Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tidak ada hewan yang disakiti atau dibunuh selama pembuatan film ini.
Ibu Pertiwi melahirkan segalanya.
Musim panas.
Musim hujan.
Musim dingin.
Juga musim sihir.
Musim yang ditakuti oleh semua orang.
Inilah saatnya mereka yang menggunakan sihir hitam
melepaskan kekuatan untuk menguji kuasa mereka.
Mereka yang memiliki nasib buruk mungkin menjadi korban,
- akhirnya terkutuk atau lebih buruk. - Tutup toko! Pulang!
Ayo, cepat! Pergi sekarang!
Aku akan menata rambutmu besok, pergi saja!
Aku akan menutup toko.
Angin yang jahat berembus
seperti bisikan kematian itu sendiri.
Dorong, Nuan, dorong!
Aku lahir pada hari itu.
Dorong!
Ya, dorong!
Ya, Nuan! Sedikit lagi!
Dorong sekarang!
Bayinya keluar!
Dorong!
Keluar!
Dasar anak iblis!
Sembilan Tahun Kemudian
Ingin membeli bebek? Ayam? Bebek?
Bebek!
Aku tahu yang itu sudah lama.
Ini segar, percayalah.
Terima kasih.
Siapa namamu?
Baiklah, biarkan aku memberimu nama.
Mulai sekarang, namamu Panor,
jadi orang akan menyayangi dan memujamu.
Ulurkan tanganmu.
Semoga kau menjadi anak yang baik.
Umur panjang, sehat, dan makmur.
Biksu!
- Biksu! - Kepala Wihara! Kau baik-baik saja?
Astaga, Kepala Wihara! Aku tidak bisa menyentuhnya.
Biksu!
Biksu!
Biksu!
Nuan, aku sudah bilang jangan membawa anak iblis itu ke sini.
Biksu!
Biksu!
- Dasar pembawa sial. - Apa yang terjadi kepadanya?
Panor
Kelas 12
Panor Boonsuk
Satu babak lagi! Lakukan lagi!
- Lompat! - Satu, dua, tiga!
Benar! Gol!
Ayo!
Dia andal!
Kiri!
Kau yang terbaik, Pong!
Ayo, lagi.
Sangat berani.
Semua orang di sekolah tahu Pong milik siapa.
Dasar murahan.
Kau ingin aku menamparnya, Jib?
Tidak perlu.
Pulang, Anak-Anak?
Masukkan baju kalian dengan benar.
Istirahat sepuluh menit, minum air, lalu kita bermain lagi.
Baiklah, terima kasih.
Pong, ini minumanmu.
Tanah itu menelannya.
Malaikat yang jatuh, ya?
Kau baik-baik saja?
Berdiri.
Ada apa dengannya?
Apa?
Sial, cepat panggil guru!
Berhenti menggaruk!
- Apa yang terjadi kepadanya? - Aku tidak tahu.
Bawa Chompoo ke rumah sakit.
Kenapa menghalangi, Anak Sial? Minggir!
Pergi!
Ini, es kopi hitam.
Terima kasih, Paman.
- Hati-hati, jangan sampai tumpah. - Baiklah.
Mau membeli apa?
Terima kasih banyak.
Untuk kari ikan kukus pekan lalu.
- Terima kasih, Bibi. - Ya.
Kau memberiku terlalu banyak.
Simpanlah. Anggap saja itu hadiah.
Terima kasih.
Aku pikir kau harus membuat dua sampai tiga pencuci mulut lagi.
Aku akan membantumu menjualnya.
Baiklah.
Ibumu berbeda.
Dia tidak melakukan apa pun seharian,
hanya meninggalkan anaknya untuk mencari nafkah.
Apakah kau lulus SMA tahun ini?
Kau sudah memutuskan akan belajar apa selanjutnya?
Aku akan ikut ujian untuk menjadi guru.
Aku ingin menjadi guru.
Bagus.
Menurutku kau akan melakukannya dengan baik.
Belajar dengan giat.
Aku pamit, Bibi Yam.
Kari ikan kukus!
- Silakan. - Dua bungkus.
Studio Foto Trisoon
Pindah di pertengahan tahun
pasti merepotkan dalam mengurus dokumen.
Aku sudah terbiasa. Ayahku sering pindah.
Jika dia dia naik jabatan, artinya itu layak.
Namun, kau tidak punya banyak teman, ya?
Sudah selesai.
Kari ikan kukusmu, Paman Tri.
Panor.
Paman, ini temanku.
Apakah kau tidak mau tersenyum untuk fotonya?
Kenapa kau tidak tersenyum?
Seperti ini, tunjukkan gigimu. Senyum.
Ya. Tangan di pinggulmu.
Siap?
Senyum.
Terus tersenyum. Satu, dua, tiga!
Sialan!
Mau ke mana kau?
Aku menyerah!
Beri aku uangnya!
Ini hanya bunganya.
Pastikan kau melunasi seluruh utangmu ke Pak Kieng.
Piak, awas!
Polisi!
Polisi!
Polisi!
Polisi!
Jangan sentuh aku!
Kau ingin membunuhku?
Bunuh aku saja!
Sama seperti kau membunuh ibuku!
Anak iblis! Kenapa kau di sini?
Apakah Piak ada? Aku membawa pencuci mulut untuknya.
Sudah kubilang jangan mendekati putraku.
Pergi, dasar anak sial! Pergi!
Panor!
Panor!
- Pergi! - Ibu!
Panor, apa yang kau lakukan kepadanya?
Ibu!
- Anak Iblis, kau membunuh istriku! - Ibu!
Bu, ada apa? Ibu!
Itu sebabnya Piak membenciku.
Apakah kau takut padaku sekarang?
Tidak, tentu saja tidak.
Siapa yang akan takut?
Biarkan mereka berpikir apa saja.
Aku beruntung berteman dengan penyihir.
Panor, aku melihat Piak ditusuk, tapi dia tidak terluka.
Piak juga menggunakan sihir hitam?
Ini, ambillah. Aku tidak mau memakannya.
Seperti seseorang yang akan tenggelam
Berjuang mati-matian untuk berenang ke tepi pantai
Jika kau tidak menghindari patah hati
Tolong angkat yang terjatuh
Tarik aku ke tepi pantai hatimu
Aku merasa mengapung di tengah lautan air mata
Berharap langit akan memiliki belas kasihan
Membiarkan aku bertahan
Jika ada cinta sejati
Aku akan segera bersamamu, Anakku.
Apa yang Ibu lakukan?
Tolong jangan lakukan ini. Aku mohon.
Lepaskan.
Lepaskan.
Mayat siapa? Siapa dia?
Nama pria ini adalah Tos, Inspektur.
Dia menjual ikan di pasar.
Dia sudah memancing sejak dia masih kecil.
Dilihat dari keadaan mayatnya, dia tidak tenggelam.
Aum, apakah kau tahu sesuatu tentang ini?
Tadi malam, aku hanya minum dengannya seperti biasa.
Sebelum pergi, katanya dia akan memancing di dekat rumah Nuan.
Rumah Nuan?
Inspektur!
Lihat ini.
Aku pikir Tos pasti dikutuk.
Panor, kau membunuh suamiku, ya?
Panor!
Dasar jahat! Kau membunuh suamiku!
Aku akan membunuhmu!
Panor!
Panor! Aku akan membunuhmu!
Dasar gadis jahat!
Ayo, duduk di sini.
Semua orang gila di sini.
Bagaimana mereka bisa menuduhmu tiba-tiba?
Pria itu benar-benar tampak seperti dikutuk, Taew.
Apa yang kau temukan, Panor? Beri tahu aku.
Aku bermimpi aku mengikuti seorang pria ke kuil telantar.
Dia memiliki tato yang sama dengan mayat itu.
Apakah kau melihat wajahnya?
Tidak, tapi aku ingat tatonya.
Bisakah kau menggambarnya?
Bagaimana jika kita ke kuil telantar itu?
Jika kita menemukan sesuatu, aku bisa menunjukkannya ke ayahku.
Ayo, pergi.
Ada apa?
Itu terlihat sangat menyakitkan.
Apakah biasanya seburuk ini?
Ini belum pernah terjadi.
Apa? Apakah ini menstruasi pertamamu?
- Terima kasih. - Apakah kau tahu cara menggunakannya?
Aku akan mencoba.
Apakah perutmu masih sakit?
Tunggu di sini. Aku akan membeli pereda nyeri.
Bibi, bisa jaga Panor? Aku akan membeli obat.
Tentu.
Apa yang kau lakukan di sini?
Pergi, ini tidak ada hubungannya dengan pria. Pergi.
- Ini urusan wanita. - Namun, ini seru. Panor sudah dewasa.
Apotek
Taew.
- Ya? - Sedang apa kau di sini?
Kita bicara nanti, Ayah. Aku buru-buru.
- Ayo, Sersan. - Ya, Pak.
Maaf, Pak.
Aku harus pergi.
Taew!
Taew, ada apa?
Taew!
Panor, tolong aku!
Panor, aku menemukan pria dengan tato itu!
Taew!
Taew!
Taew!
Taew!
Sersan, menepilah.
Aku mendengar orang berteriak.
Taew!
Taew!
Taew!
Taew!
Taew!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang terjadi?
Taew!
Taew!
Taew!
Panor! Lepaskan putriku!
Lepaskan! Jika tidak, aku akan menembak!
Inspektur, dia hanya anak kecil.
Ambil dia.
Taew!
Taew!
Taew!
Taew! Lepaskan! Aku mencoba membantu Taew!
Apa penyebab kematiannya, Dokter?
Putrimu meninggal karena kehilangan banyak darah.
Tubuhnya menderita sobekan yang parah.
Mulai dari tenggorokan, esofagus,
perut, usus,
sampai ke area vagina.
Apakah kau menemukan senjata di TKP, Pak?
Aku hanya melihat gadis itu, Panor, mencekik putriku.
Jenis senjata apa yang bisa menyebabkan cedera seperti ini?
Keluar.
Aku tidak membunuh Taew.
Aku mencoba menyelamatkannya.
Pergi sebelum aku berubah pikiran.
Kenapa kau membiarkannya pergi begitu mudah, Pak?
Kita belum memiliki bukti terhadapnya.
Namun, jika ternyata benar, aku tidak akan membiarkannya.
Kemari!
Ibu memasukkanmu ke sekolah, kau hanya membuat masalah!
Dasar anak terkutuk!
Aku tidak membunuh Taew!
Pria bertato itu melakukannya!
Jangan terlibat dengan siapa pun
jika kau tak ingin melihat mereka mati.
Ibu!
Ibu!
Bu, buka pintunya!
Putrimu sudah mengalami menstruasi. Sudah waktunya.
Jaga dia.
Bu!
Bu, aku mendengar sesuatu.
Bu!
Mantra apa itu, Bu?
Pak Yim!
Kelas 12
- Kalian sudah mendengar tentang Taew? - Apa yang terjadi?
Mayatnya mengerikan.
Seluruh tubuh, lengan, dan kakinya penuh luka.
Darah di mana-mana. Memikirkannya saja membuatku merinding.
Keriting?
Apakah itu Keriting?
Apa yang dia lakukan?
Jangan khawatir, Taew.
Siapa pun itu,
aku akan menyeretnya keluar dan membuatnya membayar.
Dia cantik.
Dia seperti malaikat.
Dia cantik.
Kau tidak perlu melakukan pekerjaan sekolah.
Kau tidak tahu para siswa tergila-gila padamu sekarang?
Kau dapat memerintah mereka semaumu.
Kalau begitu,
bisakah kau melakukan sesuatu untukku, Pong?
Tentu. Apa yang kau butuhkan?
Aku dengar dahulu ada kuil di pulau ini,
tapi setiap biksu yang tinggal di sana meninggal.
Jadi, itu telantar.
Ini tidak telantar.
Orang-orang masih datang ke sini.
Jib.
Terima kasih, Pong.
Aku percaya sekarang bahwa kau benar-benar mencintaiku.
Kau berbicara dengan Panor. Apakah kau menyukainya?
Tidak, kenapa aku menyukainya?
Buktikan.
Aku sudah menepati janjiku.
Jangan lupa minta ayahmu menghapus utang keluargaku.
Tentu.
Kau mau ke mana?
- Kemari. - Lepaskan aku!
- Kau mau ke mana? - Kemarilah.
- Kemari! - Lepaskan!
- Kemari. - Lepaskan!
Duduk dengan tenang.
Pegang dia, ayo! Kenapa kau menolak?
- Lepaskan aku! - Diam!
Lepaskan!
Sangat kuat, ya?
Nue, tolong!
Hei!
- Siapa itu? - Piak.
-Pong -Pong, kau baik-baik saja? Pong.
Pong.
Kau berbicara dengan Panor. Apakah kau menyukainya?
Tidak.
Kenapa aku menyukainya?
Buktikan.
Terima kasih.
Jangan pikir aku bersikap baik kepadamu.
Yang boleh menyiksamu hanya aku.
Bela dirimu. Jangan biarkan mereka merundungmu.
Jika tidak ingin dirundung,
jangan sampai ada yang berani mengacau denganmu.
Piak menghajar kita.
Sial, sekarang dia bisa berkelahi.
Apa-apaan?
Apa yang merasukimu, Panor?
Enyah!
Tidak!
Aku menyakiti beberapa orang di sekolah.
Aku sudah mencoba...
Namun, aku tidak bisa mengendalikan diri.
Setidaknya kau tidak melakukan sesuatu yang lebih buruk.
Maafkan mereka, ya?
Totem pengendalinya sangat kuat kali ini, Biksu.
Tolong tahanlah.
Paman Tri.
Kau aman sekarang, Panor.
Aku menyuruhmu menjaganya, dan kau tidak bisa!
Ibu!
Rasakan ini!
Berengsek!
Kenapa kau menyakiti ibuku?
Ibumu?
Dia tidak menganggap dirinya sebagai ibumu, Panor.
Dia hanya dibayar untuk melahirkanmu, dasar bodoh.
Pekerjaanmu di sini sudah selesai. Keluar dari sini.
Pergi!
Bu.
Bu.
Giliranmu untuk mengambil alih tugas ibumu.
Kau telah menyia-nyiakan 18 tahun hidupku, Panor.
Lepaskan aku!
Kau yang membunuh Taew!
Kau alasan Taew meninggal.
Lepaskan!
Ikut Ibu.
Bu, ada apa ini?
Jangan bertanya sekarang.
Panor, merunduk.
Panor, merunduk!
Bu!
Bu!
Pergi!
Pergi!
Bu!
Tolong kami!
Tolong!
Bu, cepat!
- Bu! - Nuan.
Nuan.
- Nuan. - Bu!
Tolong jaga anakku.
Maaf...
Anakku.
Bu!
Bu!
Hei, Piak, sedang apa kau di sini?
- Sedang apa kau di sini, Sersan? - Ada apa denganmu?
Seluruh pasar sedang kacau. Pla meninggal.
Si Jib itu membuat keributan bahwa Panor mengutuk Pla.
Sersan, periksa secara menyeluruh.
Ya, Pak.
Sersan, tidak ada apa-apa di dalam ruangan.
- Di lantai atas. - Ya, Pak.
Apa-apaan ini?
- Sersan. - Ya, Pak.
Gila!
Dia bilang
Ibu dibayar untuk mengandungku.
Apa artinya itu, Bibi?
Itu dia.
Apa ini, Kepala Wihara?
Nuan ingin menjadi penyanyi.
Namun, Ayah dan Ibu tidak mau,
jadi dia kabur dari rumah.
Dia berencana untuk pindah ke Bangkok untuk meraih mimpinya.
Sampai suatu hari...
dia bertemu dengan para pemuja itu.
Mereka menawarinya sejumlah besar uang
untuk...
mengandung anak.
Beberapa sekte sihir hitam
memiliki cara untuk menjaga agar kekuatan mereka tidak memudar
dengan menyimpannya di rahim wanita,
jadi anak yang lahir akan mewarisi sihir mereka.
Pasti mayat anak itu
diserap oleh Panor ketika mereka berada di dalam rahim.
Semua sihirnya, oleh karena itu, tetap di tubuh Panor.
Nuan sempat menulis surat kepadaku.
Kau dapat membacanya sendiri.
Kehidupanku sudah berakhir.
Anak yang mereka inginkan meninggal di dalam rahim.
Aku tidak bisa pergi ke mana-mana
sampai aku membesarkan anak lain
sampai cukup umur untuk memiliki anak untuk mereka.
Apa yang harus aku lakukan?
Sejak anak terkutuk itu lahir,
kehidupanku hanyalah kesengsaraan.
Anak itu lahir untuk menghancurkan hidupku.
Aku membencinya, Ni.
Aku tak pernah menganggapnya sebagai anakku.
Namun, kau tahu?
Tidak peduli betapa kejamnya aku kepadanya,
dia tidak pernah mengeluh.
Dia menyayangiku
dan tidak pernah meninggalkanku.
Setiap kali aku melihatnya belajar giat,
aku merasa sangat bersalah terhadapnya.
Apakah dia tahu betapa buruknya masa depannya?
Setelah semua yang telah aku lakukan kepadanya, Ni.
Haruskah aku membencinya
atau menyayanginya?
Maaf, Anakku.
Bu!
Bu!
Kemari.
Panor!
Panor! Nak.
Tahan, Panor.
Mereka mencoba menariknya kembali.
Tetap kuat, Nak!
Lepaskan!
Panor! Tidak!
Kau berani melawanku?
Lepaskan!
Tidak! Jangan lakukan ini!
Bu, tolong aku!
- Tetap kuat! - Tolong aku!
Satu-satunya cara untuk menyelamatkanmu,
kau harus melepaskan kekuatan di dalam dirimu.
Namun, ingatlah,
kekuatan akan tetap bersamamu sampai hari kau mati.
Apakah kau melawanku?
Datanglah!
Taew!
Kau ingin aku menjadi iblis!
Maka, aku akan menjadi iblis!
Panor!
Kepala Wihara.
Apa yang Panor lakukan kepadamu?
Panor dapat mengeluarkan kutukan dari orang lain
dan memasukkannya ke dalam dirinya.
Ketika dia sadar dia memiliki kemampuan ini,
dia diam-diam membantuku.
Pada hari ibumu meninggal,
dia sebenarnya berusaha menyelamatkannya.
Setiap kali Panor menarik sesuatu dari orang lain
dan menyimpannya di dalam dirinya,
itu sangat menyakitkan, tapi dia tak pernah beri tahu siapa pun.
Panor, lepaskan!
Bu!
Entah bagaimana ramuan cinta yang diam-diam Ayah buat
- berakhir di ibumu. - Menginginkan dagingku, merindukanku.
Membelai jiwaku.
Kenapa Ayah tidak memberitahuku?
Ayah takut.
Maaf, Nak.
Terima kasih.
Jangan pikir aku bersikap baik kepadamu.
Yang boleh menyiksamu hanya aku.
Kau mau ke mana?
Aku akan memburu Panor. Kita telah meremehkannya.
Dia sudah membangunkan mata ketiganya.
Sebelumnya, dia tidak tahu cara menggunakan sihirnya.
Aku tidak akan membiarkan dia memiliki apa yang kita percayakan kepadanya.
Tidak. Kau tinggal di sini.
Saat ini, sihirnya tidak stabil.
Sebentar lagi, dia akan mendatangimu.
Bisakah kau tinggal sedikit lebih lama?
Ayahku jarang pulang larut malam.
Jangan terburu-buru pulang.
Kenapa kau sangat diam?
Apakah kau memikirkan Panor?
Kau sangat cemburu.
Sudah kubilang aku tidak menyukainya.
Kau tahu itu, Jib.
Jangan terlalu memikirkannya.
Tidak, 'kan?
Pong,
kau sudah mendengar rumornya?
Dia berkelahi dengan ibunya.
Kata orang rumahnya penuh darah.
Aku pikir mereka benar.
Kenapa?
Kau merindukannya?
Apakah kau gila?
Siapa yang akan merindukannya?
Baguslah dia pergi.
Jika dia kembali,
dia dalam masalah.
Apakah kau tidak takut padanya?
Dia menggunakan sihir gelap.
Aku tidak takut.
Aku punya barang bagus.
Darah anjing hitam
untuk mematahkan kutukan.
Kau sangat banyak akal.
Baiklah, aku harus pulang.
Ya.
Pergilah.
Aku akan pergi.
Sampai jumpa.
Panor!
Kau sangat merindukanku, 'kan?
Ini aku.
Ini abu Pla.
Kenapa takut?
Bukankah dia penata rambut pribadimu?
Kau sudah memiliki Jib, 'kan?
Ini putri kepala desa yang baru saja pindah.
Dia sangat cantik.
Bagaimana bisa aku melewatkannya?
Tujuanmu sangat tinggi.
Yantra "Kuda Merayu Gadis"
adalah yang tertinggi dalam sihir cinta.
Namun, itu mahal, paham?
Aku akan membayar.
Bagus.
Paman, tunggu aku.
Kau pintar,
cepat belajar,
tapi mengalahkanku itu lain cerita.
Beraninya kau menggunakan mantraku untuk melawanku, Panor.
Kau membunuh ibuku!
Kau membunuh temanku!
Jika ada yang akan membunuhmu, aku orangnya!
Setelah aku mengeluarkan sihirnya,
kau akan lebih menderita daripada ibumu!
Menggunakan sihir selubung, Panor?
Darah anjing hitam?
Dasar jalang!
Kau telah melakukan hal-hal keji ini sejak lama, ya?
Siapa anak ini?
Dia ayahmu, Panor!
Ayah?
Orang yang mengubahku menjadi iblis?
Pong.
Aku mencintaimu, Pong.
Jangan tinggalkan aku, Pong.
Jangan tinggalkan aku, Pong.
Pong.
Pong.
-Pong -Lepaskan!
Lepaskan aku!
- Pong! - Tidak! Lepaskan!
Panor.
Aku minta maaf.
Panor.
Aku minta maaf.
Tenang.
Polisi sedang menanganinya.
Putriku hilang. Apa yang polisi lakukan?
- Bagaimana dengan putri kami? - Cari dia.
Tenang, Pak Kieng.
Jika ada yang menemukan Jib dan anak-anak yang hilang lainnya,
patroli akan segera melaporkannya.
Kenapa kau duduk saja? Pergi!
Pak, ada banyak pekerjaan di kantor.
- Apa yang terjadi? - Anakku hilang!
Anak-anak hilang, Inspektur.
Panor!
Tolong lepaskan aku, Panor. Aku mohon.
Aku tidak bermaksud.
Jib membuatku melakukannya.
Jib membuatku melakukannya!
Aku bersumpah, Panor!
Aku minta maaf.
Tolong lepaskan aku.
Panor, tolong.
Kaki yang kau gunakan untuk sepak takraw,
aku rasa kau tidak akan membutuhkannya lagi.
Tidak!
Tidak! Panor!
Tidak! Panor.
Panor!
Tidak, Panor.
Jangan lakukan ini kepadaku, Panor.
Panor!
Panor!
Panor!
Panor!
Mari kita ambil beberapa foto.
Satu, dua, tiga.
Terikat bersama
agar kalian bisa diam untuk difoto.
Kalian adalah pasangan serasi.
Senyum!
Satu, dua, tiga.
Itu dia, Kepala Sekolah.
Lampu berkedip-kedip, Kepala Sekolah.
Aku akan memesan bola lampu baru, lalu kau menggantinya.
- Baik, Pak. - Namun...
Bau apa itu?
Apakah kau belum membuang sampah malam ini?
Sudah, Pak. Aku membuangnya lebih awal.
Entah dari mana bau itu berasal.
Lantas, dari mana asalnya?
Coba buka ruangannya.
Baiklah.
Sepertinya aku menguncinya tadi.
Apakah kau lupa?
Pak Pesuruh.
Hantu!
- Hantu! - Hei!
SMA Bueng Prakan
Hari Anak Nasional 1985
Persatuan, Disiplin, Budaya, Moral
Ada enam kasus yang dilaporkan sejauh ini.
Ya, Pak.
Tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan, Tuan.
- Ya, Pak. - Polisi!
- Aku hubungi lagi nanti, Pak. - Ada murid tewas di sekolah!
Apa?
- Kopral, Sersan, ke sekolah sekarang! Ayo! - Ya, Pak.
- Cepatlah, ikuti mereka! - Apakah itu anak kami?
Sersan, ikuti aku.
Ya, Pak.
- Periksa seluruh area, Sersan. - Ya, Pak.
Apa yang terjadi, Inspektur?
Di mana Panor?
Empat anak yang bermasalah dengan Panor dibunuh di sekolah.
Inspektur!
Inspektur!
Apa yang terjadi, Sersan?
Sial!
Inspektur.
Apa?
Inspektur!
Aku menemukan foto yang bisa menjadi...
Itu Paman Tri.
Siapa bocah itu?
Kenapa mereka begitu menghormatinya?
Aku meyakini keduanya dibunuh karena pembalasan Panor.
Namun, dengan Tri, mungkin ada alasan lain.
Aku tidak membunuh Taew.
Aku mencoba menyelamatkannya.
Aku pikir Tos pasti dikutuk.
Sebelum pergi, katanya dia akan memancing di dekat rumah Nuan.
Sudah kubilang.
Gadis itu dan ibunya melakukan sihir gelap.
Beberapa sekte sihir hitam
memiliki cara untuk menjaga agar kekuatan mereka tidak memudar,
jadi anak yang lahir akan mewarisi sihir mereka.
Aku pikir foto-foto ini
ada hubungannya dengan Panor.
Musim sihir tahun ini akan intens, Kepala Sekolah.
Ini, ambillah.
- Terima kasih, Tuan. - Untuk melindungi dirimu.
Apakah kau yakin Panor akan datang ke sini?
Baiklah, selanjutnya.
Semua penduduk desa telah berkumpul di sini hari ini.
Aku yakin Panor akan mencari orang yang memiliki tato itu.
Namun, bagaimana kita tahu yang mana?
Ada begitu banyak orang.
Kari ikan kukus datang!
Kari ikan kukus datang!
Bawa ke sini!
- Halo, Guru. - Halo.
Bagaimana Nid? Dia sudah berhenti minum miras?
- Dari mana kau, Guru Kwan? - Mengambil makanan.
Kari ikan kukus ini sangat lezat.
Jika tidak cepat mengambilnya, semuanya akan habis.
Terima kasih banyak.
Ayo, makan bersama.
- Terima kasih. - Terima kasih. Ini air.
Aku akan mencoba pencuci mulut lebih dulu. Aku suka makanan manis.
Aku akan memotong, aku akan menyayat.
Lalu, mengirim roh jahat ke siksaan,
membuatnya tidak tertahankan bagimu untuk tinggal.
Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu.
Mereka tiba-tiba menjadi gila.
Seseorang pasti dalangnya, Inspektur.
Panor menargetkan orang-orang itu.
Kau harus menghentikannya.
Jangan biarkan dia sebabkan lebih banyak bahaya.
Pergi.
Hei, cukup! Apa yang kau lakukan?
Inspektur!
Berhenti!
Berhenti!
Panor, maukah kau berhenti?
Sudah terlambat.
Orang yang aku hormati
ternyata adalah orang-orang yang menyakitiku sejak awal.
Mereka layak mati.
Jangan menyakiti lebih banyak orang, Panor.
Guru?
Berhenti!
Ikut aku,
maka aku akan membiarkan bocah kurang ajar ini hidup.
Lari!
Tidak!
Tidak.
Jadi?
Tidak!
Tidak.
Aku menyerah.
Aku menyerah!
Lepaskan dia.
Ayo.
Jangan berharap aku membiarkanmu hidup.
Berhenti! Jangan mendekat!
Jatuhkan pisaunya!
Kepala Wihara, tolong bantu Piak.
Piak, jangan mati, Piak!
Kepala Wihara, tolong putraku. Bertahan, Nak.
Tetap kuat, Piak.
Kepala Wihara, tolong dia!
Bertahanlah, Piak. Jangan mati.
Kepala Wihara! Tolong bantu dia!
Bertahan.
Kepala Wihara! Jangan mati, Piak.
Piak, jangan mati.
Piak, bertahanlah. Tetap bertahan.
Kepala Wihara!
Piak!
Piak!
Piak!
Piak!
Piak.
Belum keluar.
Jangan takut.
Aku berjanji tidak akan ada lagi yang menyakitimu.
Untuk sembilan bulan ke depan,
kau akan dirawat oleh kami
dengan cinta.
Cinta?
Ya.
Kau adalah ayahku,
guruku,
dan sekarang kau ingin menyetubuhiku?
Kau
adalah iblis sialan,
memerkosa anakmu sendiri!
Jangan menganggapnya seperti itu, Panor.
Setelah aku memberikan kekuatanku kepada penerusku,
aku akan meninggalkan dunia ini.
Lalu, anak itu
akan menjadi seperti ayah bagi semua orang di sini.
Jaga anakku dengan baik.
Kau melihat wanita
hanya sebagai wadah
untuk garis keturunanmu yang bejat?
Aku mengutukmu!
Aku mengutuk kalian semua!
Matilah dengan menyakitkan!
Menderita di neraka untuk selamanya!
Janin itu yang lahir bersama Panor.
- Piak. - Tetap kuat.
Piak.
Di dalam sisa-sisa ini ada jejak sihir gelap mereka.
Itu mungkin bisa melawan mantra yang dirapalkan pada putramu.
Makanlah.
- Makanlah, Piak. - Tunggu.
Makanlah.
Piak, bertahanlah.
Bertahanlah, Piak!
Piak!
Sudah keluar.
Kau baik-baik saja?
Sudah keluar, Bu.
Sudah keluar, akhirnya.
Piak.
Piak.
Piak?
Piak.
Apa yang kau lakukan?
Aku akan menyelamatkan Panor.
Piak, kau mau ke mana?
Piak!
Tidak! Jatuhkan senjatamu!
Tidak ada yang bisa menghentikanku.
Hentikan! Awas!
Apa-apaan?
Jangan berpikir kau bisa kabur.
Tunggu sampai aku mengambil kembali milikku,
lalu kau bisa mati.
Kau cari mati.
Kau belum belajar?
Hei!
Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja?
Ayo, pergi dari sini.
- Piak! - Bagaimana kau bisa selamat?
Serahkan apa yang ada di dalam dirimu
atau anak nakal ini mati.
- Cepat. - Jangan!
- Cepat. - Jangan!
Tidak! Panor! Jangan!
Cepat!
Tidak, Panor! Jangan!
Lepaskan aku!
Panor,
tusuk aku dengan tombak bambu itu.
Darahku bisa menghentikannya.
Percayalah kepadaku.
Cepat!
Piak!
Piak.
Meski kau mengalahkanku,
apa yang menjadi milikku
tidak akan pernah pergi.
Kalau begitu, aku yang akan mengambil kekuatan berhargamu.
Ingat ini,
itu akan tetap bersamamu
sampai hari kau mati.
Panor, apa yang kau lakukan?
Aku mengembalikan kekuatan ini kepada Dewa Bermata Tiga.
Tolong aku.
Beruntung tusukannya tidak mengenai organ vital.
Dokter berkata dengan istirahat, dia akan segera pulih.
Terima kasih banyak, Inspektur.
Sekte ini telah mengeksploitasi penduduk desa untuk waktu yang lama.
Mereka tinggal di antara para penduduk,
dan tidak ada yang tahu siapa mereka sebenarnya.
Jadi, itu berarti,
mantra yang dirapalkan padamu adalah ulah mereka.
Ya.
Mereka tidak menginginkan ada biksu atau kuil di sini.
Mereka menggunakan keserakahan dan hasrat untuk menjebak orang masuk ke sihir gelap.
Bibi.
Bagaimana keadaan Panor?
Panor seperti cahaya yang lahir dalam kegelapan.
Bukankah itu benar, Kepala Wihara?
Kau pasti sudah melihatnya,
semua yang Panor lakukan
adalah membantu penduduk desa
untuk lepas dari kendali sekte.
Bagaimana dengan Panor sekarang? Apa yang akan kau lakukan?
Bagaimana keadaan Panor?
Piak, Panor telah melalui banyak hal.
Dia mungkin memiliki alasan untuk perbuatannya.
Relakan saja, Nak.
Panor, apa yang kau rasakan?
Bisakah kau bangun?
Di mana aku?
Lalu...
Siapa kau?
Kisahnya belum berakhir. Tolong tetap duduk.
Tenang. Kalian bukan anak-anak lagi.
Apa yang kalian lakukan? Kacau.
Hari ini kita belajar struktur kalimat.
Hei, aku berdiri di sini. Tunjukkan rasa hormat.
Ingat, kita di sini untuk menjadi guru.
Jika kalian berperilaku buruk, bagaimana bisa mengajar dengan baik?
Sekarang, mari kita lihat kalimatnya.
Dari latihan kemarin...
Soal pertama, jawabannya B.
Dasar anak-anak nakal.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.