Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
subtitle oleh - e i f a n s c l u b -
Pernah melakukan ini dalam air sebelumnya?
Tidak seperti ini.
Kamu yakin tak ada orang di rumah?
Jangan buat kepala kecilmu yang indah khawatir dengan itu.
Apa aku terlihat khawatir?
Kamu membuat malu dirimu sendiri.
Seperti terangsang.
Apapun untukmu, Montana.
Montana!
Sial!
Linda! Aku kira kamu dan Bapak pergi.
Perubahan rencana!
Kamu beruntung, bapak kamu tak ada di sini.
Sekarang bisa tolong minta teman kecilmu untuk pakai baju?
Setelah itu, kamu masuk ke dalam!
Kami hanya bercanda, bukan masalah besar.
- Rumah ini bukan rumah bordir! - Apalagi sekarang?
Yah, bagus kalau sesuai keinginanmu.
Ini rumahku, aku yang mengatur.
Kamu bukan ibuku dan aku takkan patuhi aturanmu.
Kalau begitu, cari saja tempat tinggal baru!
Kamu saja yang cari tempat tinggal baru!
Ayo!
Kita pergi dari sini dan cari tempat yang lebih nyaman.
Sial!
Setiap malam menyebalkan!
Kamu dari mana?
Tadi ada penundaan.
Aku tak bermaksud membangunkan.
Tak apa-apa. Aku memang menunggu kamu.
Jeff.
Sayang, aku sudah mengantuk. Kalau boleh, aku mau langsung tidur.
Selamat pagi.
- Hai, Sayang. Aku sudah buatkan kopi. - Terima kasih.
Sama-sama.
Terima kasih.
Sama-sama.
Kamu pulang larut malam, jadi tak ada kesempatan bicara.
Ya, aku tahu. Maaf.
Pekerjaanku banyak sekali,
Ya Tuhan, bahkan aku sudah terlambat.
Jeff, kita sudah tak berbincang beberapa minggu ini.
Kamu mau segera pergi ke kantor sekarang juga?
Sepertinya aku bisa menunggu beberapa hari lagi.
Sudah tak ada bedanya lagi saat ini.
Terima kasih, Sayang.
- Selamat pagi, Linda. - Selamat pagi, Josh.
- Ada kuliah hari ini? - Sepertinya ada.
Sepertinya? Kamu tahu berapa mata kuliah yang kamu ambil?
Tidak. Artinya aku tak mau bicarakan itu.
Kenapa? Ada kesulitan di kampus?
Aku bisa menolongmu, dulu aku kuliah hukum di Brimfield.
Pak, aku tak mau bantuanmu.
Aku tak mau jadi pengacara.
Setidaknya kita setuju jika kamu akan mencobanya.
Tidak, Bapak yang setuju jika kita akan mencobanya.
Sekolah hukum menghasilkan uang, masih ingat?
Pilihan macam apa itu?
Aku harus pergi.
Kenapa kamu tegas pada Josh tapi pada Montana sebaliknya?
Karena Josh butuh ini. Dia harusnya bersyukur atas kesempatan ini.
Jadi kamu memaksanya masuk sekolah hukum?
Linda,
tolong, jangan pagi ini. Masalahku sudah banyak pagi ini.
Aku pergi dulu.
Jeff! Sial!
Semalam menyenangkan?
Ya, lumayan, sampai Linda turut campur.
Apa?
Aku memang bisa lolos dari keadaan tegang.
Kenapa kamu selalu mencela Linda?
- Memang kenapa? - Tak apa-apa. Hanya kamu menyebalkan.
Karena Linda layak mendapatkannya. Itu alasannya.
Pecundang!
Aku cinta kamu.
Kamu membuatku jadi pria paling bahagia di dunia
Hai, Linda.
Maaf, apa aku mengenalmu?
Aku Elke. Elke Taylor, adik Kelly.
Ya Tuhan, Elke. Sudah lama tak bertemu.
Kamu masih berusia 15 tahun saat terakhir kita bertemu.
Kamu sudah dewasa!
Kelly beritahu tempat tinggalmu. Aku sedang berkelana.
Jadi aku mampir untuk menyapa. Hai!
Hai!
Masuklah!
- Kadang kehidupan mengubah tujuan seseorang.
Kelly merindukanmu.
Aku juga rindu dia.
Ini saat yang menyenangkan.
Linda.
Aku tahu kita sudah lama tak bertemu.
Dan kamu adalah teman kakakku.
Dan kamu mungkin pikir aku hanya seorang gadis remaja.
- Omong kosong. Jangan bodoh. - Sejujurnya, aku bangkrut.
Aku dirampok saat di Vegas.
Mengerikan. Untungnya kamu tak terluka.
Aku beruntung.
Kata Kelly, kalau butuh bantuan, aku bisa mengandalkan kamu.
Tentu. Kamu butuh berapa?
Sebenarnya aku hanya butuh tempat tinggal, sampai aku siap kembali.
Sepertinya, ada kamar kosong di rumah tamu.
Benarkah? Itu bagus.
Terima kasih. Aku janji takkan mengganggu.
Aku yakin itu tak apa-apa.
Masuklah!
Sini! Aku bantu.
- Linda, tempat ini bagus. - Terima kasih.
Aku tak mengira akan ada tamu, jadi belum bawa handuk. Nanti aku bawakan.
Oke.
Nanti kamu bisa bertemu keluargaku, itu juga kalau mereka mau muncul.
Suamiku, Jeff, adalah seorang pengacara, jadi jarang di rumah.
Dia punya dua anak, satu pria satu wanita.
Josh anak yang baik, 20 tahun, dia sedang bersiap masuk fakultas hukum UCLA.
Dia akan ujian seminggu sebelum libur Natal, jadi mungkin akan kamu jarang bertemu dia.
Kemudian, Montana. Umurnya 18 tahun.
Tingkahnya seperti remaja klasik. Menganggap ibu tiri itu kejam.
Dia harusnya masuk kuliah di musim gugur, tapi
dia putuskan untuk rehat selama satu tahun.
- Katanya, "Mencari jalan". - Aku dulu juga begitu.
Sepertinya keluargamu menyenangkan.
Ya, begitulah. Datang saja ke rumah utama nanti saat makan malam.
Aku mau berbenah dan istirahat saja. Tak apa-apa?
Tidak masalah, Aku mengerti apa yang harus kamu lakukan.
Sekali lagi, terima kasih, Linda. Kamu baik sekali.
Ya, itulah aku. Linda si Baik Hati.
Kamu harus tanya Montana soal itu.
Mungkin nanti kita bisa telepon Kelly untuk bernostalgia.
Ya. Aku rasa itu bagus.
Kamu istirahat saja. Aku mau cuci rambut. Jeff suka kalau rambutku bergelombang.
Kamu beli ini di China Town?
- Ya. Kamu menyukainya? - Ya. Ini lezat. Sungguh.
Renyah.
Hai. Kalian datang tepat waktu.
Ini bukan masakan rumahan, Linda.
- Bapak di mana? - Masih kerja.
- Mobil Jeep siapa itu? - Punya Elke.
Apa itu 'Elke'?
Dia tamu kita. Dia temanku dari kampung halaman.
Aku tak tahu kalau kamu punya teman.
Bisa berhenti berulah, Montana?
Kamu tak perlu selalu menyebalkan.
Jadi, di mana dia?
Karena ini penting bagimu, dia tinggal di rumah tamu. Aku hanya...
Apa Bapak tahu kalau kamu telah mengundang orang asing tinggal sini?
Sebenarnya, Montana, ini keputusan yang aku buat sendiri.
Bisakah kita makan dengan tenang, aku mohon.
Kamu saja yang enyah dan kembali ke 'kotak'mu.
- Ini dia orangnya. - Hai. Mobil Jeep siapa itu?
Linda punya tamu yang menginap.
Seorang pria jantan bernama Hans.
Aku lihat dia mengendap-endap di rumah tamu, Bapak mungkin mau melihatnya.
Jangan kasar, Montana. Bapak sedang kesal.
Elke adalah temanku dari kampung halaman.
Dia perlu tempat tinggal, dan aku undang dia tinggal di rumah tamu.
Kamu memang benar-benar baik hati, Sayang.
Jeff, bisa kita bicarakan ini nanti berdua saja?
Jadi yang ada hanya makanan Cina ini?
Ya, tapi Linda hari ini sibuk menghibur tamu,
jadi tak ada waktu untuk memasak makanan.
Kurang ajar! Jangan bicara begitu padaku!
Montana, kenapa kamu ini?
Aku tak apa-apa, aku hanya tidak suka juga makanan China.
Minta maaf pada Linda, sekarang juga!
Tidak mau!
Baiklah kalau begitu, Montana. Mulai sekarang, memasak jadi tugasmu.
Coba rasakan sendiri saat tak ada yang mau makan masakanmu.
Itu juga kalau mereka sempat pulang.
Kamu anak manja. Membuatku muak.
Kamu hanya istri kedua, Linda.
- Istri kelas dua. - Montana!
Masakanmu kelas dua.
- Penampilanmu kelas dua. - Hentikan!
Gara-gara kamu, bapakku jadi malas pulang ke rumah.
Aku tak bisa berkata apa-apa lagi.
Bagus.
Linda!
- Kamu sedang apa? - Aku sudah muak. Aku mau pergi.
Berbesar hatilah. Itu hanya pertengkaran. Montana tak bermaksud begitu.
Itu omong kosong, Jeff.
Kamu tak pernah di rumah, jadi kamu tak rasanya.
Montana perlakukan aku seperti pembantu.
Pembantu mungkin lebih baik, dia perlakukan aku seperti budak.
Sayang, dia sedang kalut. Dia juga alami masa sulit. Ibu dia kabur.
Kamu tahu apa? Kamu tak pernah di rumah.
Bagaimana kamu tahu seperti apa keadaan di sini?
- Kehidupan kita seharusnya tak begini. - Aku tahu ini terlihat buruk.
Aku harus kembali ke kantor. Bisa kita kita bicarakan ini lagi nanti?
Pergilah! Lagipula hanya itu yang ada di pikiranmu! Pergilah saja sekarang!
Satu jam, Linda. Satu jam. Setelah itu aku janji akan langsung pulang.
- Siapa kamu? - Aku Elke. Aku hanya mau ambil handuk.
Lain kali, ketuk pintu dulu!
Kamu tak apa-apa?
Aku dengar kalian bertengkar. Yakin mau pergi?
Ya.
Tidak. Entahlah.
Aku tak tahu lagi harus bagaimana.
Pergi meninggalkan masalah memang mudah, Linda.
Tak menyelesaikan masalah, tapi lebih mudah.
Ini tidak terjadi secara tiba-tiba, Elke. Sudah lama di sini tak ada perubahan.
Suami istri kadang dapat masalah. Naik dan turun.
Jika kamu berusaha, kamu bisa membuatnya lebih baik. Lebih cepat.
Bukankah itu keinginanmu?
Dulu aku kira ini keinginanku, tapi aku tahu jika ini masih bertahan.
Biasanya orang akan menyesal jika ambil keputusan di saat marah.
Setidaknya pikirkan dulu dengan kepala dingin.
Terima kasih sudah menjadi teman bagiku.
Kami akan coba. Aku takkan pergi. Demi keluargaku.
- Kamu masih akan pergi ke sana? Tentu!
Di sana ada banyak pria tampan.
Aku tak sangka kamu undang pacarmu ke sini, tempat biasa kita menenangkan diri.
Sudahlah, santai sedikit.
Kamu mau ke mana?
- Billy ada di sini. - Tapi orang tuamu ada di rumah.
Hanya ibu tiriku. Dan bapakku tak ada di rumah.
Ayolah, sedikit aksi takkan menyakitkan.
Tahu tidak, kamu keterlaluan! Aku kira kita punya rencana malam ini, Montana!
Aku minta maaf. Aku lupa bilang padamu.
Bisa kita lakukan besok saja?
Sesukamu saja! Jangan terhalang olehku untuk bergembira.
Terima kasih.
Aku mau ganti baju.
Masuk!
Montana pergi tinggalkan aku.
- Kamu sedang apa? - Aku nonton film klasik.
- Film adalah hobi kamu, ya? - Ya.
Ya, aku membuat film.
Tolong, jangan pegang benda itu.
Baik. Baik.
- Aku bukan mau merusaknya. - Kamu tak tahu cara menggunakannya.
Kalau begitu, kamu ajari aku!
Karena aku...
aku juga masih belajar.
Baiklah. Maaf.
Bagus sekali, Josh!
Dari mana saja kamu?
Jangan pernah buat aku menunggu!
Apa kamu tahu kita akan ke mana?
- Tidak tahu. Katakan. - Aku akan ajak kamu ke tempat rahasia.
Ya! Perlihatkan 'tempat' rahasiamu!
- Ayo! - Tentu saja!
Aku suka tempat ini.
Aku suka kamu.
Ke dalam hubungan abadi. Ke keseksian abadi.
- Apa maksudmu? - ( bicara bahasa Perancis ).
- ( bicara bahasa Perancis ) - Dari mana kamu belajar bicara begitu?
( bicara bahasa Perancis).
( bicara bahasa Perancis).
( bicara bahasa Perancis).
( bicara bahasa Perancis).
Maukah kamu ajari aku bicara dengan bahasa itu?
( bicara bahasa Perancis).
Bagaimana cara mengatakan "DIAMLAH" dalam bahasa Perancis?
( bicara bahasa Perancis).
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Apa kabar?
Masih pengar. Kalau kamu?
Aku bermimpi indah dan kamu ada di dalamnya.
Kita memakai gaun berwarna putih, dan kita bisa terbang.
Kamu takut tapi kamu bisa terbang juga.
Kita berpegangan tangan, saling membantu dan tertawa.
Kamu pasti ingat cara tertawa.
- Hai, Linda. - Selamat pagi, Josh.
- Ya ampun. - Biar aku bantu.
Tak usah. Terima kasih.
Masukkan saja ke sini.
Terima kasih.
Maaf soal tadi malam. Kamu sudah tidur saat aku pulang.
Aku tak mau membahasnya sekarang. Kita sedang ada tamu.
Elke, ini suamiku, Jeff. Kamu bertemu dengan dia sebentar tadi malam.
Senang bertemu denganmu.
Aku harus berangkat. Jam berapa keluarga Kellog akan datang malam ini?
19.30. Kamu boleh datang juga kalau sedang tidak sibuk.
Aku akan datang. Jadi hentikan sindiranmu.
Keluarga Kellog akan datang makan malam nanti.
Ron dan Nancy adalah orang tua Laura.
Dan aku rasa aku belum siap untuk ini.
Kamu sudah siap. Aku cari menu yang gampang.
Lalu kita bisa makan malam bersama.
Aku juga harus berpartisipasi.
- Elke, ini sepertinya lezat. - Terima kasih.
- Apa kalian gadis Pramuka? - Kamu pasti Montana?
Pastinya begitu.
Dan kamu, tak boleh menggangguku.
- Maaf, jika aku... - Tak usah!
Jangan diambil hati.
- Kamu seperti kurang 'tidur cantik'. - Hentikan, Montana.
Laura, orangtuamu akan datang jam 19.30.
Bagus. Terima kasih, Linda.
Gadis yang menarik.
Ya, menarik, Juga penuh sopan santun.
Tapi aku takkan biarkan dia mengacau lagi malam ini.
Ada yang mau kudapan coklat?
Tidak, aku sudah kenyang.
- Ini buatan sendiri. - Kalau begitu aku mau.
Ron, kamu menyanjungku.
Aku juga mau, Elke.
Ya. Aku juga.
Yang lainnya? Montana? Jeff?
- Tidak, terima kasih. Aku takut sakit perut. - Montana!
Setelah pikir-pikir, aku juga mau sepotong.
Aku butuh sedikit perbedaan dalam hidupku saat ini.
Sedikit berbeda terasa nyaman, bukan?
Ini sepertinya penuh dosa.
Mungkin satu gigitan saja.
Jangan menyinggung perasaanku.
Enak sekali.
Ini kue terenak yang pernah aku makan.
Aku sudah selesai. Apa kami boleh pergi?
Satu potong sudah cukup untukku. Terima kasih.
- Mau tambah kopinya? - Tidak, terima kasih, Elke.
Baik. Aku ada di dapur jika kalian butuh aku.
Suatu saat nanti, kami akan ajak kamu berlayar, Linda.
Kamu sudah katakan itu bertahun-tahun, Ron. Apa mau dibilang, aku cinta daratan.
Perasaan saat berada di antah berantah tak ada tandingannya.
Memberimu waktu untuk berpikir.
- Sepertinya tak menyenangkan. - Tidak, Jeff.
Apa kamu pernah berlayar?
Tidak pernah, kecuali kamu bisa membuat dia keluar dari kantornya.
Terima kasih atas makan malamnya, Linda. Lezat sekali.
Berterimakasihlah pada Elke. Dia yang memasak. Dia terampil.
Ya, aku yakin begitu.
- Kamu tak ikut makan malam. - Ya, aku tadi ada telepon.
Lagipula makan malam hanya acara bertengkar keluargaku.
Aku tahu maksudmu. Apa kamu lapar?
Masih banyak makanan tersisa. Aku akan temani kamu makan.
Ya, tapi aku...
masih ada kerjaan di kamarku. Tak apa-apa?
Ya, tak apa-apa, Josh.
- Selamat malam. - Selamat malam.
- Laura! - Josh! Hai!
- Kenapa kamu di sini? - Sedang sembunyi.
Aku menunggu Montana. Dia seharusnya mengantar aku pulang, tapi dia menghilang.
Bagaimana makan malamnya?
Lumayan, kalau kamu suka melihat orangtuaku bertengkar semalaman.
Sebenarnya itu kebiasaan orang tuaku.
Apa kamu pernah pergi ke New World?
Belum, aku belum pernah ke sana.
Kita harus melihatnya nanti.
Aku pergi dulu.
Aku yakin Montana akan muncul.
Dunia yang indah.
Apa kita harus melakukannya dalam mobil ibumu?
Sudah aku bilang,
dia bukan ibuku.
Temanku sangat menarik.
Bukan begitu?
Bagaimana kalau kita ketahuan?
Linda akan marah besar.
Sial!
Maaf, aku dengar ada suara ribut. Tapi kelihatannya semua baik-baik saja.
Masuklah!
Aku rasa kamu akan lapor pada bapakku.
Aku di sini bukan mau menasihatimu.
Tapi kamu tak setuju.
Itu tubuhmu. Kamu bebas melakukan apa yang kamu mau.
- Aku tak mau diceramahi. - Kamu boleh pergi.
Pria-pria itu sayang padaku, tahu!
Menurutmu begitu?
Mereka...
mereka memperhatikan aku.
Montana, tidur dengan seseorang itu mudah.
Tapi menyayangi mereka, itu sangat berbeda.
Kamu tahu apa?
Dengar.
Yang aku tahu, pria yang aku cintai dan mencintai aku,
seks hanya jadi satu bagian. Bagian yang indah.
Tapi sebenarnya lebih dari itu.
Ya.
Aku pergi dulu.
Terima kasih karena tidak melapor.
Sama-sama.
Aku ada di sini kalau kamu mau bicara.
Mungkin.
Aku harap kamu tak lupa menutup pintu garasi.
Linda, sedang apa kamu bergelap-gelapan seperti jamur?
Menunggu kamu untuk menghinaku lagi.
Kamu mabuk.
Aku mau tidur.
Tunggu!
Aku mau kamu jadi yang pertama tahu kalau aku akan pergi.
Apa maksudmu?
Bukankah ini yang kamu inginkan, Montana?
Seperti Puteri dalam dongeng, bertemu dengan pria impianmu.
Ya Tuhan. Aku kira kamu takkan pergi.
Bagus untukmu, dan pastinya bagus untukku.
Mulai sekarang kamu bisa tiduri pria-pria itu dalam rumah ini.
Elke! Elke! Ini Linda! Buka pintunya!
Linda, kamu tak apa-apa?
Tidak. Elke, aku hanya mau beri tahu, ini takkan berhasil. Aku akan pergi.
Masuklah!
Aku sudah tak tahan lagi.
Aku berkorban banyak demi pernikahan ini.
Kesempatan untuk punya anak dariku? Jeff dengan tegas tak mau punya anak lagi.
Tak ada yang menahanku di sini.
Linda, kamu harus berjuang untuk bisa bahagia.
Orang akan merasa sedih sebelum jadi lebih baik.
Mungkin ini memang saatnya. Aku tak bisa bayangkan yang lebih buruk.
Linda, kamu sudah tertahan di rumah ini selama berbulan-bulan.
Kapan terakhir kali kamu keluar rumah? Bersenang-senang?
Aku bahkan tak ingat.
Aku habiskan waktu untuk menunggu suamiku pulang.
Kamu wanita muda yang cantik, terampil dan cerdas.
Kamu berhak untuk bersenang-senang.
Aku sudah tak kenal lagi diriku sendiri.
Kamu bisa kembali seperti dulu. Beri aku kesempatan menolong.
Tolong dirimu sendiri.
Apa yang kamu usulkan?
- s u b t i t l e - o l e h - eifansclub
Elke, aku cinta suamiku.
Aku tak tahu harus bagaimana.
Aku rasa Jeff juga mencintaimu.
Dia hanya lupa melihat yang lebih penting.
Mungkin aku akan pulang ke rumah orang tuaku saja, untuk berpikir.
Maukah kamu tetap tinggal di sini sementara aku pergi?
Tentu.
Kadang orang tak tahu apa yang mereka miliki sampai mereka kehilangannya.
Hey!
Linda sudah pergi, Jeff.
Aku tahu, Elke. Aku bisa membaca.
Dia pergi ke rumah ibunya.
Ini mimpi buruk.
Dia butuh waktu sendirian untuk berpikir.
Kenapa dia tak bicara saja padaku?
Dia khawatir kamu takkan mendengarkan.
Montana di mana?
Halo!
Laura? Hey!
- Sudah siap pergi? - Apa Billy akan ikut?
Tidak, hanya wanita. Kita berdua saja.
Kamu sungguh-sungguh?
Ya, aku sungguh-sungguh!
Baiklah, aku berangkat 10 menit lagi.
Bagus. Sampai bertemu nanti. Cepatlah!
Masuklah!
Apa yang telah kamu perbuat?
- Apa maksud Bapak? - Linda telah pergi.
Bagus!
Apa yang kamu katakan padanya? Saat bangun tidur, istri Bapak sudah pergi.
Montana, kamu kejam padanya sejak kami menikah.
Dia istri Bapak dan dia berhak dihormati olehmu.
Aku anak Bapak, dan aku juga berhak dihormati.
Bapak akan telepon dia. Dan kamu akan bicara dengan dia untuk minta maaf.
Tidak mau. Aku senang dia pergi.
Baiklah. Kalau tak suka, kamu tinggal saja dengan ibu kandungmu.
Bapak ternyata tega. Menyuruhku tinggal dengan ibu kandungku.
Bapak mau menyingkirkan aku supaya bisa berduaan terus dengan Linda.
Ini karena ulah kamu, Montana, bukan begitu?
Masa bodoh!
Aku mohon, bisakah aku bicara dengan Linda sebentar?
Tolong tanyakan! Bagaimana bisa cari jalan kalau dia bahkan tak mau bicara denganku?
Baiklah.
Aku akan beri waktu beberapa hari.
Tolong, beritahu dia, kalau aku mencintainya.
Linda bilang kamu berbakat membuat film.
Ya, hanya iseng.
Josh, aku rasa aku harus beritahu kalau Linda pergi.
Aku tak menyalahkan Linda. Keadaan di sini belakangan ini memang ruwet.
Kamu akan pulang?
Entahlah.
- Boleh aku tanya sesuatu? - Silakan.
Kamu tidak kuliah di sekolah hukum, bukan?
Kamu melihat buku milikku di dapur.
Ya, bapakku kira aku kuliah di sekolah hukum.
Aku pindah ke sekolah film semester lalu.
Lucunya, dia bahkan tidak tahu.
Suatu saat kamu harus memberitahu dia.
Ya, dia akan marah besar.
Josh, kalau ini cita-citamu, maka resikonya sepadan.
Aku suka membuat film. Hanya itu yang aku pikirkan.
Pernah buat film dengan orang lain?
Aku malas.
Kamu mau tahu keinginanku?
Aku mau berpose untukmu. Aku mau berlatih jadi model.
Kamu bisa membuatnya seperti video musik atau sejenisnya.
Aku belum siap untuk...
Josh, kalau kamu mau buat film, kamu harus berhubungan dengan orang lain. Semudah itu.
Ayolah! Aku janji takkan menggigitmu.
Masuklah!
Hai, Montana! Apa kamu sudah siap bertualang?
Aku takkan sebut itu petualangan. Aku perlu lakukan satu hal lagi. Sebentar.
- Hai, Josh. Mau pergi ke mana? - Festival Film Santa Barbara.
- Boleh aku tanya sesuatu? - Silakan.
Aku punya ide untuk membuat film yang hanya menampilkan visual.
Aku mau kamu jadi modelnya.
- Benarkah? - Benar.
Aku baru saja buat film pertamaku dan hasilnya bagus,
dan aku ingin buat lagi untuk diputar di kelasku.
Kamu bersedia?
Baik. Sepertinya menyenangkan.
Permisi.
Dah, Josh!
Dah!
Kamu ingin buat apa untuk kelas apa?
Itu hanya kelas film yang aku ikuti, Pak. Bukan masalah.
Kenapa mahasiswa sekolah hukum punya waktu untuk membuat film dan ikut festival?
Pak, ini hidupku, bukan hidup Bapak.
- Aku ingin belajar perfilman. - Bapak tak mau membiayainya.
- Baik. Aku berhenti kuliah saja. - Bagus. Itu jadi jalan keluarmu.
Setidaknya aku tak lagi jadi budak yang harus dibiayai Bapak.
Hey! Hey!
Siapa sebenarnya kamu?
Apa maksudmu? Aku bukan siapa-siapa.
Hidupku baik-baik saja sebelum kedatanganmu.
Sekarang semua berantakan.
Kamu mengisi kepala semua orang dengan mimpi kosong sejak kamu ada di sini.
Kamu sedang marah. Kamu mencari orang untuk disalahkan.
Kamu benar, aku marah. Istriku pergi,
Josh berhenti kuliah, dan Montana,
Montana mendapat gelar sebagai gadis paling gatal kota ini.
Dan ini gara-gara kamu. Orang asing yang tak pernah aku dengar sebelumnya.
Sebelum aku datang pun keadaan di sini sudah tak bagus.
Ini akan tetap terjadi, dengan atau tanpa aku. Hanya masalah waktu.
Aku hanya memperhatikan mereka.
Apa maksudmu? Aku tak perhatikan mereka?
Dengar! Mereka keluargaku, bukan keluargamu!
Aku bahkan tak kenal kamu.
Tapi aku mau kamu enyah dari sini. Pergi! Besok!
Sekalian bawa pergi nasihat-nasihatmu.
Elke.
Aku sudah siap pergi.
Selamat tinggal, Jeff. Semoga kamu bisa berhasil.
Jangan pergi.
Tapi kamu sudah mengusirku.
Aku tak mau sendirian.
Aku tak ingat kapan terakhir kali kedatangan tamu.
Sepertinya aku tak mau orang
memasuki benteng kecilku.
Kamu bisa masuk.
Maaf, aku tak bermaksud menerobos.
Aku hanya cari tempat tinggal yang aman.
Sepertinya kamu telah salah pilih rumah.
Aku akan menebusnya untukmu.
Ayo kita pergi. Untuk bersenang-senang.
Ke tempat yang lama tak kamu datangi.
Itu mudah.
Aku lebih sering di kantor belakangan ini.
Ya. Kantormu tidak termasuk tujuan hari ini.
Entahlah.
Kamu akan rugi apa?
Tak ada.
Kalau begitu kita sepakat.
Elke, aku...
Jangan katakan apapun.
Biar aku yang mengurusmu.
Akan aku bawa kamu pulang.
Baik.
Terima kasih.
Aku yang berterima kasih.
Elke.
Jeff, jangan khawatir.
Kita bersenang-senang. Seperti seharusnya.
Kamu pria hebat.
Aku mudah percaya diri dan mengira semua baik-baik saja.
Keluargaku punya masalah serius.
Aku hanya ingin bahagia.
Maka kamu harus mengusahakannya.
Aku tahu.
Aku ketakutan,
tersesat dam mudah menangis.
Sekarang kamu menyadarinya. Kamu takkan mengulanginya lagi.
Kamu membuatnya terdengar mudah.
Bagian tersulit ialah memutuskan untuk berubah.
Kamu sudah melakukannya.
Sekarang, hanya butuh waktu dan kesabaran.
Siapa sebenarnya kamu?
Aku Elke.
Kalau begitu, Nona Elke,
kita akan adakan pesta Natal.
Dan aku akan senang sekali,
jika kamu menghadirinya.
Aku juga akan senang hati menghadirinya.
Ini dia yang aku suka, wanita yang selalu punya jawaban sempurna.
- Hey, aku lapar. - Aku juga.
Pak!
Pak?
Ini hari Senin, aku kira Bapak kerja.
Duduklah, Nak.
Kamu bahkan tak kuliah di sekolah hukum, bukan?
Tidak.
Kenapa tak bilang?
Setiap kali kita bicara soal kuliah, kita bertengkar.
Dengan begini lebih mudah.
- Bukankah Bapak berhak tahu? - Tidak.
Ya.
Aku ingin...
aku ingin jadi pembuat film. Aku ingin mencobanya.
Aku tahu biayanya mahal, dan aku tahu aku butuh uang Bapak.
Dengar.
Bapak ingin kamu bahagia.
Bapak hanya...
berharap kamu ikut jejak Bapak.
- Aku buat jejakku sendiri. - Bapak tahu.
Bapak tahu dan Bapak bangga padamu.
- Benarkah? - Ya.
Kuliah saja di sekolah film.
Jadilah seorang sutradara terkenal.
Tunjukkan pada Bapak.
- Bapak serius? - Tentu.
Josh, kamu mendapat restu Bapak.
Ikuti impianmu.
Terima kasih, Pak!
Sama-sama.
Sial!
Aku rasa aku harus menanganinya.
Dari mana saja kamu? Aku telepon kamu selama akhir pekan.
Aku keluar rumah.
Aku rindu kamu, Sayang.
Itu bagus.
- Ayo, kita pergi ke pantai! - Untuk apa?
Menurutmu untuk apa?
Akhir pekan ini melelahkan. Aku capek.
Kenapa tak telepon lagi nanti? Ajak aku kencan.
Coba sesekali ajak aku ke tempat yang bagus.
- Untuk apa? - Menurutmu untuk apa?
Jangan sok manja. Aku kenal kamu yang sebenarnya.
- Lepaskan! Kamu menyakiti aku! - Kenapa? Kamu suka main kasar.
Wanita brengsek!
Ingat, sekali jadi wanita gatal, seterusnya akan begitu.
Lepaskan anakku, atau aku akan membuatmu menyesal!
- Terasa sakit, bukan? - Cukup! Aku tahu!
Tak apa-apa, sudah selesai.
Bapak prihatin kamu diperlakukan begitu.
Aku rasa aku telah mengacau, bukan?
Bapak juga sama.
Banyak hal yang harus diperbaiki, untuk kita semua.
Di sini harus ada perubahan.
Kita bisa mulai dengan...
saling mendengarkan.
Aku tak pernah bermaksud menyakiti siapapun.
Aku hanya selalu merasa marah dan tak bisa meredamnya.
Tenang. Bapak tak mau kamu marah, Bapak mau kamu bahagia. Kamu layak bahagia.
Mulai sekarang. Bapak akan berada di sisimu.
Apa Bapak sungguh-sungguh?
Kapanpun kamu mau.
Bagaimana jika Linda kembali?
Kita harus punya sedikit keyakinan.
Cobalah menerima apa adanya.
Hey!
Bapak juga sedang mencoba.
Omong-omong,
sudah berapa lama kamu pakai anting di situ?
Hampir satu tahun.
Itu bagus.
Ayo, kita masuk.
Josh, ini bagus sekali.
- Wanita itu cantik sekali. - Ya, memang.
Kamu juga sama cantiknya.
Kamu belum pernah berkata begitu padaku sebelumnya.
- Aku kira kamu tak suka padaku. - Bukan begitu.
Aku suka padamu, Aku hanya sulit berkomunikasi dengan orang.
Kamu tidak seburuk itu.
- Ayo, kita beraksi! - Josh!
Bukan seperti pikiranmu.
Baik.
Hay, Pak. Mau makanan?
- Tentu. - Silakan, Pak.
- Maaf, aku ikut makan di sini. - Tak masalah.
Terima kasih.
- Bapak harus pergi. - Ke mana?
Menjemput istri Bapak.
Jeff, kenapa kamu ke sini?
Untuk mendapatkan kamu kembali.
Boleh aku masuk?
Kamu sia-sia datang ke sini.
Aku tak mau kembali.
- Aku telah cukup berpikir. - Aku juga.
Mau duduk denganku?
Aku mohon, Linda. Kamu harus memberiku kesempatan.
- Aku tak bisa, jika keadaannya sama. - Keadaan sudah berbeda.
Keadaan semua berubah.
Linda, aku mencintaimu.
Kita punya kehidupan bersama.
Aku tahu ini tak sesuai dengan keinginanmu.
Tapi bisa diwujudkan.
Jeff, aku ingin mempercayaimu, tapi,
aku sangat kecewa, marah dan tersakiti.
Aku tahu.
Ya Tuhan, aku minta maaf, Linda. Aku tak pernah bermaksud menyakitimu.
Aku cinta kamu, Jeff. Itu yang aku tahu. Tapi berhak dapat yang lebih baik.
Aku tahu.
Aku minta maaf.
Aku ingin membuatmu bahagia.
Aku ingin berikan segala yang kamu inginkan.
Aku tak mau apapun.
Aku mau suamiku kembali. Itu artinya kamu harus berubah.
Aku mohon, Sayang, pulanglah denganku.
Aku tak bisa menebus perbuatanku sekaligus. Tapi aku akan tunjukkan.
Kamu akan terkejut melihat perubahannya.
Aku mohon.
Aku cinta kamu.
- Aku cinta kamu. Aku cinta kamu. - Aku juga cinta kamu, Sayang.
Kamu segalanya bagiku.
Aku takkan melupakannya lagi.
Montana! Apa kamu tahu cara mengetuk pintu?
Maaf.
Masuk!
Sepertinya kamu tahu cara mengetuk pintu.
Maaf tadi Bapak bilang begitu.
Bapak hanya terkejut.
Aku tak tahu Linda sudah kembali.
Linda sudah kembali.
Sayang, Linda adalah istri Bapak.
Dia tinggal di sini.
Apa begitu buruk hingga kalian tak bisa coba akur?
Dulu ibu yang begitu.
Sekarang, antara pekerjaan dan istri, Bapak tak pernah punya waktu untuk anak-anak.
Kadang aku merasa telah kehilangan kedua orang tuaku.
Apa kamu pernah berhenti berpikir untuk punya orang tua?
Linda membenciku.
- Artinya aku hanya menyalahkan bisa dia. - Sayang, itu tak benar.
Kamu belum pernah memberi Linda kesempatan.
Orang akan perlakukan kamu seperti kamu perlakukan mereka.
Aku akan menemanimu, Montana, sesering yang aku bisa.
Dan Bapak rasa, kamu akan tahu jika Linda seorang pemaaf.
Kamu bisa minta maaf. Buat awal yang baru.
Kamu bisa?
Entahlah.
Sayang, kamu takkan bahagia selama kamu menyimpan dendam.
Takkan ada perasaan yang lain.
Aku tahu.
Bapak hanya minta, kita lakukan perlahan-lahan.
Bagaimana?
- Hai, Linda. - Montana.
Apa kamu perlu bantuan?
Ya, tentu saja.
Kamu tahu...
aku tak pandai meminta maaf.
Maksudku, aku hanya belum bisa temukan kata-kata ajaib yang bisa perbaiki keadaan.
Ya, mungkin aku sudah membayangkan kata-katanya,
tapi ada awal yang baru.
Aku rasa kita butuh awal yang baru.
Aku rasa kita layak mendapatkannya.
Sudah berapa lama pusarmu pakai anting?
Aku suka itu. Mungkin aku juga akan pakai.
Oh, Tuhan. Jangan lagi.
Lihat itu. Kita punya...
itu yang aslinya. Dan yang itu, yang akan aku tunjukkan pada mereka.
Dan gambar yang besar ini,
yang akan kita edit bersama, kita mainkan setelah kita gabung dua film ini.
Jadi...
kita bisa pilih yang kita mau di sini.
- Baik. - Dan...
Selesai.
- Hai, Montana. - Hai.
Kalian berdua sedang apa?
- Laura, kamu bilang hari ini sibuk. - Memang.
Aku mau ajak Laura nonton bioskop.
Apa kamu mau ikut?
Tidak.
Montana.
Kamu tak apa-apa?
Ya.
Aku hanya iri melihat kamu sudah temukan pria yang baik.
Giliranmu akan datang, Montana. Kamu hanya harus berusaha.
Aku tahu.
Aku tahu.
- Tak terasa, sekarang sudah Natal. - Aku tahu.
- Aku ada ide! - Apa?
Bagaimana kalau aku dan kamu pergi setelah pesta?
- Maksudmu, berwisata? - Maksudku, lebih ke bulan madu kedua.
Bora Bora?
- Sepertinya menyenangkan! - Bagus!
Montana! Apa kamu mau ikut berendam?
Tak mau?
Terserah kamu saja.
Kamu terlihat cantik.
Masuk!
Hai, Montana.
- Kamu sedang apa? - Latihan pernafasan.
Menghilangkan stress. Mau coba?
- Apa itu manjur? - Ya.
Lemaskan saja bahumu.
Bagus. Bernafas pelan ke dalam perut.
Sekarang lemaskan tanganmu. Rentang jarimu seperti ini.
Bagus. Kosentrasi pada pernafasan,
setiap kali buang nafas, keluarkan tekanannya dengan nafasmu.
Bagus.
Sekarang aku mau kamu beri suara nafas saat dikeluarkan.
Keluarkan perlahan-lahan.
Montana, kamu kenapa?
Tak apa-apa.
Semuanya!
Aku tak mau datang ke pesta bodoh itu. Pasti tak menyenangkan.
Kenapa?
Semua sudah punya pasangan kecuali aku.
Montana, kamu harus belajar percaya pada dirimu sendiri.
Hal lainnya akan mengikuti.
Kamu punya banyak keunggulan.
Kamu harus cari yang kamu punya dan tak dimiliki orang.
Mungkin kamu benar.
Mungkin aku sudah siap.
Ayo, kita ganti pakaian.
Terus sajikan sampanye-nya.
- Linda, kamu cantik sekali. - Terima kasih. Kamu juga.
Gaun kamu indah. Aku rasa semua berjalan lancar.
Itu Jeff. Aku permisi dulu.
- Sayang. - Istriku.
- Linda, pesta ini meriah. - Terima kasih.
- Ya, usahamu bagus. - Terima kasih.
Kita harus berterimakasih pada Elke. Dia yang melakukan semua ini.
Aku akan merindukan Elke. Aku belum sempat mengatakan ini, Jeff.
- Elke akan pergi hari Sabtu nanti. - Sayang sekali.
Ya, sayang sekali. Kata Elke, dia harus melanjutkan perjalanannya.
- Hey, anak-anak di mana? - Selamat malam.
- Maaf, aku terlambat. - Montana, kamu cantik sekali.
Montana, kamu cantik.
- Kamu sangat cantik. - Terima kasih.
Maaf, apa kamu mau berdansa?
Aku senang sekali.
- Aku permisi dulu. - Silakan.
- Hey, kamu lihat Laura? - Tidak. Josh ada di mana?
Aku tak tahu.
- Ayo berdansa. - Aku mau dansa dengan suamiku.
- Hai, apa kabar? - Baik.
Bagaimana penampilanku?
Kamu terlihat...
menyilaukan mata.
Menggiurkan.
Dan...
berkilauan.
Benarkah?
Benar.
- Bagaimana dengan pestanya? - Pestanya bisa menunggu.
Kenapa aku belum pernah melihatmu sebelumnya?
Aku rasa kita dari komunitas berbeda.
Apa nanti kamu mau keluar denganku?
Apa rencanamu?
Minum kopi. Nonton bioskop.
Mungkin makan malam.
Benarkah?
Tidak sekaligus dalam satu malam.
Ya.
Kenapa tak minum kopi saja. Sambil berkenalan.
Sepertinya menyenangkan.
Bagus.
Lepaskan bajuku.
Apa kamu bersedia berhenti minum pil KB?
Jeff, apa maksudmu?
Aku ingin punya anak darimu.
Bagaimana? Bora Bora. Kamu. Aku.
Membuat anak.
Jeff!
Silakan.
Bapak baik sekali.
Aku tak percaya ini terjadi.
Pemuda itu berbeda dari teman-temanmu. Bapak yakin itu.
Bagus!
Aku rasa aku jatuh cinta padamu.
Ayo kita kabur ke Vegas.
Kita berdua?
Kamu mau?
Ya.
Ya, aku mau.
Pegangan, Sayang!
Bagus.
- Perjalanan ini akan menyenangkan, Sayang. - Aku sudah lapar.
Bagus, Sayang.
- Hai. - Hai.
Aku rindu.
- Kudapan 'selamat jalan'? - Sepertinya enak.
Kita sedang di-film-kan. Ayo, kemari dan cobalah.
Baiklah. Ini.
Kamu baik sekali.
subtitle oleh - e i f a n s c l u b -
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.