Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MY DEAREST NEMESIS Subtitle by VIDIO, Resync by Kinikuman for NEXT ver.
DRAMA INI ADALAH FIKSI DAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN KENYATAAN
EPISODE TERAKHIR Subtitle by VIDIO, Resync by Kinikuman for NEXT ver.
Astaga, padahal semua lancar, tapi reporter merusak segalanya.
Untung tak terjadi kecelakaan.
Bu Baek pasti sangat terkejut.
Jika itu aku, pasti sudah pingsan.
Tak mudah berpacaran dengan seorang pewaris.
Tapi para pegawai berpikir...
...bahwa Bu Baek bisa berhasil karena Pak Ban.
Padahal mereka tak tahu apa-apa.
Bahkan banyak yang berkomentar seperti itu di artikel berita.
Bukankah lebih baik jika Bu Baek pindah ke Big Forest?
Penawaran mereka juga jauh lebih baik.
KIM MI JUNG BIG FOREST: KAMU SUDAH MEMPERTIMBANGKAN TAWARANKU?
Sebenarnya aku tak mau berpisah dengan Bu Baek...
...tapi sepertinya itu yang terbaik untuk Bu Baek.
Bagaimana dia bisa meninggalkan pacarnya ke Amerika?
- Mari cepat bereskan ini. - Baik.
DARI PENGGEMAR RAJA BAJAK LAUT HINGGA KONFLIK ASMARA
PAK BAN MENGAKU SEBAGAI PENGGEMAR RAJA BAJAK LAUT
Astaga.
Aku sudah melarang reporter merilis artikel tentang informasi pribadi Bu Baek.
Namun,
aku tidak bisa menghapus semua unggahan di media sosial.
Kita tak punya pilihan.
Terima kasih. Kamu boleh pulang.
Kamu juga harus pulang. Ini sudah malam.
Baik.
Su Jeong.
Kamu boleh pergi jika mau.
Besok pun boleh.
Apa maksudmu?
Kamu dapat tawaran untuk bekerja di Big Forest, 'kan?
Itu...
Meski kamu harus pergi ke Amerika...
...tapi itu merupakan kesempatan bagus untukmu.
Jika tetap di sini...
...kamu akan sulit untuk mendapat pengakuan.
Jika kamu tetap di Yongsung,
kamu akan terus mengalami hal itu.
Kamu hanya akan diingat sebagai pacar Ban Ju Yeon.
Aku ingin...
...kamu bisa menunjukkan kemampuanmu dengan bebas.
Jadi...
...kamu ingin aku pergi meski besok sekalipun?
Iya, kapan pun yang kamu mau.
Meski tak tahu kapan bisa pulang?
Tidak masalah.
- Bagaimana denganmu... - Tentang itu...
Tak perlu mengkhawatirkanku.
Baiklah.
Aku akan mempertimbangkannya secara positif.
Kamu sudah bekerja keras selama ini.
Pertimbangkanlah sambil istirahat.
Baguslah.
Aku masih punya banyak jatah cuti.
Ayo pulang.
- Sudah mau pulang? - Iya.
Aku ingin segera mempertimbangkannya.
Yang benar saja.
Langsung pergi besok?
Tak masalah meski tak tahu kapan aku bisa pulang?
Apa maksudnya dia tak masalah tak bisa bertemu denganku?
Namun, jika aku jadi kamu, aku akan pergi.
- Terlebih karena kejadian hari ini. - Astaga.
Jadi, apa yang akan kamu lakukan? Sudah coba pertimbangkan?
Pertimbangkan?
Aku sudah banyak memikirkannya.
Jika memang harus pergi,
aku pergi untuk apa?
Jika aku tinggal, apa alasanku untuk tinggal?
Setelah memikirkannya...
...keputusanku jadi jelas.
Sungguh?
Iya.
Su Jeong.
Sudah mempertimbangkannya?
Mau berjalan-jalan di Sungai Han besok malam?
SU JEONG Maaf.
Sepertinya tak bisa ke Sungai Han besok. Aku ada urusan.
Ada urusan apa...
Kamu sudah bekerja keras hari ini. Selamat tidur.
Kamu juga, selamat tidur.
Pak Kim Shin Won.
Kenapa menghela napas di pagi hari? Memang ini hari terakhirmu?
Biasanya kamu menularkan tawa dan merusak kedisiplinan kantor...
...kini kamu mau menjatuhkan semangat karyawan lain?
Apa maksudmu?
Akhir-akhir ini kamu jarang makan dan tersenyum,
bahkan jarang menyapa yang lain, ya?
Apa aku harus mendengar kekhawatiran karyawan terhadapmu?
Jadi,
kamu juga mengkhawatirkanku?
Iya.
Aku khawatir kamu akan kehilangan Kak Ha Jin jika begini.
Ah...
- Kamu sudah dengar, ya? - Manusia itu memang menarik, ya.
Padahal aku sudah lama mengenalmu,
tapi aku baru tahu bahwa kamu pengecut.
Karena selama ini tak ada yang perlu ditakuti.
Menurutmu, bagaimana dengan Kak Ha Jin?
Ketakutan akan menyelam ke dalam lautan sama untuk semua orang.
Meski begitu...
...Kak Ha Jin tetap mencarimu...
...dengan memberanikan diri.
Ban Ju Yeon.
Dia sudah besar.
Tidurmu nyenyak? Jika sudah bangun, hubungi aku.
Su Jeong?
Apa belum bangun?
Ya, Bu Baek.
Aku akan mengurusnya.
Jangan khawatir, istirahatlah saja.
Baik.
Astaga!
Bu Baek yang kamu maksud adalah Bu Baek Su Jeong?
Tentu saja. Tak ada Bu Baek lain selain Bu Baek Su Jeong bagi kami.
Ya ampun. Dia tak membaca pesanmu.
Kamu punya salah terhadap Bu Baek, ya?
Mana mungkin.
- Dia malah terharu karena aku. - Jika benar, kenapa dia mengabaikanmu?
Menghancurkan dokumen.
Kamu mau melakukannya lagi?
Tidak!
Aku salah lihat... Mungkin...
Mungkin dia tak sempat baca pesanmu karena sedang meneleponku tadi.
Lihatlah lagi.
Ya, Bu Baek?
Aku sudah lihat pesanmu.
Halo.
Apa yang kamu lakukan saat sedang cuti?
Jangan khawatir...
Itu...
Itu dari Bu Hye Joo, 'kan?
Ini dari Bu Baek.
Sungguh? Ya ampun.
Astaga.
Ayolah...
Ujianku sebentar lagi, aku harus hemat tenaga.
Apa kamu harus menyuruhku?
Lagi pula, suruh pemilik barang untuk membereskan barangnya sendiri.
Ambil.
Ya ampun.
Apa ada beban yang berat lagi?
Astaga. Kamulah bebannya!
Omong-omong,
kenapa tiba-tiba mengeluarkannya?
Jangan bilang kalian bertengkar lagi?
Bertengkar apanya?
Aku hanya membereskannya karena punya waktu luang.
Jika dibiarkan di loteng, debunya akan menumpuk.
Halo. Anda sudah sampai?
Baik, tunggu sebentar.
Bawa ini keluar.
Baik, aku akan keluar.
BAN JU YEON Nomor yang Anda tuju sedang sibuk.
Anda akan terhubung ke pesan suara...
SU JEONG?
Apa aku berbuat hal yang membuatnya kesal?
Sepertinya tidak ada.
Pak Ban?
Bu Kwon.
Ini gawat.
Biar kuulang,
kamu bilang kepadanya untuk pergi?
Langsung? Meski besok sekalipun?
Benar.
Kamu bilang tak masalah meski tak tahu kapan dia bisa pulang?
Itu pun benar.
Tentu saja dia tak bisa dihubungi.
Dia pasti sedang marah.
Marah?
Itu kepedulianku agar dia tak terbebani saat membuat keputusan.
Kepedulian yang berlebihan kadang bisa membuat orang sedih.
Jika pacarmu memintamu pergi sendiri semudah itu...
...dan kamu tak sedih...
...bukankah itu aneh?
Apa maksudmu?
Aku juga ikut dengannya.
Tentu saja sulit untuk langsung pergi bersamanya.
Aku belum punya urusan pekerjaan di sana,
tawaran pekerjaan pun belum ada.
Aku pun belum punya rumah di sana.
Kamu sudah mengatakannya seperti itu?
Bahwa kamu mau menyusulnya?
Kami sudah mengerti satu sama lain. Hal yang seperti itu tak perlu...
Kakak sedang membereskan...
PRIA SETIA ...barang-barangmu. Kamu sudah tahu?
Sepertinya dia sangat marah.
Aku harus segera menjelaskannya.
Jika sangat marah...
...bukankah lebih baik menjelaskannya secara langsung?
Kamu memang berpengalaman.
Su Jeong.
Kenapa tak bisa dihubungi?
Aku sedang di depan rumahmu.
Apa?
- Kupikir kamu masih di kantor... - Ada yang harus kukatakan.
Bisa keluar sebentar?
Bagaimana ini? Aku sedang tak di rumah.
Kamu di mana?
Aku akan ke sana.
Begini...
Aku sedang di rumahmu.
Mari bertemu di rumahmu.
Dia sudah mengembalikan barang-barangku?
Su Jeong.
Su Jeong.
Kamu sudah pulang?
Aku tak bermaksud menyuruhmu pergi sendiri.
Aku berencana menyusulmu jika kamu pergi ke Amerika.
Sudah kuduga seperti itu.
Kamu sudah tahu?
Saat pertama kali mendengarnya...
...kupikir mudah bagimu untuk jauh dariku. Jadi, aku merasa sedih dan kecewa.
Tapi jika dipikir kembali, itu tidak mungkin.
Jadi, kuputuskan untuk mengobrol lagi.
Tapi kenapa kamu tak balas pesanku dan membereskan barang-barangku?
Tentu saja aku tak bisa beri tahu, aku berencana membuat kejutan.
Kejutan?
Aku bersyukur...
...karena ada seseorang yang sangat memedulikanku seperti ini.
Pergi bersamaku atau tidak, semua keputusanmu itu demi diriku, bukan?
Jadi, aku menata rumah dan barang-barang favoritmu.
Aku juga memasak masakan lezat sambil menunggumu pulang.
Kemarilah sebentar.
Kejutan!
Su Jeong! Ini...
Benar!
Hidangan kapal di Raja Bajak laut yang baru.
Astaga. Sangat sempurna!
Dari jumlah sosis sampai posisi brokolinya.
Tapi aku tak sempat membuat semurnya.
Duduk dan cicipilah.
Bagaimana? Lezat, 'kan?
Meski tak punya sertifikat memasak sepertimu,
aku yakin masakanku lezat.
Sangat lezat.
Sangat cocok dengan lidahku.
Selain itu,
aku tak akan pergi.
Aku akan tetap di Yongsung.
Kenapa? Kamu khawatir dengan keluargamu?
Karena tak ada alasan untuk pergi.
Kamu khawatir kemampuanku tak akan diakui...
...karena aku pacar pewaris perusahaan, 'kan?
Selama ini...
...aku bekerja keras bukan demi diakui orang lain...
...dan benci dipandang remeh...
...tapi untuk membuktikan bahwa aku bukan orang yang lemah.
Tapi kini, di sisiku...
...ada rekan kerja yang mempercayaiku...
...dan orang-orang yang menyayangi dan menyukaiku.
Bahkan ada orang...
...yang mencintaiku apa adanya tanpa aku harus berusaha keras.
Aku tak ingin pergi hanya karena pandangan orang-orang yang tak tahu apa-apa.
Namun,
jika Yongsung tak memberiku posisi sesuai dengan kemampuanku,
aku akan pindah kerja.
Meski tidak untuk sekarang.
Baiklah.
Lakukanlah keinginanmu.
Ayo habiskan sebelum dingin.
Oh...
Kamu...
Kamu menyebut ini lezat?
Kenapa...
Kenapa rasanya seperti ini?
Kamu sedang apa?
Mulai hari ini,
aku akan jadi penggemar.
Menjadi penggemar...
...tidaklah semudah mengatakannya.
Saat menahannya, darahmu mendidih.
Seperti ada percikan api yang dilempar ke dadamu...
Kenapa tidak bisa?
Dasar muggle.
Kenapa tiba-tiba ingin jadi penggemar?
Mulai sekarang, daripada harus memikirkan pendapat orang lain,
aku ingin melakukan hal yang bisa aku nikmati.
Aku baru sadar, ternyata aku tak punya hobi.
Jadi penggemar bukanlah sekadar hobi, tapi jalan kehidupan.
Apa?
Ah...
Ide yang bagus.
Intinya, karena lebih baik menikmati bersama-sama...
Mulai dari komik.
Komik tidak cocok dengannya.
SHIN WON
SHIN WON
Ha Jin...
Ini aku, Kim Shin Won.
Shin Won, tunggu. Jangan berbicara dulu.
Kini,
kamu bahkan tak suka mendengar suaraku.
Bukan... Bukan begitu maksudku.
Astaga...
Astaga.
Maafkan aku, Ha Jin.
- Aku pun tak tahu bahwa ternyata... - Bagaimana ini?
...aku begitu pengecut seperti ini.
Kamu mabuk?
Padahal kamu sudah menghampiriku,
tapi aku malah mundur karena takut.
Itu karena aku sangat menyukaimu.
Karena wanita sepertimu...
...adalah yang pertama di kehidupanku.
- Aku... - Ini dia.
...belum terlambat, 'kan?
Kamu belum terlambat,
jadi tutuplah dulu.
Aku mencintaimu...
...Ha Jin.
- Jika tidak mau menjawab... - Aku juga.
Aku juga mencintaimu!
Jadi, tutuplah dulu.
Ya?
Ya ampun...
Dia mencintaiku.
Selamat tidur.
Ya ampun.
Astaga.
Selamat! Wah!
Selamat!
- Selamat! - Selamat!
- Ya ampun. - Wah!
Selamat!
Selamat, ya!
Aku juga.
Aku juga mencintaimu!
HA JIN Sudah bangun?
Jika kamu teringat sesuatu saat ini,
itu bukan mimpi. Jangan khawatir.
Sampai nanti.
Aku mau tidur dulu. Aku mencintaimu.
Aku mau mengunjungi ibuku dulu.
Ini hari ulang tahun Ibu.
Hari ini ulang tahun ibumu, ya.
- Hati-hati di jalan. - Oke, aku hubungi lagi nanti.
Begini...
Sepertinya kamu harus mengisi daya mobilmu dulu.
Apa ini?
Kamu pakai mobilku tanpa izin?
Bukan begitu...
Aku tak bisa berjalan-jalan dengan pacarku...
...pakai mobil polisi, 'kan?
Astaga. Yang benar saja.
Carikan tempat mengisi daya terdekat.
Berikut tempat mengisi daya di dekat Anda.
Anda ingin ke tempat nomor berapa?
JEONG EUN KYUNG
Sayang, aku datang.
Hari ini, aku membawa anak-anak.
Ayah.
Ayah pernah kemari lagi tanpa sepengetahuan kami?
Astaga.
Ibu, selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun, Ibu.
Aku tak bisa sering datang karena sibuk akhir-akhir ini.
Mungkin karena itu Ibu tak datang ke mimpiku. Padahal aku sangat rindu.
Ibu, Kakak sudah punya pacar.
Alasan sibuk karena pekerjaan adalah bohong.
- Hei, hentikan. - Terlebih lagi,
pacarnya sebaya denganku. Tak bisa dipercaya, 'kan?
Kamu jadi tak tahu diri karena lama tak dipukul, ya?
Selamat ulang tahun, Sayang.
Kami semua baik-baik saja, jangan khawatir.
Dan putrimu yang paling kamu khawatirkan,
sekarang bisa tenang...
...dan hidup bebas.
Sekarang pun aku merasa bebas, Ayah.
Tidak, Su Jeong.
Sudah lama Ayah ingin mengatakannya.
Kamu tak perlu terlalu bekerja keras lagi untuk kami sekarang.
Meski terlambat...
...lepaskan beban beratmu...
...jalanilah kehidupan yang kamu mau.
Kamu tak perlu lagi memberi Ayah uang.
Makanlah semua yang ingin kamu makan.
Pakai baju yang ingin kamu pakai.
Aku bisa bekerja keras karena ada kalian berdua.
Kalian bukan beban, tapi kekuatan hidupku.
- Jadi... - Ayah sudah jadi orang kaya.
Ayah sungguh tak butuh uang dari Kakak.
Apa?
Semua ini berkatmu.
Apa yang sudah kulakukan?
Sungguh?
Iya.
Ini luar biasa, Ayah. Bagaimana bisa seperti ini?
Orang itu mirip sekali dengan Kakak Ipar.
Pak Ban?
Halo, Pak Baek.
Kenapa kamu di sini?
Ah...
Karena kamu bilang akan mengunjungi ibumu,
aku jadi teringat orang tuaku.
Begitu, ya.
Orang tuamu ada di sini?
Iya.
BAN DO HYUNG DAN LEE JUNG HYE MENINGGAL 20 JANUARI 2006
Harinya sama dengan...
Benar.
Karena itu aku senang bisa bertemu denganmu.
Rasanya seperti hadiah dari orang tuaku.
Dan kamu benar-benar menjadi hadiah untukku.
Ini pertama kalinya...
...aku ke sini bersama seseorang.
Sebenarnya aku pun jarang ke sini.
Selalu sendiri dan harus diam-diam ke sini.
Aku khawatir jika Nenek tahu.
Aku pun merasa ini semua salahku.
Ini pertama kalinya aku merasa tenang datang ke sini.
Bahkan bisa membawakan mereka bunga.
Mulai sekarang...
...ayo datang ke sini bersamaku.
Kapan pun saat kamu ingin datang.
Proyeknya sukses besar.
Berkatnya, harga saham meningkat. Kondisi perusahaan sangat bagus.
Kepercayaan para eksekutif kepada Pak Ban pun cukup besar.
Tak ada sosok yang bisa mengalahkan Pak Ban Ju Yeon.
Di rapat pemegang saham berikutnya,
mungkin akan membahas tentang pengganti Anda...
Nanti saja.
Mari kita bicarakan lagi nanti.
Baik.
Sepertinya Ban Ju Yeon sudah tak mengincar posisi pewaris lagi.
Sepertinya begitu.
Aku tak mengerti.
Bukankah kamu berpikir dia akan mengambil alih perusahaan?
Karena itu kamu mengkhianatiku.
Tidak, Bu.
Aku membantu Pak Ban karena rasa kemanusiaanku.
Bukan demi menjadikannya pewaris,
tapi demi anak yang berusaha mendapatkan cinta dariku?
Kamu tahu...
...apa yang membuat manusia lemah?
Cinta.
Itu bisa menjatuhkanmu dalam sekejap.
Karena itu aku keras padanya,
agar dia lebih kuat.
Namun, hal yang membuat Pak Ban bisa bertahan sampai sekarang...
...juga karena cinta.
Perasaan yang membuatnya...
...tak ingin mengecewakan Anda, dan ingin diakui oleh Anda.
Alasan dia bisa merelakan posisi yang dia inginkan sepanjang hidupnya...
...adalah perasaan cintanya kepada Baek Su Jeong.
Cintalah...
...yang membuat Pak Ban menjadi kuat.
Karena itu saya tak berpikir Pak Ban bersikap bodoh.
Pak Ban adalah orang yang kuat, lebih dari siapa pun.
Meskipun diperlakukan dengan keras...
Siapa yang kamu sebut Nenek?
Aku tak pernah punya cucu sepertimu.
Dia berusaha kuat.
Tak tumbang meski diberi tekanan.
Aku akan lebih baik lagi.
Sebagai cucu Nenek...
...aku akan lebih berusaha.
Pak Ban pun merupakan orang...
...yang membantu Anda...
...bertahan di masa sengsara Anda.
Jika sekarang...
...Anda sudah sadar akan cinta Pak Ban kepada Anda.
Saya harap Anda meminta maaf sebelum terlambat.
Ini demi Anda, Bu Ketua.
Apa Anda merasa nyaman setelah menyalahkan cucu Anda...
...atas kesengsaraan Anda?
Dan yang ingin aku kembalikan...
...bukanlah posisi pewaris perusahaan,
tapi keluarganya Pak Ban.
- Aku pulang duluan, ya. - Pak Kim, kamu sudah lihat ini?
Ada yang mengunggahnya kemarin. Lucu sekali.
Jika tak mau menjawab...
MEMANFAATKAN PACAR UNTUK PROMOSI Aku juga!
Aku juga mencintaimu!
Jadi, tutuplah dulu.
Ya?
Iya, aku sudah lihat tadi.
Tapi suara pria ini mirip seperti suara Pak Kim.
Tak mudah untuk punya suara bagus seperti ini.
Ya ampun.
Benar.
Itu aku.
- Apa? - Apa?
Tolong promosikan restorannya. Makanan di sana lezat.
Aku pergi dulu.
Astaga.
BUKA Ha Jin.
Terima kasih...
...sudah menerimaku.
Aku yang lebih berterima kasih.
Itu pernyataan cinta yang tak terlupakan.
Tapi...
...ada masalah.
Benar, video yang direkam oleh pelanggan tersebar di mana-mana.
Kamu jadi kesulitan?
Iya.
Pelanggannya banyak sekali, aku jadi kesulitan.
SULO
BU KETUA PANGGILAN MASUK
CRACK SHOT
Kenapa Nenek kemari?
Nenek...
...minta maaf.
Sebenarnya...
...aku merasa ingin mati.
Aku merasa ingin mati...
...menggantikan putraku.
Andai saja aku yang mati...
...aku tak akan merasa sengsara seperti ini.
Karena tak bisa begitu...
...aku jadi menyalahkan diriku.
Jadi...
...aku menyalahkanmu juga.
Padahal...
...kamu tak salah apa-apa.
Kamu sudah kehilangan orang tuamu.
Kamulah yang membutuhkan kasih sayang lebih dari siapa pun.
Namun, aku tak bisa memberikannya padamu.
Padahal, aku adalah satu-satunya keluargamu.
Meski terlambat...
...dan mungkin akan sia-sia...
...Nenek merasa...
...harus mengatakan ini.
Terima kasih...
Terima kasih...
...sudah melindungi Nenek.
Nenek...
Itu bagus. Syukurlah.
Dengan begitu, kita harus membatalkan kontrak kita.
Kontrak?
Kontrak menjaga rahasia yang kita lakukan dulu.
Oh, itu.
Kini, tak ada rahasia yang harus kusembunyikan.
Kamu pun tak perlu jaminan keamanan pekerjaan dariku.
Kamu benar.
Kamu setuju untuk membatalkan kontrak?
Iya.
Aku setuju.
PRODUK UTAMA
Astaga.
Na Na di mana?
Ah...
Kamu habis ganti baju?
Iya. Aku berpikir untuk mencoba produknya secara langsung.
- Bagaimana menurutmu? - Cantik.
Iya, 'kan?
Baju ini sangat nyaman dipakai.
Aku pun suka kombinasinya dengan desain tradisional.
Menurutku, itu bisa menarik minat pelanggan turis. Iya, 'kan?
Iya, kamu benar.
Kalian tak lupa makan malam tim malam ini, 'kan?
Tentu saja.
Sekarang,
- hanya perlu menentukan tempatnya. - Tapi...
Mau pergi makan daging apa?
Daging sapi.
Ayo kita makan daging sapi Korea.
- Berhasil! - Ya!
Terima kasih atas kerja keras kalian.
Untuk selanjutnya, mohon bantuannya.
- Baik. - Baik.
Aku air putih saja.
Di hari bahagia ini, kamu tak ingin minum alkohol?
Karena ini hari bahagia,
aku ingin pacarku yang sudah bekerja keras minum dengan tenang.
Jangan khawatir jika kamu mabuk.
Padahal tak perlu begitu.
Merinding, ya.
Lebih mendingan waktu tanding minum...
- Bersulang! - Bersulang!
Bersulang!
Terima kasih makanannya, Pak Ban.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Ronde kedua mau ke mana?
Entahlah. Kamu mau ke mana?
Ke tempat karaoke?
- Aku suka. - Aku setuju.
Karaoke?
- Ayo ke sana. - Oke!
Ayo.
♪ Menari kecil, Si Catallena ♪
♪ Tak sadar, aku jatuh hati ♪
♪ Dengan cantik dan bangga, Si Catallena ♪
♪ Dengan lembut ♪
♪ Membuat meleleh ♪
Bagus!
Wah!
Wah!
Untung saja kita pergi karaoke.
Benarkah? Tos.
Baiklah, untuk melanjutkan semangat ini,
lagu berikutnya adalah...
CONFESSION LIM JAE BEOM
Memilih lagu ini saat makan malam tim?
Ada yang pilih lagu Confession.
- Laguku... - Ya ampun...
Aku hanya berniat melewati musik intronya.
Ini lagumu, Pak Yang?
Ah...
Tak apa. Kita bisa memutarnya lagi.
- Kamu sungguh akan menyanyikannya? - Iya, kenapa?
Namun...
- Kenapa tak putar lagu berikutnya saja? - Benar. Suasananya sedang semangat tadi.
- Kenapa? - Sudah ada lagu lain yang dipesan.
- Kenapa? Aku ingin... - Ya ampun, sudah terputar.
OUR DREAM KOYOTE
Wah!
Wah!
♪ Di masa mudaku, tanpa sengaja kudengar ♪
♪ Perkataan yang tak bisa kupercaya ♪
♪ Sebuah kisah menarik ♪
♪ Tentang memberikan seluruh dunia ♪
♪ Itu membuatku bermimpi ♪
Pak Ban Ju Yeon!
♪ Meski terasa mustahil, kuberusaha menyangkal ♪
♪ Tidak, tidak, tidak, tidak ♪
- ♪ Namun, suara dalam diriku berbisik ♪ - Wah. Keren!
♪ Bisik, bisik, bisik, bisik ♪
♪ Dunia adalah tempat untuk para pemimpi ♪
♪ Beranilah, kamu pasti bisa ♪
- Wah! - Wah!
Kamu bilang tak akan minum?
Aku minum karena kesal.
Apa kamu sebenci itu...
...jika aku menyanyikan lagu Confession?
Kupikir kamu sudah melupakannya.
Aku ini pria pendendam.
Sepertinya itu tak patut dibanggakan.
Aku sudah memperhatikanmu sejak Pak Yang mengajak karaoke.
Kamu sampai keluar keringat dingin.
Kamu bahkan mematikan lagunya.
Yang benar saja.
Ayolah. Tapi kamu sudah bersenang-senang, 'kan?
Aku juga tahu...
...bahwa aku payah waktu itu.
Jika dipikir kembali,
hari itu kamu imut.
Sangat imut.
Aku bukan tipe yang imut, tapi keren.
Ya ampun.
Minumlah ini agar tenang.
Susu cokelat.
SUSU COKELAT
Kamu pikir marahku akan reda dengan ini?
Aku ini bukan anak kecil.
Cara ini tidak ampuh.
Lalu aku harus bagaimana?
Kamu jadi tidur saat mabuk.
Apa yang selalu dia rekam?
Baek Su Jeong, Bahaya Tingkat 1.
Perlu waspada.
Baek Su Jeong, ditingkatkan ke Bahaya Tingkat 2.
Level sangat tinggi.
Harus disingkirkan.
Ini terdengar payah pada awalnya.
Namun, kenapa aku merasa Baek Su Jeong cantik?
Bagaimana jika Baek Su Jeong tetap terlihat cantik saat itu?
Ya ampun, benar-benar. Norak sekali.
SU JEONG Periksalah folder rekaman.
241213 -1
Kamu mabuk dan bertingkah bodoh.
Tapi saat ini, kamu imut...
Bagaimana kamu bisa sekeren ini?
Kamu dengar, 'kan?
Kamu sama sekali tidak imut, tapi keren.
- Astaga... - Kamu keren, Ban Ju Yeon.
Astaga.
Sial.
Sial.
Sial, membuat stres saja!
Su Jeong?
Kenapa kamu sangat berusaha mencari hobimu?
Sampai stres begini.
Sepertinya aku punya penyakit melakukan semua dengan baik.
Padahal tak akan kutunjukkan pada siapa pun.
Kamu harus menikmatinya untuk bisa menyukainya.
Kalau begitu,
jangan melakukan sesuatu yang ada hasil akhirnya.
Mau keluar dan menyegarkan pikiran?
Wah, segar sekali.
Akhirnya istirahat!
Kamu suka ke sini, 'kan?
Iya.
Bisnismu memang penting, tapi kamu juga perlu istirahat.
Tempat ini sepi, bagus sekali.
Apa memang biasanya sepi seperti ini?
Aku menyewa seluruh tempat.
Apa?
Kamu menyewa seluruh tempat?
Tak perlu terkejut.
Apa kamu masih belum sadar...
...siapa aku?
Ya ampun, imutnya.
Nikmatilah dengan tenang.
Baiklah.
Aku akan memasak sesuatu.
Jauh-jauh ke sini kamu masih mau memasak?
Aku saja, istirahatlah.
- Kamu mau? - Iya.
Aku saja yang masak.
Kenapa? Aku saja. Aku tak akan salah antara gula dan garam lagi.
Tidak, aku saja.
Aku jago dalam urusan rumah tangga.
Benar, kita lihat api unggun saja.
Serahkan pada Naga Api.
Ayo.
Ya ampun.
Wah...
Berhasil.
Tak kusangka kamu hebat.
Ayolah, tak bisa ditaruh di sana.
Itu akan goyah.
Aku menang!
Ini tidak sah...
Ini runtuh karena kamu meniupnya.
Ini runtuh karena tersenggol tanganmu.
Akuilah kekalahanmu!
- Ayo kita ulangi. - Baiklah. Ayo kita...
Kapan mereka pergi?
Astaga.
Kita sampai tidak sadar karena terlalu kompetitif.
Ya ampun.
Kamu benar.
Kita seperti ini sejak dulu.
Mari kita berhenti main.
Oke.
Kamu tidak dingin?
Aku baik-baik saja, sudah menyiapkan semuanya.
Oh, iya. Tunggu sebentar.
Ini hadiah untukmu.
Saat wanita sudah mengambil jarum, dia harus menyelesaikannya.
Cocok sekali.
Bagaimana? Cantik?
Cantik. Hangat, 'kan?
Iya.
Terima kasih.
Salju pertama.
Wah. Cantik sekali.
Kamu benar.
Saljunya...
...dan juga kamu.
Menyenangkan...
...bisa melihat salju pertama...
...bersama cinta pertama.
Ini salju pertama.
Syukurlah kita bisa benar-benar menikmati salju pertama.
Akhir-akhir ini, kita sangat sibuk.
Kamu benar.
Kita harus menikmati waktu istirahat ini.
Ha Jin.
Ya?
Seandainya...
Seandainya kamu sulit untuk percaya padaku...
...kamu boleh...
...terus ragu padaku.
Dengan begitu...
...aku akan terus meyakinkanmu.
Meyakinkanmu bahwa aku...
...orang yang bisa kamu percaya.
Mari hilangkan semua kekhawatiran...
...dan rasa takut itu...
...secara perlahan bersama-sama.
Selamanya.
Kamu bersedia?
Terima kasih.
Aku...
...sangat sibuk.
Kamu tinggal bilang saja,
aku akan menambah karyawan.
Tidak!
Sebenarnya...
...restoran Ha Jin sangat ramai.
Jadi, aku ingin berbisnis bersama.
- Berbisnis bersama? - Setelah bekerja di restoran,
aku sadar bahwa aku cocok melayani pelanggan.
Aku pun senang...
...mengembangkan menu baru bersama Ha Jin.
Kamu tahu...
...aku memang suka menjelajah restoran lezat, 'kan?
Yah...
Semua yang kamu rekomendasikan memang lezat.
Karena itu...
Ini...
SURAT PENGUNDURAN DIRI
Tolong sampaikan ini ke nenekmu.
Ya?
Aku pergi dulu, ya.
Adios.
Hei...
Apa-apaan ini?
RAPAT RUTIN TAHUNAN PEMEGANG SAHAM YONGSUNG DEPARTMENT STORE KE-50
Kenapa Bapak ada di sini?
Aku juga pemegang saham.
RAPAT RUTIN TAHUNAN PEMEGANG SAHAM KE-50 YONGSUNG DEPARTMENT STORE
Aku juga baru tahu akhir-akhir ini.
Sejak aku mulai bekerja di sini,
Ayah selalu membeli saham di sini dengan sisa uang yang kuberi.
Sebagai dukungan.
Setelah proyek pembaruan sukses, harga saham naik, Ayah jadi banyak uang.
Wah.
Ini semua berkat kalian, para pegawai yang bekerja keras.
Silakan duluan.
Anda ayahnya Bu Baek?
Benar.
Senang bertemu Anda.
Aku memang berencana menemui Anda jika datang kemari.
Ada yang ingin aku sampaikan.
Ayah...
Aku tahu Anda tak menganggap...
...Su Jeong tak pantas untuk Ju Yeon.
- Namun, Su Jeong kami... - Tidak.
Dia sangat pantas.
Semua yang tak bisa aku berikan pada cucuku,
telah diberikan oleh Bu Baek.
Aku minta maaf atas semuanya.
Aku banyak salah paham kepadamu.
Namun, jangan berharap lebih.
Kamu tetap akan dinilai berdasarkan kinerjamu di perusahaan.
Tentu saja, Bu.
Aku juga nyaman seperti itu.
- Ayo pergi. - Baik.
Sampai jumpa nanti.
Wah, Bu Ketua sangat berkharisma, ya.
Ayah sedikit gugup.
Aku tak tahu Ayah berencana menemui Bu Ketua.
Ayah semakin berani.
Dasar, kamu tak tahu siapa Ayah?
Ayah pemegang saham Yongsung Department Store.
Ya ampun.
RAPAT RUTIN TAHUNAN PEMEGANG SAHAM KE-50 YONGSUNG DEPARTMENT STORE
Saya Ban Ju Yeon, direktur baru...
...Yongsung Department Store.
Setelah sukses dengan proyek pembaruan Yongsung Department Store,
Manajer Umum Ban Ju Yeon telah diangkat menjadi direktur.
Pengangkatan ini semakin memperkuat posisinya sebagai calon pewaris Yongsung.
Langkah Yongsung Group ke depannya pun menjadi sorotan.
Kami benar bisa masuk, bukan?
Kamu tahu aku, 'kan?
Ah... Ya.
Silakan masuk.
Wah, Crack Shot!
Crack Shot!
Baiklah, hari ini,
sebelum kita mulai pertunjukannya, ada kabar baik yang ingin aku sampaikan.
Kali ini, berkat donatur anonim,
kami akan melakukan tur ke Inggris.
Aku ingin mengucapkan terima kasih...
...kepada donatur anonim, Naga Api Hitam!
Terima kasih banyak!
Inilah kenikmatan jadi penggemar.
Baiklah, mari kita bersenang-senang!
Ya!
Mari tunjukkan gaya rock and roll!
- Kami Crack Shot! - Crack Shot!
Angkat tangan ke atas!
♪ Di jalan yang selalu dilewati angin hijau ini ♪
♪ Aku berlari kembali ke waktu itu ♪
♪ Di bawah langit biru tempat kita melangkah bersama ♪
♪ Wajahmu yang tersenyum padaku ♪
♪ Teringat kembali ♪
♪ Aku ingin memberanikan diri untuk menggenggam tanganmu ♪
♪ Tapi aku menyembunyikan hati yang berombak ini dan membiarkanmu pergi ♪
♪ Mengakui perasaanku sendiri ♪
♪ Oh, Baby ♪
♪ Kata yang tak sempat terucap, rasa yang tak sempat tersampaikan ♪
♪ Di saat itu, kamu dan aku... ♪
Angkat tangan!
♪ Aku merindukanmu, aku menyukaimu ♪
♪ Aku ingin berteriak lebih keras saat itu ♪
Oh, dia menunjukku!
Wah...
Tenaga kalian luar biasa, ya.
Tanpa tenaga, kami tak bisa jadi penggemar.
Meski begitu, aku bersenang-senang.
Syukurlah.
Aku sudah memikirkannya.
Sepertinya aku tak perlu berusaha mencari hobiku.
Aku menikmati momen ini.
Aku merasa bahagia melewati semua momen bersamamu.
Selagi kita pakai baju yang cocok, ada yang ingin aku lakukan.
Apa itu?
Bu Baek...
Ya?
Ada apa?
SURAT PENGANGKATAN JABATAN
BAEK SU JEONG MENJADI KEPALA DEPARTEMEN
Selamat, Bu Baek!
Maksudku, Kepala Baek.
Selamat!
Kamu lihat?
Baek Su Jeong naik pangkat.
Yang benar saja.
Perusahaan ini benar-benar...
Jadi wanita itu mudah, ya.
Mereka hanya perlu merayu pria kaya untuk sukses.
Tidak mudah.
Jika memang semudah itu,
kamu tak akan membicarakan Kepala Baek sembarangan seperti ini.
- Apa? - Lihatlah pencapaiannya.
Sudah jelas dia naik pangkat berkat kinerjanya.
Tapi malah dituduh karena merayu pria apalah itu.
Bu Lim, kamu salah makan, ya?
Sepertinya yang salah makan itu kamu.
Sepertinya kamu baru saja mengatakan hal yang menghinaku.
Astaga...
Ya ampun...
Jika dia berbicara seperti itu lagi, aku akan laporkan ke Tim HR.
Aku minta maaf.
Aku sudah menuduhmu tidur dengan Pak Ban...
...dan merayunya karena dia pewaris perusahaan.
Seperti yang kukatakan,
aku begitu karena tak menyukaimu yang berbeda denganku.
Tapi sepertinya kamu benar.
Seharusnya aku tak menahan diri dan melawannya.
Aku tak peduli bagaimana aku diperlakukan...
...dan hanya fokus melindungi posisi dan menaikkan jabatanku.
Kita hanya berbeda dalam cara berusaha.
Karena ada orang sepertimu, aku bisa ada di posisi ini.
Aku berusaha bisa naik ke posisi yang sama sepertimu.
Aku pun jadi berpikir tak boleh bersikap pengecut sepertimu.
Kamu ini memuji atau menghina?
Pilih satu saja.
Kamu sudah naik jabatan, ya? Selamat.
Terima kasih.
Kalian mau ke ruang rapat?
Naiklah.
SULO
Wah, sejak Pak Kim yang mengelolanya,
kualitas fotonya jadi lebih baik.
Iya, 'kan?
Silakan. Ramyeon perayaan naik jabatan.
Aku membuatnya pedas sebanyak aku memberi selamat.
Terima kasih.
Wah, pasti enak.
- Setelah ini, jangan hanya fokus bekerja. - Baik.
Kamu sudah menemukan hobimu?
Belum.
Mungkin aku akan menemukannya nanti,
tapi aku tak akan bersikeras untuk menemukannya.
Bisa menikmati ramyeon buatanmu, mengobrol, dan tertawa seperti ini...
...adalah kenikmatan hidupku.
Benar, kehidupan ini tak perlu hal yang luar biasa.
Kita hanya perlu menikmati setiap momen.
Aku sangat beruntung bertemu kamu di gim.
Jika tidak ada kamu, aku pasti bosan.
Manisnya.
Kamu juga keberuntungan bagiku.
Maaf mengganggu momen haru kalian.
Apa kalian tak mencium bau gosong?
Astaga! Jjampong.
Astaga...
Aku pulang.
Kakak!
- Kakak! - Apa-apaan ini? Menjijikkan!
Aku lulus.
Aku akan jadi pemadam kebakaran yang menyelamatkan hidup orang.
Apa?
- Sungguh? - Iya.
Wah! Bagus. Kerja bagus!
- Ayah... - Wah! Kamu benar-benar hebat.
- Hei, tunggu sebentar... - Ayah, dia ternyata tidak bodoh.
Ya. Pelan-pelan.
- Tolong selamatkan aku... - Aku bangga!
Seharusnya aku ikut merayakannya kemarin.
Tapi Bu Ketua memanggilku.
Kita bisa merayakannya hari ini.
Tapi kamu harus membelikan makanan lezat, ya.
Tentu saja. Aku sudah memesan tempat.
Terima!
Terima!
Terima!
Terima!
Terima!
- Terima! - Ya ampun...
Terima!
Kenapa? Ayo kita lihat sebentar.
Terima!
Terima!
Terima!
Terima!
Wah!
Dia menerimanya.
Selamat!
Jika dipikir kembali...
...akulah yang membuka segel Naga Api Hitam, 'kan?
Benar.
Hanya kamu yang bisa membuka segelnya.
Karena sudah takdir?
Karena sudah takdir.
Begini...
Sebenarnya aku ingin memberikannya nanti.
Maukah kamu...
...menerimanya?
Cantiknya.
Cantiknya.
Su Jeong!
Ada saat di mana aku...
...menganggapmu masa lalu kelam yang tak ingin kutemui lagi.
Kamu pernah memberiku penghiburan...
...tapi sebanyak itu pula kamu memberiku kekecewaan.
Namun, takdir itu...
...membuat kita menjadi sosok yang tak tergantikan satu sama lain.
Sekarang, aku tahu.
Setiap takdir...
...hanyalah sebutan yang kunamai sendiri.
Seperti halnya keputusasaan yang bisa disebut harapan...
...Dirimu yang dahulu kusebut masa lalu kelam...
...kini adalah "cinta" bagiku.
MY DEAREST NEMESIS Subtitle by VIDIO, Resync by Kinikuman for NEXT ver.
TERIMA KASIH KEPADA CRACK SHOT ATAS PENAMPILAN SPESIALNYA
MENCINTAI ITU LEBIH MEMBAHAGIAKAN DARIPADA DICINTAI
MESKI MY DEAREST NEMESIS BERAKHIR, AKU AKAN TERUS MENGGEMARINYA
TERIMA KASIH
JADILAH PENGGEMAR YANG BERANI SEPERTI SU JEONG DAN JU YEON
MEMILIKI SESUATU YANG MEMBUAT HATIMU BERDEBAR ADALAH BERKAH DALAM HIDUP
PERASAAN "SUKA" SUDAH CUKUP UNTUK MEMBUAT KITA INDAH!
MENGENALI NILAI DARI SESUATU YANG MUNGKIN TAMPAK TAK BERARTI...
...ADALAH KEMAMPUAN YANG LUAR BIASA
DI SAAT LELAH DAN SULIT, BERSANDARLAH PADA SU BIN
AKU AKAN TERUS ADA DI SISIMU!
RASA SUKA TERHADAP SESUATU AKAN MEMBUAT KALIAN BERSINAR
AKU MENDUKUNG KALIAN!
BERKAT KALIAN AKU BAHAGIA, TAK MERASA BOSAN
TERIMA KASIH SUDAH MENYAKSIKAN MY DEAREST NEMESIS
BERKAT KALIAN AKU BAHAGIA
AKU MENDUKUNG KEGEMARANMU, SEMOGA MIMPIMU TERCAPAI
SEMOGA MY DEAREST NEMESIS MEMBUAT KALIAN TERSENYUM BAHAGIA
TERIMA KASIH SUDAH MENYAKSIKAN
UNTUK SEMUA PENGGEMAR DI DUNIA!
MEMILIKI SESUATU YANG DISUKAI ADALAH ANUGERAH LUAR BIASA
MARI JALANI HIDUP PENUH KEBAHAGIAAN!
MEMILIKI SESUATU YANG BISA DICINTAI SEPENUH HATI ADALAH HAL YANG BERHARGA
AKU MENDUKUNGMU!
TERIMA KASIH SUDAH MENYAKSIKAN MY DEAREST NEMESIS
TERIMA KASIH KEPADA PARA PEMIRSA MY DEAREST NEMESIS
CINTAILAH APA PUN DAN SIAPA PUN SEPENUH HATI, BERBAHAGIALAH!
MY DEAREST NEMESIS Subtitle by VIDIO, Resync by Kinikuman for NEXT ver.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.