Albanian
Amharic
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Javanese
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang
Baiklah! Bagus!
Game. Game. Game.
Pesta!
Boss. Boss.
- Alih Bahasa: nda2freak Email: nymphaperline@yahoo.co.id -
- Hei, ada cowok imut di meja itu! - Iya! Kamu benar!
Dimana?
Hei, Jasmine. Jangan muntah di sini.
Aku tidak muntah. Aku hanya mencari anting²ku.
Oh, antingmu.
Kamu yakin menjatuhkannya di sini?
Ini adalah alasan kenapa aku tidak mau mabuk.
Terakhir kali, ponselku,
lalu, di pesta Tessa, ingat, aku kehilangan dompetku?
Aku tak mengerti kenapa perutmu tidak terbiasa dengan alkohol.
Nah! Ketemu!
Syukurlah.
- Kenapa sih kita selalu minum² saat pergi kepesta?
- Apa kamu tau?
Lebih baik kehilangan dompet atau ponsel
daripada kehilangan suami.
Kamu gila.
Kau tahu apa? Di antara semua anting² milikmu, ini adalah favoritku.
Aku jarang pakai yang ini. Takut hilang.
Ayo. Cepat. Aku ingin berdansa.
Bukankah kita mau pulang?
Dimana Bullet?
Dia bilang mengambilkanmu minuman.
Ayo. Mari kita berdansa.
Oke, silakan. Aku di sini saja, menunggu Bullet.
Wow. Tempat ini begitu besar.
Benarkah?
Nah, DJ Booth ada di sana.
- Dimana? - Disana.
Sekarang kita sudah sampai rumah.
Aku selalu ingin melihatmu memakai ini. Sangat indah!
- Terima kasih. - Tunggu. Tunggu. Aku punya sebuah cerita.
Saat aku dalam perjalanan bisnis. Dan sudah siap berangkat.
Dengan penerbangan kelas satu. Begini ceritanya.
Pesawat tidak jadi lepas landas karena kupikir
orang di sampingku mengalami serangan jantung.
Jadi ku panggil pramugari. "Kesini! Kemarilah!"
Lalu dia menolong orang itu karena sudah tua, kan?
Saat dia berdiri, eh dia kentut
Kita sampai, bung.
Tunggu. Aku belum selesai
Istirahat dulu, Bullet.
- Sampai jumpa? - Ya.
- Dah. - Dah.
- Sampai ketemu lagi. - Sampai nanti!
- Dah! - Ayo.
Ayoo.
Tunggu sebentar kenapa kau begitu emosi apa yang kulakukan?
Kamu main mata dengan wanita itu
- kau pikir aku tidak melihatmu - say, aku harus ramah pada setiap orang.
Apalagi dibar milikku!
Tugasku melayani pelanggan.
Meskipun aku ada didekatmu? Bagaimana kau menjaga perasaanku
say, aku tidak mengerti alasan kenapa kamu begitu kuatir.
Iyakan? Maksudku kamu seksi. Kamu yang paling cantik
aku tidak kuatir.
Aku hanya ingin kau menghargaiku!
Kamu ingin ekstra ramah? Ekstra manis? Ekstra bagus?
Oke! Hanya saja pastikan hal itu tidak membuatku terlihat bodoh!
Kenapa kamu terlalu membesar-besarkan masalah ini lagi sih?!
Ibu! Ayah!
Chiefy_
chiefy, kenapa kamu belum tidur?
- Apa kalian bertengkar lagi? - Tidak. Tidak, sayang.
Lalu kenapa kau berteriak?
Dia benar!
Kau tahu, chiefy _
suara ibumu memang agak keras.
Apalagi saat dia cemburu.
Beb? Sial.
Bab
kenapa banyak asap?
Kenapa gosong?
Kamu pikir apa?!
Kamu meninggalkan penggorengan
oven terlalu lama panas jadi aku gosok gigi dulu.
Sekarang jam berapa? Aku terlambat.
Ayolah, beb!
Beb, tolong jangan marah.
Jangan kuatir. Besok2, aku akan pesan makanan cepat saji.
Oke?
Sudah dengar belum? Evy sakit hati.
Evy?
Kamu tidak kenal dia, say.
Dia teman kami di ls. Days.
Dan tau tidak yang lebih mengejutkan lagi?
Mark selingkuh dengan adik evy.
Astaga.
Apa menurutmu Bullet juga selingkuh?
Apa?
Tidak apa². Sudahlah.
Kau tahu, aku tidak terkejut karena Bullet bertemu banyak wanita di bar-nya.
Astaga. Tapi bukan berarti dia suka main perempuan.
Dia tidak punya alasan untuk melakukan itu.
Sayang, kamu terlalu sentimental.
Apa kalian tahu? Aku seperti itu selama lima tahun.
Aku sangat percaya suamiku sampai akhirnya aku mengetahui,
dia sudah menggagahi semua pembantu kami
bersetubuh
yah. Aku belajar kata itu dari gay penata rambutku.
Yang sangat suka digagahi
kau kenal dimana?
- Tessa! - Yeah!
Lihat?
Astaga. Giselle, apa yg ada dalam tasmu?
Ini pemberian dari tempatku bekerja.
Mau?
Pasti menyenangkan buatmu jadi seorang tenaga medis.
Karena kamu punya banyak gratisan setiap saat!
Baiklah, aku harus pergi. Pasti pengacaraku sudah menunggu.
Kenapa? Apa yang terjadi dengan penangguhan ceraimu?
Seperti biasa, masih menjengkelkan.
Kita ketemu minggu depan, oke?
Dah.
Dah.
Apakah berat badanmu bertambah?
Kamu akan terbiasa dengannya. Dia manis kok.
Buatku...
Jika kita mau bergaul, itu pasti sudah lama.
Tunggu sebentar.
Menurut kamu, kenapa Bullet mengkhianatimu?
Entahlah. Mungkin perasaanku saja.
Mungkin aku terlalu bosan dirumah makanya aku jadi berpikir yang bukan².
Ngomong²,
apa ini?
Bukalah.
Kamu bilang ini adalah favoritmu di antara semua anting²ku.
Jasmine.
Jangan menolak. Aku memaksa.
Ini sangat berharga.
Ayolah. Aku mau kau memilikinya.
Atau, aku akan merajuk.
Sini.
Terlihat lebih cocok untukmu.
Terima kasih.
Ada apa?
Tidak apa².
Hanya saja....
Suamiku tidak bisa membelikanku anting seperti ini.
Aku senang kau menyukainya.
- 6.000 untuk kamu. Dapat tiga - sangat mahal! Bisa kurang 2,500?
Kau menawar terlalu murah!
Kamu harus bersabar jika kamu pelit
yang ini bagus! Wanginya enak.
Benarkah? Berapa harganya?
Nanti saja. Aku masih melunasi tas yang ku dapat darimu.
Bisa² aku dan suamiku bertengkar lagi.
Ayolah! Itu akan lunas bulan depan.
- Ambil saja. Selebriti menyukai itu. - Iya benar!
- Selamat pagi! - Halo.
Mengenai aktivitas kamu, sekarang beres.
- Hai, doc. - Giselle, aku mencarimu.
- Kau punya waktu sebentar? - Ya.
Baik. Baik. Nanti. Nanti.
Nanti saja!
Kumohon!
- Tunggu sebentar. - Dah!
Beb, ayo berangkat. Kita sudah telat.
Tunggu sebentar!
Bagaimana...
Wow! Istriku terlihat cantik!
Kau mencicil barang2 lagi?
- Apa? - Itu. Anting²mu.
Jasmine yang memberiku.
Kita sudah bicarakan hal ini. Ku bilang padamu kita perlu berhemat.
Banyak hal yang harus aku bayar!
Aku masih belum membayar setengah dari modal yang kupinjam dari Bullet!
Sudah kubilang Jasmine yang memberikan ini padaku.
Kalau mau, nanti kamu tanya saja sendiri padanya.
Dia sudah memberimu dompet!
Dan kau masih menerima hadiah lain darinya!
Aaron, apa yang bisa kulakukan jika dia murah hati?
Apa salahnya sih?
Kamu tahu bagaimana berhematnya aku, kan?
Haruskah aku menolak hadiah kecil dari orang lain?
Dimana mereka?
Mereka bilang akan datang.
Kau masih sering ketemu Bullet?
Tentu saja!
Kami satu kondominium. Sebenarnya, aku menyewa salah satu unitnya.
Tidak ada yang bisa membuat kalian terpisah.
Mereka datang.
Kita tiba pada waktunya.
- Oh, hai. - Istri Bullet benar-benar cantik.
Jasmine, kenapa lama sekali?
- Suamiku sangat lambat. - Sampai nanti. Sampai ketemu lagi.
Hai!
Oh, hai. Apa kabar?
Ini Bullet, suamiku.
Beb, tunggu. Apa gaun wanita itu sama dengan yang kupakai?
Yang mana?
Itu. Yang mengobrol sama Jasmine.
Astaga. Itu pasti asli.
- Aku dapatkan ini di greenhill (Semacam tanah abang)
- Beb, santai sajalah.
Tidak ada yang memperhatikan itu.
Ya tuhan. Ini memalukan.
- Ayo kita pergi, beb. Kita pulang. - Apa?
Apakah kamu ingin aku malu?
Mereka baru saja tiba. Acara ini belum dimulai.
Baik. Kau boleh tinggal kalau kamu mau. Aku panggil taxi.
Tunggu! Bab!
Hai. Maaf. Apa aku membangunkanmu?
Aku tahu ini terlambat tapi aku hanya khawatir
tentang Giselle. Apakah dia baik-baik saja?
Dia istirahat sekarang.
Maaf kalau kami pulang duluan tanpa tanpa memberitahukan pada kalian.
Tidak apa². Giselle mengirimkan sms padaku tiba² dia pusing.
Apa sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit?
Tidak perlu. Sekarang dia sudah baikan.
Mungkin dia cuma terlalu lelah di tempat kerja.
- Dimana Bullet? - Kubiarkan dia naik duluan. Dia mabuk.
Pastinya.
Kau melewatkan banyak hal.
Ini. Kubawakan oleh².
- Eh, trims. - Oke.
Sampaikan padanya aku mampir.
- Akan kebesuk dia besok. - Baiklah, akan kusampaikan padanya.
- Beb, dia bilang apa? - Aku tidak mood.
Beb.
Beb, kumohon.
Beb.
Maafkan aku.
Aku belum punya yang satu ini.
Lihat. Banyak sekali permatanya.
Menurutku semuanya sama saja.
Kenapa kau terlihat begitu tegang?
Bisa santai sejenak?
Aku tahu! Nanti kita pergi ke spa, bagaimana?
Ibu, apa sebelumnya ayah punya wanita lain?
- Nona, bisa permisi sebentar? - Oke.
Kenapa? Apa kau dengar sesuatu?
Tidak apa². Aku hanya ingin tahu.
Kami belum pernah membahas soal itu.
Apa kau dan Bullet ada masalah?
Sesekali sih pernah.
Aku sedikit curiga.
Sebenarnya, itu tidak benar. Tapi sampai sekarang, aku masih curiga.
Tapi aku tak mau selidiki. Untuk apa?
Untuk terluka?
Apa itu baik buatmu, kalau dia mengkhianatimu?
Dia tak akan mengkhianatiku.
Aku tau dia mencintaiku. Masalahnya adalah...
Dia suka melakukan itu, jadi kubiarkan saja dia bermain-main.
Tapi itu tak adil untukmu.
Siapa bilang aku bersikap adil untuknya?
Uang siapa yang kuhambiskan setiap minggu
untuk membeli perhiasan?
Beron, ada apa?
Hello, nyonya. Ini Tommy.
- Kenapa? Ada apa dengan Tommy? - Nyonya_
hari ini adalah "hari ayah menjemput kesekolah".
Aku tau itu. Lalu apa masalahnya?
Tuan tidak ada disini.
Tommy satu²nya anak yang ayahnya tidak datang kesini.
Aku sudah mengingatkan dia sebelumnya soal itu.
Mungkin dia hanya datang terlambat.
Jangan kuatir. Akan kutelpon dia.
- Biarkan aku bicara pada Tommy. - Ibumu mau bicara denganmu.
- Itu ibumu! - Aku tidak mau!
Tommy?
- Harap berhati-hati. - Baik, tuan.
Bro, kenapa begini? Mesin kelebihan panas lagi!
Itulah kenapa segera kubawa kemari.
Pemikiran bagus, kami cuma berkeliling.
Maaf.
Ini Charlene, bro.
Charlene, ini Aaron, sahabatku.
- Hallo. Dimana kamar kecilnya? - Hai.
- Toilet. - Ruang tunggu? Disana. Lurus saja.
- Kami hanya singgah. Cuma mampir sebentar. - Oke.
Apa?
Apa?!
Kamu gila.
Kamu berpikiran jorok, memangnya kau tau apa?
Ayolah! Dia cuma staf di restaurantku.
Kami hanya membeli beberapa persediaan.
Kebutuhan!
Jangan bicara! Lihat, ini istrimu.
Katakan padanya aku tidak ada disini.
Bro, katakan padanya aku tidak disini.
Kupikir dia stafmu.
Bilang aku tidak ada disini.
Aku tidak disini.
Hello. Hai, Jasmine.
Aku hanya ingin bertanya, apa kau tau Bullet ada dimana?
Aku sudah menelpon dia.
Tapi sepertinya ponselnya mati.
Aku tidak tahu.
Hari ini ada acara disekolah Tommy.
Dia janji mau datang.
Tapi beron bilang, dia belum ada disana.
Benarkah?
Mungkin dia datang terlambat.
Jangan kuatir. Akan ku sms Arthur. Mungkin mereka bersama-sama.
- Terimakasih. - Oke, tidak masalah.
- Bung, anakmu... - Sial.
Tommy!
Sial.
Aku melupakan itu.
Ayah!
Ayah!
Dia belum pulang. Tidurlah lagi.
Astaga. Tuan, anda baru pulang?
Apa urusanmu?
Sudahlah. Pergi saja.
Beron, sini aku saja.
- Bangunkan Tommy, supaya dia turun kesini. - Baik.
Kamu harus punya alasan yang baik.
Kenapa kau melupakan acara di sekolah Tommy?
Say, aku mengurus banyak hal.
Apa yang kamu urus, Bullet?
Bar?
Cukup wakil kamu saja yang mengurus semua itu.
Kau bisa cukup menyebut itu hobbimu.
Say, ayolah. Hobby?
Ayo dong. Tidak bisakah aku serius dengan apapun?
Kau sungguh2 ingin aku jawab itu?
Kita sekarang punya anak dan kau masih berpikir kekanak2kan dari Tommy.
Itulah kenapa dia senang bersamamu.
Dia pikir kamu adalah teman bermainnya.
Bullet, aku tidak butuh anak kecil lainnya dirumah ini.
Lalu apa yang kamu inginkan?
Jadi murung sepertimu?
Murung?
Say, kamu selalu begitu tepat waktu. Apapun yang kamu lakukan terencana.
Ayolah!
Kamu tak begitu sebelumnya.
Ingat dong saat kita bersenang-senang?
Apa yang terjadi?
Aku jadi istrimu dan ibu dari anakmu!
Kamu mengurungku dirumah ini?
Kau tak membiarkanku bekerja, kan?
Kau ingin aku hanya memikirkan kamu dan anakmu!
Jadi maaf-maaf saja,
maaf jika aku jadi pemurung.
Bullet.
Aku tidak berharap kau bisa mencintaiku setiap saat,
tapi kuharap... aku berharap hari dimana kau tak mencintaiku itu sedikit saja,
- aku masih bisa merasa dihargai. - Kapan aku pernah tak menghargaimu?
Saat kamu bersama wanita lain.
Apa?
Kenapa? Bukankah itu benar?
Apa..?! Apa..?! Siapa yang meracuni pikiranmu?!
Siapa?!
Aku sudah tau itu, Bullet.
Jadi sekarang kau psikiater, hah?
Berhenti membohongiku!
Kau boleh menyebutku pemurung tapi aku tidak bodoh!
Bisakah kita hentikan omong kosong ini!
Ini?! Ini omong kosong!
Hai, beb.
Kenapa kau terlambat?
Dan kamu, kenapa belum tidur?
Apa itu?
Apa?
Yang kau pegang ditanganmu itu, apa sih?
Hadiah, kenapa?
Lalu kenapa kau bawa itu kedalam?
Biasanya kamu hanya menaruhnya di sana.
Sudah tidak ada tempat disini jadi aku letakkan disana.
- Disana masih ada tempat untuk itu. - Tidak.
- Tidak. Tidak. Biar aku saja. - Berikan itu. Tunggu.
Kubilang berikan itu!
Apa ini hadiah?
Berapa harganya nih?
Itu di angsur.
Giselle, kita harus berkorban!
Kita akan terbelit utang dengan apa yang kamu lakukan!
Kenapa kamu selalu menyalahkanku?!
Kita terbelit utang karena bisnis tak berguna kamu itu!
Jangan menuduhku!
Kenapa tidak?!
Aaron, apa yang benar-benar ingin kamu lakukan dengan hidupmu??!
Kau lulus kedokteran tapi kamu tidak mengikuti ujian akhir!
Astaga! Kamu bahkan bergabung dalam Pyramid!
Ya! Mungkin aku suka berfoya-foya tapi kamu senang hidup bermewah-mewah!
Karena kau mempertaruhkan hidup kita!
Aku lakukan segalanya agar hidup kita lebih baik tapi aku kurang beruntung!
Dan sementara kamu menunggu keberuntungan, apa yang ingin aku lakukan?!
Menghemat uang belanjaku?!
Membiarkan diriku terlihat seperti pembantu di depan teman²mu yang kaya?
Apa itu yang kamu inginkan?!
Aaron, aku cantik...
Cerdas...
Ya, aku memang tak bisa memasak,
tapi! Aku hebat diranjang!
Sialan. Aku layak dan aku pantas dapatkan yang lebih baik.
Gi.
Kamu baik² saja?
Tidak apa².
Kau terlihat lelah.
Kamu ingin minum²?
Entahlah. Terkadang aku benar-benar tidak punya tujuan.
Aku tahu kita kadang lelah menjalaninya tapi aku masih melakukannya.
Aku tidak memikirkan konsekuensi atas tindakanku.
Kenapa kau harus selalu berpikir tentang konsekuensi?
Hidup akan jadi membosankan.
Santai sajalah.
Kalau kamu mau, mari kita berdansa.
- Permisi, tuan. Ini dia. - Ini dia!
Ini dia. Jika ini tidak bisa memuaskanmu, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.
- Apa itu? - Ini?
Ini adalah satu²nya scotch whisky termahal yang pernah kau rasakan.
Seberapa mahal?
Dua ribu dolar? Sekitar dua ribu dolar.
- Bawa kedalam. Nanti kutandatangi bonnya. - Baik, tuan.
Yah, maafkan aku. Aku tak bisa terima itu
apa aku membiarkan kamu yang bayar itu?
- Kenapa? - Aku traktir untukmu.
Kenapa?
Bukankah kau pikir layak mendapatkannya?
Jadi kamu merokok.
Apakah Aaron mengetahuinya?
Apa dia harus tahu segalanya?
Apa kamu tahu? Kadang aku bertanya-tanya
apa jadinya hidupku jika aku sekarang berada di amerika
tentu saja...
Aaron akan mengikutimu
benarkan? Aku kenal dia.
Dia akan berjuang untukmu.
Dia mencintaimu.
Seharusnya kami tidak menikah.
Tapi dia panik saat dia mengetahui permohonanku disetujui ibuku
aku punya teori.
Sekarang, kamu punya teori.
Apa teorimu?
Yah, firasatku mengatakan
jika Aaron menikahiku karena dia tak ingin kalah bersaing denganmu.
Ayolah.
Apa?
Apa katamu?
Apa kamu serius?
- Yah... - Kau bicara apa sih?
Kau idolanya.
Aku?
Yah, kurasa, dia bercita-cita menjadi pria sepertimu.
Aaron terinspirasi apa dariku?
Apa? Menjadi brengsek?
Mendapati diriku dimana-mana.
Apa?
Mungkin karena...
Kau sangat menyenangkan.
Apa yang kita pikirkan?
Aaron?
- Beb. - Hello.
Aku sudah menghubungi banyak orang. Dimana kamu?
Di kantor.
Lembur semalaman?
Aku hanya menghabiskan waktu.
Beb, maafkan aku.
Jangan bertengkar lagi.
Aku minta maaf
maafkan aku.
Aku menyesal..
Lupakan saja soal itu.
Pulanglah.
Oke?
Oke.
Aku membelikan makanan kesukaanmu.
Aku sayang kamu.
Lihatlah tempat ini. Kita lebih sering² keluar kota.
Kamu benar.
Jadi pertemuan untuk kelompok doa kita jadi lebih menyenangkan.
Tapi apa pastor Eddie benar-benar datang?
Ini bukan seperti yang dia pikirkan
dia tak punya pilkihan. Kuminta sopirku untuk menjemputnya.
Ini dia barbequenya.
Apa yang paling enak di sini?
Semuanya lezat. Ayo! Bikin barbeque lagi!
Apa kamu tahu? Aku masih tak percaya kau yang memasak semuanya, Tessa.
Jasmine, siapapun bisa memasak. Begitu kata chef rob.
Itulah kenapa menurutku semua yang ada disini harus ikut kursus memasaknya
karena suatu saat, kita bisa membuat restoran kita sendiri.
Pastor Eddie! Lihat? Dia sudah ada disini.
Hai.
Giselle, kamu baik² saja?
Apa?
Kamu diam saja.
Aku hanya terpikirkan soal pekerjaanku.
Jangan pedulikan itu.
Sekarang akhir pekan dan kamu masih membiarkan dirimu stres.
Cobalah menikmati, oke?
Yah.
Dan ia berkata kepadanya:
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu"
"...dan dengan segenap jiwamu"
"...dan dengan segenap akal budimu".
Ini yang utama dan hukum pertama
dan yang kedua sebagai berikut:
"Kasihilah tetanggamu seperti dirimu sendiri".
Pada hukum kedua,
tergantung seluruh hukum taurat dan proits_ "
menurutmu apa pesan dari kata² tersebut?
Gi.
Mengenai apa yang terjadi,
Bullet, jangan disini.
Tunggu. Apa kamu menemukan anting²ku?
Giselle! Hai!
Dimana Aaron?
Dia menemukan banyak hal didalam.
Oh, oke.
Kamu suka dengan apa yang sudah kusajikan? Kamu tidak makan banyak.
- Tidak, bukan- bukan- - mungkin...
Kamu lagi sakit. Kau tidak seperti biasanya.
Atau karena gaun itu. Okay, dah.
Tommy.
Kenapa tidak bermain di kamarmu? Disini berantakan sekali.
Say, apa kamu sudah menyetrika pakaianku?
Bullet, Tommy disini.
Kenapa? Dia anak laki². Ayolah.
Bagaimana jika tiba² pembantu masuk?
Beron?!
Say, aku harus mengatakan ini, dia pendiam tapi dia gay.
She made moves with all the girls downstairs.
Say, favor. Tolong isikan ponselku.
Chargernya dalam kabinet.
Biar aku yg melakukannya.
- Ambillah. - Kamu mau mandi sekarang?
- Kita akan terlambat. - Aku buru². Cepat².
Hello! Yoohoo!
- Hello! - Tommy jangan main² dengan itu.
Hello?
Selamat siang, nyonya. Ini panggilan dari pavilion hotel.
Kami sedang berusaha mencari tuan Bullet Bernal.
Ternyata, dia memberi kami nomor yang salah.
Beruntung, perusahaan kartu kreditnya memberi kami beberapa informasi.
Aku istrinya. Memangnya ada apat?
Oh, kami punya kabar baik untukmu, nyonya.
Kami menemukan anting²mu.
Anting?
Ya, nyonya. Sepasang anting tertinggal dikamar
dimana anda menginap bersama tuan Bernal..
Itu milikmu, kan?
Pastor, cobalah supnya.
Tambah lagi. Ini enak sekali.
Terima kasih.
- Dimana mereka? - Makan.
- Bullet! - Apa?
Dimana Jasmine?
Dimana Jasmine?
Aku pikir dia sudah ada di sini.
Itu sebabya aku tadi buru2.
Apa?
Aaron, boleh aku pinjam ponselmu?
Kenapa? Dimana ponselmu?
Sial. Handphoneku ada pada Jasmine.
Kenapa?
Aku mau menelpon.
Apa kamu tau? Aku tidak kaget kalau mereka bertengkar lagi
lezat!
Pastor, ini adalah pengganti laptop jadul anda.
Eh, terima kasih.
Lihat? Bagus sekali!
Berikut jas!
Jas! Dimana kau dapatkan?!
Jas!
Say.
Kenapa?
Ada sesuatu yang salah?
- Oh, astaga! - Jas!
Kau bahkan tidak puas dengan perhiasan yang kuberikan padamu.
Kau bahkan mengambil suamiku juga?
Tunggu sebentar.
Apa yg terjadi disini?
Beb, akan kujelaskan semuanya.
Kenapa?
Apa kamu tidak tau?
Istrimu dan suamiku
- tidur bareng. - Tolong. Jangan disini.
Aku menganggapmu sebagai teman.
Aku percaya padamu.
Aku sudah mencurigai banyak perempuan sebagai selingkuhan Bullet,
dan kini, kamu juga?
Bung.
Apa ini benar?
Aku sangat menyesal.
- Sialan kamu! - Kalian, sudah cukup!
Tunggu!
Lepaskan aku!
- Jasmine! - Mau kemana kamu?!
Sialan kau! Pengkhianat!
- Biarkan aku pergi! - Sudah cukup!
Pengkhianat!
Aaron, hentikan!
Beb.
Beb?
Beb
beb.
Beb, kumohon!
Beb! Beb!
Beb!
- Ayah! - Jasmine! Tunggu! Tunggu!
- Ayah! - Jasmine! Tunggu! Tunggu!
- Nak. Anakku, ini akan jadi... tunggu. - Ayah!
- Anakku, kami akan menyelesaikan ini, oke? - Ayah!
- Jasmine, bisa kita bicarakan ini! - Ayah!
Jasmine, kumohon!
- Nak, tunggu! Tunggu. Jasmine, kumohon! - Tinggalkan kami!
- Ayah! Ayah! - Kau tidak akan meliha kami lagi!
Tidak!
Anakku, kita bisa perbaiki ini, oke?!
Percayalah, kita bisa selesaikan ini! Jasmine!
- Boss, kamu bertemu istri dan anakku? - Tidak, tuan.
- Ibu! - Jasmine, kumohon!
Aku akan menabrakmu jika tidak menyingkir.
Kubilang, keluar!
Ayah!
Ayah!
Jasmine? Tommy?
Tommy.
Tommy?!
Tommy! Tommy!
Hei kau! Lihat apa yang sudah kamu lakukan dengan mobilku!
Mereka keluargaku!
Tommy! Tommy!
Tommy!
Tommy!
Jasmine, buka pintunya!
Kamu tidak perlu kuatir soal ini.
Contusions dangkal.
Dan hasil penyinaran X-ray juga normal.
Kamu bisa membawanya pulang sebentar lagi.
- Doc, apa kau yakin? - Ya.
Terima kasih.
Sama-sama.
Karena kebodohanku,
aku hampir kehilangan kalian.
Aku tak bisa terima.
Aku tau tak mudah memaafkan atas apa yang sudah kulakukan.
Kumohon.
Kumohon.
Beri aku satu kesempatan lagi.
Aku bisa berubah.
Aku akan berubah.
Karena aku sangat mencintai kamu.
Aku mulai kuatir.
Kau ketinggalan beberapa sesi.
Kukira kamu tak pernah kembali.
Kamu terlihat lelah. Apa semua baik² saja, Giselle?
Maaf, sista.
Aku agak sibuk bekerja.
Sebab aku dipromosikan
sekarang aku punya tanggung jawab lebih.
Wow. Selamat!
Bagaimana perasaanmu mengenai promosinya, Aaron?
Selama dia sudah dirumah jam 8 malam, sista.
Tapi apa kamu senang dia dapat promosi?
Tak masalah bagiku, sista.
Aku hanya ingin tau, Aaron.
Sampai kapan kau akan membatasi jam malam istrimu?
Chiefy!
Chiefy! Tunggu! Tunggu! Tunggu!
Bisa kau tangani?
- Ayah, aku haus. - Kamu mungkin jatuh.
- Thirsty. Disana. - Ya.
- Itu dia! - Terima kasih, ayah.
Say, mari kita habiskan waktu di boracay minggu depan.
Bagaimana menurutmu? Cukup kita berdua saja.
Bukankah mobil disini sebelumnya? Aku mau istirahat.
Mobil? Tunggu. Tunggu.
- Ayah.
- Tunggu, nak. Aku sedang bicara dengan noli_
hello, noli_ dimana kamu? Kami sudah didepan sini.
Ada apa ini? Bisa kau jauhkan ini?
Bukankah kamu menyukainya, beb?
Apapun yang kamu masukkan ketempat ini, akan terlihat jelek.
Kenapa kita tidak diberitahu soal pemadaman lampu?
Kau belum membayar tagihan listriknya
aku baru gajian.
Akan kubayar nanti.
Kau tidak mau makan?
Tidak usah. Aku ada pertemuan di makati. Aku harus datang lebih awal.
Aku pergi sekarang.
Hei.
Pastikan kamu benar²! meeting.
Iya.
Apa kamu gila?
Sekarang hubungan kalian baik² saja, saat itu kamu ingin berpisah.
Tidak ada gunanya, Tessa.
Aku tau dia mencoba yang terbaik tapi aku tidak punya perasaan apapun lagi padanya.
Jika kau benar² berpikiran demikian.
Menikah seharus ada masa kadaluarsa.
Maksudku, pernikahan kontrak sama seperti kontrak hukum lainnya.
Jadi kenapa mesti berkomitmen seumur hidup?
Kenapa tidak diperbaharui setiap lima tahun?
Nyonya, apa ini yang anda cari?
Ya. Sempurna. Ayo. Ayo ke kasir. ikuti. Ayo. Ayo. Ayo. Ayo.
Jasmine, itu karena kau butuh waktu untuk dirimu.
Memang tidak mudah untuk memaafkan.
Itu proses yang menyakitkan dalam jangka waktu yang lama.
Jangan berpikir pernikahan adalah suatu hal yang berharga untuk diselamatkan?
Bagaimana denganmu?
Jasmine, tiga dari pembantuku jadi selingkuhan suamiku.
Dan sekarang, aku mengetahui, kalau kami punya dokter derma yang sama
apa kamu benar-benar berpikir pernikahan bernilai hemat?
Selain itu, penangguhan itu menakutkan.
Aku tidak akan berharap pada musuh terburukku.
- Dah, Giselle. - Hai.
Giselle, kami akan pergi ke bar karaoke. Mau ikut?
Maaf, aku tidak bisa
ayolah. Kamu selalu menolak ikut.
Ngomong-ngomong, kau tau dimana tempat terdekat untuk membeli ayam panggang?
Ayam panggang? Untuk apa?
Sudahlah. Aku pergi sekarang.
- Ayo pergi sekarang. - Oke.
Jam berapa sekarang?
Bukankah sudah kubilang mobilmu rusak?
Kutinggalkan mobil di hotel.
Mobilnya mogok jam 6.
Karena itu sangat sulit mendapatkan taksi.
Sini.
Kubawakan kamu sedikit makanan.
Hal yang paling aku benci adalah...
Ketika seseorang berbohong padaku!
Aku tidak bohong.
Dan aku cuma terlambat 10 menit.
Tetap saja kau terlambat!
Kita punya kesepakatan, kan?!
Kau mau menipuku?!
- Tidak. Aku tidak menipumu. - Tidak?
Kamu sudah menipuku!
Aku sudah bicara dengan mitra kerjaku di cebu.
Mereka bilang, bar di cebu dua kali lebih besar dari pada yang ada di makati.
Kukatakan pada mereka, aku tidak akan pergi ke cebu.
Tapi mereka memaksa aku harus melakukan sebuah terobosan.
Jadi kupikir, kenapa tak pergi denganku?
Tidak. Tessa. Aku menangani sesuatu di toko.
Say, ayolah. Cebu menyenangkan.
Hanya kau dan aku.
Ayolah. Pergi bersamaku.
Apakah kau akan menyalakan itu?
Yang ini?
Say, ayolah. Kubilang padamu, aku berhenti.
Aku hanya bermain-main.
Oke, say. Mari kita lakukan ini sebagai gantinya.
Aku akan memberimu beberapa nomor telepon.
Jika kamu butuh sesuatu, atau kalau kamu mau bertanya sesuatu padaku,
- telepon saja aku. - Tidak perlu.
Say, aku membutuhkannya.
Aku hanya ingin kamu percaya padaku lagi.
Aku harus pergi.
Ibu tunggu aku.
Kenapa kamu harus pergi ke baguio?
Hari ini ada peluncuran dagang.
Aku tak bisa melewatkannya.
Kamu tidak..
Apa itu?
Tapi beb, itu rekening yang besar.
Bahkan presiden direktur perusahaan akan hadir.
Beb, aku harus bersaing.
Jadi kalau aku dapat dipromosikan, kita tidak akan kekurangan uang.
Apa kamu ingin membuktikan bahwa kamu satu²nya yang bekerja disini?
- Tidak. - Kamu mungkin lupa,
kalau kamu hanya akan jadi istri yang baik,
aku masih harus punya pekerjaan.
Tapi sekarang apa?
Aku dikhianati
dan aku belum bisa bayar utang modal yang diberikan bajingan itu padaku!
Beb.
Beb. Beb.
Beb, kumohon. Kumohon padamu.
Kalau kamu mau, kau bisa menghubungi pengawasku
untuk membuktikan padamu, aku mengatakan yang sebenarnya
halo?
Jasmine?
Ya, siapa ini?
Ini Aaron.
Untung, kau tidak ganti nomor.
Halo? Jasmine?
Aku disini.
Maaf, aku tak mengharapkan telepon darimu.
Apa akau menggaggumu?
Ada apa?
Aku hanya ingin menanyakan sesuatu.
Apa Bullet meninggalkan manila minggu depan?
Dia pergi ke cebu minggu depan. Kenapa kau tanyakan?
Cebu?
Bukan baguio?
Itu yang aku ketahui.
Kenapa kau bertanya?
Giselle!
Bangunlah!
Beb, apa yang kamu lakukan?! Kau menyakitiku!
Katakan padaku yang sebenarnya.
Apa kamu akan bertemu Bullet?
Apa?
Mungkin kamu hanya membuat peluncuran perdagangan di baguio sebagai alasan
jadi kamu bisa mendatangi Bullet di cebu.
Kau sudah bicara dengan pengawasku, kan?
Bukti macam apa lagi yang kau inginkan?!
Mungkin saja kalian bersekongkol
astaga.
Kau mulai parno.
- Aku bicara denganmu! - Apa?!
- Aku bicara padamu! - Biarkan aku pergi! Ayolah!
Bunuh saja aku!
Sampai kapan kau akan mencurigaiku?!
Kulakukan semuanya untukmu agar kau percaya padaku lagi!
Apa lagi yang harus kulakukan?!
Apa lagi?!
Apa lagi yang harus kulakukan?!
Cukup tinggal disini.
Kau tak boleh kemana-mana.
Aaron?
Aku tak tau kalau tempat ini milikmu.
Ini adalah milikku dan Tessa.
Aku ingin sekali belajar kuliner.
Aku menyukainya.
Jadi sekarang, disini, kami memulai bisnis kami.
Untung, Bullet mengizinkanmu bekerja.
Apa pun yang kamu katakan sebelumnya...
Sebelum.
Dia bukan satu-satunya orang yang harus didengarkan sekarang.
Dan kamu, apa kesibukanmu saat ini?
Meninjau
kamu akan terus menjadi dokter?
Kupikir itu bertentangan antara keinginanmu dengan apa yang di inginkan orangtuamu.
Sementara ini aku menganggur.
Kenapa tiba² kau menutup bengkel mobilmu?
Apa kau masih bertanya-tanya kalau mereka masih sering bertemu
apa?
Waktu kau tiba² menghubungiku.
Apakah itu karena kau curiga jika mereka masih berselingkuh?
Aku hanya tidak bisa berhenti memikirkan hal itu.
Apa kamu sulit melakukannya?
- Tunggu. Tunggu. - Ibu, ayah, ini pekerjaan ku!
- Rangking satu? - Wow!
Kamu hebat!
Kau yang terhebat, chiefy!
- Berphoto! Photo! - Selamat!
Aku bangga padamu, sayang.
Ibu, jangan panggil sayang. Itu memalukan.
Maaf.
- Permisi. Bullet? - Keren.
- Astaga! Hai! - Ibu, dia seorang bintang.
Ini aku, Roxanne. Aku pernah bekerja di eci.
- Ya, tentu, Roxanne. - Halo.
Apa kabar?
Aku baik² saja. Aku baik.
Ini kartu namaku.
Jika kamu perlu sesuatu apapun.
Oke. Trims.
- Bagaimana kabarmu? - Baik. Sehat.
- Aku baik² saja. - Benarkah? Itu bagus.
- Bagaimana denganmu? - Oh, aku baik.
Kupikir aku mati rasa.
Aku tidak menginginkan ini lagi, Aaron.
Jasmine.
Aku tidak ingin terluka lagi, Aaron.
Aku tidak mau...
Tunggu sebentar. Dimana kamu?
Maaf untuk drama sebelumnya.
Aku tidak tahu apa yang merasukiku.
Kurasa aku hanya panik.
Hal ini sangat sulit, bukan?
Kita mencintai mereka...
Tapi kita juga marah pada mereka.
Seperti makan buah simalakama
(sial jika kau melakukannya, terkutuk jika tidak kau lakukan)
Tapi apa yang bisa kita lakukan?
Hati bisa dengan mudah dikompromi.
Tapi pikiran,
tidak mudah untuk dilupakan.
Apa itu?
Bunyi alarm oven
rotinya. Tunggu sebentar.
Aaron, silakan nikmati selagi hangat.
Aku harus pergi
Aaron, terima kasih sudah mendengarkan.
Tidak apa2.
Ini juga terjadi padaku.
Aku tiba-tiba marah atau sangat curiga.
Kalau itu terjadi lagi,
telepon saja.
Oke.
Tunggu. Bawalah pulang sebagian.
Today, I heard my favorite song on the radio
i closed my eyes and saw our first hello
and then I saw the time we fell in love in each others arms
i opened up my eyes and you were gone.
Suddenly, I realized howl love you so
and how I can't survive without your love
'cause every time you say goodbye, it's hard for me to say
how I wish you'd never go away
don't say goodbye, it's hard to let you go
tomorrow seems so far away for me to know
if you and I will always be in love forever more
don't leave me with just memories
all alone
all alone
Aaron?
Apa yang kamu lakukan disini?
Aku ada pertemuan sebelumnya disekitar sini.
Jadi kupikir untuk mampir.
Dan...
Tidak menghubungimu untuk sementara.
Bukankah sudah kubilang padamu?
Tessa dan aku pergi ke sebuah seminar kuliner.
Kami berada di L.A. selama dua minggu. Aku baru kembali kemarin.
Oh.
Kamu mau makanan kecil dulu?
Mungkin lain kali.
Dan aku ada pertemuan.
Ngomong-ngomong, inilah buku yang kukatakan bisa membantuku
barangkali kamu ingin membacanya.
Terima kasih.
Kamu terlihat sehat.
Aku akan terus..
Dah
sayang, sudah terlambat.
Kenapa kau biarkan dia tidur di sana?
Dia habis bermain
siapa itu?
Halo?
Halo, Jasmine.
Apa semuanya baik-baik saja?
Say, siapa itu?
Ini Tessa.
Aku benar-benar harus bicara denganmu.
Oke. Aku akan kesana dalam 30 menit.
Kamu akan bertemu dengannya?
Say, dia lagi galau. Dia menangis.
Dia ada masalah dengan proses penangguhan cerainya.
Aku akan bersamanya
jangan pedulikan dia
lihat jam berapa sekarang.
Jangan pikirkan Tessa.
Dia butuh aku.
Tidurlah
Aaron?
Apa yang terjadi?
Apakah kamu bertengkar dengan Giselle?
Mari kita bicara di dalam.
Kamu mau secangkir kopi?
Akan kubuatkan satu untukmu.
Beb, aku akan menunggumu diluar.
Beb, besok aku punya perencanaan strategis.
Aku mungkin lembur tapi aku akan pulang sebelum jam 10 pagi.
Kamu tidak perlu memberitahuku.
Apa?
Aku mengerti kau punya banyak pekerjaan sekarang,
dan kamu juga punya tanggung jawab lebih.
Dan kamu tidak bisa menahan diri dari pulang terlambat.
Apa kamu serius?
Kau menghapus jam malamku?
Apakah ini berarti
kamu mempercayaiku lagi?
Aku agak merasa lapar.
Di mana kamu ingin makan?
Dia menikmati bertemu beruang hari itu.
Tapi senang semuanay kembali tenang.
Dan mereka hidup bahagia selamanya.
- Tidurlah sekarang. - Oke, chiefy. Tidurlah.
- Kita selesai - ayah, kau harus mencium ibu juga.
Ibu, cium ayah juga.
Tidurlah. Ayoo. Bersiap untuk tidur.
Berjanjilah padaku, kau dan ayah tidak akan bertengkar lagi, oke?
Nak, kesini.
Dengarkan ayah, oke? Kemarilah.
Aku tahu ibu dan ayah selalu bertengkar.
Tapi nak, tidak akan lagi, oke?
Itu tidak akan terjadi lagi.
Bahkan saat ibu dan ayah melakukan kesalahan.
Tapi nak, janji adalah janji.
Kita akan selalu bersama.
Sama seperti dongeng, bukan?
Kita akan punya kebahagianan sendiri selamanya.
Itu Tessa.
Kenapa kau menelepon?
Kita ketemu lagi besok.
Aaron...
Jasmine, kamu satu-satunya yang ada dalam pikiranku
itulah sebabnya aku harus bertemu denganmu lagi.
Besok, di luar kedai kopi.
Aku akan menunggumu. Kumohon, Jasmine.
Sepertinya kamu mau pergi joging sekarang.
Ini sudah jadi kebiasaan.
Kamu mau joging dimana? Kenapa harus pakai mobil?
Disana saja
di mana kamu beli semua ini?
Kami tidak makan sebanyak ini.
Ini mubajir
oke. Aku mau mandi.
Kau tahu, aku mencoba mempertimbangkan untuk memperluas bisnis kita tahun depan.
Akan kita perluas lebih awal.
Kita harus merenovasi bagian dalam lebih dulu
- kamu harus benar-benar belajar
- aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya.
Oke. Oke. Ya.
Ayo. Masuklah kedalam. Kita harus bicarakan sesuatu.
- Apa? - Oke.
Apa yang mau kau bicarakan?
Kami harus menyelesaikan banyak hal untuk katering. Ayo. Ayo.
Oh, astaga.
Itu Giselle.
Tessa, ayoo.
Apa? Apa yang kau lakukan? Tunggu. Hei.
Ayo pesan itu
aku hanya ingin memeriksa tempat itu.
Aku tidak mengerti kenapa kau bersembunyi?
Kamu tidak melakukan sesuatu yang salah
- ini tidak benar. Ayo kita kembali.
- Tessa, kumohon. Kita tunggu disini sebentar.
Sayangku, kekasih, wanita lain, dan gundik adalah orang-orang yang harus bersembunyi,
bukan istri yang sebenarnya.
Terutama dari istri teman yang sebenarnya
dan pemilik dari kedai kopi!
Jasmine, apa yang sebenarnya terjadi?
Beberapa bulan yang lalu, aku bertemu Aaron disana.
Dan sekarang, tiba² kamu takut bertemu Giselle.
Aku tidak takut.
Oh, ya Tuhan
jangan bilang...
Jasmine, apa ada gempa bumi?
Tolong katakan padaku karena sepertinya dunia terlihat terbalik!
Tessa, kumohon, jangan bilang siapa².
Kau balas dendam padanya? Benar begitu?
Tidak,
lalu apa?!
Jangan bilang kau jatuh cinta pada Aaron!
Entahlah...
Itu baru saja terjadi.
Apa?
Itu sudah terjadi.
Astaga, Jasmine, kau terdengar seperti menyukai mantan suamiku.
Begitulah katanya saat aku bertanya kenapa dia melakukan itu dengan pembantu kami.
Ini baru saja terjadi.
Nah...
Selamat, sayangku
kamu sekarang resmi menjadi home wrecker bersetifikat.
Bukankah kau pikir dia sudah curiga?
Itu hanya kebetulan.
Kau pernah berkata, dia hanya ingin pergi makan.
Dan dia bahkan bersama teman sekantornya
kupikir kita harus berhenti untuk bertemu dulu.
Kamu sudah tidak senang lagi?
Aaron...
Bukan berarti karena kita menginginkan itu, lantas kita harus terus melanjutkannya.
Jika ini yang membuat kita bahagia,
apa kau tidak berpikir?
Suamiku dan istrimu sudah melakukan ini.
Kita tau betapa menyakitkannya ini buat mereka.
Mereka yang memulainya.
Jasmine...
Aku tahu ini menimbulkan masalah tapi aku tak bisa menahan diri.
Aku tidak bisa lepas darimu.
Tommy?
Ya, beb. Aku di dalam perjalanan.
Tunggulah aku, oke?
Aku sangat bodoh!
Kenapa?
Aku mengajukan diri untuk menjemput Tommy di
sekolah karena ibu pengasuhnya lagi sakit.
Dimana kuncinya?!
Apa yang akan kulakukan?
Kembalilah nanti ambil mobilnya. Aku akan mengantarmu.
Mobilku saja ada disana.
Aku akan naik taksi.
Akan memakan waktu lama.
Lihat...
Aku akan mengantarkanmu
aku akan segera pergi.
Jangan disini. Majulah sedikit.
Itu terlalu jauh untukmu.
Seseorang mungkin akan melihat kita.
Kumohon.
Saat aku turun, segeralah pergi.
Ayolah!
Santai.
- Bullet? - Hei.
Apa yang kamu lakukan disini?
Tommy menghubungiku.
Kemana saja kamu? Kenapa kau terlambat?
Terlalu banyak orang di toko. Aku tidak bisa segera pergi.
Ibu! Ayah!
Sayang, maafkan aku, aku terlambat.
Apa yang kau sembunyikan dibelakangmu?
Tidak ada apa², bu.
Bakugan lagi?
Bukankah sudah kubilang padamu, jangan buang² uang untuk membeli ini!
Ini murah kok.
Meskipun begitu. Kita sudah sepakat.
Hei
sabar.. Dia masih anak kecil.
Kamu juga..
Dia benar.
Itulah sebabnya dia jadi manja.
Tommy ingin keatas tapi sebaiknya kita makan dulu.
Kita pikir begitu..
Ternyata tidak.
Kubilang jangn terlalu lama dikolam renang.
Kamu akan terkena pilek karenanya.
Aku kuat, bu!
- Ayo. Ganti pakaianmu. - Tunggu, bu, mainanku.
Ibu, itu paman Aaron yang kita lihat di mall sebelumnya, kan?
Kamu masih ingat dia?
Lalu dia tinggal dikondominium ini.
Dia yang mengantarkan kamu kesekolah, kan?
Apa?
Aku melihatnya, bu.
Dia yang menyetir.
Dia yang mengantarkanmu.
Tommy, aku tidak melihatmu sampai ayahmu datang.
Kamu mengada-ada lagi.
Ibu, aku tidak mengada-ada.
Aku berkata benar. Aku disana.
Aku melihat kau dan paman Aaron.
Tommy, itu ibumu, kan?
Astaga! Dia mungkin melihatku disini!
Dia melambaikan tangan padamu?
Iya, mommy.
Tommy, jangan mengarang cerita.
Berbohong itu tidak bagus
tapi aku berkata benar, bu.
- Aku lihat kau dan paman Aaron. - Tidak!
Itu benar! Itu paman Aaron! Aku melihat kalian bersama-sama!
Tommy! Kau membuatku marah!
Hentikan omong kosong ini, oke?!
Aku tak ingin kau mengatakan ini pada ayahmu. Kau mengerti?
Akan kupukul kamu jika mengatakannya.
Beb?
Kurasa aku siap.
Siap?
Aku ingin punya anak denganmu.
Yah, aku ingat kau satu²nya yang memintaku punya bayi.
Saat itu, aku masih banyak tanggungan.
Sekarang, aku sangat bersemangat untuk membangun keluarga kita sendiri.
Beb, kamu benar.
Kita harus benar² bersiap dan berhemat jika kita ingin punya anak.
Apalagi sekarang aku menganggur.
Bagaimana kita membiayai bayinya?
Terserah padamu.
Kamu bisa menangani keduanya, karirmu dan si bayi?
Disamping itu, kita berdua masih muda.
Kita tidak buru² ingin punya anak, kan??
Ya.
- Yang ini? - Ada. Trims.
Jasmine, apa kamu tidak sibuk sabtu sore?
Sebab kita bisa mencoba resep masakan dalam artikel majalah makanan ini.
Aku harus pergi.
Hei. Mau kemana kamu? Masih pagi.
Kita pergi keluar.
Ada apa?
Ini adalah bulan kedelapan kita.
Sama seperti di sma?
Kamu benar-benar merayakan monthsary?
Oke, baik. Berhati-hatilah, oke?
Ayo.
Apa kau masih jauh?
15 menit lagi.
Oh, oke.
Sampai jumpa!
Sampai jumpa.
- Halo. - Tommy melihatmu.
Apa? Dimana?
Saat kau mengantarkan aku kesekolah.
Dia melihatmu.
Dia bilang kau menurunkan kaca dan kau tersenyum padanya.
Aku tersenyum padanya?
Dia juga bilang kau melambaikan tangan padanya.
Apakah kau sengaja membiarkan dia melihatmu?
Kenapa aku harus lakukan itu?!
Itu hal sama yang ingin aku ketahui.
Mungkin dia cuma membayangkan hal itu.
Bagaimana dia bisa melihatmu kalau kaca mobilmu gelap?
Entahlah.
Mungkin aku menurunkan kaca jendela memperbaiki posisi kaca spion.
Dengar. Aku tidak ingat persis.
Tapi jika itu benar² terjadi, itu bukan berarti aku.
Apa yang kau pikirkan?
Aku tidak tahu apa lagi yang harus kupikirkan.
Apa kau ingin kita ketahuan?
Jadi suamiku dan istrimu akan meninggalkan kita?
Atau kau ingin mereka cari tahu apa yang kita lakukan.
Lalu mereka tersakiti.
Jadi kau berhasil balas dendam.
Itukah yang kau pikirkan tentang aku?
Mungkin aku hanya ketakutan.
Aku benar² punya saat² yang sulit dengan apa yang kita lakukan, Aaron.
Cukup sampai disini,
dan kita cukup bicara sampai disini. Bagaimana?
Aku di sini.
Halo.
- Aaron. - Aku pikir kamu dekat.
Bullet ada disini.
Kalau aku tidak melihat dia, dia bisa mengikutiku kesana.
Tunggu sebentar.
Dimana kamu? Aku datang untukmu.
Ini sudah berakhir, Aaron.
Apa?!
Kita tahu ini akan berakhir, kan?
Kembalilah pada istrimu.
Aku akan kembali pada keluargaku.
Hai, nona.
- Apa dokter sudah datang? - Belum.
Giselle, kita sudah pergi ke kedai kopi ini sebelumnya, kan?
Dengar.
Satu hal yang orang sukai pergi kesana adalah roti pandesal_
suamiku pernah kemari.
Sepertinya makanan mereka benar² lezat!
Beb, waktunya makan malam!
*pelanggan tidak bisa dihubungi
- silakan ulangi lagi nanti. - Beb, waktunya makan malam!
Tunggu!
*pelanggan
beb!
*pelanggan tidak bisa...
Beb, waktunya makan!
Ya! Tunggu! Sial.
- Beb! Beb, ayolah. Mari makan! - Datang!
Tunggu. Ada apa?
Heh? Tidak apa2. Kenapa? Bukankah selalu ada kesempatan?
Aku hanya ingin memasak makanan kesukaanmu.
Ada yang kurang.
Oh, terasi!
Bayangkan sebelumnya, aku bahkan tidak bisa bikin telur dadar.
Ayolah, makan.
- Keringatmu menetes ke dalam makanan! - Oh, maaf.
Sini. Makan.
Sini. Ayo, makan.
Aku kehilangan nafsu makan.
Tapi...
Aku sudah mempersiapkan semuanya untukmu.
Apakah aku memintamu?
Kupikir kamu akan senang.
Bagaimana aku bisa senang saat kau menghamburkan banyak uang?
Yang terlalu banyak! Bagaimana kita menghabiskannya?!
Kamu berpikir tidak, sih?!
Maaf. Jangan marah.
Makanan apa yang kamu inginkan? Mungkin kau ingin sesuatu yang lain.
Apa kau tuli? Atau yang kukatakan tidak masuk ke otakmu?!
Sudah kubilang aku tidak lapar!
Aku sangat benci saat kau menghambur-hamburkan uang!
Itu sudah kukatakan berkali-kali, kan?!
Wow!
Wow!
Hubungi aku nanti. Aku ada pengunjung disini!
- Hei! Tunggu! Apa itu? Apa itu? - Ini hadiah!
- Milikki! Milikku! - Hei! Tunggu!
Tentu saja!
Apa kau tau?! Kau terlihat segar!
Sepertinya kau sangat menikmati berada di jepang!
- Seperti bulan madu kedua! - Itu benar!
- Sepertinya Tommy akan punya saudara baru!
- Nyonya, makanan sudah siap! - Bagus!
Aku sudah selesai, mari kita pergi.
Mari makan! Ayo makan!
- Ya! Makan! - Baiklah.
Mari kita makan! Tidak ada diet hari ini!
Aku keluar saja. Aku tidak akan masuk kalau kau tidak mau melihatku.
Siapa yang mengirim sms?
Aku melupakan sesuatu di mobil. Sebentar akan kuambil.
Oke. Oke. Aku akan maju.
- Bullet, dimana Jasmine? - Dia mengambil sesuatu dimobil.
- Aku akan pergi ke dapur. - Oke. Oke.
- Oke. - Tambah lagi
bagaimana kau tau aku disini?
Aku mengikutimu.
Kau mencari masalah?
Berhenti mengangguku!
Jasmine, aku jadi gila memikirkanmu.
Pergi.
Bullet akan melihatmu.
Jasmine!
Bung.
Apa kabarmu?
Apa yang terjadi disini?
Kamu benar-benar tidak tahu.
Tidak
Jasmine sudah bicara padaku.
Dia ingin kita baik-baik saja.
Dia merasa prihatin dengan persahabatan kita.
Dia bahkan mengingatkan aku, kita sudah bersahabat sejak lama
oke, ku akui
sulit untuk melupakan semua yang terjadi.
Tapi Jasmine benar.
Jika Tuhan bisa mengampuni
apalagi jika itu aku.
Teman?
Kemarilah.
Say...
Kau baik² saja?
Aku senang akhirnya kalian berbaikan.
Bullet, kita mulai.
Kupikir kau sudah berhenti merokok.
Kau tahu apa?
Kupikir aku Aaron dan aku tidak akan berbaikan lagi.
Bagaimana dengan Giselle?
Kau pernah bicara dengannya?
Pernah suatu kali.
Disana
ada sesuatu yang tidak bisa kumengerti.
Bullet.
Apa?
Apa katamu?
Aku?
Disana?
Kau pergi lagi?
Mau kemana kamu?
Aku harus ke toko lebih awal.
Kami ada pesanan katering saat makan siang.
Kupikir kamu tidak datang.
Aaron, biarkan ini berakhir.
Tapi apa yang kukatakan itu benar, bu. Aku melihatmu dan paman Aaron.
Tidak!
Itu benar! Itu paman Aaron! Aku lihat kalian bersama-sama!
Mau kemana kamu?
Aku harus ke toko lebih awal.
Bullet! Tidak!
Bullet!
- Sudah cukup! - Hentikan, Aaron!
- Hentikan! - Kumohon hentikan!
Sudah cukup!
- Hentikan, Aaron! - Sudah cukup!
Sekarang apa?!
Kau pikir aku tidak berani menembak?!
Bullet.
Kumohon padamu.
Turunkan pistolnya.
Apa kalian berniat melakukan ini?
Apa kalian berniat melakukan ini?
...untuk menyakiti kami?
Tidak.
Bagaimana denganmu?! Apa rencanamu untuk ini?!
Kau melakukan ini pada kami sebelumnya, kan?!
Aaron, malam itu kami mabuk.
Itu hanya terjadi sekali. Dan tidak pernah terjadi lagi.
Berapa lama?
- Itu tidak penting. - Hal ini penting buatku!
Berapa lama kalian selingkuh?!
Delapan bulan.
Sekarang apa?! Apa lagi yang ingin kamu ketahui!
Seberapa sering kami melakukannya?!
Kau tidak melakukan apapun pada istriku, seperti
aku tidak melakukan apapun pada istrimu!
Dan itu tidak terjadi sekali.
Kami melakukannya berulang kali
dan lagi!
Sekarang apa? Itu menyakitkan?
Sekarang kamu bisa merasakan apa yang sudah kamu lakukan kepadaku sebelumnya!
Apa kau juga ingin tahu di mana kami melakukannya?
Cukup.
- Di toilet. - Cukup.
- Di atas meja, di lantai! - Sudah cukup!
- Tepat di mana kamu berdiri! - Cukup!
- Dan bahkan di mobil - itu sudah cukup!
Bullet.
Tolong, kumohon.
Pikirkan Tommy.
Tidak masalah jika kita hancur, tapi jangan hidup anak kita, kumohon.
Bagaimana kamu bertahan selama 8 bulan?
Jelas, itu bukan hanya seks.
Apakah kamu mencintainya?
Entahlah.
- Mau keman kau? - Lepaskan aku!
Lepaskan aku! Brengsek!
Lepaskan aku!
Ku bilang berhenti! Kau tak boleh kemana-mana!
Bajingan!
Berikan itu!
- Tunggu! Mau kemana kau?! - Apa yang kau inginkan?!
Katakan padaku!
Apa aku punya alasan untuk tetap tinggal?!
- Kau harus mengerti aku! - Kenapa?!
Karena aku yang lebih dulu berkhianat?!
Bukankah aku sudah dibalas untuk itu?
Aku akan berjalan berlutut supaya kau mau memaafkan aku.
Aku lelah, Aaron.
Aku lelah!
Kau tak bisa menggunakan satu kesalahan yang sudah kulakukan...
Padamu untuk menyakitiku lagi dan lagi.
Bullet.
Jangan pernah memberikan paspormu pada ayah.
Kenapa kau belum menyimpan passportmu?
Kamu tahu dia. Sembarangan.
Ibu, kapan kita akan pergi berlibur dengan ayah?
Mungkin suatu hari nanti.
Jasmine!
Maafkan aku. Jalanan macet.
Maaf.
Bullet, mungkin kau akan ketinggalan pesawat lagi.
Tolong.
Kelas Tommy akan dimulai minggu depan.
Kau tahu apa? Inilah yang aku rindukan dari ibumu.
Bullet, aku serius.
Aku serius. Kamu tidak perlu khawatir.
Kami akan pulang tepat waktu.
Janji.
Dan aku akan membawakan insang untukmu.
Damai.
Pergilah. Kalian akan terlambat.
Kalau saja kamu berkenan,
aku akan merayu kamu lagi.
Today, I read your letters and.. - Pergilah.
Waiting for you call - dah.
I wondered if you think of me at all
again, I turned the radio on. - Terus jaga agar dia tetap dibius, oke?
- Serahkan dia pada Dr. Morris saat aku pergi.
And heard our favorite song
- selain itu dia tahu sejarah si pasien then I knew you'd soon be..
Come home
don't say goodbye, it's hard to let you go
tomorrow seems so far away for me to know
if you and I will always be in love forever more
in love forevermore - kenapa kamu yang bawa itu?
- Kubilang tunggu aku. - Tidak, ini tidak berat sama sekali.
Beb, minta mereka untuk menempatkan tempat duduk kita dekat kamar kecil.
Ya. Tentu.
Aku mau ke kamar mandi lagi.
Tunggu sebentar, oke?
Saat aku turun, segeralah pergi.
Ayolah.
Santai.
Don't say goodbye, it's hard to let you go
Tomorrow seems so far away for me to know
if you and I will always be in love forevermore
Don't leave me with just memories all alone
All alone
today, I heard my favorite song on the radio
I closed my eyes and saw our first hello
And then I saw the time we feel in love in each other's arms
I opened up my eyes and you were gone
Suddenly I realized how I love you so
and how I can't survive without your love
'Cause every time you say goodbye
it's for me to say
how I wish you'd never go away
Don't say goodbye, it's hard to let you go
Tomorrow seems so far away for me to know
if you and I will always be in love forevermore
Don't leave me with just memories all alone - Alih Bahasa : nda2freak -
All alone
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.