All language subtitles for Yadang The Snitch 2025 1080p WEB-DL.AAC2.0.H.264

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Penerjemah: RIELNEXTDOOR

RIELNEXTDOOR

Dimohon Web Film Dilarang Hapus Credit!

KARAKTER, ORGANISASI, TEMPAT, DAN PERISTIWA DALAM FILM INI SEPENUHNYA FIKTIF.

Para pecandu ini merepotkan!

Inspektur Cha, tangkap dia!

Hei, brengsek! Duduk diam.

Aku haus sekali!

Beri aku minum!

Berisik sekali.

- Pelit sekali cuma buat seteguk air! - Hati-hati jatuh!

Pecandu mana yang mencariku?

Oh Jae-chul, putra Presdir Dongin Milling.

Dia dari tadi berteriak mencarimu.

Kau cukup terkenal.

Selamat, ya.

Tentu saja!

Pengacara rendahan pun harus meneleponku dulu.

Dia punya beberapa catatan kriminal.

Tiga kasus serupa dan satu tahun masa percobaan.

Oh ya Kang-su, dia tertangkap basah menyimpan barang.

Urus dia baik-baik, ya.

Bang, "baik-baik" saja tidak cukup.

Kalau mau kaya, harus pikirkan yang besar.

Jangan cuma hitung untung recehan.

Dewa "tepung" sedang tidak berpihak padamu.

Kenapa cuma simpan 500 gram?

Kepala Tim Kim!

500 gram bisa dipenjara berapa tahun?

Sekitar 5 tahun.

Habislah riwayatku...

Berisik sekali!

Bantu aku keluar dari sini!

Bisa bebas atau tidak, itu tergantung... kau, aku,

merasa cukup "wow" atau tidak.

Mau naik kelas atau naik berita!

Aku bisa urus semuanya!

Anak pintar!

Tiga bosnya, masing-masing 20 juta.

Hitung per kilonya juga!

Berapa kilo?

2 kilogram.

Per kilonya 50 juta.

Ditambah tiga orang tadi, totalnya 160 juta won...

dalam bentuk Bitcoin.

Sudah jelas, kan, sobat?

Bayarnya pakai Bitcoin.

Apa pun itu, jangan persulit hidupku.

Mantap! Mantap sekali!

Membongkar sindikat narkoba! Dengan barang bukti cukup untuk 66.000 orang.

Pihak sini bakal masuk koran.

Pihak sana bisa pulang istirahat.

- Sialan... - Brengsek, ada apa ini?

Hei, paman!

Mundurkan mobilmu!

Kubilang mundurkan mobilmu!

Kau tuli? Pindahkan mobilmu!

Wah, Chang-rak kita sekarang sudah jadi jagoan, ya.

Aku bantu kau keluar penjara, lalu kau melupakanku.

Tidak tahu terima kasih sekali.

Dengar-dengar kau lagi lancar jaya!

Bang, jangan begitu.

Berapa kilo ini?

3 kilo?

Kasih aku 2 kilo, ya.

Jangan bercanda, hilang 2/3 bisa tamat riwayatku.

Kalau bicara soal daya tahan pecandu,

yang paling panjang umur itu pecandu Korea.

Tahu kenapa?

Karena polisi takut kalian mati,

begitu sakau, langsung dijebloskan ke penjara untuk detoks.

Kau sudah lama tidak detoks, kan?

Chang-rak... jangan campur nasi putih ke barang lagi.

Jual barang palsu begini, pantas saja tidak awet.

Baiklah, kau mau apa, katakan saja.

Beri aku tiga nama besar.

Bukan pemakai. Tapi: Pemasok, distributor, kurir.

Aku percaya padamu.

Kalau tidak mau aku tangkap, kerjakan yang benar.

Sialan, orang itu benar-benar tidak tepat waktu.

Itu, itu dia, sudah datang!

Halo, cek barangnya.

Sudah pas?

Terima kasih kembali.

Beres, pas 2 kilo.

- Ayo berangkat. - Ayo, ayo sayang!

Sialan, bagaimana cara mundurnya?

Maaf!

Aku akan turun memeriksa mobil.

Tunggu dulu!

- Ada apa? - Jangan turun dari mobil!

Apa? Kenapa? Kenapa?

Semuanya fokus.

Ada yang tidak beres.

Bisa turunkan kaca jendelanya sebentar?

Mundur! Mundurkan mobilnya!

Cepat kabur, bodoh!

Berhenti!

Hadang dia!

- Pecahkan kacanya! Pecahkan! Buka pintunya! Buka!

- Pecahkan kacanya! Pecahkan! Buka pintunya! Buka!

- Lari! - Cepat!

Masih belum mau buka pintu?

Tugasku sudah selesai.

Kembalikan 2 kilo milikku yang disita,

ya, bang?

Cepat turun dari mobil!

Sang-chul! Dia ke arahmu, hadang dia!

- Jin-woo! - Dasar bajingan!

Ya ampun, polisi macam apa ini, seperti amatiran.

Cepat turun dari mobil!

Sialan! Anjing!

Hadang dia! Cepat!

Rasakan satu lagi.

Masalah sepele begini sampai harus aku yang turun tangan!

Dunia narkoba di Korea terbagi tiga jenis:

Bandar, polisi,

dan jenis sepertiku - orang dalam (Yadang).

Aku berada di antara para pecandu dan polisi, mengatur agar kedua pihak sama-sama untung.

Kasus-kasus ini akan meningkatkan prestasi polisi.

Sementara para pecandu akan menandatangani "Surat Keterangan Kerja Sama Investigasi."

Sudah selesai.

Surat Keterangan Kerja Sama Investigasi.

Surat ini bisa mengurangi hukuman 10 tahun menjadi sepertiganya.

Coba periksa.

Sebuah kesepakatan yang hanya ada

untuk kejahatan narkoba.

Sistem yang meringankan atau mengurangi hukuman bagi yang bekerja sama.

Membersihkan nama tanpa noda.

Pas 160 juta.

Terus terang, kasus-kasus narkoba besar setiap tahun

semuanya "dilumasi" dengan rapi.

Jangan lupa ambil gambar lengkapnya.

Uang ditukar barang. Salahnya di mana? Sialan!

Semakin besar pemberitaan media, semakin senang pihak polisi.

Dan kalau polisi senang, surat keterangannya jadi lebih bagus.

Kang-soo, kerja bagus!

Siap!

Aku, para pecandu, dan polisi memiliki hubungan simbiosis.

Dunia narkoba Korea menyebut hubungan ini:

YADANG: TIGA SISI SALING BERKHIANAT

Sudah berapa musim semi terlewat?

Dua puluh delapan, Pak.

Ah, umurmu 28, ya?

Bagus.

- Seumuran denganmu... - Bikin kaget saja.

...harus hidup yang benar, mengerti?

Baik, Pak.

Salah langkah sedikit saja,

kau bisa berubah dari pahlawan menjadi narapidana.

Ini untukmu!

Wah, Bang, ini kebanyakan...

- Tunggu aku 30 menit. - Hah?

Aku mau jenguk "baby three" sebentar.

Nih!

Minum, minum!

Iya, iya.

Segar sekali.

Aku segera kembali.

Astaga...

Anda ditangkap karena melanggar Undang-Undang Narkotika.

Geli...

Geli sekali...

RUMAH TAHANAN UIJEONGBU

Jangan injak ambang pintu.

Kalau mau kentut, ke toilet.

Lepas sepatumu baru masuk.

Sialan...

Sana, bawa masuk anak baru.

Berat? Sini aku bawakan.

Terima kasih, Bang...

Anak ini!

Maaf...

Dasar sialan, baru masuk sudah langgar dua aturan!

Cari gara-gara kau, hah?

Setiap tahun, 23.000 pelaku kejahatan narkoba masuk penjara untuk detoks dengan seragam biru.

- Anda sudah datang! - Selamat datang, bos!

Hari ini ada festival Smurf atau bagaimana?

Hei, Raja Smurf. Sini.

Duduk.

Dasar pecandu.

Siapa yang izinkan kau duduk di sini?

Jadi informan seumur hidup tak ada yang tahu.

Sekali positif, seluruh negeri tahu.

Aku hanya negatif terhadap hal baik. Bukan positif narkoba.

Sini!

Anda sudah datang?

Tolong pegang kertas ini.

Sebelum bertemu denganku, Jaksa Gu sama sekali tidak terkenal.

Setelah 10 tahun berkarir,

yang dia dapatkan hanyalah surat mutasi ke kejaksaan di utara,

tempat yang penuh dengan pecandu.

Di seluruh negeri ada 2.500 jaksa.

Hanya 1% yang bisa naik jabatan.

Entah bagaimana, 99% sisanya akan mengundurkan diri dalam 10 tahun.

Orang sukses punya jalan sendiri, jadi Jaksa Gu ini,

setelah bosan bersantai-santai,

mulai ingin masuk ke dalam golongan 1% itu.

Ambil semprotan serangga.

Menangkap pecandu itu seperti membasmi kecoa.

Satu ditangkap, muncul yang lain.

Kalau mau memberantas mereka, harus hancurkan sarangnya.

Ko Heung-sik... di kamar 2, kan?

Yang ini kamar 3.

Yang ini...

Kamar 4.

Benar, Kamar 2.

Lee Kang-su.

Lihat sini.

Coba belah tengah rambutmu.

Tidak terlihat seperti pecandu, ya.

Tentu saja, Pak.

Kau dijebak, kan?

Minum minuman yang dia berikan, lalu pingsan.

- Trik murahan. - Betul!

Benar! Persis seperti kata Bapak! Murahan sekali!

Dia mencium bahaya, jadi mencari orang untuk dikorbankan.

Memang begitu kejadiannya, Pak Jaksa!

Ingatanmu bagus?

Hah?

Baca apa yang kau ingat.

Lee Doo-yong, 910304-1687954.

Lee Doo-yong, 910304-1687954.

Shin Ji-yeop, 870507-1498752.

Kim Sung-rim, 790912-1487416.

Jucheon-ro 9748-10, Chojon-myeon, Seongju-gun, Gyeongsangbuk-do.

- Cukup. - Jo in hwi...

Orang ini memang terlahir jadi informan!

Kau sekamar dengan Ko Heung-sik, kan?

Saya tidak pandai dalam hal ini.

Kalau sering dilakukan, pasti jadi jago.

Kau akan jadi mata dan telingaku. Cari tahu semua tentangnya, ya?

Lalu isi semua bagian yang kosong ini,

dan hukumanmu akan kupotong setengah.

Benarkah, Pak?

Enam.

Tujuh.

Hei, Raja Smurf!

Siapa yang izinkan kau mendekat ke sini?

Kalau mau dapat info penting,

harus bisa menarik perhatian Ko Heung-sik.

Kau mengerti bahasa manusia tidak?

Hei!

Bos!

Hei!

Hei!

Berikan padanya.

Makanlah.

Pak Jaksa...

Bisa bantu saya satu hal?

Apa itu?

Hei!

Brengsek!

Tarik dia!

Lengket sekali seperti lintah!

Tarik dia!

Semuanya diam!

Hei, hei! Apa ini?

Kau menyembunyikan barang?

Dasar udang, berani-beraninya simpan "micin"!

Bukan saya!

Astaga, sudahlah, nanti kursinya rusak.

Ya ampun.

Ada dua paket "gula" baru datang.

Siapa yang mau dikirim ke Pyeongtaek dan Incheon untuk ambil?

"Gula" di Pyeongtaek biar Myung-cheon yang urus.

Kalau yang di Incheon,

serahkan pada Jung-yeop, suruh dia cicipi "gula"-nya dulu.

Ini untukmu.

Ya, terima kasih.

Kau sudah bekerja keras, bagus sekali!

Sini.

Kalau tidak mau ada bekas luka, diam.

Balik badan.

Nah, selesai.

Saya Jaksa Gu Gwan-hee, dari Kejaksaan Uijeongbu.

Anggota sindikat mengaku bahwa mereka bertindak atas perintah Ko Heung-sik,

gembong narkoba Incheon, yang kini ditahan di Uijeongbu...

Dia... bicara omong kosong apa?

Di mana Lee Kang-su?

Semuanya diam!

Lee Kang-su!

DIPINDAHKAN KE RUMAH TAHANAN GWANGJU

KEJAKSAAN GWANGJU

- Halo. - Selamat datang, Pak Jaksa.

NAIK JABATAN MENJADI WAKIL KEPALA JAKSA

Aku sedang di Bangkok, Thailand.

Aku ke sini untuk kursus.

Daging?

Daging apa?

Aku tidak mengirim daging.

Ah, daging itu. Nanti kalau ada, aku kirim lagi.

Aku tutup dulu.

Kenapa Anda mengirim... Terima kasih banyak.

Jadi petani itu berat, harus makan yang bergizi.

Ibumu tidak tahu kau masuk penjara?

Kalau dia tahu, bisa pingsan.

Kau anak yang berbakti juga, ya.

Anda pernah lihat anak berbakti masuk penjara?

Ibuku juga membesarkanku seorang diri.

Pagi-pagi buta sudah ke pasar grosir beli ikan untuk dijual lagi.

Lalu sibuk seharian cuci piring di warung makan...

Hanya untuk menghidupiku.

Ibuku sering bilang: "Hiduplah jangan sampai diremehkan orang."

"Apapun caranya, harus sukses, sukses, sukses."

Kata-katanya selalu terngiang di telingaku.

Ini gelasnya.

Biar saya tuangkan.

Minumlah.

Tidak apa-apa, minum saja.

Tunggu apa lagi, minum, jangan malu-malu.

Aku akan segera dipindahkan ke Kejaksaan Seoul Barat.

Anda pindah ke Seoul?

Bilangnya Seoul biar keren...

tapi tetap saja di pinggiran, Timur, Barat, Selatan, Utara.

Mungkin berikutnya Seoul Timur, harus berusaha sampai ke Kejaksaan Pusat...

Setelah keluar dari penjara, kau mau apa?

Saya...

Saya...

Tidak tahu juga.

Sudah dicap pecandu, mungkin setelah bebas langsung pakai lagi.

Anak ini!

Saya bercanda, bercanda.

Hei, Kang-su.

Bagaimana kalau kau jadi informan profesional saja?

Jadi tidak perlu pusing soal uang.

Dan bisa membantuku juga.

Anak ini, kenapa tertawa?

Tidak ada apa-apa... Cuma merasa aneh dengar Anda memanggil diri "abang".

Kalau begitu mulai sekarang, kita jadi abang-adik selamanya, ya.

Baik, Bang.

Kalau ada yang bisa saya bantu, pasti akan saya lakukan.

Bukan sebagai pecandu dan jaksa,

tapi sebagai... abang-adik.

Tentu saja. Kita kan abang-adik.

Bang! Biar saya tuangkan untuk Abang!

Tapi, janji padaku.

Jangan sentuh "tepung" lagi.

Aku serius.

Sekali pakai, hidupmu akan hancur.

Baik.

Hujan lagi.

Sudah sampai?

Anda sudah datang!

Mereka sudah bertahan di dalam mobil lebih dari tiga jam.

Saya tanya apa pun tidak dijawab.

- Hei, masuk! - Baik!

Hujan begini kenapa di luar terus?

- Pegang ini! - Baik.

Mereka tidak menjawab!

Nona, buka pintunya!

Anda berhak didampingi pengacara dan berhak untuk diam!

Kalau tidak ada respons, saya akan bertindak dengan cara saya sendiri!

Lakukan sesuatu, Bang.

Bang, mobil derek sudah datang.

Tolong bantu kami!

Jalan!

Tunggu... Jangan...

Bagaimana ini? Sekarang harus bagaimana?

Dua garis.

Saya hanya...

minum obat pelangsing...

Karena mau syuting film.

Saya tidak tahu itu zat terlarang...

Alasan basi lagi.

Saya sudah bosan mendengarnya.

Obat pelangsingnya beli di mana?

Diam bukan berarti emas. Diam itu kurang ajar!

Tunggu, orang ini sepertinya familiar.

Dia dapat hukuman percobaan 2 tahun karena pakai narkoba, baru saja bebas.

- Ah, itu... - Namanya...

Yoo... siapa ya, Yoo...

Tidak ingat.

Siapa nama orang ini?

Yoo Min-gu...

Ketemu.

Yoo Ji-sung.

Yoo Ji-sung?

Putra Presdir Grup Konstruksi Ilmoon?

Ah, benar, benar!

Anda mungkin tidak kenal saya, ya?

Saya Oh Sang-jae, Kepala Tim Narkoba 2.

Di dunia narkoba, saya dijuluki Sang-jae sang Kaisar.

Kalau sudah jatuh ke tangan saya, bersalah atau tidak, pasti masuk penjara.

Mau coba?

Sekali saya telepon, wartawan akan langsung datang.

Mau merasakan digandeng saya di karpet merah?

- Lepas borgolnya. - Baik.

Anda pasti punya kesulitan sendiri.

Bingung antara memilih kata hati atau logika.

Tapi tidak usah pusing.

Saya tangkap satu orang saja, dia juga pasti akan menyebut nama Anda.

"Aktris Film! Uhm Su-jin!"

Saat itu baru Anda akan tahu

artinya muka malaikat hati srigala.

Untuk orang seperti Nona Su-jin,

cukup mengaku dengan jujur, dan Anda bisa pulang.

Saya hanya ingin menangkap bandarnya.

Menangkap seratus pecandu pun percuma, besoknya muncul seratus lagi.

Lalu 100 jadi 200, 200 jadi 400.

Tahu kenapa?

Karena bandarnya jualan siang dan malam.

Narkoba itu, siapa yang memberikannya?

KEJAKSAAN SEOUL TIMUR

Pak Jaksa.

Kepala Jaksa!

Kang-su! Sebelah sini.

Bukan di sini, ya?

Saya akan mencalonkan diri sebagai Presiden tahun depan...

Bang, ini ruangan apa?

Ruangan ini untuk orang spesial.

Tidak semua orang bisa masuk.

Tempat ini untuk investigasi tamu VIP seperti presdir perusahaan,

sampai mantan Presiden.

Di ruang interogasi, mereka dipaksa mengaku. Di sini, mereka disambut ramah dan dihibur.

Ini ruangan VIP, bukan untuk rakyat jelata.

Aku kan juga VIP. VIP tanpa status.

Ya ampun!

Manusia memang harus terus menanjak.

Saat melihat ke bawah, baru kita sadar siapa diri kita.

Perasaan gembira yang sulit dijelaskan.

Begitukah?

Kang-su.

Setiap kali melihat keluar,

aku merasa seperti berjalan di atas tali tipis, salah langkah sedikit, langsung jatuh...

Aku merasa sangat cemas.

Astaga.

Jatuh dari sini bisa hancur lebur.

Makanya harus berpegangan erat dengan sekuat tenaga!

Karena itu, aku mempertaruhkan nyawaku padamu.

Paham maksudku, kan? Kita berdua harus mengerjakannya dengan benar.

Abang ini,

selalu khawatir yang tidak-tidak...

Abang cukup tegakkan kepala, jangan biarkan mahkota jatuh.

Sisanya biar aku yang urus.

Baiklah. Aku percaya padamu.

Aku akan menempatkan diriku di Ruang Investigasi Khusus.

Wah, abangku!

Terdengar penuh semangat.

Tunggu sebentar.

Aku punya hadiah kecil untukmu...

Buka saja.

Korek api?

Kalau sudah di Ruang Investigasi Khusus Kejaksaan Pusat,

merokok pun harus kelihatan keren!

Pakai ini sampai pensiun, ya.

Cocok sekali dengan Abang!

Terima kasih.

Aku... juga punya satu.

Anak ini, korek api kembar?

Bubuk apa itu?

Ini "Air Mata Duyung."

Hanya pemain sejati yang punya.

100% barang impor asli dari utara.

Pecandu kelas teri di luar sana mimpi pun tidak akan bisa mencicipinya.

Harganya... Aduh, bikin pusing...

Jadi, langsung ke intinya, ada apa lagi?

Sabar, Bang. - Ya, kenapa?

Ada bocah ingusan bawa 500 gram jalan-jalan lalu tertangkap.

Minggu lalu aku baru saja membantunya bernegosiasi dengan polisi.

Namanya Oh Jae-chul.

Putra Presdir Grup Dongin Milling.

Aha?

Tercium aroma ketenaran dari sini.

Wah, Bang, aromanya menyengat sekali.

Proyek ini sudah disiram bensin.

Tinggal menunggu Abang...

Menyalakan apinya...

Dan bum!

Abang mendarat mulus di Kejaksaan Pusat.

Dan aku jadi informan nasional.

Lalu bagaimana nasib si penjual bensin?

Yeom...

Aku biasa memanggilnya bos, jadi lupa namanya.

Preman Daegu, Yeom Tae-su.

Bicara dengan logat Gyeongsang.

Benar.

Tinggal 4,5 kilo.

Setengah kilonya lagi sudah ludes di perutnya.

- Hei, kau. - Apa?

Main yang lebih besar dong.

Jangan suruh anak buah menelan "kondom" isi narkoba lagi.

Bos Yeom pemilih soal makanan, ya?

Bicara memang mudah.

Coba saja telan kondom sendiri.

Anjing kau!

Bos!

Dasar anjing!

Lepaskan!

Mati kau.

Siapa lagi selanjutnya?

Sialan.

Setengah kilo yang kurang itu,

anggap saja uang berobat.

Kau lihat Kim Hak-nam ketakutan sampai kencing di celana?

Bagaimana kalau kubunuh saja dia?

Anak buahnya cuma pajangan?

Harus jebloskan dia ke penjara seperti abang-abangnya,

baru barang dari Yamamoto akan jadi milikku.

Bang, aku potong jalan mobilnya, ya.

Tabrak saja.

Tunggu sampai masuk area Namdong baru tabrak.

Jangan sampai kehilangan jejak.

Bos Yeom Tae-su! Keren sekali.

Jalan-jalan dikawal sekawanan kupu-kupu.

itu Sang-jae sang Kaisar.

Apa-apaan ini?

Dilihat terus nanti digigit kupu-kupu, lho!

Cepat lari, aku akan melindungimu.

Putar balik mobilnya!

Siap!

Sialan!

Minggir, kau!

Kau siapa?

Aku orangnya Yamamoto!

Yamamoto?

Dasar anak kurang ajar.

Brengsek!

Banyak tanya sekali.

Cepat ke stasiun Namdong!

Pergi!

Ke stasiun Namdong!

Sialan!

Cek plat nomor 15RU 8649!

Hei, brengsek!

Yeom Tae-su sudah berhenti.

Berhenti di stasiun Namdong. Stasiun Namdong.

- Jangan sampai tertangkap. - Baik.

Pergi!

Minggir!

- Hei, hei! Dia ke arah mana? - Masuk ke stasiun Namdong!

Kau siapa?

Kenalannya nanti saja.

Pergi ke peron 3, pintu 4-2.

Malaikat pelindung menunggumu di sana.

Kita bertemu di sana, ya.

Kau sedang jalan kaki?

Lari! Satu, dua.

Satu, dua! Satu, dua! Satu, dua!

- Panggil bantuan! - Kalian hadang dari sana!

4-2, 4-2...

Pergi!

Yeom Tae-su!

Yeom Tae-su!

Minggir! Polisi!

Minggir! Minggir!

Polisi! Ini polisi!

Hei! Letakkan!

Kalau berani, maju!

Perlawanan sia-sia! Letakkan!

Semua menyingkir! Cepat!

Yeom Tae-su, menyerahlah!

Yeom Tae-su?

Setrum dia.

Apa-apaan ini?

Kami dari kejaksaan!

Kami dari kejaksaan!

Anda dari kejaksaan?

Benar.

Jaksa punya hak merebut tersangka?

Pasti ada salah paham, ini cuma salah paham.

Salah paham apanya, kami sudah mengintainya berhari-hari!

Kalian sudah bekerja keras!

Kami punya surat perintah penangkapan.

Ayo pergi.

Hei, kau bercanda? Tindakan macam apa ini?

Kak!

Itu orang yang memotong jalan tadi?

Benar, itu dia!

Dia itu Lee Kang-su,

informan nomor satu di negara ini.

Dasar brengsek, berani-beraninya merebut tangkapan sang Kaisar.

Halo.

Tadi mau tanya apa? Silakan.

Jadi kau yang melaporkanku?

Sudah jelas masih bertanya.

Kau sudah bekerja keras mengejar target.

Sisa hidupmu akan diurus oleh negara.

Anggap saja sedang penyembuhan.

Pak Jaksa,

mau kasih dia hukuman berapa tahun? 5 tahun?

Tidak.

Tuduhan: Penyelundupan, distribusi, penggunaan, dan kepemilikan.

Paling ringan 7 tahun.

Paling berat 15 tahun. Mau berapa pun bisa diatur.

Tamat riwayatmu.

Sudah, kasus ini anggap saja selesai, kan?

Bos, mau curhat sedikit?

Merokok dulu, lalu tanda tangan.

OH SANG-JAE

Anda mau

jadi informan saya?

Informan?

Setiap kali berkumpul dengan orang-orang ini, hubungi saya.

Lakukan diam-diam.

Anda tidak akan mendapat masalah.

Percayalah pada saya.

Anda di mana?

Saya akan aman, kan?

Beri tahu lokasinya, lalu pergi dari sana.

Hotel Laura Hill. Ayo berangkat!

Cepat gerakkan kakimu!

Mau ke mana? Masuklah.

Kak, aku merasa tidak enak badan, aku mau pulang istirahat.

Hei.

Lihat orang yang pakai baju biru?

Dia sudah banyak membantu ayahku,

dan dia sangat menyukaimu.

Kak, aku benar-benar tidak enak badan, lain kali saja, ya.

Hei, Su-jin.

Tidak enak badan pun harus tetap masuk.

Astaga, lirikanmu manis sekali.

Beda memang aura pemeran utama.

Nah, begini baru benar.

Ini dia tatapan yang kucari!

Sudah sampai, Hotel Laura Hill.

Baiklah, ayo turun.

Lain kali kita bertemu, semoga kuburanmu sudah rapi.

Jelas?

Kalau begitu, jangan lupa antre ambil nomor.

Tapi meskipun sudah dapat nomor, menunggu gilirannya lama sekali.

Nomormu 236.

Keselamatan nomor satu. Hati-hati.

- Oke, bersiap. - Siap!

Ayo!

Cepat!

Pak Jaksa.

Saya permisi duluan.

Kau sudah bekerja keras. Sampai jumpa lagi.

- Hei! Ya, Bang!

Sudah siap? Ayo masuk!

Baiklah, ayo!

Hanya pecundang yang buang barang di sini!

Biar Abang antar ke tempat yang lebih bagus.

Ada barangnya?

- Banyak sekali! - Kalau begitu, ayo!

Lho!?

Sampai jumpa lagi.

Aku baru mau meneleponmu.

Bagaimana menurutmu?

Subtitle Bahasa Indonesia oleh RoPhim.org

Bukan cuma tiga, tapi empat tahun penjara.

Apa itu?

- Cepat, panggil ambulans untuknya! - Panggil ambulans!

Sialan...

Cepat pergi.

- Ayo pergi. - Minggir, apa-apaan ini.

Ya, Ayah.

Tidak tahu orang-orang ini dari mana.

Tiba-tiba menyerbu ke tempatku.

Anda siapa?

Kau biang keladi di sini?

Lumayan juga tampangmu.

Sayang sekali kalau tidak masuk TV.

Tersangkanya direbut lagi!

Sialan, dasar perampok!

Para jaksa busuk dari timur.

Kenapa disikat bersih begini!

Anda bicara apa?

Ada surat perintah penggeledahan?

Menghalangi petugas bisa ditangkap!

Sialan, sungguh...

Gadis itu orangku.

Gadis apanya.

Lepaskan aku, sialan.

Kalau sampai ketahuan, kita semua bisa mati.

Pak Polisi.

Pak Polisi.

Cepat kabur sebelum ada yang lihat.

Anjing pelacak itu penciumannya tajam sekali.

Bang, setelah selesai, kita minum-minum, ya.

- Ya, aku tahu. - Jangan lupa, lho.

Pak Jaksa!

Investigasi macam apa ini?

Lepaskan!

Pak Jaksa!

- Tenanglah. - Bahaya! Minggir!

Wah!

Kalian sudah bekerja keras.

Melepas umpan kecil untuk ikan besar, tak disangka ikannya malah lepas.

Kalau berani, jangan lari!

Dasar pengecut!

Kembali ke sini!

KEPALA KEJAKSAAN TIMUR

Menghubungi saya terus pun tak ada gunanya.

Saya hanya menelepon untuk meminta agar masalah ini diredam.

Siapa sangka sampai terdengar oleh Kepala Jaksa Kim.

Hanya karena telepon Anda, saya jadi harus ganti nomor.

Apa saya terlihat mudah ditindas?

Tentu tidak.

Kalau saya berpikir begitu, tidak mungkin saya datang ke sini.

Kalau begitu jangan datang.

Mari bicara serius.

Anda ingin naik jabatan, kan?

Asalkan Anda selesaikan masalah ini...

Kandidat kami tidak akan melupakan jasa baik Anda.

Menambah satu teman, mengurangi satu musuh...

Beliau akan membukakan jalan untuk Anda.

Pak Jaksa.

Lupakan kejadian di Hotel Laura Hill.

Bagaimana kalau kubunuh adikmu?

Aku tidak punya adik.

Nomor yang Anda tuju sedang sangat sibuk.

Bang, Abang tidak angkat telepon, jadi aku minum duluan, ya.

Cepat selesaikan urusanmu lalu ke sini.

Aku tahu Abang di sana cuma formalitas.

Anak buah Abang kan yang kerja.

Disentuh sedikit saja sudah tumbang.

Kami dari Kejaksaan Timur.

- Ada apa kemari? - Duduklah.

- Bang, kenapa mereka di sini? - Ini surat perintah penggeledahan.

Penggeledahan apa?

Jangan disentuh.

Dalam proses investigasi narkoba...

Ada keterangan bahwa Anda menerima suap dari Yeom Tae-su.

Kang-su!

Kang-su!

Bangun dan minum denganku.

Jangan kurang ajar!

Cuma pegang sedikit, jangan tegang.

Jangan! Jangan!

Jangan! Kubilang jangan!

Sudah disuntik!

Aktris pendatang baru, Uhm Su-jin, baru saja ditangkap karena penggunaan zat terlarang.

Ia dituduh menggunakan stimulan di sebuah hotel di pusat kota Seoul,

dan secara resmi ditahan hari ini.

Kyuk-hyun.

Ya, Bang.

Salin ini satu rangkap.

Baik.

Ya ampun.

Ternyata kau cepat juga sampai di ajalmu.

Sudah kubilang, lain kali bertemu, semoga kuburanmu sudah rapi.

Kang-su, dasar bajingan.

Bangun, bangun!

Jangan... kumohon jangan...

Kumohon...

Aku salah... Aku minta maaf...

Ya, ya, sebentar lagi selesai.

Hari ini minum alkohol ganti nasi.

Makan minum apa lagi sekarang, biarkan dia teler sampai mati.

Silakan masuk!

Selamat datang!

- Halo, Kak Hye-joo! - Lewat sini.

Sudah, jangan berlebihan begitu!

Mana ada pecandu yang mengaku dia pecandu.

Bang!

Orang gila itu teriak-teriak lagi.

Sialan...

Coba Abang lihat.

Mudah untuk kecanduan, tapi sulit untuk berhenti, tahu tidak, bodoh.

Aku sibuk, kututup teleponnya.

AREA TERLARANG

Teriak-teriak apa, hah?

Sudah kubilang berhenti itu sulit, bukan main-main!

Chang-rak...

Satu... satu dosis saja.

Satu dosis saja!

Dasar bodoh!

Lepaskan aku!

Satu dosis saja, beri aku satu dosis saja!

Tidak makan lagi?

Lalu kenapa bersikeras mau berhenti?

Sekarang makan nasi terasa seperti makan tanah, makanya tidak mau?

Kalau tidak mau, besok makan tanah pun tidak akan ada!

Saat sakau, akan muncul halusinasi seperti melihat kecoa, laba-laba...

Pakai sedikit biar seru.

Goda saja ibumu!

Nomor 2938.

Nomor 1104.

Jika riwayat lokasi di ponsel saya diperiksa,

akan terlihat bahwa saya tidak pernah bertemu Yeom Tae-su, orang yang menyuap saya.

Terakhir, saya ingin bertanya kepada jaksa yang menjebloskan saya ke penjara selama setahun.

Jika seorang kriminal dengan 8 catatan narkoba mengatakan bahwa seorang jaksa menerima uang darinya,

bisakah saya langsung percaya dan menangkap serta menyelidiki jaksa tersebut?

Pembacaan putusan.

Putusan: Terdakwa Oh Sang-jae tidak bersalah.

Sampai jumpa di sidang banding.

Hye-in!

Ayah pulang, Nak.

Kamu sudah bekerja keras.

Saya Park Hyun-sook, Anggota Parlemen dari Partai Rakyat Kreatif.

Ah, ya.

Tunggu sebentar.

- Kamu ke ibu dulu, ya. - Anaknya cantik sekali.

Ya?

Anda sudah membaca surat saya?

Dengar-dengar Anda ada di lokasi kasus Hotel Laura Hill tahun lalu.

Saya ingin tahu lebih banyak tentang itu.

Maaf.

Kita bicara sebentar. Dengar-dengar ada rekaman kejadian itu.

- Malam itu, putra kandidat Cho Sang-tack juga ada di sana? - Anda mau tahu apa?

Tenang, Sayang.

Hanya karena kesaksian tidak berdasar, kalian membiarkan suamiku dipenjara.

- Itu lebih pantas diselidiki. - Sudahlah, Sayang.

Kita pergi saja.

Kandidat nomor 1, Cho Sang-taek!

Kandidat nomor 1, Cho Sang-taek!

Kandidat nomor 1, Cho Sang-taek!

Kandidat nomor 1, Cho Sang-taek!

Ya, aku tahu Juru Bicara Park Hyun-sook itu.

Jangan lakukan apa-apa, menghindar saja.

Aku bisa urus. Kau hanya perlu...

pergi berlibur sebulan, paham?

Ya, ya.

Sebelum pergi, kita bertemu di Eclipse.

Dasar otak udang. Lakukan saja apa yang kusuruh, banyak omong.

Maaf, saya terlambat. Ada apa Anda memanggil saya?

Tidak terlambat.

Sekarang sudah jadi jaksa ternama, Anda punya kuasa.

Tapi cepat atau lambat...

Ada si Park Hyun-sook ini!

Mendekati hari pemilihan,

dia terus mendatangi perusahaan dan rumah teman-temanku untuk mencari informasi.

Dia terus ingin mengungkit kasus Laura Hill...

Tolong Anda urus, ya?

Park Hyun-sook dulunya wartawan, jadi dia sangat gigih.

Masalah kecil selalu dibesar-besarkan, ditambah bumbu-bumbu.

Hei!

Makan apa sih, cerewet sekali.

Bisa diurus atau tidak, katakan saja, Pak Tua.

Membentak saya tidak akan menyelesaikan apa-apa.

Beri saya waktu untuk berpikir.

Satu menit dimulai.

Saya punya ide.

Presdir Kang Myung-chul, yang ditahan karena penipuan keuangan,

adalah adik kelas kandidat Yoon Sung-hyup saat SMA.

Saya telah mentransfer total 10 miliar won dana kampanye kepada kandidat Yoon.

Awalnya 3 miliar won dalam bentuk tunai dan dolar.

Seminggu kemudian, 5 miliar lagi dalam yen Jepang.

Terakhir, 3 miliar dalam bentuk tunai dan voucher.

Hei, Tuan Kang Myung-chul.

Angka terakhir seharusnya 2 miliar!

Urutannya 3, 5, lalu 2!

Orang tua itu selalu salah antara 2 dan 3.

Presdir, silakan duduk di sini.

Saya di sini untuk membantu Anda kembali memimpin perusahaan.

Kalau Anda tidak kooperatif, saya akan lepas tangan.

Anda tahu harus berpihak pada siapa, kan?

Asalkan dia mau mengaku bahwa yang mengirim uang adalah Park Hyun-sook, beres kan?

Anda memang jenius.

Jenius dalam memaksa pengakuan.

Sekarang, silakan bersenang-senang.

Baiklah. Saya akan bicara dengan ayah saya.

Jaga teman-temanmu baik-baik. Jangan biarkan mereka buka mulut.

- Nanti bisa merusak rencana. - Tenang saja.

Sabtu ini mereka semua akan pergi. Beres.

Satu lagi...

Jangan biarkan pecandu seperti Yeom Tae-su keluar masuk tempat ini lagi.

Percaya pada pecandu bisa membuatmu rugi besar.

Jangan khawatir.

Aku ini Gao Ranger yang tak terkalahkan.

Bergandengan tangan dan maju bersama Cho Sang-taek!

Semuanya! Semuanya!

Tidak ada bedanya dengan sekte sesat.

Hanya sekumpulan sapi yang mudah digiring.

Cho Sang-taek!

PERIKSA LAKBAN HITAM DI BAWAH UNIT LUAR AC

BISA TOLONG SUNTIKKAN UNTUK SAYA?

TIDAK MELAYANI SUNTIK. SETELAH UANG DITERIMA, SAYA AKAN KIRIM KOORDINAT LOKASI BARANG.

SEPERTINYA SAYA CARI TEMPAT LAIN SAJA. ADA YANG MAU PAKAI BERSAMA PELANGGAN...

KALAU MEREKA MEMBAWAMU KE KANTOR POLISI, JANGAN MENANGIS.

APAKAH TANGAN SAYA CUKUP TERPERCAYA? SAYA AKAN BAYAR LEBIH.

Masuk!

Erica?

Cantik juga.

Rileks saja.

Tepuk pelan saja.

Pembuluh darahmu bagus dan kuat.

Ya, jadi suntik saja di mana pun kau suka.

- Kak. - Hm?

Berapa dosisnya?

Dua strip.

Dua strip?

Hebat juga.

Belum terasa apa-apa...

Pergi!

Pertama kali ke sini, Reporter Song?

Iya, Pak Jaksa.

Menjelang pemilu, kasus-kasus sensitif

sering kali ditutupi.

Sayang sekali, padahal saya mau menawari Anda "sup panas" yang lezat.

Astaga, saya lupa menuangkan minuman untuk Anda.

Akhir-akhir ini saya jadi pelupa.

Kalau sudah "sup panas", harus segera disantap sebelum dingin, Pak.

Hah?

Maksud Anda kasus Presdir Kang Myung-chul dari Grup Konstruksi Haeshin?

Dengar-dengar beliau sering bolak-balik antara rutan dan kejaksaan.

Anda jeli juga, penciuman Anda tajam.

Si Tuan Kang itu.

Menggelapkan dana 10 miliar won.

Dan 10 miliar itu langsung ditransfer ke pihak kandidat Yoon Sung-hyup.

Anggota Parlemen Park Hyun-sook menjadi perantara.

Bukti-bukti semuanya sudah ada di tangan saya.

Supnya belum mendidih, kalau terburu-buru makan bisa sakit perut...

Hari pemilihan sudah dekat, menyelidiki sekarang bisa-bisa kena masalah.

Anda cukup sediakan bahan-bahannya, biar saya yang memasak supnya.

Kasus ini kalau terungkap bisa jadi besar.

Kau yakin bisa memasak supnya?

Cukup dengan tepukan tangan, sup lezat akan tersaji.

Bicaramu seolah keluargamu tiga turunan penjual sup.

Hei, Reporter Song.

Kau sudah lama keluar masuk Kejaksaan, kan?

Benar! Ini tahun keempat saya, Pak Jaksa.

Selalu memanggil "Pak Jaksa", 4 tahun itu sudah seperti keluarga.

Panggil "Bang" saja biar lebih akrab.

Kurang dari dua minggu lagi menuju Pemilihan Presiden ke-21,

Menurut survei SBC...

- Lapar sekali. - Ya, silakan masuk.

Dua kandidat, Cho Sang-taek dan Yoon Sung-hyup, jarak suara semakin tipis, persaingan sangat ketat.

Dibandingkan survei sepuluh hari lalu, kandidat Cho Sang-taek telah...

Kenapa Anda masih di sini? Mau merokok?

Sejak masuk rutan, saya sudah berhenti.

Sudah selidiki Yeom Tae-su lebih lanjut?

Dia menghilang tanpa jejak, mungkin kabur ke luar negeri.

Sudah setahun tidak ada petunjuk apa-apa.

Aku harus membawanya ke pengadilan dengan cara apa pun.

Aku sudah jual rumah untuk bayar pengacara, 100 juta won.

Kalau sampai kalah di sidang banding,

hidupku dan Hye-in akan benar-benar sengsara.

Bawakan aku Jong-su dan satu orang lagi yang pintar.

Angkatan baru ada yang bagus tidak?

Anda pasti akan dinyatakan tidak bersalah.

Untuk apa cari masalah dengan jaksa, Anda ini suka sekali cari gara-gara.

Sialan, sampai kapan polisi harus tunduk pada jaksa?

Mereka sudah menjebakmu sekali sampai masuk penjara, masih saja ketagihan?

Anda urus saja administrasi di kantor sampai sidang banding selesai.

Sekarang saya yang jadi kepala tim,

kalau Anda turun ke lapangan, seluruh tim bisa bingung.

Mohon bersabar sedikit, ya.

Anak-anak itu sudah makan kenyang?

Hei!

Lee Kang-su!

Sangat merindukanku, kan?

Berani juga kau, datang untuk menyerahkan nyawa?

Syukurlah kau di sini, aku sedang ingin bernostalgia.

Pakai borgolnya, biar aku berimu status resmi.

Belum pemanasan sudah mau main kasar.

Kita bicara baik-baik dulu.

Aku datang untuk membantumu.

Kau mau berulah apa lagi?

Biar aku yang bicara!

Dengarkan dulu!

Di mana Yeom Tae-su?

Kau yang menjebakku! Anjing suruhan Yeom Tae-su!

Diam, biar aku yang bicara!

Aku dan kau, kita sama-sama dijebak!

Aku bukan anjing Yeom Tae-su, jangan bodoh!

Lalu anjing siapa?

Polisi Oh!

Memang tidak berharap banyak tapi,

tidak ada sedikit pun penyesalan darimu?

Sangat mengecewakan.

Kau sudah bergabung dengan para pecandu?

Ya, terima kasih padamu.

Begitu keluar penjara, isi kontakku penuh dengan nomor pecandu.

Sialan, sakit sekali!

Yeom Tae-su, dia menyuntikku lalu membakar kakiku.

Aku bisa merasakan kulitku matang.

Tapi sekali disuntik, rasa nikmatnya luar biasa, sampai lupa rasa sakit.

Dia membuatku teler selama sebulan penuh.

Kau ingin menangkap anjing itu, kan?

Aku juga...

sangat merindukan anjing itu.

Musuh dari musuhku adalah temanku.

Kau pernah bertanya siapa orang itu.

Cho Hoon.

Orang yang sedang menatap ponselnya.

Putra kandidat Presiden.

Dia yang memberiku narkoba.

Pantas saja Jaksa Gu panik setengah mati.

Karena tidak menyangka...

itu adalah putra kandidat Presiden terkuat.

Informan yang "beruntung".

Aktris yang "polos".

Dan polisi yang "bernasib baik".

Trio penghalang yang harus disingkirkan.

Jadi,

kau berniat menyeret kepala jaksa dan putra kandidat Presiden ke lubang yang sama?

Kau gila?

Aku punya video Full HD tanpa sensor!

Baiklah, ayo!

Saat Cho Hoon ditangkap di Laura Hill...

Aku merekam semuanya.

Di mana videonya?

Ada... di tangan Yeom Tae-su.

Lalu di mana Yeom Tae-su?

Dia sedang mengekspor narkoba dari utara ke Jepang.

Dulu, barang itu dimonopoli oleh Kim Hak-nam di Incheon.

Sekarang jadi milik Yeom Tae-su.

Hadiah karena sudah menyingkirkan kita.

Hanya ada satu cara untuk memancingnya keluar.

Yaitu dengan mencegat kiriman "tepung" miliknya...

Dia akan muncul dengan sendirinya.

Jumat ini Cho Hoon akan mengadakan pesta.

Aku ada di daftar tamu.

Ini satu-satunya kesempatan. Lewat hari Sabtu, mereka semua kabur ke luar negeri.

Aku akan merekam Cho Hoon saat sedang teler.

Harus ada bukti kuat baru bisa menjebloskannya ke penjara.

Jumlah kita seimbang. Tiga lawan tiga, satu lawan satu.

Yeom Tae-su.

Jaksa Gu.

Pihak sana adalah Cho Hoon.

Baiklah.

Aku hanya bertanggung jawab menangkap Yeom Tae-su. Sisanya urus sendiri, ya?

Sudah kubilang, mudah untuk kecanduan, tapi sulit untuk berhenti, paham, bodoh?

Jadi, jangan pernah coba-coba!

Sialan, nasibku buruk sekali harus berurusan dengan pecandu.

Setuju!

Tidak perlu jabat tangan!

Semangat! Semangat sekali!

Meja 7, 3 kilo belut!

3 kilo belut!

3 kilo? Kalau harga "tepung", 1 kilonya 700 juta. Berarti 2,1 miliar won.

Benar kan?

Hei.

- Aduh, pisau... - Kau siapa?

- Hak-nam, ya. - Sialan!

Kami datang untuk makan belut gulung "tepung".

Sialan, anjing pelacak.

Kakiku terjepit!

Mukamu sudah jelas menunjukkan niat mau berkhianat, hanya orang gila yang percaya informan.

Dan Anda, Pak Polisi, saya ini distributor!

Menyuruh saya membongkar seluruh jaringan sama saja menyuruh saya mengorbankan anak buahku.

Orang baik tidak begitu.

Makan belut untuk stamina, lalu pergi, tidak usah diantar.

- Hak-nam! - Apa?

Baru digertak Yeom Tae-su sudah ketakutan?

Makanya kau biarkan dia memimpin seluruh jaringan?

Ibu mau diborgol atau Yeom Tae-su yang diborgol?

Yeom Tae-su?

Benar, Yeom Tae-su!

Si brengsek Yeom Tae-su itu, memaksa Bos Kim bersembunyi di sini.

Kami sedang membicarakannya.

Pak Polisi butuh bantuan apa?

Beri tahu saya tentang narkoba jenis "Air Mata Duyung".

Bagaimana cara pengirimannya ke Yeom Tae-su.

Di mana?

PELABUHAN INCHEON

Saat barang transit dari Tiongkok tiba di Incheon,

anak buahku akan membawanya ke gudang dan mengemasnya dengan rapi.

Truk pengangkut belut Yamamoto akan datang dari Jepang ke gudang.

Anak buah Yamamoto yang akan menyetir,

dan anak buah Yeom akan mengawal.

Mereka memuat barang ke truk lalu memasukkan belut.

Langsung menuju Busan untuk diserahkan pada Yeom.

Perjalanan non-stop dari Incheon ke Busan. Hanya berhenti di satu tempat.

Warung sup ikan Yeongshin, dekat distrik Sujeong, Incheon.

Sopir dari Jepang itu sangat suka sup ikan di sana.

Enak sekali!

Kapan?

Mereka akan tiba dengan feri Jumat pagi minggu ini.

Presdir Kang Myung-chul dari grup konstruksi Haeshin memberikan 5 miliar won tunai

kepada Anggota Parlemen Park Hyun-sook di ruang "Panggung".

di sinilah Tuan Kang memberikan 5 miliar won tunai kepada Nyonya Park.

Kejaksaan menyimpulkan uang itu digunakan sebagai dana kampanye kandidat Yoon.

Pemindai tidak akan mendeteksi kamera ini.

Ditutupi begini, kakekmu pun tidak akan sadar.

Bisa, kan?

Kelihatannya bagus.

Kalau berbahaya, segera kabur. Kalau ada masalah, hubungi aku.

Sepertinya tahun lalu Anda juga berpesan persis seperti ini...

Hei!

Waktu itu... Aku...

Jangan minta maaf sekarang. Tunggu saat yang lebih tepat.

Sekalian saja kubilang,

aku melakukan ini karena aku mau.

Sudah beres semua?

Kalau sudah ada rekamannya, kirim padaku.

Kerjakan bagian masing-masing. Ingat?

Oke!

Dah!

- Hei! - Hah?

Takut, ya?

Takut apa?

Ayo!

Apakah rencananya akan berhasil?

Tergantung bagaimana polisi yang menjebloskan Su-jin itu bertindak.

Informan murahan saja berani menggurui.

Memang, tidak seharusnya mendengarkan pecandu.

Sudah kubilang aku tidak kecanduan!

Anda tidak pakai, jadi tidak akan paham!

Mana ada pecandu yang mengaku dirinya pecandu.

Sudah kecanduan, masih saja malu!

Sialan, aku sudah lama berhenti...

Sudahlah, malas aku!

Pakai sabuk pengamannya! Pakai!

Sabuk apanya, talinya saja tidak ada?

Proyek ini baunya tidak enak.

TOKO HASIL LAUT NELAYAN INCHEON

JUMAT

Bagaimana kalau kita sergap mereka sekarang saja biar cepat?

Sikap macam apa itu?

Harus tunggu mereka bawa barangnya keluar. Paham?

Setelah itu baru lebih mudah menangkap Yeom Tae-su.

Dia akan marah karena kehilangan barang dan akan muncul dengan sendirinya.

Ya, aku tahu!

Awasi baik-baik.

Kau punya waktu 10 menit!

Pelankan suaramu!

Pecandu menyebalkan...

Su-jin.

Kenapa di luar negeri banyak sekali pusat rehabilitasi?

Di Korea sulit sekali ditemukan, jarang sekali!

Bagaimana kalau kita buka satu?

Cari tempat yang bagus di luar negeri, lalu kurung mereka semua di sana...

Tarif 10 juta won per orang, pasti kaya raya.

Pecandu mana punya uang untuk rehabilitasi mewah begitu?

Hei, khusus untukmu gratis,

Tapi jangan lupa bawa pendamping, ya.

Untuk mengurus makan, minum, memberi semangat...

Banyak yang harus diurus.

Sembunyi!

Ada apa! Ada apa!

Bang, angin apa yang membawamu kemari?

Dasar bajingan.

Mau makan sup untuk menghilangkan pengar.

- Silakan masuk, Bang. - Ya.

Elang kecil memanggil elang besar, dengar, jawab!

Elang besar!

Sialan, terbang ke mana dia?

Pergi tanpa pamit!

Harap berhenti.

- Saya perlu memeriksa tas Anda. - Hei, biarkan dia masuk!

Baiklah, silakan masuk.

"Gula" ini enak, aku simpan sedikit untuk bos.

Orang Jepang sudah menunggu di dermaga 3, pelabuhan Gamcheon.

Bilang saja "enak" pakai bahasa Korea, pakai "oishii" segala, dasar lupa bangsa.

Yeom Tae-su!

Wah, aku sangat merindukanmu.

Sebelum bernostalgia...

pakai dulu borgolnya.

Jangan ganggu orang makan.

Tolong... tolong jangan tembak!

Dasar anjing pelacak!

Yeom Tae-su!

Rebut senjatanya!

Senjata!

Cepat rebut!

Kubilang rebut senjatanya!

Sial, malah buka "gula"!

Sialan, kenapa belut-belut ini di sini?

Suara apa itu?

Lee Kang-su, dasar pencuri!

Setiap tanggal 1 dan 15, akan kunyalakan dupa untukmu!

Yeom Tae-su!

Sudah jelek, kelakuannya buruk pula!

Gawat.. Pak Polisi...

Kita belum akrab, jangan bercanda begini.

Diam kau!

Cepat katakan! Di mana videonya?

Jam, jam, jam tangan.

Di dalam jam tangan!

Cepat pergi.

Ayo.

Sayang sekali kalau tidak masuk TV.

Jaga dia baik-baik.

Baik, Pak.

Baiklah!

Ini baru pemanasan.

Rekaman yang diambil Su-jin baru puncaknya.

Ada pesan!

Sudah direkam!

Bagus sekali!

Laksanakan.

Siap!

Kejaksaan? Saya mau melaporkan sekelompok orang yang memakai "micin".

Apakah dalang di balik semua ini...

adalah Jaksa Gu?

Dia juga yang membuatku jadi pecandu?

Bagaimana kalau kubunuh adikmu?

Aku tidak punya adik.

Katanya jualan "gula", tapi tidak punya stok "gula"?

Bercanda?

Itulah harga yang harus dibayar karena jadi anjing jaksa.

Tunggu di sini, jangan ke mana-mana.

Bagaimana tanggapan Anda tentang pengakuan Presdir Kang Myung-chul?

Apakah benar 10 miliar won diberikan kepada kandidat Yoon?

Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari Kang Myung-chul,

bagaimana mungkin saya berikan pada kandidat Yoon?

Ya?

Pak Jaksa.

Tim Narkoba baru saja menerima laporan.

Lokasinya di kapal pesiar Eclipse di Marina Seoul.

- Eclipse? - Benar.

Kasus itu kita tangani sendiri, jangan hubungi polisi air.

Memanggil mereka hanya akan membuat masalah jadi rumit.

Duduk!

Ada apa ini?

Tertangkap basah menyelundupkan narkoba. Total 5 kilo.

Saya akan ambil keterangan sendiri, jangan ada yang sentuh, jelas?

Astaga... Bikin masalah lagi.

Lho?

Kukira peranmu selesai setelah menangkap Yeom Tae-su?

Aku ingin memastikan Su-jin bisa mundur dengan aman.

Jalankan mobilnya.

Diam!

Kubilang diam! Diam! Semuanya diam!

Dikasih tumpangan gratis tidak tahu diri...

Ulangi lagi.

Kau dijebak, segera pergi dari sana!

Cepat, segera pergi!

Bukankah polisi air sudah dihadang? Ada apa lagi?

Ada yang melaporkan nama dan lokasi kapal pesiarnya, cepat pergi dari sana!

KECORAK BUBUK

Saya dengar.

Pak Jaksa, Yeom Tae-su baru saja ditangkap oleh Kepala Tim Oh.

Polisi Oh menangkap Yeom Tae-su?

Benar, sepertinya kepala tim bekerja sama dengan informan Lee Kang-su.

Lee Kang-su?

Kau yakin itu Lee Kang-su? Informasinya akurat?

Tidak salah lagi, Pak.

Saya baru saja memeriksanya.

Sepertinya si Uhm Su-jin juga satu komplotan dengan Lee Kang-su.

Aktris yang di Laura Hill tahun lalu itu.

Saya melihat mereka bertiga bersama.

Lee Kang-su, Uhm Su-jin, dan Oh Sang-jae?

Jadi Su-jin ada di kapal pesiar...

Saat berlibur, jangan pakai telepon. Pakai Telegram.

Hei, Uhm Su-jin.

Jangan hubungi siapa pun sampai pemilihan selesai.

Aku tahu.

Kau main-main, ya?

Jangan cuma menjawab seadanya, jawab yang benar.

Cepat katakan.

KEPALA JAKSA GU GWAN-HEE

Sialan...

Jangan keluar mencari "gula" seperti orang gila.

Juga jangan sembarangan pergi pesta.

Sudah ingat, jangan diulangi lagi.

Cepat lari.

Kau sedang bersama Uhm Su-jin, kan?

- Aku berhasil merekamnya! - Bagus sekali! Takut setengah mati!

Kak Kang-su! Kami berhasil kabur!

Sedang meninggalkan Yeouido!

- Jaga baik-baik videonya, ya. - Baik, Kak!

Berikan teleponnya pada Su-jin.

Apa lagi?

Sial, aku tidak mau lihat mukamu!

Telepon biasa saja kan bisa.

Kalau begitu, lihat aku.

Kerja bagus.

Kau bilang akan mencabut selang pernapasan Cho Hoon.

Ingat janjimu itu.

Janji adalah janji.

Aku mengandalkanmu.

Berikan teleponnya pada Sang-jae sang Kaisar.

Untuk apa?

Pegang sebentar.

Astaga, yang penting selesai, masih saja...

Aku sedang menyetir, pegang saja!

Sudah cukup? Ini, kembalikan.

Anda melupakan sesuatu?

Semuanya sudah selesai, sekarang Anda minta maaf, baru pas.

Cepat katakan saja!

Tambahkan sedikit air mata biar lebih mendalam.

Ayo, jangan malu-malu lagi!

Sialan...

Saya minta maaf.

Saya telah melakukan... Sesuatu yang tak termaafkan padamu...

Itu sudah cukup... saya juga.

Halo?

Sudah gelap?

Uhm Su-jin!

Halo?

Halo?

Telepon lagi.

Chang-rak...

Chang-rak...

Panggil ambulans!

Chang-rak.

Tolong aku.

Anda tidak apa-apa?

Tolong aku.

Tolong aku.

Masih sadar?

Bahaya, jangan mendekat!

Bahaya!

- Tidak boleh! Bahaya! - Bang, jangan begitu!

Lepaskan!

Bahaya!

Pergi!

Tenanglah, Bang!

Sudah berakhir!

Jadi informan polisi itu selalu sial.

Anda sudah menangkap Yeom Tae-su, semuanya sudah selesai.

Sudahlah.

Lalu kau?

Kau mau apa?

Aku akan mengunggah videonya ke internet,

lalu kabur dari Korea.

Sudah selesai?

Hanya begitu saja?

Setidaknya minta maaf dulu pada Eom Su-jin.

Dan juga temanmu!

Tepati janjimu pada Su-jin, selesaikan Cho Hoon.

Seret juga Jaksa Gu bersamanya.

Tanpa bukti, apa yang bisa dilakukan?

Jadilah informan sejati.

Kak Gwan-hee!

Sudah makan?

Melihat mukamu, nafsu makanku hilang.

Di riwayat teleponmu ada Lee Kang-su dan Oh Sang-jae.

Benar-benar hantu yang tidak mau pergi.

Hebat sekali.

Kau bilang sudah bereskan semuanya, tapi kenapa mereka masih menggangguku?

Bikin emosi saja...

Menghilangkan semua bukti memangnya susah sekali?

Itu tidak susah...

Seharusnya memang tidak susah...

Tapi karena kau tidak bisa diam,

jadinya susah sekali, sialan!

Gwan-hee, kau sudah gila?

Memang sudah gila, kenapa?

Berita terus digali dan diperbarui karena pemilu.

Di saat seperti ini kau masih pesta narkoba?

Tuan Cho, dengarkan baik-baik.

Di Korea ini, seorang jaksa

bisa mengangkat seseorang menjadi Presiden, tapi juga bisa menjatuhkannya.

Dasar bodoh.

Skandalmu itu,

akan kuberaskan sampai bersih.

Orang tua itu sedang PMS?

Kau biang keladi di sini?

Lumayan juga tampangmu.

Sayang sekali kalau tidak masuk TV.

NOMOR TIDAK DIKENAL

Lama tidak bertemu.

Bagaimana kabarmu?

Kabarku baik sekali.

Begitukah?

Setahun berlalu, melihatmu begini, aku turut senang.

Melihat video ini jadi teringat masa lalu. Ternyata kau yang menyimpannya.

Berikan padaku, untuk apa kau simpan video palsu.

Diam kau.

Kau bicara apa?

Orang tua munafik.

Kenapa harus kuberikan padamu?

Kalau dari awal kau bicara baik-baik,

pasti sudah kuberikan.

Hei, Kang-su.

Sepertinya kau salah paham denganku.

Kalau karena kejadian tahun lalu, aku akan jujur saja.

Bukan aku, aku tidak pernah memerintahkan hal itu.

Memerintahkan apa? Hal yang mana?

Semua yang kau sembunyikan, aku tahu.

Kau yang bilang jangan sentuh barang haram.

Kau juga yang mau jadi abangku?

Abang macam apa yang menyuntik adiknya?

Aku belajar mati-matian seumur hidupku,

bukan untuk melayani pecandu sepertimu!

Kuingatkan kau.

Entah apa yang kau rencanakan, tapi lebih baik hentikan sekarang.

Kalau tidak, kau mau membunuhku?

Kau tahu jawabannya, masih bertanya.

Kau sudah merasakannya sekali, kan?

Baiklah.

Lihat saja nanti.

Lihat bagaimana rasanya digigit anjing gila.

Lain kali kalau bertemu, semoga di neraka, ya, Abang.

Orang gila.

Astaga!

Sudah lama tidak ke Seoul yang indah ini.

Hei, kenapa kau tidak bunuh saja Yeom Tae-su, kenapa diserahkan pada Sang-jae?

"Micin" yang seharusnya dikirim Yeom Tae-su ke Yamamoto,

sudah kucegat di tengah jalan.

Berapa kilo?

25 kilo.

Kalau begitu, Yamamoto pasti akan membunuh Yeom Tae-su.

Orang Jepang itu emosinya tidak stabil.

1 kilo sama dengan 100 ribu dolar. Kau dapat 2,5 juta dolar. Kau yang paling beruntung.

Adik kecil butuh bantuan apa dari Kakak?

Carikan aku kapal ke Tiongkok.

Untukmu dan Sang-jae sang Kaisar?

Hei, kau mau berbuat nekat apa?

Kami akan membereskan Jaksa Gu lalu kabur dari Korea.

Jaksa Gu? Gu Gwan-hee, ya.

Kau teler "micin", ya?

Kau yang teler "micin".

Cepat siapkan uang dan kapalnya.

Aku masih sangat sadar.

Bagaimana kabar anak kita, Sayang?

Aku harus pergi tugas jauh.

Jangan khawatir!

Aku minta maaf.

Ayo pergi.

Sekarang bagaimana, Bos?

Diam, tidak lihat otakku sedang berpikir keras?

Ko Chang-rak yang meninggal kemarin, pernah tinggal bersama Kang-su di sini.

Asalkan kita temukan video yang direkam Kang-su, kita aman.

Sialan, menyebalkan sekali.

Tahu begitu malam itu langsung kuborgol.

Pak Jaksa!

Ada apa?

Ada yang mencari Anda.

Siapa?

Saya sedang membuntuti Lee Kang-su.

Saya ingin membantu Pak Jaksa, sekaligus membuat kesan yang kuat.

Sepertinya Anda butuh sesuatu dari saya.

Yeom Tae-su itu.

Wilayah kekuasaannya seharusnya milik saya.

Katakan di mana Lee Kang-su.

Dia sedang menuju ke tempat Anggota Parlemen Park Hyun-sook.

Untuk menyerahkan video dan rekaman suara Anda.

Biar saya yang pergi.

Berikan padaku, tidak ada waktu lagi.

Kalau begitu saya akan siapkan sisanya.

Jangan gagal, ini kesempatan terakhir.

Semua akan beres, jangan jadi pengecut.

Hei!

Kandidat nomor 2, Yoon Sung-hyup!

Pemilih cerdas, negara sejahtera!

Pilih kandidat nomor 2, pilih nomor 2!

Pilih kandidat nomor 2, pilih nomor 2!

Kandidat nomor 2, Yoon Sung-hyup!

Harap berhenti!

Anda tidak boleh masuk.

Saya Oh Sang-jae dari Tim Narkoba!

Ada yang perlu saya berikan pada Anggota Parlemen Park.

Kami bisa menyampaikannya untuk Anda.

Saya harus menyerahkannya langsung.

Anda tidak bisa masuk.

Anggota Parlemen!

Nyonya Park Hyun-sook!

Anggota Parlemen! Nyonya!

Saya Oh Sang-jae!

Tangkap dia!

Anggota Parlemen Park Hyun-sook!

Oh Sang-jae, Anda ditangkap karena melanggar Undang-Undang Narkotika!

Anggota Parlemen! Saya Oh Sang-jae!

Kami dari kejaksaan.

Lee Kang-su tidak ada di sana.

Menyalin banyak untuk kenang-kenangan, Polisi Oh?

Barang bagus, harus dibagi-bagi.

Biar seluruh rakyat bisa menikmatinya.

Di mana Lee Kang-su?

Dia sudah mencium baumu dan kabur, kami sudah berpisah jalan.

Malam ini, dalam debat Presiden ke-3 yang diselenggarakan oleh KPU,

kasus penggunaan narkoba oleh putra kandidat Cho Sang-taek akan menjadi topik kontroversial.

Anda yakin?

Anda yang bilang:

"Makan selagi panas baru enak."

Tapi kalau sepanas ini...

Takut, ya?

Bang, belok tajam begitu bisa jatuh...

Tugas jaksa adalah menyelidiki kejahatan.

Sama seperti wartawan yang selalu berpihak pada kebenaran.

Semua demi keadilan.

Pak, ada masalah.

Ada apa?

Itu... lebih baik dibicarakan di dalam.

Sudah ada bukti yang menunjukkan Cho Hoon menggunakan narkoba.

Jika bukti terverifikasi, Cho Hoon akan...

Sialan Jaksa Gu, sudah begini masih mau memanggil Tuan Cho?

Anda gila?

Berpikirlah lebih luas.

Hei, Gwan-hee.

Sialan, kau main-main denganku?

Tuan Cho Hoon mau datang sendiri,

atau mau saya suruh orang menjemput?

Hah?

Sialan, dasar orang tua bangka.

Hei, Reporter Song.

Beri tahu pers bahwa Cho Hoon akan menyerahkan diri.

Kasus ini diserahkan kepada Kepala Jaksa Gu Gwan-hee, Tim Anti-Korupsi 3.

Sialan...

Cho Hoon akan hadir di Kejaksaan Pusat Seoul pukul 21.00 malam ini.

Astaga, Jaksa Gu...

Memang rubah tua.

Kita kan rekan kerja,

kalau ada salah paham, cukup dibicarakan saja.

Tidak perlu sampai sepanas ini.

Ini surat penarikan banding Anda.

Cukup kirim faks ke pengadilan,

Anda akan dinyatakan tidak bersalah di sidang banding.

Anda bisa lanjut bekerja sebagai polisi.

Sudah selesai sandiwaranya?

Anda tahu apa yang saya mau.

Si Kang-su itu menyimpan yang asli dan salinannya, kan?

Di mana dia?

Di saat seperti ini masih bisa tertawa.

Putri Anda sekitar 6 tahun, kan? Dia kelihatan manis sekali.

Anda sebaiknya tahu diri selagi saya masih baik.

Keluarga harus jadi prioritas, kan.

Kamu main apa?

Lihat ke atas sana, di situ.

Saat ini kami berada di depan Kejaksaan.

Malam ini akan menjadi debat terakhir antara para kandidat Presiden.

Cho Hoon, putra kandidat Cho Sang-taek dari Partai Persatuan Masa Depan, secara sukarela

hadir di Kejaksaan Seoul.

Bagaimana perasaan Anda disebut "pecandu nasional"?

Apakah tuduhan itu benar?

Mohon Tuan Cho Hoon menjawab.

Ada yang ingin Anda sampaikan?

Belum pernah lihat wartawan sampai malu-malu begitu?

Kenapa tidak lewat basement saja?

Di mana si Gu itu?

Jaga bicaramu.

Mulutmu sudah keterlaluan.

Mau berdiri sampai kapan?

Sudah Anda pikirkan?

Beri aku rokok dulu, baru bicara.

Tentu, ini.

Kirim faksnya dulu.

Baiklah.

Kau, kirim faks ini.

Baik, Pak.

Ini, tulis.

Koordinat ini?

Terima kasih, kerja bagus.

Ini lokasi Lee Kang-su. Pastikan dia pergi dengan tenang.

Jangan seperti yang sebelumnya.

Pergilah, jangan ragu lagi, nanti keburu malam!

Pengacara ada di luar.

Hei! Kenapa?

Bisa dilihat dari sini, kan?

Kau mau pengacara kencing untukmu?

Hei, kau mau buang air besar?

Kalau tidak, kencing di sana saja.

Sialan!

Gu Gwan-hee! Dasar orang tua bangka!

Sialan, keren sekali!

Ini baru cukup "wow".

Pak Oh Sang-jae!

Setelah bebas, jangan bikin masalah lagi.

Aku memang suka bikin masalah.

Memangnya kenapa?

Mulai lagi.

Kenapa tahu segalanya, tapi tidak tahu diri.

Aku dan Pengacara Park akan urus kesaksiannya, kau istirahat saja.

Baik sekali. Kalah Sang Buddha.

Mantap!

Terima kasih.

Ngomong-ngomong, sampel urin tadi punya siapa?

Putra wakil kepala timku yang masih SMP.

Dijamin bersih.

Hasilnya pasti negatif. Tidak ada tanda-tanda penggunaan narkoba.

Setelah debat selesai, berita panasnya akan langsung tayang.

Besok, surat perintah penangkapan Park Hyun-sook akan dikeluarkan.

Seminggu lagi hari pemilihan.

Saat itu, tim kandidat Yoon tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Jaksa Gu memang hebat, kalah Zhuge Liang.

Oh ya, si Song itu...

Reporter Song?

Ya! Benar, dia!

Boleh aku habisi dia?

Jangan buat masalah lagi.

Karirnya sebagai jurnalis sudah tamat.

Menyebarkan video tanpa izin dari orang yang direkam,

melanggar pasal 14 UU Anti Kekerasan Seksual, hukuman maksimal 7 tahun penjara

atau denda hingga 50 juta won.

Biar hukum yang menanganinya.

Jurnalis bukan ayahmu. Mentang-mentang jadi jurnalis, merasa setara dengan jaksa.

Halo semuanya!

Jaksa Agung!

- Gwan-hee, ya? - Ya, benar, Pak.

Kamu harus berkorban sedikit.

Bukan kasus pembunuhan juga,

cuma "tepung" sedikit, kenapa ditangkap sampai ke sini...

Maaf sudah membuat keributan, Pak.

Paman baru saja telepon ayahmu, bilang jangan khawatir.

Kita kan keluarga.

Kau sudah berjasa besar.

Bukan apa-apa, Pak.

Terima kasih, Pak.

Dulu saat ayahmu masih jadi Kepala Tim Investigasi Khusus, dia banyak mengajariku.

Kalau investigasinya salah, pasti dimarahi habis-habisan.

Sebentar lagi sampai.

Bajingan itu di sana.

Bang, saya izin menyalakan TV,

ayah saya sedang tampil.

Boleh saya nyalakan TV sebentar?

Ya, silakan saja!

Harus nonton debat...

Berikutnya adalah kandidat Yoon Sung-hyup.

Jangan lupa ajukan pertanyaan setidaknya kepada dua kandidat.

Silakan dimulai.

Saya ingin bertanya kepada kandidat Cho Sang-taek.

Gwan-hee, kapan kau akan umumkan hasil investigasinya?

Segera setelah debat selesai.

Harus bisa memanfaatkan momen.

Ya, saya ingat, Pak.

Astaga, kandidat Cho auranya luar biasa.

Jika ada bukti yang menunjukkan putra saya menggunakan narkoba,

Saya, Cho Sang-taek,

akan segera mundur dari pencalonan Presiden.

Rakyat telah memberikan kepercayaan pada saya.

Saya tidak akan berhenti berusaha.

Maaf, Tuan Cho, saya potong sebentar.

Ada sebuah video yang sedang viral di YouTube dan media sosial.

Kami perlu memverifikasi informasi ini. Mohon pengertiannya.

Kang-su!

Aku memimpikanmu setiap malam.

Halo...

Bos cari ini, kan?

Tae-su? Kau sudah bekerja keras datang jauh-jauh ke sini.

Cepat sekali kau datang!

BERITA KHUSUS

Berita khusus.

Sebuah video yang merekam Cho Hoon,

putra kandidat Cho Sang-taek dan jaksa Gu Gwan-hee

sedang beredar luas.

Ini insiden siaran?

Sampel urin tadi punya siapa?

- Putra wakil kepala timku yang masih SMP... - Wakil Kepala Oh!

- ...dari wakil kepala tim saya. - Kenapa ini bisa tayang di TV?

Wakil Kepala Oh!

Hasilnya pasti negatif. Tidak ada tanda-tanda penggunaan narkoba.

Setelah debat selesai, berita panasnya akan langsung tayang.

Besok, surat perintah penangkapan Park Hyun-sook akan dikeluarkan.

Mentang-mentang jurnalis...

merasa setara dengan jaksa, ya? Dasar brengsek...

Mari kita saksikan rekaman langsung dari lokasi kejadian.

Pria yang baru saja berbalik adalah Jaksa Gu Gwan-hee.

Di sebelahnya adalah Cho Hoon, putra kandidat Cho,

yaitu pemuda berbaju putih.

Kita direkam dari belakang!

Sepertinya mereka sadar ada kamera dan buru-buru menghindar.

Tutup gordennya!

Para pejabat yang hadir di sana, termasuk Jaksa Agung,

Tutup!

terlihat sangat panik meninggalkan ruangan.

Gu Gwan-hee! Dasar orang tua bangka!

- Hei, Gu Gwan-hee! - Gorden ditutup dengan tergesa-gesa.

Satu, dua! Satu, dua! Satu, dua! Satu, dua!

KLIATAN BANGET PECANDUNYA. HAHA.

ANAK KANDIDAT PRESIDEN BUNGKUK DI DEPAN JAKSA TUH

Semua gorden sudah ditutup.

DUGAAN PEMALSUAN BUKTI OLEH JAKSA DI KEJAKSAAN PUSAT SEOUL

Sepertinya sudah tidak ada orang lagi... Saya tidak mendengar apa-apa lagi.

Saya mendengar suara tepuk tangan.

Benar, itu suara tepuk tangan.

Masih ada orang di dalam ruangan.

Mereka belum pergi semua.

Karena gorden sudah ditutup,

jadi hanya ada suara tanpa gambar.

Oh, ada yang baru saja melempar sesuatu ke lantai.

Mungkinkah orang ini

tinggal untuk menghilangkan barang bukti?

Anda sedang menyaksikan siaran langsung!

Dengarkan baik-baik.

Ruang "Santai" itu ada di sebelah ruangan si Gu.

Silakan saja!

Tempat berlangsungnya semua penutupan kasus.

Kita mau langsung menyerbu ke sana? Tidak bisa.

Anda telepon si rubah tua Gu.

Katakan Anda akan membongkar rahasiaku.

Kenapa aku harus membantumu sejauh ini?!

Pak Jaksa sedang mencari Lee Kang-su?

Ini Oh Sang-jae!

Harus cari cara masuk ke ruang "Santai".

- Merokok dulu baru bicara. - Ini untukmu.

Tapi tidak harus masuk sendiri.

- Investigator. - Ya.

- Kau, kirim faks ini. - Baik, Pak.

Hei.

Mikrofon di dalam korek api ini akan terhubung ke kamera

begitu dinyalakan.

Beberapa hari ini dilarang merokok, pasti kau stres.

Merokoklah.

Terima kasih.

Aku... juga punya satu.

Anak ini, korek api kembar?

Siapa bilang penjahat tidak bisa jadi pahlawan.

Penciumanmu tajam juga.

Bisa sampai ke sini?

Dasar pengkhianat!

Bukan, bukan begitu.

Sialan kau!

Bagaimana kau bisa paham betapa susahnya aku mencapai posisi ini...

Lalu kau hancurkan?!

Kau...

ceroboh, kalau tidak pegangan erat, ya jatuh.

Kau jatuh seperti ini, mungkin karena leluhurmu

sudah tidak sanggup menanggungmu.

Karma datang lebih cepat dari 5G!

Kau!

Berhenti!

Meskipun aku kalah dalam pemilihan.

Tapi aku menang di hati rakyat...

Diam! Munafik!

KANDIDAT CHO SANG-TAEK: "SAYA KALAH KARENA KURANG MAMPU"

Buka pintunya!

Kasihan sekali ayahku...

- Buka pintunya! - Tidak mau!

- Turun kau! - Turun!

Kalian semua masih hijau.

Memangnya kalian bisa menangkapku!

Hei, hei, jangan pura-pura gila.

Wah, dia sudah gila...

Sadarlah.

Aku Gao Ranger!

Berhenti!

Gao White maju!

Apakah Jaksa Gu ada di sana?

Jaksa Gu?

Kalau tidak menjawab, kami masuk.

Bawa dia pergi.

Aku pergi, aku pergi.

Tidak, aku tidak gatal...

Sakit, bukan gatal.

Diterjemahkan Oleh RIELNEXTDOOR!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.