Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh Wiki Makassar
Letterboxd : wikixzy
Ketika datang ke pemilihan, kami akan mengadakan tiga pesta fiksi.
Warna biru, melambangkan kebebasan dan kesetaraan.
Merah melambangkan perkembangan industri.
Dan kuning melambangkan pelestarian.
Kamu bisa memberikan suaramu untuk semuanya.
Yang Mulia, raja, mengumumkan dia akan turun tahta
agar kita bisa mewujudkan "demokrasi."
Sekarang orang-orang bisa memilih pemimpin baru melalui proses yang disebut "pemilu."
Tapi negara kita tidak mengenal pemilu sebelumnya.
Dalam empat hari, pemerintah akan mengadakan "Pemilu Uji coba"
agar semua orang bisa mengerti prosesnya.
Untuk menjelaskannya, di sini sudah hadir Kepala Komisi Pemilihan Bhutan, Tshering Yangden.
Terima kasih.
Ini momen bersejarah.
Pejabat pemilu kita sudah selesai di negara ini.
Aku mau pergi ke desa Ura
untuk melayani negara sesuai kemampuanku.
Aku harap warga akan berkumpul untuk proses monumental ini.
Tashi, aku butuh senjata.
Bisa ambilkan senjata?
Aku tidak tahu, Lama. Aku bahkan belum pernah melihat senjata sebelumnya.
Aku butuh dua senjata.
Aku membutuhkannya saat Bulan Purnama.
Ada hal-hal perlu diperbaiki lagi.
Sangat menyedihkan.
Apa itu, Lama?
Negara kita, sedang berubah.
♪ Now look at them yo-yo's That's the way you do it ♪
♪ You play the guitar on the MTV ♪
♪ That ain't workin' that's the way you do it ♪
♪ Money for nothin'... ♪
Mesin cuci darah gratis hari ini, bisa gak kamu membawaku ke sana?
Kamu dengar gak?
Aku rasa aku tidak punya waktu, aku harus pergi selama beberapa hari.
Bisa gak kamu jaga diri sendiri?
Sarapan? Aku akan membuat sesuatu.
Kalau aku makan, bisa-bisa aku terlambat, aku benar-benar harus pergi.
Minum obatmu tepat waktu, ya!
Ap Dorji punya televisi baru!
Yang terbesar di desa kami.
Terakhir kali dia mengarak kaki yak itu
cuma untuk mengumumkan kalau dia sedang makan yak malam itu.
Dorji! Selamat!
Terima kasih!
Semua orang tahu dia menjual kedua sapinya untuk membeli televisi.
Kita juga punya televisi, meski sudah tua.
Tapi apa kita pamer di depan semua orang?
usap dengan bulu.
Untuk orang lain...
Sudah menyala!
dan peduli dengan balas dendam.
Wow! Aku tidak percaya!
Saluran televisi negara kita sendiri! Saluran televisi Bhutan!
Kita sudah jadi negara modern sekarang!
Penduduk Ura, pelajari cara memilih dalam Pemilihan Uji coba
kamu bisa memilihku, "Lodro," saat pemilihan umum.
Ingat bagaimana keluargaku selalu membantumu.
Tidak bisa dipercaya orang bodoh ini mewakili partai "kebebasan dan kesetaraan".
Bayangkan gimana negara kita kalau dia memenangkan pemilu.
Lebih buruknya lagi ibumu memilih dia.
Kamu tahu mereka menggemukkan dua ekor babi?
Lodro akan membantai mereka dengan mengadakan pesta saat dia meluncurkan kampanye pemilihannya.
Penduduk desa berkumpul ke mana pun saat ada daging babi gratis.
Sama seperti lalat yang melayang di atas kotoran.
Mereka sangat licik, dan menjijikkan.
Ah.
Thinley harus memenangkan pemilu.
Cukup sudah jadi pelayan keluarga Lodro.
Sistem feodal seperti itu sudah tidak laku sekarang ini.
Aku tidak setuju dengan ibumu dalam hal ini.
Aku benar-benar tidak peduli pada semuanya.
Besok ketua pilkada akan datang ke sini.
Kepala desa menginginkan aku jadi asistennya.
Wow! Kita juga punya televisi?
Ya, kita punya. Ini diberikan oleh Paman Thinley.
Tapi ayah tahu gak kalau Ap Dorji punya televisi baru dan jauh lebih besar.
Tapi dia harus menjual sapinya untuk televisi itu.
Terima kasih pada Paman Thinley, kita tak pernah menjual sapi.
Oh, oke, Ayah, tapi apa kamu udah menemukan penghapusku?
Aku lupa mengambilnya.
Aku lagi sibuk dengan pemilu mendatang.
Ayah, apa itu pemilu?
Katakanlah aku sedang sibuk sekarang, jadi suatu hari nanti kamu bisa jadi Perdana Menteri.
Aku tak mau jadi Perdana Menteri, aku cuma mau penghapusku.
Oke, aku mau memastikan kalau aku dapat penghapus sebagai calon Perdana Menteri Bhutan.
Oke.
Bagaimanapun, aku harus membantu Thinley saat kampanyenya.
Sampai ketemu lagi.
Lama, ini untukmu sampai aku kembali.
Pastikan kamu mendapatkannya demi Bulan Purnama.
Ya, tentu saja, Lama.
Dalam berita internasional lainnya,
Bhutan, sebuah negara terakhir di dunia
yang terhubung ke Internet dan bahkan mengizinkan televisi,
serta baru saja menerapkan demokrasi termuda di dunia,
dengan raja terkasih berusia 51 tahun turun tahta
dan beliau mendukung reformasi demokrasi.
Pemerintah sedang mengajar sebagian besar penduduk pedesaan mereka
tentang hak-hak demokratis dan hak istimewa mereka yang baru ditemukan.
Tapi anehnya, banyak orang Bhutan tidak menginginkan perubahan ini...
...dan transisi demokrasi sangat tidak populer.
Ya, Phurba, aku ke Ura sekarang.
Pendaftaran pemilih di sana berubah jadi bencana.
Apa yang kalian lakukan?
Kamu tahu CNN, BBC, bahkan Al Jazeera sedang meliput pemilu kita.
Bayangkan betapa memalukannya hal ini kalau dunia melihat TPS kosong.
Pemilu Uji coba harus berhasil.
Oke.
Oh, kamu, Tn. Tashi. Kamu mau turun?
Ya, aku mau turun. Apa kamu mau naik?
Ya, aku mau naik.
Ron, kumohon.
Jadi dengarkan, um, Ron, kalau ada yang bertanya,
kamu bilang kalau kamu di sini untuk mengunjungi kuil Buddha dan, um, aku pemandumu, oke?
Yah, kalau itu maumu, aku harap harganya sesuai.
Berapa banyak yang kamu inginkan, mereka akan gila kalau menolak.
Tshomo, semuanya baik-baik saja?
Bagaimana kabarmu?
Jadi, kamu dan Yuphel tidak mengunjungiku hari ini.
- Apa makanmu teratur? - Kamu tak perlu mengkhawatirkan kami.
Kemana perginya Choephel?
Dia seharusnya membantumu.
Suami yang tidak berguna.
Aku sudah memperingatkanmu sejak awal. Kamu tidak boleh mencampurkan air dan susu.
Tradisi kita harus dipertahankan.
Lodro harus memenangkan pemilu.
Kamu butuh uang?
Tidak apa-apa, kami bisa bertahan.
Ini, belikan Yuphel beberapa manisan.
Terima kasih, Ibu.
- Aku mau pergi, kalau begitu. - Maaf kami tidak punya apapun.
Tidak apa-apa. Aku akan mencari di rumah lain.
Faktanya, aku belum pernah melihat senjata seumur hidupku.
Aku juga belum.
Ap Penjor mungkin memilikinya, kamu harus pergi memeriksa rumahnya.
Terima kasih, aku mau pergi memeriksanya.
- Dah. - Dah.
- Jadi, kita siap untuk hari ini? - Ya.
Kita akan pergi ke rumah narahubung kita.
Membutuhkan waktu lima jam ke sana.
- Selamat pagi! - Silahkan duduk.
Selamat pagi.
Selamat pagi. Silahkan duduk.
Satu langkah kecil untuk manusia,
satu lompatan raksasa bagi umat manusia.
Amerika, tuntut MTV-mu!
Kamu mau apa?
Mmm. Bisa aku minum air hitam ini?
Aku termotivasi oleh tugasku.
Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku.
Bisa gak kamu melayani orang-orang di luar?
Pria ini dan aku punya beberapa urusan yang belum selesai.
Jadi dengar, paman.
Apa kamu tahu soal Pemilu Uji coba yang akan datang?
Aku dengar kita perlu memilih pemimpin baru,
tapi apa gunanya?
Kita sudah punya Yang Mulia.
Ini tuh sistem politik di India.
Para pemimpin mereka menarik jenggot satu sama lain,
saling melempar kursi,
dan sekarang mereka mau membawanya ke negara kita?
Ini masalah yang sangat serius!
Aku datang sejauh ini untuk memastikan kamu ambil bagian.
Orang-orang di negara lain bersedia saling membunuh demi hak ini.
Raja kita sudah menghadiahi kita ini,
setidaknya kamu harus belajar cara menikmati hadiah ini!
- Ya. - Iya, kan?
Ya.
Ini, ambil ini.
Pastikan kamu ada di sana saat Pemilihan Uji coba.
Hei, siapa nama pemeran utamanya tad?
Dia James Bond.
Mereka memanggilnya 007.
Beberapa orang datang untuk membunuh kita.
- 007. - Kita akan membunuh mereka dulu.
Ayahmu pengkhianat dan mendukung orang luar!
Kalian harus meninggalkan desa kami!
Selamat siang, semuanya! Namaku Phurba.
Kami dari kantor pemilihan, untuk mengajari kalian semua cara memilih.
Pemilihan Uji coba akan dilakukan dalam tiga hari.
Untuk itu, kami menyediakan kalian pilihan fiksi.
Tiga di antaranya: merah, biru, dan kuning.
Pilih saja yang kamu anggap akan memberikan kebahagiaan terbesar.
Sebelum kita sampai pada Pemilihan Uji coba, kami perlu mendata kalian masing-masing.
- Halo. - Halo.
- Namamu? - Wangda.
- Wangda apa? - Cuma Wangda.
Cuma Wangda?
- Bagaimana dengan tanggal lahirmu? - Kelinci kayu.
Tidak, tidak, aku butuh tanggal, bulan dan tahun.
Hmm. Aku tidak tahu.
Orang tuaku memberi tahu aku kalau aku ketika raja berusia 15 tahun.
Oh, baiklah.
Tidak ada di antara kalian yang tahu hari ulang tahun sendiri?
Ah itu masalahnya, silakan pulang ke rumah
dan kembali saat kalian tahu hari ulang tahun!
Tapi tolong kembali untuk mendaftar. Mereka yang tidak berulang tahun, silakan pergi!
Memangnya gimana kita bisa tahu informasi konyol itu?
Nyonya, kamu datang begitu cepat.
Ini Tshomo.
Kepala desa menugaskannya untuk membantu kita.
Lihat ini, Phurba!
Kalian semua datang ke sini sebelum aku, namun semuanya masih berantakan.
Kalau aku tidak ada di sini, kamu tak bisa melakukan semuanya dengan benar.
Aku pikir kita harus mendatangi mereka dari pintu ke pintu dan seret semua orang untuk mendaftar.
- Kita berangkat besok pagi. - Ya, Nyonya.
Tolol!
- Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau dia ada di sini? - Maaf, Pak.
Sekarang mulailah catat siapa pun yang tersisa.
Ya, Pak.
Halo, tolong sebutkan namanya?
...Aku mau jadi pemilih, apa kamu mau pergi?
Prihatin dengan perekonomian negara kita? Kalau begitu, silakan pergi.
Bagaimana sekolahmu, sayangku?
Apa yang terjadi?
Katakan padaku, apa yang terjadi?
Tidak ada kok, aku lagi bermain lalu terjatuh.
Lihat pakaianmu, semua tertutup tanah.
- Katakan padaku, apa yang terjadi? - Tidak ada.
Aku tahu kalau ada sesuatu yang salah.
Kalau kamu mencintai negaramu, kamu harus memilih!
Bu, hari ini, guru marah padaku.
Aku tidak punya penghapus.
Aku menghapusnya pake saputanganku
malah merobek halaman-halamannya.
Guru itu berteriak padaku.
Semua halamannya robek.
Tidak apa-apa, sayang, besok kita bisa pergi ke pasar dan memberikanmu penghapus.
Kita harus melepaskan diri dari masa lalu
dan bekerja sama untuk modernisasi kita.
Rakyat Ura, untuk Pemilihan Umum,
tolong berikan suara sucimu untuk aku, "Thinley."
Ibu.
Teman bilang kalau ayah mendukung "pengembangan industri."
Tak usah peduli dengan perkataan mereka. Jangan khawatir soal itu.
Dan sepupuku bilang ayah pengkhianat karena tidak setuju dengan nenek.
Apa ayah pengkhianat?
Salam! - Halo, Tn. Benji!
Duduklah di sini.
Kalau kamu memberi tahu kami kalau kamu mau datang, kami bisa menyiapkan makan siang untukmu.
Bumo, bawakan barangnya.
Dia orang asing! Sudah kubilang.
Temanku, Tn. Ron.
Tn. Ron sebenarnya kolektor senjata.
Jangan khawatir soal menjual senjatamu padanya.
Dia sangat berpengetahuan dan dihormati.
Jual saja padanya.
Senapannya sudah ada di sini selama beberapa generasi.
Ini tuh senapan Perang Saudara Amerika.
Tapi lihat nomor serinya.
Yang ini sangat langka.
Kami sudah mencari ini di seluruh dunia selama 30 tahun terakhir.
Sepertinya senapan ini...
seperti harta yang sudah lama lama hilang.
Katakan padanya, aku mau memberinya 75.000 dolar.
Tujuh puluh lima ribu?
Keberuntungan datang pada mereka yang punya hati baik!
Dia mau memberimu...
3,5 juta Ngultrum untuk senjata ini.
Aku, aku...
Itu terlalu banyak.
Aku merasa tidak nyaman menerimanya. Ini tidak seperti aku menjual berlian padanya.
- Aku cuma tidak enak. - Tidak, tidak, dengarkan saja.
Aku memberitahunya soal hutangmu.
Dia mengerti situasi sulit yang kamu hadapi.
Dia bersikap baik untuk membantumu.
Tidak cukup?
Tidak masalah, aku bisa menaikkannya hingga 85 ribu dolar.
Tidak, tidak! Dia pikir jumlahnya terlalu tinggi.
Dia menginginkan lebih rendah dari 85 ribu.
Apa?
Jadi, bagaimana denga 1,5 juta Ngultrum?
Nah, 1,5 juta masih bisa dimengerti, lebih bisa diterima.
Jadi begitu kesepakatannya? - Baiklah.
Hei, Ron, sudah selesai.
Tunggu, apa?
32 ribu dolar.
- Apa kamu yakin? - Ya, aku yakin.
Jadi, semuanya sudah selesai. Oke.
Ada sebuah bank beberapa jam dari sini.
Jadi kita akan melakukan penarikan lalu balik ke sini esok pagi. Gimana?
Besok, kami akan membayarmu, dan kamu berikan senapannya pada kami.
Oke.
Ah, ya. Oke.
Oke, berikan itu.
Ingat, ini 1,5 juta, ada lima angka nol di dalamnya.
Jagalah dengan baik.
Ah. Ini dia.
- Halo, Ap Penjor. - Halo.
- Apa kamu baik-baik saja? - Ya.
- Kamu kelihatannya sehat. - Semuanya baik-baik saja.
- Tolong, masuklah. - Ya.
Apa itu?
Aku sibuk di sini demi kita berdua.
Tapi kita harus membayar tagihan kita.
Kalau kamu membutuhkan uang, periksa di bawah kasur.
Aku harus pergi.
Halo?
- Apa Benji tinggal di sini? - Ya.
- Panggil dia. - Dia tidak ada di sini saat ini.
Kemana dia pergi?
Dia bilang dia akan kembali dalam beberapa hari.
- Kamu siapa? - Aku istrinya.
Apa Benji menyukai perdagangan barang antik?
Tidak, itu diberikan oleh orang tuanya.
Apa Benji bersama tamu asing?
Coba tebak. Aku menemukannya.
Ya.
Ya, bersama beberapa petani Bhutan antah berantah.
Tidak, dia tidak tahu berapa nilainya.
Kamu percaya gak, setelah bertahun-tahun ini?
Ya.
Oke, jadi aku harus memilikinya besok.
Hubungi aku kalau begitu.
Pria ini sepertinya terlibat dengan perdagangan senjata.
Sepertinya dia sudah memasuki Bhutan,
dan kami bertanya-tanya dia sedang apa di sini.
Pencarian kami mengungkapkan Benji itu pemandunya.
- Kamu tahu sesuatu soal ini? - Tidak, aku tidak tahu apa-apa.
Aku ragu Benji terlibat dalam perdagangan senjata.
Maksudku, apa ada senjata di Bhutan?
Apa ini terlihat seperti mainan bagimu?
Panggil aku saat Benji menghubungimu.
Oke.
Nomor yang Anda tuju sedang sibuk.
Ini dia, guru.
Wow, sangat berat.
Tentu saja.
Ini barang antik yang berharga.
Mereka mengatakan kalau senjatanya sudah membunuh banyak orang Tibet selama perang.
Kami sudah melupakannya.
Dan baru saja meninggalkannya di gudang.
Tidak ada yang benar-benar peduli soal itu. Hingga saat ini, orang asing...
- Tapi apa masih berfungsi? - Tentu saja.
Kenapa Lama menginginkan senjata?
Aku tidak yakin.
Dia masih punya waktu dua tahun lagi untuk meditasinya.
Tiba-tiba, dia menginginkan senjata.
Aku berhutang banyak pada Lama.
Kami semua di desa bahagia dan damai
karena doa dan berkatnya.
Kalau dia membutuhkannya, terimalah sebagai persembahan.
Itu sama sekali tidak bisa diterima.
- Tidak banyak kok, tapi aku harus membayarmu. - Tidak perlu.
- Tidak. - Aku tidak bisa menerimanya.
Tidak, aku tidak pernah bisa menerima uang dari biksu.
Ini dia, untuk senapannya.
Kalau ini aku bisa menerimanya.
Tidak akan ada lagi hutang karma di antara kita.
Lama akan melakukan ritual di Bulan Purnama.
Kamu dan putrimu harus hadir.
Tentu saja! Aku kira Lama membutuhkan peluru juga?
Oh, ya, dia membutuhkan beberapa peluru.
Nyonya, kami pergi mengetuk di setiap pintu tapi...
Seluruh dunia memperhatikan kami.
Tidak bisa diterima kalau kita punya pendaftaran pemilih 10%.
Demokrasi tuh puncak dari Kebahagiaan Nasional Bruto.
Kita harus berevolusi dengan seluruh dunia.
Siapa itu?
Beberapa pejabat pemerintah yang tidak berguna mencoba mengajari orang cara memilih.
Memangnya orang perlu diajari cara memilih?
Ayo, Ron.
Apa itu biksu? Menenteng senapan?
Dia Tn. Tashi. Dia pelayan Lama kita.
- Halo, guru, mau pergi ke mana? - Aku mau pergi ke biara di Ura.
Apa ada yang salah?
Kami menuju ke sana kok, kami bisa memberimu tumpangan.
Halo, Tn. Tashi. Darimana asalmu?
Dari rumah Ap Penjor.
Ini kepala kantor Pemilihan. Ayo masuk.
Ayo kita kumpulkan beberapa manfaat dengan melayani biksu.
Ya. kami sedang dalam perjalanan. Tapi, ya Tuhan, bank itu.
Ya, kami punya uang tunai, semuanya ada di dalam tas.
Oh. Oke, kami hampir sampai. Aku akan memberitahumu.
Makan?
Teh?
Ini dia.
Ini semua untukmu.
Jangan kesal, aku memberikannya.
Maksudnya?
Kamu menyerahkan pistolnya?
- Mm. - Apa yang dia katakan?
Apa ini tidak cukup.
Kamu menyimpan uangnya, kami mengambil senapannya, begitulah perjanjiannya.
Ya, tapi sekarang sudah terlambat.
Tapi kita sudah sepakat.
Kamu memberikannya pada siapa?
Jadi, kenapa kamu membawanya?
- Membawa apa? - Senapan itu.
Oh, ini untuk Lhamaku.
Untuk apa?
Entahlah.
Lama bilang dia perlu memperbaiki keadaan.
Benar.
Untuk biksu?
Sekarang, dengar...
kamu menempatkanku dalam posisi yang sangat canggung di sini.
Siapa biksu itu?
Kenapa biksu mengambil senjata kita?
Dia berasal dari biara Ura.
Rupanya, sang Lhama menginginkan senjata.
Jadi aku memberikannya sebagai persembahan.
Lama dengan senapan.
Kenapa Lama menginginkan senapan?
Apa yang akan terjadi dengan negara kita?
Jadi, apa yang kalian lakukan di sini?
Kami di sini untuk memodernisasi negara.
Mengajari masyarakat pedesaan cara memilih.
- Kamu pernah mendengarnya? - Dengar soal apa?
- Pemilu. - Oh, entahlah.
- Apa itu penyakit babi baru? - Penyakit babi?
Tidak! Saat kamu memilih pemimpin barumu.
Oh, tidak.
Apa yang terjadi pada Yang Mulia?
Yang Mulia masih ada kok, tapi dia menyerahkan kekuasaannya untuk memerintah.
Tapi kenapa mesti repot-repot pemilu?
Karena jadi demokratis berarti jadi modern.
Mmm.
Aku belum pernah mendengarnya.
Yah, karena pemilu hal baru di Bhutan.
Aku kira pemilu itu ajaran dari Sang Buddha?
Yah, tidak juga.
Oh, lalu gimana kita bisa begitu yakin kalau pemilu baik untuk kita?
Tidak masalah apa yang diajarkan Buddha selama 2500 tahun yang lalu.
Ini pemikiran modern, tentu saja akan baik untuk kita.
Kemana biksu itu pergi?
Ke biara.
- Kapan dia pergi? - Dia pergi pagi ini.
- Naik mobil atau dia jalan kaki? - Dia berjalan kaki.
Berjalan kaki?
Hei, Ron, aku pikir kita harus menyusulnya. Ayo pergi.
Guru! - Apa?
Beri tahu Lhamu untuk datang menghadiri Pemilihan Uji coba.
Kehadirannya bisa menarik perhatian orang.
Tidak, kami tidak bisa.
Lama sedang merencanakan sesuatu yang penting pada hari Bulan Purnama.
Bukannya Bulan Purnama dua hari lagi?
Hari yang sama saat terjadinya Pemilihan Uji coba.
Apa yang Lama rencanakan?
Aku tidak yakin.
Dia bilang senapannya untuk memperbaiki keadaan.
Mmm. Berhenti di sini. Aku turun di sini.
- Terima kasih atas tumpangannya. - Sampai jumpa saat Bulan Purnama.
- Kami juga akan datang ke acara Lama. - Oke.
Hmm. Ini sempurna!
Pertemuan keagamaan selalu membawa banyak orang.
Ayo kita siapkan Pemilu Uji coba di sana.
Ya, nyonya, penduduk desa berkumpul seperti lalat.
Guru, mohon tunggu sebentar!
Aku perlu bicara denganmu soal sesuatu yang sangat penting.
Ada yang bisa aku bantu?
Namaku Benji,
dan ini temanku, Tn. Ron.
Apa kamu tahu Amerika? Jaraknya sangat jauh.
Dia datang sejauh ini, dengan susah payah, untuk senjata itu.
Kemarin, kami pergi ke Ap Penjor.
Dia bilang dia berhutang, jadi aku menawarkan untuk membantunya.
Aku membantu membuat kesepakatan antara Tn Ron dan Ap Penjor.
Kami mau membeli senjata darinya.
Tapi pagi ini kamu sudah mengambil senapannya.
- Bisa gak kamu kembalikan pistolnya? - Apa?
Tolong jangan bercanda.
Kamu sadar gak, betapa banyak masalah untuk mendapatkannya?
Tunggu! Kami tidak menginginkannya secara gratis, biarkan kami membelinya darimu!
Tunggu! Tunggu! Tunggu sebentar!
Tahan!
Kamu tidak mengerti kenapa aku ada di sini.
Oh!
- Kamu mau apa dengan uang banyak gitu? - Ini semua untukmu.
Berikan saja senapannya sebagai balasannya.
Tidak, tidak, apa yang akan kulakukan dengan uang sebanyak ini?
Aku tidak butuh uang, aku butuh senapannya.
- Apa yang akan dilakukan biksu dengan senapan? - Ini untuk Tuanku.
Aku sudah mencari segalanya demi senapan ini.
Ron, sepertinya dia tidak menginginkan uang itu.
Dengar, katakan padanya aku bisa membayar dalam bentuk dolar.
Apa yang dia katakan?
Dia akan memberimu banyak uang untuk senapannya.
Kemarilah, biar kutunjukkan padamu,
lihat catatan hijau mengkilap ini dengan pria botak itu?
Ini tuh mata uang yang paling kuat di dunia.
Hari ini hari keberuntunganmu.
Lupakan tentang betapa kuatnya dolar,
beberapa orang bahkan menjual ginjalnya untuk dolar.
Dengar, katakan padanya dia bisa menyebutkan harganya
untuk senapan itu, berapapun.
Dia bahkan mulai mengemis sekarang.
Kamu mengenakan jubah Buddha,
jadi aku tahu kamu sosok yang penuh belas kasih.
Tolong berikan kami senapannya.
Aku sangat menyesal.
Ya, sebagai biksu, aku berkewajiban membantu orang lain.
Tapi tidak kali ini, maaf.
Jadi bapak di sini akan berteriak, "Aku mau warna biru," oke?
Lalu, um, nenek berbaju hitam.
Ya, kemarilah.
Ini, ambil ini.
Jadi bapak di sini akan berteriak, "Aku ingin warna biru," oke?
Saat dia berteriak, "Aku mau warna biru,"
semua yang ada di sisi ini harus berteriak, "Kami tidak menginginkan warna biru, kami menginginkan warna merah!"
Sebelum kita mulai, ayo kita bagi jadi dua sisi.
Dari tengah, pindah ke sisi ini, dan kalian semua pindah ke sana.
Sisi ini untuk biru dan sisi itu untuk merah, paham?
Sekarang untuk memulai, berteriaklah, "kami mau warna biru."
Oke. Kami menginginkan warna biru.
- Sedikit lebih keras. - Kami mau biru!
- Masih kurang keras. - Kami mau biru!
Ya, begitu saja. Kami menginginkan warna biru!
- Kami mau merah! - Kami mau biru!
Oke, oke, itu sudah cukup!
Tunjukkan semangat! Ini untuk pemimpin barumu!
Kamu tidak seharusnya saling menyukai!
Berteriaklah lebih keras!
Seperti kamu mau saling memukul!
Yah, tidak benar-benar memukul, tapi bertindaklah seperti yang kamu mau!
Kamu seharusnya saling membenci. Sekali lagi!
- Kami mau biru! - Kami mau merah!
- Ganti dengan warna merah, kami mau warna biru! - Kemuliaan memilih merah!
Kenapa kamu mengajari kami bersikap kasar? Ini bukan tabiat kami.
Ganti dengan warna biru, kami cuma menginginkan warna merah!
Mohon tunggu!
Kenapa dia tidak menginginkan uang itu?
Entahlah, bung, bosnya lah yang menginginkan senapan itu.
Guru?
Apa yang kita lakukan?
Bisa tunggu sebentar?
Lihat! Itu cuma senapan tua, mungkin takkan berhasil.
Lihat, senapannya sudah sangat tua!
Tidak akan menguntungkanmu.
Nah, Ap Penjor bilang senapan itu udah membunuh ratusan orang Tibet selama perang.
Ya, tapi perang itu terjadi beberapa abad yang lalu.
Ini pembicaraan lama.
Lihat logamnya, semuanya berkarat.
Bukannya kamu lebih suka pistol yang baru?
Halo? Apa yang terjadi?
Aku bilang ke dia kalau itu senjata tua. Akan lebih baik kalau dia membeli senjata baru.
Oke, katakan padanya kalau uang yang aku tawarkan, bisa dia gunakan membeli sepuluh senjata baru.
Sepertinya kamu menumpuk banyak manfaat dalam kehidupanmu sebelumnya!
Berikan pistolnya, dan dengan uang ini, kamu bisa membeli sepuluh senjata baru.
Sepuluh senjata yang bisa membunuh! Kesepakatan yang luar biasa!
Ya, ya, silahkan duduk. Aku mengatakan yang sebenarnya.
Kamu takkan pernah lagi mencapai kesepakatan sama demi sampah berkarat.
Langit sedang memberkatimu dengan kesempatan ini
karena kamu biksu yang baik.
Jangan menyia-nyiakan kesempatan, pegang dengan kedua tanganmu!
Yah, aku tidak benar-benar membutuhkan sepuluh senjata.
Tapi aku butuh dua senjata.
Itu bisa dilakukan.
Tn. Ron ahlinya dalam persoalan senjata.
Di negaranya, ada lebih banyak senjata daripada manusia.
- Lebih banyak senjata daripada manusia? - Ya!
Wow, pasti negara yang sangat unik.
Senjata bagian yang sangat penting dari budaya mereka.
Dalam sutra versi mereka, ayat kedua bilang kalau...
semua warga negara berhak hak memiliki senjata.
Sekarang, jangan buang waktu, berikan saja senapan itu.
Oke, jadi aku butuh dua senjata.
Jadi kami akan memberimu dua senjata, dua senjata baru.
Kedengarannya seperti kesepakatan yang adil, gimana?
Tentu saja itu kesepakatan yang adil!
- Hei, Ron, Ron. - Ya?
Kita akan menukar senapan tua ini untuk dua senjata baru, gimana?
- Dua senjata? Untuk yang satu itu? - Ya.
Oke, kamu bisa memberi tahu dia kalau dia bisa memilih senjata apa pun dari daftar ini.
Baiklah.
Lihatlah pilihan yang kamu punya. Kamu bisa memilih senjata apa pun dari daftar ini.
Bagaimana yang ini?
Halo?
- Bagaimana dengan yang ini? - Tidak.
Oke, kamu tidak suka yang itu. Halo? Halo?
Inilah yang digunakan para koboi Amerika.
Yang ini sangat keren.
Yah, itu terlalu kecil.
- Huh? - Terlalu kecil!
Seorang biksu. Biksu. Kayak...
Memakai jubah, bermeditasi... - Ya, ya, seperti biksu Buddha.
Oh, yang ini!
Itulah yang digunakan James Bond 007 di televisi.
Aku mau yang ini! Tolong katakan padanya untuk membelikan aku yang ini.
- Yang besar? - Ya, yang ini.
Sekarang, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan, dasar biksu serakah!
- Oh! - Tidak, tidak, aku mengerti.
Kalau ukurannya besar, bakal jadi berat.
Kalau berat, sulit bagimu membawanya.
Kalau kecil, ringan dan mudah.
- Tidak, aku menginginkan ini! - Yang ini lebih baik.
Tidak, aku ingin yang ini. Katakan padanya untuk membawakanku ini.
Aku tidak tahu apa yang diinginkan biksu Buddha dengan senapannya, tapi dengar...
Halo? Halo?
Apa?
Dia tidak bergeming, bung, dia bilang dia mau dua.
Dua AK-47?
Apa yang akan dia lakukan dengan AK-47 di Bhutan?
Oke.
Halo, ada sedikit masalah,
biksu itu menginginkan AK-47 sebagai senjatanya.
Hei, guru!
Maaf, kamu menunggu lama. Aku harus kembali ke Lamaku.
Tidak, tolong tunggu.
Kami akan memberikanmu senjatamu. Bakal tiba dalam beberapa hari.
Beberapa hari? Aku tidak punya waktu menunggu.
Aku butuh senjata sebelum Bulan Purnama.
Bulan Purnama?
Lusa? Terlalu cepat.
Kalau aku tidak mendapatkannya saat Bulan Purnama, tidak ada gunanya.
Hei, Ron, dia bilang dia butuh senjata
lusa.
- Apa kamu bercanda? - Tidak, dia keras kepala.
Sepertinya tidak bisa dinegosiasikan.
Baiklah, kita mesti makan dulu sambil memikirkan sesuatu.
Mungkin senapan dari India.
Hei, apa kamu punya nomor telepon?
Mm.
Jangan khawatir, ayo kita lakukan ini:
Temui aku di sana pada hari Bulan Purnama.
Kita bisa menukar senjata kita dengan stupa.
Lebih baik kamu menepati janjimu.
Jangan khawatir.
Pertanda buruk kalau berbohong. - Ya, ya.
Aku Tshering Yangden, Direktur Pemilu.
Yang Mulia sudah memberi kita hadiah berharga ini.
Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Silakan bergabung dengan kami untuk Pemilihan Uji coba
dan pelajari cara menunaikan tugas sucimu.
Kita harus membuat semua orang Bhutan bekerja sama
demi menjadikan negara kita modern dan maju!
Wow, kesukaanku!
Ibu membuat daging babi dan lobak!
Ibumu sudah datang?
Apa dia mengeluh tanpa henti perihal aku lagi?
Besok di pasar ada pendaftaran pemilu.
Aku mau membawa Yuphel bersamaku.
Kenapa kamu membawa Yuphel?
Dia menggunakan saputangannya untuk menghapus buku catatannya.
Malah halaman-halamannya. Guru itu memarahinya.
Yuphel.
Tidak apa-apa. Aku mau menemui gurumu besok.
Aku mau memberitahunya kalau aku lupa penghapusmu.
Tidak, tidak apa-apa.
Kamu tidak harus pergi ke sekolahnya.
Apa yang salah kalau aku pergi ke sekolah putriku sendiri?
Kmau terlalu terlibat dengan pemilihan Lodro dan Thinley.
Ini menyebabkan begitu banyak gangguan untuk keluarga kita.
Bahkan di sekolah Yuphel, ada rumor tentang dirimu.
Aku melakukan semua ini untuk kita,
demi Yuphel.
Saat Thinley menang dan mendapat posisi menteri,
dia akan ingat kita mendukungnya.
Dia bisa membantu kita menempatkan Yuphel di sekolah kota.
Jauh dari kehidupan pedesaan yang menyedihkan ini.
Di sini, sorotan bulan ini...
sedang makan sepotong daging babi kering.
Apa ada sesuatu untuk kita di sini? Katakan padaku!
Ron.
Salam.
Gadis kecil, ambilkan kami dua teh.
Kenapa kamu terus menelepon?
Polisi?
Apa...? Apa yang mereka inginkan?
Halo?
Ya.
Foto orang asing?
Seperti apa rupa orang asing ini?
Ya, lalu?
Senjata?
Kenapa aku terlibat perihal senjata? Aku tidak gila.
Jangan khawatir, aku cuma pemandunya, oke?
Oke, jadi, dengarkan.
Kami mendapat dua AK-47 baru.
Seratus, ya?
Ya, biksu itu bisa menembak semuanya di gunung dengan banyak orang.
Kekhawatirannya terletak pada pemerintah yang takkan bisa mendaftarkan pemilih,
tetapi semua upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan jumlah pemilih
demi Pemilihan Uji coba besok pagi.
Ini Karma Gelek, dengan juru kamera Kinley Wangchuk, melaporkan dari Ura.
Apa semuanya baik-baik saja? Haruskah kita mengulanginya?
Berapa banyak yang kamu dapat?
Cuma yang ini untuk saat ini.
Ini persembahan untukmu dari Ap Penjor.
Bahkan ini sangat sulit.
Rasanya seperti seluruh dunia mengincar senjata ini.
Ap Penjor juga memberikan peluru ini.
Dia bilang senjata ini membunuh banyak orang Tibet dalam peperangan.
Ada banyak sekali agresi di dalamnya, ya?
Ya.
Bagus, bagus.
Aku dapat tumpangan dari perempuan itu
yang ada di radio tempo hari.
- Oh, dia sudah tiba? - Ya.
Apa dia melihat senapannya?
Ya, dia melihatnya.
Dia sangat sibuk dengan pemilu itu
semua orang juga begitu dan akan berlangsung hari ini.
Luar biasa, semuanya jatuh ke tempatnya.
Ya, memang.
Yuphel, ambil ini dan belilah penghapus.
Langsung ke sekolah, oke? Ibu harus pergi bekerja.
Oke, Ibu.
Jadi seberapa jauh tempatnya?
Bakal memakan waktu seharian.
Apa kita akan kembali ke masa lalu?
Cabai merah, cabai merah berkualitas tinggi!
Cabai hijau, cabai hijau! Cabai India!
Saat kita turun,
kita harus bersiap untuk hari esok.
Kita tidak punya banyak waktu. Ya, Lama.
- Apa kamu membawa senapannya? - Ya aku memberikannya, Lama.
- Dan pelurunya? - Ya, Lama.
Tshomo, ada gadis kecil untukmu.
Oh, tidak, dia datang ke sini?
Bu, aku tidak suka pasar. Tidak ada yang menjual penghapus di sini.
- Hai, siapa namamu? - Namaku Yuphel.
Dalam hal ini...
Aku tidak tahu kamu seorang ibu.
Ini dia, penghapus.
Penghapus untuk nyonya kecil.
Kamu mungkin juga membutuhkan pena, kan?
Bu, lihat, pulpen asing dan penghapus.
Aku mau membaginya dengan teman sekelasku, mungkin setelahnya mereka mau berbicara denganku?
Siapa yang tidak berbicara denganmu?
Sebenarnya, Nyonya, ini sesuatu yang mau aku bicarakan denganmu.
Ini, Yuphel, duduklah.
Kenapa kamu tidak menggambar sesuatu? Duduk, Tshomo. Duduklah.
Duduk.
Apa kamu benar-benar berpikir semua ini sepadan?
Sudah kubilang padamu,
orang-orang di seluruh dunia berjuang untuk perubahan ini. Sekarang kita diberi hadiah.
Ya, tetapi kalau kita tidak memperjuangkannya,
mungkin kita tidak terlalu membutuhkannya.
Untuk penduduk desa seperti aku,
hal terpenting dalam hidup adalah keluargaku.
Sejak semua ini terjadi ke desa kami,
kehidupan keluargaku terganggu.
Suamiku menghabiskan seluruh waktunya bersaing dengan tetangga.
Ibu dan suamiku sudah jadi musuh,
mereka bahkan tidak berbicara satu sama lain lagi.
Kepahitan ini bahkan sudah sampai di sekolah Yuphel.
Teman-teman sekelasnya tidak bermain dengannya karena dia putri ayahnya.
Itu karena kami baru saja mulai proses ini.
Sebentar lagi akan berlalu, dan semua orang bakal bahagia dan sejahtera.
Tapi, Nyonya, kami selalu bahagia.
Yuphel, kita harus pergi.
Nyonya, gambar ini untukmu.
Terima kasih banyak atas pena dan penghapusnya.
Halo? Ya, Pak.
Kami belum bisa melacak mereka.
Kami sedang mencari pemandunya.
Ya, ya.
Aku mau melaporkan kembali saat kami punya pembaruan.
Kekhawatirannya adalah pemerintah tidak akan bisa mendaftarkan pemilih.
Tapi semua upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan jumlah pemilih
demi Pemilihan Uji coba besok pagi.
Ini Karma Gelek, dengan juru kamera Kinley Wangchuk, melaporkan dari Ura.
- Duba, ayo pergi. - Ya, Pak.
Ya, Nobs di sini.
Bakal mencapai gerbang nanti malam, pastikan saja sudah melewati Bea Cukai.
Aku mau melakukan pembayaran.
Aku mau mengambil barangnya nanti malam.
Biayanya 30 ribu dolar.
Tiga puluh ribu dolar?
Setelah semua yang kita lalui bersama?
Ayo, Nobs, turunkan.
Aku tidak menyelinap masuk seperti ART India.
Kita berbicara soal senjata di sini!
Dia bilang dia mau 30 ribu dolar.
Aku juga menginginkannya.
Aku membutuhkannya untuk memotret malaikatku di sini.
Dia juga menginginkan kameranya.
Nobs, jadi kita baik-baik saja, kan?
Sampai ketemu lagi.
Ayah!
- Lihat apa yang aku dapat! - Wow, banyaknya!
Ini semua dari orang asing.
- Orang asing? - Ya.
Kamu pasti sudah menghabiskan banyak uang untuk ini.
Kami tidak membelinya. Perempuan pemilih memberikannya kepada kami.
- Nyonya ketua pemilu? - Ya.
Kalau kamu dapat kesempatan,
kamu harus berbicara dengannya perihal Thinley.
Benar-benar berlebihan.
Aku tidak peduli dengan Lodro atau Thinley, dan gimana mereka mau menang kalau putus asa.
Kita tidak perlu mengirimnya ke sekolah kota.
Dia bahagia di sini bersama keluarganya.
Aku cuma mau kehidupan lama kita kembali.
Saat keluarga kita bahagia bersama.
Kehidupan saat Yuphel punya teman.
Jadi, maksudku, kamu...
Kamu tidak berpikir dia akan membunuh siapa pun, kan?
Dia biksu, kan?
Jadi, dia tidak akan melakukannya, kan?
Entahlah.
Kita hidup di masa yang aneh.
Ya, karena, kamu tahu, senjata ini cukup berbahaya.
Mereka bisa menyebabkan banyak kerusakan kalau tidak digunakan baik-baik.
Bea cukai curiga soal hal itu, tasnya sangat berat.
Itu saja.
Semua uang ada di sana, kamu bisa menghitungnya.
Uangnya ada di sana, tapi, Benji, aku tidak yakin kamu mau apa di sini.
Kamu tahu risikonya.
Lebih baik hati-hati.
Urusan yang bagus.
Nyonya, ada kabar baik.
Setelah mendorong secara ekstensif ke sini,
kami sudah mendaftarkan 98% pemilih yang memenuhi syarat.
Mmm. Bagus, itu berita baik.
Selamat untuk kita semua.
Harap ingat tiga warna!
Biru untuk kebebasan dan kesetaraan.
Merah untuk pengembangan industri.
Kuning untuk pengawetan.
Kamu bisa memilih pilihanmu sendiri.
Ingat, merah pengembangan industri.
Itu yang paling mirip dengan Thinley.
Oh, pergi dari sini, anak-anak!
Diperuntukkan bagi orang di atas 18 tahun.
Kenapa kamu keras kepala bajingan? Apa kamu punya telinga dari kayu?
Dia orangnya. Yang bertanggung jawab atas semua ini.
Banyak orang tampaknya muncul untuk ini.
Ya, acara yang luar biasa.
- Salam, Lama. - Halo.
Aku mau tahu kemalangan besar apa yang menimpanya saat kamu memilih...
meninggalkan meditasimu untuk datang.
Ya, kita harus bersatu dan memainkan bagian kita demi masa depan bersama.
Hari ini, senjatamu akan memperbaiki sekali lagi.
Kita tidak punya waktu banyak, ayo bersiap-siap.
Ya, Lama.
Jadi bisa gak kamu memperbaikinya?
Hei, hei! Tolong hentikan.
Mobil mogok, kita harus pergi ke Ura.
Kami juga sedang terburu-buru, kami mau pergi untuk ritual Lama.
Dan tampaknya kita harus memilih, masuklah.
Terima kasih banyak!
Ron, ayo, ayo, ayo masuk. Ayo, ayo!
Berikan tasnya.
Kita selesai. Kita punya partisipasi 98%.
Wow! Sangat bersejarah.
Tunggu, kenapa semua orang memilih kuning? Lihat ini.
Ya, partai kuning mengamankan lebih dari 95%.
Partai tidak mungkin menang sampai 95%.
Ketika aku bertanya ke orang-orang perihal siapa yang mereka pilih,
sebagian besar dari mereka mengatakan kuning.
Tapi kenapa?
Nyonya, kuning tuh warna raja.
Kenapa kita tidak memikirkan itu, ya?
Sepertinya kalau mereka pergi ke tempat pemungutan suara,
warna kuning masih menghubungkan mereka dengan raja.
Gadis kecil.
Apa kamu lihat orang asing ini?
Apa kamu lihat orang asing ini?
Aku mengerti betapa cintanya mereka pada Yang Mulia.
Itulah kenapa kita tidak bisa mengecewakannya.
Apa mereka harus bersikeras gini?
Selamat siang. - Selamat siang.
- Bisa kami bantu, petugas? - Kami sedang mencari dua orang.
Halo.
Lama mau kamu ikut ritual.
Aku tidak punya waktu.
Dia memaksamu datang.
Semua persiapan ini sudah dibuat untukmu.
- Untukku? - Ya.
Lama bilang dia merencanakan semua ini,
setelah dia mendengarmu di radio mengatakan kamu mau datang ke Ura.
Jadi, tolong, datanglah.
Mungkin juga, Pemilihan Uji coba kita berubah jadi penyakit babi.
Tshomo, Phurba, ayo pergi.
Lihat, ada orang asing yang datang.
Halo.
Kalian berhasil.
Begitu banyak orang di atas sana. Apa yang terjadi?
Apa ada semacam acara?
Apa itu senjatanya?
Jangan mengatakannya terlalu keras.
Bagus! Lama akan senang melihat senjatanya.
Hei, tunggu, kalian!
Benji, siapa itu?
Benji? Tn. Coleman? - Ya, petugas.
Kalian harus ikut dengan kami!
Kita perlu mengajukan beberapa pertanyaan perihal masa tinggalmu di Bhutan.
Oh, aku di sini untuk mengunjungi kuil-kuil.
Sungguh hari yang menyenangkan.
Lama sudah keluar dari retret.
Semua penduduk desa kami berkumpul di sini.
Para pejabat pemerintah juga datang.
Dan sekarang bahkan ada polisi di sini.
Semua berkumpul secara tiba-tiba, beruntung banget!
Tolong, kalian semua harus datang dan hadiri ritualnya.
Silahkan datang, silahkan datang.
Jangan mencoba sesuatu yang licik.
Dari mana asalmu, Tn?
Aku dari Amerika Serikat.
Oh. Negara demokrasi yang hebat. Pemimpin dunia.
Tn, tahu gak kalau kami sedang mengajar soal demokrasi untuk masyarakat Bhutan?
Itu bagus.
Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang Amerika.
Sehabis upacara, bisa gak kita bicara soal demokrasi?
Aku merasa kamu bisa membantu kami.
Pemilihan Uji coba tidak berhasil seperti yang telah kami rencanakan.
Tidak, maaf, aku rasa aku tidak bisa melakukannya.
Oh, jangan rendah hati, Tn. Kamu berasal dari negerinya Lincoln dan JFK.
Bisakah semua orang mendengarkan di sini?
Aku tidak tahu apa-apa soal cara-cara modern ini.
Aku tidak tahu apa ini baik atau buruk bagi kita.
Tapi kita perlu memperbaikinya.
Stupa mewakili pikiran Buddha yang tercerahkan.
Kami sudah membangun banyak seperti ini di masa lalu untuk menghindari rintangan.
Sekarang kita mau membangun yang baru, demi menghapus hambatan bagi negara kita,
saat kita menemukan diri kita pada suatu saat perubahan besar melalui transisi.
Saat kita membangun stupa, kita mengisinya dengan biji-bijian sehingga bisa mencegah kelaparan.
Kami menyediakan obat-obatan untuk mencegah pandemi.
Dan jauh di dalam fondasi, kita harus mengubur sesuatu
yang melambangkan kebencian, konflik dan penderitaan.
Dan kami membangun stupa kami di atasnya,
untuk melambangkan kemenangan belas kasih dan kedamaian
lebih dari tiga racun ini.
Sebagai simbol dari semua hal negatif di dunia ini,
kami mau mengambil senjata ini dan menguburnya di bawah stupa.
Hei, ambil pistolnya kembali, ambil kembali.
Tunggu, tunggu, tunggu, apa yang terjadi? Hei.
Apa yang terjadi?
Kamu dipercayakan pada hal-hal penting demi tanggung jawab negara kita.
Tolong buat aspirasi untuk negara kita dan letakkan di fondasi.
Mungkin...
Apa? Apa yang terjadi?
Semoga semua menang!
Semoga semua menang!
Hei, kalian berdua! Ikutlah dengan kami sekarang.
Pak.
Pak, pak.
Tolong tunggu sebentar.
Alasan kenapa kita ada di sini karena...
kami mau membuat penawaran stupa.
- Apa itu? - Ya.
Tn. Tashi, kemarilah.
Kami dengar Lama sedang merencanakan sesuatu seperti itu
jadi kami datang jauh jauh untuk membuat penawaran, kan?
Kami berdua sudah bekerja untuk membawa yang paling kuat
dan senjata mematikan untuk ditawarkan di sini.
Kami senang bisa mendapat kesempatan ini.
Ya, senapan James Bond 007 di film.
- 007? - Ya, senapannya 007!
Apa itu benar?
Ya, Tn, mereka mau pergi dan membawakan kita dua senjata,
dua senjata ampuh, senjata yang bisa membunuh orang.
- Senapan yang bisa membunuh orang? - Ya.
Sebenarnya, temanku Tn. Coleman,
dia datang jauh-jauh untuk, um, menyumbang senjata-senjata ini demi pembangunan stupa.
Silakan lihat.
Ini dia.
Oh! Ini tuh AK-47! Darimana kamu mendapatkan ini?
Bahkan tentara Bhutan tidak memilikinya.
Mohon maafkan kami.
Oke, sekarang. Semuanya, tolong, dengarkan.
Teman kita di sini telah menyeberangi banyak lautan datang ke sini dari negeri bernama Amerika.
Untuk membawa senjata ini sebagai persembahan stupa kita.
Jadi mari kita ucapkan terima kasih kita kepadanya.
Senjata-senjata ini senjata paling mematikan di dunia.
Aku sudah melihat gimana mereka membunuh dengan mataku sendiri.
Silakan tempatkan senjatanya ke yayasan dengan tanganmu sendiri.
Dan seperti yang kamu lakukan, mohon doakan
kebijaksanaan dan belas kasih itu bisa menghancurkan
semua kebencian, agresi dan penderitaan di dunia.
Tolong taruh senjatanya.
Tolong tempatkan.
Lemparkan saja.
Semoga semua menang!
Semoga semua menang!
Semoga semua menang!
Aku mau memperkenalkan teman asing kita di sini
sebagai tanda penghargaan kecil...
untuk persembahan baik yang telah dia buat.
Lingga adalah bagian yang sangat penting dari budaya kita.
Kami percaya kalau itu bisa menghancurkan dualitas,
dan, membuat kita lebih dekat dengan pencerahan.
Terima kasih.
Semoga semua makhluk di bumi mendapatkan kebahagiaan,
semoga semua makhluk bebas dari penderitaan.
Terima kasih.
Terima kasih banyak untuk kontribusimu.
Um, senang bisa berkontribusi.
Mereka bilang kalau kamu berkontribusi dan berpartisipasi dalam ritual sakral semacam ini,
dan bisa membantumu mengumpulkan jasa yang luar biasa.
- Manfaat? - Perbuatan baik.
Oh begitu?
Ya, itu benar-benar akan membantumu menyingkirkannya dari keterikatan dirimu.
Tapi tak satu pun dari kita ada di sini untuk alasan itu, kan?
Ya, tentu saja tidak.
Terima kasih sudah datang ke sini dan membantu kami.
Tolong berhati-hatilah, Nyonya.
Terima kasih atas segalanya kamu sudah melakukannya untuk kami, Tshomo.
Nyonya, ini penghapusmu.
Kamu lebih membutuhkannya daripada aku.
Kamu memiliki tanggung jawab penting.
Selamat menikmati film dan subtitlenya. Mohon maaf jika ada salah kata.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.