan. Kau tak bercanda.
Seperti ada api di kepalaku. Ini sangat gila.
- Kau mau minum air? - Ya.
Ini dia.
Sial.
Rasanya seperti mulutku belum pernah sekering ini.
Aku butuh Ibuprofen lagi.
Baiklah.
Aku akan lebih baik setelah minum beberapa, sumpah.
Terima kasih.
Tidak. Itu terlalu banyak.
Apa itu ide bagus saat perut kosong?
Ini enak. Aku akan, aku akan baik-baik saja sekarang.
Aku akan baik-baik saja.
Charlotte.
Aku perlu ke kamar mandi.
Perutku mual.
Kepalaku bahkan lebih buruk. Entah apa yang terjadi.
Aku hanya perlu ke kamar mandi.
Kita di tempat terpencil.
Aku hanya perlu ke toilet.
Bisa minta sopir bus berhenti?
- Ya, tapi aku tak bicara... - Tolong, Charlotte.
Aku mual. Tolong lakukan saja.
Aku merasa seperti perutku akan meledak.
Baiklah.
Baiklah. Permisi...
Aku tidak...
Ada yang bisa membantuku?
Temanku sakit.
Ada yang bisa bicara bahasa Inggris di sini?
Pak.
Permisi. Temanku sakit.
Bisa tolong hentikan busnya?
Pak, bisa tolong hentikan busnya agar dia bisa ke toilet?
Pak, bisa tolong hentikan busnya?
Permisi?
Ada yang bisa membantuku?
- Dia sakit? - Ya, dia sakit parah. Kami...
- Temanmu? - Kami perlu toilet.
Pak, bisa berhenti? Wanita ini perlu toilet. Darurat...
Di mana? Berhenti di mana? Tak ada kamar mandi di mana pun.
Aku sangat kesakitan.
Kau baik-baik saja?
Menepi saja ke sisi jalan. Kumohon...
Tak apa-apa.
- Aku merasa tidak enak. - Oke.
Lizzie, kita akan berhenti. Aku janji...
Berhenti. Kau harus menepi.
Aku benar-benar tidak merasa sehat.
Aku tahu. Kita akan berhenti.
Aku akan buang air besar.
Oke, kita akan berhenti.
Pak, hentikan busnya!
Lakukan! Sekarang! Kumohon!
Aku tak bisa tahan, kumohon.
Aku tahu, Sayang. Aku tahu.
Menepi. Lakukan!
Baiklah. Ini dia. Ayo.
Dia berhenti. Ayo.
Aku tak bisa. Aku tak bisa bergerak. Jika bergerak, aku akan buang air besar.
Kau bisa melakukannya.
Langkah kecil, napas dalam-dalam.
Perutku bergejolak.
Rasanya sakit sekali.
- Aku tahu kau pasti bisa. Ayo. - Aku tak bisa menahannya.
- Aku tak bisa menahannya. - Kau pasti bisa.
Sial, aku akan BAB di bus.
Beberapa langkah lagi. Hampir.
Aku yakin tak bisa tahan.
- Aku tak bisa tahan, aku akan BAB. - Kau pasti bisa.
Kau pasti bisa.
Aku sekarat.
- Tak apa-apa. - Tidak, aku sekarat.
- Tak apa-apa. - Aku takut, Charlotte.
Tak apa-apa.
Ini tidak normal.
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi padaku?
- Entahlah. - Apa yang terjadi padaku?
Entahlah. Kau sakit.
- Kau sakit dan akan membaik... - Rasanya seperti otakku terbakar...
karena sudah keluar dari sistem dan akan sehat.
Kau tak tahu rasa sakitnya. Sakit sekali...
Terima kasih.
- Apa yang terjadi? - Kau tak apa-apa.
- Maafkan aku. - Tak apa-apa.
Kurawat ibuku bertahun-tahun.
Aku bisa menangani ini.
Pelacur. Kalian hancurkan busku...
Dia sakit!
Dasar berengsek!
Tak bisakah kaulihat dia sakit? Dia sangat sakit.
Keren!
Kau belum melihat apa-apa.
Maaf.
Maafkan aku.
Maaf.
Maafkan aku.
Ambillah agar mereka tak panik.
Bukan karena kau membutuhkannya.
Baiklah. Ini dia.
Aku haus. Aku haus sekali.
Ya, kau dehidrasi.
Air? Ada yang punya air?
Air?
Air?
Terima kasih.
Terima kasih.
Kita harus mengantarmu ke dokter.
Dia harus dibawa ke rumah sakit. Rumah sakit.
Apa ada satu di jalan?
Kurasa tidak. Tidak sampai Tongli. Setidaknya bu... bukan rumah sakit.
Bisa kita menelepon seseorang?
Bisa kita menelepon seseorang?
- Sial. - Charlotte.
Tidak ada layanan.
- Charlotte? - Ya?
Kau harus membantuku.
- Semua akan baik-baik saja. - Aku merasa tidak enak.
- Aku tahu. - Aku sungguh merasa tidak sehat.
- Kepalaku... sakitnya membunuhku. - Oke.
Sakit sekali, rasanya seperti otakku terbakar
dan sakit. Aku tak tahu apa yang terjadi padaku.
Coba pejamkan matamu.
Tidak. Aku tak tahu kenapa, sakitnya tak berhenti.
Tak akan berhenti. Bantu aku menghentikannya.
Kita akan bermain.
Kita akan bermain.
Aku ingin kau memejamkan mata.
Pejamkan matamu. Bernapaslah.
Bernapaslah.
Kita akan membuat daftar komposer sebanyak mungkin
dalam urutan abjad.
- Kumohon jangan... - Lizzie?
- Sakit. Sakit. - Oke?
Siap?
Aku akan mulai... Adams.
Ayo, satu orang dari huruf "B".
Fokus padanya.
Bukannya rasa sakit.
Beet..., Beethoven.
Chopin.
Ayo.
Kau pasti bisa.
D... Dvorak, Dvorak.
Bagus.
Astaga. Aku akan muntah.
Ya, Tuhan, tolong. Kumohon.
Astaga!
Apa itu se...?
Apa itu serangga? Apa itu memang serangga?
Charlotte?
Ini tidak normal. Ini sangat tidak normal!
Astaga.
Bagaimana jika... Bagaimana jika pria semalam
punya ebola yang mereka bicarakan?
Bagaimana jika, jika dia memilikinya, yang dari Hunan?
Bagaimana jika aku tertular?
- Tidak. Kau tak tertular. - Jika ya?
- Kau tidak! - Bagaimana jika ya? Lihat yang terjadi.
- Bagaimana jika ya? - Kau tak tertular.
Astaga, aku akan mati.
- Tidak. - Aku akan mati.
Lizzie, kau harus duduk.
- Aku sakit. - Tidak, kau dehidrasi.
Aku sedang sakit. Bagaimana jika aku memang sakit?
Bagaimana jika kau sakit juga
Katanya itu menular. Bagaimana jika kau kena juga?
- Aku tak sakit. - Astaga. Bagaimana jika ya?
Aku tak sakit. Semua akan baik.
Itu bukan sesuatu. Tidak akan baik-baik saja!
Berhenti bilang itu!
Apa yang kaulakukan?
Apa yang kaulakukan?
- Wah. Berhenti! - Ada sesuatu dalam diriku.
Tidak. Tak ada apa-apa dalam dirimu.
Ya, ada. Kau melihatnya.
Ada belatung di muntahanku.
Mereka di dalam diriku.
Mereka merayap di kulitku, aku merasakannya.
Tidak, tak ada.
Tidak ada apa-apa.
Aku bisa rasakan mereka di kepalaku
dan mereka tak akan keluar. Keluarkan mereka.
Astaga! Ada yang merayap di kulitku, aku bisa merasakannya!
Aku bisa merasakannya, Ada di kepalaku. Hentikan itu!
Kumohon! Sakit!
Keluar! Keluar dari tubuhku, berhenti!
Tenang atau turun dari busku!
Kau harus hentikan mereka. Aku ingin mereka berhenti.
Kalian harus turun dari busku!
- Apa katanya? - Dia bilang kalian harus turun.
Turun? Kita ada di tempat terpencil.
Kalian tak bisa menurunkan kami dari bus ini.
Kami butuh dokter! Kami benar-benar butuh dokter!
Kalian harus membantu kami mencari dokter.
Kepalaku sakit sekali.
Lizzie, hentikan!
Apa yang kaulakukan? Hentikan!
Tidak! Hentikan!
Kami akan minta bantuan saat tiba di Tongli.
Aku butuh sekarang.
Turun!
Ini kota kecil.
Mereka punya apotek, mungkin dokter.
- Mulai berjalan ke sana. - Sialan kau!
Kau baik-baik saja?
Terima kasih.
Baiklah.
Hei! Kita di tempat terpencil. Apa yang kaulakukan?
Tidak!
Tidak! Persetan kau!
Kumohon kembalilah. Tunggu!
Tunggu!
Ini dia. Hampir sampai.
Terus berjalan saja.
Aku terbakar.
Mereka benar-benar ada di dalamku.
Benar-benar merayap di dalamku. Apa yang terjadi?
- Itu akan baik-baik saja, itu... - Tidak, tak akan.
Astaga, tak akan. Tak akan baik-baik saja, Charlotte. Kau harus tinggalkan aku.
- Aku tak akan meninggalkanmu. - Tidak, Charlotte. Dengarkan aku.
Ada yang salah.
Ada yang salah denganku.
Aku tahu karena itu kita harus menolongmu.
- Tidak. Aku sekarat. Kau tak mengerti? - Tidak! Aku tak mengerti.
Tapi aku sekarat.
Itu ada di dalamku.
Benar-benar ada di dalam diriku.
Charlotte?
Charlotte?
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Astaga.
Lenganmu!
Ada sesuatu yang merayap di dalamnya.
Apa itu?
Aku tak tahu!
- Apa yang terjadi? - Aku tak tahu!
Lihat, mereka hidup. Mereka benar-benar hidup!
Serangga!
Ini serangga!
Apa-apaan?
Apa yang ada di dalam dirimu?
- Astaga. - Tanganmu…
Mereka ada di tanganmu dan kau harus keluarkan mereka, Lizzie.
Lizzie, kau harus menghentikannya.
Itu di dalam dirimu. Kau harus menghentikannya.
Mereka ada di dalam dirimu!
Astaga, Charlotte, tolong aku.
Tolong aku, tolong aku, Charlotte!
Kau tahu apa yang harus kaulakukan.
Kau tahu apa yang harus kau lakukan.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Apa kau mabuk sepertiku?
Ya, begitulah.
Aku sudah lama tak minum banyak alkohol.
Vodka Tiongkok itu brutal.
Kau mau Ibuprofen?
RUTH WILLMORE LEVETIRACETAM
GATAL-GATAL, MUAL, HALUSINASI
Apotek buka.
Apa itu? Penawar mabuk?
Ini obat terbaik.
Kita sedang berlibur, 'kan?
ALKOHOL MUNGKIN MENINGKATKAN EFEK SAMPING
Astaga.
- Apa? - Tak ada.
- Apa? - Ada serangga.
- Aku butuh Ibuprofen lagi. - Baiklah.
MENINGKATKAN TOURNIQUET
Dia harus dibawa ke rumah sakit sekarang.
Mungkin kita bisa menelepon seseorang.
Sial.
Tidak ada layanan.
Astaga. Aku akan muntah.
Apa itu se...?
Apa itu serangga? Apa itu memang serangga?
Apa yang terjadi?
Astaga! Lenganmu.
Ada sesuatu yang merayap di dalamnya.
Ini serangga! Serangga...
Apa-apaan?
Mereka di tanganmu!
Mereka semua di tanganmu!
Kau tahu apa yang harus kaulakukan.
TIGA MINGGU KEMUDIAN BOSTON
AKADEMI MUSIK BACHOFF DIDIRIKAN TAHUN 1927
3. RUMAH
Aku tahu itu sangat jauh dari Tiongkok,
tapi kami sangat senang Zhang Li tinggal bersama kami dan belajar selo.
Sukacita itu untuk kami, Nn. Paloma.
Semua impian yang pernah kumiliki untuknya.
Kami akan menjaganya sebaik mungkin seolah-olah dia putri kami sendiri.
Sekarang, Zhang Li,
kau siap turun dan melihat kapelnya?
Ya.
Siswa yang belajar denganmu kemungkinan tidak pernah melihat ini.
Spektakuler, bukan?
Dikonversi dari kapel hampir seratus tahun lalu.
Berdasarkan Musikverein di Wina.
Zhang Li,
Kemarilah. Naik ke sini.
Ayo. Ayolah.
Oke, sekarang berdiri di sini.
Di sini.
Aku ingin kau menyanyikan sebuah nada.
A kres.
Bernyanyilah.
Bukankah itu terdengar luar biasa?
Aku percaya ini adalah ruangan akustik...
paling sempurna yang pernah aku masuki.
- Itu indah. - Juga...
sedikit siswa
yang diundang untuk bermain di sini.
Dibutuhkan bertahun-tahun latihan intensif.
Tapi yang terbaik,
yang sangat terbaik,
Lizzie, misalnya,
Charlotte Wilmore, sebelumnya,
jika kau luar biasa
seperti mereka dan Zhang Li, aku percaya kau mungkin.
Maka, kau akan berpeluang untuk tampil di sini
lalu kau bisa memiliki kesempatan...
untuk kebesaran.
TAKSI NORTH BOSTON
Halo.
Halo, siapa itu?
Siapa itu, kumohon?
Halo.
Siapa itu?
Astaga.
Dari mana saja kau?
Apa...
Apa yang terjadi padamu? Kami telah mencarimu.
Elizabeth.
Kenapa tanganmu?
Apa yang terjadi pada tanganmu?
Mereka menemukanku di sisi gunung.
Dalam pengaruh narkoba.
Berlumuran darah.
Tanpa apa-apa, tapi tourniquet buatan tangan membuatku tetap hidup.
Polisi berusaha membantuku, tapi...
akulah yang minum pil.
Akulah yang...
memotong tanganku sendiri.
Begitu aku terbangun di rumah sakit dan...
begitu narkoba keluar dari sistemku lalu aku bisa berpikir jernih kembali...
Charlotte sudah keluar negeri.
Aku masih tidak mengerti.
Kenapa? Kenapa dia melakukan ini?
Karena...
karena dia si jalang yang iri hati!
Aku punya...
musik... ketenaran...
...kau.
Dia tak bisa menerimanya.
Dia tak bisa menerima bahwa aku menggantikannya. Dia...
melacakku ke Tiongkok, berteman denganku...
tidur denganku...
meracuniku. Semua itu karena
aku punya kehidupan yang sangat dia inginkan.
Astaga.
Sekarang hilang. Semuanya...
Semuanya benar-benar hilang.
Elizabeth, ini...
Ini akan baik-baik saja.
Dia mengambil semuanya dariku.
Semuanya!
Beri tekanan lebih.
Ya.
Bagus.
Bermain menahan rasa sakit.
Benar. Jangan…
Sebenanya, Elizabeth, saat latihan selesai...
apa kau punya waktu untuk bicara?
Aku tak mengerti.
Kau mengusirku?
Aku tak ada tempat untuk pergi.
Kami menemukan sebuah tempat untukmu.
Di museum tepat di sebelah Stasion Central Avenue T.
Kami akan membayarnya.
Membayar semuanya. Membayar rehabilitasimu.
Tapi aku masih bisa berguna, Anton. Aku bisa mengajar.
Musik adalah hidupku.
Lihat kami.
Kau tahu apa ini.
Cara kami bekerja di sini.
Kita punya Theis and Geoffrey.
Kita tak butuh guru lagi
Tapi aku bisa memimpin
dan menulis. Sial, aku akan menggosok toilet,
Tapi jangan... jangan tolak aku.
Kumohon.
Anton...
jika kau menerimaku,
dunia musik akan menerimaku.
Tidakkah kau mengerti itu?
Kau punya kekuatan itu.
Kau punya reputasi itu.
Kata-katamu sangat berarti,
tapi jika kau menolakku...
Kumohon.
Kumohon.
Jangan jadi orang yang seperti ini.
- Jangan buang aku. - Lizzie.
Ini adalah sekolah musik, bukan rumah pemulihan.
Maaf.
Aku tak bermaksud seperti itu,
tapi ada gadis lain yang perlu kami tempatkan dan latih.
Anton…
Kumohon…
Aku tak tahu apa-apa lagi.
Kau berbakat.
Langka dan...
bakat yang indah tidak seperti yang lain.
Sayangnya, bakat itu hilang.
Maafkan aku, Elizabeth.
Kumohon...
Halo?
Persetan kau. Wanita jalang gila!
Persetan kau!
Persetan kau. Wanita jalang... berengsek!
Anton.
Ada apa?
- Anton - Tetap di sini.
Lizzie.
Sedang apa kau di sini?
Orang-orang akan mati kedinginan.
Dengar, aku tahu...
ini sulit, tapi kupikir aku sudah menjelaskan.
Kau tak bisa ada di sini.
Karena aku tak punya apa pun yang kauinginkan.
Kini aku tahu.
Apa maksudmu?
Apa yang kau punya?
Aku punya... wanita jalangnya.
Astaga.
Lizzy, apa yang sudah kaulakukan?
Di mana dia?
Di mana dia?
Di bagasi mobilku.
Jadi, aku bisa pulang?
Di mana dia?
Dia bersama Paloma... tapi jangan khawatir.
Dia…
dia tak bisa melukaimu.
Tapi dia gila.
Dia menculikku, Anton.
Aku tahu. Dia tidak sehat. Jelas.
Tapi, sejujurnya...
kau juga tak sehat.
Kau benar-benar iri?
Aku tidak iri.
Aku mencoba menolongnya.
Dengan memotong tangannya?
Aku lihat fotonya di majalah.
Aku melihat tato di punggungnya.
Sama dengan tatoku.
Aku tahu bagaimana dia mendapatkannya.
Aku tahu apa yang harus dia lakukan...
untuk mendapatkannya.
Aku tahu dia dicuci otak seperti aku dulu
sampai ibuku sakit dan aku harus pulang.
Aku duduk di kamar itu dengan ibuku selama satu dekade lambat laun jadi gila.
Aku menyalahkan diriku sendiri atas segalanya.
Aku menghabiskan bertahun-tahun masuk dan keluar rumah sakit jiwa
sampai akhirnya, dengan bantuan, aku melihat cahaya.
Jadi, aku...
mencoba menghubungi kalian.
Lalu, kembali ke hidupmu.
Kembali kenapa?
Kembali kenapa, Charlotte?
Untuk membantu menyelamatkannya.
Menyelamatkannya... dari apa?
Darimu.
Bagus sekali.
Bagus sekali.
Kembali lurus sekarang.
Luar biasa.
Lebih banyak tekanan di senarnya.
Rasakan itu terjadi di dalam dirimu, Charlotte?
Ya.
Bagus.
Aku membuat kesalahan.
Ya, benar.
Maaf.
Setelah sekian lama.
- Maafkan aku. - Setelah semua pelatihan ini.
- Maafkan aku, Anton. - Setelah janji untuk Carnegie Hall.
Berhenti. Berhenti menangis.
Berhenti menangis!
Itu tak akan terjadi lagi.
Di ruangan ini, lebih baik tidak.
Tak akan pernah di ruangan ini.
Karena kau tahu apa yang terjadi nanti.
- Ya. - Benarkah?
Ya.
Kita tak melakukan kesalahan di sini.
Tidak saat kita mewakili akademi.
Nama siapa di gerbang itu?
Namamu.
Ya.
Namaku, ayahku, kakekku.
Sekolah ini darahku.
Itu riwayatku.
Aku mengajarimu cara mereka mengajariku,
cara mereka mengajari Theis dan Geoffrey
serta siapa pun yang cukup beruntung untuk mendapatkan tempat di sini,
tapi aku hanya bisa membawamu sejauh ini.
Aku akan bekerja lebih keras.
Kau akan
bekerja lebih keras.
Kenapa kita bekerja sangat keras, Charlotte?
- Untuk menjadi yang terbaik. - Kenapa begitu, Charlotte?
Karena itu yang diharapkan dari kita.
Kau punya tato itu karena kau
siap bermain di kapel ini.
Kau punya tato itu...
karena kau yang terbaik.
- Ya, aku tahu. - Jika kau bukan yang terbaik,
jika kau menghinaku...
dan Theis dan Geoffrey dengan kesalahanmu?
Aku mendiskreditkan akademi.
Kenapa?
Karena aku disiapkan untuk The Perfection
dan gagal.
Disiapkan
oleh keringat,
hasrat, dan reputasimu...
Disiapkan oleh keringat, hasrat, dan reputasi kami...
Bulan demi bulan, tahun demi tahun...
Bulan demi bulan, tahun demi tahun...
Sampai kau siap.
Sampai aku siap.
Kau gagal.
Kau gagal.
Jadi, apa artinya itu?
Apa artinya itu, Charlotte?
Saat kau gagal dalam hal yang kami ajarkan padamu?
Aku tak bisa mendekati Tuhan.
Tidak, kau tak bisa
dan bakatmu akan terbuang sia-sia.
disia-siakan oleh kurangnya ambisimu.
Jadi, apa yang terjadi sekarang?
- Sekarang? - Ya, apa yang terjadi sekarang?
Apa yang terjadi padaku, apa yang terjadi pada Theis dan Geoffrey?
Lalu, semua orang yang terpilih, yang gagal?
Kami membayar harganya.
Kaubayar harganya.
Malam ini, Charlotte, setelah bertahun-tahun,
kau akan bermain untuk kami lagi.
Aku tak bisa.
Aku belum siap.
Sonata untuk selo solo.
Aku belum siap main di sini, Anton.
- Kumohon. - Baik...
di sini tempat kau harus bermain. Di mana kau selalu bermain dulu.
Theis, Geoffrey.
Dan tentu saja, Paloma.
Kumohon.
Paloma, kau bisa hentikan ini.
Kumohon.
Kita lakukan yang harus kita lakukan, Charlotte.
Itu yang diharapkan dari kita.
Paloma selalu kagum saat kau bermain dengan sempurna. Ya...
kami semua.
Itu tujuannya selalu.
Benar, Charlotte?
The Perfection.
Tak perlu seperti ini, Anton.
Kau benar-benar membenciku, bukan?
Kau…
kau membenciku dan yang kulakukan hanyalah percaya padamu.
Kau tahu apa yang kaulakukan padaku.
Kau tahu, itu membantumu menjadi
bakat langka yang kaumiliki.
Aku dulu masih kecil.
Lizzie dulu masih kecil. Kami masih anak-anak.
Kalian murid yang mencapai kebesaran.
Seperti yang dibayangkan kakekku. Seperti yang diajarkan ayahku.
Semua orang...
seharusnya sangat beruntung.
Lizzie.
Apa kau dilecehkan?
Itukah yang kausebut apa yang kami lakukan padamu?
Untuk memainkan musik itu...
untuk mencapai The Perfection...
itu adalah hadiah.
Kaulihat, Charlotte?
Kau memotong tangannya tanpa alasan.
Lizzie, jika kau tak keberatan.
Kau harus ingat ritual...
kecil kita. Minuman, formalitas.
Konsekuensi.
Tapi saat itu kau masih kecil.
Kebanyakan hal tak berubah.
Sebenarnya...
ada satu hal yang berubah.
jika kau mencapai kesempurnaan, yang...
kauharapkan malam ini, maka...
kau bisa pergi.
Aku seorang pemberi tugas, ya, tapi…
Aku bukan monster.
Tapi jika kau membuat kesalahan,
jika kau melewatkan satu nada minor...
bukan kau yang membayar harganya.
Paloma, jika kau tak keberatan.
Kami siap untukmu, Sayang. Ayo.
Zhang Li. Kau gadis yang sangat beruntung.
Ayo. Duduk.
Untuk bisa menyaksikan konser pribadi ini,
kau sangat beruntung.
Terima kasih banyak.
Tidak.
Hei, Charlotte. Saatnya kau bermain.
Aku tak bisa.
Ah. Jika tak bisa, kau tahu apa yang akan terjadi.
Dia baru saja ke sini.
Dia masih kecil.
Lakukanlah padaku.
Jika kau harus melakukannya, lakukan padaku. Jangan lakukan itu padanya.
Anton, kumohon, aku memohon padamu.
Hentikan!
Lakukanlah padaku.
Main untuk kami, Charlotte.
Kami berkumpul untuk mendengarmu bermain.
Sekarang lakukan.
Mainkan The Perfection.
Mainkan.
Kau tahu apa yang terjadi sekarang.
Paloma, apa kau mau membawa Zhang Li ke atas?
Ini sudah lewat jam tidurnya.
Terima kasih.
Sangat indah.
Apa kau benar-benar berpikir aku akan membuatnya membayar harganya.
Untuk kesalahanmu?
Dia butuh latihan bertahun-tahun.
Dia harus diundang...
untuk tampil bagi kami, sebagai bejana Tuhan.
Dia butuh tatonya.
Aku bukan orang mesum acak.
Hanya sedikit bersenang-senang.
Kau bajingan.
Theis, Geoffrey.
Jemput aku saat dia berhenti menggigit.
Tolong!
Oh, tidak.
Kumohon tolong aku!
Tidak!
Tunggu!
Aku mau dia dulu.
Setidaknya aku pantas.
Kumohon, tidak.
Ada yang bisa mendengarku?
Biasanya aku suka menggunakan jariku, tapi...
Tidak!
Itu bukan pertanyaannya sekarang, bukankah begitu?
Tidak.
Rentangkan kakinya.
Jangan sentuh aku!
Ini tak akan sakit seburuk...
memotong tanganmu sendiri.
Tapi aku akan lakukan yang terbaik agar mendekati.
- Kumohon! - Semoga vaginamu bisa mengatasinya.
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Persetan kau!
Aku seharusnya membunuhmu!
Tapi kau benar.
Apa yang kaukatakan…
di sisi jalan.
Kau benar.
Tanganku!
Tanganku.
Aku harus menyelamatkanmu.
Aku harus membawamu darinya. Aku tahu kau terlibat.
Sedalam aku dulu dan aku tahu kau tak akan pergi tanpa perlawanan.
Aku tak percaya ini terjadi.
Aku tahu kau salah satu murid spesialnya.
Apa?
Kau tak tahu apa-apa.
Aku tahu.
- Karena itu aku harus menyelamatkanmu. - Berhenti mengatakan itu.
Kau tidak menyelamatkanku. Kau tak menyelamatkanku dari apa pun.
Kau membuatku memotong tanganku sendiri.
Jika kau tak mau kabur dengan rela,
maka aku harus mencari alasan yang benar dan dia tak perlu melihatmu lagi,
bahwa dia tak akan pernah melihatmu lagi.
Karena, asal tahu, Lizzie, dia tak pernah mencintaimu.
Dia tak pernah mencintaiku. Dia tak pernah peduli soal kau atau aku.
Mereka menyiksa kami dan berpura-pura itu pendidikan,
berpura-pura itu semacam panggilan lebih tinggi,
tapi itu hanya pemerkosaan, Lizzie.
Mereka memerkosaku.
dan mereka memerkosamu.
Lalu, saat nanti kau memerlukan Anton, dia tak ada di sana untukmu.
Aku janji itu, tapi aku akan.
Aku akan ada di sana.
Aku berjanji.
Maafkan aku.
Aku terus melihatnya.
Mereka semua, melecehkanku.
Bertahun-tahun, bertahun-tahun, berulang kali.
Seperti aku tak pernah melihat itu sebelumnya.
Seperti aku buta.
Tampaknya ini terjadi untukku melihatnya.
Aku harus menghentikan Anton.
Kita harus menghentikan mereka.
Aku butuh bantuanmu.
Apa pun.
4. DUET
Anton.
Apa anak itu tertidur?
Paloma. Apa...
Kau baik-baik saja?
Paloma.
Ada apa?
Paloma!
Dia dalam pengaruh obat, dia bahkan tak tahu kami menikamnya.
Kami membarikade semua pintu agar bisa membuat kebisingan semau kami.
Kau tahu apa yang dia lakukan padamu.
Dia menghancurkanmu!
Tidak, dia membuka mataku.
Sekarang kami akan memotong bolamu dan menjualnya sebagai pernak-pernik.
Dengar.
Aku... sakit, jelas.
Aku sakit dan, dan… ah.
Aku bisa minta bantuan.
Aku sakit!
Sekarang.
Kalian wanita jalang!
Kaubayar harganya.
Kaubayar, bayar harganya.
Charlotte.
Kaubayar harganya.
Charlotte?
Kaubayar harganya.
Charlotte?
Pisaunya!
Charlotte.
Charlotte, pisaunya!
Lenganku!
Ini untuk yang kaulakukan padaku.
Dan untuk yang kaulakukan pada Charlotte.
Dan ini…
untuk setiap gadis lain yang memercayai dirimu yang sakit, Keparat.
Terjemahan subtitle oleh Gikavianne ten Woude
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.