Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA DEPOSITNYA CUMA 5.000
Dengan bonus SPEKTAKULER Daftar sekarang di recehoki.net
Daftar sekarang di recehoki.net Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah!
Katakan yang sebenarnya....
apa yang kau cemaskan?
Kau sudah memeriksanya baru-baru ini, kan?
Kenapa lagi hari ini?
Buang-buang waktu saja.
Meski bersama pacar melakukan eksplorasi...
kau tak bisa memanfatkannya begitu saja.
Tak aneh bagimu dengan burung-burung itu.
Aneh.
Kurasa kau melihatnya...
dengan aneh.
Sekarang kau...
menatapku dengan aneh.
Kau gak tidur nyenyak tadi malam?
Tak ada hubungannya dengan tidurku.
Yang kubutuhkan hanyalah...
dua hasil prakiraan cuaca geografi...
dan membandingkannya.
Jadi ketika kita masuk nanti
Hong jenius...
kau selalu benar.
Kenapa tak menjawabnya?
Dia datang menemuimu untuk tahun baru....
dan kau tak angkat.
Aku tak mau memarahinya.
Itu ayahmu.
Kau kira dia datang menemuiku.
Dia kemari mau melihat terowongannya.
Oh iya...
dia datang mau memeriksa pekerjaanku.
Hai, Tn. Hong
Mau apa hari ini?
Kami mau lakukan satu prakiraan lagi.
Lagi.
Kemari...
melakukannya sekali lagi...
cuma buang-buang waktu.
Kami terus bekerja bahkan disaat tahun baru.
Untuk apa?
Cuma untuk berpacu dengan waktu.
Katakan...
Kau tahu kenapa...
aku jarang bicara denganmu.
Nak, jangan bicara begitu.
Kuberitahu kau...
jika bukan karena terowongan ini...
mana mungkin aku mau bicara padamu.
Terserah kau sajalah.
Siapa juga mau sama kau?
Bertengkar itu tak dibayar...
bukan?
Kembali bekerja.
Tetaplah disitu.
Kami mau ledakkan.
Bersiaplah..
Hindari asap.
Pakailah suiter memenuhi standar.
Periksa tim yang ikut.
Kru EOB siap.
Perbanyak ventilasi.
Konsentrasi tinggi.
Periksa jika ada yang masih belum meledak.
Jangan khawatir.
Kebocoran air.
Kebocoran air.
Ayo mundur.
Lari. Cepat.
Kebocoran air. Lari.
Cepat. Kebocoran air. Lari.
Kemarilah.
Lari. / Ada yang terluka.
Koperku.
Pergilah.
Aku ambil kopermu.
Tarik.
Lewat sini.
Cepatlah.
Tunggu.
Aku ingat kau bilang...
ada gua di bawah lengkungan terbalik.
Ya, terdeteksi kemarin lusa.
Arahkan airnya ke bawah.
Matikan listriknya.
Cepat matikan listriknya.
Hong Yizhou.
Hati-hati.
Tn. Hong
Kalian kemarilah.
Cepat tarik.
Tepat sekali.
Jangan disana.
Disini. / Bukan.
Airnya terlalu banyak.
Pompa tidak bisa mengatasinya.
Tarik cepat.
Turunkan detektor.
Tak ada sinyal sekarang.
Hong Yizhou.
Kau gak apa?
Ibu.
Ada apa?
Hong Yizhou.
Ketemu.
Ketemu.
2 meter ke kiri dari garis tengah.
130cm di bawah dasar ketinggian.
Ketebalan 2,3 cm.
Zhou Ming.
Zhou Ming. / Disini.
Beritahu gudang peledak bawakan...
Cepat, bawakan peledak kemari...
50 kilo bahan peledak emulsi.
Ada 3 tempat peledakan di bawah air.
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
Dunia dalam berita...
Lempeng Samudera Hindia...
yang aktif baru-baru ini...
menyebabkan banyak daerah...
terkena bencana dengan tingkat kerusakan yang berbeda.
Lempeng Samudera Hindia...
berdampak besar pada stabilitas geologi di Cina.
Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya bencana ini...
perlu perhatian lebih.
Sekarang berita dalam negeri.
Berapa harganya?
Scan aja kode QR-nya. Wechat atau Alipay.
26,8 yuan.
Tidak ada aplikasi seperti itu di ponselku.
Aku tak punya uang kecil. Pergilah ke toko lain.
Kau bilang apa?
Kubilang aku gak punya uang receh.
Kau ke toko lain saja.
Mau bayar.
160. Wechat atau Alipay.
Alipay.
Kubilang.
Aku gak punya uang receh.
Ini uang Cina?
Ya.
Emang orang Cina gak boleh belanjakan uang Cina.
Sekarang berubah.
Bungkus.
Aku datang ke Cina mau menemuimu.
Sekarang lihatlah...
Ada gua.
Pegunungan yang indah.
Air terindah.
Gua terindah.
Terima kasih...
saudaraku Shufen.
dia kakak-ku yang paling boros.
Dia mengajakku karnaval.
Jangan sampai kau menyesal..
Simpan kartu namaku.
Dari seluruh dunia...
gua yang paling menakjubkan...
paling menarik...
hanya ada dibalik 12.
Ayo kawan.
Ayo semuanya kirim ke 666.
Ayo.
Bergembiralah.
Ayo.
Mari hadiri.
Jangan lupa.
Hadirilah jangan sampai lupa.
Nanti kutunjukkan...
gua air terbesar di Asia...
Sangat menyebalkan.
Kakek,
selalu saja ada potensi kecelakaan dan resiko dalam hidup.
Haruskah kita melarikan diri...
atau menghadapinya.
Tentu saja kita harus hadapi.
Keberanian.
Tentu saja belumlah cukup.
Jumlah bayaran asuransimu...
jaminan harapan hidupmu.
Kau dokter hewan.
Prakiraan apa?
Katanya kemarin tak ada air,
tapi sekarang ada begitu banyak air.
Kuberitahukan...
mungkin ini tanda bahaya.
Ya.
Aku tahu betul.
Tapi apa penyebabnya?
Kita harus pastikan.
Karena...
jika berdasarkan data...
tak selalu akurat.
Jika terjadi musibah...
Musibah apa?
Kau harus memperkirakannya dengan akurat.
Tunggu.
Hei, jangan pergi.
Permisi.
Bagaimana kau menjelaskannya?
Kuakui pengukuran hari ini...
tak sama dengan hari sebelumnya.
Untuk apa prakiraan geografis itu dilakukan.
Kau gagal mendeteksi air.
Tanggung jawab apa yang harus kau tempuh?
Bagaimana jika ada yang mati?
Kemarin lusa kami sudah periksa...
terowongan-nya...
10 meter sebelah kiri...
tak ada jalur air disana...
Kesimpulannya...
tak bahaya jika tiba-tiba ada air. / Jangan beralasan lagi.
Apa itu masalahmu?
Kenapa memarahinya?
Prakiraan cuaca geografi...
bisa bertahan selama dua jam.
Di gunung ini...
cuacanya tak menentu.
Semacam ada rotasi.
Kau tahu.
Siapa yang tahu?
Kau membuatku takut?
Kau membuatku takut?
Air dalam jumlah sebesar itu..
tiba-tiba surut...
Ini sangat tidak normal.
Hong Yizhou.
Kau direktur Kantor Peledakan.
Bahaslah soal bahan peledak.
Aku tidak berdebat denganmu.
Aku dari tim kerja pendeteksi.
Akan kubicarakan masalah ini di timku.
Kau tak perlu...
wakili pacarmu...
berdebat denganku.
Kau mengerti.
Jalur gempa Lempeng Samudera Hindia...
aktif belakangan ini...
berdampak pada area ini.
Aku tahu.
Sekarang tangani. / Oke.
Bicaralah.
Kau direktur bagian mesin.
Penting adanya kemajuan...
kau harus tahu itu.
Kebocoran air sebuah kebetulan.
Insinyur He sudah periksa.
Kami akan ambil tindakan jika ada masalah.
Ini serius.
Dengarkan aku..
Untuk kilometer terakhir
kami tak bisa tambahkan biayanya lagi.
Harus kuselesaikan sesuai jadwal.
Kami tak bisa menundanya.
Jelaskanlah padaku satu per satu.
Kau.
Berdasarkan pengukuran saat ini.
Pengukuran apa?
Perubahan besar secara geografis.
Perubahannya sampai sejauh mana.
Aku khawatir di daerah ini...
akan terjadi longsor.
Data.
Kuberikan datanya.
Tapi aku butuh waktu.
Laporkan berdasarkan penjelasannya...
ke kantor pusat. / Baik.
Ayo pergi.
Tunggu.
Direktur Wang.
Kemari.
Hentikan pekerjaannya sekarang.
Hentikan pekerjaannya.
Jika kita terus seperti ini...
biayanya malah membengkak.
Bulan Maret...
harus selesai tepat waktu...
karena terowongan ini akan diresmikan.
Lakukan sesuai rencana.
Ayo pergi.
Ini alat bantu dengarmu.
Ini alat bantu dengarmu.
Yang terakhir tak berhasil.
Rumah baru saja bergetar.
Benarkah?
Sekarang departemen secara resmi..
terlibat.
Data mereka...
lebih tepat dari kalian yang amatir.
Ayahmu tak lama lagi tiba.
Dia akan tiba di sini jam 13:30.
Tapi aku tak bisa menjemputnya.
Aku harus ke gunung.
Hari ini hujan di gunung.
Pasti sangat licin.
Jangan khawatirkan aku.
Aku sudah ganti baterai sensornya.
Dan juga...
Aku sudah janji pada Nn. Diog.
dihadapannya.
Kujanjikan datanya.
Aku tak boleh terlambat.
Kau bisa sekarat jika lupa ini?
Aku tak bisa menemanimu.
Aku pergi dulu.
Gombal.
JOIN MY GROUP TELEGRAM https://t.me/Collection_MovieTerbaik
Kota Yunjiang.
Ambil tasmu.
Hati-hati.
Paman Hong.
Paman Hong.
Kau ayah Hong Yizhou?
Kau ayah Hong Yizhou?
Ya.
Halo.
Aku Lu Xiaojin. Aku pacarnya.
Dia menyuruhku menjemputmu.
Ini.
Untuk-ku.
Terima kasih, Paman.
Ulurkan tanganmu.
Ayo berdiri.
Paman Hong.
Tolong!
Bangunlah.
Jangan disitu.
Ayo naiklah ke atas.
Paman Hong.
Ayo bangun.
Bangunlah.
Naik ke atas.
Naik ke atas.
Jangan cuma diam disana.
Naik ke atas.
Naik ke atas.
Bangunlah.
Berbahaya di sini.
Naiklah ke atas.
Paman Hong, naiklah duluan.
Kau...
pergilah cari bantuan...
dan fasilitas.
Tapi Paman Hong.
Naiklah dulu, nanti kucarikan bantuan.
Sekarang yang terpenting menyelamatkan orang-orang.
Jangan buang waktu.
Jangan bicara lagi.
Cepat pergi.
Nak.
Tolong.
Nak, naiklah ke atas.
Tolong.
Oke, pelan-pelan.
Tanggal.
28 Januari
Jam. Sekarang jam...
1:55 siang.
Kutemukan bentangan di seberang Gunung Niuguan.
Ada retakan di tengah...
gua yang sangat aneh.
Aku...
gunakan drone...
untuk mengumpulkan data.
Ada orang disana.
Ada orang.
Dekat Pasar Yunjiang.
Ada lubang pembuangan dan kecelakaan kereta api.
Kendaraan dan warga terjebak.
Lindungi kawasan ini.
Hindari kerusakan kedua.
Ulurkan tanganmu.
Adakah yang bisa bantu kami?
Dia mau pecahkan kacanya.
Menjauhlah.
Cepat menjauh.
Dia mau pecahkan kacanya.
Apa kaca itu melukaiku?
Aku yang keluar duluan.
Tolong. / Jangan panik.
Jangan khawatir.
Yang didepan keluar duluan.
Ikuti perintah kakek.
Satu per satu.
Kita semua akan keluar.
Ponselmu ada sinyal?
Jangan dorong.
Aku mau siaran langsung.
Hai teman...
Gimana keadaanya di bawah sana?
Ada bus bersama penumpangnya.
Ada orang tua sedang membantu.
Cepat pergi.
Yizhou.
Insinyur He.
Hong Yizhou.
Singkat saja.
Kau bilang...
aku di Gunung Yundang sekarang.
Aku dapat datanya.
Dengan analisis awal data.
Kini aku ragu...
bebatuan di atas gunung..
saling bejatuhan.
Semuanya berjatuhan.
Apa? Batu-batu itu berjatuhan.
Kau yakin?
Yakin. Itu tanda akan terjadi longsor.
Santai saja.
Pergi dari sana sekarang.
Kirim datanya padaku.
Akan kulaporkan ke Ny. Ding.
Kakek.
Minggir.
Kami profesional.
Serahkan ke kami.
Pergilah secepatnya dari sini.
Siapa yang menyuruhmu lakukan penyelamatan.
Terlalu berbahaya di sini.
Aku menghalangi.
Kuberitahu..
Paman Hong.
Sewaktu aku masih muda.
Tim penyelamat ada di sini sekarang.
Aku mengalami banyak hal.
Kau naiklah dulu.
Tidak, aku tak mau.
Aku mau awasi mereka.
Lihat cara mereka menyelamatkan.
Bicaralah padanya..
segera pergi dari sini.
Terlalu berbahaya di sini.
Oke.
Tenang saja.
Aku akan mengawasimu.
Paman Hong.
Paman Hong, naiklah sekarang.
Aku tak apa.
Jangan percaya cerita Hong Yizhou.
Tak apa-apa.
Jika perasaanmu gak enak...
beritahu aku.
Jangan membodohiku.
Ayo.
Awas kepalamu.
Kapten.
Kau tak apa?
Kapten.
Kapten.
Astaga.
Ada anak di bawah sana.
Di mana-mana ada lorong bawah tanah.
Ini lubang besar.
Dan kedalaman air 20 meter.
Aku khawatir...
longsor akan segera terjadi.
Kita harus pergi dari sini secepatnya.
Semuanya...
pergi dari sini sekarang.
Cepatlah. / Butuh waktu untuk naik.
Paman Hong.
Paman Hong.
Dia turun lagi.
Turun lagi.
Kawan,
kau jangan turun.
Kuberitahu...
dia turun kebawah mau menyelamatkan.
Cepat naiklah.
Biar aku yang mengeluarkannya.
Siapa saja...
bawa dia.
Lao Zhu.
Kalian berdua naik sekarang.
Aku yang bertanggung jawab di sini.
Baik. / Baik.
Jangan pergi.
Berapa orang kalian disitu.
Kami bertiga.
Aku datang.
Dimana pria itu?
Di bawah sana.
Dia ambil senterku.
Terima kasih
Terima kasih kawan.
Paman. / Nak.
Paman.
Aku akan mengeluarkanmu.
Aku di sini.
Jangan tarik aku.
Tanahnya retak.
Sudah berapa kali kubilang...
Berulang kali.
Kau masih tak mendengarnya.
- Ini hari terakhir. - Direktur Wang.
Sudahkah kau terhubung dengan Tn. Lin.
Sinyal teleponnya...
tak stabil.
Tapi sinyal 5G dari stasiun kami...
bagus.
Tn. Chen sedang menyesuaikan diri dengan mereka.
Nn. Ding.
Layar utama terhubung.
Sudah siap.
Insinyur He.
Cek, cek.
Silakan duduk.
Hubungkan ke Tn. Lin.
Aku pergi duluan. / Nn. Ding.
Siap menelepon kapan saja.
Nn. Ding.
Meskipun tingkat gempa ini tak tinggi...
tapi menurut data satelit...
akan menyebabkan tanah longsor.
Lokasinya di dekat Gunung Yundang.
Akan menghantam terowongan dan jembatan.
Aku sedang menuju ke Markas Besar Penyelamatan.
Semua pemimpin ada di sana.
Temukanlah solusi secepatnya.
Ingat...
Pembangunan rel kereta api cepat negara...
tak bisa ditunda karena hal ini.
Tn. Lin...
Percayalah padaku.
Kami telah bekerja di terowongan ini 10 tahun lebih.
Akan kulakukan sebisaku...
untuk melindunginya.
Drone 1 berfungsi dengan baik.
Semua berfungsi dengan baik.
Terbang dalam barisan.
Grup pertama selesai.
Terbang sesuai program.
Dalam barisan baik.
Sinyal bagus.
Data dikirim kembali.
Hong Yizhou.
Terjadi gempa lagi di sini
Serius.
Bangunan disini...
semuanya hancur.
Paman Hong..
dia ada di dalam bus...
dan terjatuh juga.
Ada lubang besar di bawah sana.
Aku baru saja turun memeriksanya.
Itu sungai bawah tanah.
Ada sungai bawah tanah.
Kau tahu?
Dari pangkalan...
30 kilometer.
Akan kucari pintu keluar terdekat dari sungai itu.
Semua sungai terhubung di daerah itu.
Aku sedang menuju ke hulu sungai Gua Hegong
Beritahu tim penyelamat segera datang ke Gua Hegong.
Xiaojin.
Tenanglah.
Jauhi lubang longsor itu.
Dengarkan aku.
Ayahku petugas kereta api yang berpengalaman.
Dia tahu bagaimana melakukannya.
Dia tahu.
Nak.
Ayo.
Jangan takut.
Turun lewat batu itu.
Hati-hati.
Pelan-pelan.
Hati-hati.
Bangun.
Ada orang disitu?
Ya. Tolong. / Pergilah.
Pergilah duluan.
Pergilah duluan.
Aku di sini.
Tolong bantu disini.
Tolong. Di sini.
Cepat.
Di mana ini?
Di sini.
Ada orang di sini.
Tarik dia keluar.
Lebih kuat.
Jangan sentuh aku.
Aku mencari...
mencari tagihan...
mencari tagihan asuransiku.
Aku minta maaf.
Aku pinjam peralatanmu.
15 kilometer ke tempat tujuan.
Pria asuransi.
Itu jalan salah.
Lewat sini.
Ayo.
Tunggu.
Dengarkan aku.
Pergilah ke hulu.
Aku petugas kereta api.
Aku berpengalaman.
Jangan berhenti.
Terus jalan.
Lari.
Sudah dekat tempat tujuan.
Ibu sakit.
Kapan kau pulang?
Ibu harus dibawa ke rumah sakit.
Kenapa berhenti?
Nona.
Boleh kupinjam jaketmu?
Jaket.
Pakailah.
Kapas itu terbang menuju...
kearah angin...
Ada angin ada jalan keluar.
Angin datang dari atas.
Ayo pergi.
Kau lihat?
Angin datangnya dari sana.
Aku akan memeriksanya.
Kenapa dia terburu-buru.
Tahan.
Tahan.
Kau tak apa?
- Tahan. - Tahan.
Tarik dia.
Tarik lebih kuat.
Jangan lepaskan.
Hitunglah berapa detik.
Coba kau hitung berapa detik...
sebelum kau mendengarnya menyentuh tanah.
Lalu katakan padaku... / Baik.
Tiga detik
5 meter detik pertama.
15 meter detik ke-2.
kedalaman 44 meter.
Terlalu dalam.
Tidak mungkin bisa dilewati.
Baiknya kita harus kembali.
Ikuti kakek.
Terima kasih kakek.
Kau orang tuaku.
- Tak perlu. - Apa maksudmu?
Sekarang. / Apa.
Ada apa?
Kau muntah.
Bantu dia berdiri.
Benjolannya besar.
Kepalanya berdarah.
Jangan bergerak.
Aku coba saja.
Pokoknya kita harus menyeberanginya.
Jangan gugup.
Diamlah.
Kau sadar apa yang kau lakukan?
Aku bisa...
kalau saja dia tak menganggapmu sebagai manusia...
dia takkan obati.
Kondisinya terlalu parah.
Kita tak bisa mengoperasi kepalanya.
Aku perban saja kau.
Kau mau manjat keatas.
Simpul brin.
Kau kebanyakan nonton TV.
Kau harus lakukan dengan baik.
Hati-hati.
Hati-hati.
Turunkan talinya.
Pegang kuat-kuat.
Kita pasti bisa keluar.
Kakek.
Kakek.
Tarik lebih kuat.
Tahan talinya. Tunggu, kakek.
Tahan. Tarik kuat.
Kakek, kau tak apa?
Kau tak apa?
Tahan.
Aku tidak bisa menariknya lagi.
Lebih kuat.
Data ke 4 sudah sampai.
Dengan pengalamanku...
dalam 72 jam...
bagian itu akan bergeser meninggalkan pangkalan
Kita harus amankan sebelum terjadi ledakan itu.
Bagaimana?
Bagaimana melakukannya?
Aku butuh...
analisa desainnya...
dan uji modeling.
Perbesar bagian kiri.
Dibutuhkan setidaknya 5 jam....
untuk membuat rencana akhir untukmu.
Masih ada 72 jam lagi...
sebelum longsor terjadi.
Rencanamu...
butuh waktu 5 jam.
Kau bisa melakukannya?
Terserah kau sajalah.
Itu gunung...
bukan mainan anak-anakmu.
Aku butuh waktu untuk memahaminya.
Semakin lama waktu yang dibutuhkan...
semakin banyak korban.
Aku tak mau melihat hasilnya.
Sambungkan ke Tn. Lin.
Pusat Komando Penyelamatan Nasional.
Ding Yajun.
Jelaskan sama para pimpinan secara singkat...
apa harus 'diledakan dan menyelesaikannya.'
Mengingat strukturnya bebatuan...
kita bisa gunakan teknik sasaran pengeboman...
untuk menghancurkan bagian gunung yang paling berbahaya.
ke...
bagian aman...
untuk meminimalisir korban.
Jadi kami akan selesaikan dengan meledakkan gunung.
Bolehkah kuajukan diluar pertanyaan?
Berhubung sekarang harus diledakkan.
Kita akan mengebom langsung gunung itu.
Ini sangat berbeda dari biasanya.
Peledakan sasaran....
membutuhkan posisi...
kedalaman dan segi...
waktu agar bisa tepat sasaran.
Kita harus mengontrol tiap titik peledakan....
Dalam hitungan waktu milidetik...
untuk mencapai tujuan kita.
Aku tahu.
Kami adalah sasaran serangan.
Kami juga sasaran yang harus diselamatkan.
Apa pun yang diperlukan...
usulkan ke mereka sekarang.
Kami akan mendukungmu sepenuhnya.
Ayo pergi
Cepat.
Tahan.
Hati-hati.
Ambil.
Ini bahan peledak tinggi.
Bahan peledak tinggi.
Kau harus pastikan angkanya.
Ayo pergi.
Ada lagi.
Tidak ada lagi.
Ada lagi di mobil hopper.
Tidak ada.
Hong Yizhou.
Hong Yizhou.
Siapa disana?
Ayah.
Tetaplah di situ.
Tunggu aku.
Luar biasa.
Bagaimana keadaanmu?
Masih hidup.
Ayo.
Kau tak apa?
Aku tak apa.
Kenapa kau kemari sendirian?
Aku tak ada waktu beri tahu orang lain.
Ada reruntuhan diluar sana.
Reruntuhan.
Apa berbahaya untuk terowongan ini?
Kenapa kau kemari?
Harusnya kau di terowongan.
Aku kemari mau menyelamatkanmu.
Apa?
Kubilang, kita harus naik sekarang....
menemukan jalan keluar.
Naik lewat sini.
Ayo.
Lima jam...
dengan hasil semacam itu.
Lagian apa masalahnya.
Jika kita bisa bobol bagian dari terowongan..
mungkin saja bisa.
Jangan pernah memikirkannya.
Semuanya.
Kita akan rubah rencananya.
Cepat selesaikan makanmu.
Bersiap untuk panggilan.
Semuanya.
Kita akan rubah rencananya.
Cepat selesaikan makanmu.
Bersiap untuk panggilan.
Makanlah selagi masih hangat.
Aku tidak lapar.
Terima kasih.
Pergilah bersama Insinyur He.
Jangan marah.
Aku tahu.
Tim pencari yang kau butuhkan.
Sedang kuusahakan.
Siapa saja yang memasuki gua.
Nn. Ding.
Insinyur He.
Sensor bantuan dari Hong Yizhou...
masih menerima data.
Pahlawan super.
Jalan masuk yang kau masuki...
sudah tertutup.
Bisakah kita keluar?
Ponselku mau lobet.
Ayo hemat energi.
Kurangi bicara.
Kenapa kau ada di bawah truk?
Kau bersembunyi.
Ayah melarangku bermain game.
Dia memukuliku juga.
Aku mau ke nenek-ku.
Ini persimpangan.
Ini pusaran air.
Kakek.
Lewat mana.
Biar kulihat.
Lewat sini.
Salah arah.
Jalan keluarnya lewat sini.
Kenapa bisa begitu?
Biar aku kasih tau,
dengan pengalamanku selama 40 tahun.
Ayah. / Tahun 1981...
kami memantaunya saat itu.
Bersama atasanku saat menjelajahi gua...
kami tersesat.
Sepanjang jalan...
kami melawan angin.
Kami keluar dari gua.
Angin...
berasal dari sini.
Tolong, pakailah ini.
Aku tak mau marah lagi.
Tolong pakai.
Tolong.
Ini musim panas atau musim dingin?
Musim panas.
Sekarang musim dingin.
Bagaimana bisa musim dingin?
Suhu di dalam berubah lebih sedikit.
Suhu di luar lebih tinggi.
Aliran udara masuk ke dalam. Suhu luar lebih rendah.
Aliran udara keluar.
Jadi angin berlawanan.
Kau salah.
Bersama rekan-rekanku...
kami melawan angin.
Saat dalam perjalanan..
kami kebetulan bertemu denganmu.
Jadi arahnya...
benar.
Karena suhu di luar...
masih tinggi.
Jadi kau lawan arah angin..
itu tak apa.
Tapi sekarang..
ini sudah tengah malam.
Suhu di luar mendekati nol.
Kau mengerti?
Lewat sini.
Semoga saja kau benar.
Nn. Ding.
Ini bebatuan rapuh.
Sudah terjatuh.
Sangat tepat memasang peledaknya di sini.
Cuma di sini.
Masukkan datanya.
Ini rencana barunya.
Rencana baru ini...
tak bakal merusak jembatan. / Baiklah.
Sangat bagus.
Ini sangat bagus.
Sekarang saatnya masuk.
Mulai. / Ayo.
Mulai. / Oke.
Ayo pergi. / Berhenti.
Pelan-pelan.
Cepatlah teman-teman.
Pelan-pelan.
Ayo kawan.
Semoga berhasil.
Lu Xiaojin.
Tunggu.
Tetap berkomunikasi. / Oke.
Jaga dirimu.
Jangan khawatir.
Data yang kau temukan hari ini begitu penting.
Bagus sekali.
Data itu dari Hong Yizhou.
Dia lumayan.
Tidak ada berita...
kabar baik.
Aku yakin dia aman.
Minum pelan-pelan.
Ini miras.
Aku tahu kau merindukannya.
Solusi antikedinginan yang sebenarnya.
Nn. Ding.
Kau tahu sifatku.
Firasat kita sama.
Aku mengerti.
Sekarang....
Aku mengkhawatirkan Hong Yizhou dan rekan-rekannya.
Batu-batu ini sangat indah.
Cepatlah.
Benda putih apa ini?
Bunga kristal gipsum.
Selidiki.
Hati-hati.
Jika kita tak bisa keluar.
Asuransi tak ada gunanya.
Kayaknya tak lama lagi retak.
Cepatlah.
Kita hanya bisa berhenti di lubang besar.
Ayo...
Kau yakin jalan keluarnya ada di sini?
Ada apa?
Aliran udara jadi lambat...
mungkin dibelakang sana ada longsor.
Apa?
Tidak ada.
Aku tak begitu mendengarmu.
Apa yang kuyakini...
kita tak bisa kembali...
cuma bisa maju ke depan.
Aku tahu.
Tunggulah disini.
Aku turun dulu mau periksa keadaannya.
Tak mungkin.
Tidak mungkin.
Seperti apa kondisinya disana?
Tak ada jalan lagi.
Tunggu.
Katakan sekali lagi.
Kubilang tak ada jalan.
Cuma kolam air.
Tapi kurasa kita tak salah...
apa yang barusan kulihat.
Ketinggian air tidak begitu tinggi.
Baru saja naik...
dan menutup jalan keluar ini.
Tak ada jalan keluar disini.
Kita harus cari cara lain.
Kita bisa coba.
Ayah, kau bercanda?
Kita tak punya tabung oksigen.
Tidak ada alat bantu pernapasan.
Tak ada peralatan lain.
Gimana melacaknya.
Tidak ada peralatan kecuali kita.
Yizhou.
Kau tak ahli dalam hal ini.
Mendaki gunung...
aku gurumu.
juga berenang.
Kau bisa berendam dalam air tanpa bernafas...
sedalam 50 meter.
Aku tahu kau bisa.
Apa masalahnya?
Tidak, ayah.
Seberapa jauh ke luar.
Entahlah.
Ada lubang di tengah?
Aku tidak tahu.
Bagaimana cara mengetahuinya?
Tak ada cara mendeteksinya.
Kau takut air.
Maksudku kita bisa tunggu..
Kita bisa tunggu di sini.
Kita tunggu saja disini.
Ini yang paling aman....
dan cara terbaik.
Bagaimana aku bisa menunggu?
Di atas sana...
sering terjadi keretakan.
Jalan keluar ini mungkin...
akan tertutupi.
Ada beberapa nyawa di sini.
Orang asuransi itu..
kepalanya terluka.
Dia mengalami pendarahan.
Kayaknya ada kesalapahaman.
Ada anak disana.
Bagaimana kita bisa menunggu?
Tak bisakah kau bicara sedikit keberuntungan.
Kau takut air.
Makanya kau tak berani turun.
Biar aku yang lakukan.
Ayah....
Jangan konyol.
Kau mau mati, ya?
Kok bisanya aku...
punya anak sepertimu.
Lemah.
Pengecut.
Aku mau bantu Kakek.
Tetaplah disini.
Anak tak berguna.
Ayah terbaik dalam segalanya.
Aku selalu melihat ibuku di dalam air.
Ibu, kita akan langsung ke rumah sakit.
Jangan khawatir.
Tanpa Ayah...
Aku bersamamu.
Ibu terjatuh ke dalam air tapi aku tak bisa menyelamatkannya.
Aku tidak bisa menyelamatkannya.
Aku tahu..
sejak kecil sampai sekarang...
kau tak pernah mengakuiku.
Umurku 30 lebih sekarang.
Aku selalu salah di matamu.
Apapun yang kulakukan selalunya salah.
Karena...
Karena aku menenggelamkan ibuku.
Yizhou..
jangan menyalahkan dirimu.
Kau masih 12 tahun saat itu.
Kau masih anak-anak.
Mana mungkin aku menyalahkanmu?
Kau tidak menyalahkanku.
Kau sadar akan ucapanmu...
kau tidak pernah menyalahkanku.
Kau sudah pikirkan ucapanmu, kau tak menyalahkanku?
Kau tahu...
Aku gak berani masuk kedalam air...
bukan karena aku lembek.
Aku tak berani masuk kedalam air...
karena di dalam air...
aku akan melihat ibuku.
Dia sedang berjuang.
Aku mau menariknya....
tapi aku tidak bisa menariknya.
Aku tidak bisa..
Bagaimana pun aku tak bisa menariknya.
Kenapa?
Aku menelponmu...
kenapa kau tidak pulang?
Kenapa kau tak angkat teleponku.
Kenapa kau tak angkat teleponku.
Terjadi kecelakaan.
Ada semburan lumpur.
Aku harus pergi menyelamatkan.
Penyelamatan.
Kau satu-satunya yang menyelamatkan?
Kau satu-satunya?
Tapi kau lebih dibutuhkan di rumah.
Kau satu-satunya ayahku.
Kau satu-satunya suami ibuku.
Dia membutuhkanmu membawanya ke rumah sakit
Dia membutuhkanmu membawanya ke rumah sakit
SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA DEPOSITNYA CUMA 5.000
Dengan bonus SPEKTAKULER Daftar sekarang di recehoki.net
Daftar sekarang di recehoki.net Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah!
Lu Xiaojin.
Akhirnya kutemukan...
seorang ahli sungai bawah tanah.
Hubungi dia sekarang.
Temukan jalan keluarnya.
Kusuruh dua orang pergi bersamamu....
membawa Hong Yizhou kembali.
Hati-hati.
Nn. Ding.
Jalan keluar lain sungai bawah tanah...
sudah dikirimkan ke tim penyelamat.
Untuk meledakkan dan mengamankannya kita kekurangan orang.
Aku sendiri yang kesana.
Airnya surut dengan cepat.
Bagaimana bisa?
Ada yang tidak beres.
Arah longsor.
Nn. Ding.
Sesuatu terjadi di tempat Sun Guowei.
Ada yang terluka terkena reruntuhan batu.
Langsung ke layar utama.
Ini tiba-tiba.
Kita dibuat tidak siap.
Kok bisa?
Ini data yang terbaru.
Struktur batuan gunung...
dalam sejam....
mendadak berubah.
Apa yang kita lihat sebelumnya...
tak seperti sekarang.
Kita telah menetapkan keputusan yang salah.
Arah longsoran...
menuju kota.
Total volume lumpur...
bisa mencapai 30 juta ton per kubik...
beratnya 50 ton.
Tadi malam...
kenapa kau tidak menemukannya.
Retakan itu sangat tersembunyi.
Dan longsoran itu mulai bergerak dengan jelas..
baru terdeteksi.
Data yang dikirim kembali oleh satelit...
baru saja membuktikan perubahan ini.
Berdasarkan data satelit...
longsoran pegunungan Yundang beruubah arah...
bergerak menuju ke Kota Yunjiang.
130 milimeter.
Longsoran tanah...
mungkin dalam waktu 2 jam...
akan lepas dari dasarnya.
Dari dasar pergeseran...
cuma butuh 3 menit...
akan mengantam kota.
Bukan cuma menghantam seluruh kota...
tapi mengancam pabrik kimia di luar sana.
Segera lakukan rencana tanggap darurat nasional.
Semua pasukan segera bertindak...
mengevakuasi warga.
Kau harus tetap waspada.
Semua departemen lain...
bersiaplah...
menerima perintah kapan saja...
untuk mengambil tindakan selanjutnya. / Siap!
Semua warga.
Semua warga Kota Yunjiang.
Aku gubernur Ling Xufeng.
Kuminta kalian semua sekarang....
mematuhi himbauan pemerintah...
agar mengungsi kemari.
Sekarang juga.
Tinggalkan semuanya tapi selamatkan orang2.
Kalau saja kita selamat...
kita akan bangun kembali rumah kita.
Jadi kita harus selamat.
Kita harus percaya pada partai dan pemerintah.
Ini satu-satunya pilihan yang tepat.
Sekarang ikuti kami.
Semua pekerja di Gunung kembali....
ke kota.
Kami akan kirimkan sebanyak yang kami bisa.
Nn. Ding.
Peringatan darurat dari pusat cuaca...
badai akan datang lebih dulu...
dan itu adalah badai besar.
Kapan? Sebentar lagi.
Ada susulan.
Cepatlah.
Ada susulan. / Cepatlah.
Guru.
Jangan takut.
Kenapa kau masih disini.
Ayo cepat.
Pusat Kontrol.
Korban ditemukan di air.
Periksa sekarang.
Korban selamat dari lubang pembuangan.
Baiklah.
Tim penyelamat segera datang.
Masih banyak yang selamat di dalam gua.
Dibutuhkan bantuan tenaga untuk penyelamatan.
Cepatlah.
Permukaan air naik.
Nn. Ding.
Masih banyak warga kota yang belum pergi.
Apa?
Kita harus bagaimana?
Kayaknya...
cuma ini jalan satu-satunya...
memasang peledak tinggi...
di dalam terowongan.
Maksudmu mau meledakkan terowongannya.
Kami sudah kerjakan lebih dari 10 tahun. Dan akan segera selesai.
Dan kau mau hancurkan.
Getaran gelombang dari terowongan...
akan membawa bebatuan Gunung Luzhang...
menuju ke Kota Yunjiang...
dan Gunung Yundang...
akan membentuk penghalang.
Mau ledakkan terowongannya. Kenapa denganmu?
Maksudmu apa?
Ide apa itu?
Kau gila?
Menyelamatkan orang itu memang penting.
Tapi kita tak bisa meledakkan terowongan itu.
Bangunannya terlalu kokoh untuk diledakkan.
Jika tidak ada terselamatkan, kita kehilangan terowongannya.
Ini ilmu pengetahuan.
Diamlah.
Berdasarkan data...
ini cara satu-satunya.
ini cara satu-satunya.
Diamlah.
Ini idemu.
Kuberitahu...
pergilah jangan kembali.
Bisakah kau melakukannya?
Tenanglah.
Aku bisa mengerti perasaanmu.
Tapi rel kereta cepat ini,
terowongan ini...
juga milik negara.
Orang-orang setempat...
mengandalkannya...
sebagai penghasilan.
Kau taruh dimana otakmu?
Tidak ada cara lain.
Insinyur He.
Kau akan pensiun dua bulan lagi.
Saat terowongannya selesai,
sudah saatnya kau pensiun.
Ini akan sempurna.
Hentikan dia.
Tapi ini cuma satu-satunya cara.
Beginilah jalan hidupku...
kubangun terowongan yang terakhir.
Tulang lututku...
patah karena terowongan ini...
Sekarang, kita harus bersikap dewasa.
Tapi kita menggunakan tangan kita sendiri...
untuk menghancurkannya.
Rencanamu...
berapa tingkat keberhasilannya?
Dengan semua bahan peledak ini...
tingkat keberhasilannya...
bisa diatas 45%.
Menghadapi bencana...
dalam peradaban Dunia Barat...
mereka mengandalkan Bahtera Nuh.
Dalam peradaban Cina kita percaya pada...
Jingwei, yang bisa melindungi...
lautan manusia dan bisa memindahkan gunung.
Gandakan peledaknya.
Ledakan terowongannya.
Hati-hati.
Jangan sampai jatuh!
Ada orang.
Semua orang yang terjebak sudah diselamatkan.
Kami bawa mereka ke pusat darurat.
Kami akan sampai 15 menit lagi.
Semua terselamatkan.
Baiklah.
Sekarang....
kami berada di helikopter menuju rumah sakit.
Aku mau ucapkan terima kasih pada orang baik dan pemberani.
Apron parkir sudah siap.
Cuaca cerah.
Yang terluka akan dibawa ke ruang operasi.
Baiklah.
Ayah.
Minumlah yang hangat.
Seumur hidupku belum pernah minum kopi.
Ayah minumlah.
Sedikit saja.
Nak, minumlah.
Minumlah....
untuk hangatkan dirimu.
Aku baik-baik saja, ayah.
Ayo, minumlah.
Ayo.
Ayo.
Baiklah, kuminum.
Kapten
Izin berbicara.
Bisakah kau beri pengecualian?
Tolong bantu aku menghubungi...
frekuensi departemen proyek.
Tak masalah.
Kami takkan pergi.
Kami tak mau pergi.
Kita bisa selamatkan orang-orang.
Tapi jangan meledakkannya
Pergilah jika kau mau.
Aku tak bakalan melakukannya.
Kau bilang kita harus melakukannya.
Kau yakin kita bisa menyelamatkan mereka dengan meledakkannya.
Mau meledakkan di sini.
Mau meledakkan di sana.
Kau mau apakan masyarakat sipil?
Tidak mungkin.
Dengarkan...
Ini hasil keringat dan darah kami.
Kami tak bakalan melakukannya. Tak bakalan.
Kami tak mau melakukannya. Tidak.
Tenanglah.
Biar Nn. Ding selesaikan.
Apa yang kami rasakan soal terowongan ini...
sama seperti dirimu.
Di terowongan ini....
lebih dari 10 tahun aku kerjakan.
Ini masa sulit dalam pencapaian.
Tapi sekarang...
kita harus...
ledakan terowongannya.
Karena cuma itu...
satu-satunya cara...
menyelamatkan kota.
160 ribu orang di Kota Yunjiang...
dalam waktu dua jam tak bisa...
keluar dari kota.
Kita tak punya pilihan lain.
Pilihan pertama kita adalah menyelamatkan orang.
Teman kita dulunya prajurit kereta api.
Mereka berada di masa perdamaian.
orang2 yang paling berkorban.
Hari ini kita masih...
seorang prajurit.
siapa yang bisa berjuang...
dan yang bisa berkorban?
Terowongan itu bisa dihancurkan.
Tapi bisa digali lagi.
Jembatan bisa rusak.
Tapi bisa dibangun kembali.
Bagaimanapun....
kita bisa mengerjakannya selama 10 tahun lagi.
Aku sudah beristri dan punya anak.
Aku memikirkan...
andai keluargaku ada di sana.
Mereka pasti menunggu untuk diselamatkan.
Ayo. / Terima kasih kepada kalian semua.
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Ayo lakukan.
Aku datang.
Nn. Ding.
Hong Yizhou memberimu...
sebuah ide.
Di samping Gunung Yundang..
ada sebuah bukit...
bernama Bukit Niuguan.
Jika kita pasang peledaknya di sana....
meledakkan lebih dulu bukit itu....
akan membentuk sebuah penghalang...
diantara kota dan Gunung Yundang.
Mungkin ini bisa menyelamatkan kota.
Ayo.
Katanya retakan bukit Niuguan bisa...
diledakkan.
Nn. Ding...
jika kita pasang peledaknya di bukit...
tingkat keberhasilannya 90%.
Hubungkan ke helikopter. / Oke.
Jalan masuk gua berada pada sudut negatif.
Helikopter tak bisa mendekatinya.
Kami cuma bisa upayakan memasang titik jangkar dari jauh.
Lakukan. / Oke.
Sudah selesai.
Zhao Qiao.
Dia terluka.
Tarik dia ke atas.
Pusat Kontrol.
Batu-batu di jalan masuk terlalu rapuh untuk memasangnya.
Kami tak berhasil.
Jika kita bisa kirim peledaknya ke sana.
Rencananya tak berhasil.
Kapten.
Kita sudah dekat jalan masuk gua.
Aku bisa naik ke sana membawa peledaknya.
Kami disiplin.
Kami tak bisa dibodohi.
Ini tak membodohi siapa pun.
Kami lakukan ini...
demi menyelamatkan banyak orang.
Juga selamatkan terowongan dan kota.
Kau usahakan sedekat mungkin...
dan menurunkanku.
Aku satu-satunya yang bisa lakukan ini sekarang.
Percayalah padaku.
Aku sudah pernah mendaki puncak Qomolangma Everest.
Ayah, aku bertekad...
akan melakukan hal yang luar biasa.
Jika kau jadi aku,
kau pasti akan melakukannya.
Ikuti.
Cepat ikuti.
Cepat.
Ikuti jalannya.
Masuk gua.
Masuk ke dalam.
Cepatlah.
Jalan terus.
Jalan masuk gua berada pada sudut negatif.
Aku tak bisa mendekatinya.
Ada peron di arah jam 2.
Kuturunkan kau di sana.
Oke.
Hong Yizhou.
Begitu kau sampai di sana....
kemungkinan kau tak bisa kembali.
Aku tahu.
Tapi ini takkan sia-sia.
Ayah.
Sampai jumpa.
Kau siap?
Kau bertugas di tentara.
Ayah, kenapa kau disini?
Kau tak bisa melakukannya sendirian.
Kita harus bekerja sama.
Ayo.
Nn. Ding.
600 KG bahan peledak....
sudah siap.
Aku akan ikut denganmu...
dan dua staf peledakan lainnya.
Nn. Ding.
Nn. Ding.
Tugaskan yang lain.
Kau disini saja mengomandoi.
Aku harus pergi bersama tentaraku.
Bersama-sama.
Nn. Ding.
Insinyur He dengarkan aku.
Aku mengizinkanmu.
Jika aku tidak bisa selesaikan pekerjaan
terowongan ini....
kau beri perintah untuk meledakkannya.
Kau seorang prajurit kereta api senior.
Tinggallah di sini.
Kau sudah hilangkan kekhawatiran kami.
Kembalilah selamat.
Teman-teman.
Kutahu kalian semua merasa kedinginan...
dan takut.
Tapi kita tak boleh menyerah.
Jika kita bisa bertahan...
kita bisa...
tunggu kedatangan paman dan bibi...
untuk menyelamatkan kita.
Jika kau merasa kedinginan...
gosok saja tanganmu, oke.
Bibi..
aku tak mau menangis.
Tapi aku tidak bisa menahannya.
Aku tahu...
asal kalian dari gunung...
kau bisa nyanyikan lagu.
Siapa yang mau bernyanyi?
Bisa kau mengajariku bernyanyi?
Siapa yang bisa...
bernyanyi untukku.
Kata ibu...
jika kau punya harapan...
berteriaklah...
ke lembah yang curam.
Suaramu akan memantul...
dengan gema kekuatan.
Itu akan menemanimu.
Kata ibu.
jika kau punya harapan...
berteriaklah...
ke lembah yang curam.
Suaramu akan memantul...
dengan gema kekuatan
Itu akan menemanimu...
dan bernyanyi bersama denganmu.
Lembah berkata...
Aku mau pergi jauh...
ke ujung langit..
membawa kembali matahari yang abadi
untuk menerangi seluruh...
kota kelahiranku.
Jadilah pemberani dan majulah.
Kau akan lihat... sebuah harapan.
Qi Lei...
mantan anggota pilot...
pesawat perang angkatan udara PLA Cina.
Aku bersama Hong Yizhou di pesawat.
Aku diminta pimpinan...
bertanggung jawab atas....
penerbangan sementara ini.
Temukan tempat injakan kaki lebih dulu.
Lalu penyangga tangan.
Kapten.
Bisakah kita lebih dekat...
untuk memberikan bantuan.
Tidak bisa, sangat dekat dengan gunung.
Berbahaya buat penerbangan.
Tekanan udara...
bisa berdampak pada keselamatan mereka.
Ayah.
Kita tak bisa menyebrang.
Aku akan jadi injakan kakimu.
Tidak.
Tidak mungkin.
Ayah, meskipun kau membantuku...
mungkin aku tak bisa mencapai titik itu.
Hari ini adalah hari yang paling bahagia...
setelah pensiunku.
Sebagai seorang prajurit tua...
senang jika aku bisa bantu.
Nak.
Xiaojin gadis yang baik.
Hargai dia.
Hargai kebahagiaanmu.
Kenapa ayah bicara begitu?
Ayah, ulurkan tanganmu.
Ulurkan tanganmu.
Kau kemarilah dulu.
Cobalah kemari. Baru kita cari jalan keluar.
Ulurkan tanganmu.
Tak ada waktu lagi...
Lompatlah.
Nak.
Aku bisa menahannya.
Ikuti perintahku.
Satu.
Dua.
Tiga.
Ayah!
Bersiaplah menembak.
Nn. Ding.
Tunggu.
Ada yang mau bicara denganmu.
Tetaplah di situ.
Tim penyelamat akan datang.
Tetaplah di tempatmu.
Nn. Ding.
Nn. Ding.
Hong Yizhou.
Angkat teleponnya.
Angkat teleponnya.
Hong Yizhou.
Kemarilah.
Kemarilah.
Qi Lei.
Tahan helikopternya.
Sekarang laporkan situasinya.
Tampaknya ada angin silang.
Potong talinya.
Tidak, jangan!
Hong Yizhou.
Kemarilah.
Nn. Ding kuperintahkan kau duduk.
Kau kemarilah.
Nn. Ding.
Potong talinya.
Kemarilah sekarang.
Kemarilah.
Kembalilah.
Hong Yizhou.
Nn. Ding.
Kau mendengarku?
Nn. Ding.
Kau mendengarku.
Xiaojin.
Yizhou.
Apa itu kau?
Yizhou.
Ini aku.
Aku tahu kau akan selamat.
Aku tahu kau pasti bisa...
selamatkan orang-orang.
Kau gak apa?
Aku gak apa.
Aku bersama...
Aku bersama anak-anak.
Jangan khawatir aku.
Lindungi dirimu sendiri.
Kau mendengarku?
Oh ya.
Hari ini aku beli...
bebek dan...
wortel asam.
Kurasa...
kau suka masakanku.
Ayah pasti menyukainya juga.
Benarkan?
Gimana keadaan Ayah?
Ayahku...
Dia bilang...
kau gadis yang baik.
Hong Yizhou.
Jika kita bisa bertemu lagi.
Aku akan bersamamu selamanya.
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
27 Januari.
Cuaca.
Badai.
Membuat telingaku jadi tuli.
Orang-orang tua berkumpul lagi.
Mereka mau ke tempat kerja.
Aku tak mau pergi.
Apa gunanya?
Pensiun.
Kami tidak lagi dibutuhkan.
Dimana-mana tempat kerja sudah berteknologi tinggi...
yang semuanya di luar pengetahuan kita.
Apa gunanya berada disana.
Tapi...
Aku mau menemui anakku....
Dia membutuhkan lebih banyak...
tanggung jawab.
Aku prihatin..
apa dia bisa melakukannya dengan baik.
Dia masih muda.
Dia mengalami tekanan.
Tanpa dorongan...
dia tidak akan berhasil.
Aku harus...
menemuinya secepatnya.
Dan menahan amarahku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.