Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
DI ATAS DATARAN TINGGI BALKAN
KETINGGIAN: 5.000 KAKI
KOLEKSI BOTANI EROPA BARAT YANG LUAS
INSTRUKSI PROSEDUR PENDARATAN DARURAT
CO7S, panggilan darurat diterima. Pindah koordinat baru.
-Menuju 2-3-0. Vektor 2-3-0. Mendaki... -Tidak bisa.
-Tidak bisa. -Tetap pada jalur.
Hanya turun 50 kaki per detik.
Lewati bukit itu, baru dipikirkan.
Mungkin ada lokasi jatuh yang lebih aman.
"Lokasi jatuh lebih aman"?
Apa kubilang! Sudah kuperingatkan!
Landasan basah, jarak pendek, angin silang 25 knot, petir!
Kau melarangku memeriksa keamanan...
meski ada ancaman sabotase.
Kau memaksaku lepas landas, mengejekku dan merundungku...
tetapi berhasil kuterbangkan.
Kini, kita diledakkan oleh orang yang ingin membunuhmu lagi...
dan kita akan jatuh juga. Jika selamat...
kulaporkan kau ke Otoritas Penerbangan Trans-Eropa.
-Kau dipecat. -Apa?
-Apa? Dipecat? -Kau dipecat.
-Selagi darurat... -Mana tombol melontarkanmu?
Mayday!
Charlie Oboe Seven Sugar, mohon izin secepatnya.
Ada ladang jagung dan...
seperti ladang kedelai. Mana yang lebih lembut?
Kurang terperinci.
Sudahlah. Aku pilih ladang jagung.
Saat ini, petugas penyelamat berusaha memadamkan puing-puing...
pesawat bermesin ganda yang naas...
dalam upaya sia-sia untuk menemukan...
jasad Anatole "Zsa-Zsa" Korda.
Pengusaha internasional...
di bidang persenjataan dan penerbangan.
Salah satu orang terkaya di Eropa.
Ini adalah kecelakaan pesawat Korda yang keenam.
Bertahun-tahun dituduh mencuri...
penggelapan pajak, mengatur harga, suap...
Korda pakar dalam mediasi kesepakatan perdagangan gelap.
Julukannya di lingkaran finansial, Tn. Lima Persen.
Dia meninggalkan 10 anak.
Sembilan anak laki-laki, satu biarawati, putrinya, Liesl...
dan punya tiga istri.
Tokoh kontroversial.
Ada yang akan berkabung, yang lain, tentunya, akan merayakan.
Siapa orang ini?
Bagaimana cara mengenalinya?
Apa dia punya identitas?
Mari kita pertimbangkan kehidupan dan perbuatannya.
-Lahir dalam jahatnya... -Nenek.
Kenapa kita di sini?
Satu saudari tiri, satu saudara tiri. Dia dibesarkan dan diasuh...
Aku tak mengenalmu.
...di rumah yang dingin, dan bawa hidup yang dingin itu...
Kapten, apa yang Tn. Korda alami...
saat menjelang ajalnya...
sebelum dia terbakar sementara kau meluncur sambil terikat di kursi...
pastinya amat mengerikan...
Tidak, dia masih hidup.
Tn. Korda. Pak.
Aku baik-baik saja.
Apa itu di tanganmu?
Entahlah. Kurasa ini organ vestigial.
Kucoba menaruhnya kembali, ternyata tidak mudah.
KORDA HIDUP Taipan Selamat Dari Bencana Terbaru
Ketua mengizinkan birokrat dari Baltimore.
Terima kasih.
Subjek, Zsa-Zsa Korda...
musuh kita yang bekerja dengan konsisten dan gigih...
menentang kepentingan semua negara kita yang bersaing.
Satu-satunya hal yang menyatukan kita.
Dia menipu bank-bank kita.
Dia menghindari tarif kita.
Dia membuat pengadilan kita sibuk dengan kasus hukum.
Dia memicu perang dan perdamaian yang bertentangan dengan agenda diplomasi kita.
Usaha baru subjek bergantung...
pada modal pribadi dan melampaui sumber daya likuid.
Tujuan kita, dengan persetujuan kalian...
mengganggu, menghalangi, menghambat...
melumpuhkan perusahaan Korda dengan cara apa pun.
Dengan opsi pembatalan andai subjek mati mendadak.
-Semua setuju? -Ya.
ISTANA KORDA SEBELUMNYA CA D'ARGENTO SEKITAR 1585
Kubantu tasmu, Nona Liesl.
Aku mau pegang. Tidak, biar aku yang pegang.
Aku mengerti.
Silakan duduk.
Liesl, kuduga kau menerima kabar kematianku.
Tentunya, laporan tersebut tidak akurat.
Biar aku langsung ke intinya.
PENEGASAN HAK WARIS
Aku menjadikanmu ahli waris tunggal propertiku...
yang kau terima dalam waktu dekat...
dan mengelola bisnisku sementara sampai kematianku sebenarnya...
dengan masa percobaan.
-Kenapa? -Kenapa apa?
Kenapa dalam waktu dekat padahal kau selamat lagi?
Kenapa aku ahli waris tunggal? Kau punya delapan putra.
-Sembilan. -Sembilan. Mereka bagaimana?
-Mereka bukan ahli warisku. -Kenapa?
-Aku punya alasan. -Apa?
Alasanku? Aku tak mau bilang.
Kataku aku tidak mau bilang.
Sudah enam tahun sejak kita bertemu.
Maafkan aku.
Aku memaafkanmu. Kau sekarat?
Terima kasih. Tidak.
Namun, sejauh ini aku gagal dibunuh...
dan aku tak mau musuhku memanfaatkan kematianku.
Itu prioritas utama hidupku saat ini.
Jika mereka membunuhku, kau dapat warisan.
Untuk sementara.
Seperti audisi.
Masa percobaan.
Untuk menjadi putrimu.
Menjadi ahli waris tunggal properti, pengelola bisnis...
setelah kematianku yang sebenarnya.
Untuk aspek keluarga, aku setuju perlu dibahas lebih lanjut...
tetapi butuh banyak penjelasan...
dan semua ada di kotak-kotak sepatu itu.
Skema Infrastruktur Darat dan Laut Fenisia Korda.
Proyek terpenting dalam hidupku...
30 tahun upaya.
Boleh aku pindah? Ke sana?
Sebelah mana?
Ke sana? Kenapa?
Kata mereka kau membunuh ibuku.
-Apa? -Kata mereka kau membunuh ibuku.
Siapa yang bilang?
Mereka. Itu kata mereka.
Aku merasa perlu membahasnya. Karena itu aku kemari.
Itu kata mereka. Itu...
Maaf, aku tahu kau alim.
Itu bohong, aku tak pernah membunuh ibu siapa pun dalam hidupku.
Baik. Aku tak punya pilihan selain percaya.
Aku tak pernah membunuh siapa pun secara langsung.
Pernah mengatur pembunuhan?
Jangan menuduhku. Belum pernah dan tidak pernah.
Aku pernah pekerjakan orang kejam untuk berbuat kekerasan di masa lalu.
Aku tidak menikmatinya.
Kata mereka kau bunuh semua istrimu.
Aku akan menuntut mereka untuk fitnah. Siapa pun "mereka" itu.
Jika kau memberiku identitas mereka.
Bahkan, aku sangat menyukai ibumu...
dan tak akan membunuhnya untuk alasan apa pun.
Aku tak begitu mengenalnya.
Kupikir kau kemari karena kupanggil.
Rencanaku menjadi biarawati.
Tidak lagi, bukan?
Adik-adikmu di sana.
Jasper, David, Philip, Michael, Harry...
Jamie, Samuel, Steven, Thomas.
Halo, Semua.
-Mereka ikut makan siang? -Tentu tidak.
Mereka tinggal di asrama seberang. Entah kenapa datang.
Ini hari Sabtu? Pantas saja.
Aku membelikan Jasper busur.
Hati-hati matamu. Dia penembak jitu.
Kau paham ini mengubah hidupmu?
Dengarkan baik-baik.
Kotak sepatu ini berisi ideku...
untuk bendungan yang kami mau bangun.
Kotak sepatu ini berisi ideku untuk kanal yang sedang kami gali.
Kotak sepatu ini berisi ideku untuk terowongan yang sudah kami gali.
Dia menajamkannya. Seharusnya ujungnya bahan karet.
Kotak baju ini berisi...
rencana mengumpulkan tenaga kerja besar-besaran untuk proyek.
Singkatnya, kita butuh budak, tetapi itu sudah tersedia.
Kotak topi ini berisi negosiasiku...
dengan baron perkapalan, pertambangan, dan rel.
Kotak kaus kaki kecil berisi...
transaksi dengan pengusaha perbankan, lahan yasan, sindikat pasar gelap.
Permisi.
Halo.
Ya.
Kau bukan ahli warisku!
Siapa itu? Dia menguping percakapan kita.
Aku tutor yang baru.
Ya, benar.
Selamat datang.
Ambilkan poligraf.
Aku selalu menyiapkan tutor untuk mengajar pada waktu luang.
Dia akan mengajar kita tentang serangga dan hal berkaitan.
Dia ahli di bidang itu.
Kami segera ke sana. Ini putriku, Liesl.
Ini Profesor...
Bjorn.
Profesor Bjorn.
Awas.
Kesimpulannya, kotak-kotak di karpet ini...
adalah rencana untuk menggerakkan roda perdagangan...
di wilayah yang berpotensi kaya, yang kini tidak aktif.
Kemudian untuk mendapatkan keuntungan 5% yang berharga...
untuk 150 tahun ke depan.
Ini sangat...
gila.
Ya, kuakui, jika berhasil, ini keajaiban.
Namun, ini akan berhasil.
Apa isi kotak sarung tangan?
Itu adalah CELAH. Kita akan membahasnya nanti.
Kau belum tanda tangan.
Aku ambil sumpah akhir bulan ini.
Sudah kubilang tidak.
Gereja bisa mengklaim bisnis keluarga kita.
Kau masih boleh percaya Tuhan jika mau.
Merpatinya di sana.
Tidak. Aku hanya makan kulit roti di siang hari.
Kalau kau?
Aku? Aku bisa makan seekor kuda, apalagi merpati.
Maka kau diundang makan siang.
Terima kasih, Pak.
Angkat jarimu.
-Nama lengkap? -Bjorn Lund.
-Tempat lahir? -Oslo.
-Kau pakai dasi kupu-kupu? -Ya.
Apa kau saat ini, atau pernah bekerja sebagai mata-mata industri?
-Tidak. -Atau bekerja sebagai...
-pembunuh bayaran? -Tentu tidak.
Beri dia yang terlalu matang.
Kulit rotinya, Nona Liesl.
Damai bersamamu, Abdis.
Aku menulis berita membingungkan...
Lihat maksudku? Beracun.
-Ini beracun. -Kenapa jadi hitam?
Ayahku menjadikanku penerus sementara...
dan calon ahli waris kekayaannya...
yang diperoleh dengan cara tidak baik.
Bagaimana soal kompensasi budakmu?
Mereka akan menerima sedikit upah.
Tergantung rajanya. Kita tidak ikut campur.
Mungkin Tuhan punya pendapat berbeda.
Dia menentang perbudakan di Alkitab?
Aku menentangnya.
Apa gunanya janji seorang yang licik?
Ada kelaparan di wilayah ini. Maksudku kotak sepatu ini.
Aku tahu, itu kami.
Pria kesepian ini membuatku bingung.
Dalam artian apa?
Itu perbuatan kami.
Biasanya, hanya ada tingkat kemiskinan normal...
tetapi saat ini kami menguasai gandum.
Kini kami menyalurkan pasokan sesuai aturan kami.
Astaga! Apakah itu etis?
Itu terkutuk. Masuk Neraka.
Namun, aku melihat peluang untuk melakukan...
oleh anugerah Tuhan...
pekerjaan yang baik dengan sumber daya yang besar...
yang akan dia berikan kepadaku.
Hafalkan kombinasi ini. Brankasnya rahasia.
Itu ada di dalam wasiatku.
Mungkin ini adalah niat terdalamnya.
Dari mana asalnya?
Meksiko.
Bukan kaktusnya.
Maksudku kekejaman ini.
Kau tak mengenalku. Anak-anak tinggal di seberang.
Sejauh kuamati tidak ada cinta di rumah ini.
Tidak ada Tuhan.
Kenapa?
Aku masih enggan meninggalkan ordo...
dan aku rindu untuk kembali ke biara.
Kurasa Itu bukan salahku.
Itu ramalan yang terpenuhi sendiri, sejak kecil.
Tak ada yang peduli aku kecuali pengasuhku.
-Dia dipecat dan dipermalukan. -Kenapa?
Dia lupa posisinya. Terpaksa dilakukan.
Anak-anaknya yang malang, saudara-saudaraku...
haus kasih sayang dari saudari.
Aroma sayapnya akan menempel di jarimu jika kau menangkapnya.
Ada yang bau lemon. Ada yang bau cokelat.
Ada yang bau seperti urine.
Kau tertarik dengan kupu-kupu?
Itu pertanyaan serius?
Apa ini pura-pura?
Aku tertarik dengan kesejahteraan semua makhluk.
Bagus.
Nasihat apa yang bisa kau berikan kepada pelayanmu, aku?
Dia dibunuh. Bukan bunuh diri, itu laporan resminya.
Kurasa aku tahu siapa pelakunya.
Namun, aku berusaha tidak mengurusinya.
Putra dari ayahku.
Kuduga dia pembunuhnya.
Putra ayahmu? Dengan kata lain, saudaramu.
-Saudara tiri. -Paman Nubar. Dia pembunuh ibuku?
Kuduga.
Kami selalu saling membenci...
tetapi kami berbisnis lewat perantara...
karena dia pintar.
-"Jangan membunuh." -Aku setuju.
Jika kata-katamu benar, dia harus diadili.
Broadcloth, bangunkan notarisku.
Baik, Tuan.
Tanda tangani dokumen ini...
dan aku bersumpah demi kehormatanku...
kita akan membalas pembunuh berdarah dingin ini...
pamanmu Nubar.
Berarti dia akan ditangkap.
Kurasa.
Dia salah satu mitra utama kita.
Aku akan mendoakan ini.
Bapa di Surga, tuntun aku untuk keputusan sulit ini.
Amin.
Tuhan memanggilku kemari untuk sebuah tujuan.
Jangan ada budak, kelaparan, asrama.
Kau dalam masa percobaan.
Kami batalkan pengambilan sumpahmu, Nn. Liesl.
Rosario sekuler akan tiba dari toko perhiasan sore ini.
Semoga kau menyukainya.
Tambahan, bagaimana rematikmu?
Kudoakan agar kau sehat dan bahagia.
Jasper.
Berkatilah kami dan hidangan yang akan kami nikmati...
-berdoa untuk yang miskin, sakit. -Apa ini?
Jangan buat dia religius.
Sudah terjadi. Kami baca Kejadian.
-Demi nama-Mu. Amin. -Amin.
Kenapa orang melakukan hal yang tak kusuruh?
Sup ini dari dapur biasa kita?
Rasanya lebih enak.
Memang lebih enak.
Kokiku dari Prancis, kokimu dari Belgia.
Ya.
Apa?
-Kalian takut apa? -Tenang.
Mereka hanya makan cacing dan jangkrik...
terkadang pasangannya sendiri.
Kalian lelaki atau tikus?
Seharusnya kalian singa!
Jangan ada serangga di meja.
Maaf. Baiklah.
Ya, Tuan?
Siputnya enak.
Terima kasih, Tuan.
Rasanya enak.
Dia juga menyukai supmu.
Kau makan malam dengan ayahmu ketika kecil?
Tidak.
Peraturan baru.
Mulai hari ini, kau boleh punya maksimal dua orang teman.
Tiap kalian. Kita akan buat daftar.
Bagi yang tidak ada di daftar dilarang masuk kemari.
Juga sebuah moto baru.
"Patah...
"tetapi jangan bengkok."
Aku tak tahu kau tinggal di tempat kumuh.
Perbaiki bocornya.
Jangan beli lukisan bagus...
beli mahakarya.
Kenapa kau mengadopsi anak ke dalam kegilaan ini?
Memperbesar peluang.
Memang aku punya anak...
tetapi anak adopsi bisa lebih baik.
Anak ini mungkin akan lebih cerdas dari Einstein.
Ini paku keling pukul.
Mungkin perangkat keras mekanis paling efektif...
untuk menyatukan dua balok, batangan, tiang, atau pilar.
Ini dasar bagi teknik sipil modern...
meskipun penggunaannya berasal dari Zaman Perunggu.
Harga biasa, 10 buah lima sen.
Bangun. Pesawat baru sudah di landasan.
-10 menit lagi berangkat. -Apa?
-Bangun. -Tunggu.
Kita mau ke mana?
-Kuberi tahu di udara. -Sekarang saja.
-Kuberi tahu di mobil. -Sekarang.
-Patuhi aku. -Aku mau kembali tidur.
Ini sabotase.
Selama 50 tahun ini...
harga pasar paku keling perlahan meningkat...
dari 3,25 dolar menjadi 27,5 dolar Amerika per tong.
Semalam, harganya melambung jadi 900.
-Apa artinya? -Celahnya melonjak.
Penjualan paku baut dan kerikil juga meningkat.
Semua jenis bahan bangunan di barat Timur Dekat.
Musuhku memanipulasi pasar yang kita manipulasi.
-Siapa itu? -Pembakar.
Kubayar untuk bakar rumah, jika perlu, untuk asuransi.
Mereka sedang buat kalkulasinya.
Itu bukan koperku.
Kubelikan yang baru.
Punyamu tak cocok untuk perjalanan ini.
Mirip keranjang piknik.
Hari ini, malam dan besok...
kita temui orang penting di kotak sepatu...
dan berpura-pura menyetujui kesepakatan...
sebenarnya tidak. Kita tak bisa.
Harus ada yang menutup celah.
-Berapa celahnya? -Celah bukan begitu.
Sebagian adalah defisit dari dana dibandingkan total proyeksi pendapatan...
tetapi lebih genting...
ini potongan pai yang hilang karena lebih besar dari wajan.
Maksudku, jumlahnya.
Semua yang kita punya. Seluruh kekayaan kita, lebih sedikit.
Bangunkan tutor.
KOTAK SEPATU #1 "PANGERAN FAROUK DAN KONSORSIUM SACRAMENTO"
PAKU KELING MELONJAK - CELAH NAIK SABOTASE SUKSES
Tindakan pencegahan awal menghasilkan hasil yang sangat efektif.
Kini subjek berkampanye dengan berkunjung diam-diam.
FENISIA RAYA MERDEKA MODERN
Mengelilingi wilayah menemui tiap mitra utama...
untuk negosiasi ulang ketentuan perjanjian dan menyelamatkan perusahaan...
sebelum penandatanganan resmi akhir bulan ini.
Juga, laporan medis baru menunjukkan...
subyek mengalami luka karena pukulan di kepala.
Itu baut atau sekrup?
Mungkin keduanya.
Mungkin akumulasi dari beberapa insiden.
BERKAS PEMBUNUHAN MAGDALENE KORDA TAK TERPECAHKAN
Apa isi peti buah itu?
Jangan sentuh. Itu rapuh.
-Apa isinya? -Itu? Itu rapuh.
Jangan sentuh peti buah itu.
-Namun, apa isinya? -Pokoknya...
Granat tangan. Puas?
Kini kau akan berhati-hati?
Kenapa kita membawa sekotak granat tangan?
Aku punya lebih. Jumlahnya banyak.
Bagiku, saat ini, granat tangan lebih murah dari peluru.
Kau menggunakannya?
Bukan itu intinya.
Acungkan jarimu.
Kau akan menjadi sekretaris administrasiku untuk sementara.
-Yang terakhir meledak. -Luar biasa.
Tas yang kau jaga itu...
berisi seluruh mata uang likuid atas namaku saat ini.
Jagalah sepanjang waktu...
-jangan hilang. -Akan kuusahakan.
Astaga! Lihat itu.
Luar biasa bagaimana dia dapat bertahan pada kecepatan ini.
Bagaimana dia bisa bertahan?
Kita mau belajar atau kita bicara?
Kurasa kau tahu segmen tarsal...
rambut kecil berbentuk cakar...
yang menangkap penyimpangan mikroskopis pada permukaan yang halus.
Capung juga dilengkapi bantalan kecil...
Tunggu.
...disebut pulvili.
Kapan pengakuan terakhirmu?
-Saat usiaku 14 tahun. -Astaga.
Kau masih percaya Tuhan?
Sayangnya, tidak.
Kau seorang ateis?
-Aku ilmuwan. -Kau ateis.
Kau masih murni?
Tidak terlalu.
Apa itu penting?
Aku tidak tahu.
Apa kau sendiri masih murni?
Tentu. Kenapa menanyakan itu? Lihat aku.
Tak masalah meski kau gadis termurah...
di rumah bordil terkotor dalam lingkungan paling kelam...
-Ya ampun. -...di dunia ini.
Tak ada yang bisa mengurangi keindahanmu.
Terima kasih.
Sama-sama. Aku mengutarakan isi hati.
Aku seorang bohemian.
Kukira kau lahir di Oslo.
Bukan bohemian secara literal.
Sebenarnya, aku baru sekali ke rumah bordil.
Tidak berkesan.
Kita akan mendarat.
Siapkan dokumenmu sebelum turun agar jadwalku tak tertunda.
Paspor.
Di mana paspormu?
Aku tak punya paspor.
Orang normal ingin hak asasi manusia...
yang termasuk dalam kewarganegaraan di negara berdaulat.
Aku tidak.
Rumahku adalah gubuk di Portugal.
Domisili resmiku adalah pondok di Laut Hitam.
Hunianku adalah penginapan di tepi jurang...
menghadap hutan hujan sub-Sahara, hanya bisa diakses dengan kambing.
Aku tidak tinggal di mana-mana.
Aku bukan warga negara mana pun.
Aku tidak butuh hak asasi.
Apa itu?
Kurasa tidak ada apa-apa.
Suaranya sama dengan yang kudengar sebelum pesawat meledak.
Namun kali ini, tidak meledak.
Maka, tak ada yang perlu dicemaskan.
Aku merasa sangat aman.
STATUS CELAH
KONSORSIUM SACRAMENTO 25% MARSEILLE BOB 25%
SINDIKAT NEWARK 25% SEPUPU HILDA 25%
PAMAN NUBAR MENYUSUL
TEROWONGAN KERETA LINTAS GUNUNG SEGERA
LINTANG: 33°U BUJUR: 36' T UTARA FENISIA MERDEKA
SELAMAT DATANG DI TEROWONGAN LOKOMOTIF LINTAS GUNUNG
Perjalananmu panjang, ya?
Kau harus cari tempat untuk menguburnya.
Ya.
Aku selalu tertarik kepadamu.
Aku selalu mengikuti perkembanganmu.
-Diikuti bagaimana? -Bjorn!
-Di mana tasnya? -Di mobil.
Mengikuti bagaimana?
Aku menugaskan berbagai orang untuk mengawasi kegiatanmu...
rapormu, riwayat medismu...
-korespondensi dan sebagainya. -Kau memata-matai seumur hidupku?
Bukan memata-matai kalau jadi orang tua.
Itu disebut mengasuh.
Atau setidaknya, tertarik.
Pangeran datang.
Ternyata bukan dia.
Menurutku pembunuh.
Sopir, ambil granat tangan.
Sopir!
Halo!
Kau bersenjata. Bagus.
Pembunuh menembak sopirmu.
Kukompensasi keluarganya atas nama Raja...
yang menyesali perampok di wilayah kerajaan.
Kurasa aku kenal pembunuh itu.
Dia pernah bekerja untukku.
-Siapa ini? -Putriku, Liesl.
Apa kabar, Yang Mulia?
Dia abdi Tuhan. Sayang sekali.
Bicara langsung kepadaku.
-Maaf, Kau menawan. -Terima kasih.
Kena jantungnya. Si sopir.
-Kasihan. Dia tidak menderita. -Dia menderita.
Kubawakan terima kasih dari rakyat ayahku...
atas upaya kepahlawananmu demi kemakmuran kami.
Pisau lagi. Dia juga punya di bajunya. Tunjukkan.
-Astaga! -Kubeli di bandara.
-Silakan ambil granat tangan. -Kau baik sekali.
Seaman apa terowongan ini?
Pada tahap pembangunan saat ini?
Seratus persen. Jangan cemaskan getaran itu.
-Nona Liesl... -Mau pegang tanganku?
Aku mau menyarankan hal yang sama.
Terima kasih.
Ini terowongan yang baik.
Aku merasa sangat aman.
Ya, kau terbiasa bertahan hidup.
Berhenti!
BERHENTI
Maaf.
Sesuai jadwal.
Ini bukan dokumen yang kita setujui untuk disahkan.
Apa? Tentu itu dokumennya.
Kau mengubahnya!
Kesepakatan sudah dibuat.
Ini rapat simbolis untuk yang belum selesai.
Ini formalitas.
Tidak lagi.
Silakan ambil granat tangan.
Kau mengubahnya?
Tentu tidak.
-Bohong! -Kenapa mengira...
Itu bukan salahku!
Pembohong!
Harus ada yang menutup celahnya.
Orang lain.
Nanti kuubah lagi. Kami paham.
Kami akan pergi.
Perbendaharaan kami yang banyak telah terkuras...
-untuk terowongan... -Bukan urusan kami.
Ini urusannya. Dan kau.
Selamat tinggal.
Tunggu!
Mari selesaikan seperti di Colorado...
untuk sengketa klaim Fourth Junction.
Dua lawan dua, pertama skor lima.
KONSORSIUM SACRAMENTO GERBONG PRIBADI
Ini menempatkan kita pada posisi yang merugikan.
Aku tak pernah main basket.
Aku tak tahu aturannya.
Kita tidak diunggulkan.
Aku masih suka peluang kita.
Basket adalah kekuatan terbesar mereka...
tetapi itu kelemahan mereka.
Pesan dua bir.
Tidak untukku.
Aku tak pernah minum miras, kecuali anggur Komuni.
Komuni... itu bukan miras.
Pada hari yang panas di terowongan gelap, bir itu nikmat.
Kau harus minum.
Baiklah. Dua bir.
-Pilih. -Kepala.
Kepala.
Satu nol.
Upaya yang terhormat.
Backhand lay-up klasik.
Demi ibumu, Nak. Jangan khawatir.
-Apa? -Aku tak bilang apa-apa.
Kau dengar ucapan Tn. Reagan kepadaku?
Saat merujuk ibuku...
dia merujuk ratu berdaulat dengan populasi 10 juta rakyat.
Dia tidak bicara soal ratu berdaulat.
Jangan dengarkan. Dia coba memengaruhimu.
Mainkan, Farouk, maaf pakai nama, Yang Mulia.
Aku tak tahu caranya. Ini sangat asing bagiku.
-Kau mahir. -Tidak!
Dua kosong.
Itu masuk hitungan?
Tidak, tetapi aku belum pernah melihat yang seperti itu.
Kau harus pantulkan bolanya saat bergerak.
Seharusnya kusebut peraturan itu.
Seberapa baik kau kenal dia?
-Mengenal... -Anatole Korda.
Zsa-Zsa. Ayahmu.
Tak terlalu. Sebagian besar dari reputasi.
Oh, begitu.
Apa arahanmu dalam kasus itu?
-Arahanku? -Jika ada.
Menurutku, dia harus membuktikan dirinya kepadaku.
Dan juga sebaliknya.
Apa aku kepo?
-Apa kau kepo? -Mungkin. Sebagian.
Kepo, untuk alasan egois, karena peduli akan masa depanmu.
Lemparan dua kali lompat mundur.
-Bagaimana rasanya... -Entah.
...jatuh ke Bumi terbakar?
-Berapa kali? -Sejauh ini enam.
-Aduh. -Sportifitas, Tuan-tuan.
-Hanya permainan. -Jangan diambil hati.
Kali ini lakukan dengan benar, Bodoh.
Kau bisa membayangkan jatuh cinta dengan pria seperti aku?
Kau mabuk karena tiga gelas bir.
Kurasa itu pertanyaan yang tulus.
Biarawati tidak terlibat dalam jenis asmara apa pun.
-Benarkah? -Itu sumpahnya.
Kalau begitu, berhenti menggoda pangeran!
Lagi pula, kau bukan biarawati lagi.
Kau pengusaha.
Kau berpura-pura?
Kau sudah tanya. Aku tak paham maksudmu.
Pria buta kidal melempar dari bahu kiri.
Itu kecelakaan pesawat terburuk dalam hidupku.
Kurasa aku sempat mati...
selama sekitar satu setengah menit.
Aku mulai ingat.
-Ada apa ini? -Entahlah.
Kita menyerah?
Tuan Zsa-Zsa, seperti katamu, mainkan saja.
Aku bukan olahragawan.
Aku lebih tertarik berkebun.
Musuhku ada di mana-mana.
Aku ingin putriku datang.
Dia minum bir di gerbong makan bersama sekretaris administrasimu.
Panggil biarawati itu.
Dia adalah seorang tutor.
Topiknya tentang serangga.
Maaf atas sikap burukku, tetapi birnya terlalu kuat.
Diamlah.
Aku hadir saat kau lahir.
Bidannya adalah wanita tua yang kasar.
Kupotong tali pusarnya dengan gunting tanaman rancanganku.
Aku menyukai ibumu dan tidak akan membunuhnya...
dalam keadaan apa pun.
Kenapa kau jadi religius?
Aku dikirim orang tuaku ke biara saat usia lima tahun.
Untuk menjauhkanmu dari anak lelaki.
Tak mengira kau dicuci otak.
Hanya kepadamu aku ingin menjadi ayah yang baik.
Namun, itu tidak mungkin.
Namamu sama seperti nenekku.
Dia tidak mengenaliku.
-Dia biasa begini? -Menurut pengalamanku? Tidak.
Biasanya, dia adalah pengusaha yang paling cerdas dan pandai.
Satu lemparan lagi.
Dari ujung rel kereta api.
Jika Farouk sukses, transaksi berlanjut...
sesuai dokumen asli sebelum aku mengubahnya.
Namun, kau tutup celah10%...
-dan akan kutepati janjiku... -Cukup.
-Aku? -Kau.
Jika dia gagal, ada setengah juta franc Swiss di tas itu.
Silakan pilih.
Ranselnya.
Baik, Farouk, jika boleh kupanggil begitu, Yang Mulia...
lempar bolanya.
Apa aku boleh melempar bolanya seperti ini?
Kami kenal ibumu.
Tunggu.
Bapa yang penuh kasih, berikan kami keberuntungan...
transaksi bisnis ayahku dengan Sacramento...
KOTAK SEPATU #2 "MARSEILLE BOB DAN SINDIKAT NEWARK"
Suami yang baik...
upeti apa ini?
Uang.
Dia bukan anakmu.
KEASLIAN YANG DIRAGUKAN
Kau punya mataku.
Pernah ada yang bilang?
Tidak seorang pun mengatakan apa pun kepadaku.
Kurasa aku melihatnya.
Kecuali warna matamu tidak biru.
Apa itu?
Entah. Periksalah.
PAMAN NUBAR MITRA UTAMA KORDA #6
Dia juga punya mataku.
Paman Nubar.
Dia bukan manusia.
Dia alkitabiah.
Apa yang kau doakan?
Agar Pangeran Farouk berhasil melakukan lemparan mustahil?
Bahkan sebagai ateis tanpa kehendak Tuhan, dia pasti gagal.
Ini bukan ilmu sihir.
Aku tidak ingat kata-katanya, itu tidak penting.
Yang penting adalah ketulusan.
Itu dia.
-Itu apa? -Tidak, itu dia.
Apa?
Itu dia.
Kata pilot ada telepon untukmu.
-Di pesawat. -Siapa?
Seorang Savarin-Montrachet.
Marseille Bob.
Halo, Robert.
Halo.
Halo, Robert!
Ya, semua akan baik-baik saja.
Terowongannya?
Sempurna.
Mereka setuju untuk menutup celahnya.
Ya, semua.
Semua senang.
Sampai nanti malam.
Peluk dan cium.
Kau beri tahu Marseille Bob...
Konsorsium Sacramento setuju menutup celah?
-Tidak. -"Semua," katamu. Aku fasih.
Tentu, kau mengubahnya lagi.
Ya, tetapi ini strategiku. Dengarkan.
Apa seharusnya di sini? Di bawah troli makan siang.
-Ya ampun. -Sisa berapa waktunya?
Delapan belas menit.
Aman. Kita mendarat 10 menit lagi.
Aku merasa sangat aman.
KONSORSIUM SACRAMENTO 10%
MARSEILLE BOB 25% SINDIKAT NEWARK 25%
SEPUPU HILDA 25% PAMAN NUBAR 15%
Satu, dua, tiga.
Dermaga kapal pada air pasang.
Rapatnya tengah malam.
Haruskah kita naik dua taksi? Dua taksi.
Aku sudah atur makan malam ringan.
-Silakan ambil granat tangan. -Kau baik sekali.
Mau koktail sampanye?
Tidak untukku.
Aku tak pernah minum miras...
-kecuali bir dan anggur komuni. -Itu bukan miras.
Ini minuman lezat dengan ceri dan gula batu.
Baiklah. Dua koktail sampanye.
Aku kenal ibumu.
Untuk siapa? Apa ini?
-Kau tak tahu? -Tidak.
MENDESAK
Aku mengenali tulisanmu.
Ini darimu?
Konsorsium Sacramento menolak menutup celah...
dan kau coba memerasku demi menyelamatkan kesepakatan.
Itu pemerasan dan itu kasar.
-Kau mengubahnya. -Itu menggelikan.
Itu tidak masuk akal.
Dari mana rasa curigamu ini? Sangat khas Prancis.
Mana kami tahu kau akan dapat surat anonim...
-di tengah... -Aku tak percaya.
Aku sangat yakin kau bertanggung jawab...
atas, seperti katamu, surat anonim ini.
Jika menyangkal lagi, kuusir kau.
Itu ancaman? Harus ada yang menutup celahnya.
Ini sabotase! Masalah paku keling bukan salahku.
Ada yang... Pasarnya dimanipulasi.
Kau salah tentang tulisanku.
-Bjorn menulisnya ulang. -Kenapa kau lakukan?
Kau mengakui semua setelah kami berjanji tak membongkarnya...
meski disiksa seumur hidup.
-Kau sebut itu strategi? -Dia tak tertipu.
Mereka menutup 10%, dan Farouk lima lagi.
Apa yang terjadi kepadamu? Terlalu banyak kecelakaan pesawat.
Aku akan pergi. Satu taksi.
Akan kuganti. Kami paham maksudmu.
-Terlambat. -Tidak.
Akan kuganti. Kami paham maksudmu.
-Masih terlambat. -Tidak.
Aku akan mengubahnya kembali.
Kami paham maksudmu.
Apa itu?
Ini perampokan atas nama...
Unit Hutan dari Korps Milisi Kemerdekaan Radikal Antarbenua.
Serahkan semua uang, perhiasan, dan jam tangan.
Kita kalah jumlah.
Siapa? Aku tak kenal teroris ini.
Pasti dari luar kota.
Penyitaan ini menguntungkan...
bukan hanya kegiatan administrasi organisasi kami...
namun anak yatim dan janda, tunanetra, orang sakit, cedera...
petani, guru dan pembangunan sistem pembuangan air limbah higienis.
Kenapa dia menembak plafonku?
Rampok saja pelangganku dan kabur.
-Bjorn, ambil granat. -Tidak.
Tak ada dana dari penjualan propertimu yang akan disia-siakan.
Pamflet ini berisi kebijakan kami.
Ini kelewatan.
Kenapa kau menembak plafonku?
Ini perampokan atas nama Unit Hutan...
Tidak, aku paham. Maksudku plafonnya.
Kalian merusak kelab malam yang menakjubkan.
Ambil jarahanmu dan pergi!
Mari berkomunikasi.
Dia menerima peluru untukku?
Aku menerima peluru untukmu.
Aku tahu. Aku lihat peristiwanya.
-Di mana lukanya? -Di sini...
-di bagian yang berdarah. -Baik.
Tidak terlalu parah.
Kurasa dokumen diplomatikmu menahan peluruhnya.
Maaf atas kekerasan yang tidak diperlukan.
-Mereka menembakmu? -Mereka menembakku...
tetapi ayahmu bertindak heroik.
Seharusnya itu tugas dia.
Cabutlah.
Aku?
Lakukan.
Simpanlah.
Itu peluru yang tidak mengenaimu.
Aku senang.
Rapatnya tengah malam.
Kau masih mau mundur?
Sekarang, mana mungkin?
Dua taksi.
KONSORSIUM SACRAMENTO 10%
MARSEILLE BOB 12.5% SINDIKAT NEWARK 25%
SEPUPU HILDA 25% PAMAN NUBAR 27.5%
JALUR PERAIRAN PEDALAMAN LINTAS GURUN SEGERA
LIN/BUJUR: 26°U 36'T FENISIA MERDEKA SELATAN
SELAMAT DATANG DI JALUR PERAIRAN LINTAS GURUN
Jangan bilang apa-apa.
Kepada Marty mengenai celah.
Anggap tugas kita membangun kepercayaan dan memperkuatnya.
Bjorn.
Di mana tasnya?
Seharusnya tidak kutaruh di taksi.
Ada yang alergi...
-insektisida bubuk? -Tidak.
Ada yang bawa senjata api atau senjata lain...
-di tubuhmu? -Aku bawa pisau.
Boleh tahu tujuan granat tangan yang kalian bawa?
Ini hadiah. Dia punya lebih.
KAMAR PEMILIK JANGAN GANGGU (TIAP SAAT)
Apa aku perlu transfusi darah?
Halo. Masuklah. Senang melihatmu.
Masuklah. Apa kabar?
Masuklah. Hai.
Masuklah.
Aku tertembak, tetapi dokumen diplomatikku menahan peluru.
Ini putriku, Liesl.
Kau perlu transfusi darah?
Aku O-negatif, donor universal, jika butuh.
-Siapa pelakunya? -Teroris luar kota.
-Astaga. Kau balas? -Belum.
Ini Profesor Bjorn, sekretaris administrasiku.
Selamat datang. Anggap rumah sendiri. Duduk.
Kau duduk di sana, kau di sana...
kau di sana, aku duduk di sini.
Jangan minta aku tutup celah. Aku tahu soal paku keling.
Tentu tidak. Ini hanya rapat simbolis. Formalitas.
-Berikan pretzelnya. -Baik.
-Silakan ambil granat tangan. -Kau baik sekali.
-Sial! -Astaga.
Hei.
Aku bangun tengah malam karena ada keributan di bawah.
Teriakan dan bantingan dan pecahan kaca.
Jeritan seperti kucing terjebak dalam lemari.
Aku bangun dan menyelinap melalui palka dapur di atas.
Aku dikurung saat malam.
Aku meluncur di pagar tangga spiral itu.
Dia tidak melihatku, asisten pelayan saat itu.
Aku berjalan di ruang depan galeri...
Bun-Bun di satu tangan, Mousey di tangan lain.
Jam kakek berbunyi pukul 03.00 pagi.
Pintu terbuka dan ayahku melangkah ke tempat terang.
Dia memakai piama putih dan gaun putih.
Wajahnya penuh luka akibat kecelakaan pesawat seperti biasa.
Rambutnya aneh.
"Tidurlah," katamu.
"Di mana Ibu?" kataku.
"Tidur," katamu.
Namun, itu tidak benar. Dia di situ.
Berdiri dalam pantulan di cermin...
pada pintu di belakangmu di belakang ruangan.
Dia memakai sarung tangan dan mantel.
Bajunya tidak dikancing. Dadanya telanjang.
"Ibumu tidak tinggal bersama kita lagi," katamu. "Tidurlah."
Aku berjalan mundur ke tangga, lalu berlari.
Mereka mengirimku pergi musim semi itu.
Keberatan, Yang Mulia.
Itu versi cerita yang sangat menyimpang.
Diceritakan dari sudut pandang anak, bisa dimaklumkan, tetapi edan.
Aku tak pernah melihatnya lagi.
Aku tidak diadili, bukan?
Aku akan mengakui hal buruk yang mungkin tak bisa kau maafkan.
Istirahat sebentar.
Alasanku tahu pembunuh ibumu, yang mana bukan aku...
karena aku berbuat hal lain yang menyebabkan itu terjadi.
Ibumu bukan biarawati seperti dirimu.
Dia banyak kekasih.
Salah satunya adalah Paman Nubar.
Aku sangat membenci ini meski aku pun tak setia...
dan aku menipunya, bukan dengan tulisanku...
agar mengira ibumu berselingkuh...
dengan sekretaris administrasiku saat itu.
Hasilnya, dia membunuh keduanya, kurasa.
Kau mencintainya?
Aku sangat menyukainya. Tidak.
Kita harus mengadilinya.
Artinya, tangkap dia jika kau benar.
-Aku bersumpah demi kehormatan... -Cukup.
Aku minta maaf.
Aku memaafkanmu.
Begitu saja?
Itu pengakuanku atas hal buruk.
Aku berbohong dan ibumu mati.
Aku sudah tahu kau jahat.
Aku memaafkanmu. Kami diajar demikian.
Kita tak bisa lagi menghormati persyaratan yang kita sepakati.
Dokumen ini menguraikan revisi proposal.
Sudah cukup darahnya.
-Beraninya kau! -Kau pembohong!
-Celah harus ditutup. -Kau kira...
bisa lolos dari apa saja.
Tunggu. Tidak!
Ini sabotase! Bukan salahku!
Aku tahu paku keling.
-Sudah kuduga! -Pakunya.
Pangeran Farouk dan ayahnya menutup 5%.
Sacramento Bersaudara 10.
Marseille Bob setuju 15.
Kau yang terkaya, 25.
Kenapa aku harus setuju?
Kita membuat kontrak yang mengikat.
Tidak, kataku 12,5.
Lima belas karena tertembak.
Karena jika kau tidak mau...
aku tidak pasang pinnya lagi.
Granat tangan yang aktif.
Rencana bagus, jika berhasil...
akan menguntungkan mitra untuk generasi kelak...
dan kami berterima kasih atas partisipasimu.
Liesl, keluar.
Aku tak mau keluar demi granat untuk taktik bisnis.
Kau tanya strategiku. Ini strategiku.
Apa akan berhasil?
Tidak selagi putriku dekat.
-Liesl, keluar. -Pergilah.
Kau yang pergi.
Kalau aku setuju sekarang dan mengkhianatimu nanti?
Kau mengancamku dengan granat tangan.
Aku memercayaimu.
Aku juga memercayaimu.
Bukan soal jujur atau menepati janji...
tetapi aku tergerak oleh tindakan konyol ini.
Aku akan menyumbang. 20%.
Membahayakan peluang keuntunganku...
dalam usaha yang sangat berisiko.
Hanya untuk melihatmu melakukan babak final.
Terima kasih darahnya.
Sama-sama.
KOTAK SEPATU #3 "SEPUPU HILDA DAN POS UTOPIA"
Pesan dari subjek yang transit...
BERAPA UKURAN CINCINMU?
menandakan merger strategis antara House of Sussman dan Korda.
Juga, pesan terenkripsi dari laporan operasi penyamaran sebagai berikut...
"Sumber daya target terus berkurang saat mitra mulai ragu dan bingung.
"Target berulang kali memercayakan dana besar...
"langsung ke tangan agen.
"Mencoba salah taruh, tetapi agen tidak tega mencuri atau merusaknya.
"Terlalu kejam dalam situasi ini."
Aku akan mendebatkannya.
"Selanjutnya, sasaran menunjuk putrinya sebagai ahli waris.
"Saat ini, seorang biarawati.
"Semoga tak untuk waktu yang lama."
KONSORSIUM SACRAMENTO 10% (+RAJA FENISIA 5%)
MARSEILLE BOB 15% SINDIKAT NEWARK 20%
SEPUPU HILDA 25% PAMAN NUBAR 25%
TANGGUL HIDROELEKTRIK LINTAS BASIN SEGERA
LIN/BUJUR: 29°U 47'T FENISIA MERDEKA TIMUR
SELAMAT DATANG DI TANGGUL HIDROELEKTRIK LINTAS BASIN
Haruskah aku berlutut?
Satu-satunya syarat pernikahan kita...
yang resmi adalah, harus sebuah ikatan yang romantis.
Aku wajib menjaga putriku sebagai ahli waris tunggal propertiku.
Ayahku dan kakeknya, kakekmu, maksudku...
hampir saling membunuh.
Mungkin kau tahu itu?
Tidak. Aku baru mengenal keluargaku.
Teman baik, apa pun itu artinya dalam kasus mereka...
berbisnis bersama, merumuskan gas beracun yang sangat efektif...
membunuh puluhan ribu tentara, menghasilkan puluhan juta dolar.
Suatu hari di laboratorium mereka, terjadi perdebatan sengit.
Mereka saling menyerang...
dengan dosis mematikan dari versi baru aerosol mereka...
yang untungnya kurang efektif dibandingkan senyawa pertama.
Keduanya selamat, tetapi kemitraan mereka berakhir.
Kutanya ayahku 40 tahun kemudian...
sekarat, masih menderita efek saraf dari insiden itu...
"Apa yang diperdebatkan?"
Tahu apa katanya?
"Kurasa siapa bisa menjilat siapa.
"Atau siapa."
Mungkin itu sumber dari sebagian besar masalah kita di bumi tandus ini.
"Siapa bisa menjilat siapa atau siapa."
"Jika ada yang menghalangi, ratakan."
Itulah nasihat ayahku sebelum menghapusku dari wasiatnya.
Dia minta dimumikan dan dikubur dalam piramida.
Kami membeli lahan dan merancangnya, tetapi tak pernah membangunnya.
Kami malah mengkremasinya.
Dia tidak bisa apa-apa.
-Ini pasta? -Tentu saja.
Mirip aslinya yang tak bisa kubeli saat ini.
Jika kau mau beri aku sebagian dana...
-aku akan... -Aku tak bayar.
Aku izinkan sewa 150 tahun untuk properti dan hak air.
Mungkin aku akan menikahimu sebentar untuk pengalaman...
seperti bab di buku, tergantung saran pengacara pajakku...
tetapi aku tak bantu menutup celah.
Itu bertentangan dengan kepentingan pos utopia.
Aku tidak meminta.
Aku menyuruhmu sebagai calon suami.
Tidak.
Aku tak memintamu.
Aku memohon...
-sebagai sepupu kedua favoritmu. -Tidak.
Patuhi aku.
Kenapa?
Meski dia menikahiku, aku ragu kita bisa membujuknya menutup celah...
tergantung yurisdiksi lokasi pernikahannya.
Kau percaya keputusan resmi kematian ibuku adalah bunuh diri?
Tidak.
Lantas, siapa yang membunuhnya? Menurutmu?
Aku hanya tahu ucapan mereka.
Apakah pamanku adalah ayahku?
KOTAK SEPATU #3 1/2 "ARAHAN DARURAT"
Kantong diplomatik tiba.
Bukalah.
"Daftar isi.
"Satu, kaus kaki baru, 10 pasang.
"Dua, sebuah buku. Fleas of the Americas oleh Karlsen dan Voit.
"Tiga, laporan keuangan untuk ditinjau.
"Empat, tagihan yang harus dibayar.
"Lima, arahan darurat, mendesak.
"Enam, satu bundel saputangan baru."
Kembali ke lima.
-Ya, mungkin ini penting. -Berikan.
Sabotase lagi.
Berikan ini ke pilot. Rute baru.
-Kita mau ke mana? -Pulang.
Mosi parlemen baru saja disepakati bertujuan untuk menggagalkanku.
Aku harus di sana bersama notaris besok siang.
-Kalau tidak? -Aku jadi warga Inggris.
Mereka akan menyita aset kita, mengekstradisiku, dan memenjarakanku.
Aku mengerti.
Ini untukmu.
Selamat ulang tahun.
Berapa umurmu?
Dua puluh satu.
Kami tidak bisa baca tulisan tanganmu.
Ini satu atau tujuh?
Itu... Sial!
Itu huruf G.
Dia telah mengubahnya.
Apa?
Kau mengetuk dalam kode Morse.
Benarkah?
Aku tidak perhatikan. Aneh.
Dia telah...
mengubahnya.
Kau bisa kode Morse.
Tidak terlalu. Kupelajari di sekolah.
Kau paham kode Morse.
Aku pustakawan di biara saat itu...
kumpulan naskah Latin klasik dan kerajaan.
-Aku menguraikan kode. -Menakjubkan.
WASPADA
-Astaga! -Ya ampun.
Ada yang meracuni birnya. Harusnya kita tes.
Kau biarkan dia minum di kokpit?
Hanya bir.
Mundur dan berpegangan.
Kenapa aku di sini diintai oleh jet tempur?
Aku punya panggilan.
Kurasa aku mengenali pembunuh itu juga.
Dia juga pernah bekerja untukku.
Aku menarik diri sebagai ahli warismu.
Ucapan buruk kepada seorang ayah.
Terutama dalam masa percobaanmu.
Astaga, dia kembali!
Kali berikut dia menyerang kita, lempar dia dengan granat.
PESAN RAHASIA UNTUK MIKRO-TRANSMISI
Kau memang berpura-pura.
Aku tidak menentang ayahmu atau kepentingannya.
Namun, ayahmu terkadang bermusuhan...
dengan pemerintah Amerika, sekutu, dan musuhnya.
Tugasku mengamati, melaporkan...
-dan menjaga... -Kau mata-mata.
Kurasa ini kisah yang menarik.
Usai perang, kepentingan utamaku...
mirip dengan karakter yang kutampilkan sebagai Profesor Bjorn.
Aku lulus kuliah di Princeton...
dan membantu mendirikan jurnal ilmiah ekspatriat...
penerbitan, puisi, gambar, dan prosa ekologi.
Akhirnya, pemerintah menawarkan untuk mensubsidi majalahnya...
untuk mendukung minat budaya Amerika.
Sebenarnya, mereka ingin kami menjadi agen intelijen.
Kuharap kau tak merasa dikhianati.
Aku bisa kembali menjadi diriku yang normal kalau kau mau.
Tidak terlalu berbeda dengan yang kau lihat.
Lihat? Orang yang sama.
Tidak. Kau berbeda.
Aku bukan bohemian, tapi konservatif moderat, secara politik.
Aku bukan dari Oslo.
Aku dari Wilmington, Delaware.
Aku juga minum alkohol...
meski aku merasa kurang lepas saat berpura-pura mabuk.
Juga, aku menulis buku itu.
Aku mau merekomendasikannya.
-Itu kumis palsu? -Tidak. Ya.
Berdasarkan kumis asliku, yang biasanya ada.
-Aku merasa dikhianati. -Aku juga.
Kau gila!
Aku merasa bersalah.
Kau pekerjakan aku untuk mengajar tentang serangga.
Ini lokasi yang bagus untuk melanjutkan pelajaran.
Belum pernah kulihat begitu banyak serangga di satu tempat.
Kecuali tempat sampah dekat Roma, yang sama menakjubkannya.
Kenapa menanyakanku jatuh cinta dengan pria sepertimu?
-Secara hipotetis. -Ya.
-Bagian dari misimu? -Tidak.
Bukan bagian dari apa-apa.
Aku bisa katakan sebagai usaha menyusup ke bisnis keluargamu.
Namun, aku masih menganggapnya pertanyaan tulus.
Sebagai Profesor Bjorn dan Agen Karlsen dari Amerika Utara...
Jangan tolong aku!
Jangan tolong aku.
Ikat di batang pohon.
Aku tenggelam sesaat, tetapi akan kutolong.
Tidak, akan kuselamatkan diriku sendiri.
Berkati kami dan anugerah-Mu...
Ini soal apa?
...sesuai dengan kemurahan-Mu.
-Kami merendahkan diri... -Kau tak takut Tuhan?
...di hadapan-Mu. Amin.
-Amin. -Amin.
Kau menentang perbudakan di Alkitab?
Orang yang melakukannya masuk neraka.
Mereka menerima sedikit upah.
Keturunan Adam menyalibkan satu-satunya Anak-Ku.
Aku tahu.
Yesus.
Aku belum mati.
Kenapa tak biarkan aku tenggelam? Ini sia-sia.
Misi kami hanya menyabotase kepentingan bisnismu.
Kami tidak menggunakan kekerasan di luar hukum.
-Aku tidak bodoh. -Aku tahu.
Apa tujuannya?
Menghancurkan perusahaanmu dan menjarah semua asetnya.
Itu buruk. Aku tak akan melupakannya.
Aku pun akan merasa trauma...
-sampai mati. -Sungguh?
Entah apa aku merasa buruk atau tersanjung, atau keduanya.
Mungkin aku berarti.
Apa yang mereka lakukan kepadamu? Keluarga kita?
Maaf membuatmu cemas. Tak akan terulang lagi.
Bagaimana caramu lolos poligraf?
Kami diajarkan. Tidak sulit.
-Kau bisa karate? -Tentu.
Akan kuajari jika mau.
Tidak. Sudah terlambat.
Entah berapa kali lagi aku bisa mati.
Buku-buku kotor ini harus dibakar.
Kecuali yang ini.
PENGHUJATAN DALAM CAT AIR
Asusila, tetapi aku suka pesannya.
Simpanlah. Untukmu. Buka kado ulang tahunmu.
-Aku suka. -Karya yang indah.
Siapa nama aslimu, Agen Karlsen?
Aku senang dipanggil Bjorn.
Satu-satunya kenangan indah masa kecilku yang buruk terjadi di bawah tangga.
Aku diizinkan makan malam dengan staf seminggu sekali.
Mereka berpura-pura menyayangiku.
Apa pilihan mereka?
Sampai hari ini, aku juru masak dan pencuci piring yang baik.
Pukul 06.15, ayam berkokok.
Burung robin membawa cacing ke sarang di ambang jendela.
Suster Mary memompa air pukul 07.00.
Bel berbunyi untuk doa pagi.
Rutinitas tiap hari selalu sama.
Kami suka demikian.
Ketika kecil, kusimpan kutu dalam kantong plastik di kamarku...
melakukan morfologi dan mikroskopi di malam hari.
Aku tinggal dengan saudari ibuku.
Orang tuaku melakukan penelitian di luar negeri.
Bibi Beth baik sekali, tetapi tidak menyukai caraku.
Rumah itu difumigasi berkala, sehingga banyak spesimenku mati.
Kemudian, karena cemburu dan kesepian, kukhianati mereka...
staf dapur...
Kuberi tahu yang sebenarnya ke ayahku. Mereka mencuri.
Kukira dia akan senang...
alih-alih dia memukuliku dan mendiamkanku selama 90 hari.
Dia juga memecat mereka semua.
Aku akan kembali ke biara.
Tidak. Mana mungkin? Kita terdampar.
-Kau ahli waris tunggalku. -Dalam masa percobaan.
Itu sudah berakhir. Kau diterima.
Aku tak memaafkanmu, aku malu mengatakannya.
Kita juga harus balas dendam ke Paman Nubar.
Atau mengadilinya jika mau.
-Kuserahkan itu kepada hati nuranimu. -Aku tak punya.
Bagaimana dengan budak miskin dan kelaparan?
Aku akan kembali ke biara.
Untuk berdoa, belajar, dan berusaha keras mengatasi kelemahanku...
yang mungkin adalah genetik.
Dengan kata lain, semua salahku lagi.
Kau boleh membakar rumahnya jika kita selamat.
Kau di sini rupanya.
Halo lagi, di tengah hutan ini.
Sungguh luar biasa bisa menemukan lokasi jatuhmu.
Halo.
Aku bukan pengusaha.
Sebaliknya, aku adalah revolusioner komunis, bersenjata...
dan tinggal di perkemahan hutan rahasia bersama pejuang kemerdekaan.
Namun, aku pun bisa melihat rencanamu...
menentang hukum dasar ekonomi.
Itu sebabnya belum pernah dilakukan.
Rencanaku menentang segalanya!
-Apa hubunganmu dengan perusahaan? -Aku?
Aku pura-pura jadi sekretaris administrasinya, padahal aku adalah tutor.
Namun, sebenarnya aku mata-mata pemerintah AS.
Agama adalah napas makhluk yang tertindas.
-Protes menentang penderitaan. -Aku setuju!
-Kau bukan ateis. -Tentu aku ateis.
Namun, beberapa rekanku hanya mengaku ateis.
Aku pernah punya pasukan pribadi. Merepotkan.
Lima belas menit lagi. Di mana notarisku?
Butuh sidik jari dan tanda tangan.
Kalian saksi resmi.
-Abdis. -Termasuk teroris.
Damai besertamu, Nak.
Jet tempur menembak jatuh kami.
Oleh rahmat Tuhan, kami selamat.
Kau menerima suratku?
Ya. Aku membalas suratmu.
Aku siap mengambil sumpahku.
Baca dahulu suratnya.
Kami menerima surat nikah dan kontrak pranikah.
Kau tentu tahu lamaran ini.
Aku tak tahu dia menjawab ya.
Kau sangat saleh, Suster Liesl, tetapi kau tidak polos.
Misalnya batu-batu di pipamu.
Belum lagi rosariomu yang mewah.
Juga belati yang menakjubkan ini.
Hadiah dari pangeran.
Abdis, kau menegurku saat aku membutuhkan kepercayaan dan bimbinganmu.
Perhiasan dunia punya manfaat baik untuk orang baik tertentu.
Tidak semua ditakdirkan untuk menyangkal kesenangan duniawi.
Ada orang yang bisa hidup sederhana.
Yang lain menyukai warna, kemegahan, dan kesenangan.
Ini bukan teguran, Nak.
Kau gadis yang kaya, sejak dahulu.
Tentu, kami akan terus menghargai dukunganmu untuk biara.
Kau hanya bukan biarawati lagi.
Tuhan lebih tertarik dengan uangku atau jiwaku?
Aku tak bisa mewakili-Nya.
Mungkin aku bisa bantu dalam bidang ini sebagai ayah dan mediator ahli.
Kudengar kau mengusirnya.
Kuminta Liesl kembali ke keluarganya dan masyarakat luas.
Abdis ingin agar kita tetap mendanai ruang makan baru.
-Dengan ucapan terima kasih. -Tentu.
Apa kau berwenang...
untuk membaptis jika ada yang mau jadi Katolik? Aku.
Kau ateis.
Aku mengalami kesadaran agama, jika itu sebutannya.
Ceritakan bagaimana kesadaran ini terjadi.
Sebagian karena pengalaman beberapa kali nyaris mati.
Aku dapat semacam penglihatan. Rinciannya tak penting.
Lalu, sebagian lagi karena aku jadi wali.
Menurutku faktor ini mencapai sekitar 75%...
yaitu pengaruh dari pengaruh putriku,
yang berpengaruh besar kepadaku.
Kupikir, di umurku, pada akhirnya...
lebih baik berpihak kepadanya.
Intinya adalah dibebaskan dari dosa dan dimurnikan.
Percuma kalau kau berbohong.
Aku tidak berbohong.
Aku mampu dan sungguh percaya...
berlawanan dari keyakinan pribadiku.
Aku bisa begitu dalam situasi tertentu.
Kau ingat kombinasinya?
Kotak sepatu lain?
Yang ini lebih tua.
-Apa isinya? -Entahlah.
Mungkin relikui sejarah keluarga kita...
disegel sepuluh tahun lalu oleh notaris ayahku.
Kuwariskan untukmu, tetapi mumpung kita di sini...
ambillah.
Kubuka nanti.
KONSORSIUM SACRAMENTO 10% (+RAJA FENISIA 5%)
MERSEILLE BOB 15% SINDIKAT NEWARK 20%
SEPUPU HILDA 0% PAMAN NUBAR 50%
ISTANA OASIS GURUN CALOUSTE KORDA (RESOR SLUMBERLUXE)
Kakek buyutku membangun hotel itu.
Seharusnya Liesl pemilik generasi kelima...
tetapi ayahku menjualnya ke konglomerat Amerika...
yang merusaknya.
UPACARA TANDA TANGAN ASOSIASI INFRASTRUKTUR FILANTROPIS
Lokasinya di perbatasan berbahaya antara tiga wilayah kekuasan...
dua masih dalam darurat militer setelah kudeta.
Sebagai ganti kuizinkan kau...
mencuri lukisan yang ada di tabung pengiriman...
kau dan terorismu menyediakan jasa keamanan...
kepada kami selama acara berlangsung.
Mereka mencuri lukisan.
Kau akan memimpin. Waktu yang tepat dalam hal bisnis.
Aula serbaguna nomor lima telah disetujui...
sesuai hukum sipil wilayah ini...
Bahkan perceraian pun bisa menguntungkan.
-Kau menghubunginya? -Ya.
Yang Mulia menolak menutup celah. Semuanya.
Aku kenal Felix. Dia keras kepala.
Kita perlu mempermanis tawaran.
Katakan aku menawarkan sembilan jiwa lagi.
Kau masih mata-mata musuh?
Saat ini, tidak.
Kupikir aku lebih berguna sebagai agen ganda.
Aku tak bisa bayar lebih.
Tidak. Tentu sudah termasuk biaya mengajarku.
Manajer operasionalku, nama sandi Excalibur.
-Agen Karlsen. -Excalibur.
Aku tahu soal paku keling...
baut, paku, dan kerikil.
Kantor ini tak dapat membenarkan atau menyangkalnya.
Juga tidak mengetahui jika benar...
Ini sabotase!
Aku bersumpah demi kehormatanku, tak akan kubiarkan kau menang.
Aku sudah atur agar kau bisa menuduh Paman Nubar secara langsung.
-Sungguh? -Tentu.
Kita harus menghadapi kejahatan ini.
-Amin. -Amin.
Terlebih penting kita mengamankan posisi investasinya.
PAMAN NUBAR
Aku tak pernah mengakui...
kemungkinan dan bahkan menghindari kata gagal.
Mungkin itu kelemahan.
Di sisi lain, kita hanya kurang sepotong kue...
yang terlalu besar untuk...
Hanya granat kosong.
Aku merasa sangat aman.
Tuan Nubar sudah tiba.
"NUBAR DAN RELIKUARIUM KORDA"
Celah ini mungkin tak berdasar, lebih dekat ke jurang.
Bahkan, kini bertambah besar...
dimensi yang lebih jauh dari dugaanku.
Celah emosional. Jika berubah...
Dahulu kau bekerja untukku.
-Siapa? Dia? -Siapa?
Maaf. Aku? Tidak.
Aku menyamar.
Oh, Dokter Lanzmann.
Aku kenal pembunuh ini.
Siapa mengupahmu untuk membunuhku?
Oh, tidak.
Pil bunuh diri.
Bapa...
KAMAR EKSEKUTIF
Jika ternyata kau bukan putriku, boleh aku mengadopsimu?
Dengan seizinmu.
Ya.
Kalau begitu, apa pun yang terjadi...
kita akan baik-baik saja.
WANITA DITEMUKAN TEWAS DI RUMAH ARSIP PEMBUNUHAN
Katakan kembali tujuan kunjungan ini.
Seperti yang kita sepakati, Nubar...
validasi untuk sahammu...
setelah 55% dimuka untuk kekurangan sementara.
Ini hanya rapat simbolis. Ini formalitas.
Kau tahu Liesl punya tujuan lain.
Ayahku berjanji mengatur agar aku menuduhmu langsung.
Untuk itulah aku di sini.
Untuk apa aku membunuhnya? Dia bukan istriku.
Silakan ambil granat tangan.
Kau baik sekali. Aku punya.
Apa golongan darahmu, Liesl?
Entahlah. Setahuku tidak pernah dites.
Kau punya mataku.
Tak pernah ada yang bilang?
Tidak ada yang bilang dia mirip siapa pun.
Aku tunggu di luar.
Dia bukan putrimu.
Aku tak peduli.
Satu hal kau tak akan tahu karena kau tak bisa.
Kebenaran.
Menurutku, itu adalah sekretaris administrasimu.
Dia ayahnya.
Aku tahu itu. Aku heran kau belum menyadarinya.
Jika aku membunuhnya, aku tak akan mengakuinya.
Aku mengarang kebohongan itu...
-untuk menipumu. -Tentu, tetapi itu benar.
Golongan darah akan membuktikannya. Mungkin.
Kau punya darahku? Dan dia?
Aku punya darah semua orang.
-Tidak benar. -Ya, benar.
-Tidak. -Benar.
Tidak.
Kata mereka kau membunuh semua istrimu.
Tunggu.
Kupakai ini agar tidak berbohong.
Aku tak membunuh istri itu, ibumu, atau yang lain.
Aku bahkan bisa mengatakan aku tak mampu melakukannya.
Apa pun kata "mereka" tentang aku di belakangku, siapa pun "mereka"...
Aku tak diajarkan mengakali poligraf.
Dari mana asalnya?
Aku tidak ingat.
Aku akan buka kotak sepatunya.
Ayahku pada hari ulang tahunnya.
Pamanku. Semua nilai A.
Ibuku pada hari pernikahannya.
Kotak berisi enam ampul gas beracun.
Stempel langka, koin emas, kunci tengkorak...
surat-surat rahasia...
kakekku.
Sebagian darinya, hanya abu.
Kuambil satu.
AMUNISI KORDA SENJATA AEROSOL BERBAHAYA
Ini adalah proyek yang amat ambisius...
tetapi terletak di zona perang abadi.
Selama 150 tahun ke depan, aku mau jual senjata, bom, dan amunisi.
Itu bisnis keluarga kita.
Penolakanku final.
Kau menarik seluruh investasimu...
dan melanggar janjimu kepadaku.
Menusuk semua orang sekaligus dari belakang.
Ya.
Kalau begitu, untuk apa kau datang kemari?
Aku tak bisa menahannya.
Aku orangnya. Aku akan menutup Celahnya.
Seluruh kekayaan kita, lebih sedikit.
Aku menjadi mitra bisu, kehilangan asetku...
dengan peluang atas keuntungan apa pun.
Aku masih punya banyak utang dan defisit.
Baik. Aku akan melakukannya.
Baik. Aku akan melakukannya.
Para budak akan digaji.
Para budak akan digaji.
Kelaparan akan berakhir.
Kelaparan akan berakhir.
Kita kalahkan birokrat.
Kita kalahkan birokrat.
Proyek terpenting dalam hidupku terwujud.
Tanpa kita.
Aku tak mau kekayaan.
RENCANA INFRASTRUKTUR DARAT DAN LAUT KORDA
(KOMPOSIT KONSEPTUAL DARI BEBERAPA PROYEK)
Kupersembahkan saat ini...
demonstrasi simbolis pertama dari panen melimpah gurun pasir kita...
lahir dari jauh di dalam elemen Bumi yang kaya...
Tuan Nubar ingin bicara lagi.
Sial.
Aku segera kembali.
Ya, Nubar, ada yang bisa kubantu?
Aku berubah pikiran. Akan kulakukan sendiri.
Luar biasa! Sudah kuduga.
Bukan kesepakatan bisnis. Penolakanku sudah final.
Maksudku, membunuhmu.
Jadi, ternyata kau, musuh yang mau membunuhku.
Ya.
Anak ayahku, saudara tiriku.
Ya.
Aku punya darah semua orang.
-Tidak. -Ya.
-Tidak. -Ya.
Aku tak akan mati.
Aku tak pernah mati.
Kau lebih buruk dariku.
Kau bukan manusia. Kau alkitabiah.
Kau tak bisa hentikan? Jangan ganggu aku.
Kenapa kau selalu berusaha membunuhku?
Kau tahu jawabannya. Aku tak perlu katakan.
"Siapa menjilat siapa, kurasa."
AMUNISI KORDA
Mari berkomunikasi.
Ketika aku berdoa, tak ada yang jawab.
Aku hanya pura-pura Dia dengar.
Lalu, kulakukan apa yang menurutku Tuhan sarankan.
Biasanya, hal itu jelas.
Amin.
KOTAK SEPATU #5 "CHEZ ZSA-ZSA"
(PENUTUP)
Damai bersamamu, Abdis.
"Bab Satu. Cedric tak tahu apa-apa..."
Tempat baru kami, meski sederhana, sempit, dan lusuh...
tetap menawan dan serbaguna.
"Namun, ayahnya meninggal saat dia kecil."
Aku senang anak-anak laki akhirnya berkembang dan maju.
Aku punya tujuan di sini.
"Sejak kematian ayahnya, Cedric tahu itu yang terbaik... "
Agen Karlsen mundur sebagai agen ganda...
dan menerima posisi staf di sekolah tata bahasa kami.
Pemangsa, seperti teman kita, kumbang plebius...
yang punya selubung serupa dan dia tidak takut dengan pemangsa.
Ibu tiriku membatalkan ikatan singkatnya dengan ayahku.
Satu, dua, tiga, dan empat.
Energi kewirausahaan ayahku...
tetap kuat karena didorong oleh kemiskinan kami.
Bilang diterima, tetapi jangan pergi.
Aku mengagumi kegigihan dan ambisinya.
Walau aku tak percaya itu datang dari Tuhan.
Rencana Fenisia terus diperdalam dan diperluas.
Mungkin merupakan kemunduran besar bagi peradaban.
Budak Dibayar / Kelaparan Berakhir
Namun, aku yakin akan menghasilkan pekerjaan yang baik.
Bisa bayangkan menikahi pria sepertiku?
Itu pertanyaan yang tulus.
-Itu pasta? -Bukan. Ya.
Kurasa. Entahlah.
Ini sama. Sepupu Hilda mengirimnya kembali.
Kuminta persetujuan ayahmu dan dia pinjamkan kepadaku.
Tambahan, sampai hari ini, dia koki yang hebat.
Dan pencuci piring yang baik.
Dua wiski.
Kau jawab ya?
Untuk masa percobaan.
Hati.
MENGENANG FOUAD MIKHAEL MAALOUF LAHIR DI BETHLEHEM WAFAT DI LONDON
HIDUPNYA DINAUNGI OLEH POHON ARAS LEBANON
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.