Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle by VIU Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
Pada tanggal 5 Januari Tahun Kuda Biru,
saat seorang gadis lahir,
dia menjadi yatim piatu.
"Ditinggalkan oleh orang tuanya, ditinggalkan di desa yang kacau"
"Bayi perempuan yang baru lahir, ditinggalkan di musim dingin"
"Takdir yang kejam, 5 Januari Tahun Kuda Biru"
"Masalah"
Kepada Eun Ae yang malang, yang menahan segala macam penganiayaan,
Dewa akhirnya mengirim penyelamat.
Mulai sekarang, tempat ini adalah rumahmu.
Dia bahkan diberkati dengan belahan jiwa seumur hidup.
Hore!
"Takdir yang tepat waktu"
Astaga. Dia membuatku takut.
Beraninya seorang yatim piatu mengincar Tuan Lee.
Dia milikku!
"Seorang penjahat muncul"
"Masa-masa sulit"
Nona. Kamu baik-baik saja?
Kamu bisa bertanya.
Bicaralah.
- Menyebalkan sekali. - Astaga. Ubiku!
Astaga.
Ini menyebalkan.
Ya, benar.
Ya, ini maksudku.
Ini sangat melegakan.
Akhirnya aku bisa bernapas.
Mempelai pria dan wanita saling memberi hormat.
- Mempelai pria yang tampan. - Astaga.
- Cantiknya. - Astaga.
Dia memang tampan!
Setelah mengatasi banyak kesulitan,
pria tampan dan wanita cantik
akhirnya akan mengikrarkan cinta mereka saat...
Tunggu. Apa ini?
Selama ini, kamu tidak pernah bicara satu kalimat pun,
dan reaksimu diredam.
Siapa kamu?
"Episode Satu"
"Membaca Buku Mengundang Hidup Orang Lain Ke Hidupmu"
"Pengiriman"
"'Cinta Obsesif Tuan Tiran'"
"'Cinta Obsesif Tuan Tiran'"
"Dan dilupakan oleh semua orang"
"Pada saat itu, suara aneh berasal dari semak-semak"
"Pembayaran Ditolak"
"Pemberitahuan Keterlambatan Pembayaran Pinjaman Mahasiswa"
"Kedai Kopi Duemi Pemilik Hong"
"Salam dari Tim SDM Grup Daehan"
"Universitas Sung Ha"
"Permohonan cutimu telah diterima"
"Salam dari Tim SDM Grup Daehan"
"Kedai Kopi Duemi Pemilik Hong"
"Jika kamu tidak menjawab teleponku..."
"Pemberitahuan Keterlambatan Pembayaran Pinjaman Mahasiswa"
"Pembayaran Ditolak"
"Pernikahan Hee Su"
"Memikirkan kamu akan menikah. Selamat untuk pengantin bulan Mei"
"Masuk fotobooth setelah sekian lama"
"Bagaimana dengan perjalanan mendadak ke Sokcho?"
"Satu Pengikut"
"Nol Pengikut"
"Pengaturan dan Aktivitas"
"Anda ingin menghapus akun Anda?"
"Permintaan Terkirim"
"Pemberitahuan Jeda Publikasi: 'Cinta Obsesif Tuan Tiran'"
Jeda publikasi?
Sekarang, tiba-tiba?
Yang benar saja.
Kamu tahu berapa yang kuhabiskan untuk cerita berikutnya?
Kamu sudah gila?
Bagaimana kamu bisa berhenti sekarang?
Hei, Penulis. Kamu tahu perbuatanmu kepadaku?
Kamu merenggut satu-satunya kebahagiaan dalam hidupku!
Sungguh, aku bisa menulis lebih baik dengan jari kaki kiriku!
Sakit.
"Kamu sudah gila?"
"Bagaimana kamu bisa berhenti sekarang?"
"Hei, Penulis. Kamu tahu perbuatanmu kepadaku?"
"Kamu merenggut satu-satunya kebahagiaan dalam hidupku!"
"Aku bisa menulis lebih baik dengan jari kaki kiriku!"
"'Cinta Obsesif Dewa Tiran'"
"Komentar oleh K"
"Komentar dari Pencari Perhatian"
Jika kamu lebih baik, silakan.
"Komentar dari Pencari Perhatian: Jika kamu lebih baik, silakan"
Astaga.
Nona!
Ini sudah siang bolong. Tolong bangun.
Nona Sun Chaek. Waktunya bangun.
"Nona?"
Apa ini?
Apa aku masih bermimpi?
Kenapa terasa sangat nyata?
Siapa "Nona" ini?
Nona!
Astaga. Apa yang terjadi?
Tunggu.
Apa?
Siapa kamu?
Nona.
Kenapa kamu terus memanggilku "Nona"?
Aku harus memanggilmu apa lagi?
Kamu melamun berhari-hari.
Kamu tidak fokus.
Apa ini?
Bisakah kamu bangun dari tempat tidur dan bersiap?
Sarapan sudah siap dan semua orang menunggu.
Hei.
Ini aku.
Apa yang terjadi?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Ini mimpi.
Cuci wajahmu,
jangan malah menampar pipimu.
Kamu makan larva tonggeret kukus semalam?
Ada yang tidak beres.
- Apa... - Astaga.
Tidak, tunggu, kumohon.
Aku harus menanyakan sesuatu.
Kamu membuatku takut sekarang, Nona.
Kamu tidak pernah bicara sesopan itu kepadaku.
Siapa aku?
Tidak lagi. Kamu bermimpi aneh yang membuatmu bingung.
Kamu putri bungsu Kepala Penasihat Negara Cha Ho Yul
yang dia lahirkan di hari tua.
Kamu Nona Cha Sun Chaek.
Putri tunggal.
Apa? Cha Sun Chaek...
Siapa itu?
"Cha Sun Chaek"
Aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat.
"Kepala Penasihat Negara, putri bungsu"
"Putri Kepala Penasihat Negara"
"Cha Sun Chaek lewat"
Putri Kepala Penasihat Negara
Cha Sun Chaek lewat, dan dari mulut ke mulut,
rumor tentang perilaku buruk Hwa Sun menyebar.
Di sana, Hwa Sun bertingkah...
Benarkah?
Tidak, itu mustahil.
Ayahmu akan sangat marah jika kamu terlambat.
Tidak, tunggu. Kamu yakin ini bukan desa rakyat?
- Sejujurnya... - Mari seka kotoran matamu.
Perhatikan ambang pintunya. Hati-hati melangkah.
Kamu seperti ini sebelumnya.
Ada apa denganmu sekarang?
Jika kamu terlambat lagi,
Tuan Cha akan benar-benar memarahimu.
"Aku terbangun dan mendapati diriku dalam dongeng."
Kupikir ungkapan itu hanya masuk akal di buku.
Sebenarnya apa ini?
Ada apa denganmu hari ini?
Ikut aku.
Tapi... Tunggu.
Sampai itu terjadi kepadaku.
Ayah, ibu, dan kakak-kakakmu menunggumu.
Ayolah.
Ini.
Halo, Sun Chaek sayang.
"Ayah Sun Chaek, Cha Ho Yul, alias Kepala Penasihat Negara"
"Ibu Sun Chaek, Yoon Duk Jung"
Kenapa kamu berdiri di sini
saat ayahmu memanggilmu?
Begini...
Sun Chaek Sayang. Makanlah sebanyak yang kamu mau.
Baik, Pak.
Maksudku Ayah.
Ayah?
Ayah lihat kamu belum sepenuhnya sadar.
Kamu ingin ayah menyuapimu?
Apa? Aku bisa makan sendiri.
Ini.
Lauk favoritmu adalah daging.
- Gigimu... - Gigi kakak?
"Putra sulung, Jang Ho"
Ada apa?
Makanlah.
- Astaga. - Sun Chaek.
Kamu sakit?
Apa yang kamu lakukan?
"Putra tengah, Doo Ho"
Pupilmu bergerak cepat dan bibirmu pecah-pecah.
Denyut nadimu menunjukkan hati dan kantong empedumu panas.
Kamu menderita...
Gejala khas pengar.
- Pengar? - Ya.
Sun Chaek, kamu
minum alkohol?
Ayah.
Zaman sekarang, bagus bahkan bagi wanita untuk minum sedikit.
Apa...
Tetap saja,
pastikan kamu mengutamakan kesehatanmu saat minum.
Tentu.
Omong-omong.
Sun Chaek bicara terlalu sopan kepada kita.
Kalian tidak merasa itu aneh?
Katakan. Siapa kamu?
"Putra Ketiga, Se Ho"
Se Ho menyukai cerita seram belakangan ini.
Mari kita makan.
- Ya. - Ya.
Mari kita makan.
Baiklah.
Sarapan siang Korea yang bisa membelah meja menjadi dua.
Aku makan mi instan setiap hari.
Aku tidak percaya aku mendapatkan ini untuk sarapan.
Ada ikan totok juga.
Dikirim ke Raja dari Pulau Tamra.
Kamu selalu kesulitan dengan selera makanmu.
Kamu makan semuanya hari ini.
Aku tidak boleh membuang makanan semahal ini.
Maksudku...
Semua makanan di mejaku,
aku berutang darah, keringat, dan air mata petani dan nelayan.
Salah jika menyisakan makanan.
Sun Chaek-ku akhirnya belajar menghargai rakyat kita.
Kamu sudah dewasa sekarang.
Ayah rasa kamu sudah cukup dewasa untuk menikah.
Ayah.
Sun Chaek sudah dewasa sekarang.
Dia harus mencari pasangan.
Kamu harus mencari pasangan dahulu.
Kalian bertiga
masih lajang dan belum menikah.
Kudengar kamu bisa bertemu seseorang di Istana Merah.
Istana Merah?
Pertemuan untuk wanita bangsawan muda.
Begitu rupanya.
Kurasa aku membacanya di novel.
"Cinta Obsesif Tuan Tiran"
"Pertemuan sosial untuk wanita bangsawan muda..."
Pertemuan yang diadakan pada tanggal 15 setiap bulan?
Ada pertemuan malam ini.
Nona. Kamu harus segera memulai persiapan.
Persiapan untuk apa?
Kamu tidak ingat?
Kamu berkali-kali menyuruhku bersiap dengan baik kali ini.
Kita harus pergi ke toko kain.
Kita harus bergerak cepat.
Sun Chaek sayang.
Kamu mewakili Cabang Munjeol dari Klan Yeonan Cha.
Kamu harus berpakaian terbaik di seluruh Hanyang.
Jangan berhemat.
Habiskan setiap koin terakhir.
Itu perintah ayahmu.
Jika itu perintah Ayah,
aku harus patuh.
Bagus.
Aku hanya perlu duduk diam dan mereka membuatku terlihat cantik.
Mereka mendandaniku.
Yang ini.
Mereka membuatku berkilau.
Ini kehidupan figuran?
Tidak mungkin.
Aku berada di dunia tempat novel itu berlatar.
Apa yang terjadi kepadaku jika aku tidak bisa kembali?
Kalau begitu, aku hanya akan bilang "terima kasih".
Kenapa aku ingin kembali?
Aroma manis uang.
Selain itu,
aku ada di novel favoritku.
Ini mengalahkan lotre apa pun.
Selamat untukku karena menjadi karakter dalam novel!
Silakan mampir dan melihat-lihat.
- Di sini. - Silakan melihat-lihat.
- Ini. - Tidak, terima kasih.
Sulit dipercaya.
Aku punya ayah yang memarahiku sebab tidak menghabiskan cukup uang.
Menyenangkan menjadi putri seorang tuan.
Lalu kenapa jika ini hidup orang lain?
Jika ini mimpi, jangan bangun.
Istana Merah di bawah bulan purnama pertama tahun ini.
Itu di awal novelnya.
Saat itulah takdir pemeran utama pria dan wanita terjalin.
Nona.
Lewat sini.
Tentu.
Astaga.
Nona Sun Chaek, senang bertemu denganmu.
Salam, Nona.
Ya.
Nona!
Sungguh warna yang menakjubkan.
Gaun itu pasti dibuat untuk malaikat.
Di antara keduanya, mana yang lebih baik?
Menurutku keduanya cantik.
Aku sudah memakai gaun sutra.
Kamu lebih suka pakaian yang terbuat dari sutra mentah.
Sutra mentah?
Ya, yang terbuat dari kepompong ulat sutra.
Kamu meminta satu setiap hari,
dan butuh tiga bulan untuk mengirimnya dari Tiongkok.
Benarkah?
Kalau begitu, mungkin aku akan memilih yang itu.
Benar.
Kamu hanya memakai pakaian terbaik,
dan seleramu luar biasa seperti biasanya.
Nona, Tuan Cha memberimu lebih dari cukup uang.
Mungkin kamu bisa membeli keduanya.
Haruskah?
Siapa lagi yang bisa membeli ini selain kamu, Nona?
Tidak secepat itu.
Gaun itu.
Aku tidak ragu gaun itu juga akan bagus di aku.
Mungkin aku bisa memilikinya kali ini.
Nona Hwa Sun, salam.
Hwa Sun?
Maksudnya, Do Hwa Sun?
- Astaga. - Astaga.
Do Hwa Sun.
Putri ketiga Penasihat Negara Kanan.
Sesuai namanya, penyihir itu memicu setiap konflik
dan masalah.
Baru-baru ini,
seseorang memesan pakaian musim panas sutra mentah.
Ya, itu Tuan Lee.
Kalau begitu, gaun ini harus kupakai.
Dengan pakaian serasi,
kami akan menjadi pasangan menakjubkan yang ditakdirkan.
Tetap saja, ini dipesan oleh Nona Sun Chaek...
Kamu baik-baik saja?
Beraninya pedagang rendahan mengganggu percakapan kami.
Aku... Maafkan aku, Nona.
Nona Sun Chaek.
Jika bersikap baik ke rakyat jelata, mereka akan menginjak-injakmu.
Buat mereka tahu diri.
Terlebih lagi secara langsung,
dia benar-benar membuat darahku mendidih.
Ada yang ingin kamu katakan kepadaku?
Nona...
Dengar.
Gaun itu.
- Nona Hwa Sun... - Apa itu tadi?
Nona Hwa Sun,
silakan ambil.
Kamu putri Kepala Penasihat Negara.
Buat dia tahu diri.
Dia ahli dalam pembakaran dan penculikan,
meracuni korbannya,
dan mengatur pembunuhan, hanya untuk bersenang-senang.
Menjadi musuh penyihir jahat
hanya akan membuat hidupku melelahkan.
Kamu serius?
- Tentu saja. - Nona?
Aku terkejut.
Tidak biasanya kamu
memberiku gaun sutra terbaik dari Chang'an.
Aku khawatir kamu punya motif lain
karena mengizinkanku memiliki gaun itu.
Kamu lebih membuatku takut.
Ambil saja gaun itu dan pergi dari sini.
Dengan gaun yang melengkapi pakaian Tuan Lee,
kalian pasti akan menjadi pasangan paling menakjubkan
di ibu kota.
Tentu saja, aku harus membiarkanmu memilikinya.
Jika kamu bilang begitu,
aku tidak akan menolak.
Kalau begitu, aku akan pergi.
Tunggu.
Apa lagi yang kamu inginkan?
Karena kamu memberiku gaun itu,
aku ingin mentraktirmu minum teh.
Tentunya, kamu tidak akan menolak tawaran kemurahan hatiku.
Aku? Menolaknya?
Ayo.
Kirim gaunnya ke rumahku.
Baik, Nona.
Mau pergi sekarang?
Dia menakjubkan.
Bagaimana dia bisa secantik ini?
Dia sangat cantik.
- Bisakah kamu memercayainya? - Astaga.
- Aku kagum. - Sungguh mengejutkan.
Nona,
terima kasih sudah mengizinkan kedai teh kami
menjadi tuan rumah Istana Merah malam ini.
Aku tidak punya waktu untuk ini.
Benar.
Sapi menyedihkan itu.
Aku sudah tidak ingin, jadi, kita akan minum teh lain kali.
Siapa dia?
Apa dia orang yang kamu benci?
Ya, aku tidak menyukainya. Sebenarnya, aku membencinya.
Beraninya yatim piatu menyedihkan seperti dia
ingin bergabung dengan Istana Merah?
Bahkan namanya pun palsu.
Cho Eun Ae, bukan?
Cho Eun Ae?
Terlahir sebagai yatim piatu
dan diambil oleh pedagang terhebat Joseon,
dia dan Tuan Lee menjadi kekasih yang tidak ditakdirkan
setelah takdir menyatukan mereka.
Aku tidak pernah mengira bertemu karakter favoritku dari buku.
Mari kita bersatu
- dan memberinya pelajaran - Kamu baik-baik saja?
- agar sapi rendahan itu - Kuharap kamu baik-baik saja.
tidak pernah melihat dunia kita lagi.
Malam ini.
Malam ini?
Kedai teh yang dimiliki
ayahnya, Cho Byung Moo,
akan menyediakan minuman untuk Istana Merah hari ini.
Beraninya dia mencoba menyuap untuk masuk ke masyarakat bangsawan.
Aku berencana memberinya pelajaran hari ini.
Kamu setuju denganku dalam hal ini, bukan, Nona Sun Chaek?
Begini...
- Astaga. - Astaga. Kita bisa makan sekarang.
Apa adik-adikmu baik-baik saja?
Terima kasih banyak.
- Kuharap itu cukup. - Tentu saja!
Terima kasih banyak.
Melihatnya secara langsung memberitahuku kenapa
dia ditulis sebagai pemeran utama wanita.
Sejak lahir, dia mengalami kesulitan yang tidak berujung,
tapi setiap rintangan berubah menjadi kesempatan
seolah-olah ditakdirkan.
Selain itu, dia kekurangan sesuatu
yang ingin diisi semua orang yang dia temui.
Sebagai protagonis wanita, dia memiliki segalanya.
Dibandingkan dengannya, Cha Sun Chaek
pengantin sempurna, kaya raya,
dan memiliki keluarga bahagia.
Pengamat istimewa tidak kekurangan apa pun,
tidak akan rugi apa pun.
Dengan kata lain,
aku hanya perlu melihat kisah menarik ini terungkap.
Ini sungguh luar biasa.
Ada apa
dengan aura ini?
Itu Tuan Lee.
Sudah kuduga. Itu Tuan Lee Bun.
Dia jauh lebih tampan daripada dugaanku.
Hati-hati.
Astaga. Minggir.
Sedangkan Tuan Lee Bun,
dia monster yang bersedia menjadi anjing pemburu keluarga kerajaan.
Berdarah dingin,
dia protagonis pria di dunia ini.
Kenapa aku tidak bisa mengangkat kepalaku?
Jika matamu menatap mata Tuan Lee,
sesuatu yang sangat mengerikan mungkin terjadi kepadamu.
Selama perjamuan kerajaan,
sehelai rambut ditemukan dalam makanan.
Ampuni aku dan bunuh aku!
- Ampuni aku dan bunuh aku! - Ampuni aku dan bunuh aku!
Dia memotong rambut semua koki dan petugas katering.
Dayang istana yang tidak sengaja menggores
tangan Tuan Putri saat mendandaninya...
Tuan Lee. Tolong ampuni aku.
Semua kuku tangan dan kakinya dicabut.
Siapa pun yang ketahuan mengobrol
selama ritual hujan
kabarnya semua gigi mereka dicabut.
Astaga.
Ada lagi.
Setiap wanita yang tidur dengannya
menjadi biarawati Buddha dalam semalam.
Mereka bilang itu bertentangan dengan keinginan mereka.
Kamu tidak perlu takut.
Ini.
Lebih baik memercayai
apa yang kamu lihat dengan matamu daripada rumor.
Kamu siapa?
Protagonis pendukung pria
dan pengajar di Kantor Penasihat Khusus,
Junh Soo Kyum.
Manis, rapi, dan cerdas,
dia protagonis pendukung pria terbaik
dan satu-satunya teman Tuan Lee Bun.
Ayolah, Kelinci. Tunggu aku.
Siapa dia sebenarnya?
Kelinci.
Kamu sudah tahu siapa mereka?
Dilihat dari wajahmu, kamu belum menangkap mereka.
Aku bisa tahu hanya dengan menatap matamu.
Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu.
Ayolah, Kelinci. Kelinciku sayang.
Apa kita bukan teman dekat?
Sepertinya aku...
Astaga.
Tuan Lee!
Melihatnya secara langsung seperti ini,
hubungan empat sisi terasa lebih intens.
Jika malam ini bulan purnama pertama,
itu artinya pertemuan yang menentukan
antara Eun Ae dan Lee Bun belum terjadi.
Apa itu artinya aku hanya perlu menunggu adegan epik malam ini?
Apa mereka punya berondong jagung di sini?
Awas!
Lihat!
Astaga.
Ini tempat yang sempurna untuk menonton acara ini.
Klasik sungguhan tetap menyenangkan, bahkan saat kamu tahu akhirnya.
Astaga. Mari kita duduk di sana.
- Ya, aku mau. - Bahkan putrimu cantik.
- Tentu saja, dia cantik. - Begitukah?
Lewat sini.
- Beri jalan. - Aku mau lewat.
- Beri jalan. - Beri jalan.
- Beri jalan. - Beri jalan.
- Aku mau lewat. - Beri jalan.
- Beri jalan. - Beri jalan.
Tidak kusangka aku akan menghadiri Istana Merah.
Aku sangat bersemangat.
Tidak.
Meski aku bersemangat dan gugup,
jangan berlebihan.
Dalam genre seperti itu,
ada klise umum saat karakter kecil
masuk di waktu yang salah, mengacaukan seluruh ceritanya.
Demi kebaikan semua orang,
tahu dirilah.
Ya. Tahu dirilah.
Rebus secara menyeluruh.
Baik, Nona.
Semuanya harus sempurna.
Berusahalah beberapa kali lebih keras daripada biasanya.
- Baik, Nona. - Baik, Nona.
Baik, Nona.
- Astaga, aku tidak percaya. - Aku tidak berbohong.
Lihat jari-jari panjang Nona Hwa Sun.
Ini mengingatkanku pada matamu.
- Indah sekali. - Silakan minum.
Nona Hwa Sun.
Aku tidak bisa melihatmu hari ini.
Kenapa?
Kamu benar-benar bersinar hari ini.
- Astaga. - Sungguh.
Dia benar.
Wanita tercantik di Hanyang
memang Nona Hwa Sun.
Itu benar.
Apa aku benar?
Ya. Kamu benar.
Kamu terlihat seperti capung...
Bukan, peri dari Surga.
- Peri! - Peri!
- Peri! - Tentu saja.
Seperti biasa, basa-basi setuju adalah tugas karakter kecil.
Nona-nona.
Kudapannya sudah siap.
- Ini tampak cantik. - Aku sangat setuju.
- Kelihatannya enak. - Aku teringat sebuah karya seni.
- Astaga. - Indah sekali.
Ini memang menakjubkan.
Masing-masing bisa makan sepiring!
Nona Hwa Sun. Minumlah secangkir teh.
Ini.
Tuangkan untukku, ya?
Tentu saja, Nona.
Apa tanganku licin?
Nona baik-baik saja?
Maafkan aku.
Lantainya kotor.
Aku akan membersihkannya.
Bisakah kamu segera membersihkannya?
Aku tidak tahan melihatnya.
Ya, tentu saja.
Aku akan segera kembali.
Permisi.
Gunakan ini.
Terima kasih.
Eun Ae. Tetaplah kuat.
Pada akhirnya kamu menang,
dan kamu akan segera bertemu protagonis pria dan hidup bahagia.
Kamu pemeran utama wanitanya.
Semoga berhasil.
Kamu memberikan saputanganmu kepada gadis rendahan.
Apa ada pertemanan yang tidak kuketahui?
Melihat darah membuatku jijik.
Ayahku melindungiku dari segalanya saat aku tumbuh dewasa
agar aku tidak perlu melihat hal seperti itu.
Aku yakin kamu sudah dengar tentang dia.
Ayahku adalah Kepala Penasihat Negara,
dan nama lengkapnya Tuan Cha Ho Yul.
- Ya. - Ya.
Dia membuat keributan besar tentang luka kecil.
Kulihat dia bersikap seperti anak manja
yang membesar-besarkan masalah.
Sebenarnya,
dia diadopsi,
tapi ada rumor bahwa dia tidur di kamar tidur utama.
- Astaga. Benarkah? - Di kamar tidur utama?
Dia rubah betina pemalu. Penampilan bisa menipu.
Mereka bilang orang pendiam menyebabkan masalah terbesar.
- Ya. - Astaga.
Aku tidak tahan dengan gosip.
Haruskah aku mengambil sikap?
Jangan ikut campur.
Saat aku melakukannya, hidup akan menjadi terlalu sulit.
Dia tampak pendiam, tapi dia menakutkan.
Tidak seperti wajah cantiknya, dia benar-benar menjijikkan.
- Ya. - Kamu benar sekali.
Aku menerima informasi mereka bersembunyi di gang ini.
Dari yang kudengar, mereka berkumpul di sini
secara berkala.
Mereka bertemu di tempat terbuka, bukannya bersembunyi.
Seolah-olah mereka punya banyak nyawa.
Mereka punya nyali.
Mungkinkah mereka punya pendukung yang kuat?
Begitu kita menangkap grup ini, apa itu akan menjadi akhir
dari Geng Hitam?
Apa?
Bukan begitu, Nona.
Aku ingin mengabaikan gosip,
tapi kamu selicik kata mereka.
Jika aku memarahimu,
orang akan bilang aku merundungmu tanpa alasan jelas.
Tidak akan. Kamu salah.
Aku salah? Aku senang kamu mengatakan itu.
Bagaimana kalau kita bahas kesalahpahaman itu?
- Apa? - Ada rumor bahwa kamu
dan ayahmu, Cho Byung Moo, melakukan hal buruk.
- Apa? - Astaga.
Kamu memasuki kamar tidur utama
dan bahkan menghiburnya di malam hari.
Kamu tidak boleh mengincar keluarganya.
Dia benar-benar gila.
Kamu bisa menghinaku sesukamu.
Tapi jangan menghina ayahku.
Ayahku
menerimaku saat aku tidak punya tempat tujuan.
Apa yang kukatakan?
- Tidak ada. - Nol.
Aku hanya ingin tahu
apakah Cho Byung Moo adalah ayah atau suamimu.
Tidak. Tahan.
Jangan ikut campur. Diamlah.
Diam!
Apa kamu kesakitan?
Berhenti!
Aku tidak akan segan-segan kepadamu, Tuan Lee.
Sial.
Siapa pendukungmu?
Tunggu.
Ampuni aku.
Tunggu. Ampuni aku.
Biarkan aku hidup
dan aku bisa menjadikanmu raja.
Apa kamu
ingin menghabiskan sisa hidupmu sebagai anjing kerajaan?
Aku tidak peduli dengan takhta.
Ayo. Ayo masuk.
Agar kamu bisa menghabiskan lebih banyak uang?
Astaga.
Ayo.
Jangan terlalu lama.
Semoga kalian bersenang-senang.
Ini. Pesananmu datang.
Ayolah. Tinggallah lebih lama.
Haruskah?
Selamat bersenang-senang.
- Isi penuh! - Minumlah!
Beri aku itu lagi.
Ada yang ingin kukatakan.
Apa yang ingin kamu katakan?
Yang ingin kukatakan adalah...
Bulan purnama bersinar sangat terang.
Bagaimana jika kalian ikut minum denganku?
Minum?
Benar. Tapi maksudku bukan teh.
Maksudku, miras.
Itu tiba-tiba sekali.
Sejujurnya, kenapa kita minum teh selarut ini?
Itu akan mengusir kantuk kita.
Putri Ketua Serikat Cho tidak punya akal sehat...
Maksudku, dia tidak tahu apa-apa.
Malam ini membutuhkan segelas minuman keras.
Bukankah romantis menikmati minuman keras
di bawah bulan purnama pertama tahun ini?
Di malam seperti ini,
kita seharusnya bertemu di kedai, bukan kedai teh.
Aku menyadari ini kali terakhir melihatmu di toko linen,
tapi kamu...
Pemikiran kita sama.
Benar, bukan?
Tentu saja.
Tentu saja. Seharusnya minuman keras.
- Tentu saja. - Tentu saja.
Luar biasa.
Terutama di malam hari.
Menurut rumor, Ketua Serikat Cho
memiliki koleksi minuman keras tersembunyi
yang sangat langka hingga Raja pun tidak bisa mendapatkannya.
Sajikan yang terbaik.
Tentu saja.
Tentu saja. Seharusnya minuman keras.
Berapa banyak yang mereka punya?
- Sulit dipercaya. - Sudah disajikan, Nona.
Kalau begitu,
tuangkan minuman untukku.
Apa maksudnya ini?
Aku akan memperkenalkanmu pada minuman keras jenis baru.
Minuman keras jenis baru?
Coba kulihat.
Kulihat kamu tidak punya bir.
Apa yang kamu gumamkan?
Bukan apa-apa.
Nona-nona,
kalian pernah dengar bom koktail?
- Bom koktail? - Bom koktail?
Sulit dipercaya!
Ini anggur bok-geol.
Aku mencampur anggur bokbunja dengan makgeolli.
Sebenarnya ini kali pertamaku
membuat koktail dengan anggur bokbunja.
Astaga.
Itu meluncur di tenggorokanmu, dengan rasa asam jeruk.
Aku belum pernah minum seperti ini.
Kita tidak boleh berbohong hanya karena
dia putri Kepala Penasihat Negara.
Berikutnya, aku menyebut ini Bulan Purnama.
Aku mencampur ini hanya untukmu, Nona Hwa Sun.
Bulan Purnama?
Minum bulan purnama di dalamnya,
dan kamu akan mengalami sensasi yang tidak terlupakan.
Ini menatapmu,
Nona.
Bagaimana kamu bisa membuat minuman seperti ini?
Aku akan minum lagi.
Karena suasana hatiku sedang baik malam ini,
aku akan mengungkapkan resep rahasiaku.
Semuanya, silakan berbaris.
Tapi aku putri Penasihat Negara Kanan.
Ayahku adalah Kepala Penasihat Negara.
Berbarislah.
Nona.
- Tolong ke belakang antrean. - Minumlah anggur bok-geol.
Minumlah anggur bok-geol.
Ini Bulan Purnama.
Terima kasih.
Anggur bok-geol untukmu.
Terima kasih.
Semuanya, kalian menikmati minuman kalian?
- Ya! - Ya!
Kalau begitu, mau berpesta?
- Ya! - Ya!
Apa terjadi sesuatu di sini hari ini?
Begini,
para wanita berkumpul di sini untuk minum,
dan katanya minumannya menyenangkan.
Apa yang mereka minum?
Apa tadi?
Bom koktail?
- Bom koktail? - Ya.
- Ayo. - Tentu.
Bom koktail?
Bom koktail?
Supnya dingin.
Kamu bercanda?
Bom koktail?
Bom koktail?
- Bom koktail... - Bom koktail!
- Kok... - Tail...
Bom.
- Apa? - Bom koktail!
- Kalian mau ke mana? - Cepat.
Kalian mau ke mana tanpa membayar makanan?
- Benarkah? - Kamu sudah dengar?
Itu minuman jenis baru.
- Itulah yang kudengar. - Apa?
- Kamu sudah mendengar beritanya? - Begitu rupanya.
Kalian mau ke mana?
Bom koktail?
"Bom Koktail"
- Benarkah? - Apa itu sungguhan?
Mereka butuh banyak minuman keras, jadi, cepatlah.
- Baik, Nona. - Baik, Nona.
Astaga.
- Aduk rata! - Putar!
Kenapa?
Berikan itu.
- Minum! - Baiklah.
Ini!
- Apa yang terjadi? - Berapa banyak yang mereka minum?
- Apa mereka benar-benar minum? - Sedang apa semua orang di sini?
Mari kita coba bom koktailnya!
Aku juga mau segelas.
Jika semua orang berkumpul di sini...
Kalau begitu, bagaimana bisa aku tidak menunjukkan teknik ini?
Baiklah.
Ini Konstruksi!
Konstruksi?
- Apa itu? - Ini adalah
minuman kaoliang dari Tiongkok.
- Minuman kaoliang. - Minuman kaoliang!
Dan ini...
- Ini! - Ini!
Ini sake dari Jepang.
- Sake! - Apa itu tadi?
Terakhir,
ini...
- Ini! - Ini!
Ini salah satu dari tiga minuman keras perdana Joseon.
Leegangju.
- Leegangju. - Leegangju.
Joseon, Tiongkok, dan Jepang bersatu di sini.
Baiklah, Semuanya.
Mari kita nikmati minuman kita!
- Bersulang! - Bersulang!
Mari kita minum!
Tolong biarkan kami minum.
Mode penghancuran diri.
Aku tidak percaya ini.
Dengan mencampur bom koktail,
aku mengubah hidup gadis kaya itu.
Astaga.
Mari kita minum!
Bersulang!
Manis sekali!
Alkoholnya terasa manis!
Ini terlalu enak.
Apa yang terjadi?
Siapa kamu?
Tuan Lee Bun?
Apa yang kamu lihat?
Apa yang kamu lakukan kepadaku?
Kamu yang melakukan sesuatu kepadaku.
Apa yang kulakukan?
Kamu menggangguku semalaman kemarin.
Kamu tidak perlu bertanya.
Apa-apaan ini?
Ini bukan mimpi.
Apa yang terjadi?
Subtitle by VIU Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
"The First Night with the Duke"
Jika kamu mengaku tidak ingat,
apa itu artinya tidak pernah terjadi?
Surat lamaran pernikahan baru saja tiba untukmu, Nona.
- Aku tidak bisa menikah. - Astaga.
Kejahatan merayu anggota keluarga kerajaan
dan mengambil keperjakaannya.
Ini tantangan bagi otoritas kerajaan.
Dengan kata lain, itu bisa dianggap pengkhianatan.
Tipe wanita yang dibenci pria.
Astaga. Ya ampun.
Cepat singkirkan aku.
Aku sudah siap untuk itu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.