Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Misteri ini telah dipecahkan!
Tapi ini kasus pembunuhan buntu.
Konon tak pernah bisa dipecahkan!
Dia murid baru yang brilian!
Kali pertamanya hal semacam ini terjadi.
Kau bisa memahami perasaan kriminal?
Begitu dia lulus, tak akan ada kasus buntu lagi, bukan?
Ron Kamonohashi!
Terima kasih atas pujian kalian.
Dengan bakat langkaku ini, mendedikasikan hidupku menjadi detektif...
merupakan panggilan hidupku.
KANTOR PENYELIA GEDUNG
Dia ada di dalam?
Ruang terkunci? Pembunuhan mencurigakan?
Astaga!
Aduh...
Hei, Toto.
Kiku memintaku memeriksa keadaanmu...
Tampaknya kau sehat.
Menurutmu, aku dibunuh?
Jadi, kau membawa kasus menarik apa?
Tidak ada...
Lantai pemalas itu menelannya!
Gumam...
Apa?
Jangan bergumam, dan bicara yang jelas!
Dasar tidak berguna!
Setidaknya perhalus ucapanmu!
Kau menyia-nyiakan hasrat bergeloraku akan memecahkan kasus
dan bakat terbaikku dari BLUE!
BLUE?
BLUE, sekolah pelatihan detektif terbaik di dunia.
Seratus persen detektif terbaik merupakan lulusan BLUE.
Berarti semuanya!
Di antara mereka, akulah yang terbaik.
Mereka bilang, aku genius terhebat yang pernah bersekolah di sana.
Hebat sekali.
Namun...
semua kriminal yang kukejar mati, jadi mereka mencurigaiku.
Aku dikeluarkan dari BLUE dan izin detektifku dicabut.
Aku dilarang menjadi detektif.
Izin detektif?
Semacam paspor penting untuk memecahkan kasus sulit.
Tanpa itu, tak boleh terlibat dalam kasus mana pun.
Jika melanggar peraturan, akan dapat hukuman mematikan dari BLUE.
Mematikan?
Tapi di kasus lalu kau bertindak sebagai detektif.
Mau bagaimana lagi.
Mulai sekarang, di atas kertas
kau bertindak sebagai detektif, dan aku bekerja di balik layar.
Sebab itulah kau bilang aku akan jadi detektif hebat.
Kau tak ada pekerjaan, 'kan?
Ya, tapi dimanipulasi itu menyeramkan.
Maaf, aku salah berucap.
Kau hanyalah boneka.
Memangnya kau iblis?
Jangan bersikap defensif.
Aku akan menyamar dan pergi bersamamu ke TKP,
mengarahkanmu secara diam-diam.
Lalu kenapa tak melakukannya dari sini via telepon?
Tidak, aku mau menghormati korban dengan menemuinya.
Lagi-lagi kau tak mendengarkan orang lain.
Itu tak mungkin...
Memang! Kecuali kau bawa kasus kepadaku!
Dia sungguh egois.
Aku juga mau mengerjakan kasus besar, tapi semua bergantung pada Amamiya...
Amamiya?
Dia cantik.
Wajar dia punya penggemar di kepolisian.
Kau ada di foto ini, jadi bukan kau yang memotretnya.
Dia ataupun kau tak melihat kamera karena diambil diam-diam.
Kau benar...
Kolegaku yang mengirimkan, dia bilang dia mau diinjak oleh Amamiya.
Seleranya bagus.
Tidak sepertimu, suaramu selalu naik saat membicarakannya.
Tentu saja, dia menakutkan!
Bahkan hari ini...
Amamiya!
Jasad ditemukan di pinggir sungai!
Pria berusia 20-an, dengan cedera di kepala.
Akan kukirimkan fotonya!
Kemungkinan itu pembunuhan.
Kita berangkat.
Baik!
Amamiya!
Bawa aku bersamamu!
Tidak. Ada tugas yang cocok denganmu.
Ini.
Apa ini?
ISSHIKI
Jangan bermalas-malasan!
Baik, Bu!
Seperti itulah...
Kau punya kotak permintaan sendiri saja sudah mengagumkan.
Namun, semuanya tugas atau kasus yang tak penting.
Orang-orang menyebutnya tempat sampah.
Suatu hari, kaulah yang akan tertawa.
Tempat sampah akan menguasai umat manusia...
Mustahil! Kau tak bisa menghibur!
Lalu, sampah apa yang kau dapat hari ini?
Hei.
Laporan mengenai uang di celengan yang berkurang.
Entah bagaimana masuk ke Divisi Investigasi Satu.
Celengan...
Konon ini kejahatan yang tak bisa diungkap, tapi...
Kau pasti tak tertarik soal pencurian remeh.
Astaga!
Ayo, Toto.
Aku jadi penasaran!
Apa itu?
Penyamaran? Kenapa tiba-tiba?
Sebagai orang berkemampuan tertinggi dalam sejarah BLUE,
sudah tugasku menyelesaikan kasus yang ditinggalkan orang lain.
Ayo.
Tunggu!
Astaga, hampir saja!
Dia mati?
Dia sedang tidur.
Tunggu sebentar!
Halo, aku Isshiki dari kepolisian...
Aku Kamoo Menabung dari Kepolisian Celengan.
Silakan masuk...
"Menabung"?
Nama mencerminkan kepribadian.
Terlalu jelas!
Cobalah tak bersikap mencurigakan terutama saat nyawamu dipertaruhkan!
Apa itu?
Jadi, ini celengannya.
Menabung!
Itu koper.
Besar. Ini punyamu?
Kakakku. Dia di rumah keluarga kami.
Kau tinggal dengan kakakmu, 'kan?
Di mana celengannya?
Ada di ruang tamu.
Ini...
Katup karet yang mencegah orang mengeluarkan koin...
Inilah celengan populer itu...
Babi Tembok Besi.
Kenapa kau bisa tahu?
Kubaca di ponselmu tadi.
Jangan pakai tanpa izin!
Merah muda warna terpopuler, tapi ini kuning.
Benar.
Hanya tersisa warna kuning di tokonya, dan harganya murah.
Jadi, kalian tak di rumah dua hari lalu?
Benar.
Aku baru kembali kemarin, dan menyadari beratnya berkurang.
Kira-kira apa yang terjadi?
- Kalau itu... - Aduh!
Kumisku tersangkut!
Kapan kumismu tumbuh?
Itu perhiasan kakakku...
Jika menemukannya di saku, pasti akan kau pakai.
Tidak! Kau ikut hanya untuk mengganggu?
Hei, Toto?
Kau penasaran kenapa pencurinya tak mencuri perhiasan, 'kan?
Benar juga.
Itu aneh.
Akhir-akhir ini, kami menerima banyak telepon tanpa suara...
Telepon tanpa suara?
Sebab itu, aku memastikan mengunci pintu pada hari itu juga.
Berarti sudah jelas.
Kau menyadari sesuatu?
- Aku menyerah. - Apa?
Rumah terkunci, celengan tak bisa dibuka.
Mencuri uang dari celengannya merupakan kasus mustahil.
Bukankah kau bilang tugasmu menyelesaikannya?
Tunggu, kau minum sirop gula cokelat begitu saja?
Aku pulang!
Itu kakakku!
BANK
Aku menginap untuk membantu di rumah keluarga kami...
Aku baru pulang kemarin.
Saat adikku pulang...
Aku mau memasukkan koin, dan mengangkatnya, tapi terasa ringan.
Kupikir itu hanya imajinasiku saja, tapi...
Imajinasimu, ya...
Tidak ada info baru... Ini gawat.
Mau bagaimana lagi, 'kan? Imajinasinya.
Hei, jangan abaikan kasusnya.
Bukan imajinasiku!
Celengan ini seberat ornamen dari besi!
Bagus sekali, Dik.
Itulah yang ingin kudengar.
Apa?
Kalau begitu, kita pecahkan celengannya.
Aku tak memahami logikamu!
Aku tak keberatan.
Ya.
Rasanya memang seperti ada yang hilang.
Namun, tak bisa dikonfirmasi...
Tunggu, jangan sentuh.
Periksa koin itu untuk sidik jari.
Aku akan berjalan-jalan. Kita bertemu lagi nanti.
Apa?
Ketemu!
Kau lambat, Toto.
Aku berlari kemari!
Kenapa kita malah kemari...
Hasil penyidikan sudah ada?
Tidak ada sidik jari dari adiknya?
Sesuai dugaanku.
Apa... Kau sudah tahu?
Bukankah itu...
Amamiya!
Amamiya.
Sedang apa kau di sini?
Menginspeksi jasad!
Sudah kularang kau datang pagi ini.
Jasadnya di sana?
Hei, tunggu! Kau tak boleh ke sana!
- Siapa itu? - Dia kenalanku...
Amamiya.
Mungkin Totomaru Isshiki bisa menyelesaikan kasus pembunuhan ini.
Kau bercanda?
Dia memang selalu bercanda.
Yakinkan dan buat aku tersenyum, atau kau dipecat.
Dipecat?
Hai. Akhirnya kita bertemu.
Kau sedang apa?
Aku akan membalas dendammu, ya?
Hei, kau sedang apa?
Semuanya ada di tempatnya.
Detektif Isshiki.
Sekarang giliranmu.
Terima kasih sudah berkumpul di sini.
Pertama, akan kupecahkan misteri celengannya.
Lewati saja itu.
Kasus kecil seperti itu tak ada di Divisi Investigasi Satu.
Tidak mungkin...
Aneh sekali.
Padahal itu kasus di "tempat sampah" divisimu.
Apa?
Begini...
Hasil forensik menunjukkan hanya ada sidik jari si Kakak di koin.
Sidik jari si Adik tak ada.
Jadi, hanya uang adikku yang dicuri?
Namun, tak bisa dibuka tanpa dipecahkan...
Bukankah itu mustahil?
Soal itu...
Toto, kau membawa sesuatu dari jalan-jalanmu, 'kan?
Ya, benar juga.
Jika memikirkan cara mengambil uangnya saja,
maka tampak mustahil,
Jika tak bisa keluarkan,
maka kau menggantinya dengan celengan baru.
Celengan kami!
Celengan ini sama dengan yang dijual di toko.
Uangnya bukan berkurang karena dicuri.
Namun, menyembunyikan kebenaran kalau celengannya dipecahkan,
dia membeli celengan baru dan diisi dengan koin lain.
Benar, 'kan?
Nona.
Kenapa aku melakukannya?
Apa alasanku melakukan itu?
Jika aku memecahkannya, aku bisa bilang begitu.
Suaramu mulai bergetar. Tenanglah, Toto.
Alasanmu menyembunyikan fakta celengannya pecah
ada di sungai ini.
Alasan itu adalah pembunuhan
pria yang terbujur kaku di sana.
Saat si Kakak pulang, ada penguntit yang menunggu.
Penguntit?
Dari telepon tanpa suara itu...
Dia memojokkan si Kakak ke ruang tamu,
tapi si Kakak memakai celengan berat, dan memukulnya sampai mati.
Saat itulah celengannya pecah dan darah menempel ke koin.
Untuk menyembunyikan insidennya, dia membeli celengan baru
dan memasukkan koin lain.
Sebab itulah hanya ada sidik jarinya.
Akhirnya, jasadnya dibawa kemari menggunakan koper yang kita lihat tadi.
Ukuran itu...
terlalu besar untuk menginap sehari.
Misteri celengan itu terhubung dengan pembunuhannya?
Aku berhasil mengatakannya.
Dia bohong, 'kan?
Hei, itu semua bohong, 'kan?
Kak!
Itu benar.
Aku...
melakukannya.
Namun, itu semua karena penguntit...
Menyembunyikan jasad itu kejahatan besar.
Tenggelamkan dirimu.
Orang yang membunuh dan sembunyikan jasad tak berhak hidup di dunia ini.
Gawat! Penyakit yang membuatnya membunuh pelaku!
Apa itu? Keren sekali...
Nona! Abaikan saja dia!
Dia hanya melantur! Abaikan dia!
Tenggelamkan dirimu...
di sungai.
Baik.
Kakak?
Gawat.
Tenggelamkan dirimu.
Amamiya!
Tenggelamkan diriku...
Dia selamat!
Kakak!
Apa yang kulakukan...
Aku menekan pelakunya lagi...
Syukurlah dia selamat...
Terima kasih, Toto.
Kasusnya selesai.
Kami menemukan pecahan celengan di rambut penguntitnya.
Kami juga menemukan darah dan sidik jari, semuanya selaras dengan pengakuannya.
Jika tindakannya dianggap pembelaan diri,
dia bisa mendapat keringanan hukuman dari menyembunyikan jasad.
Semoga begitu.
Namun, investigasi ini memiliki masalah lain.
Pelanggaran aturanmu!
Gawat!
Memasuki daerah terlarang!
Mengganggu jalannya investigasi!
Mengintimidasi pelaku!
Siapa nama kenalanmu?
Kamoo...
Begitu.
Pak Kamoo.
Tidak mungkin...
KANTOR PENYELIA GEDUNG
Aku harus mengabarkan hasil kasusnya...
Ada kasus menarik lagi?
Kita baru menyelesaikannya kemarin!
Aku hanya bercanda.
Jangan menangis sambil meleyot!
Dia sungguh aneh.
Dia aneh, suka kasus kriminal, dan egois...
Siapa sangka aku sampai ingin bekerja dengannya lagi...
Kau dipuji oleh Amamiya hari ini, 'kan?
Kalau dipikirkan lagi, dia tak memujiku sama sekali...
Banggalah, Toto.
Kau bekerja dengan baik, dengan kebodohan dan kenaifanmu.
Terima kasih...
Entah kenapa, aku menantikan kasus baru yang menantang.
Aku menantikan keseruan dari deduksi dan kesimpulan Ron.
Ini menjadi hari yang spesial.
Hari Peringatan Menjadi Boneka.
Jahat sekali!
Kepala Sekolah, kau ingat murid dari tahun ajaran ke-87,
pria bernama Ron Kamonohashi?
Ya.
Tentu saja.
KEPALA BLUE
Pria yang mendapat nilai tertinggi dalam sejarah BLUE?
Benar.
Kami baru mendapat informasi
mengenai kembalinya dia ke dunia detektif.
Kalau begitu, Jepang bisa kehabisan kasus buntu.
Apa maksudmu?
Kau lupa kalau dalam semua kasusnya, semua pelakunya mati?
Dia bisa menyebabkan tragedi lebih besar.
Benar.
Menurutku juga begitu.
Kita mengeluarkannya lima tahun lalu dan mencabut izin detektifnya.
DIKELUARKAN RON KAMONOHASHI
Sudah jelas.
Sebagai BLUE, kita mengejar kebenaran.
Untuk memastikan keadilan tak diselimuti kejahatan,
kita membentuk detektif.
Detektif yang membunuh tak boleh ada.
Aku memerintahkan investigasi terhadap Ron Kamonohashi.
Menurutku, akulah orang yang tepat untuk tugas itu.
GURU PELACAKAN
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.