Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Mari kita akhiri ini.
Aku tak bisa lanjut lagi.
Itu hanya sekali saja.
Itu tak pernah hanya sekali saja, Louie.
Bayar saja besok.
Besok... Di sini...
Hei, anak-anak, ini dia!
Ayo, ambil punyamu.
Ini. Oke.
Hei, hei...bayarnya?
- Minggu depan. - Oke.
- Selamat pagi! - Dia mulai lagi.
- Kau bawa punyaku? - Ya! Tentu saja.
- Ini dia! Untung kau bawa. - Bagus sekali.
- Ini dia... - Ini rahasia... Kau...
- Aku transfer saja pembayarannya. - Oke. Terima kasih!
- Nak! - Mm?
Kenapa? Sudah sebulan kau tak beli apa-apa.
Aku lagi tak ada anggaran sekarang.
- Mungkin lain kali... - Tapi bagaimana dengan anak-anakku?
Harus pergi... Bapak datang.
Bapak datang... Dia sudah datang.
Bapak sudah di sini.
Selamat pagi, Pak.
Hai, Pak.
- Selamat pagi, Pak. - Dia sudah datang.
Ini punyamu?
Ya, Pak. Maaf.
Terima kasih.
Nak, kau hampir selesai? Mobilnya sudah datang.
- Sedikit lagi. - Ayo!
- Selesaikan besok saja. Ayo. - Lima menit lagi!
- Aku hampir selesai! - Kita ikut mereka saja.
- Nak, kami berangkat dulu. - Ayo cepat.
- Berapa lama lagi? - Hampir selesai, sumpah.
- Baik, Pak, aku turun sekarang. - Tunggu!
Tunggu!
Pak Louie! Kau datang lebih cepat.
Masa, iya?
Pak, silakan bersantai dulu sebentar, mejanya aku siapkan dulu.
- Baik, terima kasih. - Oh, Pak...
- Ada yang baru... 19 tahun. - Oh ya?
- Seksi, kan? Kupanggilkan... - Bagus.
Silakan dinikmati, Pak.
- Seperti biasa, Pak? - Ya, Bos.
Kau... punya nama?
Oke.
Biar aku tebak. Hm...
Bisa berputar sebentar untukku?
Rambut panjang hitam.
Gaun sederhana tapi seksi.
Agak jutek.
Kutebak...
Donna?
Bukan, aku Alice.
Alice.
Donna, Alice... miriplah.
- Uh, Dave? - Ya, Pak?
Bisa aku pesan martini untuk Alice?
Baik, Pak. Siap.
Kau di sini sendirian?
Mau bergabung?
Aku sendirian.
Tentu, tapi aku di sini bersama beberapa teman.
Tidak masalah. Di mana mereka?
Ajak saja mereka ke sini.
Mejaku ada di sana.
Baik, aku akan panggil mereka.
Oke. Jangan buat aku menunggu.
- Terima kasih, Bos. - Baik, Pak.
Ini martini-mu, Bu.
Di mana itu?
Hei, kau berputar-putar terus. Apa yang kau cari?
Tak ada... cuma pulpenku.
Nak, ini pulpen. Cepat sana.
- Terima kasih. - Ya.
Di mana...
Di mana itu?
Tak ada di sini...
Chloe?
Pak?
Baca ini. Beri tahu aku apa isi naskah ini,
dan apakah layak diterbitkan. Laporkan besok pagi.
Baik, Pak.
Kau tak pulang?
Tidak, Pak. Aku masih mengerjakan sesuatu.
- Kubisa antar kau pulang. - Tidak perlu, Pak. Terima kasih.
- Terima kasih, Pak. - Sampai jumpa.
Ada apa?
Ke mana, ya...
Bagaimana kalau Pak Louie menemukan jurnalku?
Tak ada di sini.
Ini milik siapa?
Chloe.
Pak?
Sudah selesai dengan tugasmu?
Bukankah aku bilang pagi-pagi sekali?
Maaf, Pak. Aku sedang banyak pikiran.
Pak...sebenarnya aku masih ada yang harus diselesaikan.
Cora.
- Ini apa? - Lihat saja.
Bisa kau lihat apakah Bapak masih mengawasi?
Dia sudah pergi.
- Yakin? Terima kasih. - Cepat.
Sudah malam. Lembur?
Tidak apa-apa, kan?
Ya, Pak. Kuhanya perlu menyelesaikan sesuatu.
Rajin sekali.
Sudah berapa lama kau kerja di perusahaanku?
Sekitar dua atau tiga tahun, Pak.
Apakah kau sudah selesai dengan naskah yang kuberikan?
Hampir, Pak.
Mungkin minggu depan.
Ya? Baiklah.
Biar kubantu.
Nn. Castro...
Terima kasih, Pak.
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Pak?
Bolehkah kuminta jurnalku kembali?
Pak...
Ya, Chloe?
Boleh kuambil jurnalku sekarang?
Chloe, ke ruanganku sekarang.
Pak?
Wow.
Kau terlihat cantik.
Ngomong-ngomong, pernah terpikir untuk menerbitkan jurnalmu menjadi buku?
Belum pernah, Pak.
Mungkin awalnya iya. Tapi sekarangโฆ
Kurasa itu bukan untuk dibaca orang lain.
Tapi tulisanmu bagus.
Kita hanya perlu sunting beberapa bagian dan itu akan laku dijual.
Bapak bercanda saja.
Sudah banyak penulis pemula yang berusaha untuk diterbitkan.
Mengapa kita tak fokus pada mereka saja?
Sayang sekali.
Kalau kau berubah pikiran, beri tahu aku saja.
Baik, Pak.
Ngomong-ngomong, Chloe,
ini tak ada di jurnalmu, tapi...
Kuingin mencoba ini.
Kali ini, aku ingin kau yang mengambil kendali.
Penutup mata?
Rantai?
Cambuk?
Semua itu, Pak?
Kau yakin, Pak?
Aku? Ya.
Kau?
Kau benar-benar yakin dengan ini?
Kumasih tak percaya
kau punya fantasi seperti itu.
Karena aku pemalu dan canggung?
Aku memang pemalu, Pak...
...tapi tak seperti yang kau pikirkan.
Hai, Sayang! Kejutan!
Sayang!
- Aku bawa makanan favoritmu. - Apa...
Kau tak bilang mau datang ke sini.
Ayolah, kucuma ingin kasih kejutan.
Terima kasih. Ya, akan kuberikan ke anak-anak.
- Kau suka? - Iya. Apa kabar?
- Apa kabar? - Aku baik. Kau?
Aku juga baik. Tadi habis rapat di kafe dekat sini,
jadi kupikir sekalian mampir untuk kasih kejutan.
Terima kasih.
Satu hal lagi...
Sudah lama sejak terakhir kali kita lakukan ini.
Baiklah...
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Ya, kami... kami sudah bertunangan.
Hm... Jadi kapan pernikahannya?
Mungkin tahun depan...entahlah. Atau mungkin tahun setelahnya.
Louie, bagaimana kalau kita hentikan saja ini?
Bagaimana jika tunanganmu mengetahui ini?
Pertama-tama, panggil aku "Pak".
Dan jangan khawatir, Abby takkan tahu, kecuali kau yang bicara.
Jadi diam saja,
agar kita bisa terus seperti ini.
Baik, Pak.
- Astaga, sudah setahun sejak kita... - Lama sekali!
Hai, semuanya! Baru pulang dari Jepang!
- Aku bahkan bawa sesuatu. - Oh!
- Wow. - Kau di sana tiga minggu, kan?
Bosnya suka banget sama dia. Bahkan bosku juga suka.
Bisa percaya ini sudah berapa lama? Lima belas? Sepuluh?
- Lima belas! - Lima belas tahun, sayang!
Wow, omong-omong, selamat kalian berdua!
Iya!
- Terima kasih. - Terima kasih.
Tapi aku lebih senang buat kalian berdua.
Wow, sudah lama juga ya?
Betul. Sejujurnya, aku masih tak percaya
kita bisa bertahan sepuluh tahun, kan?
Kami ada saat masa-masa sulit.
Tapi kami turut bahagia buat kalian.
Ngomong-ngomong, bagaimana caranya kalian bisa bertahan sejauh ini?
Serius? Kau mau tahu?
- Iya, jelas! - Pastinya!
Wah, Abby bisa-bisa kaget nanti.
Kenapa aku harus kaget? Kau tahu aku suka gosip!
Begitu kau dengar ini, aku yakin kau bakal nyesal bertanya.
Mana mungkin! Cepat cerita!
Dia bisa tahan. Aku yakin.
Tak ada salahnya dengan sedikit nasihat, kan?
Kalau memang kalian mau tahu...
kalian harus sedikit beri bumbu dalam hubungan.
- Beri bumbu? - Ya! Seperti...
- Bumbu seperti apa? - Apa saja boleh!
- Apa saja boleh, oke. - Serius.
Awalnya aku juga
- tak setuju sama hal-hal itu. - Oke.
Tapi itu yang menyelamatkan pernikahan kami, jadi sekarang kami lakukan sesekali.
Tunggu...yang kau maksud โhal-hal ituโ apa?
Iya, apa maksudnya?
- Banyak! Siap? - Kau siap?
Oke, aku siap. Ayo!
Kami mulai dengan bermain peran, lalu berlanjut ke...
Threesome.
- Threesome? - Threesome?
- Kenapa tidak? - Tidak... Kau serius?
Kami tak bercanda.
- Serius? - Wow!
- Itu gila. - Kalian gila!
Kupikir kalian harus coba.
- Kami... - Kami...
Oke... senang itu berhasil untuk kalian,
tapi kupikir itu bukan untuk kami. Benar, Sayang?
Aku...
- Kenapa tidak? - Itu bukan untuk kami.
- Tidak usah. Itu bukan gaya kami. - Jangan terlalu jauh berpikir.
Tapi, bagus kalau kalian memang tak butuh hal-hal seperti itu.
Tapi bagiku dan Carlo...
kami menikmati bumbunya.
Kalian gila, tahu?
- Ayo tos! - Ayo.
Tos untuk bumbu kehidupan!
- Tos! - Tos!
Hm?
Ada apa?
Sayang!
- Sini. - Kenapa?
- Aku masih kerjakan sesuatu. - Ayo, sini dulu.
Ada apa?
Hm?
Kau selalu begini...
Kenapa kau suka meletakkanku di pangkuanmu?
Karena itu membuatku merasa berkuasa.
Kalau kau? Kenapa suka duduk di pangkuanku?
Karena, aku merasa aman bersamamu.
Oke, aku harus kerja sekarang. Aku harus banyak persiapan.
Cium aku.
Lain kali.
Lain kali?
- Iya, lain kali. - Ayolah...
Sayang, masih banyak yang harus kukerjakan.
Kau sendiri bagaimana? Sudah selesai?
Iya, sudah selesai.
Oke, bagus. Tapi masih banyak harus kuselesaikan.
Persiapanku menumpuk, oke?
Oke?
- Sayang, aku keluar sebentar ya. - Oke.
Aku mau ke bar, minum sebentar.
Kau serius mau threesome?
Astaga!
Astaga...
Oh ya, kau suka?
Oh ya.
Oh, ya!
Ya!
Halo, Louie, kau di mana? Tamu threesome kita sudah datang.
Permisi, maaf, siapa namamu tadi?
- Darren. - Darren.
Ya, aku menuju ke sana. Sebentar.
Kau mau pergi?
Kenapa kau pergi?
Aku tak ke mana-mana.
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Jadi... kita masih jadi threesome?
Sekarang cuma kita berdua.
Kau sudah melewati batas, Chloe.
Kau tak ketuk pintu?
Tapi, Pak, semalam kau tak datang menemuiku.
Sekarang kau harus menebusnya.
Aku sudah bilang, kita harus hati-hati.
Seandainya Abby sebebas kau.
Abby?
Abby, tunggu!
Sial!
Abby!
- Menurutmu ada sesuatu di antara mereka? - Sudah amat jelas.
Jangan berasumsi.. Kalian tak tahu apa-apa.
Abaikan saja mereka, Chloe. Mereka tak tahu yang sebenarnya.
Aku sendiri pun belum tahu seluruh ceritanya.
Tapi kalau kau mau bicara, aku ada di sini.
- Kami. - Oh... Kami di sini.
Jadi... Sebenarnya apa yang terjadi?
Sejujurnya,
aku bahkan tak tahu kalau dia punya tunangan.
Kalian tahu?
Kami juga tak tahu.
Tapi tetap saja,
bukannya berhenti,
aku malah biarkan terus berjalan.
Astaga... jadi dia manipulasi kau buat terus lanjut?
Lelaki itu benar-benar brengsek. Aku tak hormat lagi sama dia.
Lupakan saja. Itu juga salahku.
Tapi kau tahu, Chloe, kalau itu aku, aku takkan begitu ke kau.
- Kami takkan pernah begitu. - Oh iya... Kami takkan lakukan itu.
Abby.
Tolong dengarkan aku.
Kenapa aku harus?
Mau bilang apa juga?
Aku melihatnya. Dengan mataku sendiri.
Kau tak tahu konteksnya...
Apa-apaan? Konteks apa yang kau maksud?
Aku lihat langsung dia memberimu oral seks!
Lalu sekarang bagaimana? Kau mau biarkan ini hancurkan kita?
Apa yang kau lakukan itu bukan hal sepele, Louie.
Itu bukan apa-apa.
Oke?
Sebenarnya,
ini juga salahmu.
- Salahku? - Ya.
Mau tahu kenapa?
Kau tak pernah kasih apa yang aku mau.
Benar, kan?
"Aku perlahan berjalan ke arah Louie,
dengan kondom di mulutku,
mengikat rambutku ke belakang tanpa melepas tatapan darinya."
Oke, apa kau benar-benar harus membacakan semuanya?
Sut.
"Saat aku sampai di mejanya,
aku menanggalkan pakaianku tepat di depan Louie,
dan dia tak bisa berbuat apa-apa."
"Dia bahkan tak menolak... dia menginginkannya juga."
"Lalu dia berbisik:"
"Andai saja kau pacarku."
Baiklah. Aku tak akan pergi.
Tapi aku ingin kau menerbitkan buku ini.
Aku ingin semua orang tahu dia itu wanita seperti apa.
Terbitkan apa adanya.
Abby, apa saja. Asal jangan itu.
Menurutku tak benar menghancurkan hidup seseorang.
Jadi menurutmu wajar menghancurkan hidupku?
Hidupmu tak hancur. Jangan lebay!
Kalau kau menerbitkan buku itu, bukan cuma hidupnya yang hancur, tapi hidupku juga.
Wow, kau masih membelanya?
Mungkin memang ini salahku.
Mungkin ini salahku karena aku tak bisa memenuhi fantasi itu.
Ya! Kau benar.
- Oke. - Ini salahmu.
Kalau saja kau memberi yang aku mau, kita tak akan berada di situasi ini.
Jadi, bilang saja apa yang kau mau aku lakukan.
Abby!
Jangan pergi begitu saja... Abby...
Abby!
Pecat dia.
Aku tak mau melihat dia lagi di mana pun, selamanya.
Aku masih butuh waktu untuk memutuskan apakah aku masih mau menikah denganmu.
Boleh aku ambil jurnalku sekarang?
Tidak, jurnal itu tetap di sini.
Dan kalau kau bicara,
aku pastikan semua orang tahu rahasia kotormu.
Terutama yang tertulis di jurnal ini.
Aku benar-benar minta maaf. Aku tak tahu...
- kalau dia punya tunangan. - Sudah, cukup.
Apa?
Abby, aku sibuk.
Kau lengket banget.
Berhenti, hei...
Mau apa kau?
Itu luar biasa.
Andai saja kau setuju untuk threesome.
Kau mau ke mana?
Aku sudah muak.
Aku tak bisa lanjut lagi.
Aku bingung.
Itu hanya terjadi sekali.
Kau tahu aku tak mencintainya.
Aku mencintaimu.
Itu tak pernah hanya sekali, Louie.
Dan aku tak hanya bicara soal dia.
Yang kau cari itu petualangan dan sensasi.
Itu seperti narkoba bagimu.
Kau kecanduan.
Abby, tunggu...
Pak Louie!
Pak Louie!
- Pak Louie. - Ya, tunggu, tunggu.
- Pak Louie! - Aku datang. Tunggu dulu.
- Astaga... - Pak Louie.
- Pak Louie! - Ya, ya! Tunggu sebentar!
- Pak... - Apa-apaan...
Kau sudah lama tak masuk kantor, Pak.
Ini naskah yang kau tunggu-tunggu.
Kutak punya waktu untuk ini.
- Kutak punya waktu untuk ini, tahu! - Ini yang kau minta, Pak.
Aku sibuk. Kau tak lihat kalau aku sedang sibuk?
- Tapi.... - Lain kali saja, Jasper. Oke?
- Kembali kerja. - Tapi Pak, ini yang kau minta.
Pak, tunggu... Sibuk apa?
Sibuk menghancurkan hidupmu?
- Sibuk menghancurkan perusahaanmu? - Maaf?
Kau bukan korban di sini, Pak.
Chloe yang jadi korban, dan tunanganmu juga.
Sedikit saja punya harga diri sebagai laki-laki... Pak Louie.
Oh, kau dipecat. Hari ini hari terakhirmu.
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Kopimu.
Kau tak mau ngomong apa-apa?
Mau aku bilang apa?
Semuanya sudah terbongkar.
Chloe, kita sudah sebulan lebih tak bicara.
Aku cuma mau tahu kabarmu.
Berani-beraninya kau bertanya begitu.
Kau tahu aku tunangan orang, kan?
Aku mencoba memperbaiki semuanya dengannya.
Tepat sekali.
Kau tak pernah bilang.
Kalau saja dia tak muncul di kantor, aku tak akan pernah tahu.
Semuanya selalu salahku.
Yah...
Cek pertamamu, untuk bukumu.
Aku masih tak percaya kalau kau orang seperti itu.
Kau bahkan tak minta maaf atas yang kau lakukan.
Dan sekarang kau mau menerbitkan itu seolah-olah tak terjadi apa-apa?
Aku sudah ikuti semua syarat yang kau minta, kan?
Buku itu milikku.
Dan tak seharusnya ada orang lain yang pernah membacanya.
Ini kisah yang indah. Dan kau harusnya bangga akan hal itu.
Aku sedang membantumu!
Aku menerbitkan buku ini sebagai bentuk permintaan maaf.
Bacalah,
dan kau akan mengerti.
Maafkan aku, Chloe.
Kau tak pantas menerima perlakuanku.
Selamat tinggal, Louie.
Abby, bisakah kita bertemu? Bisa kita bicara?
Louie, kalau kau masih berharap kita bisa memperbaiki ini... tolong jangan.
Apa kau masih mencintaiku?
Kau tahu aku tak bisa melupakan apa yang terjadi.
Kita tak bisa kembali seperti dulu lagi.
Jangan katakan itu.
Aku tak merasa aman lagi bersamamu.
Dan aku tahu aku tak cukup bagimu.
Kita hanya akan saling menyakiti lagi.
Kau yang berselingkuh. Aku yang membencimu.
Jangan tunggu sampai itu terjadi lagi.
Selamat tinggal, Louie.
Semua karena buku itu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.