All language subtitles for IMAX.Everest.Xvid.AC3[1]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Para pekerja Malden Mills, yang menanggulangi Kebakaran hebat pada tahun 1995,

Salam Hormat bagi para pendaki Everest,

yang telah menghadapi rintangan yang sulit diatasi dalam pencarian mereka menuju puncak.

Film ini didedikasikan untuk pahlawan (tersebut) dimanapun mereka berada.

[Narrator] Ada tempat yang menjulang tinggi di atas yang lain ...

sebuah tempat dimana mimpi-mimpi dikejar di atas awan,

sebuah tempat dimana hanya yang kuat dan beruntunglah yang bisa bertahan.

Atap dunia, dimana angin terdahsyat menerjang

adalah tempat yang terpencil dan mematikan, dimana manusia tidak dapat hidup.

Tiap helaan napas membakar paru-paru seperti api yang dingin..

Banyak yang telah tewas disana, di gunung yang dikenal dengan sebutan Everest.

Saat aku masih kecil, Ayahku bilang padaku...

bahwa gunung tertinggi di dunia adalah tempat tinggal dewa-dewa..

Kaumku, orang-orang Sherpa, adalah pemeluk Buddha.

Kami menyebut Everest dengan sebutan "Chomolungma," pada dewi yang bersemayam di puncak.

Selama 50 tahun atau lebih, mereka yang berusaha mendaki puncak gagal atau tewas.

dan pada tahun 1953, dua pendaki pertama telah mencapai puncak...

Edmund Hillary dan Ayahku, Tenzin Norgay.

Saat aku berusia 5 tahun,

Aku menyalakan lilin-lilin untuk menghormati dewa gunung,...

yang melindungi Ayahku di puncak gunung.

Ia bilang gunung-gununglah yang memberinya kekuatan lebih.

Kurasa dialah orang yang paling berani di dunia.

Sekarang, 43 tahun usai pendakian hebatnya di Everest,

Aku berlatih untuk upaya pendakianku sendiri.

Kurasa ini sudah mengalir dalam darahku.

Hal pertama yang kupelajari adalah menopang diri.

Ini satu-satunya cara untuk menghentikan dirimu bila terjatuh...

dan meluncur ke bawah pada lereng curam yang licin.

Ayahku adalah seorang pahlawan.

Sebelum beliau meninggal, Ayahku memperingatkanku akan bahaya di Everest.

Namun aku merasa ada semacam dahaga untuk menghidupkan legenda-nya kembali,

makanya aku ingin mencobanya.

[Narrator] Musim semi ini, Jamling akan bergabung dengan sebuah ekspedisi Everest ...

yang dipimpin oleh Ed Viesturs dari Seattle.

Ed telah mendaki Everest empat kali.

Ia berlatih setiap hari, bahkan saat dia sedang liburan di Utah.

[Viesturs] Well, Aku mengumpulkan tim yang terdiri atas pendaki berketrampilan tinggi...

untuk membantu seorang ilmuwan yang mempelajari geologi di wilayah Everest.

Tahun ini, Paula, tunanganku, yang akan jadi manajer Basekamp kami.

Kami akan ke Everest dua minggu usai pernikahan kami.

Kubayangkan kalau Everest akan jadi tempat yang murah untuk bulan madu kami.

[Paula] Perbedaan antara aku dan Ed adalah...

saat kami bersepeda selama 4-5 jam, aku menyebutnya sebagai latihan serius.

Ia menganggapnya sebagai pemanasan.

[Narrator] Pendaki ketiga dari tim Everest ini adalah...

akan dilakukan oleh pemanjat muda dari Barcelona.

Araceli Segarra telah mendaki gunung tinggi sebelumnya,,

namun ia lebih terkenal karena keterampilannya sebagai pemanjat tebing.

[Segarra] Aku suka pergi ke pantai dan hang-out biasa,

tapi aku lebih menyukai panjat gunung.

Aku tidak berusaha untuk membuktikan sesuatu. Aku hanya suka memanjat..

Beginilah hasratku, itu saja..

[Narrator] Jika dia berhasil mencapai puncak Everest,

Araceli akan jadi wanita Spanyol pertama dalam sejarah yang melakukan hal tersebut.

Bahkan saat dia berlatih di Meksiko,

Tujuan utama Araceli terletak separuh jalan di belahan bumi lainnya

Gunung Everest adalah sebagian dari rentetan pegunungan tinggi di dunia..

Himalaya, yang membujur 1,500 mil melintasi Asia.

Jauh dibawah puncak licin Himalaya...

berdirilah ibukota Nepal, Katmandu,

yang berjemur di lembah subtropis yang hangat..

[Jamling] Aku cinta kota ini.

Pada tahun 1953, Katmandu adalah titik pemberangkatan..

Ayahku dan Hillary.

Pada 15 Maret, aku dan rekan setim-ku berkumpul disini untuk membahas rencana akhir.

[Narrator] Para pendaki harus datang ke Katmandu...

untuk membantu seorang ilmuwan dari Inggris, Roger Bilham.

Roger ingin tim-nya untuk meletakkan alatnya di ketinggian Gunung Everest...

agar ia bisa mempelajari geologi-nya.

Sumiyo Tsuzuki dari Jepang akan mendokumentasikan ekspedisinya.

Aku tidak tahu apa aku cukup kuat.

Aku belum pernah mendaki Everest. Aku harus menyaksikannya.

Kami punya 3 ton perlengkapan secara keseluruhan,

dan mungkin separo atau 2/3-nya berupa makanan.

Ini sudah jadi mimpiku, kau tahu, sejak aku masih kecil, untuk mendaki di atasnya.

[Jamling] Besok kami menumpang helikopter sampai lereng kaki gunung Everest.

Sumiyo bergabung denganku memutar roda sembahyang...

untuk melantunkan doa akan bahaya yang terbentang di depan.

Saat aku melihat helikopter Rusia usang yang telah Ed sewa,

Kurasa kami butuh untuk berdoa sebanyak yang kami bisa.

[Segarra] Helikopter kargo ini tidak bisa terbang sama tingginya dengan Base Kamp,

namun ia mampu memberi start permulaan, hingga 9,000 kaki.

Dari sana, kami akan berjalan sepanjang 30 mil menuju basis gunung Everest.

Aku suka mendaki gunung tertinggi di dunia.

Banyak dari mereka yang terbentang di sini, di Himalaya.

[Narrator] Hasrat Araceli adalah mendaki gunung-gunung tinggi.

Misi Roger Bilham adalah memahami bagaimana mereka (gunung tinggi) terbentuk.

[Bilham] Benua-benua sebenarnya bergerak, dan saat 2 lempeng daratan besar bertubrukan,

semua bebatuan tersebut harus bergerak ke suatu tempat, dan karenanya mereka pun naik.

Dan tabrakan itulah yang mendorong pegunungan Himalaya.

Sekitar ratusan juta tahun yang lalu, daratan yang kita sebut sebagai India...

mulai bergerak ke utara, menuju Asia.

Karena benuanya bertumbukan dengan pelan, India terselip di bawah Asia.

Bebatuan yang ada diantaranya terhimpit dan tertimbun ke atas, membentuk Himalaya.

India masih mendorong jauh di bawah lempeng Asia,

jadi tiap tahun, Gunung Everest tumbuh sekitar seperempat inci lebih tinggi.

Di ketinggian 29,028 kaki,

Gunung Everest menjulang 5,5 mil di atas permukaan air laut.,

membuatnya jadi gunung tertinggi di Bumi.

[berbincang]

[Narrator] Gunung-gunung tinggi terbentuk oleh banyak pergerakan kecil...

yang akan Roger coba catat dengan penerima Satelit G.P.S.

[Segarra] Roger itu, uh...

Ia gembira saat ia menjelaskan apa yang ia tahu padamu.

Itu adalah hidupnya, geologi.

[Bilham] Dorongan bawah tanah yang kuat mendorong pegunungan ini...

setinggi 5 mil juga menyebabkan gempa yang hebat.

Di desa seperti Khumjung, beberapa rumah dibangun untuk bertahan dari getaran semacam itu.

Kami tak bisa meramalkan gempa, tapi mungkin,

jika tim kami berhasil melakukan pengukuran GPS di atas Everest...

yang akan membuat data gempa kami jadi lebih akurat.

[Narrator] Di atas punggungan bukit nyaris di ketinggian 13,000 kaki...

berdiri sebuah biara Buddha terpencil yang diketahui bernama Thyangboche.

[Jamling] 43 tahun yang lalu, Ayahku...

berhenti di biara ini untuk meminta restu untuk mendaki Gunung Everest.

[Narrator] Orang-orang Sherpa meyakini bahwa dewa gunung...

melindungi mereka yang menghormatinya,

namun kebanggaan dan keangkuhan bisa membuat mereka murka...

dan dapat meyebabkan penderitaan yang hebat, bahkan kematian.

[Viesturs] Dengan gerombolan 60 Yak untuk membawa peralatan kami...

kami menuju Base Camp, 5,000 kaki dari sini.

[Narrator] Karena para pendaki mendaki lebih tinggi, mereka beresiko terkena penyakit ketinggian.

Namun jika mereka naik secara bertahap,

tubuh akan beradaptasi dengan sendirinya pada daerah beroksigen rendah.

Ini yang disebut dengan "Mengaklimatisasi."

Jumlah sel darah merah menggandakan diri makanya darah dapat menyimpan oksigen lebih banyak.

Hanya bertahan di ketinggian 29,000 kaki saja adalah sebuah tantangan untuk memecahkan fakta medis ini.

Seorang manusia yang datang langsung dari ketinggian laut menuju puncak Everest...

akan tidak sadarkan diri selama beberapa menit, dan dia akan mati sesudahnya.

Mereka yang telah meninggal di Everest...

dihormati dengan monumen batu yang disebut dengan "chortens."

[Segarra] Kau berjalan ke Khumbu, kau akan melihat banyak chorten.

Kau memikirkan tentang orang-orang yang meninggal di gunung yang akan kita daki.

Well, ini membuatku berpikir akan keselamatanku sendiri

[Viesturs] Pada 2 April, kami mencapai kaki gunung Everest.

Di gletser besar inilah, kami mendirikan basekamp.

Bersebelahan dengan tenda kami adalah lusinan dari ekspedisi lain,

semua dengan tujuan yang sama...

sebuah puncak yang 2 mil lebih tinggi lagi.

[Narrator] Ed khawatir dengan banyaknya tim yang ada di gunung,

dan beberapa dari mereka menunjukkan amat kurangnya pengalaman.

Dari basis operasi ini, Jamling bertugas untuk mengelola perbekalan...

dan mengrimnya ke atas dengan orang Sherpa terkuat ....tim summit.

[bercakap-cakap]

[Jamling] Kebanyakan orang Sherpa seperti aku bisa membawa muatan berat disini...

tanpa merasa kesakitan atau kesulitan bernapas.

Darah kami membawa lebih banyak oksigen.

Jadi saat kubilang, " Mendaki sudah ada dalam darahku," aku tidaklah bercanda.

[Paula] Saking banyaknya aku menyukai setiap orang yang ada di tim,

entah bagaimana aku tidak pernah menyangka akan membawa 30 orang dalam bulan maduku...

30 orang yang kelaparan.

[Segarra] Kepala kokinya dipanggil Chyangba.

Ia selalu bernyanyi dan tertawa...

dan ia orangnya benar-benar lucu.

[Viesturs] Beberapa kali dalam sehari di Basekamp...

kau mendengar gemuruh longsoran salju.

[Narrator] 150 orang telah meninggal di Everest.

Sekitar sepertiga dari mereka tewas akibat longsoran salju.

[Jamling] Diharapkan kami mengikuti rute yang sama...

seperti yang ditempuh Ayahku dan Edmund Hillary pada summit di tahun 1953.

Ada 3 zona utama bahaya.

Yang pertama adalah air terjun es Khumbu,

dimana menara-menara es raksasa bisa tumbang tanpa peringatan.

Diatasnya lagi adalah permukaan Lhotse yang curam dan licin,

yang naik terus tanpa henti sepanjang 4,000 kaki.

Zona bahaya ketiga adalah punggung gunung tenggara, dekat dengan puncak.

Air terjun es-nya adalah sungai yang membeku, dalamnya sekitar 500 kaki,

yang mengalir pelan ke bawah hampir 4 kaki per hari.

Beberapa dari bongkahan es raksasa beratnya mencapai 40 ton lebih,

dan jika mereka tiba-tiba bergerak mereka bisa melibasmu dalam hitungan detik.

[Viesturs] Di atas air terjun es, kami banyak menggunakan tangga

yang mana cukup memakan waktu agar terbiasa.

[Segarra, tertawa] Aku mending memilih jatuh agak lebih dini,

karena untuk selanjutnya aku tidak mau terjatuh lagi.

Saat kau memandang je bawah, "Sedalam apa celah gletsernya?"

Well, aku tidak ingin tahu.

Orang Sherpa bilang jika kau terjatuh di atas celah gletser,

kau akan jatuh hingga menuju Amerika.

[Viesturs] Usai kami mendaki melewati air terjun es,

kami menuju kamp Tengah, dimana kami harus tinggal selama beberapa minggu untuk melakukan aklimatisasi.

Jika kau naik terlalu ke atas terlampau dini, kau berisiko terkena edema

dimana paru-parumu mulai terisi dengan cairan dan itu bisa membunuhmu.

[Narrator] Di kamp Tengah, para pendaki diharuskan untuk lebih banyak meminum air,

yang mana mereka peroleh dengan melelehkan salju.

Udara kering menghisap embun dari tiap helaan napas dan juga dapat menyebabkan batuk bagi mereka

Batuk tiba-tiba telah membuat 2 tulang rusuk Sumiyo retak.

[Viesturs] Manakala porter menuju ke Paula di bawah, di basekamp,

mereka membawa video pada Paula karena ia ingin tahu kalau aku baik-baik saja.

Lagipula, ini adalah bulan madu kami.

- Mari lihat apa yang kita punya. - Ya, mungkin kita akan memasak...

mungkin daging panggang iris tipis...

disajikan dengan mustard.

Ini terlihat seperti sarapan di, uh, Basekamp. Dan itu amat membosankan.

[Segarra] Aku sekarang mulai memikirkan es krim...

dengan coklat.

dan sedikit krim di bagian atasnya

kayaknya enak.

[Tertawa] Khas cewek.

[Narrator] 7 Mei. Usai 5 minggu di ketinggian 22,000 kaki,

tim sudah melakukan aklimatisasi.

Tiap tetes darah sekarang mampu membawa lebih banyak oksigen.

Mereka siap untuk pergi ke puncak.

Sekarang ini puncak sedang diterjang oleh gempuran angin topan yang dingin.

[Viesturs] Hampir sepanjang tahun badai dan angin kencang membuat Everest tak dapat didaki,

namun pada bulan Mei, kau mungkin bisa memperoleh cuaca yang terang dan tenang selama seminggu,

yang mana membuatmu bisa menyelinap naik ke atas puncak.

Di atas masih sangat berangin, jadinya aku memilih untuk duduk-duduk saja.

Tidaklah mudah, melihat tim lain naik ke atas...

dan kemudian bertanya-tanya mungkin saja kau melewatkan satu-satunya kesempatan untuk mencapai puncak.

Dari semua 12 tim lain yang ada disini, yang terbanyak dipimpin oleh...

teman baikku Rob Hall dari Selandia Baru,

seorang pendaki Everest yang amat berpengalaman.

Kenangan pada 8 Mei dan hari-hari sesudahnya akan menghantuiku selamanya.

Naik ke atas permukaan Lhotse, yang curam dan licin pada hari itu,

kami melihat barisan lebih dari 50 pendaki,, termasuk temanku Rob Hall.

Mereka sudah 3 hari melakukan pendakian untuk mencapai puncak.

Saat itu, meski aku merasa gelisah,

Aku tidak pernah menyangka kalau mereka akan benar-benar menghadapi mimpi buruk.

[Narrator] Dua hari sesudahnya, kebanyakan dari pendaki yang sama mulai menuju puncak.

Saat larut menjelang pada hari itu, sebuah badai dahsyat ..

menerjang bagian atas gunung tanpa ada peringatan sebelumnya.

[Viesturs] Lebih dari dua lusin pendaki berceceran di sepanjang rute menuju puncak,,

banyak dari mereka terlanjur tinggi di atas gunung...

terlampau tinggi untuk turun ke bawah dengan selamat.

[Narrator] Di penghujung siang itu sedikit sekali pendaki...

yang kembali dari kekacauan yang ada di Kamp paling atas,

namun bagi sisanya nampaklah suram..

Orang-orang sebelumnya pernah terjebak dalam badai di atas Everest,

namun amatlah sedikit yang bisa bertahan.

[Viesturs] Pendaki yang tersesat kehabisan botol oksigen.

Di saat angin dingin menurun hingga seratus derajat di bawah nol,

17 pendaki masih terjebak di atas gunung... termasuk Rob.

Saat malam tiba, kebanyakan pendaki merunduk kebawah...

berharap mereka bertahan selama satu malam.

Saat Paula memanggilku malam itu, ia mengingatkanku...

bahwa istri Rob Jan tengah hamil tujuh bulan.

Kami semua berjuang menghadapi kenyataan tersebut..

bahwa kami memiliki teman di atas gunung terjebak oleh badai, berjuang mempertahankan nyawa,,

dan mungkin beberapa dari mereka tidak akan mampu melaluinya.

Aku tahu kalau aku kurang tidur.

Pagi esoknya kami mendapat kabar kalau tujuh pendaki masih hilang.

Tapi satu dari pendaki-pendaki yang tersesat masih berhubungan secara radio... Rob Hall.

Ia mengalahkan kejanggalan hari itu dan mampu melewati malam...

dengan hembusan angin Arktik di ketinggian 28,000 kaki.

Rob hanya tak punya tenaga untuk bergerak,,

namun ia belum siap untuk menyerah.

Bersihkan es yang di penutup mukamu dan mulailah bergerak.

Kau harus memaksakan dirimu menuju puncak selatan...

Bicara dengan Rob melalui radio amatlah berat.

- Dari sana lerengnya menurun. - Oke.

Tidak ada yang bisa kulakukan untuk menolongnya.

Aku ada di Kamp Tengah dan dia setidaknya berjarak 2 hari pendakian dari sini.

Kau tak bisa menunggu seharian.

Menggunakan tambal sulam radio sementara, kami kemudian menghubungkan...

Rob dengan istrinya Jan di Selandia Baru.

Saat kami mendengar mereka berbicara melalui radio,

Maksudku, kami sudah merasa kehilangannya.

Kamipun mulai menangis.

Kemudian mereka memilihkan nama untuk bayi mereka yang belum lahir,

dan Rob pun tidur di bawah temperatur nol,

namun ia tak dapat melalui malam tersebut.

[Narrator] Sedikit diatas Kamp Atas,

seorang pendaki bernama Beck Weathers telah terjebak badai selama 22 jam.

Ia telah ditinggalkan tergeletak oleh pendaki lainnya,

dan kemudian, nyaris buta, tangannya membeku keras,

Beck berdiri, meninggalkan bawaannya, dan mencoba berjalan dengan putus asa.

Semua yang kutahu adalah selama kakiku sanggup berlari dan aku mampu berdiri,

aku hanya akan bergerak menuju Kamp itu,

dan bila aku terjatuh, aku akan bangun.

jika terjatuh lagi, aku akan bangkit lagi.

Dan aku akan tetap bergerak hingga kalau tidak mencapai kamp,

ya meninggalkan gunung tersebut pilihannya.

[Narrator] Rekan tim Beck yakin kalau ia terbaring tewas di atas salju,

jadi mereka amat kaget saat ia berjalan terhuyung-huyung menuju Kamp Atas.

Nyawa Beck tergantung bagai sebuah benang, namun Ed bertekad untuk menolongnya.

[Viesturs] Tim kamera menurunkan perlengkapan mereka...

dan ikut denganku ke gunung ke dalam badai.

Kami baru saja kehilangan Rob. Kami yakin tidak akan kehilangan Beck juga.

Ia nyaris buta dan begitu lemah hingga kami harus membopongnya...

dan menopang kakinya di setiap langkah.

Bahkan dengan bantuan kami, Beck tidak punya tenaga untuk melewati air tejun es.

Tangannya yang membeku akibat frostbite harusnya sudah diamputasi, jadi waktu amatlah kritis.

kami harus mengeluarkannya dari situ sesegera mungkin.

[Narrator] Sebuah helikopter penyelamatan di ketinggian lebih dari 20,000 kaki nampaknya amat tidak masuk akal.

Diatas sini udara amat begitu tipis hingga baling-baling nyaris kesulitan berputar.

Helikopternya bisa kehilangan daya angkat dan jatuh dari langit kapan saja.

Penerbangan terakhir satu-satunya disini pun berakhir dengan kecelakaan tabrakan.

Namun seorang pilot Nepal bernama Kolonel Madan K.C. memutuskan untuk melakukannya.

Bahkan ketika helikopternya mampu terbang diatas air terjun es,

kemampuan bertahan hidup Beck juga amat diragukan.

[Segarra] Pilotnya punya masalah di saat mendarat.

Tak seorang pun tahu jika mereka bisa saja kecelakaan.

[Narrator] Usai para pendaki memasukkan Beck ke dalam helikopter,

sang pilot berjuang untuk menerbangkan kembali.

Akhirnya, dia berhasil melakukannya.

[Weathers] Di saat penerbangan, air matapun mulai berderai,,

dan aku begitu bersyukur karena diberi kesempatan untuk hidup.

Kolonel Madan, Ed Viesturs, orang-orang yang ada di kru film...

Aku benar-benar berhutang nyawa pada mereka.

[Narrator] Namun betapapun luar biasanya penyelamatan tersebut,

hal itu masih tak dapat mengobati duka yang melanda di Everest...

setelah bencana terburuk dalam sejarah gunung tersebut.

Delapan orang telah kehilangan nyawa dalam badai tersebut.

[Viesturs] Kami semua turun kembali ke Basekamp.

Paula dan aku berpelukan satu sama lain untuk waktu yang lama.

Tragedi tersebut amat memukul tim kami,

khususnya diriku karena Rob adalah teman dekatku.

Amat menyedihkan saat memikirkan istrinya, yang masih hamil 7 bulan,

dan menyadari bahwa teman baikku tidak disitu untuk mendampinginya..

untuk menyaksikan anak pertamanya lahir.

Mm... tunggu, tunggu sebentar.

[menghela napas]

Well, aku tidak suka mendaki sebuah rute...

dimana orang telah meregang nyawa di atasnya.

Aku tidak takut...

untuk melewati orang-orang yang meninggal dan membeku... Melihatnya saja

Aku tidak suka,.. itu saja.

[Jamling] Basekamp telah menjadi seperti kota hantu.

Hampir semua ekspedisi yang lain berkemas-kemas dan pergi,

dan kami merasa kami harusnya lekas pergi dari situ juga.

Aku mengirim kabar ke biara, bertanya apakah aku harus membatalkan pendakiannya.

7 hari pun terlewati, dan aku merasa impianku mulai memudar.

namun kemudian kami dapat kabar dari Beck,

dan itu membuatku merasa lebih ringan dan lebih kuat.

[Viesturs] Beberapa hari usai Beck kembali ke rumahnya di Dallas,

ia mulai menempuh jalan yang panjang dalam pemulihannya.

Dia kehilangan kedua tangannya akibat frostbite,

namun ia tak pernah kehilangan semangatnya, tak menyerah akan hidupnya,

dan pemulihan yang luar biasa inilah yang menyalakan semangat kami kembali.

Kami mulai berpikir untuk ke atas lagi,

namun sebuah angin yang kencang masih berhembus membumbungkan salju di dekat puncak,

jadi situasinya masih dirasa belum bagus.

[Segarra] Tak ada alasan untuk mendaki dengan angin berhembus.

Jika ini tidak mungkin, well, ini memang tidak mungkin.

Gunungnya lah yang memutuskan kau bisa mendaki atau tidak.

[Jamling] Akhirnya aku mendapat kabar dari biara.

Dewa-dewa tidaklah menentang pencarianku (puncak).

[Narrator] Tiap pendaki sama-sama membuat keputusan yang berani.

Mereka harus mencobanya lagi.

Mereka mengadakan upacara puja untuk membersihkan jiwa mereka.

Kemudian mereka kesampingkan duka mereka...

dan mengikuti Ed kembali melalui air terjun es, sekali lagi.

[Segarra] Saat kami naik ke Kamp tengah,

anginnya masih berhembus amat kencang di atas.

Kami mulai berpikir kalau kami sebaiknya menyerah.

[Jamling] Saat orang Sherpa yang lain bilang kalau mereka takut,

Kukatakan pada mereka apa yang Ayahku ajarkan padaku.

Seorang pendaki harus selalu memperlakukan gunung dengan hormat...

dan harus waspada bila berhadapan dengan bahaya.

[Paula] Aku hanya merasa belum siap secara emosional,

untuk menyuruh Ed berusaha mendaki puncak lagi.

Makanya aku mengumpulkan segenap keberanianku dan bilang padanya untuk melakukannya.

Itu adalah hal tersulit yang pernah kulakukan.

[Viesturs] kami sudah kehabisan waktu.

Kami memutuskan untuk naik lebih tinggi lagi...

hingga kami dalam posisi tinggal ke puncak saja bila anginnya berhenti.

Namun pertama-tama kami harus menaiki permukaan Lhotse,

yang mana akan menjadi 2 hari pendakian yang melelahkan.

[Jamling] Permukaan Lhotse adalah dinding es curam setinggi 4,000 kaki.

Kami menggunakan tali yang tetap, namun masih saja banyak yang tewas di sini.

Mereka melepas jepitannya,, membuat kesalahan dan terjatuh.

Setelah meluncur kencang ke bawah sejauh satu mil,

mereka kemudian masuk ke dalam celah gletser tanpa dasar.

[Segarra] Di atas sini kami benar-benar mulai merasa kekurangan oksigen,

dan itulah bahaya terbesar di Everest.

Semakin sedikit oksigen yang kau hirup, semakin sulit otak untuk berpikir logis

kau meyakini kalau pikiranmu masih tajam, padahal tidak.

[Viesturs pada Radio] Yeah, hi, Roger.

[Viesturs] Di Kamp Atas, kami sudah mencapai 3/4 perjalanan menuju puncak.

Akhirnya, angin yang berada di puncak kembali tenang.

...G.P.S. semua terpasang dan mulai mengumpulkan data.

Di ketinggian 26,000 kaki, cukup sebuah perjuangan untuk memasang penerima G.P.S,

dan akhirnya berhasil.

Aku tidak bilang Roger kalau kami bisa melihat ratusan batu...

yang dulunya ada di dasar laut.

Bawaan kami sudah cukup banyak tanpa mengambil batu pesanan Roger.

kau seharusnya bisa menyaksikan kami dari Kala Patar...

[Narrator] 22 Mei. Tim akan berusaha mencapai puncak pada malam itu,

sementara Sumiyo tetap tinggal di Kamp Atas sebagai kontak radio,

meski tulang rusuknya retak.

Ed penasaran apakah Paula sudah menerima video yang dikirim ke basekamp bawah.

[Viesturs] Di saat kau mendapatkan video ini, aku sedang menuju puncak.

Jika aku memang harus berbalik, akan kulakukan. Aku akan sangat berhati-hati.

[Jamling] Di ketinggian ini pikiranmu akan berjalan seperti gerak lambat.

Kau tak bisa tidur, tak bisa makan,

otakmu begitu haus akan oksigen, tubuhmu mulai memburuk...

dan otot-ototmu seperti disia-siakan gerakannya.

Itulah kenapa di 3,000 kaki terakhir dikenal dengan Zona Kematian.

Aku merasa tegang karena dalam beberapa jam...

aku akan melanjutkan pendakian dari hidupku.

Dibutuhkan 12 jam dari Kamp Atas hingga ke puncak.

Kau harus memulainya saat tengah malam supaya kau bisa mencapai puncak pada tengah hari.

Ed akan mendaki tanpa menggunakan oksigen,

jadi dia mulai mendaki pada pukul 11 malam, satu jam sebelum kami semua.

[Narrator] Pada tengah malam suhunya mencapai minus 30 derajat

Araceli, Jamling dan lima orang Sherpa...

mengemasi persediaan oksigen mereka dan mulai untuk mendaki puncak,

mengikuti jalurnya Ed.

[Segarra] Pada malam hari, dengan menggunakan kacamata dan topeng oksigen,

Aku merasa seperti ada di bulan.

Yang lain sebenarnya berdekatan namun kami tak mengucapkan sepatah katapun.

Aku benar-benar merasa sendirian.

Semua yang kudengar cuma napasku sendiri yang berhembus melalui topeng oksigen.

[Narrator] Di ketinggian Everest, tak ada yang dapat dihirup.

Hanya ada sepertiga oksigen di setiap helaan napas yang dihirup..

di ketinggian seperti itu di atas laut.

Kebanyakan pendaki membutuhkan tabung oksigen di atas sini,

Namun tidak bagi Ed.

[Viesturs] Kau berjalan sempoyongan.

Setiap ons energi diambil dari otot-ototmu.

Kau hanya tak bisa mendapatkan cukup udara.

Pasti seperti itu rasanya saat tenggelam.

Matahari pun terbit, tapi manakala aku berhenti untuk menunggu yang lain, aku kedinginan,

jadi aku harus bergerak lagi.

Aku mendaki tanpa menggunakan tabung oksigen karena aku suka tantangan.

Ini antara aku dan gunung itu. Sesederhana itu saja.

[Bilham] Hey, Paula, berita bagus.

Kurasa aku bisa melihat tim-mu di Puncak Selatan. Ganti.

[Viesturs] Tubuh manusia tidak dirancang untuk bertahan di atas sini.

Rasanya seperti jeritan yang menyuruhmu untuk berputar dan kembali turun.

[Segarra] Bagiku butuh semua tenaga dan konsentrasi..

hanya untuk meletakkan satu langkah demi langkah.

Aku tak pernah merasa secapek itu sepanjang hidupku.

kadang aku cuma ingin duduk di salju dan beristirahat,

tapi kubilang pada diriku sendiri, "sepuluh langkah lagi,"

dan aku tetap maju dan maju.

[Jamling] Anginnya mulai bersuara seperti genderang di biara...

atau mungkin itu hanya pompaan aliran darah di kepalaku.

Manakala rasa sakit mulai memburuk, Aku merasa...

kalau aku lebih dekat dengan kematian daripada sebelum-sebelumnya...

tanpa melewati dimensi yang lain.

[Paula] Tiap setengah jam aku mengkontak radio pada Sumiyo.

"Ada kabar dari Ed? Ada kabar dari dari Ed?"

[Viesturs] Aku tahu tepatnya dimana aku menemukan Rob terbaring membeku di atas salju.

Saat aku sampai disana aku duduk dekat dengannya dan menangis.

Aku ingin mendengar aksen Selandia Baru-nya yang ramah sekali lagi.

namun kemudian ada suara Paula yang kudengar...

gema yang ia ucapkan di radio.

[Paula] Kubilang, "Dakilah gunung ini seperti kau tak pernah mendaki sebelumnya."

Dan ia berkata kalau ia amat kesulitan bernapas,

namun ia bilang kalau ia memikirkan semua itu sepanjang perjalanannya ke puncak.

[Viesturs] Sedikit di bawah puncak...

adalah gundukan paling sulit dari seluruh pendakian...

dinding batuan dan es yang yang dikenal sebagai landaian Hillary.

Saat aku sudah melewatinya, aku tahu kalau aku akan berhasil.

[Terengah-engah]

[Viesturs di Radio] Paula! Hola, hola!

[Viesturs] Aku mengkontak radio Paula dan dengan tenang bilang padanya kalau aku berhasil.

Namun tanpa menggunakan tabung oksigen aku terlalu kedinginan untuk menunggu Araceli dan Jamling.

Aku melewati mereka dalam perjalananku turun.

[Segarra] Ed turun dari puncak dan memberikan kami pelukan kecil.

Ia bilang pada kami kalau puncak tidaklah jauh.

[Jamling] Usai 12 jam pendakian,

Aku harus memaksa diriku untuk berkonsentrasi.

Ada landaian lebih dari satu mil pada sisi lain punggungan bukit.

[Segarra] Tinggal 100 meter lagi,

[Tertawa] tapi itu adalah 100 meter terpanjang di dalam hidupku.

[Narrator] Setelah 9 minggu lamanya di gunung,

mereka berhasil melakukannya.

Araceli Segarra menjadi wanita Spanyol pertama yang mencapai puncak atap dunia.

[Segarra] Saat aku berhasil sampai puncak aku amatlah lelah,

namun aku sadar kalau aku berhasil melakukannya...

dan aku mulai merasa senang.

Aku yakin kalau aku bisa melihat separo dunia.

Aku penasaran jika teman-temanku memikirkan diriku.

Mereka tidak menyangka kalau aku berdiri di atas atap dunia.

Aku ingin berteriak pada mereka, "Aku tidak apa-apa! Aku berhasil melakukannya!"

Bahkan dengan tangan yang kedinginan Aku mengambil potretnya Jamling.

Ia berusaha keras untuk sampai tiba disini.

Aku ikut senang karenanya.

[Jamling] Aku selalu bermimpi-mimpi saat-saat seperti ini sejak aku masih bocah.

Untuk berdiri di atas puncak, hatiku meluap-luap saking senangnya.

Air mataku membeku di atas pipiku.

Aku meninggalkan foto ibuku, ayahku,

dan Yang Mulia, Dalai Lama,

dan juga mainan kecil yang kudapat dari putriku yang berumur 10 bulan,

dan bendera doa sebagai persembahan bagi Chomolungma

Ibu dewi dari dunia.

[Segarra] Saat kami mulai turun kami amat berhati-hati.... tak boleh ada kesalahan

Tapi kami terburu-buru untuk melihat teman-teman kami di basekamp.

Jalan turunnya disana, di bawah awan-awan.

[Narrator] Saat tim mulai turun selama 2 hari ke Basekamp,

mereka punya waktu untuk merenungi diri.

Mereka tidak menyangka akan tersapu...

dalam bencana yang akan menyentuh seluruh dunia.

Namun, bahkan saat ada di hadapan kesulitan yang luar bisa,

mereka selalu menghadapinya dengan keberanian dan penuh syukur

[Paula] Aku tidak pernah merasa sesenang ini melihat seseorang dalam hidupku.

Kita berhasil.

[Narrator] Jauh tinggi di Everest GPS Roger mengambil data...

yang mungkin satu hari nanti akan memberi ahli geolog wawasan yang dalam akan gempa bumi.

Dan bendera doa Jamling berkibar dalam hembusan angin Atap dunia...

dan mengirimkan semacam pesan yang berbeda.

[Segarra] Menengok yang dulu-dulu, aku terkadang penasaran...

bagaimana aku bisa menghimpun tenaga untuk mencapai puncak Everest.

Aku sadar sekarang kalau hasrat mendaki-ku lah...

yang memberikanku kekuatan.

[Viesturs] Tahun ini, Paula menungguku di Basekamp.

Itu mengagumkan. Ia mengesampingkan rasa takutnya dan menyemangatiku untuk mendaki.

Dan itu telah membuat kami lebih dekat dari sebelumnya.

[Jamling] Aku tidak merasa mencapai puncak...

akan merubah hidupku, namun pada akhirnya memang berubah

Kembali ke Kathmandu, aku memberikan sesaji dengan 25,000 lilin..

sabgai wujud rasa syukur atas anugerah perjalanan kami yang bagus dan aman.

Momen-momen di atas puncak itu amatlah sakral.

Di atas awan sana, aku menyentuh roh almarhum Ayahku.

Sejak aku masih kecil aku begitu menghormatinya

namun aku merasakan semacam dahaga di dalam...

untuk menghidupkan kembali legenda-nya.

Aku tahu kalau dia akan tertawa melihatku di puncak Everest.

Ia akan bilang, " Jamling, putraku,,

kau tidak perlu menempuh perjalanan susah sepanjang ini, hanya untuk menemuiku."

Seakan akan dia tahu kalau aku pantas untuk mendaki gunung tersebut.

By : Dhemitgendenkz Tribute to Kopdar Jeeeehh & Dhemit Lalijiwo

original English-sub from: A_123

Para produser amat berterima kasih kepada para 10 pendaki yang membawakan kamera IMAX menuju atap dunia

[Kerumunan bersorak]

[Laki-laki] Terima kasih banyak.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.